BAB I PENGERTIAN MUSIK GEREJAWI Dalam pembicaraan tentang musik gerejawi, seringkali dijumpai istilah musik itu diasumsikan

dengan rangkaian nada yang dimainkan oleh para pemain dalam bentuk instrumen lagu atau dalam bentuk harmoni yang dimainkan untuk mengiringi lagu/pujian yang dinyanyikan oleh soloist, vocal group, koor atau jemaat. Dengan demikian, seolah-olah musik itu hanya bersangkut paut dengan para pemain musik saja (pianis, organis, gitaris, dsb). Apakah benar demikian? Baiklah kita melihat kembali pengertian musik itu sendiri, agar kita memperoleh pengertian yang benar. A. Pengertian Musik Secara Umum Beberapa sumber memberikan definisi musik sebagai berikut. 1. Musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1990). 2. Musik adalah nada atau suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu) (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa). 3. Musik adalah seni dan ilmu pengetahuan tentang hal menggabungkan bunyi vokal atau bunyi instrumental atau nada dalam berbagai macam melodi, harmoni, ritme/irama, dan warna nada, khususnya untuk membentuk komposisi/gubahan yang mempunyai susunan yang utuh dan mengekspresikan emosi (College Edition, 1990; Terjemahan Penulis). 4. Musik adalah seni menggabungkan suara dengan menggunakan berbagai macam instrumen musik atau penyanyi untuk menghasilkan bentuk irama, melodi, dan harmoni yang dimaksudkan untuk mengekspresikan pikiran atau perasaan dan untuk mempengaruhi emosi (Bay Books, 1986; Terjemahan Penulis). 5. Musik adalah ekspresi suara yang berirama untuk menyatakan pikiran dan emosi (M.S. Miller dan J.L. Miller,1973:466; Terjemahan Penulis). 6. Musik adalah bahasa emosi yang disusun dari nada-nada (berbagai warna nada) yang membentuk kesatuan yang menghasilkan ciri khas pada suara, melodi/lagu, harmoni (nada-nada yang berhubungan yang dibunyikan bersama-sama), dan ritme/irama (Berkley, t.t.: 264; Terjemahan Penulis). Dari beberapa definisi di atas, penulis mengklasifikasikan definisi-definisi tersebut ke dalam dua kelompok: (1) definisi musik sebagai ilmu; dan (2) definisi musik sebagai hasil karya seni. 1. Sebagai ilmu, musik adalah pengetahuan tentang hal menggabungkan nada-nada, yang berbentuk bunyi vokal atau instrumental, dalam berbagai macam irama, melodi/lagu, dan harmoni untuk menghasilkan komposisi yang mampu mengungkapkan pikiran dan emosi manusia. 2. Sebagai hasil karya seni, musik adalah nada, yang berbentuk bunyi vokal atau instrumental, yang disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi suara/bunyi yang mengandung irama, melodi/lagu dan harmoni yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan berkesinambungan, yang mengekspresikan pikiran dan emosi komposer yang dapat mempengaruhi pikiran dan emosi orang lain yang mendengarkan atau yang memainkan/menyanyikan hasil komposisi tersebut dan mengakibatkan perubahan sikap dan perilaku orang tersebut.

Sedangkan bunyi instrumental adalah bunyi yang dihasilkan dengan menggunakan alat musik. yang disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi suara/bunyi yang mengandung irama. dapat dilihat adanya dua unsur fundamental yang menjadi bahan substansial dalam membuat musik gerejawi. yaitu bunyi vokal dan bunyi instrumental. yang mengekspresikan pikiran dan emosi komposer (sebagai orang percaya) yang dapat mempengaruhi pikiran dan emosi orang lain yang mendengarkan atau memainkan/menyanyikan hasil komposisi tersebut dan mengakibatkan perubahan sikap dan perilaku orang tersebut yang memuliakan Tuhan. Kata gereja bisa menunjuk kepada gedung gereja. yang di dalamnya musik . Kata gerejawi adalah bentuk ajektiva dari kata gereja. jelaslah bahwa musik gerejawi itu bukan hanya bersangkut paut dengan para pemain musik saja. penulis menggunakan istilah gereja dalam batasan musik gerejawi yang akan dikemukakan berikut ini. Tetapi penulis ingin mengaksentuasikan makna gereja yang paling hakiki. Pengertian musik sudah dielaborasikan pada bagian di atas. Dengan demikian. tetapi juga bersangkut paut dengan seluruh jemaat Tuhan sebagai "vokalis". dan berikut ini akan dipaparkan pengertian tentang istilah gerejawi. Bunyi vokal yang dimaksudkan di sini adalah bunyi yang dihasilkan dengan menggunakan mulut manusia. BAB II TEOLOGI MUSIK Peristiwa-peristiwa Alkitab. 2. 1. maka terlebih dahulu harus memiliki pengertian yang jelas tentang kedua istilah tersebut (musik dan gerejawi). dalam berbagai macam irama. yaitu bukan menunjuk kepada gedung gereja atau denominasi gereja tertentu. tetapi juga berbentuk musik vokal atau lagu/puji-pujian (musik yang diberi syair/lirik). melainkan menunjuk kepada persekutuan orang-orang percaya. musik gerejawi adalah pengetahuan tentang hal menggabungkan nada-nada. melodi/lagu dan harmoni untuk menghasilkan komposisi yang mampu mengungkapkan pikiran dan emosi manusia (sebagai orang percaya) dalam hubungannya dengan Tuhan yang dipercayainya. Artinya adalah berkenaan dengan gereja. dan bunyi itu disebut suara. Di dalam kedua definisi ini (musik gerejawi sebagai ilmu dan hasil karya seni). Sebagai hasil karya seni. yang berbentuk bunyi vokal (suara manusia) atau bunyi instrumental. dan musik gerejawi ini digubah untuk meresponi karya penyelamatan Tuhan di dalam Kristus untuk orang berdosa. dan bisa juga menunjuk kepada semua organisasi gereja sebagai wadah persekutuan orang Kristen yang memiliki denominasi masing-masing. Dalam pengertian inilah. Jadi. Untuk memberikan batasan istilah musik gerejawi. musik gerejawi itu bukan hanya berbentuk musik instrumental.B. orang-orang yang telah dipanggil Tuhan menjadi umat-Nya. Pengertian Musik Secara Khusus Pengertian musik yang dimaksudkan di sini adalah pengertian musik yang dihubungkan dengan istilah gerejawi. Berdasarkan pengertian gereja tersebut di atas. maka musik gerejawi dapat didefinisikan sebagai berikut. melodi/lagu dan harmoni yang merupakan kesatuan yang utuh dan berkesinambungan. musik gerejawi adalah nada yang berbentuk bunyi vokal (suara manusia) atau bunyi instrumental. Sebagai ilmu. sehingga menjadi musik gerejawi.

para imam dan orang-orang Lewi menguduskan dirinya sendiri . yakni musik gereja yang membawa mesase/berita secara seimbang. tanpa .mengambil peran yang penting. dan menguduskan pintu-pintu gerbang dan tembok (ayat 30). yaitu: (1) mereka memuji Tuhan karena keberadaan-Nya sebagaimana Dia ada. Pertama. dalam ayat 31--42 dapat dilihat bahwa pelayanan musik dalam acara pentahbisan yang akbar tersebut dipersiapkan dan diorganisasikan dengan cermat dan rapi. (2) menyatakan iman kepada Tuhan yang diajarkan. Acara ini dilaksanakan dengan penuh pengucapkan syukur. Dia mengemukakan 3 hal yang menjadi motivasi Musa dan bangsa Israel memuji Tuhan dengan musik. gambus dan kecapi (ayat 27). Kel 15:1--21 memberikan petunjuk yang prinsipil bahwa musik gerejawi itu harus (1) mengajarkan tentang Tuhan. Peristiwa Alkitab lainnya yang memberi dasar teologi musik adalah peristiwa pentahbisan tembok Yerusalem yang dicatat dalam kitab Nehemia 12:27--43. oleh karena Tuhan telah memberkati umat-Nya sehingga mereka berhasil membangun kembali tembok Yerusalem di tengah-tengah situasi/keadaaan yang sangat sulit. dan Dia memiliki kasih yang tak berkesudahan (Berkley. mereka ingin mensyukuri segala perbuatan yang telah dinikmatinya. Kel 15:1--21 memberikan prinsip-prinsip penting persembahan musik dalam ibadah kepada Tuhan. (2) musiknya menyuarakan karya penyelamatan Tuhan yang perkasa. mulia. menguduskan seluruh umat. Seorang penulis mengatakan bahwa nyanyian Musa bersama bangsa Israel ini memberikan 3 prinsip persembahan musik gerejawi: (1) Musa memimpin bangsa Israel untuk menyanyikan pujian kepada Tuhan dan menyanyikan pujian tentang Tuhan yang tinggi dan mulia.). juga bukan berpusat pada manusia. Penulis sendiri melihat bahwa Kel 15:1--21 ini mengandung pengajaran tentang musik gerejawi. merupakan dasar yang penting bagi pengembangan teologi musik. Melalui peristiwa ini. mereka mempunyai hubungan yang istimewa dengan Tuhan. musik selalu mempunyai hubungan yang unik dengan pengalaman ibadah manusia. Pelayanan musik gerejawi tidak dapat dilakukan dengan asal-asalan. yang diimaninya. melainkan ibadah dalam arti yang luas yang menyangkut seluruh pengalaman hidup bersama dengan Tuhan. yang membebaskan mereka dari tangan musuh. Kedua. kepada sesama. (2) mereka memuji Tuhan karena apa yang telah dilakukan-Nya. (3) menyaksikan perbuatan Tuhan. Acara pentahbisan yang akbar ini dimeriahkan dengan kidung pujian yang diiringi ceracap. Musik gerejawi harus mampu mengartikulasikan ketiga hal yang prinsipil tersebut. Ini merupakan hal yang mutlak bahwa setiap orang yang terlibat dalam pelayanan musik gerejawi harus memiliki hidup yang kudus dan memelihara kemurnian hati dan motivasi pelayanannya. (3) musiknya meninggikan atribut-atribut Allah: Dia disebut agung. dapat diperoleh tiga pengajaran penting. Allah yang benar. Osbeck (1985) mengemukakan bahwa sejak permulaan musik dicatat dalam Alkitab. t.t. Sagala (1994) memberikan perspektif yang senada tentang Kel 15:1--21. Mesase yang disampaikan dalam musik gerejawi bukan hanya berpusat pada Tuhan. (3) mereka memuji Tuhan karena Dia milik mereka. atau bersifat eksklusif berpusat pada Tuhan dan manusia yang mempersembahkan pujian kepada-Nya. kudus dan mengagumkan. Kitab Keluaran 15 merupakan contoh praktis yang menggambarkan hubungan yang unik antara musik dengan pengalaman hidup bangsa Israel bersama Tuhan. Tentu saja ibadah yang dimaksudkan di sini bukan hanya ibadah di dalam rumah Tuhan.

Jika demikian halnya. dia mengatakan bahwa "musik rock adalah musik Setan. Gambaran emosi yang diekspresikan dalam kitab Mazmur ini mengungkapkan realita hidup Pemazmur yang sesungguhnya. Pencipta Musik Dewasa ini ada begitu banyak ragam/jenis musik. Hal yang terakhir. seperti yang diperintahkannya kepada jemaat Efesus (5:19) dan jemaat Kolose (3:16). yaitu berpusat pada Tuhan. Pasase Alkitab yang lain yang mempunyai signifikansi teologis bagi musik gerejawi adalah kitab Mazmur yang terdiri dari 150 pasal. BAB III ASAL MULA MUSIK A. yang didasarkan pada pengalaman pribadi (Berkley. ayat 43 mengatakan bahwa Allah memberi mereka kesukaan besar sehingga mereka semua bersukacita. ada jenis-jenis musik yang lainnya (selain musik rock) yang dinyatakan sebagai musik Setan. 1987) Apakah yang menjadi dasar seseorang menyebut jenis musik tertentu sebagai musik Setan dan jenis musik yang lainnya sebagai musik Tuhan? Jelas bahwa sebutan tersebut tidak terlepas dengan sumber/asal mula musik tersebut. Rasul Paulus juga menetapkan jenis musik yang harus dinyanyikan. Sudiyono (1996: 6) mengemukakan bahwa "sesungguhnya bukan hanya musik rock yang diklaim menjadi musik Setan. t. Tentu saja. hal ini tidak dapat terlepas dari hal yang pertama dan kedua. Pelayanan musik gerejawi yang diperkenan Tuhan membawa dampak yang besar dan luas. ketakutan. Pelayanan musik gerejawi dapat membawa nyanyian kemenangan ke dalam hati orang yang melakukan pelayanan dan orang yang mendengarkannya. cemas. Ini berarti menuntut tanggung jawab baik secara pribadi maupun kelompok. Sebuah sumber menjelaskan sebagai berikut: mazmur adalah nyanyian pujian yang didasarkan pada kitab Mazmur. mengeluh." Lebih jauh lagi. Ada orang yang menyatakan jenis musik tertentu sebagai musik Setan. senang/gembira. apakah itu berarti Tuhan dan Setan masing-masing . Rasul Paulus menyanyikan pujian kepada Tuhan pada waktu dia berada dalam penjara di Filipi. kidung pujian adalah nyanyian yang bersifat obyektif. Misalnya Danny Tumiwa (1986: 1). dan lagu rohani adalah nyanyian yang bersifat subyektif. Implikasi dari pendapat-pendapat teserbut adalah: ada jenis musik yang tidak termasuk musik Setan. Pemazmur tidak berkamuflase dalam mempersembahkan musiknya kepada Tuhan. Demikian juga seharusnya. yaitu musik Tuhan dan musik Hantu (Setan) (Hindarto. Ketiga. ceria dan penuh keyakinan. merana. hymn (kidung pujian) dan spiritual song (lagu rohani). ada orang yang mengklasifikasikan jenis musik yang begitu banyak itu menjadi dua kelompok.persiapan dan pergorganisasian yang baik. kesepian.t.). kecewa. yang penulis sampaikan. Karena itu. antara lain gambaran emosi orang yang sedih. Melalui kitab Mazmur ini dapat diperoleh gambaran tentang berbagai macam emosi yang dapat diekspresikan melalui musik gerejawi. setiap orang yang mengambil bagian dalam pelayanan musik gerejawi tidak berkamuflase dalam melakukan pelayanannya. didasarkan pada Kis 16:19--40. bahagia. dan sukacitanya itu terdengar sampai jauh. Jenis musik tersebut adalah psalm (mazmur)." Degan kata lain. menyesal.

kita diberitahu bahwa Tuhan adalah Pencipta alam semesta dan segala isinya. Alat-alat Musik dalam Alkitab Menurut Osbeck (1985). Bukan kesimpulan yang spekulatif. . semua mempunyai musik yang khas. dalam peristiwa penciptaan tidak dikatakan secara langsung "Allah menciptakan kambing" apakah ini berarti kambing tidak termasuk ciptaan Tuhan? Pada peristiwa penciptaan juga tidak dikatakan secara langsung "Allah menciptakan suara manusia". 1987). mahluk ciptaan Tuhan. Yubal mahkluk ciptaan. dari yang tinggal di kota sampai yang di pedalaman. adalah bahwa bangsa-bangsa di seluruh dunia ini. tetapi oleh karena penciptanya satu yaitu Tuhan yang menciptakan alam semesta dan segala isinya ini. Pada abad 18 sampai dengan awal abad 20. Misalnya. Kalau disebut musik Setan. seperti nada-brahman (God as Sound) menurut Hinduisme. Tetapi dari peristiwa penciptaan kita bisa menarik kesimpulan yang jelas dan benar. Memang tidak ada pernyataan langsung secara eksplisit "Allah menciptakan musik" di dalam Alkitab kita. obyek-obyek alami yang animistik. Lalu. Fu-Hsi dan Huang-Ti (menurut lengeda Tiongkok mereka dianggap sebagai penemu musik). Fakta di luar Alkitab yang menunjukkan Tuhan sebagai Pencipta musik. Apakah benar tidak ada penjelasan yang final tentang asal mula musik? Alkitab kita memberitahukan tentang sumber asal mula musik yang ultima. di dalam Alkitab ada kurang lebih 13 macam instrument/alat musik. Keluaran 15:20: rebana. 1987). bagaimana dengan musik setan? Setan tidak dapat menciptkan musik dari tidak ada musik menjadi ada musik. Kesamaan ini bukan suatu kebetulan.menciptakan musik? Ada banyak pendapat mengenai asal mula musik. dsb (Eliade. dan tidak ada lagi penjelasan yang ultima di dalam kepercayaan religius. sebagaimana dikemukakan Olden Frans (1993). Kejadian 4:21: kecapi & suling. rebana. tetapi kesimpulan yang didasarkan pada kebenaran firman Tuhan. Setan itu suka mengaku-ngaku (lihat Matius 4: 8-9: Siapa yang punya dunia?) B. 1 Samuel 10:5: gambus. Misalnya. suara binatang di darat. melodi dan harmoni. apakah ini berarti suara manusia berasal dari kambing dan bukan ciptaan Tuhan ? Dalam peristiwa penciptaan yang dicatat dalam Kejadian 1-2. Sedangkan menurut Ellingson (dalam Eliade. dia tidak dapat menciptakan musik dari tidak ada musik menjadi ada musik. jeritan dukacita pada kematian. Menurut dia hanya sebatas inilah informasi yang bisa diperoleh tentang asal mula musik. Ada yang menganggap musik itu berasal dari suara burung. musik mungkin berasal dari kuasa ilahi yang primordial. Setan tidak menciptakan musik (dalam arti di atas). tokoh-tokoh yang berpegang pada teori evolusi memperdebatkan tentang asal mula musik. Maka dapat disimpulkan bahwa Tuhanlah yang menjadi sumber/asal mula atau Pencipta musik. Dia hanya mengaku-ngaku. dalam Kejadian 4:21 disebut sebagai bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling. Musik yang dimiliki oleh seluruh bangsa di dunia ini mempunyai 3 kesamaan unsur musik yaitu ada ritme/irama. Yubal. itu harus diartikan sebagai musik yang dipakai oleh Setan untuk menarik manusia jauh dari Tuhan.

Maz 150:5 Ceracap. tetapi ada pohon arbei yang tidak terhitung jumlahnya dan tidak ada satupun yang sama (M Best 1993). karena apa yang Allah pikirkan dan lakukan tidak me-re-presentasikan (menyajikan ulang) atau meniru sesuatu. 1. karena keunikannya adalah hasil tiruan. tetapi penciptaan itu berkelanjutan. Dengan melakukan imitasi itu berarti imitator tersebut menyangkali haknya sendiri untuk melihat atau menyatakan sesuatu dengan cara yang berbeda. Daniel 3: 5: sangkakala. Dengan kata lain. bukan meniru atau mengadopsi begitu saja dan menjadikannya sebagai musik gerejawi. Prinsip yang bisa diambil di sini adalah me-re-presentasikan hal yang sama dengan cara yang berbeda atau menyatakan sesuatu "dengan kata lain. Dalam re-presentasi tersebut ada perkembangan kwantitas yang besar. KREATIVITAS DAN PEMBUATAN MUSIK Dalam bagian ini akan dieksplikasikan hubungan antara penciptaan Allah dengan kreativitas dalam pembuatan musik gerejawi. Best (1993) mengemukakan 3 perangkap/jerat imitasi (tiruan/peniruan) sbb. Hasil imitasi tersebut tidak mempunyai keunikannya sendiri. Musisi Kristen harus kreatif dan mampu menciptakan "the first new music. Imitasi itu meniadakan keunikan dari imitasi itu sendiri. Dalam hal ini musisi kristen dituntut untuk mempunyai daya kreativitas yang tinggi. Melalui peristiwa penciptaan dapat diperoleh tiga prinsip penting yang berkaitan dengan musik gerejawi. kecapi. 1985) BAB IV PENCIPTAAN ALLAH. kecapi. serdam. 1. Prinsip yang dikemukakan di sini adalah prinsip "Firstness" (hal yang pertama). 2. musisi-musisi Kristen harus menjadi "the first imaginer" bukan "the first imitator. Penciptaan bukan hanya merupakan hasil pemikiran/imajinasi yang murni dan asli. 1993). Berdasarkan pokok pembahasan no.suling. Tetapi tidak ada satu hal pun .2. dapat diperoleh juga prinsip yang lainnya. Setiap hal yang dibuat Allah adalah murni hasil pemikiran-Nya sendiri dan tanpa menggunakan referensi apapun (M. Musisi Kristen dalam membuat musik gerejawi harus mengikuti prinsip "firstness". 3. gambus." M. 3. rebab. Allah adalah Pemikir pertama yang abstrak/nonrepresentasional (tidak ada kesamaan bentuknya di dalam alam). Alat-alat musik ini bisa diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok: stringed instruments (alat musik petik). Imitasi meragukan individualitas orang yang melakukan imitasi tersebut. 2. wind instruments (alat musik tiup) dan instruments of percussion (alat musik tabuh) (Osbeck. Best. Allah menciptakan segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada." bukan meniru atau menjiplak musik orang lain. karena melakukan imitasi itu berarti menduplikasikan hasil karya orang tersebut." Musisi Kristen punya tanggung jawab untuk menyajikan kembali segala bentuk musik yang ada dengan cara yang berbeda. Bukan hanya ada satu pohon arbei yang pertama. Imitasi itu meniadakan nilai individual dari hasil karya seseorang. seruling.

000 penyanyi yang memakai jubah. memberikan gambaran tentang perkembangan tersebut. Para musisi Kristen boleh mengembangkan musik gerejawi secara kreatif dan inovatif. . musik itu akan memiliki makna jika digunakan untuk menyembah atau memuji Tuhan. di dalam PL juga disebutkan sejumlah penyanyi dan nyanyian. B. karena ada penindasan oleh pemerintah Romawi. penggunaan musik yang megah dan agung dalam ibadah tetap mendapat prioritas dan mempunyai peranan yang penting. Ibadah tidak lagi terbatas di dalam bait Allah atau sinagoge. Misalnya. Kitab 2 Taw 5. untuk pertama kalinya dibentuk paduan suara dan orkestra yang besar untuk ibadah di Tabernakel. Periode PB Kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia membawa era baru dalam ibadah umat Tuhan. Misalnya: Nyanyian Musa (Keluaran 15: 2-19) Nyanyian Miream (Keluaran 15: 20-21) Nyanyian Debora dan Barak (Hak 5: 2-3) Nyanyian Syukur Hana (1 Sam 2: 1-10) Nyanyian Syukur Daud (2 Sam 22) Pada jaman pemerintahan raja Daud. Pada jaman setelah kembali dari pembuangan di Babel. Prinsip yang dikemukakan di sini adalah prinsip konsistensi yang kreatif dan inovatif.yang sama satu dengan yang lainnya. Periode PL Orang Ibrani menggunakan musik untuk beribadah kepada Tuhan. BAB V SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN MUSIK GEREJAWI Materi yang dipresentasikan dalam pokok bahasan ini merupakan bahan ringkasan yang diambil dari buku yang berjudul The Ministry of Music (W. Bagi orang Ibrani. Banyak ibadah umat Tuhan yang harus dilakukan secara rahasia. Dengan kata lain.000 terompet dan 200. ada satu hal yang tidak boleh hilang yaitu "style"-nya yang khas sebagai musik gerejawi. Dalam PL disebutkan bermacam-macam alat musik yang digunakan orang Ibrani. tetapi orang-orang percaya itu sendiri menjadi bait Allah yang hidup. Meskipun demikian. Kis 16:25: Paulus dan Silas menyanyikan pujian kepada Allah di dalam penjara di Filipi. musik tetap merupakan ekspresi yang natural atas sucakita baru yang ditemukan di dalam Kristus. Yosephus (sejarahwan Yahudi) mencatat bahwa dalam bait Allah yang pertama ada 200. Sumber utama untuk mempelajari penggunaan musik dalam ibadah orang Ibrani ini adalah Alkitab PL. Selain itu. setiap re-presentasi itu mempunyai "style" (gaya) yang tersendiri atau khas. Penggunaan musik dalam ibadah ini terus berkembang pada jaman pemerintahan raja Salomo. yang dilatih untuk pelayanan ibadah. Osbeck. Dalam upaya pembaharuan dan pengembangan musik gerejawi. 1985: 17-22) A. tetapi harus tetap mempunyai "style" yang khas sebagai musik gerejawi.

mulai dari menyanyi bersama-sama sampai penggabungan dua suara atau lebih menjadi satu suara melodi. nyanyian Simeon (Luk 2:29). Mereka ingin menyembah dan memuji Tuhan dengan bahasa daerah/dialeknya sendiri. Selain itu. yang dipengaruhi oleh komposer Inggris yang terbaik bernama Henry Purcell (1658-1695). dan dalam bagian-bagian tertentu dalam liturgi dimasukan komposisi musik. Berbeda dengan Luther. dan metriknya (penekanan suku kata secara teratur) harus mengikuti metrik Mazmur. juga ada penggunaan teks musik yang lain (selain dari Maz). Full Anthem (semua penyanyi menyanyikan seluruh lagu) 2." yang dipelopori oleh Paus Gregory Agung. Solo Anthem (berisi bagian yang dinyanyikan oleh seorang . Dalam makna religius. Pada abad pertengahan ini juga ada perkembangan musik di bidang harmoni.Sumber utama musik gerejawi jemaat mula-mula adalah Mazmur. penggunaan garis paranada dan sistem notasi musik dan perkembangan konsep instrumental. Perkembangan musik lain terjadi kurang lebih tahun 1150-1450 (yang disebut periode Gothic) yaitu penggunaan nyanyian antifonal (nyanyian yang dinyanyikan secara bergantian). Bentuk "anthem" modern umumnya ditemukan dalam 3 bentuk: 1. nyanyian Zakharia (Luk 1:68--79) nyanyian malaikat (Luk 2:14). khususnya mengenai penggunaan orgen. E. Johansson (1984) mengatakan bahwa Martin Luther mengambil lagu-lagu daerah dan mengganti syairnya dengan kata-kata rohani. kebangunan ini mencapai klimaksnya pada saat terjadinya reformasi yang dipelopori oleh Martin Luther. muncul sebuah liturgi yang ditetapkan untuk ibadah. C. John Calvin menekankan bahwa lagu-lagu untuk ibadah harus berlatar belakang ayat Alkitab. di Inggris ada perkembangan bentuk musik yang baru di dalam gereja Anglican. Lagu-lagu yang digunakan dalam ibadah dari abad ke-4 sampai 6 adalah lagu pendek dan sederhana. Selain itu lagunya harus dinyanyikan bersama-sama. Pada akhir abad ke-6. Orang Kristen menemukan sukacita yang baru yang personal dalam hubungan dengan Tuhan. Eling P (1992) mengatakan bahwa lagu-lagu yang diciptakan Martin Luther masih dipengaruhi oleh musik Gregorian. D. Pada masa ini terjadi kebangunan interes dalam aktivitas intelektual dan seni. Bentuk musik ini disebut "Anthem" (nyanyian berbentuk paduan suara dan syairnya biasanya diambil dari Alkitab). Misalnya nyanyian Maria (Luk 1:46--55). nyanyian yang dinyanyikan Tuhan Yesus (Mat 26: 30) dan nyanyian Paulus dan Silas (Ke 16: 25) Musik gerejawi jemaat mula-mula seluruhnya berbentuk musik vokal dan hanya sedikit menaruh perhatian pada penggunaan alat-alat musik. Periode Renaisan-Reformasi Periode ini mulai dari kurang lebih thn. Periode Abad 17 Pada abad ini. Lagu-lagu ini tidak diketahui asal mulanya. 1450-1600. berkembang lagu-lagu pendek dan sederhana yang disebut "Gregorian. Periode Abad Pertengahan Abad pertengahan adalah periode waktu dari abad ke-4 sampai periode Renaisan-Reformasi. Verse Anthem (bagian-bagian tertentu dinyanyikan oleh penyanyi yang ditentukan) 3. Kemudian dari abad ke-7 sampai periode Renaisan-Reformasi.

Ibadah adalah proklamasi bahwa Allah layak untuk disembah. Jika kita memperhatikan peristiwa-peristiwa Alkitab. Ibadah adalah "perayaan" untuk memperingati karya Allah di . Selain itu. Why 5:12) 3.Allah layak disembah sebagaimana Dia ada. kita dapat melihat bahwa musik itu mempunyai peranan yang penting dalam ibadah umat Tuhan. jika kita mencermati perkembangan musik gerejawi yang telah dieksplanasikan di atas. doa dsb. karena itu kata-katanya harus menggunakan kata-katanya sendiri. Nehemia 12 dan 2 Tawarikh 5. dan karena apa yang telah diperbuat-Nya di dalam kehidupan orang percaya (lihat Maz 96:7-8. Kesadaran akan pentingnya peranan musik gerejawi dalam ibadah dan konsep ibadah yang benar harus dimiliki oleh setiap anak Tuhan. musik selalu mempunyai hubungan yang unik dengan pengalaman ibadah manusia dalam arti yang sangat luas. Ibadah itu merupakan respons manusia kepada Allah. Allah telah menyatakan diri kepada manusia di dalam Yesus dan manusia dapat meresponi Allah hanya melalui Yesus Kristus. Konsep Ibadah yang Benar Ibadah itu mempunyai beberapa pengertian. Isaac Watts menegaskan bahwa lagu itu merupakan persembahan pujian manusia kepada Tuhan. kita dapat juga melihat bahwa begitu besarnya perhatian anak-anak Tuhan terhadap musik gerejawi. G. Ini berarti bahwa manusia itu bukan hanya datang ke gereja duduk dan mendengar. karena Dia memang Allah yang layak disembah. misalnya Keluaran 15.500 lagu pujian bersama-sama dengan John (Pengkotbah) dan Charles (Musisi). 2. Periode Abad 19 Para penulis/pengarang lagu pada abad ini lebih menekankan upaya untuk memperbaharui atau meningkatkan kualitas lagu-lagu pujian. Periode Abad 18 Dalam abad 18 ada gerakan baru dari Isaac Watts (1674-1748) dan Wesleys. yaitu dalam bentuk oratario.penyanyi) F. A. Hal ini disebabkan oleh karena mereka menyadari sepenuhnya betapa pentingnya peranan musik dalam ibadah. tetapi mengikuti seluruh bagian ibadah melalui pujian. Mereka menulis lagu pujian yang menekankan pengalaman dan iman. ada afiliasi yang erat antara musik dan ibadah umat Tuhan. Isaac Watts menyanyikan nyanyian pujiannya untuk mengakhiri kotbahnya. Dan. BAB VI PERANAN MUSIK DALAM IBADAH Telah dijelaskan dalam bagian sebelumnya bahwa sejak permulaan musik dicatat di dalam Alkitab. 1. selain itu mereka juga mempunyai konsep ibadah yang benar. Sementara itu yang dilakukan Wesley (1708-1788) adalah menulis dan menerjemahkan kurang lebih 6. dalam abad ini juga muncul bentuk musik gerejawi yang baru. Dengan kata lain. Respons manusia itu aktif.

. Musik merupakan ekspresi sukacita jemaat untuk memperingati dan merayakan perbuatan Tuhan yang telah dialami jemaat secara pribadi."Persembahan . Unsur-unsur musik yang tercakup dalam ibadah ini adalah 1. Bukan hanya Perjamuan Kudus saja yang dirayakan/diperingati secara khusus. yang kepadaNya manusia itu beribadah.Solo. 3. Musik vokal khusus . (Rom 12: 1-2) B. 2. sehingga mereka sadar bahwa mereka sedang berhadapan dengan Allah yang kudus dan mulia. Ibadah itu mengakibatkan perubahan dalam hidup orang yang melakukan ibadah tersebut. yakni sebagai korban pujian yang dipersembahkan jemaat kepada Tuhan yang memang layak untuk menerima pujian.. Dsb 3.Trio . Musik instrumental . Dan sekaligus musik menjadi sarana bagi jemaat untuk mengekspresikan responnya dengan hidup dan indah kepada Allah yang telah hadir di tengah-tengah mereka. firman Tuhan itu mendapat tempat di hati jemaat dan menghasilkan perubahan hidup dalam diri jemaat. Dalam Mazmur 100. Dengan kata lain. dan persembahan musik itu sendiri menjadi tanda ucapan syukur atas apa yang telah diperbuat Tuhan dalam kehidupan jemaat. kita diberitahu bagaimana kita harus merayakan ibadah kita. Musik menjadi sarana bagi jemaat untuk memuji.tengah-tengah umat-Nya. 4. Rasul Paulus mengatakan: " . Sehingga pada waktu firman Tuhan diberitakan. tetapi semua ibadah yang kita lakukan harus "dirayakan". musik itu merupakan "khotbah pendahuluan" yang mempersiapkan hati jemaat untuk menerima pemberitaan firman Tuhan.Vokal Group . 1.Pembukaan . itu adalah ibadahmu yang sejati. yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Musik "mempersiapkan jalan" untuk pemberitaan Firman Tuhan. musik mempunyai peran sebagai berikut. menyembah dan memproklamasikan kebesaran dan kemuliaan nama Tuhan. Berdasarkan konsep ibadah yang dikemukakan di atas. Musik itu merupakan pengikat yang menyatukan umat dengan Allah. apa yang baik. Peranan Musik dalam ibadah Ibadah orang-orang percaya kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari musik. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini. tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah. sehingga ibadah manusia itu menjadi pengalaman yang real bersama dengan Allah. Selain itu. 4. Musik vokal jemaat .Koor . Musik berperan untuk menciptakan suasana ibadah yang menghantar jemaat untuk menyadari kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. musik itu merupakan wujud tindakan ibadah.Penutup 2.

Ada orang yang mengatakan bahwa musik itu netral. Apakah lagu-lagu daerah atau kontemporer. pop. Apakah Setan menciptakan musik? Bagaimana pendapat Saudara? 3. Menurut Saudara apa yang harus dilakukan gereja untuk mengembangkan musik gerejawi? . yang menurut pendapat umum bagus. Ada orang mengatakan bahwa musik rock adalah musik Setan. jazz. Bagaimana menurut Saudara? 2. Apakah jenis musik rock dan musik lainnya seperti keroncong. boleh dijadikan lagu gerejawi dengan mengganti syairnya? 5.BAB VII BAHAN DISKUSI 1. dangdut dan musik daerah boleh digunakan dalam gereja? 4.

M. Calvin. Music Through The Eyes of Faith. GKKK Solo. --------------: Oxford University Press. J. M.. Massachusetts: Hendrickson Publishers. Harper's Bible Dictionary. Menelaah akar musik. 1986. Madeleine. 19885.. New York: Macmillian Publishing Company. Miller. College Edition. Johansson. Eling. Eliade. Solo. 1996.DAFTAR PUSTAKA Bay Books. Dennie. Webster's New World Dictionary of The American Language. Tanpa tahun. 1990. D. GKKK Yogyakarta. Lane. 1987.). 1987. Juli 1992. Harold. Musik Rock Dalam Terang Firman Tuhan. James. Danny. New York: Harper & Row Publisher. --------------Sagala. M. P. Grand Rapids. Berkley. Seri Pembinaa Mahasiswa. Kenneth.). Best. 1992. 1986. Makalah disajikan dalam Training MC. Musik Tuhan Dan Musik Hantu. Jakarta: Perkantas.. The Great Family Encyclopedia Dictionary. The of Religion (vol. 1993. Music & Ministry: Abiblical Counterpoint. 1960.. Tampil (makalah belum diterbitkan). 1). Magdalena. SanFrancisco: Christian College Coalition. Osbeck. W. S. Olden. Michigan: Kregel Publication. Frans. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengaruh musik dalam kehidupan manusia. Cleveland and New York: The World Publishing Company. . 1993. S. Sudiono. Leadership Handbooks of Practical Theology (vol. 1994. Tumiwa. 10). The Ministry of Music (revised ed. Yogyakarta. Malang: Departemen Literatur YPPII. 28 Januari 1986. dan Miller. Makalah disajikan dalam Ceramah Tentang Musik. 1993. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 1973. Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. Dasar-dasar pemilihan lagu pujian. Michigan: Baker Book House. Hindarto (ed. Mircea..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful