P. 1
Gizi

Gizi

1.0

|Views: 2,469|Likes:
Published by NaomiFetty

More info:

Published by: NaomiFetty on Sep 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

Data yang diambil dari pasien dikumpulkan kemudian dilakukan

analisis secara deskriptif.

32

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Penyelenggaraan Makanan di Rumah Sakit Ortopedi

Surakarta

Penyelenggaraan makanan rumah sakit adalah suatu rangkaian

kegiatan mulai dari perencanaan menu sampai dengan pendistribusian

makanan kepada pasien. Kegiatan penyelenggaraan makanan merupakan

bagian dari kegiatan instalasi Gizi Rumah Sakit Ortopedi Surakarta sebagai

unit pelayanan gizi rumah sakit. Bentuk penyelenggaraan makanan yang

dilakukan oleh instalasi Gizi Rumah Sakit Ortopedi Surakarta untuk

menyelenggaraan makanan pasien saat ini adalah dengan system swakelola,

dimana instalasi Gizi sebagai unit pelayanan gizi bertanggung jawab untuk

melaksanakan semua kegiatan penyelenggaraan makanan mulai dari

perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Mekanisme kerja penyelenggaraan makanan di Rumah Sakit Ortopedi

Surakarta meliputi.

1. Perencanaan Anggaran Belanja

Penyusunan anggaran belanja makanan adalah suatu kegiatan

penyusunan anggaran biaya yang diperlukan untuk pengadaan bahan

makanan bagi konsumen/pasien yang dilayani.

32

33

Tujuannya adalah tersedianya taksiran anggaran belajar makanan

yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan macam dan jumlah bahan

makanan bagi konsumen atau pasien yang dilayani sesuai standar

kecukupan gizi.

Perencanaan anggaran belajar diinstalasi gizi Rumah Sakit

Ortopedi Surakarta dilakukan setahun sekali.

2. Perencanaan Menu

Perencanaan menu adalah suatu kegiatan penyusunan menu yang

akan diolah memenuhi selera konsumen/pasien dan kebutuhan zat gizi

yang memenuhi prinsip gizi seimbang. Perencanaan menu di Rumah Sakit

Ortopedi Surakarta ini yaitu dengan menggunakan siklus menu 10 hari.

Hari ke 31 memakai menu khusus.

3. Perhitungan kebutuhan bahan makanan

Perhitungan kebutuhan bahan makanan adalah kegiatan

penyusunan kebutuhan bahan makanan yang diperlukan untuk pengadaan

bahan makanan. Langkah – langkah dalam perhitungan kebutuhan bahan

makanan yang ada di Istalasi Gizi Rumah Sakit Ortopedi Surakarta yaitu:

Jumlah pasien x berat kotor x disesuaikan dengan menu yang akan

di masak besok.

Menuliskan bahan yang akan dipesankan kepada pembeli pada

buku permintaan yang di serahkan kepada rekanan.

34

4. Pemesanan dan Pembelian bahan makanan

Pemesanan adalah penyusunan permintaan atau order bahan

makanan berdasarkan menu atau pedoman menu dan rata – rata jumlah

konsumen atau pasien yang di layani.

Pemesanan bahan makanan baik makanan kering ataupun makanan

basah di tulis pada bon pemesanan. Bahan makanan basah seperti buah,

sayuran, daging dll di pesan setiap hari. Pada pemesanan bahan makanan

kering di lakukan setiap 1 bulan sekali karena bahan makanan kering dapat

bertahan cukup lama.

Pembelian adalah salah satu kegiatan pengadaan di dalam upaya

memenuhi kebutuhan makanan. Cara pembelian bahan makanan yang

dilakukan di Rumah Sakit dengan cara sistem lelang melalui rekanan.

5. Penerimaan

Penerimaan adalah suatu kegiatan yang meliputi pemeriksaan atau

penelitian, pencatatan dan pelaporan tentang macam kualitas dan kuantitas

bahan makanan yang di terima sesuai dengan pesanan. Serta spesifikasi

yang telah di tetapkan. Penerimaan bahan makanan di lakukan oleh salah

satu dari ahli gizi yang bertugas memeriksa, meneliti, mencatat,

menetapkan dan melaporkan macam, jumlah dan kualitas bahan makanan

yang di terima sesuai dengan pemesanan dan spesifikasi yang ada. Jika

terjadi kerusakan atau tidak sesuai dengan spesifikasi maka barang akan di

kembalikan.

35

Dalam melakukan penerimaan bahan makanan di bagi menjadi 2

kelompok yaitu penerimaan bahan makanan kering dan penerimaan bahan

makanan basah. Masalah yang terkadang di hadapi yaitu, pada

penerimaaan tidak sesuai dengan jumlah sehingga pihak rekanan akan

mengirimkan kembali.

6. Penyimpanan

Penyimpanan bahan makanan adalah suatu tata cara menata,

menyimpan, memelihara keamanan bahan makanan kering dan basah baik

kualitas maupun kuantitas. Penyimpanan bahan makanan yang ada di

Instalasi Gizi Rumah Sakit Ortopedi Surakarta terbagi menjadi dua yaitu

penyimpanan bahan makanan basah dan penyimpanan bahan makanan

kering.

Penyimpanan bahan makanan basah yang ada di Instalasi Gizi

dilakukan dengan di simpan di dalam sebuah almari es yang cukup besar.

Bahan makanan basah yang biasanya di simpan di almari es adalah

sayuran dan buah – buahan.

Penyimpanan bahan makanan kering yang ada di Instalasi Gizi di

lakukan dengan di simpan di sebuah gudang penyimpanan bahan makanan

kering yang mempunyai ruangan cukup luas dengan keadaan yang sudah

cukup layak baik di lihat dari segi luas bangunan, sirkulasi udara dll.

Bahan makanan kering yang biasanya di simpan di gudang tersebut antara

lain beras, gula pasir, telur, kecap, teh dll.

36

7. Persiapan bahan makanan

Persiapan bahan makanan adalah serangkaian kegiatan dalam

penanganan bahan makanan yaitu meliputi berbagai proses antara lain

membersihkan, memotong, mengupas, merendam dll.

Tujuan adalah mempersiapkan bahan – bahan makanan serta

bumbu – bumbu sebelum dilakukan pemasakan.

Persiapan bahan makanan yang dilakukan di instalasi gizi Rumah

Sakit Ortopedi Surakarta sudah sesuai karena sudah melalui proses mulai

dari membersihkan bahan makanan, memotong bahan makanan, mengupas

bumbu – bumbu yang akan digunakan, merendam dll.

Pada saat persiapan ini disesuaikan dengan menu yang akan

disajikan. Jadi semua bahan – bahan yang dibutuhkan sudah dipersiapkan

terlebih dahulu beserta alat/ peralatan yang dibutuhkan sudah siap.

8. Pengolahan bahan makanan

Pengolahan bahan makanan adalah merupakan suatu kegiatan

memasak bahan makanan mentah menjadi makanan yang siap dimakan,

berkualitas dan aman dikonsumsi.

Tujuan

1. Mengurangi resiko kehilangan zat gizi bahan makanan

2. Meningkatkan nilai cerna

3. Meningkatkan dan mempertahankan warna, rasa, keempukan dan

penampilan makanan.

4. Bebas dari organisme dan zat yang berbahaya bagi tubuh

37

Pada saat pengolahan tenaga pengolah sudah memakai clemek dan

tutup kepala. Sehingga dapat mengurangi / mencegah terjadinya

kontaminasi dalam proses pengolahan makanan.

9. Distribusi

Pendistribusian makanan adalah serangkaian kegiatan penyaluran

makanan sesuai dengan jumlah porsi dan jenis makanan konsumen yang

dilayani (makanan biasa maupun khusus). Penyaluran makanan di Rumah

Sakit Ortopedi Surakarta di lakukan dengan cara sentralisasi. Penyaluran

makanan pada bangsal Anggrek dang Bougenville dengan cara

sentralisasi yaitu dengan menggunakan alat makan seperti plato

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->