MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK PRIBADI SISWA YANG BERKARAKTER

MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK PRIBADI SISWA YANG BERKARAKTER
oleh, Suhartini,S.Pd

ABSTRAK Pada dasarnya minat adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat yang timbul. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya. Dapat pula diwujudkan melalui peran serta dalam suatu aktivitas. Siswa yang berminat terhadap objek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap objek tersebut. Membangkitkan minat belajar siswa pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajari dengan dirinya sendiri sebagai individu. Proses ini menunjukkan pada siswa bahwa pengetahuan atau kecakapan tertentu dapat mempengaruhi dirinya dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Apabila siswa menyadari bahwa belajar merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan, ia akan berminat dan termotivasi untuk belajar. Upaya membangkitkan minat belajar sangat penting dilakukan terutama oleh guru-guru di sekolah. Hal ini perlu dilakukan karena minat sangat berpengaruh terhadap hasil belajar terutama dalam upaya membentuk siswa menjadi pribadi yang berkarakter. Pribadi yang berkarakter adalah pribadi yang memiliki tabiat, kebiasaan atau watak yang tertanam dalam dirinya. Bertolak dari anggapan tersebut, dalam karya tulis ini penulis ingin menggambarkan hubungan minat dengan pembentukan karakter melalui karya tulis berjudul ” Membangkitkan Minat Belajar Sebagai Upaya Membentuk Pribadi Siswa yang Berkarakter.” Rumusan dalam karya tulis ini adalah (1) Bagaimana cara membangkitkan minat belajar? (2) Adakah hubungan minat belajar dengan upaya pembentukan pribadi siswa yang berkarakter? Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah metode deskriptif yaitu suatu metode yang memberikan gambaran tentang minat belajar dan pembentukan pribadi yang berkarakter. Hasil dari karya tulis ini menunjukkan bahwa minat siswa perlu dibangkitkan oleh guru agar upaya membentuk pribadi yang berkarakter tercapai Kata kunci: minat belajar, pribadi berkarakter

Tanpa adanya minat untuk belajar. bila minat dan motivasi belajar rendah maka perhatian siswa terhadap materi yang sedang diajarkan akan sangat berkurang. 1. Adakah hubungan minat belajar dengan upaya pembentukan pribadi siswa yang berkarakter? 1.Pendahuluan 1. salah satunya adalah strategi/metode belajar mengajar yang digunakan oleh guru. Untuk itu seorang guru harus mengupayakan strategi belajar mengajar yang tepat yang melibatkan siswa secara langsung baik secara fisik maupun pikiran. Sebaliknya. tujuan penulisan karya tulis ini dapat dikemukakan sebagai berikut. . 2010:148) Minat dan motivasi dalam belajar mempunyai hubungan yang erat sekali.3 Tujuan Penulisan Berdasarkan rumusan masalah di atas.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian yang penulis ungkapkan dalam latar belakang. 2001: 756). Motivasi belajar siswa merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya. 1. Siswa yang termotivasi untuk belajar tentu akan sungguh-sungguh dalam mempelajari materi. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk membantu siswa memahami materi adalah dengan menggunakan media yang menarik sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. siswa tidak akan bergairah untuk menyerap materi. Seseorang yang menaruh minat yang tinggi pada mata pelajaran tertentu. Dengan media yang menarik siswa akan termotivasi untuk memperhatikan dan tentunya akan lebih memiliki rasa keberminatan mengikuti KBM. Sebenarnya minat siswa dapat kita bangkitkan dengan cara memberikan motivasi.1 Latar Belakang Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) sering kita temui anak yang sulit memahami materi pelajaran yang sedang diajarkan. Jika hal ini terjadi berlarut-larut dan terus-menerus tanpa adanya upaya seorang pendidik untuk membangkitkannya maka bisa jadi siswa tidak akan pernah memahami dan menaruh perhatian terhadap materi pelajaran. permasalahan dalam karya tulis ini dapat penulis rumuskan sebagai berikut: 1. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan dengan tujuan tertentu (KBBI. Motivasi sangat diperlukan oleh siswa karena hal ini berpengaruh terhadap banyak sedikitnya informasi yang dapat diserap siswa pada waktu materi disajikan kepada mereka. Untuk menggambarkan cara membangkitkan minat belajar. Bagaimana cara membangkitkan minat belajar? 2. Banyak faktor yang menyebabkan anak sulit memahami materi. biasanya cenderung untuk memperhatikan dan termotivasi terhadap mata pelajaran tersebut. Motivasi merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi seorang anak didik (Djamarah dan Aswan Zain. sehingga siswa akan berusaha menyerap dengan lebih baik.

Minat melahirkan perhatian yang serta merta. tertarik. minat belajar adalah keterlibatan sepenuhnya seorang siswa dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai pemahaman tentang pengetahuan ilmiah yang dipelajari di sekolah. pengajaran atau pengalaman The Liang Gie menyatakan minat berarti sibuk. jika siswa tidak berminat pada mata pelajaran yang sedang diajarkan biasanya dia malas untuk belajar. dan dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas.4 Manfaat Penulisan Penulisan karya tulis ini diharapkan bermanfaat terutama bagi guru dalam upaya pembentukan karakter siswa setelah kegiatan belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. atau terlihat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. 5. Dengan demikian. bahkan dapat melahirkan sikap penolakan kepada guru. Siswa yang memiliki minat terhadap objek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap objek tersebut (Slameto. Pembahasan 2. Kurangnya minat belajar dapat mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu bidang tertentu. kecakapan melalui usaha. Minat memudahnya terciptanya konsentrasi. 3. Demikian juga dengan siswa yang tidak menaruh perhatian yang pada mata pelajaran yang diajarkan. Selain itu. Hal ini tentu berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Suatu minat dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya. 2. Minat mencegah gangguan dari luar Minat memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan. Namun sebaliknya. Seseorang yang berminat terhadap sesuatu tentu akan lebih memperhatikan dengan perasaan senang tanpa ada tekanan. Dalam hal ini. karya tulis ini dapat dijadikan sebagai sumbangan informasi bagi dunia pendidikan terutama yang berkaitan dengan pendidikan karakter.2. dapat dikatakan bahwa minat . 2010:180). besar kecilnya minat sangat tergantung pada penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar dirinya. Karena itu minat belajar adalah kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan informasi. maka sukarlah diharapkan siswa tersebut dapat belajar dengan baik. 1. Jadi. 4. 2010:180). arti penting minat dalam kaitannya dengan pelaksanaan studi adalah : 1. Guru perlu membangkitkan minat siswa agar pelajaran yang diberikan mudah dimengerti.1 Minat Belajar Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh (Slameto. pengetahuan. Menurut The Ling Gie. Untuk menggambarkan hubungan minat belajar dengan upaya pembentukan pribadi siswa yang berkarakter. Minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam suatu kegiatan. Minat memperkecil kebosanan belajar belajar dalam diri sendiri. Jika seorang siswa memiliki minat pada pelajaran tertentu dia akan memperhatikannya.

siswa akan cepat bosan dan jenuh terhadap materi pelajaran. semakin besar minat. Dalam hubungannya dengan kegiatan belajar. Kondisi tersebut amat penting sehingga konsentrasi yang baik akan melahirkan sikap pemusatan perhatian yang tinggi terhadap objek yang sedang dipelajari. minat dapat berubahubah sesuai dengan kondisi lingkungan. 2. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut. kemungkinan besar siswa akan berminat dan termotivasi untuk mempelajarinya. Untuk mengatasi hal-hal tersebut guru hendaklah menggunakan variasi dalam mengajar. Apabila siswa menyadari bahwa belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggapnya penting dan bila siswa melihat bahwa dari hasil dari pengalaman belajarnya akan membawa kemajuan pada dirinya. seperti belajar dengan menggunakan teknologi internet untuk memacu siswa mencari informasi yang mendukung proses belajar sehingga tidak terjadi proses pembelajaran yang monoton. Karena itu minat sifatnya berubah-ubah dan sangat tergantung pada individunya.berhubungan erat dengan hasil belajar yang selanjutnya dapat digunakan sebagai pendorong untuk meningkatkan hasil belajar. Minat sebagai aspek kewajiban bukan aspek bawaan. Hal ini menggambarkan bahwa seseorang tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan apabila di dalam diri orang tersebut tidak adanya minat atau keinginan untuk mencapai tujuan yang diharapkan itu. Konsentrasi merupakan aktivitas jiwa untuk memperhatikan suatu objek secara mendalam. Faktor luar tersebut dapat berupa kelengkapan sarana . kebutuhan.2 Membangkitkan Minat Membangkitkan minat terhadap sesuatu pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajarinya dengan dirinya sendiri sebagai individu. Tanpa adanya minat tujuan belajar tidak akan tercapai. Jikaguru tidak menggunakan variasi dalam proses pembelajaran. Sedangkan bila dilihat dari faktor luar. memiliki media pembelajaran yang menarik dan bervariasi. melainkan kondisi yang terbentuk setelah dipengaruhi oleh lingkungan. Dalam lingkungan sekolah. Guru harus benar-benar menguasai semua keterampilan yang dibutuhkan dalam pengajaran antara lain: menguasai materi. Dilihat dari dalam diri siswa. keinginan. demikian pula sebaliknya merupakan kondisi psikologis yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Dapat dikatakan bahwa konsentrasi itu muncul jika seseorang menaruh minat pada suatu objek. minat menjadi motor penggerak untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Minat pada dasarnya adalah penerimaan suatu hubungan antara diri sendiri dan sesuatu di luar diri. Minat sebagai salah satu aspek psikologis dipengaruhi oleh beberapa faktor. minat dipengaruhi oleh cita-cita. Proses ini berarti menunjukkan pada siswa bagaimana pengetahuan atau kecakapan tertentu mempengaruhi dirinya dalam upaya mencapai kebutuhan-kebutuhannya. Minat adalah keinginan jiwa terhadap sesuatu objek dengan tujuan untuk mencapai sesuatu yang diharapkan. Dengan demikian perlu adanya usaha-usaha atau pemikiran yang dapat memberikan solusi terhadap peningkatan minat belajar siswa. bakat dan kebiasaan. baik dari dalam maupun dari luar . Minat belajar dapat dibangkitkan melalui latihan konsentrasi. membangkitkan minat belajar siswa merupakan tugas guru.

Minat berkaitan dengan nilai-nilai tertentu. dan anggpan masyarakat terhadap suatu objek serta latar belakang sosial budaya. pergaulan dengan orang tua. . Dengan demikian diharapkan nantinya sekolah menghasilkan lulusan yang berkualitas yaitu lulusan yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki karakter. pembawaan. 2. lebih praktis dan penyajiannya lebih berseni. kebiasaan. 3. Memberikan rangsangan kepada siswa agar menaruh perhatian yang tinggi terhadap bidang studi yang sedang diajarkan. Sekolah tidak lagi hanya sebagai tempat untuk belajar bidang akademik tetapi juga sebagai sebagai tempat membangun karakter siswa. Watak adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku. 3. memenuhi rasa ingin tahu mendapatkan gelar atau memperoleh pekerjaan. 2001: 1270). Mengembangkan kebiasaan yang teratur 4.tabiat ((KBBI. Suatu dorongan batin untuk memuaskan rasa ingin tahu dalam satu atau lain bidang studi. Hasrat siswa untuk meningkatkan siswa dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Pada era sekarang ini pembangunan karakter di sekolah adalah sebuah kebutuhan. 2. 5.dan prasarana. Misalnya belajar agar lulus ujian. faktor-faktor yang berpengaruh di atas dapat diatasi oleh guru di sekolah dengan cara: 1. 2. Mempertahankan cita-cita dan aspirasi siswa. Hasrat siswa untuk menerima pujian dari orang tua. guru atau teman-teman. 5. ahli dalam salah satu ilmu. Suatu hasrat untuk memperoleh nilai-nilai yang lebih baik dalam semua mata pelajaran. Gambaran diri dimasa mendatang untuk meraih sukses dalam suatu bidang khusus tertentu. Penyajian materi yang dirancang secara sistematis. Menurut Slameto (2010). merenungkan nilai-nilai dalam aktivitas belajar sangat berguna untuk membangkitkan minat. budi pekerti. 6. menjadi juara. Pembentukan karakter dapat dimulai sejak anak berusia dini sehingga karakter anak mudah terbentuk. Beberapa hal penting yang dapat dijadikan alasan untuk mendorong tumbuhnya minat belajar dalam diri seorang siswa yaitu : 1. Meningkatkan kondisi fisik siswa. 2010: 1).3. tabiat.Konsep Pribadi Berkarakter Menurut Kamus Modern Bahasa Indonesia. Pada dasarnya manusia adalah makhluk dengan berbagai karakter. 4. Bila minat belajar didapatkan pada gilirannya akan menumbuhkan konsentrasi atau kesungguhan dalam belajar. Oleh karena itu. baik karakter buruk maupun karakter baik (Najib Sulhan. Menyediakan sarana penunjang yang memadai. Sebenarnya pembentukan bukan hanya tugas guru di sekolah tetapi orang tua juga sangat berperan dalam pembentukan karakter. Dengan demikian minat belajar tidak perlu berangkat dari nilai atau motivasi yang muluk-muluk. karakter adalah watak.

integritas Ketergantungan. menghormati (menampilkan menjunjung tinggi otoritas. patriotisme (sebuah cinta untuk dan loyalitas ke negara). Sembilan sifat ini bukan ciri-ciri yang tepat diadopsi oleh semua sistem sekolah. Karakter Pendidikan harus dimasukkan ke dalam iklim dan rutinitas sehari-hari sekolah. Memahami bahwa semua orang memiliki nilai sebagai manusia). merawat (menampilkan pemahaman orang lain dengan memperlakukan mereka dengan kebaikan. kepercayaan Kewarganegaraan. dapat dipercaya dan yang tidak fana). Berikut adalah ciri-ciri pendidikan berkarakter: Sifat Karakter Kejujuran Tanggung jawab Ketekunan Merawat Kewarganegaraan Menghormati Keadilan Disiplin diri Integritas Patriotisme Keberanian Sifat Terkait Sejati. masyarakat dan negara). belas kasihan. bukan orang banyak). sportif Self-respect. Karakter yang dimaksud antara lain: tanggung jawab (menjadi akuntabel dalam kata dan perbuatan. loyalitas. keandalan Ketekunan. diri dan negara. disiplin diri (mendemonstrasikan kerja keras mengendalikan emosi Anda. orang lain. Memperlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Namun ciri-ciri yang paling dan nilai-nilai yang digunakan dalam pendidikan karakter adalah sama atau terkait dengan karakter ini. Pendidikan Karakter telah mengadopsi sembilan dari sifat yang paling populer kami. pemerataan dan kesetaraan. keadilan (berlatih keadilan. menghormati Toleransi Cukup pengawasan Kejujuran. penentuan Langkah-langkah pembentukan karakter menurut Najib Sulhan (2010: 15-20) adalah sebagai berikut . charity. tindakan. kedermawanan. kewarganegaraan (menjadi patuh hukum dan terlibat dalam pelayanan ke sekolah. ketekunan (mengejar tujuan layak dengan tekad dan kesabaran sementara menunjukkan ketabahan ketika dihadapkan dengan kegagalan). Bersikap jujur. kemurahan hati dan semangat mengampuni). kata-kata. impuls dan keinginan. pengabdian. Memberikan yang terbaik dalam segala situasi). kegunaan Patriotisme. integritas (sebuah kepatuhan perusahaan untuk kode nilai-nilai terutama moral atau artistik. keceriaan. Menjadi dapat dipercaya dan bertindak dengan integritas). Jaringan Pendidikan Karakter membantu dalam upaya ini dengan menyediakan bahan-bahan yang dapat digunakan guru dalam format yang mudah dipahami. dapat dipercaya dan komitmen). kesabaran Kebaikan. sejati. Bekerjasama dengan satu sama lain. mengakui kesalahan. baik.Karakter yang dimaksud yang tentunya tidak terlepas dari nilai-nilai moral dan agama yang dapat menjadi bekal dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Memiliki rasa kewajiban untuk memenuhi tugas dengan keandalan. tanggung Jawab Ketabahan. keberanian (melakukan hal yang benar dalam menghadapi kesulitan dan mengikuti hati nurani Anda. kejujuran (mengatakan kebenaran. Mengenali keunikan dan nilai setiap individu dalam masyarakat yang beragam kita).

Membuat slogan yang mampu menumbuhkan kebiasaan baik dalam segala tingkah laku masyarakat sekolah. Melaksanakan perbuatan baik (actingnthe good). Pengaplikasian karakter dalam proses pembelajaran selama di sekolah. 3. partisipasi dan keaktifan dalam belajar. 4. dengan kata lain. Memasukkan konsep karakter pada setiap pembelajaran dengan cara:      Menanamkan nilai kebaikan kepada anak (knowing the good). Penilaian oang tua. 2. seperti : gairah. rasa suka. perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman. Menanamkan konsep diri kepada anak setiap akan memasuki materi pelajaran Menggunakan cara yang membuat anak memiliki alasan atau keingginan untuk berbuat baik (desiring the good) Memberikan beberapa contoh kepada anak mengenai karakter yang sedang dibangun. Waktu anak di rumah lebih banyak dibandingkan di sekolah. Marilah kita renungkan sebuah puisi karya Hartojo AndangDjaja. ketertarikan siswa terhadap belajar yang ditunjukkan melalui keantusiasan. keinginan. Pemberian penghargaan kepada anak yang membiasakan melakukan kebaikan. Perempuan-Perempuan Perkasa Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta dari manakah mereka Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa Sebelum peluit kereta api terjaga Sebelum bermula dalam kerja Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta. Mengembangkan sikap mencintai perbuatan baik (loving the good). Misalnya melalui cerita dengan tokoh-tokoh yang mudah dipahami siswa. Anak yang melakukan pelanggaran diberi hukuman yang mendidik. Pemantauan secara kontinyu Pemantauan secara kontinyu merupakan wujud dari pelaksanaan pembangunan karakter. ke manakah mereka? Di atas roda-roda baja mereka berkendara Mereka berlomba dengan surya ke gerbang kota Mereka hidup di pasar-pasar kota Perempuan-perempuan yang membawa bakul pagi buta siapakah itu Mereka ialah ibu-ibu berhati baja Akar-akar yang melata dari tanah berbukitan turun ke kota Mereka: cinta kasih yang bergerak menghadapi desa demi desa . Minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala. Rumah adalah tempat pertama anak berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lingkunganya. minat belajar itu adalah perhatian.1. Orang tua memiliki peranan yang besar dalam membangun karakter anak.

Tanggung jawab terhadap diri sendiri dapat diperluas maknanya menjadi tanggung jawab terhadap keluarga. Secara kodrati. tanggung jawab manusia kepada Tuhan. sekolah. dan demi cita-citanya. antara lain: Pertama. Sadar bahwa kedisiplinan sangat diperlukan walaupun tanpa ada pengawasan.Jika puisi tersebut kita gunakan sebagai bahan pembelajaran dan kita berikan kepada siswa sebagai bahan apreasiasi. Semua dilakukan karena mreka bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan hidupnya Menurut Chepy Haricahyono (1987). kita harus mencari upaya agar siswa tertarik dan berminat untuk mempelajari puisi tersebut karena setelah proses pembelajaran ada karakter tertentu yang diharapkan sehingga terbentuk pribadi yang berkarakter. Atau mungkin ada yang beranggapan bahwa puisi tersebut sulit dipahami maksudnya sehingga tidak ada minat untuk mempelajarinya. tanggung jawab manusia terhadap dirinya sendiri. manusi juga bertanggung jawab atas pelaksanaan perintah dan pemenuhan larangan-larangan- . Kita dapat memberikan gambaran atau menunjukkan secara langsung kepada siswa tentang kendaraan yang digunakan orang dalam bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup. anak pun pada dasarnya tidak terlepas dari tanggung jawab terhadap keluarganya. Mengapa mereka bekerja? Untuk apakah mereka bekerja? Dengan upaya-upaya yang dilakukan di atas. Sebagai siswa harus memililki karakter disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Kita mungkin sering tergelitik oleh berbagai cerita tentang anak-anak usia sekolah yang terpaksa bekerja keras membanting tulang demi biaya hidup. Kemudian kita tanyakan beberapa pertanyaan kepada mereka. Seseorang harus bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan hidupnya. majalah. Tanggung jawab kepada keluarga tidak saja merupakan kapasitas orang tua. Pemenuhan terhadap kebutuhan hidup haruslah dilakukan dengan bekerja keras seperti yang dilakukan ibu-ibu dalam puisi ”Perempuan-Perempuan Perkasa”. diharapkan siswa akan lebih berminat untuk belajar puisi sesuai dengan tujuan dan karakter yang diinginkan. Upaya apakah yang dilakukan guru jika hal ini terjadi? Sebagai seorang guru. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan agar siswa tertarik dengan pembelajaran puisi tersebut adalah dengan cara menggunakan metode yang tepat. Lebih realistik sering kita lihat pemandangan anak-anak dengan seragam sekolah menjajakan koran. Tanpa kerja mustahil kebutuhan hidup dapat terpenuhi. Dalam hal ini manusia dituntut untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. bagaimanakah reaksi dan minat siswa terhadap puisi tersebut? Karakter yang bagaimanakah yang kita harapkan terbentuk setelah mengapresiasinya? Mungkin sebagian siswa ada yang tidak tertarik terhadap puisi tersebut karena dianggap puisi tersebut bukanlah puisi yang bermakna. Seseorang harus disiplin dalam mengatur waktu untuk mencapai tujuan seperti halnya kereta api yang selalu berangkat tepat waktu mengantar penumpang sesuai tujuan sehingga pemumpang tidak terlambat. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Kita dapat menunjukkan atau membawa anak untuk melihat secara langsung orang yang sedang bekerja. Manusia menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Namun. Kedua. tidak tergantung kepada orang lain. Dalam hal ini orang harus bertanggung jawab terhadap kebutuhan diri. Ketiga. Kita bisa membawa anak ke dalam situasi dan kondisi sesungguhnya mengenai kehidupan orang-orang yang mencukupi kebutuhan hidup. tanggung jawab kepada masyarakat. manusia memiliki beberapa tanggung jawab. Dalam puisi ”Perempuan-Perempuan Perkasa” terkandung karakter berkaitan dengan disiplin dan tanggung jawab. sejak lahir sampai mati manusia memerlukan bantuan atau kerja sama dengan orang lain. menjalankan kewajiban-kewajibannya dengan tidak melakukan aniaya terhadap dirinya sendiri. Selain itu. dan semacamnya.

sebab tidak ada daya tarik baginya. Dengan kata lain. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia tidak bisa terlepas dari tanggung jawab. baik tanggung jawab kepada diri sendiri. Najib. 2010.charactered. Surabaya: Usaha Nasional Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Pendidikan Berbasis Karakter. Sebagai seorang pendidik guru harus selalu berusaha untuk membangkitkan minat belajar untuk tujuan membentuk peribadi yang berkarakter. guru harus berusaha membangkitkan minat siswa sehingga siswa memiliki minat belajar yang besar. Tanpa adanya minat hasil pembelajaran yang diharapkan tidak akan maksimal. 2010. untuk mengatasi siswa yang kurang berminat dalam belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta Gie. Kita mendapatkan akhlak baik melalui praktek atau kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Apa itu Pendidikan Karakter? . kebiasaan baik. guru hendaknya berusaha bagaimana menciptakan kondisi tertentu agar siswa itu selalu butuh dan ingin terus belajar. The Liang. Cara Belajar yang Efisien. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2001. Dalam kenyataan. Jogjakarta: Gajah Mada Univercities Pres Haricahyono. Pentingnya peranan minat dalam proses pembelajaran perlu dipahami oleh pendidik agar dapat melakukan berbagai bentuk tindakan atau bantuan kepada siswa. Apabila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa. Oleh karena itu.net. 1987.Nya. 2010. hormat dan santun. DAFTAR PUSTAKA Djamarah. 1990. Cheppy. salah satunya adalah mengembangkan variasi dalam gaya mengajar. siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. dan membantu orang lain. Fondasi dari pengembangan karakter adalah perilaku. Orang tua harus membantu anak untuk menumbuhkan perilaku moral yang baik melalui disiplin diri. Saran Minat sangat erat hubungannya dengan belajar. ada yang mengembangkan minatnya terhadap materi pelajaran dikarenakan pengaruh dari gurunya. Jangan mendidik karakter hanya dengan kata-kata saja. temannya. Simpulan dan Saran Simpulan Minat memiliki pengaruh yang besar terhadap proses dan hasil belajar sesuai dengan karakter siswa. tidak semua belajar siswa didorong oleh faktor minatnya sendiri.yaitu bagaimana mendorong mereka untuk berperilaku baik. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab sekolah untuk menyediakan situasi dan kondisi yang bisa merangsang minat siswa terhadap belajar sehingga anak menjadi pribadi yang berkarakter. ataupun orang tuanya. Hal ini mungkin dapat dilakukan dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik. Ilmu Budaya Dasar. Oleh sebab itu. tanggung jawab kepada masyarakat maupun tanggung jawab kepada Tuhan. Jakarta: PT Rineka Cipta Sulhan. Surabaya: PT Jepe Press Media Utama http://www. Jakarta: Balai Pustaka Slameto. Strategi Belajar Mengajar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful