P. 1
Adat Istiadat Jawa Tengah.

Adat Istiadat Jawa Tengah.

|Views: 3,250|Likes:
Published by Muhammad Ikhlas

More info:

Published by: Muhammad Ikhlas on Sep 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2013

pdf

text

original

ADAT ISTIADAT JAWA ( Manusia Jawa sejak dalam kandungan sampai wafat ) Lahir Dan Mendewasakan Anak

Mupu, artinya memungut anak, yang secara magis diharapkan dapat menyebabkan hamilnya si Ibu yang memungut anak, jika setelah sekian waktu dirasa belum mempunyai anak juga atau akhirnya tidak mempunyai anak. Orang Jawa cenderung memungut anak dari sentono (masih ada hubungan keluarga), agar diketahui keturunan dari siapa dan dapat diprediksi perangainya kelak yang tidak banyak menyimpang dari orang tuanya. Syarat sebelum mengambil keputusan mupu anak, diusahakan agar mencari pisang raja sesisir yang buahnya hanya satu, sebab menurut gugon tuhon (takhayul yang berlaku) jika pisang ini dimakan akan nuwuhaken (menyebabkan) jadinya anak pada wanita yang memakannya. Anhinga, bisa dimungkinkan hamil, dan tidak harus memungut anak. Pada saat si Ibu hamil, jika mukanya tidak kelihatan bersih dan secantik biasanya, disimpulkan bahwa anaknya adalah laki-laki, dan demikian sebaliknya jika anaknya perempuan. Sedangkan di saat kehamilan berusia 7 (tujuh) bulan, diadakan hajatan nujuhbulan atau mitoni. Disiapkanlah sebuah kelapa gading yang digambari wayang dewa Kamajaya dan dewi Kamaratih(supaya si bayi seperti Kamajaya jika laki-laki dan seperti Kamaratih jika perempuan), kluban/gudangan/uraban (taoge, kacang panjang, bayem, wortel, kelapa parut yang dibumbui, dan lauk tambahan lainnya untuk makan nasi),dan rujak buah. Disaat para Ibu makan rujak, jika pedas maka dipastikan bayinya nanti laki-laki. Sedangkan saat di cek perut si Ibu ternyata si bayi senang nendang-nendang, maka itu tanda bayi laki-laki. Lalu para Ibu mulai memandikan yang mitoni disebut tingkeban, didahului Ibu tertua, dengan air kembang setaman (air yang ditaburi mawar, melati, kenanga dan kantil), dimana yang mitoni berganti kain sampai 7 (tujuh) kali. Setelah selesai baru makan nasi urab, yang jika terasa pedas maka si bayi diperkirakan laki-laki. Kepercayaan orang Jawa bahwa anak pertama sebaiknya laki-laki, agar bisa mendem jero lan mikul duwur (menjunjung derajat orang tuanya jika ia memiliki kedudukan baik di dalam masyarakat). Dan untuk memperkuat keinginan itu, biasanya si calon Bapak selalu berdo’a memohon kepada Tuhan. Slametan pertama berhubung lahirnya bayi dinamakan brokohan, yang terdiri dari nasi tumpeng dikitari uraban berbumbu pedas tanda si bayi laki-laki) dan ikan asin goreng tepung, jajanan pasar berupa ubi rebus, singkong, jagung, kacang dan lain-lain, bubur merah-putih, sayur lodeh kluwih/timbul agar linuwih (kalau sudah besar terpandang). Ketika bayi berusia 5 (lima) hari dilakukan slametan sepasaran, dengan jenis makanan sama dengan brokohan. Bedanya dalam sepasaran rambut si bayi di potong sedikit dengan gunting dan bayi diberi nama, misalnya bernama Kent Risky Yuwono. Saat diteliti di almanak Jawa tentang wukunya, ternyata Kent Risky Yuwono berwuku tolu, yakni wuku ke-5 dari rangkaian wuku yang berjumlah 30 (tiga puluh). Menurut wuku tolu maka Kent Risky Yuwono berdewa Batara Bayu, ramah-tamah walau bisa berkeras hati, berpandangan luas, cekatan dalam menjalankan tugas serta ahli di bidang pekerjaannya, kuat bergadang hingga pagi, pemberani, banyak rejekinya, dermawan, terkadang suka pujian dan sanjungan yang berhubungan dengan kekayaannya.

dimana untuk windu pertama atau sewindu. Sedangkan ulang tahun yang ke 62 (enam puluh dua) tahun disebut tumbuk ageng. jika ambil buku berarti suka membaca. setiap 35 (tiga puluh lima) hari berikutnya diadakan acara peringatan yang sama saja dengan acara selapanan sebelumnya. banyak congkok atau kasarnya disebut calo calon isteri.Slametan selapanan yaitu saat bayi berusia 35 (tiga puluh lima) hari. jangan kawin dengan sanak-famili walau untuk nggatuake balung apisah (menghubungkan kembali tulang-tulang terpisah/mempererat persaudaraan) dan bergaya priyayi karena seandainya cerai bisa terjadi pula perpecahan keluarga. Melamar Bapak dari anak laki-laki membuat surat lamaran. hari lahirnya dirayakan karena ia sudah hidup selama 4 (empat) windu. tiba waktunya ditetaki/khitan/sunat. yang pada pokoknya sama dengan acara sepasaran. Orang Jawa kuno sejak dulu terbiasa menghitung dan memperingati usianya dalam satuan windu. Tapi si anak dan orang tuanya mempunyai banyak pertimbangan yang antara lain: jangan mbokongi (menulangpunggungi sebab keluarga si gadis lebih kaya) walau ayu dan luwes karena perlu mikir praja (gengsi). Setibanya di tempat sunat (dokter atau dukun/bong). belum juga mempunyai adik. Kemudian setelah itu si Ibu melakukan sawuran duwit (menebar uang receh) yang diperebutkan para tamu dan anak-anak yang hadir agar memperoleh berkah dari upacara tedak siten. saat dewasa. kalaupun seorang ndoro (bangsawan) tapi jangan terlalu tinggi jenjang kebangsawanannya atau setara dengan si anak serta sederhana dan menarik hati. yaitu setiap 8 (delapan) tahun. sang Ibu menggendong si anak ke dalam ruangan seraya mengucapkan kalimat: laramu tak sandang kabeh (sakitmu saya tanggung semua). Saat berusia 32 (tiga puluh dua ) tahun yang biasanya sudah kawin dan mempunyai anak. Tapi peringatan harus dilakukan sehari atau 2 (dua) hari setelah hari kelahiran. Peristiwa ini dinamakan windon. jika ambil kalung emas maka ia akan kaya raya. Saat menjelang remaja. maksudnya agar rambut tumbuh lebat. Setelah si anak berusia menjelang sewindu atau 8 (delapan) tahun. yang jika disetujui maka biasanya keluarga perempuan membalas surat sekaligus mengundang kedatangan keluarga laki-laki guna . Setelah ini. Untuk itu diperlukan kurungan ayam yang dihiasi sesuai selera. maka acaranya dinamakan tumbuk alit (ulang tahun kecil). Jika bayinya laki-laki. Lagi pula si laki-laki sebaiknya harus gandrung kapirangu (tergila-gila/cinta). suaranya ngagor-agori (memberat). yang diyakini agar usia lebih panjang. Kemudian saat peringatan 2 (dua) windu. yang membawa cerita dan foto gadis. dan sebagainya) dan tangga dari batang pohon tebu untuk dinaiki si bayi tapi dengan pertolongan orang tuanya. maka di dalam kurungan juga diberi mainan anak-anak dan alat tulis menulis serta lain-lainnya (jika si bayi ambil pensil maka ia akan menjadi pengarang. karena untuk pertama kali kaki si bayi diinjakkan ke atas tanah. si anak sudah dianggap remaja/perjaka atau jaka. Peringatan tedak-siten/tujuhlapanan atau 245 (dua ratus empat puluh lima) hari sedikit istimewa. diperingati dengan mengadakan slametan bubur merah-putih dan nasi tumpeng yang diberi 8 (delapan) telur ayam rebus sebagai lambang usia. termasuk nasi tumpeng dengan irisan telur ayam rebus dan bubur merah-putih. maka perlu dilakukan upacara mengadakan wayang kulit yang biasa acara semacam ini dinamakan ngruwat agar bebas dari marabahaya Biasanya tentang cerita Kresno Gugah yang dilanjutkan dengan cerita Murwakala. Hanya saja disini rambut bayi dipotong habis.

Perkawinan rang Jawa khususnya Solo. di depan pintu masuk di pasang batang-batang tebu. yang repot dalam perkawinan adalah pada pihak wanitanya. Diletakkan pula sesaji satu ekor ayam panggang di atas genting rumah. Siraman (pemandian) dilakukan sehari sebelum akad nikah. perlambang status raja. di luar terkadang ada pemberian sejumlah perhiasan. maka sebulan sebelum akad nikah. dapur dan pendaringan (tempat menyimpan beras). Orang yang pertama kali mengawinkan anak perempuannya dinamakan mantu sapisanan atau mbuka kawah. Bersamaan itu pula rumah dihiasi janur. maka pasang tarub hanya sebagai simbolis berupa anyaman daun kelapa yang disisipkan dibawah genting. Setelah diketemukan hari baiknya. sedangkan pihak laki-laki biasanya cukup memberikan sejumlah uang guna membantu pengeluaran yang dikeluarkan pihak perempuan. tidak seperti sekarang. sedang mantu anak bungsu dinamakan mantu regil atau tumplak punjen. secara fisik calon pengantin perempuan disiapkan untuk menjalani hidup perkawinan. Selain itu saat acara ngunduh (acara setelah perkawinan dimana yang membuat acara pihak laki-laki untuk memboyong isteri ke rumahnya). 6 (enam) potong bahan kebaya zijdelinnen dan voal berwarna dasar aneka. Dalam perkawinan harus dicari hari “baik”. Di kiri kanan pintu digantungkan buah kelapa dan disandarkan pohon pisang raja lengkap dengan tandannya. yang bersamaan dengan ini ditaburkan pula kembang setaman. biaya dan pelaksana adalah pihak laki-laki. Setelah ditentukan hari kedatangan. dari bahan bambu serta gedek/bilik dan atap rumbia yang di masa sekarang diganti tiang kayu atau besi dan kain terpal. yang bermakna agar tidak terjadi masalah sewaktu acara berlangsung. dengan diurut dan diberi jamu oleh ahlinya. Selanjutnya dilakukan upacara pasang tarub (erat hubungannya dengan takhayul) dan biasanya di rumah sendiri (kebiasaan di gedung baru mulai tahun 50-an). perabot rumah maupun rumahnya sendiri. maka perlu dimintakan pertimbangan dari ahli hitungan hari “baik” berdasarkan patokan Primbon Jawa. Dan lagi pula karena perkawinan ada di gedung. disiramkan dari atas kepala si calon pengantin dengan air bunga . daun beringin dan lain-lainnya. keluarga laki-laki berkunjung ke keluarga perempuan dengan sekedar membawa peningset. walau biasanya sederhana. sampai dengan minum jamu Jawa yang akan membikin tubuh ideal dan singset. serta di perempatan dan jembatan paling dekat dengan rumah. Peningset diletakkan di atas nampan dengan barang-barang tersebut dalam kondisi tertutup. kamar mandi. Ini dikenal dengan istilah diulik. Do’a oleh Pak Kaum dimaksudkan agar hajat di rumah ini selamat. Dalam upacara pasang tarub yang terpenting adalah sesaji. Sebelum pasang tarub harus diadakan kenduri untuk sejumlah orang yang ganjil hitungannya (3 – 9 orang). bunga rampai di empat penjuru halaman rumah.mematangkan pembicaraan mengenai lamaran dan jika perlu sekaligus merancang segala sesuatu tentang perkawinan. daun alang-alang dan opo-opo. Dahulu pasang tarub dikerjakan secara gotong-royong. dilakukan oleh Ibu-ibu yang sudah berumur serta sudah mantu dan atau lebih bagus lagi jika sudah sukses dalam hidup. Sedangkan peningsetnya yaitu 6 (enam) kain batik halus bermotif lereng yang mana tiga buah berlatar hitam dan tiga buah sisanya berlatar putih. yaitu mulai dengan pengurutan perut untuk menempatkan rahim dalam posisi tepat agar dalam persetubuhan pertama dapat diperoleh keturunan. tanda pengikat guna meresmikan adanya lamaran dimaksud. serta 6 (enam) selendang pelangi berbagai warna dan 2 (dua) cincin emas berinisial huruf depan panggilan calon pengantin berukuran jari pelamar dan yang dilamar (kelak dipakai pada hari perkawinan).

nya) untuk akad nikah. dengan iringan gending Kodokngorek. ia dituntun/digandeng ke pendopo oleh dua orang Ibu yang sudah punya anak dan pernah mantu. Lalu tamu-tamu lainnya. mereka saling melempar dengan daun sirih yang dilipat dan diikat dengan benang. yang siapa saja melempar lebih kena ke tubuh diartikan bahwa dalam hidup perkawinannya akan menang selalu. dan setelah itu kakinya dibasuh dengan . Sedangkan pengantin laki-laki dituntun ke arah krobongan. Pada malam midodareni sanak saudara dan para tetangga dekat datang sambil bercakap-cakap dan main kartu sampai hampir tengah malam. yang terkadang saat ini dijadikan satu dengan upacara temu. dan para tamu biasanya tahu bahwa pengantin datang. dengan sajian nasi liwet (nasi gurih karena campuran santan. ikut sarapan dan setelah selesai langsung dilakukan upacara akad nikah. Lalu tiba di pendopo. Misalnya dalam gaya Solo. yang putri langsung duduk bersila di krobongan. yang sekitar 15 (lima belas) menit menjelang kedatangan pengantin laki-laki dimainkan gending Monggang. yang setelah itu Penghulu menyatakan bahwa mereka sah sebagai suami-isteri. ia disambut dan dituntun/digandeng dan diiringi para orang-tua masih sejawat orang tuanya yang terpilih Sementara itu. seledri dan kapri bercampur brongkos berupa bumbu rawon tapi pakai santan) yang dilengkapi krupuk kulit dan sosis. misalnya gaya Solo dan gaya Yogya. dirias selengkapnya lagi di dalam kamar rias. Padahal sebetulnya peristiwa terpenting bagi calon pengantin adalah saat pemasangan cincin kawin.seraya ucapan “semoga selamat di dalam hidupnya”. opor ayam. pengantin perempuan yang sebelumnya sudah dirias dukun nganten (rambut digelung dengan gelungan pasangan. sedang yang laki-laki duduk di kursi yang tersusun berjajar di Pendopo (sekarang ini laki-laki dan perempuan bercampur di Pendopo semuanya). Biasanya acara di pagi hari. agar jika tuan rumah kerepotan bisa dibantu. Disaat sedang sarapan. Walau akad nikah adalah sah secara hukum. laos serta daun jeruk purut yang dicampuri irisan pete dan krupuk kulit). tetapi dalam kenyataannya masih banyak perhatian orang terpusat pada upacara temu. Di depan baskom di lantai terletak telur ayam. Tamu yang datang paling awal biasanya sanak-saudara dekat. Temu adalah upacara adat dan bisa berbeda walau tak seberapa besar untuk setiap daerah tertentu. Midodareni adalah malam sebelum akad nikah. harus sesuai sangat (waktu/saat yang baik yang telah dihitung berdasarkan Primbon Jawa) dan Ibu-Ibu kedua calon pengantin tidak memakai subang/giwang (untuk memperlihatkan keprihatinan mereka sehubungan dengan peristiwa ngentasake/mengawinkan anak. sehingga harus disediakan kopi susu dan sepotong kue serta nasi lodopindang (nasi lodeh dengan potongan kol. dahi dan alis di kerik rambutnya. pengantin perempuan pun juga sudah siap keluar dari kamar rias). wortel. yang terkadang menganggap sebagai bagian terpenting dari perayaan perkawinan. Penghulu beserta stafnya datang. lalab timun dan kerupuk). di sore hari. dsb. Ketika mereka sudah berjarak sekitar 2 (dua) meter. Seusai upacara siraman. yang harus diinjak si laki-laki sampai pecah. ditemukan dengan pengantin laki-laki (waktu diatur yaitu saat pengantin pria tiba di rumah/gedung. dengan pelengkap sosis dan krupuk udang. sambel goreng. buncis. gending berhenti. di hari “H”nya. Para penabuh gamelan tanpa berhenti memainkan gending Kebogiro. Lalu setelah siap. salam. yang sekarang jarang diindahkan yang mungkin karena malu). Upacara akad nikah. Tapi saat pengantin beserta pengiring sudah memasuki halaman rumah/gedung. dengan lantai permadani dan tumpukan bantal-bantal (biasanya bagi keluarga mampu). makan bersama berupa nasi dengan sayur tumpang (rebusan sayur taoge serta irisan kol dan kacang panjang yang disiram bumbu terbuat dari tempe dan tempe busuk yang dihancurkan hingga jadi saus serta diberi santan. Lalu yang laki-laki mendekati si wanita yang berdiri di sisi sebuah baskom isi air bercampur bunga.

Inilah yang disebut kacar-kucur. Mati/Wafat Demikian. Nyewu dianggap slametan terakhir dengan nyawa/roh seseorang yang wafat sejauh-jauhnya dan menurut kepercayaan. segera Ibu si wanita menyelimutkan slindur/selendang yang dibawanya ke pundak kedua pengantin sambil berucap: Anakku siji saiki dadi loro (anakku satu sekarang menjadi dua). Sebab bagi orang Jawa yang masih tebal kejawaannya. mulai geblak (waktu matinya). Itulah. Yang menarik tapi mengundang kontraversi. yaitu sego-asahan dan segowuduk. lalu tayuban bagi jamannya yang senang acara itu. dilakukan suap-menyuap makanan antara pengantin. dilakukan acara ngabekten (melakukan sembah) kepada orang tua pengantin perempuan dan tilik nganten (kehadiran orang tua laki-laki ke rumah/gedung setelah acara temu selesai yang langsung duduk dikrobongan dan disembah kedua pengantin). makanan untuk tamu diedarkan (sekarang dengan cara prasmanan) berurutan satu persatu oleh pelayan. dimana si dukun pengantin membawa masuk sehelai tikar kecil berisi harta (emas. juga bandosa (alat pemikul mayat dari kayu) yang digunakan secara permanen. nyawa itu hanya akan datang menjenguk keluarga pada setiap malam takbiran. mereka berdiri. yang dijawab sang suami: Pada dene (sama saja). Selesai tanya jawab. Setelah itu. adalah saat manusia mati. Pemilihan ini . Kemudian mereka berjajar. si laki-laki duduk sebelah kanan dan si perempuan sebelah kiri. dan rumah dibersihkan agar nyawa nenek moyang atau orang tuanya yang telah mendahului ke alam baka akan merasa senang melihat kehidupan keturunannya bahagia dan teratur rapi. Sedangkan meskipun slametan orang mati. intan.nya. kemudian mempunyai cucu dan meninggal dunia. pendak loro (tahun kedua) sampai dengan nyewu (seribu hari/3 tahun) macamnya sama saja. lalu terbela (peti mayat yang dikubur bersama-sama dengan mayatnya). terlebih dahulu dilakukan brobosan (jalan sambil jongkok melewati bawah mayat) dari keluarga tertua sampai dengan termuda. berlian) dan uang pemberian pengantin laki-laki yang dituangkan ke tangan pengantin perempuan yang telah memegang saputangan terbuka. dsb. Lalu setelah itu dilakukan kata sambutan ucapan terima kasih kepada para tamu dan mohon do’a restu.air bunga oleh si wanita sambil berjongkok. yang kemudian dilanjutkan dengan acara hiburan berupa suara gending-gending dari gamelan. sepasang pengantin itu akan mempunyai anak. Bibit-Bobot-Bebet Fatwa leluhur tersebut bermaksud agar orangtua malaksanakan pemilihan yang seksama akan calon menantunya atau bagi yang berkepentingan memilih calon teman hidupnya. duduk di pangkuan sang ayah sambil ditanya isterinya: Abot endi Pak? (berat mana Pak ?). pendak siji (setahun pertama). orang meninggal selalu didandani berpakaian lengkap dengan kerisnya (ini sulit diterima bagi orang yang mendalam keislamannya). Selanjutnya mereka dituntun ke krobongan. tapi saat nyewu biasanya ditambah dengan memotong kambing untuk disate dan gule. Bersamaan dengan ini. Sebelum mayat diberangkatkan ke alat pengangkut (mobil misalnya). Guna lambang kerukunan di dalam hidup. misalnya gending ladrang wahana. menjadi dewasa. mengapa orang Jawa begitu giat memperbaiki dan membersihkan rumah menjelang hari Idul fitri yang dalam bahasa Jawanya Bakdan atau Lebaran dari kata pokok bubar yang berarti selesai berpuasanya. dimana ayah dari pengantin perempuan menanti sambil duduk bersila. dan disaksikan oleh para tamu secara terbuka.

dan sebagainya. Persesuaian haruslah timbul dari keyakinan dan tidak dengan membohongi diri sendiri. Memperingtkan. Di samping itu terdapat sejumlah dialek Bahasa Jawa. Ingatlah. agama. saleh. Berpedoman. Perbedaan sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting (prinsip) seperti diatas. agar supaya dalam bercinta tidak buta mata hati. sehat wal afiat. Untuk memilih menantu pria atau wanita. Waspada. tapi sebenarnya lebih kepada kecocokan multi dimensi antara sepasang anak manusia. Bebet: yang berarti jenis/tipe. dan lain sebagainya tetapi di dalam hati masih ada keraguan. yakni kulonan dan timuran. namun secara umum terdiri dari dua. dan pikiran. dsb. Kriteria yang dimaksud yaitu: Bibit: yang berarti biji/benih. Kulonan dituturkan di bagian barat Jawa Tengah. Fatwa itu mengandung anjuran pula. Bahasa Meskipun Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi. niscaya akan mengakibatkan kesukaran dikemudian hari. Cinta kasih yang berhubungan erat dengan cita-cita justru harus diliputi oleh waspada dalam hati dan pikiran. mencegah jangan sampai terjamah kehormatannya. Kewaspadaan itu menghendaki pengamatan dan penghayatan satu sama lain mengenai sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting yang sudah pasti dijumpai dalam hidup antara lain soal keluarga. mata kepala. umumnya sebagian besar menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Waspada akan tingkah kelakuan satu sama lain dan waspada akan penggoda di dalam hatinya sendiri. sang wanita menjadi korban. Pemilihan yang hanya berdasarkan wujud lahiriah dan harta benda dapat melupakan tujuan “ngudi tuwuh” mendapatkan keturunan yang baik. cerdas. misalnya dengan berjanji atau memberi berkesanggupan dengan sumpah lisan atau tulisan. dialek ini memiliki pengucapan yang cukup berbeda dengan . maka janganlah menuruti kata peribahasa tersebut. memilih suami atau isteri oleh yang berkepentingan. berbudi luhur. kemasyarakatan. Dalam hal itu calon isteri haruslah teguh hati. sebaiknya memilih yang berasal dari benih (bibit) yang baik. terdiri atas Dialek Banyumasan dan Dialek Tegal. Sekali terjadi peristiwa dan sang wanita hamil tidak mustahil menjadi persoalan sebagai pangkal persengketaan. Bobot: yang berarti nilai/kekuatan. Pertunangan tidak boleh diartikan lalu boleh bergaul sebebas-bebasnya hingga perbuatan sebagai suami isteri. dari jenis (bebet) yang unggul dan yang nilai (bobot) yang berat. Cinta. pertunangan putus. pernikahan di muka kantor pencatatan sipil. bahwa calon suami atau istri itu bukan atau belum suami atau istrinya. Kalau sang pria ingkar. bahwa hidup suami isteri itu mengandung cita-cita luhur yaitu mendapatkan keturunan yang baik. Pada hakekatnya peribahasa itu sendiri pun mengandung “peringatan”. Pertunangan dengan atau tanpa tukar cincin adalah usaha untuk mendekatkan pria dan wanita yang menjalin kisah dan hendak hidup sebagai suami isteri. Dan Pertunangan Peribahasa mengatakan: “cinta itu buta”.jangan dianggap sebagai budaya pilih-pilih kasih. janganlah orang hanya semata-mata memandang lahiriyah yang terlihat berupa kecantikan dan harta kekayaan. Bahasa Jawa Dialek Solo-Jogja dianggap sebagai Bahasa Jawa Standar.

dialek Kedu 3. Penari umumnya memakai selendang yang terikat dipinggang. dialek Madiun 10. Berbagai macam dialek yang terdapat di Jawa Tengah : 1. dialek Bagelen 4. Dialek Semarang. yaitu di kabupaten Brebes bagian selatan. Sosok penari ini dikenal sebagai seorang yang cantik jelita dan memiliki tarian yang cukup indah. Pati) 6. dialek Pantai Utara Timur (Jepara. . dialek Blora 7. Penari juga memakai mahkota berbentuk kepala burung Merak. di antaranya terdiri atas Dialek Solo. Merupakan tarian solo atau bisa juga dilakukan oleh beberapa orang penari. dialek Surakarta 8. dia terkenal di seantero Surakarta dan terciptalah nama Tari Gambyong. Di wilayah-wilayah berpopulasi Sunda. daerah tersebut di antaranya adalah Pekalongan dan Kedu. dan kabupaten Cilacap utara sekitar kecamatan Dayeuhluhur. Di antara perbatasan kedua dialek tersebut. Rembang. dialek Pekalongan 2.Bahasa Jawa Standar. orang Sunda masih menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-harinya. dialek Tegal-Brebes Tari tradisional jawa tengah 1. 2. dialek Yogyakarta 9. dialek Banyumasan (Ngapak) 11. Tak heran. yang jika dibentangkan akan menyerupai sayap burung. Seperti namanya tarian Merak merupakan tarian yang melambangkan gerakan-gerakan burung Merak. Versi yang berbeda bisa didapati juga di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. dialek Semarangan (Kota Semarang) 5. Gerakan tangan yang gemulai dan iringan gamelan. Sedang Timuran dituturkan di bagian timur Jawa Tengah. merupakan salah satu karakteristik tarian ini. Demak. Tari Gambyong Konon Tari Gambyong tercipta berdasarkan nama seorang penari jalanan (tledhek) yang bernama si Gambyong yang hidup pada zaman Sinuhun Paku Buwono IV di Surakarta (17881820). Tari Merak Jawa Tengah Tari Merak meerupakan tari paling populer di Tanah Jawa. Kudus. dituturkan Bahasa Jawa dengan campuran kedua dialek.

Sintren diperankan oleh seorang gadis yang masih suci. Semua instrumen itu dibawa ke mana-mana dengan cara dipikul. Umum dikenal di kalangan penabuh instrumen Tari Gambyong. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih. sesuai pengembangan tari sintren sebagai hiburan budaya maka dilengkapi dengan penari pendamping dan bador (lawak). Ciri khas pertunjukan Tari Gambyong. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren. kempul. Gamelan yang dipakai biasanya meliputi gender. penerus gender. seorang anak wanita dengan menggendong boneka mainan dan payung terbuka. Pengendang harus mampu jumbuh dengan keluwesan tarian serta mampu berpadu dengan irama gendhing. kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing. Pada zaman Surakarta. Sintren adalah sebuah tarian yang berbau mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta Sulasih dan Sulandono. Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang pada saat meninggal jasadnya raib secara goib. Sebab.Sulandono. tarian dari Surakarta.Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R. Meskipun demikian pertemuan diantara keduanya masih terus berlangsung malalui alam goib.Sulandono. kenong. kendang. memainkan kendang bukanlah sesuatu yang mudah.Tersebut dalam kisah bahwa Sulandono adalah putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. sering terjadi seorang penari Gambyong tidak bisa dipisahkan dengan pengendang yang selalu mengiringinya. seorang pengendang yang telah tahu lagak-lagu si penari Gambyong akan mudah melakukan harmonisasi. Maka tak heran. Tari Sintren Sintren adalan kesenian tradisional masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Tari Bondan Payung Pada Tari Bondan.pada saat itu pula R.Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. menari dengan hati-hati di atas kendi yang diinjak dan tidak boleh pecah. . yaitu dengan cara bahwa pada setiap acara dimana Sulasih muncul sebagai penari maka Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih. pada saat itu pula R. instrumen pengiring tarian jalanan dilengkapi dengan bonang dan gong. 3. Tarian ini melambangkan seorang ibu yang menjaga anak-anaknya dengan hati-hati. sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. seorang putri dari Desa Kalisalak. dibantu pawang dan diiringi gending 6 orang. namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso. yaitu dengan cara bahwa pada setiap acara dimana Sulasih muncul sebagai penari maka Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih. dengan cacatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari betul-betul masih dalam keadaan suci (perawan).sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya. 4.Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat.Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R. Begitu juga sebaliknya. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. dan gong. Akhirnya R.

Menurut prasasti Canggah tahun 732. Candi Kalasan dll. Selama pemerintahannya terjadi kerusuhan dan pemberontakan. Rumah Adat Jawa Tengah (joglo) Jawa Tengah Sejak abad ke 7. Dibawah pemerintahan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya. Kerajaan Mataram Budha yang juga lahir di Jawa Tengah selama era pemerintahan Dinasti Syailendra. anak kembar emas yaitu seorang laki-laki dan seorang perempunan. yaitu: Kerajaan Budha Kalingga. Dikarenakan jasanya yang besar kepada Kerajaan Pajang. Dengan VOC-nya bangsa Belanda menindas bangsa Indonesia termasuk rakyat Jawa Tengah baik dibidang politik maupun ekonomi. Perang yang paling besar adalah antara Sultan Adiwijaya melawan Aryo Penangsang. Di awal abad 18 Kerajaan Mataram diperintah oleh Sri Sunan Pakubuwono II. Sultan Adiwijaya menugaskan Danang Sutowijaya untuk menumpas pemberontakan Aryo Penangsang dan berhasil membunuh Aryo Penangsang. . Candi Sewu. Sultan Adiwijaya memberikan hadiah tanah Mataram kepada Sutowijaya. Pada saat yang sama. Jawa Tengah dengan nama Raja Sanjaya atau Rakai Mataram. Dibawakan oleh 7 orang penari wanita (satu orang penari berperan sebagai Dewi. Tari Bugis Kembar Tari Bugis Kembar adalah tarian yang sering digunakan untuk menjamu tamu. Setelah Pajang runtuh ia menjadi Raja Mataram Islam pertama di Jawa Tengah dan bergelar Panembahan Senopati. joko Tingkir anak menantu Raja Demak memindahkan kerajaan Demak ke Pajang. 6. Dan menyatakan diri sebagai Raja Kerajaan Pajang dan bergelar Sultan Adiwijaya. Pada abad 16 setelah runtuhnya kerajaan Majapahit Hindu. ia membangun Candi Rorojonggrang atau Candi Prambanan. mereka membangun candicandi seperi Candi Borobudur. setelah beliau wafat muncul perselisihan diantara keluarga raja yang ingin memilih raja baru. Setelah kerajaan Demak runtuh. enam orang penari sebagai angsa). Kerajaan Mataram terbagi menjadi dua kerajaan yang lebih kecil yaitu Surakarta Hadiningrat atau Kraton Kasunanan di Surakarta dan Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Kasultanan di Yogyakarta. banyak terdapat pemerintahan kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah. kerajaan Hindu lahir di Medang. Di dalam tarian ini terdapat perpaduan antara kebudayaan Timur maupun Barat. sejak itulah Agama Islam disebarkan di Jawa Tengah. Tari Angsa Tari Angsa adalah Tarian yang menggambarkan keagungan seorang Dewi yang diiringi oleh sekelompok burung angsa.5. kerajaan Islam muncul di Demak. bangsa Inggris dan kemudian bangsa Belanda datang ke Indonesia juga. Jepara yang diperintah oleh Ratu Sima pada tahun 674. Di pertengahan abad 16 bangsa Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dalam usaha mencari rempah-rempah yang akan diperdagangkan di Eropa. Pertikaian ini akhirnya diselesaikan dengan Perjanjian Gianti tahun 1755. Perselisihan bertambah keruh setelah adanya campur tangan pemerintah Kolonial Belanda pada perselisihan keluarga raja tersebut.

seperti gedung pertemuan serta perkantoran. Pringgitan. Rumah penduduk dan keraton di Jawa Tengah umumnya terdiri atas 3 ruangan. pakaian bagi kaum laki-laki. Kemben dipakai untuk menutupi dada. Kelengkapan pakaian yang dipakai biasanya berupa subang kecil dengan kalung dan liontin yang serasi. Pada dasarnya rumah bentuk joglo berdenah bujur sangkar. dengan empat pokok tiang di tengah yang di sebut saka guru. dan di Jawa Tengah khususnya adalah memakai kebaya. Pada kepala memakai destar (blankon). Padepokan Jawa Tengah merupakan sebuah bangunan induk istana Mangkunegaran di Surakarta. Kebaya memang biasa dikenakan oleh perempuan bangsawan maupun rakyat biasa sebagi pakaian sehari-hari maupun pakaian upacara. cincin. dan pangeran. Secara administratif Propinsi Jawa Tengah terbagi menjadi 29 Kabupaten dan 6 Kota. gelang. serta mereka yang terhormat dan terpandang. letaknya diapit oleh dua Propinsi besar. kemben.Sampai sekarang daerah Jawa Tengah secara administratif merupakan sebuah propinsi yang ditetapkan dengan Undang-undang No. . dan sepasang tusuk konde pada sanggul. Pakaian Tradisional dari Jawa Tengah Pakaian tradisional kaum perempuan Suku Jawa pada umumnya. dan kain tapih pinjung dengan stagen. dan punggung. 10/1950 tanggal 4 Juli 1950. Salah satu contoh pakaian upacara yang biasa dipakai dikalangan keraton adalah baju kebaya menggunakan peniti renteng. gelang. cincin. dan digunakan blandar bersusun yang di sebut tumpangsari. karena rumah joglo butuh bahan lebih banyak dan mahal ketimbang rumah bentuk lain. Jawa Tengah sebagai salah satu Propinsi di Jawa. Bagian depan kain. Pendopo. ketiak. dipadukan dengan kain sinjang atau jarik corak batik. Untuk menutupi stagen digunakan selendang pelangi dari tenun ikat celup yang berwarna cerah. yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. oleh orang kebanyakan. kalung. khususnya kerabat keraton adalah memakai baju beskap kembang-kembang atau motif bunga lainnya. raja. Pakaian sehari-hari perempuan Jawa biasanya cukup memakai kemben yang dipadukan dengan stagen dan kain jarik. tapi hanya diperkenankan bagi kaum bangsawan. di sebelah kiri dibuat wiron (lipatan) yang dililitkan dari kiri ke kanan. Rumah Joglo kebanyakan hanya dimiliki oleh mereka yang mampu. Sementara itu. Bentuk persegi empat ini dalam perkembangannya mengalami perubahan dengan adanya penambahanpenambahan ruang di sisi bangunannya namun tetap merupakan kesatuan bentuk dari denah persegi empat. Sedangkan stagen dililitkan pada bagian perut untuk mengikat tapihan pinjung agar kuat dan tidak mudah lepas. perkembangan bentuk rumah tinggal orang jawa dapat dikategorikan menjadi 4 macam yaitu rumah tradisional: *bentuk Panggangpe *bentuk Kampung *bentuk Limasan *bentuk Joglo Dibanding bentuk lainnya. Masyarakat jawa dulu menganggap bahwa rumah joglo tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang. dan dilengkapi dengan perhiasan yang dipakai seperti subang (anting-anting). dan Dalem. Berdasarkan sejarah. Namun dewasa ini rumah joglo digunakan pula oleh segenap lapisan masyarakat dan juga untuk berbagai fungsi lain. serta kipas. Bagian kepala rambutnya digelung (sanggul). rumah bentuk joglo lebih dikenal masyarakat pada umumnya. Baju kebaya dipakai dengan kain sinjang jarik atau tapih.

Slawi. Kacang Jepara. menurut kabupaten/kota:         Jepara: Pindang Serani. Klenyem (ketela parut goreng isi gula merah). Turuk Bintol. dan memakai destar atau blankon. Di daerah Pati terdapat makanan yang dikenal dengan nama nasi gandul. biasanya memakai kain jarik dan sabuk sindur. buntil Semarang: Lunpia/lumpia. Terasi Jepara. yaitu pakaian laki-laki Jawa lengkap dengan keris. khususnya laki-laki. Selain itu. Soto Ayam Semarang . tahu gimbal. Mendoan sendiri berarti memasak dengan minyak panas yang banyak dengan cepat sehingga masakan tidak matang benar. Brebes hingga kini dikenal sebagai sentra penghasil bawang merah . paru goreng. Tempong (blenyik). martabak malabar. Jeruk Jepara. Sop Udang. soto ayam dari Kudus. Berikut adalah makanan khas yang terdapat di Jawa Tengah. Pakaian ini dinamakan Jawi Jangkep. bandeng presto. Soto Jepara. Durian Petruk. kecap. Lentog. Minum teh poci lebih nikmat jika masih panas. Di kota ini terkenal dengan nasi liwetnya. Kacang Oven. pakaian lengan panjang. krupuk rambak Blora: Sega Pecel. sate Kerbau. Di daerah Tegal. dan disajikan dengan sayur labu siam. sate ayam blora. sate sapi. Nasi gandul adalah makanan sejenis nasi pindang yang penyajiannya menggunakan daun pisang. stagen untuk mengikat kain samping. Di kalangan rakyat biasa. kacang panjang dan daun mudanya. ada pula nasi becek dari Purwodadi. Tempong.Pecel Ikan Laut Panggang. nasi becek. jika ada pelaksanaan upacara. Kuluban (Urap: nangka muda. pakaian yang dipakai adalah celana kolor warna hitam. Ada tahu petis dari Semarang. dan Brebes banyak ditemui teh poci. keris dan alas kaki (cemila). nasi goreng babat. mie ongklok dari Wonosobo. Namun. kue-kue pia. Tahu petis adalah tahu goreng yang dimakan dengan saus yang berwarna hitam atau petis. daging ayam yang dipotong kecil-kecil serta areh 9bumbu gurih dari kelapa). nasi garang asem dari Demak. Pemalang. ikat kepala. Nasi liwet adalah nasi gurih yang dimasak dengan kelapa. Kopi Dapur Kuat. Brem cap suling gading. Teh poci adalah teh yang diseduh dalam poci dari tanah liat dan ditambah dengan gula batu. Sate Kikil. ayam goreng kraton tulang lunak. buntil dari Banjarnegara. ting-ting gepuk dari Salatiga. wingko babat Boyolali: marning (jagung goreng). sate kambing (di Tanjung. soto ayam blora. dodol. Di daerah Banyumas dan Purwokerto terkenal dengan tempe mendoannya. sate kambing bumbu kecap. kue bandung. serta baju beskap atau sikepan. Macam-Macam Makanan Khas Jawa Tengah Daerah-daerah di Jawa Tengah terkenal dengan makanannya yang enak-enak. Horok-Horok. Sutet Es Gempol (Es Pleret). Adon-Adon Coro. Telur asin adalah telur itik yang diawetkan dengan cara diasinkan. ikat pinggang besar. rondo royal atau tape goreng dari Jepara. tahu campur Brebes: telor asin. Purwodadi: swikee.kain samping jarik. tahu petis. Lain lagi dengan Kota Solo. tauge/kecambah mentah. Rondo Royal (Tape goreng). Jenang Kudus. serta sate kempleng dari Ungaran. lanting dari Purworejo. sale pisang Banjarnegara: dawet ayu. Kudus: Soto Ayam Kudus. buah petai cina mentah). Madu Mongso. dan sarung. Nasi gandul bisa disajikan dengan lauk pauk yang berbeda. ayam goreng kalasan dari Klaten. Ada pula telur asin yang terkenal dari Brebes.

nasi bogana (nasi megono). sate ayam. clorot (semacam dodol yang dibungkus daun kelapa secara memilin). sate kambing. gebleg (baca ge. soto kriyik. pilus. tiwul. emping mlinjo Pati: nasi gandul. thengkleng. bakso popular ukuran bola golf. cabuk Wonosobo: mie ongklok. kue satu. lontong dekem. cara memainkannya digoyangkan serta digetarkan oleh tangan. kwaci (Demak pernah terkenal sebagai sentra penghasil semangka) Klaten: ayam goreng kalasan. krupuk antor. nasi liwet. soto sokaraja / sroto sokaraja. klanting Rembang: bandeng duri lunak (di Juwana). sate sragen. sagon. alat musik ini telah lama dikenal di beberapa daerah . ikan asin/gesek Purworejo: kue lompong. tahu gecot. brambang asem Sukoharjo: welut goreng Tegal: "teh poci" (teh yang diseduh dalam poci tanah liat kecil dan diminum dengan gula batu). manisan carica. keripik jamur. sayur tumpang Sragen: nasi garang asem. racikan salat. tahu acar. sate bebek majir. gethuk goreng. dendeng gepuk Ungaran: tahu bakso. sate tegal (sate kambing muda khas Tegal). krupuk karak/gendar. Wonogiri: gaplek. sate kempleng. Sauto (soto ayam/babat khas Tegal dengan bumbu tauco). lanthing Purbalingga: rujak kangkung. krupuk bakar Alat Musik Tradisional Jawa Tengah Angklung adalah alat musik yang terbuat dari ruas-ruas bambu. nasi megono Pemalang: nasi grombyang. sale pisang. soto tauco (tauto). srabi solo. tempe kemul. bebek goreng.                  Demak: nasi garang asem. nopia Cilacap: ikan bandeng. kripik paru. geblek. timlo solo. ting-ting gepuk Solo: gudeg. sate loso Purwokerto: tempe mendoan. sambel blimbing wuluh. Pekalongan: nasi gandul. kerupuk tengiri.seperti e pada kata senang dan -bleg seperti e pada kata becek). Tegal hingga saat ini dikenal sebagai sentra penghasil teh. wedang ronde. bakso babat. es duren. sirup kawis-ta Salatiga: bakso urat. dawet hitam.

Filosofi angklung 5M (mudah. tetra tonik (empat nada) dan penta tonik (5 nada). Angklung yang dipergunakan berlaraskan tritonik (tiga nada). sedekah bumi dll. massal) membuat angklung makin digemari di seluruh penjuru dunia. ngaseuk pare. gendang.di Indonesia. yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. gambang. Jadi Angklung merujuk nada yang pecah atau nada yang tidak lengkap. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya. turun bumi. Kini. di daerah Sukabumi. instrumen angklung merupakan instrumen yang memiliki fungsi ritual keagamaan. Jawa Barat. dikarenakan beragam manfaat yang didapat. Gamelan Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon. yang menerangkan penggunaan Angklung sebagai media hiburan dalam pesta penyambutan kerajaan. Bukti tertulis penggunaan Angklung tertua yang ditemukan terdapat pada prasasti Cibadak bertahun 952 Saka atau 1031 SM. Pada prasasti tersebut. Pada jaman dahulu kala. Angklung berasal dari kata “angka” yang berarti nada dan “lung” yang berarti pecah. Banyak Negara-negara lain mengembangkan angklung. mendidik. Secara etimologis . Sejarah Angklung sangat erat kaitannya dengan seni karawitan sebagai media upacara penghubung antara manusia dan Tuhannya. dan gong. diterangkan bahwa Raja Sunda. ngampihkeun pare. Kata Angklung berasal dari Bahasa Sunda “angkleung-angkleungan” yaitu gerakan pemain Angklung dan suara “klung” yang dihasilkannya. menarik. Yang Maha Kuasa. Kata Angklung diambil dari cara alat musik tersebut dimainkan. Fungsi utama angklung adalah sebagai media pengundang Dewi Sri (dewi padi/kesuburan) untuk turun ke bumi dan memberikan kesuburan pada musim tanam. Kita juga dapat menemukan bukti lain dalam buku Nagara Kartagama tahun 1359. helaran. Hingga saat ini di beberapa desa masih dijumpai beragam kegiatan upacara yang mempergunakan angklung buhun. diantaranya: pesta panen. Jawa Timur dan Bali. Angklung telah menjadi alat musik internasional. Angklung jenis ini seringkali disebut dengan istilah angklung buhun yang berarti “Angklung tua” yang belum terpengaruhi unsur-unsur dari luar. Kata Gamelan sendiri berasal dari . menggunakan seni Angklung dalam upacara keagamaannya. nginebkeun pare. meriah. seren taun. terutama di Jawa Barat. Sri Jayabuphati. nadran. Jawa Tengah.

Kepala adalah lambang kehormatan. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. kendhang dalam berbagai ukuran. Bagi teman-teman yang berasal dari Jawa mungkin tidak asing lagi dengan lagu Gundul-Gundul Pacul yang biasa dinyanyikan sewaktu ngumpul-ngumpul dengan rekan-2 baik di lingkungan rumah maupun disekolahan. Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah. istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan. Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota. gembelengan Nyunggi nyunggi wakul-kul. pélog. sama seperti skala minor asli yang banyak di pakai di Eropa.gambang suling dan Jamuran. Gamelan menggunakan empat cara penalaan. dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa. Pacul: adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani. Bagaimanapun. Gek Kepriye. kecapi. yang juga mewakili seni asli indonesia. alat musik berdawai yang digesek dan dipetik. yang telah berdiri sejak abad ke-8. dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. Gundul Pacul. yaitu sléndro. satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanikannya. Madura. dan di Jawa lewat abad ke-18.[rujukan?] Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur. kemuliaan seseorang. Dalam perbedaannya dengan musik India. Gundul pacul artinya: bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota . atau Jawa Barat). Alat musik semisal suling bambu. Sedangkan pacul: adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit.bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh. gembelengan Wakul ngglimpang segane dadi sak latar… Tembang Jawa ini diciptakan tahun 1400 an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong. ditemukan dalam relief tersebut. gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka. Sang Hyang Guru pertamatama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan. dan “madenda” (juga dikenal sebagai diatonis. lalu akhirnya terbentuk set gamelan. Liriknya adalah demikian : Gundul gundul pacul-cul. Gundul: adalah kepala plonthos tanpa rambut. Magelang Jawa Tengah. Di Bali dan Lombok saat ini. Lagu-Lagu Daerah Jawa Tengah Lagu Gambang Suling. Bali. “Degung” (khusus daerah Sunda. diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa. Namun. sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Dalam mitologi Jawa. lonceng. Lagu-lagu itu adalah beberapa di antara lagu daerah yang dapat ditemui di Jawa Tengah.

mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya. Pembawa bakul hanyalah pembantu si pemiliknya. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil. Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas). Nasi yang tumpah di tanah tak akan bisa dimakan lagi karena kotor. Nyunggi wakul artinya: membawa bakul (tempat nasi) di kepalanya. 3. 3.tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul. Menggunakan kedudukannya untuk. Kesenjangan ada dimana-mana. Semoga kita jadi pribadi yang memiliki integritas sehingga siap menjadi suri tauladan dimanapun kita berada. Kekayaan negara. Wakul adalah: simbol kesejahteraan rakyat. 1. pembawa bakul atau pemilik bakul? Tentu saja pemilik bakul. sumberdaya. berbangga-bangga di antara manusia. Artinya bahwa: kemuliaan seseorang akan sangat tergantung empat hal. yaitu: bagaimana menggunakan mata. Jika empat hal itu lepas. telinga dan mulutnya. Semoga dapat menjadi inspirasi… . Jika pemimpin gembelengan. hidung. Dia menganggap kekuasaan itu karena kepandaiannya. Pajak adalah isinya. sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya. menggunakan kekuasaannya sebagai kemuliaan dirinya.Telinga digunakan untuk mendengar nasehat. Banyak pemimpin yang lupa bahwa dirinya sesungguhnya mengemban amanah rakyat. 4.. Wakul ngglimpang segane dadi sak latar Bakul terguling dan nasinya tumpah ke mana-mana. Maka gagallah tugasnya mengemban amanah rakyat. Siapa yang lebih tinggi kedudukannya. Kedudukannya di bawah bakul rakyat. Dia tak terdistribusi dengan baik. maka lepaslah kehormatannya. 2.Banyak pemimpin yang lupa bahwa dia mengemban amanah penting membawa bakul dikepalanya. maka sumber daya akan tumpah ke mana-mana. Gembelengan artinya: besar kepala. Akibatnya. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat. Tetapi dia malah: 1. 2. Artinya bahwa kepala yang dia anggap kehormatannya berada di bawah bakul milik rakyat. Dan banyak pemimpin yang masih gembelengan (melenggak lenggokkan kepala dengan sombong dan bermain-main).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->