PENGERTIAN INTELEGENSI

Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Wangmuba, Materi Psikologi, Psikologi Umum, Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. (sumber: iqeq.web.id)

c. William Stern mengemukakan batasan sebagai berikut: intelegensi ialah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru. Kita hanya dapat mengetahui intelegensi dari tingkah laku atau perbuatannya yang tampak.blogspot. Definisinya mengenai intelegensi mula-mula sebagai kapasitas untuk mengerti ungkapan dan kemauan akal budi untuk mengatasi tantangan-tantangannya. Bagi suatu perbuatan intelegensi bukan hanya kemapuan yang dibawa sejak lahir saja. minat dan sebagainya juga mempengaruhi intelegensi seseorang). dengan menggunakan alat-alat berfikir yang sesuai dengan tujuannya. Intelegensi hanya dapat kita ketahui dengan cara tidak langsung melalui “kelakuan intelegensinya”. William Stern berpendapat bahwa intelegensi sebagian besar tergantung dengan dasar dan turunan. fantasi. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat intelegensi seseorang. Intelegensi itu ialah faktor total berbagai macam daya jiwa erat bersangkutan di dalamnya (ingatan. b. berfikir secara rasional dan menghadapi lingkungannya secara efektif. d. K. penasaran. dapat memikirkan dan menggunakan cara-cara untuk mewujudkan dan mencapai tujuan itu. Berbagai macam tes telah dilakukan oleh para ahli untuk mengetahui tingkat intelegensi seseorang. (http://fadliyanur. David Wechster (1986).intelegensi menurut “Claparde dan Stern” adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi dan kondisi baru. Bahwa manusia itu dalam kehidupannya senantiasa dapat menentukan tujuan-tujuan yang baru. Namun di lain kesempatan ia mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. yang penting faktor-faktor lingkungan dan pendidikan pun memegang peranan. Dari batasan yang dikemukakan di atas.html) Claparde dan Stern mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru. perhatian. Oleh karena itu banyak hal atau faktor yang harus kita perhatikan supaya intelegensi yang kita miliki bisa meningkat. pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh kepada intelegensi seseorang.com/2008/02/intelegensi. Ciri-ciri intelegensi yaitu : . dapat kita ketahui bahwa: a. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian.

kecakapan untuk mengamati hubunganhubungan. istilah intellect berarti: 1) kecakapan untuk berpikir. Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya. Menurut English & English dalam bukunya " A Comprehensive Dictionary of Psichological and Psychoalitical Terms" . menurut kamus WebssterNew Worid Dictionary of the American Language. (2) Suatu rumpun nama untuk proses kognitif. Dalam mengartikan intelegensi (kecerdasan) ini. 1970 : 78) telah mengembangkan sebuah kurva perkembangan Inteligensi. 2. para ahli mempunyai pengertian yang beragam. dan (3) Kecakapan. terutama kecakapan yang tinggi untuk berpikir. terutama untuk aktivitas yang berkenaan dengan berpikir ( misalnya menghubungkan. Jones and Conrad (Loree. dan 3) Pikiran atau inteligensi. 2) Kecakapan mental yang besar. melainkan suatu fiksi ilmiah untuk mendiskripsikan perilaku individu yang berkaitan dengan kemampuan intelektual. dan memahami). mengamati atau mengerti. (bandingkan dengan intelligence. dan sebagainya.1. menimbang. Intelligence =intellect). Dengan menggunakan hasil pengukuran test inteligensi yang mencakup general (Infomation and Verbal Analogies. yang dapat di tafsirkan anatara lain sebagai berikut : .sangat intellegence. Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung). Dengan demikian kecakapan berbeda dari kemauandan perasaan. Deskripsi perkembangan fungsi-fungsi kognitif secara kuantitatif dapat dikembangkan berdasarkan hasil laporan berbagai studi pengukuran dengan menggunakan tes inteligensi sebagai alat ukurnya. yang dilakukan secara longitudinal terhadap sekelompok subjek dari dan sampai ketingkatan usia tertentu secara test-retest yang alat ukurnya disusun secara sekuensial (Standfort revision benet test). Intelegensi bukanlah suatu yang bersifat kebendaan. Jadi istilah inteligensi menurut para ahli diantaranya menurut Wechler (1958) mermuskaan intelligensi sebagai "keseluruhan ke-mampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta kemampuan mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif. istilah intellecct berarti antara lain : (1) Kekuataan mental dimana manusia dapat berpikir .

Terdapat variasi dalam saatnya dan laju kecepatan deklinasi menurut jenis-jenis kecakapan khusus tertentu (Juntika N. atau mengambil keputusan. yang berfungsi sebagai kegiatan kognitif tingkat tinggi. Pembahasan mengenai penyelidikan inteligensi itu Hal yang sama lebih bersifat teoritis-konsepsional. Lobe frontal ini terus berkembang terus sampai usia 20 tahun atau lebih. maksudnya remaja tersebut mampu memecahkan masalah secara benar. Perkembangan lobe frontal ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan intelektual remaja. berfikir operasi formal lebih bersifat hipotesis dan abstrak. Sementara proses pertumbuhan otak mencapai kesempurnaannya dari mulai usia 12 – 20 tahun. Remaja. Pada usia 16 tahun berat otak sudah menyamai orang dewasa. Yang menunjukkan wawasan atau perspektif yang luas terhadap masalah tersebut (Sigelman & Shaffer.1). Pembahasan mengenai sifat hakekat inteligensi. yaitu sebagai suatu aspek kepedulian pemerintah terhadap hak-hak warga masyarakat yang mempunyai interes remaja. 1995) Pada periode kongkrit. 137-138). serta sistematis dan ilmiah dalam memecahkan masalah dari pada berfikir kongkrit. yaitu merumuskan perencanaan strategis. Namun belum bijaksana. tetapi tidak seterampil remaja yang lebih tua usianya. . 2). seperti pada usia 12 tahun walaupun secara intelektual remaja itu termasuk anak berbakat atau pintar. Pada masa remaja terjadi reorganisasi lingkaran syarat. Sistem syaraf yang memproses infprmasi berkembang secara cepat pada usia ini. Dalam pada itu harus diingat bahwa penggolongan seperti yang dikemukakan itu hanyalah bersifat teknis bukan prinsip. lobe frontal. Adapun pembahasan mengenai inteligensi itu secara teknis pada pokoknya dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu : 1). anak mungkin mengartikan sistem keadilan dikaitkan dengan polisi atau hakim. masa remaja sudah mencapai tahap operasi formal (operasi = kegiatan-kegiatan mental tentang berbagai gagasan). secara mental telah dapat berfikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak dengan kata lain. Laju perkembangan Inteligensi pada masa remaja-remaja berlangsung sangat pesat. sadang hal yang kedua lebih bersifat teknis metodologisnya. dan 2). Sebab kedua hal itu pada hakekatnya tidak dapat di pisah-pisahkandengan tajam. sedangkan remaja mengartikannya sesuatu yang abstrak. Ditinjau dari perkembangan kogninif menurut piaget.

misalnya . bahwa apa yang di selidiki (di test) dengan testinteligensi itu adalah inteligensi umum. 2004 : 122). corak hidup bermasyarakat. Persoalannya sendiri sudah tua sekali. Kemampuan abstrak akan berperan dalam perkembanangan kepribadiannya. karena hal tersebut telah di bahas oleh ahli-ahli filsafat dan kemudian ahli-ahli biologi sebelum psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri ahli. daya mereproduksi. Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri. B. Hubungan Intelek Dengan Tingkah Laku Kemampuan berfikir abstrak menunjukka perhatian seseorang terhadap kejadian dan peristiwa yang tidak kongkrit. daya berfikir dan sebagainya. Karenna itu pengukuran mengenai inteligensi juga dapat di tempuh dengan cara mengukur daya-daya jiw khusus itu. Disamping itu organ sentris masih terlihat dalam pikirannya. Situasi ini (yang diakibatkan kemampuan abstraksi) akibatnya dapat menimbulkan perasaan tidak puas dan putus asa. terlalu menitik beratkan pikiran sendiri tanpa memikirkan akibat lebih jauh. menjadi obyek diskusi yang hangat bagi banyak ahli-ahli psikologi. Masih sulit membedakan pokok perhatian orang lain daripada tujuan perhatian diri sendiri. Bagi remaja. belum disertai pendapat orang lain dalam penilaiannya. Jadi inteligensi di beri defenisi sebagai taraf umum yang mewakili daya-dayakhusus. corak perilaku pribadinya dihari depan. terutama disekitar tahun-tahun 1900-1925.S. dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan tidak berhasilnya menyelesaikan persoalan. dan corak tingkah lakunya sekarang akan berbeda. 1. Menurut konsepsi inteligensi ini adalah persatuan (kumpulan yang di persatukan) daripada dayadaya jiwa yang khusus. Pandangan dan penilaian diri sendiri dianggap sama dengan pandangan orang lain mengenai dirinya.S : 2004 : 125).S. Cita-cita dan idialisme yang baik. (J. pilihan pasangan hidup yang sebenarnya masih jauh didepannya.Suriasumantri. (J. .Inti persoalan daripada sifat hakikat inteligensi itu dirumuskan dengan pertanyaan : Apakah inteligensa itu ? Pertanyaan ini justru dalam bentuknya yang demikian itu. 2. pilihan pekerjaan. misalnya daya mengamati. Konsep-konsep yang timbul dari keyakinan. Kemampuan abstraksi mempermasalahkan kenyataan dan peristiwa-peristiwa dengan keadaan bagaimana yang semestinya menurut alam pikirannya. lebih dari padaitu psikologi itu sendiri.

Dalam berfikir operasional formal. yaitu . Pada akhirnya pengaruh egosentrisitas pada remaja sudah sedemikian kecilnya. 3. Anak yang berpikir operasional formal. Sifat Deduktif Hipotesis 2. Pada masa ini remaja telah berfikir dengan mempertimbangkan hal yang mungkin. Analisis teoritik ini dapat dilakukan secara verbal. Sifat deduktif hipotesis. maka egosentrisme berkurang. Misalnya anak diberi lima buah gelas berisi cairan tertentu. Dalam menyelesaikan suatu masalah. Pada masa remaja kemampuan untuk mengatasi masalah yang majemuk bertambah. seorang remaja akan mengawalinya dengan pemikiran teoritik. Yang menganalisis masalah dan mengajukan cara-cara penyelesaian hipotesis yang mungkin. lebih dahulu Suatu kombinasi cairan ini membuat cairan tadi . setidak-tidaknya mempunyai dua sifat yang penting. 2. sehingga berarti remaja sudah dapat berfikir abstrak dengan mengikut sertakan pandangan dan pendapat orang lain. anak berada pada masa yang disebut " Masa oerasi formal" (berfikir abstrak). 1. Oleh sebab itu dari sifat analisis yang ia lakukan. Kemudian mencari hubungan antra proporsi Yang berbeda-beda tadi. 1986 : 475475) Pada usia remaja ini anak sudah dapat berfikir abstrak dan hitotek.Berhubungan itu maka berpikir operasional juga disebut proposisional. 1. C. yang juga disebut proporsiproporsi. Pada masa awal remaja. Pada dasarnya pengajuan hipotesis itu menggunakan cara berfikir induktif disamping deduktif.Melalui banyak pengalaman dan penghayatan kenyataan serta dalam menghadapi pendapat orang lain. ia dapat membuat strategi penyelesaian. Anak lalu mengajukan pendapat-pendapat atau prediksi tertentu. kira-kira pada usia 12 tahun. selanjutnya akan terjadi perkembangan yang teratur. Berpikir Operasional juga Berpikir Kombinatoris Sifat ini merupakan kelengkapan sifat yang pertama dan berhubungan dengan cara melakukan analis. disamping hal yang nyata (riil) (Gliedmen. Karakteristik Perkembangan Intelek Remaja Intelegensi pada remaja tidak mudah diukur karena tidak mudah terlihat perubahan kecepatan perkembangan kemampuan tersebut. Pada umumnya tiga sampai empat tahun pertama menunjukkan perkembangan kemampuan yang hebat. berfikir opersional juga berfikir kombinatoris.

sehingga pengaruh pula terhadap terjadinya perubahan kualitatif. yakni: 1) Fungsi intelegensi termasuk proses adaptasi yang bersifat biologis 2) Berkembangnya usia menyebabkan berkembangnya struktur intelegensi baru. secara sistematik mencoba mengisi setiap sel matriks tersebut secara empiris. Secara teoritik membuat matriksnya mengenai segala macam kombinasi yang mungkin. 4. dan menunjang keberanian anak memecahkan masalahdan menarik kesimpulan yang baru dan benar. Seorang remaja dengan kemampuan berpikir normal tetapi hidup dalam lingkungan atau kebudayaan yang tidak merangsang cara berpikir. mak ia juga akan segera dapat memproduksi. maka remaja itu sampai dewasa pun tidak akan sampai pada taraf berpikir abstrak.menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun hipotesis-hipotesis yang radikal. Menurut Andi Mappiare (1982: 80) hal-hal yang mempengaruhi perkembangan intelek itu antara lain: 1) Bertabahnya informasi yang disimpan(dalam otak)seseorang sehingga ia mampu berpikr reflektif. yang walaupun perkembangan IQ dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. misalnya tidak adanya kesempatan untuk menambah pengetahuan. ada yang berpandanganbahwa adalah keliru jika IQ dianggap bisa ditingkatkan. Anak diminta untuk mencari kombinasi ini.berubah warna. kebebasan menjajaki masalah secara keseluruhan. pergi ke sekolah tetapi tidak adanya pasilitas yang dibutuhka. Wechsler berpendapat bahwa keseluruhan intelegensi seseorang tidak dapat diukur. Tiga kondisi di atas sesuai dengan dasar-dasar teori Piaget mengenai perkembangan intelegendi. IQ adalah suatu nilai yang hanya dapat ditentukan secara kira-kira karena selalu dapat terjadi perubahan- . Faktor-Faktor yang Mempengaruhi perkembangan Intelek Dalam hubungannya dengan perkembangan intelegensi/kemampuan berpikir remaja. 2) Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga seseorang bisa berpikir proporsional. 3) Adanya kebebasan berpikir.Bila ia mencapai penyelesaian yang betul.

Merka yang mengalami prasekolah sebelum sekolah dasar. IQ mereka berkorelasi sekitar 0. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal. Selain gizi. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. Dengan demikian.4 skala IQ per seorang siswa.50. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. Angka ini jauh lebih tinggi daripada siswa-siswa yng tidak memasuki prasekolah sebelumnya. Rata-rataa tingkat IQ asal mereka adalah da atas 110. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. dan hanya 0. . Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. menunjukan perbedaan kemajuan atau ”gained”.20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. sekitar 0. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah : Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. Sedangkan di antara 2 anak kembar.40 – 0. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient.5 skala IQ perseorang siswa. a. yaitu menunjukan rata-rata hanya mengalami perubahan nilai I hanya sebesar 0. rangsanganrangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting.perubahan berdasarkan faktor-faktor individual dan situasional. dalam rata-rat IQ mereka lebih besar daripada mereka yang tidak mengalami prasekolah. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi.90.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya.Perbedaan kemajuan nilai rata-rata IQ bagi mereka yang baru satu tahun saja belajar (bersekolah pada pra-sekolah)adalah 5. Peranan Pengalaman dari Sekolah Terhadap Intelegensi Sejauh mana pengalaman meningkatkan intelegensi anak?Penelitian tentang pengaruh taman indria terhadap IQ telah dilaporkan oleh Wellman (1945) berdasarkan 50 kasus studi. IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi.10 – 0.

Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test . Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. Tahun 1916. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test.Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age). Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Dalam kemampuan yang umum ini. kecakapan. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Inteligensi dan Bakat Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. Alfred Binet dan Theodor Simon. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelaskelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Seorang tokoh dalam bidang ini. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. Lewis Terman. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anakanak sampai usia 13 tahun. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Di samping alat-alat tes di atas. maka akan diperoleh skor 1. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalanpersoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. tidak terjadi perkembangan lagi. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ.

P. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. tapi buktibukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Sumber: Intelegensi dan IQ | Pendidikan http://keluargacemara.dan Interest Inventory. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan.com/pendidikan/pendidikananak/intelegensi-dan-iq. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. Inteligensi dan Kreativitas Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Tetapi lebih tinggi lagi. masih terdapat korelasi yang cukup berarti. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Namun semakin tinggi skor IQ. Meskipun demikian. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. J. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Sampai pada skor IQ tertentu. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi.html#ixzz25mIgtLuy Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial . Sebaliknya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful