Kelompok 10

PENDAHULUAN

Pada era sekarang, penyakit kanker sudah banyak terjadi di Indonesia. Banyak faktor yang dapat menyebabkan penyakit ini berkembang secara cepat. Seperti contohnya adalah faktor makanan, gaya hidup, genetika, lingkungan dan lain – lain. Banyak juga kematian yang disebabkan oleh penyakit kanker ini. Jenis – jenis kanker yaitu kanker payudara, kanker serviks, kanker prostat, kanker paru – paru, kanker hati, dan lain – lain. Kanker merupakan penyakit yang tidak menular dan merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di dunia terutama di Indonesia. Di Indonesia didapatkan, kanker merupakan pembunuh kedua setelah penyakit kardiovaskuler. Kanker adalah sel yang telah kehilangan kontrol dan mekanisme normal, sehingga pertumbuhan tidak dapat dikontrol, sel sel abnormal tumbuh dimana – mana, membelah tidak sesuai dengan normalnya bahkan mampu menyerang jaringan lain. Kanker pun dapat menyerang jaringan di mana saja di dalam organ. Oleh karena itu nama dari kanker pun dipengaruhi dimana letak sel kanker itu berada dan di jaringan apa. Serta tingkat keparahannya dan apakah berisfat ganas atau tidak. Sejalan dengan pertumbuhan dan pembiakkan, sel sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas menyusup ke jaringan di dekatnya melalui jaringan ikat, darah dan bisa menyebar ke seluruh tubuh. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel – sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya, sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya ( Lanfrachi, Angel & Brind, Joel, 2007 ).

1

Sel – sel ini erusak dan melepaskan diri dari mekanisme yang berfungsi untuk melindungi dari pertumbuhan dan penyebaran sel – sel tersebut. Klonalitas : Kanker berasal dari perubahan genetik yang terjadi pada sebuah sel yang kemudian berploriferasi membentuk sel ganas. sifat pertumbuhan. yaitu : 1.Kelompok 10 PEMBAHASAN Definisi Kanker Kanker merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh perkembangan populasi sel yang lolos pada pertumbuhan regulasi normal. 2008 ). yaitu neoplasma. 2. Pengembangannya melibatkan kerusakan pada sel – sel DNA. dan kerusakannya ini terakumulasi dari waktu ke waktu. replikasi dan diferemsiasi dan yang menyerang jaringan di sekitarnya. Ada empat karakteristik yang menjelaskan definisi penyakit kanker . Kanker merupakan penyakit dari sel – sel tubuh yang berkembang secara abnormal. proses ini dikenal sebagai metastasis ( Grant. Autonomi : Pertumbuhan tidak teratur dengan benar oleh pengaruh biokimia dan fisik normal dalam lingkungan. Kanker berkembang ketika clone dari sel abnormal dan kelainan ini hasil dari mutasi dalam struktur nukleotida DNA yang paling sering diperoleh selama hidup ( mutasi somatik ) ( Wiseman. 2007 ). 2 . Dan invasi atau penyebaran ke jaringan lain. Pertumbuhan neoplasma ganas biasanya merusak jaringan sekitarnya dan dapat menyebar ke organ lainnya. Klasifikasi tumor didasarkan pada jaringannya.

Perkembangannya kompleks melalui beberapa tahap yaitu : aktivasi. Metastasis : Tidak terdapat diferensiasi sel yang normal dan terkoordinasi. progresi ( perkembangan dan penyebaran ). hilangnya kontak penghambat. Aktivasi Beberapa bahan kimia dan/atau radiasi dapat memicu perubahan sel. Promotor kanker yang disebut karsinogen seperti bahan kimia. promotor. Etiologi kanker Kanker adalah suatu pertumbuhan maligna yang selnya memiliki sifat – sifat : replikasi terus menerus. Penyebab kanker bervariasi dan tidak dapat diketahui dengan pasti. jika tidak ditangani maka akan menjadi fatal. Anaplasia 4. ini akan membuat sel lebih sensitif terhadap zat berbahaya dan/atau radiasi. ras dan letak geografik. Kanker adalah nama untuk sekelompok kondisi yang dihasilkan dari pertumbuhan tidak terkendali dari sel – sel yang abnormal. virus serta faktor lingkungan dan gaya hidup ( Mendelsohn 2000 dan Duyff 2006 ). dalam beberapa kasus substansi menetap dan menempel pada DNA dalam sel. 2008 ). Faktor lingkungan merupakan penyebab kejadian kanker sebesar 80-85%. 2000). Inisiasi DNA berubah atau bermutasi dalam sel yang disalin. dan diyakini sepertiga dari kanker berhubungan dengan diet ( Damayanthi. namun yang paling sering terjadi karena faktor lingkungan dan gaya hidup. : Sel kanker memiliki kemampuan tumbuh secara tidak kontinyu dan menyebar ke bagian tubuh lain ( Mendelsohn. sedangkan sekitar 10 – 15 % disebabkan oleh kesalahan replikasi dan genetika. Dalam proses yang normal. inisiasi. Kanker terjadi karena kerusakan struktur genetik yang menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak terkontrol. dan kemungkinan remisi (sukses pengobatan atau pembalikan ). Menurut Krinke ( 2005 ) Fase transformasi sel normal menjadi sel kanker adalah sebagai berikut : 1. Beberapa kanker dapat dipengaruhi faktor genetik keluarga. tubuh seseorang dapat menghilangkan zat – zat berbahaya. 2. Pola insiden kanker bervariasi sesuai jenis kelamin.Kelompok 10 3. 3 . Jika itu terjadi dalam DNA tertentu. invasif dan kemampuannya untuk menyebar.

5. Terdapat masa laten ( tidak menunjukan penampilan klinis) sebelum menjadi progresif. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa neoplasi terjadi dalam beberapa tahap dan sering memerlukan waktu yang panjang. lambung. testis. serviks. Sangat sering lebih dari satu karsinogen diperlukan untuk terjadinya perubahan sel normal menjadi sel neoplastik ( transformasi sel ). karsinoma adalah kanker jaringan epitel. anti – onkogen dan gen pengatur apoptosis juga mempengaruhi gen perbaikan DNA mengakibatkan pembelahan sel berlebihan. termasuk sel – sel kulit. sehingga mempengaruhi 3 golongan gen pertumbuhan seperti proto – onkogen. Promosi Ketika sel menjadi sensitif. 4. tidak terkendali ( Tjarta. Pada masa progresif terjadi invasi ke jaringan di sekitarnya dan menyebar ke tempat yang jauh ( metastasis ). Jika urutan normal dari DNA rusak. Karsinogen Karsinogen menimbulkan perubahan pada DNA yang satuan terkecilnya ialah gen. promotor mendorong sel – sel membelah dengan cepat. sel – sel abnormal akan diangkut ke organ tubuh lain. payudara. 2006 ). sehingga sering karsinogen disebut bersifat mutagenik. Limfoma adalah kanker 4 . pankreas dan esophagus. Kategori kanker Ada beberapa kategori umum kanker yaitu. kolon. ovarium. kelenjar penghasi mukus.Kelompok 10 3. Progresi Sel – sel terus berkembang biak dan menyebar ke jaringan terdekat. sel penghasil melanin. gumpalan sel abnormal mengikat bersama untuk membentuk suatu massa atau tumor. Perubahan materi genetik atau kerusakan gen nonletal akibat karsinogen. Segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya kanker disebut karsinogen. Pembalikan Tujuan dari pembalikan adalah untuk mencegah perkembangan kanker atau memblokir salah satu dari keempat tahap pertama. rektum. Jika mereka memasuki sistem getah bening.

batuk atau muntah yang berdarah. berbagai kelenjar limfe dan pembuluh limfe. misalnya ludah. Nyeri dapat terjadi akibat tumor yang meluas menekan syaraf dan pembuluh darah di sekitarnya. b. Stadium Kanker Stadium kanker merupakan keputusan klinis yang berkaitan dengan ukuran tumor. reaksi kekebalan dan peradangan terhadap kanker yang sedang tumbuh. dan nyeri juga disebabkan karena ketakutan atau kecemasan. dimana T ( ukuran tumor ). N ( metastasis ke kelenjar getah bening regional). d. cairan lubang senggama yang berdarah ( diantara menstruasi/menopause) darah dalam tinja.Kelompok 10 jaringan limfe yang mencakup kapiler limfe. Pendarahan atau pengeluaran cairan yang tidak wajar. derajat invasi lokal yang telah terjadi dan derajat penyebarannya ke tempat – tempat jauh pada seseorang. Gejala kanker Gejala kanker secara umum timbul tergantung dari jenis organ yang terserang yaitu : a. mimisan yang terus – menerus. Sistem stadium terbatas termasuk kategori kanker in situ ( tumor yang terbatas pada suatu tempatt. darah dalam air kemih. Gangguan pencernaan. e. Nyeri akibat penekanan syaraf dan pembuluh darah terutama terjadi pada jaringan – jaringan yang terletak di ruangan yang terbatas seperti tulang atau otak. Anemia yang terjadi akibat berbagai sebab 5 . dan M (ada atau tidaknya metastasis jauh ). Sistem TNM dapat digunakan untuk pembagian stadium kanker yang meluas. Sistem stadium tumor terbagi menjadi dua yaitu stadium yang masih terbatas dan stadium yang meluas. cairan puting susu yang mengandung darah. g. limpa. Timus dan sumsum tulang juga dapat dipengaruhi. Perubahan kebiasaan buang air besar. c. Penurunan berat badan dengan cepat akibat kurang lemak dan protein (kaheksia). f. lakteal. misalnya sukar menelan yang terus menerus.

rasa sakit atau perih pada saat buang air kecil. Kanker Prostat Kencing tidak lancar. dan gangguan oksigenasi jaringan akibat anemia. Kelelahan sering terjadi akibat gizi yang buruk. Kanker Kandung Kemih atau Ginjal Ada darah pada air seni. d. dipsnea. g. h. Pada akhirnya terjadi anoreksia dan penurunan berat badan. panas. e. Leukimia Pucat. Terdapat beberapa gejala kanker sesuai dengan jenis kanker yang dialami : a. anoreksia dan penurunan berat badan. penurunan berat badan. malnutrisi protein. Limfoma Kelenjar getah bening membesar. muntah. pendarahan. Anoreksia. penebalan kulit (tickening). edematosa ( pembengkakan ). nyeri. hemoptisis (batuk berdarah ). b. sakit pada kandung kemih. rasa penuh setelah makan. Kanker Paru – Paru Batuk persisten. anemia. Kanker Lambung Gejala dini rasa sedikit tidak enak pada abdomen bagian atas.Kelompok 10 h. berindurasi (benjolan ) dan nyeri. c. muntah demam. kulit menjadi merah. Kanker Payudara Adanya benjolan. rasa sakit ketika buang air kecil. mual. nyeri pleura ( dada ). 6 . keseeringan atau kesulitan buang air kecil. anoreksia demam atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. mual. penurunan berat badan adalah manifestasi kanker paru yang lanjut. perubahan bentuk. Kanker Kolon Perubahan kebiasaan defekasi. kelelahan kronis. f. rasa terbakar.

yaitu : a. m. Kanker Mulut Bengkak kecil di dasar mulut yang dapat bergerak dan tidak menimbulkan nyeri. Nasofaring Gejala pertama baru muncul setelah pertumbuhan masuk meluas ke lingkungan sekitar misalnya menyebabkan mata juling. tertelan. nafsu makan menurun dan muncul ikterus ( kuningan ) l. atau bekerja di kulit. tuli satu telinga dan bengkak di leher akibat metastasis di kelenjar limfe leher. misalnya kanker payudara dan kanker endometrium. j. Mutagen dapat terhirup. Kanker Pankreas Penurunan nafsu makan. acites ( penumpukan di rongga perut ). penurunan berat badan dan nyeri punggung. Kanker Otak Sakit kepala sering merupakan manifestasi kanker otak stadium lanjut. Kanker serviks Gangguan siklus haid. Kanker Hati Nyeri akut karena pendarahan dari tumor. k. Faktor Risiko Faktor – faktor risiko untuk kanker antara lain adalah pajan ke bahan fisik.Kelompok 10 i. penderita sering mendadak sakit perut. Faktor Risiko Hormonal Hormon estrogen dapat berfungsi sebagai promotor bagi kanker tertentu. Wanita yang menstruasi memiliki kadar estrogen yang tinggi. maka risiko terbentuknya kanker bayudara meningkat pada wanita 7 . misalnya radiasi ultraviolet. keputihan berlebihan dan bau busuk. kimiawi. n. atau virus yang diketahui bersfiat mutagenik dan pajanan berkepanjangan ke suatu promotor.

emosi psikis Gangguan yang terjadi pada emosi dapat menyebabkan atau memperberat kanker seperti stress. Faktor Kejiwaan. dan konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan. Faktor yang bersifat protektif terhadap pembentukan kanker Hormon progesteron bersifat protektif terhadap kanker yaitu dengan menghambat efek stimulasi estrogen. diantaranya : stress atau dendam yang mempengaruhi perkembangan sel menjadi liar dan efek yang melemahkan sistem kekebalan tubuh sel T sehingga tidak mampu melenyapkan sel kanker tertentu. atau gagalnya fungsi sistem imun ( Corwin 2001 ). 8 . Peranan faktor kejiwaan pada kanker dapat melalui beberapa cara. Kecenderungan genetik untuk kersinogenesis mungkin disebabkan oleh rapuhnya gen gen regulator. akan mengurangi risiko terkena kanker payudara. b. e. kebencian yang mendalam atau sakit hati. d. meningkatkan risiko terinfeksi virus papiloma manusia yang berkaitan dengan neoplasma alat kelamin. Faktor riwayat keluarga Adanya riwayat keluarga yang mengidap kanker. kesalahan enzim pengkoreksi. Faktor – faktor risiko perilaku antara lain adalah merokok. terutama dari satu jenis adlah faktor risiko terjangkitnya kanker. wanita yang hamil beberapa kali. denddam. kerentanan terhadap inisiator atau promotor tertentu. Faktor risiko perilaku berkaitan dengan perilaku seksual seperti berganti – ganti pasangan.Kelompok 10 yang mengalami menstruasi dini dan mencapai menopause lambat. Hormon progesteron meningkat pada wanita saat kehamilan dan saat menyusui. dan melakukan hubungan intim pada usia dini. Infeksi oleh virus herpes simplek tipe – 2 yang ditularkan melalui hubungan kelamin dapat meningkatkan risiko kanker. Faktor Prilaku Individu Perilaku tertentu meningkatkan kemungkinan bahwa seseorang akan lebih sering terpajan ke inisiator atau promotor. c. oleh karena itu wanita yang menyusui selama paling sedikit 6 bulan berturut – turut. Terlambat mengandung atau tidak memiliki anak dpat meningkatkan risiko payudara.

Pada tahap ini karsinogen yang bekerja sebagai inisiator. Oksigen radikal bebas adalah promotor. Pada tahap ini suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berkembang menjadi neoplasma yang dipengaruhi oleh agen tertentu yang disebut promotor. karena itu kontak dengan atau penggunaan bahan – bahan asing yang tidak dibutuhkan tubuh turut merangsang diproduksinya radikal bebas secara berlebihan. mengalami metilasi atau hambatan perbaikan kerusakan DNA. cenderung berubah baik langsung maupun melalui perubahan metabolik menjadi gugus yang bereaksi dengan DNA. Terapi Kanker Terapi pada pasien kanker bertujuan untuk membinasakan sel – sel kanker dengan membunuhnya ataupun membuangnya. sayuran dan antioksidan berhubungan dengan penurunan kanker pada tahap inisiasi dan progresi. Perlu diketahui bahwa radikal bebas merupkan bagian dari imun tubuh. Perubahan ini menetap. Asupan buah. Keadaan selanjutnya diikuti dengan tahap kedua yaitu tahap promosi. mengakibatkan DNA pecah. Faktor Makanan Diet dapat merubah peran genetik dalam perkembangan kanker. PATOFISIOLOGI KANKER Kanker terbentuk melalui 2 transformasi sel yaitu tahap inisiasi dan promosi. tetapi juga ikut merusak inti sel di sekitarnya sehingga berkembang menjadi sel tidak normal. yaitu tumor/kanker. bahkan sekaligus inisiator yang dominan dalam menyebabkan kanker/tumor atau bentuk sel tidak normal lainnya. Walaupun saat ini cukup banyak pilihan terapi yang dapat dilakukan untuk setiap jenis janker tetapi sebagian besar menimbulkan komplikasi dan 9 . Promotor adalah suatu substansi yang tidak menyebabkan kerusakan DNA dan bersifat reversibel. Walaupun pola diet berdampak lebih besar ketika awal kehidupan. Promotr tidak berdampak pada sel yang tidak mengalami inisiasi. Pada tahap inisiasi sel normal berubah menjadi sel yang mempunyai potensi untuk menjadi sel neoplastik.Kelompok 10 f. tetapi perhatian ditunjukkan lebih besar pada orang dewasa dalam menurunkan risiko kanker. Untuk terjadinya tahap inisiasi yang ireversibel peerubahan sel oleh karsinogen harus paling sedikit terjadi pada satu siklus pembelahan sel. Akibatnya radikal bebas tidak saja merusak bakteri / virus atau menetralkan senyawa asing.

2008 ).. perubahan rasa dan bau. disfagia. 10 . dosis. dan juga berpengaruh pada sel normal seperti ketika sel – sel pada saluran pencernaan terkena dapat menyebabkan diare. Radiasi Terapi radiasi dapat diberikan secara eksternal ke dalam tubuh dari akseleator linear atau unit kobalt atau internal dengan menempatkan sumber radioaktif secara langsung di dalam tubuh atau pada tumor dengan dosis tinggi. Namun karena kemoterapi dilakukan dalam waktu yang lama sehingga dapat memnyebabkan status gizi buruk. Aksi target dari kemoterapi tidak hanya terbatas pada jaringan ganas. antibiotik. Obat ini akan bekerja dengan menghambat atau mematikan sel – sel tumor. b. kelelahan. dan mukosa saluran pencernaan biasanya yang paling berpengaruh. serta perubahan pola makan. Kemoterapi adalah penggunaan obat untuk penyembuhan atau pengendalian kanker. Efek samping terapi radiasi biasannya hanya pada daerah yang teradiasi. Gejala gizi yang dialami akibat kemoterapi meliputi penurunan dalam produksi sel darah merah. Berbeda dengan kemoterapi yang merupakan terpai sistemik. Penggunaan waktu danterapi yang tepat seperti antiemetic. sel darah putih dan trombosit oleh sumsum tulang ). folikel rambut. Lemoterapi merupakan terapi sistemik yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh. konstipasi.Kelompok 10 penyulit pada penderitanya. Akibatnya . Tingkat keparahan efek samping tergantung pada agen tertentu. Berikut ini jenis terapi untuk pasien kanker : a. Kemoterapi Penggunaan bahan kimia atau obat untuk mengobati kanker. Sedangkan operasi dan terapi radiasi digunakan untuk mengobati tumor lokal. hal itu juga mempengaruhi sel – sel normal. dan perubahan fungsi usus. Secara umum tujuan terapi kanker adalah memperbesar angka harapan hidup dan mengatasi gejala yang berarti memperbaiki kualitas hidup. xerostomia ( mulut kering ). mucositis. respon individu. obat yang digunakan. lamanya pengobatan. Efek samping ini bersifat sementara karena sel – sel saluran cerna mengganti dirinya sendiri tiap tiga hari. sangat penting bagaimana mengatur efektivitas terkait dengan efek samping pengobatan. terapi radiasi berpengaruh hanya pada tumor dan daerah sekitarnya. kehilangan nafsu makan. ataupun menghambat penyerapan zat gizi. dan status kesehatan saat ini. mual dan muntah. Kemoterapi adalah terapi sistemik yang efeknya mempengaruhi seluruh tubuh. antidiarrhae. Sel sel tubuh dengan peredaran yang cepat seperti sumsum tulang. asupan makan dan status gizi dapat terpengaruh ( Grant.

Operasi digunakan untuk oengobatan kanker dapat pula dikombinasikan dengan kemoterapi adjuvant sebelum operasi atau pasca operasi atau terapi radiasi. stomatitis. kehilangan nafsu makan. mulut sakit. dan Antibodi penyerang. dan perut menyebabkan masalah makan yang akut. Umumnya efek samping tersebut sementara dan menghilang beberapa hari setelah operasi. Imunoterapi dapat merangsang sistem kekebalan pejamu agar berespons secara lebih agresif terhadap tumor atau sel sel tumor dapat diserang oleh antibodi yang dibuat oleh laboratorium. esofagitis ( radang kerongkongan ) dan penurunan produksi air liur yang menyebabkan mulut kering. Stimulan imunitas. dan perubahan makan. kesakitan. d. 11 . Operasi Operasi dilakukan dalam pengobatan kanker dalam upaya untuk mengangkat tumor atau mengurangi gejala ( misalnya obstruksi pada saluran cerna ). Efek samping dari pengobatan sering menyebabkan ketidaknyamanan penderitanya seperti disfagia. Imunoterapi dapat digunakan untuk mengidentifikasi tumor dan memungkinkan pendeteksian semua tempat metastasis yang tersembunyi.Kelompok 10 Radiasi juga dapat diberikan dengan mengkombinasikannya dengan terapi agar meningkatkan efek radiasi. kerongkongan. c. dan mencerna makanan. Gejala yang umum terjadi seperti kelelahan. Setelah operasi diet yang diberikan yaitu tinggi energi dan protein yang diperlukan untuk penyembuhan luka dan pemulihan. dada. Imunoterapi yang digunakan seperti : Antibodi berlabel Fluoresen. Memberikan gizi yang optimal diperlukan dengan cara memodifikasi diet berdasarkan kemampuan atau ketidakmampuan seseorang untuk mengkonsumsi. Imunoterapi Imunoterapi adalah ebntuk terapi kanker yang baru diciptakan yang memanfaatkan dua sifat atau ciri utama dari sistem imum : spesifitas dan daya ingat. Masalah gizi dapat berkembang tergantung pada jenis prosedur yang dilakukan. Tetapi radiasi yang dilakukan pada leher.

Management of the pleural effusions.481-7. American Thoracic Society. Putnam JB Jr. Pollah JS.Kelompok 10 DAFTAR PUSTAKA 1. A randomized 12 .. 2001. Kanker paru ( kanker paru karsino bukan sel kecil). In: Perry MC editor. Management of malignant pleural effusions. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia. 2004. Am J Respir Crit Care Med 2000. 3. Alexandria : ASCO. et al. Light RW. Rodriguest RM. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 9 2.p. American society of clinical oncology educational book. 162: 1987-2001. Olak J. 4. Jablons D. Ponn R.

Colt HG.CA Cancer J Clin 2003. 53: 5-26. Samuels A. Lopez Menjias J. Burrows CM. Ghafoor A. 11. Sallach JA. Jemal A. Ali N. Cancers statistics 2003.Pleural metastatic tumors and effusions: Frequency and pathogenic mechanism in a post-mortem series. Borderas Naranjo F. Ward E. Volume of pleural fluid required for diagnosis of pleural malignancy. 56: 905-9. Thun MJ. Rodriguez-Panadero F. Pleural effusion. Cancer 1999. Chest 2002. 122: 1913-7. 58(Suppl II): ii29-ii38. BTS guidelines for management of malignant pleural effusions. Schultz I. 8. 6. Vasquez E. Cancer 1985. 104: 73-8. Sallach SM. Murray T. Johnston WW. 86: 1992-9. 7. Chest 2000. Eur Respir J 1989. Duffy J. 346: 1971-7. Mathews WC. 2: 366-9. 13 .Kelompok 10 comparison of indwelling pleural catheter and doxycycline pleurodesis in the management of malignant pleural effusions. Thorax 2003. Antunes G. 10. N Engl J Med 2002. Icvak P. The malignant pleural effusion: A review of cytopathologic diagnosis of 584 speciment from 472 conseccutive patients. 9. Light RW. Neville E. Predicting survival in patients with recurrent symptomatic malignant pleural effusions. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful