LAPORAN PBL SISTEM RESPIRASI PADA MANUSIA

Di susun oleh: Abraham Gita Ramanda 10.2009.059 / C-2

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

JAKARTA 2009 / 2010

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat anugerahNya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah saya kali ini berjudul “Sistem Respirasi pada Manusia” Pada kesempatan ini, saya juga tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Dr. Santoso Gunardi, PAK, Dr. Ninik Wibawani, Dr. Hartati Tirtarahardja, Drs. Sahala Lumbanraja, Dra. Elly Husin, Dr. J. Goenawan, Anna Maria Dewajanthi, Ssi., M. Biomed, Dr. Susanty D. Winata, MKK yang telah membimbing saya dalam proses pembuatan makalah ini. Serta telah memberi saya kesempatan untuk membuat makalah ini sehingga saya dapat menambah wawasan dan pengetahuan saya khususnya dalam mata kuliah respirasi. Di dalam kamus Indonesia telah dikatakan bahwa “tak ada gading yang tak retak”. Saya sadar saya dapat melakukan kesalahan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati saya sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca guna pembuatan makalah saya yang berikutnya. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi anda.

Jakarta , 27 Mei 2010

Abraham Gita ramanda

2

3 Tujuan Penulisan ………………………………………………………… 4 1. 4 1..... 4 Bab II: Isi …………………………………………………………………………….. 5 2.DAFTAR ISI Kata Pengantar ………………………………………………………………………. 15 2... 26 3 .. 5 2..4 Manfaat Penulisan ……………………………………………………….1 Organ yang berperan dalam proses respirasi ……………………………. 17 Bab III: Penutup …………………………………………………………………….. 25 3. 25 Daftar pustaka ………………………………………………………………………..2 Rumusan Masalah ……………………………………………………….. 2 Daftar Isi …………………………………………………………………………….1 Kesimpulan ………………………………………………………………. 3 Bab I: Pendahuluan ………………………………………………………………….... 4 1..3 Fungsi dan mekanisme respirasi manusia ……………………………….1 Latar Belakang …………………………………………………………… 4 1..2 Proses pertukaran gas dalam respirasi …………………………………….

3. dan tenaga itu didapat dari proses metabolisme dalam tubuh kita. 1. sehingga proses respirasi sangat penting dalam tubuh kita. Salah satu bahan yang berperan penting dalam proses metabolisme adalah oksigen.3.1 Organ apa yang terlibat dalam sistem respirasi manusia? 1. Sedangkan oksigen didapat melalui proses respirasi.2.3 Apakah fungsi dan bagaimana mekanisme respirasi manusia? 1.4.2.1 Mengetahui organ yang berperan dalam proses respirasi 1.2 Rumusan Masalah 1. dalam makalah ini. saya akan membahas mengenai sistem respirasi pada manusia. Oleh karena itu.4 Manfaat Penulisan 1.Bab I Pendahuluan 1.1 Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa / mahasiswi Ukrida 1.2 Bagaimana proses pertukaran gas dalam tubuh? 1.3 Mengetahui fungsi dan mekanisme respirasi manusia 1.2.3.1 Latar Belakang Sistem repirasi pada manusia merupakan salah satu sistem yang terpenting dalam tubuh manusia.2 Mengetahui proses pertukaran gas dalam respirasi 1. Manusia membutuhkan tenaga dalam setiap aktivitasnya.4.2 Untuk menambah referensi perpustakaan 4 .3 Tujuan Penulisan 1.

2. Saluran nafas bagian atas Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan. Paru Terdiri dari: . 7. yang meluputi dinding dalam rongga dada yang disebut pleura parietalis. Sirkulasi Paru Pembuluh darah arteri menuju paru. sedangkan pembuluh darah vena meninggalkan paru.Alveoli . dan dilembabkan. Alveoli Terjadi pertukaran gas antara O2 dan CO2 4.Disaring . sel golbet dan kelenjar serous yang berfungsi melembabkan udara yang masuk. Rongga dan dinding dada Merupakan pompa muskuloskeletal yang mengatur pertukaran gas dalam proses respirasi.1 Organ yang terlibat dalam proses respirasi Sistem respirasi terdiri dari: 1. 5.Saluran nafas bagian bawah .Dilembabkan Yang merupakan fungsi utama dari selaput lendir respirasi ( terdiri dari : Psedostrafied ciliated columnar epitelium yang berfungsi menggerakkan partikel partikel halus kearah faring sedangkan partikel yang besar akan disaring oleh bulu hidung. Rongga pleura Terbentuk dari dua selaput serosa. Saluran nafas bagian bawah Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian atas ke alveoli 3.Sirkulasi paru 6.Bab II Isi 2. dan yang meliputi paru atau pleura veseralis. pembuluh darah yang 5 . Saluran nafas bagian atas a.Dihangatkan . disarung. Rongga hidung Udara yang dihirup melalui hidung akan mengalami tiga hal: .

c. Bronkus Merupakan percabangan trakhea kanan dan kiri. Brochus kiri terdiri dari: lobus superior dan inferior. .Interstitial space merupakan ruangan yang dibentuk oleh: endotel kapiler. aliran darah dalam rongga endotel. terdapat pangkal lidah) laringofaring (terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran makanan) Saluran nafas bagian bawah a. Bagian belakang dihubungkan oleh membran fibroelastic menempel pada dinding depan usofagus. lebar dan lebih dekat dengan trachea. Tempat percabangan ini disebut carina. . ini terdiri dari : sel endotel.Glotis Trakea Merupakan pipa silider dengan panjang ± 11 cm.b. 6 . Kemudian udara akan diteruskan ke Nasofaring (terdapat pharyngeal tonsil dan Tuba Eustachius) Orofaring (merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring. saluran limfe.Small alveolar cell dengan ekstensi ektoplasmik ke arah rongga alveoli. berfungsi menghangatkan udara).Tulang rawan krikoid . Alveoli Terdiri dari: membran alveolar dan ruang interstisial.Anastomosing capillary. Membran alveolar: . b. . inferior. Aliran pertukaran gas Proses pertukaran gas berlangsung sebagai berikut: alveoli epitel alveoli  membran dasar  endotel kapiler  plasma  eitrosit. Ketiga hal tersebut dibantu dengan concha. Bronchus kanan bercabang menjadi: lobus superior. Brochus kanan lebih pendek.Pita suara . Laring Terdiri dari empat struktur yang penting: . d.Epiglotis . merupakan system vena dan arteri yang saling berhubungan langsung. c. d. medius.Large alveolar cell mengandung inclusion bodies yang menghasilkan surfactant. berbentuk ¾ cincin tulang rawan seperti huruf C. jaringan kolagen dan sedikit serum. epitel alveoli.

alveoli.Membran  sitoplasma eritrosit  molekul hemoglobin Surfactant Mengatur hubungan antara cairan dan gas. bronkhiolus respiratoty.kosta dan kolumna vertebralis .Otot . syaraf. bronkhiolus terminalis.1 Dalam melaksanakan proses Metabolisme. sistem limfatik.otot pektoralis mayor dan minor . System respirasi berfungsi untuk mengambil oksigen dan membuang karbondioksida.otot seratus anterior/posterior .otot interkostalis . yang keduanya diangkut dari dan ke tubuh. Dalam keadaan normal surfactant ini akan menurunkan tekanan permukaan pada waktu ekspirasi. Tractus respiratorius dapat dibagi menjadi: 7 . oleh hewan dan manusia dibutuhkan oksigen.Kedua hemi diafragma Yang secara aktif mengatur mekanik respirasi.Otot . sirkulasi paru.Otot .otot trapezius .Otot . sehingga kolaps alveoli dapat dihindari. Sirkulasi paru Mengatur aliran darah vena – vena dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis dan mengalirkan darah yang bersifat arterial melaului vena pulmonalis kembali ke ventrikel kiri.Kosta . Paru Merupakan jalinan atau susunan bronhus bronkhiolus. Rongga dan dinding dada Rongga ini dibentuk oleh: .

yang pada bagian bawahnya terdapat membrane basalis yang memisahkan epitel dengan jaringan pengikat yang banyak mengandung kelenjar serosa-mukosa. otot dan jaringan pengikat. Epitelnya merupakan epitel silindris semu berlapis dengan 3 macam sel: 1. Pars respiratoria Merupakan bagian dari paru-paru yang berfungsiuntuk pertukaran gas antara darah dan udara. Di indera pembau terdapat epitel khusus.1. Pada kulit yang menutupi bagian luar hidung diketemukan Glandula sebacea dan rambut-rambut halus. Di daerah vestibulum nasi ini banyak rambut yang bersifat kaku yang berfungsi untuk menghalangi debu dan kotoran yang ikut dihirup. Pada sisa cavum nasi yang lain dilapisi oleh epitel silindris semu berlapis bersilia dengan banyak kelenjar mucosa (sel piala). Sel penyokong 8 . cartilage. Pars conductoria Meliputi saluran yang menghubungkan antara bagian luar tubuh dengan paru-paru untuk menyalurkan udara. Di bawah epitel yang menutupi concha nasalis inferior banyak plexus fenosus yang berguna untuk memanasi udara yang lewat. Saluran ini terdiri dari: Hidung Faring Laring Trakea Bronkus Bronkiolus 2. Bagian ini terdiri dari: Saccus alveolaris Alveolus Hidung Hidung merupakan organ yang berongga dengan dinding yang tersusun oleh jaringan tulang. Organon olfactorius Merupakan reseptor rangsang bau yang terletak pada ephitelium olfactorius. Kulit ini melanjutkan diri melalui nares untuk melapisi vestibulum nasi.

di dalam sitoplasmanya tampak adanya berkas-berkas tonofibril dan jelas tampak terminal bar. Sel olfactori Sel ini terdapat diantara sel-sel penyokong sebagai sel syaraf yang berbentuk bipolar. Sinus paranasal Merupakan ruangan yang dibatasi tulang dan berhubungan dengan cavum nasi. Bagian puncak sel olfactory membulat dan menonjol merupaka dendrite yang meluas sebagai tonjolan silindris pada permukaan epitel. Di dalam lamina proproia area olfactory terdapat pula kelenjar tubulo-alveolar sebagai Glandula Olfactorius Bowmani. 3. Dalam lamina propria terdapat sel-sel pigmen dan sel limfosit. Ujung cilia inilah yang merupakan komponen indra pembau dan dapat menerima rangsang. Laring Larynx berbentuk sebagai pipa yang irregular dengan dinding yang terdiri atas cartilage hyaline. Bagian basal mengecil menjadi lanjutan sel halus yang tidak berselubung myelin. Sinus paranasal ini kita kenal: sinus paranasal. 2. Sel basal Sel ini berbentuk kerucut rendah dengan tonjolan tersusun selapis dan berinti gelap. sinus ethmoidale. Bagian yang membulat di permukaan disebut vesicular olfactorius. sinus maxilla dan sinus spenoidalis yang terdapat dalam tulang-tulang yang bersangkutan. Larynx menghubungkan 9 . Kompleks golgi yang kecil terdapat pada bagian puncak sel. yang berfungsi menghasilkan sekrit yang menjaga agar epitel olfactory tetap basah dan bersih. Pada permukaannya tampak banyak mikrovili yang panjang yang terpendam dalam lapisan lender. Selain itu. cartilage elastis.Sel ini berbentuk langsing. jaringan pengikat dan otot bercorak. dari bagian yang menonjol ini timbul tonjolan yang berpangkal pada corpuscullum basale sebagai cilia olfactory yang tidak dapat bergerak. dalam lamina propria terdapat banyak sekali anyaman pembuluh darah. Di dalamnya juga terdapat pigmen coklat yang memberi warna pada epitel olfactory tersebut.

Trakea Merupakan lanjutan dari larynx yang lebarnya 2-3. Cartilago corniculata. Epitel yang menutupi merupakan epitel gepeng berlapis. yang berfungsi menhubungkan masing-masing cartilage larynx.antara pharynx dengan trachea. bagian atas permukaan belakang epiglotia (plica aryepiglotica) dan plica vokalis dilapisi oleh epitel gepeng berlapis. Plica vokalis merupakan lipatan membrane mukosa yang didalamnya mengandung ligamentum vokalis yang merupakan pengikat elastis. Di dalam tunica submukosa inilah terdapat kelenjar-kelenjar kecil seperti pada dinding larynx yang bermuara pada permukaan epitel. dan cartilage cuneiformis yang terdapat sepasang. kontraksinya terjadi pada proses digulatio (menelan). yang berfungsi untuk menopang dan menghubungkan sekitarnya. Permukaan depan. Otot bercorak dari larynx dapat dibagi menjadi : Otot ekstrinsik. cartilage cricoidea dan epiglotis yang terdapat tunggal Cartilage arythenoidea. Epiglottis Merupakan cartilage elastis yang berbentuk seperti sendok pipih. mencegah makanan/minuman untuk masuk ke dalam trachea. Fungsinya adalah menyokong. kontraksinya berpereran dalam proses bersuara. Di lapisan dalam lamina propria serabut elastis membentuk anyaman padat sebagai suatu lamina elastica. trachea berakhir dengan cabang dua yang disebut sebagai bronchus. Rangka larynx terdiri dari beberapa potong kartilago: Cartilage thyrooidea. Yang merupakan ciri khas dari trachea adalah adnya 10 . Dibawah membrane basalis terdapat lamina propria yang banyak mengandung serabut elastis. Di antara sel-sel tersebar sel-sel piala. Epitel yang melapisi sebelah dalam ialah epitel silindris semu berlapis bercilia dan bertumpu pada membrane basalis yang tebal.5 cm dan panjangnya sekitar 11 cm. Otot instrinsik. maka jaringan pengikat dibawahnya kadang-kadang disebut tunica submukosa.

Cabang bronchus yang memasuki lobulus pada puncaknya disebut „bronchiolus‟ yang sesuai dengan „ductus 11 . Lamina propria terdiri dari jaringan pengikat yang banyak mengandung serabut elastis dan serabut kolagen dan retikuler serta beberapa limfosit. yang menyebabkan gambaran stukturnya akan semakin berbeda karena lempeng-lempeng cartilage yang makin berkurang. Banyaknya serabut elastis berhubungan erat dengan sel-sel otot polos dan serabut elastis ini sangat penting dalam proses respirasi. Suatu lapisan anyaman elastis yang membatasi membrane mukosa seperti pada trachea tidak ada. Di dalam anyaman muskuloelastis ini terdapat banyak jalinan pembuluh darah kecil. susunan serabut otot pada trachea hanya dibagian dorsal sedangkan pada bronchus terdapat disekeliling dinding.kerangka cincin-cincin cartilago hyaline yang berbentuk huruf C sebanyak 16-20 buah yang berderet mengelilingi lumen dengan bagian yang terbuka di bagian belakang (pars cartilaginea). Di bawah membrane mocosa terdapat stratum musculare yang tidak merupakan lapisan tertutup. Kalau struktur pulmo disamakan seperti kelenjar. Perbedaan bronkus dan bronkiolus Dengan bercabangnya bronchus. maka bronchus merupakan „ductus extraloburalis‟. sebab terdapat diluar lobuli. tetapi terdapat serabut-serabut elastis yang berjalan sejajar sepanjang bronchus dengan percabangannya. maka kalibernya akan semakin mengecil. Perbedaan struktur antara trachea serta bronchus extrapulmonalis serta intrapulmonalis: Bentuk cincin cartilage. Bronkus dan cabang-cabangnya Trachea bercabang menjadi 2 bronchus primaries yang masuk ke jaringan paru-paru melalui hilus pulmonalis dengan arah ke bawah dan lateral. Masing-masing cincin dibungkus oleh serabut fibro elastis. Bronchus yang sebelah kanan bercabang menjadi 3 dan yang sebelah kiri becabang menjadi 2. dimana setiap cabang tersebut merupakan percabangan dari bronchus primaries. Bagian belakan tidak memiliki cincin cartilage (pars membranacea) diisi oleh serabut-serabut otot polos yang sebagian berjalan melintang dan berhubungan dengan jaringan fibro elastis disekitarnya. Kontraksi lapisan otot ini akan menimbulkan lipatan memanjang pada membrane mukosa.

Pulmo Paru-paru pada manusia terdapat sepasang yang menempati sebagian besar dalam cavum thoracis. Saluran ini tampak seperti pipa kecil yang panjang dan bercabang-cabang dengan dinding yang terputus-putus karena penonjolan sepanjang dindingnya sebagai saccus alveolaris. serabut syaraf. Saluran ini dikelilingi oleh alveoli sekitarnya. ductus alveolaris. dan jaringan pengikat. atrium. Cabang terakhir bronchiolus dalam lobulus biasanya disebut bronchiolus terminalis. Lobulus di daerah perifer paru-paruberbentuk pyramidal atau kerucut didasar perifer. Kedua paru-paru dibungkus oleh pleura yang terdiri atas 2 lapisan yang saling berhubungan sebagai pleura visceralis dan pleura parietalis. Struktur pulmo Unit fungsional dalam paru-paru disebut lobulus primerius yang meliputi semua struktur mulai bronchiolus terminalis. limfe. sedangkan untuk mengisi celah-celah diantaranya terdapat lobuli berbentuk tidak teratur dengan dasar menuju ke sentral. sedangkan untuk mengisi celah-celah diantaranya terdapat lobuli berbentuk tidak teratur dengan dasar menuju ke sentral. Kesatuan paru-paru yang diurus oleh bronchiolus terminalis disebut acinus. Dinding ductus alveolaris diperkuat dengan 12 .intralobularis‟ pada kelenjar. bronchiolus respiratorius. saccus alveolaris. Kesatuan paru-paru yang diurus oleh bronchiolus terminalis disebut acinus. Cabang terakhir bronchiolus dalamlobulus biasanya disebut bronchiolus terminalis. Ductus alveolaris Bronchiolus respiratorius bercabang menjadi 2-11 saluran yang disebut ductus alveolaris. dan alveoli bersama-sama dengan pembuluh darah. Biasanya dinding brochiolus berdiameter lebih kecil dari 1mm dengan epitel silindris selapis bercilia dan tanpa cartilago. Bronchiolus respiratorius Lobulus di daerah perifer paru-paru berbentuk pyramidal atau kerucut didasar perifer.

Saccus alveolaris dan alveolus Ruangan yang berada diantara ductus alveolaris dan saccus alveolaris dinamakan atrium. Diduga bendabenda ini merupakan cadangan zat yang berguna untuk menurunkan tegangan permukaan dan mempertahankan bentuk dan besar alveolus. namun dapat diduga untuk mengalirkan udara apabila terjadi sumbatan pada salah satu bronchus. dindingnya penuh dengan anyaman kapiler darah yang saling beranastomose. Kadang ditemukan lubang yang disebut porus alveolaris dan terdapat sinus pemisah (septa) antara 2 alveoli. Secret tersebut dinamakan „Surfactant‟. Fungsi lubang tersebut belum jelas. Udara di dalam alveolus dan darah dalam kapiler dipisahkan oleh: Sitoplasma sel epitel alveolus. Inti sel alveolus kecil ini gepeng. Sel alveolar besar ialah sel yang tampak sebagai dinding alveolus pada pengamatan dengan mikroskop cahaya. Sel alveolar kecil membatasi alveolus secara kontinyu. Bentuk dan ketebalan sel alveolar kecil tergantung dari derajat perkemangan alveolus dan tegangan sekat antara alveoli. Pada dinding alveolus dibedakan atas 2 macam sel: sel epitel gepeng ( squamous pulmonary epitheal atau sel alveolar kecil atau pneumosit tipeI). Kadang-kadang tampak bangunan ini terdapat dipermukaan sel seperti gambaran sekresi sel kelenjar.adanya serabut kolagen elastis dan otot polos sehingga merupakan penebalan muara saccus alveolaris. Pelapis alveolaris Epitel alveolus dengan endotil kapiler darah dipisahkan oleh lamina basalis. Kompleks golginya sangat besar disertai granular endoplasma reticulu m dengan ribosom bebas. sel kuboid yang disebut sel septal atau alveolar besar atau pneumosit tipe II. Membrana basalis epitel alveolus. Yang menarik. kadang diselingi oleh alveolus yang besar. Alveolus merupakan gelembung berbentuk polyhedral yang berdinding tipis. Membrane basalis yang meliputi endotel kapiler darah 13 . Sel ini terletak lebar ke dalam daripada pneumosit type I.

tetapi melalui jaringan pengikat di antara lobulus dan segmen. Cabang arteri ini masuk melalui hilus pulmonalis dan bercabang-cabang mengikuti percabangan bronchus sejauh bronchioli respiratorius. Pembuluh limfe ada yang mengikuti jaringan pengikat septa interlobularis dan ada pula yang mengikuti percabangan bronchus untuk mencapai hilus. Dari sini arteri tersebut memberi percabangan menuju ke ductus alveolaris. Darah akan kembali sebagian besar melalui vena pulmonalis disamping vena bronchialis. Pembuluh darah Sebagian besar pulmo menerima darah dari arteri pulmonalis yang bertripe elastis. Pulmonalis dan vena pulmonalis terutama untuk pertukaran gas dalam alveolus. masing-masing disebut pleura visceralis dan pleura parietalis. Vena yang menampung darah dari venula tidak selalu seiring dengan arterinya. dan memberi anyaman kapiler di sekeliling alveolus. sebagian dalam pleura dan sebagian dalam jaringan paru-paru. Arteri ini diperlukan untuk nutrisi dinding bronchus termasuk kelenjar dan jaringan pengikat sampai di bawah pleura. Disamping itu terdapat arteri bronchialis yang lebih kecil. Pembuluh limfe Terdapat 2 kelompok besar. Karena mereka mengandung debu maka disebut sel debu.- Sitoplasma endotel kapiler darah. Pleura Seperti juga jantung paru-paru terdapat didalam sebuah kantong yang berdinding rangkap. Terdapat hubungan antara 2 kelompok tersebut dan keduanya mengalirkan limfa ke arah nodus limfatikus yang terdapat di hilus. Fagosit alveolar/Sel Debu (Dust cell) Hampir pada setiap sediaan paru-paru ditemukan fagosit bebas. Pada beberapa penyakit jantung sel-sel tersebut mengandung butir-butir hemosiderin hasil fagositosis pigmen eritrosit. Kedua pleura ini berhubungan 14 . Terdapat anastomosis dengan kapiler dari arteri pulmonalis. sebagai cabang serta mengikuti bronchus dengan cabang-cabangnya. Venula menampung darah dari anyaman kapiler di pleura dan dinding penyekak alveolus.

Pleura tersebut terdiri atas jaringan pengikat yang banyak mengandung serabut kolagen. pengambilan udara pernapasan dilakukan secara langsung oleh permukaan tubuh dan pada peranpasan tidak langsung adalah melalui saluran pernapasan. Di dalamnya banyak terdapat anyaman kapiler darah dan pembuluh limfe.2 Proses pertukaran gas dalam respirasi Bernafas yaitu mengambil dan mengeluarkan udara pernapasan melalui paru-paru. darah kana keluar masuk ke dalam kapiler paru-paru yang mengangkut sebagian besar karbon dioksida sebagai ion bikarbonat ( HCO 3 ) dengan persamaan reaksi seperti berikut ini. Kemudian arti yang lebih khusus adalah pertukaran gas yang terjadi didalam sel dengan “lingkungannya”. H Hb menjadi Hb.didaerah hilus. Manusia bernapas secara tidak langsung. pernapasan luar adalah pertukaran gas (O2 dan CO2) anatar udara dan darah. yaitu jenis protein dalam sel darah merah. a. Dengan kata lain. fibroblas dan makrofag. Hb merupakan singkatan dari haemoglobin. H 2 CO3 H 2O  CO2 Enzim karbonat anhidrase yang terdapat dalam sel-sel darah merah dapat mempercepat reaksi. Pernapasan atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap yaitu pernapasan luar (eksternal) dan pernapasan dalam (internal). Sehingga berlangsung difusi gas dari luar masuk kedalam aliran darah. Selaput tipis tempat berlangsungya difusi gas tersebut terlindung di bagian dalam tubuh. Sebelah dalam dilapisi oleh mesotil. berupa gelembung paru-paru. Pada pernapasan langsung. Ketika reaksi berlangsung hemoglobin melepaskan ion-ion hydrogen yang telah diangkut. artinya udara pernapasan tidak berdifusi langsung melalui seluruh permukaan kulit. H   HCO 3  H 2 CO3 Ketika karbon dioksida yang tinggal sedikit keluar dari dalam darah. Pada Pernapasan luar. maka terjadi reaksi seperti di bawah ini. elastis. Pernapasan luar (eksternal) Pernapasan luar adalah pertukaran gas di dalam paru-paru. Selanjutnya hemoglobin siap untuk mengikat oksigen 15 .2 2.

16 . karena tekanan oksigen di dalam cairan jaringan lebih rendah dibandingkan di dalam darah. Hal ini disebabkan karena sel-sel secar terus menerus menggunakannya dalam respirasi selular. oksigen meninggalakan hemoglobin dan berdifusi masuk kedalam cairan jaringan tubuh.dan menjadi oksihemoglobin. di dalam paru-paru akan terjadi pertukaran gas yaitu CO2 meninggalakan darah dan O2 masuk ke dalam secara difusi. b. Terjadinya difusi O2 dan CO2 ini karena adanya perbedaan tekan parsial. Sebaliknya tekanan karbon dioksida adalah tinggi. HbO 2  Hb  O2 Difusi oksigen keluar dari darah dan masuk ke dalam cairan jaringan dapat terjadi. tekanan parsial CO2 dalam vean  47 mmHg. Oleh karena itu CO2 berdifusi dari darah ke alveolus. Untuk memudahakn penulisan Hb yang mengikat oksigen disingkat HbO2. Pengangkutan CO2 di dalam darah dapat dilakukan dengan tiga cara berikut. Pernapasan dalam (internal) Pada pernapasan dalam (pertukaran gas didalam jaringan tubuh) darah masuk kedalam jaringan tubuh. Tekanan udara luar sebeasr 1 atm (760 mmHg). Peristiwa inilah yang menyebabkan O2 dapat dapat berdifusi ke dalam jaringan dan CO2 berdifusi ke luar jaringan. Tekanan parsial CO2 dalam jaringan  60 mmHg dan dalam kapiler darah  41 mmHg. Reaksinya sebagai berikut. Hb  O2  HbO 2 Selama pernapasan luar. Perlu diketahui bahwa tekanan parsial O2 pada kapiler darah  100 mmHg dan tekan parsial O2 dalam jaringan tubuh kurang dari 40 mmHg. Tekanan parsial pada kapiler darah arteri  100 mmHg. karena karbon dioksida secara terus-menerus dihasilkan oleh selsel tubuh. teakan parsial CO2 dalam arteri  41 mmHg dan tekan parsial dalam alveolus  40mmHg. dan di vena  40mmHg. Dalam keadaan biasa tubuh kita menghasilkan 200 mL karbon dioksida per hari. sedangkan tekanan parsial O2 di paru-paru  760m mmHg. Sementara itu. Hal ini emnyebabkan O2 berdifusi dari udara ke dalam darah.

Reaksinya sebagai berikut: CO2  RNH 2  RNHCOOH Sekitar 6-10% CO2 diangkaut plasma darah dalam senyawa asam karbonat (H2CO3). reaksi CO2 dengan Hb ditulis sebagai berikut. Ventilasi secara mekanis dilaksanakan 17 . Keseimbangan cairan 4. setelah asam karbonat yang terbentuk dalam darah terurai menjadi ion hydrogen (H+) dan ion bikarbonat ( HCO 3 ). sedangkan ion HCO 3 meninggalkan eritrosit masuk ke plasma darah. Secara sederhana. ECF dan angiotensin 7. atau bernapas adalah proses pergerakan udara masuk-keluar paru secara berkala sehingga udara alveolus yang lama dan telah ikut serta dalam pertukaran O 2 dan CO2 dengan darah kapiler paru diganti oleh udara atmosfer segar.3 Fungsi dan mekanisme respirasi manusia Fungsi respirasi dan non respirasi dari paru: 1. Ion H+ bersifat racun. Membantu venous return darah ke atrium kanan selama fase inspirasi 6. serotonin. CO2  Hb  HbCO 2 Karbosihemoglobin disebut pula karbominohemoglobin karena bagian dari hemoglobin yang mengikat CO2 adalah gugus asam amino. Perlindungan terhadap infeksi: makrofag yang akan membunuh bakteri1 Mekanisme pernapasan Ventilasi. Respirasi: pertukaran gas O2 dan CO2 2. Keseimbangan asam basa 3. oleh sebab itu ion ini segera diikat Hb.1. histamine. Lebih kurang 25% CO2 diikat oleh hemoglobin membentuk karbosihemoglobin. Perasamaan reaksinya sebagai berikut: H 2 O  CO 2  H 2 CO3  H   HCO 3 2. Endokrin : keseimbangan bahan vaso aktif. Sekitar 60-70 % CO2 diangkaut ke dalam bentuk ion bikarbonat ( HCO 3 ) oleh plasma darah.3 2. Keseimbangan suhu tubuh 5. Kedudukan ion HCO 3 dalam eritrosit diganti oelh ion klorit.

gaya yang meregangkan dinding paru. Apabila resistensi saluran pernapasan meningkat secata patologis akibat penyakit paru obstruktif menahun. laju aliran udara juga berbanding terbalik dengan resistensi saluran pernapasan. Karena kontraksi otot inspirasi memerlukan energi. Karena resistensi saluran pernapasan. karena udara terus mengalir sampai tekanan intra-alveolus seimbang dengan tekanan atmosfer. tetapi ekspirasi adalah proses pasif pada bernapas tenang karena ekspirasi terjadi melalui penciutan elastik paru sewaktu otot-otot inspirasi melemas tanpa memerlukan energi. dengan paru secara pasif mengikuti gerakannya. Tegangan permukaan alveolus. Semakin besar gradien antar alveolus dan atmosfer (dalam kedua arah). yang bergantung kepada kaliber saluran penapasan.dengan mengubah-ubah secara berselang-seling arah gradien tekanan untuk aliran udara antara atmosfer dan alveolus melalui ekspansi dan penciutan berkala paru. cenderung menahan peregangan alveolus pada saat inflasi (menurunkan compliance) dan cenderung mengembalikan alveolus ke luas permukaan yang 18 . inspirasi adalah proses aktif. Recoil elastik mengacu pada fenomena paru kembali ke posisi istirahatnya selama ekspirasi. kontraksi otot-otot ekspirasi (terutama otot abdomen) semakin memperkecil ukuran ringga toraks dan paru. tertentu. yang semakin meningkatkan gradien tekanan intra-alveolus terhadap atmosfer. Selain secara langsung proporsional dengan gradien tekanan. Sifat elastik paru bergantung pada jaringan ikat elastik di dalam paru dan pada interaksi tegangan permukaan alveolus/surfaktan paru. gradien tekanan garus juga meningkat melalui peningkatan aktivitas otot pernapasan agar laju aliran udara konstan. semakin besar laju aliran udara. dalam keadaan normal sangat rendah. Paru dapat diregangkan keberbagai ukuran selama inpirasi dan kemudian kembali menciut ke ukuran prainspirasinya selama ekspirasi karena sifat elastik paru. Kontraksi dan relaksasi otot-otot inspirasi (terutama diafragma) yang berganti-ganti secara tidak langsung menimbulkan inflasi dan deflasi periodik paru dengan secara berkala mengembang kempiskan rongga toraks. laju aliran udara biasanya bergantung pada tekanan yang tercipta antara alveolus dan atmosfer. Compliance paru mengacu pada distensibilitas paru-seberapa jauh mereka teregang sebagai respons terhadap perubahan gradien tekanan transmural. Untuk ekspirasi aktif yang lebih kuat. yang disebabkan oleh gaya tarik-menarik antara molekul-molekul air pemukaan dalam film cair yang melapisi setiap alveolus.

4 Kurva disosiasi oksigen Kurva Disosiasi Oksigen ialah suatu kurva yang menggambarkan hubungan antara saturasi oksigen atau kejenuhan hemoglobin terhadap oksigen dengan tekanan parsial oksigen pada ekuilibrium yaitu pada keadaan suhu 370 C. sehingga paru tidak memiliki compliance dan cenderung kolaps. Namun. pH 7. Jika alveolus hanya dilapisi oleh air. tidak semua udara yang masuk dan keluar tersedia untuk ditukar O2 dan CO2-nya dengan darah karena sebagian udara menempati saluran pernapasan. ventilasi paru. Volume paru biasanya bervariasi dari sekitar 500 ml keluar masuk paru setiap kali bernapas. Paru dapat diisi sampai lebih dari 5.lebih kecil selama deflasi (meningkatkan rebound paru). Sel-sel alveolus tipe II mengeluarkan surfaktan paru. Namun. adalah ukuran udara yang benar-benar tersedia untuk pertukaran gas dengan darah. yang dikenal sebagai ruang mati anatomik. Sebaliknya bagian tengah dari kurva yang terlihat curam memungkinkan penglepasan oksigen dengan mudah pada perubahan tekanan parsial oksigen yang kecil. Ventilasi alveolus sama dengan (tidal volume dikurangi ruang volume ruang mati) x kecepatan bernapas. Ventilasi alveolus. Jumlah udara yang masuk dan keluar paru dalam satu menit. volume udara yang dipertukarkan antara atmosfer dan alveolus dalam satu menit. tegangan permukaan akan sedemikian besar. dalam keadaan normal paru bekerja pada “separuh kapasitas”. suatu fosfolipoprotein yang berada di antara molekul-molekul air dan menurunkan tegangan permukaan sehinga compliance paru meningkat dan mencegah kecenderungan alveolus untuk kolaps. setara dengan tidal volume x kecepatan bernapas. 19 .5 liter dengan usaha inspirasi maksimum atau dikosongkan sampai sekitar 1 liter dengan ekspirasi maksimum.(5) KDO yang berbentuk sigmoid ini secara fisiologis menguntungkan karena bagian puncak kurva yang mendatar memungkinkan jumlah oksigen arteri tetap tinggi dan stabil walaupun terjadi perubahan tekanan parsial oksigen.40 dan Pco2 40 mmHg.

tekanan parsial karbondioksida dan 2. pH dan PCO2 Peningkatan ion hidrogen (H+) atau karbondioksida akan menurunkan afiniti oksigen terhadap hemoglobin. Dan sebaliknya oksigenisasi dari hemoglobin akan menurunkan afiniti karbondioksida ini yang dikenal dengan efek Haldane. Kedua efek tersebut muncul karena interaksi antara oksigen. 20 . b. Ini dikenal dengan efek Bohr.Afiniti oksigen terhadap hemoglobin dipengaruhi oleh suhu.3 difosfogliserat: a. Ion hidrogen yang dihasilkan oleh kedua reaksi di atas akan menstabilkan bentuk konformasi T pada hemoglobin yang mengakibatkan oksigen dilepas ke jaringan. pH darah. ion hidrogen dan karbondioksida dengan hemoglobin. SUHU Kurva Disosiasi Oksigen normal ditentukan secara fisiologis pada suhu 370C jika terjadi peningkatan suhu akan menyebabkan tekanan parsial oksigen meningkat sehingga afiniti oksigen terhadap hemoglobin akan menurun akibatnya semakin mudah penglepasan oksigen. Pada keadaan ini Kurva Disosiasi Oksigen akan bergeser ke kanan atau sebaliknya jika terjadi penurunan suhu Kurva Disosiasi Oksigen akan bergeser ke kiri. Pada jaringan kapiler karbondioksida akan berdifusi sebagai gas terlarut dan berikatan dengan rantai hemoglobin membentuk karbominohemoglobin atau berikatan dengan air (H2O) membentuk garam (bikarbonat) dengan bantuan enzim karbonik anhidrase.

Ikatan ini akan menstabilkan konformasi T sehingga akan terjadi penurunan afiniti oksigen terhadap hemoglobin.3 DPG. Sewaktu inspirasi diafrgama berkontraksi. volume rongga dada meningkat. pergeseran KDO ke kanan merupakan proses kompensasi pada keadaan klinis tersebut di atas. 2.3 DPG pada eritrosit dengan respons hipoksia.3 DPG mempunyai afiniti terhadap hemoglobin yang lebih kuat dibandingkan dengan oksigen. Pada keadaan normal 1. P50 meningkat berbanding lurus dengan konsentrasi 2.3 DPG sangat rendah namun dapat berikatan dengan hemoglobin pada rantai b.3 DPG dibentuk melalui jalan pintas tanpa menghasilkan ATP dengan bantuan enzim DPG sintesis. hal ini disebabkan karena ada perbedaan tekanan atau selisih tekanan atmosfir ( 760 mmHg) dan tekanan intra pleural (755 mmHg). Pada tabel 3 diperlihatkan hubungan konsentrasi 2.3 DPG akan diubah menjadi 3 fosfogliserat dengan bantuan enzim fosfogliserat kinase dengan menghasilkan ATP dan selanjutnya akan menjadi fosfoenolpiruvat. dan laktat. anemia dan berada di tempat yang tinggi dari permukaan air laut akan meningkatkan kadar 2.3 DPG.3 DPG.c. Tekanan intra-pleural Dinding dada merupakan suatu kompartemen tertutup melingkupi paru.3 DIFOSFOGLISERAT (2. 2. Akibatnya jika terjadi peningkatan kadar 2.3 DPG sehingga kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen menurun namun kemampuan untuk melepaskan oksigen di jaringan lebih mudah karena itu.seperti tampak pada gambar 6. 2. Dalam keadaan normal paru seakan melekat pada dinding dada. piruvat. Kadar 2. Pada keadaan hipoksia kronik. Selain menurunkan afiniti terhadap oksigen ikatan tersebut juga akan menurunkan pH intraseluler sehingga akan meningkatkan efek Bohr.3 DPG) Metabolisme sel darah merah tergantung oleh glikolisis dan 2. tekanan intar pleural dan intar alveolar turun dibawah tekanan atmosfir sehingga udara masuk Sedangkan waktu ekspirasi volum rongga dada mengecil mengakibatkan tekanan 21 . KDO akan bergeser ke kanan.3 Agar terjadi pertukaran sejumlah gas untuk metabolisme tubuh diperlukan usaha keras pernafasan yang tergantung pada: 1.

tulang rusuk kembali ke posisi semuladan menyebabkan tekanan udara didalam tubuh meningkat.1 Pernafasan pada manusia dapat digolongkan menjadi 2. Compliance Hubungan antara perubahan tekanan dengan perubahan volume dan aliran dikenal sebagai compliance. Otot tulang rusuk dapat dibedakan menjadi dua. .Chestwall undistensibility: kifoskoliosis.Space occupying prosess: effuse pleura. Bertambah besarnya akan menybabkan tekanan dalam rongga dada lebih kecil dari pada tekanan rongga dada luar. fibrosis paru . Karena tekanan uada kecil pada rongga dada menyebabkan aliran udara mengalir dari luar tubuh dan masuk ke dalam tubuh.Pulmonary stiffes : atelektasis. Bila otot antar tulang rusuk luar berkontraksi. Penapasan dada Pada pernafasan dada otot yang erperan penting adalah otot antar tulang rusuk. maka tulang rusuk akan terangkat sehingga volume dada bertanbah besar. pneumothorak . proses ini disebut proses ‟inspirasi‟ Sedangkan pada proses espirasi terjadi apabila kontraksi dari otot dalam. 2.Effective Compliance : (tidal volume/peak pressure) selama fase pernafasan. Pada orang dewasa muda normal : 100 ml/cm H2O. distensi abdomen Penurunan compliance akan mengabikabtkan meningkatnya usaha/kerja nafas. obesitas. pneumonia. 22 . Airway resistance (tahanan saluran nafas) Rasio dari perubahan tekanan jalan nafas. Compliance dapat menurun karena: . edema paru. perubahan volum paru persatuan perubahan tekanan saluran nafas ( airway pressure) sewaktu paru tidak bergerak. Normal: ±50 ml/cm H2O. Ada dua bentuk compliance: .intra pleural dan tekanan intra alveolar meningkat diatas atmosfir sehingga udara mengalir keluar. yaitu otot tulang rusuk luar yang berperan dalam mengangkat tulang-tulang rusuk dan tulang rusuk dalam yang berfungsi menurunkan atau mengembalikan tulang rusuk ke posisi semula. 3.Static compliance. yaitu: a.

yang besarnya + 1500 cc atau + 1500 ml. Bila otot diafragma bereaksi dan otot dinding perut berkontraksi. kapasitas vital = V tidal + V cadangan inspirasi + V cadangan ekspirasi. dan aliran udara terdorong ke luar tubuh. e. Volume sisa / residu (residual volume) Volume udara yang masih tersisa dalam paru-paru setelah mengeluarkan nafas (ekspirasi) maksimal. Sehingga volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat. f. Bila otot diafragma berkontraksi. yang besarnya + 500 cc atau + 500 ml.Sehingga udara dalam paru-paru tertekan dalam rongga dada. d. Hal itu menyebabkan volume rongga dada bertambah besar sehingga tekanan udaranya semakin kecil. Faktor umur Semakin bertambah usia seseorang. proses ini disebut ‟espirasi‟. sedangkan aktifitas saraf pernafasan dirangsang oleh stimulus dari karbondioksida (CO2). Penurunan tekanan udara menyebabkan mengembangnya paru-paru. yaitu: a. Meningkatnya tekanan rongga dada menyebabkan isi rongga paru-paru terdesak ke luar dan terjadilah proses ekspirasi. sehingga udara mengalir masuk ke paru-paru(inspirasi). yang besarnya sama seperti diatas. Volume udara penapasan secara garis besar dapat dibedakan menjadi 6. isi rongga perut akan terdesak ke diafragma sehingga diafragma cekung ke arah rongga dada. c. Jenis kelamin 23 . yaitu : a. Volume tidal (tidal volume) Volume udara pernafasan (inspirasi) biasa. Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume) / udara komplemator Volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernafas (inspirasi) biasa. Volume cadangan ekspirasi (ekspiratory reserve volume) / udara suplementer Volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeuarkan nafas (ekspirasi) biasa. yang besarnya + 3500cc atau + 3500 ml. posisi diafragma akan mendatar. V total paru-paru = V sisa + Kapasitas Vit Gerakan pernafasan diatur oleh pusat pengendali di otak. yang besarnya + 4500cc atau + 4500ml. Jadi . b. Cepat atau lambatnya bernafas dipengaruhi oleh beberapa faktor. yang besarnya + 1500cc atau +1500 ml. maka semakin rendah frekuensi pernafasannya. b. b. Pada umumnya manusia mampu bernafas 15-18 kali tiap menitnya. Volume total paru (total lung volume) Volume udara yang dapat ditampung paru-paru semaksimal mungkin. Jadi. Kapasitas vital (vital capacity) Volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga. Pernapasan perut Pada pernafasan ini otot yang berperan aktif adalah otot diafragma dan otot dinding rongga perut.

itu karena pada umumnya laki-laki lebih banyak bergerak dari pada perempuan. karena energi yang digunakan untuk menyangga tubuh merata oleh tubuh. jelas frekuensi pernafasannya akan lebih rendah karena lebih sedikit memerlukan energi.Laki-laki umumnya bernafas lebihpelan dari pada perempuan ini dikarenakan volume paru-paru laki-laki lebih besar dari pada perempuan. c. Kegiatan tubuh Orang yang banyak melakukan kegiatan frekuensi pernafasannya akan meingkat karena akan lebih banyak memerlukan enargi. semakin tinggi suhu tubuhnya semakin tinggi pula frekuensi pernafasannya. Suhu tubuh Hal ini berhubungan dengan proses metabolisma tubuh. Posisi tubuh Pada saat berdiri frekuensi pernafasan lebih besar. d. karena energi yang digunakan untuk menopang tubuh lebih banyak. e. Namun kadar O2 yang di butuhkan oleh laki-laki lebih besar dari pada peprempuan. frekuensi pernafasan lebih menurun. dibandingkan dengan orang yang melakukan sedikit kegiatan.5 24 . Pada posisi duduk.

25 . lalu CO2 dan H2O akan dikeluarkan melalui ekspirasi pernapasan. konsentrasi 2. kemudian CO2 akan diangkut melalui ion bikarbonat (HCO3-). nasofaring. terjadi pertukaran gas secara difusi yang dikarenakan adanya perbedaan tekanan antara O2 dari udara dan CO2 dari darah yang merupakan sisa metabolisme dari jaringan. dimana H+ di dapat dari penguraian H2CO3 dari jaringan. dan PO2 menurun. HbO2 akan melepaskan O2. bronkus intarpulmonal. laring.Bab III Kesimpulan Sistem respirasi sangat penting dalam tubuh kita. bronkiolus terminalis. PCO2 yang meninggi. Setelah sampai di jaringan.3 BPG meninggi dalam sel darah merah. duktus alveolaris. H+ akan terlepas dan kemudian Hb akan mengikat O2 menjadi HbO2 (oksihemoglobin). Di dalam alveolus. HCO3. Penglepasan O2 juga dipengaruhi oleh: penurunan pH. Saat kembali ke paru. bronkiolus respiratory. Perjalanan udara dalam tubuh kita dimulai dari hidung. sakus alveolaris. bronkus ekstrapulmonal. O2 diangkut ke jaringan melalui HHb. trakea. dan yang terakhir alveolus.akan bergabung dengan ion H+ dari HHb membentuk H2CO3 yang akan terurai menjadi CO2 dan H2O. suhu yang meninggi.

html. 4. Barman SM. Boitano S. 5.410-58.266-76. Jakarta: penerbit buku kedokteran (EGC).h.h. F. Jakarta: penerbit buku kedokteran (EGC). 2001.h. 3. United States: McGraww-Hill. Brooks HL. Buku ajar fisiologi kedokteran. Sherwood lauralee. Edisi ke-2. 27 Mei 2010.blogspot. 2.23rd ed. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Diunduh dari http://histologidrgtadeus. Jakarta: penerbit buku kedokteran (EGC). Ganong. Sistem respirasi. Histologi.com/sistem-respirasi. Edisi januari 2009.669-89. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Edisi ke-22.Daftar Pustaka 1. Ganong‟s review of medical physiology. W. Barret KE. Ethel Sloane. 2008. 2004. 26 . 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful