Teori Strukturalisme Naratologi A.J.

Greimas
Oleh: Alfian Rokhmansyah, S.S.

Strukturalisme model A.J. Greimas dianggap memiliki kelebihan dalam menyajikan secara terperinci kehidupan tokoh-tokoh dalam cerita dari awal sampai akhir. Selain itu, strukturalisme model ini mampu menunjukkan secara jelas dan dikotomis antara tokoh protagonis dan antagonis. Naratologi disebut juga teori wacana (teks) naratif. Baik naratologi maupun teori wacana (teks) naratif diartikan sebagai seperangkat konsep mengenai cerita dan penceritaan (Ratna, 2004:128). Dalam strukturalisme naratologi yang dikembangkan oleh A.J. Greimas, pada pengkajiannya, yang lebih diperhatikan adalah aksi dibandingkan pelaku. Subjek yang terdapat dalam wacana merupakan manusia semu yang dibentuk oleh tindakan yang disebut actans dan acteurs. Menurut Rimon-Kenan, baik actans maupun acteurs dapat berupa suatu tindakan, tetapi tidak selalu harus merupakan manusia, melainkan juga nonmanusia. (dalam Ratna, 2004:138). Kemudian menurut Jabrohim (1996:21), teori struktural naratif dipergunakan untuk menganalisis karya prosa fiksi berdasarkan pada struktur cerita, dan analisis struktur aktan dan fungsional merupakan konsep dasar langkah kerja yang dikemukakan Greimas. Algirdas Julien Greimas adalah seorang ahli sastra yang berasal dari Perancis. Sebagai seorang penganut teori struktural, ia telah berhasil mengembangkan teori strukturalisme menjadi strukturalisme naratif dan memperkenalkan konsep satuan naratif terkecil dalam karya sastra yang disebut aktan. Teori ini dikembangkan atas dasar analogi-analogi struktural dalam Linguistik yang berasal dari Ferdinand de Saussure, dan Greimas menerapkan teorinya dalam dongeng atau cerita rakyat Rusia. Daftar Pustaka 1. Greimas, A.J. 1972. Semantique Structurale. Paris: Larousse. 2. Jabrohim. 1996. Pasar dalam Perspektif Greimas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 3. _______. 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. 4. Junus, Umar. 1988. Karya Sebagai Sumber Makna; Pengantar Strukturalisme. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan Malaysia. 5. Luxemburg, Jan Van & Mieke Bal Willem G.W. 1984. Pengantar Ilmu Sastra. Diterjemahan oleh Dick Hartoko. Jakarta: Gramedia Daftar Pustaka. 6. Nazir, Moh. 1983. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. 7. Noor, Redyanto. 2005. Pengantar Pengkajian Sastra. Semarang: Fasindo. 8. Nurgiyantoro, Burhan. 2005. Teori Pengkajian Sastra. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 9. Piaget, Jean. 1995. Strukturalisme. Diterjemahan oleh Hermoyo. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

dan Teknik Penelitian Sastra. 1984. Ratna. Metode. Kamus Istilah Sastra. Teori. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.10. 2004. . Sudjiman. 11. Panuti. Nyoman Kutha. Jakarta: Gramedia.

Dijelaskan pula bahwa Greimas lebih strukturalis daripada Propp. Selain itu. Sesungguhnya yang pada awalnya mengembangkan teori struktural berdasarkan penelitian atas dongeng adalah Vladimir Propp seperti tampak dalam bukunya Morphology of the Folk Tale (1958. Atas dasar itulah Propp (1987:28--76) menerapkannya ke dalam seratus dongeng Rusia. Greimas menawarkan three spheres of opposed yang meliputi enam actants (peran. sebagai ganti atas tujuh spheres of action yang diajukan oleh Propp. Setiap fungsi adalah satuan dasar "bahasa" naratif dan menerangkan kepada tindakan yang bermakna yang membentuk naratif. (4) sought-for person and her father 'putri atau orang yang dicari dan ayahnya'. yaitu (1) syntagmes contractuels (contractual structures 'berdasarkan perjanjian'). (15) pursuit vs rescue . dan dalam setiap dongeng fungsi-fungsi itu selalu dalam perturutan yang tetap (Selden. 1968.J. 1975. 1987:122). (12) marking. dan (7) false hero 'pahlawan palsu' (Hawkes. (17) the difficult task vs solution. (10) spatial translocation. Greimas lebih luas jangkauannya. (19) exposure vs transfiguration. Tujuh "lingkaran tindakan" itu masing-masing (1) villain 'penjahat'. pelaku). dan (3) syntagmes disjontionnels (disjunctive structures 'bersifat pemutusan') (Hawkes. Greimas hanya menawarkan sebuah penghalusan atas teori Propp seperti yang telah diuraikan di atas. (2) interdiction vs violation. (5) villainy vs lack. edisi aslinya 1928 dalam bahasa Rusia) yang kemudian diterjemahkan oleh Noriah Taslim menjadi Morfologi Cerita Rakyat (1987). (4) fraud vs complicity. provider 'pemberi bekal'. (3) reconnaissance vs information. Greimas Greimas adalah salah seorang peneliti Prancis penganut teori struktural (Teeuw. Dalam buku itu Propp menelaah struktur cerita dengan mengandaikan bahwa struktur cerita analog dengan struktur sintaksis yang memiliki konstruksi dasar subjek dan predikat. Apabila Propp hanya memusatkan perhatian pada satu jenis tunggal. Levi-Strauss. dan ia akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa seluruh korpus cerita dibangun atas perangkat dasar yang sama. . Dijelaskan oleh Selden (1991:59) bahwa subjek dan predikat dalam sebuah kalimat ternyata dapat menjadi inti sebuah episode atau bahkan keseluruhan cerita. (3) helper 'penolong'.Selintas tentang Teori Struktural A. Sementara itu. Dengan mencari analogi struktural dalam linguistik itulah Greimas menerapkan teorinya dalam dongeng atau cerita rakyat Rusia. 1977:104). Bremond. yaitu 31 fungsi (daftar fungsi lihat artikel di depan). Culler. (8) the first function of the donor vs the hero's reaction. (2) donor. Dua puluh fungsi itu dikelompokkan lagi ke dalam tiga syntagmes (struktur). yakni sampai pada "tata bahasa" naratif yang universal dengan menerapkan padanya analisis semantik atas struktur. (18) recognition. Fungsi-fungsi itu ialah (1) absentation. Karena Greimas lebih berpikir dalam term relasi antara kesatuankesatuan daripada pelaku dengan satuan-satuan dalam dirinya sendiri. 1978:94. (9) receipt of a magical agent. Scholes. untuk menjelaskan urutan naratifnya yang memungkinkan ia meringkas 31 fungsi yang diajukan Propp menjadi 20 fungsi. dan Todorov. Selden (1991:61) menjelaskan bahwa melalui tulisannya Semantique Structurale (1966). 1984:293). Tindakan ini mengikuti sebuah perturutan yang masuk akal. Propp juga menjelaskan bahwa fungsi-fungsi itu dapat disederhanakan dan dikelompok-kelompokkan ke dalam tujuh "lingkaran tindakan" (spheres of action) karena pada kenyataannya banyak fungsi yang dapat bergabung secara logis ke dalam tindakan tertentu. (5) dispatcher 'yang memberangkatkan'. yakni kerangka cerita dongeng. (13) liquidated of the lack. (6) mediation vs begining counteraction. Greimas juga mengembangkan teorinya berdasarkan analogi-analogi struktural dalam linguistik yang berasal dari Saussure (Hawkes. 1991:59). 1978:91. (2) sender vs receiver (destinateur vs destinataire 'pengirim-penerima'). 1978:91--93. (16) unrecognised arrival. (7) departure. (20) punishmemt vs wedding (Schleifer. Seperti halnya Propp. 1978:87). dan (3) helper vs opponent (adjuvant vs opposant 'pembantu-penentang') (Hawkes. (14) return. (2) syntagmes performanciel (disjunctive structures 'bersifat penyelenggaraan'). yaitu (1) subject vs object 'subjek-objek'. (6) hero 'pahlawan'. Scholes. 1977:108). (11) struggle vs victory.

di antara subject dan object ada usaha. Schleifer. tiga oposisi yang terdiri atas enam aktan itu tampak seperti berikut. Berkaitan dengan hal itu. 186). Scholes. 1977:105--106. Object 'objek' adalah seseorang atau sesuatu yang diingini. Perlu diketahui bahwa aktan-aktan itu dalam struktur tertentu dapat menduduki fungsi ganda bergantung siapa yang menduduki fungsi subject. dicari. 1992:19). Dialah yang menimbulkan keinginan bagi subjek atau pahlawan untuk mencapai objek. Receiver 'penerima' adalah seseorang atau sesuatu yang menerima objek hasil buruan subjek (Zaimar. dan di antara helper atau opponent dan subject terdapat bantuan atau tentangan. di antara sender dan subject ada perjanjian. .1977:82. Subject 'subjek' atau pahlawan adalah seseorang atau sesuatu yang ditugasi oleh pengirim untuk mendapatkan objek. Helper 'penolong' adalah seseorang atau sesuatu yang membantu atau mempermudah usaha pahlawan dalam mencapai objek. 1987:96. Sender Object Receiver Subject Helper Opponent Sender 'pengirim' adalah seseorang atau sesuatu yang menjadi sumber ide dan berfungsi sebagai penggerak cerita. dan diburu oleh pahlawan atas ide pengirim. Jika disusun ke dalam sebuah bagan. di antara sender dan object ada tujuan. Opponent 'penentang' adalah seseorang atau sesuatu yang menghalangi usaha pahlawan dalam mencari objek. di antara sender dan receiver terdapat suatu komunikasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful