P. 1
Analisa Kadar Air Dan Kadar Abu

Analisa Kadar Air Dan Kadar Abu

|Views: 221|Likes:

More info:

Published by: Noor Lintang Irawadi on Sep 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2014

pdf

text

original

ANALISA KADAR AIR DAN KADAR ABU

Page 1

ANALISA KADAR AIR
Air dalam suatu bahan makanan terdapat dalam berbagai bentuk: a. Air bebas, terdapat di dalam ruang-ruang antar sel dan inter-granular dan pori-pori yang terdapat pada bahan b. Air yang terikat secara lemah karena terabsorbsi pada permukaan koloid makromolekuler seperti protein, pektin pati, selullosa. c. Air dalam keadaan terikat kuat yaitu membentuk hidrat. Ikatannya bersifat ionik sehingga relatif sukar dihilangkan atau diuapkan. Air ini tidak membeku meskipun pada 0° F
Page 2

METODE PENGUKURAN
• Analisa kadar air bahan makanan dapat menggunakan beberapa metode: a. Metode pengeringan (thermogravimetri) b. Metode destilasi (thermovolumetri) c. Metode kimiawi (fischer method) d. Metode fisikawi

Page 3

ALAT
• • • • • • Botol timbang Neraca analit Sendok Penjepit Eksikator Oven

Page 4

BAHAN
• Beras Merah • Beras Putih

Page 5

Cara Pengeringan/Pemanasan (Thermogravimetri)
• Prinsip Kerja : Menguapkan air dari bahan dengan pemanasan sampai berat konstan, sampai semua air sudah menguap habis. Kelemahan : zat yang mudah menguap pada suhu 100° C ikut menguap dan dihitung sebagai air.

Page 6

CARA KERJA THERMOGRAVIMETRI
Sampel
Penimbangan Botol Pengovenan pada suhu 105°C selama 1 jam Pendinginan dalam eksikator Penimbangan Pengisian 2 gr sampel Pengovenan pada suhu 105° C selama 30 menit Pendinginan dalam eksikator Penimbangan botol + isiC Pendinginan dalam eksikator Bobot konstan

Belum konstan

Page 7

Perhitungan
• Kadar air = (B+S) – (B+S)’” x 100% (B+S)-B Kadar air rata-rata = K air1 + K air2 + K air3 3 (B+S)”’ adalah bobot terkecil pada bahan, pada 3 kali tahap pengovenan.

Page 8

ANALISA KADAR ABU
• Abu adalah zat anorganik sisa hasil pembakaran suatu bahan organik. Kandungan abu dan komposisinya tergantung pada macam bahan dan cara pengabuannya. Unsurunsur mineral dalam pengabuan akan menghasilkan abu dalam bentuk garam atau oksidanya.

Page 9

METODE PENGUKURAN
• Penentuan Kadar Abu Langsung (Cara Kering) Penentuan kadar abu dengan mengoksidasikan semua zat organik pada suhu yang tinggi, yaitu sekitar 500-600° C dan kemudian melakukan penimbangan zat yang tertinggal setelah proses pembakaran tersebut.

Page 10

ALAT
• • • • • • • Krus Porselin Neraca analitik Sendok Penjepit Eksikator Muffle furnace Kompor listrik

Page 11

BAHAN
• Beras Merah • Beras Putih

Page 12

CARA KERJA
Pengovenan Kurs
Pendinginan dalam eksikator Penimbangan Kurs Penambahan sampel 3 gram Pengarangan dengan kompor listrik Pemijaran dalam muffle furnace 750° C, 1 jam

Page 13

• Cont

Pendinginan dalam eksikator Penimbangan kurs Pendinginan dalam eksikator Penimbangan kurs

Belum Konstan

Bobot Konstan

Page 14

PERHITUNGAN
• Kadar abu (wb) = (K + Abu)”’ – K (K + S) – K K abu (db) = K abu (wb) 1- K air (K + Abu)”’ adalah selisih berat terkecil bahan pada 3 kali tahap pengovenan. Nilai K air pada perhitungan dari hasil percobaan analisa kadar air
Page 15

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->