FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN

FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN A. Pengertian Filsafat Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia yang terdiri dari dua suku kata yakni philos yang berarti cinta, atau philia yang berarti persahabatan, dan kata sophos yang berarti inteligensi, kebijaksanaan, keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan. Imam Bernadib menganggap bahwa kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia dan philosophos. Kata ini terambil dari kata philos dan sophia atau philos dan sophos. Philos berarti cinta dan sophia atau sophos berarti kebijaksanaan, pengetahuan dan hikmah. Seseorang dapat disebut telah berfilsafat menurut Bernadib, apabila seluruh ucapan dan perilakunya mengandung makna dan ciri sebagai orang yang cinta terhadap kebijaksanaan, cinta terhadap pengetahuan dan cinta terhadap hikmah. Menurut Harun Nasution, falsafat berasal dari bahasa Yunani yang tersusun dari dua kata, yakni philein dalam arti cinta dan sophos dalam arti hikmat (wisdom). Harun mengatakan bahwa orang Arab memindahkan kata Yunani philosophia ke dalam bahasa mereka dan menyesuaikannya dengan tabiat susunan kata-kata Arab, yaitu falsafa dengan pola fa’lala, fa’lalah dan fi’lal. Berdasarkan pola kalimat (kata) tersebut, maka penyebutan kata filsafat dalam bentuk kata benda seharusnya falsafah atau filsaf. Lebih lanjut Harun mengatakan bahwa kata filsafat yang banyak digunakan dalam bahasa Indonesia, sebetulnya bukan murni berasal dari bahasa Arab falsafah dan juga bukan murni dari bahasa Barat philosophy. Akan tetapi, kata filsafat ini merupakan gabungan dari keduanya (bahasa Arab dan Barat). Kata fil diambil dari bahasa Barat dan safah dari bahasa Arab. Berfilsafat menurut Harun adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma dan agama) dan dengan sedalam-dalamnya sampai ke dasar-dasar persoalan. Bedasarkan pengertian itulah, maka Harun mendefinisikan filsafat sebagai : • Pengetahuan tentang hikmah; • Pengetahuan tentang prinsip atau dasar-dasar; • Mencari kebenaran; dan • Membahas dasar-dasar dari apa yang dibahas. M. Rasjidi dan Harifuddin Cawidu menyatakan bahwa falsafah (dalam bahasa Arab) berasal dari bahasa Yunani yakni dari kata philosophia, yang terambil dari akar kata philo atau philein yang berarti cinta (loving) dan shopia yang berarti pengetahuan, kebijaksanaan (hikmah atau wisdom). Jadi philosophia artinya cinta kebijaksanaan. Orang yang cinta kepada kebijaksanaan atau pengetahuan atau kebenaran menurut Rasjidi disebut philosophos, dalam bahasa Arab disebut failasuf. Dengan demikian, philosophos atau failasuf adalah orang yang menjadikan pengetahuan sebagai usa dan tujuan hidupnya. Dengan kata lain, philosophos atau failasuf adalah orang yang mengabdikan dirinya kepada pengetahuan dan kebenaran. Rasjidi lebih lanjut menyatakan bahwa meskipun falsafah berasal dari bahasa Yunani sebagai daerah sumber awal kegiatan berfalsafah, tetapi dalam bahasa Arab asli terdapat suatu kata yang mirip dengan makna filsafat, yaitu kata hikmat. Menurut Rasjidi, makna asal dari kata hikmat adalah tali kendali yang digunakan pada seekor kuda untuk mengekang keliarannya. Juga berarti pengetahuan atau kebijaksanaan. Atas dasar itu, maka diambillah kata hikmat sebagai sinonim dari kata filsafat. Karena seseorang yang memiliki hikmat (pengetahuan) itu, seharusnya dapat lebih bijaksana dan dapat membentengi dirinya dari perbuatan rendah dan hina.

3. Sejarah telah mencatat bahwa istilah philosophia digunakan pertama kali oleh Pythagoras pada tahun 572 – 497 SM (sekitar abad ke-6 SM). Sedangkan Descartes (1590-1650 M) mendefinisikan filsafat sebagai kumpulan ilmu pengetahuan yang meliputi pengetahuan tentang Tuhan. sophos berarti bijaksana dan sophia berarti kebijaksanaan. yakni pemaparan pendapat yang rasional dengan .Ali Mudhafir berpendapat bahwa kata filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata falsafah (bahasa Arab). Philein berarti mencintai. Tetapi istilah philosophia dan philosophos (falsafah dan failasuf) itu sendiri baru menjadi popular dan lazim digunakan pada masa Sócrates dan Plato (sekitar abad ke-5 SM). Apakah yang dinamakan manusia (dijawab oleh Anthropologi). maka menurut Kant persoalan yang menjadi pokok kajian filsafat. pertama. logika. Istilah philosophia ini muncul berawal ketika Pythagoras ditanya tentang apakah ia termasuk orang yang bijaksana. 3. Apa yang seharusnya diketahui / dikerjakan manusia (dijawab oleh etika). yaitu. 4. istilah filsafat dilihat dari asal kata philos dan sophia. Plato (427-384 SM) mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. Belanda dan Francis). Sejalan dengan Descartes. semua kata itu berasal dari bahasa Yunani philosophia. Dari pengertian dan definisi filsafat yang dikemukakan oleh para ahli dan filosof sebagaimana tersebut di atas. philos berarti teman. Kedua. Dengan demikian. etika. maka ia berarti teman kebijaksanaan (filsafat sebagai kata benda). dan 4. maka dapat dipahami bahwa ruang lingkup pembahasan filsafat adalah. Berdasarkan asumsi itulah. dan mengatakan kepada kita apa yang kita lihat. hakikat. Sedangkan kata philosophia itu sendiri terdiri dari dua suku kata. kajian yang berkenaan dengan pencarian kebenaran fundamental dengan cara : (a) argumentatif. istilah filsafat dilihat dari asal kata philein dan sophos. Pertama. 1. Selain itu. Menurut Ali Mudhafir. 2. Imanuel Kant (1724-1804 M) mengasumsikan bahwa filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan atau menggambarkan dengan kata-kata. Pythagoras dengan rendah hati menjawab pertanyaan tersebut bahwa dirinya adalah pencinta kebijaksanaan (lover of wisdom). 2. yakni philein. Filsafat adalah wacana tempat berlangsungnya penelusuran kritis terhadap berbagai pernyataan dan asumsi yang umumnya merupakan dasar suatu pengetahuan. Al-Farabi (870-950 M) seorang filosof Islam mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bagaimana hakekat alam yang sebenarnya. sebagaimana yang tampak dari kegiatan filosofis yang mencari sumber. philosophie (bahasa Jerman. Apakah yang dapat manusia ketahui (dijawab oleh metafisika). kata filsafat secara etimologi menurut Mudhafir memiliki dua pengertian yang berbeda. dapat dipahami bahwa: 1. philosophy (bahasa Inggris). retórika. Sampai dimanakah harapan manusia (dijawab oleh agama). Aristóteles (382-322 SM) mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan yang meliputi kebenaran yang objek kajiannya adalah ilmu metafísica. ekonomi dan estétika. hakekat realitas akhir yang mendasar dan nyata. Filsafat dapat dipandang sebagai tubuh pengetahuan yang memperlihatkan lepada kita apa yang kita katakan. philos dan sophia. Filasafat adalah usaha spekulatif yang rasional. sistematik dan konseptual untuk memperoleh pengetahuan atau pandangan yang selengkap mungkin mengenai realitas (kebenaran). maka ia berarti mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana (filsafat sebagai kata sifat). alam dan manusia. Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas. Filsafat adalah ikhtiar untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan secara koheren dan menyeluruh (holistic dan comprehensive). keabsahan dan nilai-nilai pengetahuan apapun.

1). dan analitis. pertama. menyeluruh (holistic. kritis. comprehensive). Dari ketiga cabang filsafat ini kemudian berkembang lagi dan masing-masing melahirkan cabang tersendiri. Jujun S. etnik. hakekat pikiran serta kaitan antara zat . Ontologi sebagai cabang filsafat yang membicarakan tentang hakekat benda bertugas untuk memberikan jawaban atas pertanyaan “apa sebenarnya realitas benda itu ? apakah sesuai dengan wujud penampakannya atau tidak ?”. jadi objek ilmu adalah pengalaman inderawi. Penalaran filosofis yang dimaksud adalah penalaran yang selalu mengandung ciri-ciri skeptis (meragukan). Maksudnya. Filsafat adalah upaya manusia untuk menemukan kebenaran hakiki melalui cara berpikir yang sistematis. komprehensif (menyeluruh. meluas). epistemologi. kemudian bertambah lagi yakni. teori tentang ada: tentang hakekat keberadaan zat. Pertama. mendasar (radikal). maka filsafat dapat dibedakan dalam dua jenis pengertian. (b) non-empirik. Melalui berfikir filsafati. B. Ketiga cabang pemikiran filsafat itu adalah ontologi. Filsafat Skeptisisme 5. adat istiadat. Menyoal tentang wujud hakiki obyek ilmu dan keilmuan (setiap bidang ilmu dalam jurusan dan program studi) itu apa ? Objek ilmu atau keilmuan itu adalah dunia empirik. Filsafat Dualisme 4.disertai dasar-dasar penalarannya. (b) etika (Baik-Buruk). Kedua. dan (c) estetika (IndahJelek). Suriasumantri menyatakan bahwa pokok permasalahan yang menjadi objek kajian filsafat mencakup tiga segi. seperti batas ruang. agama atau kepercayaan. ilmu. antara lain : 1. filsafat sebagai produk kegiatan berpikir murni dan terbentuk dalam suatu disiplin ilmu. Filsafat Idealisme 3. filsafat sebagai reflective thinking. Cabang Filsafat Dilihat dari kriteria dan sifat berfikir filsafat. Kedua. dunia yang dapat dijangkau pancaindera. Berikut penjelasan ketiga cabang filsafat tersebut dan perkembangannya. kegiatan akal piker manusia dalam usahamengerti secara mendalam atas segala sesuatu. apalagi batas buatan manusia. penalaran filosofis yang umumnya sibuk menanyakan serta menelusuri makna dan penyebab dasar dari berbagai pengetahuan tanpa mengenal batas apapun. Filsafat Materialisme * 2. Dengan kata lain. yakni (a) logika (Benar-Salah). waktu. yakni ontos dan logos. Seiring dengan perkembangan dan dinamika masyarakat. diharapkan manusia menjadi lebih mampu bersikap. Jadi ontologi dapat diartikan sebagai ilmu atau teori tentang wujud hakekat yang ada. Ontologi Ontologi terdiri dari dua suku kata. ia telah terbentuk dalam perbendaharaan yang terorganisasi dan telah memiliki sistimatika tertentu. Ketiga cabang utama filsafat ini lanjut Suriasumantri. dan radikal (sampai ke akar-akarnya). artinya filsafat sebagai aktivitas pikir murni. dan aksiologi. ontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakekat sesuatu yang berwujud (yang ada) dengan berdasarkan pada logika semata. Dari teori hakekat (ontologi) ini kemudian muncullah bebrapa aliran dalam filsafat. dan hal-hal lainnya. Dalam hal ini filsafat merupakan suatu daya atau kemampuan berpikir yang tinggi dari manusia dalam usaha memahami kesemestaan. filsafat kemudian berkembang dan melahirkan tiga cabang besar dan sekaligus sebagai objek kajiannya. Filsafat Agnostisisme. yakni tidak berdasarkan pemahaman inderawi. baik batas alamiah. Ontos berarti sesuatu yang berwujud dan logos berarti ilmu. Dengan kata lain.

Idea yang dimaksud oleh Plato adalah definisi atau konsep universal dari tiap sesuatu. Sedangkan metode problem solving adalah memecahkan masalah dengan cara mengidentifikasi permasalahan. Epistemologi Epistemologi berasal dari kata episteme yang berati pengetahuan dan logos yang berarti ilmu. estetika. Dengan kata lain. . putih ataupun belang. untung-untungan (trial and error). otoritas (kewibawaan). Namun. metafisika dan politik – menurut Suriasumantri. menyimpulkan dan conlusion. lelaki-perempuan. Jadi epistemologi adalah ilmu yang membahas tentang pengetahuan dan cara memperolehnya. atau prosedur mendapatkan ilmu dan keilmuan. tetapi hanya bayangan. baik itu kuda yang berwarna hitam. metode ilmiah dan metode problem solving. tiap-tiap yang ada di alam nyata ini mesti ada ideanya. . manusia mengetahui dari pengalaman hidupnya bahwa dalam alam ini ada kebenaran. Idea kuda itu adalah faham. mengumpulkan data. bahwa kuda mempunyai idea atau konsep universal yang berlaku untuk tiap-tiap kuda yang ada di alam nyata ini. Menurut Augustine. Tata cara. berlaku untuk seluruh manusia besar-kecil. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendekatan/metode non-ilmiah adalah pengetahuan yang diperoleh dengan cara penemuan secara kebetulan. dan itulah yang menjadi sumber dan cahaya bagi akal dalam usahanya mengetahui apa yang benar. tetapi terkadang pula merasa ragu-ragu bahwa apa yang diketahuinya itu adalah suatu kebenaran. yakni cabang filsafat yang membicarakan tentang cara memperoleh pengetahuan. Idea inilah yang merupakan hakekat sesuatu dan menjadi dasar wujud sesuatu itu. kajian mengenai organisasi sosial / pemerintahan yang ideal. akal sehat (common sense). Kebenaran mutlak inilah oleh Augustine disebut Tuhan. Epistemologi disebut juga teori pengetahuan. idea manusia adalah ”binatang berpikir” ( _Êämlãq~1 – Arab).dan pikiran yang semuanya terangkum dalam metafisika. Argumen ontologis kedua dimajukan oleh St. merumuskan hipotesis. Demikian pula manusia punya idea. China. baik yang hidup ataupun udah mati. Menurut Plato. Dengan kata lain. karena itu. manusia Eropa. Augustine (354 – 430 M). dan sebagainya. Asia. dan pengalaman biasa. Argumen ontologis ini pertama kali dilontarkan oleh Plato (428-348 SM) dengan teori ideanya. atau prosedur mendapatkan ilmu dan keilmuan adalah dengan metode nonilmiah. etika. teknik. Idea-idea itu berada dibalik yang nyata dan idea itulah yang abadi. 2). Kebenaran tetap dan kekal itulah kebenaran yang mutlak. mengorganisasikan dan menganalisa data. tua-muda. Tiap-tiap sesuatu di alam ini mempunyai idea. prasangka. epistemologi adalah suatu cabang filsafat yang menyoroti atau membahas tentang tata-cara. benda-benda yang dapat ditangkap dengan panca indera ini hanyalah khayal dan illusi belaka. gambaran atau konsep universal yang berlaku untuk seluruh kuda yang berada di benua manapun di dunia ini. kemudian berkembang lagi menjadi cabang-cabang filsafat yang mempunyai bidang kajian lebih spesifik lagi yang disebut filsafat ilmu. kopi atau gambaran dari idea-ideanya. melakukan verifikasi. Benda-benda yang kita lihat atau yang dapat ditangkap dengan panca indera senantiasa berubah. hakekat pengetahuan dan sumber pengetahuan. Plato mencontohkan pada seekor kuda. ia bukanlah hakekat. Konsep binatang berfikir atau _Êämlãq~1 ini bersifat universal. akal manusia terkadang merasa bahwa ia mengetahui apa yang benar. Menurutnya. kedua. akal manusia mengetahui bahwa di atasnya masih ada suatu kebenaran tetap (kebenaran yang tidak berubahubah). Dengan kata lain. teknik. terangkum dalam politik. Metode ilmiah adalah cara memperoleh pengeahuan melalui pendekatan deduktif dan induktif. Idea manusia menurut Plato adalah badan hidup yang kita kenal dan bisa berpikir. Kelima cabang filsafat ini – logika. India.

Aksiologi Aksiologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang orientasi atau nilai suatu kehidupan. dan lain sebagainya. 3). kemerosotan. karena ia dapat menjadi sarana orientasi manusia dalam usaha menjawab suatu pertanyaan yang amat fundamental. Muhammad Hatta memberikan pengertian yang berbeda antara pengetahuan dengan ilmu pengetahuan. filsafat dan mistik. Dengan kata lain. dan lainnya sebagai dampak mismanagement. pengetahuan adalah hasil aktivitas mengetahui. Substansi ilmu itu bebas nilai (value-free). Pengetahuan berlangsung dalam dua bentuk dasar yang berbeda. Dengan kata lain. kualitas dan harga sesuatu. Kedua. percobaan. keresahan. Pengetahuan mempunyai makna yang sama dengan knowledge dalam bahasa Inggris. bingkai atau kerangka pemikiran untuk menerangkan. tergantung pada pemakaianya. aksiologi adalah ilmu yang menyoroti masalah nilai dan kegunaan ilmu pengetahuan itu. pelatihan. Nilai (values) bertalian dengan apa yang memuaskan keinginan atau kebutuhan seseorang. mengantisipasi atau meramalkan sesuatu kejadian secara lebih tepat. Secara moral dapat dilihat apakah nilai dan kegunaan ilmu itu berguna untuk peningkatan kualitas kesejahteraan dan kemaslahatan umat manusia atau tidak. Menurut al-Ghazali sebagaimana yang dikutip oleh Cecep Sumarna bahwa. atau appreaciative responses. yakni ilmu pengetahuan. antara pengetahuan dengan ilmu (science – Inggris) memiliki perbedaan makna utamanya pada penggunaannya. pengatahuan adalah apa yang kita ketahui. kebodohan. Pengetahuan merujuk kepada apa yang kita kenal. belajar. kemudian melahirkan tiga macam pengetahuan. Pengertian pengetahuan seperti itulah yang telah membedakannya dengan ilmu yang selalu menghendaki penjelasan lebih lanjut dari apa yang sekedar dituntut oleh pengetahuan. sempit. sedangkan ”yang didapat dengan jalan keterangan disebut ilmu”. penyuluhan. Sekarang coba kita lihat. ternyata kata ilmu dan pengetahuan mempunyai arti tersendiri. bertangan besi dan kotor. sehingga dalam penggunaannya sehari-hari selalu dirangkai dan membentuk satu arti. berjiwa kerdil. Ilmu penegetahuan itu hanya alat (means) dan bukan tujuan (ends). yakni bagaimana manusia harus hidup dan bertindak ? Teori nilai atau aksilogi ini kemudian melahirkan etika dan estetika. kesakitan. ketahui atau fahami atau dapatkan melaui pengalaman. . sangat dihawatirkan dan berbahaya jika ilmu dan pengetahuan yang sarat muatan negatif itu dikendalikan atau jatuhnya ke orang-orang yang berakal picik. C. Pertama. prinsip-prinsip.yakni pengujian hipotesis. yakni tersingkapnya suatu kenyataan ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan di dalamnya. mendeskripsikan. penginderaan. dimana-mana terjadi krisis-krisis: ketidak-berdayaan. dan lainnya. pengetahuan yang patut digunakan atau diterapkan dalam menjawab kebutuhan praktis. kemiskinan. kumuh dan jahat. Namun. Menuurut Hatta sebagaimana dikutip oleh M. refleksi. apabila dilihat dalam perspektif keilmuan. Aksiologi disebut juga teori nilai. Tujuan utamanya adalah untuk menemukan teori-teori. misdirection. Karena itu. Pengetahuan selalu memberi rasa puas dengan menangkap tanpa ragu terhadap sesuatu. mismanipulation. intuisi. Temuan itu dapat dipakai sebagai basis. Rasjidi dan Harifuddin Cawidu bahwa: ”pengetahuan yang didapat dari pengalaman disebut pengetahuan”. yakni pengetahuan tentang sains. keterbelakangan. mengontrol. Dari dua bentuk dasar pengetahuan tersebut. Dalam hal ini. Pengertian Ilmu dan Pengetahuan Kata ilmu dan pengetahuan adalah dua buah kata yang merupakan kata majemuk. pengetahuan yang berfungsi untuk dinikmati dan memberikan rasa puas dalam hati manusia. dan sektarian. ketidak-percayaan. generalisasi dan hukum-hukum.

Ashley Montagu: ”Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan.” 3. Menurut Quraish Shihab. ilmu yang diperoleh karena usaha manusia. Para ahli telah memberikan rumusan batasan ilmu pengetahuan (science) dengan formulasi yang berbeda-beda. Ilmu untuk mengembangkan pribadi manusia mencapai ahsani taqwim c. Kedua. mengembangkan dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik. Quraish Shihab lebih lanjut mengatakan bahwa ilmu itu ada dua macam berdasarkan perspektif alQuran. dapat diuji kebenarannya. Lebih lanjut Malik bin Nabi mengatakan: ”Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya terbatas dalam bidang. yang umum dan kumulatif (bertimbun-timbun) dan keempatempatnya serentak. Ilmu untuk memelihara. yang masing-masing mengenai suatu lapangan pengalaman tertentu. ’ilm yang berarti kejelasan. ’Alima – Arab) secara etimologi berarti tahu atau pengetahuan. memiliki metode. hingga menjadi kesatuan. Ilmu untuk hidup berbudaya dengan sesama manusia d.Ilmu (science – Yunani. yang disebut ilmu kisbi. Malik bin Nabi di dalam kitabnya. Ciri-cirinya adalah memiliki obyek. Dari segi bahasa. memiliki sistematika.” 5. Dalam Ensiklopedi Indonesia sebagaimana dikutip Rasjidi dirumuskan bahwa: ”Ilmu Pengetahuan adalah suatu sistem dari pelbagai pengetahuan. suatu sistem dari pelbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan memakai metode-metode tertentu (induksi. yang disebut ilmu ladunni. deduksi). tetapi bergantung pula pada sekumpulan syarat-syarat psikologis dan sosial yang mempunyai pengaruh negatif dan positif sehingga dapat menghambat kemajuan ilmu pengetahuan atau mendorongnya lebih jauh. yang rasional.” 4. Malik bin Nabi tidak membedakan antara ilmu dengan pengetahuan. Ini menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya dinilai dengan apa yang . Amir Daien Indrakusuma: ”Ilmu pengetahuan adalah uraian yang sistematis dan metodis tentang suatu hal atau masalah. Sedangkan berdasarkan fungsinya.bidang tersebut. kata ilmu digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan. ilmu-ilmu itu dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok yaitu: a. kata ilmu berasal dari bahasa Arab. Tetapi secara terminologi ilmu atau science adalah pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri dan syaratsyarat tertentu.” Ilmu adalah cabang pengetahuan dengan ciri-ciri tertentu. studi dan pengalaman untuk menentukan hakikat dan prinsip tentang hal yang sedang dipelajari. Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag memberikan batasan defenisi ilmu. Intaj al-Mustasyriqin wa at-Saruhu Fi al-Fikriy al-Hadits sebagaimana yang dikutip oleh Quraish Shihab ”Ilmu pengetahuan adalah sekumpulan masalah serta sekumpulan metode yang dipergunakan menuju tercapainya masalah tersebut”. Pertama. Dalam hal ini. Sutari Imam Barnadib: ”Ilmu pengetahuan adalah suatu uraian yang lengkap dan tersusun tentang suatu obyek. ”ilmu adalah yang empiris. Menurutnya. ilmu yang diperoleh tanpa upaya manusia. Ilmu untuk ibadah dalam arti khusus atau ritual b. antara lain : 1. yang disusun sedemikian rupa menurut asas-asas tertentu. Jadi ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu.” 2.

pengkajian. sehingga tiadanya rasa tak mungkin ada etika dan estetika. kemampuan ini disebut intuisi. Bahwa dunia ini ada 2. tetapi juga diukur dengan wujudnya suatu iklim yang dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan itu. memperoleh pemahaman. cara perolehannya melalui observasi. karena itu langsung berhubungan dengan tuhan. Akan tetapi kita menghendaki untuk menggunakan rasio dan rasa secara seimbang pada tempat dan takaran yang benar. Semua kemampuan itu berdasarkan ketentuan atau patokan-patokan yang sangat terperinci. Kemampuan rasio terletak pada membedakan (atau menyamakan) dan menggolongkan (berdasarkan kesamaan itu). Patokan ini disebut inferensi. Kemampuan rasa terletak pada kreativitas. dan perkembangan ilmu diwadahi oleh perguruan tinggi. menyatakan hubungan-hubungan dan mendeduksinya (atau menginduksinya). nalar. ialah rasio dan rasa. dan koheren. Kita mengembangkan ilmu secermat-cermatnya untuk mengambil manfaat sebesarbesarnya dalam kehidupan manusia. etika dan estetika. Kita bisa mengetahui dunia 3. Rasa adalah media kontak manusia dengan tuhan.” Ilmu (science) merupakan pengetahuan yang menelaah dunia empirik. Objek ilmu pengetahuan adalah dunia empirik atau alam materi yang diserap melalui panca indera yang lugas maupun yang dibantu oleh teknologi modern. sedangkan ilmu timur menekankan pada kalbu dan hanya sedikit rasio. sehubungan dengan pandangan teologis yang terlalu menonjolkan takdir. dalam rangka pengabdian manusia (sebagai mahluk) kepada penciptanya (khaliq) Ilmu sangat erat kaitannya dengan kebenaran. yang harus diupayakan adalah perenungan dalam melakukan nalar. Istilah science atau ilmu dalam pengertiannya yang lengkap dan menyeluruh adalah serangkaian kegiatan manusia dengan pikirannya dan menggunakan berbagai tata cara sehingga menghasilkan sekumpulan pengetahuan yang teratur mengenai gejala-gejala alami. Fenomena-fenomena terkait dengan kausal Dalam upaya quest for knowledge manusia menggunakan segala akal budinya.dipersembahkannya kepada masyarakat. Kita percaya bahwa kebenaran mutlak diwahyukan tuhan kepada manusia. ilmu. yang merupakan kegaiban. Selain itu menyatakan secara kuantitatif atau kualitatif. Rasa tidak berpatokan sebagaimana dipunyai oleh rasio. Rasa yang terjaga menjadikan manusia berderajad lebih tinggi dari malaikat. kemasyarakatan dan perorangan untuk tujuan mencapai kebenaran. Ilmu adalah dasar untuk peradaban manusia. sebagai pemula keberadaan sains ditetapkan dalam empat asumsi dasar. Etika (love) dan estetika (beauty) seluruhnya terletak pada rasa. Kreativitas inilah yang merupakan pemula di segala bidang. dan memberikan penjelasan atau melakukan penerapan. penginderaan. Bila ilmu barat hanya menyandarkan pada akal atau rasionya saja. Dalam sains (yang tidak melandaskan diri kepada tuhan). dalam keadaan murni ia menyatakan secara tegas ya atau tidak. metodis. Rasio tidak berdusta. Sebagai pemula. ialah filsafat yang bersifat ‘spekulatif’ dan ilmu atau sains yang bersifat ‘positif’. ada hubungannya dengan melemahnya penggunaan akal dan nalar. Daya quest for knowledge (penguasaan ilmu) muslim melemah. atau percobaan yang sistematik. dan diantara kebenaran relatif ini dibagi dua. yaitu: 1. . sedangkan kebenaran yang dicapai itu sifatnya relatif. Kita mengetahui dunia melalui panca indera 4. sedangkan rasa yang tidak terjaga dari godaan syeitan menjadikan manusia jatuh martabat menjadi lebih rendah dari binatang sekalipun.

menyebabkan manusia membatasi ilmunya pada bidang tersebut. Sedangkan ilmuwan muslim menyatakan bahwa objek ilmu mencakup alam materi dan nonmateri. Sains mutakhir yang mengarahkan pandangannya kepada alam materi. Bahkan sebagian mereka tidak mengakui adanya realitas yang tidak dapat dibuktikan di alam materi. ilmu hukum. ilmu bahasa. Sedangkan trial and error (coba-coba). Alam kejiwaan 3. yaitu alam materi dan nonmateri. pengamatan. 2. Sehingga dalam mencapai dan memenuhi kebutuhan hidupnya itu. ilmuwan muslim – kususnya kaum sufi – memperkenalkan ilmu untuk menggambarkan hirarki keseluruhan realitas wujud yang mereka sebut lima kehadiran Ilahi. penglihatan (mata). perikanan. dan 5.Ilmu pengetahuan itu timbul disebabkan oleh adanya kebutuhan-kebutuhan dan kemauan manusia untuk hidup bahagia dan sejahtera. obyek formal sendiri. Alam materi 2. dan 4. maka perkembangan ilmu pengetahuan telah mengalahkan perkembangan filsafat. Ilmu Pengetahuan Alam. Walaupun sesungguhnya ilmu lahir dari filsafat. Sementara syarat-syarat sesuatu dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan adalah harus mempunyai: 1. Sesungguhnya masih banyak rumusan tentang definisi ilmu (science) yang dikemukakan oleh para ahli ilmu pengetahuan yang tidak dapat disebutkan semua. variasi terbatas. sehingga ilmu mengalami loncatan perkembangan dibandingkan dengan loncatan filsafat. Alam ruh 4. sistematika uraian. 3. empiris dan bersifat kumulatif. Berdasarkan berbagai definisi dan pembagian ilmu sebagaimana yang disebutka di atas. Hasil dari pemikiran manusia itulah. tetapi dalam perkembangannya dan dengan didukung oleh kecanggihan teknologi. Bahkan wilayah kajian filsafat seolah menjadi lebih sempit dibandingkan dengan masa awal perkembangannya dari pada wilayah kajian . Karena itu. Hubungan antara Filsafat dan Ilmu Serta Objek Kajiannya Dari zaman Plato (348 SM) sampai masa al-Kindi (1209 M). metode penelitian. Sifat-sifat ilahiyah. boleh dikatakan tidak ada batas antara filsafat dan ilmu pengetahuan. yakni dengan ladunni dan dengan kasbi. Karena itu. maka manusia menggunakan akal pikirannya. D. kesehatan. rasional. Tetapi kalau dicermati dari semua definisi atau batasan yang bermacam-macam itu dapat diketahui bahwa ilmu (science) merupakan pengetahuan yang bercirikan sistematik. dan lain sebagainya. percobaan dan tes-tes kemungkinan (probability) merupakan cara-cara yang digunakan ilmuwan untuk meraih pengetahuan. Karena seorang filosof pada zaman tersebut pasti menguasai semua ilmu. kemudian melahirkan berbagai ilmu pengetahuan seperti: ilmu pertanian. Tetapi dengan adanya perkembangan daya pikir manusia yang mengembangkan filsafat pada tingkat praktis. dan pengalihan antar budaya. Adapun sarana yang digunakan untuk memperoleh ilmu-ilmu tersebut adalah dengan melalui pendengaran. humaniora. yaitu : 1. Wujud zat ilahi Cara memperoleh ilmu-ilmu tersebut ada dua macam sebagaimana yang dikemukakan oleh Quraish Shihab. maka secara garis besarnya objek ilmu dapat dibagi dalam dua bagian pokok. tujuan. objek ilmu menurut mereka hanya mencakup sains kealaman dan terapannya yang dapat berkembang secara kualitatif dan penggandaan. akal dan hati.

yakni. tetapi hanya dapat dibuktikan oleh teori-teori keilmuan melalui observasi dan eksperimen atau memperoleh justifikasi kewahyuan. Meskipun cara kerjanya sama. Ilmu bertugas melukiskan. muncul suatu anggapan bahwa untuk saat ini. Bahkan pada hal tertentu ilmu menuntut untuk diadakannya percobaan dan pendalaman untuk mendapatkan esensinya. yakni kesimpulan-kesimpulannya ditarik tanpa pengujian. filsafat dapat ditempatkan pada posisi maksimal pemikiran manusia yang pada tarap tertentu tidak mungkin dapat dijangkau oleh ilmu. filsafat dan ilmu sama-sama mencari kebenaran. filsafat tidak lagi dibutuhkan bahkan dianggapnya kurang relevan lagi dikembangkan. Sebab manusia saat ini lebih membutuhkan ilmu yang sifatnya praktis dari pada filsafat yang terkadang sulit ”dibumikan”. Saefuddin justru menyatakan bahwa filsafat merupakan sesuatu yang dibutuhkan manusia saat ini. tidak setiap filosof dapat disebut sebagai ilmuwan. yang luas. Tugas ilmu menjadi lebih luas. sedangkan filsafat bertugas untuk menafsirkan kesemestaan. Sedangkan filsafat bersifat priori. Dengan demikian. Oleh karena itulah. tidak semua ilmuwan dapat disebut filosof. menurut Sony Kerap ilmu pengetahuan dapat diartikan sebagai keseluruhan lanjutan sistem pengetahuan manusia yang telah dihasilkan oleh hasil kerja filsafat. filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan dapat menjadi pembuka dan sekaligus pamungkas keilmuan yang tidak dapat diselesaikan oleh ilmu. tetapi aktivitas berfikir ilmuwan sangat berbeda dengan aktivitas berfikir filosof. Menurutnya. sama artinya dengan melakukan penolakan terhadap kebutuhan riil dari realitas kehidupan manusia yang memiliki sifat untuk terus maju. Kalau ilmu bersifat pasteriori. Bahkan untuk kepentingan perkembangan ilmu itu sendiri. menafikan kehadiran filsafat. yang umum dan universal (menyeluruh). sebagaimana butuhnya manusia terhadap ilmu pengetahuan.ilmu. Dari gambaran yang dikemukakan di atas memberikan pemahaman bahwa filsafat di satu sisi dapat menjadi pembuka bagi lahirnya ilmu pengetahuan. ia bersifat spekulatif dan kontemplatif. Dari pandangan dan anggapan yang dikemukakan di atas. Pada kenyataannya hampir tidak ada satu cabang ilmupun yang terlepas atau tidak terkait dengan persoalan filsafat. Menurut AM. AM. lahir suatu disiplin filsafat untuk mengkaji ilmu . Kebenaran filsafat tidak dapat dibuktikan oleh filsafat itu sendiri. Saefuddin. sedangkan filsafat menjawab atas pertanyaan lanjutan ’bagaimana sesungguhnya fakta itu. Di lain pihak berpendapat bahwa keinginan-keinginan melakukan observasi dan eksperimen itu sendiri. Sebab filsafat tidak mengharuskan adanya data empiris. Di samping itu. Aktivitas ilmu digerakkan oleh pertanyaan ’bagaimana menjawab pelukisan’. sedangkan filsafat menghendaki pengetahuan yang komprehensif dan itu tidak dapat diperoleh dalam ilmu. yakni bagaimana ia mempelajari gejala-gejala sosial lewat observasi dan eksperimen. yakni sama-sama menggunakan aktivitas berfikir. Filsafat dapat merangsang lahirnya sejumlah keinginan dari temuan filosofis melalui berbagai observasi dan eksperimen yang melahirkan berbagai cabang ilmu. benarkah demikian ? Kartini Kartono (1996) seperti yang dikutip oleh Cecep Sumarna mengemukakan bahwa ilmu telah menjadi sekelompok pengetahuan yang terorganisir dan tersusun secara sistematis. yakni kesimpulannya ditarik setelah malakukan pengujian-pengujian secara berulang-ulang. Sebaliknya. Dengan demikian. kemudian dibukukan secara sistematis dalam bentuk ilmu yang terteorisasi. Selain itu. Lalu pertanyaannya sekarang. dapat didorong oleh keinginannya untuk membuktikan hasil pemikiran filsafat yang cenderung spekulatif ke dalam bentuk ilmu yang praktis. tetapi pada sisi yang lain ia juga dapat berfungsi sebagai cara kerja akhir ilmuwan. ilmu dapat dibedakan dengan filsafat. dari mana awalnya dan akan ke mana akhirnya’. Penjelasan lebih lanjut mengenai aktivitas berfikir ilmuwan dan berfikir filosof dapat dilihat pada pembahsan tentang ciri-ciri berfikir filsafat dan ciri-ciri kebenaran ilmiah. Kebenaran ilmu dibatasi hanya pada sepanjang pengalaman dan sepanjang pemikiran. Tegasnya.

tetapi apakah hidup itu ?. yang tentunya mengundang pemikiran yang beraneka ragam pula. Siapakah manusia itu sesungguhnya ? apakah akal yang dimilikinya yang selalu berpikir adalah sesuatu yang berbeda dari benda. manusia dan Tuhan –. maka lambat laun persolan-persoalan itu semakin banyak dan semakin beragam. Perbedaan kemampuan. utamanya tentang alam dan manusia selalu berkembang dan bervariasi dari masa ke masa. Dengan demikian terlihat adanya pola relasi antara filsafat dengan ilmu. manusia dan persoalan tentang Tuhan. menyebabkan terjadinya perbedaan-perbedaan jawaban dalam masalah-masalah yang sama. lingkungan serta perbedaan ruang dan waktu. lalu apakah kematian itu ? kemana ia pergi sesudah mati ? Siapakah yang menciptakan alam. Hal-hal yang sering menggoda pikiran manusia untuk selalu mempertanyakannya. di mana manusia memberikan jawaban-jawabannya terhadap persoalan-persoalan tersebut. Kalau zaman dahulu persoalan manusia masih sangat sederhana. Di samping itu. apakah hanya ada dalam pikiran dan tidak mempunya wujud secara realitas ?. Kedudukan dan Fungsi Filsafat Bagi Manusia Seperti diketahui bahwa filsafat muncul sebagai manifestasi dari kegiatan berpikir manusia yang selalu mempertanyakan. kehidupan dan kematian itu ? Dan masih banyak sederetan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dikemukakan dalam mengungkap keingintahuan manusia. suatu ketika ia akan mati. antara lain: Apakah alam itu sesungguhnya. tujuan dan sasaran ?. maka semua pertanyaan itu akan berkisar pada tiga persoalan pokok yang selalu dibahas manusia. Oleh karena itu. Walaupun pola relasi (hubungan) ini dapat berbentuk persamaan dan atau perbedaan antara filsafat dan ilmu. bahwa dalam dunia ilmu pengetahuan. Hubungan itu terlihat pada usaha menggunakan filsafat sebagai pisau analisa terhadap disiplin ilmu yang beragam itu. Naluri manusia yang selalu ingin tahu dan selalu mempertanyakan segala sesuatu sampai ke radiksnya itulah yang menimbulkan lahirnya filsafat. filsafat yang semula merupakan induk dari ilmu pengetahuan. Dalam hal ini filsafat berkedudukan sebagai mediator untuk mencari hubungan-hubungan yang dapat merangkum disiplin yang berbeda-beda itu. Tetapi aspek-aspek filosofis dari ketiga persoalan itu. sampai ke akar-akarnya tentang hakikat dari realitas yang ada dihadapannya. E. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa persoalan yang dibicarakan oleh filsafat dari dulu hingga kini tetap berkisar pada tiga masalah pokok di atas – persoalan alam. yaitu persoalan alam. Akhirnya muncullah aliranaliran dan konsepsi-konsepsi pemikiran tentang hal-hal tersebut di atas. manusia.pengetahuan yang kemudian dinamakan filsafat ilmu. menganalisa. Karena sifat relatif akal manusia itulah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya perbedaan-perbedaan itu. filsafat sekarang ini berfungsi sebagai . tidaklah mengherankan dan bukan merupakan sesuatu yang aneh kalau pemikiran-pemikiran yang muncul ke permukaan semakin banyak. namun manusia dengan naluri tanya dan pikirnya tetap mempersoalkan hal-hal itu lebih jauh. Persoala-persoalan yang dihadapi manusia dari zaman ke zaman memperlihatkan gejala perkembangan ke arah yang semakin kompleks. Perkembangan itu pulalah yang menimbulkan pemikiran-pemikiran dalam bidang filsafat semakin banyak dan semakin bervariasi. ataukah ia hanya merupakan perpaduan atom-atom seperti halnya benda-benda lain ? Manusia itu hidup. ada yang bersinggungan dan tidak sedikit yang saling bertentangan. apakah ia tunduk di bawah peraturan hukum mekanika ataukah ia tunduk kepada suatu rencana. Tetapi kalau disimpulkan. Dengan kata lain. seirama dengan perkembangan zaman yang lebih banyak menimbulkan problema. kemudian ditinggalkan oleh anak-anaknya. kini kembali merajuk hubungan yang mesra antara keduanya (filsafat dan ilmu pengetahuan). Ada yang saling bersamaan. Meskipun ilmu pengetahuan dan agama telah berupaya untuk menjawab persoalan-persoalan itu.

Sifat berpikirnya menyeluruh. b. tidak ada sesuatu yang terlarang untuk dipikirkan b. Menurut Cecep Sumarna suatu kerangka berpikir tertentu. step by step. Seorang filosof tidak puas mengenal ilmu hanya dari perspektif ilmu itu sendiri. Universal. tidak terbatas pada bagian-bagian tertentu. baru dapat disebut berfilsafat apabila memenuhi ciri-ciri sebagai berikut: a. Berdasarkan ciri-ciri filsafat di atas. filsafat sosial. Seorang filosof tidak percaya begitu saja kebenaran ilmu yang diperolehnya. filsafat politik. filsafat hukum. universal dan menyeluruh serta bersifat spekulatif dan mendasar dalam mengungkap hakikat suatu kebenaran. Ciri-ciri Berpikir Filsafat dan Teori Kebenarannya Berfilsafat berarti berpikir. tersistematis. Seorang filosof melakukan spekulasi terhadap kebenaran. filsafat sejarah. Mengapa ilmu dapat disebut benar ? Bagaimana proses penilaian berdasarkan kriteria tersebut dilakukan ? Apakah kriteria itu sendiri benar ? Lalu benar itu sendiri apa ? Seperti sebuah lingkaran dan pertanyaan-pertanyaan pun selalu muncul secara berkelindan. baik yang kongkrit maupun yang abstrak. F. tetapi tidak semua aktivitas berpikir dapat disebut berfilsafat. maka filsafat merupakan usaha pendalaman lebih lanjut dari ilmu pengetahuan sebagai suatu hasil berpikir yang mendalam. Sifat spekulatif itu pula seorang filosof terus melakukan uji coba lalu melahirkan sebuah pengetahuan dan dapat menjawab pertanyaan terhadap kebenaran yang dipercayainya. misalnya: filsafat ekonomi. Suriasumantri bahwa cirri-ciri berpikir filosofis adalah: a. Sistemik. Dengan demikian. berurutan dan penuh tanggung jawab c. c. Sumber Pengetahuan . tetapi ia memiliki nilai praktis dan manfaatnya dapat dirasakan secara kongkrit oleh manusia pada umumnya. Sifat berpikirnya mendasar. Dewasa ini terlihat dengan jelas filsafat dijadikan sebagai atribut dari satu disiplin ilmu tertentu. filsafat administrasi. arti dasarnya adalah akar. Ilmu Pengetahuan: Sumber dan Teori Kebenarannya 1. sehingga manusia dapat menjawab problema-problema secara interdisiplin. Ia selalu ragu dan mempertanyakannya. Dari hal-hal seperti tersebut di atas. Ia ingin menghubungkan ilmu itu dengan aspek-aspek lainnya. Karen filsafat berusaha mencari jawaban dari berbagai persoalan hidup manusi yang tidak mampu dijawab oleh ilmu pengetahuan. maka dapat disimpulkan bahwa berfilsafat adalah suatu aktivitas yang menggunakan potensi akal seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya tanpa dibatasi oleh sesuatu apapun secara radikal. filsafat tidak hanya berada di awang-awang seperti yang diduga oleh sebagian orang. artinya berpikir secara menyeluruh. Sedangkan menurut Jujun S. artinya berpikir logis. G. Sebab filsafat itu sesungguhnya membimbing manusia untuk berpikir secara utuh dan bulat. Ia ingin mengetahui kaitan ilmu dengan moral dan kaitan ilmu dengan agama. Sifat berpikirnya spekulatif. penuh kesadaran.salah satu sarana dan alat pendekatan interdisiplin yang akan merangkum atau sekurang-kurangnya mencari hubungan antara berbagai disiplin yang bermacam-macam. tetapi ia ingin melihat hakikat ilmu itu dalam perspektif yang lain. tetapi mencakup keseluruhan aspek. Ia ingin meyakini apakah ilmu yang diketahuinya itu dapat membawa manfaat atau tidak. Radikal (radix – Yunani). Jadi berpikir radikal berarti berpikir sampai ke akar-akarnya. maka filsafat sangat penting kedudukannya bagi manusia. tidak tanggung-tanggung. dan sebagainya. sehingga menjadi suatu rangkaian yang saling berkaitan.

Namun. terdapat pula cara lain sebagai sumber pengetahuan yang disebut intuisi dan wahyu. Menurut Maslow intuisi sebagai pengalaman puncak (peak experience). Dengan demikian lanjutnya. Paham ini sering juga disebut idealisme atau realisme. ada hal-hal yang adanya terdapat di dalam dan tentang dirinya sendiri dan yang hakikatnya tidak terpengaruh oleh seseorang. Berikut penjelasan mengenai sumber pengetahuan tersebut. Dengan demikian. Penganut paham rasionalis mampu membedakan antara ”apakah sesuatu itu yang senyatanya” atau ”bagaimanakah tampaknya barang sesuatu itu”. Pengetahuan itu merupakan kumpulan fakta-fakta. bukan penalaran rasional yang abstrak. tetapi itu sudah ada sebelum manusia memikirkannya. Tetapi jika ditelusuri lebih jauh melalui karya filosof skolastik . intuisi dan wahyu. Baruch Spinoza (1632-1677) dan Gottfried Leibniz (1646-1716). Islam memperkenalkan sumber pengetahuan lain (selain rasionalisme dan empirisme) yaitu. yakni rasio dan pengalaman. sementara Nietzsche menyebutnya sebagai sumber ilmu yang paling tinggi. Kedua paham inilah yang menjadi landasan lahirnya ilmu pengetahuan di Barat Moderen. dapat disimpulkan bahwa sumber pengetahuan adalah rasionalisme. Mereka yang mendasarkan kebenaran pada rasio dalam perkembangannya melahirkan paham rasionalisme. Premis-premis yang digunakan dalam membuat rumusan keilmuan harus jelas dan dapat diterima. Ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan cara intuisi tidak melalui proses penalaran tertentu. Paham ini beranggapan bahwa seluruh ide yang datang dari pengalaman (experience) dan tidak ada proporsi tentang suatu benda dalam kenyataan yang dapat diketahui sebagai kebenaran yang independen dari pengalaman. Tokoh paham rasionalis ini adalah Rene Descartes (1596-1650). Ia secara tiba-tiba menemukan jawaban dari permasalahan yang dihadapinya. Paham rasional menganggap bahwa ilmu lahir dari induk produk sebuah rangkaian penalaran. a. b. empirisme serta intuisi dan wahyu. ide-ide bukanlah ciptaan manusia. George Barkeley (1685-1753) dan David Hume (1711-1776). Menurutnya. Gejala alamiah menurut empirisme bersifat kongkrit dan dapat dinyatakan lewat tangkapan pancaindera manusia. Sistem kefilsafatan kaum rasionalis menganggap bahwa dengan sesuatu atau cara lain.Dalam konteks filsafat Barat Moderen. intuisi . Menurutnya. Rasionalisme Menurut penganut rasionalisme bahwa dalam setiap benda terdapat ide-ide terpendam (innate ideas) dan proposisi-proposisi umum (general proposition) yang kemudian disebut sebagai proposisi keniscayaan (necessary atau a priori) yang dapat dibuktikan sebagai kebenaran dalam kesempurnaan atau keberadaan verifikasi empiris. Tokoh empirisme adalah Jhon Locke (1632-1704). menurut Nietzsche intuisi sifatnya sangat personal dan tidak dapat ditransformasi kepada manusia lain. c. kebenaran itu diukur dari apakah gagasan itu benar-benar memberikan pengetahuan kepada manusia atau tidak. Intuisi dan Wahyu Selain kedua cara di atas. Kelompok rasionalis ini mendasarkan diri pada cara kerja deduktif dalam menyusun pengetahuannya. Empirisme Empirisme adalah sebuah paham yang menganggap bahwa pengetahuan manusia didapatkan lewat pengalaman yang kongkrit. Paham empirisme ini pada perkembangan selanjutnya melahirkan ideologi baru yang disebut naturalisme yang menganggap bahwa hanya alam otentik yang dapat dipercaya. Paham ini menganggap bahwa eksistensi objek tergantung pada diketahuinya objek tersebut. Sedangkan mereka yang mendasarkan diri pada pengalaman yang dalam perkembangannya melahirkan paham empirisme. ada dua sumber pengetahuan yang dianggap melahirkan ilmu pengetahuan bagi manusia.

Menurut teori ini. jika pernyataan yang menyebutkan bahwa (2) ”Dessy adalah gadis yang normal. Lain halnya dengan wahyu. Oleh karena itu. Teori Koherensi Teori koherensi secara teoritis pertama kali dicetuskan oleh Benediet Spinoza dan George Hegel. ia merupakan sumber pengetahuan dan sekaligus menjadi sumber keyakinan. Dengan kata lain. Brand Blanshard. yaitu adanya kesesuaian antara pernyataan tentang fakta. (1) ”semua manusia yang normal pasti akan menikah”.tidak dapat diandalkan. Artinya. menurut Titus. Karena pernyataan kedua (2) konsisten dengan pernyataan yang pertama (1). Oleh karena itu. Smith dan Nolan bahwa bibit-bibit teori ini sebenarnya sudah ada sejak zaman pra Socrates. Ia memberi tahu tentang kehidupan manusia saat ini dan proses selanjutnya yang akan diarungi manusia setelah kehidupannya di dunia. Ketiga teori yang dimaksud adalah. Paradigma kebenaran akan terasa sangat berbeda antara teori satu dengan teori lainnya karena sangat bergantung terhadap sasaran objek kebenaran itu sendiri. dan pasti ia akan menikah” adalah pernyataan yang benar pula. 2. Ia merupakan pengetahuan yang diperoleh manusia melalui pemberian Tuhan secara langsung kepada hamba pilihan-Nya. a. Suatu contoh. suatu pernyataan dianggap benar apabila pernyataan itu dilaksanakan atas pertimbangan konsistensi dan pertimbangan-pertimbangan lain yang telah diterima kebenarannya. Dengan demikian. dan ketika sama sekali tidak ada tempat bagi ruh atau nilai dalam pengetahuan manusia. Spinoza kemudian mematangkan teorinya ini dan terus dikembangkan oleh penganut aliran ini seperti Francis Herbert Bradly. Sebuah pernyataan dianggap benar apabila pernyataan itu dapat dimasukkan (incorporated) dengan cara yang tertib dan konsisten dengan perangkat proposisi. Ia hanya dapat dijadikan hipotesis yang membutuhkan analisis lanjutan. koherensi. Teori koherensi ini memandang bahwa kebenaran adalah sebuah sistem dan seperangkat proposisi yang saling berhubungan secara koheren. Sifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya itulah yang dianggap benar. Sebab. kebenaran adalah kesetiaan terhadap realitas objektif (fidelity to objektive reality). setelah produk rasional dan empiris melahirkan sekularisme yang mekanistik mengenai relitas. dan inilah yang menjadi ciri khas dari teori kebenaran ini. Teori ini dianut oleh kaum rasionalis dan idealis. Untuk mencapai kebenaran itu menurut konteks filsafat. suatu pernyataan baru dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung oleh pernyataan itu berkoherensi (berhubungan) dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Meskipun demikian. menurut teori ini bahwa suatu pernyataan itu dapat dikatakan benar jika berkorespondensi dengan realitas. b. Agamalah yang menjadi kata kunci dalam wahyu. Berikut penjelasan mengenai ketiga teori tersebut. atau pertimbangan (judgement) dengan situasi yang dilukiskan oleh pertimbangan itu. jika seseorang menyatakan bahwa ”Soeharto adalah Presiden Republik . Eksistensi intuisi ini oleh kaum filosof Barat-Moderen sebenarnya baru diakui di akhir abad ke 20. menurutnya. maka gagasan itu menjadi benar. kenudian dikembangkan oleh Ibnu Sina dan Thomas Aquinas di abad Skolastik. Suatu contoh. paling tidak ada tiga teori yang dapat digunakan untuk mengukur kebenaran itu. Edgar Sheffied Brightman dan Rudolph Carnap. Teori Korespondensi Teori korespondensi ini dianut oleh kaum realis dan mulai berkembang sejak zaman Aristoteles – Yunani Kuno. Teori Kebenaran Pengetahuan Dalam menentukan suatu kebenaran. korespondensi dan pragmatisme. Apabila sebuah gagasan selaras dengan pasagannya (counterpart) dalam dunia realitas. Pernyataan ini adalah benar. tidak semua manusia memiliki persyaratan yang sama. alam ini konsisten dan koheren.

sebab banyak kebenaran individual. Tokoh-tokoh teori pragmatisme ini adalah Charles Sanders Peirce. 3. Kedua. Kebenaran ilmu pengetahuan tidak bersifat absolut. Seandainya ada pernyataan yang menyebutkan bahwa ” ”Soeharto adalah Presiden Republik Indonesia yang pertama. Meskipun persoalan agama ini masih terkadang diperselisihkan oleh para cendekiawan sebagai salah satu sasaran ilmu pengetahuan. c. Dilihat dari sisi ilmu sebagai sarana pengembangan daya pikir. Menurut penganut teori pragmatisme ini. setiap kegiatan dalam mencari pengetahuan tentang apapun. Dan objek formal ini pulalah yang menjadikan suatu pengetahuan menjadi disiplin ilmu pengetahuan tersendiri. maka ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis. berkolaborasi dan mampu dilakukan verifikasi. maka pernyataan itu benar sesuai dengan objek yang bersifat faktual. bermetode dan kebenaran serta ketepatannya dapat diuji secara empiris. maka sasaran ilmu pengetahuan adalah alam. ilmu sebagai kegiatan dan pengembangan daya pikir (ilmu sebagai kata kerja). sehingga tidak ada kata final dalam suatu produk ilmu pengetahuan. dan bersistem. bermetode. Teori ini muncul dengan background telah berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan pada abad ke-19. Pertama. ilmu pengetahuan itu dapat dilihat dari dua sisi. berdisiplin. Selain sebagai hasil produk berpikir. Dari segi materinya. Di sinilah peranan daya pikir manusia untuk terus menerus mengembangkan dan menghasilkan ilmu pengetahuan baru dalam rangka memenuhi hajat atau keinginannya yang semakin berkembang dan beraneka ragam pula. sebab pernyataan itu tidak sesuai dengan realitas fakta. suatu pernyataan menjadi benar atau konsekwensi pernyataan itu benar apabila mempunyai manfaat (kegunaan) praktis dalam kehidupan manusia. . setelah Soekarno. karena Presiden Republik Indonesia yang pertama adalah Soekarno. gagasan yang benar adalah gagasan yang dapat diasimilasi. ilmu sebagai hasil atau produk berpikir (ilmu sebagai kata benda). ilmu juga dapat dilihat sebagai alat atau sarana pengembangan daya pikir. Karena ilmu sebagai produk akal manusia yang sifatnya relatif. Oleh karena itu. Menurut mereka. di mana idea dan konsep yang sedang dipikirkan tidak dibiarkan berkelana tanpa arah dan tujuan. Inilah yang lazim disebut ilmu pengetahuan yang mempunyai objek materi dan objek formal. dapat diriset dan dieksperimen. karena berpikir ilmiah bukanlah berpikir biasa.Indonesia yang kedua. sehingga terbuka peluang bagi setiap orang dan setiap saat untuk memperbaiki dirinya. maka pernyataan itu pasti salah. Teori Pragmatisme Teori pragmatisme ini termasuk teori kebenaran yang paling baru. Dengan kata lain. Ilmu pengetahuan membahas sasaran-sasarannya itu dengan meninjau dari berbagai aspek atau sudut pandang yang disebut objek formal. manusia dan Agama (Tuhan). Sebagai hasil atau produk berpikir. Objek formal inilah yang membedakan antara suatu ilmu pengetahuan dengan ilmu pengetahuan lainnya. tetapi berpikir yang teratur. William James dan Jhon Dewey. Ilmu Sebagai Sarana Pengembangan Daya Fikir Secara garis besarnya. Kebenaran terjadi pada suatu gagasan. maka itu sah dan layak disebut sebagai ilmu pengetahuan. terutama setelah adanya teori evolusi yang dikembangkan oleh Charles Darwin yang menempati posisi signifikan dalam percaturan ilmu pengetahuan. Di sinilah urgensinya ilmu sebagai sarana atau alat pengembangan daya pikir manusia. maka ilmu mencerminkan aktivitas dan kegiatan berpikir yang dinamis dan tidak statis. suatu pernyataan dianggap benar apabila melalui pengukuran diketahui ada atau tidak adanya fungsi kebenaran itu terhadap kehidupan praktis. dapat diuji validitasnya. dan gagasan menjadi benar atau dibuat benar oleh suatu peristiwa. Oleh karena itu. selama berdasarkan pada objek empiris dan menggunakan metode keilmuan yang telah dipersyaratkan. kebenaran menurutnya adalah partikular.

Menguji kebenaran melalui metode ilmiah harus secara empirik. Hipotesis disusun secara deduktif dengan berdasarkan premis-premis dari pengetahuan ilmiah yang telah diketahui sebelumnya. Jadi metode ilmiah menurut Sri Soeripto adalah suatu prosedur yang mencakup berbagai tindakan pemikiran. Sebab seluruh penjelasan rasional yang diajukan. Tetapi secara garis besarnya. perlu prosedur berpikir ilmiah yang dimulai dari hipotesis sebagai pemandu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai. menjadikan metode ilmiah sebagai proses perkawinan yang berkesinambungan antara deduksi dan induksi (proses logico – hypo – tesico – verifikasi). cara. Lain halnya dengan Sri Soeripto. Metode Deduktif. baik pengetahuan humanistik dan historik maupun pengetahuan filsafat dan ilmiah. Kaidah keilmuan senantiasa mendasarkan pemikirannya pada penalaran yang rasional dan empiris. b. sehingga memberi kemungkinan untuk menyusun berbagai penjelasan terhadap suatu objek pemikiran tertentu. Setelah hipotesis tersusun. teknis dan tata langkah untuk memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang sudah ada. 4. . tergantung kepada objek atau sifat dan jenis ilmu itu sendiri. Bermacam-macam cara atau metode yang ditempuh dalam proses mencapai kebenaran ilmiah. statusnya hanya bersifat hipotesis (sementara). Proses pengujian ini lazimnya disebut sebagai pengumpulan data atau fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan. Metode Induktif. yakni suatu cara penganalisaan ilmiah yang bergerak dari hal-hal yang bersifat khusus (individual) menuju kepada hal-hal yang bersifat umum (universal). teknik atau jalan yang ditempuh dan dipakai dalam proses memperoleh pengetahuan jenis apapun. Penjelasan rasional dengan kebenaran koherensi tidak dapat memberikan kesimpulan final karena hanya bersifat pluralistik. Ilmu selalu melakukan observasi dan penjelajahan baru terhadap masalah yang dihadapi dari pra anggapan. yaitu pengetahuan. metode ilmiah biasanya terbagi kepada dua macam yaitu : a. Metode ilmiah ini mencoba menggabungkan cara berpikir deduktif dengan cara berpikir induktif dalam membangun sebuah tubuh pengetahuan. Untuk itu. Dalam Kamus Paedagogik sebagaimana dikutip oleh M. Ia selalu mencari arti terhadap hakikat permasalahan sambil terus melakukan antisipasi yang mungkin akan terjadi. Dengan kata lain. pola kerja. Berikut bagan langkah-langkah dalam melakukan pengujian berdasarkan metode ilmiah.Berpikir ilmiah selalu terarah pada suatu tujuan. Berpikir deduktif memberikan sifat rasional kepada pengetahuan ilmiah dan bersifat konsisten dengan pengetahuan yang telah dikumpulkan atau ditentukan sebelumnya. dalam metode ilmiah diperlukan cara kerja berpikir induktif yang mendasari kriteria kebenarannya pada teori korespondensi. Metode Berpikir Ilmiah dan Ciri-ciri Kebenarannya Untuk sampai kepada kebenaran yang dituju diperlukan suatu jalan atau cara. Rasjidi disebutkan bahwa ”metode adalah cara bekerja yang tetap yang dipikirkan dengan seksama guna mencapai tujuan”. Adanya penyusunan hipotesis ini. untuk mencapai pengetahuan yang benar yaitu suatu tatacara. Teori ini menyatakan bahwa suatu pernyataan itu benar apabila materi yang terkandung dalam pernyatanan itu sesuai dengan objek faktual yang dituju oleh pernyataan tersebut. menurut urutan tertentu. Metode ini berdasarkan fakta-fakta yang dapat diuji kebenarannya. maka langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis itu dengan mengkomunikasikan atau mengkonfirmasikannya dengan dunia fisik yang nyata. Jalan atau cara inilah yang disebut metode. sehingga hasil yang hendak dicapai tepat pada sasaran. Dalam metode ilmiah. hipotesis dan pengujiannya melalui studi dilapangan. menurutnya seperti yang dikutip Cecep Sumarna bahwa metode berarti langkah-langkah yang diambil. yakni suatu cara penganalisaan ilmiah yang bergerak dari hal-hal yang bersifat umum (universal) kemudian atas dasar itu ditetapkan hal-hal yang bersifat khusus (individual). diperlukan proses berpikir dengan menggunakan analisa.

pengalaman. juga sebagai sarana kegiatan pengembangan daya pikir manusia. dan ilmu untuk memelihara. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa : 1. Karena itu. Ilmu dalam arti science adalah pengetahuan. ilmu untuk hidup berbudaya dengan sesama manusia. atau philia yang berarti persahabatan. 3. Adapun metode berpikir ilmiah adalah dengan deduktif dan induktif. Ciri-ciri berpikir filsafat adalah radikal. mengembangkan dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik. penyuluhan. Filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Yunani. Ilmu pengetahuan dilihat dari cara memperolehnya dapat dibedakan menjadi ilmu ladunni dan ilmu kisbi. Filsafat merupakan sumber dari segala ilmu pengetahuan. Sumber pengetahuan adalah rasionalisme. Sedangkan teori kebenarannya adalah teori koherensi. Berfilsafat berarti berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi. ilmu pengetahuan di samping sebagi hasil produk berpikir. Ditinjau dari segi essensialnya. hakikat pengetahuan dan sumbernya. ilmu-ilmu itu dapat diklasifikasikan menjadi ilmu untuk ibadah dalam arti khusus atau ritual. dan aksiologi yang membahas tentang nilai dan kegunaan suatu pengetahuan. Adapun cabang dari filsafat adalah ontologi yang membicarakan tentang wujud hakikat sesuatu objek. pelatihan. 4. Dengan kata lain. percobaan. yakni pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri dan syarat-syarat tertentu.Langkah-langkah / Prosedur Berpikir Ilmiah H. empirisme dan intuisis dan wahyu. filsafat adalah induknya ilmu pengetahuan. tersistematis. dan pengetahuan. epistemologi yang mengkaji tentang metode atau tata cara memperoleh pengetahuan. sistematika dan tujuan serta kebenarannya dapat dibuktikan secara empirik. teori korenpondensi dan teori pragmatis. metode. Jadi filsafat adalah cinta kepada kebijaksanaan. dan lainlain. sehingga memungkinkan manusia mengembangkan daya pikirnya untuk memenuhi hasrat dan naluri keingintahuannya tentang sesuatu yang diketahuinya sebelumnya. Dilihat berdasarkan fungsinya. . ilmu dibedakan menjadi teoritical science dan applied science / practical science. yaitu philosophia yang terdiri dari kata philos yang berarti cinta. manusia dan Tuhan. memiliki objek. keterampilan. 2. ilmu untuk mengembangkan pribadi manusia mencapai ahsani taqwim. dalam arti kebermanfaatannya terhadap kemaslahatan hidup manusia. intuisi. Objek kajian filsafat adalah persoalan-persoalan yang berkaitan dengan alam. Sedangkan pengetahuan dalam arti knowledge adalah apa yang kita ketahui melalui penginderaan. dogma dan agama) dan dengan sedalam-dalamnya sampai ke dasar-dasar persoalan. kebijaksanaan. pengalaman. universal dan menyeluruh serta bersifat spekulatif dan mendasar dalam mengungkap hakikat suatu kebenaran. dan sophos yang berarti inteligensi. Kebenaran ilmu pengetahuan merupakan kebenaran relatif tidak absolut.

Ditinjau dari segi objeknya ilmu dibagi menjadi Natural Science dan Social Science. A. 2005. M. Abu dan Nur Uhbiyati. 2000. Cet. Filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan dapat menjadi pembuka dan sekaligus pamungkas keilmuan yang tidak dapat diselesaikan oleh ilmu. Jakarta: Teraju. Jakarta: Univ. 2004. 5. Islam untuk Disiplin Ilmu Pendidikan: Buku Daras Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum Fakultas /Jurusan / Program Studi Pendidikan.Departemen Agama RI. baik dalam bentuk persamaan dan ataupun perbedaan. Harun. dan Harifuddin Cawidu. Cet. 1988. Rineka Cipta. 2001. 1999. Cet. Pasal 1 ayat 1 tahun 2003. Yogyakarta: Sabda Persada. Jakarta: Bulan Bintang. Jakarta: PT. Hal ini dapat dipahami bahwa filsafat di satu sisi dapat menjadi pembuka bagi lahirnya ilmu pengetahuan. ϖ Semarna. Ilmu Pendidikan. . sedangkan filsafat menjawab atas pertanyaan lanjutan ’bagaimana sesungguhnya fakta itu. 1991. Sejarah Ilmu-ilmu dari Masa Kuno samapi Zaman Modern. Jakarta: tp. Panorama Filsafat Ilmu Landasan Perkembangan Ilmu Sepanjang Zaman. ϖ Daradjat. 2003. Membumikan al-Quran: Fungís dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Filsafat Ilmu dari Hakekat Menuju Nilai. Conny dkk. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. dkk.Wawasan al-Quran: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Amat. III. 1996. II. 1981. Zakiah. ϖ Semiawan. Dengan demikian terlihat bahwa antara filsafat dengan ilmu terdapat pola relasi (hubungan). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. ϖ Undang-undang No. 1998. Materi Pokok Dasar-dasar Agama Islam. Terbuka. Jakarta: Bulan Bintang. ϖ Gie. Filsafat dapat merangsang lahirnya sejumlah keinginan dari temuan filosofis melalui berbagai observasi dan eksperimen yang melahirkan berbagai cabang ilmu. sedangkan filsafat bertugas untuk menafsirkan kesemestaan. ϖ Shihab. M. Aktivitas ilmu digerakkan oleh pertanyaan ’bagaimana menjawab pelukisan’. Kalau ditinjau dari segi pengalaman ilmu dibagi menjadi Empirical Science dan Pure Science. 2005. H. Falsafat Agama. Bandung: Mizan. Jujun S. ϖ Hanafi. ϖ ----------------. Islam untuk Disiplin Ilmu Filsafat. Ihktisar Sejarah Filsafat Barat. Filsafat dan ilmu sama-sama mencari kebenaran. XVIII. Cet. tetapi pada sisi yang lain ia juga dapat berfungsi sebagai cara kerja akhir ilmuwan. XVIII. Sedangkan apabila ditinjau dari segi agama ilmu dapat dibedakan menjadi ilmu duniawi dan ilmu ukhrawi. ϖ Suriasumantri. Jakarta: Pustaka alhusna. The Liang. Ditinjau dari segi prosesnya ilmu dibedakan menjadi Historical Science dan Experimental Science. Bandung: Mizan. VIII. ϖ Nasution.. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Popular. ϖ Rasjidi. Quraish. Cecep. Referensi ϖ Ahmadi. Cet. Ilmu bertugas melukiskan. dari mana awalnya dan akan ke mana akhirnya’.

http://ranysutra.html .com/2007/07/filsafat-dan-ilmu-pengetahuan.blogspot.