PENGERTIAN INTELEGENSI

Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Wangmuba, Materi Psikologi, Psikologi Umum, Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. (sumber: iqeq.web.id)

William Stern berpendapat bahwa intelegensi sebagian besar tergantung dengan dasar dan turunan. Oleh karena itu banyak hal atau faktor yang harus kita perhatikan supaya intelegensi yang kita miliki bisa meningkat. perhatian. K.html) Claparde dan Stern mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru. fantasi. Dari batasan yang dikemukakan di atas. c. dapat memikirkan dan menggunakan cara-cara untuk mewujudkan dan mencapai tujuan itu. David Wechster (1986). Intelegensi itu ialah faktor total berbagai macam daya jiwa erat bersangkutan di dalamnya (ingatan. Intelegensi hanya dapat kita ketahui dengan cara tidak langsung melalui “kelakuan intelegensinya”. minat dan sebagainya juga mempengaruhi intelegensi seseorang). Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian. d. Bagi suatu perbuatan intelegensi bukan hanya kemapuan yang dibawa sejak lahir saja. b. (http://fadliyanur.blogspot. Kita hanya dapat mengetahui intelegensi dari tingkah laku atau perbuatannya yang tampak. pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh kepada intelegensi seseorang.com/2008/02/intelegensi. Bahwa manusia itu dalam kehidupannya senantiasa dapat menentukan tujuan-tujuan yang baru. Ciri-ciri intelegensi yaitu : . William Stern mengemukakan batasan sebagai berikut: intelegensi ialah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru. penasaran. dapat kita ketahui bahwa: a. Definisinya mengenai intelegensi mula-mula sebagai kapasitas untuk mengerti ungkapan dan kemauan akal budi untuk mengatasi tantangan-tantangannya.intelegensi menurut “Claparde dan Stern” adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi dan kondisi baru. dengan menggunakan alat-alat berfikir yang sesuai dengan tujuannya. yang penting faktor-faktor lingkungan dan pendidikan pun memegang peranan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat intelegensi seseorang. Namun di lain kesempatan ia mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. Berbagai macam tes telah dilakukan oleh para ahli untuk mengetahui tingkat intelegensi seseorang. berfikir secara rasional dan menghadapi lingkungannya secara efektif.

sangat intellegence. Jadi istilah inteligensi menurut para ahli diantaranya menurut Wechler (1958) mermuskaan intelligensi sebagai "keseluruhan ke-mampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta kemampuan mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif. dan (3) Kecakapan. menurut kamus WebssterNew Worid Dictionary of the American Language. Deskripsi perkembangan fungsi-fungsi kognitif secara kuantitatif dapat dikembangkan berdasarkan hasil laporan berbagai studi pengukuran dengan menggunakan tes inteligensi sebagai alat ukurnya. (bandingkan dengan intelligence. 1970 : 78) telah mengembangkan sebuah kurva perkembangan Inteligensi. Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya. istilah intellect berarti: 1) kecakapan untuk berpikir. yang dilakukan secara longitudinal terhadap sekelompok subjek dari dan sampai ketingkatan usia tertentu secara test-retest yang alat ukurnya disusun secara sekuensial (Standfort revision benet test). Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung). dan 3) Pikiran atau inteligensi. dan sebagainya. Dalam mengartikan intelegensi (kecerdasan) ini. terutama untuk aktivitas yang berkenaan dengan berpikir ( misalnya menghubungkan. melainkan suatu fiksi ilmiah untuk mendiskripsikan perilaku individu yang berkaitan dengan kemampuan intelektual. 2. Menurut English & English dalam bukunya " A Comprehensive Dictionary of Psichological and Psychoalitical Terms" . para ahli mempunyai pengertian yang beragam. mengamati atau mengerti.1. Jones and Conrad (Loree. Dengan demikian kecakapan berbeda dari kemauandan perasaan. yang dapat di tafsirkan anatara lain sebagai berikut : . (2) Suatu rumpun nama untuk proses kognitif. terutama kecakapan yang tinggi untuk berpikir. Intelligence =intellect). 2) Kecakapan mental yang besar. Intelegensi bukanlah suatu yang bersifat kebendaan. dan memahami). istilah intellecct berarti antara lain : (1) Kekuataan mental dimana manusia dapat berpikir . Dengan menggunakan hasil pengukuran test inteligensi yang mencakup general (Infomation and Verbal Analogies. menimbang. kecakapan untuk mengamati hubunganhubungan.

Lobe frontal ini terus berkembang terus sampai usia 20 tahun atau lebih. lobe frontal. yang berfungsi sebagai kegiatan kognitif tingkat tinggi. sadang hal yang kedua lebih bersifat teknis metodologisnya. yaitu sebagai suatu aspek kepedulian pemerintah terhadap hak-hak warga masyarakat yang mempunyai interes remaja. 137-138).1). Sistem syaraf yang memproses infprmasi berkembang secara cepat pada usia ini. masa remaja sudah mencapai tahap operasi formal (operasi = kegiatan-kegiatan mental tentang berbagai gagasan). berfikir operasi formal lebih bersifat hipotesis dan abstrak. . Namun belum bijaksana. Sementara proses pertumbuhan otak mencapai kesempurnaannya dari mulai usia 12 – 20 tahun. seperti pada usia 12 tahun walaupun secara intelektual remaja itu termasuk anak berbakat atau pintar. Terdapat variasi dalam saatnya dan laju kecepatan deklinasi menurut jenis-jenis kecakapan khusus tertentu (Juntika N. tetapi tidak seterampil remaja yang lebih tua usianya. Adapun pembahasan mengenai inteligensi itu secara teknis pada pokoknya dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu : 1). secara mental telah dapat berfikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak dengan kata lain. Pada masa remaja terjadi reorganisasi lingkaran syarat. 1995) Pada periode kongkrit. anak mungkin mengartikan sistem keadilan dikaitkan dengan polisi atau hakim. maksudnya remaja tersebut mampu memecahkan masalah secara benar. Yang menunjukkan wawasan atau perspektif yang luas terhadap masalah tersebut (Sigelman & Shaffer. 2). atau mengambil keputusan. Ditinjau dari perkembangan kogninif menurut piaget. Perkembangan lobe frontal ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan intelektual remaja. Laju perkembangan Inteligensi pada masa remaja-remaja berlangsung sangat pesat. Remaja. Pada usia 16 tahun berat otak sudah menyamai orang dewasa. Dalam pada itu harus diingat bahwa penggolongan seperti yang dikemukakan itu hanyalah bersifat teknis bukan prinsip. Pembahasan mengenai penyelidikan inteligensi itu Hal yang sama lebih bersifat teoritis-konsepsional. Pembahasan mengenai sifat hakekat inteligensi. yaitu merumuskan perencanaan strategis. dan 2). Sebab kedua hal itu pada hakekatnya tidak dapat di pisah-pisahkandengan tajam. sedangkan remaja mengartikannya sesuatu yang abstrak. serta sistematis dan ilmiah dalam memecahkan masalah dari pada berfikir kongkrit.

S : 2004 : 125). Pandangan dan penilaian diri sendiri dianggap sama dengan pandangan orang lain mengenai dirinya.S. belum disertai pendapat orang lain dalam penilaiannya. pilihan pekerjaan. Persoalannya sendiri sudah tua sekali. daya berfikir dan sebagainya. Situasi ini (yang diakibatkan kemampuan abstraksi) akibatnya dapat menimbulkan perasaan tidak puas dan putus asa.Inti persoalan daripada sifat hakikat inteligensi itu dirumuskan dengan pertanyaan : Apakah inteligensa itu ? Pertanyaan ini justru dalam bentuknya yang demikian itu. Disamping itu organ sentris masih terlihat dalam pikirannya. dan corak tingkah lakunya sekarang akan berbeda. Karenna itu pengukuran mengenai inteligensi juga dapat di tempuh dengan cara mengukur daya-daya jiw khusus itu. misalnya daya mengamati. bahwa apa yang di selidiki (di test) dengan testinteligensi itu adalah inteligensi umum. daya mereproduksi. dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan tidak berhasilnya menyelesaikan persoalan. terutama disekitar tahun-tahun 1900-1925. misalnya . 2004 : 122). Kemampuan abstraksi mempermasalahkan kenyataan dan peristiwa-peristiwa dengan keadaan bagaimana yang semestinya menurut alam pikirannya. Konsep-konsep yang timbul dari keyakinan. Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri. 2. corak hidup bermasyarakat. B. Hubungan Intelek Dengan Tingkah Laku Kemampuan berfikir abstrak menunjukka perhatian seseorang terhadap kejadian dan peristiwa yang tidak kongkrit. Bagi remaja. (J. Menurut konsepsi inteligensi ini adalah persatuan (kumpulan yang di persatukan) daripada dayadaya jiwa yang khusus. lebih dari padaitu psikologi itu sendiri. karena hal tersebut telah di bahas oleh ahli-ahli filsafat dan kemudian ahli-ahli biologi sebelum psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri ahli. Jadi inteligensi di beri defenisi sebagai taraf umum yang mewakili daya-dayakhusus. . corak perilaku pribadinya dihari depan. terlalu menitik beratkan pikiran sendiri tanpa memikirkan akibat lebih jauh. pilihan pasangan hidup yang sebenarnya masih jauh didepannya. Masih sulit membedakan pokok perhatian orang lain daripada tujuan perhatian diri sendiri. menjadi obyek diskusi yang hangat bagi banyak ahli-ahli psikologi.Suriasumantri. Cita-cita dan idialisme yang baik. Kemampuan abstrak akan berperan dalam perkembanangan kepribadiannya.S. (J. 1.

Kemudian mencari hubungan antra proporsi Yang berbeda-beda tadi. 1. ia dapat membuat strategi penyelesaian. C. Pada umumnya tiga sampai empat tahun pertama menunjukkan perkembangan kemampuan yang hebat. kira-kira pada usia 12 tahun. yaitu . disamping hal yang nyata (riil) (Gliedmen. Pada akhirnya pengaruh egosentrisitas pada remaja sudah sedemikian kecilnya. Misalnya anak diberi lima buah gelas berisi cairan tertentu. sehingga berarti remaja sudah dapat berfikir abstrak dengan mengikut sertakan pandangan dan pendapat orang lain. Pada dasarnya pengajuan hipotesis itu menggunakan cara berfikir induktif disamping deduktif. Berpikir Operasional juga Berpikir Kombinatoris Sifat ini merupakan kelengkapan sifat yang pertama dan berhubungan dengan cara melakukan analis. Anak lalu mengajukan pendapat-pendapat atau prediksi tertentu. lebih dahulu Suatu kombinasi cairan ini membuat cairan tadi . maka egosentrisme berkurang. Dalam berfikir operasional formal. Pada masa remaja kemampuan untuk mengatasi masalah yang majemuk bertambah. Pada masa awal remaja. Analisis teoritik ini dapat dilakukan secara verbal. 1986 : 475475) Pada usia remaja ini anak sudah dapat berfikir abstrak dan hitotek. anak berada pada masa yang disebut " Masa oerasi formal" (berfikir abstrak). Dalam menyelesaikan suatu masalah. yang juga disebut proporsiproporsi. Yang menganalisis masalah dan mengajukan cara-cara penyelesaian hipotesis yang mungkin. 3.Melalui banyak pengalaman dan penghayatan kenyataan serta dalam menghadapi pendapat orang lain. 2. Pada masa ini remaja telah berfikir dengan mempertimbangkan hal yang mungkin. seorang remaja akan mengawalinya dengan pemikiran teoritik. 1. Karakteristik Perkembangan Intelek Remaja Intelegensi pada remaja tidak mudah diukur karena tidak mudah terlihat perubahan kecepatan perkembangan kemampuan tersebut. setidak-tidaknya mempunyai dua sifat yang penting.Berhubungan itu maka berpikir operasional juga disebut proposisional. Anak yang berpikir operasional formal. Oleh sebab itu dari sifat analisis yang ia lakukan. selanjutnya akan terjadi perkembangan yang teratur. Sifat Deduktif Hipotesis 2. berfikir opersional juga berfikir kombinatoris. Sifat deduktif hipotesis.

mak ia juga akan segera dapat memproduksi. 3) Adanya kebebasan berpikir. kebebasan menjajaki masalah secara keseluruhan. Wechsler berpendapat bahwa keseluruhan intelegensi seseorang tidak dapat diukur.menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun hipotesis-hipotesis yang radikal. Secara teoritik membuat matriksnya mengenai segala macam kombinasi yang mungkin.berubah warna.Bila ia mencapai penyelesaian yang betul. misalnya tidak adanya kesempatan untuk menambah pengetahuan. sehingga pengaruh pula terhadap terjadinya perubahan kualitatif. yakni: 1) Fungsi intelegensi termasuk proses adaptasi yang bersifat biologis 2) Berkembangnya usia menyebabkan berkembangnya struktur intelegensi baru. secara sistematik mencoba mengisi setiap sel matriks tersebut secara empiris. ada yang berpandanganbahwa adalah keliru jika IQ dianggap bisa ditingkatkan. dan menunjang keberanian anak memecahkan masalahdan menarik kesimpulan yang baru dan benar. maka remaja itu sampai dewasa pun tidak akan sampai pada taraf berpikir abstrak. Menurut Andi Mappiare (1982: 80) hal-hal yang mempengaruhi perkembangan intelek itu antara lain: 1) Bertabahnya informasi yang disimpan(dalam otak)seseorang sehingga ia mampu berpikr reflektif. 2) Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga seseorang bisa berpikir proporsional. Tiga kondisi di atas sesuai dengan dasar-dasar teori Piaget mengenai perkembangan intelegendi. IQ adalah suatu nilai yang hanya dapat ditentukan secara kira-kira karena selalu dapat terjadi perubahan- . Anak diminta untuk mencari kombinasi ini. 4. pergi ke sekolah tetapi tidak adanya pasilitas yang dibutuhka. yang walaupun perkembangan IQ dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. Seorang remaja dengan kemampuan berpikir normal tetapi hidup dalam lingkungan atau kebudayaan yang tidak merangsang cara berpikir. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi perkembangan Intelek Dalam hubungannya dengan perkembangan intelegensi/kemampuan berpikir remaja.

IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi. Rata-rataa tingkat IQ asal mereka adalah da atas 110. Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. Dengan demikian. Peranan Pengalaman dari Sekolah Terhadap Intelegensi Sejauh mana pengalaman meningkatkan intelegensi anak?Penelitian tentang pengaruh taman indria terhadap IQ telah dilaporkan oleh Wellman (1945) berdasarkan 50 kasus studi.Perbedaan kemajuan nilai rata-rata IQ bagi mereka yang baru satu tahun saja belajar (bersekolah pada pra-sekolah)adalah 5. . Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak.20 dengan ayah dan ibu angkatnya. rangsanganrangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting. yaitu menunjukan rata-rata hanya mengalami perubahan nilai I hanya sebesar 0. Selain gizi.perubahan berdasarkan faktor-faktor individual dan situasional.50. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti.5 skala IQ perseorang siswa. Sedangkan di antara 2 anak kembar. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. IQ mereka berkorelasi sekitar 0. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. a.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya.10 – 0. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi. dalam rata-rat IQ mereka lebih besar daripada mereka yang tidak mengalami prasekolah.4 skala IQ per seorang siswa. Angka ini jauh lebih tinggi daripada siswa-siswa yng tidak memasuki prasekolah sebelumnya. sekitar 0. Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan.90. menunjukan perbedaan kemajuan atau ”gained”. Merka yang mengalami prasekolah sebelum sekolah dasar.40 – 0. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah : Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. dan hanya 0. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.

Inteligensi dan Bakat Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tahun 1916. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelaskelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. kecakapan. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test . Lewis Terman. Di samping alat-alat tes di atas. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik.Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age). Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Seorang tokoh dalam bidang ini. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. maka akan diperoleh skor 1. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. tidak terjadi perkembangan lagi. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anakanak sampai usia 13 tahun. Alfred Binet dan Theodor Simon. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911. Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalanpersoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). Dalam kemampuan yang umum ini. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ.

ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Sumber: Intelegensi dan IQ | Pendidikan http://keluargacemara.dan Interest Inventory. Meskipun demikian. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. P. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. tapi buktibukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Inteligensi dan Kreativitas Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Tetapi lebih tinggi lagi.html#ixzz25mIgtLuy Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial . J. Sampai pada skor IQ tertentu. Sebaliknya.com/pendidikan/pendidikananak/intelegensi-dan-iq. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Namun semakin tinggi skor IQ. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful