PENGERTIAN INTELEGENSI

Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Wangmuba, Materi Psikologi, Psikologi Umum, Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. (sumber: iqeq.web.id)

Kita hanya dapat mengetahui intelegensi dari tingkah laku atau perbuatannya yang tampak. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat intelegensi seseorang. Intelegensi itu ialah faktor total berbagai macam daya jiwa erat bersangkutan di dalamnya (ingatan. minat dan sebagainya juga mempengaruhi intelegensi seseorang). Intelegensi hanya dapat kita ketahui dengan cara tidak langsung melalui “kelakuan intelegensinya”. b. dengan menggunakan alat-alat berfikir yang sesuai dengan tujuannya. yang penting faktor-faktor lingkungan dan pendidikan pun memegang peranan.html) Claparde dan Stern mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru. Ciri-ciri intelegensi yaitu : . William Stern mengemukakan batasan sebagai berikut: intelegensi ialah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru. (http://fadliyanur. Oleh karena itu banyak hal atau faktor yang harus kita perhatikan supaya intelegensi yang kita miliki bisa meningkat. penasaran. Berbagai macam tes telah dilakukan oleh para ahli untuk mengetahui tingkat intelegensi seseorang. Dari batasan yang dikemukakan di atas. d. Bagi suatu perbuatan intelegensi bukan hanya kemapuan yang dibawa sejak lahir saja. fantasi.blogspot.com/2008/02/intelegensi. Namun di lain kesempatan ia mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah.intelegensi menurut “Claparde dan Stern” adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi dan kondisi baru. perhatian. berfikir secara rasional dan menghadapi lingkungannya secara efektif. dapat memikirkan dan menggunakan cara-cara untuk mewujudkan dan mencapai tujuan itu. David Wechster (1986). William Stern berpendapat bahwa intelegensi sebagian besar tergantung dengan dasar dan turunan. Bahwa manusia itu dalam kehidupannya senantiasa dapat menentukan tujuan-tujuan yang baru. Definisinya mengenai intelegensi mula-mula sebagai kapasitas untuk mengerti ungkapan dan kemauan akal budi untuk mengatasi tantangan-tantangannya. K. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian. dapat kita ketahui bahwa: a. pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh kepada intelegensi seseorang. c.

Jones and Conrad (Loree. Menurut English & English dalam bukunya " A Comprehensive Dictionary of Psichological and Psychoalitical Terms" . Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya. Jadi istilah inteligensi menurut para ahli diantaranya menurut Wechler (1958) mermuskaan intelligensi sebagai "keseluruhan ke-mampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta kemampuan mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif. 2.sangat intellegence. dan (3) Kecakapan. menurut kamus WebssterNew Worid Dictionary of the American Language. dan memahami). Intelegensi bukanlah suatu yang bersifat kebendaan. terutama kecakapan yang tinggi untuk berpikir. 1970 : 78) telah mengembangkan sebuah kurva perkembangan Inteligensi. Deskripsi perkembangan fungsi-fungsi kognitif secara kuantitatif dapat dikembangkan berdasarkan hasil laporan berbagai studi pengukuran dengan menggunakan tes inteligensi sebagai alat ukurnya. istilah intellect berarti: 1) kecakapan untuk berpikir. melainkan suatu fiksi ilmiah untuk mendiskripsikan perilaku individu yang berkaitan dengan kemampuan intelektual. terutama untuk aktivitas yang berkenaan dengan berpikir ( misalnya menghubungkan. dan 3) Pikiran atau inteligensi. istilah intellecct berarti antara lain : (1) Kekuataan mental dimana manusia dapat berpikir . yang dapat di tafsirkan anatara lain sebagai berikut : . 2) Kecakapan mental yang besar. Dalam mengartikan intelegensi (kecerdasan) ini. menimbang. Dengan menggunakan hasil pengukuran test inteligensi yang mencakup general (Infomation and Verbal Analogies. dan sebagainya.1. yang dilakukan secara longitudinal terhadap sekelompok subjek dari dan sampai ketingkatan usia tertentu secara test-retest yang alat ukurnya disusun secara sekuensial (Standfort revision benet test). (2) Suatu rumpun nama untuk proses kognitif. (bandingkan dengan intelligence. mengamati atau mengerti. Intelligence =intellect). Dengan demikian kecakapan berbeda dari kemauandan perasaan. para ahli mempunyai pengertian yang beragam. kecakapan untuk mengamati hubunganhubungan. Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung).

Pada usia 16 tahun berat otak sudah menyamai orang dewasa. dan 2). Dalam pada itu harus diingat bahwa penggolongan seperti yang dikemukakan itu hanyalah bersifat teknis bukan prinsip.1). secara mental telah dapat berfikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak dengan kata lain. yaitu merumuskan perencanaan strategis. Pembahasan mengenai sifat hakekat inteligensi. Pembahasan mengenai penyelidikan inteligensi itu Hal yang sama lebih bersifat teoritis-konsepsional. sedangkan remaja mengartikannya sesuatu yang abstrak. Yang menunjukkan wawasan atau perspektif yang luas terhadap masalah tersebut (Sigelman & Shaffer. Ditinjau dari perkembangan kogninif menurut piaget. Perkembangan lobe frontal ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan intelektual remaja. tetapi tidak seterampil remaja yang lebih tua usianya. lobe frontal. sadang hal yang kedua lebih bersifat teknis metodologisnya. Laju perkembangan Inteligensi pada masa remaja-remaja berlangsung sangat pesat. . 1995) Pada periode kongkrit. Lobe frontal ini terus berkembang terus sampai usia 20 tahun atau lebih. anak mungkin mengartikan sistem keadilan dikaitkan dengan polisi atau hakim. yang berfungsi sebagai kegiatan kognitif tingkat tinggi. maksudnya remaja tersebut mampu memecahkan masalah secara benar. yaitu sebagai suatu aspek kepedulian pemerintah terhadap hak-hak warga masyarakat yang mempunyai interes remaja. Remaja. 137-138). Sebab kedua hal itu pada hakekatnya tidak dapat di pisah-pisahkandengan tajam. serta sistematis dan ilmiah dalam memecahkan masalah dari pada berfikir kongkrit. 2). berfikir operasi formal lebih bersifat hipotesis dan abstrak. atau mengambil keputusan. Sistem syaraf yang memproses infprmasi berkembang secara cepat pada usia ini. Pada masa remaja terjadi reorganisasi lingkaran syarat. masa remaja sudah mencapai tahap operasi formal (operasi = kegiatan-kegiatan mental tentang berbagai gagasan). seperti pada usia 12 tahun walaupun secara intelektual remaja itu termasuk anak berbakat atau pintar. Namun belum bijaksana. Adapun pembahasan mengenai inteligensi itu secara teknis pada pokoknya dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu : 1). Terdapat variasi dalam saatnya dan laju kecepatan deklinasi menurut jenis-jenis kecakapan khusus tertentu (Juntika N. Sementara proses pertumbuhan otak mencapai kesempurnaannya dari mulai usia 12 – 20 tahun.

. Hubungan Intelek Dengan Tingkah Laku Kemampuan berfikir abstrak menunjukka perhatian seseorang terhadap kejadian dan peristiwa yang tidak kongkrit. pilihan pasangan hidup yang sebenarnya masih jauh didepannya. 1. (J. Bagi remaja. pilihan pekerjaan.Suriasumantri. misalnya . Kemampuan abstraksi mempermasalahkan kenyataan dan peristiwa-peristiwa dengan keadaan bagaimana yang semestinya menurut alam pikirannya. 2004 : 122). karena hal tersebut telah di bahas oleh ahli-ahli filsafat dan kemudian ahli-ahli biologi sebelum psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri ahli. Pandangan dan penilaian diri sendiri dianggap sama dengan pandangan orang lain mengenai dirinya.Inti persoalan daripada sifat hakikat inteligensi itu dirumuskan dengan pertanyaan : Apakah inteligensa itu ? Pertanyaan ini justru dalam bentuknya yang demikian itu. dan corak tingkah lakunya sekarang akan berbeda. Persoalannya sendiri sudah tua sekali. terlalu menitik beratkan pikiran sendiri tanpa memikirkan akibat lebih jauh. 2. menjadi obyek diskusi yang hangat bagi banyak ahli-ahli psikologi. daya berfikir dan sebagainya. terutama disekitar tahun-tahun 1900-1925. Konsep-konsep yang timbul dari keyakinan. Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri. Kemampuan abstrak akan berperan dalam perkembanangan kepribadiannya. Menurut konsepsi inteligensi ini adalah persatuan (kumpulan yang di persatukan) daripada dayadaya jiwa yang khusus. belum disertai pendapat orang lain dalam penilaiannya.S : 2004 : 125). (J. misalnya daya mengamati. daya mereproduksi. bahwa apa yang di selidiki (di test) dengan testinteligensi itu adalah inteligensi umum.S. dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan tidak berhasilnya menyelesaikan persoalan. Situasi ini (yang diakibatkan kemampuan abstraksi) akibatnya dapat menimbulkan perasaan tidak puas dan putus asa. Masih sulit membedakan pokok perhatian orang lain daripada tujuan perhatian diri sendiri. Jadi inteligensi di beri defenisi sebagai taraf umum yang mewakili daya-dayakhusus. B. Karenna itu pengukuran mengenai inteligensi juga dapat di tempuh dengan cara mengukur daya-daya jiw khusus itu. Disamping itu organ sentris masih terlihat dalam pikirannya. Cita-cita dan idialisme yang baik.S. corak perilaku pribadinya dihari depan. corak hidup bermasyarakat. lebih dari padaitu psikologi itu sendiri.

Dalam berfikir operasional formal. lebih dahulu Suatu kombinasi cairan ini membuat cairan tadi . Pada akhirnya pengaruh egosentrisitas pada remaja sudah sedemikian kecilnya. Berpikir Operasional juga Berpikir Kombinatoris Sifat ini merupakan kelengkapan sifat yang pertama dan berhubungan dengan cara melakukan analis. selanjutnya akan terjadi perkembangan yang teratur. maka egosentrisme berkurang. Sifat Deduktif Hipotesis 2. Pada masa ini remaja telah berfikir dengan mempertimbangkan hal yang mungkin. Analisis teoritik ini dapat dilakukan secara verbal.Berhubungan itu maka berpikir operasional juga disebut proposisional. sehingga berarti remaja sudah dapat berfikir abstrak dengan mengikut sertakan pandangan dan pendapat orang lain. Pada masa remaja kemampuan untuk mengatasi masalah yang majemuk bertambah. anak berada pada masa yang disebut " Masa oerasi formal" (berfikir abstrak). seorang remaja akan mengawalinya dengan pemikiran teoritik. Pada masa awal remaja. setidak-tidaknya mempunyai dua sifat yang penting. Dalam menyelesaikan suatu masalah. Pada dasarnya pengajuan hipotesis itu menggunakan cara berfikir induktif disamping deduktif. 1. yang juga disebut proporsiproporsi. 1. ia dapat membuat strategi penyelesaian. berfikir opersional juga berfikir kombinatoris. Misalnya anak diberi lima buah gelas berisi cairan tertentu. Kemudian mencari hubungan antra proporsi Yang berbeda-beda tadi. Anak lalu mengajukan pendapat-pendapat atau prediksi tertentu. Karakteristik Perkembangan Intelek Remaja Intelegensi pada remaja tidak mudah diukur karena tidak mudah terlihat perubahan kecepatan perkembangan kemampuan tersebut. Oleh sebab itu dari sifat analisis yang ia lakukan. Anak yang berpikir operasional formal. 2. Yang menganalisis masalah dan mengajukan cara-cara penyelesaian hipotesis yang mungkin. C. yaitu . Pada umumnya tiga sampai empat tahun pertama menunjukkan perkembangan kemampuan yang hebat. 1986 : 475475) Pada usia remaja ini anak sudah dapat berfikir abstrak dan hitotek. Sifat deduktif hipotesis. disamping hal yang nyata (riil) (Gliedmen.Melalui banyak pengalaman dan penghayatan kenyataan serta dalam menghadapi pendapat orang lain. kira-kira pada usia 12 tahun. 3.

sehingga pengaruh pula terhadap terjadinya perubahan kualitatif.Bila ia mencapai penyelesaian yang betul. mak ia juga akan segera dapat memproduksi. yang walaupun perkembangan IQ dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. maka remaja itu sampai dewasa pun tidak akan sampai pada taraf berpikir abstrak. IQ adalah suatu nilai yang hanya dapat ditentukan secara kira-kira karena selalu dapat terjadi perubahan- . ada yang berpandanganbahwa adalah keliru jika IQ dianggap bisa ditingkatkan. 3) Adanya kebebasan berpikir. Wechsler berpendapat bahwa keseluruhan intelegensi seseorang tidak dapat diukur. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi perkembangan Intelek Dalam hubungannya dengan perkembangan intelegensi/kemampuan berpikir remaja.menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun hipotesis-hipotesis yang radikal. misalnya tidak adanya kesempatan untuk menambah pengetahuan. Seorang remaja dengan kemampuan berpikir normal tetapi hidup dalam lingkungan atau kebudayaan yang tidak merangsang cara berpikir. yakni: 1) Fungsi intelegensi termasuk proses adaptasi yang bersifat biologis 2) Berkembangnya usia menyebabkan berkembangnya struktur intelegensi baru. Menurut Andi Mappiare (1982: 80) hal-hal yang mempengaruhi perkembangan intelek itu antara lain: 1) Bertabahnya informasi yang disimpan(dalam otak)seseorang sehingga ia mampu berpikr reflektif. secara sistematik mencoba mengisi setiap sel matriks tersebut secara empiris. 4. Anak diminta untuk mencari kombinasi ini. 2) Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga seseorang bisa berpikir proporsional. pergi ke sekolah tetapi tidak adanya pasilitas yang dibutuhka. dan menunjang keberanian anak memecahkan masalahdan menarik kesimpulan yang baru dan benar. Tiga kondisi di atas sesuai dengan dasar-dasar teori Piaget mengenai perkembangan intelegendi. Secara teoritik membuat matriksnya mengenai segala macam kombinasi yang mungkin. kebebasan menjajaki masalah secara keseluruhan.berubah warna.

IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi. a. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. .5 skala IQ perseorang siswa.50. Merka yang mengalami prasekolah sebelum sekolah dasar. IQ mereka berkorelasi sekitar 0. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah : Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. Angka ini jauh lebih tinggi daripada siswa-siswa yng tidak memasuki prasekolah sebelumnya.40 – 0. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal.20 dengan ayah dan ibu angkatnya.Perbedaan kemajuan nilai rata-rata IQ bagi mereka yang baru satu tahun saja belajar (bersekolah pada pra-sekolah)adalah 5. yaitu menunjukan rata-rata hanya mengalami perubahan nilai I hanya sebesar 0.90. Peranan Pengalaman dari Sekolah Terhadap Intelegensi Sejauh mana pengalaman meningkatkan intelegensi anak?Penelitian tentang pengaruh taman indria terhadap IQ telah dilaporkan oleh Wellman (1945) berdasarkan 50 kasus studi. dalam rata-rat IQ mereka lebih besar daripada mereka yang tidak mengalami prasekolah. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. sekitar 0. Selain gizi. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. Dengan demikian.4 skala IQ per seorang siswa. Rata-rataa tingkat IQ asal mereka adalah da atas 110. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Sedangkan di antara 2 anak kembar. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan.perubahan berdasarkan faktor-faktor individual dan situasional.10 – 0. rangsanganrangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting. dan hanya 0. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. menunjukan perbedaan kemajuan atau ”gained”. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan.

tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test . banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Inteligensi dan Bakat Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. Dalam kemampuan yang umum ini. Tahun 1916. Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalanpersoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anakanak sampai usia 13 tahun. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelaskelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern.Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age). Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. maka akan diperoleh skor 1. Di samping alat-alat tes di atas. Lewis Terman. Alfred Binet dan Theodor Simon. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. kecakapan. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Seorang tokoh dalam bidang ini. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. tidak terjadi perkembangan lagi. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor).

Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. Sampai pada skor IQ tertentu. Inteligensi dan Kreativitas Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. J. Sebaliknya. Namun semakin tinggi skor IQ. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. Meskipun demikian.com/pendidikan/pendidikananak/intelegensi-dan-iq. P. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Tetapi lebih tinggi lagi. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. tapi buktibukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas.dan Interest Inventory. Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. Sumber: Intelegensi dan IQ | Pendidikan http://keluargacemara. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi.html#ixzz25mIgtLuy Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial .