makalah Hukum Perdata

BAB. A. I LATAR PENDAHULUAN BELAKANG

Hukum perdata dalam pengertian umum adalah hukum yang memuat tentang hukum perkawinan yang mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan perkawinan ( yang didalamnya berupa perkawinan yang sah dan tidak sah, hubungan hukum antara suami dan istri, hubungan hukum antara wali dan anak, harta benda dalam perkawinan ), perceraian, serta akibat-akibat hukumnya ; hukum kewarisan. Dalam pengertian khusus mengatur masalah kebendaan dan hak-hak atas benda, aturan mengenai jual-beli, sewa-menyewa, pinjam-meminjam, persyarikatan ( kerja sama bagi hasil ), pengalihan hak, dan segala yang berkaitan dengan transaksi. Di dalam hukum perkawinan, yang paling menonjol dan yang sering terjadi kasusnya adalah masalah “harta benda dalam perkawinan”. Kasus ini bisa terjadi pada awal perkawinan dan bisa juga terjadi dalam masa menjalani perkawinan serta sewaktu terjadinya perceraian. Maka untuk itu, pemakalah mengangkat topik permasalahan tentang “Harta Benda dalam Perkawinan ” B. RUMUSAN MASALAH

Dalam permasalahan ini, pemakalah akan menguraikan tiga poin penting, yaitu ; 1. Harta Bersama 2. Harta Bawaan 3. Harta Perolehan C. Tujuan 1. Untuk 2. Untuk 3. Untuk 4. Untuk TUJUAN PENULISAN

penulisan makalah ini ialah ; mengetahui dan memahami bagaimana yang dikatakan harta bersama? mengetahui dan memahami bagaimana yang dikatakan harta bawaan? mengetahui dan memahami bagaimana yang dikatakan harta perolehan? mengetahui, memahami, dan mendalami dalam kehidupan sehari-hari.

BAB.II A. Harta

PEMBAHASAN Bersama

Harta bersama adalah harta benda yang diperoleh selama perkawinan (harta pencarian ). Harta bersama dikuasai oleh suami dan istri .

maka penguasaan harta bawaan dilakukan sesuai dengan isi perjanjian itu. dan lain sebagainya. Masing-masing suami atau istri berhak sepenuhnya untuk perbuatan hukum mengenai harta benda perolehannya . Kewenangan penyelesaian harta bersama : Menurut ketentuan pasal 37 UUP (UU. C. harta bersama dibagi berdasarkan hukum yang telah berlaku sebelumnya bagi suami istri yaitu hukum agama.” . suami atau istri berhak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan hukum mengenai harta bendanya” . B. hukum adat. Maksud dari pasal tersebut bahwa menjelaskan tentang hak suami atau istri untuk membelanjakan harta bawaan masing-masing. yang diperoleh bersama dalam perkawinan. kecuali ditentukan lain dalam perjanjian perkawinan . menyatakan . Dengan demikian. apabila pihak suami dan istri menentukan lain. Pada dasarnya penguasaannya sama seperti harta bawaan. yang mengecilkan hak istri atas harta bersama . harta perolehan dikuasai dan dibawa oleh masing-masing pemiliknya. hukum BW. ”Suami atau istri dapat bertindak terhadap harta bersama atas persetujuan terhadap kedua belah pihak” .1/1974 ). Pasal 36 ayat 1.menyatakan . hukum adat dan hukum-hukum lainnya . ”peradilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa.No.1/1947 ). menyatakan .Tanggung jawab suami dan istri terhadap harta bersama.No. apabila terjadi perceraian. Karena ada kecenderungan pembagiannya yang tidak sama. Demikian juga apabila terjadi perceraian.. harta bersama diatur menurut hukumnya masing-masing”.1/1974 : Pasal 35 ayat 1. maka penguasaan harta perolehan dilakukan sesuai dengan isi perjanjian.. Pasal 49 ayat 1 ( UU.. . yaitu suami atau istri. Tetapi.UU. Apabila pihak suami dan istri menentukan lain misalnya dengan perjanjian perkawinan. Ketentuan semacam ini kemungkinan akan mengaburkan arti penguasaan harta bersama. memutus dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orangorang yang beragama Islam di bidang. yaitu dinyatakan dalam.penyelesaian harta bersama. misalnya dengan perjanjian perkawinan. Harta Bawaan Harta bawaan dikuasai oleh masing-masing pemiliknya. ”apabila perkawinan putus karena perceraian. ”Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta benda bersama” .No. Terhadap harta bersama suami atau istri mempuyai hak dan kewajiban yang sama. Harta Perolehan Harta Perolehan adalah harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan. pasal 36 ayat 2 UUP ( UU.No. Yang dimaksud ” hukumnya ” masing-masing adalah hukum agama. Demikian juga terjadi perceraian.“Mengenai harta bawaan masingmasing..7/1974 ). harta bawaan dikuasai dan dibawa oleh masingmasing pemiliknya.

Pokok-pokok Hukum Perdata ( PT. Hukum Perdata Indonesia. Jakarta. SH. misalnya dengan perjanjian perkawinan. Drs. Raja Grafindo Persada. 1987 ). Citra Aditya Bakti. KESIMPULAN Harta bersama adalah harta benda yang diperoleh selama perkawinan (harta pencarian ). Gajah Mada. Bandung. Jakarta. Dengan demikian. HUM. Jakarta. Dkk. Ghalia Indonesia. SH. Wantjik Saleh. maka penguasaan harta bawaan dilakukan sesuai dengan isi perjanjian itu Harta Perolehan adalah harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan. 2000 ). Jakarta. Mandar Maju. Prof.III jika ditentukan lain dalam perjanjian perkawinan . 2002 ). Himpunan Peraturan Perundang-undangan Tentang Perkawinan ( Cet. Seluk-beluk dan Asas-asas Perdata ( PT. H. harta bersama dibagi berdasarkan hukum yang telah berlaku sebelumnya bagi suami istri yaitu hukum agama. Jakarta. Akademika Pressindo. H. ( Cet. Bina Aksara. Intermasa Jakarta. 1986 ). Asas-asas Hukum Perdata ( PT. R. Almuni. Subekti. Prof. Hukum Perkawinan Indonesia ( PT. 1960 ).Kecuali BAB. H. Jakarta . Asas-asas Hukum Perkawinan di Indonesia ( PT. 1980 ). yaitu suami atau istri. Hilman Hadikusuma. Abdulkadir Muhammad. dkk.H .ke-3 .1 . Hukum Perkawinan Indonesia ( PT. S. Abdul Manan. Bandar Lampung . DAFTAR PUSTAKA Prof. K. . IP. Ridwan Syahrani. Bandung. Zain Badjeber. Pada dasarnya penguasaannya sama seperti harta bawaan. Yogyakarta. Djoko Prakoso. Tanya Jawab Masalah Hukum Perkawinan ( Sinar Harapan. Kusumadi Pujdosewojo. hukum adat. CV. R. Prof. H. PT. dan lain sebagainya Harta bawaan dikuasai oleh masing-masing pemiliknya. Tetapi. 1985 ). apabila pihak suami dan istri menentukan lain. Pokok Hukum Perdata ( PT. SH. S. 2004 ).M. Abdurrahman S. 2003 ). hukum BW. Harta bersama dikuasai oleh suami dan istri. 1978 ). apabila terjadi perceraian.H.