Drama.

Drama adalah salah satu genre sastra yang berada pada dua dunia seni, yaitu seni sastra dan seni pertunjukan atau teater. Orang yang melihat drama sebagai seni sastra menunjukkan perhatiannya pada seni tulis teks drama yang dinamakan juga dengan seni lakon. Teknik penulisan teks drama berbeda dengan teknik penulisan puisi atau prosa. Orang yang menganggap drama sebagai seni pertunjukan (teater) fokus perhatiannya ditujukan pada pertunjukannya atau pementasannya, tidak semata pada teksnya saja. Teks sastra menurut pandangan mereka hanyalah bagian dari seni pertunjukan yang harus berpadu dengan unsur lainnya, yaitu: gerak, suara, bunyi, musik, dan rupa.

- Drama adalah sebuah seni peran dan pementasan yang melakonkan kebuah kejadian yang sudah disetting atau diataur sebelunnya. Drama ini memiliki aplikasi yang cukup luas seperti dipadukan dengan tarian dan musik. Selain itu drama juga kadang disiarkan melalui televisi dan radio selain dipentaskan langsung diatas panggung.
CONTOH: J UDUL: KAU MILIKKU DAN JUGA MILIKNYA

PEMAIN: BEJO, AMIR, WINDA, PETUGAS KASIR (Setting: di sebuah taman kota pada sore hari)

Puisi
1. Pengertian Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter (dalam Tarigan, 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi. Pada prinsipnya, seluruh puisi adalah rekonstruksi dari puisi sebelumnya. Jelajah metamorfosa yang mengalami penambahan dan reduksi. Tetapi arogansi penyair menolaknya, para penyair menutupi proses kreatif kepenyairannya dengan istilahistilah orisinalitas, temuan, ilham, gagasan, bahkan suara-suara bawah sadar. Seolaholah, puisi yang dicipta begitu saja menyembul dari ketiadaan.

apa yang terjadi? . 2003:29).berusaha menjawab pertanyaan. Narasi adalah karangan kisahan yang memaparkan terjadinya sesuatu peristiwa.) disusun secara sistematis. Oleh sebab itu sebuah karangan narasi atau paragraf narasinya hanya kita temukan dalam novel.pendapat di atas. atau hikayat (Zaenal Arifin dan Amran Tasai. 2. NARASI. . 4.) berbentuk cerita atau kisahan.) menurut perkembangan dari waktu ke waktu. Seperti dalam larik /lalu aku kutip butir-butir kacang dari atas pangkuanmu/. 2002:130). Ciri-ciri Karangan Narasi Menurut Keraf (2000:136) . Dari pendapat. Model pengucapan yang sering mewarnai puisi gaya ekspresif.Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan. dapat diketahui ada beberapa halyang berkaitan dengan narasi. /Mereka telah melebihi diriku sendiri/.dirangkai dalam urutan waktu. CONTOH: “KRAWANG BEKASI”(chairil Anwar). baik peristiwa kenyataan. Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelasjelasnya kepada pembaca tentang suatu peristiwa yang telah terjadi (Keraf. 1982:2). maupun peristiwa rekaan (Rusyana. 2000:136).) menonjolkan pelaku. Dari dua pengertian yang diungkapkan oleh Atarsemi dan Keraf. 2.Teks puisi dengan ilustrasi yang khusus (peristiwa khusus) dan dengan penyikapan khusus. 3. Narasi adalah suati karangan yang biasanya dihubung0hubungkan dengan cerita. Dapat kita ketahui bahwa narasi berusaha menjawab sebuah proses yang terjadi tentang pengalaman atau peristiwa manusia dan dijelaskan dengan rinci berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu. Tokoh aku seakan enggan pengalamannya disamai oleh orang lain. Narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman nmanusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu (Semi. Cerpen. Hal tersebut meliputi: 1. .

Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi. . dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.) rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur 4.. konfiks dan susunan kronlogis.) susun tokoh dan perwatakan.) Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan 2. Langkah-langkah menulis karangan narasi 1. Perbedaannya. karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.) tetapkan sasaran pembaca kita 3. 3. Ciri yang dikemikakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi. 2.) bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal. perkembangan.Berdasarkan konfiks.Menekankan susunan secara kronologis.) memberikan pengalaman estetis kepada pembaca. Tujuan menulis karangan narasi secara fundamental yaitu: 1.) Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan. dan sudut pandang. bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita. latar.ada konfiks. Selain alur cerita. . Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.) Rincian peristia-peristiwa uatama ke dalam detail-detail peristiwasebagai pendukung cerita 6. menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. . . Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. . Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita.Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis.Memiliki nilai estetika. 4. ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut: . dan akhir cerita 5.

Jenis-jenis Karangan Narasi a. Narasi Ekspositorik (Narasi Teknis) Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Narasi Sugestif Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu. penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Dalam narasi ekspositorik. maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositprik. satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atay sampai terakhir dalam kehidupannya. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi. Pelaku yang ditonjolkan biasanya. menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat CONTOH:”LIBURAN KE SINGAPORE” . b. berdasarkan fakta yang ada.5. tidak memasukan unsursugestif atau bersifat objektif.