P. 1
(LISA INDRIED PANTILU) RESPONS MORFOLOGI DAN ANATOMI KECAMBAH KACANG KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) TERHADAP INTENSITAS CAHAYA YANG BERBEDA

(LISA INDRIED PANTILU) RESPONS MORFOLOGI DAN ANATOMI KECAMBAH KACANG KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) TERHADAP INTENSITAS CAHAYA YANG BERBEDA

|Views: 2,822|Likes:
Published by Bio07Unsrat

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Bio07Unsrat on Sep 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2014

pdf

text

original

Tanaman kedelai umumnya tumbuh tegak, berbentuk semak, dan merupakan

tanaman semusim. Morfologi tanaman kedelai didukung oleh komponen

utamanya yaitu akar, daun, batang, polong, dan biji sehingga pertumbuhannya

nonim, 2009). Akar kedelai mulai muncul dari belahan kulit biji

yang muncul di sekitar mesokotil. Selanjutnya, calon akar tersebut

7

Pada awalnya kedelai dikenal dengan beberapa nama botani yaitu Glycine soja

. Namun pada tahun 1948 telah disepakati bahwa nama botani yang

(L.) Merill (Gambar1).

Klasifikasi tanaman kedelai adalah sebagai berikut (Anonim , 2009):

(Anonim, 2009)

Tanaman kedelai umumnya tumbuh tegak, berbentuk semak, dan merupakan

tanaman semusim. Morfologi tanaman kedelai didukung oleh komponen

polong, dan biji sehingga pertumbuhannya

Akar kedelai mulai muncul dari belahan kulit biji

alon akar tersebut tumbuh dengan

8

cepat ke dalam tanah, sedangkan kotiledon yang terdiri dari dua keping akan

terangkat ke permukaan tanah akibat pertumbuhan hipokotil yang cepat.

Pertumbuhan akar tunggang lurus masuk ke dalam tanah dan mempunyai banyak

akar cabang. Pada akar-akar cabang terdapat bintil-bintil akar berisi bakteri

Rhizobium javonicum yang mempunyai kemampuan mengikat nitrogen (N2) dari

udara yang kemudian dipergunakan untuk menyuburkan tanah (Andrianto dan

Indarto, 2004).

Pada proses perkecambahan hipokotil merupakan bagian batang mulai dari

pangkal akar sampai kotiledon. Hipokotil dan dua keping kotiledon yang masih

melekat pada hipokotil akan menerobos ke permukaan tanah. Bagian batang

kecambah yang berada di atas kotiledon tersebut dinamakan epikotil. Titik

tumbuh epikotil akan membentuk daun dan kuncup ketiak. Batang dapat

membentuk 3-6 cabang dan berbentuk semak dengan tinggi 30-100 cm.

Pertumbuhan batang dibedakan atas tipe determinate dan indeterminate.

Pertumbuhan batang tipe determinate ditunjukkan dengan batang yang tidak

tumbuh lagi pada saat tanaman mulai berbunga. Pertumbuhan batang tipe

indeterminate terjadi bila daun masih bisa tumbuh pada pucuk batang tanaman

walaupun tanaman sudah mulai berbunga (Lamina, 1989).

Tanaman kedelai mempunyai dua macam daun yang dominan, yaitu daun tunggal

(2 helai) pada stadium kotiledon yang tumbuh saat tanaman masih berbentuk

kecambah dan daun majemuk berupa daun bertangkai tiga (trifoliate leaves) yang

tumbuh pada stadium vegetatif. Umumnya ada dua macam bentuk daun kedelai,

9

yaitu bulat telur (ovatus) dan lanset (lanceolatus). Kedua bentuk daun tersebut

dipengaruhi oleh faktor genetik. Daun mempunyai stomata yang berjumlah antara

190-320 buah/m2

. Umumnya, daun mempunyai bulu dengan warna cerah dan

jumlahnya bervariasi (Anonim, 2009).

Kedelai memiliki bunga banci yaitu dalam satu bunga terdapat alat kelamin jantan

(benang sari) dan alat kelamin betina (putik). Bunga berwarna ungu dan putih.

Sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong (Fachruddin, 2000).

Periode berbunga pada tanaman kedelai cukup lama yaitu 3-5 minggu untuk

daerah subtropik dan 2-3 minggu di daerah tropik, seperti di Indonesia. Jumlah

bunga pada tipe batang determinate umumnya lebih sedikit dibandingkan pada

batang tipe indeterminate (Anonim, 2009).

Polong kedelai pertama kali terbentuk sekitar 7-10 hari setelah munculnya bunga

pertama. Panjang polong muda sekitar 1 cm. Jumlah polong yang terbentuk pada

setiap ketiak tangkai daun sangat beragam, antara 1-10 buah dalam setiap

kelompok. Pada setiap tanaman, jumlah polong dapat mencapai lebih dari 50

bahkan ratusan. Kecepatan pembentukan polong dan pembesaran biji akan

semakin cepat setelah proses pembentukan bunga berhenti. Ukuran dan bentuk

polong menjadi maksimal pada saat awal periode pemasakan biji. Hal ini

kemudian diikuti oleh perubahan warna polong, dari hijau menjadi kuning

kecoklatan pada saat masak. Kedelai berkeping dua terbungkus kulit biji (testa)

dan tidak mengandung jaringan endosperm. Embrio terbentuk di antara keping

biji. Bentuk biji pada umumnya bulat lonjong, tetapi ada yang bundar dan bulat

10

agak pipih dengan besar dan bobot biji kedelai antara 5-30g/100 biji (Lamina,

1989).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->