Mata kuliah : KDM II Semester Dosen : IV ( Empat ) : Jane Rondonuwu S.

Kep Ns

PENGAMBILAN SPESIMEN
OLEH Kelompok I  Ritha Siahaya  Inri Tololiu  Niswan Iskandar Alam  Soan H Moniaga  Lispitasari Andiani  Jufri Yanto La Mane

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

STIKES MUHAMMADIYAH
MANADO 2011

1

patologi anatomi. laboratorium tersebut terdiri dari laboratorium mikrobiologi. Dalam pemeriksaan penyakit infeksi. 2 . bagi orang yang berprofesi dalam bidang kesehatan. Penyakit infeksi yang ditimbul sering diakibatkan mikroorganisme yang bersifat patogen. Misalnya. Akan tetapi. antikoagulan EDTA yang tidak boleh dipakai dalam pengawetan dalam proses penyimpanan antikoagulan EDTA digunakan dalam laboratorium patologi klinik. Adapun tujuan dari pemahaman cara pengelolaan spesimen tersebut adalah agar spesimen dapat memberikan hasil yang akurat dalam pemeriksaan secara makroskopis/mikroskopis dan spesimen tidak rusak dalam rentang waktu pengiriman ke laboratorium. harus mengetahui dan memahami betul cara pengelolaan spesimen klinik. pada makalah ini ditekankan pada cara pengelolaan spesimen sputum. Spesimen diambil apakah untuk pemeriksaan mikrobiologi/patologi klinik/patologi anatomi/parasitologi. Cara lain dalam menegakkan diagnosa guna menemukan mikroorganisme apa yang menjadi penyebab suatu penyakit adalah dengan cara pemeriksaan spesimen. penyimpanan sampai cara pengiriman spesimen klinik. misalnya dokter. banyak penyakit yang bertambah dan merajalela dalam kehidupan masyarakat. patologi klinik. Selain itu. Dalam makalah ini dipaparkan mulai dari cara pengambilan. Oleh karena itu. penyakit infeksi tetap menjadi primadona penyakit yang paling sering menyerang manusia. dan parasitologi. sebagai mahasiswi kedokteran. darah dan feses. tentunya juga harus memahami betul cara pengelolaan/penanganan spesimen. Dimana. Hal ini harus diperhatikan sebab prosedur pengelolaan spesimen pada setiap bidang pastilah berbeda. Salah satu hal paling penting yang mendasari cara pengelolaan spesimen yaitu harus diperhatikan tujuan pengambilan spesimen. juga dipilah antara prosedur penanganan spesimen klinik untuk dikirim ke laboratorium tertentu. Saya. Dimana.PENDAHULUAN Sekarang ini. Yang harus diperhatikan dalam hal pengelolaan spesimen adalah: Cara Pengambilan/Penyimpanan/Pengiriman specimen . biasanya dilakukan pemeriksaan fisik dan anamnese guna menemukan etiologi penyakit.

unsure organic – non organic ). Untuk pemeriksaan urinalisa rutin diperlukan: Urin bersih. Cara kerja A. urin harus dimasukan dalam lemari es. biasanya urin pertama pagi hari karena urin pertama cenderung konsentrasinya lebih tinggi. mungkin memerlukan bantuan. URIN Tujuan : menetukan apakah terdapat kelainan urin yang di urai secara makroskopis ( fisik ). Bila urin berada dalam suhu ruangan untuk periode waktu lama maka kristal urin dan sel darah merah akan lisis/hancur serta berubah menjadi alkalin. dan memiliki pH lebih rendah. dengan menampung urin pada wadah yang disediakan.tergantung pada sampel atau jenis urin yang diperiksa. Sekalipun ada 3 . bila tidak dapat diperiksa dengan segera. A. Jumlah minimal 10mL Tidak ada cara pengambilan khusus. bakterialogis. Spesimen harus bebas dari feses Diperlukan urin segar (pengambilan kurang dari 1 jam).2 URIN TENGAH (clean-catch or midstream urin specimen) Urin tengah merupakan cara pengambilan spesiman untuk pemeriksaan kultur urin yaitu untuk mengetahui mikroorganisme yang menyebabkan infeksi saluran kemih. maupun imunologis.PEMERIKSAAN SPESIMEN A. jumlah lebih banyak. sedimen / endapan ( makroskopis – mikroskopis. kimiawi. kecuali klien yang lemah. klien dapat melakukannya sendiri.1 URIN BERSIH (clean voided urine specimen) Urin bersih diperlukan untuk pemeriksaan urinalisa rutin.

dan keterbatasan fisik d.Perlu mekanisme khusus agar spesimen yang didapat tidak terkontaminasi. Prosedur mengumpulkan urin midstream Langkah Rasional 1. Dapat mengindikasikan penuhnya kandung kemih e. Informasi memungkinkan dapat mengklarifikasi kesalahpahaman dan meningktkan kerjasa sama dari klien 4 . Pengambilan dilakukan dengan cara: bersihkan area meatus urinarius dengan sabun dan air atau dengan tisue khusus lalu keringkan biarkan urin yang keluar pertama dimaksudkan untuk mendorong dan mengeluarkan bakteri yang ada didistal. tingkat kesadaran atau tahap perkembangan c. Hati-hati memegang wadah penampung agar wadah tersebut tidak menyentuh permukaan perineum. Jumlah yang diperlukan 30-60mL. pada saat terakhir kali klien berkemih b.kemungkinan kontaminasi dari bakteri di permukaan kulit. kaji tingkat pengetahuan klien terhadap pemeriksaan h. ikuti kebijakan lembaga dalam pengambilan specimen Kebijakan lembaga dapat berbeda –beda dalam metode pengambilan kaji status klien a. mobilisasi .keseimbangan . namun pengambilan dengan menggunakan kateter lebih berisiko menyebabkan infeksi. beberapa waktu kemudian tampung urin yang ditengah. Menentukan tingkat bantuan g. Menunjukan kemampuan klien dalam bekerja sama selama prosedur f.

air steril e. label spesimen yang lengkap i. wadah spesimen steril f.persiapkan peralatan a. berikan air minum 30 menit sebelum pengambilan urin Meningkatkan kemampuan berkemih Privasi klien  Memungkinkan klien bersifat rileks  berikan sabun.lap basah .lap basah. cara agar klien dan keluarga dapat membantu c. sarung tangan steril dan non steril g.dan handuk Di gunakan untuk membersihkan.dan mengeringkan perineum b. Membantu klien mengumpulkan spesimen urin secara mandiri f. cara mengambil spesimen yang bebas dari feses d. Membilas larutan antiseptic jelaskan prosedur a. apabila klien tidak merasakan keinginan berkemih yang mendesak. dan handuk untuk membersihkan daerah perineum 5 . sabun. alasan dibutuhkannya spesimen midstrem b. Mengurangi ansietas e. Feses dapat merubah karakteristik urin dan dapat menyebabkan nilai pengukuran menjadi salah g.gulungan kapas steril atau bantalan kasa ukuran 2x2 c.peralatan komersial untuk mengambil irine dengan cara bersih. larutan anti septik d. pispot h.membilas.

klien harus mulai mengeluarkan urin . Pakai sarung tangan non steril dan bantu perawatan perineum pada klien yang tidak dapat berjalan  Mencegah penularan mikroorganisme  ganti sarung tangan  Mengurangi transfer infeksi  buka peralatan steril atau persiapkan peralatan steril  tuang antiseptik diatas bola kapas  Bola kapas digunakan untuk membersihkan perineum 13. pria  pegang penis dengan satu tangan dan bersihkan ujung penis dengan gerakan memutar dari arah tengah keluar dan menggunakan swab antiseptik  bersihkan daerah tersebut dengan air sterildan keringkan dengan bola kapas  setelah klien mulai mengeluarkan aliran urin .dari bagian depan ke belakang  bantu klien membersihkan daerah perineum dan mengumpilkan secara mandiri  bersihkan daerah tersebut dengan air sterildan keringkan dengan bola kapas  dengan tetap memisahkan labia. wanita  buka labia dengan ibu jari dan jari telunjuk dari tangan yang tidak dominan  bersihkan daerah tersebut dengan bola kapas .letakan wadah pengumpul dibawah aliran urin dan kumpulkan 30 – 60 ml b. buka wadah steril Bantu dan biarkan klien membersihkan perineum dan mengumpulkan spesimen urin nya secara mandiri a. dan setelah aliran keluar letakan wadah spesimen dibawah aliran urin dan kumpulkan 30 – 60 ml 6 .

Mengurangi jumlah bakteri  Mencegah kontaminasi spesimen dengan larutan antiseptik  Urin yang pertama keluar membuang mikroorganisme yang dalam kondisi normal terakumulasi di meatus urinarius dan mencegah bakteri terkumpul di dalam spesimen  Memungkinkan akses kemeatus uretra  Mencegah kontaminasi spesimen dengan larutan antiseptik  Urin yang pertama keluar membuang mikroorganisme yangt dalam kondisi normal terakumulasi di meatus urinarius dan mencegah bakteri terkumpul di dalam spesimen 15 pindahkan wadah spesimen sebelum aliran urin terhenti dan sebelum melepaskan labia atau penis. pindahkan bedpen dan bantu klien untuk dapat posisi yang nyaman meningkatkan lingkungan yang rileks 19 berikan label pada daftar specimen mencegah identifikasi yang tidak akurat 20. Urin tampung ini biasanya disimpan di lemari pendingin atau diberi preservatif (zat aktif tertentu) yang mencegah pertumbuhan bakteri 7 .klien meyelesaikan berkemih dalam bedpend tau toilet mencegah spesimen terkontaminasi oleh flora kulit.3 URIN TAMPUNG (timed urin specimen/waktu tertentu) Beberapa pemeriksaan urin memerlukan seluruh produksi urin yang dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu.14. catat tanggal dan waktu pengambilan spesimen dalam catatan keperawatan mendokumentasikan implementasi yang diprogramkan dokter A. mempertahankan sterilitas bagian dalam wadah 17. 18. rentangnya berkisar 1-2 jam – 24 jam. lepaskan sarung tangan dan cuci tangan mencegah transfer mikroorgani9sme dengan orang lain 21 kirim spesimen ke labort dalam 15 menit atau m.asukan dalam lemari es bakteri dapat berkembang biak dalam urin 22. tutup wadah spesimen dengan aman dan kuat.dan letakan dikantung plastikan specimen Mencegah transfer mikroorganisme dengan orang lain. 16. bersihkan urin yang mengenai bagian luar wadah.

membersihkan setiap urin yang keluar mengenai bagian wadah.4 SPESIMEN URIN ACAK  Spesimen urin rutin yang diambil secara acak dapat dikumpulkan dari urin klien saat berkemih secara alami atau dari kateter foley atau kantong pengumpul urin yang mengalami diversi urinarius  Spesimen harus bersih digunakan pada pemeriksaan urinalisis  Anjurkan klien untuk minum 30 menit sebelum prosedur dilakukan.dan kirim spesimem yang telah diberi label ke labor. Adapun tujuan pemeriksaan yang menggunakan urin tampung adalah:  mengkaji kemampuan ginjal mengkonsentrasikan dan mendilusi urin  menentukan penyakit gangguan metabolisme glukosa. amilase.urin dikumpul dalam sebuah wadah yang bersih lalu segera masukan dalam wadah yang lebih besar  setiap spesimen harus bebas dari feses atau tisu toilet  perawat harus mengigatkan klien untuki berkemih nsebelum defekasi  wadah pengumpil urin perlu dimasukan dalam lemari ES A. 8 . kreatinin.emasang tutup dengan ketat padsa wadah spesimen.fungsi ginjal  menentukan kadar sesuatu dalam urin (misal: albumin.perawat m.meletakan wadah pada kantong plastik.dan hanya 120 mL urin yang dibutuhkan untuk pemeriksaan yang akurat  Setelah spesimen dikumpilkan .atau mencegah perubahan/kerusakan struktur urin. hormon tertentu) Hal yang perlu dilakukan perawat:  Periode pengumpulan jenis ini dimulai setelah klien berkemih  beri wadah yang telah disiapkan oleh pihak laboratorium  setiap kali berkemih .Biasanya urin ditampung di tempat kecil lalu dipindahkan segera ke penampungan yang lebih besar.

Untuk kultur urin diperlukan 3 mL. 4) Identitas Spesimen. kemudian kocok hingga homogen. Pengambilan specimen urin a.A. sedangkan identitas lengkap dapat dilihat pada buku registrasi yang berisikan nomor.Klem kateter selama kurang lebih 30 menit jika tidak diperoleh urin waktu pengambilan. jenis pemeriksaan. tanggal. dan 30 mL untuk urinalisa rutin. kemudian tambahkan dengan 2 ml formalin 27% atau 100 mg EDTA. Untuk kultur urin. 2) Bahan Pengawet a) Formalin 37%. b) Ethylene Diamine Tetra Acetat (EDTA). diberi nomor dan kode. d) Wadah berwarna terang. c) Mulut wadah lebar dan dapat ditutup rapat. 9 . b) Dapat terbuat dari plastik atau botol gelas.5 SPESIMEN KATETER INDWELLING Urin steril dapat diperoleh dengan mengambil urin melalui area kateter yang khusus disiapkan untuk pengambilan urin dengan jarum suntik. umur. nama responden. 3) Cara Pengambilan Spesimen a) Urine ditampung selama 24 jam b) Urine yang telah ditampung diambil sebanyak 50 – 100 ml. Pengambilan Spesimen 1) Wadah Spesimen a) Wadah spesimen urine harus bersih dan kering. hati-hati dalam pengambilan agar tidak terkontaminasi. jenis kelamin.

PEMERIKSAAN SPESIMEN: FESES Pemeriksaan feses dilakukan untuk: melihat ada tidaknya darah. Pemilihan metoda pemeriksaan disesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang tersedia. Kadar Timah hitam dalam urine 150mg/ml creatinine. Pemeriksaan Spesimen Ada beberapa metoda yang dapat digunakan untuk memeriksa kadar Timah hitam dalam urine. Pengiriman Spesimen 1) Setelah spesimen urine terkumpul masing-masing dalam wadah/botol kecil. 3) Pengiriman harus secepat mungkin sampai ke laboratorium (tidak lebih dari 3 hari).b. Zinc protoporphynin dalam darah (setelah 1 bulan terekspos) 250 mg/100 ml erythrocytes atau 100mg/100 ml darah e. 2) Wadah spesimen kecil diatur sedemikian rupa sehingga tidak mudah terbalik atau tumpah. antara lain metoda Dithizone dan metoda Spektrofotometrik Serapan Atom. kemungkinan ada masalah dalam penyerapan lemak di usus halus. d. bahan pemeriksaan ataupun peralatan. c. Tindak Lanjut Hasilnya dilaporkan pada pihak-pihak yang berwenang. 10 . Bila ditemukan kadar empedu rendah. Analisa Hasil Kadar Timah hitam dibandingkan dengan Biological Exposure Index (BEI) atau nilai index untuk pajanan biologi. Bila feses mengandung banyak lemak (disebut: steatorrhea). Pemeriksaan ini mudah dilakukan baik oleh perawat atau klien sendiri.Pemeriksaan ini menggunakan kertas tes Guaiac. kemudian dimasukan dalam wadah/tempat yang lebih besar dengan diberi es sebagai pengawet sementara (cool box). B. baik tenaga.Kadar Timah hitam dalam darah 50 mg/100ml. kemungkinan terjadi obstruksi pada hati dan kandung empedu. analisa produk diet dan sekresi saluran cerna.

juga diperlukan serial 3 hari berturut-turut di pagi hari. perawat perlu mengingatkan klien akan hal-hal berikut: defekasi pada bedpan yang bersih bila memungkinkan. struktur. Untuk pemeriksaan ini diperlukan jumlah feses sedikit untuk dikultur. Pemeriksaan sputum dilakukan untuk: kultur (menentukan jenis mikroorganisme) dan tes sensitivitas terhadap obat untuk sitologi dalam mengidentifikasi asal. umumnya 2.Klien perlu batuk untuk memdorong sputum dari paru-paru. bronkus dan trakea ke mulut dan mengeluarkan ke wadah penampung. Untuk kultur. gunakan swab yang steril. jumlah feses tergantung pemeriksaan. menilai keberhasilan terapi. fungsi dan patologi sel. lalu dimasukkan dalam kantung steril. Untuk pemeriksaan ini dilakukan tiga hari berturut-turut. menggunakan wadah penampung khusus untuk pemeriksaan ini. Segera kirim spesimen ke lab untuk segera diperiksa. Sebelum pengambilan spesimen. bronkus dan trakea.Pada lembar pengantar perlu dituliskan antibiotik yang telah dikonsumsi. PEMERIKSAAN SPESIMEN: SPUTUM Sputum adalah sekret mukus yang dihasilkan dari paru-paru. 11 . Spesimen untuk sitologi (mengidentifikasi kanker paru-paru dan jenis selnya) seringkali dilakukan secara serial 3 kali dari sputum yang diambil di pagi hari. Beberapa rumah sakit. pemeriksaan bakteri tahan asam.mendeteksi telur cacing dan parasit. C. spesimen tidak terkontaminasi dengan urin atau darah menstruasi jangan meletakan tisue pembersih pada bedpan setelah defekasi karena dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan Dalam pengambilan spesimen gunakan sarung tangan bersih.Individu yang sehat tidak memproduksi sputum.Pengambilan perlu hati-hati agar tidak terkontaminasi.5cm untuk feses padat atau 15-30mL untuk cair. mendeteksi virus dan bakteri. untuk mengidentifikasi ada tidaknya kuman tuberkulosis.

Bila klien tidak dapat batuk. kadangkala diperlukan suksion faringeal. lalu ambil bahan pada daerah tonsil dan orofaring yang berisi eksudat dan berwarna kemarahan. Kadangkala timbul refleks gag. Diperlukan sputum sebanyak 15-30mL  lakukan kembali perawatan mulut. Alat Dan Bahan a) Spuit/disposible syringe b) Blood lancet c) Karet pengikat lengan/torniquet d) Kapas e) Alkohol 70% 12 .Cara pengambilan umumnya di pagi hari. saat bangun tidur klien mengeluarkan sputum yang diakumulasi sejak semalam. Pengambilan Spesimen Darah 1. Kultur Tenggorokan Kultur tenggorokan dilakukan dengan menggunakan swab dengan mengambil bahan dari mukosa yang ada di orofaring dan tonsil. Langkah sebagai berikut:  lakukan perawatan mulut  minta klien untuk napas dalam lalu batuk. PEMERIKSAAN SPESIMEN DARAH Tujuan mendapatkan spesimen darah vena tanpa anti koagulan yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan kimia klinik dan imunoserologi a. Kultur dilakukan untuk melihat mikoorganisme penyebab penyakit.Dalam melakukannya perawat menggunakan sarung tangan bersih. D. untuk mencegahnya saat pemeriksaan posisi klien duduk dan minta klien membuka mulut seraya berkata “ah” lalu kerjakan tindakan dengan cepat.

Adapun cara mengambil spesimen sebagai berikut : (1) Bersihkan tempat yang akan ditusuk memakai kapas beralkohol 70% dan biarkan sampai kering. b) Heparin dapat digunakan dalam bentuk cair atau padat. 5. memerlukan wadah/botol terbuat kaca.Tempat yang dipilih tidak boleh memperlihatkan gangguan peredaran darah. Darah Kapiler Pada orang dewasa diambil pada ujung jari atau anak daun telinga untuk mengambil darah kapiler. Cara Pengambilan Spesimen a). (2) Peganglah bagian yang akan ditusuk supaya tidak bergerak dan tekan sedikit supaya rasa nyeri berkurang. Tempat Pengambilan dan Volume Spesimen Ada 2 (dua) tempat pengambilan spesimen darah. 3. atau tetap di dalam spuit. b) Lipatan lengan/siku (Darah Vena). Digunakan apabila mengambil darah dalam jumlah agak banyak. Digunakan apabila mengambil darah dalam jumlah sedikit atau tetesan (dipakai untuk screning test). misalnya : 1 s/d 10 ml. b) Untuk darah kapiler tidak memerlukan wadah. sedangkan pada bayi atau anak kecil dapat diambil di tumit atau ibu jari kaki. (3) Tusuklah dengan cepat memakai lancet steril.2. Wadah Spesimen a) Untuk darah vena. yaitu : a) Ujung jari tangan/kaki (Darah Kapiler). c) Wadah dapat berukuran kecil atau ukuran volume 5 ml. 4. 13 . Bahan Anti Koagulan a) Ethylene Diamine Tetra Acetat (EDTA) dapat digunakan dalam bentuk padat dengan perbandingan 1 : 1. Bila yang akan diambil spesimennya pada anak daun telinga tusukan pinggirnya dan jangan sisinya sampai darah keluar. pada jari tusukkan dengan arah tegak lurus pada garis-garis sidik kulit jari dan tidak boleh sejajar.

kemudian lengan ditekuk/dilipat dan biarkan hingga darah tidak keluar. b. (6) Biarkan kapas beralkohol pada tempat tusukan. buka karet pengikat lengan kemudian tempelkan kapas beralkohol pada ujung jarum yang menempel dikulit kemudian tarik jarum perlahan-lahan. (5) Setelah volume cukup.Identitas Spesimen Spesimen diberi nomor dan kode. nama responden.(4) Setelah penusukan selesai. jenis pengawet. (4) Setelah darah terlihat masuk dalam spuit. Cara pengambilan spesimen sebagai berikut : (1) Ikat lengan atas dengan menggunakan karet pengikat/torniquet. pada bayi dapat digunakan vena jugularis superficialis atau sinus sagittalis superior. (2) Tentukan vena yang akan ditusuk. 14 . sedangkan identitas lengkap dapat dilihat pada buku registrasi yang berisikan nomor. 2) Wadah spesimen kecil diatur sedemikian rupa sehingga tidak mudah terbalik atau tumpah. jenis pemeriksaan yang diminta. umur. dan tanda tangan pengirim. (3) Tusuk jarum spuit/disposable syringe dengan posisi 45o dengan lengan. Pengiriman Spesimen Darah 1) Setelah spesimen terkumpul masing-masing dalam wadah/botol kecil. b) Darah Vena Pada orang dewasa dipakai salah satu vena dalam fossa cubiti. kemudian tangan dikepalkan. (8) Jika spesimen ingin tetap dalam spuit. kemudian dimasukan dalam wadah/tempat yang lebih besar dengan diberi es sebagai pengawet sementara (cool box). jenis kelamin. 6. setelah darah dihisap kemudian dengan spuit yang sama dihisap pengawet/anti koagulan. kemudian hisap darah perlahan-lahan hingga volume yang diinginkan. 3) Wadah diberi label yang berisi tentang identitas yang meliputi : tanggal pengiriman. jenis pemeriksaan. tanggal. rubah posisi spuit menjadi 30o dengan lengan. kemudian sterilkan dengan kapas berakohol 70%. tempat tusukkan ditutup dengan kapas beralkohol dan biarkan sampai darah tidak keluar. kemudian digoyang secara perlahan agar bercampur. (7) Pindahkan darah dari disposibel syringe ke wadah berisi anti koagulan yang disediakan. jenis dan jumlah sampel.

Pemilihan metoda pemeriksaan disesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang tersedia.Menurut WHO (tahun 1977) nilai pada orang dewasa normal adalah 10 s/d 25 µg per desiliter. Balai Laboratorium Kesehatan atau laboratorium lainnya. antara lain metoda Dithizone dan metoda Spektrofotometrik Serapan Atom. c. 5) Transportasi pengiriman harus secepat mungkin sampai ke laboratorium.4) Sampel dikirim ke laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan. Analisa Hasil Kadar Timah hitam dibandingkan dengan Biological Exposure Index (BEI) atau nilai index untuk pajanan biologi. bahan pemeriksaan ataupun peralatan. Pemeriksaan Spesimen Darah Ada beberapa metoda yang dapat digunakan untuk memeriksa kadar Timah hitam dalam darah. Tindak Lanjut Hasilnya dilaporkan pada pihak-pihak yang berwenang 15 . e. pengiriman spesimen maksimum 3 hari. d. baik tenaga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful