P. 1
Proposal Ternak Domba

Proposal Ternak Domba

|Views: 403|Likes:
Published by Tubagus Hidayat

More info:

Published by: Tubagus Hidayat on Sep 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2014

pdf

text

original

Proposal Ternak Domba

I.

PENDAHULUAN PROFIL KElOMPOK TERNAKITA SALUYU Alamat Subang : Kp. Nunuk, Desa Dayeuh Kolot, Kec Sagalaherang, Kab

Pada awal pembentukan, kelompok Ternak Kita SALUYU hanya terdiri dari 10 orang yang biasa disebut mitra dengan jumlah Domba 25 ekor bakalan (penggemukan). Sebagian besar mitra sudah biasa beternak, karena beternak adalah usaha pokok mereka. Lokasi mitra dalam kelompok tersebar di 3 Kampung ; yaitu Kampung Cimuja, Kampung Nunuk dan Kampung Bojong rangkas Periode kedua, tahun 2008, jumlah mitra yang terdapat dalam Kelompok SALUYU sebanyak 29 orang, jumlah Domba 208 ekor dengan program pembibitan. Dana bergulir dan pembinaan kelompok selama ini diperoleh dari Dompet Dhuafa Bandung. Setelah terjadi penjualan, saat ini kelompok TERNAKITA SALUYU memiliki Domba 104 ekor, Sapi 7 ekor, yang tersebar di 5 Kampung, di 3 desa, dan 2 kecamatan (Sagalaherang dan Cikujang) di Kabupaten Subang dengan jumlah anggota 62 orang. Di setiap kampung terdapat perwakilan ketua yang menginduk ke ketua pusat yang ada di Kampung Cimuja. Aktifitas perguliran dana dan strategi pengembangan ternak diserahkan kepada masing – masing ketua perwakilan, tentunya dibawah koordinasi ketua pusat dan SOP/Aturan peternakan dari Dompet Dhuafa Bandung. Silaturahmi dan pelatihan peternakan sebulan sekali diadakan oleh penanggungjawab program dari DDB. Pemasaran Domba selama ini berjalan dengan lancar karena didukung oleh program akikah dari DDB yang setiap bulan sekitar lima ekor. Disamping itu mitra juga sudah terbiasa berhubungan dengan bandar Domba yang ada dilingkungan sekitarnya untuk mempermudah pemasaran. Keberadaan sebuah kandang yang tepusat merupakan suatu kebutuhan bagi kelompok ternak SALUYU, maka dengan semangat dan keinginan yang tinggi untuk maju, mitra

KEGIATAN MITRA KELOMPOK TERNAKITA SALUYU II. Jumlah tenaga kerja yang banyak Kelemahan (W) Tingkat peternak rendah 2. Tingkat Pengalaman beternak yang 1. Motivasi berkelompok yang tinggi 4. nama tempat tersebut adalah Wisma ternak terdiri dari 60 kamar untuk pejantan dan bisa juga dialih fungsikan sebagai tempat untuk pembibitan serta 7 kamar untuk Sapi. ANALISIS SWOT KELOMPOK TERNAKITA SALUYU Internal Kekuatan (S) 1. Sedangkan tujuan dibuatnya adalah untuk mengantisipasi masalah ternak. Jumlah modal yang dimiliki sedikit dengan untuk tidak sebanding warga pendidikan SDM kemauan bergabung dengan . Motivasi beternak tinggi 3. karantina ternak yang sakit dan sentra penelitian ternak. tempat seleksi kualitas ternak.SALUYU membuat suatu kandang sentral yang berfungsi sebagai : tempat penangkaran ternak. tinggi 2.

Pemeliharaan ternak masih skala kecil dan tradisional SDA 1. HMT (hijauan makanan ternak) banyak tersedia Daya Wilayah 1. Wilayah pengembangan untuk VBC (Village Breeding Center) 3. Dukung Lokasi kelompok TERNAKITA SALUYU dekat dengan pasar ternak Sagalaherang Subang. Sebagian besar belum dengan berpengalaman 1. Iklim sesuai dengan habitat ternak Domba Kelembagaan Kebijakan Pemerintah 1. Pihak desa sepakat untuk mengembangkan perekonomian desa dengan adanya kelompok ternak . Lahan pertanian luas 2.kelompok ternak 3. Adanya Program Swasembada daging kelompok tani-ternak 2010 2. 2.

Eksternal Peluang (O) Ancaman (T) Potensi Pasar 1. Adanya penyakit cacingan III. Strategi berdasarkan unsur peluang dan kekuatan (SO Strategi) 2. peluang dan tantangan adlah sebagai berikut : 1. Belum memiliki kendaraan kelompok 1. Pesanan Akikah cukup tinggi tiap bulnya dari DDB atau dari individu relasi kelompok Transportasi Penyakit 1. Tingkat pemotongan ternak tinggi saat Idul Adha di desa Dyeuhkolot (sekitar 500 ekor Th 2008) 2. kelemahan. Kelompok sudah dikenal oleh Bandar Domba disekitar Sagalaherang 3. Strategi berdasarkan unsur peluang dan kelemahan (WO Strategi) . Alternatif pengembangan usaha pembibitan ternak domba Kelompok TERNAKITA SALUYU terdiri dari 4 bagian berdasarkan unsur kekuatan. MAKSUD dan TUJUAN Dari matrik SWOT diatas maka kami bermaksud untuk mengembangkan kelompok ternak ini menjadi lebih besar dari sekarang.

Peningkatan intensitas pertemuan dan pelatihan mitra pada masing-masing wilayah cabang untuk membiasakan berorganisasi b. OT strategi terdiri dari: a. Peningkatan teknologi beternak 4. WO strategi terdiri dari : a. Penggunaan bibit unggul e. Pembelian sarana transportasi untuk kelompok c. Dompet Dhuafa Bandung bertindak sebagai pembina yang . PROGRAM KEMITRAAN PENGEMBANGAN TERNAK DOMBA Program ini dilakukan melalui prakarsa Dompet Dhuafa Bandung bekerja sama dengan kelompok TERNAKITA SALUYU. Peningkatan pelayanan kelembagaan pendukung usaha ternak Domba c. Strategi berdasarkan unsur peluang dan ancaman (OT Strategi) 4. Strategi berdasarkan unsur ancaman dan kelemahan (WT Strategi) Alternatif strategi tersebut adalah sebagai berikut : 1. Membiasakan mitra untuk berdagang ternaknya langsung kepasar b.3. Kerjasama dengan mantri hewan setempat d. WT strategi terdiri dari : a. Optimalisai produktivitas ternak Domba dengan pembibitan (VBC) b. Perbaikan pola usaha ternak dengan recording 3. Peningkatan pendapatan dengan penambahan skala usaha mitra b. Melakukan kemitraan dengan pihak yang mempunyai banyak modal termasuk pemerintah c. SO terdiri dari : a. Membangun relasi investasi dan pemasaran ternak kelompok IV. Mendirikan Wisma Ternak Domba pada masing-masing wilayah cabang 2.

Sementara Peternak atau kelompok ternak bertindak sebagai pengelola peternakan domba dalam jangka waktu tertentu dan berdasarkan perjanjian yang telah disepakati bersama. SISTEM MUDHOROBAH (bagi hasil) .juga sebagai fasilitaor. Sedangkan proposal ini ditujukan kepada pihak yang akan memberikan bantuan kepada kelompok TERNAKITA SALUYU baik individu. perusahaan atau pemerintah V.

SISTEM MONITORING DAN EVALUASI VII. Perkembangan perguliran Domba akan diproyeksikan dalam jangka waktu tiga tahun. sedangkan 10 ekor pejantan pamacek adalah asset kelompok di kandangkan di WISMA TERNAK. Proses perguliran dilakukan melalui suatu kelompok yang telah dibekali dengan pendidikan dan pelatihan. Terdiri dari 1 ekor jantan bakalan dan 4 ekor betina. SISTEM PENGELOLAAN Dalam kelompok TERNAKITA SALUYU. . amanah. mempunyai kemauan dan kemampuan beternak serta bertanggungjawab. Seleksi kelompok atas dasar survey sebelumnya. dengan kriteria Dhuafa. terdiri dari 62 orang yang dibekali Domba sebanyak 5 ekor Domba per anggota.VI.

248 ekor betina dan 10 pejantan) Selama 8 bulan pertama dari 248 ekor betina akan melahirkan minimal 298 ekor anakan dengan asumsi koefisiensi kelahiran 1.850.Jangka waktu satu pola perguliran bantuan ternak Domba adalah 3 tahun (36 bulan) dimana ternak Domba yang diberikan pada satu kelompok merupakan Domba yang sudah siap untuk kawin. Domba jantan minimal sudah berumur 18 bulan untuk pamacek dan umur 8 bulan untuk bakalan. Monitoring sejumlah Rp. Perguliran disesuaiakan dengan masa reproduksi Domba betina.2.  Pola perguliran dalam satu kelompok (62 ekor bakalan. Dan seterusnya. RENCANA PEMBIAYAAN Berikut ini secara global perhitungan rencana Modal awal yang dikeluarkan. 1. Pada delapan bulan kedua 248 ekor melahirkan lagi 298 ekor dan Domba produktif betina menjadi 596 ekor. Sedangkan reinvestasi Domba bakalan dapat berjalan dua kali dengan penambahan 20% keuntungan. obat-obatan ternak. VIII. ada dalam proyeksi.000 . dimana dalam 24 bulan saja dapat melahirkan 3 kali dengan jumlah anakan 1-3 ekor untuk sekali melahirkan. dengan asumsi :  Tahap 1 dan 2 persiapan pembuatan proposal. peluang kelahiran 50% jantan dan 50% betina serta mortalitas anak 10%.

Cash Flow.000 Jumlah (Rp) 148. Proyeksi Laba Rugi terlampir * Tabel 1.000.  * Proyeksi Populasi. Sedangkan untuk pembibitan akan terus berlangsung. beli 62 ekor bakalan @ Rp 600. 93. Mengutamakan vegetasi lingkungan yang melimpah di daerah beternak yang dapat digunakan sebagai bahan pakan. Total Rp.000 10.000   Tahap 5 & 6.000.000.800. 65. Rincian Pembelian Ternak Domba dan dana kegiatan kelompok untuk awal perguliran 3 tahun Spesifikasi Domba Betina Induk Pejantan Dewasa Q 248 10 Harga per ekor (Rp) 600.000 . 1000.800. beli 148 ekor indukan @ Rp.000  Tahap 4.000 serta 5 pejantan dewasa Rp 1.000 1.000 total Rp.000.200. Tahap 3. Total Rp.000.  Biaya operasional dan pembelian tahap selanjutnya mengikuti hasil penjualan tahap sebelumnya untuk pembelian bakalan.000.000 Tidak menggunakan pakan tambahan dari luar daerah. 600. beli 100 ekor indukan @ Rp 600.000 serta 5 pejantan dewasa Rp. 37.

800.950.000 2. Semoga dapat menunjukkan bahwa program pengembangan peternakan ini disamping dapat memberdayakan kaum dhuafa juga secara ekonomi memiliki prospek yang menguntungkan. Amiin. sehingga rencana ini dapat terealisasi dengan sukses dan semoga langkah ini menjadi amal soleh di sisiNya.000 IX. .000 TOTAL 215.000 5.500.000 3. semoga dapat memberi gambaran umum program pengembangan ternak Kelompok TERNAKITA SALUYU Kemitraan dengan Dompet Dhuafa Bandung.200.250.000 37. Akhirnya semoga Allah SWT selalu melimpahkan petunjuk dan rahmatNya kepada kita.500.000 dan 4. Penutup Demikianlah proposal program ini.000 3.000.Bakalan jantan Transport sekretariat Monitoring dan Evaluasi Pelatihan mitra peternak Obat ternak Dokumentasi dan pelaporan 62 Operasional 36 600.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->