validasi dalam industri farmasi

Validasi metoda analisis adalah suatu tindakan penilaian terhadap parameter tertentu, berdasarkan percobaan laboratorium, untuk membuktikan bahwa

parameter tersebut memenuhi persyaratan untuk penggunaannya (Harmita , 2004). Validasi metode menurut United State Pharmacopeia (USP) dilakukan untuk menjamin bahwa metode analisis akurat, spesifik, reprodusibel, dan tahan pada kisaran analit yang akan dianalisis (Gandjar dan Rohman, 2009). Suatu metode analisis harus divalidasi untuk melakukan verifikasi bahwa parameterparameter kinerjanya cukup mampu untuk mengatasi problem analisi, karenanya suatu metode harus divalidasi, ketika:
 

Metode baru dikembangkan untuk mengatasi problem analisis tertentu. Metode yang sudah baku direvisi untuk menyesuaikan perkembangan atau karena munculnya suatu problem yang mengarahkan bahwa metode baku tersebut harus direvisi.

Penjaminan mutu yang mengindikasikan bahwa metode baku telah berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Metode baku digunakan di laboratorium yang berbeda, dikerjakan oleh analis yang berbeda, atau dikerjakan dengan alat yang berbeda.

Untuk mendemonstrasikan kesetaraan antar 2 metode, seperti antara metode barudan metode baku Menurut USP, ada 8 langkah dalam validasi metode analisis yakni :

1. Presisi, Merupakan ukuran keterulangan metode analisis dan biasanyua diekspresikan sebagai simpangan baku relatif dari jumlah sampelyang berbeda signifikan secara statistik.

Batas kuantifikasi. Kesesuaian sistem. 7. Selain itu tujuan dari validasi metode yaitu untuk : a. Akurasi. Kisaran. presisi. Merupakan suatu langkah untuk menyesuaikan sistem yang digunakan dengan analit yang akan diuji. nilai sebenarnya. Batas deteksi. Merupakan tingkat reprodusibilitas hasil yang diperoleh dibawah kondisi yang bermacam-macam yang diekspresikan sebagai persen standar deviasi relatif. atau nilai rujukan. Lineritas. dan lain-lain. akurasi. ada dua tambahan langkah validasi yaitu : 1. Sememtara itu menurt ICH. b. 6. dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. batas deteksi. Ketahanan. 5. dan lineritas yang mencukupi. produk degrafasi. Hasil analisis menunjukkan kesesuaian dengan tujuan pengujian. Didefinisikan sebagai konsentrasi analit terendah dalam sampel yang masih dapat dideteksi. 2. Merupakan ketelitian metode analisis atau lkedekatan antara nilai terukur dengan nilai yang diterima baikkonvensi. Dalam hal ini suatu metode analisa perlu divalidasi apabila : . Didefinisikan sebagai konsentrasi terendah dan tertinggi yang mana suatu metode analisis menunjukan akurasi. 3. 4. Merupakan kapasitas metode untuk tetap tidak terpengaruh boleh adanya variasi parameter metode yang kecil. Kekasaran. meskipun tidak selalu dapat dikuantifikasi. Menentukan batas suatu metode misalnya presisi. c. Tujuan memvalidasi metode adalah untuk mengetahui sejauh mana penyimpangan yang tidak dapat dihindari dari suatu metode pada kondisi normal dimana seluruh elemen terkait telah dilaksanakan dengan baik dan benar. Hasil analisis absah/valid. Merupakan kemampuan suatu metode untuk memperoleh hasilhasil yang secara uji langsung proporsional dengan konsentrasi analit pada kisaran yang diberikan. pengaruh matriks. kepekaan. Spesifisitas.2. Spesifisitas adalah kemampuan untuk mengukur analit yang dituju secara tepat dan spesifik dengan adanya komponen-komponen lain dalam matriks sampel seperti ketidakmurnian. 8. Didefinisikan sebagai konsentrasi analit terendah dalam sampel yang dapat ditentukan dengan presisi dan akurasi yang dapat diterima pada kondisi operasional metode yang digunakan. dan komponen matriks.

Apabila protap belum tersedia maka harus dibuat terlebih dahulu. validasi pembersihan. . biasanya tidak perlu dilakukan validasi. senantiasa mencapai hasil yang diinginkan secara konsisten (terus-menerus). ASTM. Protap tersebut bisa dibuat oleh bagian pengawasan mutu. baru divalidasi. Sedangkan untuk metode yang memang telah tersedia dan baku (misal dari AOAC. hasil quality kontrol menunjukkan bahwa metode yang sudah rutin tersebut berubah terhadap waktu. Validasi Metode Analisa Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa semua metode analisa (cara/prosedur pengujian) yang digunakan dalam pengujian maupun pengawasan mutu. Seluruh kegiatan validasi hendaklah direncanakan. Cakupan (ruang lingkup): Validasi metode analisa dilakukan untuk semua metoda analisa yang digunakan untuk pengawasan kegiatan produksi. namun hanya verifikasi. validasi proses produksi. dan lainnya). Validasi CPOB mensyaratkan industri farmasi untuk mengidentifikasi validasi yang perlu dilakukan sebagai bukti pengendalian terhadap aspek kritis dari kegiatan yang dilakukan. metode yang selama ini sudah rutin direvisi untuk suatu pengembangan atau diperluas untuk memecahkan suatu permasalahan analisa yang baru. a. Validasi biasanya diperuntukkan untuk metode analisa yang baru dibuat dan dikembangkan. metode rutin yang digunakan di laboratorium yang berbeda atau dilakukan dengan peralatan yang berbeda.    suatu metode tersebut harus dikembangkan untuk suatu permasalahan yang khusus. namun metode tersebut baru pertama kali akan digunakan di laboratorium tertentu. Dalam validasi metode analisa yang diuji atau divalidasi adalah Protap atau Prosedur Tetap pengujian yang bersangkutan. validasi proses pengemasan. Dilakukan dengan semua peralatan yang telah dikalibrasi dan diuji kesesuaian sistemnya (alat atau sistem sudah dikualifikasi). Jenis – jenis validasi meliputi validasi metoda analisa. Menggunakan bahan baku pembanding yang sudah dibakukan atau disimpan ditempat yang sesuai. Tahapan verifikasi mirip dengan validasi hanya saja parameter yang dilakukan tidak selengkap validasi.

c. Validasi Proses Produksi Tujuannya adalah: Untuk memberikan dokumentasi secara tertulis bahwa prosedur produksi yang berlaku dan digunakan dalam proses produksi rutin (batch processing record). Mengidentifikasi dan mengurangi masalah yang terjadi selama proses produksi dan memperkecil kemungkinan terjadinya proses ulang. Cara pembersihan menghasilkan tingkat kebersihan yang telah ditetapkan.b. secara konsisten. Proses pengemasan yang dilakukan. Operator yang melakukan proses pengemasan kompeten serta mengikuti prosedur pengemasan yang telah ditentukan. kadar kontaminan. mengikuti prosedur pembersihan dan peralatan pembersihan yang telah ditentukan. tidak terjadi peristiwa mix-up (campur baur) antar produk maupun antar bets. Operator yang melakukan pembersihan kompeten. Validasi Proses Pengemasan Tujuannya adalah: Memberikan dokumentasi secara tertulis bahwa prosedur pengemasan yang berlaku dan digunakan dalam proses pengemasan rutin (batch packaging record) sesuai dengan persyaratan rekonsiliasi yang telah ditentukan. dan sebagainya. senantiasa mencapai hasil yang diinginkan secara terusmenerus. Peralatan/mesin yang dibersihkan tidak terdapat pengaruh yang negatif karena efek pembersihan. d. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses produksi. misalnya sisa residu. . Validasi Pembersihan Tujuannya adalah: Memberikan dokumentasi secara tertulis bahwa prosedur pembersihan yang berlaku dan digunakan sudah tepat dan dapat dilakukan berulang-ulang (reliable and reproducible).