SILA KEMANUSIAN YANG ADIL DAN BERADAB Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yakni makhluk ciptaAN Tuhan

Yang Maha Esa, yang memiliki potensi, pikir, rasa, karsa dan cipta. Karena potensi ini manusia mempunyai, menempati kedudukan dan martabat yang tinggi. Kata adil mengandung makna bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas ukuran / norma-norma yang obyektif, dan tidak subyektif, sehingga tidak sewenang-wenang. Kata beradab berasal dari kata adab, artinya budaya. Jadi adab mengandung arti berbudaya, yaitu sikap hidup, keputusan dan tindakan yang selalu dilandasi oleh nilai-nilai budaya, terutama norma sosial dan kesusilaan / moral. Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung pengertian adanya kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungannya dengan norma-norma dan kebudayaan umumnya. Potensi kemanusiaan dimiliki oleh semua manusia di dunia, tanpa memandang ras, keturunan dan warna kulit, serta bersifat universal. Kemanusiaan yang adil dan beradab bagi bangsa Indonesia bersumber pada ajaran Tuhan Yang Maha Esa yakni sesuai dengan kodrat manusia sebagai ciptaanNya. Hal ini selaran dengan : a.pembukaan UUD 1945 alinea pertama b.Pasal 27, 28, 29, 30 dan 31 UUD 1945

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. (2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. (3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. (4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

(5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. (6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. (8) Berani membela kebenaran dan keadilan. (9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. (10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Lumpur dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Saturday, 20 September 2008 14:29

Franz Magnis Suseno | Salah satu “permainan” ideologis di negara kita ini adalah pertanyaan: manakah sila paling mendasar dalam Pancasila sebagaimana disebut dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Ada yang mengatakan bahwa itu tentunya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, karena Tuhan adalah yang tertinggi dari segala yang ada. Ada yang mengatakan bahwa itu adalah “Persatuan Indonesia” karena tanpa sila itu, sila-sila lain tidak mempunyai tempat untuk berpijak, yaitu bumi Indonesia. Begitu pula bagi “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” dan bagi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” bisa ditemukan argumentasi mengapa harus dianggap sila yang paling mendasar. Akan tetapi ada argumen kuat untuk mengikuti pendapat alm. Prof. Dr. Nikolaus Drijarkara. Rama Drijarkara menegaskan bahwa sila yang paling mendasar, dalam arti etis, adalah sila kedua, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Mengapa sila ini? Karena tanpa kemanusiaan yang adil dan beradab, semua sila lain menjadi cacat. Sebaliknya, meskipun tanpa empat sila lain, sila kedua belum mengembangkan sepenuhnya dimensidimensi potensial manusia, akan tetapi asal seseorang, dan begitu pula hubungan antar

orang. menjadi adil dan beradab. Itulah seninya sila kedua :”Kemanusiaan yang adil dan beradab” merupakan salah satu rumusan cita-cita dasar manusia yang paling indah dan mendalam! Jadi kemanusiaan hanyalah utuh apabila adil dan beradab. Tetapi keadilan tidak berdiri sendiri. dengan pengertian manusia dan wawasan manusia. Tuhan tentu ada tanpa kemanusiaan. Dengan kata lain. Tetapi kemanusiaan yang bagaimana? Dimensi hubungan natar manusia yang menjadi syarat segala hubungan yang baik adalah keadilan. dan tidak bisa langsung mengatasnamakan Tuhan. dasar situasi yang secara etis benar dan mantap sudah diletakkan. tetapi bukan Ketuhanan sebagai penghayatan dan pengakuan manusia terhadap Tuhan). Dan kebaikan yang tidak adil kehilangan harkat etisnya. Mari kita lihat tempat kunci sila kedua dengan sedikit lebih rinci. Bukan karena manusia lebih tinggi daripada Tuhan – Tuhan tentu jelas lebih tinggi daripada manusia – melainkan karena sebagai manusia kita hanya dapat bertitik tolak dari kemanusiaan. Setiap orang yang mnengklaim bertolak langsung dari Tuhan otomatis sudah sesat dan menyesatkan. dengan menghormati hak-haknya. dan bukan pada Tuhan. tak ada Ketuhanan (tetapi. sekali lagi. Pertama harus dikatakan bahwa kita memang harus mulai pada manusia. Tanpa sikap beradab keadilan menjadi tidak adil. tidak ada dimensi manusia lain. tak ada kebangsaan. mengakui orang lain. dengan martabatnya. Cinta itu mewujudkan hubungan antar manusia paling mendalam dan berharga. Memperjuangkan keadilan hanyalah etis apabila dilakukan dengan cara yang beradab. Bertindak dengan beradab tentu belum cukup . Kejujuran yang tidak adil bukan kejujuran. Ia adalah manusia. Jadi tanpa kemanusiaan tak ada dimensi lain. tetapi kalau dia melanggar keadilan. Maka manusia senang atau tidak harus mulai dari dirinya sendiri. hanya atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab empat sila lain bisa bermutu. Dari situ sudah dapat ditarik sebuah kesimpulan. tak ada kerakyatan. Tanpa kemanusiaan. mengakui dia sebegai manusia. Gasis paling bawah yang menjamin harkat etis manusia adalah keberadaban. Adil berarti. dia bukan cinta dalam arti yang sebenarnya.

Jadi kita mestinya bertekad untuk tidak pernag bertindak secara tidak beradab. Tak perlu dulu icara akhlak mulia. Sebaliknya. secara kasar tak sopan. Begitu misalnya tindakan kasar dan brutal atas nama agama merupakan penghinaan terhadap agama yang diperjuangkan sendiri tak mungkin tindakan tak beradab dan brutal berkenan di hadapan Tuhan.kalau kita menghadap kewajiban kita sebagai manusia dalam masyarakat dan dunia. secara brutal. Sebenarnya banyak masalah dalam masyarakat kita sudah akan terpecahkan asal saja kita bertekad bersama untuk selalu bertindak secara beradab. kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan inti Pancasila. Tekad ini justru perlu dipegang dalam memperjuangkan yang baik. Hal itu dapat diperlihatkan pada sila-sila lain. Mengaku cinta pada bangsa sendiri tetapi bersikap arogan dan brutal terhadap bangsa lain merusak harkat kebangsaan. akan tetapi sudah merupakan titik berpijak yang menjamin moralitas pada dasariah. bertindak dengan tidak beradab. Memang selama sejarah umat manusia sampai hari ini banyak kekasaran. Begitu pula nasionalisme yang terungkap dalam sila Persatuan Indonesia. secara kejam atau keji. kejahatan. selalu harus adil dan beradab kalau mempertahankan harkatnya.misalnya orang yang memperjuangkan keyakinan politik atau keyakinan keagamaannya dengan cara yang tidak beradab justru merendahkan etika politik dan menghina agamanya sendiri. Karena keberadaban itulah yang membedakan manusia dari binatang. kebrutalan dilakukan atas nama manusia. Kerakyatan pun kalau tidak memperhatikan keadilan misalnya menjadi kediktatoran mayoritas yang melanggar hak-hak asasi minoritas – menjadi wahana kejahatan. cukup kalau kita mau membawa diri sebagai makhluk yang beradab saja. kasar dan tidak beradab jangan berani mengatasnamakan Tuhan atau agama. Semuanya itu menghina Tuhan. Kerakyatan yang mencuat dalam tindakan tak beradab menjadi keganasan massa – rule of the mob dalam bahasa Inggris – yang memuakkan . secara beringas. Orang yang bertindak brutal. Karena keadilan dan keberadaban merupakan syarat harkat etis segala tindakan manusia. adalah tidak mutu dan tidak etis. Ketuhanan Yang Maha Esa yang disertai sikap tak adil atau tindakan tak beradab dan brutal menjadi tidak mutu dan menyabot makna Ketuhanan sendiri. demi tujuan baik pun.

brutal. Itulah inti ketidakadilan yang mereka rasakan. bukan karena malapetaka alami murni. Misalnya biaya untuk membuat jalan-jalan dan jalur kereta api yang vital di jantung Jawa Timur tidak sampai tenggelam.000 orang yang tenggelam rumah. Dan bahwa dari mereka ada yang sampai saat tulisan ini ditulis. kelihatan segala dimensi malapetakanya itu. Tetapi fakta yang paling memilukan. Dan itu semuanya di negara yang mendasarkan diri pada kemanusiaan yang adil dan beradab. melainkan karena tindakan manusia. Ada bahaya sungguhsungguh bahwa sebagian wilayah Jawa Timur. Kerakyatan Pancasila adalah kerakyatan yang adil dan beradab. ada 10. Hal itu seharusnya dibikin jelas dalam sebuah perkara pengadilan. Memperjuangkan keadilan dengan cara biadab merusak harkat keadilan sendiri dan dalam kenyataan lalu sering menghasilkan rezim politik di bawah seorang diktator. Bahwa manusiamanusia yang melakukan operasi pencarian kekayaan dibawah kulit bumi bertindak dengan ceroboh sampai sekarang tidak terbantah. 17 bulan sesudah bor itu meledak. Fakta yang sangat relevan sangat sederhana. secara arogan. pekarangan dan tempat kerjanya yang dengan demikian. egois tdak beradab bukan lagi keadilan. Di sini hanya mau ditunjuk betapa malapetaka yang menimpa masyarakat yang terkena lumpuyr Lapindo itu menantang pengakuan kita akan kemanusiaan yang adil dan beradab. Kalau Lumpur Porong hasil pengeboran Lapindo dilihat dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab. bagian yang padat penduduk dan sangat produktif bisa untuk selamanya dibuat tidak dapat dihuni.karena bisa menjadi brutal dan sampai ke pembunuhan. Keadilan sosial adalah menarik bahwa kata adil – dan hanya kata adil. muncul dua kali dalam Pancasila – hanya wajar kalau diusahakan secara beradab. Mereka itu mengalami kehancuran. Keadilan kalau diperjuangkan dengan ancaman dan cara paksa. Lumpur Porong membebani negara kita yang sudah kekurangan dana dengan biaya tambahan luar biasa. belum juga menerima ganti rugi. melainkan egoisme ideologis. Di sini bukan tempatnya untuk berspekulasi sejauh mana Lapindo dengan pengeborannya harus dipersalahkan. Kita menyaksikan sesuatu yang khas dalam dunia usaha – dan dalam wawasan para pejabat negara yang bertanggungjawab . hancur seluruh eksistensinya.

Dua-duanya hidup berdampingan. Sebuah penyesalan yang tidak banyak terasa oleh para korban yang begitu lambat merasakan diberi perhatian sungguh-sungguh.atas keselamatan masyarakat. melainkan bahwa mereka menganggap enteng kemungkinan bahwa pengeboran itu bisa gagal. atau ada dua bangsa di NKRI kita ini. yang dalam kasus Porong melakukan pengeboran tanpa memakai casing yang seharusnya dipakai untuk menjamin bahwa bahan yang keluar dari perut bumi tidak masuk ke dalam celah-celah tanah. Dan kali ini kecerobohan itu mempunyai akibat fatal. Itulah yang mendasari ketidakadilan di negara ini berbeda dengan beberapa di negara dimana kelas atas kejam terhadap massa rakyat. Kembali ke wawasan “kamu modal dan kuasa” yang hampir seluruhnya dipenuhi oleh kepentingan kemajuan ekonomis dalam rangka globalisasi sehingga perhatian spontan pada massa masyarakat tidak menembus lagi pengambilan keputusan. Situasi ini adalah unsustainable secara sosial. penjaminan pemenuhan kebutuhankebutuhan dasar. Wawasan yang buta terhadap kenyataan masyarakat itru tentu ajkan membahayakan masa depan bangsa. di Indonesia ada budaya perhatian terhadap orang kecil. Masyarakat kita tidak senantiasa akan terus menerus menerima ketidakadilan itu dengan damai dan pasrah. melainka karena sembrono. sesudah terjadi malapetaka terjadi.hampir tidak diperhatikan lagi. Bukan karena jahat. Dan mereka yang harus hidup dari dua Dollar US per hari atau kurang dan yang cita-citanya adalah survival. Kita jangan mengharapkan kekerasan dalam masyarakat berkurang kalau mereka terus tidak diberi perhatian. tetapi bangsa yang kedua oleh bangsa yang pertama. Jadi bukan pengabaian total terhadap orang kecil. Itulah yang terjadi di Porong dan belakangan. Seakan-akan kita di Indonesia hidup dalam dua dunia. ya massa masyarakat. melainkan bahwa orang kecil. seakan-akan dilupakan. tentu semua menyesalkan pengeboran itu. tetapi dalam kenyataan perhatian itu dipojokkan oleh suatu wawasan yang hampir seluruhnya dikuasai oleh pertimbangan keuntungan perusahaan dan akses ke pusat-pusat kekuasaan. Masalahnya bukan bahwa mereka acuh tak acuh terhadap suatu kerugian masyarakat.yaitu kecongkakan sebuah perusahaan besar yang tidak berpikir pada masyarakat kecil di dekatnya. mereka yang cepat atau lambat terbawa ke atas dalam pusaran naik akumulasi modal dan kemodernan akibat globalisasi. . .bangsa dalam angin naik.

Kebrutalan dan ketakpedulian terhadap massa rakyat yang terdiri atas orang kecil tak mungkin akan ditelan terus. yang menolak untuk mau pergi. Tetapi ketidakadilan yang karena kurang perhatian. telinga orang-orang dia tas sudah penuh dengan bunyi keras ipod. Akhirnya perhatian pada orang kecil. dan kebiasaan hanya akan diubah dengan ledakan. melainkan merupakan akibat kecerobohan. apa kita mau menerima bahwa terjadi perkembangan-perkembangan mengagumkan dan sebagian-sebagian cukup besar. Kalau kelakuan semacam itu dibiarkan terus. Yang gawat bahwa ketidakadilan dalam kesempatan rakyat indonesia bisa maju tidak keluar dari sebuah kebencian atau rencana jahat khusus. negara Indonesia akan menghadapi masa yang berat di masa mendatang. cell phone dan iklan mereka sehingga jeritan mereka yang ketinggalan tidak kedengaran lagi.Kadang-kadang kebutaan perusahaan-perusahaan terhadap masyarakat biasa berbalik menjadi kebrutalan terbuka/ pada tanggal 11 Oktober 2007 terbaca di sebuah harian Ibukota bahwa di Tangerang ada developer yang memagari dengan tembok tinggi sebuah kampong sebesar delapan atau sembilan rumah yang terletak di tengah-tengah tanah yang mau dikembangkannya. bangsa tetap teramcam kemiskinan dan keputusasaan? . wawasan yang betul-betul mau adil juga merupakan tantangan bagi keberadaan bangsa. kelalaian dan kurang perhatian pada kemungkinan bahwa ada orang yang menderita. Satu-satunya jalan ke luar bagi kampong itu – yang untuk terdiri ata orang-orang lanjut usia – adalah sebuah celah selebar 50 cm yang masih terbuka. Sebuah rencana yang jahat bisa langsung digugat dan dilawan. karena katakana. Sebagai bangsa yang beradab. sesudah sebelumnya memblokir satu demi satu jalan-jalan yang menghubungkan kampung-kampung itu dengan dunia luar. Semua barang lebih besar harus diangkut melalui tangga yang naik ke atas tembok tiga meter itu. bisa menjadi kebiasaaan.

adil menurut pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti berimbang. Ungkapan ini merupakan sebuah makna filosofis karena asas kemanusiaan menyangkut sesuatu nilai (values). yang terpatri dalam diri setiap insan manusia bahwa . Pengertian dua kata ini memiliki makna ganda seperti adil pada kondisi tertentu diharapkan berlaku adil dimana berimbang tidak berat sebelah tetapi juga menekankan akan keberpihakan pada yang benar. ”kemanusiaan yang adil dan beradab”. tetapi juga memiliki arti berpihak pada yang benar.Selasa. Sehingga kedua kata ini menjadi dua padanan kata yang bermakna ketika di lekatkan dengan asas tersebut seperti ungkapan. Adil dan beradab menjadi bermakna apabila di lekatkan pada sebuah identitas yang menyangkut sebuah asas kehidupan yang berlaku mutlak bagi semua manusia. tidak berat sebelah. cara pandang. Sedangkan kata beradab lebih diartikan bagaimana seseorang mempunyai budi bahasa yang baik. Demikian juga dengan kata beradab juga memiliki pengertian ganda yakni harapan akan perilaku yang baik tetapi juga merujuk pada sebuah tingkat kehidupan. 12 Oktober 2010 “KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB UNTUK SIAPA ” “KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB UNTUK SIAPA ” *Yoyarib Mau Adil dan Beradab adalah dua suku kata yang masing-masing memiliki makna tersendiri. berlaku sopan dan pada pengertian lain lebih pada majunya sebuah kehidupan atau tingkat kehidupan.

kondisi inilah menghadirkan ketidak percayaan antara manusia. Naluri kebebasan ini membuat manusia bersikap ingin menguasai akan komunitas. makhluk yang memiliki kekhusuan atau keunggulan dari makhluk atau ciptaan lainnya. ada nafsu yang menggebu untuk menguasai orang lain tetapi juga ada kemauan untuk melakukan kebaikan karena . hidup mengikuti naluri kebebasannya. tanpa tekanan tanpa ada pembatasan menyebabkan manusia manusia bersaing secara bebas untuk mempertahankan diri. siapakah yang berperan untuk menyatukan dua arus nafsu yang bertolak belakang tersebut ? Kenyataan ini merupakan realitas yang mendorong munculnya konsep yang di tuliskan oleh Thomas Hobbes. Dalam kebebasan manusia ada dua unsur yang saling tarik menarik seperti dua kutub magnet utara – selatan atau aliran listrik positik – negatif. kelompok ataupun individu tertentu. Keunggulan yang dimiliki manusia inilah yang membuat manusia itu bermartabat karena keunggulan dan kekhususan. ketidakadilan dan membuat nilai manusia itu rendah. Keberadan Manusia yang memiliki keunggulan membuat manusia menjadi manusia bebas. semua hidup didalam kewaspaadaan dan menunggu waktu untuk saling memaksa. namun meskipun terdapat gairah-gairah yang mendorong kita masuk ke dalam konflik juga terdapat gairah-gairah yang membuat kita condong menuju kedamaian karena takut akan kematian” (Joseph Losco & Leonard Williams – Rajawali Pers – 2005) . sebaagaimana kehidupan rimba berlaku hukum rimba siapa yang kuat ia akan memangsa yang lemah.manusia itu adalah ciptaan yang berakal budi. sehingga menghasilkan pemikiran siapa yang kuat ia yang akan menang. Kondisi ini menyebabkan manusia bertanya. dimana dirinya mampu membangun “sebuah psikologi politik yang mengajukan sebuah pandangan tentang manusia yang digerakan oleh gariah-gairah dan nafsu-nafsu untuk menciptakan. manusia hanya bernilai jika ia memiliki kekuatan.

Mereka yang di daulat untuk menciptkan kehidupan bersama malah mencederai hak rakyat dengan mengambil hak rakyat bahkan di perlakukan khusus oleh negara seperti yang . Padahal tujuan di bentuknya negara adalah untuk menciptakan kebaikan bersama namun pada kenyataanya kebaikan (kesejahteraan) hanya di nikmati oleh mereka yang berada di kota tetapi di desa tetap hidup dalam kemiskinan kondisi ini sepertinya tidak menciptakan kebaikan bersama tetapi menambah perlawanan kutub magnet antara kota dan desa menegang dan meningkat. Indonesia merupakan sebuah negara – bangsa berdasarkan kontrak kesepakatan. Kontrak kesepakatan yang disepakati untuk menciptakan kebaikan bagi semua pihak tidaklah terwujud sebagaimana para penguasa yang menikmati uang rakyat sehingga para penguasa menjadi tetap kaya sedangkan yang miskin tetap miskin. Karena masyarakat mau menyerahkan seluruh hak dan kewenangannya kepada lembaga masyarakat dan kepada lembaga tersbutlah mereka mau tunduk. Kondisi liar ini membuat Hobbes menelurkan sebuah kesimpulan bahwa manusia perlu bersatu di bawah sebuh ”kontrak keselamatan dan penjagaan bersama”.suatu waktu di perhadapkan pada suatu kondisi yang lemah di mana pasti ada kelompok yang dulu lemah menjadi kuat akan melakukan pembalasan dan ini akan tak akan berakhir tetapi akan terus berputar seperti roda pedati. kontrak kesepakatan ini bertujuan untuk menghimpun semua masyarakat dalam aturan-aturan bahkan pandangan hidup yang dijalankan oleh sebuah pemerintahan. Pemerintahan di harapkan dalam menjalankan fungsinya menciptakan kebaikan bagi semua pihak namun kondisi ini terkadang tidak berimbang. Kontrak keselamatan inilah yang menjadi awal atau cikal-bakal terbentuknya negara-bangsa dengan pemerintahan yang didaulat untuk mengatur kehidupan bersama. yang memiliki uang untuk bisa membeli kekuasaan. kebaikan itu hanya berpihak bagi mereka yang mengendalikan kekuasaan.

dilakukan Mantan Kepala Bulog terlibat korupsi sebesar Rp. 2 milyar kemudian di vonis 4 tahun namun karena kasasi maka bebas bersyarat. namun pada tahun 2010 mendapatkan grasi president (sumber : Kompas 04/10/2010).000. Aspuri yang mencuri sehelai kaus milik tetangganya di hukum 3 bulan 5 hari (sumber : Kompas 04/10/2010). Juwono.100 milyar dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) di vonis masingmasing 3 tahun penjara pada tahun 2008. 49. 3.000 harus menjalani hukuman selama hampir 3 bulan. Jika di bandingkan dengan mereka yang dipercayakan untuk menjalankan negara keadilan itu tidak berpihak tidak berimbang nilai sebuah semangka harga Rp. . mereka besekongkol melakukan korupsi berjamaah dalam pengucuran dana Rp. Kondisi ini berbeda dengan rakyat kecil seperti.000 milyar mendapatkan hukuam 3 tahun itupun mendapatkan keringanan. Aulia Pohan yang nota bene besanya SBY. Basar Suyanto dan Kholil melakukan pencurian sebuah semangka di kebun Gaguk Prambudi di hukum 15 hari namun sebelum proses hukum sudah di hukum selama 2 bulan 10 hari. jika dibandingkan dengan mencuri uang rakyat sebesar Rp. Nenek Minah yang melakukan pencurian 3 buah kakao di kebun PT Rumpun Sari Antan di vonis hukuman percobaan selama 1 bulan 15 hari. 10.687 milyar di vonis 10 tahun penjara namun kemudian bebas bersyarat pada tahun 2009 padahal baru menjalani masa tahanan sebanyak 6 tahun . 100. 20.000 harus menjalani hukuman 3 bulan sedangkan Rp. Maman Soemantri. 100. milyar hanya 3 tahun apabila harga Rp. Syaukani HR yang adalah Mantan Bupati Kutai Kertanegara terlibat korupsi senilai Rp. 10.367 milyar di hukum 6 tahun sejak 2007 namun di bebaskan dengan mendapatkan grasi pada tahun 2010 dengan alasan sakit padahal masih dua tahun masa tahanannya. Manisih dan Sri Suratmi melakukan pencurian satu karung plastik buah randu sisa panen hasil perkebunan di hukum 24 hari penjara. Sedangkan Rusnoto. Aslim Tadjudin dimana keempatnya adalah Mantan Deputi Gubernur Gubernur Bank Indonesia. Bunbunan Hutapea. Abdulah Puteh Mantan Gubernur NAD terlibat korupsi Rp.

Ketika hal ini di biarkan terus berlarut maka negara yang di daulat dalam kontrak sosial untuk mewujudkan kehidupan manusia untuk dapat hidup bersama telah gagal. hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum. keadaan ini terwujud maka manusia ini akan kembali kepada kehidupan siapa yang kuat siapa yang kaya siapa yang memiliki kekuasaan maka dialah yang berkuasa dan layak hidup. ibarat arus magnet yang berlawanan diantara rakyat maka sejatinya penegakan hukum harus di lakukan berimbang dan tidak mencederai rasa keadilan. hanya tamat Sekolah Dasar dengan tingkat ekonomi yang sangat memprihatinkan. yang kemungkinan sehari bisa makan hanya 1 (satu) kali makan. hak untuk tidak disiksa. . hak untuk tidak diperbudak. sedangkan Rp 100. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. hanya bisa berbahasa Jawa. Seandainya kemanusian yang adil dan beradab adalah sebuah sebuah filosofis atau cara pandang negara untuk menyatukan atau menjembatani kehidupan. berpendidikan tinggi.000 : 3 bulan penjara.Hukum yang dijalankan harus memenuhi syarat kemanusiaan yang adil dan beradab apakah sudah sesuai jika makna ”adil” itu adalah berimbang. dan berpihak kepada kebenaran apakah ini sesuai jika Rp. tidak berat sebelah. hak beragama. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. menikmati fasilitas yang memadai ? sedangkan Nenek Minah yang tidak dapat berbahasa Indonesia dengan baik. apakah hal ini memenuhi unsur keadilan ? atau karena pertimbangan pemerintah yang di percayakan untuk menjalankan negara ini memakai pertimbangan ”beradab” dalam pengertian karena memiliki bahasa yang sopan santun serta memiliki tingkat kehidupan ekonomi yang lebih baik. Pasal 28 I (1) Hak untuk hidup. 10. 000 milyar : 3 tahun. Pasal-pasal tentang sila ke-2 8.

pelanggaran hak dasar untuk bertempat tinggal ini menggeser hak dasar untuk bekerja sebagai warga masyarakat. Pasal 31 (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis Walaupun HAM telah diatur dalam pasal 28 akan tetapi pelanggaran HAM masih saja terjadi pelanggaran HAM. . Gangguan pada hak dasar untuk mendapat pekerjaan menimbulkan gangguan-gangguan dalam bidang lain. Perlakuan ini terjadi diakibatkan oleh adanya diskriminasi antara majikan dan pembantu. Pasal 28J (1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. dan bernegara.Hal ini bertentangan dengan sila ke-2 Pancasila. Penyiksaan terhadap TKI merupakan salah satu contoh penyimpangan terhadap pasal ini. nilai-nilai agama. keamanan. 9. Pemindahan tempat tinggal dengan sendirinya mempersulit jangkauan kerja. Sehingga majikan bebas melakukan kekerasan terhadap pembantu mereka. Sebagai contoh adalah kasus penggusuran dan konflik sosial. tidak sedikit korban konflik sosial yang terpaksa menganggur gara-gara kehilangan tempat tinggal. Malah.(2) Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang. Hal ini merupakan penyimpangan terhadap pancasila sila ke-2 dan ke-5.undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. 11. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Secara tidak langsung. (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. berbangsa.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang .kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. akan tetapi hal tersebut tidak terealisasi. Dalam pasal 31 ayat 2 pemerintah menyatakan akan membiayai pendidikan. Mereka tidak mendapatkan hak dan keadilan seperti yang telah dijamin dalam pancasila sila ke-2 dan ke-5. Hal ini juga merupakan salah satu penyimpangan terhadap pancasila. (3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Biaya pendidikan di Indonesia malah dari tahun ke tahun semakin mahal. Pasal 34 (1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. sehingga tidak terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah. 13. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang. pasal ini menyimpang dari Pancasila sila ke-2 dan ke-5. Walaupun telah ditetapkan dalam UUD 1945 akan tetapi apabila kita lihat kenyataannya masih begitu banyak anak Indonesia yang belum mengenyam pendidikan. (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Dalam pasal ini disebutkan pemerintah telah menjamin pendidikan warga negaranya akan tetapi dalam pelaksanaannya. Bahkan diantara mereka ada yang putus sekolah. yang diatur dengan Undang-Undang.

Hak-hak warga negara juga belum terpenuhi sebagaimana mestinya.2 dan ke-5.Pada pelaksanaan pasal ini terdapat penyimpangan terhadap pancasila. Pada kenyataannya fakir miskin dan anak terlantar yang ada di Indonesia belum semuanya dipelihara oleh negara. Hal ini bertentangan dengan Pancasila yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradab” dan juga “Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”. Penyimpangan tersebut terdapat dalam Pancasila sila ke. . begitu banyak orang yang menjadi gelandangan dan tidak terurus. Masyarakat Indonesia belum mendapatkan keadilan. Malah semakin lama. Jaminan sosial yang dijanjikan oleh pemerintah pun hanya tinggal janji semata.

1948 dan Hak Azasi Manusia atau Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab kemudian secara operational dijabarkan dalam UUD ’45 pasal-pasal tentang HAM yaitu Bab XA yang secara komprehensif telah disisipkan pada amandemen ke 2 UUD’45 tahun 2000 dari Pasal 28A s/d Pasal 28J (yang tertarik untuk melihat lebih detail apa isi penghargaan . secara adil. dan tidak meniru model penjajahan manusia oleh manusia yang berasal dari budaya masa lalu yang masih biadab. karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dalam masyarakat Jawa ada istilah “tepo slira” yang artinya kurang lebih bahwa kita sebagai manusia diharapkan memperlakukan manusia yang lain seperti kita memperlakukan diri kita sendiri (dalam bahasa yang berbeda masyarakat bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke dipastikan mempunyai sikap hidup seperti ini).Kemanusian Yang Adil dan Beradab Dasar pemikiran kenapa Kemanusian Yang Adil dan Beradab dijadikan sila kedua dari Pancasila dikarenakan pencetus ide Pancasila – Bung Karno – yang hidup di masa penjajahan Belanda merasa ada perlakuan yang tidak manusiawi dari penjajah Belanda terhadap bangsa pribumi atau mayoritas bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan satu dan lain cara. Oleh karena itu bisa juga dikatakan bahwa Kemanusian Yang Adil dan beradab digali dari budaya bangsa Indonesia sendiri. Pada bahasa modern-nya Kemanusian Yang Adil dan Beradab juga bisa diartikan sebagai penghargaan terhadap hak-hak azasi manusia yaitu bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bangsa Indonesia sudah seharuskan menghargai Universal Declaration of Human Rights (UDHR). Subtansi ini juga tercermin pada paragrap awal dari pembukaan UUD ’45 yang berbunyi: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu. yang dideklarasikan oleh PBB pada tanggal 10 December. maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Jadi dalam alam kemerdekaan sudah seharusnya bangsa Indonesia memperlakukan sesama manusia secara manusiwi.

Walaupun esensi Kemanusian Yang Adil dan Beradab memang sudah ada sejak ada pada UUD’45 pada pembukaan UUD’45 dan secara umum di pasal 27 dan 28. Karena penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia secara formal juridis punya kekuatan hukum dalam konstitusi baru mulai tahun 2000. tidak pernah diwajibkan baik kalangan pemerintah maupun rakyatnya untuk mempelajari atau mentaati deklarasi hak asasi manusia versi PBB. yang mempelajari hanya terbatas sebagian kecil praktisi hukum maupun LSM yang bergerak dibidang perlindungan HAM. Hal ini sangat diperlukan karena sifat pelanggaran HAM bisa bersifat vertikal yang umumnya terjadi antara pemerintah yang punya kekuasan terhadap rakyat atau sebaliknya dan juga . Sebetulnya setelah amandemen ke-2 UUD’45. Hal ini disebabkan sosialiasi deklarasi hak asasi manusia versi PBB tidak pernah dilakukan oleh pemerintah saat itu. Sebagai anggota PBB tentu Indonesia harus juga patuh pada deklarasi hak asasi manusia yang dicanangkan oleh PBB.id) Penghayatan Bangsa Indonesia Terhadap Sila Kemanusian Yang Adil dan Beradab Pelaksanaan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab yang diartikan sebagi penghormatan Bangsa dan Negara terhadap Hak Asasi Manusia harus dibagi dalam dua periode yaitu periode sebelum amandemen 2 tahun 2000 dan sesudahnya. tahun 2000.depkunham. tahun 2000. tidak ada alasan lagi bagi para pejabat pemerintah terutama para penegak hukumnya maupun rakyat Indonesia secara keseluruhan untuk tidak mempelajari dan mentaati UUD’45 bab XA tentang HAM ditambah juga keharusan untuk mempelajari dan mentaati deklarasi HAM versi PBB.HAM yang tercantum didalam UUD’45 bisa akses ke www. Tapi realitasnya pada fase pemerintahan Bung Karno dan apalagi pada masa pemerintahan Soeharto banyak sekali peristiwa yang baik pemerintah maupun rakyat Indonesia sama sekali tidak menghiraukan hak asasi manusia. Seolah-olah pemerintah saat itu melakukan pembenaran melakukan pelanggaran HAM dikarenakan tidak punya landasan yang kuat yang tercantum di konstitusi atau UUD’45 sebelum amandemen ke 2.go.

kehakiman dll. Dikarenakan pemerintah dilengkapi dengan sarana pengamanan seperti militer lengkap dengan senjatanya ataupun penegak hukum lainya seperti polisi. kejaksaan. Hal ini terjadi sejak jaman kemerdekaan sampai dengan saat ini. . baik ke kalangan para pejabat pemerintah pusat dan pemerintah daerah maupun ke masyarakat luas? Apakah pemerintah pernah punya priorotas melakukan sosialisasi? Kalau tidak. setelah kemerdekaan bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa sendiri yang kebetulan dipercaya oleh rakyat untuk duduk dalam posisi sebagai pengelola Negara. itulah wajah Indonesia. Dalam penghayatan Kemanusian Yang Adil dan Beradab yang paling penting dan tidak pernah bisa dijalankan oleh pemerintah adalah supremasi hukum yang tidak pandang bulu seperti diamanatkan oleh UUD ’45 pasal 28D ayat (1) Setiap orang berhak atas pengakuan.bisa bersifat horizontal yaitu yang terjadi antara sesama anggota masyarakat baik secara organisasi atau bersifat pribadi. jaminan. sehingga kemerdekaan yang seharusnya memberikan kemerdekaan sepenuhnya buat rakyat tetapi yang terjadi justru penjajahan yang masa lalu dilakukan oleh Belanda. perlindungan. Masalahnya apakah pemerintah pernah melakukan sosialisasi secara luas amandemen ke 2 UUD’45. rakyat dengan dominasi pemerintahnya. Ini yang dinamakan pelanggaran HAM yang bersifat vertical. pelanggaran nilai-nilai HAM paling sering terjadi antara yang dijajah dengan yang menjajah. tahun 2000. Pelanggaran sila Kemanusian Yang Adil dan Beradab yang bersifat vertikal Seperti juga sila ini ditarik dari pengalaman bangsa yang dijajah. yang dikuasai dengan sang penguasa. dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum. apapun yang ada pada tataran ideal tidak pernah bisa secara nyata terjadi. rakyat dengan dominasi kekuasaan. Sangat mudah terjadi penyimpangan yang disatu sisi pemerintah dengan kekuasaan seharusnya mengayomi atau memberi rasa aman kepada masyarakat justru sebaliknya malahan menjalankan pemerintahan yang represif dan menghantui rakyatnya dengan rasa takut apabila berhadapan dengan penegak hukum yang berlaku sewenang-wenang dalam melakukan penegakan hukum.

Mungkin masih banyak contoh-contoh lain yang terlewatkan yang pada hakekatnya masih tipisnya para pejabat NKRI dalam menghayati atau menjalankan sila 2 dari Pancasila – Kemanusian Yang Adil dan Beradab. pemaksaan kehendak terhadap rakyat yang lain sehingga menimbulkan keterpaksaan lain pihak dalam melakukan sesuatu atau . 2. Yang paling akhir adalah apa yang terjadi dibalik kematian mahasiswa Unas yang sempat ditahan polisi dalam peristiwa penyerbuan polisi kedalam kampus Unas pada saat demo protes kenaikan BBM. Pelanggaran sila Kemanusian Yang Adil dan Beradab yang bersifat horizontal Rakyat bisa juga mencoba melakukan intimidasi.Dalam banyak kasus yang menyangkut pihak aparat keamanan (terutama militer). Tidak pernah terungkapnya siapa sebetulnya yang berada dibalik kerusuhan 13-14 Mei 1998. Berbeli-belitnya penyelesiaan masalah siapa dibalik skenario pembunuhan Munir. penegakan HAM menjadi tumpul di Indonesia sebagai contoh (ini suatu indikasi bahwa kekuatan militer masih punya pengaruh yang cukup dominan dalam pemerintahan Republik Indonesia yang katanya demokratis saat ini): 1. 5. Tidak pernah terungkapnya siapa penembak mahasiswa di peristiwa Semanggi I & II pada periode tanggal 8 – 14 November 1998. Tidak tuntasnya siapa sebenarnya penembak mati 4 mahasiswa Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998. 3. 4.

4. Pembiaran praktek “debt collector” yang dipraktekkan oleh seluruh perbankkan di Indonesia termasuk didalamnya Bank Asing. Pembiaran oleh pemerintah. Tidak pernah ada tindakan penegak hukum untuk praktek pemaksaan kehendak ini. Adalah pemandangan yang biasa di Jakarta adanya terminal bayangan di jalan-jalan di Kota Jakarta yang dikuasai sekelompok preman dan mengharuskan sopir angkot untuk memberi uang menurut tarif yang mereka tentukan sendiri apabila melewati terminal bayangan ini. Pada hakekatnya praktek premanisme merupakan bisnis yang empuk bagi sebahagian . Praktek pungutan keamanan untuk para pedagang kaki lima. 2. Bank Pemerintah maupun perusahaan leasing mobil/motor yang melakukan intimidasi dan kata-kata yang kotor bagi para penunggak kredit. Rakyat tidak punya tempat untuk mengadu. pasar ataupun toko-toko kecil hampir diseluruh jalan di Jakarta. Beberapa contoh premanisme yang dibiarkan secara berlarut-larut oleh oknum penegak hukum karena membawa manfaat secara pribadi terhadap oknum penegak hukum tersebut adalah: 1.pada banyak hal memberikan sesuatu secara terpaksa kepada pihak lain. mungkin juga terjadi dikota-kota besar lainnya diseluruh Indonesia. Biasanya ini dilakukan jutru oleh organisasi massa yang berafiliasi dengan partai politik. Yang paling menonjol saat ini di Indonesia adalah praktek premanisme dan mafia pengadilan. 3. kalaupun mengadu tidak akan mendapat tanggapan dari pihak yang berwewenang. organisasi preman berkedok agama yang merusak tempattempat usaha hiburan bahkan yang terakhir peristiwa Monas yang target kekerasan adalah organisasi massa lainnya. apakah itu secara organisasi ataupun secara individu.

Praktek mafia pengadilan bisa juga dikatakan pelanggaran HAM horizontal karena ada unsur pemerasan kelompok mafia pengadilan apabila oleh sesuatu hal kita berhubungan dengan penegak hukum karena terkena kasus hukum baik yang ringan ataupun yang berat.rakyat kepada rakyat yang lain berupa pemaksaan kehendak dengan tindak kekerasan yang tidak jarang berujung dengan penganiayan bahkan pembunuhan. Sangat banyak hal yang terjadi di masyarakat yang berkaitan dengan intimidasi kelompok masyarakat yang satu terhadap kelompok mayarakat lainnya. Pada banyak kasus . Apakah pemerintah mampu menghilangkan mafia pengadilan yang sudah pasti terus menggelumbungkan kocek para penegak hukum yang hampir secara mayoritas terjadi di Indonesia? Kalau tidak makin jauh bangsa Indonesia maupun Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa menghayati dan menjalankan sila ke 2 dari Pancasila – Kemanusian Yang Adil dan Beradab dan masih banyak yang harus dilakukan bangsa Indonesia maupun Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk betul-betul bisa menghayati dan menjalankan sila ke 2 dari Pancasila – Kemanusian Yang Adil dan beradab. Hampir setiap perkara hukum akan terjadi proses mediasi semacam ini yang bahkan kadang-kadang disponsori atau diinisiasi para pengacaranya sendiri. selalu akan ada makelar pengadilan atau kelompok mafia pengadilan yang akan mengurus masalah pembebasan atau paling tidak peringanan hukuman melalui kelompok ini yang mengenal baik para pejabat penegak hukum. Penegak hukum menutup mata bahkan oleh oknum-oknum ditubuh militer dan kepolisian dijadikan objek penambahan penghasilan dengan cara memberikan backing. Peristiwa makelar pengadilan dilakukan oleh Artalyta Suryani yang mempunyai hubungannya yang baik dengan hampir semua pejabat Kejaksaan Agung adalah hanya satu contoh yang kebetulan ditemukan pada lembagi tinggi peradilan kita yang seharusnya melaksanakan supremasi hukum. Bukannya proses hukum yang dilakukan untuk menegakkan hukum secara adil dan beradab tapi proses mediasi dengan motif uang gratifikasi yang menjadi fokusnya.

kita bangsa Indonesai hanya bisa melihat sila ke 2 dari Pancasila – Kemanusian Yang Adil dan Beradab sebatas formal juridis tanpa mampu menyentuh realitas hidup berbangsa dan bernegara. Juga pasal Pasal 28J ayat (1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. kehormatan. Sesuai dengan UUD’45 Pasal 28I ayat (4) Perlindungan. Dengan memasukkan pasal-pasal penghargaan terhadap HAM didalam amandemen ke-2 UUD’45. penegakan. dan bernegara. Sampai kita bisa menemukan pemimpin yang punya kemampuan seperti ini. Kemungkinan besar masyarakat Indonesia banyak yang tidak mengetahui bahwa setiap tindak pemerasan dan pemaksaan kehendak terhadap pihak lain adalah salah satu pelanggaran hak azasi manusia. martabat. pemajuan. berbangsa. Ini adalah tugas yang sangat berat yang harus dipikul pemerintah sebagai konsekwensi dan tanggung jawab pemerintah sebagai kepercayaan pilihan yang dilakukan oleh rakyat dalam proses demokrasi.pembebasan tanah sangat sering terjadi intimidasi terhadap pemilik tanah agar menjual tanahnya dengan harga yang dipaksakan oleh pembeli melalui intimidasi. Mungkin pemerintah juga tidak tahu bahwa pemerintah punya kewajiban untuk melindunginya warganegaranya yang dijadikan objek kekerasan dan pemerasan seperti tercermin pada UUD’45 pasal 28G ayat (1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. paling tidak ada sudah ada langkah maju niat dan kehendak . terutama pemerintah. keluarga. Rakyat akan menilai dari waktu ke waktu apakah kewajiban ini betulbetul akan dijalankan oleh pemerintah yang dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu yang demokratis. dan harta benda yang dibawah kekuasaannya. Atau pemilu akhirnya – seperti pada masa orde baru – adalah sekedar formalitas penunjukan pemimpin atau rotasi giliran pergantian kekuasaan tanpa menyentuh esensi kemampuan dalam menyelesaikan masalah bangsa secara komprehensip. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara. tahun 2000.

dimana seorang bapak korban tragedi 1965 mengungkapkan harta bendanya yang telah dirampas. menuju kemanusiaan yang adil dan beradab Submitted by antok on Jum. Reparasi kepada korban kejahatan hak asasi manusia kategori berat diwajibkan berdasarkan hukum internasional. namun rasa perih dan tanda tanya besar yang tak akan pernah terjawab dan terpuaskan. sangat detil hingga harga kambing. Meski terdengar tegar. 13/05/2011 . sebab tanpa ada alasan jelas mengapa perampasan harta benda itu bisa terjadi. beberapa tahun yang lalu.Peri Kemanusian Yang Adil dan Beradab masih mengalami berbagai kendala. bagaimanapun juga kita perlu memberikan apresiasi ide penggali Pancasila yang punya pemikiran “forward looking” dimana ide penghargaan terhadap HAM sudah dicetuskan pada tanggal 1 Juni 1945 oleh pemimpin bangsa dan dicantumkan sebagai sila ke 2 dari Pancasila yang akhirnya dijadikan dasar NKRI sedangkan PBB baru mendeklarasikan Universal Human Right pada tanggal 10 Desember 1948.16:27 Pernah terdengar dalam sebuah perhelatan pertemuan agak besar di sebuah kota antara Jogja dan Solo. sangat hafal dan dengan santun dia mengungkapkannya. piring. Memberi kompensasi kepada korban pelanggaran hak asasi manusia atas rasa sakit dan deritanya. Kemudian tiba-tiba dimasukkan dalam sebuah kerangka besar pengkhianatan negara yang sama sekali tak pernah terbersit dalam benak kewarasan bermasyarakat. . Reparasi didalamnya mencakup: 1.Negara dan masyarakat Indonesia untuk mulai memperhatikan penghargaan terhadap HAM oleh karena itu walaupun dalam pelaksanaan sila 2 . bahkan tikar. gelas. sapi miliknya saat itu.

Restitusi dan Rehabilitasi Korban-korban Pelanggaran HAM Berat yang disahkan negara pada 13 Maret 2002 yang esensinya sangat jauh dengan . Juga berbagai standar operasional prosedur seperti pengajuan-pengajuan oleh jaksa untuk mengajukan tuntutannya. “Semua korban pelanggaran hak asasi manusia dan ahli warisnya harus menerima kompensasi. bahkan hukum acara belum bisa dibedakan mana yang urusan Hak Asasi Manusia ataupun delik-delik yang bersifat Pidana biasa. Sebagaimana Peraturan Pemerintah No.3 Thn. pengungkapan kebenaran jalannya peristiwa.” Sebuah rangkaian kata yang memabukkan dan sangat indah namun dengan berbagai hambatan didalamnya. Pasal 35 ayat (1). mengembalikan hak korban untuk berpartisipasi dalam proses politik. dan upaya-upaya pencarian juga setelah itu mengakui orang-orang yang hilang. Dukungan Presiden dan DPR agar membentuk pengadilan ad hoc dan lain sebagainya. atau pernyataan maaf yang resmi dilakukan oleh negara. 2002 mengenai Kompensasi. mengembalikan hak milik yang telah diambil atau dirusakkan. Pemenuhan hak untuk kepuasaan korban secara emosi dan eksistensinya sebagai manusia antara lain yang bisa dlakukan adalah dengan memberi penghargaan baik simbolis maupun nyata terhadap korban. Tersebut dengan jelas dalam Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 26/2000. mengembalikan atau memulihkan hak-hak korban sebagai warganegara). Melakukan restitusi yaitu semaksimal mungkin mengembalikan korban pada kondisinya sebelum terjadi pelanggaran (misalnya. seperti harus diputuskan dalam Pengadilan mengenai hal tersebut. memberikan rehabilitasi terhadap luka dan kesakitan yang diderita salah satu contoh adalah menjamin akses korban pada pelayanan seperti akses pelayanan kesehatan atau pendidikan.2. Sebuah hal yang berat bagi para korban pemerkosaan yang akan sangat sulit dibuktikan namun dengan efek pengaruh kehidupan individu yang sangat mengerikan. restitusi dan rehabilitasi. 3. membuat hari-hari peringatan untuk memelihara dan menghormati ingatan tentang pelanggaran yang sudah terjadi masa lalu. pengakuan terhadap pelanggaranpelanggaran yang nyata pernah dialami dan terjadi.

keinginan universal kemanusiaan maupun standar internasional tentang restitusi dan rehabilitasi itu sendiri. keamanan. Juga Undang-undang Perlindungan Saksi Korban yang sudah lama telah disahkan oleh DPR dimana segera akan dibentuk sebuah lembaga perlindungan korban. sempat difilmkan dalam Rabbit-proof . Dimana mereka menjadi the stolen generation karena dicerabut dari tanah dan keluarganya untuk dimasukkan ke lembaga-lembaga maupun rumah-rumah tangga untuk dididik menjadi seorang kulit putih. informasi dan lain sebagainya. yang melapor langsung pada Presiden. bahwa hukum di negara kita sangatlah lemah dan itu dibuktikan dengan semakin sedikitnya warga yang merasa bisa hidup dengan nyaman dan terlindungi karena aturan-aturan yang dibuat. beserta implikasi-implikasi tindak lanjut setelahnya. yang mencatat kisah-kisah oral history dari para korban. Betapa kata "maaf' menjadi suatu penyembuh meskipun secara simbolik bagi para indigenous people bangsa Aborigin pemilik tanah Australia yang hak. Disebutkan disana bahwa lembaga ini akan menjamin segala kepentingan perlindungan saksi dan korban kejahatan misalnya dalam pendampingan hukum. namun belum terdengar ada lembaga seperti itu yang berdiri sebagaimana amanat Undang-Undang tersebut. Bahkan sebuah laporan atas kejahatan masa lalu berbasis gender yang dirangkum oleh sebuah lembaga negara bernama Komnas Perempuan pun taksanggup untuk mengetuk hati para punggawa dan pengambil keputusan untuk terbuka mata hatinya demi kebaikan berbangsa dan bernegara untuk menyembuhkan luka-luka lama perjalanan kemerdekaan. Tidak menutup mata dengan kualitas pemikiran ataupun strategi untuk mempertahankan diri dan keyakinannya tersebut. Perjuangan kaum aborigin atas diskriminasi dan perlakuan buruk orang kulit putih disana mulai tahun 1770 dan baru sukses pada 13 Februari 2008. Semakin sedikitnya bukti hidup yang bisa mengatakannya dengan jelas. demi sesuatu yang sangat diperlukan di masa depan. dimana survivor semakin bertambah sepuh dan rentan kesehatannya. Apalagi untuk para korban pelanggaran hak asasi manusia kategori berat seperti pada tragedi 1965. meskipun pada tahun 1998 sudah ada laporan dari Komisi hak asasi dan persamaan kesempatan yang bertitel "Bringing them home".

Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. 5. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. kedudukan sosial. 6. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. 4. 10. Berani membela kebenaran dan keadilan. agama. keturrunan. 8. warna kulit dan sebagainya. 2. 2. tanpa membeda-bedakan suku. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Bahwa adanya sistem reparasi atau berdirinya Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi bukanlah sebuah akhir dari perjuangan membangun bangsa namun adalah awal untuk menjadi sebuah bangsa yang bisa meyakini dirinya untuk selalu berbuat yang terbaik bagi warga negaranya tanpa pilih kasih sebagaimana menghargai diri sendiri sebagai insan yang selalu membutuhkan dan menjaga lingkungan sosial bersama dengan nilai-nilai keterbukan untuk belajar menuju kemanusiaan yang adil dan beradab. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia. kepercayaan. . 9. jenis kelamin. Mengakui persamaan derajad.fence sebuah kisah dari buku Follow the Rabbit-Proof Fence oleh Doris Pilkington Garimara. 7. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 1. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful