P. 1
makalah-pemeriksaan-spesimen

makalah-pemeriksaan-spesimen

|Views: 141|Likes:
Published by Deasy Faradita

More info:

Published by: Deasy Faradita on Sep 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2013

pdf

text

original

Mata kuliah : KDM II Semester Dosen : IV ( Empat ) : Jane Rondonuwu S.

Kep Ns

PENGAMBILAN SPESIMEN
OLEH Kelompok I  Ritha Siahaya  Inri Tololiu  Niswan Iskandar Alam  Soan H Moniaga  Lispitasari Andiani  Jufri Yanto La Mane

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

STIKES MUHAMMADIYAH
MANADO 2011

1

patologi anatomi. darah dan feses. Dalam pemeriksaan penyakit infeksi.PENDAHULUAN Sekarang ini. Yang harus diperhatikan dalam hal pengelolaan spesimen adalah: Cara Pengambilan/Penyimpanan/Pengiriman specimen . Salah satu hal paling penting yang mendasari cara pengelolaan spesimen yaitu harus diperhatikan tujuan pengambilan spesimen. banyak penyakit yang bertambah dan merajalela dalam kehidupan masyarakat. penyimpanan sampai cara pengiriman spesimen klinik. Adapun tujuan dari pemahaman cara pengelolaan spesimen tersebut adalah agar spesimen dapat memberikan hasil yang akurat dalam pemeriksaan secara makroskopis/mikroskopis dan spesimen tidak rusak dalam rentang waktu pengiriman ke laboratorium. sebagai mahasiswi kedokteran. tentunya juga harus memahami betul cara pengelolaan/penanganan spesimen. antikoagulan EDTA yang tidak boleh dipakai dalam pengawetan dalam proses penyimpanan antikoagulan EDTA digunakan dalam laboratorium patologi klinik. Selain itu. bagi orang yang berprofesi dalam bidang kesehatan. laboratorium tersebut terdiri dari laboratorium mikrobiologi. Dimana. Dalam makalah ini dipaparkan mulai dari cara pengambilan. Hal ini harus diperhatikan sebab prosedur pengelolaan spesimen pada setiap bidang pastilah berbeda. 2 . Oleh karena itu. Cara lain dalam menegakkan diagnosa guna menemukan mikroorganisme apa yang menjadi penyebab suatu penyakit adalah dengan cara pemeriksaan spesimen. Penyakit infeksi yang ditimbul sering diakibatkan mikroorganisme yang bersifat patogen. pada makalah ini ditekankan pada cara pengelolaan spesimen sputum. juga dipilah antara prosedur penanganan spesimen klinik untuk dikirim ke laboratorium tertentu. misalnya dokter. Misalnya. Saya. penyakit infeksi tetap menjadi primadona penyakit yang paling sering menyerang manusia. harus mengetahui dan memahami betul cara pengelolaan spesimen klinik. Dimana. dan parasitologi. Akan tetapi. patologi klinik. biasanya dilakukan pemeriksaan fisik dan anamnese guna menemukan etiologi penyakit. Spesimen diambil apakah untuk pemeriksaan mikrobiologi/patologi klinik/patologi anatomi/parasitologi.

1 URIN BERSIH (clean voided urine specimen) Urin bersih diperlukan untuk pemeriksaan urinalisa rutin. Jumlah minimal 10mL Tidak ada cara pengambilan khusus. A. bila tidak dapat diperiksa dengan segera. kimiawi. URIN Tujuan : menetukan apakah terdapat kelainan urin yang di urai secara makroskopis ( fisik ). sedimen / endapan ( makroskopis – mikroskopis. dengan menampung urin pada wadah yang disediakan. Spesimen harus bebas dari feses Diperlukan urin segar (pengambilan kurang dari 1 jam). klien dapat melakukannya sendiri. biasanya urin pertama pagi hari karena urin pertama cenderung konsentrasinya lebih tinggi. urin harus dimasukan dalam lemari es. kecuali klien yang lemah.PEMERIKSAAN SPESIMEN A. unsure organic – non organic ). bakterialogis. Sekalipun ada 3 . Cara kerja A. jumlah lebih banyak. Bila urin berada dalam suhu ruangan untuk periode waktu lama maka kristal urin dan sel darah merah akan lisis/hancur serta berubah menjadi alkalin. dan memiliki pH lebih rendah.tergantung pada sampel atau jenis urin yang diperiksa. Untuk pemeriksaan urinalisa rutin diperlukan: Urin bersih. maupun imunologis. mungkin memerlukan bantuan.2 URIN TENGAH (clean-catch or midstream urin specimen) Urin tengah merupakan cara pengambilan spesiman untuk pemeriksaan kultur urin yaitu untuk mengetahui mikroorganisme yang menyebabkan infeksi saluran kemih.

Menunjukan kemampuan klien dalam bekerja sama selama prosedur f. Jumlah yang diperlukan 30-60mL. Menentukan tingkat bantuan g. Dapat mengindikasikan penuhnya kandung kemih e. beberapa waktu kemudian tampung urin yang ditengah.Perlu mekanisme khusus agar spesimen yang didapat tidak terkontaminasi. Informasi memungkinkan dapat mengklarifikasi kesalahpahaman dan meningktkan kerjasa sama dari klien 4 . mobilisasi . pada saat terakhir kali klien berkemih b. ikuti kebijakan lembaga dalam pengambilan specimen Kebijakan lembaga dapat berbeda –beda dalam metode pengambilan kaji status klien a. kaji tingkat pengetahuan klien terhadap pemeriksaan h. tingkat kesadaran atau tahap perkembangan c.keseimbangan . dan keterbatasan fisik d.kemungkinan kontaminasi dari bakteri di permukaan kulit. namun pengambilan dengan menggunakan kateter lebih berisiko menyebabkan infeksi. Pengambilan dilakukan dengan cara: bersihkan area meatus urinarius dengan sabun dan air atau dengan tisue khusus lalu keringkan biarkan urin yang keluar pertama dimaksudkan untuk mendorong dan mengeluarkan bakteri yang ada didistal. Prosedur mengumpulkan urin midstream Langkah Rasional 1. Hati-hati memegang wadah penampung agar wadah tersebut tidak menyentuh permukaan perineum.

dan handuk Di gunakan untuk membersihkan.lap basah . berikan air minum 30 menit sebelum pengambilan urin Meningkatkan kemampuan berkemih Privasi klien  Memungkinkan klien bersifat rileks  berikan sabun. larutan anti septik d. Membilas larutan antiseptic jelaskan prosedur a. wadah spesimen steril f. sarung tangan steril dan non steril g. Feses dapat merubah karakteristik urin dan dapat menyebabkan nilai pengukuran menjadi salah g. cara mengambil spesimen yang bebas dari feses d. Membantu klien mengumpulkan spesimen urin secara mandiri f. air steril e. Mengurangi ansietas e. sabun. alasan dibutuhkannya spesimen midstrem b. pispot h.persiapkan peralatan a.lap basah. apabila klien tidak merasakan keinginan berkemih yang mendesak.dan mengeringkan perineum b. cara agar klien dan keluarga dapat membantu c. label spesimen yang lengkap i.membilas. dan handuk untuk membersihkan daerah perineum 5 .gulungan kapas steril atau bantalan kasa ukuran 2x2 c.peralatan komersial untuk mengambil irine dengan cara bersih.

letakan wadah pengumpul dibawah aliran urin dan kumpulkan 30 – 60 ml b.dari bagian depan ke belakang  bantu klien membersihkan daerah perineum dan mengumpilkan secara mandiri  bersihkan daerah tersebut dengan air sterildan keringkan dengan bola kapas  dengan tetap memisahkan labia. pria  pegang penis dengan satu tangan dan bersihkan ujung penis dengan gerakan memutar dari arah tengah keluar dan menggunakan swab antiseptik  bersihkan daerah tersebut dengan air sterildan keringkan dengan bola kapas  setelah klien mulai mengeluarkan aliran urin . dan setelah aliran keluar letakan wadah spesimen dibawah aliran urin dan kumpulkan 30 – 60 ml 6 . klien harus mulai mengeluarkan urin . Pakai sarung tangan non steril dan bantu perawatan perineum pada klien yang tidak dapat berjalan  Mencegah penularan mikroorganisme  ganti sarung tangan  Mengurangi transfer infeksi  buka peralatan steril atau persiapkan peralatan steril  tuang antiseptik diatas bola kapas  Bola kapas digunakan untuk membersihkan perineum 13. wanita  buka labia dengan ibu jari dan jari telunjuk dari tangan yang tidak dominan  bersihkan daerah tersebut dengan bola kapas . buka wadah steril Bantu dan biarkan klien membersihkan perineum dan mengumpulkan spesimen urin nya secara mandiri a.

14. Urin tampung ini biasanya disimpan di lemari pendingin atau diberi preservatif (zat aktif tertentu) yang mencegah pertumbuhan bakteri 7 . tutup wadah spesimen dengan aman dan kuat. pindahkan bedpen dan bantu klien untuk dapat posisi yang nyaman meningkatkan lingkungan yang rileks 19 berikan label pada daftar specimen mencegah identifikasi yang tidak akurat 20. mempertahankan sterilitas bagian dalam wadah 17.3 URIN TAMPUNG (timed urin specimen/waktu tertentu) Beberapa pemeriksaan urin memerlukan seluruh produksi urin yang dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu.dan letakan dikantung plastikan specimen Mencegah transfer mikroorganisme dengan orang lain. rentangnya berkisar 1-2 jam – 24 jam. Mengurangi jumlah bakteri  Mencegah kontaminasi spesimen dengan larutan antiseptik  Urin yang pertama keluar membuang mikroorganisme yang dalam kondisi normal terakumulasi di meatus urinarius dan mencegah bakteri terkumpul di dalam spesimen  Memungkinkan akses kemeatus uretra  Mencegah kontaminasi spesimen dengan larutan antiseptik  Urin yang pertama keluar membuang mikroorganisme yangt dalam kondisi normal terakumulasi di meatus urinarius dan mencegah bakteri terkumpul di dalam spesimen 15 pindahkan wadah spesimen sebelum aliran urin terhenti dan sebelum melepaskan labia atau penis. 18.klien meyelesaikan berkemih dalam bedpend tau toilet mencegah spesimen terkontaminasi oleh flora kulit.asukan dalam lemari es bakteri dapat berkembang biak dalam urin 22. bersihkan urin yang mengenai bagian luar wadah. lepaskan sarung tangan dan cuci tangan mencegah transfer mikroorgani9sme dengan orang lain 21 kirim spesimen ke labort dalam 15 menit atau m. catat tanggal dan waktu pengambilan spesimen dalam catatan keperawatan mendokumentasikan implementasi yang diprogramkan dokter A. 16.

emasang tutup dengan ketat padsa wadah spesimen.Biasanya urin ditampung di tempat kecil lalu dipindahkan segera ke penampungan yang lebih besar.membersihkan setiap urin yang keluar mengenai bagian wadah.4 SPESIMEN URIN ACAK  Spesimen urin rutin yang diambil secara acak dapat dikumpulkan dari urin klien saat berkemih secara alami atau dari kateter foley atau kantong pengumpul urin yang mengalami diversi urinarius  Spesimen harus bersih digunakan pada pemeriksaan urinalisis  Anjurkan klien untuk minum 30 menit sebelum prosedur dilakukan.dan kirim spesimem yang telah diberi label ke labor.meletakan wadah pada kantong plastik.atau mencegah perubahan/kerusakan struktur urin.perawat m. Adapun tujuan pemeriksaan yang menggunakan urin tampung adalah:  mengkaji kemampuan ginjal mengkonsentrasikan dan mendilusi urin  menentukan penyakit gangguan metabolisme glukosa.dan hanya 120 mL urin yang dibutuhkan untuk pemeriksaan yang akurat  Setelah spesimen dikumpilkan . kreatinin.fungsi ginjal  menentukan kadar sesuatu dalam urin (misal: albumin.urin dikumpul dalam sebuah wadah yang bersih lalu segera masukan dalam wadah yang lebih besar  setiap spesimen harus bebas dari feses atau tisu toilet  perawat harus mengigatkan klien untuki berkemih nsebelum defekasi  wadah pengumpil urin perlu dimasukan dalam lemari ES A. amilase. hormon tertentu) Hal yang perlu dilakukan perawat:  Periode pengumpulan jenis ini dimulai setelah klien berkemih  beri wadah yang telah disiapkan oleh pihak laboratorium  setiap kali berkemih . 8 .

jenis pemeriksaan. 9 . 3) Cara Pengambilan Spesimen a) Urine ditampung selama 24 jam b) Urine yang telah ditampung diambil sebanyak 50 – 100 ml.A. Pengambilan specimen urin a. tanggal. sedangkan identitas lengkap dapat dilihat pada buku registrasi yang berisikan nomor. jenis kelamin. kemudian kocok hingga homogen. d) Wadah berwarna terang. dan 30 mL untuk urinalisa rutin.5 SPESIMEN KATETER INDWELLING Urin steril dapat diperoleh dengan mengambil urin melalui area kateter yang khusus disiapkan untuk pengambilan urin dengan jarum suntik. kemudian tambahkan dengan 2 ml formalin 27% atau 100 mg EDTA. 4) Identitas Spesimen. c) Mulut wadah lebar dan dapat ditutup rapat. Untuk kultur urin diperlukan 3 mL.Klem kateter selama kurang lebih 30 menit jika tidak diperoleh urin waktu pengambilan. 2) Bahan Pengawet a) Formalin 37%. Untuk kultur urin. hati-hati dalam pengambilan agar tidak terkontaminasi. b) Ethylene Diamine Tetra Acetat (EDTA). umur. nama responden. b) Dapat terbuat dari plastik atau botol gelas. Pengambilan Spesimen 1) Wadah Spesimen a) Wadah spesimen urine harus bersih dan kering. diberi nomor dan kode.

Pengiriman Spesimen 1) Setelah spesimen urine terkumpul masing-masing dalam wadah/botol kecil. Pemeriksaan ini mudah dilakukan baik oleh perawat atau klien sendiri. Zinc protoporphynin dalam darah (setelah 1 bulan terekspos) 250 mg/100 ml erythrocytes atau 100mg/100 ml darah e. PEMERIKSAAN SPESIMEN: FESES Pemeriksaan feses dilakukan untuk: melihat ada tidaknya darah. Tindak Lanjut Hasilnya dilaporkan pada pihak-pihak yang berwenang.Kadar Timah hitam dalam darah 50 mg/100ml. Kadar Timah hitam dalam urine 150mg/ml creatinine. bahan pemeriksaan ataupun peralatan. kemungkinan ada masalah dalam penyerapan lemak di usus halus. kemudian dimasukan dalam wadah/tempat yang lebih besar dengan diberi es sebagai pengawet sementara (cool box). 2) Wadah spesimen kecil diatur sedemikian rupa sehingga tidak mudah terbalik atau tumpah. 3) Pengiriman harus secepat mungkin sampai ke laboratorium (tidak lebih dari 3 hari). baik tenaga. antara lain metoda Dithizone dan metoda Spektrofotometrik Serapan Atom.Pemeriksaan ini menggunakan kertas tes Guaiac.b. Pemilihan metoda pemeriksaan disesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang tersedia. analisa produk diet dan sekresi saluran cerna. Bila feses mengandung banyak lemak (disebut: steatorrhea). Pemeriksaan Spesimen Ada beberapa metoda yang dapat digunakan untuk memeriksa kadar Timah hitam dalam urine. Analisa Hasil Kadar Timah hitam dibandingkan dengan Biological Exposure Index (BEI) atau nilai index untuk pajanan biologi. B. Bila ditemukan kadar empedu rendah. kemungkinan terjadi obstruksi pada hati dan kandung empedu. d. c. 10 .

C. Untuk pemeriksaan ini diperlukan jumlah feses sedikit untuk dikultur.mendeteksi telur cacing dan parasit.Pengambilan perlu hati-hati agar tidak terkontaminasi. PEMERIKSAAN SPESIMEN: SPUTUM Sputum adalah sekret mukus yang dihasilkan dari paru-paru. Pemeriksaan sputum dilakukan untuk: kultur (menentukan jenis mikroorganisme) dan tes sensitivitas terhadap obat untuk sitologi dalam mengidentifikasi asal. juga diperlukan serial 3 hari berturut-turut di pagi hari. Untuk pemeriksaan ini dilakukan tiga hari berturut-turut. spesimen tidak terkontaminasi dengan urin atau darah menstruasi jangan meletakan tisue pembersih pada bedpan setelah defekasi karena dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan Dalam pengambilan spesimen gunakan sarung tangan bersih.5cm untuk feses padat atau 15-30mL untuk cair. menilai keberhasilan terapi. lalu dimasukkan dalam kantung steril. struktur. 11 . menggunakan wadah penampung khusus untuk pemeriksaan ini. bronkus dan trakea. mendeteksi virus dan bakteri. Untuk kultur. Segera kirim spesimen ke lab untuk segera diperiksa. jumlah feses tergantung pemeriksaan. bronkus dan trakea ke mulut dan mengeluarkan ke wadah penampung. pemeriksaan bakteri tahan asam. umumnya 2. gunakan swab yang steril.Pada lembar pengantar perlu dituliskan antibiotik yang telah dikonsumsi.Individu yang sehat tidak memproduksi sputum. Spesimen untuk sitologi (mengidentifikasi kanker paru-paru dan jenis selnya) seringkali dilakukan secara serial 3 kali dari sputum yang diambil di pagi hari. Beberapa rumah sakit. perawat perlu mengingatkan klien akan hal-hal berikut: defekasi pada bedpan yang bersih bila memungkinkan. untuk mengidentifikasi ada tidaknya kuman tuberkulosis. fungsi dan patologi sel.Klien perlu batuk untuk memdorong sputum dari paru-paru. Sebelum pengambilan spesimen.

Dalam melakukannya perawat menggunakan sarung tangan bersih. Kadangkala timbul refleks gag. Kultur dilakukan untuk melihat mikoorganisme penyebab penyakit. D. untuk mencegahnya saat pemeriksaan posisi klien duduk dan minta klien membuka mulut seraya berkata “ah” lalu kerjakan tindakan dengan cepat. kadangkala diperlukan suksion faringeal. Diperlukan sputum sebanyak 15-30mL  lakukan kembali perawatan mulut.Cara pengambilan umumnya di pagi hari. PEMERIKSAAN SPESIMEN DARAH Tujuan mendapatkan spesimen darah vena tanpa anti koagulan yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan kimia klinik dan imunoserologi a. Bila klien tidak dapat batuk. lalu ambil bahan pada daerah tonsil dan orofaring yang berisi eksudat dan berwarna kemarahan. Kultur Tenggorokan Kultur tenggorokan dilakukan dengan menggunakan swab dengan mengambil bahan dari mukosa yang ada di orofaring dan tonsil. Pengambilan Spesimen Darah 1. Alat Dan Bahan a) Spuit/disposible syringe b) Blood lancet c) Karet pengikat lengan/torniquet d) Kapas e) Alkohol 70% 12 . saat bangun tidur klien mengeluarkan sputum yang diakumulasi sejak semalam. Langkah sebagai berikut:  lakukan perawatan mulut  minta klien untuk napas dalam lalu batuk.

memerlukan wadah/botol terbuat kaca. yaitu : a) Ujung jari tangan/kaki (Darah Kapiler). (3) Tusuklah dengan cepat memakai lancet steril.2. atau tetap di dalam spuit. sedangkan pada bayi atau anak kecil dapat diambil di tumit atau ibu jari kaki. b) Lipatan lengan/siku (Darah Vena). misalnya : 1 s/d 10 ml. Digunakan apabila mengambil darah dalam jumlah agak banyak. Tempat Pengambilan dan Volume Spesimen Ada 2 (dua) tempat pengambilan spesimen darah. b) Untuk darah kapiler tidak memerlukan wadah. pada jari tusukkan dengan arah tegak lurus pada garis-garis sidik kulit jari dan tidak boleh sejajar. Bahan Anti Koagulan a) Ethylene Diamine Tetra Acetat (EDTA) dapat digunakan dalam bentuk padat dengan perbandingan 1 : 1. Darah Kapiler Pada orang dewasa diambil pada ujung jari atau anak daun telinga untuk mengambil darah kapiler. Adapun cara mengambil spesimen sebagai berikut : (1) Bersihkan tempat yang akan ditusuk memakai kapas beralkohol 70% dan biarkan sampai kering. Cara Pengambilan Spesimen a). c) Wadah dapat berukuran kecil atau ukuran volume 5 ml. (2) Peganglah bagian yang akan ditusuk supaya tidak bergerak dan tekan sedikit supaya rasa nyeri berkurang.Tempat yang dipilih tidak boleh memperlihatkan gangguan peredaran darah. b) Heparin dapat digunakan dalam bentuk cair atau padat. Wadah Spesimen a) Untuk darah vena. 4. 5. Bila yang akan diambil spesimennya pada anak daun telinga tusukan pinggirnya dan jangan sisinya sampai darah keluar. Digunakan apabila mengambil darah dalam jumlah sedikit atau tetesan (dipakai untuk screning test). 3. 13 .

dan tanda tangan pengirim. (4) Setelah darah terlihat masuk dalam spuit. 14 . kemudian lengan ditekuk/dilipat dan biarkan hingga darah tidak keluar. sedangkan identitas lengkap dapat dilihat pada buku registrasi yang berisikan nomor. b) Darah Vena Pada orang dewasa dipakai salah satu vena dalam fossa cubiti. 3) Wadah diberi label yang berisi tentang identitas yang meliputi : tanggal pengiriman. 2) Wadah spesimen kecil diatur sedemikian rupa sehingga tidak mudah terbalik atau tumpah. kemudian hisap darah perlahan-lahan hingga volume yang diinginkan. (6) Biarkan kapas beralkohol pada tempat tusukan. jenis pengawet. umur. jenis pemeriksaan yang diminta. kemudian dimasukan dalam wadah/tempat yang lebih besar dengan diberi es sebagai pengawet sementara (cool box). (2) Tentukan vena yang akan ditusuk. b. buka karet pengikat lengan kemudian tempelkan kapas beralkohol pada ujung jarum yang menempel dikulit kemudian tarik jarum perlahan-lahan. kemudian digoyang secara perlahan agar bercampur. Pengiriman Spesimen Darah 1) Setelah spesimen terkumpul masing-masing dalam wadah/botol kecil. (3) Tusuk jarum spuit/disposable syringe dengan posisi 45o dengan lengan. nama responden. tanggal. (5) Setelah volume cukup. kemudian sterilkan dengan kapas berakohol 70%. Cara pengambilan spesimen sebagai berikut : (1) Ikat lengan atas dengan menggunakan karet pengikat/torniquet. rubah posisi spuit menjadi 30o dengan lengan. pada bayi dapat digunakan vena jugularis superficialis atau sinus sagittalis superior. (8) Jika spesimen ingin tetap dalam spuit. jenis kelamin. 6. setelah darah dihisap kemudian dengan spuit yang sama dihisap pengawet/anti koagulan. (7) Pindahkan darah dari disposibel syringe ke wadah berisi anti koagulan yang disediakan. tempat tusukkan ditutup dengan kapas beralkohol dan biarkan sampai darah tidak keluar.Identitas Spesimen Spesimen diberi nomor dan kode.(4) Setelah penusukan selesai. kemudian tangan dikepalkan. jenis dan jumlah sampel. jenis pemeriksaan.

Balai Laboratorium Kesehatan atau laboratorium lainnya. c. Tindak Lanjut Hasilnya dilaporkan pada pihak-pihak yang berwenang 15 . d. antara lain metoda Dithizone dan metoda Spektrofotometrik Serapan Atom. pengiriman spesimen maksimum 3 hari. bahan pemeriksaan ataupun peralatan. Pemilihan metoda pemeriksaan disesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang tersedia.Menurut WHO (tahun 1977) nilai pada orang dewasa normal adalah 10 s/d 25 µg per desiliter. 5) Transportasi pengiriman harus secepat mungkin sampai ke laboratorium. e. Analisa Hasil Kadar Timah hitam dibandingkan dengan Biological Exposure Index (BEI) atau nilai index untuk pajanan biologi. baik tenaga. Pemeriksaan Spesimen Darah Ada beberapa metoda yang dapat digunakan untuk memeriksa kadar Timah hitam dalam darah.4) Sampel dikirim ke laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->