Membaca Output SPSS: Manajemen Keuangan

Posted: 22 Oktober 2009 in Penelitian

6

8 Votes Hasil penelitian regresi ini dengan mengajukan hipotesis: apakah terdapat pengaruh CAR, BMPK dan PBAP secara parsial dan bersama-sama terhadap ROA bank. Penganalisisan dimulai dengan beberapa pengujian asumsi data yang digunakan misalnya uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik dilakukan untuk menguji apakah data (laporan keuangan bank X) periode tahun 2006 sampai dengan bulan Mei 2009, apakah dapat memenuhi asumsi yang dipersyaratkan dalam melakukan analisis statistik regresi. Pengujian yang dimaksud antara lain: uji normalitas data, uji multikolinearitas, uji homoskedastisitas, dan autokorelasi. Secara rinci, hasil pengujian asumsi klasik dalam penelitian ini, dijelaskan sebagai berikut : Uji Normalitas Data Pengujian normalitas dengan data laporan keuangan yang dijadikan variabel-variabel penelitian dilakukan melalui uji Kolmogorov-Smirnov (K-S), hasilnya diperlihatkan pada Tabel sebagai berikut :

(b) Mempunyai angka Tolerance mendekati 1. Hal ini diketahui. dan (b).Pengujian normalitas data dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (K-S). yaitu : (a) Apabila memiliki nilai VIF (variance inflation factor) disekitar angka 1. dilakukan pengujian dengan ketentuan. • Variabel bebas BMPK. • Variabel terikat ROA. jika terjadi korelasi antar variabel bebas yang kuat maka telah terjadi problem multikolinaritas yang serius. Berdasarkan kriteria pengujian dan hasil perhitungan di atas.452 > 0. dan (c) Apabila kedua kriteria tersebut dipenuhi.428 > 0. diperoleh nilai dari nilai K-S hitung yaitu sebesar 1. Uji Multikolinearitas Untuk mengetahui apakah terjadi korelasi antar variabel independent (bebas). Berdasarkan hasil pengujian untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinearitas pada data yang digunakan regresi.212 maka data variabel terikat ROA dinyatakan berdistribusi normal. Jika nilai K-S hitung > nilai K-S tabel. Jika nilai K-S hitung 0. sebagai berikut : Untuk menguji multikolinearitas. maka diketahui data yang diperoleh dari hasil perhitungan rasio keuangan bank yang digunakan dalam analisis regresi ini adalah data atau sampel yang diambil dari populasi yang berdistribusi normal. maka data dinyatakan berdistribusi normal. dengan kriteria yaitu: (a). dilihat dari hasil regresi ganda. diperoleh besarnya nilai K-S hitung yaitu 1. diperoleh besarnya nilai dari K-S hitung yaitu 1. karena seluruh nilai K-S hitung dari keempat variabel yang dijadikan sampel (diteliti) memiliki nilai yang lebih besar dari nilai K-S tabel sebesar 0.212. maka dinyatakan tidak ada problem .212 oleh karena itu data variabel ini dinyatakan berdistribusi normal.212 maka dari kedua hasil pengujian tersebut hasilnya data dinyatakan berdistribusi normal. Ketentuan pengujian normalitas data.212 maka data variabel tersebut dinyatakan berdistribusi normal.446 > 0. yaitu dengan melihat besarnya nilai K-S hitung yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan besarnya nilai K-S table dapat dicari melalui table (given: pada a = 5%). • Variabel bebas PBAP.

. diperhatikan pada gambar. diketahui bahwa variabel CAR besarnya nilai VIF = 1. Apabila tidak ada pola yang jelas. maka telah terjadi Heteroskedastisitas. Selanjutnya.multiko. BMPK dan PBAP) tersebut. serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. dengan melihat output hasil pengolahan SPSS.256 dengan nilai Tolerance sebesar 0. Dengan demikian. berdasarkan data hasil analisis pada Tabel dan ketentuan pengujian multikolinearitas tersebut. maka berarti tidak terjadi Heteroskedastisitas pada model regresi.327 dan nilai Tolerance = 0. pengujian dengan pengambilan keputusan didasarkan pada : (a). diketahui bahwa ketiga variabel bebas memiliki nilai VIF disekitar angka 1. Variabel BMPK dengan nilai VIF = 1. Dengan demikian. melebar kemudian menyempit).687. seperti titik-titik (point-point) yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang. dan nilai Tolerance dibawah/lebih kecil dari angka 1. sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi variabel terikat (ROA) berdasarkan ketiga variabel bebas yang digunakan (CAR. Hal ini berarti. Hasil analisis pada Tabel di atas. Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas. maka tidak terjadi Heteroskedastisitas. sebagai berikut : Pengujian apakah terdapat gejala heteroskedastisitas. yaitu dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada Gambar di atas.137 dan nilai Tolerance = 0. Hasil uji pada Gambar di atas.660. dimana sumbu X adalah Y yang telah diprediksi. diketahui bahwa titik-titik (data) menyebar secara acak. Apabila ada pola tertentu. dan (b). ketiga variabel bebas tidak terdapat gejala/problem multiko. serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. dan sumbu X adalah residual (yaitu Yprediksi – Ysesungguhnya).880. tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas. Variabel bebas PBAP dengan nilai VIF = 1.

Diketahui pula besarnya pengaruh bersama-sama ketiga variabel bebas X terhadap Y. Diketahui dari hasil output SPSS.25 dan dV = 1. Hasil analisis uji otokorelasi dengan melihat nilai Durbin-Watson hitung (D-W). maka dapat dijelaskan bahwa teknik analisis data dengan model regresi ganda dengan data yang ada hasil perhitungan rasio keuangan bank. Dari data pada tabel di atas. Dengan demikian. sehingga analisis statistika dapat dilanjutkan. dilakukan uji Durbin-Watson.57 (Lihat Lampiran Tabel DW). Sedangkan nilai dL (d-tabel) pada a = 0.918). dapat memenuhi asumsi. BPPK (X2). Hasil perhitungan tersebut ditunjukkan pada Tabel : Tabel Nilai Koefisien Korelasi R dan R2 Hasil analisis diketahui bahwa besarnya angka dari koefisien korelasi ( R ) adalah 0. dengan demikian dapat diartikan bahwa terdapat hubungan/ korelasi yang sangat kuat dan searah antara ketiga variabel bebas X secara serempak dengan variabel ROA. diketahui besarnya nilai Durbin-Watson (DW) hitung adalah sebesar 1.25 < 1. bahwa asumsi-asumsi yang diharapkan dari model analisis regresi dapat dipenuhi. dan PBAP (X3). Dengan kata lain. yang diketahui dari besarnya nilai koefisien determinasi (R Square) yaitu 0.05 dengan sampel sebanyak 105 diketahui sebesar dL = 1. diperoleh nilai DW hitung bahwa dL < dv < DW hitung (1. yang secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap variasi .57 < 1.Uji Otokorelasi dan Analisis Regresi Ganda Pendeteksian apakah terdapat gejala otokorelasi antarvariabel bebas yang dianalisis dalam regresi.995 dan angka tersebut positif (mendekati 1). Koefisien Korelasi dan Determinasi Hubungan ketiga variabel bebas kekuatan dapat diketahui dari nilai koefisien korelasi yang menunjukkan kekuatan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.918.990 dan angka koefisien tersebut memberi petunjuk bahwa variasi perubahan dari ketiga variabel bebas CAR (Xl). sehingga hasil dari pengujian tersebut menyatakan bahwa tidak ada gejala otokorelasi atau tidak adanya gejala korelasi antara variabel itu sendiri.

Untuk pengujian yaitu dengan membandingkan besarnya nilai F hitung dan F tabel. perputaran piutang. kurs USD. maka dapat diketahui besarnya nilai dari F-tabel pada tingkat signifikansi 5% (a = 0.611 > 2. sebagai berikut : .0% merupakan pengaruh dari variasi perubahan variabel bebas lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. current ratio.0% dan sisanya sebesar 1. dan lain-lain. BMPK. atau dapat dijelaskan apabila ketiga variabel tersebut dilakukan dengan optimal maka motivasi berprestasi. Berdasarkan kedua nilai F tersebut.859. atau dapat pula dinyatakan bahwa koefisien b dalam persamaan regresi tersebut nilainya adalah tidak sama dengan 0 (nol). BMPK.611 dengan degree of freedom/derajat bebas (df) regression sebesar 3 dan nilai df dari residual sebesar 37. dan PBAP) dengan return on assets (ROA). KAP. yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap ROA. hasilnya diperlihatkan pada Tabel. berikut : Hasil uji Anova diketahui besarnya nilai F hitung adalah 1163. dapat dinyatakan bahwa persamaan garis regresi linear berganda dalam penelitian ini dapat digunakan dengan baik untuk memprediksi/memperkirakan setiap perubahan (kenaikan/penurunan) dari nilai ROA (Y). Analisis Varian (Nilai F-hitung) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel bebas CAR. misalnya total debt.05) yaitu sebesar 2.859 (Lihat Tabel F). Nilai Koefisien Regresi B dan Nilai t-hitung Nilai koefisien regresi dari ketiga variabel bebas X (CAR.perubahan variabel ROA (Y) yaitu sebesar 99. menjadi optimal pula. selanjutnya dilakukan pengujian apakah persamaan garis regresi berganda yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan untuk mengestimasi atau memprediksi dari setiap perubahan besarnya nilai ROA (Y). memberikan hasil bahwa nilai F hitung lebih besar dari F tabel atau 1163. atau menguji apakah persamaan merupakan model regresi yang terbentuk secara linear dengan variabel bebas yang diteliti tersebut. dan PBAP secara serempak terhadap ROA (Y). Oleh karena itu. dilakukan pengujian dengan F-test hasilnya dapat dilihat pada tabel Anova.

variabel BMPK memiliki t-hitung sebesar 4. selain pengujian atau pembuktian dengan Uji F. Diketahui besarnya nilai t-hitung masing-masing dari ketiga variabel bebas yaitu CAR (nilai thitung = 2.021) pada a = 0.984. dilakukan pula pengujian hipotesis atas koefisien regresi dari masing-masing variabel bebas. dan PBAP) terhadap ROA. BMPK dan PBAP) dengan variabel terikat ROA melalui uji hipotesis. selanjutnya digambarkan dalam kurva batas penerimaan dan penolakan hipotesis : .Seperti diketahui.703 dan variabel bebas PBAP memiliki nilai t-hitung sebesar 55. yaitu apakah terdapat korelasi dan pengaruh ketiga variabel bebas dengan variabel terikat ROA.505). Nilai t-hitung ketiga variabel bebas tersebut lebih besar dari nilai t-tabel (2.05. yaitu dengan melakukan pengujian tingkat signifikansi dengan membandingkan besarnya nilai t-hitung dengan t-tabel atas koefisien korelasi masing-masing variabel bebas X (CAR. BMPK. Pengujian ketiga variabel bebas X (CAR. Hasil pengujian t-test.

Kurva Batas Penerimaan dan Penolakan Hipotesis Pada a = 0. Dengan demikian. maka hipotesis dapat dibuktikan.703) (55. juga memberikan petunjuk.021. adalah : Y = bo + b1X1 + b2X2 + b3X3 Y = -0. dan PBAP) tersebut memiliki korelasi/hubungan yang sangat signifikan terhadap peningkatan ROA. bahwa ketiga variabel bebas memiliki hubungan yang positif/searah.05 .912) (2. t-tabel = 2. dapat dituliskan besarnya nilai dari persamaan regresi yang terbentuk sebagai persaman estimasi. dan PBAP) dengan/terhadap ROA. artinya setiap perubahan yang terjadi oleh karena perlakuan peningkatan ketiga variabel bebas X dapat menyebabkan peningkatan ROA. BMPK. antara kedua nilai t (t-hitung dengan ttabel). Dengan demikian.018 + 0.457X3 t-stat (-3.021 Penjelasan Ringkas Hasil perhitungan t-hitung dan Gambar kurva uji hipotesis diketahui bahwa ketiga variabel bebas (CAR. Hal ini ditunjukkan oleh keberadaan variabel bebas tersebut dengan t-hitung pada sisi sebelah kanan kurva pengujian hipotesis dan memiliki nilai yang lebih besa = 0. Persamaan Garis Regresi Hasil pengolahaan data dan analisis. BMPK.05).505) (4.022X2 + 0.984) . dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan positif antara ketiga variabel bebas (CAR.035X1 + 0. maka dari hasil pengujian/pembandingan di atas. Hal ini ar dari nilai kritis t-tabel (2.

Pencapaian ROA oleh suatu perusahaan atas kinerja keuangganya sangat diperlukan untuk kelangsungan dan perkembangan usaha perbankan yang dijalankannya. yang dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi Internasional (misalnya Amerika Serikat) yang berdampak pada kondisi ekonomi Negara-negara lain. apabila variabel bebas lainnya dianggap tetap/konstan. .Diketahui Xl adalah nilai CAR. khususnya perbankan.022 satuan. Kondisi rendahnya pencapaian ROA dapat disebabkan oleh berbagai hal.035 hal ini berarti apabila CAR naik sebesar satu satuan maka ROA akan mengalami peningkatan sebesar 0. bahkan terjadi penurunan selama periode tersebut. Lemahnya perekonomian secara nasional. R2 sebesar 0. termasuk Indonesia. kemampuan masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk tabungan atau deposito.457 satuan. Hasil analisis dari data yang ada. d. c. Berdasarkan persamaan garis regresi yang terbentuk dan nilai-nilai dari koefisien regresi masingmasing variabel bebas. maka besarnya nilai dari intersep (bo) dan nilai koefisien (bx) dari ketiga variabel bebas X.990 dan nilai F-hitung = 1163. Hasil perhitungan koefisien regresi dalam persamaan tersebut beserta penjelasannya. dalam persamaan regresi yang terbentuk dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Lemahnya perekonomian Negara. ROA yang tinggi menunjukkan bahwa pencapaian kinerja keuangannya sudah baik. Sedangkan. R sebesar 0. Hal ini menunjukkan kinerja keuangan yang dicapainya belum optimal.022 hal ini berarti apabila BMPK naik sebesar 1 satuan maka ROA akan mengalami peningkatan sebesar 0. maka pencapaian ROA akan mengalami peningkatan sebesar 0.990. X2 adalah BMPK dan X3 adalah PBAP.457 artinya apabila PBAP naik sebesar satu satuan. suku bunga dan daya beli serta pendapatan per kapita masyarakat. Besarnya nilai koefisien regresi b2 pada variabel X2 (BMPK) yaitu sebesar 0. sehingga kemampuan untuk berinvestasi dalam bentuk tabungan atau deposito menjadi menurun. Nilai koefisien regresi b1 dari variabel bebas Xl (CAR) sebesar 0. Faktor dalam negeri yang juga mempengaruhi tingkat pencapaian kinerja keuangan bank ini adalah nilai tukar. misalnya faktor eksternal atau kondisi makro ekonomi yang ada di Indonesia atau pun pengaruh dari faktor global. dan ditambah lagi dengan tingkat pengembalian piutang nasabah menimbulkan kredit macet pada akhirnya dapat menurunkan kinerja keuangan (ROA) bank. apabila variabel bebas yang lainnya dianggap konstan.018 satuan apabila ketiga variabel bebas (X) yang diteliti nilainya sama dengan 0 (nol). b.018 hal ini berarti bahwa besarnya ROA sebesar -0. khususnya selama periode tahun 2006 sampai dengan Mei 2009 pencapaian ROA masih sangat rendah. kondisi ekonomi secara global terus memburuk. apabila variabel bebas lain dianggap konstan. sebaliknya jika ROA pencapaiannya rendah itu berarti bahwa kinerja keuangan bank/perusahaan masih rendah.611. dapat diketahui bahwa ketiga variabel bebas X sangat mempengaruhi peningkatan ROA. yang berdampak pada melemahnya ekonomi masyarakat tersebut berimbas pada tingkat pencapaian return setiap pelaku usaha/perusahan. Seperti kita ketahui. Besarnya nilai koefisien regresi b3 dari variabel X3 (PBAP) sebesar 0.035 satuan. dengan kata lain bahwa untuk meningkatkan ROA yaitu dapat dengan memperbaiki atau meningkatkan kinerja keuangan bank melalui ketiga variabel bebas tersebut. Nilai dari koefisien konstanta (intersep) bo sebesar -0. selama beberapa tahun terakhir ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful