P. 1
Filsafat Dan Ilmu Pengetahuan

Filsafat Dan Ilmu Pengetahuan

|Views: 59|Likes:
Published by Ronald Fransyaigu

More info:

Published by: Ronald Fransyaigu on Sep 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN

FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN A. Pengertian Filsafat Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia yang terdiri dari dua suku kata yakni philos yang berarti cinta, atau philia yang berarti persahabatan, dan kata sophos yang berarti inteligensi, kebijaksanaan, keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan. Imam Bernadib menganggap bahwa kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia dan philosophos. Kata ini terambil dari kata philos dan sophia atau philos dan sophos. Philos berarti cinta dan sophia atau sophos berarti kebijaksanaan, pengetahuan dan hikmah. Seseorang dapat disebut telah berfilsafat menurut Bernadib, apabila seluruh ucapan dan perilakunya mengandung makna dan ciri sebagai orang yang cinta terhadap kebijaksanaan, cinta terhadap pengetahuan dan cinta terhadap hikmah. Menurut Harun Nasution, falsafat berasal dari bahasa Yunani yang tersusun dari dua kata, yakni philein dalam arti cinta dan sophos dalam arti hikmat (wisdom). Harun mengatakan bahwa orang Arab memindahkan kata Yunani philosophia ke dalam bahasa mereka dan menyesuaikannya dengan tabiat susunan kata-kata Arab, yaitu falsafa dengan pola fa’lala, fa’lalah dan fi’lal. Berdasarkan pola kalimat (kata) tersebut, maka penyebutan kata filsafat dalam bentuk kata benda seharusnya falsafah atau filsaf. Lebih lanjut Harun mengatakan bahwa kata filsafat yang banyak digunakan dalam bahasa Indonesia, sebetulnya bukan murni berasal dari bahasa Arab falsafah dan juga bukan murni dari bahasa Barat philosophy. Akan tetapi, kata filsafat ini merupakan gabungan dari keduanya (bahasa Arab dan Barat). Kata fil diambil dari bahasa Barat dan safah dari bahasa Arab. Berfilsafat menurut Harun adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma dan agama) dan dengan sedalam-dalamnya sampai ke dasar-dasar persoalan. Bedasarkan pengertian itulah, maka Harun mendefinisikan filsafat sebagai : • Pengetahuan tentang hikmah; • Pengetahuan tentang prinsip atau dasar-dasar; • Mencari kebenaran; dan • Membahas dasar-dasar dari apa yang dibahas. M. Rasjidi dan Harifuddin Cawidu menyatakan bahwa falsafah (dalam bahasa Arab) berasal dari bahasa Yunani yakni dari kata philosophia, yang terambil dari akar kata philo atau philein yang berarti cinta (loving) dan shopia yang berarti pengetahuan, kebijaksanaan (hikmah atau wisdom). Jadi philosophia artinya cinta kebijaksanaan. Orang yang cinta kepada kebijaksanaan atau pengetahuan atau kebenaran menurut Rasjidi disebut philosophos, dalam bahasa Arab disebut failasuf. Dengan demikian, philosophos atau failasuf adalah orang yang menjadikan pengetahuan sebagai usa dan tujuan hidupnya. Dengan kata lain, philosophos atau failasuf adalah orang yang mengabdikan dirinya kepada pengetahuan dan kebenaran. Rasjidi lebih lanjut menyatakan bahwa meskipun falsafah berasal dari bahasa Yunani sebagai daerah sumber awal kegiatan berfalsafah, tetapi dalam bahasa Arab asli terdapat suatu kata yang mirip dengan makna filsafat, yaitu kata hikmat. Menurut Rasjidi, makna asal dari kata hikmat adalah tali kendali yang digunakan pada seekor kuda untuk mengekang keliarannya. Juga berarti pengetahuan atau kebijaksanaan. Atas dasar itu, maka diambillah kata hikmat sebagai sinonim dari kata filsafat. Karena seseorang yang memiliki hikmat (pengetahuan) itu, seharusnya dapat lebih bijaksana dan dapat membentengi dirinya dari perbuatan rendah dan hina.

yaitu. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan atau menggambarkan dengan kata-kata. yakni philein. 3. sistematik dan konseptual untuk memperoleh pengetahuan atau pandangan yang selengkap mungkin mengenai realitas (kebenaran). Berdasarkan asumsi itulah. pertama. philos berarti teman. 4. sophos berarti bijaksana dan sophia berarti kebijaksanaan. kata filsafat secara etimologi menurut Mudhafir memiliki dua pengertian yang berbeda. istilah filsafat dilihat dari asal kata philein dan sophos. Filsafat adalah wacana tempat berlangsungnya penelusuran kritis terhadap berbagai pernyataan dan asumsi yang umumnya merupakan dasar suatu pengetahuan. Imanuel Kant (1724-1804 M) mengasumsikan bahwa filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan. 2. istilah filsafat dilihat dari asal kata philos dan sophia. Aristóteles (382-322 SM) mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan yang meliputi kebenaran yang objek kajiannya adalah ilmu metafísica. maka ia berarti mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana (filsafat sebagai kata sifat). alam dan manusia. Apakah yang dinamakan manusia (dijawab oleh Anthropologi).Ali Mudhafir berpendapat bahwa kata filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata falsafah (bahasa Arab). maka menurut Kant persoalan yang menjadi pokok kajian filsafat. sebagaimana yang tampak dari kegiatan filosofis yang mencari sumber. keabsahan dan nilai-nilai pengetahuan apapun. Sedangkan kata philosophia itu sendiri terdiri dari dua suku kata. Belanda dan Francis). hakikat. philosophy (bahasa Inggris). kajian yang berkenaan dengan pencarian kebenaran fundamental dengan cara : (a) argumentatif. Filsafat dapat dipandang sebagai tubuh pengetahuan yang memperlihatkan lepada kita apa yang kita katakan. dapat dipahami bahwa: 1. yakni pemaparan pendapat yang rasional dengan . Filsafat adalah ikhtiar untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan secara koheren dan menyeluruh (holistic dan comprehensive). logika. Tetapi istilah philosophia dan philosophos (falsafah dan failasuf) itu sendiri baru menjadi popular dan lazim digunakan pada masa Sócrates dan Plato (sekitar abad ke-5 SM). Sampai dimanakah harapan manusia (dijawab oleh agama). philosophie (bahasa Jerman. Sedangkan Descartes (1590-1650 M) mendefinisikan filsafat sebagai kumpulan ilmu pengetahuan yang meliputi pengetahuan tentang Tuhan. Apakah yang dapat manusia ketahui (dijawab oleh metafisika). maka ia berarti teman kebijaksanaan (filsafat sebagai kata benda). Filasafat adalah usaha spekulatif yang rasional. semua kata itu berasal dari bahasa Yunani philosophia. Apa yang seharusnya diketahui / dikerjakan manusia (dijawab oleh etika). Sejalan dengan Descartes. Pertama. Dengan demikian. dan mengatakan kepada kita apa yang kita lihat. hakekat realitas akhir yang mendasar dan nyata. Kedua. 1. Pythagoras dengan rendah hati menjawab pertanyaan tersebut bahwa dirinya adalah pencinta kebijaksanaan (lover of wisdom). ekonomi dan estétika. dan 4. maka dapat dipahami bahwa ruang lingkup pembahasan filsafat adalah. Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas. 2. Philein berarti mencintai. Selain itu. Al-Farabi (870-950 M) seorang filosof Islam mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bagaimana hakekat alam yang sebenarnya. etika. Plato (427-384 SM) mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. philos dan sophia. Sejarah telah mencatat bahwa istilah philosophia digunakan pertama kali oleh Pythagoras pada tahun 572 – 497 SM (sekitar abad ke-6 SM). 3. Istilah philosophia ini muncul berawal ketika Pythagoras ditanya tentang apakah ia termasuk orang yang bijaksana. Menurut Ali Mudhafir. retórika. Dari pengertian dan definisi filsafat yang dikemukakan oleh para ahli dan filosof sebagaimana tersebut di atas.

penalaran filosofis yang umumnya sibuk menanyakan serta menelusuri makna dan penyebab dasar dari berbagai pengetahuan tanpa mengenal batas apapun. Filsafat Materialisme * 2. filsafat sebagai reflective thinking. (b) non-empirik. Ketiga cabang pemikiran filsafat itu adalah ontologi. hakekat pikiran serta kaitan antara zat . 1). menyeluruh (holistic. Kedua. ia telah terbentuk dalam perbendaharaan yang terorganisasi dan telah memiliki sistimatika tertentu. ontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakekat sesuatu yang berwujud (yang ada) dengan berdasarkan pada logika semata. Dengan kata lain. meluas). yakni (a) logika (Benar-Salah).disertai dasar-dasar penalarannya. Seiring dengan perkembangan dan dinamika masyarakat. epistemologi. waktu. Melalui berfikir filsafati. Maksudnya. dunia yang dapat dijangkau pancaindera. pertama. kritis. ilmu. dan radikal (sampai ke akar-akarnya). kemudian bertambah lagi yakni. Cabang Filsafat Dilihat dari kriteria dan sifat berfikir filsafat. baik batas alamiah. Filsafat Idealisme 3. (b) etika (Baik-Buruk). Dari teori hakekat (ontologi) ini kemudian muncullah bebrapa aliran dalam filsafat. jadi objek ilmu adalah pengalaman inderawi. seperti batas ruang. yakni ontos dan logos. B. komprehensif (menyeluruh. Ontos berarti sesuatu yang berwujud dan logos berarti ilmu. Ontologi Ontologi terdiri dari dua suku kata. agama atau kepercayaan. comprehensive). Jujun S. Filsafat Agnostisisme. Kedua. teori tentang ada: tentang hakekat keberadaan zat. Filsafat Skeptisisme 5. Filsafat Dualisme 4. dan aksiologi. Dengan kata lain. Filsafat adalah upaya manusia untuk menemukan kebenaran hakiki melalui cara berpikir yang sistematis. yakni tidak berdasarkan pemahaman inderawi. antara lain : 1. Jadi ontologi dapat diartikan sebagai ilmu atau teori tentang wujud hakekat yang ada. Ontologi sebagai cabang filsafat yang membicarakan tentang hakekat benda bertugas untuk memberikan jawaban atas pertanyaan “apa sebenarnya realitas benda itu ? apakah sesuai dengan wujud penampakannya atau tidak ?”. dan hal-hal lainnya. etnik. Dalam hal ini filsafat merupakan suatu daya atau kemampuan berpikir yang tinggi dari manusia dalam usaha memahami kesemestaan. maka filsafat dapat dibedakan dalam dua jenis pengertian. Dari ketiga cabang filsafat ini kemudian berkembang lagi dan masing-masing melahirkan cabang tersendiri. Suriasumantri menyatakan bahwa pokok permasalahan yang menjadi objek kajian filsafat mencakup tiga segi. Menyoal tentang wujud hakiki obyek ilmu dan keilmuan (setiap bidang ilmu dalam jurusan dan program studi) itu apa ? Objek ilmu atau keilmuan itu adalah dunia empirik. apalagi batas buatan manusia. adat istiadat. diharapkan manusia menjadi lebih mampu bersikap. Ketiga cabang utama filsafat ini lanjut Suriasumantri. filsafat sebagai produk kegiatan berpikir murni dan terbentuk dalam suatu disiplin ilmu. Berikut penjelasan ketiga cabang filsafat tersebut dan perkembangannya. artinya filsafat sebagai aktivitas pikir murni. dan (c) estetika (IndahJelek). Pertama. dan analitis. Penalaran filosofis yang dimaksud adalah penalaran yang selalu mengandung ciri-ciri skeptis (meragukan). kegiatan akal piker manusia dalam usahamengerti secara mendalam atas segala sesuatu. mendasar (radikal). filsafat kemudian berkembang dan melahirkan tiga cabang besar dan sekaligus sebagai objek kajiannya.

dan pengalaman biasa. Epistemologi Epistemologi berasal dari kata episteme yang berati pengetahuan dan logos yang berarti ilmu. menyimpulkan dan conlusion. dan itulah yang menjadi sumber dan cahaya bagi akal dalam usahanya mengetahui apa yang benar. manusia mengetahui dari pengalaman hidupnya bahwa dalam alam ini ada kebenaran. tetapi terkadang pula merasa ragu-ragu bahwa apa yang diketahuinya itu adalah suatu kebenaran. berlaku untuk seluruh manusia besar-kecil. ia bukanlah hakekat. benda-benda yang dapat ditangkap dengan panca indera ini hanyalah khayal dan illusi belaka. mengumpulkan data. yakni cabang filsafat yang membicarakan tentang cara memperoleh pengetahuan. Argumen ontologis kedua dimajukan oleh St. Menurut Plato. baik itu kuda yang berwarna hitam. untung-untungan (trial and error). India. Jadi epistemologi adalah ilmu yang membahas tentang pengetahuan dan cara memperolehnya. karena itu. terangkum dalam politik. akal sehat (common sense). Tata cara. lelaki-perempuan. teknik. Tiap-tiap sesuatu di alam ini mempunyai idea. otoritas (kewibawaan). Konsep binatang berfikir atau _Êämlãq~1 ini bersifat universal. epistemologi adalah suatu cabang filsafat yang menyoroti atau membahas tentang tata-cara. Kebenaran mutlak inilah oleh Augustine disebut Tuhan. metafisika dan politik – menurut Suriasumantri. Metode ilmiah adalah cara memperoleh pengeahuan melalui pendekatan deduktif dan induktif. akal manusia mengetahui bahwa di atasnya masih ada suatu kebenaran tetap (kebenaran yang tidak berubahubah). Menurut Augustine. kedua. Argumen ontologis ini pertama kali dilontarkan oleh Plato (428-348 SM) dengan teori ideanya. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendekatan/metode non-ilmiah adalah pengetahuan yang diperoleh dengan cara penemuan secara kebetulan. Benda-benda yang kita lihat atau yang dapat ditangkap dengan panca indera senantiasa berubah. estetika. Idea-idea itu berada dibalik yang nyata dan idea itulah yang abadi. tiap-tiap yang ada di alam nyata ini mesti ada ideanya. 2). putih ataupun belang. Idea kuda itu adalah faham. Idea manusia menurut Plato adalah badan hidup yang kita kenal dan bisa berpikir. Augustine (354 – 430 M). atau prosedur mendapatkan ilmu dan keilmuan adalah dengan metode nonilmiah. idea manusia adalah ”binatang berpikir” ( _Êämlãq~1 – Arab). Idea inilah yang merupakan hakekat sesuatu dan menjadi dasar wujud sesuatu itu. Demikian pula manusia punya idea. kopi atau gambaran dari idea-ideanya. China. Asia. Sedangkan metode problem solving adalah memecahkan masalah dengan cara mengidentifikasi permasalahan. bahwa kuda mempunyai idea atau konsep universal yang berlaku untuk tiap-tiap kuda yang ada di alam nyata ini.dan pikiran yang semuanya terangkum dalam metafisika. prasangka. tetapi hanya bayangan. mengorganisasikan dan menganalisa data. tua-muda. . atau prosedur mendapatkan ilmu dan keilmuan. Menurutnya. Kelima cabang filsafat ini – logika. Dengan kata lain. manusia Eropa. merumuskan hipotesis. etika. dan sebagainya. hakekat pengetahuan dan sumber pengetahuan. Idea yang dimaksud oleh Plato adalah definisi atau konsep universal dari tiap sesuatu. Namun. teknik. baik yang hidup ataupun udah mati. Plato mencontohkan pada seekor kuda. kemudian berkembang lagi menjadi cabang-cabang filsafat yang mempunyai bidang kajian lebih spesifik lagi yang disebut filsafat ilmu. metode ilmiah dan metode problem solving. Epistemologi disebut juga teori pengetahuan. Dengan kata lain. . akal manusia terkadang merasa bahwa ia mengetahui apa yang benar. Kebenaran tetap dan kekal itulah kebenaran yang mutlak. melakukan verifikasi. kajian mengenai organisasi sosial / pemerintahan yang ideal. Dengan kata lain. gambaran atau konsep universal yang berlaku untuk seluruh kuda yang berada di benua manapun di dunia ini.

kumuh dan jahat. dan lainnya. Dalam hal ini. C. mismanipulation. Menuurut Hatta sebagaimana dikutip oleh M. Dari dua bentuk dasar pengetahuan tersebut. dan lainnya sebagai dampak mismanagement. intuisi. yakni ilmu pengetahuan. dan lain sebagainya. berjiwa kerdil. Rasjidi dan Harifuddin Cawidu bahwa: ”pengetahuan yang didapat dari pengalaman disebut pengetahuan”. kebodohan. Pengertian pengetahuan seperti itulah yang telah membedakannya dengan ilmu yang selalu menghendaki penjelasan lebih lanjut dari apa yang sekedar dituntut oleh pengetahuan. Namun. apabila dilihat dalam perspektif keilmuan. dan sektarian. Pertama. atau appreaciative responses. ketahui atau fahami atau dapatkan melaui pengalaman. Menurut al-Ghazali sebagaimana yang dikutip oleh Cecep Sumarna bahwa. misdirection. tergantung pada pemakaianya. penyuluhan. belajar. mengantisipasi atau meramalkan sesuatu kejadian secara lebih tepat. karena ia dapat menjadi sarana orientasi manusia dalam usaha menjawab suatu pertanyaan yang amat fundamental. Karena itu. Dengan kata lain. Pengetahuan selalu memberi rasa puas dengan menangkap tanpa ragu terhadap sesuatu. pengatahuan adalah apa yang kita ketahui. pengetahuan yang patut digunakan atau diterapkan dalam menjawab kebutuhan praktis.yakni pengujian hipotesis. mengontrol. Substansi ilmu itu bebas nilai (value-free). yakni tersingkapnya suatu kenyataan ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan di dalamnya. Nilai (values) bertalian dengan apa yang memuaskan keinginan atau kebutuhan seseorang. Aksiologi disebut juga teori nilai. pengetahuan yang berfungsi untuk dinikmati dan memberikan rasa puas dalam hati manusia. Tujuan utamanya adalah untuk menemukan teori-teori. yakni pengetahuan tentang sains. Pengetahuan merujuk kepada apa yang kita kenal. kualitas dan harga sesuatu. sedangkan ”yang didapat dengan jalan keterangan disebut ilmu”. keterbelakangan. Pengertian Ilmu dan Pengetahuan Kata ilmu dan pengetahuan adalah dua buah kata yang merupakan kata majemuk. dimana-mana terjadi krisis-krisis: ketidak-berdayaan. yakni bagaimana manusia harus hidup dan bertindak ? Teori nilai atau aksilogi ini kemudian melahirkan etika dan estetika. sehingga dalam penggunaannya sehari-hari selalu dirangkai dan membentuk satu arti. antara pengetahuan dengan ilmu (science – Inggris) memiliki perbedaan makna utamanya pada penggunaannya. kesakitan. Kedua. Sekarang coba kita lihat. ketidak-percayaan. refleksi. . penginderaan. pelatihan. sangat dihawatirkan dan berbahaya jika ilmu dan pengetahuan yang sarat muatan negatif itu dikendalikan atau jatuhnya ke orang-orang yang berakal picik. percobaan. keresahan. kemudian melahirkan tiga macam pengetahuan. kemerosotan. ternyata kata ilmu dan pengetahuan mempunyai arti tersendiri. Dengan kata lain. Aksiologi Aksiologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang orientasi atau nilai suatu kehidupan. Muhammad Hatta memberikan pengertian yang berbeda antara pengetahuan dengan ilmu pengetahuan. 3). Pengetahuan mempunyai makna yang sama dengan knowledge dalam bahasa Inggris. pengetahuan adalah hasil aktivitas mengetahui. Temuan itu dapat dipakai sebagai basis. kemiskinan. bertangan besi dan kotor. mendeskripsikan. bingkai atau kerangka pemikiran untuk menerangkan. generalisasi dan hukum-hukum. sempit. prinsip-prinsip. filsafat dan mistik. Secara moral dapat dilihat apakah nilai dan kegunaan ilmu itu berguna untuk peningkatan kualitas kesejahteraan dan kemaslahatan umat manusia atau tidak. Ilmu penegetahuan itu hanya alat (means) dan bukan tujuan (ends). Pengetahuan berlangsung dalam dua bentuk dasar yang berbeda. aksiologi adalah ilmu yang menyoroti masalah nilai dan kegunaan ilmu pengetahuan itu.

’Alima – Arab) secara etimologi berarti tahu atau pengetahuan. Para ahli telah memberikan rumusan batasan ilmu pengetahuan (science) dengan formulasi yang berbeda-beda. Ilmu untuk ibadah dalam arti khusus atau ritual b. yang rasional. Dalam hal ini. Menurutnya. memiliki sistematika. Lebih lanjut Malik bin Nabi mengatakan: ”Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya terbatas dalam bidang. Menurut Quraish Shihab. Pertama. hingga menjadi kesatuan. Sedangkan berdasarkan fungsinya. ilmu yang diperoleh karena usaha manusia. mengembangkan dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik. Ashley Montagu: ”Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan. yang disusun sedemikian rupa menurut asas-asas tertentu. antara lain : 1. yang masing-masing mengenai suatu lapangan pengalaman tertentu. Ilmu untuk memelihara. yang umum dan kumulatif (bertimbun-timbun) dan keempatempatnya serentak. ilmu-ilmu itu dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok yaitu: a.” Ilmu adalah cabang pengetahuan dengan ciri-ciri tertentu. Ini menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya dinilai dengan apa yang . Malik bin Nabi di dalam kitabnya. Dalam Ensiklopedi Indonesia sebagaimana dikutip Rasjidi dirumuskan bahwa: ”Ilmu Pengetahuan adalah suatu sistem dari pelbagai pengetahuan.Ilmu (science – Yunani. dapat diuji kebenarannya. Malik bin Nabi tidak membedakan antara ilmu dengan pengetahuan. Sutari Imam Barnadib: ”Ilmu pengetahuan adalah suatu uraian yang lengkap dan tersusun tentang suatu obyek. Dari segi bahasa.” 4.” 2. Tetapi secara terminologi ilmu atau science adalah pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri dan syaratsyarat tertentu. kata ilmu berasal dari bahasa Arab. ilmu yang diperoleh tanpa upaya manusia. Ciri-cirinya adalah memiliki obyek.” 3. Ilmu untuk hidup berbudaya dengan sesama manusia d.” 5. memiliki metode. Ilmu untuk mengembangkan pribadi manusia mencapai ahsani taqwim c. Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag memberikan batasan defenisi ilmu. kata ilmu digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan. Intaj al-Mustasyriqin wa at-Saruhu Fi al-Fikriy al-Hadits sebagaimana yang dikutip oleh Quraish Shihab ”Ilmu pengetahuan adalah sekumpulan masalah serta sekumpulan metode yang dipergunakan menuju tercapainya masalah tersebut”. Quraish Shihab lebih lanjut mengatakan bahwa ilmu itu ada dua macam berdasarkan perspektif alQuran. yang disebut ilmu ladunni. yang disebut ilmu kisbi. suatu sistem dari pelbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan memakai metode-metode tertentu (induksi. Kedua. ”ilmu adalah yang empiris. ’ilm yang berarti kejelasan. studi dan pengalaman untuk menentukan hakikat dan prinsip tentang hal yang sedang dipelajari. tetapi bergantung pula pada sekumpulan syarat-syarat psikologis dan sosial yang mempunyai pengaruh negatif dan positif sehingga dapat menghambat kemajuan ilmu pengetahuan atau mendorongnya lebih jauh. Jadi ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu. Amir Daien Indrakusuma: ”Ilmu pengetahuan adalah uraian yang sistematis dan metodis tentang suatu hal atau masalah. deduksi).bidang tersebut.

Sebagai pemula. sehubungan dengan pandangan teologis yang terlalu menonjolkan takdir.” Ilmu (science) merupakan pengetahuan yang menelaah dunia empirik. Rasa adalah media kontak manusia dengan tuhan. atau percobaan yang sistematik. kemampuan ini disebut intuisi. Kita mengembangkan ilmu secermat-cermatnya untuk mengambil manfaat sebesarbesarnya dalam kehidupan manusia. ialah rasio dan rasa. Ilmu adalah dasar untuk peradaban manusia. Akan tetapi kita menghendaki untuk menggunakan rasio dan rasa secara seimbang pada tempat dan takaran yang benar. Rasa tidak berpatokan sebagaimana dipunyai oleh rasio. etika dan estetika. sehingga tiadanya rasa tak mungkin ada etika dan estetika. yang harus diupayakan adalah perenungan dalam melakukan nalar. Kemampuan rasio terletak pada membedakan (atau menyamakan) dan menggolongkan (berdasarkan kesamaan itu). menyatakan hubungan-hubungan dan mendeduksinya (atau menginduksinya). Istilah science atau ilmu dalam pengertiannya yang lengkap dan menyeluruh adalah serangkaian kegiatan manusia dengan pikirannya dan menggunakan berbagai tata cara sehingga menghasilkan sekumpulan pengetahuan yang teratur mengenai gejala-gejala alami. Rasa yang terjaga menjadikan manusia berderajad lebih tinggi dari malaikat. Semua kemampuan itu berdasarkan ketentuan atau patokan-patokan yang sangat terperinci. memperoleh pemahaman. yaitu: 1. Bahwa dunia ini ada 2. dan koheren. Kita percaya bahwa kebenaran mutlak diwahyukan tuhan kepada manusia. Bila ilmu barat hanya menyandarkan pada akal atau rasionya saja. ialah filsafat yang bersifat ‘spekulatif’ dan ilmu atau sains yang bersifat ‘positif’. kemasyarakatan dan perorangan untuk tujuan mencapai kebenaran. sedangkan kebenaran yang dicapai itu sifatnya relatif. dalam rangka pengabdian manusia (sebagai mahluk) kepada penciptanya (khaliq) Ilmu sangat erat kaitannya dengan kebenaran. metodis. tetapi juga diukur dengan wujudnya suatu iklim yang dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan itu. Kita mengetahui dunia melalui panca indera 4. nalar. . dan memberikan penjelasan atau melakukan penerapan. Objek ilmu pengetahuan adalah dunia empirik atau alam materi yang diserap melalui panca indera yang lugas maupun yang dibantu oleh teknologi modern. pengkajian. Patokan ini disebut inferensi. penginderaan. sedangkan ilmu timur menekankan pada kalbu dan hanya sedikit rasio. dan diantara kebenaran relatif ini dibagi dua. sebagai pemula keberadaan sains ditetapkan dalam empat asumsi dasar. cara perolehannya melalui observasi. Dalam sains (yang tidak melandaskan diri kepada tuhan). ilmu. Daya quest for knowledge (penguasaan ilmu) muslim melemah. ada hubungannya dengan melemahnya penggunaan akal dan nalar. Kita bisa mengetahui dunia 3. Rasio tidak berdusta. yang merupakan kegaiban. Fenomena-fenomena terkait dengan kausal Dalam upaya quest for knowledge manusia menggunakan segala akal budinya. karena itu langsung berhubungan dengan tuhan. Etika (love) dan estetika (beauty) seluruhnya terletak pada rasa. dan perkembangan ilmu diwadahi oleh perguruan tinggi. Kemampuan rasa terletak pada kreativitas. Kreativitas inilah yang merupakan pemula di segala bidang. dalam keadaan murni ia menyatakan secara tegas ya atau tidak. sedangkan rasa yang tidak terjaga dari godaan syeitan menjadikan manusia jatuh martabat menjadi lebih rendah dari binatang sekalipun.dipersembahkannya kepada masyarakat. Selain itu menyatakan secara kuantitatif atau kualitatif.

Ilmu Pengetahuan Alam. Alam kejiwaan 3. ilmu bahasa. percobaan dan tes-tes kemungkinan (probability) merupakan cara-cara yang digunakan ilmuwan untuk meraih pengetahuan. Tetapi dengan adanya perkembangan daya pikir manusia yang mengembangkan filsafat pada tingkat praktis. Sifat-sifat ilahiyah. metode penelitian. maka perkembangan ilmu pengetahuan telah mengalahkan perkembangan filsafat. 3. maka manusia menggunakan akal pikirannya. objek ilmu menurut mereka hanya mencakup sains kealaman dan terapannya yang dapat berkembang secara kualitatif dan penggandaan. Alam ruh 4. humaniora. dan pengalihan antar budaya. pengamatan. obyek formal sendiri. yaitu : 1. Sementara syarat-syarat sesuatu dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan adalah harus mempunyai: 1.Ilmu pengetahuan itu timbul disebabkan oleh adanya kebutuhan-kebutuhan dan kemauan manusia untuk hidup bahagia dan sejahtera. Bahkan wilayah kajian filsafat seolah menjadi lebih sempit dibandingkan dengan masa awal perkembangannya dari pada wilayah kajian . sehingga ilmu mengalami loncatan perkembangan dibandingkan dengan loncatan filsafat. perikanan. Adapun sarana yang digunakan untuk memperoleh ilmu-ilmu tersebut adalah dengan melalui pendengaran. Hasil dari pemikiran manusia itulah. kemudian melahirkan berbagai ilmu pengetahuan seperti: ilmu pertanian. Sehingga dalam mencapai dan memenuhi kebutuhan hidupnya itu. variasi terbatas. menyebabkan manusia membatasi ilmunya pada bidang tersebut. D. Sesungguhnya masih banyak rumusan tentang definisi ilmu (science) yang dikemukakan oleh para ahli ilmu pengetahuan yang tidak dapat disebutkan semua. Berdasarkan berbagai definisi dan pembagian ilmu sebagaimana yang disebutka di atas. yaitu alam materi dan nonmateri. Bahkan sebagian mereka tidak mengakui adanya realitas yang tidak dapat dibuktikan di alam materi. 2. dan 4. Sains mutakhir yang mengarahkan pandangannya kepada alam materi. Walaupun sesungguhnya ilmu lahir dari filsafat. Alam materi 2. yakni dengan ladunni dan dengan kasbi. Karena seorang filosof pada zaman tersebut pasti menguasai semua ilmu. Sedangkan ilmuwan muslim menyatakan bahwa objek ilmu mencakup alam materi dan nonmateri. rasional. Sedangkan trial and error (coba-coba). dan lain sebagainya. kesehatan. Wujud zat ilahi Cara memperoleh ilmu-ilmu tersebut ada dua macam sebagaimana yang dikemukakan oleh Quraish Shihab. tetapi dalam perkembangannya dan dengan didukung oleh kecanggihan teknologi. ilmuwan muslim – kususnya kaum sufi – memperkenalkan ilmu untuk menggambarkan hirarki keseluruhan realitas wujud yang mereka sebut lima kehadiran Ilahi. empiris dan bersifat kumulatif. akal dan hati. Karena itu. Karena itu. dan 5. maka secara garis besarnya objek ilmu dapat dibagi dalam dua bagian pokok. penglihatan (mata). sistematika uraian. Hubungan antara Filsafat dan Ilmu Serta Objek Kajiannya Dari zaman Plato (348 SM) sampai masa al-Kindi (1209 M). tujuan. ilmu hukum. boleh dikatakan tidak ada batas antara filsafat dan ilmu pengetahuan. Tetapi kalau dicermati dari semua definisi atau batasan yang bermacam-macam itu dapat diketahui bahwa ilmu (science) merupakan pengetahuan yang bercirikan sistematik.

filsafat dan ilmu sama-sama mencari kebenaran. Sebab filsafat tidak mengharuskan adanya data empiris. Dari pandangan dan anggapan yang dikemukakan di atas. tetapi aktivitas berfikir ilmuwan sangat berbeda dengan aktivitas berfikir filosof. yang umum dan universal (menyeluruh).ilmu. menafikan kehadiran filsafat. Menurutnya. Sedangkan filsafat bersifat priori. Saefuddin. menurut Sony Kerap ilmu pengetahuan dapat diartikan sebagai keseluruhan lanjutan sistem pengetahuan manusia yang telah dihasilkan oleh hasil kerja filsafat. Lalu pertanyaannya sekarang. Saefuddin justru menyatakan bahwa filsafat merupakan sesuatu yang dibutuhkan manusia saat ini. Sebaliknya. Di samping itu. sedangkan filsafat menjawab atas pertanyaan lanjutan ’bagaimana sesungguhnya fakta itu. yakni kesimpulan-kesimpulannya ditarik tanpa pengujian. tetapi pada sisi yang lain ia juga dapat berfungsi sebagai cara kerja akhir ilmuwan. Aktivitas ilmu digerakkan oleh pertanyaan ’bagaimana menjawab pelukisan’. yakni sama-sama menggunakan aktivitas berfikir. Kebenaran filsafat tidak dapat dibuktikan oleh filsafat itu sendiri. Menurut AM. dari mana awalnya dan akan ke mana akhirnya’. Bahkan untuk kepentingan perkembangan ilmu itu sendiri. kemudian dibukukan secara sistematis dalam bentuk ilmu yang terteorisasi. tetapi hanya dapat dibuktikan oleh teori-teori keilmuan melalui observasi dan eksperimen atau memperoleh justifikasi kewahyuan. tidak setiap filosof dapat disebut sebagai ilmuwan. filsafat dapat ditempatkan pada posisi maksimal pemikiran manusia yang pada tarap tertentu tidak mungkin dapat dijangkau oleh ilmu. yakni bagaimana ia mempelajari gejala-gejala sosial lewat observasi dan eksperimen. Filsafat dapat merangsang lahirnya sejumlah keinginan dari temuan filosofis melalui berbagai observasi dan eksperimen yang melahirkan berbagai cabang ilmu. yang luas. yakni. Penjelasan lebih lanjut mengenai aktivitas berfikir ilmuwan dan berfikir filosof dapat dilihat pada pembahsan tentang ciri-ciri berfikir filsafat dan ciri-ciri kebenaran ilmiah. Meskipun cara kerjanya sama. Oleh karena itulah. tidak semua ilmuwan dapat disebut filosof. Di lain pihak berpendapat bahwa keinginan-keinginan melakukan observasi dan eksperimen itu sendiri. lahir suatu disiplin filsafat untuk mengkaji ilmu . Tugas ilmu menjadi lebih luas. Dari gambaran yang dikemukakan di atas memberikan pemahaman bahwa filsafat di satu sisi dapat menjadi pembuka bagi lahirnya ilmu pengetahuan. Kebenaran ilmu dibatasi hanya pada sepanjang pengalaman dan sepanjang pemikiran. Kalau ilmu bersifat pasteriori. Pada kenyataannya hampir tidak ada satu cabang ilmupun yang terlepas atau tidak terkait dengan persoalan filsafat. ia bersifat spekulatif dan kontemplatif. Bahkan pada hal tertentu ilmu menuntut untuk diadakannya percobaan dan pendalaman untuk mendapatkan esensinya. Sebab manusia saat ini lebih membutuhkan ilmu yang sifatnya praktis dari pada filsafat yang terkadang sulit ”dibumikan”. filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan dapat menjadi pembuka dan sekaligus pamungkas keilmuan yang tidak dapat diselesaikan oleh ilmu. yakni kesimpulannya ditarik setelah malakukan pengujian-pengujian secara berulang-ulang. benarkah demikian ? Kartini Kartono (1996) seperti yang dikutip oleh Cecep Sumarna mengemukakan bahwa ilmu telah menjadi sekelompok pengetahuan yang terorganisir dan tersusun secara sistematis. ilmu dapat dibedakan dengan filsafat. sebagaimana butuhnya manusia terhadap ilmu pengetahuan. Ilmu bertugas melukiskan. sedangkan filsafat bertugas untuk menafsirkan kesemestaan. muncul suatu anggapan bahwa untuk saat ini. filsafat tidak lagi dibutuhkan bahkan dianggapnya kurang relevan lagi dikembangkan. Dengan demikian. sedangkan filsafat menghendaki pengetahuan yang komprehensif dan itu tidak dapat diperoleh dalam ilmu. dapat didorong oleh keinginannya untuk membuktikan hasil pemikiran filsafat yang cenderung spekulatif ke dalam bentuk ilmu yang praktis. AM. Tegasnya. Selain itu. Dengan demikian. sama artinya dengan melakukan penolakan terhadap kebutuhan riil dari realitas kehidupan manusia yang memiliki sifat untuk terus maju.

seirama dengan perkembangan zaman yang lebih banyak menimbulkan problema. Kalau zaman dahulu persoalan manusia masih sangat sederhana.pengetahuan yang kemudian dinamakan filsafat ilmu. E. kehidupan dan kematian itu ? Dan masih banyak sederetan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dikemukakan dalam mengungkap keingintahuan manusia. Meskipun ilmu pengetahuan dan agama telah berupaya untuk menjawab persoalan-persoalan itu. menyebabkan terjadinya perbedaan-perbedaan jawaban dalam masalah-masalah yang sama. lalu apakah kematian itu ? kemana ia pergi sesudah mati ? Siapakah yang menciptakan alam. utamanya tentang alam dan manusia selalu berkembang dan bervariasi dari masa ke masa. ada yang bersinggungan dan tidak sedikit yang saling bertentangan. maka lambat laun persolan-persoalan itu semakin banyak dan semakin beragam. manusia. Dalam hal ini filsafat berkedudukan sebagai mediator untuk mencari hubungan-hubungan yang dapat merangkum disiplin yang berbeda-beda itu. bahwa dalam dunia ilmu pengetahuan. Siapakah manusia itu sesungguhnya ? apakah akal yang dimilikinya yang selalu berpikir adalah sesuatu yang berbeda dari benda. Walaupun pola relasi (hubungan) ini dapat berbentuk persamaan dan atau perbedaan antara filsafat dan ilmu. Persoala-persoalan yang dihadapi manusia dari zaman ke zaman memperlihatkan gejala perkembangan ke arah yang semakin kompleks. apakah hanya ada dalam pikiran dan tidak mempunya wujud secara realitas ?. Oleh karena itu. Naluri manusia yang selalu ingin tahu dan selalu mempertanyakan segala sesuatu sampai ke radiksnya itulah yang menimbulkan lahirnya filsafat. manusia dan persoalan tentang Tuhan. apakah ia tunduk di bawah peraturan hukum mekanika ataukah ia tunduk kepada suatu rencana. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa persoalan yang dibicarakan oleh filsafat dari dulu hingga kini tetap berkisar pada tiga masalah pokok di atas – persoalan alam. kemudian ditinggalkan oleh anak-anaknya. filsafat sekarang ini berfungsi sebagai . tetapi apakah hidup itu ?. namun manusia dengan naluri tanya dan pikirnya tetap mempersoalkan hal-hal itu lebih jauh. Hubungan itu terlihat pada usaha menggunakan filsafat sebagai pisau analisa terhadap disiplin ilmu yang beragam itu. kini kembali merajuk hubungan yang mesra antara keduanya (filsafat dan ilmu pengetahuan). maka semua pertanyaan itu akan berkisar pada tiga persoalan pokok yang selalu dibahas manusia. lingkungan serta perbedaan ruang dan waktu. Tetapi kalau disimpulkan. Akhirnya muncullah aliranaliran dan konsepsi-konsepsi pemikiran tentang hal-hal tersebut di atas. Dengan demikian terlihat adanya pola relasi antara filsafat dengan ilmu. antara lain: Apakah alam itu sesungguhnya. di mana manusia memberikan jawaban-jawabannya terhadap persoalan-persoalan tersebut. filsafat yang semula merupakan induk dari ilmu pengetahuan. Karena sifat relatif akal manusia itulah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya perbedaan-perbedaan itu. tidaklah mengherankan dan bukan merupakan sesuatu yang aneh kalau pemikiran-pemikiran yang muncul ke permukaan semakin banyak. Perbedaan kemampuan. Ada yang saling bersamaan. Di samping itu. Tetapi aspek-aspek filosofis dari ketiga persoalan itu. sampai ke akar-akarnya tentang hakikat dari realitas yang ada dihadapannya. yang tentunya mengundang pemikiran yang beraneka ragam pula. tujuan dan sasaran ?. yaitu persoalan alam. menganalisa. Perkembangan itu pulalah yang menimbulkan pemikiran-pemikiran dalam bidang filsafat semakin banyak dan semakin bervariasi. ataukah ia hanya merupakan perpaduan atom-atom seperti halnya benda-benda lain ? Manusia itu hidup. Kedudukan dan Fungsi Filsafat Bagi Manusia Seperti diketahui bahwa filsafat muncul sebagai manifestasi dari kegiatan berpikir manusia yang selalu mempertanyakan. manusia dan Tuhan –. Hal-hal yang sering menggoda pikiran manusia untuk selalu mempertanyakannya. Dengan kata lain. suatu ketika ia akan mati.

Mengapa ilmu dapat disebut benar ? Bagaimana proses penilaian berdasarkan kriteria tersebut dilakukan ? Apakah kriteria itu sendiri benar ? Lalu benar itu sendiri apa ? Seperti sebuah lingkaran dan pertanyaan-pertanyaan pun selalu muncul secara berkelindan. Seorang filosof melakukan spekulasi terhadap kebenaran. tetapi ia ingin melihat hakikat ilmu itu dalam perspektif yang lain. Suriasumantri bahwa cirri-ciri berpikir filosofis adalah: a. filsafat sejarah. filsafat administrasi. c. b. Dengan demikian. tidak terbatas pada bagian-bagian tertentu. universal dan menyeluruh serta bersifat spekulatif dan mendasar dalam mengungkap hakikat suatu kebenaran. G. baru dapat disebut berfilsafat apabila memenuhi ciri-ciri sebagai berikut: a. Universal. Seorang filosof tidak puas mengenal ilmu hanya dari perspektif ilmu itu sendiri. artinya berpikir secara menyeluruh. artinya berpikir logis. tetapi tidak semua aktivitas berpikir dapat disebut berfilsafat. Sistemik. Sedangkan menurut Jujun S. tersistematis. Berdasarkan ciri-ciri filsafat di atas. Jadi berpikir radikal berarti berpikir sampai ke akar-akarnya. filsafat sosial. penuh kesadaran. Sumber Pengetahuan . sehingga manusia dapat menjawab problema-problema secara interdisiplin. tetapi ia memiliki nilai praktis dan manfaatnya dapat dirasakan secara kongkrit oleh manusia pada umumnya. baik yang kongkrit maupun yang abstrak. maka filsafat merupakan usaha pendalaman lebih lanjut dari ilmu pengetahuan sebagai suatu hasil berpikir yang mendalam. Ia ingin menghubungkan ilmu itu dengan aspek-aspek lainnya. Seorang filosof tidak percaya begitu saja kebenaran ilmu yang diperolehnya.salah satu sarana dan alat pendekatan interdisiplin yang akan merangkum atau sekurang-kurangnya mencari hubungan antara berbagai disiplin yang bermacam-macam. Ia selalu ragu dan mempertanyakannya. Sifat spekulatif itu pula seorang filosof terus melakukan uji coba lalu melahirkan sebuah pengetahuan dan dapat menjawab pertanyaan terhadap kebenaran yang dipercayainya. Karen filsafat berusaha mencari jawaban dari berbagai persoalan hidup manusi yang tidak mampu dijawab oleh ilmu pengetahuan. misalnya: filsafat ekonomi. tetapi mencakup keseluruhan aspek. Sifat berpikirnya menyeluruh. maka dapat disimpulkan bahwa berfilsafat adalah suatu aktivitas yang menggunakan potensi akal seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya tanpa dibatasi oleh sesuatu apapun secara radikal. Dari hal-hal seperti tersebut di atas. Sifat berpikirnya spekulatif. Sifat berpikirnya mendasar. tidak tanggung-tanggung. filsafat hukum. Ia ingin meyakini apakah ilmu yang diketahuinya itu dapat membawa manfaat atau tidak. Radikal (radix – Yunani). filsafat politik. Menurut Cecep Sumarna suatu kerangka berpikir tertentu. Sebab filsafat itu sesungguhnya membimbing manusia untuk berpikir secara utuh dan bulat. Ia ingin mengetahui kaitan ilmu dengan moral dan kaitan ilmu dengan agama. F. arti dasarnya adalah akar. maka filsafat sangat penting kedudukannya bagi manusia. tidak ada sesuatu yang terlarang untuk dipikirkan b. berurutan dan penuh tanggung jawab c. sehingga menjadi suatu rangkaian yang saling berkaitan. Ciri-ciri Berpikir Filsafat dan Teori Kebenarannya Berfilsafat berarti berpikir. filsafat tidak hanya berada di awang-awang seperti yang diduga oleh sebagian orang. Ilmu Pengetahuan: Sumber dan Teori Kebenarannya 1. Dewasa ini terlihat dengan jelas filsafat dijadikan sebagai atribut dari satu disiplin ilmu tertentu. step by step. dan sebagainya.

Sistem kefilsafatan kaum rasionalis menganggap bahwa dengan sesuatu atau cara lain. Paham ini beranggapan bahwa seluruh ide yang datang dari pengalaman (experience) dan tidak ada proporsi tentang suatu benda dalam kenyataan yang dapat diketahui sebagai kebenaran yang independen dari pengalaman. Paham rasional menganggap bahwa ilmu lahir dari induk produk sebuah rangkaian penalaran. ada dua sumber pengetahuan yang dianggap melahirkan ilmu pengetahuan bagi manusia. Tokoh empirisme adalah Jhon Locke (1632-1704). Empirisme Empirisme adalah sebuah paham yang menganggap bahwa pengetahuan manusia didapatkan lewat pengalaman yang kongkrit. yakni rasio dan pengalaman. menurut Nietzsche intuisi sifatnya sangat personal dan tidak dapat ditransformasi kepada manusia lain. Penganut paham rasionalis mampu membedakan antara ”apakah sesuatu itu yang senyatanya” atau ”bagaimanakah tampaknya barang sesuatu itu”. Berikut penjelasan mengenai sumber pengetahuan tersebut. Baruch Spinoza (1632-1677) dan Gottfried Leibniz (1646-1716). Ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan cara intuisi tidak melalui proses penalaran tertentu. Paham ini menganggap bahwa eksistensi objek tergantung pada diketahuinya objek tersebut. Premis-premis yang digunakan dalam membuat rumusan keilmuan harus jelas dan dapat diterima. Sedangkan mereka yang mendasarkan diri pada pengalaman yang dalam perkembangannya melahirkan paham empirisme. intuisi dan wahyu. c. bukan penalaran rasional yang abstrak. Intuisi dan Wahyu Selain kedua cara di atas. Menurutnya. intuisi . ide-ide bukanlah ciptaan manusia. Kelompok rasionalis ini mendasarkan diri pada cara kerja deduktif dalam menyusun pengetahuannya. tetapi itu sudah ada sebelum manusia memikirkannya. dapat disimpulkan bahwa sumber pengetahuan adalah rasionalisme. a. Ia secara tiba-tiba menemukan jawaban dari permasalahan yang dihadapinya. Pengetahuan itu merupakan kumpulan fakta-fakta. Kedua paham inilah yang menjadi landasan lahirnya ilmu pengetahuan di Barat Moderen. empirisme serta intuisi dan wahyu. Rasionalisme Menurut penganut rasionalisme bahwa dalam setiap benda terdapat ide-ide terpendam (innate ideas) dan proposisi-proposisi umum (general proposition) yang kemudian disebut sebagai proposisi keniscayaan (necessary atau a priori) yang dapat dibuktikan sebagai kebenaran dalam kesempurnaan atau keberadaan verifikasi empiris. Menurutnya. Tetapi jika ditelusuri lebih jauh melalui karya filosof skolastik . Tokoh paham rasionalis ini adalah Rene Descartes (1596-1650). Mereka yang mendasarkan kebenaran pada rasio dalam perkembangannya melahirkan paham rasionalisme. b. Paham empirisme ini pada perkembangan selanjutnya melahirkan ideologi baru yang disebut naturalisme yang menganggap bahwa hanya alam otentik yang dapat dipercaya. George Barkeley (1685-1753) dan David Hume (1711-1776). Namun. Paham ini sering juga disebut idealisme atau realisme. terdapat pula cara lain sebagai sumber pengetahuan yang disebut intuisi dan wahyu. ada hal-hal yang adanya terdapat di dalam dan tentang dirinya sendiri dan yang hakikatnya tidak terpengaruh oleh seseorang. Dengan demikian. Dengan demikian lanjutnya. Gejala alamiah menurut empirisme bersifat kongkrit dan dapat dinyatakan lewat tangkapan pancaindera manusia.Dalam konteks filsafat Barat Moderen. Islam memperkenalkan sumber pengetahuan lain (selain rasionalisme dan empirisme) yaitu. kebenaran itu diukur dari apakah gagasan itu benar-benar memberikan pengetahuan kepada manusia atau tidak. sementara Nietzsche menyebutnya sebagai sumber ilmu yang paling tinggi. Menurut Maslow intuisi sebagai pengalaman puncak (peak experience).

menurut Titus. Ia merupakan pengetahuan yang diperoleh manusia melalui pemberian Tuhan secara langsung kepada hamba pilihan-Nya. Teori koherensi ini memandang bahwa kebenaran adalah sebuah sistem dan seperangkat proposisi yang saling berhubungan secara koheren. Teori Koherensi Teori koherensi secara teoritis pertama kali dicetuskan oleh Benediet Spinoza dan George Hegel. korespondensi dan pragmatisme. setelah produk rasional dan empiris melahirkan sekularisme yang mekanistik mengenai relitas. Dengan kata lain. Edgar Sheffied Brightman dan Rudolph Carnap. Teori Korespondensi Teori korespondensi ini dianut oleh kaum realis dan mulai berkembang sejak zaman Aristoteles – Yunani Kuno. Suatu contoh. koherensi.tidak dapat diandalkan. suatu pernyataan baru dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung oleh pernyataan itu berkoherensi (berhubungan) dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Berikut penjelasan mengenai ketiga teori tersebut. yaitu adanya kesesuaian antara pernyataan tentang fakta. Sebab. Karena pernyataan kedua (2) konsisten dengan pernyataan yang pertama (1). Smith dan Nolan bahwa bibit-bibit teori ini sebenarnya sudah ada sejak zaman pra Socrates. (1) ”semua manusia yang normal pasti akan menikah”. dan pasti ia akan menikah” adalah pernyataan yang benar pula. dan inilah yang menjadi ciri khas dari teori kebenaran ini. Agamalah yang menjadi kata kunci dalam wahyu. Suatu contoh. Teori Kebenaran Pengetahuan Dalam menentukan suatu kebenaran. dan ketika sama sekali tidak ada tempat bagi ruh atau nilai dalam pengetahuan manusia. Ia hanya dapat dijadikan hipotesis yang membutuhkan analisis lanjutan. Apabila sebuah gagasan selaras dengan pasagannya (counterpart) dalam dunia realitas. atau pertimbangan (judgement) dengan situasi yang dilukiskan oleh pertimbangan itu. Brand Blanshard. Oleh karena itu. Untuk mencapai kebenaran itu menurut konteks filsafat. paling tidak ada tiga teori yang dapat digunakan untuk mengukur kebenaran itu. Paradigma kebenaran akan terasa sangat berbeda antara teori satu dengan teori lainnya karena sangat bergantung terhadap sasaran objek kebenaran itu sendiri. tidak semua manusia memiliki persyaratan yang sama. ia merupakan sumber pengetahuan dan sekaligus menjadi sumber keyakinan. Eksistensi intuisi ini oleh kaum filosof Barat-Moderen sebenarnya baru diakui di akhir abad ke 20. Lain halnya dengan wahyu. 2. Dengan demikian. Spinoza kemudian mematangkan teorinya ini dan terus dikembangkan oleh penganut aliran ini seperti Francis Herbert Bradly. a. Pernyataan ini adalah benar. Artinya. menurutnya. kenudian dikembangkan oleh Ibnu Sina dan Thomas Aquinas di abad Skolastik. Ia memberi tahu tentang kehidupan manusia saat ini dan proses selanjutnya yang akan diarungi manusia setelah kehidupannya di dunia. Sifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya itulah yang dianggap benar. Oleh karena itu. Meskipun demikian. Menurut teori ini. b. maka gagasan itu menjadi benar. jika pernyataan yang menyebutkan bahwa (2) ”Dessy adalah gadis yang normal. kebenaran adalah kesetiaan terhadap realitas objektif (fidelity to objektive reality). menurut teori ini bahwa suatu pernyataan itu dapat dikatakan benar jika berkorespondensi dengan realitas. jika seseorang menyatakan bahwa ”Soeharto adalah Presiden Republik . Sebuah pernyataan dianggap benar apabila pernyataan itu dapat dimasukkan (incorporated) dengan cara yang tertib dan konsisten dengan perangkat proposisi. Ketiga teori yang dimaksud adalah. Teori ini dianut oleh kaum rasionalis dan idealis. suatu pernyataan dianggap benar apabila pernyataan itu dilaksanakan atas pertimbangan konsistensi dan pertimbangan-pertimbangan lain yang telah diterima kebenarannya. alam ini konsisten dan koheren.

berdisiplin.Indonesia yang kedua. sebab banyak kebenaran individual. Dan objek formal ini pulalah yang menjadikan suatu pengetahuan menjadi disiplin ilmu pengetahuan tersendiri. Pertama. William James dan Jhon Dewey. karena Presiden Republik Indonesia yang pertama adalah Soekarno. Meskipun persoalan agama ini masih terkadang diperselisihkan oleh para cendekiawan sebagai salah satu sasaran ilmu pengetahuan. Ilmu Sebagai Sarana Pengembangan Daya Fikir Secara garis besarnya. Ilmu pengetahuan membahas sasaran-sasarannya itu dengan meninjau dari berbagai aspek atau sudut pandang yang disebut objek formal. Kebenaran terjadi pada suatu gagasan. Karena ilmu sebagai produk akal manusia yang sifatnya relatif. setelah Soekarno. bermetode dan kebenaran serta ketepatannya dapat diuji secara empiris. dan gagasan menjadi benar atau dibuat benar oleh suatu peristiwa. Kebenaran ilmu pengetahuan tidak bersifat absolut. sehingga terbuka peluang bagi setiap orang dan setiap saat untuk memperbaiki dirinya. Teori Pragmatisme Teori pragmatisme ini termasuk teori kebenaran yang paling baru. Teori ini muncul dengan background telah berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan pada abad ke-19. suatu pernyataan dianggap benar apabila melalui pengukuran diketahui ada atau tidak adanya fungsi kebenaran itu terhadap kehidupan praktis. Inilah yang lazim disebut ilmu pengetahuan yang mempunyai objek materi dan objek formal. selama berdasarkan pada objek empiris dan menggunakan metode keilmuan yang telah dipersyaratkan. suatu pernyataan menjadi benar atau konsekwensi pernyataan itu benar apabila mempunyai manfaat (kegunaan) praktis dalam kehidupan manusia. Tokoh-tokoh teori pragmatisme ini adalah Charles Sanders Peirce. Di sinilah urgensinya ilmu sebagai sarana atau alat pengembangan daya pikir manusia. ilmu juga dapat dilihat sebagai alat atau sarana pengembangan daya pikir. Oleh karena itu. ilmu sebagai kegiatan dan pengembangan daya pikir (ilmu sebagai kata kerja). ilmu pengetahuan itu dapat dilihat dari dua sisi. dapat diuji validitasnya. . Kedua. Di sinilah peranan daya pikir manusia untuk terus menerus mengembangkan dan menghasilkan ilmu pengetahuan baru dalam rangka memenuhi hajat atau keinginannya yang semakin berkembang dan beraneka ragam pula. ilmu sebagai hasil atau produk berpikir (ilmu sebagai kata benda). terutama setelah adanya teori evolusi yang dikembangkan oleh Charles Darwin yang menempati posisi signifikan dalam percaturan ilmu pengetahuan. Dari segi materinya. karena berpikir ilmiah bukanlah berpikir biasa. Menurut penganut teori pragmatisme ini. tetapi berpikir yang teratur. dapat diriset dan dieksperimen. Dengan kata lain. manusia dan Agama (Tuhan). c. setiap kegiatan dalam mencari pengetahuan tentang apapun. kebenaran menurutnya adalah partikular. berkolaborasi dan mampu dilakukan verifikasi. maka pernyataan itu benar sesuai dengan objek yang bersifat faktual. 3. maka itu sah dan layak disebut sebagai ilmu pengetahuan. maka ilmu mencerminkan aktivitas dan kegiatan berpikir yang dinamis dan tidak statis. Sebagai hasil atau produk berpikir. Oleh karena itu. sebab pernyataan itu tidak sesuai dengan realitas fakta. maka sasaran ilmu pengetahuan adalah alam. dan bersistem. Selain sebagai hasil produk berpikir. Dilihat dari sisi ilmu sebagai sarana pengembangan daya pikir. gagasan yang benar adalah gagasan yang dapat diasimilasi. bermetode. Seandainya ada pernyataan yang menyebutkan bahwa ” ”Soeharto adalah Presiden Republik Indonesia yang pertama. maka ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis. sehingga tidak ada kata final dalam suatu produk ilmu pengetahuan. Objek formal inilah yang membedakan antara suatu ilmu pengetahuan dengan ilmu pengetahuan lainnya. di mana idea dan konsep yang sedang dipikirkan tidak dibiarkan berkelana tanpa arah dan tujuan. maka pernyataan itu pasti salah. Menurut mereka.

sehingga hasil yang hendak dicapai tepat pada sasaran. Jalan atau cara inilah yang disebut metode. Lain halnya dengan Sri Soeripto. b. Berikut bagan langkah-langkah dalam melakukan pengujian berdasarkan metode ilmiah. baik pengetahuan humanistik dan historik maupun pengetahuan filsafat dan ilmiah. menjadikan metode ilmiah sebagai proses perkawinan yang berkesinambungan antara deduksi dan induksi (proses logico – hypo – tesico – verifikasi). yakni suatu cara penganalisaan ilmiah yang bergerak dari hal-hal yang bersifat umum (universal) kemudian atas dasar itu ditetapkan hal-hal yang bersifat khusus (individual). Menguji kebenaran melalui metode ilmiah harus secara empirik. yaitu pengetahuan. untuk mencapai pengetahuan yang benar yaitu suatu tatacara. dalam metode ilmiah diperlukan cara kerja berpikir induktif yang mendasari kriteria kebenarannya pada teori korespondensi. teknik atau jalan yang ditempuh dan dipakai dalam proses memperoleh pengetahuan jenis apapun. Untuk itu. metode ilmiah biasanya terbagi kepada dua macam yaitu : a. teknis dan tata langkah untuk memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang sudah ada. Adanya penyusunan hipotesis ini. Proses pengujian ini lazimnya disebut sebagai pengumpulan data atau fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan. Tetapi secara garis besarnya. Metode Berpikir Ilmiah dan Ciri-ciri Kebenarannya Untuk sampai kepada kebenaran yang dituju diperlukan suatu jalan atau cara. menurut urutan tertentu. Dalam metode ilmiah. . Bermacam-macam cara atau metode yang ditempuh dalam proses mencapai kebenaran ilmiah. 4. menurutnya seperti yang dikutip Cecep Sumarna bahwa metode berarti langkah-langkah yang diambil. Dengan kata lain. sehingga memberi kemungkinan untuk menyusun berbagai penjelasan terhadap suatu objek pemikiran tertentu. Hipotesis disusun secara deduktif dengan berdasarkan premis-premis dari pengetahuan ilmiah yang telah diketahui sebelumnya. Ilmu selalu melakukan observasi dan penjelajahan baru terhadap masalah yang dihadapi dari pra anggapan. perlu prosedur berpikir ilmiah yang dimulai dari hipotesis sebagai pemandu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai. Metode ilmiah ini mencoba menggabungkan cara berpikir deduktif dengan cara berpikir induktif dalam membangun sebuah tubuh pengetahuan. cara. hipotesis dan pengujiannya melalui studi dilapangan. Metode Induktif. tergantung kepada objek atau sifat dan jenis ilmu itu sendiri. Berpikir deduktif memberikan sifat rasional kepada pengetahuan ilmiah dan bersifat konsisten dengan pengetahuan yang telah dikumpulkan atau ditentukan sebelumnya. Teori ini menyatakan bahwa suatu pernyataan itu benar apabila materi yang terkandung dalam pernyatanan itu sesuai dengan objek faktual yang dituju oleh pernyataan tersebut. Sebab seluruh penjelasan rasional yang diajukan. yakni suatu cara penganalisaan ilmiah yang bergerak dari hal-hal yang bersifat khusus (individual) menuju kepada hal-hal yang bersifat umum (universal). Ia selalu mencari arti terhadap hakikat permasalahan sambil terus melakukan antisipasi yang mungkin akan terjadi. maka langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis itu dengan mengkomunikasikan atau mengkonfirmasikannya dengan dunia fisik yang nyata. Metode ini berdasarkan fakta-fakta yang dapat diuji kebenarannya. Dalam Kamus Paedagogik sebagaimana dikutip oleh M. Setelah hipotesis tersusun. statusnya hanya bersifat hipotesis (sementara). Rasjidi disebutkan bahwa ”metode adalah cara bekerja yang tetap yang dipikirkan dengan seksama guna mencapai tujuan”. Kaidah keilmuan senantiasa mendasarkan pemikirannya pada penalaran yang rasional dan empiris. Metode Deduktif. Penjelasan rasional dengan kebenaran koherensi tidak dapat memberikan kesimpulan final karena hanya bersifat pluralistik. pola kerja. Jadi metode ilmiah menurut Sri Soeripto adalah suatu prosedur yang mencakup berbagai tindakan pemikiran.Berpikir ilmiah selalu terarah pada suatu tujuan. diperlukan proses berpikir dengan menggunakan analisa.

intuisi. hakikat pengetahuan dan sumbernya. manusia dan Tuhan.Langkah-langkah / Prosedur Berpikir Ilmiah H. mengembangkan dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik. pengalaman. kebijaksanaan. Jadi filsafat adalah cinta kepada kebijaksanaan. dogma dan agama) dan dengan sedalam-dalamnya sampai ke dasar-dasar persoalan. ilmu-ilmu itu dapat diklasifikasikan menjadi ilmu untuk ibadah dalam arti khusus atau ritual. sehingga memungkinkan manusia mengembangkan daya pikirnya untuk memenuhi hasrat dan naluri keingintahuannya tentang sesuatu yang diketahuinya sebelumnya. 4. Filsafat merupakan sumber dari segala ilmu pengetahuan. pengalaman. ilmu pengetahuan di samping sebagi hasil produk berpikir. yakni pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri dan syarat-syarat tertentu. Dilihat berdasarkan fungsinya. metode. 2. 3. Sedangkan teori kebenarannya adalah teori koherensi. sistematika dan tujuan serta kebenarannya dapat dibuktikan secara empirik. memiliki objek. epistemologi yang mengkaji tentang metode atau tata cara memperoleh pengetahuan. dan sophos yang berarti inteligensi. Ciri-ciri berpikir filsafat adalah radikal. Adapun cabang dari filsafat adalah ontologi yang membicarakan tentang wujud hakikat sesuatu objek. dan aksiologi yang membahas tentang nilai dan kegunaan suatu pengetahuan. ilmu untuk hidup berbudaya dengan sesama manusia. Berfilsafat berarti berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi. empirisme dan intuisis dan wahyu. Objek kajian filsafat adalah persoalan-persoalan yang berkaitan dengan alam. Ilmu dalam arti science adalah pengetahuan. Kebenaran ilmu pengetahuan merupakan kebenaran relatif tidak absolut. keterampilan. universal dan menyeluruh serta bersifat spekulatif dan mendasar dalam mengungkap hakikat suatu kebenaran. Sumber pengetahuan adalah rasionalisme. Karena itu. tersistematis. dan pengetahuan. Ilmu pengetahuan dilihat dari cara memperolehnya dapat dibedakan menjadi ilmu ladunni dan ilmu kisbi. Ditinjau dari segi essensialnya. Dengan kata lain. atau philia yang berarti persahabatan. pelatihan. teori korenpondensi dan teori pragmatis. ilmu dibedakan menjadi teoritical science dan applied science / practical science. Sedangkan pengetahuan dalam arti knowledge adalah apa yang kita ketahui melalui penginderaan. yaitu philosophia yang terdiri dari kata philos yang berarti cinta. percobaan. . ilmu untuk mengembangkan pribadi manusia mencapai ahsani taqwim. dan lainlain. filsafat adalah induknya ilmu pengetahuan. Filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Yunani. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa : 1. dan ilmu untuk memelihara. dalam arti kebermanfaatannya terhadap kemaslahatan hidup manusia. penyuluhan. juga sebagai sarana kegiatan pengembangan daya pikir manusia. Adapun metode berpikir ilmiah adalah dengan deduktif dan induktif.

Bandung: Mizan. Jakarta: Univ. 1988. Ditinjau dari segi prosesnya ilmu dibedakan menjadi Historical Science dan Experimental Science. M. 2005. sedangkan filsafat menjawab atas pertanyaan lanjutan ’bagaimana sesungguhnya fakta itu. Filsafat dan ilmu sama-sama mencari kebenaran. Abu dan Nur Uhbiyati. Bandung: Mizan. ϖ Gie. Aktivitas ilmu digerakkan oleh pertanyaan ’bagaimana menjawab pelukisan’. VIII. XVIII. Panorama Filsafat Ilmu Landasan Perkembangan Ilmu Sepanjang Zaman. Cet. Hal ini dapat dipahami bahwa filsafat di satu sisi dapat menjadi pembuka bagi lahirnya ilmu pengetahuan. 1981.Wawasan al-Quran: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Amat. ϖ Suriasumantri. Islam untuk Disiplin Ilmu Pendidikan: Buku Daras Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum Fakultas /Jurusan / Program Studi Pendidikan. 1996. Quraish.. dkk. Jakarta: Pustaka alhusna. Rineka Cipta. Conny dkk. II. Cet. . Filsafat dapat merangsang lahirnya sejumlah keinginan dari temuan filosofis melalui berbagai observasi dan eksperimen yang melahirkan berbagai cabang ilmu. dari mana awalnya dan akan ke mana akhirnya’. Jakarta: PT. Terbuka. ϖ Nasution. III. 5. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 2005. ϖ Semarna. Cet.Departemen Agama RI. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Popular. 1991. Harun. Ilmu bertugas melukiskan. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Cecep. XVIII. 2003. Ilmu Pendidikan. Materi Pokok Dasar-dasar Agama Islam.Ditinjau dari segi objeknya ilmu dibagi menjadi Natural Science dan Social Science. Islam untuk Disiplin Ilmu Filsafat. tetapi pada sisi yang lain ia juga dapat berfungsi sebagai cara kerja akhir ilmuwan. Cet. Jakarta: Bulan Bintang. Membumikan al-Quran: Fungís dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Filsafat Ilmu dari Hakekat Menuju Nilai. 2000. ϖ Rasjidi. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Kalau ditinjau dari segi pengalaman ilmu dibagi menjadi Empirical Science dan Pure Science. Sejarah Ilmu-ilmu dari Masa Kuno samapi Zaman Modern. Referensi ϖ Ahmadi. Pasal 1 ayat 1 tahun 2003. dan Harifuddin Cawidu. Filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan dapat menjadi pembuka dan sekaligus pamungkas keilmuan yang tidak dapat diselesaikan oleh ilmu. 1998. Zakiah. 2001. ϖ Undang-undang No. Jujun S. The Liang. Jakarta: tp. ϖ Daradjat. Sedangkan apabila ditinjau dari segi agama ilmu dapat dibedakan menjadi ilmu duniawi dan ilmu ukhrawi. 2004. Cet. Yogyakarta: Sabda Persada. ϖ Semiawan. A. Ihktisar Sejarah Filsafat Barat. H. 1999. Falsafat Agama. ϖ Shihab. Jakarta: Bulan Bintang. ϖ Hanafi. M. baik dalam bentuk persamaan dan ataupun perbedaan. ϖ ----------------. Dengan demikian terlihat bahwa antara filsafat dengan ilmu terdapat pola relasi (hubungan). sedangkan filsafat bertugas untuk menafsirkan kesemestaan. Jakarta: Teraju.

blogspot.html .http://ranysutra.com/2007/07/filsafat-dan-ilmu-pengetahuan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->