P. 1
Turbin Uap, Air & Gas

Turbin Uap, Air & Gas

4.83

|Views: 33,666|Likes:
Published by sawete
Paper turbin yang singkat ini adalah bagian dari tugas kuliah yang penulis buat. tentunya masih jauh dari kelengkapan & kesempurnaan. bisa dibilang tulisan ini tidak bermutu. namun dengan keterbatasan tulisan ini semoga dapat bermanfaat untuk pembaca.
Paper turbin yang singkat ini adalah bagian dari tugas kuliah yang penulis buat. tentunya masih jauh dari kelengkapan & kesempurnaan. bisa dibilang tulisan ini tidak bermutu. namun dengan keterbatasan tulisan ini semoga dapat bermanfaat untuk pembaca.

More info:

Published by: sawete on Jan 17, 2009
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

PENDAHULUAN

Di tengah-tengah munculnya penemuan-penemuan baru hasil penelitian oleh para saintis dalam bidang teknologi, khususnya kreasi mesin. membaca permasalahan lingkungan sekitar adalah sebuah tuntutan yang tidak terelakan. Artinya teknologi diciptakan untuk membawa masyarakat ke arah peradaban yang lebih baik dan maju. kemudahan dalam beraktifitas adalah alasan utama dalam pengembangan teknologi. Banyak Negara-negara di berbagai belahan dunia terutama Negara maju yang mendukung program pengembangan penelitian. Indikasi dari hal ini terwujud munculnya nama-nama peneliti tersebut di berbagai media atas kemanfaatannya bagi masyarakat.. Salah satu hasil dari kemajuan yang di alami manusia adalah diciptakannya turbin sebagai penghasil energi dengan kapasitas yang besar. Terutama diperguakan pada pembangkit listrik PLTA, PLTU dan pembangkit-pembankit lainnya. Sumber daya manusia yang berkualitas adalah solusi dari kemudahan dalam menjalankan teknologi. Pemerintah juga sepatutunya terus mendukung program penelitian yang dilakukan oleh lembaga akademisi maupun swasta perorangan. Masa-masa yang akan datang tantangan untuk menghasilkan teknologi sangat dibutuhkan terutama saat ini seringnya terjadi krisis energi akibat penggunaan yang secara terus menerus tanpa memperhatikan pasokan ketersediaan masa mendatang. Pemerintahpun sudah mulai melirik pengguanaan energi alternative biofuel. Walaupun penggunaannya saat ini belum dinikmati secara massal beberapa industri pabrik dan kendaraan transportasi sudah memakai energi alternative ini. Sayangnya kesadaran masyarakat dalam melakukan penelitian belum banyak. Hal ini terjadi akibat himpitan ekonomi yang terus mendesak sehingga proses penelitianpun di kesampingkan.

BAB I TURBIN UAP
Subhan Mulyawan* Teknik Mesin Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta

1. Pengertian Turbin uap adalah turbin yang merubah tenaga potensial uap menjadi tenaga mekanis

2. sejarah turbin uap Ide dari turbin uap mula-mula timbul pada kira-kira 120 BC, oleh orang yang bernama HERO dari Alexandria yang pada mulanya membuat prototype turbin uap, dengan prinsip turbin reaksi. instalasi ini terdiri dari sebuah bejana yang berisi air yang dipanaskan dengan dapur pemanas. Uap yang terjadi dimasukan ke dalam bola penampung uap dipancang pada tiang yang berporos sehingga bola dapat diputar. Pada bola terdapat beberapa pipa pemancar . akibat keluarnya uap melalui pipa pemancar tersbut berputarlah boa itu, disebabkan adanya reaksi uap yang keluar. Pada tahun 1890 seorang insinyur swedia bernama GUSTAV DE LAVAL memkbuat turbin satu tingkat, dengan kapasitas 5 Hp. Berhasilnya pembuatan turbin ini pada tahun 1870, mulamula ia membuat eksperimen dengan pipa pemancar, tapi bukan untuk turbin uap tetapi untuk pengeringan pasir. Ia menghitung besarnya uap dari tekanan tinggi menjadi kecepatan tinggi. Sewbagai alat ekspansi digunakan nozzle kemudian konvergen divergen nozzle. Melalui beberapa percobaan tentang nozzle , ia melihat tenaga reaksi dari pesawat Hero. Ia sangat tertarik dengan itu kemudian dia membuat roda berputar. Dari tenaga putat ini, Ia teringat kejadian masa lalu dalam beberapa hasil percobaannya. Pada tahun 1882 ia mempunyai penemuan tentang pemisah centrifugal yang sangat baik, sehingga ia menggemari beberapa gerakan itu dengan kecepatan yang tinggi. Roda gigi menimbulkan suara gaduh dan memerlukan tenaga untuk memutarkannya. Tenaga listrik belum dapat dipakai untuk mengerjakan sawa. Akhirnya ingatannya kembali pada kejadian nozzle, dan hal itu di hubungkan dengan pemisah

sentrifugal tadi dari kombinasi kedua hal tesebut de lavak menemukan turbin aksi satu tingkat tekanan dan satu tingkat kecepatan. Akan tetapi kecepatan putar pada turbin sangat cepat yakni 40.000 putaran per menit.beberapa agregat syarat dari model yang pertama rontok, disebabkan gaya sentrifugaklnya dan getaran yang terjadi. Selanjutnya DE LAVAL menghitung poros fleksibel dengan teliti untuk mengikuti putaran turbin itu. Di industri turbin DE LAVAL banyak di pakai untuk menggerakkan generator Pada tahun 1884, seorang inggris yang bernama CA Parson menemukanb turbin dengan prinsip reaksi. Turbin ini dipakai pada beberapa kebutuhan pada lapangan industri. Kecepatan uap yang mengalir melalui turbin reaksi dengan banyak tingkat ini relative sangat rendah, yakni 100-200 m/detik. Perkembangan selanjutnya, dimulai pada tahun 1898, dengan dasar dari turbin DE LAVAL, maka oleh Charles Gordon Cutis (insinyur Amerika) dapar mengurangi kecepatan putar turbin dengan jenis turbin aksi yang dibuat dengan beberapa tingkat kecepatan satu tekanan. Pada tahun 1990 turebin ini di demonstrasikan di Amerika. Turbin tersebut mempunyao dua sudu jalan, di antara kedua sudu jalan tersebut di pasang sudu antar yang di pasang mati pada rumah turbin, sehingga putaran sudu antar seakan-akan berlawanan dengan putaran sudu jalan. Untuk turbin dengan dua tingkat kecepatan dan satu tingkat tekanan dibuat pula oleh lenin Nevsky. Hampir semua turbin dikonstruksi dengan turbin radial, artinya aliran uap dimasukkan sejajar dengan poros turbin. 3. perbedaan turbin uap dengan mesin uap a. pada mesin uap Di dalam mesin uap pengubahan tenaga didasarkan atas tekanan uap. Tekanan uap ini mendorong torak di dalam silinder, sehingga timbul gaya pada torak. Oleh batang penggerak gaya ini di teruskan ke kepala silang dan oleh batang engkol gerak lurus tersebut di ubah menjadi gerak berputar Jadi pengubahan tenaga dari tenaga potensial menjadi tenaga mekanik pada mesin uap melalui beberapa alat, yang mana alat tersebut memerlukan pemeliharaan yang tidak mudah. Sebagai contoh pada lapisan/ sepatu katup pembagi uap dan kepala silang, setiap waktu harus

diganti agar tidak menimbulakan perluasan sehingga tidak macet/terlalu banyak menimbulkan keausan pada bagian yang terlalu bergerak. Kecepatan relative adalah nol bergerak pada tekanan tetap. b. pada turbin uap di dalam Sudu Turbin uap pengubahan tenaga di dassarkan atas kecepatan uap. Mula-mula uap di ekspansikan ke dalam pipa pemancar, yaitu dengan jalan merubah tekanan uap yang tinggi menjadi kecepatan uap yang sangat cepat. Dengan kecepatan uap ini digunakan untuk menggerakkan sudu jalan. Akibatnya turbin uap akan berputar dan putaran ini di teruskan ke poros turbin. Pada turbin uap tidak memerlukan peralatan yang banyak , tetapi hanya memerlukan beberapa bagian yang sederhana saja. Kecepatan relative dipakai untuk mendorong sudu, bekerja dengan tenaga dinamis. 4. keuntungan turbin uapa jika dibandingkan dengan mesin uap Ada beberapa keuntungan turbin uapa jika dibandingkan dengan mesin uap, yaitu sebagai berikut. 1.) Peralatan pada turbin tidak banyak ragamnya/lebih sederhana 2.) Gerak yang dihasilkan lebih tenang karena hanya gerak putar saja. 3.) Gerakan putarnya secara langsung tanpa perantara 4.) Torsi yang dihasilkan pada porsi lebih besar. 5.) Tidak ada kerugian gesek pada rotasinya. 6.) Dibandingkan denga mesain uap yang horizontal, maka turbin uap tidak memerlukan pondasi yang begitu besar. 7.) Dari ukuran turbin uap sama dengan mesin uap, maka turbin uapa memeperoleh daya yang lebih besar. 8.) Akibat banyak timbul gerak putar saja, maka getaran yang ditimbulkan lebih kecil dari pada mesin uap.

5. kerugian turbin uap jika dibandingkan dengan mesin uap 1.) Untuk mengekspansikan uap dibutuhkan peralatan yang khusus yaitu pipa pemancar 2.) Pipa pemancar memerlukan perencanaan yang sangat teliti 3.) Karena uap yang di pake untuk mendorong sudu jalan, padahal sudu jalan hanya merupaklan kepingan yang terbuka, sehingga diperlukan rumah turbin yang sangat rapat dan kuat, sehingga tidak timbul kebocoran uap sedangkan pada mesin uap hal tersebut di atas tidak memerlukan perhatian yang sangat penting. 6. Klasifikasi Turbin Uap Turbin uap dapat diklasifikasikan ke dalam kategri yang berbeda-beda, tergantung dari konstruksi, panas jatuh yang dihasilkan, keadaan mula-mula dan akhir dari uap, penggunaan dalam industri serta jumlah tingkat yang ada padanya. a. Sesuai dengan jumlah tingkat 1. Turbin uap dengan satu tingkat tekanan dengan satu atau beberapa tingkat kecepatan, biasanya menghasilkan tenaga kecil. Banyak digunakan pada kompresor sentrifugal, blower dan lain-lain.
2. Turbin uap dengan bebrapa tingkat tekanan, turbin ini dibuat dengan beberapa macam

variasi dari kapasitas besar sampai kapasitas kecil. b. Sesuai dengan aliran uap 1. Turbin axial yaitu suatu turbin dimana uap masuk ke sudu jalan dengan poros turbin 2. Turbin radial yaitu dimana suatu aliran uap masuk ke sudu jalan tegak lurus terhadap poros turbin. Biasanya beberapa turbin satu atau lebih dengan tingkat tekanan rendah dibuat secara aksial. c. sesuai dengan jumlah silinder 1. Turbin dengan satu silinder

2. Turbin dengan dua silinder 3. Turbin dengan tiga silinder dan lain-lain. d. Sesuai dengan pengaturan cara masuknya Uap 1. Turbin dengan pengatur katub (throttle), uap baru masuk ke sudu jalan di atur oleh satu atau beberapa katub. 2. Turbin dengan pengatur pipa pemancar, dimana uap baru masuk melalui dua atau beberapa alat pengatur yang dipasang secara berderet-deret. 3. Turbin dengan pengatru terusan, dimana setelah uap baru masuk ke sudu jalan di teruskan ke sudu yang lain, bahkan sampai beberpa tingkat berikutnya. e. Sesuai dengan prinssip kerja dari uap 1. Turbin aksi, dimana energy potensial uap direubah menjadui tenaga kinetis di dalam sudu tetap dan sudu jalan ernerggi kinetic di ubah menjadi energy mekanik
2. Turbin reaksi aksial, pengembangan uap dilakukan di dalam sudu tetap dan sudu jalan,

keduanya diletakkan dan sama luasnya. 3. Turbin reaksi radial tanpa beberapa sudu antar tetap. 4. Turbin reaksi radial yang mempunyai sudu antar tetap. f. Sesuai dengan prioses panas jatuh 1. Condensing turbin dengan generator, pada turbin ini tekanan uap yang kurang dari satu atrmosfer dimasukan ke dalam kondensor. Disamping itu uapa juga dikeluarakan dari tingkat perantara untuk pemanasan air penambah. Turbin dengan kapasitas yang kecil pada perencanaan mulanya sering tidak mempunyai regenerator panas. 2. Condensing turbin dengan satu atau dua tingkat penurunan perantara pada tekanan spesifik untuk keperluan pemanasan dan industri.

3. Trusbin tekanan akhir atau back pressure turbin, dimana pengeluaran uap dipakai untuk

tujuan industri dan pemanasan. 4. Topping turbin, turbin ini seperti type pressure back turbine dengan perbedaaan bahwa pengeluaran uao dari turbin ini juga digunakan dalam medium dan turbin dengan tekanan rendah.
5. Turbin tekanan rendah (tekanan pengeluaran rendah), dimana pengeluaran uap dari mesin

uap torak, hammer uap, press uap dipakai untuk menggerakkan generator.
6. Mix pressure turbine (turbine dengan tekanan campuran), dengan dua atau tiga tingkat

tekanan, dengan mengganti uap yang keluar padanya dengan uap baru pada tingkat perantara. g. sesuai dengan kondisi tekanan uap yang masuk pada turbin 1. Turbin tekanan rendah (1,2 sampai 2 atm) 2. Turbin tekanan menengah (penggunaan uap sampai 4 atm). 3. Turbin tekanan tinggi, pemakaian uap di atas 40 ata 4. Turbin tekanan sangat tinggi pemakaian uap sampai tekanan 170 ata dan suhu 5500C 5. Turbin dengan tekanan super, dimana penggunaan uap dengan tekanan 225 dan di atasnya. h. Sesuai penggunaan dalam Industri 1. Turbin stasioner dengan kecepatan konstan, untuk penggerak altenator. 2. Turbin stasioner dengan variasi kecepatan untuk menggerakkan turbo blewer, pompa dan lain-lain. 3. Turbin non-stasioner dengan variasi kecepatan, biasanya dipakai pada kalap, lokomotif dan lain-lain.

Dalam pembagian turbin biasanya hanya di dasarkan pada prinsip kerja dari uap saja. Pembagian ini meliputi dua hal, yaitu turbin aksi dan turbin reaksi.

BAB II TURBIN AIR 1. Pengertian Turbin air adalah turbin yang merubah tenaga potensial air menjadi tenaga mekanis. 2. Sejarah Ide untuk memenfaatkan tenaga air untuk di manfaatkan menjadi tenaga mekanis sudah dimulai dari abad yang samar-samar pada zaman prasejarah. Pada tahun 2200 SM, bansa india selatan sudah berhasil untuk merubah tenaga air menjadi tenaga mekanis yaitu dengan menggunakan kincir air. Air yang ada di alirkan melalui saluran dan langsung menumbuk kincir air yang di pasang pada ujung saluran. Tenaga yang ditimbulkan oleh aliran air dapat menyebabkan kincir air tersebut berputar . berputarnya kincir diteruskan ke poros kincir dan dengan dibantu oleh susunan roda gigi dapat digunakan untuk memutar generator atau alat yang lain, seperti penumbuk padi, jagung atau lain sebagainya. Pada mulanya kincir air dibuat dari kayu, tetapi lama-kelamaan dibuat dari bahan yang lebih baik, sehingga efisiensi yang dihasilkan memuaskan. Dari model PLTA yang dibuat itu kemudian didikuti oleh Negara lain seperti Eropa, Amerika dan Negara lainnya. Para ahli yakin bahwa kincir air mulai digunakan sekitar 500 tahun sebelum digunakknnya di Negara india. Baru kemudian tepatnya pada abad ke 18 kincir air mengalami perkembangan yang sangat pesat dan dapat diubah menjadi turbin air. Kemajuan yang sangat pesat dari turbin air ddilakukan oleh francis. Tepatnya tahun 1855 francis berhalis membuat turbin dan meraih sukses pada tahun 1910. Turbin francis mempunyai poros tegak dengan ukuran yang besar, sedangakan dengan ukuran yang kecil dengan ukuran mendatar. Turbin francis memakai roda propeller atau runner yang dapat berputar secara bebas.

Awal mula yang membawa kesuksesan francis adalah pelton yang telah membangun turbin aksi pada tahun 1870. Pelton membangun turbin dengan ketinggian jatuh air yang besar. Pemasukan air yang melalui saluran yang kemudian oleh pipa pesat (penstock) air tersebut dirubah menjadi kecepatan tinggi dan langsung menemukan sudu jalan. Sudu-sudu jalan dari turbin pelton berua bucket atau ember atau sekop yang dibuat runcing pada sisi sebelah luarnya. Turbin pelton memanfaatkan kecepatan air yang keluar dari pipa pesat, sehingga turbin ini termasuk aksi. Hamper 95% tenaga air yang diberikan menjadi diknetis. Dewasa ini makin banyak terlihat penggunaan PLTA, dimana penggunaan airnya dipompa ke atas pada waktu bebannya rendah. System ini sangat menguntungkan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga listrik. Sedangakan perkembangan lain adalah pembangunan PLTA di bawah tanah. Hamper semua pembangunan waduk PLTA digunakan berbagai keperluan, misalnya untuk irigasi, perikanan, dan sebagai pengendali banjir. 2. perbandingan antara PLTA, PLTU, PLTD dan PLTN PLTA bukan merupakan satu-satunya pusat listrik, tetapi pada dewasa ini banyak dikembangakan pusat listrik yang lain, misalnya pusat listrik tenaga uap, pusat tenaga gas, pusat listrik tenaga diesel dan pusat listrik tenaga nuklier. a. PLTA 1. Untuk membangunnya memerlukan biaya yang tinggi. 2. Biaya operasinya rendah 3. Tidak memerlukan bahan bakar 4. Relative mempunyai umru yang panjang 5. Dapat bekerja pada variasi beban 6. Bias dipakai dari beban dasar sampai beban puncak 7. Dapat dibangun pada daya yang tidak terbatas 8. Mudah dibangun dinegaara yang kaya akan sumber air.

b. PLTD, PLTU dan PLTG 1. Untuk membangun relative memerlukan biaya yang lebih rendah 2. Biaya operasional tinggi 3. Memerlukan bahan bakar 4. Relatif mempunyai umur yang terbatas 5. Hanya dapt bekerja pada beban tunggal 6. Hanya mungkin beban tetap untuk beban dasar 7. Hanya dapat dibuat untuk daya yang sangat terbatas,. 8. Mudah dibangun di Negara yang kaya sumber minyak. Karena di indonseia Negara yang kaya akan sumber air, maka PLTA merupakan prioritas utama disamping PLTD dan PLTU. 3. klasifikasi pembangkit listrik tenaga air Sesuai daerah sejarah perkembangan PLTA, apabila ditinjau dari segi konstruksinya dapat dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu: a. PLTA dengan konstruksi sederhana yang disebut Kincir Air terdiri dari roda atau drum dimana pada sepanjang kelilingnya dipasang sudu-sudu yang berupa bilah. Bilah tersebut yang menerima pukulan air yang di teruskan ke roda atau drum dan langsung kepada poros kincir. Bentuk sudu atau bilah ada yang bermacam-macam, ada yang berbentuk lengkung, siku-siku dan adapula yang hanya lurus saja. Kincir air sangat fleksibel terhadap daerah pemasangannya. Berdasarkan cara pemasukan air ke dalam kincir, maka jenis kincir dibedakan menjadi : 1. Overshot water wheel, pemasukan air pada jenis kincir ini melaului puncak atau bagian atas dari pada roda kincir.

2. Breast water wheel, kincir air dimana pemasukan airnya melalui data atau bagian tengah roda kincir. 3. Undershot water wheel, kincir dimana pemasukan airnya bagian bawah dari roda.

b. PLTA dengan konstruksi yang kompleks disebut Turbin Air Turbin air dapat digolongkan menjadi : 1. Menurut jenis porosnya a. Turbin air dengan poros tegak b. Turbin air dengan poros mendatar c. Turbin dengan poros miring 2. Menurut tinggi rendahnya terjun air a. Turbin dengan tinggi terjun rendah b. Turbin dengan tinggi terjun menengah c. Turbin dengan tinggi terjun tinggi 3. Menurut kecepatan putar turbin a. Turbin dengan kecepatan putar rendah b. Turbin dengan kecepatan putar menengah c. Turbin dengan kecepatan putar tinggi 4. Menurut letak atau tempat didirikannya turbin
a. Turbin air hulu b. Turbin air hilir

c. Turbin air yang dibuat dibawah tanah

d. Turbin air reversible (putar balik) 5. Menurut daya yang dihasilkan a. Turbin air dengan daya rendah b. Turbin air dengan daya menengah c. Turbin air dengan daya tinggi 4. keuntungan Turbin air terhadap penegak yang lain a. Turbin mempunyai umur yang panjang b. Lebih efisien dan mudah mengontrolnya c. Turbin dapat dikontrol secara otomatis d. Turbin dapat menunjukkan kemampuan sebagai unit yang selalu tersedia e. Turbin dapat bekerja dibawah beberapa ketinggian.

BAB III TURBIN GAS 1. Pengertian Turbin gas adalah turbin dengan gas sebagai fluida kerjanya gas diperoleh dari pembakaran bahan bakar cair yang mudah terbakar. System turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen utama, yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin, yang disusun menjadi system yang kompak. 2. Sejarah Turbin Gas Turbin gas sudah dikenal sejak zaman Hero of Alexandra oleh Dr. J. T. Retallita. Desain pertama direncanakan oleh Yohn Barther (inggris) pada tahun 1791. System ini bekerja dengan gas hasil pembakaran batu bara, kayu dan minyak bakar. Kompresornya di gerakan dengan perantara rantai dan roda gigi oleh turbinnya. Pada tahun 1872 Dr. F Stolze merencanakan system turbin gas mempergunakan kompresor aksial bertingkat ganda yang digerakan langsung oleh turbin reaksi bertingkat ganda pula. Udara yang keluar dari kompresor dibakar di dalam ruang bakar, yaitu sebuah alat yang dipergunakan utnuk menaikkan temperature udara sebelum masuk ke turbin. Jadi turbin ini bekerja dengan gas panas sebagai fluida kerjanya. Pada tahun 1939 di swiss sudah direncanakan 2000 power plan gas turbin yang menggerakkan generator dan kereta api pada federal rail ways. Kemudian tahun 1941 di Amerika turbin gas juga dipergunakan untuk menggerakkan generator menghasilkan daya dari yang rendah sampai sekitar 100.000 KW. Sedangkan bahan bakarnya dapat dipergunakan bahan bakar gas sampai pada minyak berat .

Untuk dewasa ini turbin gas dipakai pada pesawat antariksa guna penelitian diruang angkasa untuk kesejahteraan umat manusia di dunia.

3. Pemakaian system turbin gas System turbin gas yang dipakai dalam berbagai tenaga antara lain : a. Dengan daya turbin yang besar 1. Sebagai instalasi pembangkit tenaga listrik (PLTG) 2. Untuk menggerakkan pesawat udara 3. Sebagai marine power plant. Untuk menggerakkan kapal-kapal yang besar. 4. Sebagai penggerak loko dengan system turbin gas b. Sedangkan dengan daya yang kecil system turbin gas banyak dipergunakan sebagai alat transportasi yang kecil antara lain bus, truk, auto mobil, pesawat kecil, motor boat. 4. Proses Kerja turbin gas Tiga proses pokok yang terjadi di dalam turbin gas untuk memproduksi energy yaitu : 1. Proses penekanan udara 2. Proses pembakaran udara + bahan bakar. 3. Proses pengembangan atau ekspansi gas hasil pembakaran. 5. Komponen pokok system turbin gas Sesuai dengan proses kerjanya ada 3 komponen pokok dalam system turbin gas, yaitu : 1. Kompresor (K)

Kompresor adalah suatu alat yang digunakan untuk menghisap udara dan untuk selanjutnya dikompresi atau dimampatkan untuk menaikan tekanan. Ada beberapa kompresor yang kita ketahui : a. Kompresor torak, yaitu kompresor yang mempergunakan torak sebagai alat untuk mengkompresikan udara di dalam silinder. b. Kompresor sentrifugal, yaitu kompresor yang mempergunakan baling-baling (kipas, sudu-sudu) sebagai alat untuk menaikan tekanan. Sebagai ganti silinder pada kompresor torak adalah berupa rumah atau cacing. Ada dua macam kompresor sentrifugal 1.) Kompresor sentrifugal aliran Radial 2.) Kompresor sentrifugal aliran aksial. 2. Ruang pembakaran(RP) Untuk mendapatkan energi pada turbin gas diperlukan adanya pembakaran bahan bakar dengan udara yang telah dikompresi oleh lompresor. Bahan bakar yang telah dikompresi tersebut dibakar sehingga timbul energy panas yang secara cepat energy tersebut di ekspansikan pada pipa pemanasan dan langsung untuk memutarkan sudu turbin. Berputarnya rotore turbin maka timbul energy mekanik yang dapat memutar kompresor. Kompresor menghisap dan mengkompresikan udara masuk ke ruang bakar. Ada tiga tipe ruang bakar yang di gunakan, yaitu : 1.) Tubular (Can) combustor 2.) Annular combustor 3.) Can annual combustor 3. Turbin gas (T) Gas panas di ekspansikan dari hasil pembakaran ruang bakar. Akibat adanya panas dalam bentuk partikel – partikel gas, sudu turbin mulai terdorong oleh tekanan gas fluida.

Sudu yang tergabung dengan rotor menggerakan poros turbin dengan arah radial. Apabila tekanan yang dihasilkan dari ruang bakar konstan, perputaran dari turbin akan terjadi secara kontinu dengan tingkat kecepatan yang tinggi. Perlu diketahui bahwa poros turbin dengan kompresor satu sambungan. Seteah melewati sudu-sudu turbin gas keluar melalui saluran buang dengan tekanan tinggi sehingga menimbulakan gaya dorong. Semakin tinggi tekanan uap maka gaya dorong yang dihasilkanpun semakin besar. Biasanya kebutuhan gaya dorong yang besar dipergunakan pada mesin-mesin Turbo pesawat terbang. Missal rocket yang mempergunakan turbojet sebagai penggerak gaya dorongnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->