~Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia~

1. Kerajaan Samudera Pasai -Aspek politik : Kerajaan Samudra Pasai yang didirikan oleh Marah Silu bergelar Sultan Malik al- Saleh, sebagai raja pertama yang memerintah tahun 1285 – 1297. Pada masa pemerintahannya, datang seorang musafir dari Venetia (Italia) tahun 1292 yang bernama Marcopolo, melalui catatan perjalanan Marcopololah maka dapat diketahui bahwa raja Samudra Pasai bergelar Sultan. Setelah Sultan Malik al-Saleh wafat, maka pemerintahannya digantikan oleh keturunannya yaitu Sultan Muhammad yang bergelar Sultan Malik al-Tahir I (1297 – 1326). Pengganti dari Sultan Muhammad adalah Sultan Ahmad yang juga bergelar Sultan Malik al-Tahir II (1326 – 1348). Pada masa ini pemerintahan Samudra Pasai berkembang pesat dan terus menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan Islam di India maupun Arab. Bahkan melalui catatan kunjungan Ibnu Batutah seorang utusan dari Sultan Delhi tahun 1345 dapat diketahui Samudra Pasai merupakan pelabuhan yang penting dan istananya disusun dan diatur secara India dan patihnya bergelar Amir. Pada masa selanjutnya pemerintahan Samudra Pasai tidak banyak diketahui karena pemerintahan Sultan Zaenal Abidin yang juga bergelar Sultan Malik al-Tahir III kurang begitu jelas. Menurut sejarah Melayu, kerajaan Samudra Pasai diserang oleh kerajaan Siam. Dengan demikian karena tidak adanya data sejarah yang lengkap, maka runtuhnya Samudra Pasai tidak diketahui secara jelas -Aspek Ekonomi : Karena letak geografisnya yang strategis, ini mendukung kreativitas mayarakat untuk terjun langsung ke dunia maritim dan dititikberatkan pada kegiatan perdagangan dan pelayaran. Samudera pasai juga mempersiapkan bandar – bandar yang digunakan untuk : , Menambah perbekalan untuk pelayaran selanjutnya , Mengurus soal – soal atau masalah – masalah perkapalan , Mengumpulkan barang – barang dagangan yang akan dikirim ke luar negeri

. Setelah Samudera Pasai dikuasai oleh Kerajaan Malaka maka pusat perdagangan dipindahkan ke Bandar Malaka. . sehingga selalu menjadi perhatian sekaligus incaran dari kerajaan – kerajaan di sekitarnya. Dan untuk kepentingan perdagangan sudah dikenal uang sebagai alat tukar yaitu uang emas yang dinamakan Deureuham (dirham). Gambar 1. Kerajaan Samudera Pasai juga berhubungan langsung dengan Kerajaan Cina sebagai siasat untuk mengamankan diri dari ancaman Kerajaan Siam yang daerahnya meliputi Jazirah Malaka. masa itu juga merupakan masa kebesaran Kerajaan Samudera Pasai. Menyimpan barang – barang dagangan sebelum diantar ke beberapa daerah di Indonesia Tahun 1350 M merupakan masa puncak kebesaran kerajaan Majapahit. Komoditi perdagangan dari Samudra yang penting adalah lada. kapurbarus dan emas. Uang emas yang disebut Deureuham. Perkembangan ekonomi masyarakat Kerajaan Samudera Pasai bertambah pesat.

3) Daerah Aceh kaya dengan tanaman lada sebagai mata dagangan ekspor yang penting. 2. Gambar 2. Kerajaan Aceh -Aspek politik : Aceh cepat tumbuh menjadi kerajaan besar karena didukung oleh faktor sebagai berikut: 1) Letak Ibu kota Aceh yang sangat strategis.-Aspek Seni-Budaya : Selain penemuan dari makam – makam Raja Samudera Pasai (salah satu bukti dari hasil peninggalan budayanya. berupa batu nisan Sultan Malik al-Saleh dan jirat Putri Pasai) tidak pernah terdengar perkembangan seni budaya dari masyarakat. 2) Pelabuhan Aceh ( Olele ) memiliki persyaratan yang baik sebagai pelabuhan dagang. Nisan makam Sultan Malik al-Saleh. .

raja selanjutnya adalah Sultan Ibrahim. Dengan hukum adat Makuta Alam itulah. Contohnya. Kerajaan Aceh terus-menerus mengalami kemunduran. Pada masa pemerintahan beliau. Gambar 3. sehingga tata kehidupan dan segala aktivitas masyarakat Aceh didasarkan pada aturan Islam. keadaan Aceh seolah-olah identik . Setelah Sultan Ibrahim dapat menaklukkan Pedir yang kaya akan lada putih. Dengan demikian. Sultan Ali Mughayat Syah merupakan Raja pertama di Aceh sekaligus beliau merupakan pendiri Kerajaan Aceh. Beliau mangkat pada tahun 1636 M dan digantikan oleh menantunya Iskandar Thani yang tidak memiliki kecakapan. Makam Sultan Iskandar Muda. kebudayaan masyarakatnya juga makin bertambah maju karena sering berhubungan dengan bangsa lain. Setelah beliau mangkat. Aceh makin bertambah makmur dan menjadi sumber komoditas lada dan emas. Dengan demikian. Aceh mencapai puncak kejayaan dan menjadi sumber komoditas lada dan emas. Dalam pemerintahannya. -Aspek Ekonomi : Bidang perdagangan yang maju menjadikan Aceh makin makmur. -Aspek Seni-Budaya : Letak Aceh yang strategis menyebabkan perdagangannya maju pesat. Raja berikutnya adalah Iskandar Muda. yaitu tersusunnya hukum adat yang dilandasi ajaran Islam yang disebut Hukum Adat Makuta Alam. Dalam pemerintahannya beliau berhasil menaklukkan Pedir.4) Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis menyebabkan pedagang Islam banyak yang singgah ke Aceh.

Sedangkan seni pahat yang diaplikasikan pada nisan menunjukkan status sosial yang dikuburkan. sehingga sepanjang pemerintahannya. Setelah naik takhta. Seni pahat yang diaplikasikan pada rumah adat menunjukkan kepemilikan dan status sosial pemiliknya. Setelah mangkat pada tahun 1521. Pada masa pemerintahan Pati Unus. Gambar 4. Contoh keseni yang ditinggalkan : 1. dengan maksud agar Portugis tidak masuk ke Jawa. Atas dasar itulah. Demak dan Portugis bermusuhan. Pintu gerbang Mesjid Raya Baiturrahman yang berhiaskan ukiran kaligrafi. Sultan Trenggana . Seni Pahat : Memahat Rumah Adat dan Nisan Seni pahat yang ada pada suku aceh adalah memahat hiasan pada rumah adat atau nisan. Aceh mendapat julukan Serambi Mekah. Pati unus digantikan oleh adiknya Trenggana. Raden Patah mangkat dan digantikan oleh putranya Pati Unus. Pati Unus hanya memperkuat pertahanan lautnya. Melukis kaligrafi ini biasanya dilukis di atas kanvas yang bertujuan sebagai hiasan dinding di dalam rumah atau mesjid dengan melukiskan Asmaul Husna dan sebagainya. 3. Raja Demak pertama. Arab Saudi. Seni Lukis : Kaligrafi Arab Seni kaligrafi Arab merupikan salah satu kesenian yang ada dalam suku aceh.dengan Mekah. 2. Kerajaan Demak -Aspek politik : Pada tahun 1507 M. dan juga memberikan informasi nama dan tahun serta tanggal wafat dari tokoh yang dikuburkan.

Dan hal ini juga didukung oleh penguasaan Demak terhadap pelabuhan-pelabuhan di daerah pesisir pantai pulau Jawa. Jaka Tingkir. Masjid Demak dibangun atas pimpinan Sunan Kalijaga. serta Madura. Sebagai kerajaan Islam yang memiliki wilayah di pedalaman.melakukan usaha besar membendung masuknya portugis ke Jawa Barat dan memperluas kekuasaan Kerajaan Demak. Faletehan berhasil menguasai Banten dan Sunda Kelapa lalu menyusul Cirebon. di mana salah satu tiang utamanya terbuat dari pecahan-pecahan kayu yang disebut Soko Tatal. Di serambi depan Masjid . Demak berperan sebagai penghubung antara daerah penghasil rempah di Indonesia bagian Timur dan penghasil rempah-rempah Indonesia bagian barat. Dalam kegiatan perdagangan. Beliau mengutus Faletehan beserta pasukannya untuk menduduki Jawa Barat. seluruh pantai utara Jawa akhirnya tunduk kepada pemerintahan Demak. yakni mengawinkan Putri Sultan Trenggana dengan Putra Bupati Madura. maka Demak juga memperhatikan masalah pertanian. Salah satunya adalah Masjid Demak. Dengan demikian perdagangan Demak semakin berkembang. -Aspek Ekonomi : Demak sangat strategis di jalur perdagangan nusantara memungkinkan Demak berkembang sebagai kerajaan maritim. Faletehan kemudian diangkat menjadi raja di Cirebon. Dengan demikian. Dengan semangat juang yang tinggi. Sultan Trenggana melakukan perkawinan politik dengan Bupati Madura. Negara bagian banyak yang melepaskan diri. Sultan Trenggana mangkat pada tahun 1546 M. Dengan demikian kegiatan perdagangannya ditunjang oleh hasil pertanian. Mangkatnya Beliau menimbulkan kekacauan politik yang hebat di Demak. mengakibatkan Demak memperoleh keuntungan di bidang ekonomi. Pasukan demak terus bergerak ke daerah pedalaman dan berhasil menundukkan Pajang dan Mataram. -Aspek Seni-Budaya : Dalam bidang budaya banyak hal yang menarik yang merupakan peninggalan dari kerajaan Demak. yakni Kerajaan Pajang. Untuk memperkuat kedudukannya. sehingga beras merupakan salah satu hasil pertanian yang menjadi komoditi dagang. dan para ahli waris Demak juga saling berebut tahta sehingga timbul perang saudara dan muncullah kekuasaan baru.

Maulana Muhammad yang baru berusia sembilan tahun diangkat menjadi Raja dengan perwalian Mangkubumi. Keadaan Banten aman dan tenteram karena kehidupan masyarakatnya diperhatikan. putra Sultan Maulana Yusuf. Setelah peristiwa itu. Gambar 5. ibu kotanya direbut. dan rajanya tewas dalam pertempuran. Sejak saat itu. Pada tahun 1579 M kekuasaan Kerajaan Pajajaran dapat ditaklukkan. terjadilah perang saudara untuk memperebutkan tahta di Banten. Bidang pertanian juga diperhatikan dengan membuat saluran irigasi. 4. seperti dengan dilaksanakannya pembangunan kota. Sultan Maulana Yusuf memperluas daerah kekuasaannya ke pedalaman.(pendopo) itulah Sunan Kalijaga menciptakan dasar-dasar perayaan Sekaten (Maulud Nabi Muhammad saw) yang sampai sekarang masih berlangsung di Yogyakarta dan Cirebon. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. Masa pemerintahan Maulana Muhammad berlangsung tahun 1508-1605 M. Maulana Yusuf. . tamatlah kerajaan Hindu di Jawa Barat. Banten mengalami kemunduran. Sultan Maulana Yusuf mangkat pada tahun 1580 M. Kemudian digantikan oleh Abdulmufakir yang masih kanak-kanak didampingi oleh Pangeran Ranamenggala. Sultan Hasanuddin mangkat pada tahun 1570 M dan digantikan oleh putranya. Banten mengalami puncak kejayaan. Setelah mangkat. Kerajaan Banten -Aspek politik : Raja Banten pertama. Masjid Agung Demak. Setelah pangeran Rana Menggala wafat.

Melihat kajiannya yang beragam menunjukkan ia seorang yang luas wawasannya. tauhid dan lain-lain. Dengan demikian kehidupan ekonomi kerajaan Banten terus berkembang baik yang berada di pesisir maupun di pedalaman.-Aspek Ekonomi : Kerajaan Banten yang letaknya di ujung barat Pulau Jawa dan di tepi Selat Sunda merupakan daerah yang strategis karena merupakan jalur lalu-lintas pelayaran dan perdagangan khususnya setelah Malaka jatuh tahun 1511. Salah satu contoh wujud akulturasi tampak pada bangunan Masjid Agung Banten. -Aspek Seni-Budaya : Dalam bidang kebudayaan : kerajaan Bnaten pernah inggal seorang Syeikh yang bernama Syeikh Yusuf Makassar (1627-1699). Sejarah. sebab terletak di sebuah teluk yang terlindungi oleh Pulau Panjang. ia sahabat dari Sultan Agung Tirtayasa. Islam di Eropa. Hukum. menjadikan Banten sebagai pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh para pedagang dari berbagai bangsa. Hadits. dan di samping itu Banten juga merupakan daerah penghasil bahan ekspor seperti lada. Pelabuhan Banten juga cukup aman. sedikitnya ia telah menulis 99 kitab dalam bidang Tafsir. Hindu. . Ia wafat dan dimakamkan di Makkah. Selain perdagangan kerajaan Banten juga meningkatkan kegiatan pertanian. yang memperlihatkan wujud akulturasi antara kebudayaan Indonesia. Kemudian membangun terusan untuk memperlancar arus pengiriman barang dari pedalaman ke pelabuhan. juga Kadhi di Kerajaan Banten yang menulis 23 buku. Selain itu di Banten pada akhir masa kesultanan lahir seorang ulama besar yaitu Muhammad Nawawi Albantani pernah menjadi Imam besar di Masjidil Haram. dengan memperluas areal sawah dan ladang serta membangun bendungan dan irigasi.

Madiun. Para bupati di pantai utara Jawa seperti Demak. lalu cucunya Mas Rangsang atau Sultan Agung. karena Mataram juga menguasai daerah-daerah pesisir. Untuk menundukkan pemberontak itu. Setelah Sutawijaya mangkat. Tuban. Usaha Sultan Agung akhirnya berhasil pada tahun 1625 M. Sutawijaya. yang daerahnya juga subur dengan hasil utamanya adalah beras. Cirebon. Blora. Lasem. Sedangkan dalam bidang perdagangan. Sultan Agung mempersiapkan sejumlah besar pasukan. persenjataan. Mataram mengembangkan daerah persawahan yang luas terutama di Jawa Tengah. Pada masa pemerintahan Sultan Agung. Untuk menguasai seluruh Jawa. gula. muncul kembali para bupati yang memberontak. dan Blambangan. dan Bojonegoro.Gambar 6. 5. -Aspek Ekonomi : Letak kerajaan Mataram di pedalaman. -Aspek Seni-Budaya : . Kerajaan Mataram berhasil menguasai seluruh Jawa. dan armada laut serta penggemblengan fisik dan mental. Mas Jolang. Dengan demikian kehidupan ekonomi Mataram berkembang pesat karena didukung oleh hasil bumi Mataram yang besar. di samping kayu. kelapa dan palawija. Madura. Sutawijaya berusaha menundukkan bupati-bupati yang menentangnya dan Kerajaan Mataram berhasil meletakkan landasan kekuasaannya mulai dari Galuh (Jabar) sampai pasuruan (Jatim). Masjid Agung Banten. Kerajaan Mataram Islam -Aspek politik : Dalam menjalankan pemerintahannya. seperti Bupati Pati. kapas. kecuali Banten. Raja Mataram banyak menghadapi rintangan. Surabaya. maka Mataram berkembang sebagai kerajaan agraris yang menekankan dan mengandalkan bidang pertanian. Akan tetapi. Sultan Agung mencoba merebut Batavia dari tangan Belanda. dan Kudus yang dulunya tunduk pada Pajang memberontak ingin lepas dan menjadi kerajaan merdeka. tahta kerajaan diserahkan oleh putranya. Batavia. beras merupakan komoditi utama. Jepara. Sekalipun demikian kegiatan perdagangan tetap diusahakan dan dipertahankan. bahkan menjadi barang ekspor karena pada abad ke-17 Mataram menjadi pengekspor beras paling besar pada saat itu. Namun usaha Sultan mengalami kegagalan. Dalam bidang pertanian.

Di samping itu. hias dan patung serta seni sastra. suara. Gambar 7. Bentuk kebudayaan yang berkembang adalah Upacara Kejawen yang merupakan akulturasi antara kebudayaan Hindu-Budha dengan Islam. perkembangan di bidang kesusastraan memunculkan karya sastra yang cukup terkenal. Gambar 8. lukis. Upacara Baritan salah satu contoh Upacara Kejawen. . ukir. yaitu Kitab Sastra Gending yang merupakan perpaduan dari hukum Islam dengan adat istiadat Jawa yang disebut Hukum Surya Alam. ukiran-ukiran di istana maupun tempat ibadah. Candi Bentar di makam Sunan Tembayat. . Hal ini terlihat dari kreasi para seniman dalam pembuatan gapura.Kebudayaan yang berkembang pesat pada masa Kerajaan Mataram berupa seni tari. Contohnya gapura Candi Bentar di makam Sunan Tembayat (Klaten) diperkirakan dibuat pada masa Sultan Agung.

dan Sultan Baabullah.6. seluruh kepulauan di Maluku. Para pedagang asing datang ke Ternate menjual barang perhiasan. Setelah mangkat. bahkan sampai ke Filiphina Selatan. Zainal Abidin giat menyebarkan agama Islam ke pulau-pulau di sekitarnya. Zainal Abidin memerintah hingga tahun 1500 M. pakaian. Zainal Abidin. Pada masa pemerintahan Sultan Baabullah. Ramainya perdagangan memberikan keuntungan besar bagi perkembangan Kerajaan Ternate sehingga dapat membangun laut yang cukup kuat. Bersamaan dengan itu. -Aspek Seni-Budaya : Dalam bidang kebudayaan yang merupakan peninggalan kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore keduanya sama karena kedua kerajaan tersebut sama-sama berada di Maluku. Raja berikutnya adalah putranya. Kerajaan Ternate -Aspek politik : Raja Ternate yang pertama adalah Sultan Marhum (1465-1495 M). terlihat dari seni bangunan berupa bangunan Masjid dan Istana Raja dan lain-lain. Wilayah kerajaan Ternate meliputi Mindanao. agama Islam juga tersebar sangat luas. pemerintahan di Ternate berturut-turut dipegang oleh Sultan Sirullah. Kerajaan Ternate mengalami puncak kejayaannya. dan beras untuk ditukarkan dengan rempahrempah. dan Timor. -Aspek Ekonomi : Perdagangan dan pelayaran mengalami perkembangan yang pesat sehingga pada abad ke-15 telah menjadi kerajaan penting di Maluku. Papua. . Sultan Hairun. Pada masa pemerintahannya.

terlihat dari seni bangunan . Pengganti Sultan Nuku adalah adiknya. Wilayah kekuasaan Tidore cukup luas. Makean Halmahera. berani. meliputi Pulau Seram. Sebagai penghasil rempah-rempah. Pulau Raja Ampat. Zainal Abidin. Spanyol. Sultan Nuku dapat menyatukan Ternate dan Tidore untuk bersama-sama melawan Belanda yang dibantu Inggris. dan Papua.Gambar 9. -Aspek Ekonomi : Kerajaan Tidore terkenal dengan rempah-rempahnya. Belanda maupun Inggris sehingga kemakmuran rakyatnya terus meningkat. baik oleh Portugis. Bangunan Masjid Maluku 7. Belanda kalah serta terusir dari Tidore dan Ternate. Ia juga giat menentang Belanda yang berniat menjajah kembali. Kai. dan Belanda. antara lain Portugis. Kerajaan Tidore -Aspek politik : Raja Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku (1780-1805 M). Sejak saat itu. Tidore dan Ternate tidak diganggu. seperti di daerah Maluku. Bangsa Eropa yang datang ke Maluku. dan waspada. Sementara itu. kerajaan Tidore banyak didatangi oleh Bangsa-bangsa Eropa. ulet. Spanyol. Inggris tidak mendapat apa-apa kecuali hubungan dagang biasa. -Aspek Seni-Budaya : Dalam bidang kebudayaan yang merupakan peninggalan kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore keduanya sama karena kedua kerajaan tersebut sama-sama berada di Maluku. Sultan Nuku memang cerdik.

seluruh jalur perdagangan di Indonesia Timur dapat dikuasainya. (Lihat gambar 9) 10. Akibatnya kedudukan Belanda semakin terdesak. Raja Makasar yang pertama memeluk agama Islam adalah Karaeng Matoaya (Raja Gowa) yang bergelar Sultan Alaudin yang memerintah Makasar tahun 1593 – 1639 dan dibantu oleh Daeng Manrabia (Raja Tallo) sebagai Mangkubumi bergelar Sultan Abdullah. Atas keberanian Sultan Hasannudin tersebut maka Belanda memberikan julukan padanya sebagai Ayam Jantan dari Timur. Dalam peperangan melawan VOC. Sejak pemerintahan Sultan Alaudin kerajaan Makasar berkembang sebagai kerajaan maritim dan berkembang pesat pada masa pemerintahan raja Malekul Said (1639 – 1653).berupa bangunan Masjid dan Istana Raja dan lain-lain. Perluasan daerah Makasar tersebut sampai ke Nusa Tenggara Barat. Peperangan tersebut terjadi di daerah Maluku. Sultan Hasannudin terkenal sebagai raja yang sangat anti kepada dominasi asing. Upaya . Pada masa pemerintahannya Makasar berhasil memperluas wilayah kekuasaannya yaitu dengan menguasai daerah-daerah yang subur serta daerah-daerah yang dapat menunjang keperluan perdagangan Makasar. bahkan raja Makasar pun memeluk agama Islam. Daerah kekuasaan Makasar luas. bahkan menyebabkan terjadinya peperangan. Kerajaan Goa-Tallo -Aspek politik : Penyebaran Islam di Sulawesi Selatan dilakukan oleh Datuk Robandang dari Sumatera. Untuk itu hubungan antara Batavia (pusat kekuasaan VOC di Hindia Timur) dan Ambon terhalangi oleh adanya kerajaan Makasar. Oleh karena itu ia menentang kehadiran dan monopoli yang dipaksakan oleh VOC yang telah berkuasa di Ambon. sehingga pada abad 17 agama Islam berkembang pesat di Sulawesi Selatan. Selanjutnya kerajaan Makasar mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Sultan Hasannudin (1653 – 1669). Sultan Hasannudin memimpin sendiri pasukannya untuk memporak-porandakan pasukan Belanda di Maluku. Dengan kondisi tersebut maka timbul pertentangan antara Sultan Hasannudin dengan VOC.

Belanda untuk mengakhiri peperangan dengan Makasar yaitu dengan melakukan politik adu-domba antara Makasar dengan kerajaan Bone (daerah kekuasaan Makasar). Dan secara terpaksa kerajaan Makasar harus mengakui kekalahannya dan menandatangai perjanjian Bongaya tahun 1667 yang isinya tentu sangat merugikan kerajaan Makasar. memiliki pelabuhan yang baik serta didukung oleh jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511 yang menyebabkan banyak pedagang-pedagang yang pindah ke Indonesia Timur. Aru Palaka diakui sebagai raja Bone. Makasar harus melepaskan daerah-daerah jajahannya seperti Bone dan pulau-pulau di luar Makasar. Walaupun perjanjian telah diadakan. Sebagai pusat perdagangan Makasar berkembang sebagai pelabuhan internasional dan banyak disinggahi oleh pedagang- . d. VOC memperoleh hak monopoli perdagangan di Makasar. Akhirnya Belanda dapat menguasai sepenuhnya kerajaan Makasar. Akibat persekutuan tersebut akhirnya Belanda dapat menguasai ibukota kerajaan Makasar. Sebagai akibatnya Aru Palaka bersekutu dengan VOC untuk menghancurkan Makasar. tetapi perlawanan Makasar terhadap Belanda tetap berlangsung. -Aspek Ekonomi : Seperti yang telah Anda ketahui bahwa kerajaan Makasar merupakan kerajaan Maritim dan berkembang sebagai pusat perdagangan di Indonesia bagian Timur. Raja Bone yaitu Aru Palaka yang merasa dijajah oleh Makasar meminta bantuan kepada VOC untuk melepaskan diri dari kekuasaan Makasar. Untuk menghadapi perlawanan rakyat Makasar. Belanda mengerahkan pasukannya secara besar-besaran. c. Belanda dapat mendirikan benteng di Makasar. Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor seperti letak yang strategis. Isi dari perjanjian Bongaya antara lain: a. b. dan Makasar mengalami kehancurannya. Bahkan pengganti dari Sultan Hasannudin yaitu Mapasomba (putra Hasannudin) meneruskan perlawanan melawan Belanda.

Gambar 9. Pelayaran dan perdagangan di Makasar diatur berdasarkan hukum niaga yang disebut dengan ADE’ ALOPING LOPING BICARANNA PABBALUE (ket : artinya apa). Mereka terkenal sebagai pembuat kapal. Jenis kapal yang dibuat oleh orang Makasar dikenal dengan nama Pinisi dan Lombo. Kapal Pinisi dan Lombo merupakan kebanggaan rakyat Makasar dan terkenal sampai mancanegara. Denmark dan sebagainya yang datang untuk berdagang di Makasar. -Aspek Seni-Budaya : Dari segi kebudayaan. Inggris. Makasar juga mengembangkan kegiatan pertanian karena Makasar juga menguasai daerah-daerah yang subur di bagian Timur Sulawesi Selatan. sehingga dengan adanya hukum niaga tersebut.pedagang asing seperti Portugis. maka perdagangan di Makasar menjadi teratur dan mengalami perkembangan yang pesat. Selain perdagangan. maka masyarakat Makasar banyak menghasilkan benda-benda budaya yang berkaitan dengan dunia pelayaran. Kapal Pinisi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful