BAB I PENGERTIAN MUSIK GEREJAWI Dalam pembicaraan tentang musik gerejawi, seringkali dijumpai istilah musik itu diasumsikan

dengan rangkaian nada yang dimainkan oleh para pemain dalam bentuk instrumen lagu atau dalam bentuk harmoni yang dimainkan untuk mengiringi lagu/pujian yang dinyanyikan oleh soloist, vocal group, koor atau jemaat. Dengan demikian, seolah-olah musik itu hanya bersangkut paut dengan para pemain musik saja (pianis, organis, gitaris, dsb). Apakah benar demikian? Baiklah kita melihat kembali pengertian musik itu sendiri, agar kita memperoleh pengertian yang benar. A. Pengertian Musik Secara Umum Beberapa sumber memberikan definisi musik sebagai berikut. 1. Musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1990). 2. Musik adalah nada atau suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu) (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa). 3. Musik adalah seni dan ilmu pengetahuan tentang hal menggabungkan bunyi vokal atau bunyi instrumental atau nada dalam berbagai macam melodi, harmoni, ritme/irama, dan warna nada, khususnya untuk membentuk komposisi/gubahan yang mempunyai susunan yang utuh dan mengekspresikan emosi (College Edition, 1990; Terjemahan Penulis). 4. Musik adalah seni menggabungkan suara dengan menggunakan berbagai macam instrumen musik atau penyanyi untuk menghasilkan bentuk irama, melodi, dan harmoni yang dimaksudkan untuk mengekspresikan pikiran atau perasaan dan untuk mempengaruhi emosi (Bay Books, 1986; Terjemahan Penulis). 5. Musik adalah ekspresi suara yang berirama untuk menyatakan pikiran dan emosi (M.S. Miller dan J.L. Miller,1973:466; Terjemahan Penulis). 6. Musik adalah bahasa emosi yang disusun dari nada-nada (berbagai warna nada) yang membentuk kesatuan yang menghasilkan ciri khas pada suara, melodi/lagu, harmoni (nada-nada yang berhubungan yang dibunyikan bersama-sama), dan ritme/irama (Berkley, t.t.: 264; Terjemahan Penulis). Dari beberapa definisi di atas, penulis mengklasifikasikan definisi-definisi tersebut ke dalam dua kelompok: (1) definisi musik sebagai ilmu; dan (2) definisi musik sebagai hasil karya seni. 1. Sebagai ilmu, musik adalah pengetahuan tentang hal menggabungkan nada-nada, yang berbentuk bunyi vokal atau instrumental, dalam berbagai macam irama, melodi/lagu, dan harmoni untuk menghasilkan komposisi yang mampu mengungkapkan pikiran dan emosi manusia. 2. Sebagai hasil karya seni, musik adalah nada, yang berbentuk bunyi vokal atau instrumental, yang disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi suara/bunyi yang mengandung irama, melodi/lagu dan harmoni yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan berkesinambungan, yang mengekspresikan pikiran dan emosi komposer yang dapat mempengaruhi pikiran dan emosi orang lain yang mendengarkan atau yang memainkan/menyanyikan hasil komposisi tersebut dan mengakibatkan perubahan sikap dan perilaku orang tersebut.

melodi/lagu dan harmoni yang merupakan kesatuan yang utuh dan berkesinambungan. yaitu bunyi vokal dan bunyi instrumental. musik gerejawi itu bukan hanya berbentuk musik instrumental. Tetapi penulis ingin mengaksentuasikan makna gereja yang paling hakiki. Bunyi vokal yang dimaksudkan di sini adalah bunyi yang dihasilkan dengan menggunakan mulut manusia. Sebagai ilmu. yang di dalamnya musik . yang berbentuk bunyi vokal (suara manusia) atau bunyi instrumental. tetapi juga bersangkut paut dengan seluruh jemaat Tuhan sebagai "vokalis". Sedangkan bunyi instrumental adalah bunyi yang dihasilkan dengan menggunakan alat musik. melainkan menunjuk kepada persekutuan orang-orang percaya. dan berikut ini akan dipaparkan pengertian tentang istilah gerejawi.B. Dalam pengertian inilah. 1. sehingga menjadi musik gerejawi. musik gerejawi adalah pengetahuan tentang hal menggabungkan nada-nada. yang mengekspresikan pikiran dan emosi komposer (sebagai orang percaya) yang dapat mempengaruhi pikiran dan emosi orang lain yang mendengarkan atau memainkan/menyanyikan hasil komposisi tersebut dan mengakibatkan perubahan sikap dan perilaku orang tersebut yang memuliakan Tuhan. tetapi juga berbentuk musik vokal atau lagu/puji-pujian (musik yang diberi syair/lirik). Pengertian Musik Secara Khusus Pengertian musik yang dimaksudkan di sini adalah pengertian musik yang dihubungkan dengan istilah gerejawi. BAB II TEOLOGI MUSIK Peristiwa-peristiwa Alkitab. melodi/lagu dan harmoni untuk menghasilkan komposisi yang mampu mengungkapkan pikiran dan emosi manusia (sebagai orang percaya) dalam hubungannya dengan Tuhan yang dipercayainya. Untuk memberikan batasan istilah musik gerejawi. dan bisa juga menunjuk kepada semua organisasi gereja sebagai wadah persekutuan orang Kristen yang memiliki denominasi masing-masing. yaitu bukan menunjuk kepada gedung gereja atau denominasi gereja tertentu. musik gerejawi adalah nada yang berbentuk bunyi vokal (suara manusia) atau bunyi instrumental. dan musik gerejawi ini digubah untuk meresponi karya penyelamatan Tuhan di dalam Kristus untuk orang berdosa. maka musik gerejawi dapat didefinisikan sebagai berikut. Pengertian musik sudah dielaborasikan pada bagian di atas. dan bunyi itu disebut suara. dapat dilihat adanya dua unsur fundamental yang menjadi bahan substansial dalam membuat musik gerejawi. dalam berbagai macam irama. 2. Di dalam kedua definisi ini (musik gerejawi sebagai ilmu dan hasil karya seni). Jadi. orang-orang yang telah dipanggil Tuhan menjadi umat-Nya. Berdasarkan pengertian gereja tersebut di atas. maka terlebih dahulu harus memiliki pengertian yang jelas tentang kedua istilah tersebut (musik dan gerejawi). Kata gerejawi adalah bentuk ajektiva dari kata gereja. yang disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi suara/bunyi yang mengandung irama. penulis menggunakan istilah gereja dalam batasan musik gerejawi yang akan dikemukakan berikut ini. jelaslah bahwa musik gerejawi itu bukan hanya bersangkut paut dengan para pemain musik saja. Sebagai hasil karya seni. Kata gereja bisa menunjuk kepada gedung gereja. Artinya adalah berkenaan dengan gereja. Dengan demikian.

melainkan ibadah dalam arti yang luas yang menyangkut seluruh pengalaman hidup bersama dengan Tuhan. Pertama. (2) musiknya menyuarakan karya penyelamatan Tuhan yang perkasa. yang membebaskan mereka dari tangan musuh. Allah yang benar. dapat diperoleh tiga pengajaran penting. Acara pentahbisan yang akbar ini dimeriahkan dengan kidung pujian yang diiringi ceracap.). Osbeck (1985) mengemukakan bahwa sejak permulaan musik dicatat dalam Alkitab. gambus dan kecapi (ayat 27). yang diimaninya.mengambil peran yang penting. Peristiwa Alkitab lainnya yang memberi dasar teologi musik adalah peristiwa pentahbisan tembok Yerusalem yang dicatat dalam kitab Nehemia 12:27--43. (3) musiknya meninggikan atribut-atribut Allah: Dia disebut agung. tanpa . Dia mengemukakan 3 hal yang menjadi motivasi Musa dan bangsa Israel memuji Tuhan dengan musik. Sagala (1994) memberikan perspektif yang senada tentang Kel 15:1--21. musik selalu mempunyai hubungan yang unik dengan pengalaman ibadah manusia. dan Dia memiliki kasih yang tak berkesudahan (Berkley. dan menguduskan pintu-pintu gerbang dan tembok (ayat 30). dalam ayat 31--42 dapat dilihat bahwa pelayanan musik dalam acara pentahbisan yang akbar tersebut dipersiapkan dan diorganisasikan dengan cermat dan rapi. (2) mereka memuji Tuhan karena apa yang telah dilakukan-Nya. Seorang penulis mengatakan bahwa nyanyian Musa bersama bangsa Israel ini memberikan 3 prinsip persembahan musik gerejawi: (1) Musa memimpin bangsa Israel untuk menyanyikan pujian kepada Tuhan dan menyanyikan pujian tentang Tuhan yang tinggi dan mulia. menguduskan seluruh umat. t. mereka ingin mensyukuri segala perbuatan yang telah dinikmatinya. Kitab Keluaran 15 merupakan contoh praktis yang menggambarkan hubungan yang unik antara musik dengan pengalaman hidup bangsa Israel bersama Tuhan. Kel 15:1--21 memberikan petunjuk yang prinsipil bahwa musik gerejawi itu harus (1) mengajarkan tentang Tuhan. Acara ini dilaksanakan dengan penuh pengucapkan syukur. atau bersifat eksklusif berpusat pada Tuhan dan manusia yang mempersembahkan pujian kepada-Nya. Kedua. Ini merupakan hal yang mutlak bahwa setiap orang yang terlibat dalam pelayanan musik gerejawi harus memiliki hidup yang kudus dan memelihara kemurnian hati dan motivasi pelayanannya. (3) mereka memuji Tuhan karena Dia milik mereka.t. Penulis sendiri melihat bahwa Kel 15:1--21 ini mengandung pengajaran tentang musik gerejawi. oleh karena Tuhan telah memberkati umat-Nya sehingga mereka berhasil membangun kembali tembok Yerusalem di tengah-tengah situasi/keadaaan yang sangat sulit. Musik gerejawi harus mampu mengartikulasikan ketiga hal yang prinsipil tersebut. Kel 15:1--21 memberikan prinsip-prinsip penting persembahan musik dalam ibadah kepada Tuhan. yakni musik gereja yang membawa mesase/berita secara seimbang. Tentu saja ibadah yang dimaksudkan di sini bukan hanya ibadah di dalam rumah Tuhan. (3) menyaksikan perbuatan Tuhan. juga bukan berpusat pada manusia. merupakan dasar yang penting bagi pengembangan teologi musik. kepada sesama. Mesase yang disampaikan dalam musik gerejawi bukan hanya berpusat pada Tuhan. Melalui peristiwa ini. (2) menyatakan iman kepada Tuhan yang diajarkan. mulia. kudus dan mengagumkan. Pelayanan musik gerejawi tidak dapat dilakukan dengan asal-asalan. para imam dan orang-orang Lewi menguduskan dirinya sendiri . mereka mempunyai hubungan yang istimewa dengan Tuhan. yaitu: (1) mereka memuji Tuhan karena keberadaan-Nya sebagaimana Dia ada.

t. hal ini tidak dapat terlepas dari hal yang pertama dan kedua. Pelayanan musik gerejawi dapat membawa nyanyian kemenangan ke dalam hati orang yang melakukan pelayanan dan orang yang mendengarkannya. mengeluh. ketakutan. menyesal.). kesepian. hymn (kidung pujian) dan spiritual song (lagu rohani). Rasul Paulus juga menetapkan jenis musik yang harus dinyanyikan. ada orang yang mengklasifikasikan jenis musik yang begitu banyak itu menjadi dua kelompok. Pasase Alkitab yang lain yang mempunyai signifikansi teologis bagi musik gerejawi adalah kitab Mazmur yang terdiri dari 150 pasal. yaitu musik Tuhan dan musik Hantu (Setan) (Hindarto. senang/gembira. BAB III ASAL MULA MUSIK A. Implikasi dari pendapat-pendapat teserbut adalah: ada jenis musik yang tidak termasuk musik Setan. Ketiga. antara lain gambaran emosi orang yang sedih. cemas." Degan kata lain. ada jenis-jenis musik yang lainnya (selain musik rock) yang dinyatakan sebagai musik Setan. t. Sudiyono (1996: 6) mengemukakan bahwa "sesungguhnya bukan hanya musik rock yang diklaim menjadi musik Setan. Rasul Paulus menyanyikan pujian kepada Tuhan pada waktu dia berada dalam penjara di Filipi. ayat 43 mengatakan bahwa Allah memberi mereka kesukaan besar sehingga mereka semua bersukacita." Lebih jauh lagi.persiapan dan pergorganisasian yang baik. yang penulis sampaikan. 1987) Apakah yang menjadi dasar seseorang menyebut jenis musik tertentu sebagai musik Setan dan jenis musik yang lainnya sebagai musik Tuhan? Jelas bahwa sebutan tersebut tidak terlepas dengan sumber/asal mula musik tersebut. Tentu saja. merana. yaitu berpusat pada Tuhan. setiap orang yang mengambil bagian dalam pelayanan musik gerejawi tidak berkamuflase dalam melakukan pelayanannya. apakah itu berarti Tuhan dan Setan masing-masing . dan sukacitanya itu terdengar sampai jauh. dan lagu rohani adalah nyanyian yang bersifat subyektif. ceria dan penuh keyakinan. yang didasarkan pada pengalaman pribadi (Berkley. kecewa. kidung pujian adalah nyanyian yang bersifat obyektif. Ada orang yang menyatakan jenis musik tertentu sebagai musik Setan. seperti yang diperintahkannya kepada jemaat Efesus (5:19) dan jemaat Kolose (3:16). Pelayanan musik gerejawi yang diperkenan Tuhan membawa dampak yang besar dan luas. Jenis musik tersebut adalah psalm (mazmur). didasarkan pada Kis 16:19--40. Jika demikian halnya. Misalnya Danny Tumiwa (1986: 1). Gambaran emosi yang diekspresikan dalam kitab Mazmur ini mengungkapkan realita hidup Pemazmur yang sesungguhnya. bahagia. Karena itu. Sebuah sumber menjelaskan sebagai berikut: mazmur adalah nyanyian pujian yang didasarkan pada kitab Mazmur. Ini berarti menuntut tanggung jawab baik secara pribadi maupun kelompok. Demikian juga seharusnya. Pemazmur tidak berkamuflase dalam mempersembahkan musiknya kepada Tuhan. Pencipta Musik Dewasa ini ada begitu banyak ragam/jenis musik. Melalui kitab Mazmur ini dapat diperoleh gambaran tentang berbagai macam emosi yang dapat diekspresikan melalui musik gerejawi. Hal yang terakhir. dia mengatakan bahwa "musik rock adalah musik Setan.

Maka dapat disimpulkan bahwa Tuhanlah yang menjadi sumber/asal mula atau Pencipta musik. dalam peristiwa penciptaan tidak dikatakan secara langsung "Allah menciptakan kambing" apakah ini berarti kambing tidak termasuk ciptaan Tuhan? Pada peristiwa penciptaan juga tidak dikatakan secara langsung "Allah menciptakan suara manusia". seperti nada-brahman (God as Sound) menurut Hinduisme. Kalau disebut musik Setan. Bukan kesimpulan yang spekulatif. Fakta di luar Alkitab yang menunjukkan Tuhan sebagai Pencipta musik. Misalnya. Alat-alat Musik dalam Alkitab Menurut Osbeck (1985). Setan itu suka mengaku-ngaku (lihat Matius 4: 8-9: Siapa yang punya dunia?) B. di dalam Alkitab ada kurang lebih 13 macam instrument/alat musik. . kita diberitahu bahwa Tuhan adalah Pencipta alam semesta dan segala isinya. adalah bahwa bangsa-bangsa di seluruh dunia ini. musik mungkin berasal dari kuasa ilahi yang primordial. Sedangkan menurut Ellingson (dalam Eliade. tetapi kesimpulan yang didasarkan pada kebenaran firman Tuhan. 1987). apakah ini berarti suara manusia berasal dari kambing dan bukan ciptaan Tuhan ? Dalam peristiwa penciptaan yang dicatat dalam Kejadian 1-2. dia tidak dapat menciptakan musik dari tidak ada musik menjadi ada musik. Kesamaan ini bukan suatu kebetulan. Pada abad 18 sampai dengan awal abad 20. Lalu. dsb (Eliade. bagaimana dengan musik setan? Setan tidak dapat menciptkan musik dari tidak ada musik menjadi ada musik. Fu-Hsi dan Huang-Ti (menurut lengeda Tiongkok mereka dianggap sebagai penemu musik). suara binatang di darat. Dia hanya mengaku-ngaku. obyek-obyek alami yang animistik. 1 Samuel 10:5: gambus. Apakah benar tidak ada penjelasan yang final tentang asal mula musik? Alkitab kita memberitahukan tentang sumber asal mula musik yang ultima. Yubal mahkluk ciptaan. Kejadian 4:21: kecapi & suling. mahluk ciptaan Tuhan. Yubal. Keluaran 15:20: rebana. Tetapi dari peristiwa penciptaan kita bisa menarik kesimpulan yang jelas dan benar. Menurut dia hanya sebatas inilah informasi yang bisa diperoleh tentang asal mula musik. dari yang tinggal di kota sampai yang di pedalaman. semua mempunyai musik yang khas. Setan tidak menciptakan musik (dalam arti di atas). Musik yang dimiliki oleh seluruh bangsa di dunia ini mempunyai 3 kesamaan unsur musik yaitu ada ritme/irama.menciptakan musik? Ada banyak pendapat mengenai asal mula musik. Ada yang menganggap musik itu berasal dari suara burung. sebagaimana dikemukakan Olden Frans (1993). dan tidak ada lagi penjelasan yang ultima di dalam kepercayaan religius. tetapi oleh karena penciptanya satu yaitu Tuhan yang menciptakan alam semesta dan segala isinya ini. rebana. tokoh-tokoh yang berpegang pada teori evolusi memperdebatkan tentang asal mula musik. 1987). jeritan dukacita pada kematian. Misalnya. itu harus diartikan sebagai musik yang dipakai oleh Setan untuk menarik manusia jauh dari Tuhan. melodi dan harmoni. Memang tidak ada pernyataan langsung secara eksplisit "Allah menciptakan musik" di dalam Alkitab kita. dalam Kejadian 4:21 disebut sebagai bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling.

tetapi ada pohon arbei yang tidak terhitung jumlahnya dan tidak ada satupun yang sama (M Best 1993). musisi-musisi Kristen harus menjadi "the first imaginer" bukan "the first imitator. rebab." bukan meniru atau menjiplak musik orang lain. dapat diperoleh juga prinsip yang lainnya. Alat-alat musik ini bisa diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok: stringed instruments (alat musik petik). kecapi. Penciptaan bukan hanya merupakan hasil pemikiran/imajinasi yang murni dan asli. KREATIVITAS DAN PEMBUATAN MUSIK Dalam bagian ini akan dieksplikasikan hubungan antara penciptaan Allah dengan kreativitas dalam pembuatan musik gerejawi. Best (1993) mengemukakan 3 perangkap/jerat imitasi (tiruan/peniruan) sbb. Hasil imitasi tersebut tidak mempunyai keunikannya sendiri. Daniel 3: 5: sangkakala. 1993). Berdasarkan pokok pembahasan no." Musisi Kristen punya tanggung jawab untuk menyajikan kembali segala bentuk musik yang ada dengan cara yang berbeda. 1985) BAB IV PENCIPTAAN ALLAH. karena apa yang Allah pikirkan dan lakukan tidak me-re-presentasikan (menyajikan ulang) atau meniru sesuatu. 2. Allah menciptakan segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Prinsip yang dikemukakan di sini adalah prinsip "Firstness" (hal yang pertama). 2. Melalui peristiwa penciptaan dapat diperoleh tiga prinsip penting yang berkaitan dengan musik gerejawi. Best. Dalam re-presentasi tersebut ada perkembangan kwantitas yang besar. Imitasi meragukan individualitas orang yang melakukan imitasi tersebut. serdam. 3. gambus. Allah adalah Pemikir pertama yang abstrak/nonrepresentasional (tidak ada kesamaan bentuknya di dalam alam). bukan meniru atau mengadopsi begitu saja dan menjadikannya sebagai musik gerejawi. Musisi Kristen harus kreatif dan mampu menciptakan "the first new music. 1. tetapi penciptaan itu berkelanjutan. Tetapi tidak ada satu hal pun . 3. karena melakukan imitasi itu berarti menduplikasikan hasil karya orang tersebut.suling. Setiap hal yang dibuat Allah adalah murni hasil pemikiran-Nya sendiri dan tanpa menggunakan referensi apapun (M. Dalam hal ini musisi kristen dituntut untuk mempunyai daya kreativitas yang tinggi. Imitasi itu meniadakan keunikan dari imitasi itu sendiri. 1." M. Dengan melakukan imitasi itu berarti imitator tersebut menyangkali haknya sendiri untuk melihat atau menyatakan sesuatu dengan cara yang berbeda. Musisi Kristen dalam membuat musik gerejawi harus mengikuti prinsip "firstness". Maz 150:5 Ceracap. wind instruments (alat musik tiup) dan instruments of percussion (alat musik tabuh) (Osbeck. kecapi. Prinsip yang bisa diambil di sini adalah me-re-presentasikan hal yang sama dengan cara yang berbeda atau menyatakan sesuatu "dengan kata lain. Imitasi itu meniadakan nilai individual dari hasil karya seseorang. Bukan hanya ada satu pohon arbei yang pertama.2. Dengan kata lain. seruling. karena keunikannya adalah hasil tiruan.

Periode PL Orang Ibrani menggunakan musik untuk beribadah kepada Tuhan. Ibadah tidak lagi terbatas di dalam bait Allah atau sinagoge. Bagi orang Ibrani. Pada jaman setelah kembali dari pembuangan di Babel. Kitab 2 Taw 5. tetapi harus tetap mempunyai "style" yang khas sebagai musik gerejawi. untuk pertama kalinya dibentuk paduan suara dan orkestra yang besar untuk ibadah di Tabernakel. BAB V SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN MUSIK GEREJAWI Materi yang dipresentasikan dalam pokok bahasan ini merupakan bahan ringkasan yang diambil dari buku yang berjudul The Ministry of Music (W.000 terompet dan 200. setiap re-presentasi itu mempunyai "style" (gaya) yang tersendiri atau khas. musik itu akan memiliki makna jika digunakan untuk menyembah atau memuji Tuhan. memberikan gambaran tentang perkembangan tersebut. ada satu hal yang tidak boleh hilang yaitu "style"-nya yang khas sebagai musik gerejawi. Dengan kata lain. Prinsip yang dikemukakan di sini adalah prinsip konsistensi yang kreatif dan inovatif. Sumber utama untuk mempelajari penggunaan musik dalam ibadah orang Ibrani ini adalah Alkitab PL. Periode PB Kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia membawa era baru dalam ibadah umat Tuhan. . Kis 16:25: Paulus dan Silas menyanyikan pujian kepada Allah di dalam penjara di Filipi. Para musisi Kristen boleh mengembangkan musik gerejawi secara kreatif dan inovatif. karena ada penindasan oleh pemerintah Romawi. tetapi orang-orang percaya itu sendiri menjadi bait Allah yang hidup. Selain itu. penggunaan musik yang megah dan agung dalam ibadah tetap mendapat prioritas dan mempunyai peranan yang penting.000 penyanyi yang memakai jubah.yang sama satu dengan yang lainnya. Dalam PL disebutkan bermacam-macam alat musik yang digunakan orang Ibrani. 1985: 17-22) A. yang dilatih untuk pelayanan ibadah. Meskipun demikian. Misalnya: Nyanyian Musa (Keluaran 15: 2-19) Nyanyian Miream (Keluaran 15: 20-21) Nyanyian Debora dan Barak (Hak 5: 2-3) Nyanyian Syukur Hana (1 Sam 2: 1-10) Nyanyian Syukur Daud (2 Sam 22) Pada jaman pemerintahan raja Daud. Misalnya. B. Banyak ibadah umat Tuhan yang harus dilakukan secara rahasia. musik tetap merupakan ekspresi yang natural atas sucakita baru yang ditemukan di dalam Kristus. Dalam upaya pembaharuan dan pengembangan musik gerejawi. Penggunaan musik dalam ibadah ini terus berkembang pada jaman pemerintahan raja Salomo. Yosephus (sejarahwan Yahudi) mencatat bahwa dalam bait Allah yang pertama ada 200. Osbeck. di dalam PL juga disebutkan sejumlah penyanyi dan nyanyian.

Lagu-lagu ini tidak diketahui asal mulanya. khususnya mengenai penggunaan orgen. mulai dari menyanyi bersama-sama sampai penggabungan dua suara atau lebih menjadi satu suara melodi. muncul sebuah liturgi yang ditetapkan untuk ibadah. di Inggris ada perkembangan bentuk musik yang baru di dalam gereja Anglican. Full Anthem (semua penyanyi menyanyikan seluruh lagu) 2. Bentuk "anthem" modern umumnya ditemukan dalam 3 bentuk: 1. Periode Renaisan-Reformasi Periode ini mulai dari kurang lebih thn. Periode Abad Pertengahan Abad pertengahan adalah periode waktu dari abad ke-4 sampai periode Renaisan-Reformasi. Dalam makna religius. juga ada penggunaan teks musik yang lain (selain dari Maz). Selain itu lagunya harus dinyanyikan bersama-sama. Berbeda dengan Luther. Johansson (1984) mengatakan bahwa Martin Luther mengambil lagu-lagu daerah dan mengganti syairnya dengan kata-kata rohani. Misalnya nyanyian Maria (Luk 1:46--55). penggunaan garis paranada dan sistem notasi musik dan perkembangan konsep instrumental. berkembang lagu-lagu pendek dan sederhana yang disebut "Gregorian. C. Pada masa ini terjadi kebangunan interes dalam aktivitas intelektual dan seni. D. Eling P (1992) mengatakan bahwa lagu-lagu yang diciptakan Martin Luther masih dipengaruhi oleh musik Gregorian. nyanyian Zakharia (Luk 1:68--79) nyanyian malaikat (Luk 2:14). Lagu-lagu yang digunakan dalam ibadah dari abad ke-4 sampai 6 adalah lagu pendek dan sederhana." yang dipelopori oleh Paus Gregory Agung. John Calvin menekankan bahwa lagu-lagu untuk ibadah harus berlatar belakang ayat Alkitab.Sumber utama musik gerejawi jemaat mula-mula adalah Mazmur. Verse Anthem (bagian-bagian tertentu dinyanyikan oleh penyanyi yang ditentukan) 3. Perkembangan musik lain terjadi kurang lebih tahun 1150-1450 (yang disebut periode Gothic) yaitu penggunaan nyanyian antifonal (nyanyian yang dinyanyikan secara bergantian). Solo Anthem (berisi bagian yang dinyanyikan oleh seorang . Pada abad pertengahan ini juga ada perkembangan musik di bidang harmoni. Bentuk musik ini disebut "Anthem" (nyanyian berbentuk paduan suara dan syairnya biasanya diambil dari Alkitab). yang dipengaruhi oleh komposer Inggris yang terbaik bernama Henry Purcell (1658-1695). nyanyian Simeon (Luk 2:29). Selain itu. Orang Kristen menemukan sukacita yang baru yang personal dalam hubungan dengan Tuhan. nyanyian yang dinyanyikan Tuhan Yesus (Mat 26: 30) dan nyanyian Paulus dan Silas (Ke 16: 25) Musik gerejawi jemaat mula-mula seluruhnya berbentuk musik vokal dan hanya sedikit menaruh perhatian pada penggunaan alat-alat musik. Pada akhir abad ke-6. E. Periode Abad 17 Pada abad ini. Kemudian dari abad ke-7 sampai periode Renaisan-Reformasi. dan dalam bagian-bagian tertentu dalam liturgi dimasukan komposisi musik. Mereka ingin menyembah dan memuji Tuhan dengan bahasa daerah/dialeknya sendiri. kebangunan ini mencapai klimaksnya pada saat terjadinya reformasi yang dipelopori oleh Martin Luther. dan metriknya (penekanan suku kata secara teratur) harus mengikuti metrik Mazmur. 1450-1600.

kita dapat juga melihat bahwa begitu besarnya perhatian anak-anak Tuhan terhadap musik gerejawi.500 lagu pujian bersama-sama dengan John (Pengkotbah) dan Charles (Musisi). Jika kita memperhatikan peristiwa-peristiwa Alkitab. Periode Abad 18 Dalam abad 18 ada gerakan baru dari Isaac Watts (1674-1748) dan Wesleys. Isaac Watts menyanyikan nyanyian pujiannya untuk mengakhiri kotbahnya. BAB VI PERANAN MUSIK DALAM IBADAH Telah dijelaskan dalam bagian sebelumnya bahwa sejak permulaan musik dicatat di dalam Alkitab. 1. doa dsb. kita dapat melihat bahwa musik itu mempunyai peranan yang penting dalam ibadah umat Tuhan. Ini berarti bahwa manusia itu bukan hanya datang ke gereja duduk dan mendengar. Dengan kata lain. Mereka menulis lagu pujian yang menekankan pengalaman dan iman. karena Dia memang Allah yang layak disembah. dan karena apa yang telah diperbuat-Nya di dalam kehidupan orang percaya (lihat Maz 96:7-8. musik selalu mempunyai hubungan yang unik dengan pengalaman ibadah manusia dalam arti yang sangat luas. jika kita mencermati perkembangan musik gerejawi yang telah dieksplanasikan di atas. G. Kesadaran akan pentingnya peranan musik gerejawi dalam ibadah dan konsep ibadah yang benar harus dimiliki oleh setiap anak Tuhan. A. tetapi mengikuti seluruh bagian ibadah melalui pujian. yaitu dalam bentuk oratario. Dan. Isaac Watts menegaskan bahwa lagu itu merupakan persembahan pujian manusia kepada Tuhan. Konsep Ibadah yang Benar Ibadah itu mempunyai beberapa pengertian. Nehemia 12 dan 2 Tawarikh 5. Ibadah adalah "perayaan" untuk memperingati karya Allah di . Why 5:12) 3. dalam abad ini juga muncul bentuk musik gerejawi yang baru. 2.Allah layak disembah sebagaimana Dia ada. ada afiliasi yang erat antara musik dan ibadah umat Tuhan. Selain itu. karena itu kata-katanya harus menggunakan kata-katanya sendiri.penyanyi) F. Ibadah itu merupakan respons manusia kepada Allah. selain itu mereka juga mempunyai konsep ibadah yang benar. Hal ini disebabkan oleh karena mereka menyadari sepenuhnya betapa pentingnya peranan musik dalam ibadah. Allah telah menyatakan diri kepada manusia di dalam Yesus dan manusia dapat meresponi Allah hanya melalui Yesus Kristus. Sementara itu yang dilakukan Wesley (1708-1788) adalah menulis dan menerjemahkan kurang lebih 6. Respons manusia itu aktif. Periode Abad 19 Para penulis/pengarang lagu pada abad ini lebih menekankan upaya untuk memperbaharui atau meningkatkan kualitas lagu-lagu pujian. Ibadah adalah proklamasi bahwa Allah layak untuk disembah. misalnya Keluaran 15.

tengah-tengah umat-Nya. Musik vokal khusus . apa yang baik. 4.Solo. menyembah dan memproklamasikan kebesaran dan kemuliaan nama Tuhan.. 1. 2. Musik merupakan ekspresi sukacita jemaat untuk memperingati dan merayakan perbuatan Tuhan yang telah dialami jemaat secara pribadi.Vokal Group .. yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.Pembukaan . Sehingga pada waktu firman Tuhan diberitakan. Berdasarkan konsep ibadah yang dikemukakan di atas. yang kepadaNya manusia itu beribadah. Bukan hanya Perjamuan Kudus saja yang dirayakan/diperingati secara khusus. Dsb 3. Musik itu merupakan pengikat yang menyatukan umat dengan Allah. Musik vokal jemaat . kita diberitahu bagaimana kita harus merayakan ibadah kita. (Rom 12: 1-2) B. itu adalah ibadahmu yang sejati. Dalam Mazmur 100. Musik berperan untuk menciptakan suasana ibadah yang menghantar jemaat untuk menyadari kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. musik itu merupakan wujud tindakan ibadah."Persembahan . tetapi semua ibadah yang kita lakukan harus "dirayakan". tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah. Unsur-unsur musik yang tercakup dalam ibadah ini adalah 1. 4.Trio . Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini. yakni sebagai korban pujian yang dipersembahkan jemaat kepada Tuhan yang memang layak untuk menerima pujian. Dengan kata lain. musik mempunyai peran sebagai berikut. Rasul Paulus mengatakan: " . musik itu merupakan "khotbah pendahuluan" yang mempersiapkan hati jemaat untuk menerima pemberitaan firman Tuhan. Selain itu. Musik menjadi sarana bagi jemaat untuk memuji. Musik instrumental . 3. Dan sekaligus musik menjadi sarana bagi jemaat untuk mengekspresikan responnya dengan hidup dan indah kepada Allah yang telah hadir di tengah-tengah mereka. dan persembahan musik itu sendiri menjadi tanda ucapan syukur atas apa yang telah diperbuat Tuhan dalam kehidupan jemaat. Ibadah itu mengakibatkan perubahan dalam hidup orang yang melakukan ibadah tersebut. sehingga ibadah manusia itu menjadi pengalaman yang real bersama dengan Allah. Peranan Musik dalam ibadah Ibadah orang-orang percaya kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari musik. firman Tuhan itu mendapat tempat di hati jemaat dan menghasilkan perubahan hidup dalam diri jemaat.Koor .Penutup 2. sehingga mereka sadar bahwa mereka sedang berhadapan dengan Allah yang kudus dan mulia. Musik "mempersiapkan jalan" untuk pemberitaan Firman Tuhan.

Apakah jenis musik rock dan musik lainnya seperti keroncong. Apakah Setan menciptakan musik? Bagaimana pendapat Saudara? 3. dangdut dan musik daerah boleh digunakan dalam gereja? 4. pop. Ada orang yang mengatakan bahwa musik itu netral. Bagaimana menurut Saudara? 2. jazz.BAB VII BAHAN DISKUSI 1. Ada orang mengatakan bahwa musik rock adalah musik Setan. Apakah lagu-lagu daerah atau kontemporer. boleh dijadikan lagu gerejawi dengan mengganti syairnya? 5. yang menurut pendapat umum bagus. Menurut Saudara apa yang harus dilakukan gereja untuk mengembangkan musik gerejawi? .

James. Eling. College Edition.. Music Through The Eyes of Faith. Madeleine. 1960. 1987. Webster's New World Dictionary of The American Language. GKKK Yogyakarta. Harper's Bible Dictionary.). Massachusetts: Hendrickson Publishers. Leadership Handbooks of Practical Theology (vol.. 1994. Grand Rapids. Michigan: Baker Book House.. 10). 1986. . M. Musik Tuhan Dan Musik Hantu.. Osbeck. Jakarta: Perkantas. D. New York: Harper & Row Publisher. Berkley. 1986. Sudiono. Hindarto (ed. W. The Great Family Encyclopedia Dictionary. 28 Januari 1986. Michigan: Kregel Publication. --------------: Oxford University Press. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Yogyakarta. Eliade. 19885. Mircea. Juli 1992. Dennie. M. SanFrancisco: Christian College Coalition. P. Solo. Makalah disajikan dalam Training MC. S. 1993. Pengaruh musik dalam kehidupan manusia. 1996. Music & Ministry: Abiblical Counterpoint. Musik Rock Dalam Terang Firman Tuhan. Magdalena. dan Miller. Harold. Lane. Tumiwa. Malang: Departemen Literatur YPPII.DAFTAR PUSTAKA Bay Books. 1993. Tampil (makalah belum diterbitkan). Makalah disajikan dalam Ceramah Tentang Musik.. Menelaah akar musik.). Johansson. 1993. 1992. Calvin. Tanpa tahun. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Frans. --------------Sagala. J. The Ministry of Music (revised ed. Dasar-dasar pemilihan lagu pujian. Kenneth. M. GKKK Solo. Seri Pembinaa Mahasiswa. Best. The of Religion (vol. Miller. Cleveland and New York: The World Publishing Company. Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. 1987. S. 1990. Olden. Danny. 1). 1973. New York: Macmillian Publishing Company.