P. 1
Makala h

Makala h

|Views: 39|Likes:
Published by Vira Weldimira

More info:

Published by: Vira Weldimira on Sep 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

Kelompok 10

PENDAHULUAN

Pada era sekarang, penyakit kanker sudah banyak terjadi di Indonesia. Banyak faktor yang dapat menyebabkan penyakit ini berkembang secara cepat. Seperti contohnya adalah faktor makanan, gaya hidup, genetika, lingkungan dan lain – lain. Banyak juga kematian yang disebabkan oleh penyakit kanker ini. Jenis – jenis kanker yaitu kanker payudara, kanker serviks, kanker prostat, kanker paru – paru, kanker hati, dan lain – lain. Kanker merupakan penyakit yang tidak menular dan merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di dunia terutama di Indonesia. Di Indonesia didapatkan, kanker merupakan pembunuh kedua setelah penyakit kardiovaskuler. Kanker adalah sel yang telah kehilangan kontrol dan mekanisme normal, sehingga pertumbuhan tidak dapat dikontrol, sel sel abnormal tumbuh dimana – mana, membelah tidak sesuai dengan normalnya bahkan mampu menyerang jaringan lain. Kanker pun dapat menyerang jaringan di mana saja di dalam organ. Oleh karena itu nama dari kanker pun dipengaruhi dimana letak sel kanker itu berada dan di jaringan apa. Serta tingkat keparahannya dan apakah berisfat ganas atau tidak. Sejalan dengan pertumbuhan dan pembiakkan, sel sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas menyusup ke jaringan di dekatnya melalui jaringan ikat, darah dan bisa menyebar ke seluruh tubuh. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel – sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya, sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya ( Lanfrachi, Angel & Brind, Joel, 2007 ).

1

yaitu : 1. proses ini dikenal sebagai metastasis ( Grant. Pertumbuhan neoplasma ganas biasanya merusak jaringan sekitarnya dan dapat menyebar ke organ lainnya. Dan invasi atau penyebaran ke jaringan lain. 2 . Kanker berkembang ketika clone dari sel abnormal dan kelainan ini hasil dari mutasi dalam struktur nukleotida DNA yang paling sering diperoleh selama hidup ( mutasi somatik ) ( Wiseman. 2008 ). sifat pertumbuhan. Kanker merupakan penyakit dari sel – sel tubuh yang berkembang secara abnormal. dan kerusakannya ini terakumulasi dari waktu ke waktu. Klasifikasi tumor didasarkan pada jaringannya. yaitu neoplasma. 2007 ). Sel – sel ini erusak dan melepaskan diri dari mekanisme yang berfungsi untuk melindungi dari pertumbuhan dan penyebaran sel – sel tersebut. 2. Ada empat karakteristik yang menjelaskan definisi penyakit kanker . Autonomi : Pertumbuhan tidak teratur dengan benar oleh pengaruh biokimia dan fisik normal dalam lingkungan. Pengembangannya melibatkan kerusakan pada sel – sel DNA. replikasi dan diferemsiasi dan yang menyerang jaringan di sekitarnya.Kelompok 10 PEMBAHASAN Definisi Kanker Kanker merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh perkembangan populasi sel yang lolos pada pertumbuhan regulasi normal. Klonalitas : Kanker berasal dari perubahan genetik yang terjadi pada sebuah sel yang kemudian berploriferasi membentuk sel ganas.

ras dan letak geografik.Kelompok 10 3. ini akan membuat sel lebih sensitif terhadap zat berbahaya dan/atau radiasi. Penyebab kanker bervariasi dan tidak dapat diketahui dengan pasti. Kanker adalah nama untuk sekelompok kondisi yang dihasilkan dari pertumbuhan tidak terkendali dari sel – sel yang abnormal. invasif dan kemampuannya untuk menyebar. Promotor kanker yang disebut karsinogen seperti bahan kimia. Menurut Krinke ( 2005 ) Fase transformasi sel normal menjadi sel kanker adalah sebagai berikut : 1. inisiasi. 2008 ). 2. Perkembangannya kompleks melalui beberapa tahap yaitu : aktivasi. dalam beberapa kasus substansi menetap dan menempel pada DNA dalam sel. namun yang paling sering terjadi karena faktor lingkungan dan gaya hidup. Inisiasi DNA berubah atau bermutasi dalam sel yang disalin. : Sel kanker memiliki kemampuan tumbuh secara tidak kontinyu dan menyebar ke bagian tubuh lain ( Mendelsohn. Dalam proses yang normal. 3 . Beberapa kanker dapat dipengaruhi faktor genetik keluarga. Faktor lingkungan merupakan penyebab kejadian kanker sebesar 80-85%. tubuh seseorang dapat menghilangkan zat – zat berbahaya. jika tidak ditangani maka akan menjadi fatal. sedangkan sekitar 10 – 15 % disebabkan oleh kesalahan replikasi dan genetika. 2000). Aktivasi Beberapa bahan kimia dan/atau radiasi dapat memicu perubahan sel. progresi ( perkembangan dan penyebaran ). Etiologi kanker Kanker adalah suatu pertumbuhan maligna yang selnya memiliki sifat – sifat : replikasi terus menerus. promotor. virus serta faktor lingkungan dan gaya hidup ( Mendelsohn 2000 dan Duyff 2006 ). dan kemungkinan remisi (sukses pengobatan atau pembalikan ). Jika itu terjadi dalam DNA tertentu. Metastasis : Tidak terdapat diferensiasi sel yang normal dan terkoordinasi. Anaplasia 4. hilangnya kontak penghambat. dan diyakini sepertiga dari kanker berhubungan dengan diet ( Damayanthi. Pola insiden kanker bervariasi sesuai jenis kelamin. Kanker terjadi karena kerusakan struktur genetik yang menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak terkontrol.

Sangat sering lebih dari satu karsinogen diperlukan untuk terjadinya perubahan sel normal menjadi sel neoplastik ( transformasi sel ). Karsinogen Karsinogen menimbulkan perubahan pada DNA yang satuan terkecilnya ialah gen. Pada masa progresif terjadi invasi ke jaringan di sekitarnya dan menyebar ke tempat yang jauh ( metastasis ). Dari berbagai penelitian diketahui bahwa neoplasi terjadi dalam beberapa tahap dan sering memerlukan waktu yang panjang. Perubahan materi genetik atau kerusakan gen nonletal akibat karsinogen. Limfoma adalah kanker 4 . lambung. sehingga sering karsinogen disebut bersifat mutagenik. serviks. 5. anti – onkogen dan gen pengatur apoptosis juga mempengaruhi gen perbaikan DNA mengakibatkan pembelahan sel berlebihan. karsinoma adalah kanker jaringan epitel. tidak terkendali ( Tjarta. promotor mendorong sel – sel membelah dengan cepat. testis. sel penghasil melanin. Segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya kanker disebut karsinogen. rektum. pankreas dan esophagus. Promosi Ketika sel menjadi sensitif. sehingga mempengaruhi 3 golongan gen pertumbuhan seperti proto – onkogen. sel – sel abnormal akan diangkut ke organ tubuh lain. Terdapat masa laten ( tidak menunjukan penampilan klinis) sebelum menjadi progresif. kolon. termasuk sel – sel kulit. Jika mereka memasuki sistem getah bening. ovarium. Pembalikan Tujuan dari pembalikan adalah untuk mencegah perkembangan kanker atau memblokir salah satu dari keempat tahap pertama. Kategori kanker Ada beberapa kategori umum kanker yaitu. Jika urutan normal dari DNA rusak. 4. gumpalan sel abnormal mengikat bersama untuk membentuk suatu massa atau tumor.Kelompok 10 3. 2006 ). kelenjar penghasi mukus. Progresi Sel – sel terus berkembang biak dan menyebar ke jaringan terdekat. payudara.

Anemia yang terjadi akibat berbagai sebab 5 . Stadium Kanker Stadium kanker merupakan keputusan klinis yang berkaitan dengan ukuran tumor. Gejala kanker Gejala kanker secara umum timbul tergantung dari jenis organ yang terserang yaitu : a. g. e. batuk atau muntah yang berdarah. dimana T ( ukuran tumor ). N ( metastasis ke kelenjar getah bening regional). lakteal. reaksi kekebalan dan peradangan terhadap kanker yang sedang tumbuh. cairan lubang senggama yang berdarah ( diantara menstruasi/menopause) darah dalam tinja. limpa. misalnya sukar menelan yang terus menerus. b. Sistem stadium tumor terbagi menjadi dua yaitu stadium yang masih terbatas dan stadium yang meluas. Sistem TNM dapat digunakan untuk pembagian stadium kanker yang meluas. f. derajat invasi lokal yang telah terjadi dan derajat penyebarannya ke tempat – tempat jauh pada seseorang. Penurunan berat badan dengan cepat akibat kurang lemak dan protein (kaheksia). Sistem stadium terbatas termasuk kategori kanker in situ ( tumor yang terbatas pada suatu tempatt. Timus dan sumsum tulang juga dapat dipengaruhi. Perubahan kebiasaan buang air besar. Nyeri akibat penekanan syaraf dan pembuluh darah terutama terjadi pada jaringan – jaringan yang terletak di ruangan yang terbatas seperti tulang atau otak. cairan puting susu yang mengandung darah. berbagai kelenjar limfe dan pembuluh limfe. dan nyeri juga disebabkan karena ketakutan atau kecemasan. dan M (ada atau tidaknya metastasis jauh ). mimisan yang terus – menerus.Kelompok 10 jaringan limfe yang mencakup kapiler limfe. d. darah dalam air kemih. c. Gangguan pencernaan. Nyeri dapat terjadi akibat tumor yang meluas menekan syaraf dan pembuluh darah di sekitarnya. Pendarahan atau pengeluaran cairan yang tidak wajar. misalnya ludah.

mual. anoreksia demam atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. mual. Leukimia Pucat. Kanker Kolon Perubahan kebiasaan defekasi. Pada akhirnya terjadi anoreksia dan penurunan berat badan. d. Anoreksia. e. perubahan bentuk. kulit menjadi merah. kelelahan kronis. panas. c. edematosa ( pembengkakan ). rasa sakit ketika buang air kecil. h. dipsnea. nyeri. rasa terbakar. Kanker Prostat Kencing tidak lancar. Limfoma Kelenjar getah bening membesar. dan gangguan oksigenasi jaringan akibat anemia. Terdapat beberapa gejala kanker sesuai dengan jenis kanker yang dialami : a. b. muntah. berindurasi (benjolan ) dan nyeri. sakit pada kandung kemih. anoreksia dan penurunan berat badan. hemoptisis (batuk berdarah ). nyeri pleura ( dada ). Kanker Payudara Adanya benjolan. muntah demam. penebalan kulit (tickening). rasa penuh setelah makan. rasa sakit atau perih pada saat buang air kecil. Kelelahan sering terjadi akibat gizi yang buruk. pendarahan. anemia. Kanker Kandung Kemih atau Ginjal Ada darah pada air seni. Kanker Lambung Gejala dini rasa sedikit tidak enak pada abdomen bagian atas. penurunan berat badan. Kanker Paru – Paru Batuk persisten. keseeringan atau kesulitan buang air kecil. 6 . malnutrisi protein. penurunan berat badan adalah manifestasi kanker paru yang lanjut. g.Kelompok 10 h. f.

misalnya kanker payudara dan kanker endometrium. misalnya radiasi ultraviolet. atau bekerja di kulit. penderita sering mendadak sakit perut. acites ( penumpukan di rongga perut ). Faktor Risiko Hormonal Hormon estrogen dapat berfungsi sebagai promotor bagi kanker tertentu. nafsu makan menurun dan muncul ikterus ( kuningan ) l. yaitu : a. maka risiko terbentuknya kanker bayudara meningkat pada wanita 7 .Kelompok 10 i. Kanker Pankreas Penurunan nafsu makan. tuli satu telinga dan bengkak di leher akibat metastasis di kelenjar limfe leher. kimiawi. atau virus yang diketahui bersfiat mutagenik dan pajanan berkepanjangan ke suatu promotor. keputihan berlebihan dan bau busuk. n. tertelan. Kanker Hati Nyeri akut karena pendarahan dari tumor. j. Kanker serviks Gangguan siklus haid. Kanker Otak Sakit kepala sering merupakan manifestasi kanker otak stadium lanjut. Wanita yang menstruasi memiliki kadar estrogen yang tinggi. Faktor Risiko Faktor – faktor risiko untuk kanker antara lain adalah pajan ke bahan fisik. Kanker Mulut Bengkak kecil di dasar mulut yang dapat bergerak dan tidak menimbulkan nyeri. k. Mutagen dapat terhirup. Nasofaring Gejala pertama baru muncul setelah pertumbuhan masuk meluas ke lingkungan sekitar misalnya menyebabkan mata juling. m. penurunan berat badan dan nyeri punggung.

meningkatkan risiko terinfeksi virus papiloma manusia yang berkaitan dengan neoplasma alat kelamin. 8 . atau gagalnya fungsi sistem imun ( Corwin 2001 ). Faktor Prilaku Individu Perilaku tertentu meningkatkan kemungkinan bahwa seseorang akan lebih sering terpajan ke inisiator atau promotor. d. oleh karena itu wanita yang menyusui selama paling sedikit 6 bulan berturut – turut. wanita yang hamil beberapa kali. Faktor Kejiwaan. kerentanan terhadap inisiator atau promotor tertentu. Peranan faktor kejiwaan pada kanker dapat melalui beberapa cara. Infeksi oleh virus herpes simplek tipe – 2 yang ditularkan melalui hubungan kelamin dapat meningkatkan risiko kanker. dan konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan. Kecenderungan genetik untuk kersinogenesis mungkin disebabkan oleh rapuhnya gen gen regulator. Faktor riwayat keluarga Adanya riwayat keluarga yang mengidap kanker. Faktor risiko perilaku berkaitan dengan perilaku seksual seperti berganti – ganti pasangan. e. Faktor yang bersifat protektif terhadap pembentukan kanker Hormon progesteron bersifat protektif terhadap kanker yaitu dengan menghambat efek stimulasi estrogen. c. kebencian yang mendalam atau sakit hati. diantaranya : stress atau dendam yang mempengaruhi perkembangan sel menjadi liar dan efek yang melemahkan sistem kekebalan tubuh sel T sehingga tidak mampu melenyapkan sel kanker tertentu. emosi psikis Gangguan yang terjadi pada emosi dapat menyebabkan atau memperberat kanker seperti stress. kesalahan enzim pengkoreksi. terutama dari satu jenis adlah faktor risiko terjangkitnya kanker. denddam. Hormon progesteron meningkat pada wanita saat kehamilan dan saat menyusui.Kelompok 10 yang mengalami menstruasi dini dan mencapai menopause lambat. Terlambat mengandung atau tidak memiliki anak dpat meningkatkan risiko payudara. Faktor – faktor risiko perilaku antara lain adalah merokok. dan melakukan hubungan intim pada usia dini. b. akan mengurangi risiko terkena kanker payudara.

mengalami metilasi atau hambatan perbaikan kerusakan DNA. Walaupun pola diet berdampak lebih besar ketika awal kehidupan. Keadaan selanjutnya diikuti dengan tahap kedua yaitu tahap promosi. Promotr tidak berdampak pada sel yang tidak mengalami inisiasi. Promotor adalah suatu substansi yang tidak menyebabkan kerusakan DNA dan bersifat reversibel. Pada tahap inisiasi sel normal berubah menjadi sel yang mempunyai potensi untuk menjadi sel neoplastik. bahkan sekaligus inisiator yang dominan dalam menyebabkan kanker/tumor atau bentuk sel tidak normal lainnya. Walaupun saat ini cukup banyak pilihan terapi yang dapat dilakukan untuk setiap jenis janker tetapi sebagian besar menimbulkan komplikasi dan 9 . mengakibatkan DNA pecah. Perubahan ini menetap. Oksigen radikal bebas adalah promotor. Pada tahap ini suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berkembang menjadi neoplasma yang dipengaruhi oleh agen tertentu yang disebut promotor. Perlu diketahui bahwa radikal bebas merupkan bagian dari imun tubuh. Akibatnya radikal bebas tidak saja merusak bakteri / virus atau menetralkan senyawa asing. PATOFISIOLOGI KANKER Kanker terbentuk melalui 2 transformasi sel yaitu tahap inisiasi dan promosi. Terapi Kanker Terapi pada pasien kanker bertujuan untuk membinasakan sel – sel kanker dengan membunuhnya ataupun membuangnya. yaitu tumor/kanker. Faktor Makanan Diet dapat merubah peran genetik dalam perkembangan kanker. Untuk terjadinya tahap inisiasi yang ireversibel peerubahan sel oleh karsinogen harus paling sedikit terjadi pada satu siklus pembelahan sel. Asupan buah. tetapi juga ikut merusak inti sel di sekitarnya sehingga berkembang menjadi sel tidak normal. cenderung berubah baik langsung maupun melalui perubahan metabolik menjadi gugus yang bereaksi dengan DNA.Kelompok 10 f. sayuran dan antioksidan berhubungan dengan penurunan kanker pada tahap inisiasi dan progresi. karena itu kontak dengan atau penggunaan bahan – bahan asing yang tidak dibutuhkan tubuh turut merangsang diproduksinya radikal bebas secara berlebihan. Pada tahap ini karsinogen yang bekerja sebagai inisiator. tetapi perhatian ditunjukkan lebih besar pada orang dewasa dalam menurunkan risiko kanker.

dan status kesehatan saat ini. dosis. Secara umum tujuan terapi kanker adalah memperbesar angka harapan hidup dan mengatasi gejala yang berarti memperbaiki kualitas hidup. Penggunaan waktu danterapi yang tepat seperti antiemetic. ataupun menghambat penyerapan zat gizi. antidiarrhae. Berikut ini jenis terapi untuk pasien kanker : a. Radiasi Terapi radiasi dapat diberikan secara eksternal ke dalam tubuh dari akseleator linear atau unit kobalt atau internal dengan menempatkan sumber radioaktif secara langsung di dalam tubuh atau pada tumor dengan dosis tinggi. kelelahan. dan mukosa saluran pencernaan biasanya yang paling berpengaruh. Namun karena kemoterapi dilakukan dalam waktu yang lama sehingga dapat memnyebabkan status gizi buruk. respon individu. mual dan muntah. Kemoterapi Penggunaan bahan kimia atau obat untuk mengobati kanker. Efek samping terapi radiasi biasannya hanya pada daerah yang teradiasi. 10 . konstipasi. serta perubahan pola makan. dan juga berpengaruh pada sel normal seperti ketika sel – sel pada saluran pencernaan terkena dapat menyebabkan diare. Obat ini akan bekerja dengan menghambat atau mematikan sel – sel tumor. Efek samping ini bersifat sementara karena sel – sel saluran cerna mengganti dirinya sendiri tiap tiga hari. hal itu juga mempengaruhi sel – sel normal. asupan makan dan status gizi dapat terpengaruh ( Grant.Kelompok 10 penyulit pada penderitanya. folikel rambut. lamanya pengobatan. Sel sel tubuh dengan peredaran yang cepat seperti sumsum tulang. Tingkat keparahan efek samping tergantung pada agen tertentu. xerostomia ( mulut kering ). Kemoterapi adalah penggunaan obat untuk penyembuhan atau pengendalian kanker. terapi radiasi berpengaruh hanya pada tumor dan daerah sekitarnya.. Berbeda dengan kemoterapi yang merupakan terpai sistemik. b. kehilangan nafsu makan. sangat penting bagaimana mengatur efektivitas terkait dengan efek samping pengobatan. Akibatnya . Gejala gizi yang dialami akibat kemoterapi meliputi penurunan dalam produksi sel darah merah. antibiotik. sel darah putih dan trombosit oleh sumsum tulang ). Kemoterapi adalah terapi sistemik yang efeknya mempengaruhi seluruh tubuh. obat yang digunakan. dan perubahan fungsi usus. perubahan rasa dan bau. Lemoterapi merupakan terapi sistemik yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Aksi target dari kemoterapi tidak hanya terbatas pada jaringan ganas. Sedangkan operasi dan terapi radiasi digunakan untuk mengobati tumor lokal. disfagia. mucositis. 2008 ).

Masalah gizi dapat berkembang tergantung pada jenis prosedur yang dilakukan. dan mencerna makanan. mulut sakit. Stimulan imunitas. dan perut menyebabkan masalah makan yang akut. Imunoterapi yang digunakan seperti : Antibodi berlabel Fluoresen. kesakitan. 11 . kerongkongan. dan perubahan makan. Operasi Operasi dilakukan dalam pengobatan kanker dalam upaya untuk mengangkat tumor atau mengurangi gejala ( misalnya obstruksi pada saluran cerna ). esofagitis ( radang kerongkongan ) dan penurunan produksi air liur yang menyebabkan mulut kering. d. Umumnya efek samping tersebut sementara dan menghilang beberapa hari setelah operasi. stomatitis. dada. c. kehilangan nafsu makan. Imunoterapi dapat merangsang sistem kekebalan pejamu agar berespons secara lebih agresif terhadap tumor atau sel sel tumor dapat diserang oleh antibodi yang dibuat oleh laboratorium. Setelah operasi diet yang diberikan yaitu tinggi energi dan protein yang diperlukan untuk penyembuhan luka dan pemulihan. dan Antibodi penyerang. Memberikan gizi yang optimal diperlukan dengan cara memodifikasi diet berdasarkan kemampuan atau ketidakmampuan seseorang untuk mengkonsumsi. Imunoterapi dapat digunakan untuk mengidentifikasi tumor dan memungkinkan pendeteksian semua tempat metastasis yang tersembunyi. Imunoterapi Imunoterapi adalah ebntuk terapi kanker yang baru diciptakan yang memanfaatkan dua sifat atau ciri utama dari sistem imum : spesifitas dan daya ingat. Tetapi radiasi yang dilakukan pada leher. Efek samping dari pengobatan sering menyebabkan ketidaknyamanan penderitanya seperti disfagia. Gejala yang umum terjadi seperti kelelahan. Operasi digunakan untuk oengobatan kanker dapat pula dikombinasikan dengan kemoterapi adjuvant sebelum operasi atau pasca operasi atau terapi radiasi.Kelompok 10 Radiasi juga dapat diberikan dengan mengkombinasikannya dengan terapi agar meningkatkan efek radiasi.

481-7.Kelompok 10 DAFTAR PUSTAKA 1. 4. 2001. Am J Respir Crit Care Med 2000. 162: 1987-2001. Olak J. Light RW. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Putnam JB Jr. A randomized 12 . In: Perry MC editor. American Thoracic Society. Kanker paru ( kanker paru karsino bukan sel kecil). Jablons D. American society of clinical oncology educational book. et al. Ponn R. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.p. Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia. Rodriguest RM. 9 2. Management of malignant pleural effusions. Management of the pleural effusions. Pollah JS.. 3. 2004. Alexandria : ASCO.

Ali N. 346: 1971-7. Sallach SM. Lopez Menjias J. 11. Cancer 1999. Schultz I. Antunes G.Pleural metastatic tumors and effusions: Frequency and pathogenic mechanism in a post-mortem series. Volume of pleural fluid required for diagnosis of pleural malignancy. Icvak P. N Engl J Med 2002. Pleural effusion. 7. 5. 13 . Thorax 2003. Predicting survival in patients with recurrent symptomatic malignant pleural effusions.CA Cancer J Clin 2003. 104: 73-8. 56: 905-9. Jemal A. Burrows CM. Murray T. Chest 2000. Ward E. 53: 5-26. Sallach JA. BTS guidelines for management of malignant pleural effusions. 2: 366-9. Vasquez E. Chest 2002. Thun MJ. 86: 1992-9. Rodriguez-Panadero F. Light RW.Kelompok 10 comparison of indwelling pleural catheter and doxycycline pleurodesis in the management of malignant pleural effusions. 8. Ghafoor A. Samuels A. Colt HG. The malignant pleural effusion: A review of cytopathologic diagnosis of 584 speciment from 472 conseccutive patients. Mathews WC. 122: 1913-7. Duffy J. Neville E. Cancers statistics 2003. 6. Borderas Naranjo F. Eur Respir J 1989. 58(Suppl II): ii29-ii38. Cancer 1985. 10. 9. Johnston WW.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->