P. 1
Disiplin Waktu

Disiplin Waktu

|Views: 57|Likes:
Published by Rosta Liffah

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Rosta Liffah on Sep 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2013

pdf

text

original

Disiplin Waktu Waktu adalah sesuatu yang tak asing lagi bagi kita,bukan?

Ya, tentu saja karena kita melakukan rutinitas kegiatan berdasarkan waktu. Apa jadinya apabila melakukan rutinitas tanpa waktu? Tentu saja, kegiatan yang kita lakukan tidak tearah sehingga bisa menjadi kacau semuanya. Untuk itu perlu kedisplinan dari diri sendiri untuk mengatur waktu. Memang sebagian besar dari kita mempunyai aturan waktu atau jadwal waktu kegiatan apa saja yang dilakukan untuk hari ini, besok, dan masa depan. Namun tak sedikit pun yang tidak melakukan rutinitas sesuai dengan jadwal dengan kata lain orang tersebut tidak menaati peraturan baik yang sudah dibuat sendiri ataupun peraturan yang sudah ditetapkan oleh suatu lembaga bahkan ada pula orang yang tidak mempunyai jadwal kegiatan sehingga orang tersebut tidak tahu harus melakukan apa saja untuk hari ini, besok dan masa depan. Sungguh tidak baik apabila dari diri kita sendiri tidak mempunyai kesadaran akan pentingnya sedetik waktu. Karena menurut saya, waktu adalah uang. Waktu tidak dapat ditukar,diputar kembali, waktu hanya bisa terus melaju kedepan. Betapa menyesalnya nanti kita dimasa depan apabila tidak menggunakan waktu sebaik-baiknya di masa sekarang, karena taukah kalian, bahwa masa sekarang dapat menggambarkan seseorang dimasa depan. Mungkin banyak diantara kita yang terkadang suka mencuri-curi waktu 5 menit lagi untuk bermain, tapi tahukan kalian bahwa 5 menit saja bisa berakibat fatal. Kalau kita sudah terbiasa untuk menunda suatu kegiatan maka kebiasaan buruk untuk menunda sesuatu akan lebih sering terjadi karena adanya faktor kenyamanan dalam menunda sesuatu,sehingga waktu terbuang percuma. Padahal kalau kita tidak menundanya kita dapat merasakan maanfaat dari menghargai waktu. Sebagai contoh, kita bisa merasa tenang karena kita mengerjakan sesuatu seperti tugas kuliah tepat pada waktunya, tanpa takut dikejar deadline ataupun mendapatkan hukuman karena telat mengumpulkan. Selain manfaat yang didapat dengan kita mengumpulkan tugas lebih awal kita bisa mendapatkan nilai yang lebih baik dan yang paling penting adalah sikap untuk belajar memupuk kedisiplinan diri sendiri terhadap waktu. Contoh lain pun yang bisa kita ambil yaitu pada saat jam masuk kuliah tepat sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Mungkin sebagian besar dari kalian sering menggap remeh peristiwa kecil ini. Banyak sekali alasan yang dijadikan oleh mahasiswa sebagai penyebab keterlambatan masuk kelas salah satunya adalah bangun kesiangan. Apakah pantas kita disebut mahasiswa? Tidak, bangun kesiangan adalah alasan yang banyak sekali dipakai mulai dari anak SD hingga Mahasiswa. Menurut saya, mahasiswa sesungguhnya adalah seseorang yang sudah benar dewasa, tau baik atau buruknya sesuatu, dan tidak akan bersikap seperti anak kecil yang baru belajar. Seseorang mahasiswa akan berpikir 2 kali untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan logika, bisa mengatur (manage) waktu sesuai dengan jadwal. Padahal kerugian yang kita dapatkan akibat telat masuk kelas banyak sekali, antara lain kita ketinggalan materi yang sudah disampaikan oleh para pengajar (dosen), ketika kita telat dan masih diperbolehkan untuk masuk kedalam kelas tahukah kalian, bahwa sesungguhnya kita telah mengganggu suasana yang ada didalam kelas, yang tadinya kelas hening, serius dalam belajar, dengan adanya ketelatan seseorang suasana berubah menjadi gaduh. Para pengajar pun terkadang mau tidak mau menasehati bahkan marah terhadap mahasiswa karena kesal, sudah berulang kali dinasehati tapi tidak mau berubah. Apalagi jika orang tua sampai tahu anaknya telat masuk kelas dan tidak mengikuti pelajaran,

betapa sedihnya mereka. Padahal mereka sudah berkerja keras supaya dapat membiayai uang kuliah anaknya. Jangan kecewakan mereka dengan sikap kita yang tidak bertanggung jawab terhadap sesuatu yang kita pilih. Selain itu dengan kita membiasakan diri disiplin terhadap waktu, tentunya kita tidak menjadi orang yang merugi baik didunia maupun diakhirat. karena biasanya orang yang mempunyai kesadaran akan hal waktu akan lebih banyak mengingat Tuhannya. Tentunya, kita semua ingin merasakan kesuksesan dimasa yang akan datang bukan? Sukses baik dalam kehidupan duniawi maupun akhirat. Oleh karena itu, mulailah sedini mungkin membiasakan diri disiplin terhadap waktu , kalau kita lupa kita dapat menulis (list to do)kegiatanya yang akan dilakukan dicatatan kecil yang mudah dibawa kemana-mana. Sehingga, kita bisa menghargai waktu dan tidak akan membiarkan sedetik waktu itu pun hilang. Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi, karena tidak ada kata terlambat untuk belajar. Untuk itu, supaya tidak menyesal dikemudian hari , selalu berpikir positif terhadap apa yang kita jalani dan tinggalkan sifat buruk seperti rasa malas di dalam diri kita,karena rasa malas akan menjadi bomerang bagi diri kita sendiri. Buatlah orang tua bangga dengan prestasi yang kita miliki. Sumber : Pengaplikasian dari pengalaman diri sendiri dan dibantu oleh www.google.com (mencari gambar) Diposkan oleh Wati Puspitasari di 20:34 Label: tugas Disiplin Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (http://id.wikipedia.org/wiki/Disiplin) Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. (http://topmotivasi.com/disiplin.html) Disiplin adalah suatu kebiasaan untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Disiplin adalah latihan yang menghasilkan pola perilaku yang diinginkan, kebiasaan yang diharapkan, dan sikap yang membawa pada keberhasilan dalam kehidupan. Oleh sebab itu, disiplin adalah suatu yang kita perlukan untuk membawa kita sampai kepada tujuan yang diinginkan. Menurut Paul J. Meyer, penulis buku 24 Kunci Sukses, disiplin adalah suatu keharusan yang pantas kita miliki dalam kehidupan kita, sebab : “Jika tidak memiliki disiplin, Anda tidak akan memiliki apa-apa!” Bila kita berdisiplin dalam menjalankan rencana-rencana, maka rencana itu pasti dapat terwujud. Penerbit: Andi Offset, Yogyakarta Tahun Terbit: 2007 (http://motivatorindonesia.com/artikel/artikel-motivasi/disiplin-diri-adalah-kuncisukses-haryanto-kandani.html) Filsuf Yunani Plato menegaskan, "Kemenangan pertama dan terbaik adalah menaklukkan diri sendiri." Oswald Sanders, ia pernah mengatakan bahwa tanpa disiplin diri seseorang tidak akan mencapai potensi maksimal mereka. Pendaki gunung terkenal Sir Edmund Hillary mengamati, "Bukan gunung-gunung yang kita taklukkan, melainkan diri kita sendiri." Orator Inggris, Henry Parry Liddon, mengamati, "Apa yang kita lakukan dalam suatu

kesempatan besar mungkin akan tergantung pada apa yang sudah kita wujudkan dalam diri kita; dan diri kita sebenarnya akan merupakan hasil dari tahun-tahun disiplin diri sebelumnya." Karakter yang kuat dimulai dengan menaklukkan diri sendiri. Kemenangan terbesar ada dalam diri manusia. Disiplin waktu adalah dapat melakukan sesuatu secara tepat waktu, tidak ditunda-tunda kecuali jika benar-benar harus ditunda. disiplin asal kata dari bahasa belanda discipline yang artinya ; patuh, taat. jadi disiplin waktu artinya mematuhi atau menaati waktu yang telah ditetapkan, misalnya ; dalam undangan rapat jam 09.00 w.i.b, maka pada waktu yang ditetapkan harus sudah siap. materi referensi: Senarai kata serapan dalam bahasa Indonesia Depdikbud R.I., 1996, Jakarta, penyunting Jumariam dkk Manfaat Disiplin 1. Menumbuhkan kepekaan, menjadi pribadi yang peka/berperasaan halus dan percaya pada orang lain. Sehingga akan mudah menyelami perasaan orang lain juga. 2. Menumbuhkan kepedulian, menjadi peduli pada kebutuhan dan kepentingan orang lain. Disiplin membuat anak memiliki integritas, selain dapat memikul tanggung jawab, mampu memecahkan masalah dengan baik dan mudah mempelajari sesuatu. 3. Mengajarkan keteraturan. Anak jadi memiliki pola hidup yang teratur dan mampu mengelola waktunya dengan baik. 4. Menumbuhkan ketenangan. Penelitian menunjukkan, bayi yang tenang/jarang menangis ternyata lebih mampu memperhatikan lingkungan sekitarnya dengan baik. Di tahap selanjutnya, ia bisa cepat berinteraksi dengan orang lain. 5. Menumbuhkan sikap percaya diri. Sikap ini tumbuh saat anak diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu yang mampu ia kerjakan sendiri. 6. Menumbuhkan kemandirian. Dengan kemandirian anak dapat diandalkan untuk bisa memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Anak juga dapat mengeksplorasi lingkungannya dengan baik. Disiplin merupakan bimbingan pada anak agar sanggup menentukan pilihan bijak. 7. Menumbuhkan keakraban. Anak jadi cepat akrab dan ramah terhadap orang lain, karena kemampuannya beradaptasi lebih terasah. 8. Membantu perkembangan otak. Pada usia 3 tahun pertama, pertumbuhan otak anak sangat pesat. Di usia ini, ia menjadi peniru perilaku yang sangat piawai. Jika ia mampu menyerap disiplin yang dicontohkan orang tuanya, maka disiplin sejak dini akan membentuk kebiasaan dan sikap yang positif. 9. Membantu anak yang “sulit”, misal anak yang hiperaktif, perkembangan terlambat, atau temper tantrum. Nah, dengan menerapkan disiplin, maka anak dengan kebutuhan khusus tsb akan mampu hidup lebih baik. 10. Menumbuhkan kepatuhan. Hasil nyata dari penerapan disiplin adalah kepatuhan. Anak akan menuruti aturan yang diterapkan orang tua atas dasar kemauan sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->