P. 1
Laporan Pendahuluan Ulkus Dm

Laporan Pendahuluan Ulkus Dm

|Views: 1,224|Likes:
Published by Furu Furi Furong

More info:

Published by: Furu Furi Furong on Sep 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN PADA Ny.

S DENGAN DIAGNOSA MEDIS ULKUS PADA DM

Disusun Oleh : PRACITA ROHMAYANA 32-075-07-1-2011

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XIX FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2011/2012

Diabetes mellitus tipe 1 disebabkan karena terjadinya destruksi sel beta. 2000 ). diabetes mellitus tipe 2. 1998 . gangguan primer terletak pada metabolisme karbohidrat yang biasanya disertai juga gangguan metabolism lemak dan protein ( Askandar. Tipe 1Diabetes Mellitustergantung insulin (Insulin Dependent Diabetes Mellitus) 2. Adanya kuman saprofit tersebut menyebabkan ulkusberbau. 2001: 543). 2006). 2006).A. (Andyagreeni. 4. Diabetes MellitusGestasional (GestasionalDiabetes Mellitus). KLASIFIKASI Klasifikasi Diabetes yang utama menurut Smeltzer dan Bare (2001:1220). 2010). adalah sebagai berikut : 1. diabetes mellitus tipe lain. sebagai akibat dari kuranganya insulin efektif di dalam tubuh. Kadar LDL yang tinggi memainkan peranan penting untuk terjadinya Ulkus Uiabetik untuk terjadinya Ulkus Diabetik melalui pembentukan plak atherosklerosis pada dinding pembuluh darah. (Andyagreeni. Ulkus kaki Diabetes(UKD) merupakan komplikasi yang berkaitan dengan morbiditas akibatDiabetes Mellitus. PERKENI. mortalitas serta kecacatan penderit Diabetes. Ulkus Diabetik merupakan komplikasi kronik dariDiabetes Melllitus sebagai sebab utama morbiditas. Tipe IIDiabetes mellitustidak tergantung insulin (Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus) 3. Ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lender dan ulkus adalah kematian jaringan yang luas dan disertai invasif kuman saprofit. 2010). UlkuskakiDiabetesmerupakan komplikasi serius akibatDiabetes. Diabetes mellitus merupakan penyakit gangguan sistemik yang ditandai dengan hiperglikemia karena glukosa beredar dalam sirkulasi darah dan tidak seluruhnya masuk ke dalam sel karena insulin yang membantu masuknya glukosa ke dalam sel terganggu sekresinya. dengan tanda-tanda hiperglikemia dan glukosuria. B.ulkus diabetikum juga merupakan salah satu gejala klinik dan perjalanan penyakit DM denganneuropati perifer. (zaidah 2005). glukosa diperlukan dalam metabolisme seluler dalam proses pembentukan energi. disertai dengan atau tidak adanya gejala klinik akut ataupun kronik. Diabetes mellitusadalah penyakit hiperglikemia yang ditandai oleh ketiadaan absolut insulin atau insensitifitas sel terhadap insulin (Corwin. PENGERTIAN Diabetes Mellitus (DM)adalah penyakit metabolik yang kebanyakan herediter. yang membagi klasifikasi diabetes mellitus menjadi 4 kelompok yaitu diabetes mellitus tipe 1. dan diabetes mellitus gestasional (Shahab. Secara garis besar diabetes mellitus terkait dengan supply dan demand insulin berdasarkan kualitas dan kuantitas dari insulin itu sendiri (Erma n. Diabetes Mellitusyang berhubungan dengan sindrom lainnya. Klasifikasi Diabetes Mellitus menurut PERKENI (2006) adalah yang sesuai dengan anjuran klasifikasi diabetes mellitus American Diabetes Association (ADA) . .

Diabetes Tipe II  Usia.  Faktor lingkunngan. sehingga akan mengalami trauma tanpa terasa yang mengakibatkan terjadinya ulkuspada kaki gangguan motorik juga akan mengakibatkan terjadinya atrofi pada otot kaki sehingga merubah titik tumpu yang menyebabkan ulsestrasi pada kaki klien. b. 2006). Diabetes mellitus tipe 2 bervariasi mulai dari yang dominan resistensi insulin disertai defesiensi insulin relative. neuropati dan infeksi.(Askandar 2001 .  Kelompok genetik. 1993) infeksi sering merupakan komplikasi yang menyertaiUlkus Diabetikumakibat berkurangnya aliran darah atau neuropati. metabolik. Faktor ekstrogen a. Neuropati diabetik. Genetik.  Obesitas. Apabila sumbatan darah terjadi pada pembuluh darah yang lebih besar maka penderita akan merasa sakit pada tungkainya sesudah ia berjalan pada jarak tertentu.  Faktor imunologi. c. 2006). 2. Adanya angiopati tersebut akan menyebabkan terjadinya penurunan asupan nutrisi. penyebab dari diabetes mellitus adalah: 1. sampai yang terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulin (Shahab. Faktor-faktor yang berpengaruh atas terjadinya ulkus diabetikum dibagi menjadi faktor endogen dan ekstrogen. Trauma. Angiopati diabetik. Infeksi. Diabetes Tipe I  Faktor genetik.umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolute seperti autoimun (melalui proses imunologik) dan idiopatik (Shahab. c.adanya neuropati perifer akan menyebabkan hilang atau menurunnya sensai nyeri pada kaki. sehingga faktor angipati dan infeksi berpengaruh terhadap penyembuhan Ulkus Diabetikum. 1.  Riwayat keluarga. 2. oksigen serta antibiotika sehingga menyebabkan terjadinya luka yang sukar sembuh (Levin. b. C. ETIOLOGI Menurut Smeltzer dan Bare (2001: 1224). Faktor endogen a. Faktor utama yang berperan pada timbulnyaulkus Diabetikumadalah angipati. Obat.

 Kulit terasa panas.  Banyak kencing.  Paleness(kepucatan). Proses mikroangipati menyebabkan sumbatan pembuluh darah.  Mudah mengantuk. yaitu:  Banyak makan (poliphagia). Bila keadaan tersebut tidak sege ra diobati.  Mata kabur. mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun sampai saat tertentu. atau dengan bayi be rat lahir lebih dari 4 kg Ulkus Diabetikumakibat mikriangiopatik disebut juga ulkuspanas walaupun nekrosis. atau seperti tertusuk-tusuk jarum. akan timbul rasa mual.  Gigi mudah goyah dan mudah lepas kemampuan seksual menurun.  Capai.  Rasa tebal di kulit. TANDA dan GEJALA Gejala dan tanda-tanda DM dapat digolongkan menjadi gejala akut dan gejala kronik. Pada permulaan gejala yang ditunjukkan meliputi serba banyak (Poli). sedangkan secara akut emboli memberikan gejala klinis 5 P yaitu :  Pain(nyeri). Gejala Kronik Diabetes mellitus Gejala kronik yang sering dialami oleh penderita Diabetes mellitus adalah sebagai berikut:  Kesemutan. akan timbul gejala:  Banyak minum. .  Para ibu hamil sering mengalami keguguran atau kematian janin dalam kandungan. Gejala Akut Penyakit Diabetes mellitus Gejala penyakit DM dari satu pender ita ke penderita lain bervariasi bahkan. daerah akral itu tampak merah dan terasa hangat oleh peradangan dan biasanya teraba pulsasi arteri dibagian distal .  Mudah lelah.  Banyak kencing (poliuria).  Nafsu makan mulai berkurang/ berat badan turun dengan cepat (turun 5 – 10 kg dalam waktu 2 – 4 minggu).  Gatal di sekitar kemaluan terutama wanita. 1. b.  Bila tidak lekas diobati.  Banyak minum (polidipsia).  Kram.D. biasanya sering ganti kacamata. bahkan impotensi. a. bahkan penderita akan jatuh koma yang disebut dengan koma diabetic 2.

akan timbul gambaran klinis menurut pola dari fontaine:  Stadium I : asimptomatis atau gejala tidak khas (kesemutan). pembengkakan ibu jari kaki. Ulkus Diabetikjika dibiarkan akan menjadi gangren. PATOFISIOLOGI Diabetes mellitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya kekurangan insulin secara relatif maupun absolut. Bila terjadi sumbatan kronik. Gejala ini dapat ringan berupa gelisah sampai berat berupa koma dengan kejang. Klasifikasi : Wagner (1983). zat kimia tertentu.  Derajat I :Ulkus superfisialterbatas pada kulit. komplikasi akut dari diabetes mellitus adalah sebagai berikut : 1.Pulselessness(denyut nadi hilang)  Paralysis(lumpuh).  .  Derajat III :Absesdalam. (Dr. Hipoglikemia Hipoglikemia adalah keadaan kronik gangguan syaraf yang disebabkan penurunan glukosa darah. membagi gangren kaki diabetik menjadi enam tingkatan. kaki atlet. Tanda khas adalah kesadaran menurun disertai dehidrasi berat. yaitu : 1. E. 2. Paresthesia(kesemutan). pembengkakan ibu jari. Hiperglikemia Secara anamnesis ditemukan adanya masukan kalori yang berlebihan. penghentian obat oral maupun insulin yang didahului oleh stress akut.  Derajat IV :Gangren jari kaki atau bagian distalkaki dengan atau tanpa selulitis. KOMPLIKASI Menurut Subekti (2002: 161). . dengan atau tanpaosteomielitis. kalus. Defisiensi insulin dapat terjadi melalui 3 jalan. Rusaknya sel-sel β pankreas karena pengaruh dari luar (virus. dll). Penyebab tersering hipoglikemia adalah obat-obat hiperglikemik oral golongan sulfonilurea. plantar warts.  Derajat V :Gangren seluruh kaki atau sebagian tungkai. Nabil RA) F. jari kaki bengkok. kulit melepuh. yaitu:  Derajat 0 : Tidak adalesi terbuka.  Stadium IV : terjadinya kerusakan jaringan karena anoksia (ulkus). kulit masih utuh dengan kemungkinan disertai kelainan bentuk kaki seperti “claw.  Derajat II :Ulkus dalam menembustendon dan tulang.  Stadium II : terjadi klaudikasio intermiten  Stadium III : timbul nyeri saat istitrahat. kulit kaki kering dan pecah.callus“. kuku kaki yang tumbuh kedalam.

Eliminasi Gejala : Perubahan pola berkemih ( poliuri ). adanya asites. maka dapat mengakibatkan: 1. Manifestasi yang muncul yaitu penderita sering berkemih atau poliuria dan selalu merasa haus atau polidipsia. sulit bergerak / berjalan. haus . 2. Pemeriksaan Fisik : inspeksi kaki untuk mengamati terdapat luka/ulkus pada kulit atau jaringan tubuh pada ka ki. keadaan ini yang disebut glukosuria. nyeri tekan abdomen Tanda : Urine berkabut. letih. Desensitas/kerusakan reseptor insulin ( down regulation ) di jaringan perifer Apabila di dalam tubuh terjadi kekurangan insulin. 4. DIAGNOSIS ULKUS DIABETIK Diagnosis ulkus diabetika meliputi : 1. Sirkulasi Gejala : Adanya riwayat hipertensi. koma 2. bola mata cekung 3. 3. EMG dan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah ulkus diabetika menjadi infeksi dan menentukan kuman penyebabnya. disritmia. data pengkajian pada pasien dengan Diabetes Mellitusbergantung pada berat dan lamanya ketidakseimbangan metabolik dan pengaruh fungsi pada organ. Meningkatnya pembentukan glikolisis dan glukoneogenesis.2. latergi. DATA FOKUS PENGKAJIAN Menurut Doenges (2000: 726). keadaan ini mengakibatkan sel-sel kekurangan makanan sehingga meningkatkan metabolisme lemak dalam tubuh. mual / muntah. Menurunnya glikogenesis. pa lpasi denyut nadi arteri dorsalis pedis menurun atau hilang. ulkus pada kaki. karena proses ini disertai nafsu makan meningka t atau poliphagia sehingga dapat mengakibatkan terjadinya hiperglikemi. penurunan BB. 3. 2. Menurunnya transport glukosa melalui membram sel. Desensitasi atau penurunan reseptor glukosa pada kelenjar pankreas. I. disorientasi. IM akut Tanda : Nadi yang menurun. Pemeriksaan Penunjang : X-ray. pemeriksaan sensasi vibrasi/rasa berkurang atau hilang. Aktivitas / istirahat Gejala : Lemah. Kadar gula darah tinggi mengakibatkan ginjal tidak mampu lagi mengabsorpsi dan glukosa keluar bersama urin. G. Manifestasi yang muncul adalah penderita Diabetes mellitus selalu merasa lapar atau nafsu makan meningkat ”poliphagia”. Makanan / cairan Gejala : Hilang nafsu makan. PATWAY LAMPIRAN H. bau busuk ( infeksi ). kram otot Tanda : Penurunan kekuatan otot. data yang perlu dikaji meliputi : 1. dimana pe mbentukan glikogen dalam hati dan otot terganggu.

Lyna juall. Kriteria Hasil:  Denyut nadi perifer teraba kuat dan regular  Warna kulit sekitar luka tidak pucat/sianosi. kesulitan orgasme pada wanita 9. 4). batu dengan / tanpa sputum Tanda : Lapar udara. Tanda : Turgor kulit jelek dan bersisik. dan penggunaan obat vasokontriksi. 2000). strok. Seksualitas Gejala : Impoten pada pria. Neurosensori Gejala : Pusing. pemeriksaan gula darah secara rutin dan terapi oksigen ( HBO ). teknik relaksasi. hipertensi Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan Diabetes Millitus secara teori mnurut (Carpenito. hindari penggunaan bantal. Penyuluhan / pembelajaran Gejala : Faktor resiko keluarga DM.  Oedema tidak terjadi dan luka tidak bertambah parah. Ajarkan tentang modifikasi faktor-faktor resiko berupa : Hindari diet tinggi kolestrol. Rasional:meningkatkan melancarkan aliran darah balik sehingga tidak terjadi oedema. distensi abdomen 5. gangguan penglihan Tanda : Disorientasi. aktivitas kejang 6. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan melemahnya /menurunnya aliran darah ke daerah gangren akibat adanya obstruksi pembuluh darah. 1. Rasional: kolestrol tinggi dapat mempercepat terjadinya arterosklerosis. frekuensi pernafasn 8. Ajarkan tentang faktor-faktor yang dapat meningkatkan aliran darah : Tinggikan kaki sedikit lebih rendah dari jantung (posisi elevasi pada waktu istirahat). Nyeri / kenyamanan Gejala : Nyeri tekan abdomen Tanda : Wajah meringis dengan palpitasi 7. relaksasi untuk mengurangi efek dari stres. di belakang lutut dan sebagainya. Tujuan: mempertahankan sirkulasi perifer tetap normal. . 2). hindari penyilangkan kaki.J. sakit kepala. Pernafasan Gejala : Merasa kekurangan oksigen. merokok dapat menyebabkan terjadinya vasokontriksi pembuluh darah. hindari balutan ketat. Ajarkan pasien untuk melakukan mobilisasi Rasional :dengan mobilisasi meningkatkan sirkulasi darah. mengantuk. menghentikan kebiasaan merokok. 3). latergi. penyakit jantung.  Kulit sekitar luka teraba hangat. Kerja sama dengan tim kesehatan lain dalam pemberian vasodilator.  Sensorik dan motorik membaik Rencana tindakan : 1).

2. Bau busuk luka berkurang. tanda vital dalam batas normal. angkat sisa balutan yang menempel pada luka dan nekrotomi jaringan yang mati. c. Gangguan integritas jaringan berhubungan dengan adanya gangren pada ekstrimitas. Kriteria hasil: a. Elspresi wajah klien rileks. sedangkan pemeriksaan gula darah secara rutin dapat mengetahui perkembangan dan keadaan pasien. pemeriksaan kultur pus pemeriksaan gula darah pemberian anti biotik. Tujuan: rasa nyeri hilang/berkurang Kriteria hasil: a. Rasional:insulin akan menurunkan kadar gula darah. Rencana tindakan : 1). frekuensi. 3) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian insulin. Kaji tingkat. Adanya jaringan granulasi. 3. Pus dan jaringan berkurang c. Jelaskan pada pasien tentang sebab-sebab timbulnya nyeri. d. Gangguan rasa nyaman (nyeri)berhubungan dengan iskemik jaringan. b. pemeriksaan kadar gula darah untuk mengetahui perkembangan penyakit. d. RR : 18 – 20 x /menit ). HBO untuk memperbaiki oksigenasi daerah aulkus/gangren. Tidak ada keringat dingin. dan reaksi nyeri yang dialami pasien. Penderita secara verbal mengatakan nyeri berkurang atau hilang. . Rasional: Merawat luka dengan teknik aseptik. pemeriksaan kultur pus untuk mengetahui jenis kuman dan anti biotic yang tepat untuk pengobatan.Rasional: pemberian vasodilator akan meningkatkan dilatasi pembuluh darah sehingga perfusi jaringan dapat diperbaiki. Rasional: untuk mengetahui berapa berat nyeri yang dialami pasien. 2). Tujuan: Tercapainya proses penyembuhan luka. dapat menjaga kontaminasi luka dan larutan yang iritatif akan merusak jaringan granulasi tyang timbul. Rasional: Pengkajian yang tepat terhadap luka dan proses penyembuhan akan membantu dalam menentukan tindakan selanjutnya. N: 60 – 80 x /menit. 2) Rawat luka dengan baik dan benar : Membersihkan luka secara abseptik menggunakan larutan yang tidak iritatif. T : 120/80mmHg.5oC. b. Rencana tindakan : 1) Kaji luas dan keadaan luka serta proses penyembuhan. Penderita dapat melakukan metode atau tindakan untuk mengatasi nyeri.(S : 36 – 37. sisa balutan jaringan nekrosis dapat menghambat proses granulasi. Berkurangnya oedema sekitar luka.

Rasional: Obat-obat analgesik dapat membantu mengurangi nyeri pasien 4. berjalan ). Anjurkan pasien untuk menggerakkan/mengangkat ekstrimitas bawah sesui kemampuan. Rencana tindakan : 1). 3). Rasional: Untuk melatih otot – otot kaki sehingg berfungsi dengan baik. berdiri. Ciptakan lingkungan yang tenang. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik. Rasional : Posisi yang nyaman akan membantu memberikan kesempatan pada otot untuk relaksasi seoptimal mungkin. Kriteria Hasil: a. 7). Atur posisi pasien senyaman mungkin sesuai keinginan pasien. fisioterapi untuk melatih pasien melakukan aktivitas secara bertahap dan benar. Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi. Rasional: Agar kebutuhan pasien tetap dapat terpenuhi. 4). 6). Rasional: Massage dapat meningkatkan vaskulerisasi dan pengeluaran pus. Rasional: Rangasang yang berlebihan dari lingkungan akan memperberat rasa nyeri. Rasional: Untuk mengetahui derajat kekuatan otot-otot kaki pasien. Beri penjelasan tentang pentingnya melakukan aktivitas untuk menjaga kadar gula darah dalam keadaan normal. Rasional: Teknik distraksi dan relaksasi dapat mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien.Pasien dapat melaksanakan aktivitas sesuai dengan kemampuan ( duduk.Rasional: pemahaman pasien tentang penyebab nyeri yang terjadi akan mengurangi ketegangan pasien dan memudahkan pasien untuk diajak bekerjasama dalam melakukan tindakan. Keterbatasan mobilitas fisik berhubungan dengan rasa nyeri pada luka. Tujuan : Pasien dapat mencapai tingkat kemampuan aktivitas yang optimal. 5). Rasional : Analgesik dapat membantu mengurangi rasa nyeri. 5). Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhannya. 4). . 3). Rasional : Pasien mengerti pentingnya aktivitas sehingga dapat kooperatif dalam tindakan keperawatan. 2). Lakukan massage saat rawat luka. d. Pergerakan paien bertambah luas b. Rasa nyeri berkurang. c. Kerja sama dengan tim kesehatan lain : dokter ( pemberian analgesik ) dan tenaga fisioterapi. Kaji dan identifikasi tingkat kekuatan otot pada kaki pasien. Pasien dapat memenuhi kebutuhan sendiri secara bertahap sesuai dengan kemampuan.

Rasional :Mengetahui apakah pasien telah melaksanakan program diet yang ditetapkan. Kaji status nutrisi dan kebiasaan makan. Rencana tindakan : 1). 2). b. 5). Rasional : Pengkajian yang tepat tentang tanda-tanda penyebaran infeksi dapat membantu menentukan tindakan selanjutnya. Identifikasi perubahan pola makan. Kaji adanya tanda-tanda penyebaran infeksi pada luka. 3). Rasional :Kebersihan diri yang baik merupakan salah satu cara untuk mencegah infeksi kuman. Tujuan: Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi Kriteria hasil: a. Lakukan perawatan luka secara aseptik. pemberian diet yang sesuai dapat mempercepat penurunan gula darah dan mencegah komplikasi. Berat badan dan tinggi badan ideal. 3). Rasional : Mengetahui perkembangan berat badan pasien ( berat badan merupakan salah satu indikasi untuk menentukan diet ). Tanda-tanda vital dalam batas normal ( S: 36 -37. b. . Pasien mematuhi dietnya. d. Timbang berat badan setiap seminggu sekali. 2). Kriteria Hasil : a. Potensial terjadinya penyebaran infeksi (sepsis) berhubungan dengan tingginya kadar gula darah. 4).5. Anjurkan kepada pasien dan keluarga untuk selalu menjaga kebersihan diri selama perawatan. Tujuan :Tidak terjadi penyebaran infeksi (sepsis). Rasional: Kepatuhan terhadap diet dapat mencegah komplikasi terjadinya hipoglikemia/hiperglikemia. Tidak ada tanda-tanda hiperglikemia/hipoglikemia. Tanda-tanda infeksi tidak ada. Rasional :Pemberian insulin akan meningkatkan pemasukan glukosa ke dalam jaringan sehingga gula darah menurun. Kerja sama dengan tim kesehatan lain untuk pemberian insulin dan diet diabetik. Kadar gula darah dalam batas normal. Keadaan luka baik dan kadar gula darah normal.50C ) c. 6. Ganguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake makanan yang kurang. Rasional: Untuk mengetahui tentang keadaan dan kebutuhan nutrisi pasien sehingga dapat diberikan tindakan dan pengaturan diet yang adekuat. Anjurkan pasien untuk mematuhi diet yang telah diprogramkan. c. Rencana Tindakan : 1).

perawat perlu mengetahui sejauh mana informasi atau pengetahuan yang diketahui pasien/keluarga. b. perawatan dan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi Tujuan : Pasien memperoleh informasi yang jelas dan benar tentang penyakitnya. Rasional :Antibiotika dapat menbunuh kuman. 2). Rasional :Dengan penjelasdan yang ada dan ikut secara langsung dalam tindakan yang dilakukan. perawatan dan pengobatan pada pasien dengan bahasa dan kata-kata yang mudah dimengerti. pemberian insulin akan menurunkan kadar gula dalam darah sehingga proses penyembuhan akan lebih cepat. pasien akan lebih kooperatif dan cemasnya berkurang. Rasional :Agar informasi dapat diterima dengan mudah dan tepat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Gunakan gambar-gambar dalam memberikan penjelasan ( jika ada / memungkinkan). Rencana Tindakan : 1). 4). mempercepat penyembuhan sehingga memperkecil kemungkinan terjadi penyebaran infeksi. Rasional : Agar perawat dapat memberikan penjelasan dengan menggunakan kata-kata dan kalimat yang dapat dimengerti pasien sesuai tingkat pendidikan pasien.Rasional :Untuk mencegah kontaminasi luka dan penyebaran infeksi. Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakit. pengobatan yang tepat. diet. Kaji latar belakang pendidikan pasien. latihan fisik yang cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh. latihan fisik. perawatan dan pengobatannya dan dapat menjelaskan kembali bila ditanya. 5). pengobatan yang ditetapkan. Rasional :gambar-gambar dapat membantu mengingat penjelasan yang telah diberikan . diet. manfaatnya bagi pasien dan libatkan pasien didalamnya. 3). Rasional : Diet yang tepat. Jelaskan tentang proses penyakit. diet. Pasien dapat melakukan perawatan diri sendiri berdasarkan pengetahuan yang diperoleh. 7. Anjurkan pada pasien agar menaati diet. Kaji tingkat pengetahuan pasien/keluarga tentang penyakit DM dan gangren. 4). Rasional :Untuk memberikan informasi pada pasien/keluarga. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian antibiotika dan insulin. Jelasakan prosedur yang akan dilakukan. 5). Kriteria Hasil: a. Pasien mengetahui tentang proses penyakit.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->