Kata Bijak Dengan Bahasa Tinggi

Karakteristik Anak Tunagrahita Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah anak “bego”, atau kata yang lebih kasar lagi “anak gila”. Itulah sebutan atau predikat untuk anak tunagrahita. Bahkan ada yang mengatakan anak cacat (tuna) adalah sebagai kutukan, pembawa sial, karena perbuatan tidak senonoh orang tuanya. Sehingga setiap orang tua yang mempunyai anak cacat (tuna) merasa malu dan menyembunyikan anak tersebut. Dan ada pula yang berpendapat, bahwa anak cacat adalah anak yang membawa hoki, membawa keberuntungan. Itulah kenyataan yang terjadi di masyarakat. PENGERTIAN ANAK TUNAGRAHITA Istilah untuk anak tunagrahita bervariasi, dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama : lemah pikiran, terbelakang mental, cacat grahita dan tunagrahita. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Mentally Handicaped, Mentally Retardid. Anak tunagrahita adalah bagian dari anak luar biasa. Anak luar biasa yaitu anak yang mempunyai kekurangan, keterbatasan dari anak normal. Sedemikian rupa dari segi: fisik, intelektual, sosial, emosi dan atau gabungan dari hal-hal tadi, sehingga mereka membutuhkan layanan pendidikan khusus untuk mengembangkan potensinya secara optimal. Jadi anak tunagrahita adalah anak yang mempunyai kekurangan atau keterbatasan dari segi mental intelektualnya, dibawah rata-rata normal, sehingga mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, komunikasi, maupun sosial, dan karena memerlukan layanan pendidikan khusus. KLASIFIKASI ANAK TUNAGRAHITA Potensi dan kemampuan setiap anak berbeda-beda demikian juga dengan anak tunagrahita, maka untuk kepentingan pendidikannya, ... Read More Pengembangan Perangkat Lunak Pada Pembelajaran Bahasa Isyarat Bagi Penderita Tunarungu Wicara Seiring dengan kemajuan teknologi, perkembangan perangkat keras dan lunak dewasa ini sangat mempengaruhi pada pemakaian komputer disegala bidang. Kegagalan dalam memberikan layanan pembelajaran pada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya tunarungu wicara secara umum disebabkan kurang tepatnya program pembelajaran yang diterapkan pada siswa berkebutuhan khusus tersebut. Salah satunya adalah penyusunan program pembelajaran yang kurang sesuai dengan kondisi dan keberadaan kelainan setiap siswa. Terlebih lagi jika kondisi kelainan siswa yang bersangkutan disertai dengan kendala penyerta, seperti: autism, hiperaktif, spastik, kesulitan belajar, dan perilaku mal-adaptif. Hal ini membuat para pendidik yang bersangkuatan dituntut untuk mampu menyusun program kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan media pola gerak (body movement) yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik khusus peserta didik. Alasan utama mengapa gerak dipakai sebagai satu pendekatan pembelajaran di sekolah, adalah berdasarkan tujuan utama yang menyatakan bahwa pola gerak mempunyai kepentingan dalam upaya mengembangkan potensi dan kemampuan perkembangan kognitif dan sosial setiap peserta didik untuk mencapai kompetensi dirinya secara bulat dan utuh. Peserta didik untuk mencapai kompetensi dirinya secara bulat dan utuh. Alasan lainnya adalah : Gerak sudah dilakukan sejak seorang anak dilahirkan. Suatu gerak adalah merupakan media interaksi sosial dan sebagai wujud penyaluran hasrat keinginan dirinya yang terus berkembang mengikuti usianya. Gerak dapat dimunculkan karena faktor-faktor emosi ... Read More MENENTUKAN MEDIA PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pembelajaran, dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses pembelajaran. Pembuatan media harus disesuaikan dengan kebutuhan anak dan sesuai dengan teknologi modern yang berkembang pada saat ini. Media mempunyai fungsi yang sangat besar dalam kegiatan pembelajaran, dintaranya yaitu media pembelajaran sebagai perantara penyampai atau menyebarkan ide, gagasan, ataupun pendapat dalam belajar sehingga yang dikemukakan tersebut sampai pada penerima yang dituju yaitu anak-anak berkebutuhan khusus. Dalam menentukan dan memilih media tidak boleh seenaknya saja, harus dengan adanya pertimbangan yang matang. Banyak hal yang harus dipertimbangkan

1/4

keduanya mempunyai kesamaan yaitu bisa mendengar. Anak berkebutuhan khusus juga memerlukan strategi pembelajaran seperti anak reguler lainnya maka guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus haruslah mempunyai strategi strategi tersebut dan disesuaikan dengan kebutuhan anak tersebut.. (Note: sepanjang tidak mengalami gangguan lain selain pendengaran. media pembelajaran dan Alat Bantu pelajaran memegang peranan penting . Selanjutnya diterangkan tentang karakteristik alat Bantu pelajaran untuk anak tunagrahita antara lain: Warna. Agar terjadinya tanggapan tentang obyek yang dipelajari.) Memanfaatkan sisa pendengaran yang ada. harus benar-benar selektif dan mengarah pada hal yang abstrak. media bentuk papan.. peran terapis lebih ke membantu untuk kembali bisa mengucapkan kata-kata dengan jelas. oleh karena itu guru perlu memahami karakteristik media itu agar dapat memilih media sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam hal ini peran terapis adalah melatih si anak berkonsentrasi. Jadi dalam memilih media pembelajaran bagi anak tunagrahita. dengan ABD gangguan pada input itu dikurangi semaksimal mungkin sehingga si anak bisa mendengar dengan lebih baik (walau tidak . di samping itu dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran baik di sekolah umum maupun di SLB termasuk bagi anak-anak tunagrahita. Seperti dalam pembelajaran anak-anak pada umumnya . Di bawah ini beberapa strategi pembelajaran bagi anak 2/4 . serta disesuaikan dengan karakteristik dan .. Artinya proses ‘input’ bagus. Tidak terlalu menyolok Garis dan bentuk tidak boleh abstrak Hal yang penting adalah dalam menciptakan atau memilih alat bantu atau media pembelajaran ini harus diingat tentang hal-hal yang perlu ditonjolkan atau yang akan menjadi pusat / pokok pembicaraan.yaitu. Media dua dimensi meliputi media grafis. Read More Strategi Pembelajaran Bagi ABK Dalam sebuah pembelajaran dibutuhkan sebuah strategi untuk mengembangkan kemampuan atau kekurangan yang ada pada anak. alias bukan dobel handicap. Read More Terapi Wicara Untuk Tuna Rungu vs Non Tuna Rungu Terapi Wicara untuk Tuna Rungu vs Non Tuna Rungu Gangguan bicara bisa dibedakan pada tuna rungu (karena gangguan pendengaran) dan pada non tuna rungu (karena sebab lain seperti autis dan stroke). Hal ini disebabkan anak tunagrahita kurang mampu berfikir abstrak. dan media cetak. Read More Media Pembelajaran Bagi Anak Tunagrahita Media pembelajaran merupakan suatu elemen penting yang tidak dapat terpisahkan dari proses pembelajaran secara keseluruhan dan dapat lebih meningkatkan kualitas belajar siswa. Kemungkinan besar ia mengerti apa yang didengarnya.. Walaupun tidak/belum bicara tetapi proses pemasukan kosa kata melalui telinga terus berlangsung sejak masih bayi. Pada anak tuna rungu. ketersediaan bahan dalam pembuatan media dan mempunyai mutu tehnis yang baik. Walaupun agak berbeda dengan kasus autis. kualitas mengajar guru. walaupun ada gangguan bicara tetapi sebenarnya bisa mendengar. seperti dikemukakan oleh Astati (1988:6) Alat Bantu pelajaran penting diperhatikan dalam mengajar anak tunagrahita. Media dua dimensi dan media tiga dimensi.. maka pembelajaran bagi anak tunagrahita pun. Pada orang yang pasca stroke dan mengalami gangguan bicara.. Sedangkan media tiga dimensi edapat berwujud sebagai benda asli baik hidup atau . menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Di sini penderita tidak perlu diajarkan prinsip berkomunikasi verbal karena ia bahkan sudah pernah melakukannnya. dapat meningkatkan minat dan kemampuan siswa. ‘output’nya bermasalah justru karena gangguan pada ‘input’. hal ini dikarenakan anak tunagrahita kurang mampu berfikir abstrak. disesuaikan dengan karakteristik siswa. mereka membtutuhkan hal-hal kongkrit. Media pembelajaran memilki banyak jenis dan masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda. hanya saja perlu bantuan untuk bisa berbicara dengan baik. Anak autis misalnya. memperkenalkan prinsip-prinsip berkomunikasi (misal lewat permainan gantian/giliran) dan melatih berbicara (termasuk pengucapannya). tetapi karena suatu gangguan menyebabkan ‘output’nya bermasalah. Model media pembelajaran berdasarkan karakteristiknya digolongkan menjadi dua bagian yaitu. memilih waktu yang tepat. maka dibutuhkan alat pelajaran yang memadai. Anak tunagrahita akan mengalami kesulitan apabila dihadapkan dengan obyek yang kurang jelas tanpa tekanan tertentu.

Read More Cara Komunikasi Total pada Anak Tunarungu Serempak atau berurutan? Hollcomb. dari e. media. Read More DAMPAK KETUNAGRAHITAAN DALAM HAL INTELEGENSI TERHADAP LINGKUNGAN 3/4 . antara lain: Berdasarkan pengolahan pesan terdapat dua strategi yaitu strategi pembelajaran deduktif dan induktf. Emosi anak tunagrahita secara umum Perkembangan emosi anak tunagrahita berbeda-beda sesuai dengan tingkat ketunagrahitaan. Definisi emosi menurut para ahli : Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas.. émotion. karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan. masing-masing. Berdasarkan pihak pengolah pesan yaitu strategi pembelajaran ekspositorik dan heuristic. (Prawitasari. 1995:35). 2. Read More DAMPAK PERKEMBANGAN EMOSI ANAK TUNAGRAHITA Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. guru. emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Caccamise & Blaisdell 1977).. Misalnya anak tuli berat yang kurang mampu membaca ujaran tentu kurang berguna bila disapa dengan bicara namun cara itu bisa digunakan bagi mereka yang terampil membaca ujaran serta memiliki sisa pendengaran.. Kebanyakan ahli yakin bahwa emosi lebih cepat berlalu daripada suasana hati. Federasi Nasional untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (1994) bahwa praktek dalam menerapkan komtal adalah komunikasi serempak yaitu bicara dan berisyarat secara serempak artinya apa yang diucapkan sekaligus diisyaratkan. Caccamise & Blaisdell (1977) memperjelas bahwa dalam komtal tidak ditekankan pada salah satu komponen tertentu melainkan disesuaikan dengan kebutuhan seseorang yang berkomunikasi. Berdasarkan pengaturan guru yaitu strategi pembelajaran dengan seorang guru dan beregu. Denton mengemukakan cara komunikasi komtal secara praktis berarti kita harus bicara dan berisyarat secara simultan atau serempak dan anak perlu diberi alat bantu dengar. Beradsarkan interaksi guru dan siswa yaitu strategi tatap muka. marah kepada seseorang. Jadi. Berdasarkan jumlah siswa yaitu strategi klasikal. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. lingkungan belajar dan evaluasi sehingga proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan efesien. materi pelajaran.(varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis. Emosi dapat ditunjukkan kerika merasa senang mengenai sesuatu. Amin. siswa. Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. ada strategi lain yang dapat diterapkan yaitu strategi individualisasi.berkebutuhan khusus: 1. kooperatif dan modifikasi perilaku. dari émouvoir. (Denmark.1995) Berdasarkan uraian tersebut. baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.. 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere. Strategi pembelajaran . Anak yang berat dan sangat berat tingkat ketunagrahitaan hampir tidak memperlihatkan dorongan untuk mempertahankan diri (Moh. kelompok kecil dan individual. suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. Strategi pembelajaran bagi anak tunanetra Strategi pembelajaran pada dasarnya adalah pendayagunaan secara tepat dan optimal dari semua komponen yang terlibat dalam proses pembelajaran yang meliputi tujuan. Pada pendekatan konseptual menekankan pada pengalihan isi atau makna yang diungkapkan secara . Mempertahankan diri dalam . dapat disimpulkan bahwa Pengertian Emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus. Dalam program komtal dianjurkan agar pada awal semua media komunikasi digunakan supaya secepat mungkin terjalin kontak dengan anak.. Selain strategi yang telah disebutkan di atas. Dengan diketahui media atau kombinasi media yang mana akan bebrmanfaat bagi anak. Komunikasi lisan jangan pernak ditinggal kan serta tidak dianjurkan pula untuk sama sekali meninggalkan isyarat krena mpenggabungan beberapa media komunikasi inilah yang akan memperjelas komunikasi. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. ataupun takut terhadap sesuatu. metode. Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pembelajaran . 1973 . Cara ini dikatakan sebagai pendekatan yang struktural yaitu pendekatan yang memberi penekanan pada ketepatan pengalihan antara bentuk lisan dan isyarat.. dan melalui media.

mendemonstrasikan dan lain-lain. Dengan menggunakan komputer hasil belajar diyakini akan lebih baik.. Penggunaan gambar. Kelompok ini memiliki IQ 51-36 berdasarkan skala binet sedangkan menurut skala wischler (WISC) memiliki IQ 54-40 TUNAGRAHITA BERAT Kelompok anak tunagrahita berat sering disebut idiot. Kelompok ini memiliki IQ antara 68-62 menurut binet. sehingga dapat lebih dipahami oleh anak tunagrahita. sedangkan menurut skala Weschler (WISC) memiliki IQ 69-55 TUNAGRAHITA SEDANG Anak tunagrahita sedang disebut juga imbisil. baik perkembangan sosial maupun kecerdasannya. melakukan. sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru. PENGERTIAN LINGKUNGAN Lingkungan keluarga merupakan lingkungan sosial dan pendidikan pertama bagi anak sehingga memberikan pengaruh terbesar bagi perkembangan akademik dan kepribadian anak. Read More Penggunaan Alat Adaptif Komputer Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Anak Tunagrahita Ringan Komputer disadari selain merupakan sarana untuk memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang kondusif sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Aplikasi dalam berbagai kepentingan pembelajaran anak tunagrahita menjadi sangat menarik. tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. Kelompok ini dapat dibedakan lagi antara anak tunagrahita berat (severe) memiliki IQ 20-40 dan sangat berat (profound) memiliki IQ kurang dari 20. dan memungkinkan mereka menguasai tujuan pengajaran lebih baik. Metode mengajar akan lebih bervariasi. Intelegensi adalah “ daya menyesuaikan diri dengan keadaan baru dengan menggunakan alat-alat berfikir menurut tujuannya” Menurut David Wechsler. B. apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran. dan lain-lain. 2. Terutama pelajaran Bahasa Indonesia.dll. Anak tunagrahita berat memerlukan bantuan secara total dalam hal berpakaian.. Kelompok ini memiliki IQ dibawah 40 berdasarkan skala wischler (WISC). Intelegensi adalah “ kapasitas untuk mengerti lingkungan dan kemampuan akal budi untuk mengatasi tangtangan-tantangannya. tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati. Anak tunagrahita lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Read More 4/4 .mandi. Pengajaran akan lebih menarik perhatian anak tunagrahita. teknik operasi hitung.bahkan mereka memerlukan perlindungan dari bahaya sampai sepanjang hidupnya. Sains. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya. PENGERTIAN INTELEGENSI Menurut Stern. 4. PENGERTIAN ANAK TUNAGRAHITA Menurut PP No 72 tahun 1991 anak tunagrahita adalah anak-anak dalam kelompok dibawah normal dan atau lebih lamban dari pada anak normal. Anak . Klasifikasi Anak Tunagrahita TUNAGRAHITA RINGAN Disebut juga moron atau debil. Penggunaan komputer dalam pembelajaran dapat digunakan untuk semua mata pelajaran.DAMPAK KETUNAGRAHITAAN DALAM HAL INTELEGENSI TERHADAP LINGKUNGAN A.makan.. Manfaat dari penggunaan komputer 1. Penggunaan komputer sebagai alat adaptif dapat mempertinggi proses belajar mengajar. cerita yang ditampilkan melalui komputer pada anak tunagrahita dapat membantu memperjelas penyampaian pesan. 3.. sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. Matematika. Dunia pendidikan luar biasa seyogyanya memanfaatkan perkembangan teknologi komputer untuk meningkatkan . C. Bahasa Inggris. Seni Lukis. Karena komputer dapat mendukung kepada pencapaian tujuan belajar yang telah ditetapkan. sehingga anak tunagrahita tidak bosen dan guru tidak kehabisan tenaga.