Kelompok 10

PENDAHULUAN

Pada era sekarang, penyakit kanker sudah banyak terjadi di Indonesia. Banyak faktor yang dapat menyebabkan penyakit ini berkembang secara cepat. Seperti contohnya adalah faktor makanan, gaya hidup, genetika, lingkungan dan lain – lain. Banyak juga kematian yang disebabkan oleh penyakit kanker ini. Jenis – jenis kanker yaitu kanker payudara, kanker serviks, kanker prostat, kanker paru – paru, kanker hati, dan lain – lain. Kanker merupakan penyakit yang tidak menular dan merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di dunia terutama di Indonesia. Di Indonesia didapatkan, kanker merupakan pembunuh kedua setelah penyakit kardiovaskuler. Kanker adalah sel yang telah kehilangan kontrol dan mekanisme normal, sehingga pertumbuhan tidak dapat dikontrol, sel sel abnormal tumbuh dimana – mana, membelah tidak sesuai dengan normalnya bahkan mampu menyerang jaringan lain. Kanker pun dapat menyerang jaringan di mana saja di dalam organ. Oleh karena itu nama dari kanker pun dipengaruhi dimana letak sel kanker itu berada dan di jaringan apa. Serta tingkat keparahannya dan apakah berisfat ganas atau tidak. Sejalan dengan pertumbuhan dan pembiakkan, sel sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas menyusup ke jaringan di dekatnya melalui jaringan ikat, darah dan bisa menyebar ke seluruh tubuh. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel – sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya, sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya ( Lanfrachi, Angel & Brind, Joel, 2007 ).

1

Pengembangannya melibatkan kerusakan pada sel – sel DNA. Pertumbuhan neoplasma ganas biasanya merusak jaringan sekitarnya dan dapat menyebar ke organ lainnya. replikasi dan diferemsiasi dan yang menyerang jaringan di sekitarnya. dan kerusakannya ini terakumulasi dari waktu ke waktu. 2007 ). Dan invasi atau penyebaran ke jaringan lain. Kanker berkembang ketika clone dari sel abnormal dan kelainan ini hasil dari mutasi dalam struktur nukleotida DNA yang paling sering diperoleh selama hidup ( mutasi somatik ) ( Wiseman. sifat pertumbuhan. Klonalitas : Kanker berasal dari perubahan genetik yang terjadi pada sebuah sel yang kemudian berploriferasi membentuk sel ganas. 2008 ). 2. yaitu : 1. Sel – sel ini erusak dan melepaskan diri dari mekanisme yang berfungsi untuk melindungi dari pertumbuhan dan penyebaran sel – sel tersebut. Autonomi : Pertumbuhan tidak teratur dengan benar oleh pengaruh biokimia dan fisik normal dalam lingkungan. Klasifikasi tumor didasarkan pada jaringannya. proses ini dikenal sebagai metastasis ( Grant. yaitu neoplasma. Ada empat karakteristik yang menjelaskan definisi penyakit kanker . 2 . Kanker merupakan penyakit dari sel – sel tubuh yang berkembang secara abnormal.Kelompok 10 PEMBAHASAN Definisi Kanker Kanker merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh perkembangan populasi sel yang lolos pada pertumbuhan regulasi normal.

Perkembangannya kompleks melalui beberapa tahap yaitu : aktivasi. : Sel kanker memiliki kemampuan tumbuh secara tidak kontinyu dan menyebar ke bagian tubuh lain ( Mendelsohn. dan kemungkinan remisi (sukses pengobatan atau pembalikan ). Inisiasi DNA berubah atau bermutasi dalam sel yang disalin. Promotor kanker yang disebut karsinogen seperti bahan kimia. sedangkan sekitar 10 – 15 % disebabkan oleh kesalahan replikasi dan genetika. Dalam proses yang normal. ras dan letak geografik. Anaplasia 4. Jika itu terjadi dalam DNA tertentu. Beberapa kanker dapat dipengaruhi faktor genetik keluarga. progresi ( perkembangan dan penyebaran ). Etiologi kanker Kanker adalah suatu pertumbuhan maligna yang selnya memiliki sifat – sifat : replikasi terus menerus. ini akan membuat sel lebih sensitif terhadap zat berbahaya dan/atau radiasi. dalam beberapa kasus substansi menetap dan menempel pada DNA dalam sel. Aktivasi Beberapa bahan kimia dan/atau radiasi dapat memicu perubahan sel. Penyebab kanker bervariasi dan tidak dapat diketahui dengan pasti. Metastasis : Tidak terdapat diferensiasi sel yang normal dan terkoordinasi. hilangnya kontak penghambat. 2008 ). promotor. 3 . inisiasi. namun yang paling sering terjadi karena faktor lingkungan dan gaya hidup. invasif dan kemampuannya untuk menyebar. dan diyakini sepertiga dari kanker berhubungan dengan diet ( Damayanthi. Kanker adalah nama untuk sekelompok kondisi yang dihasilkan dari pertumbuhan tidak terkendali dari sel – sel yang abnormal. Pola insiden kanker bervariasi sesuai jenis kelamin. Menurut Krinke ( 2005 ) Fase transformasi sel normal menjadi sel kanker adalah sebagai berikut : 1. 2000). jika tidak ditangani maka akan menjadi fatal. tubuh seseorang dapat menghilangkan zat – zat berbahaya. Faktor lingkungan merupakan penyebab kejadian kanker sebesar 80-85%. 2.Kelompok 10 3. virus serta faktor lingkungan dan gaya hidup ( Mendelsohn 2000 dan Duyff 2006 ). Kanker terjadi karena kerusakan struktur genetik yang menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak terkontrol.

Limfoma adalah kanker 4 . Kategori kanker Ada beberapa kategori umum kanker yaitu. karsinoma adalah kanker jaringan epitel. pankreas dan esophagus. ovarium. sehingga sering karsinogen disebut bersifat mutagenik. sel penghasil melanin. Sangat sering lebih dari satu karsinogen diperlukan untuk terjadinya perubahan sel normal menjadi sel neoplastik ( transformasi sel ). kelenjar penghasi mukus. 4. lambung. payudara. tidak terkendali ( Tjarta. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa neoplasi terjadi dalam beberapa tahap dan sering memerlukan waktu yang panjang. Perubahan materi genetik atau kerusakan gen nonletal akibat karsinogen. serviks. gumpalan sel abnormal mengikat bersama untuk membentuk suatu massa atau tumor. anti – onkogen dan gen pengatur apoptosis juga mempengaruhi gen perbaikan DNA mengakibatkan pembelahan sel berlebihan. Jika mereka memasuki sistem getah bening. Pada masa progresif terjadi invasi ke jaringan di sekitarnya dan menyebar ke tempat yang jauh ( metastasis ). Progresi Sel – sel terus berkembang biak dan menyebar ke jaringan terdekat. 5. Jika urutan normal dari DNA rusak. sel – sel abnormal akan diangkut ke organ tubuh lain. Pembalikan Tujuan dari pembalikan adalah untuk mencegah perkembangan kanker atau memblokir salah satu dari keempat tahap pertama. Promosi Ketika sel menjadi sensitif. Terdapat masa laten ( tidak menunjukan penampilan klinis) sebelum menjadi progresif. Segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya kanker disebut karsinogen. rektum. sehingga mempengaruhi 3 golongan gen pertumbuhan seperti proto – onkogen. promotor mendorong sel – sel membelah dengan cepat. testis. kolon. termasuk sel – sel kulit. 2006 ).Kelompok 10 3. Karsinogen Karsinogen menimbulkan perubahan pada DNA yang satuan terkecilnya ialah gen.

berbagai kelenjar limfe dan pembuluh limfe. e. Perubahan kebiasaan buang air besar. batuk atau muntah yang berdarah. Sistem TNM dapat digunakan untuk pembagian stadium kanker yang meluas. d. Stadium Kanker Stadium kanker merupakan keputusan klinis yang berkaitan dengan ukuran tumor. g. Penurunan berat badan dengan cepat akibat kurang lemak dan protein (kaheksia). cairan puting susu yang mengandung darah. dimana T ( ukuran tumor ). Nyeri dapat terjadi akibat tumor yang meluas menekan syaraf dan pembuluh darah di sekitarnya. misalnya sukar menelan yang terus menerus.Kelompok 10 jaringan limfe yang mencakup kapiler limfe. c. f. lakteal. dan nyeri juga disebabkan karena ketakutan atau kecemasan. Timus dan sumsum tulang juga dapat dipengaruhi. b. mimisan yang terus – menerus. Pendarahan atau pengeluaran cairan yang tidak wajar. Gejala kanker Gejala kanker secara umum timbul tergantung dari jenis organ yang terserang yaitu : a. Sistem stadium tumor terbagi menjadi dua yaitu stadium yang masih terbatas dan stadium yang meluas. N ( metastasis ke kelenjar getah bening regional). darah dalam air kemih. Anemia yang terjadi akibat berbagai sebab 5 . Nyeri akibat penekanan syaraf dan pembuluh darah terutama terjadi pada jaringan – jaringan yang terletak di ruangan yang terbatas seperti tulang atau otak. Gangguan pencernaan. reaksi kekebalan dan peradangan terhadap kanker yang sedang tumbuh. Sistem stadium terbatas termasuk kategori kanker in situ ( tumor yang terbatas pada suatu tempatt. dan M (ada atau tidaknya metastasis jauh ). misalnya ludah. cairan lubang senggama yang berdarah ( diantara menstruasi/menopause) darah dalam tinja. derajat invasi lokal yang telah terjadi dan derajat penyebarannya ke tempat – tempat jauh pada seseorang. limpa.

b. Anoreksia. rasa sakit ketika buang air kecil. kelelahan kronis. Kanker Kolon Perubahan kebiasaan defekasi. mual.Kelompok 10 h. sakit pada kandung kemih. Kanker Payudara Adanya benjolan. anemia. c. pendarahan. nyeri pleura ( dada ). rasa terbakar. h. rasa penuh setelah makan. rasa sakit atau perih pada saat buang air kecil. Kanker Paru – Paru Batuk persisten. penurunan berat badan adalah manifestasi kanker paru yang lanjut. e. Limfoma Kelenjar getah bening membesar. Leukimia Pucat. Kanker Lambung Gejala dini rasa sedikit tidak enak pada abdomen bagian atas. berindurasi (benjolan ) dan nyeri. muntah. anoreksia dan penurunan berat badan. f. malnutrisi protein. panas. Pada akhirnya terjadi anoreksia dan penurunan berat badan. Kanker Prostat Kencing tidak lancar. keseeringan atau kesulitan buang air kecil. muntah demam. perubahan bentuk. 6 . penebalan kulit (tickening). mual. Terdapat beberapa gejala kanker sesuai dengan jenis kanker yang dialami : a. g. nyeri. dan gangguan oksigenasi jaringan akibat anemia. Kanker Kandung Kemih atau Ginjal Ada darah pada air seni. edematosa ( pembengkakan ). kulit menjadi merah. Kelelahan sering terjadi akibat gizi yang buruk. hemoptisis (batuk berdarah ). anoreksia demam atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. penurunan berat badan. dipsnea. d.

Kanker Pankreas Penurunan nafsu makan. j. atau virus yang diketahui bersfiat mutagenik dan pajanan berkepanjangan ke suatu promotor. kimiawi. misalnya kanker payudara dan kanker endometrium. Kanker Mulut Bengkak kecil di dasar mulut yang dapat bergerak dan tidak menimbulkan nyeri. yaitu : a. misalnya radiasi ultraviolet. Kanker serviks Gangguan siklus haid. n. Mutagen dapat terhirup. m. Faktor Risiko Faktor – faktor risiko untuk kanker antara lain adalah pajan ke bahan fisik. k. penderita sering mendadak sakit perut. Wanita yang menstruasi memiliki kadar estrogen yang tinggi. atau bekerja di kulit. maka risiko terbentuknya kanker bayudara meningkat pada wanita 7 . penurunan berat badan dan nyeri punggung. Nasofaring Gejala pertama baru muncul setelah pertumbuhan masuk meluas ke lingkungan sekitar misalnya menyebabkan mata juling.Kelompok 10 i. tuli satu telinga dan bengkak di leher akibat metastasis di kelenjar limfe leher. Faktor Risiko Hormonal Hormon estrogen dapat berfungsi sebagai promotor bagi kanker tertentu. Kanker Otak Sakit kepala sering merupakan manifestasi kanker otak stadium lanjut. acites ( penumpukan di rongga perut ). Kanker Hati Nyeri akut karena pendarahan dari tumor. keputihan berlebihan dan bau busuk. nafsu makan menurun dan muncul ikterus ( kuningan ) l. tertelan.

c. diantaranya : stress atau dendam yang mempengaruhi perkembangan sel menjadi liar dan efek yang melemahkan sistem kekebalan tubuh sel T sehingga tidak mampu melenyapkan sel kanker tertentu. Peranan faktor kejiwaan pada kanker dapat melalui beberapa cara. akan mengurangi risiko terkena kanker payudara. Faktor – faktor risiko perilaku antara lain adalah merokok. denddam. dan melakukan hubungan intim pada usia dini. emosi psikis Gangguan yang terjadi pada emosi dapat menyebabkan atau memperberat kanker seperti stress. oleh karena itu wanita yang menyusui selama paling sedikit 6 bulan berturut – turut. wanita yang hamil beberapa kali. Faktor Prilaku Individu Perilaku tertentu meningkatkan kemungkinan bahwa seseorang akan lebih sering terpajan ke inisiator atau promotor. Kecenderungan genetik untuk kersinogenesis mungkin disebabkan oleh rapuhnya gen gen regulator. kebencian yang mendalam atau sakit hati. Faktor risiko perilaku berkaitan dengan perilaku seksual seperti berganti – ganti pasangan. Faktor yang bersifat protektif terhadap pembentukan kanker Hormon progesteron bersifat protektif terhadap kanker yaitu dengan menghambat efek stimulasi estrogen. meningkatkan risiko terinfeksi virus papiloma manusia yang berkaitan dengan neoplasma alat kelamin. d. kesalahan enzim pengkoreksi. Faktor Kejiwaan. Terlambat mengandung atau tidak memiliki anak dpat meningkatkan risiko payudara. Faktor riwayat keluarga Adanya riwayat keluarga yang mengidap kanker. terutama dari satu jenis adlah faktor risiko terjangkitnya kanker. 8 . Infeksi oleh virus herpes simplek tipe – 2 yang ditularkan melalui hubungan kelamin dapat meningkatkan risiko kanker. e.Kelompok 10 yang mengalami menstruasi dini dan mencapai menopause lambat. dan konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan. atau gagalnya fungsi sistem imun ( Corwin 2001 ). Hormon progesteron meningkat pada wanita saat kehamilan dan saat menyusui. b. kerentanan terhadap inisiator atau promotor tertentu.

Walaupun saat ini cukup banyak pilihan terapi yang dapat dilakukan untuk setiap jenis janker tetapi sebagian besar menimbulkan komplikasi dan 9 . Perlu diketahui bahwa radikal bebas merupkan bagian dari imun tubuh. Oksigen radikal bebas adalah promotor. Akibatnya radikal bebas tidak saja merusak bakteri / virus atau menetralkan senyawa asing. Walaupun pola diet berdampak lebih besar ketika awal kehidupan. Promotor adalah suatu substansi yang tidak menyebabkan kerusakan DNA dan bersifat reversibel. karena itu kontak dengan atau penggunaan bahan – bahan asing yang tidak dibutuhkan tubuh turut merangsang diproduksinya radikal bebas secara berlebihan. PATOFISIOLOGI KANKER Kanker terbentuk melalui 2 transformasi sel yaitu tahap inisiasi dan promosi. Promotr tidak berdampak pada sel yang tidak mengalami inisiasi. bahkan sekaligus inisiator yang dominan dalam menyebabkan kanker/tumor atau bentuk sel tidak normal lainnya. mengalami metilasi atau hambatan perbaikan kerusakan DNA. Pada tahap ini suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berkembang menjadi neoplasma yang dipengaruhi oleh agen tertentu yang disebut promotor. sayuran dan antioksidan berhubungan dengan penurunan kanker pada tahap inisiasi dan progresi. mengakibatkan DNA pecah. Pada tahap inisiasi sel normal berubah menjadi sel yang mempunyai potensi untuk menjadi sel neoplastik. tetapi perhatian ditunjukkan lebih besar pada orang dewasa dalam menurunkan risiko kanker. yaitu tumor/kanker. Untuk terjadinya tahap inisiasi yang ireversibel peerubahan sel oleh karsinogen harus paling sedikit terjadi pada satu siklus pembelahan sel. Keadaan selanjutnya diikuti dengan tahap kedua yaitu tahap promosi.Kelompok 10 f. Pada tahap ini karsinogen yang bekerja sebagai inisiator. Perubahan ini menetap. Terapi Kanker Terapi pada pasien kanker bertujuan untuk membinasakan sel – sel kanker dengan membunuhnya ataupun membuangnya. cenderung berubah baik langsung maupun melalui perubahan metabolik menjadi gugus yang bereaksi dengan DNA. tetapi juga ikut merusak inti sel di sekitarnya sehingga berkembang menjadi sel tidak normal. Faktor Makanan Diet dapat merubah peran genetik dalam perkembangan kanker. Asupan buah.

b. Secara umum tujuan terapi kanker adalah memperbesar angka harapan hidup dan mengatasi gejala yang berarti memperbaiki kualitas hidup. 10 . asupan makan dan status gizi dapat terpengaruh ( Grant.. kelelahan. Kemoterapi adalah penggunaan obat untuk penyembuhan atau pengendalian kanker. Sel sel tubuh dengan peredaran yang cepat seperti sumsum tulang. Berikut ini jenis terapi untuk pasien kanker : a. xerostomia ( mulut kering ). serta perubahan pola makan. Sedangkan operasi dan terapi radiasi digunakan untuk mengobati tumor lokal. obat yang digunakan. Kemoterapi Penggunaan bahan kimia atau obat untuk mengobati kanker. dan juga berpengaruh pada sel normal seperti ketika sel – sel pada saluran pencernaan terkena dapat menyebabkan diare. folikel rambut. Lemoterapi merupakan terapi sistemik yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Kemoterapi adalah terapi sistemik yang efeknya mempengaruhi seluruh tubuh. hal itu juga mempengaruhi sel – sel normal. sangat penting bagaimana mengatur efektivitas terkait dengan efek samping pengobatan. respon individu. Penggunaan waktu danterapi yang tepat seperti antiemetic. ataupun menghambat penyerapan zat gizi. dan perubahan fungsi usus. Aksi target dari kemoterapi tidak hanya terbatas pada jaringan ganas. sel darah putih dan trombosit oleh sumsum tulang ). perubahan rasa dan bau. Akibatnya . Tingkat keparahan efek samping tergantung pada agen tertentu. dan mukosa saluran pencernaan biasanya yang paling berpengaruh. mucositis. dan status kesehatan saat ini. dosis. Berbeda dengan kemoterapi yang merupakan terpai sistemik. antidiarrhae. mual dan muntah. Efek samping ini bersifat sementara karena sel – sel saluran cerna mengganti dirinya sendiri tiap tiga hari. konstipasi. Obat ini akan bekerja dengan menghambat atau mematikan sel – sel tumor. Efek samping terapi radiasi biasannya hanya pada daerah yang teradiasi. lamanya pengobatan. kehilangan nafsu makan. Gejala gizi yang dialami akibat kemoterapi meliputi penurunan dalam produksi sel darah merah. terapi radiasi berpengaruh hanya pada tumor dan daerah sekitarnya. Radiasi Terapi radiasi dapat diberikan secara eksternal ke dalam tubuh dari akseleator linear atau unit kobalt atau internal dengan menempatkan sumber radioaktif secara langsung di dalam tubuh atau pada tumor dengan dosis tinggi. disfagia. 2008 ).Kelompok 10 penyulit pada penderitanya. Namun karena kemoterapi dilakukan dalam waktu yang lama sehingga dapat memnyebabkan status gizi buruk. antibiotik.

Tetapi radiasi yang dilakukan pada leher. esofagitis ( radang kerongkongan ) dan penurunan produksi air liur yang menyebabkan mulut kering. Operasi Operasi dilakukan dalam pengobatan kanker dalam upaya untuk mengangkat tumor atau mengurangi gejala ( misalnya obstruksi pada saluran cerna ). Gejala yang umum terjadi seperti kelelahan. 11 . Imunoterapi dapat digunakan untuk mengidentifikasi tumor dan memungkinkan pendeteksian semua tempat metastasis yang tersembunyi. Operasi digunakan untuk oengobatan kanker dapat pula dikombinasikan dengan kemoterapi adjuvant sebelum operasi atau pasca operasi atau terapi radiasi. kehilangan nafsu makan. dan perubahan makan. Masalah gizi dapat berkembang tergantung pada jenis prosedur yang dilakukan. dan perut menyebabkan masalah makan yang akut. Imunoterapi Imunoterapi adalah ebntuk terapi kanker yang baru diciptakan yang memanfaatkan dua sifat atau ciri utama dari sistem imum : spesifitas dan daya ingat. Setelah operasi diet yang diberikan yaitu tinggi energi dan protein yang diperlukan untuk penyembuhan luka dan pemulihan. Memberikan gizi yang optimal diperlukan dengan cara memodifikasi diet berdasarkan kemampuan atau ketidakmampuan seseorang untuk mengkonsumsi. Imunoterapi yang digunakan seperti : Antibodi berlabel Fluoresen. mulut sakit.Kelompok 10 Radiasi juga dapat diberikan dengan mengkombinasikannya dengan terapi agar meningkatkan efek radiasi. d. Umumnya efek samping tersebut sementara dan menghilang beberapa hari setelah operasi. dada. dan mencerna makanan. c. stomatitis. kesakitan. Imunoterapi dapat merangsang sistem kekebalan pejamu agar berespons secara lebih agresif terhadap tumor atau sel sel tumor dapat diserang oleh antibodi yang dibuat oleh laboratorium. dan Antibodi penyerang. Efek samping dari pengobatan sering menyebabkan ketidaknyamanan penderitanya seperti disfagia. Stimulan imunitas. kerongkongan.

4. Am J Respir Crit Care Med 2000. American Thoracic Society. Management of the pleural effusions. 2004. et al.p.Kelompok 10 DAFTAR PUSTAKA 1. Olak J. 162: 1987-2001. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. In: Perry MC editor. 2001. Pollah JS. Management of malignant pleural effusions. Light RW. A randomized 12 . American society of clinical oncology educational book.481-7. 3. Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.. Alexandria : ASCO. Putnam JB Jr. Kanker paru ( kanker paru karsino bukan sel kecil). Rodriguest RM. 9 2. Jablons D. Ponn R.

Rodriguez-Panadero F. 11. 6. Ghafoor A. Murray T.Pleural metastatic tumors and effusions: Frequency and pathogenic mechanism in a post-mortem series. Jemal A. Lopez Menjias J. 53: 5-26. Cancer 1999. Ward E. 346: 1971-7. Light RW. Samuels A. Chest 2000. 104: 73-8. 86: 1992-9. Cancer 1985. Antunes G. Icvak P. Thorax 2003. Volume of pleural fluid required for diagnosis of pleural malignancy. Duffy J. Borderas Naranjo F. Eur Respir J 1989. Thun MJ. Colt HG.Kelompok 10 comparison of indwelling pleural catheter and doxycycline pleurodesis in the management of malignant pleural effusions. Vasquez E. 7. 2: 366-9. Ali N. 122: 1913-7. Schultz I. The malignant pleural effusion: A review of cytopathologic diagnosis of 584 speciment from 472 conseccutive patients. Mathews WC. 5. 9. 58(Suppl II): ii29-ii38. Pleural effusion. Cancers statistics 2003. 10. Sallach JA. 13 . BTS guidelines for management of malignant pleural effusions. Predicting survival in patients with recurrent symptomatic malignant pleural effusions. Sallach SM. Burrows CM. Johnston WW. Neville E. Chest 2002. N Engl J Med 2002. 8. 56: 905-9.CA Cancer J Clin 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful