MENINGKATKAN KOMPETENSI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) DALAM MENGELOLA ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN MELALUI PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI

MANAJER
Disusun sebagai laporan akhir kegiatan On The Job Learning pada Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah Periode : 15 September s/d 15 November 2011

Nama NIP

: Drs. H. SYARIFUDDIN, M. Pd. : 19690101 199412 1 007

Unit Kerja : SMP NEGERI 1 BINAMU

PILOTING PROGRAM PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN JENEPONTO

PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2011

ii

Kata Pengantar
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam dan segala isinya, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Shalawat dan taslim senantiasa tercurah atas junjungan Nabiyyullah Muhammad SAW. Berkat curahan rahmat dan kasih sayang Allah SWT jualah, sehingga laporan akhir kegiatan On The Job Learning (OJL) pada Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah yang berjudul “Meningkatkan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) Dalam Mengelola Administrasi Kepegawaian Melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer” ini dapat diselesaikan dengan baik. Dalam proses penyusunan hingga penyelesaian laporan ini, merupakan suatu pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga bagi penulis. Walau diakui terasa sangat melelahkan, namun berkat bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak, khususnya Bapak dan Ibu pendamping Diklat, Alhamdulillah akhirnya laporan kegiatan OJL ini selesai juga. Oleh karena itu, penulis merasa berkewajiban untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Dr. Andi Muliati, MM., Ir. A. Makmur, M. Sc., Ph. D., Drs. Yuli Cahyono, M. Pd., dan Drs. Ahkam Zubair, M. Pd. atas bimbingan dan arahannya. Demikian pula ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis haturkan kepada Drs. H. Mukhtar Nonci, S. Sos., M. Pd. selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jeneponto yang telah banyak membantu sejak awal seleksi sampai pelaksanaan diklat selesai. Ucapan terima kasih juga penulis haturkan kepada Dra. Hj. Rahmawati, M.Si. selaku Kepala Bidang ketenagaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jeneponto yang menjadi penanggungjawab pelaksanaan diklat calon kepala sekolah yang telah banyak membantu sejak seleksi sampai pelaksanaan diklat selesai. Ucapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada Ferawati Azis, SS., M. Pd. selaku Kepala Seksi Diklat Bidang

iii

Ketenagaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jeneponto yang menjadi ketua pelaksana diklat. Beliau telah banyak membantu dan melayani peserta diklat sejak awal seleksi sampai kegiatan diklat calon kepala sekolah selesai dilaksanakan. Ucapan terima kasih terkhusus penulis sampaikan kepada Drs. Syahrir Saini sebagai Kepala SMP Negeri 1 Binamu dan H. Saripuddin D., S. Pd., SE., MM. Sebagai Kepala SMP Negeri Khusus Jeneponto yang telah banyak membantu, memberikan masukan dan bimbingan selama pelaksanaan magang pada kegiatan OJL. Teristimewa, ucapan terima kasih penulis haturkan kepada adinda Rahmawati Sainong, S. Pd. sebagai guru yunior SMPN 1 Binamu yang bersedia diobservasi pada kegiatan supervisi akademik peserta diklat calon kepala sekolah. Tak terlupakan, ucapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada guru-guru dan pegawai SMPN 1 Binamu dan SMPN Khusus Jeneponto yang telah banyak membantu memberikan data dan informasi kepada penulis dalam melakukan kajian-kajian dan pelaksanaan rencana tindak kepemimpinan calon kepala sekolah. Terakhir, ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada semua teman peserta diklat calon kepala sekolah kabupaten Jeneponto tahun 2011 atas kerja sama yang terbangun selama ini mulai dari awal seleksi sampai kegiatan OJL berakhir. Kiranya laporan kegiatan OJL ini dapat bermanfaat, dan semoga segala bantuan, pengorbanan dan dorongan yang diberikan oleh berbagai pihak, mendapat ganjaran dan pahala dari Allah SWT, Amin. Penulis,

iv

.. 30 B.................. BAB II................................................................................................... KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG .................................................. A.............. 16 BAB III.........................3 C..... 17 A...... Permasalahan yang di Temukan di Lapangan......................................................................... Profil SMPN Khusus Jeneponto.................... 27 BAB IV....................... Tujuan ..........Saran ........... RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN ....Daftar Isi Halaman Halaman Judul .............................................................. 3 4 4 i ii v 1 1 B.................................................. Meningkatkan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dalam Mengelola Administrasi Kepegawaian melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer. BAB I................ 25 D..................................... Implementasi Program............................... 21 C.......................................................................... Daftar Lampiran.............. Profil SMPN 1 Binamu....................................... Kesimpulan ... 30 A....................................................................................................... 10 C..................... A................. 17 B............................. B.... Saran .......... KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................................................................................................... Peningkatan Kompetensi Hasil AKPK di SMP Negeri Khusus Jeneponto . Kompetensi Sasaran ............ Kata Pengantar ...... PENDAHULUAN ....... Latar Belakang........................................ Kajian Hasil On The Job Learning (OJL) ... 30 v .

....... 78 Foto-foto Kegiatan Pembimbingan TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian .................................... 38 Instrumen Monitoring dan Evaluasi 2 Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian .........Daftar Lampiran Nomor 1........... 42 Analisis hasil Monitoring dan Evaluasi 1 Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian... 7..................... Rencana Tindak Kepemimpinan .... 24..... 13.. 4. 11.... 16................ 14..... 66 Analisis hasil Monitoring dan Evaluasi Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian Sekolah Magang lain . 8..... 22........... 17......... 5........... 15........... 72 Daftar Hadir Pembimbingan TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ......................................... 50 Analisis hasil Monitoring dan Evaluasi 2 Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ...................................................... 40 Analisis hasil indentifikasi Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian .................... 6.................................................... 32 Instrumen Indentifikasi Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian .. 81 Laporan Pelaksanaan Supervisi Akademik/Observasi Guru Yunior Laporan Hasil Kajian RKS-RKJM Laporan Hasil Kajian Pengelolaan Kurikulum Laporan Hasil Kajian Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Laporan Hasil Kajian Sarana dan Prasarana Sekolah Laporan Hasil Kajian Pengelolaan Peserta Didik Laporan Hasil Kajian Pengelolaan Keuangan Laporan Hasil Kajian Pembinaan TAS Laporan Hasil Kajian Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Laporan Hasil Kajian Monitoring dan Evaluasi Program Hasil Penyusunan Silabus.......... Halaman 2.......... 21................................................. 19....... RPP dan Bahan Ajar Dafar Hadir dalam Kegiatan On The Job Learning (OJL) Foto-foto Kegiatan di Sekolah Magang vi . 58 Analisis hasil indentifikasi Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian Sekolah Magang lain ............ 20.......... 36 Instrumen Monitoring dan Evaluasi 1 Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian........... 9............................ 18.......... 3.. 23... 10............................ 12................................................

Keberhasilan suatu sekolah mencapai tujuan yang diharapkan sangat tergantung kepada bagaimana model pengelolaan terhadap segala sumber daya yang dimiliki sekolah tersebut. tujuan utama sekolah berupa peningkatan mutu pendidikan hanya dapat diraih jika seluruh komponen kepala sekolah sekolah dapat yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing melalui pembinaan profesional. Tuntutan-tuntutan ini adalah merupakan tugas-tugas yang baru bagi seorang guru yang diserahi tugas tambahan kepala sekolah.BAB I PENDAHULUAN A. Kepala sekolah adalah guru yang diserahi tugas tambahan untuk memimpin dan mengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Latar Belakang Sekolah sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar perlu dikelola secara baik dan benar. Dengan adanya tugas tambahan tersebut. tetapi lebih dari itu. Disisi lain. kepala sekolah sejatinya adalah juga pendidik yang harus mampu membina guru-guru disekolahnya menjadi guru kreatif dan selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran. tenaga laboratorium dan lain sebagainya. Sumber daya sekolah yang memadai bukan jaminan akan mewujudkan harapan-harapan warga sekolah yang telah dirumuskan menjadi tujuan sekolah tersebut jika kepala sekolah sebagai pimpinan tidak mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. tenaga perpustakaan. juga dituntut untuk membina dan mengelola seluruh komponen sekolah lainnya seperti tenaga adminstrasi sekolah. Diperlukan waktu yang cukup dan pengelolaan seorang 1 . Sebagai seorang guru. Karena begitu banyaknya tugas-tugas baru seorang kepala sekolah maka untuk menjadi seorang kepala sekolah yang profesional tentu tidaklah mudah. kepala sekolah tidak hanya dituntut untuk membina guru saja.

dan mengembangakan sumber daya sekolah dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di sekolah sangat bergantung kepada kompetensi manajerial seorang kepala sekolah. kewirausahaan.untuk belajar bagaimana melaksanakan tugas-tugas yang baru tersebut. Pelatihan. manajerial. menggerakkan. dan sosial. sekolah supervisi sekolah memberikan angin segar bagi peningkatan profesionalisme seorang kepala sekolah ataupun calon kepala kepala mengarahkan. SMPN 1 Binamu sebagai sekolah tempat mengajar penulis misalnya. kewirausahaan. sikap dan keterampilan pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian. Peraturan menteri pendidikan nasional (permendikas) Republik Indonesia nomor 28 tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah. supervisi. memiliki 20 tenaga kependidikan yang berfungsi sebagai tenaga administrasi sekolah merupakan SDM yang cukup untuk 2 . Jumlah kompetensi ini merupakan jumlah terbanyak kompetensi Tingkat dibandingkan kepribadian. Berdasarkan permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang standar kompetensi kepala sekolah menetapkan dimensi kompetensi manajerial kepala sekolah merupakan dimensi kompetensi yang menuntut 16 kompetensi. kemampuan dengan kompetensi dalam pada dan dimensi sosial. memberdayakan. Dalam permendiknas tersebut dijelaskan bahwa seorang guru yang telah dinyatakan lulus seleksi calon kepala sekolah diharuskan mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai kegiatan pemberian pengalaman pembelajaran teoretik maupun praktik yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan pengetahuan. pembimbingan dan pembinaan bagi calon kepala sekolah merupakan upaya-upaya yang mesti dilakukan oleh pihak terkait dalam rangka melahirkan pemimpin sekolah yang berkualitas yang diharapkan mampu untuk memimpin dan mengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Kegiatan OJL penting bagi peserta diklat untuk mempraktekkan kompetensi yang telah dipelajari selama kegiatan tatap muka. pembinaan tenaga administrasi prasarana. pemanfaatan TIK. pengelolaan keuangan. maka penulis mengangkat tema tulisan dengan judul “Meningkatkan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dalam Mengelola Administrasi Kepegawaian melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer” sekolah. sarana dan pengelolaan tenaga kependidikan. menemukan beberapa tenaga administrasi sekolah hanya datang kemudian pulang tanpa berbuat sesuatu. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai berdasarkan tema yang diangkat dalam tulisan ini adalah: 3 . Dalam OJL dipraktekkan bagaimana mengkaji pengelolaan kurikulum sekolah.terlibat dalam usaha meningkatkan pelayanan pendidikan menuju peningkatan mutu pendidikan di sekolah. produksi dan jasa. Namun kenyataannya. RKAS/RKJM. monitoring dan evaluasi serta program supervisi B. Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama mengabdi di SMPN 1 Binamu. SDM yang demikian besar seakan tidur tanpa memperlihatkan prestasi kerjanya. Pendidikan dan pelatihan yang dijalani calon kepala sekolah dalam kegiatan tatap muka (in servis-1) dalam kurun waktu 70 jam merupakan modal awal untuk menjalani praktek lapangan on the job learning (OJL) selama kurang lebih 3 bulan. Sehubungan dengan hasil penilaian analisis kebutuhan pengembangan keprofesian (AKPK) penulis sebagai peserta diklat calon kepala sekolah yang menemukan kelemahan terbanyak pada dimensi manajerial. maka penulis akan mengangkat tema tulisan yang terkait dengan dimensi manajerial kepala sekolah. Sebahagian lagi malas masuk kantor dengan alasan tidak ada yang mereka bisa kerjakan. pengelolaan pendidikan peserta dan didik. akademik. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas.

maka sasaran yang ingin dicapai dalam tulisan ini adalah pengembangan dimensi kompetensi manajerial kepala sekolah melalui pembinaan tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. 2. Untuk meningkatkan kompetensi tenaga administrasi sekolah (PAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. Sekolah ini merupakan sekolah tertua di kabupaten Jeneponto untuk sekolah tingkat menengah pertama dan sudah banyak mencetak alumni-alumni yang menduduki jabatan-jabatan penting. Tahun pelajaran 2011/2012 ini SMPN 1 Binamu membina sebanyak 1043 siswa yang terbagi ke dalam 30 rombongan belajar dengan masing-masing 10 rombongan belajar pertingkatan kelas. Kompetensi Sasaran Berdasarkan hasil analisis AKPK penulis yang menyimpulkan kelemahan terbesar pada dimensi kompetensi manajerial. 32 Bontosunggu kelurahan Empoang kecamatan Binamu yang diapit oleh dua perkantoran pemerintah yaitu kantor Bupati Jeneponto dan kantor KPU. Setiap ruang kelas menampung rata-rata sebanyak 36 siswa. Profil SMPN 1 Binamu SMPN Binamu berlokasi di jalan Lanto Daeng Pasewang no. baik di pemerintahan. Untuk mengetahui tingkat kompetensi tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. legislatif ataupun diperusahaanperusahaan swasta. C. 4 . Sekolah ini dibangun pada tahun 1960 di atas lahan seluas 8065 m2 dan mulai beroperasi tahun 1961 dengan nama SMP 1 Jeneponto. BAB II KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG A.1.

1 ruang OSIS. 2 gedung perpustakaan. 2 kantin dan 1 aula mini. 1 gedung mushallah. 3 kamar WC guru. Sekolah juga memiliki 30 ruang belajar. 1 ruang BK. 1 ruang kepala sekolah. usia peserta didik. Biologi. Mata pelajaran bahasa daerah Makassar dan baca tulis al-qur’an adalah mata pelajaran muatan lokal sekolah yang merupakan kebutuhan sosial masyarakat Jeneponto yang mayoritas beragama Islam yang ingin melestrasikan bahasa daerah Makassar. 1 pos keamanan. Prestasi guru yang diraih SMPN 1 Binamu empat tahun terakhir yaitu juara I tiga tahun berturut-turut guru berprestasi tahun 20072009 dan juara II tahun 2010 tingkat kabupaten Jeneponto. 1 ruang guru. Sedangkan prestasi siswa yaitu juara I lomba mengarang. juara II inovasi pembelajaran tingkat nasional. kondisi budaya. Standar Isi SMPN 1 Binamu telah memiliki kurikulum sendiri yang dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun BSNP dengan mempertim-bangkan karakter daerah. Kurikulum sekolah memuat 10 mata pelajaran muatan nasional dan dua mata pelajaran muatan lokal.SMPN 1 Binamu kini memiliki guru sebagai tenaga pendidik dan tenaga administrasi sekolah yang cukup memadai. 1 ruang wakil-wakil kepala sekolah. TIK. baca puisi (putra dan putri) pada acara HARDIKNAS tahun 2009. PKn. Bahasa dan Komputer. dan kebutuhan pembelajaran. 10 kamar WC siswa. kebutuhan sosial masyarakat. pidato (putra dan putri). Jumlah guru sebanyak 54 orang dengan rincian 44 guru PNS dan 10 orang non PNS sedang jumlah tenaga asministrasi sebanyak 20 orang yang terdiri dari 8 orang PNS dan 12 orang non PNS. Bahasa 5 . 1 ruang multimedia. Seni Budaya. Kinerja SMPN 1 Binamu dilihat dari pencapaian delapan standar pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Alokasi waktu mata pelajaran Pendidikan Agama. Penjas. Sekolah ini memiliki sarana dan prasana laboratorium yang cukup yaitu laboratorium Fisika.

Matematika dan IPA masing-masing 4 jam pelajaran. LDK. Jumlah jam pelajaran perminggu 32 jam pelajaran per kelas.Daerah Makassar dan BTQ masing-masing 2 jam pelajaran. Mata pelajaran yang diujinasionalkan yaitu Bahasa Indonesia. Bagi siswa yang dinyatakan belum mencapai nilai ketuntasan minimal dalam pencapaian kompetensi hanya diberikan kesempatan belajar sendiri indikator-indikator mempersiapkan kompetensi diri dalam yang belum dikuasai untuk mengikuti ulangan perbaikan. sehingga total jumlah jam pelajaran tatap muka sebanyak 32 jam pelajaran per rombel × 30 rombel = 960 jam pelajaran perminggu. Dalam hal ini setidaknya sekolah masih membutuhkan tenaga konseling sebanyak 1 atau 2 orang guru BK. Program kegiatan ektra kurikuler yang disediakan diantaranya pembinaan kepramukaan. Program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa belum berjalan secara sistematis sebagaimana mestinya. Hal ini dilakukan untuk memastikan tercapainya pelayanan kepada siswa yang memerlukan penjelasan ulang tentang kompetensi yang belum dikuasai ataupun yang ingin dikembangkan. PMR. Pemenuhan akan kebutuhan pengembangan pribadi siswa dilakukan dengan menyediakan layanan bimbingan dan konseling (BK). Pengembangan diri memperoleh alokasi waktu ekuivalen dengan 2 jam pelajaran. karate. Mata pelajaran IPS juga diberikan alokasi waktu 4 jam pelajaran. 6 . Empat guru BK belum sebanding dengan siswa yang berjumlah 1043 orang. basket dan sepak bola. OSIS. Jumlah tenaga konseling yang dimiliki berjumlah 4 yang masing-masing memiliki program rencana dan pelaksanaan layanan BK. Satu jam pelajaran setara 40 menit. Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan pengembangan pribadi siswa. Pembelajaran remedial dan pengayaan mestinya dilaksanakan diluar jam pelajaran terjadual disore hari. Artinya setiap guru BK memberikan layanan rata-rata kepada 261 orang siswa. Bahasa Inggris.

dan panduan penyusunan KTSP. RPP yang disusun guru sebahagian masih meng-copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahanperubahan. Seperti halnya dengan silabus. Keterbatasan jumlah buku referensi yang dimiliki sekolah mengakibat-kan terbatasnya sumber belajar dari buku. Sebahagian guru masih ada yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran langsung.2. dan norma-norma yang ada dalam masyarakat Jeneponto. kreatif. Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam silabus belum membagi ke dalam bentuk tatap muka (TM). penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). menantang dan memotivasi siswa. Kebijakan 7 . Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP sebahagian sudah menggunakan metode yang interaktif. Namun tentu ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil pemikiran sendiri ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. menyenangkan. Standar Proses Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI). Standar Kompetensi Lulusan (SKL). kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. inspiratif. nilai-nilai. Diakui bahwa silabus yang dikembangkan oleh guru-guru belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebahagian masih mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain dengan beberapa perbaikan-perbaikan.

47 dan 5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Jumlah guru yang mencapai 54 orang dan tenaga administrasi sekolah sebanyak 20 orang sudah memenuhi standar jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sekolah. 4.24 serta IPA 7.62. Kecuali untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.41 dan 8. Bahasa Inggris 7.pelarangan penjualan buku paket di sekolah dan terbatasnya anggaran pengadaan buku paket sangat merugikan siswa sendiri. Buku-buku yang disediakan sekolah paling lama bertahan satu atau dua tahun dimanfaatkan oleh siswa. 3.27 dan 8. baik guru ataupun siswa. sekolah membudayakan saling memberi salam setiap bertemu. kepala SMPN 1 Binamu. Guru yang sudah berkualifikasi minimal S1 sebanyak 93% sedangkan pegawai 8 . Standar Kompetensi Lulusan Perolehan rata-rata nilai ujian nasional tahun pelajaran 2009/2010 dan tahun 2010/2011 untuk masing-masing mata pelajaran berturut-turut Bahasa Indonesia 6.95. melakukan supervisi dan evaluasi proses pembelajaran. pengawas.81 dan 7. SMPN 1 Binamu melaksanakan kegiatan pesantren kilat setiap bulan ramadhan bekerja sama dengan pondok pesantren IMMIM Putra Makassar. Umur penggunaan buku-buku paket yang singkat sangat terkait dengan kepribadian siswa yang senang merusak atau menghilangkan buku-buku yang dipinjamkan. Selain itu. Hanya saja kegiatan supervisi belum dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. dapat dikatakan bahwa hasil ini menggambarkan adanya peningkatan pencapaian kompetensi siswa artinya siswa sudah memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL. Matematika 7. wakil kepala sekolah dan guru senior yang berkompeten. Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas.13. Untuk mengembangkan nilai-nilai agama khusunya Islam dan budaya masyarakat Jeneponto.

Jumlah buku teks pelajaran masih kurang dari jumlah siswa. 1 set komputer PC.administrasi berkualifikasi S1 sebanyak 15%. Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sebanyak 30 ruang kelas dengan luas masing-masing 63 m2 per ruang kelas. Ruang perpustakaan terdiri dari dua unit dengan luas masingmasing (10× 15) m2. satu meja panjang dan 4 kursi untuk tempat pimpinan rapat pertemuan. dan 1 pendingin udara. Ruang kepala sekolah berukuran (4× 5)m2 terdapat 1 kamar kecil (WC). Standar Sarana dan Prasarana SMPN 1 Binamu memiliki luas lahan 8065 m2 dengan jumlah gedung sebanyak 13 unit yang terdiri dari 2 unit gedung berlantai dua dan 11 unit gedung berlantai satu. 2 lemari buku. Laboratorium yang dimiliki terdiri dari laboratorium fisika. masingmasing satu meja dan kursi untuk setiap siswa. bahasa dan komputer. Setiap ruang kelas masing-masing memiliki satu white board dan black board. 1 lemari piala. Ruang guru berukuran (18 × 7) m2 memuat 35 pasang meja dan kursi guru. 1 kamar kecil (WC). 2 rak buku. 1 set kursi tamu. 6 lemari buku. Standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 1 Binamu belum terukur karena belum ada hasil penilaian yang mengukur berapa tingkat pencapaian kompetensi masing-masing. 9 . satu meja dan kursi guru. SMA sebanyak 80% dan SMP sebanyak 5%. 1 papan white board. 1 set kursi dan meja tamu. 1 set sound system dan 1 buah jam dinding. Laboratorium komputer memiliki jaringan LAN yang terkoneksi dengan jaringan internet speedy schoolnet dari jardiknas dan dilengkapi dengan 2 buah pendingin udara. biologi. 5. 1 pasang meja dan kursi kepala sekolah.

Penyusunan 10 . Demikian pula dengan disosialisasikan kepada warga sekolah. masyarakat ataupun pemangku kepentingan melalui beberapa cara diantaranya menuliskannya ditembok dinding sekolah. gudang. 1 pendingin udara dan dilengkapi dengan jaringan internet speedy schoolnet. Kegiatan supervisi belum dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga masih sulit untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa. kantin. Sebagian data dan informasi sekolah dapat diakses melalui telepon.Ruang wakil kepala sekolah berukuran (4× 5)m2 terdapat 5 pasang meja dan kursi. dipasang di blog guru. jardiknas Jeneponto ataupun blog guru. beberapa guru dan bendahara sekolah. dan melalui persuratan. 6. ruang guru BK. kantin kejujuran. rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana rencana kegiatan kerja dan jangka anggaran menengah sekolah (RKJM) (RKAS) belum belum disosialisasikan kepada warga sekolah. Pengumpulan dan penggunaan data sudah menggunakan sistem informasi berbasis ICT program office. Sekolah belum pernah melakukan pengisian EDS sehingga RKAS yang disusun masih mengacu pada cara lama namun sudah mengelompokkan ke dalam delapan standar. ruang UKS. 7. mushallah. Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah ruang tata usaha. Standar Pembiayaan SMPN 1 Binamu mempunyai RKAS namun hanya disusun oleh kepala sekolah. jamban (WC) siswa. Standar Pengelolaan Visi dan misi serta tujuan pendidikan SMP Negeri 1 Binamu sudah disosialisasikan kepada warga sekolah. 1 set komputer PC. 3 buah lemari buku. Rencana kerja sekolah (RKS).

namun demikian tetap mempertimbangkan usulan-usulannya. Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS APBN dan dana pendidikan gratis pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah kabupaten Jeneponto. Standar Penilaian Pendidikan Sebagian guru mata pelajaran sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Penyusunan rencana keuangan sekolah belum dilakukan secara transparan. 8. efisien dan akuntabel. Hasil penilaian dijadikan dasar bagi sebahagian guru sebagai koreksi untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya.RKAS belum melibatkan secara langsung pihak komite sekolah ataupun pemangku kepentingan yang relevan. ulangan akhir semester. Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan lain misalnya dengan membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri. kenaikan kelas. Setiap guru menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa kepada kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum. ujian sekolah dan ujian nasional. Hasil penilaian sebahagian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun tugas-tugas pekerjaan rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan masukan untuk perbaikan. Laporan keuangan sekolah hanya ditujukan kepada pemerintah sebagai pemberi dana. Penilaian melalui ulangan harian kadang tidak dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat oleh sebahagian guru. ulangan tengah semester. 11 . KKM yang telah ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran diinformasikan oleh sebagian guru kepada siswa diawal pertemuan tatap muka dan sebagiannya menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian.

Kinerja SMPN Khusus Jeneponto dilihat dari pencapaian delapan standar pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Saripuddin D. TIK. usia peserta didik. PKn. Profil SMPN Khusus Jeneponto SMPN Khusus Jeneponto yang berlokasi di jalan Kesehatan nomor 101 Bontosunggu kecamatan Binamu didirikan berdasarkan surat keputusan Bupati Jeneponto nomor 134/VIII/2007 tahun 2007 bersama dua sekolah lainnya yaitu SLB Pembina dan SMAN Khusus Jeneponto. Matematika dan IPA masing-masing 4 jam pelajaran. Alokasi waktu mata pelajaran Pendidikan Agama. Bahasa Inggris. Kebijakan pemerintah kabupaten Jeneponto dalam pendirian sekolah ini dimaksudkan untuk menjamin pembinaan siswa-siswa cerdas menjadi putra Jeneponto yang unggul sebagai pattabba’ (penembak). Penjas. Bahasa Daerah Makassar dan BTQ masing-masing 2 jam pelajaran. Mata pelajaran yang diujinasionalkan yaitu Bahasa Indonesia. Seni Budaya. SMPN Khusus Jeneponto dibangun untuk membina khususnya putra-putri Jeneponto yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Kurikulum sekolah memuat 10 mata pelajaran muatan nasional dan dua mata pelajaran muatan lokal. Mata pelajaran bahasa daerah Makassar dan baca tulis al-qur’an adalah mata pelajaran muatan lokal sekolah yang merupakan kebutuhan sosial masyarakat Jeneponto yang mayoritas beragama Islam yang ingin melestrasikan bahasa daerah Makassar. dan kebutuhan pembelajaran.B. kebutuhan sosial masyarakat. Ketiga sekolah ini dipimpin oleh satu orang kepala sekolah yang kini dijabat oleh H. Standar Isi SMPN Khusus Jeneponto telah memiliki kurikulum sendiri yang dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun BSNP dengan mempertimbangkan karakter daerah. Sedangkan mata pelajaran IPS diberikan alokasi waktu terbanyak yaitu 6 jam pelajaran dengan pertimbangan mata pelajaran IPS 12 . kondisi budaya.

futsal dan pembinaan kultum keagamaan. Program kegiatan ektra kurikuler yang disediakan yakni pembinaan kepramukaan. Pembelajaran remedial dan pengayaan mestinya dilaksanakan diluar jam pelajaran secara terjadual disore hari. Pemenuhan akan kebutuhan pengembangan pribadi siswa dilakukan dengan menyediakan layanan bimbingan dan konseling (BK). sehingga total jumlah jam pelajaran tatap muka sebanyak 36 jam pelajaran per rombel × 3 rombel = 108 jam pelajaran perminggu. dan panduan penyusunan KTSP. Jumlah jam pelajaran perminggu 3 jam per kelas. Standar Proses Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI). program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa SMPN Khusus juga belum berjalan secara sistematis sebagaimana mestinya. Hal ini dilakukan untuk memastikan tercapainya pelayanan kepada siswa yang memerlukan penjelasan ulang tentang kompetensi yang belum dikuasai ataupun yang ingin dikembangkan. tenis meja. Satu jam pelajaran setara dengan 40 menit. Standar Kompetensi Lulusan (SKL). karate. Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan pengembangan pribadi siswa. OSIS. 2. basket. Sama dengan di SMPN 1 Binamu. LDK. sejarah dan geografi. Pengembangan diri memperoleh alokasi waktu ekuivalen dengan 2 jam pelajaran. Jumlah tenaga konseling yang dimiliki satu orang melayani 60 orang siswa. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dalam 13 . bulutangkis.mempelajari tiga materi pokok yakni ekonomi. Bagi siswa yang dinyatakan belum mencapai kompetensi diri dalam nilai ketuntasan belum minimal dikuasai dalam untuk pencapaian kompetensi hanya diberikan kesempatan belajar sendiri indikator-indikator mempersiapkan yang mengikuti ulangan perbaikan. PMR.

14 . Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebahagian masih mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain dengan beberapa perbaikan-perbaikan. Namun tentu ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil pemikiran sendiri ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa. menantang dan memotivasi siswa. Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). Seperti halnya dengan silabus. pengawas.pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. kreatif. nilai-nilai. Pemenuhan buku paket siswa terbentur pada terbatasnya anggaran pengadaan buku paket yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat ataupun daerah. inspiratif. Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam silabus belum membagi ke dalam bentuk tatap muka (TM). Pemerintah daerah yang mengeluarkan kebijakan pelarangan penjualan buku paket di sekolah memberi dampak kepada motivasi siswa dan orang tua untuk membeli buku paket sendiri. kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. kepala SMPN Khusus dibantu wakil kepala sekolah melakukan supervisi dan evaluasi proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP sudah menggunakan metode yang interaktif. RPP yang disusun guru sebahagian masih meng-copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahanperubahan. Jumlah buku referensi yang dimiliki sekolah masih sangat sedikit mengakibatkan terbatasnya sumber belajar dari buku. menyenangkan. dan norma-norma yang ada dalam masyarakat Jeneponto.

Standar Sarana dan Prasarana 15 .49.14 dan 9. Standar Kompetensi Lulusan Perolehan rata-rata nilai ujian nasional tahun pelajaran 2009/2010 dan tahun 2010/2011 untuk masing-masing mata pelajaran berturut-turut Bahasa Indonesia 7.74.08. Standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan SMPN Khusus Jeneponto belum terukur karena belum ada hasil penilaian yang mengukur berapa tingkat pencapaian kompetensi masingmasing.48.44 dan 8. Dapat dikatakan bahwa hasil ini menggambarkan adanya peningkatan pencapaian kompetensi siswa artinya siswa sudah memperlihatkan kemajuan yang jauh lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL. baik guru ataupun siswa. berkualifikasi S2 sebanyak 33%. Matematika 7. SMPN Khusus juga melaksanakan kegiatan pesantren kilat setiap bulan ramadhan. Sedangkan pegawai administrasi berkualifikasi S1 sebanyak 20% dan SMA sebanyak 80%. Guru yang berkualifikasi S1 sebanyak 67%. Selain itu.67 dan tahun 2010/2011 adalah 8. 3.90 serta IPA 7. Untuk mengembangkan nilai-nilai agama khusunya Islam dan budaya masyarakat Jeneponto. sekolah membudayakan saling memberi salam setiap bertemu.10 dan 8. Perolehan rata-rata nilai UN memperlihatkan tingginya peningkatan untuk setiap mata pelajaran. 5. Kegiatan pesantren dikelola oleh pengurus OSIS dan dikoordinir oleh guru agama Islam. Bahasa Inggris 8. 4. Rata-rata nilai UN semua mata pelajaran tahun 2009/2010 adalah 7. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Jumlah guru yang dimiliki sebanyak 18 orang dan tenaga administrasi sekolah sebanyak 10 orang sudah memenuhi standar jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sekolah.99 dan 8.Hanya saja kegiatan supervisi belum dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.

RKAS yang disusun berdasarkan 16 . 1 pasang meja dan kursi kepala sekolah. 2 buah lemari buku. rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana kerja jangka menengah (RKJM) disosialisasikan kepada warga sekolah. Setiap ruang kelas masing-masing memiliki satu white board. Laboratorium lain yang dimiliki hanya laboratorium IPA dan Bahasa. Sedangkan ruang wakil kepala sekolah berukuran (7 × 6)m2 terdapat 5 pasang meja dan kursi. kantin kejujuran. dan 1 buah jam dinding. 6 lemari buku. lapangan olahraga. 6. satu meja dan kursi guru. Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah ruang tata usaha. masyarakat ataupun pemangku kepentingan melalui rapat komite sekolah dan melalui persuratan. ruang UKS. dan 1 pendingin udara. Laboratorium komputer memuat 12 unit komputer tetapi sebahagiannya sudah ada yang tidak berfungsi. Jumlah buku teks pelajaran ataupun buku bacaan umum masih sangat kurang. Standar Pengelolaan Visi dan misi serta tujuan pendidikan SMPN Khusus Jeneponto sudah disosialisasikan kepada warga sekolah. Ruang kepala sekolah berukuran (4× 5)m2 terdapat 1 kamar kecil (WC). rumah guru dan asrama siswa. serta 20 meja dan kursi untuk siswa. jamban (WC) siswa. Ruang guru berukuran (9 × 7) m2 memuat 7 pasang meja dan kursi guru. ruang guru BK. 1 papan white board. 1 set kursi tamu. 2 lemari buku. Rencana kerja sekolah (RKS).Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sebanyak 3 ruang kelas dengan luas masing-masing 63 m2 per ruang kelas. Demikian pula dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). Ruang perpustakaan yang berukuran (10 × dibangun khusus untuk kegiatan 15) m2 yang sekolah perpustakaan sebahagiannya dimanfaatkan untuk fungsi laboratorium komputer. 1 set komputer PC. mushallah.

ulangan akhir semester. jardiknas Jeneponto ataupun blog SMPN Khusus Jeneponto. Standar Pembiayaan SMPN Khusus Jeneponto mempunyai RKAS yang disusun oleh kepala sekolah dan guru-guru dengan mempertimbangkan masukanmasukan dari siswa dan komite sekolah. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan lain misalnya dengan membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri. Sebagian data dan informasi sekolah dapat diakses melalui telepon.rekomendasi dari evaluasi diri sekolah (EDS) yang mengacu pada pengelompokan ke dalam delapan standar pendidikan. 8. ujian sekolah dan ujian nasional. Pengumpulan dan penggunaan data sudah menggunakan sistem informasi berbasis ICT program office. Penilaian melalui ulangan 17 . Standar Penilaian Pendidikan Sebagian guru mata pelajaran sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. 7. efisien dan akuntabel. Penyusunan rencana keuangan sekolah belum dilakukan secara transparan. Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS APBN dan dana pendidikan gratis pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah kabupaten Jeneponto. KKM yang telah ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran diinformasikan oleh sebagian guru kepada siswa diawal pertemuan tatap muka dan sebagiannya menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian. Laporan keuangan sekolah hanya ditujukan kepada pemerintah sebagai pemberi dana. ulangan tengah semester. kenaikan kelas. Kegiatan supervisi belum dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga masih sulit untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa. Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian.

Rasional Tenaga administrasi sekolah (TAS) mempunyai peranan yang penting dalam membantu mengembangkan sekolah menjadi lebih maju dan berkualitas. Keadaan ini sulit dihindari karena tidak adanya guru pengganti di sekolah sendiri. Tak jarang kami menemukan beberapa permasalahan. Masalah lainnya adalah pelaksanaan OJL di sekolah lain yang kadang mengganggu proses belajar mengajar di sekolah sendiri karena meninggalkan tugas mengajar di sekolah. calon Permasalahan yang Ditemukan di Lapangan Pelaksanaan kegiatan on the job learning bagi peserta diklat kepala sekolah di sekolah-sekolah magang merupakan pembelajaran dan arena latihan dalam melakoni sebagian peran dan fungsi seorang kepala sekolah. Tenaga administrasi sekolah berfungsi sebagai 18 . C. Penulis sudah berusaha beradaptasi dengan warga sekolah tempat magang tetapi ternyata melakoni peran kepala sekolah bukanlah hal mudah. Setiap guru menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa kepada kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum. Meningkatkan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dalam Mengelola Administrasi Kepegawaian melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer. Hasil penilaian dijadikan dasar bagi sebahagian guru sebagai koreksi untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya. Masalah-masalah tersebut diantaranya adalah kurang tersedianya data-data atau informasi yang penulis butuhkan untuk memenuhi tagihan-tagihan OJL. Hasil penilaian sebahagian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun tugas-tugas pekerjaan rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan masukan untuk perbaikan. BAB III RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN A.harian kadang tidak dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat oleh sebahagian guru. 1.

Sebagai seorang manajer. Kedudukan dan peran tenaga administrasi yang begitu penting dalam pengelolaan suatu sekolah sehingga pemerintah melalui permendiknas nomor 24 tahun 2008 menetapkan standar tenaga administrasi sekolah. pengembangan. Sedangkan tenaga administrasi sekolah adalah tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang bertugas melaksanakan pengawasan. Ketersediaan tenaga administrasi merupakan modal sumber daya yang harus dikelola secara optimal oleh kepala sekolah. pengelolaan. menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah Kompetensi adalah kemampuan melaksanakan tugas yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau latihan. persuratan. kepala sekolah harus mampu mengelola TAS dan ketatausahaan dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah yang sudah ditetapkan. arsip. Kompetensi dapat pula dimaknai sebagai pengetahuan. Standar ini mengatur tentang kualifikasi dan kompetensi minimal yang harus dipenuhi oleh seorang tenaga administrasi sekolah. administrasi sarana-prasarana. teknis untuk pengembangan. administrasi. dan pelayanan pengelolaan. TAS juga berperan aktif dalam memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh pihak yang berkepentingan. 2. Dengan menggabungkan dua pengertian di atas dapat dikatakan bahwa kompetensi tenaga administrasi sekolah (TAS) adalah kemampuan yang diperoleh TAS melalui pendidikan dan/atau latihan untuk melaksanakan tugas-tugas administrasi. data pendidik dan tenaga kependidikan. pengawasan. dan administrasi keuangan.juru kelola administrasi sekolah yang berkaitan dengan pengelolaan data siswa. dan pelayanan teknis untuk 19 . dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak (Junaidi dalam Herry. keterampilan. 2011).

Sedangkan menurut pengertian Syaefuddin kompetensi (dalam tenaga Risnawati.menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. mengorganisasikan staf. ketelitian. memberikan pelayanan prima. sarana prasarana. berkomunikasi efektif. mengembangkan 20 . Kompetensi standar yang harus dimiliki oleh tenaga administrasi sekolah diatur dalam permendiknas nomor 24 tahun 2008. administrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dimensi kompetensi sosial meliputi: kompetensi bekerja dalam tim. sosial. dan administrasi penerapan kurikulum. etos kerja. hubungan sekolah dengan masyarakat. fleksibilitas. dan membangun hubungan kerja. peran dan kemampuan mengintegrasikan pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman dan pembelajaran yang dilakukan dalam pelaksanaan pekerjaannya yang dituntut dalam kecakapan teknis operasional atau teknis administratif di sekolah. kreativitas dan inovasi. persuratan dan pengarsipan. kesadaran berorganisasi. 2003) memberikan sebagai administrasi sekolah kemampuan untuk melaksanakan tugas. Dalam permendiknas tersebut kompetensi tenaga administrasi sekolah dipetakan ke dalam empat dimensi kompetensi yaitu kompetensi kepribadian. serta tanggung jawab. keuangan. Dimensi kompetensi teknis meliputi: kompetensi melaksanakan administrasi kepegawaian. teknis dan manajerial. kedisiplinan. menyusun program dan laporan kerja. rasa percaya diri. pengendalian diri. administrasi layanan kesiswaaan. khusus. Dimensi kompetensi kepribadian meliputi: kompetensi memiliki integritas dan akhlak mulia. Dimensi kompetensi manajerial (khusus bagi kepala tenaga administrasi sekolah) meliputi: kompetensi mendukung pengelolaan standar nasional pendidikan. c. Untuk dapat memperjelas komponen dimensi kompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut : a. b. d.

Dikatakan proses karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang 21 . menciptakan iklim kerja yang kondusif. b. c. dan menyusun laporan. Masing-masing kompetensi ini dalam permendikas nomor 24 tahun 2008 kemudian dijabarkan dalam sub kompetensi yang lebih rinci agar dapat dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi dalam setiap jenis dan jabatan administrasi sekolah dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. perisapan harian. mengambil keputusan. 4. yang mencakup di dalamnya persoalan guru dan pegawai sekolah dan sebagainya. mengelola konflik. mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. seperti: alat-alat ketatausahaan perlengkapan. melaksanakan. dan sebagainya Administrasi kepegawaian yang dimaksudkan dalam tulisan ini administrasi personal pegawai sekolah dalam bidang pengelolaan administrasi kepegawaian. mengorganisasi. pembinaan kurikulum. dan mengevaluasi usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumberdaya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bidang administrasi personal. yang mencakup didalamnya pelaksanaan kurikulum. yang Bidang administrasi material yaitu kegiatan administrasi menyangkut sekolah. membina staf.staf. 3. penyusunan silabus. bidang-bidang administrasi materi keuangan. Bidang administrasi kurikulum. Kepala Sekolah Sebagai Manajer Wahyudi (2009) memberikan pengertian manajemen sebagai suatu proses merencanakan. Administrasi Kepegawaian Kegiatan administrasi kepegawaian sekolah dapat dibagi menjadi tiga bidang administrasi sebagai berikut : a.

Sebagai manajer. memberi kesempatan kepada para guru untuk meningkatkan profesinya. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. Kepala sekolah sebagai manajer harus memberi kesempatan kepada para guru dan tenaga administrasi untuk meningkatkan profesinya. Memberdayakan tenaga administrasi melalui kerjasama dimaksudkan bahwa dalam peningkatan profesonalisme tenaga administrasi. kepala sekolah harus mementingkan kerjasama dengan tenaga administasi dan pihak lain yang terkait dalam melaksanakan setiap kegiatan. memberikan Kepala sekolah harus bersikap seluruh demokratis dan dan kesempatan kepada guru tenaga dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program administrasi untuk mengembangkan potensinya secara optimal misalnya melalui penataran. serta berusaha untuk senantiasa mempertanggungjawabkan setiap tindakannya. dan harus senantiasa berusaha menjadi penengah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh guru dan tenaga administrasi yang menjadi bawahannya serta berusaha mengambil keputusan yang dapat memuaskan bagi semua. 22 . Kepala sekolah juga harus mampu menghadapi berbagai persoalan di sekolah. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk mendayagunakan tenaga kependidikan (TAS) melalui kerjasama. sekolah. Kepala sekolah harus mampu bekerja melalui pembantupembantunya (wakil-wakil). berfikir secara analitik dan konseptual. kegiatan MGMP ataupun lokakarya berdasarkan bidangnya masing-masing.dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. misi dan mencapai tujuan. kepala sekolah harus mau dan mampu mendayagunakan seluruh sumber daya sekolah dalam rangka mewujudkan visi.

Ketersediaan sumberdaya tenaga administrasi dalam jumlah yang memadai di sekolah sudah merupakan satu modal besar untuk dapat dikelola secara optimal. kepala sekolah mempunyai kewajiban mengelola staf administrasi untuk mengarahkan. Hal ini terjadi karena proses perekrutan mereka menjadi tenaga administrasi sekolah tidak mengacu kepada pemenuhan Mereka kompetensi diangkat berdasarkan pegawai permendiknas tersebut. Kerangka Pemikiran Kompetensi yang diatur dalam peraturan menteri pendidikan nasional nomor 24 tahun 2008 merupakan kompetensi standar atau kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh tenaga administrasi sekolah.Sebagai manajer. Kenyataan di sekolah-sekolah memperlihatkan banyaknya tenaga administrasi sekolah yang memiliki kompetensi di bawah standar kompetensi yang diharapkan. Kompetensi tenaga administrasi yang belum memenuhi standar dapat dikembangkan menjadi tenaga administrasi yang memenuhi standar melalui pengelolaan dan pembimbingan yang terarah oleh kepala sekolah. Keterlibatan dan partisipasi aktif mereka akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sekolah. Kompetensi tenaga administrasi sekolah harus berkembang mengikuti perubahan dan kemajuan dibidang pendidikan khususnya dan kemajuan dibidang teknologi informasi dan komunikasi umumnya. 5. kepala sekolah juga harus mampu mendorong keterlibatan seluruh komponen sekolah dalam setiap kegiatan sekolah. Akibatnya. memberdayakan. Tingkat kompetensi yang dimiliki tenaga administrasi dalam mengelola administrasi sekolah ikut menentukan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya. pengelolaan administrasi kepegawaian tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sebagai manajer. menggerakkan dan 23 . menjadi administrasi jauh sebelum diterbitkannya permendiknas tersebut.

B. Menyusun instrumen identifikasi kompetensi tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan antara lain adalah sebagai berikut: a. Pelaksanaan tindakan siklus 1 Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan siklus 1 yaitu melakukan pembimbingan tenaga administrasi berdasarkan hasil identifikasi kompetensi yang dianggap rendah atau tidak 24 . 2. c. 1. Mengidentifikasi kompetensi TAS dalam mengelola administrasi kepegawaian melalui pengisian instrumen. Menyusun instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan tindakan siklus 1. d. Uraian di atas menggambarkan pentingnya peran kepala sekolah sebagai manajer dalam mengelola sumberdaya tenaga administrasi guna membantu mengembangkan dan meningkatkan kompetensinya menjadi tenaga administrasi yang memenuhi standar TAS.Memilih tenaga administrasi calon atau guru tenaga yang dapat dalam diberdayakan melakukan membantu kepala sekolah pembimbingan terhadap administrasi berdasarkan kompetensi yang perlu ditingkatkan. dilakukan yang akan penyusunan instrumen-instrumen digunakan pada tahap pelaksanaan tindakan siklus 1. Pada Implementasi Program Rancangan tindakan siklus 1 tahap atau rancangan pengadaan tindakan siklus 1.mengembangkan guna membantu mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan. b.

Pelaksanaan bimbingan dilakukan diwaktu-waktu lowongnya tenaga pembimbing atau saat jam istirahat. Hasil yang di peroleh Berdasarkan analisis hasil pelaksanaan pembimbingan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan siklus 1 melalui pengisian instrumen monev 1 diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1. Pembimbingan dilakukan bersama-sama dengan tenaga administasi dan guru yang sudah ditentukan sebelumnya. Kisaran waktu lowong yang dapat digunakan untuk pembimbingan adalah 30 – 90 menit. Pembimbingan dilakukan selama dua minggu dengan jumlah pertemuan minimal 4 kali pertemuan. siklus 1 Monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan tindakan Pada tahap monev pelaksanaan tindakan siklus 1.memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam permendiknas nomor 24 tahun 2008. Lama pembimbingan setiap pertemuan tergantung dari waktu lowong yang dimiliki oleh pembimbing. tenaga administrasi sekolah yang menjadi peserta pembimbingan melakukan pengisian instrumen monev pelaksanaan tindakan siklus 1. Sebelum melakukan pengisian instrumen diberikan penjelasan tentang cara pengisian instrumen. Rata-rata peningkatan kompetensi tindakan siklus 1 Kompetensi awal (%) 58 Tabel 1 Kompetensi setelah tindakan 1 (%) 68 tingkat Peningkatan kompetensi (%) 10 kompetensi tenaga memperlihatkan administrasi sekolah dalam mengelola administrasi kepegawaian 25 . Dijelaskan pula bahwa apapun yang diisikan tidak mempengaruhi penilaian kinerja mereka. 4. 3.

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan tindakan siklus 2 antara lain adalah sebagai berikut: a. 26 . Pembimbingan dilakukan bersama-sama dengan tenaga administasi dan guru yang sudah ditunjuk sebelumnya. pada rancangan kegiatan siklus 2 akan difokuskan pada usaha pembimbingan pada kompetensi-kompetensi tersebut. b. 6.setelah mengikuti pembimbingan siklus pertama naik dari 58% menjadi 68%. Meminta kembali kesediaan tenaga administrasi atau calon kepala sekolah dalam melakukan guru yang memiliki kompetensi lebih untuk diberdayakan membantu pembimbingan terhadap tenaga administrasi berdasarkan kompetensi yang perlu ditingkatkan. Pembimbingan dilakukan paling lama dua minggu dengan jumlah pertemuan minimal 4 kali pertemuan. Untuk itu. Rancangan tindakan siklus 2 Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan siklus 1 diperoleh bahwa tenaga adminstrasi masih memiliki kompetensi yang rendah pada kompetensi-kompetensi tertentu terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan TIK dalam pengelolaan administrasi kepegawaian. Peningkatan kompetensi sebesar 10% menunjukkan adanya hasil jerih payah calon kepala sekolah sebagai manajer dalam melakukan pembimbingan dan menjalankan tugasnya mengembangkan kompetensi tenaga administrasi sekolah. 5. Pelaksanaan tindakan siklus 2 Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan siklus 2 yaitu melakukan pembimbingan tenaga administrasi berdasarkan pada kompetensi-kompetensi yang masih kurang atau rendah berdasarkan analisis hasil kegiatan monev 1. Menyusun instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan tindakan siklus 2.

Pembimbingan tersebut adalah tugas seorang kepala 27 . Rata-rata peningkatan kompetensi tindakan siklus 2 Kompetensi setelah tindakan 1 (%) 68 Kompetensi setelah tindakan 2 (%) 95 Peningkatan kompetensi (%) 27 Tabel 2 menunjukkan tingkat kompetensi tenaga administrasi sekolah dalam mengelola administrasi kepegawaian setelah mengikuti pembimbingan yang kedua naik dari 68% menjadi 95%. Dijelaskan pula bahwa apapun yang diisikan pada instrumen tersebut tidak akan mempengaruhi penilaian kinerja mereka. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan tindakan siklus 2 Pada tahap monev pelaksanaan tindakan siklus 2. Peningkatan kompetensi tenaga adminstrasi sekolah menunjukkan adanya peningkatan yang drastis yaitu sebesar 27%.Pelaksanaan bimbingan dilakukan diwaktu-waktu lowongnya tenaga pembimbing atau saat jam istirahat siswa yang berkisar 30 – 90 menit . Sebelum melakukan pengisian instrumen diberikan penjelasan tentang cara pengisian instrumen. 8. Peningkatan tersebut merupakan hasil dari usaha pembimbingan yang diberikan kepada tenaga administrasi sekolah yang mengelola administrasi kepegawaian. Kompetensi 95% sudah termasuk kategori kompetensi sangat baik. tenaga administrasi sekolah yang menjadi peserta pembimbingan melakukan pengisian instrumen monev pelaksanaan tindakan siklus 2. Hasil yang di peroleh Berdasarkan analisis hasil pelaksanaan pembimbingan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan siklus 2 melalui pengisian instrumen monev 2 diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 2. 7.

diperoleh rata-rata kemampuan awal TAS adalah 68%. Instrumen-instrumen yang digunakan menggunakan instrumen yang telah digunakan di SMPN 1 Binamu. dilakukan penyusunan atau pengadaan instrumen-instrumen yang akan digunakan pada tahap pelaksanaan yaitu: tindakan. C. 1. b. Pembimbingan dilakukan sebelum atau sesudah melakukan pengkajian-pengkajian. Berdasarkan mengelola hasil pengisian instrumen dua TAS yang administrasi kepegawaian. Rancangan tindakan Pada tahap rancangan tindakan. Instrumen identifikasi kompetensi tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. maka penulis melanjutkan pembimbingan TAS di SMP Negeri Khusus Jeneponto. Kegiatan yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan tindakan adalah mengidentifikasi kompetensi TAS dalam mengelola administrasi kepegawaian. Kegiatan identifikasi diperlukan untuk mengetahui kemampuan awal TAS yang kemudian dijadikan sebagai dasar pembimbingan. Peningkatan Kompetensi Khusus Jeneponto Hasil AKPK di SMP Negeri Untuk lebih meningkatkan kompetensi penulis pada dimensi manajerial melalui pembinaan dan pembimbingan tenaga administrasi sekolah guna meningkatkan kompetensi TAS dalam mengelola administrasi kepegawaian. a.sekolah membina dan mengembangkan kompetensi TAS dalam perannya sebagai manajer di sekolah. Instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan tindakan. Proses pembimbingan dilaksanakan mengikuti pembimbingan TAS di SMPN 1 Binamu. Rata-rata kompetensi TAS masih rendah pada aspek yang berhubungan dengan penyusunan dan 28 .

Sebelum melakukan pengisian instrumen diberikan penjelasan tentang cara pengisian instrumen.penyajian data statistik kepegawaian termasuk penyajian data statistik dengan menggunakan TIK. Monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan tindakan. dari TAS Pelaksanaan yang akan bimbingan dilakukan pada saat kunjungan pengkajian dengan mempertimbangkan ketersediaan waktu dibimbing. Hasil yang di peroleh Berdasarkan analisis hasil pelaksanaan pembimbingan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan melalui pengisian instrumen monev diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3. Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan yaitu melakukan pembimbingan tenaga administrasi berdasarkan hasil identifikasi kompetensi yang dianggap rendah atau tidak memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam permendiknas nomor 24 tahun 2008. Dijelaskan pula bahwa apapun yang diisikan tidak mempengaruhi penilaian kinerja mereka. kadang sebelum atau sesudah melakukan pengkajian. Pada tahap monev pelaksanaan tindakan. Rata-rata peningkatan kompetensi Kompetensi awal (%) 68 Kompetensi setelah tindakan 1 (%) 89 Peningkatan kompetensi (%) 21 29 . Pembimbingan dilakukan selama dua minggu dengan jumlah pertemuan minimal 4 kali pertemuan. Pelaksanaan tindakan. 2. 3. tenaga administrasi sekolah yang menjadi peserta pembimbingan melakukan pengisian instrumen monev pelaksanaan tindakan. 4.

bentuk-bentuk silabus dan RPP. penulis berharap agar dalam penyusunan RK sekolah pada tahun berikutnya dapat dilibatkan secara langsung guna mempraktekkan ilmu yang telah dimiliki. penulis lebih mengerti tentang pengelolaan kurikulum sekolah. Setelah mempelajari Kajian Kurikulum bahan pembelajaran pengelolaan kurikulum kemudian mengkaji pengelolaan kurikulum sekolah tempat magang. Pemahaman penulis tentang penyusunan RK sekolah belum utuh dan sempurna karena belum pernah menyusun RK sekolah secara lengkap. proses penyusunan kurikulum. memaksimalkan kompetensi pengelolaan 30 .Tabel 3 memperlihatkan tingkat kompetensi tenaga administrasi sekolah dalam mengelola administrasi kepegawaian setelah mengikuti pembimbingan naik dari 68% menjadi 89%. Untuk memaksimalkan penguasaan kompetensi penulis tentang penyusunan RKS/RKJM. Peningkatan kompetensi sebesar 21% menunjukkan adanya hasil calon kepala sekolah dan sebagai manajer tugasnya dalam melakukan pembimbingan menjalankan mengembangkan kompetensi tenaga administrasi sekolah. 2. D. 1. kurikulum Untuk sekolah. Penulis merasa belum sepenuhnya mampu menyusun silabus dan RPP yang memuat nilai-nilai karakter bangsa sesuai dengan SK dan KD yang dikembangkan. Kajian Hasil On The Job Learning (OJL) Kajian RKS dan RKJM Setelah mempelajari bahan pembelajaran penyusunan rencana kerja sekolah (RKS) kemudian mengkaji RKS dan RKJM SMPN 1 Binamu dan SMPN Khusus Jeneponto penulis mengerti dan memahami beberapa cara penyusunan RKS dan RKJM diantaranya model RKS/RKJM yang dikembangkan oleh DBE dan RKS/RKJM yang disusun berdasarkan hasil rekomendasi EDS.

3. Kependidikan Setelah mempelajari bahan pembelajaran pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan kemudian mengkaji pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan sekolah tempat magang. 5. penulis berharap ada penilaian atau uji kompetensi bagi guru-guru untuk mengetahui tingkat kompetensinya. Setelah mempelajari Kajian Peserta Didik bahan pembelajaran pengelolaan peserta didik kemudian mengkaji pengelolaan peserta didik 31 .termasuk penyusunan silabus dan RPP yang memuat nilai-nilai karakter. kualifikasi pendidikan. Untuk itu sebagai calon kepala sekolah. 4. Setelah mempelajari Kajian Sarana dan Prasarana bahan pembelajaran pengelolaan Kajian Pendidik dan Tenaga sarana dan prasarana sekolah kemudian mengkaji pengelolaan sarana dan prasarana sekolah tempat magang. penulis akan lebih banyak belajar dan berusaha selalu terlibat secara langsung dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum sekolah. Penulis juga mendapat pemahaman tentang perencanaan pengadaan. penulis mengetahui sumber daya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah magang. Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sekolah magang sebaiknya dapat diidentifikasi dan petakan oleh kepala sekolah untuk menjadi pertimbangan dalam pembagian tugas dan pembinaannya secara berkelanjutan. penulis mengetahui keadaan guru dan pegawai. serta memahami pengaturan pembagian tugasnya masing-masing. Penulis juga memahami kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan setelah mempelajari permendiknas-permendiknas terkait. inventarisasi dan penghapusan sarana prasarana sekolah. pemeliharaan. Standar sarana dan prasarana sekolah menurut permendiknas nomor 24 tahun 2007 harus dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana sekolah.

Pembelajaran Setelah pembelajaran mempelajari kemudian bahan mengkaji pembelajaran pemanfaatn TIK TIK dalam dalam Kajian Pemanfaatan TIK dalam Kajian Pembinaan Tenaga pembelajaran sekolah tempat magang. permendiknas nomor 24 tahun 2008 kemudian mengkaji pembinaan TAS tempat magang. 8. Kompetensi yang belum penulis kuasai adalah pengetahuan tentang bentuk laporan pertanggungjawaban penggunaan keuangan sekolah. penulis berharap dapat mempelajari contoh laporan pertanggungjawaban keuangan suatu sekolah. Setelah mempelajari Kajian Pengelolaan Keuangan bahan pembelajaran pengelolaan keuangan sekolah kemudian mengkaji pengelolaan keuangan sekolah tempat magang. 6. penulis mendapat informasi 32 . penulis mendapat pengetahuan tentang kompetensi TAS yang harus dibina oleh kepala sekolah. Untuk memaksimalkan penguasaan tentang pengelolaan keuangan sekolah secara keseluruhan. Penulis juga mendapat informasi dan pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan pengembangan diri siswa yang dikembangkan berdasarkan bakat.sekolah tempat magang. minat. Untuk mengembangkan penguasaan kompetensi dalam pengelolaan peserta didik. penulis dapat mengetahui sumbersumber keuangan sekolah serta dapat memahami penentuan alokasi pembiayaan sekolah. kreativitas dan kemampuan siswa. Administrasi Sekolah (TAS) Setelah mempelajari bahan pembelajaran pembinaan tenaga administrasi sekolah. penulis memiliki pemahaman tentang perencanaan dan penerimaan peserta didik baru. penulis akan lebih banyak membaca bahan-bahan pembelajaran terkait pengelolaan peserta didik dari berbagai sumber. 7. Penulis juga memperoleh pengetahuan tentang model-model pembinaan TAS.

2.tentang sumber daya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah yang masuk dalam ketegori TIK serta mendapat gambaran kompetensi pendidik (guru) dalam penguasaan TIK terutama komputer. Kajian Monitoring dan Evaluasi Setelah mempelajari bahan pembelajaran monitoring dan evaluasi program sekolah kemudian mengkaji monitoring dan evaluasi sekolah tempat magang. tujuan. Penulis belum mendapatkan dan hasil monitoring sehingga dan evaluasi yang dilaksanakan oleh sekolah magang berdasarkan prinsip-prinsip monitoring evaluasi belum memperoleh pengetahuan yang utuh yaitu paham secara teori dan praktek. Kesimpulan Berdasarkan kerangka pemikiran dan hasil pelaksanaan tindakan kepemimpinan yang dilaksanakan sebanyak dua siklus maka dibuat kesimpulan sebagai berikut: 1. maka penulis berharap agar dapat dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaan monev program-program sekolah dimasa yang akan datang. prinsip dan proses monitoring dan evaluasi (monev) program. 9. Kompetensi tenaga administrasi sekolah dalam mengelola administrasi kepegawaian dapat ditingkatkan 33 . Untuk meningkatkan penguasaan kompetensi penulis dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi program sekolah. Tingkat kompetensi yang dimiliki tenaga administrasi sekolah ikut menentukan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. penulis memahami pengertian. BAB IV PENUTUP A.

Kepala sekolah secara berkala sebaiknya melakukan monitoring evaluasi diri TAS untuk mengidentifikasi tingkat kompetensi mereka sehingga dapat dijadikan dasar untuk melakukan pengembangan kompetensi TAS yang memenuhi standar mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi di bidang pendidikan. B. Dalam usaha meningkatkan kompetensi TAS. 2. 34 . maka terdapat saran-saran yang perlu disampaikan sebagai berikut: 1. kepala sekolah sebaiknya memberdayakan tenaga administrasi lain atau guru yang memiliki kompetensi lebih untuk membantu melakukan pembimbingan terhadap tenaga administrasi yang kompetensinya masih tergolong kategori rendah atau di bawah standar.melalui pembimbingan oleh kepala sekolah dalam kapasitasnya sebagai manajer di sekolah. Saran-saran Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan di atas.

35 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.