P. 1
Hukum Oktaf Newlands

Hukum Oktaf Newlands

|Views: 265|Likes:
Published by Witi Ekasari

More info:

Published by: Witi Ekasari on Sep 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2014

pdf

text

original

Hukum Oktaf Newlands J.

Newlands merupakan orang pertama yang mengelompokan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif. Newlands mengumumkan penemuanya yang di sebut hukum oktaf. Ia menyatakan bahwa sifat-sifat unsur berubah secara teratur.. Unsur pertama mirip dengan unsur kedelapan, unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya. Daftar unsur yang disusun oleh Newlands berdasarkan hukum oktaf diberikan pada tabel 1.1 Di sebut hokum Oktaf karena beliau mendapati bahwa sifat-sifat yang sama berulang pada setiap unsure ke delapan dalam susunan selanjutnya dan pola ini menyurapi oktaf music. Tabel 1.1 Daftar oktaf Newlands 1. H 8. F 2. Li 9. Na 3. Be 10. M G 17. Ca 4. B 11. A l 18. T i 25. Y 5. C 12. S i 19. C r 26. ln 6. N 13. P 7. O 14. S

15. Cl

16. K

20. Mn

21. Fe

22. Co &Nl 29. Br

23. Cu

24. Zn

27. As

28. Se

30. Cu

31. Sr

32. S r

33. Z r

34. Bi & Mo

35. Po &

Hukum oktaf newlands ternyata hanya berlaku untuk unsur-unsur ringan. Jika diteruskan, teryata kemiripan sifat terlalu dipaksakan. Misalnya, Ti mempunya sifat yang cukup berbeda dengan Al maupun B. Kelemahan dari teori ini adalah dalam kenyataanya mesih di ketemukan beberapa oktaf yang isinya lebih dari delapan unsur. Dan penggolonganya ini tidak cocok untuk unsur yang massa atomnya sangat besar.

jika unsurunsur disusunmenurut kenaikan massa atom relatifnya. berdasarkan pengamata terhadap 63 unsur yang sudah dikenal ketika itu. elektron. Artinya.5 menjadi 9. dan . Kini atom di yakini terdiri atas tiga jenis partikeldasar yaitu proton. Perkiraan tersebut didasarkan pada sifat unsurlain yang sudah dikenal. yaitu lajur unsurunsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Sistem periodik Mendeleev Pada tahun 1869 seorang sarjana asal rusia bernama Dmitri Ivanovich mendeleev. selain itu Be. hal ini dikarenakan unsur yang mempunyai kemirpan sifat diletakkan dalam satu golongan. U dari 120 menjadi 240 . Moseley Pada awal abad 20. Mendeleev meramalkan dari sifat unsur yang belum di kenal itu. 5. yang oleh Mendeleev dinamai ekasilikon. Lajur-lajur horizontal. Mendelev menempatkan Ti (Ar = 48 ) pada golongan IV dan membiarkan golongan III kosong karena Ti lebih mirip dengan C dan Si. yang letaknya berdampingan baik secara mendatar maupun secara tegak. Mendeleev menempatkan unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal yang disebut golongan. Sebelumnya massa atom In = 76 menjadi 113. menyimpulkan bahwa sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Salah satu contoh adalah germanium ( Ge ) yang ditemukan pada tahun 1886. Sebagai contoh. Para ahli menemukan bahwa atom bukanlah suatu partikel yang tak terbagi melainkan terdiri dari partikel yang lebih kecil yang di sebut partikel dasar atau partikel subatom. maka sifat tertentu akan berulang secara periodik. selain itu kelebihannya adalah peramalan unsur baru yakni meramalkan unsur beseerta sifat-sifatnya. pengetahuan kita terhadap atom mengalami perkembangan yang sangat mendasar. Kelemahan dari teori ini adalah masih terdapat unsur-unsur yang massanya lebih besar letaknya di depan unsur yang massanya lebih kecil.4. dari pada dengan B dan Al. Sebelumnya massa atom. disebut priode daftar periodik Mendeleev yang dipublikasikan tahun 1872. Hal itu dilakukan untuk menetapkan kemiripan sifat dalam golongan. Co : Telurium (te) = 128 di kiriIodin (I)= 127. Sebagaimana dapat dilihat pada gambar di atas. Sistem Periodik Modern dari Henry G. Mendeleev mengkosongkan beberapa tempat. teryata sifatnya sangat sesuai dengan ramalan mendeleev. dari 13. Ketika unsur yang diramalkan itu ditemukan. Kelemahan dari teori ini adalah pemebetulan massa atom.

yaitu unsur-unsur antanida dan aktinida. Dengan cara ini maka unsur transisi terletak pada golongan 3 sampai golongan 12. artinya setiap unsur mempunyai jumlah proton tertentu yang berbeda dari unsur lainya. Pengelompokan unsur-unsur sisitem periodik modern merupakan penyempurnaan hukum periodik Mendeleev. Sistem periodik modern disusun berdasarkan kebaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Pada periode 6 dan 7 terdapat masing-masing 14 unsur yang disebut unsur-unsur transisi dalam. yang disebut golongan. Sistem periodik modern terdriri atas 7 periode dan 8 golongan. Penempatan unsurunsur tersebut di bagian bawah tabel periodik adalah untuk alasan teknis. diperolehkesimpulan bahwasifat dasar atom bukan didasari oleh massa atom relative. . Golongan-golongan juga dapat ditandai dengn bilangan 1 sampai dengan 18 secara berurutan dari kiri ke kanan. Kenaikan jumlah proton ini mencerminkan kenaikan nonor atom unsur tersebut. seorang kimiawan inggris bernama Henry Moseley melakukan eksperimen pengukuran panjang gelombang unsur menggunakan sinar-X. yang disebut periode disusun berdasarkan kenaikan nomor atom . tetapi memiliki jumlah proton sama atau disebut isotop. Lajur-lajur horizontal. Jumlah proton merupakan sifat khas dari unsur. Ha tersebut diakibatkan adanya unsur-unsur yang memiliki massa atom berbeda. sedangkan golongan B disebut golongan transisi. sedangkan lajur-lajur vertikal. Unsur-unsur lantanida pada periode 6 golongan IIIB. sehingga daftr tidak terlalu panjang. Unsur-unsur transisi dalam semua termasuk golongan IIIB. pada 1913. melainkan berdasarkan kenaikan jumlah proton. dan unsur-unsur aktinida pada periode 7 golongan IIIB. disusun berdasarkan kemiripan sifat.neuron. Setiap golongan dibagi lagi menjadi 8 golongan A( IA-VIIIA ) dan 8 golongan B (IB – VIIIB). Berdasarkan hasil eksperimenya tersebut. Unsur-unsur golongan A disebut golongan utama. yang di sebut juga sistem periodik bentuk panjang. Jumlah proton dalam satu atom ini disebut nomor atom.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->