PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS

V.A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN KOTA PEKANBARU

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

OLEH:

DARMITA NIM. 1005187011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012

ABSTRAK

Darmita. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Riau. Kata Kunci: Model CTL, Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Model pembelajaran CTL merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran, yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata. Sehingga dengan penerapan model ini siswa lebih berperan dari pada guru dalam pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Penerapan Model Pembelajaran CTL Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Pada Materi Pokok Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V.A SDN 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 40 orang siswa. Hal demikian dapat diketahui dari: Peningkatan aktivitas belajar siswa dari setiap pertemuan adalah sebesar 72,34, dengan kategori “baik”; Peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran dari setiap pertemuan adalah sebesar 77,50, dengan kategori “baik”. Peningkatan hasil belajar siswa secara individu dari setiap pertemuan adalah adalah sebesar 77,92 dengan kategori “sangat baik”; dan Peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal dari setiap pertemuan adalah sebesar 80,83% dengan kategori “amat baik”. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dan dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012.

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang memberikan taufik dan hidayah-Nya serta nikmat yang tak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”. Selanjutnya shalawat serta salam tidak lupa penulis sampaikan kepada junjungan alam yakni Nabi besar Muhammad SAW, yang merupakan seorang pejuang sejati yang telah membawa ummatnya dari kehidupan yang penuh kebodohan sampai kepada kehidupan yang penuh dengan ilmu penngetahuan dan akhlak mulia sebagaimana kta rasakan sekarang. Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran IPS di sekolah dasar yang dapat mengembangkan hakikat pembelajaran IPS yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk menyelesaikan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ashaluddin Jali, MS, selaku Rektor Universitas Riau. 2. Bapak Dr. H. M. Nur Mustafa, M. Pd selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau 3. Bapak Drs. Lazim. N. M.Pd, selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. S. selaku Pembimbing I. Ayahanda Bakri dan Teso Sakido .4. S. amin. 5. selaku Pembimbing II. Yang berbahagia orang tua penulis. Bapak Drs.Pd. serta Keluarga Besar penulis. untuk itu kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan sangat penulis harapkan. yang tidak dapat disebutkan satu persatu.Pd. Pekanbaru. Farhan Sakido). 7. 6. H. 1005187011 . Zulkifli. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. dan Bapak Drs. Juli 2012 Penulis DARMITA NIM. Suami tercinta (Achmad Yusuf) dan Anak-Anak tercinta (Ridza Fitria Akhdar. Damanhuri Daud. Teman-teman seperjuangan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Semoga ini dapat memberikan manfaat. Ibunda Katiamah dan Juminem (Almarhumah).

...... DAFTAR LAMPIRAN ................................. Teknik Pengumpulan Data ................. DAFTAR GAMBAR ........................................ 2...................... 2.............................................................. Prinsip-Prinsip Pembelajaran CTL ............................ Komponen Pembelajaran CTL........................................... 4. F........................ Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ................................................................................. E.......................... Pengertian......................................................... Indikator Hasil Belajar ............... Variabel Penelitian .......... C....... C.......... B............................................................................ DAFTAR TABEL ....... E...................... DAFTAR ISI ............. Latar Belakang ........................................................... METODOLOGI PENELITIAN A..... Hasil Belajar .................. Tujuan Penelitian ...................... 5......................... C........................................................................................ Rencana Tindakan .............................. KONSEP TEORI A.................. D................................ Aktivitas Belajar Siswa ..........................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK ........................ KATA PENGANTAR .......................................................................................... B............... Teknik Analisis Data i ii iv vi vii viii 1 4 5 5 6 BAB II 8 8 10 12 13 15 17 17 18 19 21 24 25 BAB III 26 26 26 27 29 30 ............................................... G........................................................ 3...... D...................... Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran CTL ............................................................... 1............... 1........................................................................ Subjek Penelitian.................................................. Setting Penelitian ............... Instrumen Penelitian..................................... Defenisi Operasional .................................. 4. 3........... Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran CTL ....... Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran CTL dengan Hasil Belajar Siswa ............................................................................... BAB I PENDAHULUAN A........................................................... B..................................................... Hipotesis Tindakan...... D.. Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning .......................................... Rumusan Masalah ........................................................................................................... Pengertian................................. Manfaat Penelitian .........................................................................................

................. 1........................ 3............................................................................................................................................................... C............ B........ E........ 3.. 1.................................................................. Refleksi Siklus II .................... LAMPIRAN-LAMPIRAN .. 4.......... 3..................... Refleksi Siklus I .............................. 1.............. 2............................... 35 36 36 38 39 40 42 42 44 45 46 47 47 49 51 54 54 56 57 59 BAB V 61 63 64 DAFTAR PUSTAKA .. Hasil Tindakan ........ Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran .................... Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I ..................... 4.......... Hasil Belajar Siswa .... Kesimpulan .......................................... 2................................................................................ Ulangan Harian Siklus II............................................................... D.......................................................... Ketuntasan Individu ......................................................... Aktivitas Siswa ........... B.... Ketuntasan Klasikal ............... 1..................... KESIMPULAN DAN SARAN A...... 2................ Pertemuan Kedua ................. Pembahasan Hasil Penelitian .................................... Pelaksanaan Tindakan Siklus I................ 3............. Pertemuan Pertama............................... Pelaksanaan Tindakan Siklus II ................................................................................. 2.......................... Pertemuan Kedua ........... Analisis Hasil Penelitian ...........................................................................BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A................................................. 4...... Pertemuan Pertama....... Aktivitas Siswa ................... Aktivitas Guru .............. Saran-Saran .............

.......1 Gambar 4....2 Gambar 4........ Aktivitas Belajar Siswa ............DAFTAR GAMBAR Gambar 4..3 Gambar 4................................... Perbandingan Ketuntasan Klasikal ...4 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran .................................................. 55 58 58 59 . Perbandingan Ketuntasan Individu ..........................................

...A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada 33 33 Siklus I dan II .................. Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V............1 Aktivitas Guru Dan Siswa ............................................ Tabel 4..A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ...................................2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran CTL Pada Siklus I dan II...................3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V......A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ................................ Tabel 4..........2 Tabel 4....................................................DAFTAR TABEL Tabel III..... Ketuntasan Hasil Belajar Siswa ...... Tabel 4............1 Tabel III...................4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V... 48 49 51 53 ..

...... Lampiran VI Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa Dan Lembar Observasi Aktivitas Siswa Dengan 87 98 111 119 121 80 66 67 68 76 Menggunakan Model CTL ................................................................................................. 126 .. Lampiran VIII Soal Ulangan Harian ..................................................... Lampiran VII Kisi-Kisi Soal ..... Lampiran IX Lampiran X Lampiran XI Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian ..... Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Dan Lembar Observasi Aktivitas Guru Selama Proses Pembelajaran ............................ Lembar Kerja Siswa (LKS).............................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V Jadwal Penelitian........................................................ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)................................ Dokumentasi Pelaksanaan Penerapan Model Pembelajaran CTL ............................................................................................. Skor Hasil Belajar Siswa................................................................................................................................................ Silabus .........................

Untuk itu.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan. Dengan demikian. bidang kajian ini memiliki pesan-pesan penting tentang kehidupan dan keberlangsungan umat manusia. Untuk ketuntasan individu yaitu 60. Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mengacu kepada ketentuan Sistem Pendidikan Nasional. Tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kepada siswa kelas V tingkat Sekolah Dasar (SD) yaitu memberikan pengajaran kepada peserta didik untuk menghargai besarnya peranan tokoh-tokoh perjuangan serta masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sudah dikenalkan kepada peserta didik berada di tingkat Sekolah Dasar (SD). dan ketuntasan klasikal yaitu . maka peran guru sangat diharapkan. Hasil observasi sebelum penelitian dilakukan. Agar tujuan pembelajaran tercapai. diketahui hasil belajar IPS siswa Kelas V. sehingga peserta didik benar-benar mampu menguasai dan memahami dari setiap pembelajaran yang disampaikan. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang kajian yang diajarkan kepada peserta didik pada pendidikan formal yaitu sekolah. akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa tersebut. Oleh karena itu. Karena.BAB I PENDAHULUAN A. guru harus memilih dan menentukan model pembelajaran yang sesuai dan tepat agar setiap materi yang diajarkan mudah dipahami.

Dari 40 orang siswa hanya 16 orang siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dengan persentase 40.00%. . diketahui beberapa penyebab rendahnya hasil belajar siswa Kelas V. hal ini terlihat dari sikap siswa yang kurang dalam memperhatikan pembelajaran yang disampaikan. Rendahnya tingkat penguasaan dan pemahaman siswa. sehingga siswa cenderung bosan. Banyak siswa tidak terlibat dalam pembelajaran di kelas. Sebagian siswa merasa bosan dengan model pembelajaran yang diterapkan guru saat pembelajaran IPS berlangsung.13%.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru khususnya pada pembelajaran IPS.70. Banyak siswa yang tidak dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru. Hasil observasi di Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru terutama pada pembelajaran IPS. Dari observasi di atas. Sementara jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) berjumlah 24 orang siswa dengan persentase 60. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang tidak mengikuti arahan yang diberikan guru dalam pada saat pembelajaran berlangsung. 4. 5. ditemukan beberapa gelaja-gejala sebagai berikut. 3.00%. dan kurang bersemangat untuk belajar. yaitu: 1. 2. yaitu: 1. Adapun nilai rata-rata hasil belajar siswa IPS adalah 56. Guru masih menggunakan model pembelajaran klasik dalam pembelajaran IPS yaitu model pembelajaran ceramah dan tanya jawab. yaitu kehidupan sehari-hari. Banyak siswa tidak dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Model pembelajaran ceramah masih menjadi pilihan dalam penyampaian materi.

Belum adanya guru di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. akan berdampak terhadap rendahnya kualitas pembelajaran siswa. yang menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). metode tanya jawab merupakan salah satu metode yang kurang efektif. perlunya menemukan solusi alternatif sehingga siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru memperoleh hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang optimal. 2011: 49). Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Tukiran. di antaranya dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Berdasarkan beberapa penyebab dan gejala-gejala permasalahan di atas.Dengan demikian. karena tanpa disadari dalam metode ini hanya memberikan kesempatan kepada siswa yang pintar dan aktif yang akan menjawab pertanyaan yang diberikan. Sedangkan. sehingga terbentuklah kesenjangan antara siswa yang pintar dan siswa yang kurang pintar. 2. Karena penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) bertujuan agar siswa terlibat secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. . dan memungkinkan hasil belajar siswa akan menurun.

Dari uraian di atas. . bertanya (Questioning). yaitu kontruktivisme (Contructivism). penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) Dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas peneliti. karena dalam model pembelajaran CTL ini keterlibatan siswa secara dan siswa lebih berperan aktif dari pada guru.Setelah melakukan kajian sederhana.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan pokok bahasan Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Perumusan Dasar Negara. dimana model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan salah satu dari model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Apakah Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. pemodelan (Modeling).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”. Hal ini disebabkan adanya tujuh komponen yang harus ada dan diterapkan dalam model pembelajaran tersebut. masyarakat belajar (Learning Comunity). B. menemukan (Inquiry). siswa dapat memahami dan menghubungkan secara langsung antara materi pembelajaran dengan kondisi yang nyata yang ada di lingkungannya.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru?”. Selanjutnya.

Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V. Manfaat Penelitian Penelitian tindakan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk: 1. 3. c. 2. b. Siswa a. Diharapkan dapat memanfaatkan model pembelajaran yang dapat diterapkan pada guru-guru lainnya . b. Meningkatkan kualitas dan kuantitas proses belajar siswa kelas V. c. Sebagai bahan informasi untuk meningkatkan profesionalisme guru kelas. Meningkatkan kualitas kegiatan mengajar bagi guru kelas.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru.A SDN 183 Tampan Pekanbaru dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V.C. D. Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam belajar mengajar dengan yang berkelanjutan. Guru a. Sekolah a.

komputer. kurikulum dan lain-lain.b. . Defenisi Operasional Peneliti ingin menguraikan istilah-istilah yang ada pada judul skripsi ini dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam dalam menafsirkan judul. E. Sementara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) menurut Sanjaya (2009: 255) adalah Pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. c. yaitu: Penerapan menurut kamus Bahasa Indonesia oleh Anwar (2001: 516) adalah pemasangan. dan mempraktekan. Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran dalam belajar mengajar dengan pengajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang berkelanjutan. film. Sebagai landasan untuk dapat dijadikan kajian lebih lanjut dalam cakupan yang lebih luas. Adapun model pembelajaran menurut menurut Joyce dalam Trianto (2007: 5) adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku. pengenaan prihal.

Menurut Bloom dalam Poerwanto (2010: 43).Hasil Belajar menurut Hamalik (2006: 51). Adapun peningkatan hasil belajar yang dikaji dalam penelitian ini adalah hasil belajar dari aspek kognitif. yakni pengetahuan hafalan. Dari uraian defenisi konsep operasional di atas.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. di antaranya ranah kognitif. . penerapan aplikasi. maka dapat diketahui dan dipahami bahwa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. secara garis besar membagi hasil belajar ke dalam tiga ranah. terutama hasil belajar IPS siswa Kelas V. pemahaman atau komprehensif. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut. dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi. sintesis. analisis. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah.

Menurut Candra (2010:23). artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman langsung. Pengertian Model pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Rusman. artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan . 2010: 132). yakni: 1) Contextual Teaching and Learning menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. Adapaun model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan. 2) Contextual Teaching and Learning mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata.BAB II LANDASAN TEORI A. 2009:255). artinya guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya (Rusman. Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) 1. mengemukakan tiga konsep yang harus dipahami. 2010: 133).

inkuiri. sehingga dengan pengetahuan yang . akan tetapi proses mengkonstruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki.kehidupan nyata. Dari asumsi dan karakteristik yang mendasarinya. artinya Contextual Teaching and Learning bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. pengetahuan itu pada dasarnya merupakan organisasi dari semua yang dialami. 2007:105). maka terdapat beberapa hal yang harus dipahami tentang belajar dalam pembelajaran kontekstual (CTL). 3) Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. pengetahuan yang demikian akan mudah dilupakan dan tidak fungsional. yakni kontruktivisme. permodelan. Belajar adalah proses pemecahan belajar bukan sekadar mengumpulkan fakta yang lepas-lepas. bertanya. Belajar bukanlah menghafal. Pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemberitahuan orang lain. b. Oleh karena itulah. dan penilaian nyata (Trianto. Pengajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual. masyarakat belajar. tidak akan menjadi pengetahuan yang bermakna. semankin banyak pengalaman maka akan semankin banyak pula pengetahuan yang mereka peroleh. yakni: a.

Belajar secara kintekstual adalah belajar begaiman anak menghadap setiap persoalan. 2009:256). Kontruktivisme (contructivism) Prinsip pembelajaran ini merupakan landasan and berpikir (filosofi) yaitu dalam bahwa Contextual Teaching Learning. seperti pola piker. pola bertindak. d. Belajar pada hakikatnya adalah menangkap pengetahuan dari kenyataan. oleh karena itu belajar tidak dapat sekaligus akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa. kemampuan memecahkan persoalan termasuk penampilan atau performance seseorang. e. c. Semangkin pengetahuan seseorang luas dan mendalam. maka akan emangkin dalam berfikir. 2. pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. yaitu: a. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Rusman (2010: 193-197).dimiliki akan berpengaruh terhada pola-pola perilaku manusia. terdapat tujuh prinsip pembelajaran Contextual Teaching and Learning. oleh karena itu pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak (real world learning) (Sanjaya. . Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks.

Bertanya (Questioning) Unsur lain yang menjadi karakteristik utama Contextual Teaching and Learning adalah kemampuan dan kebiasaan untuk bertanya. tetapi merupakan hasil merumuskan sendiri. bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain melalui berbagai pengalaman (sharing). Permodelan (Modelling) permodelan (Modelling) merupakan salah satu prinsip dalam pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Tahap permodelan dapat dijadikan alternatif untuk mengembangkan pembelajaran. d. Seperti yang disarankan dalam Learning Community. c. Masyarakat Belajar (Learning Community) Adapun maksud dari masyarakat belajar (Learning Community) adalah membiasakan siswa untuk melakukan kerjasama dan memanfaatkan sumber belajar dari teman-teman belajarnya. e.b. agar siswa bisa memenuhi harapan siswa secara menyeluruh. melalui upaya menemukan akan memberikan penegasan bahwa pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan-kemampuan lain yang diperluas bukan merupakan hasil dari mengingat seperangkat fakta-fakta. bertanya merupakan strategi utama dalam Contextual Teaching and Learning. Karena pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang selalu dimulai dari bertanya. . Oleh karena itu. Menemukan (Inquiry) Prinsip menemukan (inquiry) merupakan prinsip inti dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning. dan membantu mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh para guru dalam pembelajaran.

. menghayati. Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking) f. Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berarti (doing significant work) c.f. Melakukan proses belajar yang diatur sendiri (self regulated learning) d. membandingkan. Menjalin hubungan yang bermakna (making meaningful connections) b. Memberikan layanan secara individual (natural the individual) g. Komponen Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Elain dalam Rusman (2010: 192). Dengan kata lain. Tahap penilaian sebagai bagian dari integral dari pembelajaran memiliki fungsi yang amat menentukan untuk mendapatkan informasi kualitas proses dan hasil pembelajaran melalui penerapan Contextual Teaching and Learning. 3. g. komponen pembelajaran Contextual Teaching and Learning meliputi: a. Menggunakan asesmen autentik (using authentic assessment). Mengadakan kolaborasi (collaborating) e. Pada saat refleksi. Mengupayakan pencapaian standar yang tinggi (reaching hight standards) h. dan melakukan diskusi dengan dirinya sendiri (learning to be). siswa diberi kesempatan untuk mencerna. Refleksi (Reflection) Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang terjadi atau baru saja dipelajari. menimbang. refleksi adalah berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Penilaian Sebenarnya (Authentic Assessment) Prinsip terakhir dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah melakukan penilaian.

2007: 105). g. f. b. maka dapat diasumsikan bahwa dengan terpenuhinya beberapa komponen di atas. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara (Trianto. 4. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan pengetahuan baru. Hadirkan contoh dalam pembelajaran. menemukan sendiri. Kembangkan pemikiran bahwa anak belajar lebih bermakna dengan sendiri. c. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri (menemukan) untuk semua topik. Lakukan refleksi diakhir pembelajaran. maka model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan. e.Bila diperhatikan dari beberapa komponen dalam pelaksanaan Contextual Teaching and Learning. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. senada dengan beberapa langkah yang dikemukan Rusman (2010: 192). d. . Beberapa langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning yang dikemukan Trianto di atas. Ciptakan masyarakat belajar. Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Secara garis besar langkah-langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning sebagai berikut: a.

artinya apa yang dipelajari tidak lepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu konsep tersebut direvisi dan dikembangkan. Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge). yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Dari beberapa langkah-langkah di atas. Mempraktekan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge). yaitu dengan mengaktifkan pengetahuan siswa (activating . b. c. d. dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh. karena langkah lebih fleksibel dan sistematis serta sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan. kemudian memperhatikan detailnya. terdapat lima langkahlangkah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa. penulis memfokuskan pada langkah-langkah yang dirumuskan oleh Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). artinya dengan cara menyusun konsep sementara (hipotesis). e. Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif.Menurut Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). Cara belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). sehingga tampak perubahan perilaku siswa. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. yaitu: a. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi.

menambah pengetahuan baru yang dimiliki siswa (acquiring knowledge). melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. memberikan pemahaman dan pengetahuan (understanding knowledge). dan indikator pencapaian hasil belajar b. Nyatakan keinginan utama pembelajaran. Hal ini sangat penting. Uraikan secara terperinci media dan sumber pembelajaran yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang diharapkan d. dan e.knowledge). Rumuskan dengan jelas tujuan pembelajarannya c. agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sesuai yang diharapkan. 5. sebab dengan dapat . Kelebihan. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. yaitu sebuah pertanyaan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara kompetensi dasar. menurut Rusman (2010: 200). materi pokok. Rumuskan skenario tahap demi tahap kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam melakukan proses pembelajarannya. Selanjutnya. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning a. yaitu: 1) Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. mempraktekan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki siswa (applying knowledge). Rumuskan dan lakukan sistem penilaian dengan memfokuskan pada kemampuan sebenarnya yang dimiliki oleh siswa baik pada saat berlangsungnya (proses) maupun setelah siswa tersebut selesai belajar. maka hendaklah: a.

peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional. Kelemahan. dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. yaitu: a) Guru lebih intensif dalam membimbing. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. b. akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. 2) Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme. Dengan demikian. b) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. . Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”.mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. sihingga tidak akan mudah dilupakan. Karena dalam metode CTL. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya.

Hasil belajar merupakan terminal dari proses pendidikan dan pengajaran. Pendapat ini sejalan dengan Muchtar Lutfzi yang mengatakan bahwa hasil belajar adalah “Tingkatan pengusaan bahan pelajaran oleh siswa. Hasil belajar ini sering dicerminkan sebagai nilai (hasil belajar) yang menentukan berhasil tidaknya siswa belajar. meliputi perubahan- .B. sikap dan nilai (Dimyati dan Mudjiono. aspek efektif. Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam belajar. yaitu: Pertama. Menurut Kingsley yang dikutip oleh Sudjana hasil belajar dibagi dalam tiga macam. 2010: 22). Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. 1984 : 325). meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasan pengetahuan dan perkembangan keterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. Hasil Belajar 1. pengetahuan. (3) Sikap dan cita-cita (Sudjana. yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan. setelah belajar orang memiliki keterampilan. tingkat keterampilan yang diperoleh dari hasil tes yang dilakukan” (Luthfi. Hasil belajar. aspek kognitif. 2002 : 9). meliputi tiga aspek. kedua. Pengertian Hasil belajar adalah kapasitas. (2) Pengetahuan dan pengertian. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan.

perubahan dalam sikap mental. sikap dan kebiasaan belajar. analisis. yaitu berkenaan dengan hasil belajar intelektual. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. organisasi. Ranah Kognitif. yakni pengetahuan atau ingatan. dimana peningkatan hasil belajar siswa yang diteliti adalah dalam ranah kognitif. aspek psikomotor. b. Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. pemahaman. . Dari pembagian hasil belajar di atas. sosial ekonomi. 2. aplikasi. 2008: 197). berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek. jawaban atau reaksi. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu : a. b. dan internalisasi. dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi. meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik (Drajat. meliputi kemampuan yang dimilikinya. Sementara Bloom dalam Sudjana (2010: 22-23). dan ketiga. terutama kualitas pengajaran (Sudjana. yakni penerimaan. penilaian. 2010: 25). dan evaluasi. Ranah Afektif. motivasi belajar. Faktor dari dalam diri siswa. perasaan dan kesadaran. faktor fisik dan psikis. mengungkapkan ada tiga tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakan hasil belajar yaitu: a. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah. minat dan perhatian. ketekunan. sintesis.

kondisi sosial ekonomi. 24-25). Kehadiran faktor psikologis dalam belajar akan memberikan andil yang cukup penting. ketekunan. dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor internal siswa antara lain kemampuan yang dimiliki siswa tentang materi yang akan disampaikan. sedangkan faktor eksternal antara lain strategi pembelajaran yang digunakan guru di dalam proses belajar mengajar. Faktor-faktor psikologis akan senantiasa memberikan landasan dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar secara optimal.Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor intern (dari dalam) diri siswa dan faktor ekstern (dari luar) siswa. Tes tersebut hendaknya dapat mengukur secara jelas hasil belajar. c. kebiasaan belajar. ada juga faktor lain yaitu motivasi. Prinsip dasar yang perlu dilakukan dalam menyusun tes hasil belajar siswa. Mengukur sampel yang representtatif dari hasil belajar dan bahan pelajaran yang telah diajarkan. b. 3. minat. selain faktor kemampuan. yaitu: a. Daya serap terhadap bahan pengajaran (materi) yang diajarkan mencapai hasil belajar atau prestasi belajar tinggi. kondisi fisik dan psikis. Dari beberapa pendapat para ahli di atas. baik secara individual maupun secara klasikal atau kelompok. perhatian. Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-benar cocok untuk mengukur hasil belajar yang diingginkan sesuai dengan tujuan (Poerwanto. indikator keberhasilan sebagai patokan atau ukuran bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dianggap berhasil. . Berkaitan dengan faktor dari dalam diri siswa. sikap. Indikator Hasil Belajar Menurut Isjoni Ishak. apabila: a. 2010.

Perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa baik secara individual maupun secara kelompok (Djamarah. (3) Sikap dan cita-cita. d. Terjadinya perubahan terhadap perilaku siswa. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi. menguasai. 2006. membagi hasil belajar. Baik sekali (optimal). . dan mencerna materi yang diajarkan pada tingkat ketuntasan belajar (Ishak. Kurang. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. Dari beberapa indikator di atas dapat dipahami bahwa ketika indikator di atas dimiliki siswa pada pelajaran matematika. Selanjutnya Djamarah. apabila sebagian besar (76% sampai 99%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dipahami siswa. 121). sehubungan dengan hal ini keberhasilan proses belajar mengajar itu dibagi atas beberapa tingkatan atau taraf. c. c.b. Istimewa (maksimal). (2) Pengetahuan dan pengertian. 2007: 31). yaitu: a. 2006: 120). apabila seluruh bahan yang diajarkan itu dapat dikuasai oleh siswa. b. apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya (60% sampai 75%) saja dikuasai siswa. maka tujuan dalam pembelajaran tersebut dapat dikatakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan. baik secara individual maupun secara kelompok. Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil belajar. b. Masalah yang dihadapi adalah sampai di tinggkat manakah hasil belajar yang telah dicapai. Adapun indikator yang menjadi petunjuk suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah sebagai berikut: a. Baik (minimal). Perilaku yang menggariskan dalam tujuan pengajaran atau instruksional khusus telah dicapai oleh para siswa baik secara individual maupun kelompok. hasil belajar adalah kemampuankemampuan dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari (60%) dikuasai siswa (Djamarah. sehingga terdapat motivasi untuk memahami. Menurut Djamarah (2006: 24).

Hasil belajar yang diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif). Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. ada tiga komponen dalam aktifitas proses belajar mengajar. seperti akan tahan lama diingat. yakni mencakup ranah kognitif. pengetahuan atau wawasan. Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya. . artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya. membentuk perilaku. hakekat pelajar sebagai individu yang terlibat dalam proses belajar mengajar. d. komponen siswa dan materi pelajaran. yakni kondisi tentang tujuan yang ingin dicapai oleh siswa dalam belajar. b. komponen media pengajaran.Hasil belajar yang dicapai siswa menurut Sudjana (2010: 56). ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik. Hal ini yang mendasar yang harus dilakukan guru dalam prosedur didaktik adalah. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai. keterampilan atau perilaku. bermanfaat untuk mempelajari aspek lain. 4. dan e. yakni komponen prosedur didaktik. Proses didaktik dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancer. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan diri terutama dalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya. dapat dicapai melalui proses belajar mengajar yang optimal yang dapat diketahui dari ciri-ciri sebagai berikut: a. c. Aktivitas Belajar Siswa Menurut Winkel (1991: 177). prosedur didaktik merupakan sarana yang memungkinkan kegiatan pengajaran dapat menimbulkan aktifitas bagi siswa dalam proses belajar. hakekat bahan ajaran yang akan dikembangakan kepada siswa yang belajar. kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya. apabila kondisi yang terjadi di dalam kelas mempertimbangkan beberapa hal.

Komponen yang kedua dalam proses belajar mengajar adalah komponen media pengajaran. bahwa aktifitas guru dalam melakukan aktifitas/prosedur didaktik dalam proses belajar harus dapat mempertimbangkan beberapa aspek yakni. sehingga keanekaragaman perilaku siswa dalam belajar dapat diwujudkan secara konkrit. dikatakan bahwa media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. yang meliputi aspek perilaku dan aspek isi. . Performance guru itu merupakan hal yang amat penting. Menurut Gagne dalam Arief (1986: 6). Menekankan pada segi proses interaksi guru siswa. Menekankan pada hasil yang diperoleh siswa. c. Media pengajaran merupakan aspek penting dalam membantu guru menyampaikan bahan ajaran.Aktivitas di atas. yakni: a. melainkan diperlukan bermacam-macam prosedur didaktik. disamping mempermudah siswa-siswa dalam menerima bahan ajaran. a. mengatakan bahwa performance guru dalam proses belajar mengajar dapat dibedakan menjadi dua hal. Dalam hubungan ini prosedur didaktik tidak terbatas hanya pada satu cara. Keadaan siswa yang actual yang terjadi dalam kelas. Tujuan instruksional khusus yang telah dirumuskan secara jelas. Perilaku guru/performance guru dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. b. b. sejalan dengan pendapat Decorite dalam Winkel (1991:183-184). Rochman (1991: 4).

afektif dan aspek psikomotor.Sedangkan menurut Einkel (1991: 187) mengatakan bahwa media pengajaran adalah suatu sarana nonpersonal yang digunakan atau disediakan oleh tenaga pengajaran yang memegang peranan dalam proses belajar mengaran untuk mencapai tujuan instruksional. b. Partisipasi. Keberadaan siswa dalam proses belajar mengajar harus mampu mendorong aktualisasi dirinya dimana mereka diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan. 1997: 3-4). Komponen yang ketiga dalam aktifitas belajar adalah komponen siswa dan materi pelajaran. oleh karena kedua komponen tersebut secara langsung terlibat dalam konteks belajar yang pelaksanaannya dilakukan secara bersamaan. adanya penyatuan antara aspek kognitif. anak didik diberi kesempatan untuk menyampaikan ide-ide. melakukan percobaan. diamati dan diperhatikan tingkat perkembangan. dalam mengantisipasi anak didik pada kegiatan kurikulum yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian guru yakni: a. sesuai dengan wujud pendidikan (Neil. Menurut Neil (1977: 5). bertingkah laku. Karena itu anak didik diberi kesempatan yang cukup untuk memilih berbagai alternatif dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Komponen siswa dan materi pelajaran merupakan aspek penting yang harus diperhatikan guru dalam proses belajar mengajar. . yang dialami selama pertumbuhan itu berlangsung. Integrasi. Penting. membuat kekeliruan.

Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan Hasil Belajar Siswa Penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. dan bukan menurut keputusan para guru mengenai sesuatu yang dimilikinya. Menurut Leister dan Ali dalam Nasution (1986 : 80-81). maka kurikulum yang disusun untuk kegiatan belajar mengajar haruslah mencerminkan adanya relevansi antara kebutuhan anak didik dalam belajar dengan materi bahan yang disampaikan. pengetahuan dan sikap. mengatakan bahwa: a. Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan keadaan perkembangan anak. bahwa kegiatan dalam proses belajar mengajar dikelas harus mampu mengembangkan kehidupan sosial anak didik dalam suasana yang manusiawi. Sejauh mungkin. Relevansi bahan ajaran harus sesuai dan relevan dengan kebutuhan dan kehidupan anak didik bai dari emosional maupun secara intelektual. berkat kegiatannya sendiri. b. dan d. Isi kurikulum harus mencakup keterampilan. Untuk terwujudnya apa yang dikemukakan Neil di atas. c. d. Pembelajaran Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran.c. dan tidak sekedar penerima pasif apa yang disampaikan guru. . C. Anak didik harus didorong untuk belajar. Tujuan. apa yang dipelajari anak didik harus mengikuti minat dan keinginannya.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Hipotesis Tindakan Jika model pembelajaran Contextual Teaching and Learning diterapkan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka akan berpengaruh pada hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang dicapai siswa yang ditandai dengan meningkatnya tes yang telah dilakukan pada siswa.Dari pengertian pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan hasil belajar dapat dilihat bahwa pembelajaran ini mendorong semua siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. maka dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. . D.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Tahun Ajaran 2011/2012. dengan jumlah siswa 40 orang. khususnya pada siswa Kelas V. Adapun waktu penelitian ini direncanakan selama 6 bulan terhitung dari bulan Oktober 2011 hingga bulan Maret 2012.A. . terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Pada pertemuan pertama dan kedua guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (independent) dan dan variabel terikat (dependent). C. dan pada pertemuan ketiga peneliti melakukan ulangan harian. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam penelitian ini adalah pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. B. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan variabel terikatnya adalah hasil belajar. Setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.

Menurut Kunandar (2011: 98-99) pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas meliputi: (1) Perencanaan atau planning. (2) Pelaksanaan atau acting. Untuk lebih jelasnya tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut ini: Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Gambar 1: Siklus Penelitian Tindakan Kelas Agar lebih mudah memahami tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas yang akan penulis lakukan dapat dilihat pada penjelasan berikut ini.D. dan terjadi di dalam kelas. (3) Pengamatan tindakan atau observasi. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 130) penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan. yaitu: . dan (4) Refleksi atau refleching. Rencana Tindakan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau action research.

Meminta kesediaan teman sejawat untuk menjadi observer dalam pelaksanaan pembelajaran. Observasi Selama proses pembelajaran berlangsung. Refleksi Refleksi merupakan tahap akhir kegiatan observasi. Menyiapkan format lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. . hasil observasi dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. pengambilan atau pengumpulan data hasil belajar siswa. Perencanaan Tahap perencanaan merupakan tahap awal yang harus dilaksanakan guru sebelum melakukan tindakan. c. b. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan dari perencanaan yang telah dibuat. Adapun yang akan dipersiapkan pada tahap perencanaan. peneliti melakukan pengamatan terhadap perkembangan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar dengan mengisi lembaran observasi yang telah dibuat dengan dibantu oleh seorang observer. 3. Pelaksanaan program pembelajaran. Menyusun RPP berdasarkan pengembangan dari langkah-langkah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. yaitu: a.1. 2. dengan cara mengumpulkan berbagai hasil yang diperoleh guna melihat dan menilai apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. 4. sehingga tindakan yang dilakukan menjadi lebih terarah.

Silabus memuat identifikasi mata pelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan suatu persiapan bagi guru atau penulis untuk melakukan pembelajaran. sumber dan bahan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun secara sistematis yang berisi tentang identitas sekolah. 2. Silabus yang dibuat dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perencanaan pembelajaran secara komprehensif untuk mencapai tujuan pembelajaran. agar materi yang akan disampaikan dapat sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dengan kata lain.E. Instrumen Penelitian Adapun instrumen dalam penelitian ini. standar kompetensi. kegiatan pembelajaran (model atau tipe pembelajaran yang digunakan). penentuan dan sumber/bahan/alat. bentuk instrumen. sehingga tidak penyimpangan materi yang disajikan. Silabus Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dan standar dari kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa dalam proses pembelajaran. penentuan berbagai indikator. penilaian. perkiraan waktu yang dibutuhkan. penentuan pengalaman belajar. kegiatan . Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat mempermudah penulis dalam memahami batasbatas materi dan langkah-langkah pembelajaran yang akan disampaikan. materi pokok. guru atau peneliti harus mempunyai rencana pembelajaran sebelum pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan. sebagai berikut: 1. kompetensi dasar. materi.

materi pokok. serta kegiatan akhir. prosedur pelaksanaan yang terdiri dari soal akan diselesaikan serta sumber bahan. sehingga pengaruh penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran IPS dapat dihitung dari rata-rata dan persentase hasil belajar siswa. Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan dalam pembelajaran berisi nama.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru diperoleh dari hasil pelaksanaan tes. . pada pelaksanaan tindakan dalam setiap siklus kegiatan pembelajaran. Susunan sistematis tersebut. satu sama lain mempunyai ketergantungan dan langkah-langkah yang jelas dalam mencapai pembelajaran yang yang sesuai dengan indikator keberhasilan yang akan dicapai. nama kelompok. kelas. misalnya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. kegiatan inti. hari dan tanggal pelaksanaan. latihan soal yang sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan. F. Tes Menurut Kunandar (2011: 186) tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seseorang atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan dan tingkat perkembangan salah satu atau beberapa asfek psikologis didalam dirinya. 3.awal. Penilaian hasil belajar siswa kelas V.

terdiri dari: 1) Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3) Guru meminta masing-masing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Guru meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Guru meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain b. yaitu: a.2. maka observasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah melakukan pengamatan terhadap segenap aktivitas belajar mengajar guru dan ssiwa kelas V. Aktivias guru. terdiri dari: 1) Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran .A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Aktivitas siswa. Observasi Kunandar (2011: 143) berpendapat bahwa observasi adalah kegiatan pengamatan (mengambil data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Berdasarkan pengertian tersebut.

Teknik Analisis Data 1. Adapun empat alternatif pilihan dalam lembar observasi meliputi: .3) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain G. Aktivitas Guru dan Siswa Analisis aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar dengan di terapkannya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dibukukan dalam lembar observasi dengan rumus: NR JS x100% SM Keterangan: NR JS SM = Persentase rata-rata aktivitas guru/siswa = Jumlah skor aktivitas yang dilakukan = Skor Maksimal yang di dapat dari aktivitas guru dan siswa Untuk melihat aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran yang menggunakan 4 (empat) alternatif pilihan yang dapat di lihat pada lembar observasi aktivitas guru dan siswa.

dkk.79% 60% . Bila aktivitas guru dan siswa sangat baik Dari 4 alternatif di atas. Bila aktivitas guru dan siswa kurang baik c. 2011: 115 Sementara dalam menentukan kategori hasil belajar siswa ditetapak lima kriteria atau kategori dari hasil belajar siswa.100% 61% . Bila aktivitas guru dan siswa sangat tidak baik b. dkk.2 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa NO 1 2 3 4 Persentase (%) Interval 80% .69% 40% . Bila aktivitas guru dan siswa baik d.60% Sangat Baik Baik Cukup Kategori Kurang 4 Kurang dari 40% Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin. maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Dari 4 alternatif di atas. 2011: 115 .a.1 Aktivitas Guru Dan Siswa NO 1 2 3 Persentase (%) Interval 81% . Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.59% 0 .49% Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Kategori 5 Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin.80% 41% .100% 70% . maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3.

Hasil Belajar Analisis yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kelas V. Ketuntasan Klasikal: PK ST x100% N Keterangan: K = Ketuntasan klasikal N = Jumlah siswa yang tuntas belajar ST = Jumlah Siswa seluruhnya Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran. bila nilai rata-rata yang diperoleh siswa di bawah nilai rata-rata 60. Ketuntasan Individu: PK SP x100% SM Keterangan: K = Persentase ketuntasan individu SP = Skor yang diperoleh siswa SM = Skor maksimum b.A melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). dimana KKM untuk individu adalah 60 dan untuk klasikal adalah 70%. maka siswa dinyatakan belum lulus atau berhasil. maka siswa tersebut dinyatakan lulus. dapat dilihat melalui Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan oleh Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. begitu sebaliknya.2. dengan menggunakan dua rumus sebagai berikut: a. . Dari standar KKM tersebut dapat dipahami bahwa bila siswa mencapai nilai rata-rata 60.

3. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Tahapan Perencanaan Pada tahapan ini. Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk empat kali pertemuan (lampiran IV. dan siklus II juga dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian.2.2. 2.BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru kelas V. IV. penelti telah merancang berbagai perangkat penelitian dan istrumen yang dibutuhkan.4). III. Silabus (lampiran II). berupa Jadwal Penelitian (lampiran I). III. Lembar Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa dan Lembar Observasi Siswa untuk empat .3. Selama tindakan dilakukan di kelas. peneliti dibantu observer. terdiri dari siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian. dengan tujuan untuk membantu mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung. III.1.A Tahun Ajaran 2011/2012 pada semester II yang dilaksanakan mulai pada bulan Maret hingga April dari tanggal 13 Maret sampai tanggal 11 April 2012 dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) pada materi pokok perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Hasil Tindakan 1. IV.1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk empat kali pertemuan (lampiran III.4). IV.

Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah ditetapkan.4). Kisi-Kisi Soal Ulangan Harian Siklus dan siklus II (lampiran VII. Soal ulangan harian siklus I dan II (lampiran VIII. yaitu kelas V.3. B. Kunci jawaban soal ulangan siklus I dan II (lampiran IX. 13 Maret 2012) Pertemuan pertama dalam siklus I dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2012 dengan alokasi waktu 70 menit. V. yang disebut sebagai kelas tindakan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa.4).2).2). VI. IX.1. Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dan Lembar Observasi Aktivitas Guru untuk empat kali pertemuan (lampiran VI.1.3.1. VI. Pertemuan Pertama (Selasa. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V pada semester . VI.1. VII. Pada tahapan ini telah ditetapkan dan ditentukan kelas yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran CTL.1. Pelaksanaan Tindakan Siklus I 1. terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan.2).2. VIII. V. VI.A Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru.1) dengan materi pembelajaran “Perjuangan mempertahankan kemerdekaan”. V. yaitu RPP-1 (lampiran III. Pertemuan ini siswa yang hadir berjumlah 40 orang siswa. dan skor dasar (lampiran X). V.2. yang berjumlah 40 orang siswa.kali pertemuan (lampiran V. sebagaimana dijelaskan dalam pelaksanaan tindakan berikutnya.

kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen. Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing. masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata. Pada saat mengamati. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok . Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran.II. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima. Selanjutnya. Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan.1). karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama. Dalam hal ini.1) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. guru membagikan LKS (lampiran IV. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh. observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V.1) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok.

Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-2 (lampiran III. Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Pada proses pembelajaran berlangsung.2) dengan materi pembelajaran “agresi militer Belanda terhadap Indonesia”. sehingga diskusi berjalan dengan baik. 2. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV. Saat diskusi antar kelompok. masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya. masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain. 20 Maret 2012) Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2012 di kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.2) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah.belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain. Dalam hal ini. Pertemuan Kedua (Selasa. dengan alokasi waktu 70 menit. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain. Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen. . Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa.

Dalam hal ini. 21 Maret 2012) Setelah pertemuan pertama dan kedua dari siklus I selesai dilaksanakan. Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I (Rabu. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Dalam ulangan haris siklus I.2) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. 3. dengan tingkatan soal yang bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII. . Pada pertemuan kedua ini.1). Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V. sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru. siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV. yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2012 dengan alokasi waktu selama 70 menit. Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan.1). observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. peneliti/guru melakukan melakukan ulangan harian siklus I. guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung.Pada pertemuan kedua. baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I.2).

Refleksi Siklus I Setelah dilakukan tindakan pada siklus pertama dengan pertemuan pertama dan kedua. Adapun kelebihan yang ditemukan dari pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. Siswa baik secara individu maupun kelompok termotivasi untuk membahas kembali materi pembelajaran.Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. Siswa dalam belajar lebih aktif. . guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. sehingga pembelajaran tidak bersifat searah. b. terutama dalam mencari solusi dari kesulitan-kesulitan yang mereka temukan.A Sekolah Dasar Negeri 183 adalah mengalami peningkatan dan memperoleh hasil yang baik. c. dapat diketahui hasil belajar siswa kelas V. Selanjutnya. Setelah siswa selesai mengerjakan soal. 4. Peningkatan dari hasil belajar siswa diketahui dari ketuntasan secara individu yang dimiliki siswa dalam menjawab lembaran soal yang diberikan. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus I. Sebagian besar siswa mahu berdiskusi. yang hanya menerima penyampaian materi yang disampaikan guru saja. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua ditemukan kelebihan dan kelemahan. adalah: a. guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa.

Penerapan model pembelajaran CTL. Guru dengan mudah memberikan motivasi kepada siswa dibandingkan model pembelajaran yang telah dan selama ini digunakan c. Kurangnya kemampuan siswa dalam mencari informasi atau pengetahuan baru tentang hubungan lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran yang telah diamanahkan guru. Di samping berbagai kelemahan yang dialami siswa pada siklus I. Kesulitan belajar yang ditemukan siswa tidak terfokus pada guru untuk mencari dan menemukan solusinya. yaitu: . maupun dalam berdiskusi. Dalam hal ini guru akan memberikan solusi. melainkan siswa sudah berusaha terlebih dahulu. yang ditemukan dari pertemuan pertama dan kedua dari siklus I bagi siswa. adalah: a. ketika siswa tidak dapat menemukannya baika secara individu maupun secara berkelompok setelah mereka melakukan diskusi. yaitu: a. b. Masih banyaknya siswa yang tidak mahu bekerjasama dalam kelompok baik dalam mencari informasi yang diamati dari lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran. juga ditemukan adanya kelemahan-kelemahan guru dengan menggunakan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran. Sementara kekurangan. guru merasa terbantu sehingga tujuan dan target pembelajaran dapat tercapai b.Adapun kelebihan atau keuntungan yang ditemukan dari guru setelah menggunakan model pembelajaran CTL yang terdapat pada siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua.

Jumlah siswa yang hadir pada pertemuan ini adalah 40 orang siswa. guru belum sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL dan masih menggunakan model pembelajaran klasik. Memotivasi siswa agar mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing b. Memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa pada saat ditugaskan. adalah: a. b. Kurangnya pemahaman dan penguasaan guru dalam menggunakan model pembelajaran CTL. Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah . Dari berbagai sisi kelemahan di atas.a. Pertemuan Pertama (Selasa. karena pada saat mengajar. Akhirnya. sebagian besar siswa tidak menemukan dan kebingungan. 02 April 2012) Pertemuan pertama pada siklus II dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 02 April 2012 dengan alokasi waktu 70 menit. maka perencanaan yang dilakukan guru/peneliti untuk memperbaiki tindakan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran CTL pada siklus II. waktu yang tersedia tidak mencukupi dan kurang optimal digunakan. c. sehingga terlihat dari kurangya bimbingan dan arahan yang diberikan kepada siswa. Meminta siswa agar memanfaatkan waktu yang diberikan untuk menguasai pembelajaran. Guru belum terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. sehingga ketika kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mencari informasi baru yang berhubungan dengan pembelajaran. Pelaksanaan Tindakan Siklus II 1. C.

observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V.3) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V.3).3) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok.3) dengan materi pembelajaran “Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan”.A pada semester II. kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen. Selanjutnya. Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya.ditetapkan. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing. guru membagikan LKS (lampiran IV. yaitu RPP-3 (lampiran III. karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru. Pada saat mengamati. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima. Dalam hal ini. Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan. . Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata.

2. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa.4) dengan materi pembelajaran “Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan”. masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain. . masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati.Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Dalam hal ini. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain. dengan alokasi waktu 70 menit. Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-4 (lampiran III. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. sehingga diskusi berjalan dengan baik. 10 April 2012) Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 10 April 2012 di kelas V. Pertemuan Kedua (Selasa. Saat diskusi antar kelompok. Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan.

Pada pertemuan kedua. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.4). observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. yang dilaksanakan pada tanggal 11 April 201.4) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen.4) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. dengan tingkatan soal yang . 11 April 2012) Setelah pertemuan pertema dan kedua dari siklus II selesai dilaksanakan. peneliti/guru melakukan melakukan pertemuan ketiga yang merupakan ulangan harian siklus II. Dalam hal ini.2). guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV. Dalam ulangan haris siklus I. dengan alokasi waktu 70 menit. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Ulangan Harian Siklus II (Rabu. 3. Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan.Pada proses pembelajaran berlangsung. Pada pertemuan kedua ini. siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV. sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru. baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL.

Hal ini terlihat dari pengamatan yang dilakukan observasi pada saat proses tindakan berlangsung. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus II.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I. Refleksi Siklus II Tindakan yang dilakukan pada silus II melalui pertemuan pertama dan kedua. Pada siklus II aktivitas pembelajaran sudah berjalan lancar baik dari sisi guru maupun siswa. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan pada siklus II diketahui. Dalam hal ini. Siswa termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing . Selanjutnya. baik guru maupu siswa sudah menerapkan model pembelajaran CTL dengan menjalankan langkah-langkah dari pembelajaran CTL tersebut. Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V. guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut.2). mengalami peningkatan. adalah: a. guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. Setelah siswa selesai mengerjakan soal. Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. Adapun refleksi dari siklus II dapat dikategorikan baik. serta ulangan harian. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. 4.bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII.

hasil belajar siswa kelas V. Adapun terlaksananya proses pembelajaran sehingga tercapainya tujuan dari pembelajaran dalam penelitian ini merupakan hasil dari kerja keras dan upaya guru dalam memberikan motivasi. dari data hasil penelitian yang dilakukan dan merujuk kepada data-data yang telah dikumpulkan dari siklus I dan II dari masing-masing pertemuan. Siswa dapat menemukan berbagai informasi baru yang hubungannya dengan materi pembelajaran yang telah ditugaskan guru. Siswa dapat memanfaatkan waktu seoptimal mungkin dalam menjalan setiap tugas yang diberikan guru. c. sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. sehingga guru bersama siswa mampu dan menerapkan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. D.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Dalam melakukan observasi aktivitas guru .A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan. bimbingan dan arahan kepada siswa. Dengan demikian. Analisis Hasil Penelitian Hasil tindakan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa selam proses pembelajaran berlangsung dan ketuntasan hasil pembelajaran IPS siswa. Sehingga.b. Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Adapun observesi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tindakan yang dilakukan guru dari siklus I dan II pada saat proses pembelajaran berlangsung. 1.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada Siklus I dan II No 1 2 3 4 Aktivitas Guru Siklus I Pert.dalam pembelajaran di kelas V.00%.00 Persentase 55. Untuk mengetahui secara rinci hasil observasi tindakan yang dilakukan guru pada saat pembelajaran berlangsung dari siklus I dan II pada setiap pertemuan.00% 95. II Siklus II Pert.20 dengan persentase 55. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas guru pada siklus I pertemuan II sebesar 12 dengan rata-rata 2.00%. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 95. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 11 dengan rata-rata 2.00% Kategori Cukup Cukup Sangat Baik Sangat Baik Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan.00% 100. dapat dilihat dari tebel berikut: Tabel 4. Selanjutnya.00% 60.1 Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 60. I Siklus II Pert. dan dapat dikategori “sangat baik”. dari aktivitas guru juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 19 dengan rata-rata 3.00%. Hal ini juga mengalami peningkatan pada . I Siklus I Pert. II Jumlah 11 12 19 20 Rata-Rata 2.80 4.40. dan dapat dikategori “cukup”.80.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dibantu observer.20 2. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”.40 3.

siklus II pertemuan II dengan jumlah 20 dengan rata-rata 4,00. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 100,00%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan persetasi dari tabel aktivitas guru dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat juga diketahui bahwa secara persentase (angka) selalu mengalami peningkatan dari siklus I dan II pada setiap pertemuan dan secara umum pada setiap pertemuan mengalami peningkatan. 2. Aktivitas Siswa Data aktivitas yang diperoleh selama pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siklus I dan II (lampiran VI.1, VI.2, VI.3, VI.4). Rata-rata persentasenya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning Pada Siklus I dan II Aktivitas Siswa Siklus I Pert. I Siklus I Pert. II Siklus II Pert. I Siklus II Pert. II

No 1 2 3 4

Jumlah 419 489 673 734

Rata-Rata 10,48 12,23 16,83 18,35

Persentase 52,38% 61,13% 84,13% 91,75%

Kategori Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru selama proses

pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 419 dengan rata-rata 10,48 dengan persentase 52,38%. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas siswa pada siklus I pertemuan II sebesar 489 dengan rata-rata 12,23. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 61,13%, dan dapat dikategori “baik”. Kemudian, dari aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 673 dengan rata-rata 16,83. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 84,13%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Hal ini juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan II dengan jumlah 734 dengan rata-rata 18,35. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 91,75%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan rata-rata aktivitas belajar siswa pada tabel di atas dapat dipahami bahwa aktivitas belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 56,75 dengan kategori “Kurang Baik”, mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 87,94 dengan kategori “Baik”. Adapun secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I dan siklus II sebesar 72,34.

3. Hasil Belajar Siswa Dari hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru, dapat dianalisis melalui ketuntasan

belajar siswa terdiri dari ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal, sebagai berikut: a. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Individu Ketuntasan belajar siswa secara individu setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru berdasarkan skor nilai ulangan harian pada siklus I dan II (lampiran X.1, X.2), yang dianalisis sebagai berikut: Tabel 4.3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II No 1 2 3 Pertemuan Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Rata-Rata Ketuntasan Individu 61,63 81,75 90,38 Kriteria Cukup Amat Baik Amat Baik

Berdasarkan tabel 4.3 di atas dapat diketahui ketuntasan hasil belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru secara individu pada siklus I dan II setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan dengan rata-rata 61,63, adapun hasil belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata 81,75, sementara hasil belajar siswa pada siklus II dengan rata-rata 90,38.

sehingga dengan penggunaan model pembelajaran tersebut hasil belajar siswa kelas V. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa dengan penerapan model pembelajaran CTL dan tidak terbiasa dengan tugas yang diberikan guru dengan menggunakan LKS. secara umum hasilnya sudah memuaskan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan dari siklus I dan II dan begitu seterusnya. Beberapa kendala yang ditemukan pada sikus I.Jika diperhatikan dari persentase hasil belajar siswa secara individu pada tabel di atas. sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. namun dari 40 orang siswa masih ditemukan adanya siswa yang belum memperoleh ketuntasan dalam belajar. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: . b. peneliti dan juga selaku guru berupaya membiasakan dan mengoptimalkan diri dalam menggunakan model pembelajaran CTL. Berbagai kendala dalam pelaksanaan tindakan pada siklus I dijadikan refleksi pada siklus II. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal Dari data hasil belajar siswa yang diperoleh melalui ulangan harian dari siklus I dan II pada siswa kelas V. dimana siswa harus lebih berperan aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL. sehingga secara keseluruhan dari siswa mengalami ketuntasan dalam belajar.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching Learning.

4 di atas dapat diketahui perbandingan ketuntasan secara klasikal dari hasil belajar siswa Kelas V. adalah keseluruhan siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Jumlah Siswa 40 40 40 Ketuntasan Belajar Tuntas 23 34 40 % 57.00%) yang tidak tuntas.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru memperoleh ketuntasan hasil belajar baik secara individu maupun secara klasikal setelah menggunakan model pembelajaran CTL.50%). sehingga kesulitan-kesulitan yang ditemukan pada saat pembelajaran berlangsung dapat dicari dan ditemukan solusi oleh mereka.Tabel 4. hal ini dijadikan sebagai refleksi pada siklus II. .50%).50 85. dimana siswa yang tuntas berjumlah 34 orang (85. sementara hanya 6 orang siswa (15. Kemudian setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I. Sebelum tindakan.00 Tidak Tuntas 17 6 % 42.00 100. persentase ketidaktuntasan secara klasikla pada siklus I sedikit.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dari sebelum dilaksanakan tindakan. siklus I dan siklus II. sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. Dalam hal ini diperlukan kerjasama siswa dalam kelompok belajar. sementara 17 orang siswa yang tidak tuntas (42. Dengan demikian.00%).50 15. siswa yang mengalami ketuntasan secara klasikal berjumlah 23 orang (57.4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V. Meskipun. namun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini.00 - No 1 2 3 Pada tabel 4.

Pada siklus II ketuntasan belajar siswa kelas V. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan teknik analisis pengumpulan data penelitian pada bab III. Dalam hal ini yang diperhatikan adalah guru memberikan motivasi kepada siswa serta membimbing siswa untuk berperan aktif dalam mengikuti dan melaksanakan setiap langkah dari model pembelajaran CTL.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan secara klasikal. Sehingga. karena guru dan siswa secara optimal dan benar-benar memahami dan menjalankan setiap langkah-langkah dari model pembelajaran CTL tersebut. Aktivitas Guru Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Adapun persentase ketuntasan siswa secara klasikal. selanjutnya dianalisis berdasarkan klasifikasi data.00%) mengalami ketuntasan. aktivitas guru dalam mennggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning. maka setelah data-data yang dibutuhkan terkumpul. baik secara individu maupun secara klasikal. Karena model pembelajaran CTL merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif secara individu maupun kelompok. dan hasil baik belajar siswa. Untuk lebih jelas dapat diketahui dari uraian berikut: 1. yaitu data tentang aktivitas belajar siswa. . guru berupaya semaksimal mungkin menerapkan berbagai langkah-langkah yang ada dalam model pembelajaran CTL tersebut. E. pada siklus II dari 40 orang siswa keseluruhannya (100.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dapat dilihat pada diagram berikut: Gambar 4. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 57. III Pert.00%.00 40. II Pert.00 Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas guru dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.00 100.00 80. Pada siklus I pertemuan pertama 50.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 95.Dengan menerapkan model pembelajaran CTL sangat membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. untuk mengetahui aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V. Dari persentase peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II.1 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran 95.00 20. Secara keseluruhan dari aktivitas guru dalam pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 77.00 60.00%.00% dan pertemuan kedua 100.50%. sementara peningkatan pada siklus II sebesar 97. dengan kategori “baik”. I Pert.50%.00 60. IV 55.00% dan meningkat pada pertemuan kedua 60.50%.00 100.00 Pert. . Selanjutnya. Sehingga motivasi dan bimbingan yang diberikan guru sangat membantu kelancaran dari aktivitas pembelajaran itu sendiri.

I Pert.00 Pert. Berdasarkan data-data yang diperoleh.2 Aktivitas Belajar Siswa 100. III Pert.00 80.00 40.2.13 91. IV 84. secara umum mengalami peningkatan dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II. Adapun peningkatan aktivitas belajar siswa kelas V. Dalam hal ini siswa lebih berperan aktif dari pada guru dalam pembelajaran.00 60. II Pert. Aktivitas Siswa Aktivitas siswa yang diteliti dan dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL.38 61.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru setelah menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 4.75 .13 52. dimana memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sendiri secara kelompok dalam menghubungkan antara materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar atau kehidupan nyata.00 20. Hal ini merupakan di antara tujuan dari penerapan model pembelajaran CTL itu sendiri.

dengan kategori “baik”. Pada siklus I pertemuan pertama 52. maka dapat dilihat dari ketuntasan yang diperoleh siswa secara individu. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 84. sementara pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 87.13% dan pertemuan kedua 91.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Di samping itu.37%.Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas belajar siswa dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.75%. . Dari persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II. Sebagaimana telah dijelaskan pada bab III siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami ketuntasan dalam belajar IPS secara individu. maka siswa tidak tuntas. Dengan demikian. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 56.38% dan meningkat pada pertemuan kedua 61. Ketuntasan Individu Ketuntasan suatu tindakan terhadap hasil belajar siswa. ketika memenuhi standar KKM 60.75%.94%. begitu juga halnya dengan ketuntasan siswa kelas V. 3. bila siswa yang memperoleh nilai ulangan harian memperoleh skor di bawah 60. Secara umum peningkatan dari aktivitas belajar siswa sebesar 72.13%.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran CTL. dalam menentukan siswa yang mengalami ketuntasan hasil belajar secara individu dapat dilihat dari standar KKM yang telah ditetapkan.

.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada siklus I dan II.63 90. pada siklus I dan siklus II. rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81.63. dapat diketahui bahwa secara umum rata-rata peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dalam penelitian ini adalah sebesar 77.38. dimana rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan dari setiap ulangan yang dilakukan (pada siklus I dan siklus II).75 61.75. Untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dapat dilihat dari diagram berikut: Tabel 4.3 Perbandingan Ketuntasan Individu 100 80 60 40 20 0 Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II 81. sementara rata-rata siswa juga mengalami peningkatan pada siklus II. diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada saat sebelum dilaksanakan tindakan sebesar 61. sebesar 90.Berdasarkan hasil ulangan harian siswa kelas V.38 Dari tabel di atas. Berdasarkan ratarata hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan.92 dengan kategori “Baik”.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.4 Perbandingan Ketuntasan Klasikal 100. Sementara persentase hasil belajar siswa yang tidak tuntas sebelum tindakan adalah 42.00 Tuntas Sebelum Tindakan Siklus I Tidak Tuntas Siklus II 85.50 15. siklus I dan II pada siswa kelas V. Hasil belajar siswa sebelum tindakan.00% dan juga meningkat pada siklus II sebesar 100.00 60.4.50%.00 dan juga mengalami .00%.00 40.00 80. mengalami penurunan pada siklus I menjadi 15.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada diagram berikut: Tabel 4.00 0 Dari diagram di atas dapat diketahui persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dari sebelum tindakan. Ketuntasan Klasikal Untuk mengetahui ketuntasan klasikal dari hasil belajar siswa kelas V.00 100.00 57. dimana persentase siswa yang tuntas sebesar 57.00 20.50%. meningkat pada siklus I sebesar 85.50 42.

Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa ketuntasan siswa dalam belajar. karena dalam guru dan siswa secara optimal dalam menerapkan langkah-langkah dari Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning sehingga dengan penerapan secara optimal dari langkah-langkah Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning tersebut dapat disimpulkan bahwa meningkatnya hasil belajar siswa secara klasikal. Berdasarkan persentase hasil belajar siswa secara klasikal dari diagram di atas.penurunan pada siklus II menjadi 0. . maka diketahui secara umum peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu sebesar 80.00%.83% dengan kategori “amat baik”.

00 dan 60. Adapun rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II pertemuan pertama adalah 81.13 pada pertemuan kedua. Aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I pertemuan I adalah 55. pada siklus II adalah sebesar 97. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama adalah 52. maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa Kelas V.00 dan 100. Dengan demikian peningkatan aktivitas belajar siswa .00 pada pertemuan II. 1.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Jadi.50 dengan kategori “cukup”. 2.38 dan 61.50 dengan kategori “sangat baik”.75 pada pertemuan kedua. dengan kategori “baik”. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dilihat perbandingan antara hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II baik secara individu maupun secara klasikal. Simpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Adapun persentase dari aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus II pertemuan I adalah 95. Dengan demikian peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I adalah sebesar 57.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 77.13 dan 91.50.00 pada pertemuan II.

34. dengan kategori “baik”. Dari persentase hasil belajar siswa secara klasikal sehingga diketahui peningkatan hasil belajar siswa adalah sebesar 80. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu sebelum tindakan adalah 61. Jadi. pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81.pada siklus I adalah sebesar 56. 4. dan siklus II dengan rata-rata sebesar 90. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 72.00% dengan kategori “sangat baik”.94 dengan kategori “sangat baik”.92 dengan kategori “baik”.63 dengan kategori “cukup”. . Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan adalah 57.83% dengan kategori “amat baik”.75 dengan kategori “cukup”.38 dengan kategori “amat baik”.00% dengan kategori “amat baik”. pada siklus II adalah sebesar 87. dan meningkat pada siklus II menjadi 100.50% dengan kategori “kurang” meningkat pada siklus I menjadi 85. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan bila dibandingkan dari sebelum dilaksanakan tindakan hingga siklus I dan siklus II. 3. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan bila dibandingkan antara sebelum tindakan dan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II. Adapun peningkatan hasil belajar siswa secara umum dari sebelum tindakan hingga dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II adalah sebesar 77.75 dengan kategori “amat baik”.

4. 2. guru hendaknya mempertimbangkan model pembelajaran yang akan diterapkan. Saran-Saran 1. Sebelum menyajikan materi yang akan dibahas hendaknya guru memotivasi siswa terlebih dahulu agar siswa belajar dengan sungguhsungguh.B. 3. Guru hendaknya memperhatikan dan memahami setiap kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa. . Guru diharapkan berani menerapkan model-model pembelajaran yang bervariasi agar siswa tidak bosan dalam belajar dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan.

Jakarta: Rineka Cipta. Darajat. New York. I Made Wirartha. Glover. Pedoman Penulisan. Jakarta: Grasindo. Jakarta:Rineka Cipta. Rinehart and Winston. 2006. 2006. Pekanbaru: Cendikia Insani. Kiat-kiat mengarang dan menyunting. 1981. 2005. The Conditions of Learning. Bandung: Remaja Rosdakarya. Law. Gagne R. Suwarsih. Bandung: PT. Madya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional. Menjadi Penelitian Kualitatif. Purwanto. 2006. 1992. Isjoni. Jakarta: PT. Curriculum Planning for Better Teaching and Learning. 1979. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. 2006. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa. Remaja Rosdakarya . Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Bumi Aksara. Penelitian Tindakan Kelas. 2010. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Djamarah. Jakarta : Rineka Cipta. Lucio and Neil. Danim. 2002. 1999. Suharsimi. Hilda Taba. Strategi Belajar Mengajar. S. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Cooperatif Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Zakiah dkk. Ngalim. 2006. 2008. Bandung: Alfabeta. Sudarwan. Improving Learning. Fakultas Ilmu Pendidikan UNRI. 1962. M Dan Briggs C. J.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. New York: Holt. Syaiful Bahri. Padang: Citra Budaya. Jakarta: Depdikbud Dimyaiti dan Mudjiono. Bumi Aksara. Nasution. Atmasuki. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Holt Richart & Winston. 2007. Yogyakarta: ANDI Ishak. 2001. Teori dan pratik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Alfabeta. dkk.

Arief dkk. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Pengembangan dan Pemanfaatannya. Bandung: PT. ___________. Jakarta.Sadiman S. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Pembelajaran Dalam Inplementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Nana. Sudjana. Sanjaya. Remaja Rosda Karya. Rajawali. 1988. 2008. Jakarta: Kencana. Prinsip-prinsip dan Pengembangan Kurikulum. 1996. Jakarta. Wina. . Syaodih. Nana. Depdikbud. 1989. 2010. Media Pendidikan Pengertian.

02 April 2012 1-2 Jam 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus I Pertemuan Pertama Siklus II 5 Selasa. 10 April 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus II 6 Rabu. 13 Maret 2012 Pertemuan Pertama Siklus I 2 Selasa.Lampiran: I Jadwal Penelitian Jam Pelajaran 1-2 Jam No Hari/ Tanggal Mata Pelajaran 1 Selasa. 11 April 2012 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus II . 21 Maret 2012 Selasa. 20 Maret 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus I 3 4 Rabu.

Pd NIP. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. Maret 2012 Peneliti Zulkifli. Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahanka n kemerdekaan Materi pokok Pembelajaran Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Mengetahui. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru. M.Lampiran: II SILABUS Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kegiatan Pembelajaran  Melakukan Studi Pustaka  Berkelompok untuk mencari lembaga-lembaga bentukan Jepang dalam mempersiapkan mencapai kemerdekaan  Melakukan diskusi mengenai perlunya perumusan dasar Negara  Mengidentifikasi beberapa tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan  Menuliskan bagaimana menghargai jasa para pahlawan dilanjutkan dengan presentasi. Indikator  Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan  Menghargai jasa para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Penilaian  Tes tertulis  Lisan  Diskusi Alokasi Waktu 8 x 35 Menit Sumber Belajar  Buku IPS Terpadu Untuk Sekolah Dasar Kelas V Penerbit Erlangga  Gambar para pejuang dan tokoh kemerdekaan Kompetensi Dasar 2. 1055187011 .4.

Lampiran: III.1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-1) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Perjuangan mempertahankan kemerdekaan F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Kegiatan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

Ketiga: Penjelasan dan Solusi

Keempat: Pengambilan Tindakan

Kelima: Refleksi

 Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit

H. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir

: Apersepsi : Diskusi : Evalusi

Mengetahui, Kepala SDN 183 Tampan

Pekanbaru, 13 Maret 2012 Peneliti

Zulkifli, M.Pd NIP. 19570720 197612 1001

Darmita NIM. 1055187011

Lampiran: III.2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-2) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Agresi Militer Belanda terhadap Indonesia F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit

Langkah-Langkah

Waktu 50 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

M. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Mengetahui.Pd NIP. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. 20 Maret 2012 Peneliti Zulkifli.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. 1055187011 .

Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B.Lampiran: III. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E.3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-3) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V (Lima)/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D. Materi Pembelajaran Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit Langkah-Langkah Waktu 50 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi .

M. 2 April 2012 Peneliti Mengetahui. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.Pd NIP. 1055187011 . Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Refleksi : Apersepsi : Diskusi : Evaluasi Pekanbaru. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. 19570720 197612 1001 Darmita NIM.

Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi .A/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Materi Pembelajaran Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C.4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-4) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G.Lampiran: III.

Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.Pd NIP. 10 April 2012 Peneliti Mengetahui. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Pekanbaru. 1055187011 . Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. M. 19570720 197612 1001 Darmita NIM.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H.

.. Meskipun demikian. Bandung... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu.. Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda... Jepang..... Ambarawa.......... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B.. guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3.............. Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia... Kerjakan LKS ini secara individu 2. Soal NO 1 2 3 4 5 Tokoh Mempertahankan Kemerdekaan Pattimura Pangeran Diponegoro Pangeran Antasari Imam Bonjol Sultan Ageng Tirtayasa Daerah Asal Tokoh Maluku Yogyakarta Banjarmasin Sumatera Barat Banten .... Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya.... A.. Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945..........1 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II . Petunjuk 1. Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah.... D.......... dan Medan.....Lampiran: IV... ................ seperti di Surabaya. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C..

. D.......2 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ......... Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B....... Meskipun demikian.......... seperti di Surabaya... A........... ...... Kerjakan LKS ini secara individu 2. Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C. Soal NO 1 2 3 4 5 Jenis Peperangan/ Perlawanan yang Dilakukan Bangsa Indonesia Surabaya Ambara Bandung Lautan Api Medan Area Semarang Tanggal dan Tempat 27 – 29 Oktober 1945 26 Oktober 1945 23 Maret 1946 13 Oktober 1945 15 Oktober 1945 ...... Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya.. Bandung. Jepang.................. Petunjuk 1. Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda. dan Medan. Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu.Lampiran: IV.. Ambarawa.. Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia........... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3...

......... Teori Singkat Komisi PBB untuk Indonesia atau UNCI (United Nations Commision for Indonesia) berhasil mempertemukan Belanda dan Indonesia dalam meja perundingan............... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas F.... .... Soal NO 1 Tanggal & Jenis Perundingan 10 Nopember 1946 Perjanjian Linggarjati 27 Oktober 1947 Perjanjian Renville Isi Perundingan dilaksanakan Belanda mengakui Republik Indonesia dilaksanakan Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam pembangunan negeri 2 ...... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu......... E............ Kerjakan LKS ini secara individu 5................. Petunjuk 4. Perundingan dilakukan untuk mencapai pengakuan kedaulatan Indonesia dan Belanda.Lampiran: IV... H. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan G.............3 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II . guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 6....

.. Mohd......... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu.... Kerjakan LKS ini secara individu 2......... Hatta Bungtomo Jendral Soedirman Peran terhadap Mempertahankan Kemerdekaan Proklamator kemerdekaan Indonesia Memimpin delegasi Membangkitkan semangat juang rakyat dan pemuda Indonesia Banyak membantu perjuangan rakyat yang dikenal perjuangan gerilya ..4 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ...... Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya.. Soal NO 1 2 3 4 Nama Tokoh Yang Berperan Mempertahankan Kemerdekaan Ir.... Meskipun demikian...... Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda. Jepang..... Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah.. . A............ Mereka telah berjuang agar kemerdekaan tetap menjadi milik rakyat Indonesia.. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F............Lampiran: IV.. Banyak tokoh yang berperan dalam mempertahankan kemerdekaan. Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.. Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas E. guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3............. Soekarno Drs... Petunjuk 1.... G....

3 tetapi kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar 4 yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masing-masing Tidak meminta masing-masing kelompok belajar mencari kelompok belajar siswa mencari 1 informasi atau pengetahuan informasi atau pengetahuan baru baru dari materi pembelajaran dari materi pelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 2 informasi baru yang tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 3 informasi baru yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 4 informasi baru yang berhubungan dengan materi pembelajaran Aspek Penilaian . 2 tetapi tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar.Lampiran: V RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS GURU No 1 2 3 Kriteria Skala Deskriptor Guru meminta siswa Tidak meminta siswa bekerjasama 1 bekerjasama dengan anggota dengan anggota kelompok kelompoknya masing-masing Meminta siswa untuk bekerjasama 2 dengan anggota kelompok. tetapi tidak membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 3 dengan anggota kelompok dan kurang membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 4 dengan anggota kelompok dan membimbing siswa Guru membimbing siswa Tidak membimbing siswa dalam 1 mengamati lingkungan sekitar mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan Membimbing siswa dalam materi pembelajaran mengamati lingkungan sekitar.

No 4 Aspek Penilaian Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 2 3 4 5 Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 Kriteria Deskriptor Tidak meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok hanya menguasai konsep dari materi pembelajaran Kurang mengarahkan masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Tidak meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Mengarahkan masing-masing kelompok hanya membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing saja. tetapi tidak dengan kelompok belajar lain Mengarahkan dan kurang membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan dengan kelompok belajar lainnya Mengarahkan dan membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan juga dengan kelompok belajar lainnya .

S. .Lampiran: V. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.Pd NIP.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. 13 Maret 2012 Observer Titin Rositi. Aktivitas Guru 2 3 √ Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 8 3 55.00% Cukup 11 Pekanbaru.

S. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 6 60. .2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa.Pd NIP. 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.Lampiran: V. 20 Maret 2012 Observer Titin Rositi.00% Cukup 12 Pekanbaru.

00% Sangat Baik 16 19 Pekanbaru. .Lampiran: V. 02 April 2012 Observer Titin Rositi. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 3 95.3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. S. 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.Pd NIP.

10 April 2012 Observer Titin Rositi.00% Sangat Baik 20 Pekanbaru. .4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. S. 10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 20 100.Pd NIP.Lampiran: V.

00% 100.00% Cukup 19 20 95.00% Cukup 12 60.Lampiran: V.00% Sangat Baik Sangat Baik .5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR SIKLUS I DAN SIKLUS II No 1 Aktivitas Guru Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 2 II 3 III 4 IV 4 2 3 3 4 4 3 2 2 4 4 4 2 2 4 4 5 2 2 4 4 11 55.

tetapi tidak dapat mengambil pelajaran dari yang diamati Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran dan dapat menarik kesimpulan dari setiap yang diamati Siswa berdiam diri dan tidak melakukan tugas yang diberikan guru Siswa mencari informasi atau pengetahuan baru dengan sendirinya Siswa dengan anggota kelompoknya masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran. tetapi tidak mendapatkan informasi atau pengetahuan yang baru Siswa dengan anggota kelompok masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran dan menemukan informasi atau pengetahuan yang baru 2 Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 1 2 3 4 3 Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 1 2 3 4 .Lampiran: VI RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS SISWA No 1 Aspek Penilaian Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Kriteria Skala 1 2 3 4 Deskriptor Siswa tidak mahu bekerjasama dengan anggota yang telah ditentukan guru Siswa kurang mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing. tetapi tidak secara kompak Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing secara kompak Siswa bersama anggota kelompoknya tidak melakukan aktivitas yang diberikan guru Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran.

tidak bersama anggota kelompok Siswa bersama anggota kelompoknya mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok tidak mahu membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing. tetapi tidak mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain dan mampu menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain 2 3 4 5 Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 . tetapi tidak mahu mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain.No 4 Aspek Penilaian Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 Kriteria Deskriptor Siswa bersama anggota kelompoknya tidak mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa bersama anggota kelompoknya kurang mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.

13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. AMIRUDDIN M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.Lampiran: VI.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 3 2 2 1 2 Ket 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 3 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 1 1 3 3 2 2 2 1 3 2 2 1 3 2 1 3 2 2 3 2 . Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5.

TEDDY PRATAMA M.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. Mengetahui. RYAN PRADANA M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 2 2 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 78 48. 1055187011 Titin Rositi. NUR FADLI M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .00 57. M.Pd NIP. 19570720 197612 1001 . D QUEEN LAILA. 13 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM.75 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 82 79 88 92 51.38 55.Pd NIP.50 Ket Pekanbaru. DWIFA SYUKRI FADLI M.25 49. S. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.

Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 1 2 2 3 3 3 2 2 3 4 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 3 2 2 3 2 3 2 1 1 3 3 3 2 1 2 Ket 1 2 3 2 2 3 1 3 1 3 2 4 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 2 2 3 3 3 2 4 1 3 2 3 1 3 2 1 3 2 2 3 2 . S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.Lampiran: VI. AMIRUDDIN M. 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA.

Pd NIP. 20 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM.88 58.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M.75 64. S. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. TEDDY PRATAMA M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . M. RYAN PRADANA M.13 Ket Pekanbaru. 1055187011 Titin Rositi. D QUEEN LAILA.38 63. NUR FADLI M. Mengetahui.Pd NIP.50 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 99 94 103 101 61. DWIFA SYUKRI FADLI M. 19570720 197612 1001 . Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 3 2 2 2 4 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 4 92 57.

Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.Lampiran: VI. AMIRUDDIN M. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3.3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 3 2 4 2 2 3 3 3 4 3 3 4 2 2 3 4 4 4 2 3 3 Ket 1 2 3 3 3 4 2 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 2 .

13 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 3 4 4 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 2 2 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 126 131 142 141 78.88 88.Pd NIP. 1055187011 Titin Rositi. RYAN PRADANA M.Pd NIP. Mengetahui. 19570720 197612 1001 .75 81.13 Ket Pekanbaru. TEDDY PRATAMA M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 133 83.75 88. D QUEEN LAILA. M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. DWIFA SYUKRI FADLI M. 02 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. NUR FADLI M. S. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.

Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. AMIRUDDIN M. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 Ket 1 3 4 3 3 4 3 4 2 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 .Lampiran: VI. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. 10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1.

58 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 148 147 150 148 20. DWIFA SYUKRI FADLI M. 19570720 197612 1001 .56 Ket Pekanbaru. TEDDY PRATAMA M.Pd NIP. 10 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .56 20. 1055187011 Titin Rositi.42 20.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 141 19. M.83 20. NUR FADLI M. Mengetahui. D QUEEN LAILA. RYAN PRADANA M. S.Pd NIP.

385% Cukup 489 61.Lampiran: VI.13% Baik 673 84.5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I DAN SIKLUS II No Aktivitas Siswa Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 78 II 92 III 133 Siklus II IV 141 1 2 82 99 126 148 3 79 94 131 147 4 88 103 142 150 5 92 101 141 148 419 53.13% Sangat Baik 734 91.75% Sangat Baik .

Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah. dan 3 b. Menyerang kembali bangsa Indonesia d. Cristopher Colombus c. Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas. 2. Josh Bush 2. Raflessia d. Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 3.Lampiran: VII. 4. untuk a. dan 4 d. Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. dan 6 Kognitif Kunci Jawaban C1 C2 C3 C4 C5 C6 A √ A √ A √ .1 KISI-KISI SOAL SIKLUS PERTAMA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan 1. sebagai berikut: 1) Ir. dan 5 c. tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II. Sir Philip Christison b. 3. Melucuti senjata tentara Jepang b. Soal Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya a. adalah a. Melakukan perdamaian dunia c. 1. 2. 3. 4. 5.

Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b. Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d. Sebutkan beberapa desakan Negara. Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b. Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini 6. Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c.Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II. Masyarakat Surabaya meraih kemenangan C √ C √ D √ . kecuali a. Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan a. Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b. Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c. a dan b benar 5. Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d.4. Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 a.

Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 10. Salah semua 8.c. Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri A √ C √ B √ D √ . Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah. Bukittinggi b. Ambarawa 9. disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka. Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah a. Surabaya c. Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno a. Jakarta d. Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d. Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b. Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c. Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c. Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api a. Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b. Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d. Sehingga. Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia a. Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 7. Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d.

Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 12. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia D √ C √ A √ .b. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d. 000 d. adalah a. 000 c. 000 b. 000 13. Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya a. budaya dan pertahanan keamanan 11. 11. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia a. 10. ekonomi. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c. 90. 12. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. sosial. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d.

Amerika 5.Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 14. 4. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia a. Mohammad Hatta 17. NICA adalah singkatan dari a. dan 7 d. Hamengkubuwono IX b. Di bawah ini beberapa Negara di dunia 1. Netherland Indies Civil Ambarawa d. 5. Syarifuddin Prawiranegara d. Australia adalah negara yang dipilih oleh a. Indonesia 2. adalah a. 6. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati a. Belanda 7. 4. A √ C √ C √ D √ B √ . 11 November d. Beligia 6. Netherland Indies Civil Administration 18. R. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN). dan 7 16. Australia 4. Netherland Indies Company America b. 09 November c. Indonesia dan Belanda d. 10 November b. Belanda c. Abdul Kadir Widjojoatmodjo c. Indonesia b. Inggris 3. dan 5 b. 1. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN. 2. Mengusulkan sendiri d. 3. Mr. 1. Drs. Netherland Indies Club Administration c. 12 November 15. dan 3 c.

Perjanjian Renville diprakarsai oleh a. KNIL d. Mohammad Hamdan d. NICA b. Mohammad Hasbullah 20. Mohommad Toha c. KTN c.19. Mohammad Haryono b. PDRI B √ A √ . Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 a.

Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c.Lampiran: VII. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b.2 KISI-KISI SOAL SIKLUS KEDUA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan 1. sebagai berikut: 1) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 2) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik Kunci Jawaban C1 Kognitif C2 C3 C4 C5 B √ 2. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d. b. 9 Mei 1949 Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan a. Soal Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal Sir Philip Christison a. a. B √ 3. c salah semua Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda. 6 Mei 1949 b. 7 Mei 1949 c. C √ . 8 Mei 1949 d.

Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. 1.4. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara. 3. karena a. 4 dan 5 Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan. 4 dan 5 d. 3) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 4) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 5) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda: a. yaitu Indonesia dan Belanda B √ . 2 dan 3 b. 3 dan 4 c. 1. Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. 2.

Ir. 7. Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda: a. 6. Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b. Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c. Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d. H. Soekarno d. Hamengkubuwono IX c. Agussalim b. 5. Drs. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan a. Moh Hatta Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda: a.d. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen A √ D √ A √ .

Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan c. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia D √ D √ . Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c. 9. 5 sampai 7 November 1949 e.b. 23 Juli sampai 2 November 1949 Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia: a. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d. 8. 22 Juli sampai 1 November 1949 f. 23 November 1949 d. Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c.

Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b. Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c. Agar melancarkan serangan kepada Belanda c. Agar membentuk dan dan memimpin PDRI b. Tujuan PDRI dibentuk adalah: a. Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d. Mengapa Ir. Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b.10. Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia a. Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada B √ A √ D √ . Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 a. Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan 11. Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu d. Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12.

Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu c. Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b. a dan b benar 14.Membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia d. Salah semua c. Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13. Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d. kecuali:: a. kecuali: a. Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia d. Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda. C √ D √ . Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan b. Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag. Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c.

Menggalang persatuan nasional b. adalah a. Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c. Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi. Perjuangan luar biasa 16. Memimpin TNI dengan penuh semangat b. Melakukan pemberontakan di Madiun d. Memimpin pasukan f. karena: a. Mengamankan NKRI d. Tujuan dibentuk Kabinet Hatta. Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17. Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d. Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar. Membentuk kabinet baru 18. b dan c salah semua B √ B √ A √ C √ . Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya e. a. Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c. adalah: c. Berhasil memimpin koperasi di tanah air b. Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c.15. Memimpin TNI dalam peperangan d. Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI: a.

19. Pidatonya b. Senjata yang lengkap B √ A √ . Melawan setiap penjajahan yang ada d. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b. Tidak melakukan apa-apa 20. Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo: a. Nyanyian c. Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan a. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c. Teriakan d.

................. Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah. Melakukan perdamaian dunia c.. a..... a. kecuali.Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II...... 1..1 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA Hari/Tanggal Nama Siswa : ..... Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas. Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d.. 4................ 3.............. dan 6 5. Pilihlah jawaban di bawah ini! 22. dan 5 d... tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II..... Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia......... SOAL-SOAL 2. 2... 5... Waktu yang disediakan adalah 70 menit 2....... Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b.. Sebutkan beberapa desakan Negara............Lampiran: VIII.. sebagai berikut: 1) Ir.... Melucuti senjata tentara Jepang b.. 4.. Josh Bush 3... PETUNJUK 1.. dan 4 b.................. Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c. Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 4.. 2....... Raflessia b.. 3.. a... Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya... : .. a dan b benar ... Sir Philip Christison c.... dan 3 c.......... Menyerang kembali bangsa Indonesia d. untuk ... adalah .. a................ 21...... Cristopher Colombus d..

Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno .. Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah. a............ Surabaya c. Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b... Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d.. Sehingga........ 7. a. Ambarawa 10... a.. Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c.. Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 11... Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini............ Bukittinggi b.. Salah semua 9. Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b....... sosial. Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia . a.. Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c.. Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c.6............. budaya dan pertahanan keamanan . Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah . Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d...... a....... ekonomi. disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka.......... Masyarakat Surabaya meraih kemenangan c... Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b........... Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c.. Jakarta d.. Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b... Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 ..... a.. Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d.... Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 8... Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d.. Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d.... Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api .... Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik... Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri b. Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan ........

12. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.................... a. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d. Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 13. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya .................... a. 90.000 orang c. 10.0000 orang b. 11.000 orang d. 12.000 orang 14. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk, adalah .................. a. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia d. Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 15. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati ........................ a. 09 November c. 10 November b. 11 November d. 12 November 16. Di bawah ini beberapa Negara di dunia: 1. Indonesia 2. Inggris 3. Australia 4. Amerika 5. Beligia 6. Belanda 7. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN, adalah a. 1, 2, dan 3 c. 3, 4, dan 5 b. 5, 6, dan 7 d. 1, 4, dan 7 17. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia ................... a. Hamengkubuwono IX c. Mr. Syarifuddin Prawiranegara b. R. Abdul Kadir Widjojoatmodjo d. Drs. Mohammad Hatta 18. NICA adalah singkatan dari ................. a. Netherland Indies Company America b. Netherland Indies Club Administration c. Netherland Indies Civil Ambarawa
d. Netherland Indies Civil Administration

19. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN), Australia adalah negara yang dipilih oleh .................. a. Indonesia c. Indonesia dan Belanda b. Belanda d. Mengusulkan sendiri 20. Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 .............. a. Mohammad Haryono c. Mohammad Hamdan b. Mohommad Toha d. Mohammad Hasbullah 21. Perjanjian Renville diprakarsai oleh ................ a. KTN c. NICA b. KNIL d. PDRI

Lampiran: VIII.2 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA

Hari/Tanggal Nama Siswa 23. PETUNJUK

: ............................................... : ...............................................

3. Waktu yang disediakan adalah 70 menit 4. Pilihlah jawaban di bawah ini! 24. SOAL-SOAL 1. Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal ............................... a. 6 Mei 1949 c. 8 Mei 1949 b. 7 Mei 1949 d. 9 Mei 1949 2. Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan .................... a. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d. a, b, c salah semua 3. Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda, sebagai berikut: 6) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 7) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik 8) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 9) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 10) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda ............ a. 1, 2 dan 3 c. 3, 4 dan 5 b. 2, 3 dan 4 d. 1, 4 dan 5 4. Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan, karena ..................... a. Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara, yaitu Indonesia dan Belanda d. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia

. Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan .. Sri Sultan Hamengkubuwono IX d. a. Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia ......... Soekarno b.. 23 November 1949 c..... Ir.5.. a........ Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c. a.. Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda a... Agussalim c. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia 10. 22 Juli sampai 1 November 1949 b.. 5 sampai 7 November 1949 d.. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda 8..... Drs.......... H. Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b...... 23 Juli sampai 2 November 1949 9. Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan ..... Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada 6. Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d. Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c. Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan .......... Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda ......... Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen b........... Moh. Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c.... Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia ... a. Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d.. Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d.. Hatta 7.. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d......... a... Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c... Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b...

.. Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda. Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 .. Agar melancarkan serangan kepada Belanda g. Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia h.... Memimpin TNI dengan penuh semangat b... a. Memimpin pasukan 16... untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag. Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya i.. a..... Tujuan dibentuk Kabinet Hatta...... adalah . a. kecuali: e. Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b. Membentuk kabinet baru . Memimpin TNI dalam peperangan d....... Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar TKR. Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan f. adalah sebagai berikut .. Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c... Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada c........ Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c........ a........ Mengapa Ir... Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12........ Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu h. Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI ....... g.. Salah semua 15.....11... Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17.......... Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13..... Tujuan PDRI dibentuk adalah ... Melakukan pemberontakan di Madiun d. Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c.... Agar membentuk dan memimpin PDRI f.. Melawan setiap penjajahan j.. Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b. kecuali . a dan b benar 14...... Pemerintah Darurat Republik Indonesia d..... Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu g. Menggalang persatuan nasional b..... Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d. e. Mengamankan NKRI h....

....... a.. Pidatonya c.. a... Senjata yang lengkap Selamat Bekerja.. Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d.. Semoga Sukses ... Berhasil memimpin koperasi di tanah air b. a.... Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c...... Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo . Nyanyian d.. karena . Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan .. b dan c salah semua 19....... Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c.. Teriakan b........ Tidak melakukan apa-apa 20....... a.. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b.18. Melawan setiap penjajahan yang ada d. Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi...

Lampiran: IX.1 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN A A A C C D A C B D D C A A C C D B B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .

Lampiran: IX.2 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN B B C B A D A D D B A D C D B B A C B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .

P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. AMIRUDDIN M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. D QUEEN LAILA.1 SKOR DASAR HASIL BELAJAR SISWA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 70 45 55 85 70 85 15 50 65 80 55 70 55 60 85 85 80 70 65 2.63 23 17 Tidak Tuntas 57.Lampiran: X.465 61. NUR FADLI M. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. RYAN PRADANA M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . ARIF M. DWIFA SYUKRI FADLI M.50 42. TEDDY PRATAMA M.50 Ket Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas .

ARIF M. DWIFA SYUKRI FADLI M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 85 90 85 100 95 90 35 90 95 95 65 95 90 60 95 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3.75 . D QUEEN LAILA. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.270 81. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. RYAN PRADANA M. TEDDY PRATAMA M.Lampiran: X. NUR FADLI M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . AMIRUDDIN M.2 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA.

DWIFA SYUKRI FADLI M. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .615 90. NUR FADLI M.Lampiran: X. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 90 90 95 100 95 90 70 90 100 95 90 95 95 90 100 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3. D QUEEN LAILA. TEDDY PRATAMA M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.38 . AMIRUDDIN M.3 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. RYAN PRADANA M. ARIF M.

Lampiran: X. ARIF M. AMIRUDDIN M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Jenis Kelamin P P L L P P P P L L L P P L P P P P L L L Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 Ketuntasan Individu Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian I 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian II 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA.4 Analisis Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas V. DWIFA SYUKRI FADLI . P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.

D QUEEN LAILA.00 40 100.00 0 Tuntas Tuntas Ketuntasan Individu .00 6 15. RYAN PRADANA M. NUR FADLI M.50 Tidak Tuntas Ulangan Ketuntasan Harian Individu II 85 90 Tuntas Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 85 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 35 Tidak Tuntas 70 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 65 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 60 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 34 85. TEDDY PRATAMA M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal 70 Tuntas 45 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas 85 Tuntas 70 Tuntas 85 Tuntas 15 Tidak Tuntas 50 Tidak Tuntas 65 Tuntas 80 Tuntas 55 Tidak Tuntas 70 Tuntas 55 Tidak Tuntas 60 Tuntas 85 Tuntas 85 Tuntas 80 Tuntas 70 Tuntas 65 Tuntas 23 57. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .No 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa Jenis Kelamin L L L L P L P P L L L L L L L L L P P Skor Dasar Ketuntasan Individu Ulangan Harian I M.50 16 42.

1: Guru Menjelaskan Pembelajaran Dokumentasi 2: Guru membimbing siswa mengamati Dok. 3: Siswa Menjelaskan Hasil Temuannya Dok.LAMPIRAN. XI DOKUMENTASI AKTIVITAS PEMBELAJARAN CTL DI KELAS V.A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN PEKANBARU Dok. 4: Observer Mengamati Aktivitas Pembelajaran .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful