P. 1
Kalkulus

Kalkulus

|Views: 14|Likes:
Published by Andre Pradnya

More info:

Categories:Types, Maps
Published by: Andre Pradnya on Sep 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2013

pdf

text

original

Kalkulus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Kalkulus (Bahasa Latin: calculus, artinya "batu kecil", untuk menghitung) adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan deret takterhingga. Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometri adalah ilmu mengenai bentuk dan aljabar adalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan serta aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasi yang luas dalam bidang-bidang sains, ekonomi, dan teknik; serta dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan aljabar elementer. Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensial dan kalkulus integral yang saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus adalah pintu gerbang menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi, yang khusus mempelajari fungsi dan limit, yang secara umum dinamakan analisis matematika.
o

Sir Isaac Newton adalah salah seorang penemu dan kontributor kalkulus yang terkenal.

Perkembangan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah kalkulus Sejarah perkembangan kalkulus bisa ditilik pada beberapa periode zaman, yaitu zaman kuno, zaman pertengahan, dan zaman modern. Pada periode zaman kuno, beberapa

[5] Pada abad ke-12. Leibniz dan Newton mendorong pemikiran-pemikiran ini bersama sebagai sebuah kesatuan dan kedua orang ilmuwan tersebut dianggap sebagai penemu kalkulus secara terpisah dalam waktu yang hampir bersamaan.pemikiran tentang kalkulus integral telah muncul. 1800 SM) di mana orang Mesir menghitung volume piramida terpancung[1]. matematikawan Irak Ibn al-Haytham (Alhazen) menjadi orang pertama yang menurunkan rumus perhitungan hasil jumlah pangkat empat.[2] Pada zaman pertengahan.[3] Persamaan ini kemudian mengantar Bhāskara II pada abad ke-12 untuk mengembangkan bentuk awal turunan yang mewakili perubahan yang sangat kecil takterhingga dan menjelaskan bentuk awal dari "Teorema Rolle". Di Eropa. beberapa matematikawan seperti John Wallis dan Isaac Barrow memberikan terobosan dalam kalkulus. [6] Pada abad ke-14.[8][9][10] Pada zaman modern. Madhava. penemuan independen terjadi pada awal abad ke-17 di Jepang oleh matematikawan seperti Seki Kowa. bersama dengan matematikawan-astronom dari mazhab astronomi dan matematika Kerala. Gottfried Wilhelm Leibniz pada awalnya dituduh menjiplak dari hasil kerja Sir Isaac Newton yang tidak dipublikasikan. Newton mengaplikasikan kalkulus secara umum ke . tetapi tidak dikembangkan dengan baik dan sistematis. Archimedes mengembangkan pemikiran ini lebih jauh dan menciptakan heuristik yang menyerupai kalkulus integral. James Gregory membuktikan sebuah kasus khusus dari teorema dasar kalkulus pada tahun 1668. matematikawan India. namun sekarang dianggap sebagai kontributor kalkulus yang hasil kerjanya dilakukan secara terpisah. menggunakan konsep kecil takterhingga pada tahun 499 dan mengekspresikan masalah astronomi dalam bentuk persamaan diferensial dasar. sebuah hasil yang penting dalam kalkulus diferensial.[4] Sekitar tahun 1000. yang dituliskan dalam teks Yuktibhasa. menjelaskan kasus khusus dari deret Taylor[7]. seorang Persia Sharaf al-Din al-Tusi menemukan turunan dari fungsi kubik. Aryabhata. Perhitungan volume dan luas yang merupakan fungsi utama dari kalkulus integral bisa ditelusuri kembali pada Papirus Moskwa Mesir (c. dan dengan menggunakan induksi matematika. dia mengembangkan suatu metode untuk menurunkan rumus umum dari hasil pangkat integral yang sangat penting terhadap perkembangan kalkulus integral.

baik Newton dan Leibniz diberikan penghargaan dalam mengembangkan kalkulus secara terpisah. Persia. yang sering dipinjamkan Newton kepada beberapa anggota dari Royal Society. Tiongkok. tetapi Leibniz yang pertama kali mempublikasikannya. kemiringan suatu kurva. banyak matematikawan yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan lebih lanjut dari kalkulus. waktu. Sekarang. Hasil kerja mereka kemudian memberikan pengaruh yang kuat terhadap perkembangan fisika. Aplikasi kalkulus diferensial meliputi perhitungan kecepatan dan percepatan. dan Jepang. Kalkulus menjadi topik yang sangat umum di SMA dan universitas zaman modern. Sejak itu. para matematikawan dan filsuf berusaha memecahkan paradoks yang meliputi pembagian bilangan dengan nol ataupun jumlah dari deret takterhingga. dan gerak. Aplikasi lebih jauh meliputi deret pangkat dan deret Fourier. Newton menuduh Leibniz mencuri pemikirannya dari catatan-catatan yang tidak dipublikasikan. pusat massa. panjang busur.[11] Pengaruh penting Walau beberapa konsep kalkulus telah dikembangkan terlebih dahulu di Mesir. sedangkan Newton menamakannya "The science of fluxions". Adalah Leibniz yang memberikan nama kepada ilmu cabang matematika ini sebagai kalkulus. India. Prinsip-prinsip dasar Limit dan kecil tak terhingga . volume. penggunaaan kalkulus modern dimulai di Eropa pada abad ke-17 sewaktu Isaac Newton dan Gottfried Wilhelm Leibniz mengembangkan prinsip dasar kalkulus. yang kemudian berhasil memecahkan paradoks tersebut. Kalkulus juga digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih rinci mengenai ruang. Yunani. Kalkulus memberikan solusi.bidang fisika sementara Leibniz mengembangkan notasi-notasi kalkulus yang banyak digunakan sekarang. timbul kontroversi di antara matematikawan tentang mana yang lebih pantas untuk menerima penghargaan terhadap kerja mereka. Pemeriksaan secara terperinci menunjukkan bahwa keduanya bekerja secara terpisah. Ketika Newton dan Leibniz mempublikasikan hasil mereka untuk pertama kali. dan optimalisasi. dan tekanan. Seorang filsuf Yunani kuno memberikan beberapa contoh terkenal seperti paradoks Zeno. Selama berabad-abad. Iraq. Matematikawan seluruh dunia terus memberikan kontribusi terhadap perkembangan kalkulus. kerja. dengan Leibniz memulai dari integral dan Newton dari turunan. terutama di bidang limit dan deret takterhingga. Aplikasi dari kalkulus integral meliputi perhitungan luas. Newton menurunkan hasil kerjanya terlebih dahulu.

kalkulus adalah sekumpulan teknik untuk memanipulasi kecil tak terhingga. dan bilangan real positif apapun. Dari sudut pandang ini. terdapat bilangan δ > 0 yang berkoresponden dengannya sedemikian rupanya untuk setiap x: . ⅓. adalah sangat kecil. dengan kata lain kecil tak terhingga tidak memenuhi properti Archimedes. sebaliknya ia digantikan oleh konsep limit. terdapat bilangan δ > 0. ½. Dari sudut pandang ini.Artikel utama untuk bagian ini adalah: Limit Definisi limit: kita katakan bahwa limit f(x) ketika x mendekati titik p adalah L apabila untuk setiap bilangan ε > 0 apapun. Limit menjelaskan nilai suatu fungsi pada nilai input tertentu dengan hasil dari nilai input terdekat. Sebuah bilangan dx yang kecilnya tak terhingga dapat lebih besar daripada 0. definisi limit suatu fungsi adalah: Diberikan fungsi f(x) yang terdefinisikan pada interval di sekitar p. yang dapat diperlakukan sebagai angka. sedemikian rupanya: Kalkulus pada umumnya dikembangkan dengan memanipulasi sejumlah kuantitas yang sangat kecil. namun lebih kecil daripada bilangan apapun pada deret 1. Secara cermat. Kita mengatakan bahwa limit f(x) ketika x mendekati p adalah L. konsep kecil tak terhingga ini ditinggalkan karena tidak cukup cermat.. untuk setiap bilangan ε > 0. dan menuliskan: jika. Objek ini.. terkecuali mungkin pada p itu sendiri. kalkulus adalah sekumpulan teknik memanipulasi limit-limit tertentu. . Pada abad ke-19. Setiap perkalian dengan kecil tak terhingga (infinitesimal) tetaplah kecil tak terhingga.

kita sebut ƒ terdiferensialkan. Jika ƒ′ eksis pada titik x tertentu.Turunan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Turunan Grafik fungsi turunan. Secara matematis. maka definisi turunan di atas dapat pula kita tulis sebagai: . Apabila z = x + h. turunan fungsi ƒ(x) terhadap variabel x adalah ƒ′ yang nilainya pada titik x adalah: . Turunan dari suatu fungsi mewakili perubahan yang sangat kecil dari fungsi tersebut terhadap variabelnya. Proses menemukan turunan dari suatu fungsi disebut sebagai pendiferensialan ataupun diferensiasi. dan h mendekati 0 jika dan hanya jika z mendekati x. h = x . kita katakan bahwa ƒ terdiferensialkan (memiliki turunan) pada x. dan jika ƒ′ eksis di setiap titik pada domain ƒ.z. dengan syarat limit tersebut eksis.

Perhatikan bahwa ekspresi pada definisi turunan di atas merupakan gradien dari garis sekan yang melewati titik (x.9): Ilmu yang mempelajari definisi. properti.ƒ(x)) dan (x+h. Hal ini berarti pula garis singgung suatu kurva merupakan limit dari garis sekan. Turunan f'(x) sebuah kurva pada sebuah titik adalah kemiringan dari garis singgung yang menyinggung kurva pada titik tersebut. maka kita akan mendapatkan kemiringan dari garis singgung yang menyinggung kurva ƒ(x) pada titik x. Apabila kita mengambil limit h mendekati 0. f(x)). demikian pulanya turunan dari suatu fungsi ƒ(x) merupakan gradien dari fungsi tersebut.ƒ(x)) pada kurva ƒ(x). Sebagai contoh.Garis singgung pada (x. dan aplikasi dari turunan atau kemiringan dari sebuah grafik disebut kalkulus diferensial . untuk menemukan gradien dari fungsi f(x) = x2 pada titik (3.

Ia sering digunakan terutama ketika hubungan antar y = ƒ(x) dipandang sebagai hubungan fungsional antara variabel bebas dengan variabel terikat. meliputi notasi Leibniz. Turunan dari fungsi tersebut terhadap x ditulis sebagai:   ataupun   Notasi Lagrange diperkenalkan oleh Joseph Louis Lagrange dan merupakan notasi yang paling sering digunakan. maka mewakili turunan y terhadap t. menempatkan titik di atas fungsi untuk menandakan turunan. notasi Newton. Notasi ini hampir secara eksklusif digunakan untuk melambangkan turunan terhadap waktu. notasi Lagrange. Notasi Leibniz diperkenalkan oleh Gottfried Leibniz dan merupakan salah satu notasi yang paling awal digunakan. Notasi Newton. Apabila y = ƒ(t). Dalam notasi ini. Notasi pendiferensialan Terdapat berbagai macam notasi matematika yang dapat digunakan digunakan untuk menyatakan turunan. Notasi Euler menggunakan operator diferensial D yang diterapkan pada fungsi ƒ untuk memberikan turunan pertamanya Df. Turunan dari kurva f(x) di suatu titik adalah kemiringan dari garis singgung yang menyinggung kurva pada titik tersebut.Garis singgung sebagai limit dari garis sekan. juga disebut sebagai notasi titik. Notasi ini sering terlihat dalam bidang fisika dan bidang matematika yang berhubungan dengan fisika. Notasi Euler kemudian ditulis sebagai: . Kemiringan ini ditentukan dengan memakai nilai limit dari kemiringan garis sekan. dan notasi Euler. maka sering kali x dilekatkan pada D untuk mengklarifikasikan keterbebasan variabel x. turunan fungsi ƒ(x) ditulis sebagai ƒ′(x) ataupun hanya ƒ′. Apabila y = ƒ(x) adalah variabel terikat.

integral tertentu: . yaitu: integral tertentu dan integral tak tentu. b] pada garis real. sumbu-x. . Notasi Euler ini sering digunakan dalam menyelesaikan persamaan diferensial linear.  atau   . Integral merupakan suatu objek matematika yang dapat diinterpretasikan sebagai luas wilayah ataupun generalisasi suatu wilayah. dan garis vertikal x = a dan x = b. antara dua titik a dan b. Integral tertentu Diberikan suatu fungsi ƒ bervariabel real x dan interval antara [a. Integral dibagi menjadi dua. Notasi matematika yang digunakan untuk menyatakan integral adalah yang berarti penjumlahan). Proses menemukan integral suatu fungsi disebut sebagai pengintegralan ataupun integrasi. Notasi Leibniz Notasi Lagrange Notasi Newton Notasi Euler Turunan ƒ(x) terhadap x ƒ′(x) dengan y = ƒ(x) Integral Artikel utama untuk bagian ini adalah: Integral Integral dapat dianggap sebagai perhitungan luas daerah di bawah kurva ƒ(x). seperti huruf S yang memanjang (S singkatan dari "Sum" secara informal didefinisikan sebagai luas wilayah pada bidang xy yang dibatasi oleh kurva grafik ƒ.

b]. dan kita memilih sejumlah n-1 titik {x1.b] dapat kita bagi menjadi banyak subinterval yang lebarnya tidak perlu sama.b].x1] kita nyatakan sebagai Δx1.xi .. demikian pula lebar subinterval ke-i kita nyatakan sebagai Δxi = xi . Lebar subinterval pertama [x0.. Apabila kita menghitung luas tiap-tiap batangan tersebut dengan mengalikan ƒ(ti)· Δxi dan menjumlahkan keseluruhan luas daerah batangan tersebut. Terdapat berbagai jenis pendefinisian formal integral tertentu. namun yang paling umumnya digunakan adalah definisi integral Riemann.b]. interval [a.b]. kita akan dapatkan: Penjumlahan Sp disebut sebagai penjumlahan Riemann untuk ƒ pada interval [a. x2. Apabila kita mengambil limit dari norma partisi mendekati nol.1} antara a dengan b sehingga memenuhi hubungan: Himpunan tersebut kita sebut sebagai partisi [a. Misalkanlah kita hendak mencari luas daerah yang dibatasi oleh fungsi ƒ pada interval tertutup [a.. ƒ(ti)) pada kurva. Integral Rieman didefinisikan sebagai limit dari penjumlahan Riemann.Pada notasi integral di atas: a adalah batas bawah dan b adalah batas atas yang menentukan domain pengintegralan.. . hasil penjumlahan Riemann ini akan semakin mendekati nilai luas daerah yang kita inginkan. Seiring dengan semakin banyaknya subinterval dan semakin sempitnya lebar subinterval yang diambil. Dalam mencari luas daerah tersebut. xn . Perhatikan bahwa semakin kecil subinterval partisi yang kita ambil. Maka pada tiap-tiap subinterval akan terdapat batangan persegi panjang yang lebarnya sebesar Δx dan tingginya berawal dari sumbu x sampai menyentuh titik (ti.b] menjadi sejumlah n subinterval . ƒ adalah integran yang akan dievaluasi terhadap x pada interval [a. maka kita akan mendapatkan luas daerah tersebut.1. x3. Pada tiap-tiap subinterval inilah kita pilih suatu titik sembarang dan pada subinterval ke-i tersebut kita memilih titik sembarang ti. yang membagi [a. luas keseluruhan batangan akan semakin mendekati luas daerah di bawah kurva. dan dx adalah variabel pengintegralan.

Secara cermat.b] dengan dan pilihan ti apapun pada [xk . ti]. b>0. maka perhitungan integral tertentu sebagai limit dari penjumlahan Riemannnya adalah Pemilihan partisi ataupun titik ti secara sembarang akan menghasilkan nilai yang sama sepanjang norma partisi tersebut mendekati nol. Kita katakan bahwa bilangan I adalah integral tertentu ƒ di sepanjang [a.b]. apabila kita hendak menghitung integral tertentu .b] dan bahwa I adalah limit dari penjumlahan Riemann apabila kondisi berikut dipenuhi: Untuk setiap bilangan ε > 0 apapun terdapat sebuah bilangan δ > 0 yang berkorespondensi dengannya sedemikian rupanya untuk setiap partisi di sepanjang [a. definisi integral tertentu sebagai limit dari penjumlahan Riemann adalah: Diberikan ƒ(x) sebagai fungsi yang terdefinisikan pada interval tertutup [a. maka lebar Δx = (b-a)/n. kita dapatkan Secara matematis dapat kita tuliskan: Apabila tiap-tiap partisi mempunyai sejumlah n subinterval yang sama. sehingga persamaan di atas dapat pula kita tulis sebagai: Limit ini selalu diambil ketika norma partisi mendekati nol dan jumlah subinterval yang ada mendekati tak terhingga banyaknya.1. Apabila kita memilih partisi P membagi- . Contoh Sebagai contohnya.b]. yakni mencari luas daerah A dibawah kurva y=x pada interval [0.

teorema dasar kalkulus (lihat bagian bawah) menyatakan bahwa integral tertentu sebuah fungsi kontinu dapat dihitung dengan mudah apabila kita dapat mencari antiturunan/antiderivatif fungsi tersebut.0)/n = b/n dan titik t'i yang dipilih adalah titik akhir kiri setiap subinterval. sehingga: Seiring dengan n mendekati tak terhingga dan norma partisi didapatkan: mendekati 0. Teorema dasar kalkulus (lihat bagian bawah) memberikan cara yang lebih praktis dalam mencari nilai integral tertentu. yang diasosiasikan dengan partisi interval tertutup yang norma partisinya mendekati nol. Keseluruhan himpunan antiturunan/antiderivatif sebuah fungsi ƒ adalah integral tak tentu ataupun primitif dari ƒ terhadap x dan dituliskan secara matematis sebagai: . maka Dalam prakteknya. penerapan definisi integral tertentu dalam mencari nilai integral tertentu tersebut jarang sekali digunakan karena tidak praktis.b] menjadi n subinterval yang berlebar sama Δx = (b .bagi interval [0. Integral tak tentu Manakala integral tertentu adalah sebuah bilangan yang besarnya ditentukan dengan mengambil limit penjumlahan Riemann. partisi yang kita dapatkan adalah: dan .

b] dan jika F adalah fungsi yang mana turunannya adalah f pada interval (a. Teorema dasar kalkulus menyatakan: Jika sebuah fungsi f adalah kontinu pada interval [a. teorema ini menghubungkan nilai dari anti derivatif dengan integral tertentu. Lebih tepatnya. teorema dasar kalkulus memberikan cara yang praktis dalam menghitung integral tertentu. Misalkan terdapat sebuah fungsi f(x) = x2. Karena lebih mudah menghitung sebuah anti derivatif daripada menerapkan definisi integral tertentu.b). daripada menggunakan definisi integral tertentu sebagai limit dari penjumlahan Riemann (lihat . maka integral tak tentu ataupun antiturunan dari fungsi tersebut adalah: Perhatikan bahwa integral tertentu berbeda dengan integral tak tentu. Integral tertentu dalam bentuk adalah sebuah bilangan. Teorema dasar Artikel utama untuk bagian ini adalah: Teorema dasar kalkulus Teorema dasar kalkulus menyatakan bahwa turunan dan integral adalah dua operasi yang saling berlawanan. maka Lebih lanjut.b). manakala integral tak tentu : adalah sebuah fungsi yang memiliki tambahan konstanta sembarang C. Sebagai contohnya apabila kita hendak menghitung nilai integral .di mana Ekspresi F(x) + C adalah antiderivatif umum ƒ dan C adalah konstanta sembarang. untuk setiap x di interval (a.

bagian atas). teknik. maka kita akan dapatkan: Perhatikan bahwa hasil yang kita dapatkan dengan menggunakan teorema dasar kalkulus ini adalah sama dengan hasil yang kita dapatkan dengan menerapkan definisi integral tertentu (lihat bagian atas). Kalkulus digunakan di setiap cabang sains fisik. sesuai dengan teorema dasar kalkulus. b>0. ekonomi. Aplikasi Pola spiral logaritma cangkang Nautilus adalah contoh klasik untuk menggambarkan perkembangan dan perubahan yang berkaitan dengan kalkulus. dan di bidang-bidang lainnya. teorema dasar kalkulus sering digunakan untuk mencari nilai integral tertentu. dan total energi dari sebuah objek dapat ditentukan dengan menggunakan kalkulus. statistik. bisnis. nilai dari integral tertentu adalah: Apabila kita hendak mencari luas daerah A dibawah kurva y=x pada interval [0. sains komputer. Setiap konsep di mekanika klasik saling berhubungan melalui kalkulus. . Massa dari sebuah benda dengan massa jenis yang tidak diketahui. momen inersia dari suatu objek. kedokteran. Oleh karena lebih praktis. Anti derivatif dari fungsi adalah . kependudukan. Oleh sebab itu.b]. kita dapat menggunakan teorema dasar kalkulus dalam menghitung nilai integral tersebut.

Dalam subdisiplin listrik dan magnetisme. kalkulus dapat digunakan untuk mencari total fluks dari sebuah medan elektromagnetik . Contoh historis lainnya adalah penggunaan kalkulus di hukum gerak Newton. dinyatakan sebagai laju perubahan yang merujuk pada turunan: Laju perubahan momentum dari sebuah benda adalah sama dengan resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut dengan arah yang sama. Bahkan rumus umum dari hukum kedua Newton: Gaya = Massa × Percepatan. Teori elektromagnetik Maxwell dan teori relativitas Einstein juga dirumuskan menggunakan kalkulus diferensial. . menggunakan perumusan kalkulus diferensial karena percepatan bisa dinyatakan sebagai turunan dari kecepatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->