PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS

V.A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN KOTA PEKANBARU

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

OLEH:

DARMITA NIM. 1005187011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012

ABSTRAK

Darmita. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Riau. Kata Kunci: Model CTL, Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Model pembelajaran CTL merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran, yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata. Sehingga dengan penerapan model ini siswa lebih berperan dari pada guru dalam pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Penerapan Model Pembelajaran CTL Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Pada Materi Pokok Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V.A SDN 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 40 orang siswa. Hal demikian dapat diketahui dari: Peningkatan aktivitas belajar siswa dari setiap pertemuan adalah sebesar 72,34, dengan kategori “baik”; Peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran dari setiap pertemuan adalah sebesar 77,50, dengan kategori “baik”. Peningkatan hasil belajar siswa secara individu dari setiap pertemuan adalah adalah sebesar 77,92 dengan kategori “sangat baik”; dan Peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal dari setiap pertemuan adalah sebesar 80,83% dengan kategori “amat baik”. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dan dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012.

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang memberikan taufik dan hidayah-Nya serta nikmat yang tak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”. Selanjutnya shalawat serta salam tidak lupa penulis sampaikan kepada junjungan alam yakni Nabi besar Muhammad SAW, yang merupakan seorang pejuang sejati yang telah membawa ummatnya dari kehidupan yang penuh kebodohan sampai kepada kehidupan yang penuh dengan ilmu penngetahuan dan akhlak mulia sebagaimana kta rasakan sekarang. Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran IPS di sekolah dasar yang dapat mengembangkan hakikat pembelajaran IPS yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk menyelesaikan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ashaluddin Jali, MS, selaku Rektor Universitas Riau. 2. Bapak Dr. H. M. Nur Mustafa, M. Pd selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau 3. Bapak Drs. Lazim. N. M.Pd, selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau.

S. Teman-teman seperjuangan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Suami tercinta (Achmad Yusuf) dan Anak-Anak tercinta (Ridza Fitria Akhdar. dan Bapak Drs. Yang berbahagia orang tua penulis. yang tidak dapat disebutkan satu persatu. untuk itu kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan sangat penulis harapkan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. selaku Pembimbing II. Ayahanda Bakri dan Teso Sakido . Damanhuri Daud. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. 7.Pd. selaku Pembimbing I. Ibunda Katiamah dan Juminem (Almarhumah). Bapak Drs. 6. 1005187011 . Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Zulkifli. S. Pekanbaru. Farhan Sakido). Juli 2012 Penulis DARMITA NIM.4. Semoga ini dapat memberikan manfaat. amin.Pd. 5. serta Keluarga Besar penulis. H.

.......................... 3........................................... Tujuan Penelitian ................ DAFTAR GAMBAR .. Teknik Pengumpulan Data ................................ Setting Penelitian .............. DAFTAR TABEL .................................................................................................................................................................................................................... Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran CTL ........................ Variabel Penelitian ............... Hipotesis Tindakan..... Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning ....................................................... Aktivitas Belajar Siswa ..... 1......................... C........ Manfaat Penelitian .DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK ...... 4................ DAFTAR LAMPIRAN ...... KATA PENGANTAR ................................................................................................................... Subjek Penelitian............... Indikator Hasil Belajar ................................... B.. 4................................................................... D.......................... 2........ Pengertian............................................................................................................................................. KONSEP TEORI A........ D... BAB I PENDAHULUAN A....................................... Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran CTL dengan Hasil Belajar Siswa ........ 5............. G............... 3................................................................... Teknik Analisis Data i ii iv vi vii viii 1 4 5 5 6 BAB II 8 8 10 12 13 15 17 17 18 19 21 24 25 BAB III 26 26 26 27 29 30 ................................................................... 1.............................. Latar Belakang .... E............. 2........................ B...................................... DAFTAR ISI ............................... Prinsip-Prinsip Pembelajaran CTL .............. Rencana Tindakan ............ METODOLOGI PENELITIAN A.......................................................................................................................................................................................... D...................................... C...................................... F..................... Pengertian.............................. Defenisi Operasional .................................................. C......................................................................................... Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ......... Instrumen Penelitian................................ B................. Rumusan Masalah ................................................................................ Hasil Belajar .................................. Komponen Pembelajaran CTL......... Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran CTL ................. E..

........ 1.... 3..................... 2................................................................ 3... Pelaksanaan Tindakan Siklus II ................................ KESIMPULAN DAN SARAN A.................................................... Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran ............. Ulangan Harian Siklus II... Pertemuan Kedua ............. Aktivitas Guru .......................................................... B... LAMPIRAN-LAMPIRAN ........... 4.......... 2.......................... Hasil Belajar Siswa ................................................ 1.. 4... Aktivitas Siswa .... Ketuntasan Individu ............................................................. Saran-Saran ..................................................................... 3..................................................... Aktivitas Siswa ..................................... C...................................... 3................................................................. Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I . Pembahasan Hasil Penelitian .................................... 2................ Pertemuan Pertama............................................. Refleksi Siklus I ........ Analisis Hasil Penelitian .............. D........................................................... Pertemuan Pertama......................BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A........ 35 36 36 38 39 40 42 42 44 45 46 47 47 49 51 54 54 56 57 59 BAB V 61 63 64 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... Hasil Tindakan ..................................... Ketuntasan Klasikal ............................ E........................................................................... 1................... B. 2..... 1.. 4............... Kesimpulan ..... Pelaksanaan Tindakan Siklus I.. Pertemuan Kedua ............................................. Refleksi Siklus II ..........................................................

...............3 Gambar 4.........................2 Gambar 4........................................... 55 58 58 59 ................... Perbandingan Ketuntasan Klasikal ................. Perbandingan Ketuntasan Individu ............DAFTAR GAMBAR Gambar 4............ Aktivitas Belajar Siswa ............1 Gambar 4.....4 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran ....

...........A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ........A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ........ 48 49 51 53 ................................................2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran CTL Pada Siklus I dan II........................................ Tabel 4.............A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada 33 33 Siklus I dan II .2 Tabel 4.............1 Tabel III......................4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V................ Tabel 4............................... Tabel 4................ Ketuntasan Hasil Belajar Siswa .................. Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V...DAFTAR TABEL Tabel III........3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V.........1 Aktivitas Guru Dan Siswa ...............

............................................................................ Lampiran IX Lampiran X Lampiran XI Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian .................................................................................. Skor Hasil Belajar Siswa.............. Dokumentasi Pelaksanaan Penerapan Model Pembelajaran CTL ................ 126 ............. Silabus .......................................................... Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)............................. Lembar Kerja Siswa (LKS).............. Lampiran VIII Soal Ulangan Harian ............. Lampiran VII Kisi-Kisi Soal .......................................................... Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Dan Lembar Observasi Aktivitas Guru Selama Proses Pembelajaran ..................................................................................................................................................... Lampiran VI Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa Dan Lembar Observasi Aktivitas Siswa Dengan 87 98 111 119 121 80 66 67 68 76 Menggunakan Model CTL ...DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V Jadwal Penelitian..................................................

Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mengacu kepada ketentuan Sistem Pendidikan Nasional. Untuk itu. bidang kajian ini memiliki pesan-pesan penting tentang kehidupan dan keberlangsungan umat manusia. Karena. maka peran guru sangat diharapkan. diketahui hasil belajar IPS siswa Kelas V. Hasil observasi sebelum penelitian dilakukan. pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sudah dikenalkan kepada peserta didik berada di tingkat Sekolah Dasar (SD). Untuk ketuntasan individu yaitu 60. dan ketuntasan klasikal yaitu . Dengan demikian. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang kajian yang diajarkan kepada peserta didik pada pendidikan formal yaitu sekolah. akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa tersebut.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan. Oleh karena itu.BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kepada siswa kelas V tingkat Sekolah Dasar (SD) yaitu memberikan pengajaran kepada peserta didik untuk menghargai besarnya peranan tokoh-tokoh perjuangan serta masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Agar tujuan pembelajaran tercapai. sehingga peserta didik benar-benar mampu menguasai dan memahami dari setiap pembelajaran yang disampaikan. guru harus memilih dan menentukan model pembelajaran yang sesuai dan tepat agar setiap materi yang diajarkan mudah dipahami.

Adapun nilai rata-rata hasil belajar siswa IPS adalah 56. Rendahnya tingkat penguasaan dan pemahaman siswa. dan kurang bersemangat untuk belajar. yaitu kehidupan sehari-hari. 3. .00%. yaitu: 1. Banyak siswa tidak terlibat dalam pembelajaran di kelas. Banyak siswa tidak dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. 4. 2. Guru masih menggunakan model pembelajaran klasik dalam pembelajaran IPS yaitu model pembelajaran ceramah dan tanya jawab. diketahui beberapa penyebab rendahnya hasil belajar siswa Kelas V. Dari observasi di atas.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru terutama pada pembelajaran IPS. Dari 40 orang siswa hanya 16 orang siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dengan persentase 40.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru khususnya pada pembelajaran IPS.00%. 5. Sebagian siswa merasa bosan dengan model pembelajaran yang diterapkan guru saat pembelajaran IPS berlangsung.13%. Banyak siswa yang tidak dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru. Model pembelajaran ceramah masih menjadi pilihan dalam penyampaian materi. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang tidak mengikuti arahan yang diberikan guru dalam pada saat pembelajaran berlangsung. hal ini terlihat dari sikap siswa yang kurang dalam memperhatikan pembelajaran yang disampaikan. Sementara jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) berjumlah 24 orang siswa dengan persentase 60.70. sehingga siswa cenderung bosan. Hasil observasi di Kelas V. yaitu: 1. ditemukan beberapa gelaja-gejala sebagai berikut.

Berdasarkan beberapa penyebab dan gejala-gejala permasalahan di atas. sehingga terbentuklah kesenjangan antara siswa yang pintar dan siswa yang kurang pintar. metode tanya jawab merupakan salah satu metode yang kurang efektif. yang menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). akan berdampak terhadap rendahnya kualitas pembelajaran siswa. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Tukiran. . Belum adanya guru di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. karena tanpa disadari dalam metode ini hanya memberikan kesempatan kepada siswa yang pintar dan aktif yang akan menjawab pertanyaan yang diberikan. di antaranya dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). 2. perlunya menemukan solusi alternatif sehingga siswa Kelas V. Sedangkan.Dengan demikian. 2011: 49). dan memungkinkan hasil belajar siswa akan menurun.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru memperoleh hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang optimal. Karena penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) bertujuan agar siswa terlibat secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.

menemukan (Inquiry).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru?”. Hal ini disebabkan adanya tujuh komponen yang harus ada dan diterapkan dalam model pembelajaran tersebut. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas peneliti. dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) Dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V. yaitu kontruktivisme (Contructivism).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”. Selanjutnya. bertanya (Questioning). dimana model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan salah satu dari model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. . B. maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Apakah Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. karena dalam model pembelajaran CTL ini keterlibatan siswa secara dan siswa lebih berperan aktif dari pada guru.Setelah melakukan kajian sederhana.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan pokok bahasan Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Perumusan Dasar Negara. penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. siswa dapat memahami dan menghubungkan secara langsung antara materi pembelajaran dengan kondisi yang nyata yang ada di lingkungannya. pemodelan (Modeling). masyarakat belajar (Learning Comunity). Dari uraian di atas.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Meningkatkan kualitas dan kuantitas proses belajar siswa kelas V. Meningkatkan kualitas kegiatan mengajar bagi guru kelas. Diharapkan dapat memanfaatkan model pembelajaran yang dapat diterapkan pada guru-guru lainnya . Meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. c. Manfaat Penelitian Penelitian tindakan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk: 1. b.C. 3. Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V. D.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam belajar mengajar dengan yang berkelanjutan. Siswa a. Sebagai bahan informasi untuk meningkatkan profesionalisme guru kelas. Sekolah a.A SDN 183 Tampan Pekanbaru dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). b. c. Guru a. 2.

Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran dalam belajar mengajar dengan pengajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang berkelanjutan. kurikulum dan lain-lain. Adapun model pembelajaran menurut menurut Joyce dalam Trianto (2007: 5) adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku. dan mempraktekan. . Sementara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) menurut Sanjaya (2009: 255) adalah Pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Sebagai landasan untuk dapat dijadikan kajian lebih lanjut dalam cakupan yang lebih luas. film. c.b. komputer. yaitu: Penerapan menurut kamus Bahasa Indonesia oleh Anwar (2001: 516) adalah pemasangan. Defenisi Operasional Peneliti ingin menguraikan istilah-istilah yang ada pada judul skripsi ini dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam dalam menafsirkan judul. E. pengenaan prihal.

Dari uraian defenisi konsep operasional di atas. sintesis. analisis. adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. yakni pengetahuan hafalan. maka dapat diketahui dan dipahami bahwa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun peningkatan hasil belajar yang dikaji dalam penelitian ini adalah hasil belajar dari aspek kognitif. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah. Menurut Bloom dalam Poerwanto (2010: 43). penerapan aplikasi.Hasil Belajar menurut Hamalik (2006: 51).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. . terutama hasil belajar IPS siswa Kelas V. dan evaluasi. di antaranya ranah kognitif. secara garis besar membagi hasil belajar ke dalam tiga ranah. pemahaman atau komprehensif.

2009:255). mengemukakan tiga konsep yang harus dipahami. 2010: 132). artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman langsung. Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) 1. artinya guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya (Rusman. 2) Contextual Teaching and Learning mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Menurut Candra (2010:23). yakni: 1) Contextual Teaching and Learning menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. Pengertian Model pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Rusman. artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan .BAB II LANDASAN TEORI A. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan. Adapaun model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya. 2010: 133).

artinya Contextual Teaching and Learning bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. b. dan penilaian nyata (Trianto. tidak akan menjadi pengetahuan yang bermakna. akan tetapi proses mengkonstruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. sehingga dengan pengetahuan yang . yakni: a. semankin banyak pengalaman maka akan semankin banyak pula pengetahuan yang mereka peroleh. 2007:105). Pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemberitahuan orang lain. inkuiri. masyarakat belajar. pengetahuan itu pada dasarnya merupakan organisasi dari semua yang dialami. Oleh karena itulah. Belajar adalah proses pemecahan belajar bukan sekadar mengumpulkan fakta yang lepas-lepas. permodelan. 3) Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. Belajar bukanlah menghafal. pengetahuan yang demikian akan mudah dilupakan dan tidak fungsional. Dari asumsi dan karakteristik yang mendasarinya. bertanya. yakni kontruktivisme.kehidupan nyata. Pengajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual. maka terdapat beberapa hal yang harus dipahami tentang belajar dalam pembelajaran kontekstual (CTL).

Prinsip-Prinsip Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Rusman (2010: 193-197). Belajar secara kintekstual adalah belajar begaiman anak menghadap setiap persoalan. kemampuan memecahkan persoalan termasuk penampilan atau performance seseorang. 2. Belajar pada hakikatnya adalah menangkap pengetahuan dari kenyataan. terdapat tujuh prinsip pembelajaran Contextual Teaching and Learning. d. Semangkin pengetahuan seseorang luas dan mendalam. pola bertindak. oleh karena itu pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak (real world learning) (Sanjaya. maka akan emangkin dalam berfikir. Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks. e. seperti pola piker.dimiliki akan berpengaruh terhada pola-pola perilaku manusia. Kontruktivisme (contructivism) Prinsip pembelajaran ini merupakan landasan and berpikir (filosofi) yaitu dalam bahwa Contextual Teaching Learning. c. oleh karena itu belajar tidak dapat sekaligus akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa. 2009:256). yaitu: a. pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. .

Seperti yang disarankan dalam Learning Community.b. Permodelan (Modelling) permodelan (Modelling) merupakan salah satu prinsip dalam pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Oleh karena itu. bertanya merupakan strategi utama dalam Contextual Teaching and Learning. bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain melalui berbagai pengalaman (sharing). tetapi merupakan hasil merumuskan sendiri. melalui upaya menemukan akan memberikan penegasan bahwa pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan-kemampuan lain yang diperluas bukan merupakan hasil dari mengingat seperangkat fakta-fakta. d. Bertanya (Questioning) Unsur lain yang menjadi karakteristik utama Contextual Teaching and Learning adalah kemampuan dan kebiasaan untuk bertanya. Menemukan (Inquiry) Prinsip menemukan (inquiry) merupakan prinsip inti dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning. dan membantu mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh para guru dalam pembelajaran. Tahap permodelan dapat dijadikan alternatif untuk mengembangkan pembelajaran. Karena pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang selalu dimulai dari bertanya. agar siswa bisa memenuhi harapan siswa secara menyeluruh. c. e. Masyarakat Belajar (Learning Community) Adapun maksud dari masyarakat belajar (Learning Community) adalah membiasakan siswa untuk melakukan kerjasama dan memanfaatkan sumber belajar dari teman-teman belajarnya. .

g. refleksi adalah berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan di masa lalu. siswa diberi kesempatan untuk mencerna. komponen pembelajaran Contextual Teaching and Learning meliputi: a. Penilaian Sebenarnya (Authentic Assessment) Prinsip terakhir dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah melakukan penilaian. Melakukan proses belajar yang diatur sendiri (self regulated learning) d. dan melakukan diskusi dengan dirinya sendiri (learning to be). Komponen Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Elain dalam Rusman (2010: 192). menghayati. Tahap penilaian sebagai bagian dari integral dari pembelajaran memiliki fungsi yang amat menentukan untuk mendapatkan informasi kualitas proses dan hasil pembelajaran melalui penerapan Contextual Teaching and Learning. Mengadakan kolaborasi (collaborating) e. Menjalin hubungan yang bermakna (making meaningful connections) b. . 3. Menggunakan asesmen autentik (using authentic assessment). Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berarti (doing significant work) c. menimbang. Dengan kata lain. Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking) f. Mengupayakan pencapaian standar yang tinggi (reaching hight standards) h. Memberikan layanan secara individual (natural the individual) g. membandingkan. Pada saat refleksi.f. Refleksi (Reflection) Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang terjadi atau baru saja dipelajari.

. d. c. 2007: 105). Beberapa langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning yang dikemukan Trianto di atas. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan pengetahuan baru. f. e. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara (Trianto. Kembangkan pemikiran bahwa anak belajar lebih bermakna dengan sendiri. Lakukan refleksi diakhir pembelajaran. maka dapat diasumsikan bahwa dengan terpenuhinya beberapa komponen di atas. menemukan sendiri. 4. maka model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan. Hadirkan contoh dalam pembelajaran. g. Ciptakan masyarakat belajar.Bila diperhatikan dari beberapa komponen dalam pelaksanaan Contextual Teaching and Learning. b. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri (menemukan) untuk semua topik. senada dengan beberapa langkah yang dikemukan Rusman (2010: 192). Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Secara garis besar langkah-langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning sebagai berikut: a.

penulis memfokuskan pada langkah-langkah yang dirumuskan oleh Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). yaitu: a. Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif. artinya apa yang dipelajari tidak lepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. c. d. Mempraktekan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge). Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). yang memiliki keterkaitan satu sama lain. kemudian memperhatikan detailnya. e. melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu konsep tersebut direvisi dan dikembangkan. b. karena langkah lebih fleksibel dan sistematis serta sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi. sehingga tampak perubahan perilaku siswa. Cara belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). artinya dengan cara menyusun konsep sementara (hipotesis). Dari beberapa langkah-langkah di atas.Menurut Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa. yaitu dengan mengaktifkan pengetahuan siswa (activating . dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh. Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge). terdapat lima langkahlangkah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning.

Rumuskan skenario tahap demi tahap kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam melakukan proses pembelajarannya. maka hendaklah: a. mempraktekan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki siswa (applying knowledge). Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. yaitu sebuah pertanyaan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara kompetensi dasar. menambah pengetahuan baru yang dimiliki siswa (acquiring knowledge). yaitu: 1) Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sesuai yang diharapkan. sebab dengan dapat . Rumuskan dan lakukan sistem penilaian dengan memfokuskan pada kemampuan sebenarnya yang dimiliki oleh siswa baik pada saat berlangsungnya (proses) maupun setelah siswa tersebut selesai belajar. materi pokok. Selanjutnya. Uraikan secara terperinci media dan sumber pembelajaran yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang diharapkan d. 5. Nyatakan keinginan utama pembelajaran. Hal ini sangat penting.knowledge). Rumuskan dengan jelas tujuan pembelajarannya c. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning a. dan indikator pencapaian hasil belajar b. menurut Rusman (2010: 200). memberikan pemahaman dan pengetahuan (understanding knowledge). Kelebihan. melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. dan e.

Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula. bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional.mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. b. 2) Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme. peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Dengan demikian. Karena dalam metode CTL. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. Kelemahan. b) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. . dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. yaitu: a) Guru lebih intensif dalam membimbing. akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. sihingga tidak akan mudah dilupakan. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa.

1984 : 325). 2002 : 9). pengetahuan. Hasil belajar merupakan terminal dari proses pendidikan dan pengajaran. 2010: 22). meliputi tiga aspek. yaitu: Pertama. Hasil Belajar 1. meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasan pengetahuan dan perkembangan keterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. Pengertian Hasil belajar adalah kapasitas. (3) Sikap dan cita-cita (Sudjana. Pendapat ini sejalan dengan Muchtar Lutfzi yang mengatakan bahwa hasil belajar adalah “Tingkatan pengusaan bahan pelajaran oleh siswa. setelah belajar orang memiliki keterampilan. meliputi perubahan- . yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan.B. tingkat keterampilan yang diperoleh dari hasil tes yang dilakukan” (Luthfi. Hasil belajar. sikap dan nilai (Dimyati dan Mudjiono. (2) Pengetahuan dan pengertian. aspek efektif. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. Menurut Kingsley yang dikutip oleh Sudjana hasil belajar dibagi dalam tiga macam. kedua. aspek kognitif. Hasil belajar ini sering dicerminkan sebagai nilai (hasil belajar) yang menentukan berhasil tidaknya siswa belajar. Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam belajar. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.

dan internalisasi. Dari pembagian hasil belajar di atas. mengungkapkan ada tiga tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakan hasil belajar yaitu: a. yakni pengetahuan atau ingatan. aplikasi. 2010: 25). Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. 2. penilaian. pemahaman. sosial ekonomi.perubahan dalam sikap mental. meliputi kemampuan yang dimilikinya. terutama kualitas pengajaran (Sudjana. perasaan dan kesadaran. faktor fisik dan psikis. jawaban atau reaksi. meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik (Drajat. Ranah Afektif. dan ketiga. berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek. yakni penerimaan. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. ketekunan. 2008: 197). sintesis. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah. . analisis. minat dan perhatian. Faktor dari dalam diri siswa. b. Ranah Kognitif. Sementara Bloom dalam Sudjana (2010: 22-23). organisasi. dan evaluasi. yaitu berkenaan dengan hasil belajar intelektual. sikap dan kebiasaan belajar. aspek psikomotor. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu : a. b. dimana peningkatan hasil belajar siswa yang diteliti adalah dalam ranah kognitif. dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi. motivasi belajar.

ada juga faktor lain yaitu motivasi. kondisi sosial ekonomi. apabila: a. yaitu: a. Daya serap terhadap bahan pengajaran (materi) yang diajarkan mencapai hasil belajar atau prestasi belajar tinggi. dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor internal siswa antara lain kemampuan yang dimiliki siswa tentang materi yang akan disampaikan. Prinsip dasar yang perlu dilakukan dalam menyusun tes hasil belajar siswa. indikator keberhasilan sebagai patokan atau ukuran bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dianggap berhasil. baik secara individual maupun secara klasikal atau kelompok. kebiasaan belajar.Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor intern (dari dalam) diri siswa dan faktor ekstern (dari luar) siswa. Dari beberapa pendapat para ahli di atas. b. . minat. c. kondisi fisik dan psikis. sedangkan faktor eksternal antara lain strategi pembelajaran yang digunakan guru di dalam proses belajar mengajar. ketekunan. Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-benar cocok untuk mengukur hasil belajar yang diingginkan sesuai dengan tujuan (Poerwanto. Mengukur sampel yang representtatif dari hasil belajar dan bahan pelajaran yang telah diajarkan. sikap. selain faktor kemampuan. Indikator Hasil Belajar Menurut Isjoni Ishak. perhatian. Berkaitan dengan faktor dari dalam diri siswa. Faktor-faktor psikologis akan senantiasa memberikan landasan dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar secara optimal. Tes tersebut hendaknya dapat mengukur secara jelas hasil belajar. 24-25). Kehadiran faktor psikologis dalam belajar akan memberikan andil yang cukup penting. 3. 2010.

d. membagi hasil belajar. baik secara individual maupun secara kelompok. sehubungan dengan hal ini keberhasilan proses belajar mengajar itu dibagi atas beberapa tingkatan atau taraf. (3) Sikap dan cita-cita. Menurut Djamarah (2006: 24). Adapun indikator yang menjadi petunjuk suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah sebagai berikut: a. Baik (minimal). Masalah yang dihadapi adalah sampai di tinggkat manakah hasil belajar yang telah dicapai. menguasai. dan mencerna materi yang diajarkan pada tingkat ketuntasan belajar (Ishak. Perilaku yang menggariskan dalam tujuan pengajaran atau instruksional khusus telah dicapai oleh para siswa baik secara individual maupun kelompok. 2006: 120). hasil belajar adalah kemampuankemampuan dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. apabila seluruh bahan yang diajarkan itu dapat dikuasai oleh siswa. apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari (60%) dikuasai siswa (Djamarah. Baik sekali (optimal). 2006. 121). Dari beberapa indikator di atas dapat dipahami bahwa ketika indikator di atas dimiliki siswa pada pelajaran matematika. apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya (60% sampai 75%) saja dikuasai siswa. yaitu: a. (2) Pengetahuan dan pengertian. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi. c. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa baik secara individual maupun secara kelompok (Djamarah. . Terjadinya perubahan terhadap perilaku siswa. apabila sebagian besar (76% sampai 99%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dipahami siswa. Istimewa (maksimal). b. Kurang.b. maka tujuan dalam pembelajaran tersebut dapat dikatakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan. c. b. Selanjutnya Djamarah. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil belajar. sehingga terdapat motivasi untuk memahami. 2007: 31).

4. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. komponen siswa dan materi pelajaran. Hal ini yang mendasar yang harus dilakukan guru dalam prosedur didaktik adalah. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya. yakni komponen prosedur didaktik. Hasil belajar yang diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif). apabila kondisi yang terjadi di dalam kelas mempertimbangkan beberapa hal. kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya. hakekat pelajar sebagai individu yang terlibat dalam proses belajar mengajar. keterampilan atau perilaku. ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik. c. . membentuk perilaku. pengetahuan atau wawasan. yakni kondisi tentang tujuan yang ingin dicapai oleh siswa dalam belajar. bermanfaat untuk mempelajari aspek lain. yakni mencakup ranah kognitif.Hasil belajar yang dicapai siswa menurut Sudjana (2010: 56). dan e. ada tiga komponen dalam aktifitas proses belajar mengajar. komponen media pengajaran. Aktivitas Belajar Siswa Menurut Winkel (1991: 177). seperti akan tahan lama diingat. prosedur didaktik merupakan sarana yang memungkinkan kegiatan pengajaran dapat menimbulkan aktifitas bagi siswa dalam proses belajar. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan diri terutama dalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya. b. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai. Proses didaktik dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancer. d. hakekat bahan ajaran yang akan dikembangakan kepada siswa yang belajar. Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya. artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya. dapat dicapai melalui proses belajar mengajar yang optimal yang dapat diketahui dari ciri-ciri sebagai berikut: a.

b. Media pengajaran merupakan aspek penting dalam membantu guru menyampaikan bahan ajaran. b. Tujuan instruksional khusus yang telah dirumuskan secara jelas. dikatakan bahwa media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.Aktivitas di atas. Keadaan siswa yang actual yang terjadi dalam kelas. sejalan dengan pendapat Decorite dalam Winkel (1991:183-184). bahwa aktifitas guru dalam melakukan aktifitas/prosedur didaktik dalam proses belajar harus dapat mempertimbangkan beberapa aspek yakni. . disamping mempermudah siswa-siswa dalam menerima bahan ajaran. Menurut Gagne dalam Arief (1986: 6). c. mengatakan bahwa performance guru dalam proses belajar mengajar dapat dibedakan menjadi dua hal. a. yang meliputi aspek perilaku dan aspek isi. melainkan diperlukan bermacam-macam prosedur didaktik. Perilaku guru/performance guru dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. Menekankan pada hasil yang diperoleh siswa. Menekankan pada segi proses interaksi guru siswa. yakni: a. Komponen yang kedua dalam proses belajar mengajar adalah komponen media pengajaran. Dalam hubungan ini prosedur didaktik tidak terbatas hanya pada satu cara. sehingga keanekaragaman perilaku siswa dalam belajar dapat diwujudkan secara konkrit. Performance guru itu merupakan hal yang amat penting. Rochman (1991: 4).

yang dialami selama pertumbuhan itu berlangsung. dalam mengantisipasi anak didik pada kegiatan kurikulum yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian guru yakni: a. afektif dan aspek psikomotor. Menurut Neil (1977: 5). b. Komponen siswa dan materi pelajaran merupakan aspek penting yang harus diperhatikan guru dalam proses belajar mengajar. Penting. membuat kekeliruan. Karena itu anak didik diberi kesempatan yang cukup untuk memilih berbagai alternatif dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. . sesuai dengan wujud pendidikan (Neil. diamati dan diperhatikan tingkat perkembangan. oleh karena kedua komponen tersebut secara langsung terlibat dalam konteks belajar yang pelaksanaannya dilakukan secara bersamaan. Komponen yang ketiga dalam aktifitas belajar adalah komponen siswa dan materi pelajaran. adanya penyatuan antara aspek kognitif. melakukan percobaan.Sedangkan menurut Einkel (1991: 187) mengatakan bahwa media pengajaran adalah suatu sarana nonpersonal yang digunakan atau disediakan oleh tenaga pengajaran yang memegang peranan dalam proses belajar mengaran untuk mencapai tujuan instruksional. bertingkah laku. Partisipasi. Integrasi. anak didik diberi kesempatan untuk menyampaikan ide-ide. 1997: 3-4). Keberadaan siswa dalam proses belajar mengajar harus mampu mendorong aktualisasi dirinya dimana mereka diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan.

berkat kegiatannya sendiri. dan d. Isi kurikulum harus mencakup keterampilan. C. apa yang dipelajari anak didik harus mengikuti minat dan keinginannya. bahwa kegiatan dalam proses belajar mengajar dikelas harus mampu mengembangkan kehidupan sosial anak didik dalam suasana yang manusiawi. Tujuan. pengetahuan dan sikap. . Anak didik harus didorong untuk belajar. mengatakan bahwa: a. Relevansi bahan ajaran harus sesuai dan relevan dengan kebutuhan dan kehidupan anak didik bai dari emosional maupun secara intelektual.c. Sejauh mungkin. d. Untuk terwujudnya apa yang dikemukakan Neil di atas. Pembelajaran Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan keadaan perkembangan anak. maka kurikulum yang disusun untuk kegiatan belajar mengajar haruslah mencerminkan adanya relevansi antara kebutuhan anak didik dalam belajar dengan materi bahan yang disampaikan. b. dan tidak sekedar penerima pasif apa yang disampaikan guru. c. dan bukan menurut keputusan para guru mengenai sesuatu yang dimilikinya. Menurut Leister dan Ali dalam Nasution (1986 : 80-81). Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan Hasil Belajar Siswa Penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Hipotesis Tindakan Jika model pembelajaran Contextual Teaching and Learning diterapkan.Dari pengertian pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan hasil belajar dapat dilihat bahwa pembelajaran ini mendorong semua siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. . Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka akan berpengaruh pada hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang dicapai siswa yang ditandai dengan meningkatnya tes yang telah dilakukan pada siswa. D. maka dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V.

Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Provinsi Riau.A. Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam penelitian ini adalah pada mata pelajaran IPS. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan variabel terikatnya adalah hasil belajar.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Tahun Ajaran 2011/2012. Adapun waktu penelitian ini direncanakan selama 6 bulan terhitung dari bulan Oktober 2011 hingga bulan Maret 2012. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. dengan jumlah siswa 40 orang.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. khususnya pada siswa Kelas V. B. . Pada pertemuan pertama dan kedua guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (independent) dan dan variabel terikat (dependent). C. dan pada pertemuan ketiga peneliti melakukan ulangan harian.

(3) Pengamatan tindakan atau observasi. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 130) penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan. Untuk lebih jelasnya tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut ini: Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Gambar 1: Siklus Penelitian Tindakan Kelas Agar lebih mudah memahami tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas yang akan penulis lakukan dapat dilihat pada penjelasan berikut ini.D. yaitu: . dan (4) Refleksi atau refleching. Rencana Tindakan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau action research. (2) Pelaksanaan atau acting. dan terjadi di dalam kelas. Menurut Kunandar (2011: 98-99) pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas meliputi: (1) Perencanaan atau planning.

2. pengambilan atau pengumpulan data hasil belajar siswa. Pelaksanaan program pembelajaran. 3. hasil observasi dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Refleksi Refleksi merupakan tahap akhir kegiatan observasi. dengan cara mengumpulkan berbagai hasil yang diperoleh guna melihat dan menilai apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Observasi Selama proses pembelajaran berlangsung. Meminta kesediaan teman sejawat untuk menjadi observer dalam pelaksanaan pembelajaran. b. Menyiapkan format lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. c. yaitu: a.1. peneliti melakukan pengamatan terhadap perkembangan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar dengan mengisi lembaran observasi yang telah dibuat dengan dibantu oleh seorang observer. Adapun yang akan dipersiapkan pada tahap perencanaan. sehingga tindakan yang dilakukan menjadi lebih terarah. 4. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan dari perencanaan yang telah dibuat. Menyusun RPP berdasarkan pengembangan dari langkah-langkah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Perencanaan Tahap perencanaan merupakan tahap awal yang harus dilaksanakan guru sebelum melakukan tindakan. .

