Reaksi-reaksi logam alkali sebagai berikut. a.

Reaksi Logam Alkali dengan Halogen Reaksi antara logam alkali dengan halogen berlangsung sangat cepat, membentuk halida logam. Reaksi: 2 M(s) + X2--> 2 MX(s) dengan: M = logam alkali (Li, Na, K, Rb, Cs) X = halogen (F, Cl, Br, I) Reaktifitas logam alkali semakin meningkat jika energi ionisasinya semakin berkurang, sehingga Cs > Rb > K > Na > Li b. Reaksi Logam Alkali dengan Hidrogen dan Nitrogen Logam alkali bereaksi dengan gas hidrogen membentuk senyawa putih berbentuk kristal yang disebut hidrida, MH. Reaksi terjadi dengan lambat pada suhu kamar dan membutuhkan pemanasan untuk melelehkan logam alkali. Tidak semua logam alkali bereaksi dengan nitrogen, hanya litium yang membentuk litium nitrit (Li3N) Reaksi: 6 Li(s) + N2(g) -->2 Li3N(s)

d. Reaksi Logam Alkali dengan Air Logam alkali bereaksi dengan air membentuk gas hidrogen dan hidroksida logam alkali, MOH. Reaksi: 2 M(s) + 2 H2O(l) 2 M+(aq) + 2 OH–(aq) + H2(g)

dengan M = Li, Na, K, Rb, Cs Reaksi logam alkali dengan oksigen merupakan reaksi redoks, di mana logam (M) kehilangan elektron dan hidrogen dari air memperoleh elektron

e. Reaksi Logam Alkali dengan Amonia Logam alkali bereaksi dengan amonia membentuk gas H2 dan logam amida (MNH2). Reaksi ini sama dengan reaksi logam alkali dengan air Reaksi: 2 M(s) + 2 NH3(l) 2 M+(s) + 2 NH2 –(s) + H2(g)

dengan M = Li, Na, K, Rb, Cs c. Reaksi Logam Alkali dengan Oksigen Reaksi antara logam alkali dengan oksigen berlangsung sangat cepat. Produk yang dihasilkan berbeda, tergantung pada kondisi reaksi dan berapa banyak oksigen yang ada, seperti oksida (bilangan oksidasi O = –2), peroksida (bilangan oksidasi O = –1), dan superoksida (bilangan oksidasi O = –½) Reaksi: 4 Li(s) + O2(g)-->2 Li2O(s) ——— Oksida, O = –2 2 Na(s) + O2(g)Na2O2(s) ——— Peroksida, O = –1 K(s) + O2(g) KO2(s) ——— Superoksida, O = –½

JARI-JARI ATOM     Jarak dari elektron terluar dengan inti atom Faktor-faktor yang mempengaruhi jarak : Variasi ukuran atom dalam golongan jarak elektron dari inti atom tergantung bilangan kuantum utama (n)

POTENSIAL IONISASI (Energi ionisasi)  Cara melepaskan elektron :     penyinaran dengan frekuensi tertentu (effek fotolistrik) pemanasan (effek termionik) tumbukan berkas elektron dengan atom-atom dalam fase gas

 makin tinggi bilangan kuantum utama maka makin besar ukuran atom  makin banyak kulit atom dalam satu golongan (dari atas ke bawah) maka makin besar ukuran atom  JARI-JARI ATOM MENINGKAT (DARI ATAS KE BAWAH)  Variasi ukuran atom dalam satu periode

Agar terjadi ionisasi, atom harus menyerap energi (energi ionisasi)

 dari kiri ke kanan dalam satu periode memiliki nomor atom makin besar  makin ke kanan :  naik satu satuan muatan positif (inti)  naik satu elektron (kulit terluar)  makin ke kanan, daya tarik menarik makin besar  JARI-JARI ATOM MENURUN (DARI KIRI KE KANAN)  Variasi ukuran atom dalam deret transisi  elektron yang menempati kulit atom bagian dalam meningkat  jumlah elekltron di kulit atom terluar tetap  contoh : Fe, Co, Ni (golongan VIIIB)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful