P. 1
Pengaruh Budaya Asing Bagi Budaya Bangsa Indonesia

Pengaruh Budaya Asing Bagi Budaya Bangsa Indonesia

|Views: 61|Likes:
Published by Ryan Yunizar

More info:

Published by: Ryan Yunizar on Sep 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

PENGARUH BUDAYA ASING BAGI BUDAYA BANGSA INDONESIA March 19, 2009 by rinahistory Kepulauan Indonesia, pada zaman kuno

terletak pada jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan kuno, yaitu India dan Cina. Letaknya dalam jalur perdagangan internasional ini memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan sejarah kuno Indonesia. Kehadiran orang India di kepulauan Indonesia memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan di berbagai bidang di wilayah Indonesia. Hal itu terjadi melalui proses akulturasi kebudayaan, yaitu proses percampuran antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain sehingga terbentuk kebudayaan yang baru tanpa menghilangkan sama sekali masing-masing ciri khas dari kebudayaan lama. Pengaruh Budaya Vietnam bagi budaya bangsa Indonesia pada Masyarakat Prasejarah Indonesia Masuknya kebudayaan asing merupakan salah satu faktor yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Kebudayaan tersebut yaitu Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh, dan Kebudayaan India. Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh terdapat di daerah Vietnam bagian Utara dan Selatan. Masyarakat Dongson hidup di lembah Sungai Ma, Ca, dan Sungai Merah, sedang masyarakat Sa Huynh hidup di Vietnam bagian Salatan. Ada pada tahun 40.000 SM- 500 SM. Kebudayaan tersebut berasal dari zaman Pleistosein akhir. Proses migrasi ke tiga kebudayaan tersebut berlangsung antara 2000 SM-300 SM. Menyebabkan menyebarnya migrasi berbagai jenis kebudayaan Megalithikum (batu besar), Mesolitikum (batu madya),Neolithikum (batu halus), dan kebudayaan Perunggu. Terdapat 2 jalur penyebaran kebudayaan tersebut: 1. Jalur barat, dengan peninggalan berupa kapak persegi

2. Jalur Timur, dengan ciri khas peninggalan kebudayaan kapak lonjong. Pada zaman perunggu, kapak lonjong ditemukan di Formosa, Filipina, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya. A. BUDAYA BACSON-HOABINH Diperkirakan berasal dari tahun 10.000 SM-4000 SM, kira-kira tahun 7000 SM. Awalnya masyarakat Bacson-Hoabinh hanya menggunkan alat dari gerabah yang sederhana berupa serpihan-serpihan batu tetapi pada tahun 600 SM mengalami dalam bentuk batu-batu yang menyerupai kapak yang berfungsi sebagai alat pemotong. Bentuknya ada yang lonjong, segi empat, segitiga, dan ada yang berbentuk berpinggang. Ditemukan pula alat-alat serpih, batu giling dari berbagai

Sulawesi sampai ke Papua (Irian Jaya). . Istilah Bacson-Hoabinh digunakan sejak tahun 1920-an untuk menunjukkan tempat pembuatan alat-alat batu yang memiliki ciri dipangkas pada satu/ dua sisi permukaannya. Terdapat pula kapak yang sudah diasah tajam. Selain itu ada jenis Mongoloid dan australoid. Dari daerah tersebut kebudayaan ini sampai ke Indonesia melalui Semenanjung Malaya (Malaysia Barat) dan Thailand. Di Tonkin tinggal 2 jenis bangsa. Ditemukan di seluruh wilayah Asia Tenggara. 2. Di Indonesia. alat-alat dari kebudayaan Bacson-Hoabinh dapat ditemukan di daerah Sumatera. antara 1800 dan 3000 tahun yang lalu. Bangsa ini memiliki kebudayaan Mesolitikum yang belum di asah (pebbles). Bangsa Mongoloid. 1. Alat-alat yang ditemukan di daerah tersebut menunjukkan kebudayaan Mesolitikum. Kalimantan. merupakan bangsa yang daerah penyebarannya paling luas. Nusa Tenggara. Mme Madeline Colani. seorang ahli prasejarah Perancis menyebutkan/ memberi nama alat-alat tersebut sebagai kebudayaan Bacson-Hoabinh. Dimana kapak-kapak tersebut dikerjakan secara kasar. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa Tonkin merupakan pusat kebudayaan Asia Tenggara.ukuran. Di Sumatera letaknya di daerah Lhokseumawe dan Medan. Penyelidikan tentang persebaran kapak Sumatera dan kapak Pendek membawa kita melihat daerah Tonkin di Indocina dimana ditemukan pusat kebudayaan Prasejarah di pegunungan Bacson dan daerah Hoabinh yang letaknya saling berdekatan. hal ini menunjukkan kebudayaan Proto Neolitikum. yaitu Papua Melanosoid dan Europaeide. Batu kali yang berukuran lebih kurang satu kepalan dan seringkali seluruh tepiannya menjadi bagian yang tajam. Indonesia hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik. hingga Myanmar (Burma) di barat dan ke utara hingga propinsi-propinsi Selatan. Diantara kapak tersebut terdapat jenis pebbles yaitu kapak Sumatera dan kapak pendek. merupakan bangsa yang memiliki kebudayaan yang lebih tinggi. yaitu di daerah Bacson pegunungan Hoabinh. Jawa (lembah Sungai Bengawan Solo). yaitu proto-neolitikum (sudah diasah). alat-alat dari tulang dan sisa-sisa tulang belulang manusia yang dikuburkan dalam posisi terlipat serta ditaburi zat warna merah. meliputi Hindia Belakang. Bangsa Papua Melanosoid. Ditemukan dalam penggalian di pegunungan batu kapur di daerah Vietnam bagian utara.

o Kebudayaan Dongson di Indonesia diwujudkan melalui berbagai hasil kebudayaan perunggu. Bertempat di kawasan Sungai Ma. dan alat besi. Contoh: Nekara Tipe Heger I memiliki kesamaan dengan nekara yang paling bagus dan tua di . Moko (sejenis nekara yang bentuknya lebih kecil) ditemukan di Pulau Alor. BUDAYA DONG SON o Kebudayaan Dongson merupakan kebudayaan perunggu yang ada di Asia Tenggara. merupakan tempat penyelidikan yang pertama. o Kurang lebih 56 Nekara dapat ditemukan di beberapa wilayah Indonesia dan terbanyak nekara ditemukan di Sumatera. o Diperkirakan kebudayaan ini berlangsung pada tahun 1500 SM-500 SM. Daerah ini merupakan pusat kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. peralatan bertani maupun perhiasan-perhiasan. nekara. merupakan percampuran dari bangsa Melanesoid dan Europaeide. Nekara merupakan perlengkapan upacara persembahan yang dilakukan masyarakat prasejarah. sabit bercorong.3. dan berbagai tempat di Indonesia. Meskipun benda-benda perunggu telah ada sebelum tahun 500 SM terdiri atas kapak corong (corong merupakan pangkal yang berongga untuk memasukkan tangkai atau pegangannya) dan ujung tombak. Sulawesi Selatan. o Hal ini terlihat dari kesamaan corak hiasan dari bahan-bahan yang digunkan. Di Bali ditemukan nekara yang terbesar yaitu di daerah Pejeng. mata panah. ujung tombok bertangkai. B. dimana pada nekara tersebut terdapat hiasan mengenai sistem kehidupan dan kebudayaan saat itu. Hal ini dikarenakan benda-benda logam yang ditemukan di wilayah Indonesia pada umumnya bercorak Dong Son. Jawa. peralatan rumah tangga. Di daerah ini ditemukan segala macam alat-alat perunggu. dan Maluku Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa kebudayaan Indonesia merupakan salah satu bagian dari kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. o Bagi Indonesia penemuan benda kebudayaan Dong Son sangat penting. sebelah barat daya Cina. Di Indonesia nekara ditemukan di Selayar. dan benda-benda kecil lainnya. alat-alat dari besi serta kuburan dari masa itu. o Nekara yang penting ditemukan di Indonesia adalah nekara Makalaman dari Pulau Sangeang dekat Sumbawa dengan hiasan gambar orang-orang berseragam menyerupai pakaian dianasti Han (Cina)/ Kushan (India Utara)/ Satavahana (India Tengah) o Selain nekara ditemukan juga benda-benda perunggu lainnya seperti patung-patung. bukan mendapat pengaruh budaya logam dari Cina maupun India. Bangsa Austronesia. Pada zaman Neolitikum bangsa ini tersebar ke seluruh Kepulauan Indonesia. Dongson adalah nama daerah di Tonkin. Vietnam o Di daerah tersebut pada tahun 1920 ditemukan alat-alat perunggu diperkirakan berkaitan dengan kebudayaan Yunan.

Kebudayaan Melayu Tua (Proto Melayu) di Masyarakat Dayak Pedalaman . · Budaya Sa Huynh ditemukan di kawasan pantai Vietnam Tengah ke Selatan sampai lembah sungai Mekong. Karena peralatan yang banyak dipakai dalam kebudayaan Sa Huynh adalah dari kebudayaan Dong Son. merupakan zaman batu tulis. Selain itu. o Masa ini telah terjadi tukar menukar dan perdagangan antar masyarakat dengan alatalat gerabah dari perunggu sebagai komoditi barter. dimana nekara ini memiliki lajur hiasan yang disusun mendatar bergambar manusia. nekara. · Pada dasarnya merupakan kebudayaan yang mirip dengan Kebudayaan Dongson.Kebudayaan Melayu Muda (Deutero Melayu) di masyarakat Bali Aga dan Lombok C. Pembawa kebudayaan ini adalah bangsa Austronesia. o Penyebaran kebudayaan Dongson tersebut menyebabkan terbaginya kebudayaan di Indonesia menjadi 2.Vietnam. o Kebudayaan Dongson sampai ke Indonesia melalui jalur Barat yaitu Semenanjung Malaya. o Pendapat tentang kebudayaan Dongson. zaman kebudayaan kapak persegi . o Dari penemuan benda budaya Dong Son diketahui cara pembuatannya dengan menggunakn teknik cetak lilin. hewan dan pola geometris. BUDAYA SA HUYNH · Kebudayaan Sa Huynh diperkirakan berlangsung tahun 600 SM-1 M. sampai kepulauan Indonesia terbagi dalam 2 tahap: . · Budaya Sa Huynh ada di Vietnam bagian Selatan didukung oleh suatu kelompok penduduk yang berbahasa Austronesia (Cham) yang diperkirakan berasal dari kepulauan Indonesia. sebagai objek dari simbol kemewahan dan alat-alat sakti yang dapat mendatangkan kekuatan gaib. merupakan kebudayaan kapak sepatu. kurang lebih sejak 500 SM. yaitu: .Zaman Perunggu. dan candrasa. berlangsung kurang lebih sejak 2000 SM.Zaman Neolithikum. .

Benda perunggu yang ditemukan di daerah Sa Huynh berupa beberapa perhiasan. Ditemukan pula manik-manik emas yang langka dan kawat perak serta manik-manik kaca dari batu agate bergaris dan berbagai manik-manik Carnelian (bundar. tembilang. selain itu terdapat gelang-gelang dan perhiasan-perhiasan · Meskipun hubungan langsung dengan pusat-pusat pembuatan benda-benda perunggu di daerah Dong Son sangat terbatas terbukti dengan penemuan 7 buah nekara tipe Heger I di daerah Selatan Vietnam dari 130 nekara yang berhasil ditemukan hingga tahun 1990. BUDAYA INDIA ü Orang India menyebarkan kebudayaannya melalui hasil karya sastra. cincin. dan gelang berbentuk spiral. · Teknologi pembutan peralatan besi yang diperkenalkan ke daerah Sa Huynh berasal dari daerah Cina. pisau bertangkai. kumparan tenun. lonceng.· Orang-orang Cham pernah mengembangkan peradaban yang dipengaruhi oleh budaya India Champa tetapi akhirnya dikalahkan oleh penduduk Vietnam sekarang yang hanya merupakan kelompok minoritas hingga sekarang. · Kebudayaan dalam bentuk tempayan kubur yang ditemukan di Sa Huynh memiliki persamaan dengan tempayan kubur yang ditemukan di Laut Sulawesi. dan bejana-bejana kecil. seperti gelang . · a. b. dan kapak. termasuk pedagang India. . berbentuk cerutu). yang berbahasa Sansekerta dan Tamil yang berkembang di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. ü Pada abad 1-5 M di Indonesia muncul pusat-pusat perdagangan terutama pada daerah yang dekat dengan jalur perdagangan tersebut. · Kebudayaan Sa Huynh yang ditemukan meliputi berbagai alat yang bertangkai corong seperti sikap. Penguburan tersebut adalah adat kebiasan yang dibawa oleh orang-orang Cham ke kepulauan Indonesia sebab penguburan dengan cara ini bukan merupakan budaya Dong Son maupun budaya yang lain. Benda-benda perunggu yang tersebar ke wilayah Indonesia melalui 2 jalur. yaitu: Jalur darat : Muangthai dan Malaysia terus ke kepulauan Indonesia Jalur laut : Menyeberang lautan dan terus tersebar di daerah kepulauan Indonesia D. Awalnya hanya sebagai tempat persinggahan tetapi akhirnya orang Indonesia ikut dalam kegiatan perdagangan sehingga Indonesia menjadi pusat pertemuan antar para pedagang. · Orang-orang Cham merupakan kelompok masyarakat yang menggunakan bahasa Austronesia dan mempunyai kedekatan kebangsaan dengan masyarakat yang tinggal di kepulauan Indonesia. · Kebudayaan Sa Huynh diketahui melalui penemuan kubur tempayan (jenazah dimasukkan ke dalam tempayan besar). Ditemukan alat-alat dari perunggu seperti bejana kecil. Namun ada pula yang tidak bercorong seperti sabit.

Bukti arkeologisnya ditemukan manik-manik berbahan kaca dan serpihan-serpihan kaca yang bertuliskan huruf Brahmi. Dikenalnya bahasa Sansekerta dan Huruf Pallawa yang menandai masuknya zaman sejarah bagi masyarakat kepulauan Indonesia d. Sumatera Selatan. Tersebarnya agama Hindu-Budha di kalangan masyarakat Indonesia Dikenalnya sistem pemerintahan kerajaan c. Ditemukan arca Budha di Kutai.ü Hal ini menyebabkan masuknya pengaruh budaya India pada berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia. di India Utara. ü Kebudayan Indonesia pada zaman kuno mempunyai fungsi strategis dalam jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan kuno. Kelapa asli dari Indonesia yang dijadikan barang perdagangan hingga samapai di India. dan tulisan. pahat. Budaya India tersebut meninggalkan pengaruhnya pada kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia terutama pada seni ukir. Jalur perdagangan antar bangsa tersebut kemudian lebih dikenal dengan jalur Sutera. ü Transfer kebudayaan India merupakan tahapan terakhir dari masa budaya pra sejarah setelah tahun 500 SM. yang berlanggam seni arca Gunahasa. Pengaruh India di Indonesia dapat dilihat dengan adanya: Arca Buddha dari Perunggu di Sempaga. yang memperlihatkan langgam seni Amarawati (India Selatan pada Abad 2-5 SM). dsb. Hubungan perdagangan Indonesia-India jauh lebih awal jika dibandingkan dengan hubungan Indonesia-Cina. Pengaruh Indonesia yang sampai India : 1. yaitu jalur maritim melalui kawasan Malaka. dan daerah Bukit Siguntang. yaitu India dan Cina. Tarumanegara. Penyebarannya melalui proses perdagangan. Dimana hubungan perdagangan Indonesia India telah terjalin sejak awal abad 1 M. Perahu bercadik milik bangsa Indonesia mempengaruhi penggunaan perahu bercadik di India Selatan (Menurut Hornell) 2. Terlihat dengan masyarakat Indonesia yang akhirnya memeluk agama Hindu-Budha serta berdirinya kerajaan-kerajaan di Indonesia yang mendapat pengaruh India seperti Kutai. Jawa Timur. Penyebaran budaya India tersebut menyebabkan: a. Sulawesi Selatan. Selain itu ditemukan arca sejenis di daerah Jember. Hubungan dagang tersebut kemudian berkembang menjadi proses penyebaran kebudayaan. b. Kebudayaan India yang memegang peranan penting dalam perkembangan masyarakat prasejarah menjadi masyarakat sejarah. .

Sebagai contoh: relief yang dipahatkan pada Candi Borobudur bukan hanya menggambarkan riwayat sang budha tetapi juga terdapat relief yang menggambarkan . Contohnya: Ø Ø Ø Candi Kidal (di Malang). Pengaruh kebudayaan India dalam kebudayaan Indonesia tampak pada: · Seni Bangunan Akulturasi dalam seni bangunan tampak pada bentuk bangunan candi. Candi sebagai tanda penghormatan masyarakat kerajaan tersebut terhadap sang raja. juga berfungsi sebagai makam raja atau untuk tempat menyimpan abu jenazah sang raja yang telah meninggal. Di atas makam sang raja biasanya didirikan patung raja yang mirip (merupakan perwujudan) dengan dewa yang dipujanya. Akulturasi dalam bidang seni rupa. Sehingga. Budaya Pengaruh budaya India di Indonesia sangat besar bahkan begitu mudah diterima di Indonesia hal ini dikarenakan unsur-unsur budaya tersebut telah ada dalam kebudayaan asli bangsa Indonesia. Candi Jago (di Malang). Di India. bentuk bangunan candi di Indonesia pada umumnya adalah punden berundak. yaitu bangunan tempat pemujaan roh nenek moyang. merupakan tempat Wisnuwardhana di perabukan. dan seni ukir terlihat pada relief atau seni ukir yang dipahatkan pada bagian dinding candi. sehingga hal-hal baru yang mereka bawa mudah diserap dan dijadikan pelengkap. candi selain sebagai tempat pemujaan. Contoh ini dapat dilihat pada bangunan candi Borobudur. Di Indonesia. Candi Singosari (di Malang) merupakan tempat Kertanegara diperabukan. Hal ini sebagai perpaduaan antara fungsi candi di India dan tradisi pemakaman dan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia. · Seni rupa. dan seni ukir. merupakan tempat Anusapati di perabukan. candi merupakan kuil untuk memuja para dewa dengan bentuk stupa.Pengaruh Budaya India yang masuk ke Indonesia antara lain terlihat dalam bidang: 1.

Kisah India itu kemudian digubah oleh para pujangga Indonesia. Huruf Pallawa yang telah di-Indonesiakan dikenal dengan nama huruf Kawi. Bentuk wiracarita ternyata sangat terkenal di Indonesia. Terdapat pula relief yang menggambarkan bentuk perahu bercadik yang menggambarkan kegiatan nenek moyang bangsa Indonesia pada masa itu. manik-manik.lingkungan alam Indonesia. Bahkan muncul pula tokoh-tokoh pewayangan yang khas Indonesia seperti tokoh punakawan Semar. 2. cincin. telah melahirkan seni pertunjukan wayang kulit(wayang purwa). Sejak prasasti Dinoyo (760 M) maka huruf Kawi ini menjadi huruf yang dipakai di Indonesia dan bahasa Sansekerta tidak dipakai lagi dalam prasasti tetapi yang dipakai bahasa Kawi. seperti Baratayudha yang digubah oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh. Contoh hiasan : gelang. Tokoh-tokoh ini tidak ditemukan di India. Irama kakawin didasarkan pada irama dari India. Petruk. kitab hukum. Berkembangnya karya sastra. bangsa Indonesia telah mengenal sistem pemerintahan tetapi masih secara sederhana yaitu semacam pemerintahan di suatu desa atau daerah tertentu dimana rakyat mengangkat seorang pemimpin atau kepala suku. · Seni Hias Unsur-unsur India tampak pada hiasan-hiasan yang ada di Indonesia meskipun dapat dikatakan secara keseluruhan hiasan tersebut merupakan hiasan khas Indonesia. terutama kisah Ramayana dan Mahabarata. kesusastraan tersebut terdiri atas kitab keagamaan (tutur/pitutur). Tembang jawa kuno umumnya disebut kakawin. · Aksara/tulisan Berdasarkan bukti-bukti tertulis yang terdapat pada prasasti-prasasti(abad 5 M) tampak bahwa bangsa Indonesia telah mengenal huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Pertunjukkan wayang banyak mengandung nilai yang bersifat mendidik. Pemerintahan Sebelum kedatangan bangsa India. kitab wiracarita (kepahlawanan) serta kitab cerita lainnya yang bertutur mengenai masalah keagamaan atau kesusilaan serta uraian sejarah. dan Bagong. tetapi wayangnya sendiri asli Indonesia. · Kesusastraan Setelah kebudayaan tulis seni sastrapun mulai berkembang dengan pesat. Orang yang . Cerita dalam pertunjukkan wayang berasal dari India.Prasasti Dinoyo berhubungan erat dengan Candi Badut yang ada di Malang. seperti Negarakertagama. Seni sastra berbentuk prosa dan tembang (puisi). terutama yang bersumber dari kisah Mahabarata dan Ramayana. Berdasarkan isinya. Gareng.

Sedangkan ke dalam. tetapi perkembangannya selalu disesuaikan dengan tradisi bangsa Indonesia sendiri. yang diperintah oleh seorang raja secara turun-temurun. berwibawa. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia menerima dengan terbuka unsur-unsur yang datang dari luar.dipilih sebagai pemimpin biasanya adalah orang yang senior. Dalam perkembangannya kehidupan sosial masyarakat Indonesia distratifikasikan berdasarkan kasta dan kedudukan dalam masyarakat (mulai mengenal sistem kasta) 4. . Kehidupan sosial masyarakat Indonesia juga tampak pada sistem gotong-royong. raja sebagai lambang nenek moyang yang didewakan. arif. Sosial Kehidupan sosial masyarakat di Indonesia mengikuti perkembangan zaman yang ada. yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang dan benda-benda besar (animisme dan dinamisme). masyarakat telah mengenal dan memiliki kepercayaan. termasuk dalam bidang ekonomi maupun dalam hal kekuatan gaib atau kesaktian. Hukum dan Peraturan menunjukkan bahwa suatu masyarakat itu sudah teratur dan rapi. dapat membimbing serta memiliki kelebihan tertentu . bangsa Indonesia mulai menganut agama Hindu-Budha meskipun unsur kepercayaan asli tetap hidup sehingga kepercayaan agama Hindu-Budha bercampur dengan unsur penyembahan roh nenek moyang. Peran raja di Indonesia berbeda dengan di India dimana raja memerintah dengan kekuasaan mutlak untuk menentukan segalanya. raja memerintah atas nama desa-desa dan daerahdaerah. Raja bertindak ke luar sebagai wakil rakyat yang mendapat wewenang penuh. Hal ini tampak pada fungsi candi di Indonesia. Kepercayaan Sebelum pengaruh India berkembang di Indonesia. Ketika agama dan kebudayaan Hindu-Budha tumbuh dan berkembang. 3. Masuknya pengaruh India di Indonesia menyebabkan mulai adanya penerapan hukuman terhadap para pelanggar peraturan atau undang-undang juga diberlakukan. Di Indonesia. Masuknya pengaruh India menyebabkan muncul sistem pemerintahan yang berbentuk kerajaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->