P. 1
Kebijakan Perencanaan Pembangunan Desa

Kebijakan Perencanaan Pembangunan Desa

|Views: 65|Likes:
Published by Rossy Pagliuka

More info:

Published by: Rossy Pagliuka on Sep 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2013

pdf

text

original

KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

BAB I PENDAHULUAN Mubiyarto (1994) membagi tipologi desa tertinggal di Propinsi Jawa Tengah ke dalam sembilan tipologi berdasarkan komoditas basis pertanian dan kegiatan mayoritas petani pada desa tersebut. Kesembilan karakteristik desa adalah desa persawahan, desa lahan kering, desa perkebunan, desa peternakan, desa nelayan, desa hutan, desa industri kecil, desa buruh industri, serta desa jasa dan perdagangan. Pembangunan desa akan semakin menantang di masa depan dengan kondisi perekonomian daerah yang semakin terbuka dan kehidupan berpolitik yang lebih demokratis. Akan tetapi desa sampai kini, masih belum beranjak dari profil lama, yakni terbelakang dan miskin. Meskipun banyak pihak mengakui bahwa desa mempunyai peranan yang besar bagi kota, namun tetap saja desa masih dipandang rendah dalam hal ekonomi ataupun yang lainnya. Oleh karena itu, sudah sewajarnya bila pembangunan pedesaan harus menjadi prioritas utama dalam segenap rencana strategi dan kebijakan pembangunan di Indonesia. Jika tidak, maka jurang pemisah antara kota dan desan akan semakin tinggi terutama dalam hal perekonomian. Adapun sasaran pokok pembangunan pedesaan adalah tercipanya kondisi ekonomi rakyat di pedesaan yang kukuh, dan mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. Sasaran pembangunan pedesaan tersebut diupayakan secara bertahap dengan langkah: pertama, peningkatan kualitas tenaga kerja di pedesaan; kedua, peningkatan kemampuan aparatur pemerintah desa; ketiga, penguatan lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat desa; keempat, pengembangan kemampuan sosial ekonomi masyarakat desa; kelima, pengembangan sarana dan prasarana pedesaan; dan keenam, pemantapan keterpaduan pembangunan desa berwawasan lingkungan. Pembangunan Masyarakat Desa pada dasarnya adalah bertujuan untuk mencapai suatu keadaan pertumbuhan dan peningkatan untuk jangka panjang dan sifat peningkatan akan lebih bersifat kualitatif terhadap pola hidup warga masyarakat, yaitu pola yang dapat mempengaruhi perkembangan aspek mental (jiwa), fisik (raga), intelegensia (kecerdasan) dan kesadaran bermasyarakat dan bernegara. Akan tetapi pencapaian objektif dan target pembangunan desa pada dasarnya banyak ditentukan oleh mekanisme dan struktur yang dipakai sebagai sistem pembangunan desa.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kebijakan adalah pedoman-pedoman dan ketentuan-ketentuan yang dianut atau dipilih dalam melaksanakan (memanage) suatu program untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan adalah semua kegiatan (planning) yang dilakukan sebelum melakukan suatu kegiatan, dari suatu program proyek, yakni menentukan tujuan objective, tujuan antara,

Rostow (1971) juga menyatakan bahwa pengertian pembangunan tidak hanya pada lebih banyak output yang dihasilkan tetapi juga lebih banyak output daripada yang diproduksi sebelumnya. namun pada akhirnya pembangunan tersebut harus melampaui sisi materi dan keuangan dari kehidupan manusia. Dengan kata lain. Berbagai sudut pandang dapat digunakan untuk menelaah pembangunan pedesaan. Hal ini terlihat dari taraf hidup sebagian besar masyarakat tidak mengalami perbaikan kendatipun target kenaikan pendapatan nasional per tahun meningkat. Pembangunan pedesaan dipandang sebagai suatu proses alamiah yang bertumpu pada potensi yang dimiliki dan kemampuan masyarakat desa itu sendiri. pembangunan melalui tahapan-tahapan : masyaralat tradisional. Kunci diantara tahapanini adalah tahap lepas landas yang didorong oleh satu atau lebih sektor. lepas landas. Pembangunan ekonomi itu tidak bisa diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan negara untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya. Menurut Hanafiah (1892) pengertian pembangunan mengalami perubahan karena pengalaman pada tahun 1950-an sampai tahun 1960-an menunjukkan bahwa pembangunan yang berorientasi pada kenaikan pendapatan nasional tidak bisa memecahkan masalah pembangunan. prosedur dan program. yaitu : proses terjadinya perubahan secara terus menerus. Menurut Haeruman ( 1997 ). Menurut peraturan Pemerintah Republik Indonesia no : 72 tahun 2005 tentang desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bahwa perencanaan pembangunan desa disusun secara partisipatif oleh pemerintahan desa sesuai dengan kewenangannya dan menurut ayat (3) bahwa dalam menyusun perencanaan .kebijakan. Dalam perkembangannya. yang melibatkan masalah pengorganisasian dan peninjauan kembali keseluruhan sistem ekonomi dan sosial. Pendekatan ini meminimalkan campur tangan dari luar sehingga perubahan yang diharapkan berlangsung dalam rentang waktu yang panjang. ketimpangan dan pengangguran dalam kontenks pertumbuhan ekonomi atau ekonomi negara yang sedang berkembang. yaitu: 1. Todaro (1998) menambahkan bahwa pembangunan ekonomi telah digariskan kembali dengan dasar mengurangi atau menghapuskan kemiskinan. Berdimensi jamak dalam hal ini artinya membahas komponen-komponen ekonomi maupun non ekonomi. gerakan menuju kematangan dan masa konsumsi besarbesaran. Pesatnya pertumbuhan sektor utama ini telah menarik bersamanyabagian ekonomi yang kurang dinamis. 2) Sisi yang lain memandang bahwa pembangunan pedesaan sebagai suatu interaksi antar potensi yang dimiliki oleh masyarakt desa dan dorongan dari luar untuk mempercepat pemabangunan pedesaan. ada dua sisi pandang untuk menelaah pedesaan. Dengan demikian pembangunan idealnya dipahami sebagai suatu proses yang berdimensi jamak. mempunyai 3 sifat penting. Menurut Todaro (1998) pembangunan bukan hanya fenomena semata. Pembangunan desa adalah proses kegiatan pembangunan yang berlangsung didesa yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan penghidupan masyarakat. Akhirnya disadari bahwa pengertian pembangunan itu sangat luas bukan hanya sekedar bagaimana menaikkan pendapatan nasional saja. Sukirno (1985) mengemukakan pendapatnya tentang konsep pembangunan. pra kondisi lepas landas. adanya usaha untuk menaikkan pendapatan perkapita masyarakat dan kenaikan pendapatan masyarakat yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang. ada tanda-tanda kesalahan besar dalam mengartikan istilah pembangunan secara sempit.

Belum ada yang bersekolah atau baru mulai satu-satu. Kebijakan perencanaan pembangunan desa merupakan suatu pedoman-pedoman dan ketentuanketentuan yang dianut atau dipilih dalam perencanaan pelaksanakan (memanage) pembangunan di desa yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan penghidupan masyarakat sehingga dapat mencapai kesejahteraan bagi masyarakat. penduduknya masih menggunakan koteka. 2. Mengkoordinasikan antar pelaku pembangunan.Pendidikan lemah dan adopsi tegnologi baru dan hubungan dengan dunia luar lemah. Pembagian desa berdasarkan tahap pembangunannya Sebelum mengetahui kebijakan yang harus dibuat dalam pembangunan sebuah desa maka harus dikenali terlebih dahulu jenis desanya. Pelaksanaan dan Pengawasan. belum bersentuhan dengan kehidupan modern atau sangat sedikit bersentuhan . Contoh: desa-desa di Irian Jaya.Masyarakat terisoler. Desa tradisonal Beberapa ciri-cirinya. Tujuan Perencanaan Pembangunan sebagai berikut: 1. ritual yang berakar dalam . tokoh adat atau pedagang desa dan tuan tanah desa. . namun kalu tidak sesuai pola hubungan patron klien kurang berhasil. B.Sudah ada kepala desa diangkat pemerintah atau dipilih maasyrakat. Desa-desa orang baduy di Jawa Barat dan desa-desa masyarakat Dayak di Kalimantan dengan cara bertani berpindah-pindah. Juga . . tetapi masih berupa aliran kepercayaan 2.Masih kuat memegang tradisi lamat. masih tahap prakapitalis . Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara Perencanaan. masih ada hubungan patron clien alam kepemimpinan desaatau pemimpin marga. 3. pertanian berpindah-pindah . Mengoptimalkan Partisipasi Masyarakat 5. efektif. 4. akan dipaparkan desa berdasarkan tahap pembangunannya sebagai berikut: 1. Desa Primitif Belum mengalami sentuhan perubahan kebudayaan (sivilisasi) manusia. Menjamin sinkronisasi dan sinergi dengan pelaksanaan Pembangunan Daerah. umumnya terisolir .pembangunan desa wajib melibatkan lembaga kemasyarakatan desa. seperti ternak atau emas.Kehidupan kelompok cukup kuat. berkeadilan dan berkelanjutan. adat istiadat.Penggunaan uang masih terbatas.Pertumbuhan produksi hamper nol atau stagnan . . . .Cara bertani sangat primitif. bakar hutan. berburu. Menjamin tercapainya penggunaan Sumber Daya Desa secara efisien. Oleh karena itu. tetapi adopsi kebudayaan baru lambat. Penganggaran.Tingkat kemajuan lambat.Keper cayaan umumnya belum agama. Ciri-cirinya antara lain: .Kebanyakan masih memakai alat-alat primitive buatan tangan . menanam ubi.Sudah mengalami sentuhan dengan kehidupan modern. . desa-desa masyarakat tertinggal di Riau dan Jambi (Orang Sakai).Sebagian besar desa tradisional masyarakatnya bersifat subsistem atau produksi untuk pasaar belum berkembang. Alat menabung masih fisik.

berkeinginan menabung masih rendah. penyuluhan dan pendidikan . 3.Proses produksi sedang mengalami perubahan cukup berat. sebenarnya banyk masalah lain yang menyebabkan timbulnya masalah pembangunan desa pada desa-desa tradisional. karena hubungan dengan dunia luar 3. . Masalah pertanahan timbul. Tingkat pendidikan rendah (Sama dengan desa tradisional) 4.Banyak mengadopsi tegnologi baru. Desa Transisonal Ciri-cirnya adalah: . pertambangan. Masalah pembangunan prasarana lain seperti irigasi. Masalah-Masalah Dalam Pembangunan Masalah yang dikemukakan oleh Chayanov dan boeke. termasuk urbanisasi. melalui adopsi tegnologi .Masyarakat sudah mengadopsi kehidupan di kota. pariwisata dan lain-lain. pasar digunakan untuk menjual hasil dan membeli input produksi . seperti pertanian.Komersialisasi sudah cukup tinggi. terutama didasarkan atas sistem sosial atau kebudayaan yang berakar dalam yang membuat Teori Ekonomi Modern seolah-olah tidak dapat diterapkan di desa-desa atau masyarakat seperti ini.Memanfaatkan tegnlogi baru . siap menerima pembaharuan.Kontak dengan dunia luar sudah cukup besar. terutama pada wilayah yang terbatas lahannya (Sumber Daya Alam) 2. seperti ke pasar. rendahnya produktivitas kerja dan masalah kepemimpinan desa. Perbedaannya kegiatan ekonominya adalah berbasis pedesaan seperti pertanian.Penggunaan tenaga kerja luar dan adanya pasar upah tenaga kerja mulai berkembang .Masyarakat sangat menghargai pedidikan. Tingkat adopsi tegnologi yang mudah dan tidak tersedianya tegnologi spesifik lokal 5. Tujuan produksi adalah untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Keterisolasian desa dan lambatnya pembangunan prasarana jalan 6. Tingkat Pendidikan rendah yang menyebabkan adopsi tegnologi rendah dan stagnansi produk juga masalah lain yang bisa timbul dengan serius seperti masalah kesehatan. drainase . ke sekolah bekerja ke kota/ tempat lain atau melalui perpindahan penduduk. 3. Masalah pertumbuhan penduduk penduduk yang berat. Sebagian besar dijual untuk pasar sehingga jenis komoditi yang diproduksi selalu disesuaikan dengan keadaan harga pasar. . Desa Maju/Modern Ciri-cirinya: .Produksi berorientasi pasar. Keterisolasian desa yang membuat hubungan dengan dunia luar sulit dan lambat dan tidak dapat memanfaatkan keuntungan dengan dunia luar Masalah-masalah yang terjadi di desa Transisional adalah: 1.Produktivitas kegiatan ekonomi. bersedia melakukan human investment . peternakan mengalami peningkatan .Tabungan berkembang dan sebagian dalam bentuk ruang 4.Mulai menerapkan sistem Agribisnis Paradigma Pertanian berubah menjadi Agribisnis dan Agroindustri dan perdagangan berkembang. masalah-masalah tersebut terutama adalah: 1. Masalah pertumbuhan penduduk yang cepat (sama dengan desa Tradisional) 2. sehingga pemilikan tanah semakin berkurang. C. . industry desa. Tetapi selain masalah yang berasal dari sistem sosial atau kebudayaan.

mempercepat penyelesaian Peraturan Pemerintah. Peraturan Desa. (d) Pemantapan administrasi dan keuangan Desa. Penataan organisasi dan kewenangan: Lingkup kegiatannya yaitu. penataan manajemen perimbangan keuangan antara Kabupaten/Kota dengan Desa terutama mengenai alokasi dana desa. Masalah pengadaan modal untuk pembaharuan usaha-usaha pertanian (perkreditan dan akumulasi modal) Masalah ini perlu dimengerti keadaannya. upaya penga-daan bantuan dari pemerintah dan pemerintah provinsi kepada desa. (c) Pemantapan kelembagaan. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Kemasyarakatan Desa beserta kewenangan yang harus dimilikinya. baik pada desa tradisional maupun pada desa transisional agar kebijakan dan perencanaan pembangunan desa dapat dibuat dengan cukup lebih baik. fasilitasi oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah masih sering terlambat. 3. sangat terbatasnya sarana dan prasarana pemerintahan desa 6. menumbuhkan keswadayaan dan kemandirian dalam membangun. 2. 5. Peraturan Kepala Desa dan Tata Tertib Badan Permusyawaratan Desa yang sesuai dengan prinsip keanekaragaman. memelihara serta mengembangkan hasil-hasil pembangunan. Untuk melaksanakan kebijakan sebagaimana diurai diatas. partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Peraturan Daerah. Pemerintah menetapkan berbagai kebijakan untuk memberdayakan. penataan organisasi Pemerintah Desa. sebagian kualitas aparat pemerintahan desa masih terbatas dalam menggalang partisipasi masyarakat. belum terdapat kepastian mengenai kewenangan dan sumber pendapatan D. Kebijakan Pembangunan Desa Bertolak dari permasalahan diatas. Masalah pemasaran hasil-hasil pertanian 8. (e) Peningkatan sumber daya manusia penyelenggara pemerintahan desa dan (f) peningkatan kesejahteraan para penyelenggara pemerintahan desa. otonomi. terbatasnya tingkat kesejahteraan para penyelenggaran pemerintahan desa. pembentukan badan usaha milik desa serta peningkatan dayaguna dan hasil guna aset yang dimiliki maupun . 2.7. pembangunan dan kemasyarakatan untuk mewujudkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat belum dapat optimal karena terdapat berbagai permasalahan. menguatkan Pemerintahan Desa. Pemantapan kerangka aturan: Lingkup kegiatannya yaitu. upaya peningkatan pendapatan asli desa. 4. Terlalu cepatnya perubahan berbagai peraturan perundang-undangan sehingga menimbulkan kebingungan ditingkat pelaksana dan terkadang peraturan perundang-undangan yang dibutuhkan kurang lengkap dan memadai. demokratisasi. memantapkan. Kebijakan dimaksud antara lain: (a) Pemantapan kerangka aturan (b) Penataan kewenangan dan standar pelayanan minimal Desa. 1. Pemerintahan Desa dalam menyelenggarakan kewenangannya dibidang pemerintahan. program prioritas yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah meliputi: 1. 3. Pemantapan sumber pendapatan dan kekayaan desa: Lingkup kegiatannya yaitu. memanfaatkan. seperti.

dan kualiatas pendidikan dan kesejahteraan masih rendah. program Inpres Desa Tertinggal. seperti penjaminan hukum melalui perundang-undangan dan penjaminan terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat. dan lain sebagainya). Pemantapan dan pengembangan kapasitas: Lingkup kegiatannya yaitu. dan murah terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. cepat. Namun di dalam penyusunan kebijakan pembangunan pedesaan secara umum dapat dilihat dalam tiga kelompok (Haeruman. Adapun program IDT dan PPTAD lebih cenderung pada pembangunan fisik saja sehingga penekanan terhadap pembangunan masyarakat umum kurang tersentuh. 4.undang. Selain itu guna menyokong program pangan. Berbeda dengan pendekatan sektoral. dan Program Pengembangan Terpadu Antar Desa ( PPTAD ) merupakan dalah satu upaya pemerintah dalam rangka mengembangkan pedesaan dalam mengejar ketertinggalannya dari perkotaan. tidak terakomodasinya keinginan dan kebutuhan masyarakat dalam program-program pemerintah.yang dikelola oleh desa. seperti ketertinggalaan desa dari kota hampIr di segala bidang. dan perlindungan terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat melalui undang. penguatan kelembagaan. 3. transparan dan akuntabel berdasarkan nilai-nilai sosial budaya setempat. Innas (Intensifikasi Massal). meningkatkan kapasitas Kepala Desa. seperti penyediaan sarana dan prasarana pendukung (pasar. Kebijakan secara tidak langsung diarahkan pada pendiptaan kondisi yang menjamin kelangsungan setiap upaya pembangunan pedesaan yang mendukung kegiatan sosial ekonomi. Berdasarkan pengalaman tersebut sudah seharusnya pendekataan pembangunan pedesaan mulai diarahkan secara integral dengan mempertimbangkan kekhasan daerah baik dilihat dari sisi kondisi. pemerintah menyediakan bantuan Kredit Usaha Tani ( KUT ) bagi para petani dalam memberikan permodalan dalam pengelolaan lahannya. potensi dan prospek dari masing-masing daerah. 5. Padahal berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan pembangunan masyarakat desa sesungguhnya sangat mendesak. misalnya program bidang pangan. Pengadaan sarana dan prasarana: Lingkup kegiatannya yaitu. yaitu : 1. kesehatan. Kebijakan yang langsung diarahkan pada peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan. Penataan sistem informasi dan administrasi pemerintahan desa yang mudah. pendekatan regional lebih menitik beratkan pada daerah . Guna mendorong peningkatan pangan. Sedangkan dana penGembalian LUT sampai saat ini banyak yang menunggak karena petani tidak mampu membayar cicilan tersebut. Bimas (Bimbingan Massal. Insus (Intensifikasi Khusus). 6. dan Supra Insus. Akan tetap program-program tersebut belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani karena harga beras lokal masih relative lebih tinggi dibandingkan dengan harga beras impor. Di samping itu kebijakan pembangunan pedesaan harus dilaksanakan melalui pendekatan sektoral dan regional. anggota Badan Permusyawaratan Desa agar lebih mampu menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara demokratis. Pendekatan sektoral dalam perencanaan selalu dimulai dengan pernyataan yang mengkut sektor apa yang perlu dikembangkan untuk mencapai tujuan pembangunan. program-program pembangunan yang pernah dilaksanakan adalah KOGM (Komando Gerakan Makmur). 1997). jalan. Beberapa program-program pembangunan pedesaan yang pernah dilaksanakan. Kebijakan khusus menjangkau masyarakat melalui upaya khusus. 2. pendidikan. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan desa yang memadai dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat yang terdepan. Perangkat Desa.

Desa Transisional 4. pendekatan regional sering diambil tidak dalam kerangka totalitas. SUMBER: Sinuhaji. dan Supra Insus. Selain itu guna menyokong program pangan. program Inpres Desa Tertinggal. seperti daerah terbelakang. daerah perbatasan. Bahan Ajar “Perencanaan dan Pembangunan Wilayah”. Insus (Intensifikasi Khusus). baru kemudian sektor apa yang sesuai untuk dikembangkan di masing-masing daerah.UNIMED. Bimas (Bimbingan Massal. Innas (Intensifikasi Massal). atau daerah yang diharapkan mempunyai posisi trategis dalam arti ekonomi-politis. Pembangunan ekonomi itu tidak bisa diartikan sebagai kegiatankegiatan yang dilakukan negara untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya. maka pembangunan daerah perlu selalu dikaitkan dimensi sektoral dengan dimensi spasial. Desa Tradisional 3. Medan. dan Program Pengembangan Terpadu Antar Desa ( PPTAD ) merupakan dalah satu upaya pemerintah dalam rangka mengembangkan pedesaan dalam mengejar ketertinggalannya dari perkotaan. Desa Maju  Beberapa program-program pembangunan pedesaan yang pernah dilaksanakan. BAB III KESIMPULAN Kebijakan perencanaan pembangunan desa merupakan suatu pedoman-pedoman dan ketentuan-ketentuan yang dianut atau dipilih dalam perencanaan pelaksanakan (memanage) pembangunan di desa yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan penghidupan masyarakat sehingga dapat mencapai kesejahteraan bagi masyarakat. Pembangunan Masyarakat Desa pada dasarnya adalah bertujuan untuk mencapai suatu keadaan pertumbuhan dan peningkatan untuk jangka panjang dan sifat peningkatan akan lebih bersifat kualitatif terhadap pola hidup warga masyarakat. Sumber internet: . Pembagian desa menurut tahap pembangunannya terbagi atas: 1. intelegensia (kecerdasan) dan kesadaran bermasyarakat dan bernegara. melainkan hanya untuk beberapa daerah tertentu. Guna mendorong peningkatan pangan. Pengertian pembangunan itu sangat luas bukan hanya sekedar bagaimana menaikkan pendapatan nasional saja. program-program pembangunan yang pernah dilaksanakan adalah KOGM (Komando Gerakan Makmur).mana yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan. Akan tetapi pencapaian objektif dan target pembangunan desa pada dasarnya banyak ditentukan oleh mekanisme dan struktur yang dipakai sebagai sistem pembangunan desa.2011. Di dalam kenyataan. Desa Primitif 2. pemerintah menyediakan bantuan Kredit Usaha Tani ( KUT ) bagi para petani dalam memberikan permodalan dalam pengelolaan lahannya. Minah. Oleh karena arah yang dituju adalah gabungan antara pendekatan sektoral dan regional. yaitu pola yang dapat mempengaruhi perkembangan aspek mental (jiwa). fisik (raga). misalnya program bidang pangan.

go.org .php?module=htmlpages&func=display&pid=67 www.forumdesa.id/get-file-server/node/8197/ http://community.gunadarma.go.ac.www.kebumenkab.id/blog/view/id_9038/title_pelaksanaan-inpres-tentangpembangunan-desa/ http://www.bappenas.id/index.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->