E. sehingga tidak penyimpangan materi yang disajikan. penilaian. penentuan pengalaman belajar. Silabus Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dan standar dari kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa dalam proses pembelajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat mempermudah penulis dalam memahami batasbatas materi dan langkah-langkah pembelajaran yang akan disampaikan. Silabus yang dibuat dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perencanaan pembelajaran secara komprehensif untuk mencapai tujuan pembelajaran. penentuan berbagai indikator. guru atau peneliti harus mempunyai rencana pembelajaran sebelum pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun secara sistematis yang berisi tentang identitas sekolah. kegiatan pembelajaran (model atau tipe pembelajaran yang digunakan). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan suatu persiapan bagi guru atau penulis untuk melakukan pembelajaran. Silabus memuat identifikasi mata pelajaran. agar materi yang akan disampaikan dapat sesuai dengan tujuan pembelajaran. penentuan dan sumber/bahan/alat. kegiatan . standar kompetensi. materi. kompetensi dasar. Dengan kata lain. sebagai berikut: 1. sumber dan bahan. materi pokok. Instrumen Penelitian Adapun instrumen dalam penelitian ini. 2. perkiraan waktu yang dibutuhkan. bentuk instrumen.

. F.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru diperoleh dari hasil pelaksanaan tes. 3. satu sama lain mempunyai ketergantungan dan langkah-langkah yang jelas dalam mencapai pembelajaran yang yang sesuai dengan indikator keberhasilan yang akan dicapai. kegiatan inti. prosedur pelaksanaan yang terdiri dari soal akan diselesaikan serta sumber bahan. Tes Menurut Kunandar (2011: 186) tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seseorang atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan dan tingkat perkembangan salah satu atau beberapa asfek psikologis didalam dirinya. sehingga pengaruh penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran IPS dapat dihitung dari rata-rata dan persentase hasil belajar siswa. latihan soal yang sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan. hari dan tanggal pelaksanaan. misalnya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). kelas. materi pokok. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. pada pelaksanaan tindakan dalam setiap siklus kegiatan pembelajaran. nama kelompok. Susunan sistematis tersebut. serta kegiatan akhir. Penilaian hasil belajar siswa kelas V. Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan dalam pembelajaran berisi nama.awal.

2. terdiri dari: 1) Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran . Berdasarkan pengertian tersebut. yaitu: a. terdiri dari: 1) Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3) Guru meminta masing-masing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Guru meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Guru meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain b. Aktivias guru. maka observasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah melakukan pengamatan terhadap segenap aktivitas belajar mengajar guru dan ssiwa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Aktivitas siswa. Observasi Kunandar (2011: 143) berpendapat bahwa observasi adalah kegiatan pengamatan (mengambil data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran.

Adapun empat alternatif pilihan dalam lembar observasi meliputi: .3) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain G. Teknik Analisis Data 1. Aktivitas Guru dan Siswa Analisis aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar dengan di terapkannya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dibukukan dalam lembar observasi dengan rumus: NR JS x100% SM Keterangan: NR JS SM = Persentase rata-rata aktivitas guru/siswa = Jumlah skor aktivitas yang dilakukan = Skor Maksimal yang di dapat dari aktivitas guru dan siswa Untuk melihat aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran yang menggunakan 4 (empat) alternatif pilihan yang dapat di lihat pada lembar observasi aktivitas guru dan siswa.

59% 0 .a. Bila aktivitas guru dan siswa sangat tidak baik b.49% Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Kategori 5 Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin. 2011: 115 Sementara dalam menentukan kategori hasil belajar siswa ditetapak lima kriteria atau kategori dari hasil belajar siswa. maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Dari 4 alternatif di atas.69% 40% . Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.80% 41% . dkk.100% 61% . Bila aktivitas guru dan siswa baik d.2 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa NO 1 2 3 4 Persentase (%) Interval 80% . dkk.100% 70% . Bila aktivitas guru dan siswa kurang baik c. Bila aktivitas guru dan siswa sangat baik Dari 4 alternatif di atas.79% 60% .1 Aktivitas Guru Dan Siswa NO 1 2 3 Persentase (%) Interval 81% .60% Sangat Baik Baik Cukup Kategori Kurang 4 Kurang dari 40% Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin. 2011: 115 . maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3.

maka siswa tersebut dinyatakan lulus. dimana KKM untuk individu adalah 60 dan untuk klasikal adalah 70%. Dari standar KKM tersebut dapat dipahami bahwa bila siswa mencapai nilai rata-rata 60. dengan menggunakan dua rumus sebagai berikut: a. maka siswa dinyatakan belum lulus atau berhasil. Ketuntasan Individu: PK SP x100% SM Keterangan: K = Persentase ketuntasan individu SP = Skor yang diperoleh siswa SM = Skor maksimum b. bila nilai rata-rata yang diperoleh siswa di bawah nilai rata-rata 60.A melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Ketuntasan Klasikal: PK ST x100% N Keterangan: K = Ketuntasan klasikal N = Jumlah siswa yang tuntas belajar ST = Jumlah Siswa seluruhnya Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran. dapat dilihat melalui Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan oleh Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. begitu sebaliknya.2. . Hasil Belajar Analisis yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kelas V.

Lembar Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa dan Lembar Observasi Siswa untuk empat . Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk empat kali pertemuan (lampiran III.3. 2. terdiri dari siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian.A Tahun Ajaran 2011/2012 pada semester II yang dilaksanakan mulai pada bulan Maret hingga April dari tanggal 13 Maret sampai tanggal 11 April 2012 dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) pada materi pokok perjuangan mempertahankan kemerdekaan. berupa Jadwal Penelitian (lampiran I).1. dan siklus II juga dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian. penelti telah merancang berbagai perangkat penelitian dan istrumen yang dibutuhkan. IV.BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A. Silabus (lampiran II). IV. Hasil Tindakan 1. Tahapan Perencanaan Pada tahapan ini. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.2. Selama tindakan dilakukan di kelas. Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk empat kali pertemuan (lampiran IV. III. dengan tujuan untuk membantu mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung.2.4).1. Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru kelas V. IV.4). peneliti dibantu observer.3. III. III.

yang disebut sebagai kelas tindakan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa. VI.3. VI.1.1. Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dan Lembar Observasi Aktivitas Guru untuk empat kali pertemuan (lampiran VI. VII. V. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V pada semester . Pertemuan ini siswa yang hadir berjumlah 40 orang siswa.4). yang berjumlah 40 orang siswa. 13 Maret 2012) Pertemuan pertama dalam siklus I dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2012 dengan alokasi waktu 70 menit. Kunci jawaban soal ulangan siklus I dan II (lampiran IX. IX. terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan.1.2.kali pertemuan (lampiran V. Pertemuan Pertama (Selasa. Soal ulangan harian siklus I dan II (lampiran VIII.3. dan skor dasar (lampiran X).2).1. Pelaksanaan Tindakan Siklus I 1.2). yaitu kelas V.1. B. VIII. sebagaimana dijelaskan dalam pelaksanaan tindakan berikutnya. VI. V. VI.2. Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah ditetapkan.2). V. Kisi-Kisi Soal Ulangan Harian Siklus dan siklus II (lampiran VII. Pada tahapan ini telah ditetapkan dan ditentukan kelas yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran CTL. yaitu RPP-1 (lampiran III.1) dengan materi pembelajaran “Perjuangan mempertahankan kemerdekaan”.4). V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru.

1).1) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok. Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima. Dalam hal ini. Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. guru membagikan LKS (lampiran IV. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh. Pada saat mengamati. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok . kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati. Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama. observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya.1) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI.II. Selanjutnya. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing. karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru.

masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya. dengan alokasi waktu 70 menit.belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. Pada proses pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini. sehingga diskusi berjalan dengan baik. 2. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain. Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-2 (lampiran III. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV. . Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan.2) dengan materi pembelajaran “agresi militer Belanda terhadap Indonesia”. masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL. 20 Maret 2012) Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2012 di kelas V.2) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa. Saat diskusi antar kelompok. Pertemuan Kedua (Selasa.

Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V. observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I. 3. baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL.1). Dalam ulangan haris siklus I. sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru. . siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV.2) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan. Dalam hal ini. Pada pertemuan kedua ini. 21 Maret 2012) Setelah pertemuan pertama dan kedua dari siklus I selesai dilaksanakan. Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I (Rabu. guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung.2). dengan tingkatan soal yang bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII. peneliti/guru melakukan melakukan ulangan harian siklus I.Pada pertemuan kedua. yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2012 dengan alokasi waktu selama 70 menit.1).

guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. Selanjutnya. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa. Refleksi Siklus I Setelah dilakukan tindakan pada siklus pertama dengan pertemuan pertama dan kedua. c. 4. Sebagian besar siswa mahu berdiskusi. Siswa baik secara individu maupun kelompok termotivasi untuk membahas kembali materi pembelajaran. sehingga pembelajaran tidak bersifat searah.A Sekolah Dasar Negeri 183 adalah mengalami peningkatan dan memperoleh hasil yang baik. Peningkatan dari hasil belajar siswa diketahui dari ketuntasan secara individu yang dimiliki siswa dalam menjawab lembaran soal yang diberikan. guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut. . yang hanya menerima penyampaian materi yang disampaikan guru saja. dapat diketahui hasil belajar siswa kelas V. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus I. Siswa dalam belajar lebih aktif. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua ditemukan kelebihan dan kelemahan.Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. Setelah siswa selesai mengerjakan soal. terutama dalam mencari solusi dari kesulitan-kesulitan yang mereka temukan. b. adalah: a. Adapun kelebihan yang ditemukan dari pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua.

Guru dengan mudah memberikan motivasi kepada siswa dibandingkan model pembelajaran yang telah dan selama ini digunakan c. ketika siswa tidak dapat menemukannya baika secara individu maupun secara berkelompok setelah mereka melakukan diskusi. Penerapan model pembelajaran CTL.Adapun kelebihan atau keuntungan yang ditemukan dari guru setelah menggunakan model pembelajaran CTL yang terdapat pada siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua. adalah: a. b. yaitu: . guru merasa terbantu sehingga tujuan dan target pembelajaran dapat tercapai b. juga ditemukan adanya kelemahan-kelemahan guru dengan menggunakan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran. maupun dalam berdiskusi. yaitu: a. Sementara kekurangan. Di samping berbagai kelemahan yang dialami siswa pada siklus I. Kesulitan belajar yang ditemukan siswa tidak terfokus pada guru untuk mencari dan menemukan solusinya. melainkan siswa sudah berusaha terlebih dahulu. yang ditemukan dari pertemuan pertama dan kedua dari siklus I bagi siswa. Dalam hal ini guru akan memberikan solusi. Kurangnya kemampuan siswa dalam mencari informasi atau pengetahuan baru tentang hubungan lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran yang telah diamanahkan guru. Masih banyaknya siswa yang tidak mahu bekerjasama dalam kelompok baik dalam mencari informasi yang diamati dari lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran.

Akhirnya. 02 April 2012) Pertemuan pertama pada siklus II dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 02 April 2012 dengan alokasi waktu 70 menit. sebagian besar siswa tidak menemukan dan kebingungan. Dari berbagai sisi kelemahan di atas. Memotivasi siswa agar mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing b. Guru belum terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. Meminta siswa agar memanfaatkan waktu yang diberikan untuk menguasai pembelajaran. Memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa pada saat ditugaskan. Pelaksanaan Tindakan Siklus II 1. waktu yang tersedia tidak mencukupi dan kurang optimal digunakan. sehingga ketika kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mencari informasi baru yang berhubungan dengan pembelajaran. Jumlah siswa yang hadir pada pertemuan ini adalah 40 orang siswa. b.a. Kurangnya pemahaman dan penguasaan guru dalam menggunakan model pembelajaran CTL. C. adalah: a. guru belum sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL dan masih menggunakan model pembelajaran klasik. c. maka perencanaan yang dilakukan guru/peneliti untuk memperbaiki tindakan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran CTL pada siklus II. Pertemuan Pertama (Selasa. karena pada saat mengajar. Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah . sehingga terlihat dari kurangya bimbingan dan arahan yang diberikan kepada siswa.

Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya. guru membagikan LKS (lampiran IV. Dalam hal ini.ditetapkan. Pada saat mengamati.3).A pada semester II.3) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima. karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru. observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. yaitu RPP-3 (lampiran III.3) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen. Selanjutnya. masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata. Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. . Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama.3) dengan materi pembelajaran “Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan”. Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing.

Pertemuan Kedua (Selasa.4) dengan materi pembelajaran “Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan”. 10 April 2012) Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 10 April 2012 di kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati. Dalam hal ini. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. Saat diskusi antar kelompok. masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain. Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan. Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-4 (lampiran III. 2. Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL. masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain. . sehingga diskusi berjalan dengan baik. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain. dengan alokasi waktu 70 menit.

Pada proses pembelajaran berlangsung. dengan tingkatan soal yang .4). Pada pertemuan kedua. observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. dengan alokasi waktu 70 menit. sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru. 3. Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan. Pada pertemuan kedua ini. guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung.2). Dalam hal ini. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran. siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV. 11 April 2012) Setelah pertemuan pertema dan kedua dari siklus II selesai dilaksanakan. peneliti/guru melakukan melakukan pertemuan ketiga yang merupakan ulangan harian siklus II. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen. yang dilaksanakan pada tanggal 11 April 201. baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Dalam ulangan haris siklus I.4) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah.4) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. Ulangan Harian Siklus II (Rabu.

Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus II.bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII.2). mengalami peningkatan. Refleksi Siklus II Tindakan yang dilakukan pada silus II melalui pertemuan pertama dan kedua. Adapun refleksi dari siklus II dapat dikategorikan baik. guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. Setelah siswa selesai mengerjakan soal. Pada siklus II aktivitas pembelajaran sudah berjalan lancar baik dari sisi guru maupun siswa. serta ulangan harian. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan pada siklus II diketahui. Hal ini terlihat dari pengamatan yang dilakukan observasi pada saat proses tindakan berlangsung. guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. baik guru maupu siswa sudah menerapkan model pembelajaran CTL dengan menjalankan langkah-langkah dari pembelajaran CTL tersebut. adalah: a. Selanjutnya. Siswa termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing . Dalam hal ini. Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V. 4.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Siswa dapat memanfaatkan waktu seoptimal mungkin dalam menjalan setiap tugas yang diberikan guru. hasil belajar siswa kelas V. Dengan demikian. Dalam melakukan observasi aktivitas guru . sehingga guru bersama siswa mampu dan menerapkan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. Analisis Hasil Penelitian Hasil tindakan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa selam proses pembelajaran berlangsung dan ketuntasan hasil pembelajaran IPS siswa. bimbingan dan arahan kepada siswa. Adapun terlaksananya proses pembelajaran sehingga tercapainya tujuan dari pembelajaran dalam penelitian ini merupakan hasil dari kerja keras dan upaya guru dalam memberikan motivasi. c.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan.b. dari data hasil penelitian yang dilakukan dan merujuk kepada data-data yang telah dikumpulkan dari siklus I dan II dari masing-masing pertemuan. sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. Siswa dapat menemukan berbagai informasi baru yang hubungannya dengan materi pembelajaran yang telah ditugaskan guru. Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Adapun observesi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tindakan yang dilakukan guru dari siklus I dan II pada saat proses pembelajaran berlangsung. D. 1. Sehingga.

I Siklus II Pert.00% 60.dalam pembelajaran di kelas V.00%. II Jumlah 11 12 19 20 Rata-Rata 2. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 60. dari aktivitas guru juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 19 dengan rata-rata 3.40.00% 100.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dibantu observer. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”.80. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 11 dengan rata-rata 2.00%.40 3. dan dapat dikategori “sangat baik”.00% Kategori Cukup Cukup Sangat Baik Sangat Baik Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan.00 Persentase 55.20 2. II Siklus II Pert. dapat dilihat dari tebel berikut: Tabel 4.20 dengan persentase 55. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 95. dan dapat dikategori “cukup”. Selanjutnya. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas guru pada siklus I pertemuan II sebesar 12 dengan rata-rata 2.00%.1 Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada Siklus I dan II No 1 2 3 4 Aktivitas Guru Siklus I Pert. Hal ini juga mengalami peningkatan pada . I Siklus I Pert.00% 95. Untuk mengetahui secara rinci hasil observasi tindakan yang dilakukan guru pada saat pembelajaran berlangsung dari siklus I dan II pada setiap pertemuan.80 4.

siklus II pertemuan II dengan jumlah 20 dengan rata-rata 4,00. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 100,00%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan persetasi dari tabel aktivitas guru dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat juga diketahui bahwa secara persentase (angka) selalu mengalami peningkatan dari siklus I dan II pada setiap pertemuan dan secara umum pada setiap pertemuan mengalami peningkatan. 2. Aktivitas Siswa Data aktivitas yang diperoleh selama pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siklus I dan II (lampiran VI.1, VI.2, VI.3, VI.4). Rata-rata persentasenya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning Pada Siklus I dan II Aktivitas Siswa Siklus I Pert. I Siklus I Pert. II Siklus II Pert. I Siklus II Pert. II

No 1 2 3 4

Jumlah 419 489 673 734

Rata-Rata 10,48 12,23 16,83 18,35

Persentase 52,38% 61,13% 84,13% 91,75%

Kategori Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru selama proses

pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 419 dengan rata-rata 10,48 dengan persentase 52,38%. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas siswa pada siklus I pertemuan II sebesar 489 dengan rata-rata 12,23. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 61,13%, dan dapat dikategori “baik”. Kemudian, dari aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 673 dengan rata-rata 16,83. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 84,13%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Hal ini juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan II dengan jumlah 734 dengan rata-rata 18,35. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 91,75%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan rata-rata aktivitas belajar siswa pada tabel di atas dapat dipahami bahwa aktivitas belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 56,75 dengan kategori “Kurang Baik”, mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 87,94 dengan kategori “Baik”. Adapun secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I dan siklus II sebesar 72,34.

3. Hasil Belajar Siswa Dari hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru, dapat dianalisis melalui ketuntasan

belajar siswa terdiri dari ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal, sebagai berikut: a. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Individu Ketuntasan belajar siswa secara individu setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru berdasarkan skor nilai ulangan harian pada siklus I dan II (lampiran X.1, X.2), yang dianalisis sebagai berikut: Tabel 4.3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II No 1 2 3 Pertemuan Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Rata-Rata Ketuntasan Individu 61,63 81,75 90,38 Kriteria Cukup Amat Baik Amat Baik

Berdasarkan tabel 4.3 di atas dapat diketahui ketuntasan hasil belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru secara individu pada siklus I dan II setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan dengan rata-rata 61,63, adapun hasil belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata 81,75, sementara hasil belajar siswa pada siklus II dengan rata-rata 90,38.

Jika diperhatikan dari persentase hasil belajar siswa secara individu pada tabel di atas.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan dari siklus I dan II dan begitu seterusnya. sehingga dengan penggunaan model pembelajaran tersebut hasil belajar siswa kelas V. b. dimana siswa harus lebih berperan aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa dengan penerapan model pembelajaran CTL dan tidak terbiasa dengan tugas yang diberikan guru dengan menggunakan LKS. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal Dari data hasil belajar siswa yang diperoleh melalui ulangan harian dari siklus I dan II pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching Learning. Beberapa kendala yang ditemukan pada sikus I. sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. sehingga secara keseluruhan dari siswa mengalami ketuntasan dalam belajar. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: . Berbagai kendala dalam pelaksanaan tindakan pada siklus I dijadikan refleksi pada siklus II. secara umum hasilnya sudah memuaskan. namun dari 40 orang siswa masih ditemukan adanya siswa yang belum memperoleh ketuntasan dalam belajar. peneliti dan juga selaku guru berupaya membiasakan dan mengoptimalkan diri dalam menggunakan model pembelajaran CTL.

50 15.00%) yang tidak tuntas. Sebelum tindakan. sementara hanya 6 orang siswa (15. Dalam hal ini diperlukan kerjasama siswa dalam kelompok belajar. sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. siklus I dan siklus II. Meskipun. persentase ketidaktuntasan secara klasikla pada siklus I sedikit. hal ini dijadikan sebagai refleksi pada siklus II.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru memperoleh ketuntasan hasil belajar baik secara individu maupun secara klasikal setelah menggunakan model pembelajaran CTL. namun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini.00%). Dengan demikian.00 100.4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V. sementara 17 orang siswa yang tidak tuntas (42.50%). .A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Jumlah Siswa 40 40 40 Ketuntasan Belajar Tuntas 23 34 40 % 57. dimana siswa yang tuntas berjumlah 34 orang (85.50 85.4 di atas dapat diketahui perbandingan ketuntasan secara klasikal dari hasil belajar siswa Kelas V.50%).00 Tidak Tuntas 17 6 % 42. adalah keseluruhan siswa kelas V.Tabel 4. siswa yang mengalami ketuntasan secara klasikal berjumlah 23 orang (57. sehingga kesulitan-kesulitan yang ditemukan pada saat pembelajaran berlangsung dapat dicari dan ditemukan solusi oleh mereka. Kemudian setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I.00 - No 1 2 3 Pada tabel 4.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dari sebelum dilaksanakan tindakan.

maka setelah data-data yang dibutuhkan terkumpul. selanjutnya dianalisis berdasarkan klasifikasi data. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan teknik analisis pengumpulan data penelitian pada bab III. Untuk lebih jelas dapat diketahui dari uraian berikut: 1. baik secara individu maupun secara klasikal. Adapun persentase ketuntasan siswa secara klasikal. dan hasil baik belajar siswa. Dalam hal ini yang diperhatikan adalah guru memberikan motivasi kepada siswa serta membimbing siswa untuk berperan aktif dalam mengikuti dan melaksanakan setiap langkah dari model pembelajaran CTL. guru berupaya semaksimal mungkin menerapkan berbagai langkah-langkah yang ada dalam model pembelajaran CTL tersebut. yaitu data tentang aktivitas belajar siswa. karena guru dan siswa secara optimal dan benar-benar memahami dan menjalankan setiap langkah-langkah dari model pembelajaran CTL tersebut. Karena model pembelajaran CTL merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif secara individu maupun kelompok. . aktivitas guru dalam mennggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning.Pada siklus II ketuntasan belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan secara klasikal.00%) mengalami ketuntasan. Sehingga. Aktivitas Guru Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL. E. pada siklus II dari 40 orang siswa keseluruhannya (100.

00 Pert. IV 55.1 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran 95.00 60. III Pert. Selanjutnya. dengan kategori “baik”.00 60.50%.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dapat dilihat pada diagram berikut: Gambar 4.Dengan menerapkan model pembelajaran CTL sangat membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. .00 80. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 57. Pada siklus I pertemuan pertama 50. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 95.00% dan pertemuan kedua 100. untuk mengetahui aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V. II Pert.00% dan meningkat pada pertemuan kedua 60.50%.00 Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas guru dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.00%.00 100. Sehingga motivasi dan bimbingan yang diberikan guru sangat membantu kelancaran dari aktivitas pembelajaran itu sendiri. I Pert.00 40. sementara peningkatan pada siklus II sebesar 97.00 20.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Secara keseluruhan dari aktivitas guru dalam pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 77.00 100. Dari persentase peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II.50%.00%.

13 91. II Pert. secara umum mengalami peningkatan dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II.2 Aktivitas Belajar Siswa 100. Berdasarkan data-data yang diperoleh. III Pert.00 80.00 Pert.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru setelah menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 4. IV 84.00 60. Dalam hal ini siswa lebih berperan aktif dari pada guru dalam pembelajaran. Hal ini merupakan di antara tujuan dari penerapan model pembelajaran CTL itu sendiri.13 52.00 40.38 61. Aktivitas Siswa Aktivitas siswa yang diteliti dan dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL. dimana memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sendiri secara kelompok dalam menghubungkan antara materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar atau kehidupan nyata.75 .00 20.2. I Pert. Adapun peningkatan aktivitas belajar siswa kelas V.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami ketuntasan dalam belajar IPS secara individu.13%.Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas belajar siswa dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.13% dan pertemuan kedua 91. maka dapat dilihat dari ketuntasan yang diperoleh siswa secara individu. Dengan demikian. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 56. begitu juga halnya dengan ketuntasan siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran CTL. bila siswa yang memperoleh nilai ulangan harian memperoleh skor di bawah 60.37%.38% dan meningkat pada pertemuan kedua 61.94%. Secara umum peningkatan dari aktivitas belajar siswa sebesar 72. . ketika memenuhi standar KKM 60. Dari persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II. Di samping itu.75%. dalam menentukan siswa yang mengalami ketuntasan hasil belajar secara individu dapat dilihat dari standar KKM yang telah ditetapkan. Sebagaimana telah dijelaskan pada bab III siswa kelas V. 3. sementara pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 87.75%. dengan kategori “baik”. Pada siklus I pertemuan pertama 52. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 84.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Ketuntasan Individu Ketuntasan suatu tindakan terhadap hasil belajar siswa. maka siswa tidak tuntas.

63.75 61. sebesar 90. Untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dapat dilihat dari diagram berikut: Tabel 4.38 Dari tabel di atas. dimana rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan dari setiap ulangan yang dilakukan (pada siklus I dan siklus II).Berdasarkan hasil ulangan harian siswa kelas V. rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81. sementara rata-rata siswa juga mengalami peningkatan pada siklus II.38. dapat diketahui bahwa secara umum rata-rata peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dalam penelitian ini adalah sebesar 77.3 Perbandingan Ketuntasan Individu 100 80 60 40 20 0 Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II 81. pada siklus I dan siklus II. .63 90.92 dengan kategori “Baik”. Berdasarkan ratarata hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan. diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada saat sebelum dilaksanakan tindakan sebesar 61.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada siklus I dan II.75.

Hasil belajar siswa sebelum tindakan.00 0 Dari diagram di atas dapat diketahui persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dari sebelum tindakan.4.00 60.50%.00 dan juga mengalami .00% dan juga meningkat pada siklus II sebesar 100. meningkat pada siklus I sebesar 85.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada diagram berikut: Tabel 4.00 20.00%.50%.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.4 Perbandingan Ketuntasan Klasikal 100.50 42.00 80. Sementara persentase hasil belajar siswa yang tidak tuntas sebelum tindakan adalah 42.00 57.00 100.00 Tuntas Sebelum Tindakan Siklus I Tidak Tuntas Siklus II 85. siklus I dan II pada siswa kelas V. dimana persentase siswa yang tuntas sebesar 57. Ketuntasan Klasikal Untuk mengetahui ketuntasan klasikal dari hasil belajar siswa kelas V. mengalami penurunan pada siklus I menjadi 15.50 15.00 40.

penurunan pada siklus II menjadi 0.83% dengan kategori “amat baik”. maka diketahui secara umum peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu sebesar 80. Berdasarkan persentase hasil belajar siswa secara klasikal dari diagram di atas. Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa ketuntasan siswa dalam belajar.00%. karena dalam guru dan siswa secara optimal dalam menerapkan langkah-langkah dari Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning sehingga dengan penerapan secara optimal dari langkah-langkah Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning tersebut dapat disimpulkan bahwa meningkatnya hasil belajar siswa secara klasikal. .

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dilihat perbandingan antara hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II baik secara individu maupun secara klasikal. maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa Kelas V. Adapun rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II pertemuan pertama adalah 81. Jadi.00 pada pertemuan II.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. pada siklus II adalah sebesar 97.13 dan 91. Dengan demikian peningkatan aktivitas belajar siswa .50 dengan kategori “cukup”. Dengan demikian peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I adalah sebesar 57.50 dengan kategori “sangat baik”. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama adalah 52.38 dan 61.00 dan 100.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.00 dan 60. Aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I pertemuan I adalah 55. Simpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan. dengan kategori “baik”.00 pada pertemuan II.75 pada pertemuan kedua. 1.13 pada pertemuan kedua. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 77. Adapun persentase dari aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus II pertemuan I adalah 95. 2.50.

4. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan bila dibandingkan dari sebelum dilaksanakan tindakan hingga siklus I dan siklus II.75 dengan kategori “cukup”. dan siklus II dengan rata-rata sebesar 90.00% dengan kategori “amat baik”. dengan kategori “baik”.00% dengan kategori “sangat baik”. pada siklus II adalah sebesar 87.50% dengan kategori “kurang” meningkat pada siklus I menjadi 85. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 72.83% dengan kategori “amat baik”. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu sebelum tindakan adalah 61. .63 dengan kategori “cukup”. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan bila dibandingkan antara sebelum tindakan dan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II.94 dengan kategori “sangat baik”. pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81.pada siklus I adalah sebesar 56. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan adalah 57.75 dengan kategori “amat baik”.38 dengan kategori “amat baik”. Adapun peningkatan hasil belajar siswa secara umum dari sebelum tindakan hingga dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II adalah sebesar 77.92 dengan kategori “baik”.34. Dari persentase hasil belajar siswa secara klasikal sehingga diketahui peningkatan hasil belajar siswa adalah sebesar 80. dan meningkat pada siklus II menjadi 100. Jadi. 3.

Untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Guru diharapkan berani menerapkan model-model pembelajaran yang bervariasi agar siswa tidak bosan dalam belajar dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Saran-Saran 1.B. 4. Sebelum menyajikan materi yang akan dibahas hendaknya guru memotivasi siswa terlebih dahulu agar siswa belajar dengan sungguhsungguh. . 3. Guru hendaknya memperhatikan dan memahami setiap kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam kegiatan belajar mengajar. 2. guru hendaknya mempertimbangkan model pembelajaran yang akan diterapkan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2001. Glover. Ngalim. Bumi Aksara. Departemen Pendidikan Nasional. M Dan Briggs C. Bandung: Remaja Rosdakarya. Remaja Rosdakarya . I Made Wirartha. Fakultas Ilmu Pendidikan UNRI. Jakarta: Rineka Cipta. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa. 1981. Jakarta: Grasindo. 2010. 2006. Bandung: PT. dkk. 2006. Pekanbaru: Cendikia Insani. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Rineka Cipta. The Conditions of Learning. New York. Danim. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. 2006.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. 2006. Belajar dan Pembelajaran. 2007. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Pedoman Penulisan. Suwarsih. Penelitian Tindakan Kelas. 2006. Suharsimi. Rinehart and Winston. Djamarah. Law. 1979. Jakarta: Depdikbud Dimyaiti dan Mudjiono. Holt Richart & Winston. Madya. 1992. 2008. 2005. S. 1962. 2006. Hilda Taba. Jakarta: PT. Syaiful Bahri. Purwanto. Improving Learning. Isjoni. New York: Holt. Gagne R. Darajat. Teori dan pratik Penelitian Tindakan Kelas. J. Jakarta: Bumi Aksara. Zakiah dkk. Sudarwan. Jakarta : Rineka Cipta. Bandung: Alfabeta. Lucio and Neil. Bandung: Alfabeta. Strategi Belajar Mengajar. 2002. Atmasuki. Kiat-kiat mengarang dan menyunting. Padang: Citra Budaya. Jakarta:Rineka Cipta. Nasution. Yogyakarta: ANDI Ishak. Cooperatif Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. 1999. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Curriculum Planning for Better Teaching and Learning. Menjadi Penelitian Kualitatif.

1996. Jakarta.Sadiman S. Syaodih. Sudjana. Nana. . ___________. 1989. Jakarta. Sanjaya. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Prinsip-prinsip dan Pengembangan Kurikulum. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Arief dkk. Wina. Pengembangan dan Pemanfaatannya. Nana. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Rajawali. 2010. 1988. Media Pendidikan Pengertian. Pembelajaran Dalam Inplementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana. Remaja Rosda Karya. Depdikbud. 2008.

Lampiran: I Jadwal Penelitian Jam Pelajaran 1-2 Jam No Hari/ Tanggal Mata Pelajaran 1 Selasa. 20 Maret 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus I 3 4 Rabu. 11 April 2012 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus II . 21 Maret 2012 Selasa. 13 Maret 2012 Pertemuan Pertama Siklus I 2 Selasa. 10 April 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus II 6 Rabu. 02 April 2012 1-2 Jam 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus I Pertemuan Pertama Siklus II 5 Selasa.

M.4. 19570720 197612 1001 Darmita NIM.Lampiran: II SILABUS Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kegiatan Pembelajaran  Melakukan Studi Pustaka  Berkelompok untuk mencari lembaga-lembaga bentukan Jepang dalam mempersiapkan mencapai kemerdekaan  Melakukan diskusi mengenai perlunya perumusan dasar Negara  Mengidentifikasi beberapa tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan  Menuliskan bagaimana menghargai jasa para pahlawan dilanjutkan dengan presentasi.Pd NIP. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru. Indikator  Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan  Menghargai jasa para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Penilaian  Tes tertulis  Lisan  Diskusi Alokasi Waktu 8 x 35 Menit Sumber Belajar  Buku IPS Terpadu Untuk Sekolah Dasar Kelas V Penerbit Erlangga  Gambar para pejuang dan tokoh kemerdekaan Kompetensi Dasar 2. Maret 2012 Peneliti Zulkifli. 1055187011 . Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahanka n kemerdekaan Materi pokok Pembelajaran Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Mengetahui.

Lampiran: III.1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-1) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Perjuangan mempertahankan kemerdekaan F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Kegiatan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

Ketiga: Penjelasan dan Solusi

Keempat: Pengambilan Tindakan

Kelima: Refleksi

 Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit

H. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir

: Apersepsi : Diskusi : Evalusi

Mengetahui, Kepala SDN 183 Tampan

Pekanbaru, 13 Maret 2012 Peneliti

Zulkifli, M.Pd NIP. 19570720 197612 1001

Darmita NIM. 1055187011

Lampiran: III.2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-2) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Agresi Militer Belanda terhadap Indonesia F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit

Langkah-Langkah

Waktu 50 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. M.Pd NIP. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru. 1055187011 . Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Mengetahui. 20 Maret 2012 Peneliti Zulkifli. 19570720 197612 1001 Darmita NIM.

Lampiran: III. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit Langkah-Langkah Waktu 50 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi . Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Materi Pembelajaran Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan F. Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D.3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-3) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V (Lima)/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C.

Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Refleksi : Apersepsi : Diskusi : Evaluasi Pekanbaru. 1055187011 . 2 April 2012 Peneliti Mengetahui.Pd NIP. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. M. 19570720 197612 1001 Darmita NIM.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I.

Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi .Lampiran: III. Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Materi Pembelajaran Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F.4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-4) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V.

Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Pekanbaru.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. 1055187011 . Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. M. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. 10 April 2012 Peneliti Mengetahui.Pd NIP.

. A.. Jepang.. dan Medan... Petunjuk 1... Meskipun demikian..Lampiran: IV.......... Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya................... Bandung... .. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C.....1 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II .. Kerjakan LKS ini secara individu 2........ Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B....... seperti di Surabaya.. Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu........... D. Ambarawa.. Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah............. guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3. Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia.. Soal NO 1 2 3 4 5 Tokoh Mempertahankan Kemerdekaan Pattimura Pangeran Diponegoro Pangeran Antasari Imam Bonjol Sultan Ageng Tirtayasa Daerah Asal Tokoh Maluku Yogyakarta Banjarmasin Sumatera Barat Banten ....

... Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia... Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah. Kerjakan LKS ini secara individu 2.......... seperti di Surabaya....... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3. A....... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C...2 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ..... Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda. D... . Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu. Jepang. Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya...Lampiran: IV....... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B. dan Medan... Soal NO 1 2 3 4 5 Jenis Peperangan/ Perlawanan yang Dilakukan Bangsa Indonesia Surabaya Ambara Bandung Lautan Api Medan Area Semarang Tanggal dan Tempat 27 – 29 Oktober 1945 26 Oktober 1945 23 Maret 1946 13 Oktober 1945 15 Oktober 1945 ............. Petunjuk 1........... Ambarawa............ Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.... Meskipun demikian..... Bandung...

........... Petunjuk 4... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 6... Perundingan dilakukan untuk mencapai pengakuan kedaulatan Indonesia dan Belanda............ E. Kerjakan LKS ini secara individu 5.. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan G.................... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas F.......Lampiran: IV.... Soal NO 1 Tanggal & Jenis Perundingan 10 Nopember 1946 Perjanjian Linggarjati 27 Oktober 1947 Perjanjian Renville Isi Perundingan dilaksanakan Belanda mengakui Republik Indonesia dilaksanakan Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam pembangunan negeri 2 ......... Teori Singkat Komisi PBB untuk Indonesia atau UNCI (United Nations Commision for Indonesia) berhasil mempertemukan Belanda dan Indonesia dalam meja perundingan... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu........... H.. ...3 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II .........

... Banyak tokoh yang berperan dalam mempertahankan kemerdekaan. Kerjakan LKS ini secara individu 2..... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F..............4 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ..Lampiran: IV.. Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda....... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu.... Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah.. ..... G............... Hatta Bungtomo Jendral Soedirman Peran terhadap Mempertahankan Kemerdekaan Proklamator kemerdekaan Indonesia Memimpin delegasi Membangkitkan semangat juang rakyat dan pemuda Indonesia Banyak membantu perjuangan rakyat yang dikenal perjuangan gerilya .. Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.... Petunjuk 1.... Soal NO 1 2 3 4 Nama Tokoh Yang Berperan Mempertahankan Kemerdekaan Ir..... Mohd.... Mereka telah berjuang agar kemerdekaan tetap menjadi milik rakyat Indonesia... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas E..... A.. guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3............ Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya. Jepang. Meskipun demikian. Soekarno Drs.....

3 tetapi kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar 4 yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masing-masing Tidak meminta masing-masing kelompok belajar mencari kelompok belajar siswa mencari 1 informasi atau pengetahuan informasi atau pengetahuan baru baru dari materi pembelajaran dari materi pelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 2 informasi baru yang tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 3 informasi baru yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 4 informasi baru yang berhubungan dengan materi pembelajaran Aspek Penilaian . tetapi tidak membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 3 dengan anggota kelompok dan kurang membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 4 dengan anggota kelompok dan membimbing siswa Guru membimbing siswa Tidak membimbing siswa dalam 1 mengamati lingkungan sekitar mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan Membimbing siswa dalam materi pembelajaran mengamati lingkungan sekitar.Lampiran: V RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS GURU No 1 2 3 Kriteria Skala Deskriptor Guru meminta siswa Tidak meminta siswa bekerjasama 1 bekerjasama dengan anggota dengan anggota kelompok kelompoknya masing-masing Meminta siswa untuk bekerjasama 2 dengan anggota kelompok. 2 tetapi tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar.

No 4 Aspek Penilaian Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 2 3 4 5 Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 Kriteria Deskriptor Tidak meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok hanya menguasai konsep dari materi pembelajaran Kurang mengarahkan masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Tidak meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Mengarahkan masing-masing kelompok hanya membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing saja. tetapi tidak dengan kelompok belajar lain Mengarahkan dan kurang membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan dengan kelompok belajar lainnya Mengarahkan dan membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan juga dengan kelompok belajar lainnya .

13 Maret 2012 Observer Titin Rositi.00% Cukup 11 Pekanbaru. Aktivitas Guru 2 3 √ Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 8 3 55.Lampiran: V. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. .Pd NIP. S.

20 Maret 2012 Observer Titin Rositi. 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.00% Cukup 12 Pekanbaru.Lampiran: V. .Pd NIP.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. S. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 6 60.

S. .3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa.Lampiran: V. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 3 95.00% Sangat Baik 16 19 Pekanbaru. 02 April 2012 Observer Titin Rositi. 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.Pd NIP.

10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa.Lampiran: V. S.00% Sangat Baik 20 Pekanbaru. 10 April 2012 Observer Titin Rositi. . Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 20 100.Pd NIP.

00% Sangat Baik Sangat Baik .00% 100.5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR SIKLUS I DAN SIKLUS II No 1 Aktivitas Guru Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 2 II 3 III 4 IV 4 2 3 3 4 4 3 2 2 4 4 4 2 2 4 4 5 2 2 4 4 11 55.Lampiran: V.00% Cukup 12 60.00% Cukup 19 20 95.

tetapi tidak mendapatkan informasi atau pengetahuan yang baru Siswa dengan anggota kelompok masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran dan menemukan informasi atau pengetahuan yang baru 2 Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 1 2 3 4 3 Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 1 2 3 4 . tetapi tidak dapat mengambil pelajaran dari yang diamati Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran dan dapat menarik kesimpulan dari setiap yang diamati Siswa berdiam diri dan tidak melakukan tugas yang diberikan guru Siswa mencari informasi atau pengetahuan baru dengan sendirinya Siswa dengan anggota kelompoknya masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran. tetapi tidak secara kompak Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing secara kompak Siswa bersama anggota kelompoknya tidak melakukan aktivitas yang diberikan guru Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran.Lampiran: VI RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS SISWA No 1 Aspek Penilaian Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Kriteria Skala 1 2 3 4 Deskriptor Siswa tidak mahu bekerjasama dengan anggota yang telah ditentukan guru Siswa kurang mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing.

tetapi tidak mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain dan mampu menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain 2 3 4 5 Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 .No 4 Aspek Penilaian Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 Kriteria Deskriptor Siswa bersama anggota kelompoknya tidak mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa bersama anggota kelompoknya kurang mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. tidak bersama anggota kelompok Siswa bersama anggota kelompoknya mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok tidak mahu membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing. tetapi tidak mahu mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain.

Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa.Lampiran: VI. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. AMIRUDDIN M. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 3 2 2 1 2 Ket 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 3 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 1 1 3 3 2 2 2 1 3 2 2 1 3 2 1 3 2 2 3 2 .

Pd NIP. M. TEDDY PRATAMA M. DWIFA SYUKRI FADLI M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 2 2 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 78 48.38 55. RYAN PRADANA M. 19570720 197612 1001 . 1055187011 Titin Rositi. S. D QUEEN LAILA.75 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 82 79 88 92 51. 13 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM.Pd NIP. NUR FADLI M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . Mengetahui. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.00 57.25 49.50 Ket Pekanbaru.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M.

S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.Lampiran: VI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. AMIRUDDIN M. 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 1 2 2 3 3 3 2 2 3 4 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 3 2 2 3 2 3 2 1 1 3 3 3 2 1 2 Ket 1 2 3 2 2 3 1 3 1 3 2 4 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 2 2 3 3 3 2 4 1 3 2 3 1 3 2 1 3 2 2 3 2 . Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI.

50 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 99 94 103 101 61. Mengetahui. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 3 2 2 2 4 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 4 92 57. RYAN PRADANA M.88 58. S.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M.75 64. TEDDY PRATAMA M. NUR FADLI M. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. 19570720 197612 1001 . D QUEEN LAILA. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . M.38 63.13 Ket Pekanbaru. 1055187011 Titin Rositi.Pd NIP. 20 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. DWIFA SYUKRI FADLI M.Pd NIP.

Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. AMIRUDDIN M. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 3 2 4 2 2 3 3 3 4 3 3 4 2 2 3 4 4 4 2 3 3 Ket 1 2 3 3 3 4 2 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 2 .Lampiran: VI. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2.3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4.

13 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 3 4 4 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 2 2 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 126 131 142 141 78. Mengetahui.13 Ket Pekanbaru. 02 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. M.Pd NIP. S. TEDDY PRATAMA M. NUR FADLI M. D QUEEN LAILA. DWIFA SYUKRI FADLI M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .75 88. 1055187011 Titin Rositi. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 133 83.Pd NIP. RYAN PRADANA M. 19570720 197612 1001 .75 81. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.88 88.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M.

S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 Ket 1 3 4 3 3 4 3 4 2 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 . Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. 10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. AMIRUDDIN M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa.Lampiran: VI. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.

DWIFA SYUKRI FADLI M. 1055187011 Titin Rositi. 10 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM.56 20. TEDDY PRATAMA M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . RYAN PRADANA M.83 20. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 141 19. D QUEEN LAILA.58 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 148 147 150 148 20. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. NUR FADLI M. M.42 20. S.56 Ket Pekanbaru.Pd NIP. Mengetahui. 19570720 197612 1001 .No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M.Pd NIP.

75% Sangat Baik .13% Baik 673 84.13% Sangat Baik 734 91.Lampiran: VI.385% Cukup 489 61.5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I DAN SIKLUS II No Aktivitas Siswa Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 78 II 92 III 133 Siklus II IV 141 1 2 82 99 126 148 3 79 94 131 147 4 88 103 142 150 5 92 101 141 148 419 53.

3. dan 5 c. Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah. 2. untuk a. Melucuti senjata tentara Jepang b. Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas. 3. Josh Bush 2.Lampiran: VII. 2.1 KISI-KISI SOAL SIKLUS PERTAMA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan 1. Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 3. 1. Sir Philip Christison b. 4. dan 4 d. Soal Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya a. Cristopher Colombus c. 5. sebagai berikut: 1) Ir. dan 3 b. 4. dan 6 Kognitif Kunci Jawaban C1 C2 C3 C4 C5 C6 A √ A √ A √ . Menyerang kembali bangsa Indonesia d. adalah a. tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II. Raflessia d. Melakukan perdamaian dunia c. Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini 6.Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II. Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d. Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c. Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d. Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b. kecuali a. a dan b benar 5. Masyarakat Surabaya meraih kemenangan C √ C √ D √ . Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b. Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b. Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan a. Sebutkan beberapa desakan Negara. Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c.4. Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 a.

Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c. Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno a. Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 10. Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b. Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri A √ C √ B √ D √ . Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d. Bukittinggi b. Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d. Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah a. Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah. Salah semua 8.c. Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c. Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b. Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia a. Jakarta d. Sehingga. Surabaya c. disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka. Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api a. Ambarawa 9. Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d. Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 7.

Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia a. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c. Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 12.b. 000 13. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya a. 000 c. adalah a. sosial. 000 d. 10. 90. Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c. 000 b. Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d. budaya dan pertahanan keamanan 11. 12. 11. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia D √ C √ A √ . Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d. ekonomi. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b.

Belanda c. Netherland Indies Company America b. 11 November d. R. Drs. 5. Netherland Indies Club Administration c. 4. dan 7 d. Netherland Indies Civil Ambarawa d. Indonesia 2. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia a. 3. 10 November b. 1. Indonesia b. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN). dan 3 c. Di bawah ini beberapa Negara di dunia 1. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati a. Beligia 6. 1. Mr. Inggris 3. Australia 4. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN. NICA adalah singkatan dari a. Mohammad Hatta 17. A √ C √ C √ D √ B √ . Australia adalah negara yang dipilih oleh a. Belanda 7. 12 November 15. 6. Amerika 5. Mengusulkan sendiri d. Indonesia dan Belanda d. 4.Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 14. Abdul Kadir Widjojoatmodjo c. Syarifuddin Prawiranegara d. dan 7 16. dan 5 b. adalah a. Hamengkubuwono IX b. Netherland Indies Civil Administration 18. 2. 09 November c.

Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 a. PDRI B √ A √ . Mohammad Hamdan d. Mohommad Toha c. KTN c. Mohammad Hasbullah 20. Mohammad Haryono b. Perjanjian Renville diprakarsai oleh a. KNIL d. NICA b.19.

a. c salah semua Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda. b. 8 Mei 1949 d. C √ .Lampiran: VII.2 KISI-KISI SOAL SIKLUS KEDUA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan 1. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b. sebagai berikut: 1) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 2) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik Kunci Jawaban C1 Kognitif C2 C3 C4 C5 B √ 2. 7 Mei 1949 c. 6 Mei 1949 b. B √ 3. Soal Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal Sir Philip Christison a. 9 Mei 1949 Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan a. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d.

1. Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. yaitu Indonesia dan Belanda B √ . 3. 4 dan 5 d. 3 dan 4 c.4. 4 dan 5 Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan. 1. karena a. Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. 2. 3) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 4) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 5) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda: a. 2 dan 3 b. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara.

Soekarno d. 5. Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c. 6. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan a. Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b. Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d. Hamengkubuwono IX c. 7. Agussalim b. Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda: a. Ir. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen A √ D √ A √ . Drs.d. Moh Hatta Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda: a. H.

Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d. 8. Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan c. Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c. 23 November 1949 d. 22 Juli sampai 1 November 1949 f. 9. Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b.b. 23 Juli sampai 2 November 1949 Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia: a. 5 sampai 7 November 1949 e. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia D √ D √ .

Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu d. Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c. Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada B √ A √ D √ . Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia a.10. Tujuan PDRI dibentuk adalah: a. Agar membentuk dan dan memimpin PDRI b. Agar melancarkan serangan kepada Belanda c. Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b. Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d. Mengapa Ir. Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b. Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan 11. Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 a. Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12.

Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda. untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag. Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d. Salah semua c. kecuali:: a. Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13. Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu c. Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b. Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan b. a dan b benar 14. kecuali: a. Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.Membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia d. C √ D √ . Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia d. Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c.

Memimpin TNI dengan penuh semangat b. adalah a. Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c. Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d. Tujuan dibentuk Kabinet Hatta. Membentuk kabinet baru 18. Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c. Memimpin TNI dalam peperangan d. Mengamankan NKRI d. Perjuangan luar biasa 16. Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya e. a. Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI: a. Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar. adalah: c. Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi. b dan c salah semua B √ B √ A √ C √ . Memimpin pasukan f. karena: a. Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c. Melakukan pemberontakan di Madiun d. Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17. Berhasil memimpin koperasi di tanah air b.15. Menggalang persatuan nasional b.

Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b. Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo: a. Melawan setiap penjajahan yang ada d. Pidatonya b. Tidak melakukan apa-apa 20. Senjata yang lengkap B √ A √ . Teriakan d.19. Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan a. Nyanyian c.

.. Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c... : . 5. Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d.Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II.. Sir Philip Christison c.... Cristopher Colombus d... 1. untuk ..... Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 4............. 4...... 3.... Melakukan perdamaian dunia c................ Waktu yang disediakan adalah 70 menit 2..... a. Sebutkan beberapa desakan Negara......... dan 4 b............. tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II... 4.. a. Pilihlah jawaban di bawah ini! 22....... 3... dan 5 d......... a.......... adalah .. PETUNJUK 1.... kecuali.. Menyerang kembali bangsa Indonesia d... Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya.. 21.... 2. Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia............ a dan b benar . 2. dan 6 5.. SOAL-SOAL 2.1 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA Hari/Tanggal Nama Siswa : ......... a. Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b........... dan 3 c........ Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas...... Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah.. sebagai berikut: 1) Ir... Raflessia b.....Lampiran: VIII.............. Melucuti senjata tentara Jepang b. Josh Bush 3..

.. Sehingga. Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri b.......... Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 11....... Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno .. Ambarawa 10. Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d.... Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b.. a... Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c... Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan ...... Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c.. 7...... a.. a..6..... Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c.. Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik..... Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api ......... sosial. a........... budaya dan pertahanan keamanan .......... Bukittinggi b.... Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c.. Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia ...... Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b..... Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b.. a........ Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah . Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 8.. Jakarta d.. Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah. a.... Surabaya c.... Masyarakat Surabaya meraih kemenangan c. Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini. Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 .. ekonomi. Salah semua 9. Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d.. disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka. Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d. Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b...... Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d........ Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d.....

12. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.................... a. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d. Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 13. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya .................... a. 90.000 orang c. 10.0000 orang b. 11.000 orang d. 12.000 orang 14. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk, adalah .................. a. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia d. Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 15. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati ........................ a. 09 November c. 10 November b. 11 November d. 12 November 16. Di bawah ini beberapa Negara di dunia: 1. Indonesia 2. Inggris 3. Australia 4. Amerika 5. Beligia 6. Belanda 7. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN, adalah a. 1, 2, dan 3 c. 3, 4, dan 5 b. 5, 6, dan 7 d. 1, 4, dan 7 17. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia ................... a. Hamengkubuwono IX c. Mr. Syarifuddin Prawiranegara b. R. Abdul Kadir Widjojoatmodjo d. Drs. Mohammad Hatta 18. NICA adalah singkatan dari ................. a. Netherland Indies Company America b. Netherland Indies Club Administration c. Netherland Indies Civil Ambarawa
d. Netherland Indies Civil Administration

19. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN), Australia adalah negara yang dipilih oleh .................. a. Indonesia c. Indonesia dan Belanda b. Belanda d. Mengusulkan sendiri 20. Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 .............. a. Mohammad Haryono c. Mohammad Hamdan b. Mohommad Toha d. Mohammad Hasbullah 21. Perjanjian Renville diprakarsai oleh ................ a. KTN c. NICA b. KNIL d. PDRI

Lampiran: VIII.2 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA

Hari/Tanggal Nama Siswa 23. PETUNJUK

: ............................................... : ...............................................

3. Waktu yang disediakan adalah 70 menit 4. Pilihlah jawaban di bawah ini! 24. SOAL-SOAL 1. Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal ............................... a. 6 Mei 1949 c. 8 Mei 1949 b. 7 Mei 1949 d. 9 Mei 1949 2. Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan .................... a. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d. a, b, c salah semua 3. Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda, sebagai berikut: 6) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 7) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik 8) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 9) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 10) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda ............ a. 1, 2 dan 3 c. 3, 4 dan 5 b. 2, 3 dan 4 d. 1, 4 dan 5 4. Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan, karena ..................... a. Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara, yaitu Indonesia dan Belanda d. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia

... 23 November 1949 c. Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d. 23 Juli sampai 2 November 1949 9. Hatta 7....... 22 Juli sampai 1 November 1949 b.... Sri Sultan Hamengkubuwono IX d. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen b.. 5 sampai 7 November 1949 d....5...... Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan ... Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b.... a.. Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c.... Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan .. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia 10... Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d...... Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda a. Moh... Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada 6....... Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c..... a. Agussalim c.. a. a... Soekarno b. Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia .. Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda . Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b.. Drs..... a..... Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b..... Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda 8.. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d........ Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c......... Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d. Ir....... Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c....... Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan .... Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia . H..

....... a.... Melawan setiap penjajahan j.... a. Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya i. Salah semua 15. Membentuk kabinet baru .. g. kecuali .. a.... Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c... Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia h.11... Melakukan pemberontakan di Madiun d....... Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c.. Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu h..... Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan f. Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12...... a dan b benar 14... e.. Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b. Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar TKR... kecuali: e......... Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.. Mengapa Ir... Memimpin pasukan 16. Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada c. Agar membentuk dan memimpin PDRI f....... Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b. Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17....... Memimpin TNI dengan penuh semangat b....... Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI ... Mengamankan NKRI h.. Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13. Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda. a... Menggalang persatuan nasional b... Pemerintah Darurat Republik Indonesia d. adalah sebagai berikut ... adalah .... Agar melancarkan serangan kepada Belanda g.. Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 ......... untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag. Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d. Memimpin TNI dalam peperangan d... Tujuan PDRI dibentuk adalah .. Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c. Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu g.......... Tujuan dibentuk Kabinet Hatta....

.. Senjata yang lengkap Selamat Bekerja.. Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d.... b dan c salah semua 19.. Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan ........ Pidatonya c. Berhasil memimpin koperasi di tanah air b. Teriakan b... Tidak melakukan apa-apa 20. Semoga Sukses . Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c........ a. Nyanyian d.. a...... Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo ..... Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b..... a..... karena ..18... Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c.. a. Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi.. Melawan setiap penjajahan yang ada d...

1 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN A A A C C D A C B D D C A A C C D B B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .Lampiran: IX.

Lampiran: IX.2 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN B B C B A D A D D B A D C D B B A C B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .

ARIF M.Lampiran: X. DWIFA SYUKRI FADLI M. AMIRUDDIN M. NUR FADLI M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 70 45 55 85 70 85 15 50 65 80 55 70 55 60 85 85 80 70 65 2.63 23 17 Tidak Tuntas 57.50 Ket Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas .1 SKOR DASAR HASIL BELAJAR SISWA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .50 42. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. D QUEEN LAILA. RYAN PRADANA M. TEDDY PRATAMA M. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.465 61.

P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 85 90 85 100 95 90 35 90 95 95 65 95 90 60 95 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3.75 . RYAN PRADANA M. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. DWIFA SYUKRI FADLI M. TEDDY PRATAMA M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.270 81.2 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. ARIF M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . NUR FADLI M. D QUEEN LAILA. AMIRUDDIN M.Lampiran: X.

Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 90 90 95 100 95 90 70 90 100 95 90 95 95 90 100 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3. DWIFA SYUKRI FADLI M. NUR FADLI M.3 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.615 90. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. ARIF M. D QUEEN LAILA. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . AMIRUDDIN M. TEDDY PRATAMA M.Lampiran: X. RYAN PRADANA M.38 .

ARIF M. DWIFA SYUKRI FADLI . S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.Lampiran: X.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Jenis Kelamin P P L L P P P P L L L P P L P P P P L L L Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 Ketuntasan Individu Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian I 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian II 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. AMIRUDDIN M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI.4 Analisis Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas V.

NUR FADLI M.00 40 100.00 0 Tuntas Tuntas Ketuntasan Individu . TEDDY PRATAMA M. D QUEEN LAILA. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .50 16 42.50 Tidak Tuntas Ulangan Ketuntasan Harian Individu II 85 90 Tuntas Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 85 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 35 Tidak Tuntas 70 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 65 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 60 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 34 85.No 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa Jenis Kelamin L L L L P L P P L L L L L L L L L P P Skor Dasar Ketuntasan Individu Ulangan Harian I M.00 6 15. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal 70 Tuntas 45 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas 85 Tuntas 70 Tuntas 85 Tuntas 15 Tidak Tuntas 50 Tidak Tuntas 65 Tuntas 80 Tuntas 55 Tidak Tuntas 70 Tuntas 55 Tidak Tuntas 60 Tuntas 85 Tuntas 85 Tuntas 80 Tuntas 70 Tuntas 65 Tuntas 23 57. RYAN PRADANA M.

A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN PEKANBARU Dok. 3: Siswa Menjelaskan Hasil Temuannya Dok.LAMPIRAN. 1: Guru Menjelaskan Pembelajaran Dokumentasi 2: Guru membimbing siswa mengamati Dok. XI DOKUMENTASI AKTIVITAS PEMBELAJARAN CTL DI KELAS V. 4: Observer Mengamati Aktivitas Pembelajaran .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful