Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (Ctl) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ips Siswa Kelas v.a Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS

V.A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN KOTA PEKANBARU

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

OLEH:

DARMITA NIM. 1005187011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012

ABSTRAK

Darmita. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Riau. Kata Kunci: Model CTL, Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Model pembelajaran CTL merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran, yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata. Sehingga dengan penerapan model ini siswa lebih berperan dari pada guru dalam pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Penerapan Model Pembelajaran CTL Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Pada Materi Pokok Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V.A SDN 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 40 orang siswa. Hal demikian dapat diketahui dari: Peningkatan aktivitas belajar siswa dari setiap pertemuan adalah sebesar 72,34, dengan kategori “baik”; Peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran dari setiap pertemuan adalah sebesar 77,50, dengan kategori “baik”. Peningkatan hasil belajar siswa secara individu dari setiap pertemuan adalah adalah sebesar 77,92 dengan kategori “sangat baik”; dan Peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal dari setiap pertemuan adalah sebesar 80,83% dengan kategori “amat baik”. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dan dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012.

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang memberikan taufik dan hidayah-Nya serta nikmat yang tak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”. Selanjutnya shalawat serta salam tidak lupa penulis sampaikan kepada junjungan alam yakni Nabi besar Muhammad SAW, yang merupakan seorang pejuang sejati yang telah membawa ummatnya dari kehidupan yang penuh kebodohan sampai kepada kehidupan yang penuh dengan ilmu penngetahuan dan akhlak mulia sebagaimana kta rasakan sekarang. Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran IPS di sekolah dasar yang dapat mengembangkan hakikat pembelajaran IPS yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk menyelesaikan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ashaluddin Jali, MS, selaku Rektor Universitas Riau. 2. Bapak Dr. H. M. Nur Mustafa, M. Pd selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau 3. Bapak Drs. Lazim. N. M.Pd, selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau.

dan Bapak Drs. S. 7. Farhan Sakido).Pd. Bapak Drs. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. selaku Pembimbing I. Suami tercinta (Achmad Yusuf) dan Anak-Anak tercinta (Ridza Fitria Akhdar. Damanhuri Daud. yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Zulkifli. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. 6. 1005187011 . amin. Juli 2012 Penulis DARMITA NIM. untuk itu kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan sangat penulis harapkan. Ayahanda Bakri dan Teso Sakido . Pekanbaru. Yang berbahagia orang tua penulis. Ibunda Katiamah dan Juminem (Almarhumah). Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.4. Teman-teman seperjuangan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. 5. selaku Pembimbing II. serta Keluarga Besar penulis. S. Semoga ini dapat memberikan manfaat. H.Pd.

........ Manfaat Penelitian .............................. DAFTAR LAMPIRAN ........................................................ Instrumen Penelitian............................ Pengertian...... Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ........................... 4........................................... Komponen Pembelajaran CTL......................................................................... C.................. D..................................................................................................................... Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran CTL ... Setting Penelitian ............................ D......................................................... 1................. 2............. Pengertian................... 2.......................... Hasil Belajar ........ 3.............................................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK ............................................................................................................. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran CTL .................... C......................... 1......................................... METODOLOGI PENELITIAN A. B................... D.................................................... Teknik Pengumpulan Data ...... Prinsip-Prinsip Pembelajaran CTL ............................................................................................ Defenisi Operasional .................................................... KATA PENGANTAR ................................................ F. Indikator Hasil Belajar .............................. BAB I PENDAHULUAN A.................................................................................................................. Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran CTL dengan Hasil Belajar Siswa .................................................................................... KONSEP TEORI A............... Hipotesis Tindakan................ B...... G.......................... 5......... DAFTAR GAMBAR .... Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning .................................................................................................................. Tujuan Penelitian ........... E........ B................ Teknik Analisis Data i ii iv vi vii viii 1 4 5 5 6 BAB II 8 8 10 12 13 15 17 17 18 19 21 24 25 BAB III 26 26 26 27 29 30 ... Latar Belakang ............ Aktivitas Belajar Siswa .......... 4.................................................................................... Rencana Tindakan ... Variabel Penelitian ............................................ Rumusan Masalah ................................. E.......................................................... DAFTAR TABEL ....................... C................ DAFTAR ISI .................. 3............................................................................................................... Subjek Penelitian..

........................................................ B..... Pertemuan Pertama........ Saran-Saran .............. 4.......... KESIMPULAN DAN SARAN A................... Aktivitas Siswa .... Analisis Hasil Penelitian .... Hasil Tindakan .................................... Pertemuan Kedua ................................ 1.............. D................................................................. 1.................. 2............................................................... C............................. 1.........................................BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A..................................... 2........ 3...... Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran ... 3..................................... Pertemuan Kedua ............................................................................................... Ketuntasan Klasikal .............. 2................... Ulangan Harian Siklus II.......... 35 36 36 38 39 40 42 42 44 45 46 47 47 49 51 54 54 56 57 59 BAB V 61 63 64 DAFTAR PUSTAKA ......................... Aktivitas Siswa .......... 2....... Ketuntasan Individu ................................... Refleksi Siklus I ....................................................... E.............................................................. B...................................... Pelaksanaan Tindakan Siklus I............................................. Pertemuan Pertama................ 3............................. 3...................................... Hasil Belajar Siswa .... 1... Refleksi Siklus II .......... 4..................................... Pelaksanaan Tindakan Siklus II ............................................................... Aktivitas Guru ............................ 4.................................. Kesimpulan ....................... Pembahasan Hasil Penelitian .................................................... Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I ............ LAMPIRAN-LAMPIRAN ...

............. Aktivitas Belajar Siswa .....4 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran .... Perbandingan Ketuntasan Individu ..........................1 Gambar 4.............................. Perbandingan Ketuntasan Klasikal ..............................DAFTAR GAMBAR Gambar 4..........2 Gambar 4...................3 Gambar 4..... 55 58 58 59 ......................

.... Ketuntasan Hasil Belajar Siswa ....A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada 33 33 Siklus I dan II .1 Aktivitas Guru Dan Siswa ....................................................A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ...................................................DAFTAR TABEL Tabel III..A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ...........................2 Tabel 4..................4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V.. Tabel 4... Tabel 4... Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V..............................3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V.....1 Tabel III................... 48 49 51 53 .......................................2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran CTL Pada Siklus I dan II.......... Tabel 4..........

...............DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V Jadwal Penelitian........... Lampiran VIII Soal Ulangan Harian ............................... Lampiran VI Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa Dan Lembar Observasi Aktivitas Siswa Dengan 87 98 111 119 121 80 66 67 68 76 Menggunakan Model CTL ........................................ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)..................................................................................................... 126 .......................................... Dokumentasi Pelaksanaan Penerapan Model Pembelajaran CTL ............................... Lampiran VII Kisi-Kisi Soal .................. Lampiran IX Lampiran X Lampiran XI Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian ................................................................ Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Dan Lembar Observasi Aktivitas Guru Selama Proses Pembelajaran ................................................................................................... Skor Hasil Belajar Siswa....... Silabus .................................................................................... Lembar Kerja Siswa (LKS)................................

Hasil observasi sebelum penelitian dilakukan. Tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kepada siswa kelas V tingkat Sekolah Dasar (SD) yaitu memberikan pengajaran kepada peserta didik untuk menghargai besarnya peranan tokoh-tokoh perjuangan serta masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. bidang kajian ini memiliki pesan-pesan penting tentang kehidupan dan keberlangsungan umat manusia. Untuk itu. guru harus memilih dan menentukan model pembelajaran yang sesuai dan tepat agar setiap materi yang diajarkan mudah dipahami. pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sudah dikenalkan kepada peserta didik berada di tingkat Sekolah Dasar (SD).BAB I PENDAHULUAN A. Karena.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan. Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mengacu kepada ketentuan Sistem Pendidikan Nasional. maka peran guru sangat diharapkan. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang kajian yang diajarkan kepada peserta didik pada pendidikan formal yaitu sekolah. dan ketuntasan klasikal yaitu . sehingga peserta didik benar-benar mampu menguasai dan memahami dari setiap pembelajaran yang disampaikan. Oleh karena itu. diketahui hasil belajar IPS siswa Kelas V. Untuk ketuntasan individu yaitu 60. Dengan demikian. Agar tujuan pembelajaran tercapai. akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa tersebut.

Banyak siswa tidak dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Dari 40 orang siswa hanya 16 orang siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dengan persentase 40. Hasil observasi di Kelas V. Banyak siswa tidak terlibat dalam pembelajaran di kelas.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru terutama pada pembelajaran IPS. yaitu kehidupan sehari-hari. 5. Sebagian siswa merasa bosan dengan model pembelajaran yang diterapkan guru saat pembelajaran IPS berlangsung. 2. 3. Adapun nilai rata-rata hasil belajar siswa IPS adalah 56. Guru masih menggunakan model pembelajaran klasik dalam pembelajaran IPS yaitu model pembelajaran ceramah dan tanya jawab. Rendahnya tingkat penguasaan dan pemahaman siswa. Banyak siswa yang tidak dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru.70. ditemukan beberapa gelaja-gejala sebagai berikut. Sementara jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) berjumlah 24 orang siswa dengan persentase 60. yaitu: 1. dan kurang bersemangat untuk belajar. diketahui beberapa penyebab rendahnya hasil belajar siswa Kelas V. Dari observasi di atas. yaitu: 1.13%.00%.00%.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru khususnya pada pembelajaran IPS. Model pembelajaran ceramah masih menjadi pilihan dalam penyampaian materi. 4. . sehingga siswa cenderung bosan. hal ini terlihat dari sikap siswa yang kurang dalam memperhatikan pembelajaran yang disampaikan. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang tidak mengikuti arahan yang diberikan guru dalam pada saat pembelajaran berlangsung.

sehingga terbentuklah kesenjangan antara siswa yang pintar dan siswa yang kurang pintar. karena tanpa disadari dalam metode ini hanya memberikan kesempatan kepada siswa yang pintar dan aktif yang akan menjawab pertanyaan yang diberikan. dan memungkinkan hasil belajar siswa akan menurun. metode tanya jawab merupakan salah satu metode yang kurang efektif.Dengan demikian. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Tukiran. akan berdampak terhadap rendahnya kualitas pembelajaran siswa. 2011: 49). Berdasarkan beberapa penyebab dan gejala-gejala permasalahan di atas. . di antaranya dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Belum adanya guru di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Sedangkan. perlunya menemukan solusi alternatif sehingga siswa Kelas V. yang menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Karena penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) bertujuan agar siswa terlibat secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. 2.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru memperoleh hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang optimal.

menemukan (Inquiry).Setelah melakukan kajian sederhana. masyarakat belajar (Learning Comunity).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru?”. penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. yaitu kontruktivisme (Contructivism).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan pokok bahasan Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Perumusan Dasar Negara. siswa dapat memahami dan menghubungkan secara langsung antara materi pembelajaran dengan kondisi yang nyata yang ada di lingkungannya. Selanjutnya. dimana model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan salah satu dari model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) Dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V. bertanya (Questioning). Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas peneliti. Dari uraian di atas. B. . pemodelan (Modeling). Hal ini disebabkan adanya tujuh komponen yang harus ada dan diterapkan dalam model pembelajaran tersebut. maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Apakah Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. karena dalam model pembelajaran CTL ini keterlibatan siswa secara dan siswa lebih berperan aktif dari pada guru.

c.A SDN 183 Tampan Pekanbaru dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). D. Sebagai bahan informasi untuk meningkatkan profesionalisme guru kelas. 2. b. Meningkatkan kualitas kegiatan mengajar bagi guru kelas. Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. b. c. Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam belajar mengajar dengan yang berkelanjutan. Meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. Meningkatkan kualitas dan kuantitas proses belajar siswa kelas V. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V. Diharapkan dapat memanfaatkan model pembelajaran yang dapat diterapkan pada guru-guru lainnya .C. Guru a. Manfaat Penelitian Penelitian tindakan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk: 1.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Sekolah a. Siswa a. 3.

E. yaitu: Penerapan menurut kamus Bahasa Indonesia oleh Anwar (2001: 516) adalah pemasangan. Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran dalam belajar mengajar dengan pengajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang berkelanjutan. Adapun model pembelajaran menurut menurut Joyce dalam Trianto (2007: 5) adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku. pengenaan prihal.b. dan mempraktekan. . Sementara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) menurut Sanjaya (2009: 255) adalah Pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. c. komputer. film. kurikulum dan lain-lain. Sebagai landasan untuk dapat dijadikan kajian lebih lanjut dalam cakupan yang lebih luas. Defenisi Operasional Peneliti ingin menguraikan istilah-istilah yang ada pada judul skripsi ini dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam dalam menafsirkan judul.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut. Menurut Bloom dalam Poerwanto (2010: 43). sintesis. di antaranya ranah kognitif. analisis. pemahaman atau komprehensif. penerapan aplikasi. maka dapat diketahui dan dipahami bahwa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah. Adapun peningkatan hasil belajar yang dikaji dalam penelitian ini adalah hasil belajar dari aspek kognitif. Dari uraian defenisi konsep operasional di atas. secara garis besar membagi hasil belajar ke dalam tiga ranah. terutama hasil belajar IPS siswa Kelas V. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. . yakni pengetahuan hafalan. dan evaluasi. dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi.Hasil Belajar menurut Hamalik (2006: 51).

artinya guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya (Rusman. yakni: 1) Contextual Teaching and Learning menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. Adapaun model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya. Pengertian Model pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Rusman. mengemukakan tiga konsep yang harus dipahami. artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan . Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan. 2) Contextual Teaching and Learning mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata.BAB II LANDASAN TEORI A. Menurut Candra (2010:23). 2009:255). artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman langsung. 2010: 132). Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) 1. 2010: 133).

Dari asumsi dan karakteristik yang mendasarinya. Pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemberitahuan orang lain. masyarakat belajar. pengetahuan yang demikian akan mudah dilupakan dan tidak fungsional. b. 3) Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. inkuiri. permodelan. akan tetapi proses mengkonstruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. tidak akan menjadi pengetahuan yang bermakna. sehingga dengan pengetahuan yang . Belajar bukanlah menghafal. artinya Contextual Teaching and Learning bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. Oleh karena itulah. yakni kontruktivisme. Pengajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual. 2007:105). bertanya. yakni: a. maka terdapat beberapa hal yang harus dipahami tentang belajar dalam pembelajaran kontekstual (CTL). Belajar adalah proses pemecahan belajar bukan sekadar mengumpulkan fakta yang lepas-lepas. pengetahuan itu pada dasarnya merupakan organisasi dari semua yang dialami. dan penilaian nyata (Trianto. semankin banyak pengalaman maka akan semankin banyak pula pengetahuan yang mereka peroleh.kehidupan nyata.

yaitu: a. seperti pola piker. Semangkin pengetahuan seseorang luas dan mendalam. Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks. oleh karena itu pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak (real world learning) (Sanjaya. Belajar secara kintekstual adalah belajar begaiman anak menghadap setiap persoalan. 2. pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. c. e. kemampuan memecahkan persoalan termasuk penampilan atau performance seseorang. . Prinsip-Prinsip Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Rusman (2010: 193-197). pola bertindak. oleh karena itu belajar tidak dapat sekaligus akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa. maka akan emangkin dalam berfikir. Kontruktivisme (contructivism) Prinsip pembelajaran ini merupakan landasan and berpikir (filosofi) yaitu dalam bahwa Contextual Teaching Learning. 2009:256). terdapat tujuh prinsip pembelajaran Contextual Teaching and Learning. d.dimiliki akan berpengaruh terhada pola-pola perilaku manusia. Belajar pada hakikatnya adalah menangkap pengetahuan dari kenyataan.

dan membantu mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh para guru dalam pembelajaran. Oleh karena itu. melalui upaya menemukan akan memberikan penegasan bahwa pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan-kemampuan lain yang diperluas bukan merupakan hasil dari mengingat seperangkat fakta-fakta. Seperti yang disarankan dalam Learning Community. . bertanya merupakan strategi utama dalam Contextual Teaching and Learning. Permodelan (Modelling) permodelan (Modelling) merupakan salah satu prinsip dalam pembelajaran Contextual Teaching and Learning. agar siswa bisa memenuhi harapan siswa secara menyeluruh. d. c. bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain melalui berbagai pengalaman (sharing). Masyarakat Belajar (Learning Community) Adapun maksud dari masyarakat belajar (Learning Community) adalah membiasakan siswa untuk melakukan kerjasama dan memanfaatkan sumber belajar dari teman-teman belajarnya. tetapi merupakan hasil merumuskan sendiri. e. Karena pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang selalu dimulai dari bertanya. Menemukan (Inquiry) Prinsip menemukan (inquiry) merupakan prinsip inti dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Tahap permodelan dapat dijadikan alternatif untuk mengembangkan pembelajaran. Bertanya (Questioning) Unsur lain yang menjadi karakteristik utama Contextual Teaching and Learning adalah kemampuan dan kebiasaan untuk bertanya.b.

Mengadakan kolaborasi (collaborating) e. Komponen Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Elain dalam Rusman (2010: 192). dan melakukan diskusi dengan dirinya sendiri (learning to be). Melakukan proses belajar yang diatur sendiri (self regulated learning) d. Pada saat refleksi. Menggunakan asesmen autentik (using authentic assessment). Dengan kata lain. g. Memberikan layanan secara individual (natural the individual) g. Menjalin hubungan yang bermakna (making meaningful connections) b. 3. Tahap penilaian sebagai bagian dari integral dari pembelajaran memiliki fungsi yang amat menentukan untuk mendapatkan informasi kualitas proses dan hasil pembelajaran melalui penerapan Contextual Teaching and Learning. Mengupayakan pencapaian standar yang tinggi (reaching hight standards) h. menimbang. . Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking) f. refleksi adalah berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Penilaian Sebenarnya (Authentic Assessment) Prinsip terakhir dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah melakukan penilaian. membandingkan. komponen pembelajaran Contextual Teaching and Learning meliputi: a.f. siswa diberi kesempatan untuk mencerna. menghayati. Refleksi (Reflection) Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang terjadi atau baru saja dipelajari. Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berarti (doing significant work) c.

senada dengan beberapa langkah yang dikemukan Rusman (2010: 192). Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara (Trianto. maka dapat diasumsikan bahwa dengan terpenuhinya beberapa komponen di atas. 2007: 105). Kembangkan pemikiran bahwa anak belajar lebih bermakna dengan sendiri. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan pengetahuan baru. g. d. Lakukan refleksi diakhir pembelajaran. Hadirkan contoh dalam pembelajaran. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri (menemukan) untuk semua topik. e. maka model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan. f.Bila diperhatikan dari beberapa komponen dalam pelaksanaan Contextual Teaching and Learning. 4. Beberapa langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning yang dikemukan Trianto di atas. Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Secara garis besar langkah-langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning sebagai berikut: a. menemukan sendiri. . Ciptakan masyarakat belajar. b. c. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.

Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge). b. Mempraktekan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge). sehingga tampak perubahan perilaku siswa. artinya dengan cara menyusun konsep sementara (hipotesis). yaitu: a. Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif. artinya apa yang dipelajari tidak lepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. penulis memfokuskan pada langkah-langkah yang dirumuskan oleh Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh. karena langkah lebih fleksibel dan sistematis serta sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Dari beberapa langkah-langkah di atas. artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi. melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu konsep tersebut direvisi dan dikembangkan. kemudian memperhatikan detailnya. e. yang memiliki keterkaitan satu sama lain. terdapat lima langkahlangkah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. yaitu dengan mengaktifkan pengetahuan siswa (activating . c. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). Cara belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge).Menurut Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). d.

yaitu: 1) Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. yaitu sebuah pertanyaan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara kompetensi dasar. 5. melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. Kelebihan. Rumuskan dan lakukan sistem penilaian dengan memfokuskan pada kemampuan sebenarnya yang dimiliki oleh siswa baik pada saat berlangsungnya (proses) maupun setelah siswa tersebut selesai belajar. Selanjutnya. Hal ini sangat penting. agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sesuai yang diharapkan. sebab dengan dapat . dan indikator pencapaian hasil belajar b. Nyatakan keinginan utama pembelajaran. Uraikan secara terperinci media dan sumber pembelajaran yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang diharapkan d. Rumuskan skenario tahap demi tahap kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam melakukan proses pembelajarannya. materi pokok. mempraktekan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki siswa (applying knowledge). Rumuskan dengan jelas tujuan pembelajarannya c.knowledge). Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning a. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. memberikan pemahaman dan pengetahuan (understanding knowledge). menambah pengetahuan baru yang dimiliki siswa (acquiring knowledge). dan e. menurut Rusman (2010: 200). maka hendaklah: a.

b) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi.mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. b. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula. peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. Dengan demikian. Karena dalam metode CTL. bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional. sihingga tidak akan mudah dilupakan. . yaitu: a) Guru lebih intensif dalam membimbing. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”. dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. Kelemahan. 2) Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme.

(3) Sikap dan cita-cita (Sudjana. yaitu: Pertama. aspek kognitif. Pendapat ini sejalan dengan Muchtar Lutfzi yang mengatakan bahwa hasil belajar adalah “Tingkatan pengusaan bahan pelajaran oleh siswa. kedua. 2010: 22). meliputi perubahan- . meliputi tiga aspek. Hasil belajar ini sering dicerminkan sebagai nilai (hasil belajar) yang menentukan berhasil tidaknya siswa belajar.B. Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam belajar. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. 1984 : 325). Hasil belajar. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasan pengetahuan dan perkembangan keterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. Hasil Belajar 1. aspek efektif. 2002 : 9). pengetahuan. Menurut Kingsley yang dikutip oleh Sudjana hasil belajar dibagi dalam tiga macam. Pengertian Hasil belajar adalah kapasitas. Hasil belajar merupakan terminal dari proses pendidikan dan pengajaran. sikap dan nilai (Dimyati dan Mudjiono. (2) Pengetahuan dan pengertian. yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan. tingkat keterampilan yang diperoleh dari hasil tes yang dilakukan” (Luthfi. setelah belajar orang memiliki keterampilan.

. berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek. faktor fisik dan psikis. yakni penerimaan. sikap dan kebiasaan belajar. b. organisasi. perasaan dan kesadaran. aplikasi. sintesis. minat dan perhatian. meliputi kemampuan yang dimilikinya. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah. 2010: 25). ketekunan. motivasi belajar. dan ketiga. Faktor dari dalam diri siswa. penilaian. b. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. 2008: 197). 2. Ranah Afektif. dimana peningkatan hasil belajar siswa yang diteliti adalah dalam ranah kognitif. jawaban atau reaksi. yaitu berkenaan dengan hasil belajar intelektual. Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu : a. meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik (Drajat. aspek psikomotor. dan evaluasi. Ranah Kognitif. yakni pengetahuan atau ingatan. terutama kualitas pengajaran (Sudjana. dan internalisasi.perubahan dalam sikap mental. Dari pembagian hasil belajar di atas. dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi. Sementara Bloom dalam Sudjana (2010: 22-23). mengungkapkan ada tiga tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakan hasil belajar yaitu: a. sosial ekonomi. pemahaman. analisis.

. kondisi fisik dan psikis. 2010. dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor internal siswa antara lain kemampuan yang dimiliki siswa tentang materi yang akan disampaikan. 24-25). Faktor-faktor psikologis akan senantiasa memberikan landasan dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar secara optimal.Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor intern (dari dalam) diri siswa dan faktor ekstern (dari luar) siswa. Prinsip dasar yang perlu dilakukan dalam menyusun tes hasil belajar siswa. ada juga faktor lain yaitu motivasi. Indikator Hasil Belajar Menurut Isjoni Ishak. 3. Daya serap terhadap bahan pengajaran (materi) yang diajarkan mencapai hasil belajar atau prestasi belajar tinggi. yaitu: a. c. Mengukur sampel yang representtatif dari hasil belajar dan bahan pelajaran yang telah diajarkan. perhatian. kondisi sosial ekonomi. minat. ketekunan. Berkaitan dengan faktor dari dalam diri siswa. indikator keberhasilan sebagai patokan atau ukuran bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dianggap berhasil. kebiasaan belajar. sikap. Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-benar cocok untuk mengukur hasil belajar yang diingginkan sesuai dengan tujuan (Poerwanto. Kehadiran faktor psikologis dalam belajar akan memberikan andil yang cukup penting. sedangkan faktor eksternal antara lain strategi pembelajaran yang digunakan guru di dalam proses belajar mengajar. baik secara individual maupun secara klasikal atau kelompok. b. Tes tersebut hendaknya dapat mengukur secara jelas hasil belajar. apabila: a. selain faktor kemampuan. Dari beberapa pendapat para ahli di atas.

b. apabila seluruh bahan yang diajarkan itu dapat dikuasai oleh siswa. dan mencerna materi yang diajarkan pada tingkat ketuntasan belajar (Ishak. Terjadinya perubahan terhadap perilaku siswa. b. c.b. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. Kurang. Adapun indikator yang menjadi petunjuk suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah sebagai berikut: a. Baik (minimal). hasil belajar adalah kemampuankemampuan dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Menurut Djamarah (2006: 24). 2007: 31). Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil belajar. Perilaku yang menggariskan dalam tujuan pengajaran atau instruksional khusus telah dicapai oleh para siswa baik secara individual maupun kelompok. . Dari beberapa indikator di atas dapat dipahami bahwa ketika indikator di atas dimiliki siswa pada pelajaran matematika. membagi hasil belajar. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi. sehubungan dengan hal ini keberhasilan proses belajar mengajar itu dibagi atas beberapa tingkatan atau taraf. Selanjutnya Djamarah. sehingga terdapat motivasi untuk memahami. baik secara individual maupun secara kelompok. menguasai. apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari (60%) dikuasai siswa (Djamarah. yaitu: a. maka tujuan dalam pembelajaran tersebut dapat dikatakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan. (3) Sikap dan cita-cita. (2) Pengetahuan dan pengertian. 121). Istimewa (maksimal). d. apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya (60% sampai 75%) saja dikuasai siswa. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa baik secara individual maupun secara kelompok (Djamarah. Baik sekali (optimal). 2006: 120). Masalah yang dihadapi adalah sampai di tinggkat manakah hasil belajar yang telah dicapai. 2006. apabila sebagian besar (76% sampai 99%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dipahami siswa. c.

. Aktivitas Belajar Siswa Menurut Winkel (1991: 177). hakekat pelajar sebagai individu yang terlibat dalam proses belajar mengajar. membentuk perilaku. b. bermanfaat untuk mempelajari aspek lain. Proses didaktik dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancer. prosedur didaktik merupakan sarana yang memungkinkan kegiatan pengajaran dapat menimbulkan aktifitas bagi siswa dalam proses belajar. ada tiga komponen dalam aktifitas proses belajar mengajar. kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya. dan e. Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan diri terutama dalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya. yakni mencakup ranah kognitif. yakni kondisi tentang tujuan yang ingin dicapai oleh siswa dalam belajar. Hasil belajar yang diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif).Hasil belajar yang dicapai siswa menurut Sudjana (2010: 56). Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. komponen siswa dan materi pelajaran. ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik. d. seperti akan tahan lama diingat. dapat dicapai melalui proses belajar mengajar yang optimal yang dapat diketahui dari ciri-ciri sebagai berikut: a. 4. pengetahuan atau wawasan. c. keterampilan atau perilaku. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai. komponen media pengajaran. apabila kondisi yang terjadi di dalam kelas mempertimbangkan beberapa hal. artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya. yakni komponen prosedur didaktik. hakekat bahan ajaran yang akan dikembangakan kepada siswa yang belajar. Hal ini yang mendasar yang harus dilakukan guru dalam prosedur didaktik adalah.

Media pengajaran merupakan aspek penting dalam membantu guru menyampaikan bahan ajaran. Menekankan pada hasil yang diperoleh siswa. Tujuan instruksional khusus yang telah dirumuskan secara jelas. Dalam hubungan ini prosedur didaktik tidak terbatas hanya pada satu cara. Performance guru itu merupakan hal yang amat penting. Perilaku guru/performance guru dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. yakni: a. b. bahwa aktifitas guru dalam melakukan aktifitas/prosedur didaktik dalam proses belajar harus dapat mempertimbangkan beberapa aspek yakni. yang meliputi aspek perilaku dan aspek isi. Rochman (1991: 4).Aktivitas di atas. Komponen yang kedua dalam proses belajar mengajar adalah komponen media pengajaran. b. mengatakan bahwa performance guru dalam proses belajar mengajar dapat dibedakan menjadi dua hal. sehingga keanekaragaman perilaku siswa dalam belajar dapat diwujudkan secara konkrit. Menekankan pada segi proses interaksi guru siswa. disamping mempermudah siswa-siswa dalam menerima bahan ajaran. a. dikatakan bahwa media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. . melainkan diperlukan bermacam-macam prosedur didaktik. sejalan dengan pendapat Decorite dalam Winkel (1991:183-184). Keadaan siswa yang actual yang terjadi dalam kelas. Menurut Gagne dalam Arief (1986: 6). c.

Karena itu anak didik diberi kesempatan yang cukup untuk memilih berbagai alternatif dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Penting. adanya penyatuan antara aspek kognitif. Menurut Neil (1977: 5). Komponen yang ketiga dalam aktifitas belajar adalah komponen siswa dan materi pelajaran. Integrasi. melakukan percobaan. bertingkah laku. dalam mengantisipasi anak didik pada kegiatan kurikulum yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian guru yakni: a. membuat kekeliruan. Keberadaan siswa dalam proses belajar mengajar harus mampu mendorong aktualisasi dirinya dimana mereka diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan. yang dialami selama pertumbuhan itu berlangsung. anak didik diberi kesempatan untuk menyampaikan ide-ide.Sedangkan menurut Einkel (1991: 187) mengatakan bahwa media pengajaran adalah suatu sarana nonpersonal yang digunakan atau disediakan oleh tenaga pengajaran yang memegang peranan dalam proses belajar mengaran untuk mencapai tujuan instruksional. oleh karena kedua komponen tersebut secara langsung terlibat dalam konteks belajar yang pelaksanaannya dilakukan secara bersamaan. afektif dan aspek psikomotor. sesuai dengan wujud pendidikan (Neil. . Partisipasi. b. 1997: 3-4). Komponen siswa dan materi pelajaran merupakan aspek penting yang harus diperhatikan guru dalam proses belajar mengajar. diamati dan diperhatikan tingkat perkembangan.

apa yang dipelajari anak didik harus mengikuti minat dan keinginannya. Untuk terwujudnya apa yang dikemukakan Neil di atas. d. Isi kurikulum harus mencakup keterampilan. Anak didik harus didorong untuk belajar. dan tidak sekedar penerima pasif apa yang disampaikan guru.c. Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan Hasil Belajar Siswa Penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. berkat kegiatannya sendiri. b. c. Relevansi bahan ajaran harus sesuai dan relevan dengan kebutuhan dan kehidupan anak didik bai dari emosional maupun secara intelektual. dan bukan menurut keputusan para guru mengenai sesuatu yang dimilikinya. C. pengetahuan dan sikap. Pembelajaran Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. . mengatakan bahwa: a. maka kurikulum yang disusun untuk kegiatan belajar mengajar haruslah mencerminkan adanya relevansi antara kebutuhan anak didik dalam belajar dengan materi bahan yang disampaikan. Menurut Leister dan Ali dalam Nasution (1986 : 80-81). bahwa kegiatan dalam proses belajar mengajar dikelas harus mampu mengembangkan kehidupan sosial anak didik dalam suasana yang manusiawi. Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan keadaan perkembangan anak. Sejauh mungkin. Tujuan. dan d.

Hipotesis Tindakan Jika model pembelajaran Contextual Teaching and Learning diterapkan. maka dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V.Dari pengertian pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan hasil belajar dapat dilihat bahwa pembelajaran ini mendorong semua siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka akan berpengaruh pada hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang dicapai siswa yang ditandai dengan meningkatnya tes yang telah dilakukan pada siswa. D. .A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. dengan jumlah siswa 40 orang. . Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Tahun Ajaran 2011/2012. Adapun waktu penelitian ini direncanakan selama 6 bulan terhitung dari bulan Oktober 2011 hingga bulan Maret 2012. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (independent) dan dan variabel terikat (dependent). C. khususnya pada siswa Kelas V. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan variabel terikatnya adalah hasil belajar. terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan.A. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. B. Setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam penelitian ini adalah pada mata pelajaran IPS. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Pada pertemuan pertama dan kedua guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. dan pada pertemuan ketiga peneliti melakukan ulangan harian.

dan (4) Refleksi atau refleching. Menurut Kunandar (2011: 98-99) pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas meliputi: (1) Perencanaan atau planning. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 130) penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan. Rencana Tindakan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau action research. (2) Pelaksanaan atau acting. yaitu: . Untuk lebih jelasnya tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut ini: Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Gambar 1: Siklus Penelitian Tindakan Kelas Agar lebih mudah memahami tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas yang akan penulis lakukan dapat dilihat pada penjelasan berikut ini. (3) Pengamatan tindakan atau observasi. dan terjadi di dalam kelas.D.

c. Adapun yang akan dipersiapkan pada tahap perencanaan. Perencanaan Tahap perencanaan merupakan tahap awal yang harus dilaksanakan guru sebelum melakukan tindakan. Meminta kesediaan teman sejawat untuk menjadi observer dalam pelaksanaan pembelajaran. sehingga tindakan yang dilakukan menjadi lebih terarah. Menyiapkan format lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. hasil observasi dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Pelaksanaan program pembelajaran. .1. b. pengambilan atau pengumpulan data hasil belajar siswa. peneliti melakukan pengamatan terhadap perkembangan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar dengan mengisi lembaran observasi yang telah dibuat dengan dibantu oleh seorang observer. Refleksi Refleksi merupakan tahap akhir kegiatan observasi. 4. yaitu: a. Menyusun RPP berdasarkan pengembangan dari langkah-langkah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Observasi Selama proses pembelajaran berlangsung. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan dari perencanaan yang telah dibuat. 3. dengan cara mengumpulkan berbagai hasil yang diperoleh guna melihat dan menilai apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. 2.

E. Dengan kata lain. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat mempermudah penulis dalam memahami batasbatas materi dan langkah-langkah pembelajaran yang akan disampaikan. standar kompetensi. guru atau peneliti harus mempunyai rencana pembelajaran sebelum pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan. Silabus Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dan standar dari kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa dalam proses pembelajaran. Instrumen Penelitian Adapun instrumen dalam penelitian ini. Silabus memuat identifikasi mata pelajaran. materi pokok. penentuan berbagai indikator. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan suatu persiapan bagi guru atau penulis untuk melakukan pembelajaran. 2. kegiatan . materi. sebagai berikut: 1. kegiatan pembelajaran (model atau tipe pembelajaran yang digunakan). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun secara sistematis yang berisi tentang identitas sekolah. bentuk instrumen. penilaian. agar materi yang akan disampaikan dapat sesuai dengan tujuan pembelajaran. sumber dan bahan. kompetensi dasar. sehingga tidak penyimpangan materi yang disajikan. penentuan dan sumber/bahan/alat. perkiraan waktu yang dibutuhkan. Silabus yang dibuat dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perencanaan pembelajaran secara komprehensif untuk mencapai tujuan pembelajaran. penentuan pengalaman belajar.

sehingga pengaruh penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran IPS dapat dihitung dari rata-rata dan persentase hasil belajar siswa. kelas. latihan soal yang sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan. Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan dalam pembelajaran berisi nama. kegiatan inti. 3. nama kelompok. . hari dan tanggal pelaksanaan. Susunan sistematis tersebut. misalnya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). satu sama lain mempunyai ketergantungan dan langkah-langkah yang jelas dalam mencapai pembelajaran yang yang sesuai dengan indikator keberhasilan yang akan dicapai. prosedur pelaksanaan yang terdiri dari soal akan diselesaikan serta sumber bahan. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Penilaian hasil belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru diperoleh dari hasil pelaksanaan tes. pada pelaksanaan tindakan dalam setiap siklus kegiatan pembelajaran.awal. materi pokok. serta kegiatan akhir. Tes Menurut Kunandar (2011: 186) tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seseorang atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan dan tingkat perkembangan salah satu atau beberapa asfek psikologis didalam dirinya. F.

Aktivitas siswa.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. maka observasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah melakukan pengamatan terhadap segenap aktivitas belajar mengajar guru dan ssiwa kelas V. terdiri dari: 1) Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran . Berdasarkan pengertian tersebut. terdiri dari: 1) Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3) Guru meminta masing-masing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Guru meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Guru meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain b. Aktivias guru.2. yaitu: a. Observasi Kunandar (2011: 143) berpendapat bahwa observasi adalah kegiatan pengamatan (mengambil data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran.

Adapun empat alternatif pilihan dalam lembar observasi meliputi: . Aktivitas Guru dan Siswa Analisis aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar dengan di terapkannya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dibukukan dalam lembar observasi dengan rumus: NR JS x100% SM Keterangan: NR JS SM = Persentase rata-rata aktivitas guru/siswa = Jumlah skor aktivitas yang dilakukan = Skor Maksimal yang di dapat dari aktivitas guru dan siswa Untuk melihat aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran yang menggunakan 4 (empat) alternatif pilihan yang dapat di lihat pada lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Teknik Analisis Data 1.3) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain G.

2011: 115 Sementara dalam menentukan kategori hasil belajar siswa ditetapak lima kriteria atau kategori dari hasil belajar siswa.59% 0 . dkk. Bila aktivitas guru dan siswa baik d. 2011: 115 . Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.69% 40% .1 Aktivitas Guru Dan Siswa NO 1 2 3 Persentase (%) Interval 81% .100% 70% .80% 41% .100% 61% . Bila aktivitas guru dan siswa kurang baik c. dkk.2 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa NO 1 2 3 4 Persentase (%) Interval 80% .60% Sangat Baik Baik Cukup Kategori Kurang 4 Kurang dari 40% Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin.49% Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Kategori 5 Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin. maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Dari 4 alternatif di atas.79% 60% . maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3.a. Bila aktivitas guru dan siswa sangat tidak baik b. Bila aktivitas guru dan siswa sangat baik Dari 4 alternatif di atas.

maka siswa tersebut dinyatakan lulus. dimana KKM untuk individu adalah 60 dan untuk klasikal adalah 70%. Ketuntasan Individu: PK SP x100% SM Keterangan: K = Persentase ketuntasan individu SP = Skor yang diperoleh siswa SM = Skor maksimum b. Dari standar KKM tersebut dapat dipahami bahwa bila siswa mencapai nilai rata-rata 60. maka siswa dinyatakan belum lulus atau berhasil. Ketuntasan Klasikal: PK ST x100% N Keterangan: K = Ketuntasan klasikal N = Jumlah siswa yang tuntas belajar ST = Jumlah Siswa seluruhnya Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran.2. Hasil Belajar Analisis yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kelas V. .A melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). dapat dilihat melalui Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan oleh Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. bila nilai rata-rata yang diperoleh siswa di bawah nilai rata-rata 60. begitu sebaliknya. dengan menggunakan dua rumus sebagai berikut: a.

peneliti dibantu observer.A Tahun Ajaran 2011/2012 pada semester II yang dilaksanakan mulai pada bulan Maret hingga April dari tanggal 13 Maret sampai tanggal 11 April 2012 dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) pada materi pokok perjuangan mempertahankan kemerdekaan. III.4).1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk empat kali pertemuan (lampiran III. Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru kelas V.2. Tahapan Perencanaan Pada tahapan ini.4). Lembar Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa dan Lembar Observasi Siswa untuk empat . III. Selama tindakan dilakukan di kelas. IV.3. IV. IV.3. berupa Jadwal Penelitian (lampiran I). dengan tujuan untuk membantu mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung.1. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. penelti telah merancang berbagai perangkat penelitian dan istrumen yang dibutuhkan.BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A. dan siklus II juga dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian. 2. Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk empat kali pertemuan (lampiran IV. III. Silabus (lampiran II). terdiri dari siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian. Hasil Tindakan 1.2.

Pada tahapan ini telah ditetapkan dan ditentukan kelas yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran CTL. B. yang berjumlah 40 orang siswa.A Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Pertemuan Pertama (Selasa.4).1) dengan materi pembelajaran “Perjuangan mempertahankan kemerdekaan”. terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan.2. IX.1. yaitu kelas V.3.1.1. yang disebut sebagai kelas tindakan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dan Lembar Observasi Aktivitas Guru untuk empat kali pertemuan (lampiran VI. Pelaksanaan Tindakan Siklus I 1. dan skor dasar (lampiran X). Kisi-Kisi Soal Ulangan Harian Siklus dan siklus II (lampiran VII. sebagaimana dijelaskan dalam pelaksanaan tindakan berikutnya. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V pada semester . Soal ulangan harian siklus I dan II (lampiran VIII. V. VI. VI.2). Pertemuan ini siswa yang hadir berjumlah 40 orang siswa.4). VI. V.2.2). Kunci jawaban soal ulangan siklus I dan II (lampiran IX.kali pertemuan (lampiran V. V. yaitu RPP-1 (lampiran III. VII. 13 Maret 2012) Pertemuan pertama dalam siklus I dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2012 dengan alokasi waktu 70 menit.2). VIII.1.1. V. VI.3. Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah ditetapkan.

Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya. Pada saat mengamati. karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati.1). masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata.II. Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok .1) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh. Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan. kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen. Selanjutnya. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama. guru membagikan LKS (lampiran IV. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing. Dalam hal ini.1) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI.

masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain. Saat diskusi antar kelompok. masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya. sehingga diskusi berjalan dengan baik. 2. Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan. Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-2 (lampiran III. . 20 Maret 2012) Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2012 di kelas V. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa.belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. Pada proses pembelajaran berlangsung.2) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain. dengan alokasi waktu 70 menit. Dalam hal ini. Pertemuan Kedua (Selasa. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain.2) dengan materi pembelajaran “agresi militer Belanda terhadap Indonesia”. Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV.

guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I (Rabu. yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2012 dengan alokasi waktu selama 70 menit.2) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V.1). 21 Maret 2012) Setelah pertemuan pertama dan kedua dari siklus I selesai dilaksanakan. Pada pertemuan kedua ini. observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. peneliti/guru melakukan melakukan ulangan harian siklus I.2). Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan. dengan tingkatan soal yang bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII.Pada pertemuan kedua. Dalam hal ini. . baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV. sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru. Dalam ulangan haris siklus I.1). 3.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I.

sehingga pembelajaran tidak bersifat searah. terutama dalam mencari solusi dari kesulitan-kesulitan yang mereka temukan. Siswa baik secara individu maupun kelompok termotivasi untuk membahas kembali materi pembelajaran.Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus I. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua ditemukan kelebihan dan kelemahan. Selanjutnya. dapat diketahui hasil belajar siswa kelas V. Adapun kelebihan yang ditemukan dari pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua. adalah: a. guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima.A Sekolah Dasar Negeri 183 adalah mengalami peningkatan dan memperoleh hasil yang baik. yang hanya menerima penyampaian materi yang disampaikan guru saja. Setelah siswa selesai mengerjakan soal. Refleksi Siklus I Setelah dilakukan tindakan pada siklus pertama dengan pertemuan pertama dan kedua. Sebagian besar siswa mahu berdiskusi. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa. b. Siswa dalam belajar lebih aktif. guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. Peningkatan dari hasil belajar siswa diketahui dari ketuntasan secara individu yang dimiliki siswa dalam menjawab lembaran soal yang diberikan. c. 4. .

Penerapan model pembelajaran CTL. maupun dalam berdiskusi. yaitu: a. juga ditemukan adanya kelemahan-kelemahan guru dengan menggunakan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran. b.Adapun kelebihan atau keuntungan yang ditemukan dari guru setelah menggunakan model pembelajaran CTL yang terdapat pada siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua. Guru dengan mudah memberikan motivasi kepada siswa dibandingkan model pembelajaran yang telah dan selama ini digunakan c. Dalam hal ini guru akan memberikan solusi. Masih banyaknya siswa yang tidak mahu bekerjasama dalam kelompok baik dalam mencari informasi yang diamati dari lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran. guru merasa terbantu sehingga tujuan dan target pembelajaran dapat tercapai b. Sementara kekurangan. melainkan siswa sudah berusaha terlebih dahulu. Di samping berbagai kelemahan yang dialami siswa pada siklus I. Kurangnya kemampuan siswa dalam mencari informasi atau pengetahuan baru tentang hubungan lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran yang telah diamanahkan guru. adalah: a. Kesulitan belajar yang ditemukan siswa tidak terfokus pada guru untuk mencari dan menemukan solusinya. yaitu: . ketika siswa tidak dapat menemukannya baika secara individu maupun secara berkelompok setelah mereka melakukan diskusi. yang ditemukan dari pertemuan pertama dan kedua dari siklus I bagi siswa.

b. Memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa pada saat ditugaskan. karena pada saat mengajar. Memotivasi siswa agar mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing b. Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah . c. Kurangnya pemahaman dan penguasaan guru dalam menggunakan model pembelajaran CTL.a. sehingga ketika kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mencari informasi baru yang berhubungan dengan pembelajaran. guru belum sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL dan masih menggunakan model pembelajaran klasik. Dari berbagai sisi kelemahan di atas. Meminta siswa agar memanfaatkan waktu yang diberikan untuk menguasai pembelajaran. C. Pertemuan Pertama (Selasa. sebagian besar siswa tidak menemukan dan kebingungan. waktu yang tersedia tidak mencukupi dan kurang optimal digunakan. adalah: a. 02 April 2012) Pertemuan pertama pada siklus II dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 02 April 2012 dengan alokasi waktu 70 menit. Akhirnya. maka perencanaan yang dilakukan guru/peneliti untuk memperbaiki tindakan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran CTL pada siklus II. Jumlah siswa yang hadir pada pertemuan ini adalah 40 orang siswa. sehingga terlihat dari kurangya bimbingan dan arahan yang diberikan kepada siswa. Pelaksanaan Tindakan Siklus II 1. Guru belum terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL.

observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V.ditetapkan. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama.3) dengan materi pembelajaran “Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan”.A pada semester II.3). Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran.3) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok. Dalam hal ini. guru membagikan LKS (lampiran IV. . Pada saat mengamati. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima. kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen. Selanjutnya. masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata. yaitu RPP-3 (lampiran III. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V.3) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru. Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan. Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing.

Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh. masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain. Pertemuan Kedua (Selasa. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. sehingga diskusi berjalan dengan baik. Dalam hal ini. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. . dengan alokasi waktu 70 menit. 2. Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan. 10 April 2012) Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 10 April 2012 di kelas V. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain. Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-4 (lampiran III. Saat diskusi antar kelompok.4) dengan materi pembelajaran “Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan”. masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya. Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL.Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.

3. sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru. dengan alokasi waktu 70 menit. guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Dalam ulangan haris siklus I. dengan tingkatan soal yang . yang dilaksanakan pada tanggal 11 April 201. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV. baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. Dalam hal ini. Pada pertemuan kedua ini.4).4) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah.2).Pada proses pembelajaran berlangsung. peneliti/guru melakukan melakukan pertemuan ketiga yang merupakan ulangan harian siklus II. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Ulangan Harian Siklus II (Rabu.4) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. 11 April 2012) Setelah pertemuan pertema dan kedua dari siklus II selesai dilaksanakan. Pada pertemuan kedua. Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan. siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV.

bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan pada siklus II diketahui. baik guru maupu siswa sudah menerapkan model pembelajaran CTL dengan menjalankan langkah-langkah dari pembelajaran CTL tersebut. 4.2). serta ulangan harian. adalah: a. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus II. guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I. mengalami peningkatan. Refleksi Siklus II Tindakan yang dilakukan pada silus II melalui pertemuan pertama dan kedua. Selanjutnya. Dalam hal ini. Setelah siswa selesai mengerjakan soal. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. Siswa termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing . Adapun refleksi dari siklus II dapat dikategorikan baik. Pada siklus II aktivitas pembelajaran sudah berjalan lancar baik dari sisi guru maupun siswa. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa. Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V. guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. Hal ini terlihat dari pengamatan yang dilakukan observasi pada saat proses tindakan berlangsung.

sehingga guru bersama siswa mampu dan menerapkan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Adapun terlaksananya proses pembelajaran sehingga tercapainya tujuan dari pembelajaran dalam penelitian ini merupakan hasil dari kerja keras dan upaya guru dalam memberikan motivasi. Sehingga. Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Adapun observesi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tindakan yang dilakukan guru dari siklus I dan II pada saat proses pembelajaran berlangsung. 1. sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. Dengan demikian.b. Analisis Hasil Penelitian Hasil tindakan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa selam proses pembelajaran berlangsung dan ketuntasan hasil pembelajaran IPS siswa. Dalam melakukan observasi aktivitas guru . Siswa dapat memanfaatkan waktu seoptimal mungkin dalam menjalan setiap tugas yang diberikan guru. Siswa dapat menemukan berbagai informasi baru yang hubungannya dengan materi pembelajaran yang telah ditugaskan guru. bimbingan dan arahan kepada siswa. c. D. dari data hasil penelitian yang dilakukan dan merujuk kepada data-data yang telah dikumpulkan dari siklus I dan II dari masing-masing pertemuan. hasil belajar siswa kelas V.

II Siklus II Pert. Untuk mengetahui secara rinci hasil observasi tindakan yang dilakukan guru pada saat pembelajaran berlangsung dari siklus I dan II pada setiap pertemuan.00% 100.80 4. Hal ini juga mengalami peningkatan pada . Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”.1 Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V.00%.40 3.20 2. II Jumlah 11 12 19 20 Rata-Rata 2. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 95. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 11 dengan rata-rata 2. dan dapat dikategori “sangat baik”.00 Persentase 55. Selanjutnya.00% 60. dapat dilihat dari tebel berikut: Tabel 4.20 dengan persentase 55.00% 95. I Siklus II Pert. dari aktivitas guru juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 19 dengan rata-rata 3.dalam pembelajaran di kelas V.00%.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada Siklus I dan II No 1 2 3 4 Aktivitas Guru Siklus I Pert. I Siklus I Pert.00% Kategori Cukup Cukup Sangat Baik Sangat Baik Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan.40. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas guru pada siklus I pertemuan II sebesar 12 dengan rata-rata 2.00%. dan dapat dikategori “cukup”.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dibantu observer. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 60.80.

siklus II pertemuan II dengan jumlah 20 dengan rata-rata 4,00. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 100,00%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan persetasi dari tabel aktivitas guru dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat juga diketahui bahwa secara persentase (angka) selalu mengalami peningkatan dari siklus I dan II pada setiap pertemuan dan secara umum pada setiap pertemuan mengalami peningkatan. 2. Aktivitas Siswa Data aktivitas yang diperoleh selama pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siklus I dan II (lampiran VI.1, VI.2, VI.3, VI.4). Rata-rata persentasenya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning Pada Siklus I dan II Aktivitas Siswa Siklus I Pert. I Siklus I Pert. II Siklus II Pert. I Siklus II Pert. II

No 1 2 3 4

Jumlah 419 489 673 734

Rata-Rata 10,48 12,23 16,83 18,35

Persentase 52,38% 61,13% 84,13% 91,75%

Kategori Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru selama proses

pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 419 dengan rata-rata 10,48 dengan persentase 52,38%. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas siswa pada siklus I pertemuan II sebesar 489 dengan rata-rata 12,23. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 61,13%, dan dapat dikategori “baik”. Kemudian, dari aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 673 dengan rata-rata 16,83. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 84,13%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Hal ini juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan II dengan jumlah 734 dengan rata-rata 18,35. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 91,75%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan rata-rata aktivitas belajar siswa pada tabel di atas dapat dipahami bahwa aktivitas belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 56,75 dengan kategori “Kurang Baik”, mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 87,94 dengan kategori “Baik”. Adapun secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I dan siklus II sebesar 72,34.

3. Hasil Belajar Siswa Dari hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru, dapat dianalisis melalui ketuntasan

belajar siswa terdiri dari ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal, sebagai berikut: a. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Individu Ketuntasan belajar siswa secara individu setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru berdasarkan skor nilai ulangan harian pada siklus I dan II (lampiran X.1, X.2), yang dianalisis sebagai berikut: Tabel 4.3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II No 1 2 3 Pertemuan Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Rata-Rata Ketuntasan Individu 61,63 81,75 90,38 Kriteria Cukup Amat Baik Amat Baik

Berdasarkan tabel 4.3 di atas dapat diketahui ketuntasan hasil belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru secara individu pada siklus I dan II setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan dengan rata-rata 61,63, adapun hasil belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata 81,75, sementara hasil belajar siswa pada siklus II dengan rata-rata 90,38.

Berbagai kendala dalam pelaksanaan tindakan pada siklus I dijadikan refleksi pada siklus II. sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal Dari data hasil belajar siswa yang diperoleh melalui ulangan harian dari siklus I dan II pada siswa kelas V. dimana siswa harus lebih berperan aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL. sehingga dengan penggunaan model pembelajaran tersebut hasil belajar siswa kelas V. namun dari 40 orang siswa masih ditemukan adanya siswa yang belum memperoleh ketuntasan dalam belajar. peneliti dan juga selaku guru berupaya membiasakan dan mengoptimalkan diri dalam menggunakan model pembelajaran CTL. Beberapa kendala yang ditemukan pada sikus I.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching Learning. secara umum hasilnya sudah memuaskan. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa dengan penerapan model pembelajaran CTL dan tidak terbiasa dengan tugas yang diberikan guru dengan menggunakan LKS. b.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan dari siklus I dan II dan begitu seterusnya. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: .Jika diperhatikan dari persentase hasil belajar siswa secara individu pada tabel di atas. sehingga secara keseluruhan dari siswa mengalami ketuntasan dalam belajar.

sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. siswa yang mengalami ketuntasan secara klasikal berjumlah 23 orang (57.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dari sebelum dilaksanakan tindakan. Dalam hal ini diperlukan kerjasama siswa dalam kelompok belajar.00 - No 1 2 3 Pada tabel 4.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Jumlah Siswa 40 40 40 Ketuntasan Belajar Tuntas 23 34 40 % 57. hal ini dijadikan sebagai refleksi pada siklus II. siklus I dan siklus II.00%) yang tidak tuntas.4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V.50 15. Sebelum tindakan. adalah keseluruhan siswa kelas V. Kemudian setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I.50%).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru memperoleh ketuntasan hasil belajar baik secara individu maupun secara klasikal setelah menggunakan model pembelajaran CTL.50%). . dimana siswa yang tuntas berjumlah 34 orang (85.4 di atas dapat diketahui perbandingan ketuntasan secara klasikal dari hasil belajar siswa Kelas V.00%). namun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini. Dengan demikian. sementara hanya 6 orang siswa (15.00 Tidak Tuntas 17 6 % 42. sehingga kesulitan-kesulitan yang ditemukan pada saat pembelajaran berlangsung dapat dicari dan ditemukan solusi oleh mereka. sementara 17 orang siswa yang tidak tuntas (42.Tabel 4. persentase ketidaktuntasan secara klasikla pada siklus I sedikit.00 100.50 85. Meskipun.

Karena model pembelajaran CTL merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif secara individu maupun kelompok. E. Adapun persentase ketuntasan siswa secara klasikal. dan hasil baik belajar siswa. . maka setelah data-data yang dibutuhkan terkumpul. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan teknik analisis pengumpulan data penelitian pada bab III. Dalam hal ini yang diperhatikan adalah guru memberikan motivasi kepada siswa serta membimbing siswa untuk berperan aktif dalam mengikuti dan melaksanakan setiap langkah dari model pembelajaran CTL. aktivitas guru dalam mennggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning.00%) mengalami ketuntasan. Sehingga. baik secara individu maupun secara klasikal.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan secara klasikal. yaitu data tentang aktivitas belajar siswa. Untuk lebih jelas dapat diketahui dari uraian berikut: 1. guru berupaya semaksimal mungkin menerapkan berbagai langkah-langkah yang ada dalam model pembelajaran CTL tersebut.Pada siklus II ketuntasan belajar siswa kelas V. pada siklus II dari 40 orang siswa keseluruhannya (100. selanjutnya dianalisis berdasarkan klasifikasi data. karena guru dan siswa secara optimal dan benar-benar memahami dan menjalankan setiap langkah-langkah dari model pembelajaran CTL tersebut. Aktivitas Guru Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL.

II Pert.00 Pert. I Pert. Pada siklus I pertemuan pertama 50.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.00 100.00% dan pertemuan kedua 100.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dapat dilihat pada diagram berikut: Gambar 4.50%.00 20. Secara keseluruhan dari aktivitas guru dalam pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 77.1 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran 95. Sehingga motivasi dan bimbingan yang diberikan guru sangat membantu kelancaran dari aktivitas pembelajaran itu sendiri. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 95. sementara peningkatan pada siklus II sebesar 97.00%.00 80.00 60. dengan kategori “baik”.00 60.50%. Selanjutnya.00 40. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 57. untuk mengetahui aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.50%. .00 100. Dari persentase peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II. IV 55. III Pert.00 Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas guru dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.Dengan menerapkan model pembelajaran CTL sangat membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.00% dan meningkat pada pertemuan kedua 60.00%.

Aktivitas Siswa Aktivitas siswa yang diteliti dan dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL.38 61.13 91.00 80. III Pert. secara umum mengalami peningkatan dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II.00 Pert. dimana memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sendiri secara kelompok dalam menghubungkan antara materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar atau kehidupan nyata. IV 84.00 20.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru setelah menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 4.2.00 60. Hal ini merupakan di antara tujuan dari penerapan model pembelajaran CTL itu sendiri. II Pert. Berdasarkan data-data yang diperoleh.00 40.13 52.2 Aktivitas Belajar Siswa 100. Adapun peningkatan aktivitas belajar siswa kelas V. I Pert. Dalam hal ini siswa lebih berperan aktif dari pada guru dalam pembelajaran.75 .

75%.13%.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. bila siswa yang memperoleh nilai ulangan harian memperoleh skor di bawah 60. Pada siklus I pertemuan pertama 52. Dengan demikian.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran CTL.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami ketuntasan dalam belajar IPS secara individu. .37%. Ketuntasan Individu Ketuntasan suatu tindakan terhadap hasil belajar siswa. dalam menentukan siswa yang mengalami ketuntasan hasil belajar secara individu dapat dilihat dari standar KKM yang telah ditetapkan. begitu juga halnya dengan ketuntasan siswa kelas V. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 84. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 56.38% dan meningkat pada pertemuan kedua 61.Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas belajar siswa dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V. sementara pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 87. maka siswa tidak tuntas. ketika memenuhi standar KKM 60. maka dapat dilihat dari ketuntasan yang diperoleh siswa secara individu.94%. Secara umum peningkatan dari aktivitas belajar siswa sebesar 72. 3.13% dan pertemuan kedua 91. Di samping itu. Sebagaimana telah dijelaskan pada bab III siswa kelas V. Dari persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II. dengan kategori “baik”.75%.

sementara rata-rata siswa juga mengalami peningkatan pada siklus II.75. pada siklus I dan siklus II.38 Dari tabel di atas. . Berdasarkan ratarata hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan. diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada saat sebelum dilaksanakan tindakan sebesar 61. rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81.63. Untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dapat dilihat dari diagram berikut: Tabel 4.75 61.63 90.3 Perbandingan Ketuntasan Individu 100 80 60 40 20 0 Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II 81. dimana rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan dari setiap ulangan yang dilakukan (pada siklus I dan siklus II). dapat diketahui bahwa secara umum rata-rata peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dalam penelitian ini adalah sebesar 77.38.92 dengan kategori “Baik”.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada siklus I dan II. sebesar 90.Berdasarkan hasil ulangan harian siswa kelas V.

meningkat pada siklus I sebesar 85.50%.00 60. Sementara persentase hasil belajar siswa yang tidak tuntas sebelum tindakan adalah 42.00 dan juga mengalami . Ketuntasan Klasikal Untuk mengetahui ketuntasan klasikal dari hasil belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.00%.00 Tuntas Sebelum Tindakan Siklus I Tidak Tuntas Siklus II 85. dimana persentase siswa yang tuntas sebesar 57.00 40.00 100.50 42.00 0 Dari diagram di atas dapat diketahui persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dari sebelum tindakan.00 80.50%. mengalami penurunan pada siklus I menjadi 15.00 57.4 Perbandingan Ketuntasan Klasikal 100.00 20. Hasil belajar siswa sebelum tindakan.50 15.00% dan juga meningkat pada siklus II sebesar 100.4. siklus I dan II pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada diagram berikut: Tabel 4.

Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa ketuntasan siswa dalam belajar. Berdasarkan persentase hasil belajar siswa secara klasikal dari diagram di atas.83% dengan kategori “amat baik”.penurunan pada siklus II menjadi 0. maka diketahui secara umum peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu sebesar 80. . karena dalam guru dan siswa secara optimal dalam menerapkan langkah-langkah dari Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning sehingga dengan penerapan secara optimal dari langkah-langkah Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning tersebut dapat disimpulkan bahwa meningkatnya hasil belajar siswa secara klasikal.00%.

00 dan 100. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama adalah 52. Simpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.00 dan 60. dengan kategori “baik”. Dengan demikian peningkatan aktivitas belajar siswa . Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dilihat perbandingan antara hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II baik secara individu maupun secara klasikal.50 dengan kategori “cukup”. Dengan demikian peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I adalah sebesar 57. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 77. Aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I pertemuan I adalah 55.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa Kelas V.50.75 pada pertemuan kedua.50 dengan kategori “sangat baik”.38 dan 61. Adapun rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II pertemuan pertama adalah 81.00 pada pertemuan II. pada siklus II adalah sebesar 97.00 pada pertemuan II. 1. Adapun persentase dari aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus II pertemuan I adalah 95. Jadi.13 pada pertemuan kedua.13 dan 91. 2.

dan siklus II dengan rata-rata sebesar 90. Jadi. Dari persentase hasil belajar siswa secara klasikal sehingga diketahui peningkatan hasil belajar siswa adalah sebesar 80. 3.00% dengan kategori “amat baik”.50% dengan kategori “kurang” meningkat pada siklus I menjadi 85. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu sebelum tindakan adalah 61. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan bila dibandingkan antara sebelum tindakan dan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan bila dibandingkan dari sebelum dilaksanakan tindakan hingga siklus I dan siklus II.75 dengan kategori “cukup”. 4. Adapun peningkatan hasil belajar siswa secara umum dari sebelum tindakan hingga dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II adalah sebesar 77.75 dengan kategori “amat baik”.63 dengan kategori “cukup”.94 dengan kategori “sangat baik”.00% dengan kategori “sangat baik”.38 dengan kategori “amat baik”. pada siklus II adalah sebesar 87. dengan kategori “baik”.92 dengan kategori “baik”. .34. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 72.pada siklus I adalah sebesar 56. dan meningkat pada siklus II menjadi 100. pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan adalah 57.83% dengan kategori “amat baik”.

guru hendaknya mempertimbangkan model pembelajaran yang akan diterapkan. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Sebelum menyajikan materi yang akan dibahas hendaknya guru memotivasi siswa terlebih dahulu agar siswa belajar dengan sungguhsungguh. 3. Guru hendaknya memperhatikan dan memahami setiap kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam kegiatan belajar mengajar. 4. Guru diharapkan berani menerapkan model-model pembelajaran yang bervariasi agar siswa tidak bosan dalam belajar dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan.B. . 2. Saran-Saran 1.

Bandung: Alfabeta. 2008. Lucio and Neil. New York: Holt. Ngalim. 2006. Suharsimi. Atmasuki. Yogyakarta: ANDI Ishak. Nasution. M Dan Briggs C. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Kiat-kiat mengarang dan menyunting. Rinehart and Winston. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa. Curriculum Planning for Better Teaching and Learning. Holt Richart & Winston. 1999. Darajat. Jakarta: PT. S. J. Jakarta: Rineka Cipta. 2006. Remaja Rosdakarya . Bandung: Alfabeta. 1992. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Glover. Cooperatif Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Jakarta: Rineka Cipta. Purwanto. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sudarwan. 2002. Suwarsih. Belajar dan Pembelajaran. Djamarah. Zakiah dkk. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Pedoman Penulisan. Hilda Taba. 1979. Jakarta: Grasindo. New York. 2006. 2005. Bandung: PT. Isjoni. 1962. Improving Learning. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. dkk. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Gagne R. Departemen Pendidikan Nasional. The Conditions of Learning.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. 2001. Law. I Made Wirartha. Padang: Citra Budaya. 2010. Menjadi Penelitian Kualitatif. Bumi Aksara. Madya. 1981. Jakarta : Rineka Cipta. 2006. 2007. Fakultas Ilmu Pendidikan UNRI. Danim. Jakarta: Depdikbud Dimyaiti dan Mudjiono. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Syaiful Bahri. Jakarta: Bumi Aksara. Teori dan pratik Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:Rineka Cipta. Pekanbaru: Cendikia Insani.

1996. Jakarta: Kencana. Pengembangan dan Pemanfaatannya. Rajawali. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 1988.Sadiman S. Depdikbud. Prinsip-prinsip dan Pengembangan Kurikulum. Pembelajaran Dalam Inplementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta. Sanjaya. Syaodih. . 2010. Jakarta. Media Pendidikan Pengertian. 2008. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. 1989. Nana. Sudjana. Bandung: PT. Arief dkk. ___________. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Wina. Remaja Rosda Karya. Nana.

11 April 2012 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus II . 02 April 2012 1-2 Jam 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus I Pertemuan Pertama Siklus II 5 Selasa. 20 Maret 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus I 3 4 Rabu.Lampiran: I Jadwal Penelitian Jam Pelajaran 1-2 Jam No Hari/ Tanggal Mata Pelajaran 1 Selasa. 21 Maret 2012 Selasa. 10 April 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus II 6 Rabu. 13 Maret 2012 Pertemuan Pertama Siklus I 2 Selasa.

Lampiran: II SILABUS Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kegiatan Pembelajaran  Melakukan Studi Pustaka  Berkelompok untuk mencari lembaga-lembaga bentukan Jepang dalam mempersiapkan mencapai kemerdekaan  Melakukan diskusi mengenai perlunya perumusan dasar Negara  Mengidentifikasi beberapa tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan  Menuliskan bagaimana menghargai jasa para pahlawan dilanjutkan dengan presentasi. M.Pd NIP. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru. Maret 2012 Peneliti Zulkifli.4. 1055187011 . Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahanka n kemerdekaan Materi pokok Pembelajaran Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Mengetahui. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. Indikator  Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan  Menghargai jasa para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Penilaian  Tes tertulis  Lisan  Diskusi Alokasi Waktu 8 x 35 Menit Sumber Belajar  Buku IPS Terpadu Untuk Sekolah Dasar Kelas V Penerbit Erlangga  Gambar para pejuang dan tokoh kemerdekaan Kompetensi Dasar 2.

Lampiran: III.1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-1) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Perjuangan mempertahankan kemerdekaan F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Kegiatan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

Ketiga: Penjelasan dan Solusi

Keempat: Pengambilan Tindakan

Kelima: Refleksi

 Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit

H. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir

: Apersepsi : Diskusi : Evalusi

Mengetahui, Kepala SDN 183 Tampan

Pekanbaru, 13 Maret 2012 Peneliti

Zulkifli, M.Pd NIP. 19570720 197612 1001

Darmita NIM. 1055187011

Lampiran: III.2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-2) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Agresi Militer Belanda terhadap Indonesia F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit

Langkah-Langkah

Waktu 50 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

20 Maret 2012 Peneliti Zulkifli. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I.Pd NIP. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru. M. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Mengetahui. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. 1055187011 .Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H.

Lampiran: III.3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-3) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V (Lima)/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit Langkah-Langkah Waktu 50 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi . Materi Pembelajaran Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan F. Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G.

Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. 19570720 197612 1001 Darmita NIM.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Refleksi : Apersepsi : Diskusi : Evaluasi Pekanbaru. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.Pd NIP. 1055187011 . 2 April 2012 Peneliti Mengetahui. M.

4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-4) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Materi Pembelajaran Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F. Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi . Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G.Lampiran: III.

19570720 197612 1001 Darmita NIM. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I.Pd NIP. 10 April 2012 Peneliti Mengetahui. M. 1055187011 . Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Pekanbaru.

..... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3. Soal NO 1 2 3 4 5 Tokoh Mempertahankan Kemerdekaan Pattimura Pangeran Diponegoro Pangeran Antasari Imam Bonjol Sultan Ageng Tirtayasa Daerah Asal Tokoh Maluku Yogyakarta Banjarmasin Sumatera Barat Banten ...... . Jepang........1 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II .. Kerjakan LKS ini secara individu 2.. dan Medan. Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda....... A... Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.............. Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah.. D..... Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia.... Ambarawa........ Meskipun demikian.....Lampiran: IV... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C.... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B..... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu....... Petunjuk 1..... Bandung.... seperti di Surabaya...... Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya.

. Meskipun demikian........ Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B. Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda. Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu............ Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah. Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia. Ambarawa.. Bandung.. Petunjuk 1....Lampiran: IV.. Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.. Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya...... Kerjakan LKS ini secara individu 2.. A... Jepang................ Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C...... ..... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3............ Soal NO 1 2 3 4 5 Jenis Peperangan/ Perlawanan yang Dilakukan Bangsa Indonesia Surabaya Ambara Bandung Lautan Api Medan Area Semarang Tanggal dan Tempat 27 – 29 Oktober 1945 26 Oktober 1945 23 Maret 1946 13 Oktober 1945 15 Oktober 1945 .... D.2 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II .............. seperti di Surabaya. dan Medan..

.... Kerjakan LKS ini secara individu 5.. Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu........... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan G.....Lampiran: IV........ E..... H...... Perundingan dilakukan untuk mencapai pengakuan kedaulatan Indonesia dan Belanda...... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas F...... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 6.........3 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ....................... ...... Petunjuk 4. Soal NO 1 Tanggal & Jenis Perundingan 10 Nopember 1946 Perjanjian Linggarjati 27 Oktober 1947 Perjanjian Renville Isi Perundingan dilaksanakan Belanda mengakui Republik Indonesia dilaksanakan Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam pembangunan negeri 2 ..... Teori Singkat Komisi PBB untuk Indonesia atau UNCI (United Nations Commision for Indonesia) berhasil mempertemukan Belanda dan Indonesia dalam meja perundingan...

....Lampiran: IV............4 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II . Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu. Petunjuk 1.......... Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya... Jepang.... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F...... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3. A.. Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda... Banyak tokoh yang berperan dalam mempertahankan kemerdekaan....... Hatta Bungtomo Jendral Soedirman Peran terhadap Mempertahankan Kemerdekaan Proklamator kemerdekaan Indonesia Memimpin delegasi Membangkitkan semangat juang rakyat dan pemuda Indonesia Banyak membantu perjuangan rakyat yang dikenal perjuangan gerilya . Meskipun demikian........ Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah.. Mohd..... Soekarno Drs..... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas E........... Mereka telah berjuang agar kemerdekaan tetap menjadi milik rakyat Indonesia....... Soal NO 1 2 3 4 Nama Tokoh Yang Berperan Mempertahankan Kemerdekaan Ir. Kerjakan LKS ini secara individu 2........ Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.. G. ....

Lampiran: V RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS GURU No 1 2 3 Kriteria Skala Deskriptor Guru meminta siswa Tidak meminta siswa bekerjasama 1 bekerjasama dengan anggota dengan anggota kelompok kelompoknya masing-masing Meminta siswa untuk bekerjasama 2 dengan anggota kelompok. 2 tetapi tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar. tetapi tidak membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 3 dengan anggota kelompok dan kurang membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 4 dengan anggota kelompok dan membimbing siswa Guru membimbing siswa Tidak membimbing siswa dalam 1 mengamati lingkungan sekitar mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan Membimbing siswa dalam materi pembelajaran mengamati lingkungan sekitar. 3 tetapi kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar 4 yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masing-masing Tidak meminta masing-masing kelompok belajar mencari kelompok belajar siswa mencari 1 informasi atau pengetahuan informasi atau pengetahuan baru baru dari materi pembelajaran dari materi pelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 2 informasi baru yang tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 3 informasi baru yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 4 informasi baru yang berhubungan dengan materi pembelajaran Aspek Penilaian .

No 4 Aspek Penilaian Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 2 3 4 5 Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 Kriteria Deskriptor Tidak meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok hanya menguasai konsep dari materi pembelajaran Kurang mengarahkan masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Tidak meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Mengarahkan masing-masing kelompok hanya membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing saja. tetapi tidak dengan kelompok belajar lain Mengarahkan dan kurang membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan dengan kelompok belajar lainnya Mengarahkan dan membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan juga dengan kelompok belajar lainnya .

S.Lampiran: V. Aktivitas Guru 2 3 √ Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 8 3 55. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.00% Cukup 11 Pekanbaru. 13 Maret 2012 Observer Titin Rositi.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. .Pd NIP.

Pd NIP. 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.Lampiran: V.00% Cukup 12 Pekanbaru. S. 20 Maret 2012 Observer Titin Rositi.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 6 60. .

3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa.Lampiran: V. 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja. . Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 3 95.00% Sangat Baik 16 19 Pekanbaru. S. 02 April 2012 Observer Titin Rositi.Pd NIP.

Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 20 100.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. S.00% Sangat Baik 20 Pekanbaru. . 10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.Pd NIP.Lampiran: V. 10 April 2012 Observer Titin Rositi.

5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR SIKLUS I DAN SIKLUS II No 1 Aktivitas Guru Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 2 II 3 III 4 IV 4 2 3 3 4 4 3 2 2 4 4 4 2 2 4 4 5 2 2 4 4 11 55.00% Sangat Baik Sangat Baik .00% 100.00% Cukup 19 20 95.00% Cukup 12 60.Lampiran: V.

Lampiran: VI RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS SISWA No 1 Aspek Penilaian Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Kriteria Skala 1 2 3 4 Deskriptor Siswa tidak mahu bekerjasama dengan anggota yang telah ditentukan guru Siswa kurang mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing. tetapi tidak secara kompak Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing secara kompak Siswa bersama anggota kelompoknya tidak melakukan aktivitas yang diberikan guru Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. tetapi tidak dapat mengambil pelajaran dari yang diamati Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran dan dapat menarik kesimpulan dari setiap yang diamati Siswa berdiam diri dan tidak melakukan tugas yang diberikan guru Siswa mencari informasi atau pengetahuan baru dengan sendirinya Siswa dengan anggota kelompoknya masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran. tetapi tidak mendapatkan informasi atau pengetahuan yang baru Siswa dengan anggota kelompok masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran dan menemukan informasi atau pengetahuan yang baru 2 Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 1 2 3 4 3 Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 1 2 3 4 .

tetapi tidak mahu mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain.No 4 Aspek Penilaian Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 Kriteria Deskriptor Siswa bersama anggota kelompoknya tidak mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa bersama anggota kelompoknya kurang mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. tidak bersama anggota kelompok Siswa bersama anggota kelompoknya mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok tidak mahu membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing. tetapi tidak mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain dan mampu menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain 2 3 4 5 Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 .

ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 3 2 2 1 2 Ket 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 3 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 1 1 3 3 2 2 2 1 3 2 2 1 3 2 1 3 2 2 3 2 .1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. AMIRUDDIN M. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5.Lampiran: VI. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.

Pd NIP.38 55.00 57. S.25 49.Pd NIP. M. 13 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. NUR FADLI M. 19570720 197612 1001 . Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. DWIFA SYUKRI FADLI M.50 Ket Pekanbaru. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . D QUEEN LAILA.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. Mengetahui. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 2 2 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 78 48.75 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 82 79 88 92 51. RYAN PRADANA M. 1055187011 Titin Rositi. TEDDY PRATAMA M.

D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. AMIRUDDIN M. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2.Lampiran: VI. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 1 2 2 3 3 3 2 2 3 4 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 3 2 2 3 2 3 2 1 1 3 3 3 2 1 2 Ket 1 2 3 2 2 3 1 3 1 3 2 4 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 2 2 3 3 3 2 4 1 3 2 3 1 3 2 1 3 2 2 3 2 . S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3.

1055187011 Titin Rositi. RYAN PRADANA M. Mengetahui. 19570720 197612 1001 . NUR FADLI M. DWIFA SYUKRI FADLI M.Pd NIP. M.50 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 99 94 103 101 61. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. S. D QUEEN LAILA.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 3 2 2 2 4 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 4 92 57.88 58. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . 20 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM.Pd NIP.38 63. TEDDY PRATAMA M.75 64.13 Ket Pekanbaru.

AMIRUDDIN M. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 3 2 4 2 2 3 3 3 4 3 3 4 2 2 3 4 4 4 2 3 3 Ket 1 2 3 3 3 4 2 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 2 . 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1.Lampiran: VI. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3.

Pd NIP. TEDDY PRATAMA M.13 Ket Pekanbaru.13 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 3 4 4 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 2 2 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 126 131 142 141 78. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M.Pd NIP.75 81.75 88. 02 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. M. S. D QUEEN LAILA. 1055187011 Titin Rositi. RYAN PRADANA M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 133 83. Mengetahui. NUR FADLI M.88 88. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. DWIFA SYUKRI FADLI M. 19570720 197612 1001 .

10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 Ket 1 3 4 3 3 4 3 4 2 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 .Lampiran: VI. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. AMIRUDDIN M.

TEDDY PRATAMA M. DWIFA SYUKRI FADLI M. 19570720 197612 1001 . ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . NUR FADLI M. Mengetahui. RYAN PRADANA M.42 20.56 Ket Pekanbaru.Pd NIP. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 141 19. D QUEEN LAILA.58 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 148 147 150 148 20.Pd NIP. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. 1055187011 Titin Rositi. 10 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. S.83 20. M.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M.56 20.

75% Sangat Baik .13% Baik 673 84.385% Cukup 489 61.5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I DAN SIKLUS II No Aktivitas Siswa Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 78 II 92 III 133 Siklus II IV 141 1 2 82 99 126 148 3 79 94 131 147 4 88 103 142 150 5 92 101 141 148 419 53.Lampiran: VI.13% Sangat Baik 734 91.

Melakukan perdamaian dunia c. Soal Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya a.Lampiran: VII. Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 3. Sir Philip Christison b. tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II. 2. Melucuti senjata tentara Jepang b. adalah a. 3. Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. sebagai berikut: 1) Ir. untuk a. dan 5 c. 5. Cristopher Colombus c. Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah. Raflessia d. dan 3 b. Josh Bush 2. dan 6 Kognitif Kunci Jawaban C1 C2 C3 C4 C5 C6 A √ A √ A √ . dan 4 d. 4. 2. Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas. 3. 1. Menyerang kembali bangsa Indonesia d. 4.1 KISI-KISI SOAL SIKLUS PERTAMA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan 1.

Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c. Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c. Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b. Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d. Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b.4.Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II. Masyarakat Surabaya meraih kemenangan C √ C √ D √ . kecuali a. a dan b benar 5. Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan a. Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b. Sebutkan beberapa desakan Negara. Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d. Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 a. Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini 6.

disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka. Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b. Jakarta d. Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api a. Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d. Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri A √ C √ B √ D √ . Surabaya c. Ambarawa 9. Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia a. Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah. Sehingga. Salah semua 8. Bukittinggi b. Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d.c. Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b. Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 10. Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d. Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno a. Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c. Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 7. Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah a. Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c.

sosial. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia a. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia D √ C √ A √ . 11. 10.b. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 12. 90. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c. 12. Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik. budaya dan pertahanan keamanan 11. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya a. 000 d. Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d. 000 13. ekonomi. 000 b. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk. adalah a. 000 c. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d. Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c.

Belanda 7. 3. 5. Netherland Indies Civil Ambarawa d. 4. adalah a. dan 7 d. dan 3 c. Netherland Indies Club Administration c. Beligia 6. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia a. NICA adalah singkatan dari a. 10 November b. Abdul Kadir Widjojoatmodjo c. 2. Amerika 5. 12 November 15. Mengusulkan sendiri d. Di bawah ini beberapa Negara di dunia 1. Indonesia 2. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN). Drs. 11 November d. Syarifuddin Prawiranegara d. 1. Mr. Australia 4. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati a. Inggris 3. dan 5 b. A √ C √ C √ D √ B √ . Netherland Indies Civil Administration 18. 6. 09 November c. Belanda c. Indonesia b. 1. R. Indonesia dan Belanda d. Mohammad Hatta 17. Hamengkubuwono IX b. Australia adalah negara yang dipilih oleh a. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN. dan 7 16. Netherland Indies Company America b.Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 14. 4.

NICA b. Perjanjian Renville diprakarsai oleh a. KNIL d.19. Mohammad Hasbullah 20. Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 a. KTN c. Mohammad Hamdan d. PDRI B √ A √ . Mohammad Haryono b. Mohommad Toha c.

B √ 3. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c. 8 Mei 1949 d. a. 6 Mei 1949 b. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d. c salah semua Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda. C √ . 7 Mei 1949 c. 9 Mei 1949 Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan a.2 KISI-KISI SOAL SIKLUS KEDUA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan 1.Lampiran: VII. Soal Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal Sir Philip Christison a. sebagai berikut: 1) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 2) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik Kunci Jawaban C1 Kognitif C2 C3 C4 C5 B √ 2. b. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b.

Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c.4. 3 dan 4 c. 3. yaitu Indonesia dan Belanda B √ . Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara. 1. 1. 3) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 4) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 5) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda: a. karena a. 2. 4 dan 5 d. 2 dan 3 b. 4 dan 5 Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan.

Soekarno d. Drs. 7. Hamengkubuwono IX c. Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda: a. Agussalim b. Ir. Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b. 5. H. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan a. Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d. 6. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen A √ D √ A √ . Moh Hatta Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda: a.d. Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c.

Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c. Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b. 5 sampai 7 November 1949 e. 23 Juli sampai 2 November 1949 Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia: a. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia D √ D √ . Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan c. 9.b. Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c. 22 Juli sampai 1 November 1949 f. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d. 8. 23 November 1949 d. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d.

Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan 11. Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c. Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d. Agar membentuk dan dan memimpin PDRI b. Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b. Mengapa Ir. Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu d. Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b. Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada B √ A √ D √ . Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia a. Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12. Agar melancarkan serangan kepada Belanda c. Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 a.10. Tujuan PDRI dibentuk adalah: a.

Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda. kecuali:: a. Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c. untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag. C √ D √ . a dan b benar 14. Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13. kecuali: a. Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d. Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia d. Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu c. Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan b. Salah semua c. Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b.Membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia d.

Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi. Berhasil memimpin koperasi di tanah air b. Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI: a.15. Memimpin TNI dengan penuh semangat b. Membentuk kabinet baru 18. Perjuangan luar biasa 16. Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c. Memimpin pasukan f. karena: a. Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya e. Mengamankan NKRI d. Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar. Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d. Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17. Memimpin TNI dalam peperangan d. a. Tujuan dibentuk Kabinet Hatta. Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c. adalah: c. Melakukan pemberontakan di Madiun d. b dan c salah semua B √ B √ A √ C √ . Menggalang persatuan nasional b. Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c. adalah a.

Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan a. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b. Tidak melakukan apa-apa 20. Senjata yang lengkap B √ A √ . Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c. Melawan setiap penjajahan yang ada d. Pidatonya b. Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo: a.19. Teriakan d. Nyanyian c.

. Raflessia b... Sebutkan beberapa desakan Negara... Sir Philip Christison c..... Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya.. a. Cristopher Colombus d.... dan 3 c. a.... Melakukan perdamaian dunia c............ 2..... adalah .... kecuali..... : .... Waktu yang disediakan adalah 70 menit 2........ Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b.Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II...... 21.... tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II............... dan 6 5.....1 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA Hari/Tanggal Nama Siswa : ..... 2... PETUNJUK 1. 1... Pilihlah jawaban di bawah ini! 22.... 3.. 5. Josh Bush 3.. Melucuti senjata tentara Jepang b... dan 4 b..... Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas. Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d.......... a. 3... 4. Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia...Lampiran: VIII........... Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c...... dan 5 d.... sebagai berikut: 1) Ir..... 4........ a..... Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 4... untuk .............. a dan b benar . Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah............ Menyerang kembali bangsa Indonesia d....... SOAL-SOAL 2.....

.. Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d... Surabaya c... Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d.. Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d..... Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c.. Bukittinggi b... Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 . sosial......6. Sehingga.... Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b. Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c... Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik...... a.... Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b. Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api .. disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka........... Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan ......... Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b........ Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d............ Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia ... a.......... 7.... Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 8.. Jakarta d. Salah semua 9... Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b. Masyarakat Surabaya meraih kemenangan c.. a.... Ambarawa 10... budaya dan pertahanan keamanan ...... Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c.... Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah... a.. Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d. Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c. Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri b........ Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 11... Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini... ekonomi... Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah . Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno ... a. a.....

12. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.................... a. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d. Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 13. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya .................... a. 90.000 orang c. 10.0000 orang b. 11.000 orang d. 12.000 orang 14. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk, adalah .................. a. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia d. Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 15. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati ........................ a. 09 November c. 10 November b. 11 November d. 12 November 16. Di bawah ini beberapa Negara di dunia: 1. Indonesia 2. Inggris 3. Australia 4. Amerika 5. Beligia 6. Belanda 7. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN, adalah a. 1, 2, dan 3 c. 3, 4, dan 5 b. 5, 6, dan 7 d. 1, 4, dan 7 17. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia ................... a. Hamengkubuwono IX c. Mr. Syarifuddin Prawiranegara b. R. Abdul Kadir Widjojoatmodjo d. Drs. Mohammad Hatta 18. NICA adalah singkatan dari ................. a. Netherland Indies Company America b. Netherland Indies Club Administration c. Netherland Indies Civil Ambarawa
d. Netherland Indies Civil Administration

19. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN), Australia adalah negara yang dipilih oleh .................. a. Indonesia c. Indonesia dan Belanda b. Belanda d. Mengusulkan sendiri 20. Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 .............. a. Mohammad Haryono c. Mohammad Hamdan b. Mohommad Toha d. Mohammad Hasbullah 21. Perjanjian Renville diprakarsai oleh ................ a. KTN c. NICA b. KNIL d. PDRI

Lampiran: VIII.2 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA

Hari/Tanggal Nama Siswa 23. PETUNJUK

: ............................................... : ...............................................

3. Waktu yang disediakan adalah 70 menit 4. Pilihlah jawaban di bawah ini! 24. SOAL-SOAL 1. Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal ............................... a. 6 Mei 1949 c. 8 Mei 1949 b. 7 Mei 1949 d. 9 Mei 1949 2. Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan .................... a. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d. a, b, c salah semua 3. Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda, sebagai berikut: 6) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 7) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik 8) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 9) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 10) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda ............ a. 1, 2 dan 3 c. 3, 4 dan 5 b. 2, 3 dan 4 d. 1, 4 dan 5 4. Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan, karena ..................... a. Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara, yaitu Indonesia dan Belanda d. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia

.... Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c. Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda a. Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b.... Hatta 7... Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b.... 23 November 1949 c. a.... Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d....5... Drs.. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda 8.... Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada 6. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d. Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan ...... Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c.. Ir. 23 Juli sampai 2 November 1949 9.... Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d...... Moh. a. Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan .. Agussalim c.. a....... 22 Juli sampai 1 November 1949 b... 5 sampai 7 November 1949 d. a.. Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b........ Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia 10... Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda . Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen b............. Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia .. Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan ... a............ Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia . Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c......... Soekarno b..... Sri Sultan Hamengkubuwono IX d.... Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d. H.

Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b. Mengapa Ir.... Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada c. Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan f. kecuali: e.... Memimpin TNI dalam peperangan d.... Memimpin pasukan 16.. Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.. Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b. Pemerintah Darurat Republik Indonesia d... Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar TKR...... Memimpin TNI dengan penuh semangat b..... Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c.. Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu g.... Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda.......... Melawan setiap penjajahan j.. Melakukan pemberontakan di Madiun d.... Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu h.. a..... Tujuan PDRI dibentuk adalah ... Tujuan dibentuk Kabinet Hatta....... Menggalang persatuan nasional b.. Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12. Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya i. a. a dan b benar 14. a...... adalah .... kecuali ........... Mengamankan NKRI h........ Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c.. Membentuk kabinet baru .............. Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia h. Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d.11. Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 .. untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag.... Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c. g. Agar membentuk dan memimpin PDRI f.. Salah semua 15. a. e..... adalah sebagai berikut .. Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17.... Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI .. Agar melancarkan serangan kepada Belanda g. Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13...

. a...... a. Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo .... Senjata yang lengkap Selamat Bekerja. a...18. Tidak melakukan apa-apa 20.. Semoga Sukses . Berhasil memimpin koperasi di tanah air b.. Nyanyian d... a.... Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan .... b dan c salah semua 19. Teriakan b.. karena ............ Melawan setiap penjajahan yang ada d.. Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d... Pidatonya c... Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c........ Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi.. Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c... Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b.

1 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN A A A C C D A C B D D C A A C C D B B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .Lampiran: IX.

2 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN B B C B A D A D D B A D C D B B A C B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .Lampiran: IX.

TEDDY PRATAMA M. RYAN PRADANA M. NUR FADLI M. ARIF M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 70 45 55 85 70 85 15 50 65 80 55 70 55 60 85 85 80 70 65 2. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI.63 23 17 Tidak Tuntas 57.1 SKOR DASAR HASIL BELAJAR SISWA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .465 61. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. DWIFA SYUKRI FADLI M. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.50 42.Lampiran: X.50 Ket Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas . D QUEEN LAILA. AMIRUDDIN M.

DWIFA SYUKRI FADLI M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. AMIRUDDIN M. RYAN PRADANA M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 85 90 85 100 95 90 35 90 95 95 65 95 90 60 95 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3. TEDDY PRATAMA M.270 81. D QUEEN LAILA.Lampiran: X.75 . P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. NUR FADLI M. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.2 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. ARIF M.

ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 90 90 95 100 95 90 70 90 100 95 90 95 95 90 100 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3. AMIRUDDIN M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. DWIFA SYUKRI FADLI M. NUR FADLI M.615 90.3 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA.Lampiran: X. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. D QUEEN LAILA. TEDDY PRATAMA M.38 . RYAN PRADANA M. ARIF M.

D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Jenis Kelamin P P L L P P P P L L L P P L P P P P L L L Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 Ketuntasan Individu Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian I 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian II 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. AMIRUDDIN M.4 Analisis Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas V. ARIF M.Lampiran: X. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. DWIFA SYUKRI FADLI . S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.

00 0 Tuntas Tuntas Ketuntasan Individu .No 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa Jenis Kelamin L L L L P L P P L L L L L L L L L P P Skor Dasar Ketuntasan Individu Ulangan Harian I M.00 40 100. NUR FADLI M.00 6 15. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . TEDDY PRATAMA M. D QUEEN LAILA.50 16 42. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal 70 Tuntas 45 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas 85 Tuntas 70 Tuntas 85 Tuntas 15 Tidak Tuntas 50 Tidak Tuntas 65 Tuntas 80 Tuntas 55 Tidak Tuntas 70 Tuntas 55 Tidak Tuntas 60 Tuntas 85 Tuntas 85 Tuntas 80 Tuntas 70 Tuntas 65 Tuntas 23 57.50 Tidak Tuntas Ulangan Ketuntasan Harian Individu II 85 90 Tuntas Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 85 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 35 Tidak Tuntas 70 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 65 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 60 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 34 85. RYAN PRADANA M.

4: Observer Mengamati Aktivitas Pembelajaran . 1: Guru Menjelaskan Pembelajaran Dokumentasi 2: Guru membimbing siswa mengamati Dok.A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN PEKANBARU Dok. 3: Siswa Menjelaskan Hasil Temuannya Dok. XI DOKUMENTASI AKTIVITAS PEMBELAJARAN CTL DI KELAS V.LAMPIRAN.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful