HANDOUT Bayi Baru Lahir Normal

1. Pengertian Bayi Baru Lahir Normal Bayi Baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2500 sampai 4000 gram.

2.

Ciri-ciri bayi normal: 1. Berat badan 2500 - 4000 gram 2. Panjang badan 48 - 52 cm 3. Lingkar dada 30 - 38 cm 4. Lingkar kepala 33 - 35 cm 5. Frekuensi jantung 120 - 160 kali/menit 6. Pernafasan 40-60 kali/menit 7. Kulit kemerah - merahan dan licin karena jaringan sub kutan cukup 8. Rambut lanugo tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna 9. Kuku agak panjang dan lemas 10. Genitalia; a. Perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora b. Laki – laki testis sudah turun, skrotum sudah ada 11. Reflek hisap dan menelan sudah terbentuk dengan baik 12. Reflek morrow atau gerak memeluk bila dikagetkan sudah baik 13. Reflek graps atau menggenggan sudah baik 14. Eliminasi baik, mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama, mekonium berwarna hitam kecoklatan

APN. d. aman dan bersih untuk bayi baru lahir ialah : 1.APGAR SCORE Skor A : Appearance (warna kulit) P : Pulse heart rate (frekuensi jantug) G : Grimace (reaksi terhadap rangsangan) A : Activity (tonus otot) Pucat 0 1 Badan merah. Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi b. sudah dalam keadaan bersih. Apakah bayi bergerak dengan aktif atau lemas Jika bayi tidak bernapas atau bernapas megap – megap atau lemah maka segera lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir. Apakah bayi menangis kuat dan/atau bernafas tanpa kesulitan b. batuk bersin Gerakan aktif Tidak ada Ekstermitas dalam fleksi sedikit R : Respiration (usaha nafas) Tidak ada Lemah. . Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan c. Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan. 2. penghisap lendir DeLee dan benang tali pusat telah didesinfeksi tingkat tinggi atau steril. terutama klem. pita pengukur. Demikin pula dengan timbangan. handuk. termometer. tidak teratur Menangis kuat A. Melakukan penilaian a. selimut dan kain yang digunakan untuk bayi. Pencegahan Infeksi a. ekstremitas biru 2 Seluruh tubuh kemerah-merahan > 100 Tidak ada < 100 Tidak ada Sedikit gerakan mimik Menangis. stetoskop. gunting. Penanganan Segera Bayi Baru Lahir Menurut JNPK-KR/POGI. (2007) asuhan segera. Pastikan semua pakaian.

bersih. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya . b. dan kering) c. adanya aliran udara dari kipas angin. b. co/ meja. atau pendingin ruangan. timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi bila bayi diletakkan di atas benda – benda tersebut c. Keringkan bayi dengan seksama Mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi. hembusan udara melalui ventilasi. d. Radiasi Kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda – benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi. tempat tidur. Pencegahan Kehilangan Panas Mekanisme kehilangan panas a. Selimuti bagian kepala bayi Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yg relative luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup. karena benda – benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi (walaupun tidak bersentuhan secara langsung) Mencegah kehilangan panas Cegah terjadinya kehilangan panas melalui upaya berikut : a. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat Ganti handuk atau kain yang telah basah oleh cairan ketuban dengan selimut atau kain yang baru (hanngat. d. juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya. Konveksi Kehilangan panas tubuh terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin. Konduksi Kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin.3. Evaporasi Penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir. co/ ruangan yang dingin. tubuh bayi tidak segera dikeringkan.

sebelum melakukan penimbangan. Sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu (1) jam pertama kelahiran e. Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat g. Pastikan bagian kepala bayi diselimuti dengan baik 8) Bayi dapat diletakkan bersentuhan kulit dengan ibu dan diselimuti dengan baik 9) Ibu dan bayi disatukan di tempat dan anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya f. 3) Tunda untuk memandikan bayi yang sedang mengalami masalah pernapasan 4) Sebelum bayi dimandikan. periksa bahwa suhu tubuh stabil (suhu aksila antara 36. Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir Karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya. Berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/diselimuti dikurangi dengan berat pakaian/selimut. Idealnya bayi baru lahir ditempatkan di tempat tidur yang sama dengan ibunya.Pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. Praktik memandikan bayi yang dianjurkan adalah : 1) Tunggu sedikitnya 6 jam setelah lahir sebelum memandikan bayi (lebih lama jika bayi mengalami asfiksia atau hipotermi) 2) Sebelum memandikan bayi.5º C – 37º C). terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering. Tunda memandikan bayi hingga suhu tubuh bayi tetap stabil dalam waktu (paling sedikit) satu (1) jam. selimuti kembali tubuh bayi secara longgar. Siapkan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan tubuh bayi dan siapkan beberapa lembar kain atau selimut bersih dan kering untuk menyelimuti tubuh bayi setelah dimandikan. tutupi bagian kepala dan tempatkan bersama ibunya di tempat tidur atau lakukan persentuhan kuli ibu – bayi dan selimuti keduanya.5º C. 5) Memandikan bayi secara cepat dengan air bersih dan hangat 6) Segera keringkan bayi dengan menggunakan handuk bersih dan kering 7) Ganti handuk yang basah dengan selimut bersih dan kering. kemudian selimuti tubuh bayi secara longgar. Jika suhu tubuh bayi masih dibawah 36. Bayi sebaiknya dimandikan sedikitnya enam (^) jam setelah lahir. pastikan ruangan mandinya hangat dan tidak ada tiupan angin. untuk menjaga bayi tetap hangat dan mendorong ibu untuk segera memberikan ASI .

Membebaskan Jalan Nafas nafas Dengan cara sebagai berikut yaitu bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. e.5% . Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat. Gulung sepotong kain dan letakkan di bawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. Merawat tali pusat a. rongga mulut dan tenggorokkan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kassa steril. Segera lakukan usaha menghisap mulut dan hidung g. Memantau dan mencatat usaha bernapas yang pertama (Apgar Score) h. g. c.4. Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. Keringkan tangan (bersarung tangan) tersebut dengan handuk atau kain bersih dan kering. Alat penghisap lendir mulut (De Lee) atau alat penghisap lainnya yang steril. ikat atau jepitkan klem plastik tali pusat pada puntung tali pusat. Bersihkan hidung. c. Warna kulit. Bilas tangan dengan air matang atau disinfeksi tingkat tinggi d. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : a. adanya cairan atau mekonium dalam hidung atau mulut harus diperhatikan. Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam larutan klonin 0. Ikat ujung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang disinfeksi tingkat tinggi atau klem plastik tali pusat (disinfeksi tingkat tinggi atau steril). d. Jika menggunakan benang tali pusat. Lepaskan klem penjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klonin 0. tabung oksigen dengan selangnya harus sudah ditempat f. apabila bayi tidak langsung menangis. Lakukan simpul kunci atau jepitankan secara mantap klem tali pusat tertentu. Setelah plasenta dilahirkan dan kondisi ibu dianggap stabil. lingkarkan benang sekeliling ujung tali pusat dan dilakukan pengikatan kedua dengan simpul kunci dibagian tali pusat pada sisi yang berlawanan. b.5 % untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya. 5. f. e. b.

Memberikan obat tetes atau salep mata Untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual) perlu diberikan obat mata pada jam pertama persalinan. Memberikan vitamin K Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir normal atau cukup bulan perlu di beri vitamin K per oral 1 mg / hari selama 3 hari. (Dep. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu lahir. Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperatur tubuhnya secara memadai dan dapat dengan cepat kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah. Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. RI. Suhu bayi harus dicatat (Prawiroharjo. Pencegah terjadinya kehilangan panas yaitu dengan : a. Suhu tubuh bayi merupakan tolok ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. (DepKes. 2002) 6. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya. b. 2002) 7. RI. Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. jika bayi dalam keadaan basah atau tidak diselimuti mungkin akan mengalami hipoterdak. pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi berikut ini : . Bayi prematur atau berat lahir rendah sangat rentan terhadap terjadinya hipotermia.5 – 1 mg IM. sedangkan salep mata biasanya diberikan 5 jam setelah bayi lahir. Lakukan penimbangan setelah bayi mengenakan pakaian f. kering dan hangat c. dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat. Bayi baru lahir harus di bungkus hangat. pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup dengan baik. meskipun berada dalam ruangan yang relatif hangat. Keringkan bayi secara seksama b. dan bayi beresiko tinggi di beri vitamin K parenteral dengan dosis 0. Pencegahan infeksi a. Tutup bagian kepala bayi d. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih. Bayi yang mengalami kehilangan panas (hipotermi) beresiko tinggi untuk jatuh sakit atau meninggal.5 % atau tetrasiklin 1 %. Selimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering. Kes. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusukan bayinya e.h. yaitu pemberian obat mata eritromisin 0. 2002).

2) Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan. hasil pemeriksaan akan di catat dalam rekam medis. .1) Cuci tangan secara seksama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan bayi. Waktu pemeriksaan dapat di lakukan saat bayi baru lahir. termasuk klem gunting dan benang tali pusat telah didinfeksi tingkat tinggi atau steril. pembersihan badan bayi. termometer. pemeriksaan fisik pada bayi dapat dilakukan oleh bidan. Dalam pelaksanaannya harus diperhatikan agar bayi tidak kedinginan. handuk. perawat atau dokter untuk menilai status kesehatannya. (Dep. pakai yang bersih dan baru. Pengertian Pemeriksaan Fisik Pada Bayi Baru Lahir Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis adalah sebuah proses dari seorang ahli medis memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit. 2002) PENGUMPULAN DATA A.RI.kes. 24 jam setelah lahir (sesaat sesudah bayi lahir pada saat kondisi atau suhu tubuh sudah stabil dan setelah di lakukanpembersihan jalan nafas/resisutasi. selimut serta kain yang digunakan untuk bayi telah dalam keadaan bersih. 5) Pastikan bahwa timbangan. Pengkajian Fisik Bayi Baru Lahir 1. Rekam medis dan pemeriksaan fisik akan membantu dalam penegakkan diagnosis dan perencanaan perawatan pasien. 3) Pastikan bahwa semua peralatan. 4) Pastikan bahwa semua pakaian. Kegiatan ini merupakan pengkajian fisik yang dilakukan oleh bidan yang bertujuan untuk memastikan normalitas & mendeteksi adanya penyimpangan dari normal Pengkajian ini dapat ditemukan indikasi tentang seberapa baik bayi melakukan penyesuaian terhadap kehidupan di luar uterus dan bantuan apa yang diperlukan. perawatan tali pusat ) dan akan pulang pulang dari rumah sakit. pipa pengukur. dan dapat ditunda apabila suhu tubuh bayi rendah atau bayi tampak tidak sehat. stetoskop dan bendabenda lainnya yang akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih (dekontaminasi dan cuci setiap setelah digunakan). jika menggunakan bola karet penghisap.

c. b. seperti paru. buka bagian yang akan diperiksa (jika bayi telanjang pemeriksaan harus dibawah lampu pemancar) dan segera selimuti kembali dengan cepat. 3. Pastikan pencahayaan baik. Lakukan prosedur secara berurutan dari kepala ke kaki atau lakukan prosedur yang memerlukan observasi ketat lebih dahulu. d. Mengidentifikasi masalah c. jantung dan abdomen. Dalam pelaksanaannya harus diperhatikan agar bayi tidak kedinginan. Mengambil data dasar untuk menentukan rencana tindakan d.2. 4. Periksa bayi secara sistematis dan menyeluruh. e. Prosedur Pelaksanaan a. seperti pemeriksaan refleks pada tahap akhir bicara lembut. Lakukan prosedur yang menggangu bayi. Tujuan Pemeriksaan Fisik pada Bayi Baru Lahir a. e. Bayi sebaiknya dalam keadaan telanjang di bawah lampu terang sehingga bayi tidak mudah kehilangan panas atau lepaskan pakaian hanya pada daerah yang di periksa. b. pakai sarung tangan . Prinsip Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir a. Untuk mengenal dan menemukan kelainan yang perlu mendapat tindakan segera. Jelaskan prosedur pada orang tua dan minta persetujuan tindakan . Periksa apakah bayi dalam keadaan hangat. Untuk menentukan status kesehatan klien b. Pengkajian segera BBL 1) Penilaian Nilai kondisi bayi : • APAKAH BAYI MENANGIS KUAT/BERNAFAS TANPA KESULITAN ? . Cuci dan keringkan tangan. Pada Pengkajian ini dapat ditemukan indikasi tentang seberapa baik bayi melakukan penyesuaian terhadap kehidupan di luar uterus dan bantuan apa yang diperlukan. pegang tangan bayi di atas dadanya atau lainnya. Untuk menentukan data objektif dari riwayat kesehatan klien. antara lain : a. Sebelum melakukan pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir ada beberapa hal yang perlu di perhatikan. c. dan dapat ditunda apabila suhu tubuh bayi rendah atau bayi tampak tidak sehat.

2) Pemeriksaan tanda-tanda vital Suhu tubuh. sering terlihat tulang kepala tumpang tindih yang disebut moulding atau moulase. c) Pernafasan Pernafasan pada bayi baru lahir tidak teratur kedalaman. iramanya. Pemeriksaan fisik Langkah-langkah dalam pemeriksaan fisik pada bayi : 1) Pemeriksaan umum Pengukuran antropometri yaitu pengukuran lingkar kepala yang dalam keadaan normal berkisar 32-37 cm. pernafasan bayi baru lahir bervariasi dalam berespon terhadap lingkungan. panjang badan 45-53 cm. PUCAT/BIRU? b. 3) Pemeriksaan fisik secara sistematis (head to toe) Pemeriksaan fisik secara sistematis pada bayi baru lahir di mulai dari: a) Kepala Raba sepanjang garis sutura dan fontanel. berat badan bayi 2500-4000 gram. Sutura yang berjarak lebar mengidentifikasikan yang preterm.• • APAKAH BAYI BERGERAK DENGAN AKTIF/LEMAS? APAKAH WARNA KULIT BAYI MERAH MUDA. . Pada kelahiran spontan letak kepala. nadi. apakah ukuran dan tampilannya normal. a) Suhu bayi Suhu bayi dalam keadaan normal berkisar antara 36.50 C pada pengukuran diaxila. b) Nadi Denyut nadi bayi yang normal berkisar 120-140 kali permenit. moulding yang buruk atau hidrosefalus. Pernafasannya bervariasi dari 40 sampai 60 kali permenit. lingkar dada 34-36 cm.5-37. kecepatan.

Daun telinga yang letaknya rendah (low set ears) terdapat pada bayi yang mengalami sindrom tertentu (Pierre-robin). Apabila ditemukan epichantus melebar kemungkinan bayi mengalami sindrom down. Daun telinga harus berbentuk sempurna dengan lengkungan yang jelas dibagian atas. sefalhematoma. Reflek hisaf bayi harus bagus. Periksa adanya trauma seperti palpebra. kraniotabes dan sebagainya. Katarak congenital akan mudah terlihat yaitu pupil berwarna putih. Perhatikan adanya kulit tambahan atau aurikel hal ini dapat berhubungan dengan abnormalitas ginjal. .Fontanel anterior harus diraba. konjungtivitis oleh kuman gonokokus dapat menjadi panoftalmiadanmenyebabkan kebutaan. sedangkan yang terlalu kecil terjadi pada mikrosefali. Periksa adanya trauma kelahiran misalnya : caput suksedaneum. adanya secret pada mata. b) Telinga Periksa dan pastikan jumlah.bibir dipastikan tidak adanya sumbing dan langit-langit harus tertutup. c) Mata Periksa adanya strabismus yaitu koordinasi mata yang belum sempurna. Jika fontanel menonjol. bentuk dan posisinya pada bayi cukup bulan. dan berespon terhadap rangsangan. tulang rawan sudah matang. mikrosefali. Periksa adanya glaucoma congenital. Perhatikan letak daun telinga. sedangkan yang cekung dapat terjadi akibat dehidrasi. hal ini diakibatkanpeningkatan tekanan intakranial. perdarahan subaponeurotik /fraktur tulang tengkorak. perdarahan konjungtiva atau retina. Pupil harus tampak bulat. d) Hidung atau mulut Bibir bayi baru lahir harus kemerahan dan lidahnya harus rata dan simetris. fontanel yang besar dapat terjadi akibat prematuritas atau hidrosefalus. pada bayi cukup bulan lebarnya harus lebih 2. Terkadang ditemukan bentuk seperti lubang kunci (kolobama) yang dapat mengindikasikan adanya defek retina. mulanya akan tampak sebagai pembesaran kemudian sebagai kekeruhan pada kornea. Kaji benttuk dan lebar hidung. Perhatikan adanya kelainan congenital seperti :anensefali.5 cm.

jika melalui mulut harus diperhatikan kemungkinan adanya obstruksi jalan nafas karena atresia koana bilateral. Tarikan sternum atau interkostal pada saat bernafas perlu diperhatikan. kedua lengan harus bebas gerak. lengan dan tangan Gerakan normal. Jika terdapat keterbatasan pergerakan kemungkinan ada kelainan tulang leher. jika gerakan kurang kemungkinan adanya kerusakan neurologis atau fraktur. Leher berselaput berhubungan dengan abnormalitas kromosom. seperti trisomi 21. Periksa kesimetrisan gerakan dada saat bernafas. Telapak tangan harus dapat terbuka.lakukan perabaan untuk mengidentifikasi adanya pembengkakan. Periksa jumlah jari. Apabila tidak simetris kemungkinan bayi mengalami pneumotorik. Pergerakannya harus baik. Periksa adanya paronisia pada kuku yang dapat terinfeksi atau tercabut sehingga menimbulkan luka dn perdarahan. Periksa adanya pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis. f) Dada Kontur dan simetrisitas dada normalnya adalah bulat dan simetris. e) Leher Ukuran leher normalnya pendek dengan banyak lipatan tebal. Perhatikan adanya plidaktili atau sidaktili.pernafasan yang normal dinding dada dan abdomen bergerak secara bersamaan. fraktur tulang hidung atauensefalokel yang menonjol ke nasofaring.Bayi harus bernafas dengan hidung. Payudara baik pada laki-laki maupun perempuan terlihat membesar. Periksa kesimetrisannya. Periksa adanya trauma leher yang dapat menyebabkan kerusakan pada fleksus brakhialis. g) Bahu. . Adanya lipatan kulit yang berlebihan dibagian belakang leher menunjukan adanya kemungkinan trisomi 21. paresis diafragma atau hernia diafragmatika.karena pengaruh hormone wanita dari darah ibu. garis tangan yang hanya satu buah berkaitan dengan abnormalitas kromosom.

i) Kelamin Pada wanita labia minora dapat ditemukan adanya vrniks dan smegma (kelenjar kecil yang terletak dibawah prepusium mensekresi bahan yang seperti keju) pada lekukan. diduga pengaruh hormon ibu disebut juga psedomenstruasi. . Hipospadia untuk menjelaskan kondisi meatus berada dipermukaan ventral penis. perdarahan tali pusat. lesung atau bercak kecil berambut yang dapat menunjukan adanya abnormalitas medulla spinalis atau kolumna vertebrata. Kelemahan otot parsial atau komlet dapat menandakan trauma pada pleksus brakhialis. jika perut sangat cekung kemungkinan terdapat hernia diafragmatika. Meatus urinarius normalnya terletak pada ujung glands penis. k) Punggung dan Anus Periksa spina dengan cara menelungkupkan bayi. Pada bayi laki-laki rugae normalnya tampak pada skrotum dan kedua testis turun kedalam skrotum. penonjolan sekitar tali pusat pada saat menagis. Kaji adanya pembengkakan. normalnya terdapat umbai hymen. bengkok dan fleksi dengan baik. cari adanya tandatanda abnormalitas seperti spina bifida. j) Ekstermitas atas dan bawah Ekstermitas bagian atas normalnya fleksi dengan baik dengan gerakan yang simetris. Menstruasi palsu kadang ditemukan. Nadi femoralis dan pedis normalnya ada. Perut harus tampak bulat dan bergerak secara bersamaan dengan gerakan dada saat beernafas. pembengkakan atau cekungan. Refleks menggengam normalnya ada. omfalokel atau duktus omfaloentriskus persisten.splenomegali atau tumor lainnya. perut yang membuncit kemungkinan karena hepato. Klitoris normalnya menonjol. Ekstermitas bagian bawah normalnya pendek.h) Perut Bentuk. Epispadia adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kondisi meatus berada dipermukaan dorsal. Jika perut kembung kemungkinan adanya enterokolitis vesikalis. Nadi brakhialis normalnya ada. Labia mayora normalnya menutupi labia minora dan klitoris.

(Mitayani. yang menunjukan imaturitas neurologis. nomor identifikasi.2010:5-11) B. jumlah yang banyak terdapat pada bayi kurang bulan. Alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada bayi setiap bayi baru lahir dan harus tetap ditempatnya sampai waktu bayi dipulangkan. Perhatikan adanya lanugo. Pemberian Identitas Bayi a. bersin. Alat yang digunakan. Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi perlu di pasang segera pasca persalinan. (Saifudin. m) Refleks Refleks berkedip. 2002) . jenis kelamin. nama lengkap ibu e. Beberapa refleks lain normalnya ada waktu lahir. pembengkakan atau bercak-bercak hitam. nomor bayi. refleks-refleks tersebut akan hilang pada tahun pertama. unit. tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas d. tanggal lahir. di kamar bersalin dan di ruang rawat bayi c. b. Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia di tempat penerimaan pasien.l) Kulit Verniks ( tidak perlu dibersihkan karena untuk menjaga kehangatan tubuh bayi). dan muntah ada pada waktu lahir dan tetap tidak berubah samapai dewasa. nyonya). warna. dengan tepi yang halus tidak mudah melukai. Pada alat atau gelang identifikasi harus tercantum nama (bayi. Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama. tanda-tanda lahir. Tidak adanya refleks-refleks ini menandakan masalah neurologis yang serius. batuk. hendaknya kebal air. tanggal lahir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful