Kelompok 10

PENDAHULUAN

Pada era sekarang, penyakit kanker sudah banyak terjadi di Indonesia. Banyak faktor yang dapat menyebabkan penyakit ini berkembang secara cepat. Seperti contohnya adalah faktor makanan, gaya hidup, genetika, lingkungan dan lain – lain. Banyak juga kematian yang disebabkan oleh penyakit kanker ini. Jenis – jenis kanker yaitu kanker payudara, kanker serviks, kanker prostat, kanker paru – paru, kanker hati, dan lain – lain. Kanker merupakan penyakit yang tidak menular dan merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di dunia terutama di Indonesia. Di Indonesia didapatkan, kanker merupakan pembunuh kedua setelah penyakit kardiovaskuler. Kanker adalah sel yang telah kehilangan kontrol dan mekanisme normal, sehingga pertumbuhan tidak dapat dikontrol, sel sel abnormal tumbuh dimana – mana, membelah tidak sesuai dengan normalnya bahkan mampu menyerang jaringan lain. Kanker pun dapat menyerang jaringan di mana saja di dalam organ. Oleh karena itu nama dari kanker pun dipengaruhi dimana letak sel kanker itu berada dan di jaringan apa. Serta tingkat keparahannya dan apakah berisfat ganas atau tidak. Sejalan dengan pertumbuhan dan pembiakkan, sel sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas menyusup ke jaringan di dekatnya melalui jaringan ikat, darah dan bisa menyebar ke seluruh tubuh. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel – sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya, sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya ( Lanfrachi, Angel & Brind, Joel, 2007 ).

1

sifat pertumbuhan. Autonomi : Pertumbuhan tidak teratur dengan benar oleh pengaruh biokimia dan fisik normal dalam lingkungan. yaitu : 1.Kelompok 10 PEMBAHASAN Definisi Kanker Kanker merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh perkembangan populasi sel yang lolos pada pertumbuhan regulasi normal. Klonalitas : Kanker berasal dari perubahan genetik yang terjadi pada sebuah sel yang kemudian berploriferasi membentuk sel ganas. dan kerusakannya ini terakumulasi dari waktu ke waktu. Kanker berkembang ketika clone dari sel abnormal dan kelainan ini hasil dari mutasi dalam struktur nukleotida DNA yang paling sering diperoleh selama hidup ( mutasi somatik ) ( Wiseman. 2007 ). 2008 ). 2. Kanker merupakan penyakit dari sel – sel tubuh yang berkembang secara abnormal. Klasifikasi tumor didasarkan pada jaringannya. Pengembangannya melibatkan kerusakan pada sel – sel DNA. replikasi dan diferemsiasi dan yang menyerang jaringan di sekitarnya. Dan invasi atau penyebaran ke jaringan lain. yaitu neoplasma. Pertumbuhan neoplasma ganas biasanya merusak jaringan sekitarnya dan dapat menyebar ke organ lainnya. proses ini dikenal sebagai metastasis ( Grant. Sel – sel ini erusak dan melepaskan diri dari mekanisme yang berfungsi untuk melindungi dari pertumbuhan dan penyebaran sel – sel tersebut. Ada empat karakteristik yang menjelaskan definisi penyakit kanker . 2 .

Inisiasi DNA berubah atau bermutasi dalam sel yang disalin. 2008 ). 2000). inisiasi. dan kemungkinan remisi (sukses pengobatan atau pembalikan ). Aktivasi Beberapa bahan kimia dan/atau radiasi dapat memicu perubahan sel. Kanker adalah nama untuk sekelompok kondisi yang dihasilkan dari pertumbuhan tidak terkendali dari sel – sel yang abnormal. namun yang paling sering terjadi karena faktor lingkungan dan gaya hidup. : Sel kanker memiliki kemampuan tumbuh secara tidak kontinyu dan menyebar ke bagian tubuh lain ( Mendelsohn. Menurut Krinke ( 2005 ) Fase transformasi sel normal menjadi sel kanker adalah sebagai berikut : 1. 3 . Promotor kanker yang disebut karsinogen seperti bahan kimia. virus serta faktor lingkungan dan gaya hidup ( Mendelsohn 2000 dan Duyff 2006 ). Jika itu terjadi dalam DNA tertentu.Kelompok 10 3. Beberapa kanker dapat dipengaruhi faktor genetik keluarga. sedangkan sekitar 10 – 15 % disebabkan oleh kesalahan replikasi dan genetika. invasif dan kemampuannya untuk menyebar. hilangnya kontak penghambat. Faktor lingkungan merupakan penyebab kejadian kanker sebesar 80-85%. Dalam proses yang normal. jika tidak ditangani maka akan menjadi fatal. tubuh seseorang dapat menghilangkan zat – zat berbahaya. Penyebab kanker bervariasi dan tidak dapat diketahui dengan pasti. progresi ( perkembangan dan penyebaran ). Kanker terjadi karena kerusakan struktur genetik yang menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak terkontrol. dalam beberapa kasus substansi menetap dan menempel pada DNA dalam sel. Metastasis : Tidak terdapat diferensiasi sel yang normal dan terkoordinasi. ras dan letak geografik. dan diyakini sepertiga dari kanker berhubungan dengan diet ( Damayanthi. Perkembangannya kompleks melalui beberapa tahap yaitu : aktivasi. Etiologi kanker Kanker adalah suatu pertumbuhan maligna yang selnya memiliki sifat – sifat : replikasi terus menerus. ini akan membuat sel lebih sensitif terhadap zat berbahaya dan/atau radiasi. promotor. Pola insiden kanker bervariasi sesuai jenis kelamin. 2. Anaplasia 4.

gumpalan sel abnormal mengikat bersama untuk membentuk suatu massa atau tumor. Jika urutan normal dari DNA rusak. Terdapat masa laten ( tidak menunjukan penampilan klinis) sebelum menjadi progresif. sel penghasil melanin.Kelompok 10 3. Promosi Ketika sel menjadi sensitif. termasuk sel – sel kulit. payudara. Kategori kanker Ada beberapa kategori umum kanker yaitu. Segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya kanker disebut karsinogen. Karsinogen Karsinogen menimbulkan perubahan pada DNA yang satuan terkecilnya ialah gen. tidak terkendali ( Tjarta. ovarium. kolon. 4. sehingga mempengaruhi 3 golongan gen pertumbuhan seperti proto – onkogen. karsinoma adalah kanker jaringan epitel. 5. pankreas dan esophagus. promotor mendorong sel – sel membelah dengan cepat. Sangat sering lebih dari satu karsinogen diperlukan untuk terjadinya perubahan sel normal menjadi sel neoplastik ( transformasi sel ). sehingga sering karsinogen disebut bersifat mutagenik. anti – onkogen dan gen pengatur apoptosis juga mempengaruhi gen perbaikan DNA mengakibatkan pembelahan sel berlebihan. testis. Perubahan materi genetik atau kerusakan gen nonletal akibat karsinogen. Progresi Sel – sel terus berkembang biak dan menyebar ke jaringan terdekat. Jika mereka memasuki sistem getah bening. kelenjar penghasi mukus. serviks. lambung. sel – sel abnormal akan diangkut ke organ tubuh lain. Limfoma adalah kanker 4 . Pada masa progresif terjadi invasi ke jaringan di sekitarnya dan menyebar ke tempat yang jauh ( metastasis ). rektum. Pembalikan Tujuan dari pembalikan adalah untuk mencegah perkembangan kanker atau memblokir salah satu dari keempat tahap pertama. 2006 ). Dari berbagai penelitian diketahui bahwa neoplasi terjadi dalam beberapa tahap dan sering memerlukan waktu yang panjang.

Sistem TNM dapat digunakan untuk pembagian stadium kanker yang meluas. N ( metastasis ke kelenjar getah bening regional). misalnya ludah. dan nyeri juga disebabkan karena ketakutan atau kecemasan. Gejala kanker Gejala kanker secara umum timbul tergantung dari jenis organ yang terserang yaitu : a. limpa. misalnya sukar menelan yang terus menerus. b. Gangguan pencernaan. batuk atau muntah yang berdarah. dan M (ada atau tidaknya metastasis jauh ). Timus dan sumsum tulang juga dapat dipengaruhi. cairan lubang senggama yang berdarah ( diantara menstruasi/menopause) darah dalam tinja. cairan puting susu yang mengandung darah. d. Sistem stadium tumor terbagi menjadi dua yaitu stadium yang masih terbatas dan stadium yang meluas. dimana T ( ukuran tumor ). lakteal. darah dalam air kemih. Sistem stadium terbatas termasuk kategori kanker in situ ( tumor yang terbatas pada suatu tempatt.Kelompok 10 jaringan limfe yang mencakup kapiler limfe. mimisan yang terus – menerus. e. Nyeri dapat terjadi akibat tumor yang meluas menekan syaraf dan pembuluh darah di sekitarnya. Pendarahan atau pengeluaran cairan yang tidak wajar. derajat invasi lokal yang telah terjadi dan derajat penyebarannya ke tempat – tempat jauh pada seseorang. Penurunan berat badan dengan cepat akibat kurang lemak dan protein (kaheksia). c. f. berbagai kelenjar limfe dan pembuluh limfe. Nyeri akibat penekanan syaraf dan pembuluh darah terutama terjadi pada jaringan – jaringan yang terletak di ruangan yang terbatas seperti tulang atau otak. reaksi kekebalan dan peradangan terhadap kanker yang sedang tumbuh. Perubahan kebiasaan buang air besar. g. Stadium Kanker Stadium kanker merupakan keputusan klinis yang berkaitan dengan ukuran tumor. Anemia yang terjadi akibat berbagai sebab 5 .

rasa penuh setelah makan. sakit pada kandung kemih. 6 . panas. hemoptisis (batuk berdarah ). kulit menjadi merah. Kelelahan sering terjadi akibat gizi yang buruk. nyeri. berindurasi (benjolan ) dan nyeri. b. anoreksia dan penurunan berat badan. rasa sakit ketika buang air kecil. rasa sakit atau perih pada saat buang air kecil. anoreksia demam atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Limfoma Kelenjar getah bening membesar. penurunan berat badan adalah manifestasi kanker paru yang lanjut. mual. pendarahan. Pada akhirnya terjadi anoreksia dan penurunan berat badan. edematosa ( pembengkakan ). Kanker Paru – Paru Batuk persisten. muntah demam. mual. Leukimia Pucat. dipsnea. penebalan kulit (tickening). h. nyeri pleura ( dada ).Kelompok 10 h. dan gangguan oksigenasi jaringan akibat anemia. c. d. Kanker Kolon Perubahan kebiasaan defekasi. penurunan berat badan. Kanker Payudara Adanya benjolan. e. Kanker Lambung Gejala dini rasa sedikit tidak enak pada abdomen bagian atas. perubahan bentuk. Kanker Kandung Kemih atau Ginjal Ada darah pada air seni. anemia. Kanker Prostat Kencing tidak lancar. f. muntah. kelelahan kronis. malnutrisi protein. keseeringan atau kesulitan buang air kecil. Anoreksia. g. Terdapat beberapa gejala kanker sesuai dengan jenis kanker yang dialami : a. rasa terbakar.

Kanker Pankreas Penurunan nafsu makan. Nasofaring Gejala pertama baru muncul setelah pertumbuhan masuk meluas ke lingkungan sekitar misalnya menyebabkan mata juling. tuli satu telinga dan bengkak di leher akibat metastasis di kelenjar limfe leher. atau virus yang diketahui bersfiat mutagenik dan pajanan berkepanjangan ke suatu promotor. penderita sering mendadak sakit perut. k. n. tertelan. Kanker Hati Nyeri akut karena pendarahan dari tumor. Kanker Mulut Bengkak kecil di dasar mulut yang dapat bergerak dan tidak menimbulkan nyeri. maka risiko terbentuknya kanker bayudara meningkat pada wanita 7 . m. penurunan berat badan dan nyeri punggung. keputihan berlebihan dan bau busuk. misalnya radiasi ultraviolet. Faktor Risiko Hormonal Hormon estrogen dapat berfungsi sebagai promotor bagi kanker tertentu. Kanker Otak Sakit kepala sering merupakan manifestasi kanker otak stadium lanjut. acites ( penumpukan di rongga perut ). nafsu makan menurun dan muncul ikterus ( kuningan ) l. Wanita yang menstruasi memiliki kadar estrogen yang tinggi. Mutagen dapat terhirup. j. misalnya kanker payudara dan kanker endometrium. yaitu : a. atau bekerja di kulit. kimiawi. Kanker serviks Gangguan siklus haid.Kelompok 10 i. Faktor Risiko Faktor – faktor risiko untuk kanker antara lain adalah pajan ke bahan fisik.

atau gagalnya fungsi sistem imun ( Corwin 2001 ). Infeksi oleh virus herpes simplek tipe – 2 yang ditularkan melalui hubungan kelamin dapat meningkatkan risiko kanker. 8 . emosi psikis Gangguan yang terjadi pada emosi dapat menyebabkan atau memperberat kanker seperti stress. Faktor risiko perilaku berkaitan dengan perilaku seksual seperti berganti – ganti pasangan. Peranan faktor kejiwaan pada kanker dapat melalui beberapa cara. Faktor riwayat keluarga Adanya riwayat keluarga yang mengidap kanker. Hormon progesteron meningkat pada wanita saat kehamilan dan saat menyusui. akan mengurangi risiko terkena kanker payudara. dan konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan. Faktor – faktor risiko perilaku antara lain adalah merokok. Faktor Prilaku Individu Perilaku tertentu meningkatkan kemungkinan bahwa seseorang akan lebih sering terpajan ke inisiator atau promotor. Faktor yang bersifat protektif terhadap pembentukan kanker Hormon progesteron bersifat protektif terhadap kanker yaitu dengan menghambat efek stimulasi estrogen. dan melakukan hubungan intim pada usia dini. Terlambat mengandung atau tidak memiliki anak dpat meningkatkan risiko payudara. kebencian yang mendalam atau sakit hati. kerentanan terhadap inisiator atau promotor tertentu. meningkatkan risiko terinfeksi virus papiloma manusia yang berkaitan dengan neoplasma alat kelamin. b. Kecenderungan genetik untuk kersinogenesis mungkin disebabkan oleh rapuhnya gen gen regulator.Kelompok 10 yang mengalami menstruasi dini dan mencapai menopause lambat. d. Faktor Kejiwaan. oleh karena itu wanita yang menyusui selama paling sedikit 6 bulan berturut – turut. kesalahan enzim pengkoreksi. denddam. terutama dari satu jenis adlah faktor risiko terjangkitnya kanker. e. c. diantaranya : stress atau dendam yang mempengaruhi perkembangan sel menjadi liar dan efek yang melemahkan sistem kekebalan tubuh sel T sehingga tidak mampu melenyapkan sel kanker tertentu. wanita yang hamil beberapa kali.

Kelompok 10 f. Perlu diketahui bahwa radikal bebas merupkan bagian dari imun tubuh. cenderung berubah baik langsung maupun melalui perubahan metabolik menjadi gugus yang bereaksi dengan DNA. bahkan sekaligus inisiator yang dominan dalam menyebabkan kanker/tumor atau bentuk sel tidak normal lainnya. Walaupun saat ini cukup banyak pilihan terapi yang dapat dilakukan untuk setiap jenis janker tetapi sebagian besar menimbulkan komplikasi dan 9 . Akibatnya radikal bebas tidak saja merusak bakteri / virus atau menetralkan senyawa asing. sayuran dan antioksidan berhubungan dengan penurunan kanker pada tahap inisiasi dan progresi. Pada tahap inisiasi sel normal berubah menjadi sel yang mempunyai potensi untuk menjadi sel neoplastik. karena itu kontak dengan atau penggunaan bahan – bahan asing yang tidak dibutuhkan tubuh turut merangsang diproduksinya radikal bebas secara berlebihan. Terapi Kanker Terapi pada pasien kanker bertujuan untuk membinasakan sel – sel kanker dengan membunuhnya ataupun membuangnya. Faktor Makanan Diet dapat merubah peran genetik dalam perkembangan kanker. PATOFISIOLOGI KANKER Kanker terbentuk melalui 2 transformasi sel yaitu tahap inisiasi dan promosi. Oksigen radikal bebas adalah promotor. Untuk terjadinya tahap inisiasi yang ireversibel peerubahan sel oleh karsinogen harus paling sedikit terjadi pada satu siklus pembelahan sel. mengakibatkan DNA pecah. tetapi juga ikut merusak inti sel di sekitarnya sehingga berkembang menjadi sel tidak normal. Keadaan selanjutnya diikuti dengan tahap kedua yaitu tahap promosi. Asupan buah. mengalami metilasi atau hambatan perbaikan kerusakan DNA. Walaupun pola diet berdampak lebih besar ketika awal kehidupan. yaitu tumor/kanker. Pada tahap ini karsinogen yang bekerja sebagai inisiator. Perubahan ini menetap. Promotr tidak berdampak pada sel yang tidak mengalami inisiasi. Pada tahap ini suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berkembang menjadi neoplasma yang dipengaruhi oleh agen tertentu yang disebut promotor. Promotor adalah suatu substansi yang tidak menyebabkan kerusakan DNA dan bersifat reversibel. tetapi perhatian ditunjukkan lebih besar pada orang dewasa dalam menurunkan risiko kanker.

mual dan muntah. Sel sel tubuh dengan peredaran yang cepat seperti sumsum tulang. konstipasi. lamanya pengobatan. dosis. Secara umum tujuan terapi kanker adalah memperbesar angka harapan hidup dan mengatasi gejala yang berarti memperbaiki kualitas hidup. b. hal itu juga mempengaruhi sel – sel normal. antidiarrhae. antibiotik. asupan makan dan status gizi dapat terpengaruh ( Grant.. terapi radiasi berpengaruh hanya pada tumor dan daerah sekitarnya. dan perubahan fungsi usus. Efek samping ini bersifat sementara karena sel – sel saluran cerna mengganti dirinya sendiri tiap tiga hari. ataupun menghambat penyerapan zat gizi. perubahan rasa dan bau. Kemoterapi adalah terapi sistemik yang efeknya mempengaruhi seluruh tubuh. kehilangan nafsu makan. dan juga berpengaruh pada sel normal seperti ketika sel – sel pada saluran pencernaan terkena dapat menyebabkan diare. Akibatnya . mucositis. Berbeda dengan kemoterapi yang merupakan terpai sistemik. serta perubahan pola makan.Kelompok 10 penyulit pada penderitanya. xerostomia ( mulut kering ). obat yang digunakan. 10 . Tingkat keparahan efek samping tergantung pada agen tertentu. Sedangkan operasi dan terapi radiasi digunakan untuk mengobati tumor lokal. Aksi target dari kemoterapi tidak hanya terbatas pada jaringan ganas. sel darah putih dan trombosit oleh sumsum tulang ). 2008 ). sangat penting bagaimana mengatur efektivitas terkait dengan efek samping pengobatan. Efek samping terapi radiasi biasannya hanya pada daerah yang teradiasi. Penggunaan waktu danterapi yang tepat seperti antiemetic. Obat ini akan bekerja dengan menghambat atau mematikan sel – sel tumor. dan status kesehatan saat ini. Kemoterapi adalah penggunaan obat untuk penyembuhan atau pengendalian kanker. Namun karena kemoterapi dilakukan dalam waktu yang lama sehingga dapat memnyebabkan status gizi buruk. Radiasi Terapi radiasi dapat diberikan secara eksternal ke dalam tubuh dari akseleator linear atau unit kobalt atau internal dengan menempatkan sumber radioaktif secara langsung di dalam tubuh atau pada tumor dengan dosis tinggi. kelelahan. respon individu. Berikut ini jenis terapi untuk pasien kanker : a. disfagia. Kemoterapi Penggunaan bahan kimia atau obat untuk mengobati kanker. folikel rambut. dan mukosa saluran pencernaan biasanya yang paling berpengaruh. Gejala gizi yang dialami akibat kemoterapi meliputi penurunan dalam produksi sel darah merah. Lemoterapi merupakan terapi sistemik yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh.

kerongkongan. Umumnya efek samping tersebut sementara dan menghilang beberapa hari setelah operasi. dan Antibodi penyerang. Tetapi radiasi yang dilakukan pada leher. Stimulan imunitas. 11 . Setelah operasi diet yang diberikan yaitu tinggi energi dan protein yang diperlukan untuk penyembuhan luka dan pemulihan. d. stomatitis. dan perubahan makan. Efek samping dari pengobatan sering menyebabkan ketidaknyamanan penderitanya seperti disfagia. Imunoterapi dapat merangsang sistem kekebalan pejamu agar berespons secara lebih agresif terhadap tumor atau sel sel tumor dapat diserang oleh antibodi yang dibuat oleh laboratorium. dada. esofagitis ( radang kerongkongan ) dan penurunan produksi air liur yang menyebabkan mulut kering. dan perut menyebabkan masalah makan yang akut. mulut sakit. Masalah gizi dapat berkembang tergantung pada jenis prosedur yang dilakukan. Operasi digunakan untuk oengobatan kanker dapat pula dikombinasikan dengan kemoterapi adjuvant sebelum operasi atau pasca operasi atau terapi radiasi. kehilangan nafsu makan. Gejala yang umum terjadi seperti kelelahan. Memberikan gizi yang optimal diperlukan dengan cara memodifikasi diet berdasarkan kemampuan atau ketidakmampuan seseorang untuk mengkonsumsi. c. Imunoterapi Imunoterapi adalah ebntuk terapi kanker yang baru diciptakan yang memanfaatkan dua sifat atau ciri utama dari sistem imum : spesifitas dan daya ingat. Operasi Operasi dilakukan dalam pengobatan kanker dalam upaya untuk mengangkat tumor atau mengurangi gejala ( misalnya obstruksi pada saluran cerna ). kesakitan. Imunoterapi yang digunakan seperti : Antibodi berlabel Fluoresen.Kelompok 10 Radiasi juga dapat diberikan dengan mengkombinasikannya dengan terapi agar meningkatkan efek radiasi. Imunoterapi dapat digunakan untuk mengidentifikasi tumor dan memungkinkan pendeteksian semua tempat metastasis yang tersembunyi. dan mencerna makanan.

481-7. Light RW. Putnam JB Jr. Ponn R. In: Perry MC editor.Kelompok 10 DAFTAR PUSTAKA 1. Pollah JS. 9 2. Rodriguest RM.. Olak J. 162: 1987-2001. et al. Alexandria : ASCO. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 3. Management of malignant pleural effusions. Am J Respir Crit Care Med 2000. American Thoracic Society. 2004.p. Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia. Kanker paru ( kanker paru karsino bukan sel kecil). Jablons D. A randomized 12 . Management of the pleural effusions. American society of clinical oncology educational book. 2001. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 4.

6. Icvak P. 104: 73-8. Pleural effusion. Schultz I. Sallach JA. 2: 366-9. The malignant pleural effusion: A review of cytopathologic diagnosis of 584 speciment from 472 conseccutive patients. Colt HG. Borderas Naranjo F. 58(Suppl II): ii29-ii38. Cancers statistics 2003. Burrows CM. Sallach SM. 122: 1913-7. 346: 1971-7. 5. 11. Light RW. Cancer 1999. BTS guidelines for management of malignant pleural effusions. Neville E. Cancer 1985. Jemal A. Samuels A. Johnston WW. Thorax 2003. Predicting survival in patients with recurrent symptomatic malignant pleural effusions. Thun MJ. Vasquez E.Kelompok 10 comparison of indwelling pleural catheter and doxycycline pleurodesis in the management of malignant pleural effusions. 13 . Mathews WC. 56: 905-9. 10. Ward E. 53: 5-26.CA Cancer J Clin 2003. Lopez Menjias J. Eur Respir J 1989. 9. N Engl J Med 2002. Ghafoor A. Ali N. Murray T. Rodriguez-Panadero F. 7.Pleural metastatic tumors and effusions: Frequency and pathogenic mechanism in a post-mortem series. Antunes G. Volume of pleural fluid required for diagnosis of pleural malignancy. 86: 1992-9. 8. Chest 2000. Chest 2002. Duffy J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful