P. 1
Diagram Hjulstrom

Diagram Hjulstrom

|Views: 66|Likes:
Published by Aida Efrini

More info:

Published by: Aida Efrini on Sep 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2013

pdf

text

original

Diagram Hjulstrom menunjukkan hubungan antara kelajuan aliran air dengan ukuran butir.

Diagram ini di tunjukkan oleh Hjulstrom pada tahun 1939. Ada dua garis utama dalam diagram ini. Garis yang di bawah menunjukkan hubungan kelajuan aliran dan partikel yang telah berada dalam keadaan bergerak. Kemudian yang atas menunjukkan kelajuan yang dibutuhkan untuk menggerakkan partikel yang berada dalam keadaan diam. Pada bagian kanan kedua garis tampak lebih sejajar dibandingkan dengan yang di sebelah kiri. Garis atas menunjukkan kelengkungan dibanding dengan garis di bawah. Ini menunjukkan bahwa, dalam keadaan diam, partikel seperti clay dan silt membutuhkan kelajuan yang lebih besar dibandingkan pasir untuk dapat digerakkan oleh aliran. Hal ini disebabkan oleh sifat dari mineral lempung yang adhesif. Sekali mineral-mineral lempung ini terendapkan, maka mineralmineral ini akan salin menempel. Hal inilah yang menyebabkan partikel-pertikel lempung lebih sulit terangkut.

khususnya ketika terkompaksi. Pada sisi kiri diagram terdapat garis divergen yang tajam: secara intuisi. dan 1986 oleh W. butirpasir sedang pada 2-3 cm/s. Diagram Hjulström adalah diagram yang menunjukkan hubungan antara kecepatan aliran air dan ukuran butir (Hjulström 1939).5) dan sekali terendapkan akan cenderung merekat bersama. Lempung dapat tererosi dalam semua kondisi kecuali air yang menggenang. dan partikel lempung ketika kecepatan aliran adalah secara efektif nol. Garis kurva bagian atas menunjukkan kecepatan aliran yang diperlukan untuk mengerakkan partikel dari kondisi diam. Garis yang lebih rendah menunjukkan hubungan antara kecepatan aliran dan partikel yang siap akan bergerak. Ini menunjukkan bahwa kerakal akan berhenti di sekitar 20-30 cm/s. Lumpur ‘tak terkonsolidasi’ (unconsolidated mud) telah terendapkan tapi tetap merekat. under all about geologi | No comments Diagram Hjulström. Hal ini dapat dijelaskan melalui sifat mineral lempung yang akan mendominasi fraksi halus dalam sedimen. Freeman and Company). memiliki konsekuensi penting untuk pengendapan dalam lingkungan pengendapan alami. 1978. Oleh karena itu ukuran butir partikel di dalam aliran dapat digunakan sebagai petunjuk kecepatan pada waktu pengendapan sedimen jika terendapkan sebagai partikel-partikel terisolasi.H. garis ini sejajar dengan garis yang pertama tapi untuk ukuran butir tertentu diperlukan kecepatan yang lebih besar untuk memulai pergerakan daripada untuk menjaga partikel tetap bergerak. Partikel halus dalam aliran. 1974. edisi kedua oleh Frank Press dan Raymond Siever. material plastis. menunjukkan hubungan antara kecepatan aliran dan transportasi butir-butir lepas. sebagaimana yang ditunjukkan oleh diagram Hjulström. diperlukan energi yang lebih tinggi untuk mulai menggerakkannya daripada menjaganya tetap bergerak ketika telah bergerak. Ada dua garis utama pada grafik. Pada setengah bagian kanan grafik.5. partikel lanau yang lebih kecil dan lempung memerlukan kecepatan yang lebih besar untuk menggerakkannya daripada pasir. Lumpur ‘terkonsolidasi’ (consolidated mud) telah lebih banyak mengeluarkan . (dari Earth. Mineral lempung bersifat kohesif (2.Diagram Hjulström Posted by Hasan celebes 07:06. Catat bahwa ada dua macam untuk material kohesif. tapi lumpur dapat terakumulasi dalam semua kondisi dimana aliran berhenti mengalir dengan waktu yang cukup untuk partikel lempung terendapkan: aliran yang kembali mengalir tidak akan menaikkan kembali endapan lempung kecuali kecepatannya relatif tinggi. Sifat kohesif partikel lempung mengartikan bahwa sedimen berbutir halus memerlukan kecepatan yang lebih tinggi untuk mengerosi kembali sedimen ini ketika sedimen ini terendapkan. Ketika butir telah terendapkan. membuatnya lebih sulit untuk naik ke dalam aliran daripada butir-butir pasir.

Perhatikan bahwa untuk sedimen kasar (pasir dan kerikil) yang diperlukan hanya sebuah kecepatan yang lebih tinggi sedikit untuk awalnya mengikis partikel dari yang dibutuhkan untuk terus mengangkut mereka. Ini menunjukkan bahwa. Dalam prakteknya. Hal inilah yang menyebabkan partikel-pertikel lempung lebih sulit terangkut. Hal ini disebabkan oleh sifat dari mineral lempung yang adhesif. Sekali mineral-mineral lempung ini terendapkan. Plot Curve Hjulstrom dua kurva yang mewakili 1) kecepatan arus minimum yang diperlukan untuk mengikis sedimen dari berbagai ukuran dari dasar sungai. Pada bagian kanan kedua garis tampak lebih sejajar dibandingkan dengan yang di sebelah kiri. Kemudian yang atas menunjukkan kelajuan yang dibutuhkan untuk menggerakkan partikel yang berada dalam keadaan diam. . dan 2) kecepatan minimum yang diperlukan untuk terus mengangkut sedimen berbagai ukuran. Ini menunjukkan hubungan antara transportasi. Garis yang di bawah menunjukkan hubungan kelajuan aliran dan partikel yang telah berada dalam keadaan bergerak. Diagram Hjulstrom menunjukkan hubungan antara kelajuan aliran air dengan ukuran butir. partikel seperti clay dan silt membutuhkan kelajuan yang lebih besar dibandingkan pasir untuk dapat digerakkan oleh aliran. Untuk partikel kecil (tanah liat dan lumpur) kecepatan jauh lebih tinggi diperlukan untuk erosi daripada untuk transportasi karena partikel-partikel halus memiliki kohesi yang dihasilkan dari atraksi elektrostatik. banyak endapan material lumpuran berada antara dua macam ini. dalam keadaan diam.air darinya dan bersifat kaku atau keras (rigid). Ada dua garis utama dalam diagram ini. dengan ukuran partikel yang berbeda dan kecepatan. maka mineralmineral ini akan salin menempel. erosi dan pengendapan. Garis atas menunjukkan kelengkungan dibanding dengan garis di bawah. Diagram ini di tunjukkan oleh Hjulstrom pada tahun 1939.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->