A.

Pengertian Plasenta Previa
Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir pada kehamilan 28 minggu atau lebih(Mochtar,1998). secara harfiah berarti plasenta yang implantasinya (nempelnya) tidak pada tempat yang seharusnya, yaitu dibagian atas rahim dan menajuhi jalan lahir. Cara deteksinya tentu saja dengan pemeriksaan USG. Jika ditemukan Plasenta Previa maka dilakukan pemantauan untuk melihat posisi plasentanya setiap bulan.Plasenta Previa merupakan penyebab utama perdarahan pada trimester ke III. Gejalanya berupa perdarahan tanpa rasa nyeri. Timbulnya perdarahan akibat perbedaan kecepatan pertumbuhan antara segmen atas rahim yang lebih cepat dibandingkan segmen bawah rahim yang lebih lambat. Hal ini mengakibatkan ada bagian plasenta yang terlepas dan mengeluarkan darah. Perdarahan ini akan lebih memicu perdarahan yang lebih banyak akibat darah yang keluar (melalui trombin) akan merangsang timbulnya kontraksi. Normalnya plasenta terletak di bagian fundus (bagian puncak/atas rahim), bisa agak ke kiri atau ke kanan sedikit, tetapi tidak sampai meluas ke bagian bawah apalagi menutupi jalan lahir. Patokan jalan lahir ini adalah ostium uteri internum (disingkat OUI, yaitu mulut rahim bila dilihat dari bagian dalam rahim). Jika dilihat dari luar – dari arah vagina – disebut ostium uteri eksterum. Plasenta merupakan suatu organ yang terbentuk pada dinding sebelah dalam uterus segera setelah terjadi pembuahan. Zat-zat makanan dan oksigen akan didistribusikan dari ibu ke janinnya melalui plasenta serta membawa sisa-sisa metabolisme ke luar dari tubuh janin. Normalnya, plasenta melekat pada dinding atas uterus. Bagaimanapun, kurang dari 1 % kelahiran, plasenta terbentuk pada bagian bawah uterus dan sebagiannya menutupi serviks. Penutupan jalan lahir ( serviks ) disebut sebagai plasenta previa. Jika dokter mendiagnosis adanya suatu plasenta previa atau plasenta letak rendah sebelum usia kehamilan 20 minggu, kemungkinannya masih dapat berubah. Sekitar 90 % kasus – kasus plasenta previa yang didiagnosis sebelum usia kehamilan 20 minggu akan mengalami perubahan pada akhir kehamilannya. Sesuai dengan pertumbuhan uterus, posisi plasenta terhadap serviks dapat berubah. Pada akhir kehamilan, plasenta tidak lagi menutupi jalan lahir. Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu :
• • • •

Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir.

Presentasi mungkin abnormal. ETIOLOGI . Perdarahan berulang 3. Perdarahan tanpa nyeri 2. Warna perdarahan merah segar 4.Ciri – ciri plasenta previa 1. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Denyut jantung janin ada 10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Timbulnya perlahan-lahan 6. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Waktu terjadinya saat hamil 7. His biasanya tidak ada 8.

maka resiko terjadinya plasenta previa adalah 1 diantara 20 kehamilan. Tetapi ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan meningkatnya kesempatan seseorang untuk mengalami plasenta previa. Faktor Resiko Plasenta Previa Penyebab utama terjadinya plasenta previa tidak diketahui. Kehamilan dengan janin lebih dari satu ( seperti kembar dua atau kembar tiga ). sehingga merangsang pertumbuhan plasenta yang besar. 5. Sumber perdarahan ialah sinus uterus yang terobek karena terlepasnya plasenta dari dinding uterus perdarahan tidak dapat dihindari karena ketidak mampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi menghentikan perdarahan. Sejak kehamilan 20 minggu segmen bawah uterus. pelebaran segmen bawah uterus dan pembukaan serviks tidak dapat diikuti oleh plasenta yang melekat dari dinding uterus. Multiparitas. seperti dilatasi dan kuretase atau aborsi medisinalis. 3. memang dapat dimengerti bahwa apabila aliran darah ke plasenta tidak cukup atau diperlukan lebih banyak seperti pada kehamilan kembar. yang mungkin baru berdarah setelah persalinan mulai. Pendarahan tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri merupakan gejala utama dan pertama dari plasenta previa.bahwasannya vaskularisasi yang berkurang atau perubahan atrofi pada dosidua akibat persalinan yang lampau dan dapat menyebabkan plasenta previa tidak selalu benar. Merokok sigaret. 4. Secara teori plasenta yang baru berusaha mencari tempat selain bekas plasenta sebelumnya. Pada saat ini dimulai terjadi perdarahan darah berwarna merah segar. Plasenta previa terjadi pada 1 dari 1500 wanita yang baru pertama kali hamil. pada wanita yang telah 5 kali hamil atau lebih. tidak sebagai serabut otot uterus untuk menghentikan perdarahan kala III dengan plasenta yang letaknya normal makin rendah letak plasenta makin dini perdarahan terjadi. Satu dari 100 wanita yang berusia lebih dari 35 tahun akan mengalami plasenta previa. perdarahan pertama biasanya tidak banyak. hanya 1 dari 1500 yang mengalami plasenta previa. yaitu : 1. Operasi sesar sebelumnya. maka 1 dari 10 wanita ini akan mengalami plasenta previa ) 2. Usia ibu hamil. sehingga tidak akan berakibat fatal. maka sekitar 4 dari 100 wanita tersebut akan mengalami plasenta previa. 3 kali lebih berisiko. Resiko akan makin meningkat setelah mengalami empat kali atau lebih operasi sesar ( pada wanita – wanita yang pernah 4 kali atau lebih menjalani operasi sesar. Riwayat tindakan medis yang dilakukan pada uterus. 6. Pada wanita – wanita yang pernah menjalani operasi sesar sebelumnya. Plasenta yang letaknya normal sekalipun akan meluaskan permukaannya. Perdarahan berikutnya hampir selalu banyak dari pada sebelumnya. 7. oleh karena itu perdarahan pada plasenta previa totalis akan terjadi lebih dini dari pada plasenta letak rendah. Diantara wanita-wanita yang berusia kurang dari 19 tahun. Plasenta yang besar . apalagi bila jaraknya singkat. Jumlah kehamilan sebelumnya. Bagaimanapun. sehingga mendekati atau menutupi sama sekali pembukaan jalan lahir. apalagi kalau sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan dalam. karena tidak nyata dengan jelas bahwa plasenta previa didapati untuk sebagian besar pada penderita dengan paritas fungsi. Wanita lebih dari 35 tahun. menyebabkan menurunnya kadar oksigen yang beredar dalam tubuh janin. Perdarahan dapat terjadi selagi penderita tidur atau bekerja biasa.

misalnya di indung telur) setelah kehamilan sebelumnya.8% setelah 2 kali. berisiko 12 kali lebih besar. Adanya endometriosis (adanya jaringan rahim pada tempat yang bukan seharusnya. 13. 10.26%. Adanya trauma selama kehamilan. bertambah berturut-turut menjadi 0.dihubungkan dengan perkembangan plasenta previa. Dilaporkan. 1. 11. . Kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol.65% setelah 1 kali. 12. Adanya gangguan anatomis/tumor pada rahim sehingga mempersempit permukaan bagi penempelan plasenta. 9. Adanya jaringan parut pada rahim oleh operasi sebelumnya. Riwayat plasenta previa sebelumnya. 3% setelah 3 kali dan 10% setelah 4 kali atau lebih. Setelah bedah sesar. 8. tanpa jaringan parut berisiko 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful