MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK PRIBADI SISWA YANG BERKARAKTER

MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK PRIBADI SISWA YANG BERKARAKTER
oleh, Suhartini,S.Pd

ABSTRAK Pada dasarnya minat adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat yang timbul. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya. Dapat pula diwujudkan melalui peran serta dalam suatu aktivitas. Siswa yang berminat terhadap objek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap objek tersebut. Membangkitkan minat belajar siswa pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajari dengan dirinya sendiri sebagai individu. Proses ini menunjukkan pada siswa bahwa pengetahuan atau kecakapan tertentu dapat mempengaruhi dirinya dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Apabila siswa menyadari bahwa belajar merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan, ia akan berminat dan termotivasi untuk belajar. Upaya membangkitkan minat belajar sangat penting dilakukan terutama oleh guru-guru di sekolah. Hal ini perlu dilakukan karena minat sangat berpengaruh terhadap hasil belajar terutama dalam upaya membentuk siswa menjadi pribadi yang berkarakter. Pribadi yang berkarakter adalah pribadi yang memiliki tabiat, kebiasaan atau watak yang tertanam dalam dirinya. Bertolak dari anggapan tersebut, dalam karya tulis ini penulis ingin menggambarkan hubungan minat dengan pembentukan karakter melalui karya tulis berjudul ” Membangkitkan Minat Belajar Sebagai Upaya Membentuk Pribadi Siswa yang Berkarakter.” Rumusan dalam karya tulis ini adalah (1) Bagaimana cara membangkitkan minat belajar? (2) Adakah hubungan minat belajar dengan upaya pembentukan pribadi siswa yang berkarakter? Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah metode deskriptif yaitu suatu metode yang memberikan gambaran tentang minat belajar dan pembentukan pribadi yang berkarakter. Hasil dari karya tulis ini menunjukkan bahwa minat siswa perlu dibangkitkan oleh guru agar upaya membentuk pribadi yang berkarakter tercapai Kata kunci: minat belajar, pribadi berkarakter

tujuan penulisan karya tulis ini dapat dikemukakan sebagai berikut.3 Tujuan Penulisan Berdasarkan rumusan masalah di atas. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan dengan tujuan tertentu (KBBI. 2010:148) Minat dan motivasi dalam belajar mempunyai hubungan yang erat sekali. Motivasi sangat diperlukan oleh siswa karena hal ini berpengaruh terhadap banyak sedikitnya informasi yang dapat diserap siswa pada waktu materi disajikan kepada mereka. salah satunya adalah strategi/metode belajar mengajar yang digunakan oleh guru. Sebaliknya. Jika hal ini terjadi berlarut-larut dan terus-menerus tanpa adanya upaya seorang pendidik untuk membangkitkannya maka bisa jadi siswa tidak akan pernah memahami dan menaruh perhatian terhadap materi pelajaran. Dengan media yang menarik siswa akan termotivasi untuk memperhatikan dan tentunya akan lebih memiliki rasa keberminatan mengikuti KBM. 1. Untuk itu seorang guru harus mengupayakan strategi belajar mengajar yang tepat yang melibatkan siswa secara langsung baik secara fisik maupun pikiran. .1 Latar Belakang Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) sering kita temui anak yang sulit memahami materi pelajaran yang sedang diajarkan. sehingga siswa akan berusaha menyerap dengan lebih baik.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian yang penulis ungkapkan dalam latar belakang. Banyak faktor yang menyebabkan anak sulit memahami materi.Pendahuluan 1. Tanpa adanya minat untuk belajar. Bagaimana cara membangkitkan minat belajar? 2. Motivasi merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi seorang anak didik (Djamarah dan Aswan Zain. biasanya cenderung untuk memperhatikan dan termotivasi terhadap mata pelajaran tersebut. Seseorang yang menaruh minat yang tinggi pada mata pelajaran tertentu. Siswa yang termotivasi untuk belajar tentu akan sungguh-sungguh dalam mempelajari materi. 2001: 756). Untuk menggambarkan cara membangkitkan minat belajar. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk membantu siswa memahami materi adalah dengan menggunakan media yang menarik sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Sebenarnya minat siswa dapat kita bangkitkan dengan cara memberikan motivasi. Adakah hubungan minat belajar dengan upaya pembentukan pribadi siswa yang berkarakter? 1. siswa tidak akan bergairah untuk menyerap materi. 1. bila minat dan motivasi belajar rendah maka perhatian siswa terhadap materi yang sedang diajarkan akan sangat berkurang. permasalahan dalam karya tulis ini dapat penulis rumuskan sebagai berikut: 1. Motivasi belajar siswa merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya.

karya tulis ini dapat dijadikan sebagai sumbangan informasi bagi dunia pendidikan terutama yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Suatu minat dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya. Jika seorang siswa memiliki minat pada pelajaran tertentu dia akan memperhatikannya. tertarik. Seseorang yang berminat terhadap sesuatu tentu akan lebih memperhatikan dengan perasaan senang tanpa ada tekanan. Minat mencegah gangguan dari luar Minat memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan. Kurangnya minat belajar dapat mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu bidang tertentu. dan dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Guru perlu membangkitkan minat siswa agar pelajaran yang diberikan mudah dimengerti.2. Selain itu.1 Minat Belajar Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh (Slameto. pengetahuan. dapat dikatakan bahwa minat . besar kecilnya minat sangat tergantung pada penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar dirinya. Siswa yang memiliki minat terhadap objek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap objek tersebut (Slameto. Demikian juga dengan siswa yang tidak menaruh perhatian yang pada mata pelajaran yang diajarkan. Minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam suatu kegiatan. kecakapan melalui usaha. 3. Karena itu minat belajar adalah kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan informasi. minat belajar adalah keterlibatan sepenuhnya seorang siswa dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai pemahaman tentang pengetahuan ilmiah yang dipelajari di sekolah. maka sukarlah diharapkan siswa tersebut dapat belajar dengan baik. arti penting minat dalam kaitannya dengan pelaksanaan studi adalah : 1. Minat memperkecil kebosanan belajar belajar dalam diri sendiri. Hal ini tentu berpengaruh terhadap hasil belajarnya. 2010:180). Untuk menggambarkan hubungan minat belajar dengan upaya pembentukan pribadi siswa yang berkarakter. bahkan dapat melahirkan sikap penolakan kepada guru. Namun sebaliknya. atau terlihat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Dalam hal ini. Minat memudahnya terciptanya konsentrasi. 2010:180). Menurut The Ling Gie. Jadi. 4. 2. 5. Minat melahirkan perhatian yang serta merta. Dengan demikian. jika siswa tidak berminat pada mata pelajaran yang sedang diajarkan biasanya dia malas untuk belajar. 1. Pembahasan 2. pengajaran atau pengalaman The Liang Gie menyatakan minat berarti sibuk.4 Manfaat Penulisan Penulisan karya tulis ini diharapkan bermanfaat terutama bagi guru dalam upaya pembentukan karakter siswa setelah kegiatan belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Kondisi tersebut amat penting sehingga konsentrasi yang baik akan melahirkan sikap pemusatan perhatian yang tinggi terhadap objek yang sedang dipelajari. melainkan kondisi yang terbentuk setelah dipengaruhi oleh lingkungan. kebutuhan.berhubungan erat dengan hasil belajar yang selanjutnya dapat digunakan sebagai pendorong untuk meningkatkan hasil belajar. Hal ini menggambarkan bahwa seseorang tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan apabila di dalam diri orang tersebut tidak adanya minat atau keinginan untuk mencapai tujuan yang diharapkan itu. demikian pula sebaliknya merupakan kondisi psikologis yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut. Konsentrasi merupakan aktivitas jiwa untuk memperhatikan suatu objek secara mendalam. minat dapat berubahubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Jikaguru tidak menggunakan variasi dalam proses pembelajaran. siswa akan cepat bosan dan jenuh terhadap materi pelajaran. Proses ini berarti menunjukkan pada siswa bagaimana pengetahuan atau kecakapan tertentu mempengaruhi dirinya dalam upaya mencapai kebutuhan-kebutuhannya. baik dari dalam maupun dari luar . Sedangkan bila dilihat dari faktor luar. Minat pada dasarnya adalah penerimaan suatu hubungan antara diri sendiri dan sesuatu di luar diri. Guru harus benar-benar menguasai semua keterampilan yang dibutuhkan dalam pengajaran antara lain: menguasai materi.2 Membangkitkan Minat Membangkitkan minat terhadap sesuatu pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajarinya dengan dirinya sendiri sebagai individu. minat dipengaruhi oleh cita-cita. Karena itu minat sifatnya berubah-ubah dan sangat tergantung pada individunya. Minat adalah keinginan jiwa terhadap sesuatu objek dengan tujuan untuk mencapai sesuatu yang diharapkan. keinginan. kemungkinan besar siswa akan berminat dan termotivasi untuk mempelajarinya. memiliki media pembelajaran yang menarik dan bervariasi. 2. minat menjadi motor penggerak untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Dilihat dari dalam diri siswa. Dalam lingkungan sekolah. Apabila siswa menyadari bahwa belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggapnya penting dan bila siswa melihat bahwa dari hasil dari pengalaman belajarnya akan membawa kemajuan pada dirinya. Tanpa adanya minat tujuan belajar tidak akan tercapai. Minat sebagai salah satu aspek psikologis dipengaruhi oleh beberapa faktor. Minat belajar dapat dibangkitkan melalui latihan konsentrasi. seperti belajar dengan menggunakan teknologi internet untuk memacu siswa mencari informasi yang mendukung proses belajar sehingga tidak terjadi proses pembelajaran yang monoton. semakin besar minat. Dapat dikatakan bahwa konsentrasi itu muncul jika seseorang menaruh minat pada suatu objek. Minat sebagai aspek kewajiban bukan aspek bawaan. Dengan demikian perlu adanya usaha-usaha atau pemikiran yang dapat memberikan solusi terhadap peningkatan minat belajar siswa. Dalam hubungannya dengan kegiatan belajar. membangkitkan minat belajar siswa merupakan tugas guru. Faktor luar tersebut dapat berupa kelengkapan sarana . Untuk mengatasi hal-hal tersebut guru hendaklah menggunakan variasi dalam mengajar. bakat dan kebiasaan.

Hasrat siswa untuk menerima pujian dari orang tua. Bila minat belajar didapatkan pada gilirannya akan menumbuhkan konsentrasi atau kesungguhan dalam belajar. 2010: 1). Minat berkaitan dengan nilai-nilai tertentu. pergaulan dengan orang tua. ahli dalam salah satu ilmu. 6. tabiat. Dengan demikian minat belajar tidak perlu berangkat dari nilai atau motivasi yang muluk-muluk. Dengan demikian diharapkan nantinya sekolah menghasilkan lulusan yang berkualitas yaitu lulusan yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki karakter. Penyajian materi yang dirancang secara sistematis. 5. Suatu dorongan batin untuk memuaskan rasa ingin tahu dalam satu atau lain bidang studi.tabiat ((KBBI. guru atau teman-teman. Gambaran diri dimasa mendatang untuk meraih sukses dalam suatu bidang khusus tertentu. Suatu hasrat untuk memperoleh nilai-nilai yang lebih baik dalam semua mata pelajaran.3.Konsep Pribadi Berkarakter Menurut Kamus Modern Bahasa Indonesia. Sebenarnya pembentukan bukan hanya tugas guru di sekolah tetapi orang tua juga sangat berperan dalam pembentukan karakter. Mengembangkan kebiasaan yang teratur 4. Pembentukan karakter dapat dimulai sejak anak berusia dini sehingga karakter anak mudah terbentuk. 4. merenungkan nilai-nilai dalam aktivitas belajar sangat berguna untuk membangkitkan minat. baik karakter buruk maupun karakter baik (Najib Sulhan. . Misalnya belajar agar lulus ujian. menjadi juara. Mempertahankan cita-cita dan aspirasi siswa. Menurut Slameto (2010). 5.dan prasarana. faktor-faktor yang berpengaruh di atas dapat diatasi oleh guru di sekolah dengan cara: 1. 2001: 1270). 2. budi pekerti. Sekolah tidak lagi hanya sebagai tempat untuk belajar bidang akademik tetapi juga sebagai sebagai tempat membangun karakter siswa. Meningkatkan kondisi fisik siswa. Memberikan rangsangan kepada siswa agar menaruh perhatian yang tinggi terhadap bidang studi yang sedang diajarkan. 2. 3. dan anggpan masyarakat terhadap suatu objek serta latar belakang sosial budaya. karakter adalah watak. memenuhi rasa ingin tahu mendapatkan gelar atau memperoleh pekerjaan. Menyediakan sarana penunjang yang memadai. lebih praktis dan penyajiannya lebih berseni. 2. 3. Oleh karena itu. pembawaan. Watak adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku. Hasrat siswa untuk meningkatkan siswa dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Beberapa hal penting yang dapat dijadikan alasan untuk mendorong tumbuhnya minat belajar dalam diri seorang siswa yaitu : 1. kebiasaan. Pada dasarnya manusia adalah makhluk dengan berbagai karakter. Pada era sekarang ini pembangunan karakter di sekolah adalah sebuah kebutuhan.

keandalan Ketekunan. menghormati Toleransi Cukup pengawasan Kejujuran. Pendidikan Karakter telah mengadopsi sembilan dari sifat yang paling populer kami. patriotisme (sebuah cinta untuk dan loyalitas ke negara). kata-kata. kegunaan Patriotisme. impuls dan keinginan. kewarganegaraan (menjadi patuh hukum dan terlibat dalam pelayanan ke sekolah. Berikut adalah ciri-ciri pendidikan berkarakter: Sifat Karakter Kejujuran Tanggung jawab Ketekunan Merawat Kewarganegaraan Menghormati Keadilan Disiplin diri Integritas Patriotisme Keberanian Sifat Terkait Sejati. keberanian (melakukan hal yang benar dalam menghadapi kesulitan dan mengikuti hati nurani Anda. Menjadi dapat dipercaya dan bertindak dengan integritas). loyalitas. sejati. kemurahan hati dan semangat mengampuni). Karakter Pendidikan harus dimasukkan ke dalam iklim dan rutinitas sehari-hari sekolah. dapat dipercaya dan komitmen). bukan orang banyak). merawat (menampilkan pemahaman orang lain dengan memperlakukan mereka dengan kebaikan. Jaringan Pendidikan Karakter membantu dalam upaya ini dengan menyediakan bahan-bahan yang dapat digunakan guru dalam format yang mudah dipahami. mengakui kesalahan. Sembilan sifat ini bukan ciri-ciri yang tepat diadopsi oleh semua sistem sekolah. keadilan (berlatih keadilan. Mengenali keunikan dan nilai setiap individu dalam masyarakat yang beragam kita). Bekerjasama dengan satu sama lain. kesabaran Kebaikan. pemerataan dan kesetaraan. kepercayaan Kewarganegaraan. menghormati (menampilkan menjunjung tinggi otoritas. sportif Self-respect. Bersikap jujur. Namun ciri-ciri yang paling dan nilai-nilai yang digunakan dalam pendidikan karakter adalah sama atau terkait dengan karakter ini. masyarakat dan negara). baik. tanggung Jawab Ketabahan. disiplin diri (mendemonstrasikan kerja keras mengendalikan emosi Anda. belas kasihan. ketekunan (mengejar tujuan layak dengan tekad dan kesabaran sementara menunjukkan ketabahan ketika dihadapkan dengan kegagalan). kedermawanan. keceriaan. diri dan negara. Karakter yang dimaksud antara lain: tanggung jawab (menjadi akuntabel dalam kata dan perbuatan. orang lain. penentuan Langkah-langkah pembentukan karakter menurut Najib Sulhan (2010: 15-20) adalah sebagai berikut . charity. pengabdian. kejujuran (mengatakan kebenaran. integritas Ketergantungan. Memperlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Memahami bahwa semua orang memiliki nilai sebagai manusia). dapat dipercaya dan yang tidak fana). Memberikan yang terbaik dalam segala situasi).Karakter yang dimaksud yang tentunya tidak terlepas dari nilai-nilai moral dan agama yang dapat menjadi bekal dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Memiliki rasa kewajiban untuk memenuhi tugas dengan keandalan. tindakan. integritas (sebuah kepatuhan perusahaan untuk kode nilai-nilai terutama moral atau artistik.

Anak yang melakukan pelanggaran diberi hukuman yang mendidik. seperti : gairah. Rumah adalah tempat pertama anak berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lingkunganya. Pemantauan secara kontinyu Pemantauan secara kontinyu merupakan wujud dari pelaksanaan pembangunan karakter.1. 2. ke manakah mereka? Di atas roda-roda baja mereka berkendara Mereka berlomba dengan surya ke gerbang kota Mereka hidup di pasar-pasar kota Perempuan-perempuan yang membawa bakul pagi buta siapakah itu Mereka ialah ibu-ibu berhati baja Akar-akar yang melata dari tanah berbukitan turun ke kota Mereka: cinta kasih yang bergerak menghadapi desa demi desa . keinginan. Memasukkan konsep karakter pada setiap pembelajaran dengan cara:      Menanamkan nilai kebaikan kepada anak (knowing the good). Penilaian oang tua. Pemberian penghargaan kepada anak yang membiasakan melakukan kebaikan. 3. minat belajar itu adalah perhatian. Menanamkan konsep diri kepada anak setiap akan memasuki materi pelajaran Menggunakan cara yang membuat anak memiliki alasan atau keingginan untuk berbuat baik (desiring the good) Memberikan beberapa contoh kepada anak mengenai karakter yang sedang dibangun. Waktu anak di rumah lebih banyak dibandingkan di sekolah. ketertarikan siswa terhadap belajar yang ditunjukkan melalui keantusiasan. Membuat slogan yang mampu menumbuhkan kebiasaan baik dalam segala tingkah laku masyarakat sekolah. Misalnya melalui cerita dengan tokoh-tokoh yang mudah dipahami siswa. Minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala. Pengaplikasian karakter dalam proses pembelajaran selama di sekolah. partisipasi dan keaktifan dalam belajar. 4. Perempuan-Perempuan Perkasa Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta dari manakah mereka Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa Sebelum peluit kereta api terjaga Sebelum bermula dalam kerja Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta. Mengembangkan sikap mencintai perbuatan baik (loving the good). rasa suka. Marilah kita renungkan sebuah puisi karya Hartojo AndangDjaja. dengan kata lain. perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman. Melaksanakan perbuatan baik (actingnthe good). Orang tua memiliki peranan yang besar dalam membangun karakter anak.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. diharapkan siswa akan lebih berminat untuk belajar puisi sesuai dengan tujuan dan karakter yang diinginkan. Seseorang harus disiplin dalam mengatur waktu untuk mencapai tujuan seperti halnya kereta api yang selalu berangkat tepat waktu mengantar penumpang sesuai tujuan sehingga pemumpang tidak terlambat. Namun. kita harus mencari upaya agar siswa tertarik dan berminat untuk mempelajari puisi tersebut karena setelah proses pembelajaran ada karakter tertentu yang diharapkan sehingga terbentuk pribadi yang berkarakter. antara lain: Pertama. dan demi cita-citanya. Tanggung jawab kepada keluarga tidak saja merupakan kapasitas orang tua. Secara kodrati. bagaimanakah reaksi dan minat siswa terhadap puisi tersebut? Karakter yang bagaimanakah yang kita harapkan terbentuk setelah mengapresiasinya? Mungkin sebagian siswa ada yang tidak tertarik terhadap puisi tersebut karena dianggap puisi tersebut bukanlah puisi yang bermakna. majalah. Dalam hal ini orang harus bertanggung jawab terhadap kebutuhan diri. Kedua. Dalam hal ini manusia dituntut untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. sekolah. tanggung jawab manusia kepada Tuhan. Sadar bahwa kedisiplinan sangat diperlukan walaupun tanpa ada pengawasan. manusi juga bertanggung jawab atas pelaksanaan perintah dan pemenuhan larangan-larangan- .Jika puisi tersebut kita gunakan sebagai bahan pembelajaran dan kita berikan kepada siswa sebagai bahan apreasiasi. Dalam puisi ”Perempuan-Perempuan Perkasa” terkandung karakter berkaitan dengan disiplin dan tanggung jawab. tanggung jawab kepada masyarakat. dan semacamnya. Mengapa mereka bekerja? Untuk apakah mereka bekerja? Dengan upaya-upaya yang dilakukan di atas. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan agar siswa tertarik dengan pembelajaran puisi tersebut adalah dengan cara menggunakan metode yang tepat. Tanggung jawab terhadap diri sendiri dapat diperluas maknanya menjadi tanggung jawab terhadap keluarga. Manusia menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Semua dilakukan karena mreka bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan hidupnya Menurut Chepy Haricahyono (1987). tanggung jawab manusia terhadap dirinya sendiri. manusia memiliki beberapa tanggung jawab. Kita mungkin sering tergelitik oleh berbagai cerita tentang anak-anak usia sekolah yang terpaksa bekerja keras membanting tulang demi biaya hidup. Selain itu. anak pun pada dasarnya tidak terlepas dari tanggung jawab terhadap keluarganya. Upaya apakah yang dilakukan guru jika hal ini terjadi? Sebagai seorang guru. Tanpa kerja mustahil kebutuhan hidup dapat terpenuhi. Ketiga. Atau mungkin ada yang beranggapan bahwa puisi tersebut sulit dipahami maksudnya sehingga tidak ada minat untuk mempelajarinya. Kemudian kita tanyakan beberapa pertanyaan kepada mereka. menjalankan kewajiban-kewajibannya dengan tidak melakukan aniaya terhadap dirinya sendiri. Sebagai siswa harus memililki karakter disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Pemenuhan terhadap kebutuhan hidup haruslah dilakukan dengan bekerja keras seperti yang dilakukan ibu-ibu dalam puisi ”Perempuan-Perempuan Perkasa”. Kita dapat memberikan gambaran atau menunjukkan secara langsung kepada siswa tentang kendaraan yang digunakan orang dalam bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup. Kita bisa membawa anak ke dalam situasi dan kondisi sesungguhnya mengenai kehidupan orang-orang yang mencukupi kebutuhan hidup. Seseorang harus bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan hidupnya. Kita dapat menunjukkan atau membawa anak untuk melihat secara langsung orang yang sedang bekerja. sejak lahir sampai mati manusia memerlukan bantuan atau kerja sama dengan orang lain. tidak tergantung kepada orang lain. Lebih realistik sering kita lihat pemandangan anak-anak dengan seragam sekolah menjajakan koran.

tidak semua belajar siswa didorong oleh faktor minatnya sendiri. Hal ini mungkin dapat dilakukan dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik. Dengan kata lain. Tanpa adanya minat hasil pembelajaran yang diharapkan tidak akan maksimal. hormat dan santun. Jakarta: PT Rineka Cipta Gie.yaitu bagaimana mendorong mereka untuk berperilaku baik. 2010. Strategi Belajar Mengajar. untuk mengatasi siswa yang kurang berminat dalam belajar. Cheppy. guru hendaknya berusaha bagaimana menciptakan kondisi tertentu agar siswa itu selalu butuh dan ingin terus belajar. baik tanggung jawab kepada diri sendiri. dan membantu orang lain. Pentingnya peranan minat dalam proses pembelajaran perlu dipahami oleh pendidik agar dapat melakukan berbagai bentuk tindakan atau bantuan kepada siswa. salah satunya adalah mengembangkan variasi dalam gaya mengajar. Oleh sebab itu. The Liang.net. siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya. Apabila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa. Surabaya: PT Jepe Press Media Utama http://www. Jakarta: Balai Pustaka Slameto. Pendidikan Berbasis Karakter. Jakarta: PT Rineka Cipta Sulhan. Najib. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia tidak bisa terlepas dari tanggung jawab. Simpulan dan Saran Simpulan Minat memiliki pengaruh yang besar terhadap proses dan hasil belajar sesuai dengan karakter siswa. Surabaya: Usaha Nasional Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Jangan mendidik karakter hanya dengan kata-kata saja. Apa itu Pendidikan Karakter? . 2010. Saran Minat sangat erat hubungannya dengan belajar. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Nya. ada yang mengembangkan minatnya terhadap materi pelajaran dikarenakan pengaruh dari gurunya. sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab sekolah untuk menyediakan situasi dan kondisi yang bisa merangsang minat siswa terhadap belajar sehingga anak menjadi pribadi yang berkarakter. kebiasaan baik. Orang tua harus membantu anak untuk menumbuhkan perilaku moral yang baik melalui disiplin diri. Sebagai seorang pendidik guru harus selalu berusaha untuk membangkitkan minat belajar untuk tujuan membentuk peribadi yang berkarakter. Oleh karena itu. Ilmu Budaya Dasar. Jogjakarta: Gajah Mada Univercities Pres Haricahyono. Cara Belajar yang Efisien. 2010. Fondasi dari pengembangan karakter adalah perilaku. Dalam kenyataan. temannya. DAFTAR PUSTAKA Djamarah.charactered. guru harus berusaha membangkitkan minat siswa sehingga siswa memiliki minat belajar yang besar. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Kita mendapatkan akhlak baik melalui praktek atau kejadian dalam kehidupan sehari-hari. 1987. sebab tidak ada daya tarik baginya. ataupun orang tuanya. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. tanggung jawab kepada masyarakat maupun tanggung jawab kepada Tuhan. 1990.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful