P. 1
EB NEWS Edisi 12 Tahun 2012

EB NEWS Edisi 12 Tahun 2012

|Views: 257|Likes:
Published by EB News
Majalah Kwartalan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, EB News edisi ke-12 terbit bulan Juli 2012
Majalah Kwartalan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, EB News edisi ke-12 terbit bulan Juli 2012

More info:

Published by: EB News on Sep 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2016

pdf

text

original

ISSN: 2087-5967

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

Lecturer’s Article

Mengenal Lebih Dekat Teori Ekonomika Kelembagaan Baru (New Institutional Economics)

12
Juli 2012

Edisi 121

2

PrEFAcE
Terucap syukur kepada Tuhan YME, pada pertengahan tahun 2012, EB News kembali dapat menghiasi media di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (FEB UGM). FEB UGM tidak pernah sepi dari kegiatan dan berkegiatan. Kegiatan yang bertaraf nasional bahkan internasional sudah menjadi agenda sehari-hari bagi fakultas tercinta ini. Economic Jazz 2012 dan Seminar National Gadjah Mada Accounting Days (GMAD) adalah agenda tahunan yang selalu mendapatkan applause atas keberhasilannya. Hadir pada edisi ke-12 ini, EB News menyajikan liputan khusus mengenai Soft Opening Enak Banget! Coffee Shop dan EB Store serta GMAD. Tak ketinggalan, EB News mengetengahkan liputan dari unitunit di lingkungan FEB UGM. Kiprah mahasiswa, dosen, alumni, dan karyawan menarik untuk dicermati. Prestasi dan kontribusi yang telah diukir oleh sivitas akademika semakin memacu FEB UGM untuk terus melaju dan berkembang menjawab tantangan internasional tanpa mengabaikan kearifan lokal Yogyakarta. Semoga cerita sukses dari alumni, mahasiswa, dosen dan karyawan serta berita mengenai kegiatankegiatan di FEB UGM dapat menjadi inspirasi dan mengobati kerinduan akan kampus tercinta ini. Selamat membaca. Dekan, Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D.

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universita Gadjah Mada s

Pengarah
Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D (Dekan)

Tim Liputan
Dian Puspa Hartiani Dwi Andi rohmatika Hestining Kurniastuti Poppy Laksita Prima Yustitia Lukitasari rahmat Dwi Santoso

Diterbitkan oleh

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur, Yogyakarta 55281 T: + 62 274 548 510 (hunting) F: + 62 274 563 212 E: dekan@feb.ugm.ac.id W: http://www.feb.ugm.ac.id

BM Purwanto, MBA., Ph.D (Wakil dekan Bidang Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D (Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya Manusia)

Artistik
royyan Nur Wicaksono

Penanggung Jawab
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Pengembangan Usaha)

I

cONTENTS
21 Scholarship and recruitment Partnership
Kerja Sama Baru Lengkapi Fasilitas Pertamina Tower 22

Alumni corner
Jodjana Jody: rendah Hati dan Terus Belajar 23

News From Abroad
Skotlandia: Indah Sepanjang Tahun 24

Around Bulaksumur
University club (Uc) Hotel : Pilihan Akomodasi Berkualitas di Kawasan UGM 26

Lecturer’s Article

18
What’s Up FEB
Permata Bank UGM-Economics Jazz 2012 Anggito Abimanyu Mendapat Tugas Baru 2 5

Mengenal Lebih Dekat Teori Ekonomika Kelembagaan Baru (New Institutional Economics)

27

Student corner
Memburu Pertukaran Pelajar ala Fisa 30

31 32 33

Advertorial Exchange Students’ comment FEB in Pictures Facilities Upcoming Event

4
Special report
IMAGAMA Sukseskan GMAD 2012 18

39 41

Who’s Who
Tiga Dekade Pengabdian Sunariningsih 20

II

WHAT’S UP FEB

Serah Terima corner Gedung Pertamina Tower
ebagai babak baru pengorganisasian kegiatan penelitian dan pembelajaran di FEB UGM, Penelitian Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) secara resmi menyerahkan delapan Corner di Gedung Pertamina Tower kepada setiap jurusan. Acara yang berlangsung di Gedung Pertamina Tower lantai tujuh (12/7) ini juga mencakup prosesi serah terima tugas dari Mantan Direktur P2EB, Anggito Abimanyu, Ph.D. kepada chair taker P2EB yaitu, Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D. Berlangsungnya prosesi penyerahan tugas ini menandai penyerahan amanah penyelenggaraan kegiatan P2EB, khususnya dalam hal governance, kepada Wihana hingga Desember 2012 nanti. “P2EB merupakan program yang sangat cepat membantu meningkatkan visi fakultas. Ke depannya, diharapkan P2EB menjadi leading indicator dan mampu memberikan koneksitas antara riset dan pembelajaran yang selama ini belum kita jumpai,” ungkap Wihana dalam sambutannya usai prosesi serah terima tugas. Selain mengundang perwakilan mahasiswa, karyawan, dosen, dan kepala serta sekretaris jurusan, acara tersebut mengundang pula Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prof. Marwan Asri, MBA, Ph.D. beserta para wakil dekan. Marwan mengungkapkan bahwa P2EB merupakan contoh implementasi lembaga yang well credible

S

dan diharapkan mampu menjadi lembaga penelitian acuan seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi semakin baik ke depannya. “Dengan diserahkannya Corner di Gedung Pertamina Tower kepada jurusan, maka saat ini jurusan bertindak sebagai center of excellence dalam kegiatan penelitian dan pembelajaran. Corner telah didesain agar mahasiswa mampu mendapat benefit seluas-luasnya dan tentunya mampu menjadi maestro dalam penghubung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” ungkap Anggito. Dia juga menambahkan bahwa P2EB kelak harus mampu memastikan Corner berjalan dengan baik dan menumbuhkan tradisi baru dengan menghasilkan program dan kinerja keuangan yang pasti. Adapun delapan Corner yang diserahkan kepada masing-masing jurusan tersebut adalah investment gallery dan syariah Corner kepada Jurusan Akuntansi; energy policy Corner dan macroeconomic dashboard kepada jurusan Ilmu Ekonomi; dan UMKM Corner, financial market update Corner, dan banking Corner kepada jurusan Manajemen. Sementara IT Corner masih akan dipegang oleh P2EB. Di tangan masing-masing jurusan, Corner-Corner di Gedung Pertamina Tower diharapkan dapat berkesinambungan dan mampu mandiri dalam menjalankan aktivitas-aktivitasnya. [poppy]

1

WHAT’S UP FEB

Permata Bank UGMEconomics Jazz 2012 Diwarnai Petik Gitar dan Nostalgia
Konser yang mengusung musik jaz dengan permainan unik gitar dan sentuhan nostalgia masa lalu mencoba merangkul berbagai penonton tanpa batas usia.

2

asih mengusung unsur jaz yang kental, Permata Bank UGM-Economics Jazz 2012 kali ini lebih condong ke Jaz yang didominasi oleh unsur alat petik. Sebut saja Trisum yang menyajikan musik unik dengan gitar-gitar mereka. Dibuka oleh penampilan duet ayah dan anak, Jopie Item dan Audi, konser jaz ini langsung memborbardir penonton dengan ketukan alunan nada jaz yang asyik. Belum lagi Kahitna yang memukau penonton dengan andalan tembang-tembang lawas mereka menjadi penutup acara berdurasi empat jam ini. Dalam kali keenambelas pelaksanaannya, Permata Bank UGMEconomics Jazz 2012 masih dipandu oleh Sarah Sechan dan Butet Kartaredjasa dengan pembawaan segar dan penuh humor. Konser yang diadakan di Grand Pacific Convention Hall Yogyakarta (2/6) ini serasa ingin merangkul seluruh “Jamaah Al Jaziyah” (sebutan Butet untuk para penikmat Jaz –red) maupun para penikmat lagu pop, terbukti dari musisi-musisi pengisi acara rutin yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM tersebut. Rangkaian acara malam itu dibuka oleh penampilan santai Jopie Item dan band melalui tembang “Gambang Suling” dalam balutan jaz. Setelah beberapa lagu berlalu, muncullah Audi dengan lagu andalannya “Lagu Sendu” –yang entah bagaimana racikannya– menjadi lagu dengan tamparan bass kuat tanpa meninggalkan jiwa asli lagunya. Audi juga sangat mahir berinteraksi dengan penonton lewat beberapa kali sapaan dan ajakan untuk bergoyang bersama. Meskipun konser yang mendapat dukungan penuh oleh Permata

M

Bank kali ini tidak banyak mengundang penyanyi jaz dan lebih banyak menekankan pada instrumentalis jaz, penampilan utama dari Trisum yang sensasional sangat pantas menjadi acara utama. Digawangi oleh Balawan, Tohpati, dan Dewa Budjana, Trisum pun menghadirkan petika gitar dari beberapa lagu di album mereka. Indro Hardjodikoro (bass) dan Echa Soemantri (drum) pun turut mengiringi. Skill permainan Trisum benar-benar diekspos habis-habisan malam itu. Ada saat ketika Balawan dengan teknik Touch Tapping Style pada gitar double necking terdengar seperti bermain piano, dan ada saat pula ketika Echa menggebuk drum menghasilkan suara seperti permainan kendang. Nomor lagu terakhir menjadi gong dari seluruh penampilan dengan suara yang mirip siulan burung atau seruling. Selesai Trisum, tiba-tiba penonton yang didominasi oleh kaum hawa berpindah tempat duduk ke bagian depan panggung. Tak diragukan lagi antusiasme nostalgia para wanita ini kepada Kahitna yang menyajikan penampilan penutup. “Kahitna kita hadirkan karena meski beraliran pop, namun Yovie Widianto juga pintar memasukkan unsur jazz easy listening, atau disebut smooth jazz, dalam musiknya,” ujar promotor Permata Bank-Economics Jazz 2012, Dr. TA. Tony Prasetiantono. Tidak salah memang, Yovie dan Kahitna mampu “menggubah” lagu-lagu mereka menjadi lebih “jazzy”. Beberapa lagu mereka tampilkan, seperti “Cantik”, “Tak Sebebas Merpati”, “Tak Akan Terganti”, “Andai Ia Tahu”, dan beberapa lagu lainnya. Yang menarik, kali ini Kahitna menjajal sedikit dance saat mereka melantunkan lagu dengan tempo sedikit lebih cepat. Entah apakah mereka menyesuaikan pasar yang saat ini memang menuntut “yang seperti itulah yang laku” atau memang karena mereka merasa lagu ini cocok diberi sentuhan sedikit dance. Yang pasti, dance ini mampu memberi sentuhan segar dalam penampilan mereka yang memang cenderung galau-mellow. Standing applause diberikan untuk keseluruhan penampilan yang akhirnya ditutup oleh Kahitna tersebut. Permata Bank UGM-Economics Jazz 2012 kali ini lagi-lagi mampu menyihir para penikmat musik dengan sukses. [Dwi Andi]

3

WHAT’S UP FEB

Bazar Kewirausahaan FEB UGM

F

Ajang Pameran Produk oleh Mahasiswa Kelas Kewirausahaan
EB UGM kembali menyelenggarakan kegiatan bertajuk Bazar Kewirausahaan di kawasan Sanmor UGM (10/6). Bazar Kewirausahaan merupakan ajang pameran bagi mahasiswa mata kuliah Kewirausahaan untuk memamerkan produk bisnisnya ke khalayak umum. Kegiatan ini berlangsung sangat meriah, terbukti dengan antusiasme pengunjung yang ramai berdatangan. Terdapat lebih dari 50 stan mahasiswa yang mewarnai Bazar Kewirausahaan mulai dari produk kuliner, fashion, hingga jasa fotografi. satu mata kuliah favorit mahasiswa FEB. Di sini, mahasiswa dapat mempraktikkan teori yang selama ini diperoleh di kelas ke dalam kehidupan nyata. Zandi Resdana, salah satu mahasiswa kelas ini mengatakan, “Mata kuliah ini sangat melelahkan tapi menyenangkan. Kami mengerjakan sendiri hampir di semua proses bisnis, mulai dari survei pasar, survei harga bahan baku, hingga terjun langsung ke proses produksi. Hal yang paling menantang adalah menjual produk itu sendiri.” Pada awal kuliah, mahasiswa yang terbagi dalam kelompok kecil diarahkan untuk menghasilkan proposal bisnis yang dapat direalisasikan dalam waktu satu semester. Temu kelas digunakan untuk mempresentasikan perkembangan bisnis tiap kelompok. Temu kelas juga difungsikan untuk memfasilitasi tukar pikiran baik dari dosen maupun mahasiswa. Kegiatan operasional bisnis dilakukan di luar jam kelas. Tidak jarang, bisnis yang dimulai dari kelas ini terus dilanjutkan bahkan setelah mata kuliah selesai. Mahasiswa mengaku sayang jika harus berhenti, terlebih hasilnya pun cukup lumayan untuk menambah uang jajan mereka. Nurul Indarti, Ph.D., salah seorang dosen pengampu Kewirausahaan mengungkapkan, “Mata kuliah ini memang didesain untuk memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang diperoleh di kelas. Dengan demikian, mereka tidak terpaku pada teori yang ada di buku namun lebih membuka mata pada praktik sesungguhnya di lapangan.” [Rahmat]

Mendengar kata Sanmor UGM, ingatan pembaca pasti tertuju pada pasar rakyat Minggu pagi yang terletak di Jalan Notonegoro, Bulaksumur. Benar saja, kawasan Sanmor telah menjadi tujuan wisata belanja alternatif bagi masyarakat Yogyakarta. Pemandangan berbeda tampak di kawasan Sanmor pagi itu. Area pasar diperluas hingga memasuki halaman Gedung Vokasi FEB UGM. Di sana berjejer puluhan stan yang menjual beraneka ragam produk dengan konsep dan dekorasi menarik. Terdapat pula panggung hiburan dan kesenian yang menambah meriah suasana. Di setiap stan, tampak para pemuda-pemudi menyambut ramah calon pembeli yang datang, “Mari, Mas, Mbak. Mari mampir dulu ke stan kita. Ada tas lucu buat kado pacar atau teman,” ucap salah seorang mahasiswa peserta bazar. Aya, mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM yang ditemui EB NEWS di lokasi mengungkapkan,” Acaranya seru banget, produk yang dijual macem-macem. Salut untuk kreativitas mahasiswa FEB.” Bazar Kewirausahaan adalah acara puncak dari mata kuliah Kewirausahaan. Karena keunikannya, Kewirausahaan menjadi salah

4

Anggito Abimanyu Mendapat Tugas Baru

osen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Dr. Anggito Abimanyu dilantik sebagai Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) (26/6). Anggito yang mengawali karir sebagai dosen pada tahun 1987 ini telah banyak mengukir prestasi nasional, antara lain Staf Ahli Menteri Keuangan Republik Indonesia (2003-2005), Komisaris PT. Telkom-Indonesia (2004-2007), Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerja Sama Internasional (2005-2007), dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Republik Indonesia (2007-2010). Lulusan University of Pennsylvania, Philadelphia, USA yang juga

D

merupakan Direktur Penelitian Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) FEB UGM ramah menyapa teman-teman dosen dan mahasiswa saat mengadakan acara makan siang perpisahan di University Club UGM (27/6). Kepada para staf dan mahasiswa, Anggito berpesan untuk selalu loyal kepada lembaga tempat bekerja dan tidak boleh loyal hanya kepada pemimpin dalam menjalankan sebuah pekerjaan karena pimpinan sebuah lembaga akan terus mengalami pergantian sedangkan lembaga akan terus berkembang sesuai dengan dinamika sehingga pasang surut suatu lembaga sangat ditentukan oleh pengelolanya.

5

WHAT’S UP FEB

FEB UGM Menjadi Anggota ABEST 21
he Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st century organization (ABEST21) merupakan organisasi nonprofit yang memiliki tujuan untuk meningkatkan pendidikan manajemen pada sekolah-sekolah bisnis dengan basis global dengan mempergiat kerja sama yang saling menguntungkan di antara instusi-institusi anggota. Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM merupakan salah satu anggota ABEST21 bersama dengan lima universitas lainnya di Indonesia. Keuntungan dalam menjadi salah satu anggota ditunjukkan dengan pemanfaatan networking melalui guess lecturing yang berasal dari para dosen dan guru besar universitas anggota lainnya maupun kerja sama dengan perusahaan multinasional yang juga menjadi anggota. Wakil dekan Bidang Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, BM Purwanto, Ph.D. mengutarakan keyakinannya tentang keberhasilan FEB UGM untuk mendapatkan akreditasi ABEST21 kelak. “Saat ini kami memang belum mendaftar karena masih berfokus pada akreditasi AACSB, tetapi kita sudah memiliki segala persiapan yang diperlukan untuk sewaktu-waktu mendaftar,” tegasnya. [Dwi Andi]

T

Arif Surachman Juara I Pustakawan Tingkat Nasional
alah seorang pustakawan FEB baru-baru ini kembali mengukir prestasi. Arif Surachman, Kepala Sub Seksi Perpustakaan FEB UGM, pada Sabtu (14/7) lalu, dinobatkan sebagai pustakawan berprestasi oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI). Ajang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2012 (DIKTENDIK 2012) yang digelar oleh DIKTI pada bulan Juni-Juli 2012 mengantarkan Arif sebagai pustakawan berprestasi. DIKTENDIK merupakan sebuah event tahunan yang mengapresiasi kinerja dosen dan tenaga pendidik Perguruan Tinggi, dengan berbagai kategori, seperti dosen, laboran, tenaga keuangan, kepala program studi, dan pustakawan berprestasi. Menurut penuturan Arif, DIKTENDIK dimulai dengan seleksi berkas-berkas para dosen dan tenaga pendidik. Arif sendiri mengikuti DIKTENDIK 2012 dengan kategori pustakawan berprestasi. Dari sekian ratus peserta, diambil 15 finalis yang kemudian diminta untuk mempresentasikan karya tulis implementatif dan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion. Final DIKTENDIK ini digelar di Inna Garuda Hotel Yogyakarta, 13-14 Juli 2012. Kemudian pada 14 Juli, diumumkanlah pemenang masingmasing kategori DIKTENDIK. Tahun ini, Arif berhasil meraih juara satu. Ia berhasil mengalahkan rekan-rekan pustakawan yang berasal dari universitas-universitas terkenal di Indonesia. Ini bukanlah kali pertama Arif mengukir prestasi. Sebelumnya ia pernah dinyatakan sebagai pustakawan berprestasi Yogyakarta pada tahun 2010. [prima]

S

6

Guest Lecture: Sancoyo Antarikso,
corporate Secretary PT Unilever Tbk
“Making A Sustainable Future: Growing in a resource-constrained World”
ada hari Rabu (2/5), bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, PT Unilever Indonesia Tbk. bekerja sama dengan FEB UGM menyelenggarakan Guest Lecture dan Campus Recruitment yang bertempat di Auditorium MM UGM. Acara ini menghadirkan Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk., Sancoyo Antarikso, sebagai pembicara utama. Acara yang dibuka oleh Hardo Basuki, Ph.D. selaku Deputy Director of Finance and General Affairs MM UGM ini mampu mengundang animo sekitar 400 mahasiswa UGM dari berbagai fakultas dan tingkatan. Sancoyo Antariksa, mantan ketua Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (IMAGAMA) tahun 80-an, memberikan kuliah tentang pentingnya kepedulian terhadap isu lingkungan dalam mengelola sebuah perusahaan. Mengambil tema “Making A Sustainable Future: Growing in a Resource-Constrained World,” Sancoyo mengungkapkan, “Untuk mencapai sustainable growth dalam perusahaan, business model yang Unilever jalankan memiliki empat komponen utama, yakni Brand, Great People, Business Performance, dan tentunya Sustainable Living.” Alumnus Fakultas Ekonomi UGM angkatan 1982 ini mengilustrasikan salah satu produk Unilever yakni “Molto Sekali Bilas” sebagai contoh nyata upaya perusahaan mengajak masyarakat menjaga sumber daya air. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia cenderung boros dalam menggunakan air untuk membilas pakaian

P

yang telah dicuci. Hal ini dapat dapat mengganggu keseimbangan ekosistem air di masa yang akan datang. Sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan program internship dan Unilever Future Leadership Program (UFLP) bagi mahasiswa maupun lulusan yang tertarik berkarir di perusahaan ini. Acara dilanjutkan dengan sesi sharing and discussion yang menghadirkan empat orang pembicara alumni UGM dari berbagai fakultas yang juga meniti karir di Unilever. Pada sesi ini diketahui bahwa perusahaan berani mempercayakan proyek-proyek besar bahkan pada karyawan baru untuk menunjukkan trust perusahaan terhadap karyawan. Di akhir acara, panitia menyelenggarakan mingle session untuk memfasilitasi peserta berdiskusi dan berbincang secara langsung dan santai dengan para pembicara, karyawan, dan juga peserta program magang. Hal ini merupakan sesi yang ditunggu-tunggu karena peserta berkesempatan mendapat informasi lebih dalam tentang Unilever, baik dalam hal pengalaman kerja, proses seleksi karyawan, maupun program magang. Salah satu peserta seminar, Juju Melanie (Ilmu Ekonomi FEB UGM) mengatakan, ”Kegiatan ini sangat positif. Selain diselenggarakan secara gratis, peserta mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman dari acara ini. Peserta juga dapat mengetahui bahwa perusahaan besar ternyata juga care terhadap isu lingkungan.” [Rahmat]

7

WHAT’S UP FEB

Magister Manajemen

Semangat Bersinar dan Berbagi
hine and Share, demikianlah tajuk yang diangkat oleh Program Magister Manajemen FEB UGM (MM FEB UGM) dalam Dies Natalis-nya yang ke-24 ini. “Tema ini dipilih agar di usia ke-24 ini MM semakin bersinar dengan melanjutkan prestasi yang pernah dicapai baik di tingkat nasional maupun internasional, namun tak lupa untuk berbagi dengan memberikan kemanfaatan bagi lingkungan sosial dan lingkungan hidup,” ungkap Bayu Sutikno, Ph.D. selaku Ketua Panitia Dies Natalis MM ke-24. Bayu menambahkan tema Shine and Share juga merupakan wujud University Social Responsibility (USR) dari program MM. Hal ini sejalan dengan visi dari Program Magister Manajemen yaitu menjadi program pendidikan bisnis tingkat pascasarjana strata dua jalur profesi terkemuka di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2013. Berbagai acara disusun dan diselenggarakan baik di MM Yogyakarta maupun MM Jakarta untuk menuangkan tema Shine and Share ini. Pertandingan olahraga dilaksanakan pada Mei-Juni

Dies Natalis MM FEB UGM ke-24 :

S

2012. Pertandingan yang diikuti oleh seluruh sivitas akademika MM memperebutkan juara pada turnamen voli, catur, futsal, bulu tangkis, dan biliar. Selain itu diselenggarakan pula acara Mancing Mania atau Mancing Bersama MM di Jakarta (10/6) dan di Yogyakarta (1/7). Dalam sambutannya di acara Tasyakuran Dies Natalis MM 2012 (2/7), Direktur Program MM, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D. mengungkapkan, “Acara kompetisi olahraga dan mancing bersama ini sangat baik untuk meningkatkan kekohesifan antar-stakeholder di MM.” Selain acara bagi sivitas akademika MM sendiri, yang penting dalam rangkaian Dies Natalis MM ke-24 ini adalah rangkaian kegiatan bakti sosial. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan mulai awal Juni hingga Juli 2012. Wujud kepedulian lingkungan Program MM disalurkan melalui acara penanaman 1000 pohon bertajuk “Evergreen Merapi” (2/6). Selain melibatkan sivitas akademika MM sendiri acara ini juga mengajak masyarakat setempat turut andil dalam merawat dan melestarikan pohon yang telah ditanam tersebut. Program MM

8

juga melaksanakan beragam acara untuk berbagi pada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Pemberian beasiswa untuk anak panti asuhan dan wakaf Al-Quran Braile merupakan wujud kepedulian Program MM kepada masyarakat khususnya yang berkebutuhan khusus (15/6). “Hingga saat ini dana yang sudah terkumpul sekitar 80 juta rupiah, Insya Allah MM dapat menyalurkan 64 Al-Quran Braile kepada yang membutuhkan” ungkap Bayu. Kegiatan sosial lain yang juga telah diselenggarakan adalah donor darah massal (22/6) dan pemberdayaan desa binaan (10/7). Program MM memberikan bantuan berupa alat pertanian dan perpustakaan pada desa binaan di Desa Beji, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Kemeriahan rangkaian acara Dies Natalis MM ke-24 ini dirayakan dengan Tasyakuran yang dilaksanakan melalui teleconference antara kampus MM Yogyakarta dan kampus MM Jakarta, tepat di hari jadi Program MM (2/7). Keesokan harinya, dilaksanakan Family Gathering di kampus MM Jakarta, sementara Family Gathering Yogyakarta dilaksanakan beberapa minggu setelahnya (15/7).

9

WHAT’S UP FEB

Magister Akuntansi

Kuliah Umum:
Isu riset dengan Topik “cEO Turnover”

Acara Dies Natalis Magister Akuntansi
ebagai puncak acara rangkaian Dies Natalis ke-10, Program MAKSI mengadakan acara gathering bagi seluruh sivitas akademika dan karyawan yang bertempat di area parkir gedung Magister Akuntansi (24/6), yang dimulai pada pukul 07.30 WIB. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai lomba seperti memasukkan karet, mengambil koin dengan sumpit, dan tarik tambang. Selain itu, juga ada spontanitas stand up comedy, sulap, pemutaran film MAKSI, calung funk,dan pembagian doorprize. Sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial sivitas akademika MAKSI, pada hari yang sama juga diadakan aksi donor darah dan pengumpulan buku yang selanjutnya disumbangkan ke perpustakaan masyarakat di daerah Minomartani. Dalam kesempatan ini, diadakan juga seremonial pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Dr. Agus Setiawan, M.Soc.Sc., CMA. selaku Wakil Pengelola yang kemudian diserahkan kepada Ketua Panitia Dies, Wahyu Triyoga. Acara ditutup dengan doa dan makan bersama.

alam rangka menyambut Dies Natalis Program Magister Akuntansi, MAKSI bekerja sama dengan Program MSi dan Doktor menyelenggarakan kuliah umum dengan tema: Isu Riset dengan Topik “CEO Turnover”. Sejak kasus Enron terkuak pada tahun 2001 lalu karena kecurangan dalam bidang akuntansi –yang tidak luput dari peran Chief Executive Officer (CEO)– saat ini CEO merupakan peran yang sangat penting sekaligus menjadi sorotan. CEO dipilih oleh Board of Directors (BOD) untuk memimpin sebuah organisasi. Peran ini membuat CEO menjadi sangat krusial di dalam sebuah organisasi. Namun, tidak sedikit CEO yang keluar atau biasa disebut dengan stepped down. Acara kuliah umum ini diselenggarakan (14/6) pukul 09.00-11.30 bertempat di Auditorium BRI lantai 3, Program MSi dan Doktor FEB UGM dan dihadiri oleh 55 peserta. Pembicara pada acara ini adalah Dr. Jap Efendi yang merupakan dosen dari Univesity of Texas at Airlington dan dimoderatori oleh Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA. yang merupakan dosen dari FEB UGM. Pada sesi pertama, pembicara memaparkan sebab-sebab yang pergantian CEO. Ada tiga sebab yang diungkap, yaitu: kinerja, kecurangan akuntansi, dan permainan kompensasi. Untuk memudahkan peserta dalam memahami apa yang dijelaskan oleh pembicara, pembicara juga memberikan contoh riil yang telah terjadi di dalam perusahaan-perusahaan besar seperti Research in Motion, Nokia, Yahoo, Burger King, HP, Pfizer, dan lainlain. Selain menjelaskan tentang penyebab-penyebab pergantian CEO, pembicara juga menjelaskan mengenai penyebab-penyebab suatu organisasi mempertahankan CEO mereka. Acara ini berjalan dengan sukses dan lancar. Peserta pada acara ini sangat antusias mengikuti acara, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan para peserta pada sesi tanya jawab.

D

S

10

Magister Ekonomika Pembangunan

Warna-Warni Dies Natalis ke-17 MEP FEB UGM
uni 2012, MEP FEB UGM genap berusia 17 tahun, berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh MEP baik bernuansa akademis maupun non akademis. Rangkaian kegiatan dimulai dengan terselenggaranya Turnamen futsal yang berlangsung di lapangan Soccer Futsal, sabtu 12 Mei lalu. Tendangan bola pertama Gumilang menandai pertandingan futsal sekaligus mengawali rangkaian kegitan DIES MEP. “Kegiatan Futsal ini bertujuan untuk menjalin silahturahmi keluarga besar MEP,” ungkap Gumilang Aryo Sahadewo selaku koordinator DIES kali ini. Selain itu, menumbuhkan semangat kebersamaan dan keakraban. Peserta turnamen futsal terdiri dari mahasiswa MEP dan karyawan di bawah Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Pada puncak final futsal MEP mempertemukan mahasiswa MEP angkatan 44 dengan karyawan MM. Skor 4-2 untuk

J

kemenangan mahasiswa angkatan 44 dalam turnamen Futsal Dies ke17 MEP. Sementara itu, pada 26 Mei 2012 rangkaian dies MEP dilanjutkan dengan MEP IDOL 2012 bertempat di kampus MEP. Bapak Wahyu Widayat salah satu juri mengatakan bahwa kegiatan ini memberi warna dan apreasiasi pada mahasiswa dan karyawan. “Ternyata mahasiswa punya sisi lain dari tugas utama dengan perkuliahan,” ujarnya. Ke esokan harinya, keluarga besar sivitas akademika MEP hadir “meng-orange-kan” halaman kampus dalam kegiatan yang bertajuk Family Fun Day. Family Fun Day ini dihadiri oleh 423 orang yang terdiri dari Dosen FEB UGM beserta keluarga, Mahasiswa MEP, Karyawan

11

WHAT’S UP FEB
MEP beserta keluarga, gabungan karyawan di bawah Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (MM, M.Si., MAKSI, PPAK, FEB, D3). Mahasiswa, karyawan dan dosen berbaur bersama dalam keakraban dan kekeluargaan MEP. Mengawali acara Family Fun Day, Dekan FEB UGM Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D memimpin langsung jalan sehat dengan menempuh rute di seputaran kampus MEP. Setelah jalan sehat, peserta kembali berkumpul di halaman kampus MEP untuk berolahraga senam pagi dengan mengikuti gerakan instruktur senam. Dekan FEB UGM membuka secara resmi kegiatan Dies MEP ke-17 dengan pelepasan balon di acara Family Fun Day meskipun, Turnamen Futsal MEP dan audisi MEP IDOL yang merupakan bagian dari kegiatan Dies MEP telah terlaksana. Family Fun Day semakin meriah dengan adanya penampilan Finalis MEP IDOL yang telah lolos audisi sehari sebelumnya. Selain itu, tampak beberapa peserta silih berganti menyumbang lagu untuk mengibur seluruh peserta Famili Fun Day. Pelbagai perlombaan diantaranya tenis meja, tarik-tambang, dan lomba untuk anak-anak turut meramaikan suasana. Sepanjang acara Doorprize diundi dan dibagikan kepada peserta dan pada akhir acara Family Fun Day dilakukan pengundian Doorprize utama.

Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah

Kuliah Umum MEP UGM:

Yogyakarta (16/4), MEP menyelenggarakan Kuliah Umum Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel: Pentingnya Akuntabilitas Sistem Pengendalian Intern dengan nara sumber Imam Bastari selaku Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP. Imam mengatakan bahwa laporan keuangan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota yang medapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) masih sedikit. Perlu diketahui bahwa manajemen keuangan pemerintah hampir mirip dengan korporasi sehingga dituntut seorang entrepreuner yang baik dari birokrat. “Infrastruktur peraturan perundang-undangan sudah canggih tapi belum di-back up SDM yang baik”, ungkapnya dihadapan mahasiswa. Pemerintah pada tahun 2014 menargetkan laporan keuangan yang memperoleh opini WTP sebesar 60%. Namun, sampai tahun 2011 opini WTP baru mencapai 7% sehingga perlu adanya evaluasi bersama. Imam menambahkan bahwa permasalahan pengelolaan keuangan dan aset menjadi perhatian dalam laporan keuangan. Dalam konteks penerimaan PAD, banyak daerah yang sudah otonom memiliki PAD yang kecil dengan kata lain aktivitas ekonomi di daerah tersebut masih rendah. Imam menuturkan bahwa saat ini pemerintah daerah masih mengandalkan DAU, DAK dan Dana Bagi Hasil dalam pembiayaan pembangunan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sebaik mungkin pemerintah daerah melakukan perencanaan pembangunan dengan mempertimbangkan besaran anggaran pendapatan belanja daerah. “Pemerintah daerah memaksimalkan penggalian sumber-sumber pendapatan daerah yang pontensial untuk memperkuat pembangunan daerah,” ujar Imam. Disamping itu, perihal yang berkaitan penggunaan anggaran dalam pembangunan daerah perlu adanya sistem pengendalian internal pemerintah. Dalam menjalankan sistem tersebut, pemerintah daerah perlu menyiapkan infrstruktur dan sumber daya manusia yang baik dalam pelaksanaannya. Selain itu, pengelolaan keuangan oleh pemerintah daerah ini tidak hanya dipantau oleh beberapa pengawas internal pemerintah seperti inspektorat, BPKP dan BPK tetapi dari pihak ekternal seperti Lembaga Swadaya Masyarakat.[Prst]

12

Seminar Nasional MEP FEB UGM:

R

Tantangan dan Peluang reformasi Birokrasi Indonesia
eformasi yang telah berjalan sejak tahun 1997 terutama di bidang politik, ekonomi dan hukum telah merubah banyak aspek sistem pemerintahan Indonesia. Dalam sambutan Menteri PAN dan RB yang dibacakan oleh Ismail Muhammad menjelaskan bahwa Kebijakan dan program reformasi birokrasi yang dituangkan dalam Grand Design dan Road Map antara lain mencakup berbagai langkah perubahan pada semua aspek manajeman pemerintahan dari aspek organisasi, tatalaksana, sumberdaya manusia aparatur, peraturan perundangan, pengawasan, akuntabilitas, pelayanan publik, dan perubahan budaya kerja aparatur (culture-set dan mindset). Pelaksanaan kebijakan dan program Reformasi birokrasi dilakukan melalui proses terdesentralisasi, serentak, dan bertahap, serta terkoordinasi. Penyelenggaraan Seminar Tantangan dan Peluang Reformasi Birokrasi di Indonesia oleh MEP di Hotel Hyatt Regency, Sabtu 2 Juni yang lalu dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri dari mahasiswa, alumni dan Dosen MEP, serta praktisi yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan Reformasi Birokrasi baik di pusat maupun di daerah. Pembicara dalam seminar tersebut, antara lain Ainun Na’im dari Kemendikbud, Anies Said Basalamah dari Kemenkeu, Erry Riyana Hardjapamengkas dari tim independen reformasi birokrasi, Wihana Kirana Jaya dari FEB UGM, dan Bei Arifianto Widodo dari KPK serta dari pemerintah Provinsi Jambi dan Kabupaten Gunung Kidul. Menurut Ainun Na’im sekjen dan ketua tim RB Kemendikbud menuturkan bahwa fenomena posisi Indonesia memicu terbentukanya Program Reformasi Birokrasi ini antara lain: Posisi daya saing Indonesia rendah, Tingkat Korupsi Indonesia yang masih tinggi, Doing Business Index Indonesia masih menduduki urutan di atas 100 dan Risk Report Indonesia tinggi. “Fakta saat ini terdapat 51 juta pelajar, 2,6 juta guru, 300 ribu dosen, 293 ribu sekolah, 430 satker, aset 119 T untuk dikelola,” ungkapnya. Selain itu, pengelolaan dana pendidikan oleh kemendikbud adalah 60% dari 20% pos APBN untuk pendidikan. “Birokrasi itu perlu sentuhan Teknologi Informasi, sumber daya yang kompeten dan proses,” imbuhnya. “Kementerian keuangan sebagai pilot project pertama dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dengan tiga pilar reformasi birokrasi,” ujar Anies. “Pilar I mencakup penataan organisasi, analisa dan evaluasi jabatan; Pilar II peningkatan disiplin pegawai, Assesment Center, diklat berbasis kompetensi, pola mutasi, penataan pegawai, manajemen talenta, sistem informasi manajemen kepegawaian; dan Pilar III mencakup penyempurnaan SOP dan SOP layanan unggulan,” jelasnya. Menurutnya saat ini Indonesia belum ada arahan reformasi birokrasi yang jelas karena setiap lembaga atapun instansi berbeda-beda. Menurut Fauzi Syam staf ahli bidang hukum pemerintahan Gubernur Provinsi Jambi bahwa reformasi birokrasi dapat terlaksana dengan baik apabila ada Komitmen Pimpinan sebagai contoh adalah adanya Kehadiran Gubernur dalam berbagai koordinasi baik level provinsi hingga kecamatan. Pandangan dari Budi Martono, Plt Sekda Gunung Kidul, ketika menghadapi permasalahan dalam memunculkan lembaga baru yaitu tidak adanya anggaran, sebagai solusinya adalah dengan melakukan perampingan lembaga. Wihana Kirana Jaya mengutarakan bahwa permasalahan perilaku dalam birokrasi menjadi poin penting dalam reformasi birokrasi. “Budaya berpengaruh dalam birokrasi di indonesia,” ujarnya. Bei Arifianto Widodo spesialis penelitian dan pengkaijian sistem KPK menguatkan pandangan Wihana bahwa titik hasil reformasi birokrasi adalah adanya perubahan Perilaku. Selain itu, Bei menambahkan bahwa sasaran umum reformasi birokrasi mengubah pola pikir dan budaya kerja. [Prst]

13

WHAT’S UP FEB

Magister Sains dan Doktor

Field Trip to Washington Dc

P

Dual Degree Program AYPS GSU-MSc FEB UGM
ada awal Mei lalu, 12 orang pegawai Badan Kebijakan Fiskal yang sedang menyelesaikan program Master di Georgia State University mendapat kesempatan untuk melaksanakan educational field trip ke Washington DC. Kegiatan yang dikoordinasi oleh International Student and Scholar Services bersama dengan Andrew Young School of Public Studies Georgia State University ini merupakan bagian dari program dual degree bagi pegawai BKF yang disponsori oleh USAID. Field trip ini bertujuan untuk mengenalkan peserta kepada sejarah, sistem pemerintahan, dan budaya Amerika Serikat. Pada kegiatan ini, peserta mengunjungi US Capitol, Lincoln Memorial, Library of Congress, dan tempat bersejarah lainnya untuk mendapatkan penjelasan mengenai gambaran sejarah pemerintahan Amerika Serikat serta evolusi budaya di Amerika Serikat dari masa ke masa. Bagian lain dari field trip ini diisi dengan kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta mengenai penelitian di bidang ekonomi. Selama berada di Washington DC, peserta mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan dua economic think tank di Washington DC, Urban Institute dan Development Alternatives Inc. Dalam diskusi tersebut peserta banyak mendapat informasi mengenai pelaksanaan riset-riset ekonomi serta berbagai tantangan dalam melakukan riset. Dengan diskusi ini, para peserta yang sedang mengambil program Master di bidang ekonomi diharapkan tidak hanya memahami riset dari sisi teori melainkan juga dari sisi penerapan sesungguhnya. Dalam field trip ini, rombongan juga berkunjung ke kantor pusat World Bank dan USAID. Dipandu oleh Gunawan Pribadi, pegawai BKF yang saat ini menjadi Senior Advisor di World Bank, rombongan mendapat penjelasan mengenai peranan World Bank di pembangunan dunia dan penjelasan tentang database yang dikembangkan oleh World Bank. Database ini tidak hanya dapat digunakan untuk membantu riset akhir di Georgia State University, tetapi juga riset-riset lainnya begitu peserta kembali ke Indonesia. Pada saat berkunjung ke World Bank, rombongan mahasiswa AYSPS GSU juga berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan Managing Director World Bank, Sri Mulyani Indrawati. Diskusi yang dipandu Gunawan Pribadi berlangsung santai, tetapi sangat informatif. Dalam diskusi tersebut, Sri Mulyani selain memberikan tinjauan kondisi perekonomian Indonesia dari sudut pandangnya juga memberikan berbagai saran topik penelitian yang dapat dikembangkan sekembalinya ke Indonesia. Pada hari terakhir, rombongan mengunjungi kantor pusat USAID dan bertemu dengan beberapa senior researcher di USAID. Dalam kesempatan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi secara mendalam tentang berbagai polemik dalam mengambil kebijakan perekonomian di berbagai negara berkembang, khususnya di Indonesia. [Bayu P]

14

P

Presentasi Tim SEBAr USAID
2EB FEB UGM dan Magister Sains FEB UGM bekerja sama dengan USAID, menggelar seminar berjudul “A Snapshot of Indonesian Entrepreneurship and Micro, Small, and Medium Sized Enterprise Development”. Acara diselenggarakan pada Rabu (13/6) lalu di Ruang Auditorium BRI Magister Sains FEB UGM. Seminar ini merupakan presentasi hasil penelitian Tim SEBAR (Strengthening Business Association for Reform) dari USAID atas gambaran perkembangan UMKM dan wirausaha di Indonesia. Sebagai moderator dalam seminar ini adalah Boyke Purnomo, SE., MM. Acara dimulai pukul sepuluh pagi dengan sambutan dari dekan FEB UGM, Prof. Marwan Asri, Ph.D. Dilanjutkan dengan sambutan dari Artidiatun Adji, Ph.D. yang mewakili direktur Magister Sains FEB UGM. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Anggito Abimanyu, yang juga mempresentasikan bagaimana wirausahawan lokal sudah harus berpikir secara ASEAN karena akan menyatunya zona ekonomi ASEAN. Selanjutnya, Daniel Thomson mewakili USAID memberikan sambutan yang menjelaskan kerja sama USAID dan beberapa departemen Republik Indonesia dengan membentuk Tim SEBAR ini. Kemudian, Tim SEBAR, yang terdiri atas Daniel Thomson, Daniel Bellefleur, Patrick Tangkau, dan Goolda Siahaan, mempresentasikan hasil penelitian mereka selama tiga bulan di Indonesia. Tim SEBAR memaparkan beberapa permasalahan umum yang dihadapi oleh

Secuplik Kewirausahaan Indonesia:
wirausahawan di Indonesia, yaitu masalah sumber daya manusia, pendanaan, dan perizinan usaha. Pendanaan menjadi problem, karena tingginya bunga kredit dan sulitnya persyaratan (terutama jaminan yang harus diberikan) membuat wirausahawan enggan meminjam dana ke bank untuk mengembangkan usaha mereka. Izin usaha juga menjadi kendala, hanya 36,9% UMKM yang memiliki izin usaha di Indonesia. Fakta di lapangan membuktikan bahwa proses perizinan usaha sangat kompleks, berbelit, dan lama. Meskipun pemerintah menyediakan pusat pelayanan terpadu satu pintu yang dapat memudahkan entrepreneur, tidak banyak yang mengetahui keberadaan kantor ini. Dari hasil penelitian mereka, Tim SEBAR pun mengajukan usulan ke pemerintah Indonesia terkait usaha pengembangan UMKM, seperti sosialisasi layanan terpadu satu pintu, peningkatan Kredit Usaha Rakyat, standardisasi proses izin usaha, dan pendirian angel bank untuk pembiayaan alternatif. Acara ditutup dengan pemberian souvenir kepada para pembicara seminar. Meskipun membicarakan tentang hasil penelitian, kemasan acara ini dibuat santai dengan penampilan mahasiswa berupa freestyle bola dan juga penampilan akustik gitar. Dalam seminar ini juga dipajang beberapa produk para wirausahawan kreatif di Yogyakarta, seperti jeans Denial Denim, bola batik, gitar batik, dan kopi Artemy. [prima]

15

WHAT’S UP FEB

Program Profesi Akuntansi

Wisuda periode IX
ada tanggal 22 Juni 2012, Pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM menyelenggarakan wisuda periode IX untuk angkatan XX, XXI dan XXII. Wisuda tersebut dilaksanakan di Lantai 1 Gedung Grha Sabha Pramana Bulaksumur dan diikuti oleh 229 wisudawan. Jumlah wisudawan yang meraih IPK cumlaude sebanyak 30 orang dengan satu orang meraih IPK sempurna yaitu 4.00. Pada wisuda periode IX ini, PPAk menghadirkan Agus Suparto, M.B.A, selaku Kepala Pembinaan Akuntan PPAJP Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Agus Suparto menjelaskan pentingnya para akuntan Indonesia terus melakukan update pengetahuan yang dimiliki agar dapat bersaing di masa kini dan masa yang akan datang.

P

16

Kelas Matrikulasi
endidikan Profesi Akuntansi FEB UGM memulai kelas baru matrikulasi XXV pada tanggal 4 Juni 2012. Kelas matrikulasi ini merupakan hasil dari tes validasi kompetensi yang diselenggarakan pada tanggal 19 Mei 2012. Peserta untuk tes masuk ini berjumlah 44 orang. Jumlah peserta yang lulus tes dan mengikuti matrikulasi angkatan XXV ini berjumlah 32 orang.

P

Seminar Akuntansi Pemerintahan
ada tanggal 16 Juni 2012, Pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM menyelenggarakan Seminar Akuntansi Pemerintahan yang mengambil topik “Akuntansi Pemerintahan: Sejarah, Perkembangan dan Isu-Isu Terkini”. Seminar Akuntansi Pemerintahan ini merupakan salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi di mana FEB UGM pada umumnya dan PPAk pada khususnya turut serta dalam usaha menyebarluaskan ilmu kepada masyarakat luas khususnya dalam bidang akuntansi. Pembicara yang dihadirkan pada seminar kali ini adalah Dr. Jan Hoesada, CPA., Akt. di mana beliau adalah salah satu anggota Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan Ikatan Akuntan Indonesia. Seminar tersebut diikuti oleh sekitar 120 orang yang terdiri dari mahasiswa regular S1 FEB UGM, mahasiswa PPAk, serta Inspektorat dan instansi di lingkungan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan dimoderatori oleh Prof. Dr. Suwardjono, M.Sc. Acara tersebut bertempat di Auditorium Djarum Pertamina Tower Lantai 6.

P

Kerjasama pemasangan iklan hubungi:
Bagian Promosi, Admisi, Kerjasama dan Pengembangan Usaha Lantai 1 Sayap Timur Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada T: +62 724 548 510 ext. 123 F: +62 724 580 727 E: iup@feb.ugm.ac.id W: www.feb.ugm.ac.id 17

SPEcIAL rEPOrT

IMAGAMA Sukses Selenggarakan GMAD 2012

I
18

katan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (IMAGAMA) kembali menyelenggarakan perhelatan akuntansi terbesar di triwulan kedua tahun 2012 ini. Acara tahunan bertajuk Gadjah Mada Accounting Days (GMAD) kali ini mengangkat tema besar “Good Accounting For Excellent Business”. Ketua GMAD 2012, Gerry Sondakh (Akuntansi 2010) mengungkapkan, “Tema ini dipilih karena good accunting harus menjadi fondasi pada setiap kegiatan bisnis untuk mencapai hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan dengan tanpa meninggalkan atau menghilangkan nilai-nilai kepatuhannya.” Rangkaian GMAD 2012 diawali dengan Seminar Nasional “Sustainabiliy Accounting and Reporting” di Auditorium MM UGM (28/4). Seminar ini menghadirkan para narasumber, baik praktisi

maupun akademisi yang mendalami penggunaaan laporan akuntansi berkelanjutan dalam praktik bisnis. Seminar pun dibuka dengan keynote speech dari perwakilan Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang selanjutnya terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama membahas landasan teori penerapan laporan akuntansi berkelanjutan dengan menghadirkan Dr. Eko Suwardi, M.Sc. (Dosen FEB UGM) dan Ali Darwin, Ak. M.Sc. (Executive Director of National Corporate Social Responsibility). Sementara sesi kedua menekankan pada implementasi laporan akuntansi berkelanjutan dalam aktivitas bisnis nyata dengan pembicara Ir. Agus Yulianto (SM. CSR PT. Aneka Tambang) dan Ir. Milawarma (Direktur Utama PT. Bukit Asam). Di samping seminar, GMAD 2012 juga menyelenggarakan

kompetisi bagi mahasiswa akuntansi di seluruh Indonesia, yaitu National Accounting Olimpad (NAO) (10/5-12/5). Kompetisi ini dimenangkan oleh tim dari Universitas Parahyangan sebagai juara 1 dan 2, disusul tim dari Universitas Airlangga sebagai juara 3. Diskusi terkait isu-isu akuntansi diakomodasi dengan adanya konferensi mahasiswa tingkat Internasional, International Acounting Student Conference (IASC) (10/5-11/5). IASC dihadiri oleh perwakilan mahasiswa akuntansi dari berbagai universitas di Indonesia seperti Universita Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Trisakti, serta perwakilan mahasiswa asing sebanyak dua tim dari Thailand dan Korea. Pada tahun ini, best paper untuk pertama kalinya diraih oleh UGM lewat dua mahasiswanya dari Jurusan Akuntansi. Euforia GMAD 2012 semakin lengkap dalam Jogja Amazing Race yang mengajak para peserta NAO dan IASC berkeliling Yogyakarta dalam sebuah race competition. Rangkaian acara GMAD 2012 ditutup dengan Gathering Night. Pada saat itulah, berbagai hiburan disuguhkan sekaligus puncak acara diselenggarakan, yaitu pemberian hadiah pada pemenang kompetisi. “Secara umum GMAD kemarin telah berjalan dengan sukses. Kehadiran mahasiswa asing dari Korea dan Thailand dalam konferensi merupakan pencapaian yang baik”, ungkap Arief Syahbudi Nugraha (Akuntansi 2012), Ketua IMAGAMA. Arief mengharapkan GMAD 2013 dapat berjalan lebih sukses, lebih kreatif, dan inovatif dalam pelaksanaannya.

19

WHO’S WHO

Tiga Dekade Pengabdian Sunariningsih

W

aktu baru menunjukkan pukul lima pagi. Ibu-ibu rumah tangga tentunya tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya atau melakukan pekerjaan rumah lainnya. Tetapi tidak dengan Nari. Pada waktu yang sama, ia sudah melawan dinginnya pagi, bergegas menuju Bulaksumur. Ia menjadi salah satu dari segelintir orang yang sudah sampai kampus sebelum pukul enam pagi. Sudah 32 tahun Sunariningsih—yang akrab disapa Nari— mengabdi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Setiap pagi, ia membuat teh untuk seluruh karyawan dan dosen di kampus ini; mulai dari menyeduh air hingga mengantarkan teh ke ruangan dosen. Apabila pekerjaan ini telah selesai, ia menuju Bagian Umum dan mengerjakan berbagai tugas, mulai dari scan dokumen hingga mengurus surat masuk. Ibu dengan tiga anak ini bergabung dengan Fakultas Ekonomi (nama lampau FEB -red) sejak tahun 1980, ketika FEB masih berada di gedung rektorat. Menurutnya, yang berkesan dari pekerjaannya selama ini adalah ketika ospek mahasiswa (waktu itu bernama P4) pada tahun 80-an. Saat itu, ia bersama beberapa rekan karyawan membantu mengurus keperluan konsumsi mahasiswa baru. Dirasanya berkesan karena ia harus stand by hingga acara selesai, pukul setengah sembilan malam, dan itu berlangsung selama berhari-hari. Nari benar-benar berfokus pada tugasnya di FEB, dibuktikan dengan tidak adanya aktivitas sampingan yang ia kerjakan. “Tidak nyambi apa-apa, berdagang juga tidak,” ujarnya. Tugas di rumah, seperti mencuci dan memasak, dikerjakannya mulai setengah empat pagi. Setelahnya, ia bersiap untuk berangkat ke FEB. Selepas bekerja pada pukul empat sore, ia pulang ke rumah dan kembali pada rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga. Selama 32 tahun ini, Nari merasa senang dapat mengabdi di FEB, “Di mana-mana (saya) merasa senang,” tuturnya sambil tertawa. Tahun depan, tepat pada 14 November 2013, Nari akan pensiun. Di masa pensiunnya nanti, ia telah berencana untuk menghabiskan waktunya dengan bercocok tanam di sawah dan menimang cucu semata wayangnya. Kepada karyawan FEB UGM, ia berpesan agar karyawan mengerjakan tugas mereka dengan sebaik-baiknya. “Tugas dikerjakan sebaik-baiknya agar bisa sukses dalam karir,” pesannya. [prima]

20

ScHOLArSHIP & rEcrUITMENT

Beasiswa DAAD 2013/2014
The German Academic Exchange Service menawarkan beasiswa S2 di Jerman untuk alumni FEB UGM. Info lengkap silakan kunjungi link berikut http://www.daadjkt.org/index.php?program-beasiswadaad Aplikasi ditutup pada 15 Oktober 2012.

Lowongan Kerja di PT Bank DKI
PT Bank DKI merupakan bank milik Pemerintah Daerah DKI yang sedang tumbuh dan berkembang selalu siap membantu masyarakat Jakarta. Saat ini mengundang alumni FEB UGM yang memiliki kompetensi, semangat, integritas tinggi untuk bergabung dalam mewujudkan Bank DKI menjadi yang terbaik dan membanggakan. Informasi lebih lengkap kunjungi http://www.bankdki.co.id. Berkas lamaran dikirimkan via email sebelum tanggal 30 September 2012.

Lowongan Kerja di PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk.
PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk. didirikan pada 24 Rabius Tsani 1412 H atau 1 November 1991 yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia. Saat ini membuka kesempatan kepada alumni FEB UGM untuk bergabung dalam perusahaan. Informasi lebih lengkap http://www.muamalatbank.com Registrasi online sebelum tanggal 31 Agustus 2012.

21

PArTNErSHIP

Kerja Sama Baru Lengkapi Fasilitas Pertamina Tower

saham dan sebagai basis data untuk studi sektor keuangan khususnya instrumen pasar saham. • PT Bank Negara Indonesia (BNI), terkait penyelenggaraan ruang Financial Market Update untuk memberikan informasi data keuangan real time bagi mahasiswa dan peneliti, memfasilitasi mahasiswa untuk mempelajari analisis dan kondisi investasi dengan beberapa instrumen dalam pasar keuangan, menganalisis data keuangan, serta menjadi basis kajian Financial Market Update yang akan diberikan kepada mitra. Di samping itu, untuk memberikan kemudahan dalam tarik tunai dan transaksi perbankan nontunai, BNI juga mendirikan satu unit ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di ATM center Pertamina Tower. PT Bank Mandiri (persero) Tbk. terkait penyelenggaraan ruang Mandiri Economic Dashboard, untuk membantu pemahaman dari ilmu yang didapat mahasiswa di kelas dengan menganalisis fenomena ekonomi yang terjadi di dunia nyata, di samping sebagai basis data untuk studi kebijakan dan forecast kondisi ekonomi makro dan sektor keuangan. PT Bank Central Asia (BCA) terkait penyelenggaraan BCA Banking Corner yaitu instrumen yang akan menjadi sentra studi dan penelitian mengenai aktivitas bank umum dalam bentuk: sentra risiko sektor perbankan, sentra edukasi penerapan TI dalam perbankan, dan sentra simulasi aktivitas perbankan.

F
• •

EB UGM melakukan soft launching Pertamina Tower sebagai the center of excellent bagi kegiatan penelitian, pelatihan, dan pengembangan dunia ekonomi dan bisnis (20/12). Sebagai perwujudan atas hal tersebut, maka FEB UGM menjalin kerja sama baru dengan pihak-pihak terkait. Kerja sama tersebut terkait pengadaan fasilitas sarana perkuliahan, konsultasi bisnis, kewirausahaan, kursus pendek, dan pengabdian masyarakat. Sampai saat ini, FEB telah menjalin kerja sama dengan: PT Telkom terkait penyelenggaraan IT Corner untuk pusat pengembangan model behavioral economics. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terkait penyelenggaraan Kewirausahaan dan UMKM Corner sebagai tindak lanjut dari kompetisi wirausaha untuk mahasiswa (Program BRI Wirausaha Rakyat). Selain itu BRI juga membuka kantor kas di lantai satu Gedung Pertamina Tower untuk memudahkan transaksi perbankan tunai di samping transaksi nontunai yang difasilitasi dengan pendirian ATM di ATM center. BP Migas terkait penyelenggaraan Energy Policy Corner untuk mempelajari kajian kebijakan energi baik terbarukan maupun tidak terbarukan. Bank Indonesia dan Bank Syariah Mandiri terkait penyelenggaraan Syariah Corner untuk mempelajari kajian-kajian syariah dalam rangka memberikan dukungan terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Selain itu, Bank Syariah Mandiri juga berpartisipasi mendirikan satu unit ATM di ATM Center. PT Danareksa, terkait penyelenggaraan Investment Gallery untuk membantu pemahaman ilmu yang didapat mahasiswa di kelas dengan melihat fenomena pasar saham yang real time, memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai berbagai informasi yang dapat mempengaruhi intensitas trading di pasar

Diharapkan dengan adanya berbagai kerja sama baru tersebut akan mendukung pengembangan berkelanjutan program-program FEB UGM seperti program S1 Reguler dan Internasional, Magister Sains dan Doktor, Magister Akuntansi Publik, Magister Ekonomika Pembangunan, dan Magister Manajemen. [dp]

22

ALUMNI cOrNEr
Manager Sales Division, bagian yang mengepalai penjualan Toyota di seluruh Indonesia. Lima tahun kemudian, suami dari Selfia Salim ini diminta merangkap untuk memegang jabatan General Manager Lexus, merek premium di bawah naungan perusahaan Toyota yang baru diperkenalkan ke Indonesia. Karirnya semakin cemerlang di pertengahan tahun 2009. Jody kembali diminta menjadi Chief Operation Officer Auto2000. Berjalan setahun di posisi tersebut, ia diangkat sebagai CEO Auto2000 sampai saat ini. Jalan menuju karir yang cemerlang terbilang cukup panjang dan penuh perjuangan. Teringat dalam benaknya ketika ia menginjakkan kaki di Yogyakarta tahun 1987 untuk melanjutkan kuliah di FEB UGM (bernama FE UGM saat itu-red). Yogyakarta ia pilih sebagai kota destinasi kuliah karena biaya hidup lebih murah, sedangkan pertimbangan memilih universitas lebih karena UGM merupakan universitas top idamannya. Fakultas Ekonomi bukan merupakan pilihan pertamanya saat ujian masuk. Hambatan penyesuaian di awal kuliah harus dihadapinya. Terkadang, uang saku pun tidak cukup untuk kebutuhan hidupnya. Beruntung di semester lima, Jody mendapat beasiswa dari Yayasan Toyota Astra Motor (yayasan perusahaan dimana akhirnya ia berkarir-red). Selain itu, ia juga bekerja sebagai asisten dosen untuk mendapatkan uang tambahan. Saat itu ia memberikan asistensi di UGM dan beberapa universitas swasta di Yogyakarta. Ia teringat dosen-dosen yang memberikan bantuan dan kesempatan kepadanya untuk menjadi asisten dosen, antara lain Prof. Marwan Asri, Ph.D. dan Prof. Eduardus Tandelilin, Ph.D. (saat itu juga bertindak sebagai dosen pembimbing skripsi-red). Pria pecinta hewan piaraan ini bersyukur karena semua jerih payahnya dapat berhasil tepat waktu. “Pengalaman kuliah di FEB UGM menyenangkan. Suasana kampusnya sangat mendukung belajar, dosen dan temanteman juga saling mendukung sehingga semua hambatan dapat teratasi,” ucapnya. Perjuangannya di awal semester tidak sia-sia. Ia bahagia akhirnya lulus dalam empat tahun dengan IPK 3,84. Kerja keras dan kemauan ingin belajar tertanam sejak ia masih kecil. Anak kedua dari lima bersaudara ini menghabiskan masa SD sampai SMA di Kota Jambi. Sepulang sekolah, ia pasti diminta menjaga toko kelontong oleh kedua orang tuanya. Ketika musim durian, orang tuanya sering mengajaknya membeli durian dan menjualnya di pinggir jalan di samping tokonya. Terkadang, ia juga diajarkan berjualan obat keliling kampung. Pria yang gemar melukis sekaligus kolektor lukisan ini berbagi kunci sukses dalam studi dan karir, “Seseorang mesti menjaga keinginan untuk terus belajar. Jangan pernah merasa cukup atau tahu akan semua hal serta jangan pernah cepat puas dengan apa yang telah dicapai. Yang terpenting, selalu rendah hati untuk menerima masukan,” tandasnya. Dia pun berharap banyak pada almamater tercintanya, UGM dan khususnya FEB. “Lakukan terus benchmarking, khususnya kunjungan ke perusahaan untuk belajar real case study. Sekarang, dengan banyaknya perusahaan yang go public, pembelajaran ini dapat lebih dimudahkan,” imbuhnya. [hk]

Jodjana Jody
rendah Hati dan Terus Belajar
ama Jodjana Jody mungkin tidak asing lagi di dunia otomotif Indonesia. Chief Executive Officer Auto2000, anak perusahaan PT Astra International, Tbk. ini berhasil membawa Auto2000 menjadi diler Toyota terbesar di dunia. Lulus dari FEB UGM tahun 1991, pria kelahiran Jambi 43 tahun yang lalu ini sempat membantu asistensi di beberapa perguruan swasta. Gagal mengikuti beberapa kali panggilan tes kerja, Jody mengirimkan lamaran ke PT Toyota Astra Motor dan memulai karirnya di perusahaan tersebut pada tahun 1992. Ia diterima di satu departemen baru, Sales Training. Ini merupakan tantangan baginya untuk dapat mencetak salesman yg memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik. Perusahaan pun mengirimkannya ke Jepang dan Singapura. Hasilnya, ia dan tim dapat mengerjakan modul-modul pelatihan kelas dunia dengan baik. Tahun 1994, ayah dua anak ini mendapatkan beasiswa dari Australian Embassy untuk mengambil MBA Program. Sekembalinya di Indonesia tahun 1996, ia dipercaya sebagai training manager dan merangkap manajer di Customer Service Department. Saat krisis moneter tahun 1998, ia mendapat tawaran bergabung di Citibank NA sebagai manajer di Sales Planning Unit, National Direct Sales. Setahun kemudian, Jody dipromosikan ke jenjang Assistant VP untuk mengurus Sales Planning and Sales Territory di wilayah Jakarta Utara. Dua tahun di perbankan, Jody mendapat tawaran untuk bergabung di Auto2000, Main Dealer Toyota, sebagai General Manager di Business Development Department. Masih di perusahaan yang sama pada Februari 2002, ia diminta untuk kembali ke PT Toyota Astra Motor untuk menjadi General

N

23

NEWS FrOM ABrOAD

Suyanto, S.E., MBA.

Indah Sepanjang Tahun
erima kasih kepada redaktur EB News atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berbagi cerita di kolom News from Abroad. EB News di dua edisi sebelumnya, Mbak Eny dan Ajeng, sudah mengantarkan cerita tentang United Kingdom (UK) dan saya pikir banyak kemiripan cerita sehingga tidak perlu mengulangi lagi. Kesan eksotik dan gothic architecture, kurang lebih seperti itulah gambaran tentang UK. Dan khususnya Scotland, pemandangannya cantik sepanjang tahun (Rimawan, 2010). Hal ini banyak disebabkan oleh amplitudo suhu dari musim ke musim yang relatif tidak ekstrim, curah hujan tinggi, serta topografinya yang terdiri dari bukit-bukit dengan padang rumput di sekeliling. Saya sekarang tinggal di Dundee, Skotlandia, yang dikatakan sebagai heart of Scotland karena terletak di tengah sebagai penghubung kota-kota di Skotlandia. Kota ini juga mempunyai curah hujan yang relatif tinggi dan menyebar sepanjang tahun. Pada saat artikel ini ditulis, musim panas sedang berlangsung dan bertepatan dengan Bulan Ramadan. Puasa di musim panas kurang lebih 20 jam (sahur sekitar pukul 1.30 pagi dan buka puasa sekitar pukul 9.30 malam). Meskipun durasinya panjang, puasa di sini tidak begitu terasa berat karena suhu dingin, berkisar antara 10-18 derajat Celsius.

Skotlandia:

T

Hal lain yang berbeda dengan Inggris adalah: alam yang relatif masih terjaga dan tersedia banyak zona hijau. Jalan ke countryside merupakan activitas yang menyenangkan di sini. Kita bisa melihat hamparan hijau padang rumput yang luas dengan (Shaun the) sheep dan Scottish highland cow yang sedang merumput dan tidak pernah dikandangkan. Sungai-sungai mengalir dengan jernihnya dan bebas dari sampah; hal yang jarang kita jumpai di Indonesia. Secara umum aksen bahasa Inggris orang Scottish relatif agak sulit dimengerti; butuh penyesuaian bagi yang kurang terbiasa dengan British English. Hal yang unik di sini adalah: hampir tiap daerah atau kota mempunyai aksen tersendiri dan kadang berbeda jauh dari standarnya (siaran BBC-red). Di Dundee, misalnya. Aksen orangorang yang tinggal di kota masih bisa mudah dimengerti, tetapi tidak demikian dengan orang-orang di countryside yang kebanyakan orang asli Dundee (Dundonians). Aksen Dundee kadang terdengar sangat berbeda dengan bahasa Inggris umumnya. Lelucon yang beredar jika kita tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, sebaiknya berkata ‘English, please!’.

Mengapa Memilih University of Dundee?
Sekolah di UK merupakan tantangan tersendiri bagi saya karena

24

terkait dengan masalah kesiapan, baik materi maupun mental. Sebagaimana alasan normatif pada umumnya, banyak pertimbangan dalam menentukan pilihan sekolah. Keputusan akhir saya berujung di University of Dundee karena faktor pembimbing, biaya, dan keluarga. Saya mengambil program doktoral di School of Business. Strata tiga di UK pada umumnya banyak tergantung ada tidaknya supervisor yang membimbing penelitian mahasiswa di bidangnya dan setiap universitas belum tentu mempunyai dosen yang ahli dalam bidang yang akan diteliti, dalam kasus saya yakni penelitian di bidang auditing. Pada saat pencarian sekolah, saya mendapat tiga calon supervisor/ pembimbing dari universitas yang berbeda. Mempertimbangkan beberapa faktor seperti track record calon pembimbing bidang yang ditekuni, banyaknya publikasi calon pembimbing, dan saran dari para senior di FEB UGM; akhirnya saya menjatuhkan pilihan di Dundee. Kebetulan, istri juga mendapatkan pembimbing di universitas yang sama. School of Business di universitas ini merupakan bagian dari College of Arts and Social Sciences dan membawahi dua departemen: Department of Accounting and Finance dan Department of Economics. Mahasiswa doktoral program di School of Business yang masternya bukan dari Scottish universities diwajibkan mengambil 5 mata kuliah (modul) dan project pada tahun pertama. Modul ini biasanya terdiri research methods, quantitative research methods, dan mata kuliah pilihan. Sedangkan project biasanya berupa pembuatan makalah di bawah supervisi langsung dari pembimbing. Jika lulus courses tersebut, mahasiswa mendapatkan gelar Diploma in Research (DipRes) dan statusnya berubah dari research student menjadi Ph.D. student. Mekanisme ini disebut transfer of ordinance. Pada saat penulisan artikel ini, hasil ujian baru saja diumumkan dan saya bersyukur dinyatakan lulus program diploma. Saat ini, saya sedang menunggu proses transfer of ordinance untuk berubah status menjadi Ph.D. Selain menempuh DipRes, research student di tahun pertama juga harus mengerucutkan rencana penelitiannya, termasuk konteks penelitian. Rencana penelitian ini nantinya harus dipresentasikan di depan Thesis Monitoring Committee (TMC) untuk dinilai apakah layak untuk dilanjutkan sebagai penelitian di program Ph.D. Studi saya akan meneliti tentang hubungan antara pressure dan perilaku auditor yang berimplikasi pada menurunnya kualitas audit, termasuk kemampuan auditor dalam mendeteksi fraud (kecurangan) yang cenderung menurun dari waktu ke waktu. Terkait dengan faktor biaya, meskipun saat ini Eropa mengalami krisis ekonomi yang berdampak naiknya harga-harga kebutuhan dan akomodasi, uang dari beasiswa masih dapat menutupi kenaikan tersebut. Harga sewa rumah pun masih relatif murah dibandingkan dengan beberapa kota besar lain di UK. Selain itu, kualitas air di Skotlandia masih bagus dan gratis sehingga kita tidak perlu membayar bill untuk air. Satu hal yang saya suka, sayuran di sini rasanya lebih manis dan lebih crunchy. Faktor pendidikan bagi keluarga (anak-anak) juga menjadi pertimbangan saya. Di Skotlandia, pendidikan gratis dari primary sampai secondary school. Nursery di sini juga gratis untuk anak usia 3-4 tahun. Tetapi, untuk anak di bawah 3 tahun tidak gratis lagi; biayanya berkisar 10-20 GBP/jam. Hal ini perlu menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa yang mempunyai anak balita.

Hambatan
Memang benar kata para senior yang telah berhasil menyelesaikan program doktoralnya, bahwa hambatan dari faktor nonakademik seperti keluarga, cuaca, dan sistem banyak mempengaruhi studi. Ini pun saya rasakan di masa-masa awal di Dundee. Namun, saya bersyukur saat ini mulai terbiasa dengan keadaan seperti itu. Just do it.

25

ArOUND BULAKSUMUr
memiliki 21 kamar dan dikelola secara tradisional sehingga tersisih dari persaingan usaha. Kini, UC dikelola secara profesional dan telah memiliki total 71 kamar, lengkap dengan sembilan fasilitas untuk kegiatan konvensi dan rapat hingga mampu mengakomodinasi tamu bukan hanya berasal dari UGM semata, melainkan juga di luar UGM baik secara grup maupun individu. Berkiprah selama kurang lebih 30 tahun di bidang perhotelan, Riyanto tahu betul bagaimana mengelola aset UGM yang telah lama mati suri ini. Ia mengungkapkan, “Pertama, kita bangun dulu produknya mulai dari kamar, SDM, pelayanan, dan makanan. Kemudian bagaimana cara memasarkannya.” UC tidak selektif dalam mengambil segmen pasar, sebisa mungkin UC mampu melayani pelanggan yang beraneka ragam. “Melayani UGM adalah utama, tapi sebagai sebuah unit bisnis profesional kita harus terus mencari segmen lain untuk mix market. Hal ini untuk menjaga kelangsungan jalannya usaha,” ungkap Riyanto. Salah satu tolok ukur kemajuan UC adalah berjalannya reservasi hotel untuk tiga bulan ke depan. Kini, pelanggan mulai khawatir tidak mendapatkan kamar di UC sehingga mereka harus reservasi jauh-jauh hari sebelum kedatangan. UC bukan menjadi alternatif lagi, tetapi sudah menjadi pilihan utama. Hal ini, menurut Riyanto, menunjukkan bahwa manajemen hotel telah berjalan dengan baik. Ke depannya, UC diharapkan dapat terus meningkatkan pelayanan. Riyanto menegaskan, “UC didirikan dengan tujuan utama memberikan kepuasan bagi para stakeholder, yakni UGM sebagai pemilik aset, Gama Multi sebagai pengelola, serta karyawan dan para tamu sebagai tulang punggung eksistensi hotel. Sebuah kebanggaan besar bagi saya diberi kepercayaan untuk mengelola hotel ini.” [rahmat]

University club (Uc) Hotel
Pilihan Akomodasi Berkualitas di Kawasan UGM

U

GM, salah satu universitas terbaik di Indonesia, seringkali mendapat kunjungan tamu dengan berbagai urusan baik dari lingkup nasional maupun internasional. Kunjungan tersebut tidak jarang berlangsung lebih dari satu hari sehingga mutlak diperlukan layanan akomodasi sebagai tempat singgah. Menjawab kebutuhan ini, University Club (UC) Hotel hadir menawarkan akomodasi berkualitas internasional dengan harga yang terjangkau. Terletak strategis di jantung kampus UGM, UC merupakan pilihan yang tepat bagi tamu dan relasi universitas khususnya serta khalayak ramai yang sedang berkunjung ke kota pelajar. Nama University Club digunakan untuk menggantikan nama Wisma Gadjah Mada yang sebelumnya telah berdiri di tempat yang sama. Hal itu terjadi pada tahun 2004 setelah pengelolaan wisma diserahkan ke PT Gama Multi yang kemudian menunjuk Riyanto Putra sebagai manajer pada awal tahun 2008. Melalui tangan dingin Riyanto, UC mengalami perkembangan yang sangat luar biasa. Sebelumnya, Wisma Gadjah Mada hanya

26

LEcTUrEr’S ArTIcLES

Mengenal Lebih Dekat Teori Ekonomika Kelembagaan Baru (New Institutional Economics)*
Oleh: Wihana Kirana Jaya

khir-akhir ini perdebatan pemikiran ekonomi yang mainstream dan non-mainstream kembali menarik. Salah satunya adalah perdebatan Ekonomika Kelembagaan Lama (Old Institutional Economics atau OIE), Ekonomika Neo Klasik (Neo Clasical Economcis atau NCE) dan Ekonomika Kelembagaan Baru (New Institutional Economics atau NIE). Perdebatan muncul sejak pemberian hadiah nobel ekonomi kepada Ronald Coase pada tahun 1991 dengan tulisannya yang berjudul ‘The Nature of The Firm’ (1937) dan ‘The Problem Of Social Cost’ (1960), Douglas C. North pada tahun 1993 dengan isu-isu Kelembagaan dan Komitmen yang Kredibel (Institutions and Commitment Credibility), sampai dengan dianugerahkannya hadiah nobel di bidang ekonomika tahun 2009, kepada Elinor Ostrom dalam analisis Ekonomika Tata Kelola, terutama Kepentingan Umum (Economic Governance, especially Commons) dan Oliver E. Williamson dalam analisis Ekonomika Tata Kelola terutama Batasan Perusahaan (Economic Governance, especially Boundaries of the Firm). Tidak dapat dipungkiri, materi-materi bahan ekonomika kelembagaan banyak disarikan dari berbagai jurnal terpilih seperti: American Economic Review, The Journal of Institutional and Theoretical Economics, Journal of Economic Perspectives, Journal of Economic Literature, dan The Journal of Law and Economics. Perkembangan NIE
* Materi artikel secara garis besar diambil dari pidato pengukuhan Guru Besar Penulis pada tanggal 24 Desember 2010.

A

semakin meningkat dengan munculnya masyarakat dunia pencinta teori NIE seperti International Society for New Institutional Economics (ISNIE) dan European School on the New Institutional Economics (ESNIE). Teori OIE merupakan cabang Ilmu Ekonomi yang tidak memiliki teori dasar ekonomika ortodoks, ekonomika klasik ataupun neoklasik. Mereka menentang pemikiran neoklasik karena dianggap tidak memasukkan sisi-sisi humanistic dalam pendekatannya (Haris, et al., 1995 dan North, 1990). Mereka mengatakan bahwa teori OIE bukan lembaga secara fisik melainkan perilaku ekonomi yang didorong oleh pertimbangan dan perasaan yang secara umum berlaku dalam keadaan dan waktu tertentu. Sedangkan teori NCE masih mendominasi sebagai mainstream pemikiran ekonomi yang masih menekankan kepada mekanisme pasar. NCE dibangun dengan pendekatan teori dan banyak menggunakan asumsi-asumsi. Asumsi tersebut antara lain adanya informasi yang sempurna (perfect information) yang didapatkan oleh pelaku ekonomi dan tidak adanya biaya transaksi (zero transaction cost). Asumsi lain yang digunakan NCE adalah lingkungan yang kompetitif yang dihadapi oleh pelaku ekonomi, atau persaingan sangat sempurna (perfect competition). NCE juga menganggap setiap pelaku menghadapi situasi yang sama (stagnan rational behaviour) dan mereka bebas keluar masuk pasar (Furubotn and Richter, 1993 dan North, 1990).

27

Teori NIE hadir karena mampu memodifikasi, mengembangkan, dan membuka kotak hitam (black box) dari lemahnya aplikasi penggunaan teori NCE di dalam memecahkan persoalan persoalan ekonomi dalam dunia nyata. NIE mengambarkan adanya ketidaksempurnaan informasi dan adanya biaya transaksi. Setiap pelaku ekonomi tidak dapat secara bebas keluar masuk dalam pasar karena tidak semua pelaku memiliki informasi yang sama. Informasi yang tidak sempurna menimbulkan konsekuensi biaya transaksi (transaction cost). Semakin informasi tidak sempurna (asymmetric information) semakin tinggi biaya transaksi yang dikeluarkan pelaku ekonomi. Dalam pandangan NIE, perlu adanya usaha-usaha untuk meminimalkan biaya transaksi. Ada tiga alasan yang mendasari pentingnya peran NIE. Pertama, NIE merupakan suatu teori yang muncul dengan kerangka NCE, tetapi menawarkan jawaban untuk menyempurnakan dan mengembangkan teori tersebut. Kedua, NIE penting dalam konteks kebijakan ekonomi tahun 90-an karena NIE menentang dominasi peran pasar oleh kaum ortodoks NCE. Ketiga, NIE penting karena merupakan teori yang dibangun dengan menyesuaikan perubahan kelembagaan dalam kaitannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi (Furubotn and Richter, 1993 dan Harris, et al.,1995). Perdebatan ketiga teori tersebut semakin menarik apabila dilihat dari paradigma metodologi penelitian yang dipergunakan (Creswell, 2003, Darlinton dan Scott, 2002, Hussey dan Hussey, 1997). Selama sepuluh tahun mengamati hasil-hasil penelitian ketiga teori OIE, NCE, dan NIE, paradigma metodologi penelitian teori OIE lebih cenderung fenomonologis yang dicirikan dengan sampel kecil, studi kasus, induktif, observasi langsung, kualitatif, dan bertujuan ingin memodifikasi teori daripada menguji teori. Sedang paradigma metodologi penelitannya NCE cenderung positivis yang dicirikan dengan sampel besar, deduktif, kuantitatif, modeling, dan bertujuan untuk menguji hipotesis atau tes teori. Berbeda dengan OIE dan NCE, paradigma metodologi penelitian NIE strukturnya lebih bersifat formal dan informal atau cenderung campuran antara positivis dan fenomonologis. Paradigma ini dicirikan dengan penggabungan metodologi kuantitatif dan kualitatif, menggunakan data trianggulasi dan bertujuan untuk memodifikasi teori. Pada tahun 2000, Williamson telah memperkenalkan evolusi teori NIE melalui empat level analisis sosial seperti di Gambar 1. Garis panah penuh menunjukkan hubungan antara yang lebih tinggi dan yang lebih rendah di mana level yang lebih tinggi menentukan kendala pada level di bawahnya. Garis panah putus-putus menunjukkan hubungan berkebalikan yang menghubungkan level lebih rendah dan level lebih tinggi. Williamson (2000) menjelaskan level kelembagaan paling awal adalah level I, yaitu teori sosial (social theory) yang merupakan aturan informal yang telah melekat dalam masyarakat, seperti tradisi, agama, norma, adat, dan konvensi keterkandungan atau mindset (embeddedness). Analisis level I sangat dipengaruhi oleh sejarah ekonomika dan ilmu pengetahuan sosial lainnya. Pada level ini, perubahan terjadi sangat lambat, spontan, dan alamiah pada hitungan abad sampai milenium. Menurut Williamson, level II terkait dengan lingkungan kelembagaan (institutional environment). Level ini menekankan ekonomika kepemilikan (economics of property rights) yang terdiri dari aturan main (hukum), politik dan birokrasi yang meliputi fungsi eksekutif, legislatif, hukum, maupun fungsi birokrasi pemerintahan. Definisi hak milik (property rights) dan hukum kontrak (contract

law) merupakan gambaran penting. Pada level ini biasanya disebut ‘level aturan main hak dan kewajiban’ atau ‘level menuju lingkungan kelembagaan ekonomisasi order pertama’.
Level III menekankan struktur tata kelola yang menekankan kontrak dan biaya transaksi (transaction cost economics). Meskipun hak milik tetap penting, fungsi sistem hukum mendefinisikan hukum kontrak dan perlindungan kontrak tidak bisa diabaikan. Pada level ini, biasanya disebut level bagaimana aturan main hak dan kewajiban dimainkan atau ‘level menuju struktur tata kelola ekonomisasi order kedua’. Level IV menekankan efisiensi sumber daya dan struktur insentif yang merupakan kerangka kerja neoklasik. Analisis marjinal dikembangkan di mana digambarkan sebagai fungsi produksi. Penyesuaian harga dan output bersifat lebih atau kurang kontinu. Pada level ini, biasanya disebut ‘level menuju kondisi marjinal eonomisasi order ketiga’. Model Williamson Empat Level Analisis Sosial dalam struktur ekonomika kelembagaan baru dapat dilihat sebagai berikut:

Sumber: Williamson, 2000

Dalam makalah ini, penulis mencoba menggunakan keempat level dari model Williamson untuk menganalisis organisasi publik di Indonesia (Jaya, 2010). Beberapa kesimpulan dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertama, pada organisasi publik, aturan informal yang merupakan tradisi, norma, adat, agama, dan kebiasaan baik yang bersifat produktif maupun tidak produktif, belum kompatibel dalam mendukung aturan formal. Budaya primordialisme, patron-klien, raja-raja kecil, pangreh praja, dan upeti adalah budaya informal yang melekat (embededness) sebagai mindset perilaku pelaku birokrasi menciptakan biaya tinggi. Budaya transaksional masih menonjol. Kedua, hak kepemilikan (property rights) kewenangan belum optimal dalam tataran birokrasi organisasi publik di zaman transisi perubahan paradigma sentralistis menuju desentralistis. Sistem aturan kewenangan (system of rules) yang pada organisasi publik belum memberikan fungsi dan hak dan kewajiban yang jelas (lack clarity of function).

28

Ketiga, perilaku yang terbatas (bounded rationality) dan perilaku yang oportunis (oppourtunistic behaviour) menyebabkan hubungan kontrak tidak jelas di organisasi publik, berakibat meningkatkan biaya transaksi (transaction cost economics). Kebijakan birokrasi kontinu dan diskontinu telah menggeser pola penyalahgunaan kekuasaan ”abuse of power” oleh segelintir oknum di lembaga publik. Keempat, kompleksitas permasalahan di organisasi publik seperti ketidakjelasan aturan kepemilikan kewenangan (institutional environment) dan ketidakjelasan tata kelola (institutional governance), seperti ketidakjelasan kontrak-kontrak hubungan kewenangan, dan ketidakjelasan hubungan principal-agent menghasilkan ketidakjelasan struktur insentif . Dari diskusi di atas dapat disimpulkan bahwa konsep ekonomika kelembagaan baru dapat digunakan untuk memahami: (1) kompleksitas pengelolaan kebijakan organisasi publik yang berkelanjutan dan sekaligus dapat dijadikan ”umbrella” bagi masalah yang terjadi dalam kebijakan organisasi publik di Indonesia, (2) sistematisasi aturan-aturan yang menyangkut persoalan kewenangan, organisasi, penatausahaan, sumber daya manusia, keuangan, hubungan hierarki, pengawasan, serta prosedur perencanaan dan administrasi.

DAFTAR PUSTAKA Coase, R.H., 1993. “Coase on Posner on Coase”. Journal of Institutional and Theoretical Economics 149, pp. 96-98. Creswell, J.W., 2003. Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. United State of America: Sage Publications, Inc. Darlinton, I and Scott, D., 2002. Qualitative Research in Practice Stories from the Field. Crows Nest: Allen & Unwin. Furobotn, E.G. and Richter, R., 1998. Institutions and Economics Theory, the Contribution of the New Institutional Economics. Michigan: the University of Michigan Press. Haris, John, et al., 1995. “Introduction: Development and Significance of NIE” dalam John Harris, et al., The New Institutional Economics and Third World Development. London and New York: Routledge. Jaya, Wihana K., 2010. Pidato Pengukuhan Guru Besar, Gadjah Mada Press. North, D.C., 1990. Institutions: Institutional Change and Economic Performance. Cambridge: Press Syndicate of the University of Cambridge. North, D.C., 1993. “Institutions and Credibility Commitment”. Journal of Institutional and Theoretical Economics 149:11-23.

Williamson, Oliver E., 2000. ”The New Institutional Economics: Taking Stock, Looking Ahead”. Journal of Economics Literature 38(3):595-613.

29

STUDENT’S cOrNEr

Memburu Pertukaran Pelajar ala Fisa
Jangan berhenti bermimpi,” kata Andrea Hirata di tetralogi Laskar Pelangi. Begitu juga dengan Fisa (Akuntansi 2008), yang tak pernah berhenti bermimpi dan berusaha, hingga akhirnya mimpi-mimpinya terwujud. Annisa Fisakinah Nursetyautami, yang akrab disapa Fisa, adalah salah satu peserta pertukaran pelajar Erasmus Mundus Action II (LOTUS) pada semester genap 2012/2013 lalu. Pertukaran pelajar ini adalah program kedua yang ia ikuti setelah AUN-ACTS Exchange Program di Thailand pada tahun 2011. Fisa dikenal sebagai mahasiswi yang cerdas, supel, dan aktif berorganisasi. Oleh karena itu, banyak yang beranggapan mudah baginya untuk mendapatkan tiket pertukaran pelajar. “Orang mengira aku langsung diterima, tapi sebenarnya berkali-kali mencoba baru diterima,” tandasnya. Ya, jalan Fisa untuk mendapatkan dua program di atas tidaklah mulus. Sebelum lolos seleksi program pertukaran pelajar ke Thailand, ia telah beberapa kali ‘patah hati’ karena tidak diterima beberapa seleksi exchange program. Namun kegagalan tidak membuat Fisa putus asa. Ia justru mendapatkan banyak pelajaran, seperti bagaimana membuat motivation letter yang baik dan untuk proaktif menanyakan ada tidaknya penawaran pertukaran pelajar. Setelah rajin mengajukan aplikasi, akhirnya ia dinyatakan diterima AUN-ACTS Exchange Program di Thailand pada bulan Juli 2011. Pertukaran pelajar selama dua minggu ini berfokus pada topik mengenal ASEAN lebih dekat. Selesai mengikuti program ini, Fisa belum berpuas diri. Ia kembali mengikuti seleksi pertukaran pelajar dan akhirnya diterima di program LOTUS. Selama enam bulan masa pertukaran pelajar itu, ia berkuliah di University of Kent, Inggris. Bagi Fisa, mengikuti pertukaran pelajar memberikannya banyak manfaat. Manfaat paling utama adalah keberhasilannya memperluas koneksi dengan memiliki kawan dari berbagai negara. Selain itu, wawasannya juga semakin meluas, mulai dari perekonomian ASEAN hingga Uni Eropa. Pertukaran pelajar juga memperlancar kemampuan berbahasa Inggrisnya dan menambah bahasa Tagalog sebagai pengetahuan yang dikuasai. Ketika berada di University of Kent, ia

mengikuti debate community dan Erasmus Mundus Community. Aktivitas ekstrakurikuler ini membantunya meningkatkan kemampuan debat yang telah dikuasainya sejak SMA. Tips untuk Program Pertukaran Pelajar Menurut Fisa, agar diterima dalam suatu exchange program, seseorang harus benar-benar memiliki tujuan. “Benar-benar harus ada alasan untuk exchange, jangan cuma karena ingin jalan-jalan,” tukasnya. Kemudian, alasan tersebut dituangkan dalam motivation letter yang juga disesuaikan dengan tujuan pemberi beasiswa. Contohnya, ketika menulis motivation letter untuk LOTUS, Fisa mengungkapkan keinginannya memilih Inggris sebagai negara tujuan. “Inggris dikenal bagus sistem pemerintahannya dan University of Kent adalah universitas yang bagus di bidang sektor publik.” Keinginannya ini didukung minatnya yang sangat besar terhadap sektor publik. Selain itu, gadis yang pernah tinggal di Australia ini menuturkan, harus sering mengecek ada tidaknya penawaran beasiswa, baik ke Office of International Affairs di kampus, ataupun media lainnya. Seiring dengan itu, “Selalu siap sedia segala persyaratan yang biasanya dibutuhkan, jadi tinggal daftar saja,” tukasnya. Lalu, apabila sudah diterima dan berangkat ke negeri seberang, Fisa menyarankan untuk banyak bergaul dengan teman dari negaranegara lain dan bersikap open minded. “Harus keluar dari zona nyaman. Buat apa ikut exchange kalau kita bergaul dengan orangorang dari negara atau rumpun yang sama?” paparnya. Fisa pun mengungkapkan tips utama untuk mendapatkan beasiswa, yaitu terus memvisualisasi keinginan kita dan pantang menyerah. Melalui exchange program, banyak pula mimpi-mimpi pribadinya —seperti bertandang ke negara tempat Hans Christian Andersen pernah tinggal, kafe tempat JK Rowling menulis Harry Potter, hingga mengunjungi Edensor yang dituangkan Andrea Hirata dalam novelnya— bisa tercapai. “Jangan berhenti bermimpi. Tetap bermimpi dan bulatkan tekad, terus berusaha, maka suatu ketika mimpi itu akan terwujud,” pesan Fisa. [Prima]

30

ADVErTOrIAL

Menjawab Tantangan Program Magang di Perusahaan Multinasional
djeng –begitu mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) 2008 ini disapa– berhasil membuat mahasiswa-mahasiswa lain ingin mengikuti jejak serupa. Pasalnya, dia mendapatkan kesempatan magang di perusahaan multinasional ternama, Triumph International, di Jerman. Dengan semangat pantang menyerah, dia mendaftar program magang ke beberapa perusahaan sebelum akhirnya berhasil menyisihkan sekian banyak pesaing untuk menjadi intern di perusahaan pembuat women’s underwear, lingerie, dan swimwear ini. Tak tanggung-tanggung, enam bulan dihabiskannya sebagai anggota tim Human Resource Marketing di Triumph Corporate Competence Center –yang merupakan pusat konsultasi Teknologi Informasi di perusahaan tersebut. Kesempatan baik untuk magang di Triumph International datang saat dia mengikuti double degree di Pforzheim University. Selain karena diwajibkan oleh universitas di sana, delegasi 7th Economix ASEAN Conference ini mengaku dia memang haus akan pengalaman baru seperti terjun langsung ke dunia kerja lewat program magang. Di sana, tiap intern diberikan proyek individu spesifik dengan arahan seorang supervisor. Saat itulah Adjeng merasakan tantangan dunia kerja yang sebenarnya: tidak tahu harus memulai dari mana dan apa saja yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan proyek yang diberikan. Apalagi dia mempelajari sistem SAP secara langsung yang menjadi pengalaman baru. “Beda banget sama kuliah! Tidak semua ilmu yang didapat di dunia perkuliahan membantu,” ujarnya menanggapi.

Adjengdia Bunga Bangsa
“Magang selama enam bulan kemarin totally worthed,” jawabnya renyah saat dihubungi lewat interview jarak jauh oleh Tim EB News.

A

Menurut gadis yang pernah memenangkan kompetisi pidato bahasa Jepang ini, pengalaman magang memberikan berbagai manfaat dari segi pengembangan leadership skill, antara lain profesionalitas, tanggung jawab, dan akuntabilitas. “Responsibility ditunjukkan dengan tepat waktunya kita submit report, tidak boleh nelat,” terangnya. Selain leadership skill, pengalaman magang memberinya pembelajaran untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dalam praktik langsung dan penyusunan prioritas kerja. Triumph juga memberikannya pengalaman mengenai open office dan budaya perusahaan yang tidak birokratis, misalnya dia bisa membuat janji meeting dengan manajer ataupun supervisor hanya melalui sistem scheduling yang ada. Adjeng mengaku bersyukur mendaftar di IUP FEB UGM sehingga mendapat kesempatan double degree dan magang di Jerman. Selain membuka kesempatan besar tersebut, IUP mampu mengembangkan kemampuannya untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai orang mancanegara. Mahasiswi yang mengambil jurusan International Marketing di Pforzheim University ini berpesan pada mahasiswa yang ingin mengambil program double degree ataupun magang di Jerman untuk segera belajar bahasa Jerman. “Tantangan terbesar dalam mengajukan aplikasi magang adalah bahasa Jerman. Banyak perusahaan di sana yang prefer mengambil intern yang bisa bahasa Jerman,” ujarnya. [Dwi Andi]

31

EXcHANGE STUDENTS’ cOMMENTS

Tina Walter Therese Danielsen (Exchange Student – Pforzheim (Exchange Student – University University Germany) of Agder Norway)

“I choose UGM, because I always wished to spend some time in Asia, especially in Indonesia as it is a very exciting country. And UGM has good reputation. I really like and enjoy being here!”

“By going to Indonesia I got to travel to the other side of the planet where I have the opportunity to get to know a different culture, religion and language. The students at FEB UGM are very friendly and helpful! If I am at school and look confused by where to find my class, the toilet or the computer lab, there is always students or staff that is happy to give direction. FEB has nice facilities and there is also a lot going on at this faculty, such as: futsal tournament (econolympics), cultural event and concerts. I also like the cafeteria because they have really good soto ayam!”

rhee Jinwoo (Exchange Student - Kyung Hee University, Korea)
Opportunities! This is what I had in UGM. If you have passion and productive plans, you can do whatever you want to do just like me. I did so many things. Korean club, Korean days, scuba diving with UNIT SELAM UGM and a choir! Generous staffs and professors provided proper environment for me. And the best students who love Indonesian cultures and the peaceful world companied with my work. I am sure all of international students enjoy this wonderful chance to do something great. I really appreciate all of my mahasiswa sangat manis and people who I met there.

32

Aktivitas Mahasiswa dan Dosen Tahun ‘80-an

FEB IN PIcTUrES

Mahasiswa Angkatan Tahun 1980 di Kali Kuning

Mahasiswa Angkatan Tahun 1980 di Balairung

Dosen UGM peserta kursus SELTU tahun 1989, beberapa diantaranya: Eko Suwardi, Anggito Abimanyu, Sri Handaru Yuliati, Tony Prasetyantono dan Indra Wijaya Kusuma

33

34

UNIT NEWS

Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara FEB UGM dengan DJPU Kemenkeu

F

akultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan (DJPU Kemenkeu) Republik Indonesia telah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama tentang “Pembangunan Kapasitas FEB UGM dalam Pengelolaan Utang dan Surat Berharga Negara” di Auditorium Gedung Pertamina Tower FEB UGM Lantai 6 (25/6). Pihak FEB UGM diwakili oleh Prof. Dr. Marwan Asri, Ph.D. selaku Dekan FEB UGM sedangkan pihak DJPU Kemenkeu diwakili oleh Dr. Rahmat Waluyanto, MBA. selaku Direktur DJPU Kemenkeu. Kerja sama yang disepakati dalam nota kerja sama tersebut meliputi:

2. Mendorong aktivitas penelitian ilmiah maupun riset tentang pengelolaan utang negara serta penyediaan data publik secara regular, 3. Kerja sama dalam upaya pengembangan pasar Surat Berharga Negara (SBN) Domestik. Sebagai bagian dari kerjasama tersebut, DJPU menggandeng beberapa mitra untuk menyediakan dana hibah bagi penelitian skripsi mahasiswa terkait isu pengelolaan utang negara maupun pasar SBN di Indonesia. Diharapkan dengan adanya dana hibah penelitian skripsi yang mencapai empat juta rupiah per mahasiswa tersebut akan melahirkan pemikiran dan ide baru sebagai tonggak perkembangan perekonomian di Indonesia. Informasi selanjutnya mengenai prosedur perolehan dana tersebut akan diumumkan oleh masing-masing jurusan di FEB UGM.

1. Kerja sama pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) tentang pengelolaan utang negara melalui forum diskusi, kuliah umum, serta pengembangan kurikulum perkuliahan terkait dengan pengelolaan utang dan topik yang relevan,

UGM research Week & Innovation Expo 2012

P

ameran Hasil Penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) 2012 dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan “UGM Research Week & Innovation Expo 2012” yang dimulai pada tanggal 28 Juni hingga 19 Juli 2012. Rangkaian kegiatan tersebut terdiri dari Open Lecture, Workshop, Open Campus, serta Pameran Hasil Penelitian dan Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan UGM. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk transfer informasi, sehingga mendorong lahirnya penelitian-penelitian baru yang mampu menjawab permasalahan bangsa dan negara. Selain hal tersebut, kegiatan UGM Research Week & Innovation Expo 2012 menjadi salah satu indikator kemajuan dinamika keilmuan di lingkungan kampus UGM. Tema kegiatan tahun 2012 adalah “Pemanfaatan Potensi Bangsa untuk Menyelesaikan Permasalahan Bersama”, tema tersebut digagas oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM sebagai Panitia pelaksana kegiatan di atas. Bertempat di Gedung Grha Sabha Pramana UGM, Pameran Hasil Penelitian UGM 2012 berlangsung pada 17-21 Juli 2012. Terdapat sedikitnya 55 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan yang dibuka dan diresmikan oleh Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Bapak Helmy Faishal Zaini pada 17 Juli 2012. Peserta tidak hanya berasal dari perwakilan Fakultas dan unit-unit terkait di lingkungan UGM, tetapi juga pusat studi dan beberapa UMKM binaan UGM. Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM turut aktif berpartisipasi

dalam kegiatan tersebut dengan mengusung tema “Optimalisasi Riset Potensi Bangsa Menuju Pemberdayaan Ekonomi”. Tidak seperti Fakultas yang lain, tahun ini FEB UGM banyak menampilkan kegiatan yang memiliki kontribusi bagi pemecahan permasalahan bangsa seperti; Disseminasi Hasil Penelitian, Paparan Wirausaha Muda serta Kegiatan Lomba Simulasi Transaksi Saham sebagai alternatif kegiatan pemberdayaan ekonomi di masa datang. Diseminasi hasil penelitian para peneliti di P2EB FEB UGM ditampilkan secara langsung oleh peneliti maupun asisten peneliti yang mumpuni di bidangnya. Sedikitnya 299 pengunjung pameran turut menyaksikan diseminasi hasil penelitian serta paparan Wirausaha Muda yang dilaksanakan setiap hari pada jam-jam yang telah dijadwalkan. Mayoritas pengunjung pameran banyak tertarik dengan kegiatan Lomba Simulasi Transaksi Saham karena tergiur dengan hadiah jutaan rupiah yang disediakan oleh P2EB FEB UGM. Namun di luar dugaan, pemenang lomba yang terdiri dari 10 orang dengan peringkat tertinggi tidak berlatar belakang bidang Ilmu Ekonomi maupun Bisnis tetapi berasal dari bidang ilmu lain seperti Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Sosial Politik, serta Teknik. Dari fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemberdayaan ekonomi tidak mutlak dikuasai oleh para pembelajar ekonomi, tetapi dapat pula dipelajari oleh para pembelajar ilmu lain asal rajin dan tekun. Pameran Hasil Penelitian UGM 2012 ditutup pada hari Sabtu, 21 Juli 2012 oleh Prof. Dr. Suratman., MSc. Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM.

35

UNIT NEWS

Program Upgrading civitas Akademik dan Praktisi 2012
enelitian dan Pelatihan Ekonomika & Bisnis, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (P2EB FEB UGM) merupakan lembaga penelitian dan pelatihan yang bernaung di bawah FEB UGM serta berkomitmen tinggi dalam menyelenggarakan penelitian dan pelatihan unggul. Sesuai dengan misinya, P2EB FEB UGM berperan aktif dalam memutakhirkan sistem pembelajaran yang diperlukan untuk mengembangkan wawasan berpikir sivitas akademika. Selain itu, FEB UGM sebagai pembina pengembangan mata kuliah yang berkualitas di Indonesia memiliki peran penting untuk melakukan recharging metodologi dan alat penelitian bagi para dosen Jurusan Akuntansi, Ilmu Ekonomi, dan Manajemen seluruh universitas di Indonesia. Dari latar belakang tersebut, P2EB FEB UGM membuka Program Akademik Unggulan 2012 dalam rangka Upgrading Metodologi dan Alat Penelitian Ekonometrika Terapan, Manajemen Portofolio, dan Aplikasi Behavioural Economics untuk penyusunan kebijakan berbasis Student Centered Learning.

P

Behavioural Economics untuk Penyusunan Kebijakan
Behavioural Economics adalah cabang Ilmu Ekonomi yang mempelajari perilaku pelaku ekonomi dengan cara observasi langsung baik di laboratorium maupun di lapangan. Pelatihan ini bertujuan membekali peserta untuk mampu melakukan penelitian berbasis eksperimen dan menggunakan berbagai hasil analisis behavioural economics untuk perumusan kebijakan. Pelatihan ini dilaksanakan pada 2 sampai 4 Juli 2012 dengan materi: Anomali Kebijakan Ekonomi di Indonesia dan Pengantar Perkembangan Behavioural Economics, Desain Riset Metoda Eksperimen, Validitas Internal: Kompleksitas dan Antisipasi, Validitas Eksternal: Kontroversi dan Manajemen, Metoda Pengukuran, Prosedur Manipulasi: Penggunaan Desepsi dan Aspek Etika, Manajemen Subyek Eksperimen, Field Experiment yang terdiri dari: Pengambilan Keputusan Berisiko, Pengukur Preferensi Masyarakat (Pairwise Comparison), Koordinasi (Game Theory), dan Budaya Berkoordinasi Evolutionary (Game Theory).

Ekonometrika Terapan
Ekonometrika Terapan didesain untuk memberikan jalur yang jelas untuk menjadi ekonom yang profesional. Pelatihan ini bertujuan menyediakan pengetahuan ekonometrika dan keterampilan aplikasi (metodologi dan teknologi) dalam hubungan antarvariabel ekonomi dan penerapannya pada studi ekonomi. Peserta pelatihan tidak hanya belajar rumus, tapi juga belajar bagaimana mengaplikasikan metodemetode ekonometrika untuk studi empiris serta forecasting variabelvariabel ekonomi. Pelatihan terdiri dari tutorial dan kuliah dan tutorial. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9 sampai 11 Juli 2012 dengan materi: Forecasting Structural Time Series Model, AR, MA, ARMA, ARIMA, ARCH & GARCH, Kointegrasi, Analisis Data Panel, Model Data Panel, Model First Difference, Fixed Effects & Random Effects, Hausman Test, dan Asistensi STATA.

Manajemen Portofolio
Upgrading mata kuliah Manajemen Portofolio bertujuan memberikan bekal kepada akademisi yang mempunyai minat di bidang investasi di sekuritas. Upgrading ini bertujuan memberikan bekal bahan pembelajaran bidang investasi, penelitian bidang investasi dan keuangan, dan bahan lain untuk meningkatkan relevansi pembelajaran manajemen investasi sekuritas. Kegiatan ini dilangsungkan pada 5 sampai 7 Juli 2012 dengan materi; Risiko dan Return, Teori Portofolio, Efisiensi Pasar, Isu-isu Penelitian Bidang Keuangan, Database Bidang Keuangan, Analisis Fundamental, Manajemen dan Investasi, dan Simulasi Perdagangan Saham.

36

FAcILITIES

Gerai Merchandise FEB UGM:

I

EB Store
ngin menghias kendaraan dengan sticker FEB UGM? Ingin memakai jaket bernuansa FEB UGM? Atau ingin dasi elegan dengan lambang FEB UGM? Sivitas akademika FEB UGM tak perlu repot untuk membuat sendiri merchandise khas FEB UGM ini atau mencari-cari ke banyak toko karena FEB UGM telah mendirikan EB Store! EB Store merupakan unit bisnis FEB UGM yang khusus menyediakan berbagai merchandise dengan ciri khas FEB. Kini, EB Store semakin mudah dikunjungi karena lokasinya yang berada di lantai dasar Pertamina Tower. Apabila kita melewati pintu masuk fakultas, kita akan menemui EB Store berada persis di sebelah kiri, sebuah toko ‘mini’ di bawah tangga gedung Pertamina Tower. Jangan sungkan untuk masuk, sebab di sana kita akan disambut dengan ramah oleh pramuniaga yang siap sedia melayani kebutuhan kita. EB Store menyediakan beragam merchandise yang bisa dibeli seperti sticker, mug, tumbler, payung, gantungan kunci, polo shirt, jaket, hingga dasi. Dibukanya toko EB Store di Pertamina Tower merupakan salah satu pemanfaatan ruangan di ikon FEB UGM ini. Meski demikian, tujuan utamanya adalah untuk mempermudah sivitas akademika serta pengunjung dari kampus/sekolah lain yang ingin membeli merchandise dari FEB UGM. Saat ini memang belum banyak yang mengetahui jika EB Store membuka gerai di Pertamina Tower. Rencananya, gerai EB Store ini akan dipublikasikan seiring dengan pengumuman pemenang lomba desain merchandise EB Store. Nah, apabila Anda berminat untuk membeli merchandise khas FEB UGM, tunggu apalagi? Mari kunjungi EB Store! [prima]

Pemesanan online silahkan klik: www.feb.ugm.ac.id/ebstore

37

Enak Banget!: Menikmati Kopi di Twin Flame
da yang baru di Pertamina Tower FEB UGM. Ya, silakan naik lift dan langsung menuju lantai delapan. Begitu keluar dari lift, langsung tercium aroma kopi nan harum diiringi sambutan dari barista-barista cantik. Selamat datang di Enak Banget Café! Enak Banget atau bisa disingkat menjadi EB! hadir di lantai delapan, untuk menemani sivitas akademika FEB yang ingin berdiskusi, rapat, mengerjakan tugas, atau sekadar bersantai sembari menikmati pemandangan kota Jogja. Enak Banget! ini telah dibuka sejak Selasa (3/7) dan untuk sementara bisa dinikmati sejak pukul 09.30 hingga 15.00 WIB. Nantinya, ketika tahun pelajaran baru dimulai, Enak Banget! akan buka dari pukul 09.30 hingga 18.00 WIB. Di sini, kita akan disuguhi beragam menu berbasis kopi, mulai dari yang umum kita temui di kafe lain di Jogja, hingga kreasi kopi khas Enak Banget! dengan cita rasa yang unik. Jika Anda tak suka kopi,

A

jangan khawatir, sebab Enak Banget! juga menyediakan minuman berbasis cokelat. Ditambah lagi, ada beberapa menu makanan kecil yang bisa mendampingi menyeruput kopi atau cokelat. Meski letaknya di gedung paling menawan di bulaksumur, jangan takut untuk berkunjung karena mengira harganya mahal. Enak Banget! menyediakan makanan dan minuman berkelas raja namun dengan harga mahasiswa. Jangan khawatir kantong bolong, karena untuk segelas varian kopi atau cokelat, kita hanya akan merogoh kocek antara Rp9.000,00 hingga maksimum Rp15.000,00. Makanan kecil seperti croissant dan puff pun harganya di bawah Rp10.000,00. Jadi, jika Anda ingin menikmati pemandangan kota Jogja dan lekuk-lekuk pegunungan Menoreh dan Lawu serta Gunung Merapi dari kejauhan, atau melakukan aktivitas lain bersama teman, tunggu apalagi? Mari kunjungi Enak Banget!! [Prima]

38

UPcOMING EVENT

Agenda Kegiatan Dies Natalis FEB UGM ke-57
Rangkaian Acara Dies Natalis FEB UGM ke-57
1. Seminar Call for Lectures and Research Presentation Keynote Speech: Menko Kesra Dr. H.R. Agung Laksono* Tanggal : 11 September 2012 2. Sarasehan AACSB Tanggal : 11 September 2012 3. Olah Raga Tanggal : 27 Agustus – 7 September 2012 4. Sarasehan Tanggal : 7 September 2012 5. Kampung Wirausaha Tanggal : 14 -15 September 2012 6. Musik Kreatif (Dwiki Darmawan & Ello) Tanggal : 15 September 2012 *) dalam konfirmasi 12. 11. 10. 9. 8. 7. Fun Day Tanggal : 16 September 2012 Ziarah dan Anjangsana Tanggal : * Bakti Sosial Tanggal : 1 dan 8 September 2012 Wayang Kulit Tanggal : 18 September 2012* Pagelaran Kethoprak Dosen dan Karyawan Tanggal : 19 September 2012 Tumpengan Tanggal : 19 September 2012

BERITA DUKA
Segenap civitas academica Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya:

Sebastian Muller

Mahasiswa Pertukaran Semester II 2011/2012 dari Avans University, Belanda Meninggal pada tanggal: 3 Juni 2012 di RS. Sardjito Yogyakarta Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisiNya

rr. Sany Sintya H.P., STP

Staf Bagian Akademik Program S1 FEB UGM Meninggal pada tanggal: 29 Juni 2012 di RS. Sardjito Yogyakarta Semoga almarhumah diberikan tempat terbaik di sisiNya

Turun rahmanto

Staf Bagian Umum Program MM FEB UGM Meninggal pada tanggal: 2 Juli 2012 di Kalasan, Yogyakarta Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisiNya

39

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->