PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS

V.A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN KOTA PEKANBARU

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

OLEH:

DARMITA NIM. 1005187011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012

ABSTRAK

Darmita. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Riau. Kata Kunci: Model CTL, Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Model pembelajaran CTL merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran, yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata. Sehingga dengan penerapan model ini siswa lebih berperan dari pada guru dalam pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Penerapan Model Pembelajaran CTL Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Pada Materi Pokok Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V.A SDN 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 40 orang siswa. Hal demikian dapat diketahui dari: Peningkatan aktivitas belajar siswa dari setiap pertemuan adalah sebesar 72,34, dengan kategori “baik”; Peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran dari setiap pertemuan adalah sebesar 77,50, dengan kategori “baik”. Peningkatan hasil belajar siswa secara individu dari setiap pertemuan adalah adalah sebesar 77,92 dengan kategori “sangat baik”; dan Peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal dari setiap pertemuan adalah sebesar 80,83% dengan kategori “amat baik”. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dan dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012.

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang memberikan taufik dan hidayah-Nya serta nikmat yang tak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”. Selanjutnya shalawat serta salam tidak lupa penulis sampaikan kepada junjungan alam yakni Nabi besar Muhammad SAW, yang merupakan seorang pejuang sejati yang telah membawa ummatnya dari kehidupan yang penuh kebodohan sampai kepada kehidupan yang penuh dengan ilmu penngetahuan dan akhlak mulia sebagaimana kta rasakan sekarang. Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran IPS di sekolah dasar yang dapat mengembangkan hakikat pembelajaran IPS yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk menyelesaikan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ashaluddin Jali, MS, selaku Rektor Universitas Riau. 2. Bapak Dr. H. M. Nur Mustafa, M. Pd selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau 3. Bapak Drs. Lazim. N. M.Pd, selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau.

1005187011 . serta Keluarga Besar penulis. untuk itu kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan sangat penulis harapkan. dan Bapak Drs. yang tidak dapat disebutkan satu persatu. selaku Pembimbing II. Semoga ini dapat memberikan manfaat. S. H. Pekanbaru. 5. Bapak Drs. Ibunda Katiamah dan Juminem (Almarhumah). Juli 2012 Penulis DARMITA NIM. selaku Pembimbing I. amin. Farhan Sakido). Teman-teman seperjuangan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Damanhuri Daud. Yang berbahagia orang tua penulis. Suami tercinta (Achmad Yusuf) dan Anak-Anak tercinta (Ridza Fitria Akhdar. Zulkifli.Pd. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. 6. Ayahanda Bakri dan Teso Sakido .4. 7. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Pd. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. S.

....................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ............................... DAFTAR GAMBAR ............................... Latar Belakang ........ B.................... Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran CTL .......... Prinsip-Prinsip Pembelajaran CTL ............................................................................ Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran CTL dengan Hasil Belajar Siswa ............................ Komponen Pembelajaran CTL.......................................................... Rencana Tindakan ...................................... Teknik Analisis Data i ii iv vi vii viii 1 4 5 5 6 BAB II 8 8 10 12 13 15 17 17 18 19 21 24 25 BAB III 26 26 26 27 29 30 ................................................... Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ........................ B..... Setting Penelitian ......................................................... C...................................................... D..................................... E........................... Manfaat Penelitian ............................................................ Teknik Pengumpulan Data ........................ Indikator Hasil Belajar ...................................................... Variabel Penelitian .................... BAB I PENDAHULUAN A................................................... Defenisi Operasional .................................... D............ C......... 1...... 3................................ Pengertian.................................................................................... B........................ 4.....................................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK .......... 5................................................................ F.......................................................................................... Hipotesis Tindakan........ KONSEP TEORI A....................... E....................................... C..................................................... G.......................................................................... D............................................................................... 2................ KATA PENGANTAR .. Instrumen Penelitian.................. 1.................. Pengertian.............. METODOLOGI PENELITIAN A.. Rumusan Masalah ................... 2........................................................ Aktivitas Belajar Siswa .............................................. Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran CTL ............................................................................... 4............................. Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning ................................................ Hasil Belajar ... DAFTAR TABEL .... 3........................... Tujuan Penelitian ..................... DAFTAR ISI .............................. Subjek Penelitian...........

........... 3....................................................... Ketuntasan Klasikal ..... Hasil Belajar Siswa .................................................... E..... 2........................... 4........... 2... Pembahasan Hasil Penelitian ............................. Pertemuan Kedua .......... 2............................ C.............. Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I .................................................. Pelaksanaan Tindakan Siklus I............ Aktivitas Siswa ...................................................... Analisis Hasil Penelitian .......................................................... Pertemuan Kedua .................................................................. 3... 3.................................................................................................................................................................................................................. B.................................................... Ketuntasan Individu ...... D........................... Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran .... Hasil Tindakan ......................... Refleksi Siklus II . 4.......................................................... 1................................................................ B................. Pelaksanaan Tindakan Siklus II ............ Saran-Saran .......... Kesimpulan .. 1..... Aktivitas Siswa ...... Ulangan Harian Siklus II.............................BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A....................... Refleksi Siklus I .................................................... Pertemuan Pertama.. 4.............. 3....................... Aktivitas Guru .......... Pertemuan Pertama......... 2........................................ LAMPIRAN-LAMPIRAN .................... KESIMPULAN DAN SARAN A.................. 1.... 1.......................... 35 36 36 38 39 40 42 42 44 45 46 47 47 49 51 54 54 56 57 59 BAB V 61 63 64 DAFTAR PUSTAKA ..............

....1 Gambar 4................ Perbandingan Ketuntasan Klasikal ................... 55 58 58 59 .....................................3 Gambar 4..............................4 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran ..DAFTAR GAMBAR Gambar 4..... Perbandingan Ketuntasan Individu .......................... Aktivitas Belajar Siswa ..............2 Gambar 4...........

.............................DAFTAR TABEL Tabel III............ Tabel 4.1 Aktivitas Guru Dan Siswa ...4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V................................. Tabel 4.....1 Tabel III......................... Ketuntasan Hasil Belajar Siswa . Tabel 4.............A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ....................... 48 49 51 53 . Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V..............A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ....................2 Tabel 4.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada 33 33 Siklus I dan II .............................2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran CTL Pada Siklus I dan II............................................................3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V..........

......DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V Jadwal Penelitian........ Lembar Kerja Siswa (LKS)................................................................... Silabus ......................................................................................................................................................................................... Lampiran IX Lampiran X Lampiran XI Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian ................................... Lampiran VI Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa Dan Lembar Observasi Aktivitas Siswa Dengan 87 98 111 119 121 80 66 67 68 76 Menggunakan Model CTL ............... Dokumentasi Pelaksanaan Penerapan Model Pembelajaran CTL ................................................................................... Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Dan Lembar Observasi Aktivitas Guru Selama Proses Pembelajaran . Lampiran VII Kisi-Kisi Soal ...... Lampiran VIII Soal Ulangan Harian ........................ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).......................................................................... 126 .............................................................. Skor Hasil Belajar Siswa.........

bidang kajian ini memiliki pesan-pesan penting tentang kehidupan dan keberlangsungan umat manusia. Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mengacu kepada ketentuan Sistem Pendidikan Nasional. pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sudah dikenalkan kepada peserta didik berada di tingkat Sekolah Dasar (SD).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan. Karena. maka peran guru sangat diharapkan. dan ketuntasan klasikal yaitu . Dengan demikian. Agar tujuan pembelajaran tercapai. Oleh karena itu. sehingga peserta didik benar-benar mampu menguasai dan memahami dari setiap pembelajaran yang disampaikan. Hasil observasi sebelum penelitian dilakukan. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang kajian yang diajarkan kepada peserta didik pada pendidikan formal yaitu sekolah. Tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kepada siswa kelas V tingkat Sekolah Dasar (SD) yaitu memberikan pengajaran kepada peserta didik untuk menghargai besarnya peranan tokoh-tokoh perjuangan serta masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.BAB I PENDAHULUAN A. akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa tersebut. guru harus memilih dan menentukan model pembelajaran yang sesuai dan tepat agar setiap materi yang diajarkan mudah dipahami. diketahui hasil belajar IPS siswa Kelas V. Untuk ketuntasan individu yaitu 60. Untuk itu.

3. Banyak siswa tidak terlibat dalam pembelajaran di kelas.00%. Model pembelajaran ceramah masih menjadi pilihan dalam penyampaian materi. hal ini terlihat dari sikap siswa yang kurang dalam memperhatikan pembelajaran yang disampaikan. yaitu: 1.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru khususnya pada pembelajaran IPS. Hasil observasi di Kelas V. 4. 5. diketahui beberapa penyebab rendahnya hasil belajar siswa Kelas V. Dari 40 orang siswa hanya 16 orang siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dengan persentase 40.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru terutama pada pembelajaran IPS. Banyak siswa tidak dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. ditemukan beberapa gelaja-gejala sebagai berikut. 2. Dari observasi di atas. Adapun nilai rata-rata hasil belajar siswa IPS adalah 56. Sementara jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) berjumlah 24 orang siswa dengan persentase 60. yaitu kehidupan sehari-hari. sehingga siswa cenderung bosan. Sebagian siswa merasa bosan dengan model pembelajaran yang diterapkan guru saat pembelajaran IPS berlangsung. Rendahnya tingkat penguasaan dan pemahaman siswa.13%. yaitu: 1. . Banyak siswa yang tidak dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru. Guru masih menggunakan model pembelajaran klasik dalam pembelajaran IPS yaitu model pembelajaran ceramah dan tanya jawab.00%.70. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang tidak mengikuti arahan yang diberikan guru dalam pada saat pembelajaran berlangsung. dan kurang bersemangat untuk belajar.

karena tanpa disadari dalam metode ini hanya memberikan kesempatan kepada siswa yang pintar dan aktif yang akan menjawab pertanyaan yang diberikan. metode tanya jawab merupakan salah satu metode yang kurang efektif. di antaranya dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). yang menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). dan memungkinkan hasil belajar siswa akan menurun. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Tukiran. Berdasarkan beberapa penyebab dan gejala-gejala permasalahan di atas. akan berdampak terhadap rendahnya kualitas pembelajaran siswa.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru memperoleh hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang optimal. 2011: 49). .Dengan demikian. 2. Sedangkan. perlunya menemukan solusi alternatif sehingga siswa Kelas V. Belum adanya guru di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Karena penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) bertujuan agar siswa terlibat secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. sehingga terbentuklah kesenjangan antara siswa yang pintar dan siswa yang kurang pintar.

dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) Dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V. B. karena dalam model pembelajaran CTL ini keterlibatan siswa secara dan siswa lebih berperan aktif dari pada guru. .Setelah melakukan kajian sederhana. Hal ini disebabkan adanya tujuh komponen yang harus ada dan diterapkan dalam model pembelajaran tersebut.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru?”. masyarakat belajar (Learning Comunity). maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Apakah Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan pokok bahasan Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Perumusan Dasar Negara. bertanya (Questioning). Dari uraian di atas. pemodelan (Modeling). siswa dapat memahami dan menghubungkan secara langsung antara materi pembelajaran dengan kondisi yang nyata yang ada di lingkungannya. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas peneliti. yaitu kontruktivisme (Contructivism). Selanjutnya. menemukan (Inquiry). penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. dimana model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan salah satu dari model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”.

b. Meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. c. Siswa a. 2. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V. b. Sekolah a. Sebagai bahan informasi untuk meningkatkan profesionalisme guru kelas. 3. Meningkatkan kualitas kegiatan mengajar bagi guru kelas.C. Meningkatkan kualitas dan kuantitas proses belajar siswa kelas V. D. Manfaat Penelitian Penelitian tindakan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk: 1. Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). c.A SDN 183 Tampan Pekanbaru dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Diharapkan dapat memanfaatkan model pembelajaran yang dapat diterapkan pada guru-guru lainnya . Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam belajar mengajar dengan yang berkelanjutan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Guru a.

Defenisi Operasional Peneliti ingin menguraikan istilah-istilah yang ada pada judul skripsi ini dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam dalam menafsirkan judul. film. dan mempraktekan. pengenaan prihal. Adapun model pembelajaran menurut menurut Joyce dalam Trianto (2007: 5) adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku. komputer. . Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran dalam belajar mengajar dengan pengajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang berkelanjutan. Sebagai landasan untuk dapat dijadikan kajian lebih lanjut dalam cakupan yang lebih luas. Sementara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) menurut Sanjaya (2009: 255) adalah Pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. E. yaitu: Penerapan menurut kamus Bahasa Indonesia oleh Anwar (2001: 516) adalah pemasangan. kurikulum dan lain-lain.b. c.

maka dapat diketahui dan dipahami bahwa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. pemahaman atau komprehensif. analisis. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti.Hasil Belajar menurut Hamalik (2006: 51). Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah. yakni pengetahuan hafalan. dan evaluasi. . Adapun peningkatan hasil belajar yang dikaji dalam penelitian ini adalah hasil belajar dari aspek kognitif. di antaranya ranah kognitif. Menurut Bloom dalam Poerwanto (2010: 43). terutama hasil belajar IPS siswa Kelas V. Dari uraian defenisi konsep operasional di atas. secara garis besar membagi hasil belajar ke dalam tiga ranah. sintesis. penerapan aplikasi. dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi.

Menurut Candra (2010:23). 2) Contextual Teaching and Learning mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Adapaun model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya. yakni: 1) Contextual Teaching and Learning menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. mengemukakan tiga konsep yang harus dipahami. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan. 2010: 132).BAB II LANDASAN TEORI A. 2009:255). artinya guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya (Rusman. 2010: 133). Pengertian Model pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Rusman. artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan . artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman langsung. Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) 1.

yakni: a. inkuiri. semankin banyak pengalaman maka akan semankin banyak pula pengetahuan yang mereka peroleh. Oleh karena itulah. pengetahuan itu pada dasarnya merupakan organisasi dari semua yang dialami. Belajar adalah proses pemecahan belajar bukan sekadar mengumpulkan fakta yang lepas-lepas. maka terdapat beberapa hal yang harus dipahami tentang belajar dalam pembelajaran kontekstual (CTL). Dari asumsi dan karakteristik yang mendasarinya. 2007:105). Pengajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual. sehingga dengan pengetahuan yang . 3) Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan.kehidupan nyata. Belajar bukanlah menghafal. masyarakat belajar. yakni kontruktivisme. Pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemberitahuan orang lain. bertanya. pengetahuan yang demikian akan mudah dilupakan dan tidak fungsional. dan penilaian nyata (Trianto. artinya Contextual Teaching and Learning bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. b. permodelan. akan tetapi proses mengkonstruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. tidak akan menjadi pengetahuan yang bermakna.

oleh karena itu pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak (real world learning) (Sanjaya. kemampuan memecahkan persoalan termasuk penampilan atau performance seseorang. pola bertindak. 2. oleh karena itu belajar tidak dapat sekaligus akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa. maka akan emangkin dalam berfikir. yaitu: a. d. c. Belajar pada hakikatnya adalah menangkap pengetahuan dari kenyataan. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Rusman (2010: 193-197). e.dimiliki akan berpengaruh terhada pola-pola perilaku manusia. terdapat tujuh prinsip pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Belajar secara kintekstual adalah belajar begaiman anak menghadap setiap persoalan. seperti pola piker. Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks. Kontruktivisme (contructivism) Prinsip pembelajaran ini merupakan landasan and berpikir (filosofi) yaitu dalam bahwa Contextual Teaching Learning. . Semangkin pengetahuan seseorang luas dan mendalam. 2009:256). pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas.

dan membantu mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh para guru dalam pembelajaran. Menemukan (Inquiry) Prinsip menemukan (inquiry) merupakan prinsip inti dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning. . Bertanya (Questioning) Unsur lain yang menjadi karakteristik utama Contextual Teaching and Learning adalah kemampuan dan kebiasaan untuk bertanya. Masyarakat Belajar (Learning Community) Adapun maksud dari masyarakat belajar (Learning Community) adalah membiasakan siswa untuk melakukan kerjasama dan memanfaatkan sumber belajar dari teman-teman belajarnya. bertanya merupakan strategi utama dalam Contextual Teaching and Learning. Karena pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang selalu dimulai dari bertanya. tetapi merupakan hasil merumuskan sendiri. melalui upaya menemukan akan memberikan penegasan bahwa pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan-kemampuan lain yang diperluas bukan merupakan hasil dari mengingat seperangkat fakta-fakta. c. Permodelan (Modelling) permodelan (Modelling) merupakan salah satu prinsip dalam pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Seperti yang disarankan dalam Learning Community. e. d.b. Oleh karena itu. Tahap permodelan dapat dijadikan alternatif untuk mengembangkan pembelajaran. agar siswa bisa memenuhi harapan siswa secara menyeluruh. bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain melalui berbagai pengalaman (sharing).

komponen pembelajaran Contextual Teaching and Learning meliputi: a. Memberikan layanan secara individual (natural the individual) g. Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berarti (doing significant work) c. Pada saat refleksi. Dengan kata lain. Menggunakan asesmen autentik (using authentic assessment). Penilaian Sebenarnya (Authentic Assessment) Prinsip terakhir dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah melakukan penilaian. 3. Tahap penilaian sebagai bagian dari integral dari pembelajaran memiliki fungsi yang amat menentukan untuk mendapatkan informasi kualitas proses dan hasil pembelajaran melalui penerapan Contextual Teaching and Learning. dan melakukan diskusi dengan dirinya sendiri (learning to be). siswa diberi kesempatan untuk mencerna. Komponen Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Elain dalam Rusman (2010: 192). Mengupayakan pencapaian standar yang tinggi (reaching hight standards) h. membandingkan.f. Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking) f. menimbang. Mengadakan kolaborasi (collaborating) e. g. Menjalin hubungan yang bermakna (making meaningful connections) b. refleksi adalah berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Refleksi (Reflection) Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang terjadi atau baru saja dipelajari. . menghayati. Melakukan proses belajar yang diatur sendiri (self regulated learning) d.

c. e. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Kembangkan pemikiran bahwa anak belajar lebih bermakna dengan sendiri. g. Hadirkan contoh dalam pembelajaran. . 4. maka model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan. 2007: 105). menemukan sendiri. f. Ciptakan masyarakat belajar. b. maka dapat diasumsikan bahwa dengan terpenuhinya beberapa komponen di atas. Beberapa langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning yang dikemukan Trianto di atas. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri (menemukan) untuk semua topik. senada dengan beberapa langkah yang dikemukan Rusman (2010: 192).Bila diperhatikan dari beberapa komponen dalam pelaksanaan Contextual Teaching and Learning. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan pengetahuan baru. Lakukan refleksi diakhir pembelajaran. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara (Trianto. d. Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Secara garis besar langkah-langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning sebagai berikut: a.

yaitu: a. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu konsep tersebut direvisi dan dikembangkan. kemudian memperhatikan detailnya. penulis memfokuskan pada langkah-langkah yang dirumuskan oleh Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). Mempraktekan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge). terdapat lima langkahlangkah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. artinya dengan cara menyusun konsep sementara (hipotesis). Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif. yang memiliki keterkaitan satu sama lain. dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi. c. yaitu dengan mengaktifkan pengetahuan siswa (activating . d. e. b. sehingga tampak perubahan perilaku siswa. artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan. artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. artinya apa yang dipelajari tidak lepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. Cara belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge).Menurut Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). Dari beberapa langkah-langkah di atas. karena langkah lebih fleksibel dan sistematis serta sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning.

yaitu sebuah pertanyaan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara kompetensi dasar. dan e. agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sesuai yang diharapkan. menurut Rusman (2010: 200).knowledge). Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. materi pokok. 5. sebab dengan dapat . memberikan pemahaman dan pengetahuan (understanding knowledge). menambah pengetahuan baru yang dimiliki siswa (acquiring knowledge). Rumuskan dengan jelas tujuan pembelajarannya c. Hal ini sangat penting. dan indikator pencapaian hasil belajar b. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning a. yaitu: 1) Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. mempraktekan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki siswa (applying knowledge). Nyatakan keinginan utama pembelajaran. Selanjutnya. Rumuskan dan lakukan sistem penilaian dengan memfokuskan pada kemampuan sebenarnya yang dimiliki oleh siswa baik pada saat berlangsungnya (proses) maupun setelah siswa tersebut selesai belajar. Kelebihan. Uraikan secara terperinci media dan sumber pembelajaran yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang diharapkan d. maka hendaklah: a. Rumuskan skenario tahap demi tahap kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam melakukan proses pembelajarannya.

Kelemahan. . peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. sihingga tidak akan mudah dilupakan. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula. b) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional.mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. b. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”. akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. 2) Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme. yaitu: a) Guru lebih intensif dalam membimbing. Dengan demikian. Karena dalam metode CTL. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang.

meliputi perubahan- . aspek efektif. (2) Pengetahuan dan pengertian. Hasil belajar. setelah belajar orang memiliki keterampilan. Menurut Kingsley yang dikutip oleh Sudjana hasil belajar dibagi dalam tiga macam. (3) Sikap dan cita-cita (Sudjana. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. pengetahuan. yaitu: Pertama. yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan. 2010: 22). 1984 : 325). Hasil Belajar 1. aspek kognitif. meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasan pengetahuan dan perkembangan keterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. Hasil belajar merupakan terminal dari proses pendidikan dan pengajaran. meliputi tiga aspek. Pengertian Hasil belajar adalah kapasitas. sikap dan nilai (Dimyati dan Mudjiono. kedua. 2002 : 9). Hasil belajar ini sering dicerminkan sebagai nilai (hasil belajar) yang menentukan berhasil tidaknya siswa belajar. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. tingkat keterampilan yang diperoleh dari hasil tes yang dilakukan” (Luthfi.B. Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam belajar. Pendapat ini sejalan dengan Muchtar Lutfzi yang mengatakan bahwa hasil belajar adalah “Tingkatan pengusaan bahan pelajaran oleh siswa.

dan internalisasi. berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek. minat dan perhatian. Ranah Afektif. b. dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi. sintesis. faktor fisik dan psikis. b. . perasaan dan kesadaran. 2008: 197). terutama kualitas pengajaran (Sudjana. 2. ketekunan. Faktor dari dalam diri siswa. Dari pembagian hasil belajar di atas. mengungkapkan ada tiga tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakan hasil belajar yaitu: a. meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik (Drajat. yaitu berkenaan dengan hasil belajar intelektual. motivasi belajar. 2010: 25). yakni pengetahuan atau ingatan. sosial ekonomi. penilaian. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah. Ranah Kognitif. pemahaman. analisis. meliputi kemampuan yang dimilikinya. yakni penerimaan.perubahan dalam sikap mental. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. jawaban atau reaksi. dan evaluasi. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu : a. aspek psikomotor. aplikasi. Sementara Bloom dalam Sudjana (2010: 22-23). Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. sikap dan kebiasaan belajar. dimana peningkatan hasil belajar siswa yang diteliti adalah dalam ranah kognitif. organisasi. dan ketiga.

Faktor-faktor psikologis akan senantiasa memberikan landasan dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar secara optimal. Dari beberapa pendapat para ahli di atas. 2010. dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor internal siswa antara lain kemampuan yang dimiliki siswa tentang materi yang akan disampaikan. Berkaitan dengan faktor dari dalam diri siswa. b. indikator keberhasilan sebagai patokan atau ukuran bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dianggap berhasil. selain faktor kemampuan. perhatian. kondisi sosial ekonomi. Prinsip dasar yang perlu dilakukan dalam menyusun tes hasil belajar siswa. 24-25). Daya serap terhadap bahan pengajaran (materi) yang diajarkan mencapai hasil belajar atau prestasi belajar tinggi. ketekunan. ada juga faktor lain yaitu motivasi. 3. sikap. apabila: a. Tes tersebut hendaknya dapat mengukur secara jelas hasil belajar.Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor intern (dari dalam) diri siswa dan faktor ekstern (dari luar) siswa. Mengukur sampel yang representtatif dari hasil belajar dan bahan pelajaran yang telah diajarkan. minat. sedangkan faktor eksternal antara lain strategi pembelajaran yang digunakan guru di dalam proses belajar mengajar. . kondisi fisik dan psikis. Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-benar cocok untuk mengukur hasil belajar yang diingginkan sesuai dengan tujuan (Poerwanto. Indikator Hasil Belajar Menurut Isjoni Ishak. kebiasaan belajar. yaitu: a. c. Kehadiran faktor psikologis dalam belajar akan memberikan andil yang cukup penting. baik secara individual maupun secara klasikal atau kelompok.

Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil belajar. Terjadinya perubahan terhadap perilaku siswa. Baik (minimal). yaitu: a. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi. apabila seluruh bahan yang diajarkan itu dapat dikuasai oleh siswa. maka tujuan dalam pembelajaran tersebut dapat dikatakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan. (3) Sikap dan cita-cita. 121). b. apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya (60% sampai 75%) saja dikuasai siswa. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. b. Kurang. d. sehubungan dengan hal ini keberhasilan proses belajar mengajar itu dibagi atas beberapa tingkatan atau taraf.b. c. c. dan mencerna materi yang diajarkan pada tingkat ketuntasan belajar (Ishak. Baik sekali (optimal). Menurut Djamarah (2006: 24). 2006. 2006: 120). Selanjutnya Djamarah. 2007: 31). apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari (60%) dikuasai siswa (Djamarah. menguasai. apabila sebagian besar (76% sampai 99%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dipahami siswa. . Perilaku yang menggariskan dalam tujuan pengajaran atau instruksional khusus telah dicapai oleh para siswa baik secara individual maupun kelompok. Adapun indikator yang menjadi petunjuk suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah sebagai berikut: a. (2) Pengetahuan dan pengertian. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa baik secara individual maupun secara kelompok (Djamarah. Masalah yang dihadapi adalah sampai di tinggkat manakah hasil belajar yang telah dicapai. baik secara individual maupun secara kelompok. Dari beberapa indikator di atas dapat dipahami bahwa ketika indikator di atas dimiliki siswa pada pelajaran matematika. hasil belajar adalah kemampuankemampuan dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. membagi hasil belajar. Istimewa (maksimal). sehingga terdapat motivasi untuk memahami.

yakni kondisi tentang tujuan yang ingin dicapai oleh siswa dalam belajar.Hasil belajar yang dicapai siswa menurut Sudjana (2010: 56). c. 4. Aktivitas Belajar Siswa Menurut Winkel (1991: 177). dan e. ada tiga komponen dalam aktifitas proses belajar mengajar. komponen siswa dan materi pelajaran. pengetahuan atau wawasan. hakekat pelajar sebagai individu yang terlibat dalam proses belajar mengajar. apabila kondisi yang terjadi di dalam kelas mempertimbangkan beberapa hal. komponen media pengajaran. keterampilan atau perilaku. dapat dicapai melalui proses belajar mengajar yang optimal yang dapat diketahui dari ciri-ciri sebagai berikut: a. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya. d. hakekat bahan ajaran yang akan dikembangakan kepada siswa yang belajar. . artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya. ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik. Proses didaktik dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancer. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan diri terutama dalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya. membentuk perilaku. Hasil belajar yang diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif). kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya. bermanfaat untuk mempelajari aspek lain. seperti akan tahan lama diingat. b. prosedur didaktik merupakan sarana yang memungkinkan kegiatan pengajaran dapat menimbulkan aktifitas bagi siswa dalam proses belajar. Hal ini yang mendasar yang harus dilakukan guru dalam prosedur didaktik adalah. Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. yakni komponen prosedur didaktik. yakni mencakup ranah kognitif.

sehingga keanekaragaman perilaku siswa dalam belajar dapat diwujudkan secara konkrit. . sejalan dengan pendapat Decorite dalam Winkel (1991:183-184). Rochman (1991: 4). Perilaku guru/performance guru dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. Menekankan pada hasil yang diperoleh siswa.Aktivitas di atas. Komponen yang kedua dalam proses belajar mengajar adalah komponen media pengajaran. Menekankan pada segi proses interaksi guru siswa. b. c. a. Dalam hubungan ini prosedur didaktik tidak terbatas hanya pada satu cara. b. yang meliputi aspek perilaku dan aspek isi. disamping mempermudah siswa-siswa dalam menerima bahan ajaran. Menurut Gagne dalam Arief (1986: 6). mengatakan bahwa performance guru dalam proses belajar mengajar dapat dibedakan menjadi dua hal. Keadaan siswa yang actual yang terjadi dalam kelas. dikatakan bahwa media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Tujuan instruksional khusus yang telah dirumuskan secara jelas. yakni: a. bahwa aktifitas guru dalam melakukan aktifitas/prosedur didaktik dalam proses belajar harus dapat mempertimbangkan beberapa aspek yakni. Media pengajaran merupakan aspek penting dalam membantu guru menyampaikan bahan ajaran. melainkan diperlukan bermacam-macam prosedur didaktik. Performance guru itu merupakan hal yang amat penting.

Komponen yang ketiga dalam aktifitas belajar adalah komponen siswa dan materi pelajaran. 1997: 3-4). Keberadaan siswa dalam proses belajar mengajar harus mampu mendorong aktualisasi dirinya dimana mereka diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan. sesuai dengan wujud pendidikan (Neil.Sedangkan menurut Einkel (1991: 187) mengatakan bahwa media pengajaran adalah suatu sarana nonpersonal yang digunakan atau disediakan oleh tenaga pengajaran yang memegang peranan dalam proses belajar mengaran untuk mencapai tujuan instruksional. Partisipasi. Integrasi. anak didik diberi kesempatan untuk menyampaikan ide-ide. b. Penting. yang dialami selama pertumbuhan itu berlangsung. melakukan percobaan. Komponen siswa dan materi pelajaran merupakan aspek penting yang harus diperhatikan guru dalam proses belajar mengajar. diamati dan diperhatikan tingkat perkembangan. Menurut Neil (1977: 5). membuat kekeliruan. adanya penyatuan antara aspek kognitif. bertingkah laku. afektif dan aspek psikomotor. . oleh karena kedua komponen tersebut secara langsung terlibat dalam konteks belajar yang pelaksanaannya dilakukan secara bersamaan. Karena itu anak didik diberi kesempatan yang cukup untuk memilih berbagai alternatif dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. dalam mengantisipasi anak didik pada kegiatan kurikulum yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian guru yakni: a.

dan d. Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan Hasil Belajar Siswa Penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. apa yang dipelajari anak didik harus mengikuti minat dan keinginannya. Relevansi bahan ajaran harus sesuai dan relevan dengan kebutuhan dan kehidupan anak didik bai dari emosional maupun secara intelektual. dan tidak sekedar penerima pasif apa yang disampaikan guru. Isi kurikulum harus mencakup keterampilan. C. Anak didik harus didorong untuk belajar. Untuk terwujudnya apa yang dikemukakan Neil di atas. c. Sejauh mungkin. bahwa kegiatan dalam proses belajar mengajar dikelas harus mampu mengembangkan kehidupan sosial anak didik dalam suasana yang manusiawi. b. d. . Pembelajaran Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. Tujuan.c. pengetahuan dan sikap. dan bukan menurut keputusan para guru mengenai sesuatu yang dimilikinya. Menurut Leister dan Ali dalam Nasution (1986 : 80-81). maka kurikulum yang disusun untuk kegiatan belajar mengajar haruslah mencerminkan adanya relevansi antara kebutuhan anak didik dalam belajar dengan materi bahan yang disampaikan. mengatakan bahwa: a. berkat kegiatannya sendiri. Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan keadaan perkembangan anak.

Dari pengertian pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan hasil belajar dapat dilihat bahwa pembelajaran ini mendorong semua siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. .A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. maka dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. D. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka akan berpengaruh pada hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang dicapai siswa yang ditandai dengan meningkatnya tes yang telah dilakukan pada siswa. Hipotesis Tindakan Jika model pembelajaran Contextual Teaching and Learning diterapkan.

Adapun waktu penelitian ini direncanakan selama 6 bulan terhitung dari bulan Oktober 2011 hingga bulan Maret 2012. B.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. C. Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam penelitian ini adalah pada mata pelajaran IPS. khususnya pada siswa Kelas V. Pada pertemuan pertama dan kedua guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (independent) dan dan variabel terikat (dependent). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan variabel terikatnya adalah hasil belajar. dan pada pertemuan ketiga peneliti melakukan ulangan harian.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Tahun Ajaran 2011/2012. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Provinsi Riau. terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. dengan jumlah siswa 40 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.A. .

dan terjadi di dalam kelas. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 130) penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan. Untuk lebih jelasnya tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut ini: Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Gambar 1: Siklus Penelitian Tindakan Kelas Agar lebih mudah memahami tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas yang akan penulis lakukan dapat dilihat pada penjelasan berikut ini. Rencana Tindakan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau action research. (3) Pengamatan tindakan atau observasi. dan (4) Refleksi atau refleching.D. (2) Pelaksanaan atau acting. Menurut Kunandar (2011: 98-99) pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas meliputi: (1) Perencanaan atau planning. yaitu: .

pengambilan atau pengumpulan data hasil belajar siswa. Menyiapkan format lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. 4. . Pelaksanaan program pembelajaran. peneliti melakukan pengamatan terhadap perkembangan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar dengan mengisi lembaran observasi yang telah dibuat dengan dibantu oleh seorang observer.1. yaitu: a. dengan cara mengumpulkan berbagai hasil yang diperoleh guna melihat dan menilai apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. c. sehingga tindakan yang dilakukan menjadi lebih terarah. Meminta kesediaan teman sejawat untuk menjadi observer dalam pelaksanaan pembelajaran. Perencanaan Tahap perencanaan merupakan tahap awal yang harus dilaksanakan guru sebelum melakukan tindakan. Adapun yang akan dipersiapkan pada tahap perencanaan. 2. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan dari perencanaan yang telah dibuat. 3. Observasi Selama proses pembelajaran berlangsung. b. Menyusun RPP berdasarkan pengembangan dari langkah-langkah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. hasil observasi dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Refleksi Refleksi merupakan tahap akhir kegiatan observasi.

sumber dan bahan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat mempermudah penulis dalam memahami batasbatas materi dan langkah-langkah pembelajaran yang akan disampaikan. materi pokok. kompetensi dasar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun secara sistematis yang berisi tentang identitas sekolah. guru atau peneliti harus mempunyai rencana pembelajaran sebelum pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan. sehingga tidak penyimpangan materi yang disajikan. kegiatan . Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan suatu persiapan bagi guru atau penulis untuk melakukan pembelajaran. bentuk instrumen. penentuan berbagai indikator. standar kompetensi. Instrumen Penelitian Adapun instrumen dalam penelitian ini.E. sebagai berikut: 1. agar materi yang akan disampaikan dapat sesuai dengan tujuan pembelajaran. Silabus Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dan standar dari kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa dalam proses pembelajaran. penentuan dan sumber/bahan/alat. perkiraan waktu yang dibutuhkan. materi. kegiatan pembelajaran (model atau tipe pembelajaran yang digunakan). Dengan kata lain. Silabus yang dibuat dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perencanaan pembelajaran secara komprehensif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Silabus memuat identifikasi mata pelajaran. penilaian. 2. penentuan pengalaman belajar.

3. materi pokok. prosedur pelaksanaan yang terdiri dari soal akan diselesaikan serta sumber bahan. hari dan tanggal pelaksanaan. sehingga pengaruh penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran IPS dapat dihitung dari rata-rata dan persentase hasil belajar siswa. latihan soal yang sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan. Penilaian hasil belajar siswa kelas V. nama kelompok. satu sama lain mempunyai ketergantungan dan langkah-langkah yang jelas dalam mencapai pembelajaran yang yang sesuai dengan indikator keberhasilan yang akan dicapai. misalnya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). F. pada pelaksanaan tindakan dalam setiap siklus kegiatan pembelajaran. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. kelas. Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan dalam pembelajaran berisi nama. . Susunan sistematis tersebut.awal. kegiatan inti.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru diperoleh dari hasil pelaksanaan tes. Tes Menurut Kunandar (2011: 186) tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seseorang atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan dan tingkat perkembangan salah satu atau beberapa asfek psikologis didalam dirinya. serta kegiatan akhir.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning.2. Aktivias guru. Berdasarkan pengertian tersebut. yaitu: a. maka observasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah melakukan pengamatan terhadap segenap aktivitas belajar mengajar guru dan ssiwa kelas V. Aktivitas siswa. Observasi Kunandar (2011: 143) berpendapat bahwa observasi adalah kegiatan pengamatan (mengambil data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. terdiri dari: 1) Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran . terdiri dari: 1) Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3) Guru meminta masing-masing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Guru meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Guru meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain b.

Adapun empat alternatif pilihan dalam lembar observasi meliputi: .3) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain G. Aktivitas Guru dan Siswa Analisis aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar dengan di terapkannya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dibukukan dalam lembar observasi dengan rumus: NR JS x100% SM Keterangan: NR JS SM = Persentase rata-rata aktivitas guru/siswa = Jumlah skor aktivitas yang dilakukan = Skor Maksimal yang di dapat dari aktivitas guru dan siswa Untuk melihat aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran yang menggunakan 4 (empat) alternatif pilihan yang dapat di lihat pada lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Teknik Analisis Data 1.

Bila aktivitas guru dan siswa baik d.69% 40% . dkk. Bila aktivitas guru dan siswa sangat tidak baik b.60% Sangat Baik Baik Cukup Kategori Kurang 4 Kurang dari 40% Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin.79% 60% .59% 0 . Bila aktivitas guru dan siswa sangat baik Dari 4 alternatif di atas.a. maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.1 Aktivitas Guru Dan Siswa NO 1 2 3 Persentase (%) Interval 81% . dkk. Bila aktivitas guru dan siswa kurang baik c.2 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa NO 1 2 3 4 Persentase (%) Interval 80% .49% Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Kategori 5 Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin.100% 61% .80% 41% . 2011: 115 . 2011: 115 Sementara dalam menentukan kategori hasil belajar siswa ditetapak lima kriteria atau kategori dari hasil belajar siswa. maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Dari 4 alternatif di atas.100% 70% .

begitu sebaliknya. maka siswa dinyatakan belum lulus atau berhasil. dimana KKM untuk individu adalah 60 dan untuk klasikal adalah 70%. bila nilai rata-rata yang diperoleh siswa di bawah nilai rata-rata 60. Ketuntasan Individu: PK SP x100% SM Keterangan: K = Persentase ketuntasan individu SP = Skor yang diperoleh siswa SM = Skor maksimum b. dengan menggunakan dua rumus sebagai berikut: a. Hasil Belajar Analisis yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kelas V. maka siswa tersebut dinyatakan lulus. dapat dilihat melalui Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan oleh Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Ketuntasan Klasikal: PK ST x100% N Keterangan: K = Ketuntasan klasikal N = Jumlah siswa yang tuntas belajar ST = Jumlah Siswa seluruhnya Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran. . Dari standar KKM tersebut dapat dipahami bahwa bila siswa mencapai nilai rata-rata 60.2.A melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).

Selama tindakan dilakukan di kelas. Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk empat kali pertemuan (lampiran IV. berupa Jadwal Penelitian (lampiran I). Lembar Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa dan Lembar Observasi Siswa untuk empat . Tahapan Perencanaan Pada tahapan ini. penelti telah merancang berbagai perangkat penelitian dan istrumen yang dibutuhkan. III. dan siklus II juga dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian. dengan tujuan untuk membantu mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung.3.1. Silabus (lampiran II). III.3.1. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. terdiri dari siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian.A Tahun Ajaran 2011/2012 pada semester II yang dilaksanakan mulai pada bulan Maret hingga April dari tanggal 13 Maret sampai tanggal 11 April 2012 dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) pada materi pokok perjuangan mempertahankan kemerdekaan. IV. IV. Hasil Tindakan 1.4).2.2. IV.4).BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A. 2. Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru kelas V. III. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk empat kali pertemuan (lampiran III. peneliti dibantu observer.

V. IX. yaitu kelas V.3. Pelaksanaan Tindakan Siklus I 1. V. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V pada semester . VI. sebagaimana dijelaskan dalam pelaksanaan tindakan berikutnya. yang disebut sebagai kelas tindakan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa.2). VIII. B.2).1. yaitu RPP-1 (lampiran III.2. Pertemuan ini siswa yang hadir berjumlah 40 orang siswa. Soal ulangan harian siklus I dan II (lampiran VIII. Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dan Lembar Observasi Aktivitas Guru untuk empat kali pertemuan (lampiran VI. Pertemuan Pertama (Selasa.1. VI. Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah ditetapkan. V. Kisi-Kisi Soal Ulangan Harian Siklus dan siklus II (lampiran VII. yang berjumlah 40 orang siswa.A Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru.4). V.1. Kunci jawaban soal ulangan siklus I dan II (lampiran IX.2.2). dan skor dasar (lampiran X).1) dengan materi pembelajaran “Perjuangan mempertahankan kemerdekaan”. VI.1. VI. VII. terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan.4). Pada tahapan ini telah ditetapkan dan ditentukan kelas yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran CTL.3.1.kali pertemuan (lampiran V. 13 Maret 2012) Pertemuan pertama dalam siklus I dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2012 dengan alokasi waktu 70 menit.

1) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok. kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen.1). Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing. masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata. Pada saat mengamati. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima. guru membagikan LKS (lampiran IV. Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati. observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama. Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya. karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru.1) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. Dalam hal ini.II. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok . Selanjutnya.

Saat diskusi antar kelompok. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain. Pada proses pembelajaran berlangsung. 20 Maret 2012) Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2012 di kelas V. masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya. Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-2 (lampiran III. 2. sehingga diskusi berjalan dengan baik.belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain. Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Pertemuan Kedua (Selasa. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa. Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Dalam hal ini. dengan alokasi waktu 70 menit.2) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah.2) dengan materi pembelajaran “agresi militer Belanda terhadap Indonesia”. .

yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2012 dengan alokasi waktu selama 70 menit. sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru. Dalam ulangan haris siklus I. Pada pertemuan kedua ini. . observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. dengan tingkatan soal yang bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII. Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I (Rabu. Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan.2) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. 21 Maret 2012) Setelah pertemuan pertama dan kedua dari siklus I selesai dilaksanakan. siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV.2). hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I. guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung.Pada pertemuan kedua.1). 3. Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V. baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. Dalam hal ini. peneliti/guru melakukan melakukan ulangan harian siklus I.1).

terutama dalam mencari solusi dari kesulitan-kesulitan yang mereka temukan. . guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut. Selanjutnya. 4. dapat diketahui hasil belajar siswa kelas V. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa. Sebagian besar siswa mahu berdiskusi. b. guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. adalah: a.Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus I. sehingga pembelajaran tidak bersifat searah. Siswa baik secara individu maupun kelompok termotivasi untuk membahas kembali materi pembelajaran. Setelah siswa selesai mengerjakan soal.A Sekolah Dasar Negeri 183 adalah mengalami peningkatan dan memperoleh hasil yang baik. yang hanya menerima penyampaian materi yang disampaikan guru saja. Refleksi Siklus I Setelah dilakukan tindakan pada siklus pertama dengan pertemuan pertama dan kedua. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. Peningkatan dari hasil belajar siswa diketahui dari ketuntasan secara individu yang dimiliki siswa dalam menjawab lembaran soal yang diberikan. Siswa dalam belajar lebih aktif. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua ditemukan kelebihan dan kelemahan. c. Adapun kelebihan yang ditemukan dari pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua.

ketika siswa tidak dapat menemukannya baika secara individu maupun secara berkelompok setelah mereka melakukan diskusi. adalah: a. Masih banyaknya siswa yang tidak mahu bekerjasama dalam kelompok baik dalam mencari informasi yang diamati dari lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran. melainkan siswa sudah berusaha terlebih dahulu. juga ditemukan adanya kelemahan-kelemahan guru dengan menggunakan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran. Di samping berbagai kelemahan yang dialami siswa pada siklus I. Dalam hal ini guru akan memberikan solusi. Kurangnya kemampuan siswa dalam mencari informasi atau pengetahuan baru tentang hubungan lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran yang telah diamanahkan guru.Adapun kelebihan atau keuntungan yang ditemukan dari guru setelah menggunakan model pembelajaran CTL yang terdapat pada siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua. Guru dengan mudah memberikan motivasi kepada siswa dibandingkan model pembelajaran yang telah dan selama ini digunakan c. Sementara kekurangan. yaitu: . guru merasa terbantu sehingga tujuan dan target pembelajaran dapat tercapai b. Penerapan model pembelajaran CTL. b. Kesulitan belajar yang ditemukan siswa tidak terfokus pada guru untuk mencari dan menemukan solusinya. maupun dalam berdiskusi. yang ditemukan dari pertemuan pertama dan kedua dari siklus I bagi siswa. yaitu: a.

karena pada saat mengajar. Memotivasi siswa agar mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing b. guru belum sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL dan masih menggunakan model pembelajaran klasik. Meminta siswa agar memanfaatkan waktu yang diberikan untuk menguasai pembelajaran. 02 April 2012) Pertemuan pertama pada siklus II dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 02 April 2012 dengan alokasi waktu 70 menit. Pertemuan Pertama (Selasa. maka perencanaan yang dilakukan guru/peneliti untuk memperbaiki tindakan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran CTL pada siklus II. C. Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah . Jumlah siswa yang hadir pada pertemuan ini adalah 40 orang siswa. Akhirnya. sehingga terlihat dari kurangya bimbingan dan arahan yang diberikan kepada siswa. Kurangnya pemahaman dan penguasaan guru dalam menggunakan model pembelajaran CTL. Dari berbagai sisi kelemahan di atas.a. b. c. Pelaksanaan Tindakan Siklus II 1. sehingga ketika kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mencari informasi baru yang berhubungan dengan pembelajaran. waktu yang tersedia tidak mencukupi dan kurang optimal digunakan. Memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa pada saat ditugaskan. adalah: a. Guru belum terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. sebagian besar siswa tidak menemukan dan kebingungan.

A pada semester II. Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Selanjutnya. Pada saat mengamati. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima.3) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok. guru membagikan LKS (lampiran IV. observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata. karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V.3) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama.ditetapkan.3) dengan materi pembelajaran “Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan”. Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan. Dalam hal ini. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing. Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya.3). kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen. . yaitu RPP-3 (lampiran III.

Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-4 (lampiran III. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain. sehingga diskusi berjalan dengan baik. Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan. Saat diskusi antar kelompok. 10 April 2012) Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 10 April 2012 di kelas V. masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. Dalam hal ini. 2. Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa. dengan alokasi waktu 70 menit. Pertemuan Kedua (Selasa. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain. masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain.Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.4) dengan materi pembelajaran “Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan”. .

4). baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL.Pada proses pembelajaran berlangsung. siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV. sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru.4) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah.4) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. dengan alokasi waktu 70 menit. dengan tingkatan soal yang . siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen. 11 April 2012) Setelah pertemuan pertema dan kedua dari siklus II selesai dilaksanakan. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV. Dalam hal ini. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.2). Pada pertemuan kedua. Dalam ulangan haris siklus I. yang dilaksanakan pada tanggal 11 April 201. peneliti/guru melakukan melakukan pertemuan ketiga yang merupakan ulangan harian siklus II. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran. 3. Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan. guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. Ulangan Harian Siklus II (Rabu. observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. Pada pertemuan kedua ini.

baik guru maupu siswa sudah menerapkan model pembelajaran CTL dengan menjalankan langkah-langkah dari pembelajaran CTL tersebut. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. Dalam hal ini. Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini.bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII. Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V. adalah: a. Siswa termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing . 4. mengalami peningkatan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus II. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan pada siklus II diketahui. Setelah siswa selesai mengerjakan soal. Selanjutnya. Hal ini terlihat dari pengamatan yang dilakukan observasi pada saat proses tindakan berlangsung. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa. Adapun refleksi dari siklus II dapat dikategorikan baik. Refleksi Siklus II Tindakan yang dilakukan pada silus II melalui pertemuan pertama dan kedua. serta ulangan harian.2). guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut. Pada siklus II aktivitas pembelajaran sudah berjalan lancar baik dari sisi guru maupun siswa.

Dalam melakukan observasi aktivitas guru . sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan. 1. Analisis Hasil Penelitian Hasil tindakan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa selam proses pembelajaran berlangsung dan ketuntasan hasil pembelajaran IPS siswa. hasil belajar siswa kelas V. Adapun terlaksananya proses pembelajaran sehingga tercapainya tujuan dari pembelajaran dalam penelitian ini merupakan hasil dari kerja keras dan upaya guru dalam memberikan motivasi. Sehingga. Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Adapun observesi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tindakan yang dilakukan guru dari siklus I dan II pada saat proses pembelajaran berlangsung. D. c. Dengan demikian. Siswa dapat memanfaatkan waktu seoptimal mungkin dalam menjalan setiap tugas yang diberikan guru. bimbingan dan arahan kepada siswa. Siswa dapat menemukan berbagai informasi baru yang hubungannya dengan materi pembelajaran yang telah ditugaskan guru.b. sehingga guru bersama siswa mampu dan menerapkan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. dari data hasil penelitian yang dilakukan dan merujuk kepada data-data yang telah dikumpulkan dari siklus I dan II dari masing-masing pertemuan.

Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 95.20 2. dapat dilihat dari tebel berikut: Tabel 4. Hal ini juga mengalami peningkatan pada .20 dengan persentase 55.00% 95. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 11 dengan rata-rata 2.00% Kategori Cukup Cukup Sangat Baik Sangat Baik Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan.00%. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 60.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dibantu observer. Untuk mengetahui secara rinci hasil observasi tindakan yang dilakukan guru pada saat pembelajaran berlangsung dari siklus I dan II pada setiap pertemuan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada Siklus I dan II No 1 2 3 4 Aktivitas Guru Siklus I Pert. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas guru pada siklus I pertemuan II sebesar 12 dengan rata-rata 2.dalam pembelajaran di kelas V. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”.80.40 3. I Siklus II Pert. II Jumlah 11 12 19 20 Rata-Rata 2. I Siklus I Pert. dari aktivitas guru juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 19 dengan rata-rata 3.00%. II Siklus II Pert.00% 60.1 Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V. Selanjutnya.00% 100.40. dan dapat dikategori “cukup”.00 Persentase 55. dan dapat dikategori “sangat baik”.00%.80 4.

siklus II pertemuan II dengan jumlah 20 dengan rata-rata 4,00. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 100,00%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan persetasi dari tabel aktivitas guru dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat juga diketahui bahwa secara persentase (angka) selalu mengalami peningkatan dari siklus I dan II pada setiap pertemuan dan secara umum pada setiap pertemuan mengalami peningkatan. 2. Aktivitas Siswa Data aktivitas yang diperoleh selama pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siklus I dan II (lampiran VI.1, VI.2, VI.3, VI.4). Rata-rata persentasenya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning Pada Siklus I dan II Aktivitas Siswa Siklus I Pert. I Siklus I Pert. II Siklus II Pert. I Siklus II Pert. II

No 1 2 3 4

Jumlah 419 489 673 734

Rata-Rata 10,48 12,23 16,83 18,35

Persentase 52,38% 61,13% 84,13% 91,75%

Kategori Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru selama proses

pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 419 dengan rata-rata 10,48 dengan persentase 52,38%. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas siswa pada siklus I pertemuan II sebesar 489 dengan rata-rata 12,23. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 61,13%, dan dapat dikategori “baik”. Kemudian, dari aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 673 dengan rata-rata 16,83. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 84,13%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Hal ini juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan II dengan jumlah 734 dengan rata-rata 18,35. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 91,75%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan rata-rata aktivitas belajar siswa pada tabel di atas dapat dipahami bahwa aktivitas belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 56,75 dengan kategori “Kurang Baik”, mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 87,94 dengan kategori “Baik”. Adapun secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I dan siklus II sebesar 72,34.

3. Hasil Belajar Siswa Dari hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru, dapat dianalisis melalui ketuntasan

belajar siswa terdiri dari ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal, sebagai berikut: a. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Individu Ketuntasan belajar siswa secara individu setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru berdasarkan skor nilai ulangan harian pada siklus I dan II (lampiran X.1, X.2), yang dianalisis sebagai berikut: Tabel 4.3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II No 1 2 3 Pertemuan Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Rata-Rata Ketuntasan Individu 61,63 81,75 90,38 Kriteria Cukup Amat Baik Amat Baik

Berdasarkan tabel 4.3 di atas dapat diketahui ketuntasan hasil belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru secara individu pada siklus I dan II setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan dengan rata-rata 61,63, adapun hasil belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata 81,75, sementara hasil belajar siswa pada siklus II dengan rata-rata 90,38.

Beberapa kendala yang ditemukan pada sikus I. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: . Berbagai kendala dalam pelaksanaan tindakan pada siklus I dijadikan refleksi pada siklus II.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching Learning. sehingga dengan penggunaan model pembelajaran tersebut hasil belajar siswa kelas V. sehingga secara keseluruhan dari siswa mengalami ketuntasan dalam belajar.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan dari siklus I dan II dan begitu seterusnya. dimana siswa harus lebih berperan aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL. secara umum hasilnya sudah memuaskan. sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. namun dari 40 orang siswa masih ditemukan adanya siswa yang belum memperoleh ketuntasan dalam belajar. peneliti dan juga selaku guru berupaya membiasakan dan mengoptimalkan diri dalam menggunakan model pembelajaran CTL. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal Dari data hasil belajar siswa yang diperoleh melalui ulangan harian dari siklus I dan II pada siswa kelas V.Jika diperhatikan dari persentase hasil belajar siswa secara individu pada tabel di atas. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa dengan penerapan model pembelajaran CTL dan tidak terbiasa dengan tugas yang diberikan guru dengan menggunakan LKS. b.

dimana siswa yang tuntas berjumlah 34 orang (85.50%). Kemudian setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I.00 - No 1 2 3 Pada tabel 4. adalah keseluruhan siswa kelas V.00 Tidak Tuntas 17 6 % 42.4 di atas dapat diketahui perbandingan ketuntasan secara klasikal dari hasil belajar siswa Kelas V.Tabel 4. sehingga kesulitan-kesulitan yang ditemukan pada saat pembelajaran berlangsung dapat dicari dan ditemukan solusi oleh mereka. siswa yang mengalami ketuntasan secara klasikal berjumlah 23 orang (57. sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. . Sebelum tindakan. Meskipun.00%). sementara 17 orang siswa yang tidak tuntas (42.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru memperoleh ketuntasan hasil belajar baik secara individu maupun secara klasikal setelah menggunakan model pembelajaran CTL.50%).00%) yang tidak tuntas.00 100.50 15.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dari sebelum dilaksanakan tindakan.50 85. namun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini.4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V. Dalam hal ini diperlukan kerjasama siswa dalam kelompok belajar. persentase ketidaktuntasan secara klasikla pada siklus I sedikit.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Jumlah Siswa 40 40 40 Ketuntasan Belajar Tuntas 23 34 40 % 57. siklus I dan siklus II. hal ini dijadikan sebagai refleksi pada siklus II. sementara hanya 6 orang siswa (15. Dengan demikian.

yaitu data tentang aktivitas belajar siswa. maka setelah data-data yang dibutuhkan terkumpul. karena guru dan siswa secara optimal dan benar-benar memahami dan menjalankan setiap langkah-langkah dari model pembelajaran CTL tersebut. Karena model pembelajaran CTL merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif secara individu maupun kelompok. pada siklus II dari 40 orang siswa keseluruhannya (100. dan hasil baik belajar siswa. Untuk lebih jelas dapat diketahui dari uraian berikut: 1. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan teknik analisis pengumpulan data penelitian pada bab III.00%) mengalami ketuntasan. . guru berupaya semaksimal mungkin menerapkan berbagai langkah-langkah yang ada dalam model pembelajaran CTL tersebut. aktivitas guru dalam mennggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning. Adapun persentase ketuntasan siswa secara klasikal. Sehingga. Aktivitas Guru Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL. selanjutnya dianalisis berdasarkan klasifikasi data. baik secara individu maupun secara klasikal.Pada siklus II ketuntasan belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan secara klasikal. E. Dalam hal ini yang diperhatikan adalah guru memberikan motivasi kepada siswa serta membimbing siswa untuk berperan aktif dalam mengikuti dan melaksanakan setiap langkah dari model pembelajaran CTL.

II Pert.00 Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas guru dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.1 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran 95.00 20. untuk mengetahui aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V. . Pada siklus I pertemuan pertama 50.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dapat dilihat pada diagram berikut: Gambar 4. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 57. Dari persentase peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II.00 Pert.Dengan menerapkan model pembelajaran CTL sangat membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.50%. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 95.00 60. Secara keseluruhan dari aktivitas guru dalam pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 77. IV 55.00 100.00% dan pertemuan kedua 100. dengan kategori “baik”.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.50%.00 60.00 100. III Pert.50%.00% dan meningkat pada pertemuan kedua 60.00%. Selanjutnya. Sehingga motivasi dan bimbingan yang diberikan guru sangat membantu kelancaran dari aktivitas pembelajaran itu sendiri. I Pert.00%.00 80.00 40. sementara peningkatan pada siklus II sebesar 97.

00 60. Hal ini merupakan di antara tujuan dari penerapan model pembelajaran CTL itu sendiri. Aktivitas Siswa Aktivitas siswa yang diteliti dan dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Dalam hal ini siswa lebih berperan aktif dari pada guru dalam pembelajaran.38 61. Adapun peningkatan aktivitas belajar siswa kelas V. IV 84.00 40. II Pert.2 Aktivitas Belajar Siswa 100. I Pert. III Pert.00 20.13 91.2.00 Pert. dimana memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sendiri secara kelompok dalam menghubungkan antara materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar atau kehidupan nyata.75 .00 80.13 52. secara umum mengalami peningkatan dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II. Berdasarkan data-data yang diperoleh.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru setelah menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 4.

94%. maka siswa tidak tuntas. ketika memenuhi standar KKM 60. bila siswa yang memperoleh nilai ulangan harian memperoleh skor di bawah 60. begitu juga halnya dengan ketuntasan siswa kelas V.38% dan meningkat pada pertemuan kedua 61.13%. Dengan demikian.37%. Sebagaimana telah dijelaskan pada bab III siswa kelas V.13% dan pertemuan kedua 91. Di samping itu.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. maka dapat dilihat dari ketuntasan yang diperoleh siswa secara individu.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran CTL. .75%. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 84. sementara pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 87. dengan kategori “baik”.Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas belajar siswa dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami ketuntasan dalam belajar IPS secara individu. Dari persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II. 3. dalam menentukan siswa yang mengalami ketuntasan hasil belajar secara individu dapat dilihat dari standar KKM yang telah ditetapkan.75%. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 56. Ketuntasan Individu Ketuntasan suatu tindakan terhadap hasil belajar siswa. Pada siklus I pertemuan pertama 52. Secara umum peningkatan dari aktivitas belajar siswa sebesar 72.

63.38.Berdasarkan hasil ulangan harian siswa kelas V.63 90. dimana rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan dari setiap ulangan yang dilakukan (pada siklus I dan siklus II). . diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada saat sebelum dilaksanakan tindakan sebesar 61.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada siklus I dan II.75 61. pada siklus I dan siklus II.3 Perbandingan Ketuntasan Individu 100 80 60 40 20 0 Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II 81. Untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dapat dilihat dari diagram berikut: Tabel 4. sementara rata-rata siswa juga mengalami peningkatan pada siklus II. dapat diketahui bahwa secara umum rata-rata peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dalam penelitian ini adalah sebesar 77.38 Dari tabel di atas. Berdasarkan ratarata hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan.92 dengan kategori “Baik”.75. sebesar 90. rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81.

meningkat pada siklus I sebesar 85.00 Tuntas Sebelum Tindakan Siklus I Tidak Tuntas Siklus II 85. siklus I dan II pada siswa kelas V.4 Perbandingan Ketuntasan Klasikal 100.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.00 20.00 80.00 57.4.50 42.00 40.00 60.50 15.00% dan juga meningkat pada siklus II sebesar 100.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada diagram berikut: Tabel 4.00%.00 0 Dari diagram di atas dapat diketahui persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dari sebelum tindakan.00 dan juga mengalami .50%. mengalami penurunan pada siklus I menjadi 15.50%.00 100. dimana persentase siswa yang tuntas sebesar 57. Sementara persentase hasil belajar siswa yang tidak tuntas sebelum tindakan adalah 42. Hasil belajar siswa sebelum tindakan. Ketuntasan Klasikal Untuk mengetahui ketuntasan klasikal dari hasil belajar siswa kelas V.

. karena dalam guru dan siswa secara optimal dalam menerapkan langkah-langkah dari Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning sehingga dengan penerapan secara optimal dari langkah-langkah Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning tersebut dapat disimpulkan bahwa meningkatnya hasil belajar siswa secara klasikal. Berdasarkan persentase hasil belajar siswa secara klasikal dari diagram di atas.00%.penurunan pada siklus II menjadi 0.83% dengan kategori “amat baik”. maka diketahui secara umum peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu sebesar 80. Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa ketuntasan siswa dalam belajar.

Dengan demikian peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I adalah sebesar 57.13 dan 91. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 77. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama adalah 52. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dilihat perbandingan antara hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II baik secara individu maupun secara klasikal.13 pada pertemuan kedua.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Simpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan. maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa Kelas V. pada siklus II adalah sebesar 97.00 dan 60. dengan kategori “baik”.00 dan 100. Dengan demikian peningkatan aktivitas belajar siswa . Jadi.50 dengan kategori “cukup”. Aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I pertemuan I adalah 55.00 pada pertemuan II.38 dan 61.50. 1. Adapun rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II pertemuan pertama adalah 81. 2. Adapun persentase dari aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus II pertemuan I adalah 95.75 pada pertemuan kedua.00 pada pertemuan II.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A.50 dengan kategori “sangat baik”.

dan siklus II dengan rata-rata sebesar 90. pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81.83% dengan kategori “amat baik”. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu sebelum tindakan adalah 61. Jadi. dan meningkat pada siklus II menjadi 100.94 dengan kategori “sangat baik”. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan adalah 57.34. dengan kategori “baik”.00% dengan kategori “amat baik”.pada siklus I adalah sebesar 56.75 dengan kategori “amat baik”. Adapun peningkatan hasil belajar siswa secara umum dari sebelum tindakan hingga dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II adalah sebesar 77. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 72.75 dengan kategori “cukup”.92 dengan kategori “baik”.63 dengan kategori “cukup”.38 dengan kategori “amat baik”. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan bila dibandingkan dari sebelum dilaksanakan tindakan hingga siklus I dan siklus II. 4.50% dengan kategori “kurang” meningkat pada siklus I menjadi 85. Dari persentase hasil belajar siswa secara klasikal sehingga diketahui peningkatan hasil belajar siswa adalah sebesar 80. pada siklus II adalah sebesar 87. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan bila dibandingkan antara sebelum tindakan dan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II.00% dengan kategori “sangat baik”. . 3.

2.B. Guru diharapkan berani menerapkan model-model pembelajaran yang bervariasi agar siswa tidak bosan dalam belajar dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. 3. Guru hendaknya memperhatikan dan memahami setiap kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Saran-Saran 1. guru hendaknya mempertimbangkan model pembelajaran yang akan diterapkan. . 4. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Sebelum menyajikan materi yang akan dibahas hendaknya guru memotivasi siswa terlebih dahulu agar siswa belajar dengan sungguhsungguh.

Ngalim. Bandung: Alfabeta. Atmasuki. 2006. Pedoman Penulisan. Remaja Rosdakarya . Darajat. 1999. S. The Conditions of Learning. Jakarta: Grasindo. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara. 2006. New York. Jakarta: PT. Sudarwan. Fakultas Ilmu Pendidikan UNRI. Danim. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Yogyakarta: ANDI Ishak. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta:Rineka Cipta. Law. Departemen Pendidikan Nasional. Menjadi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Belajar dan Pembelajaran. 1981. Isjoni. Teori dan pratik Penelitian Tindakan Kelas. 2001. Holt Richart & Winston. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Purwanto. Pekanbaru: Cendikia Insani. Bandung: Remaja Rosdakarya. Jakarta: Rineka Cipta. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa. Djamarah. 2008. Syaiful Bahri. Jakarta: Depdikbud Dimyaiti dan Mudjiono. 2006. M Dan Briggs C. Improving Learning. I Made Wirartha. J. Bandung: PT. 2010. Kiat-kiat mengarang dan menyunting. 2006. Glover. 1992. 2005. Cooperatif Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Gagne R. 1962. New York: Holt. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. Madya. 1979. Hilda Taba. Curriculum Planning for Better Teaching and Learning. Bumi Aksara. Rinehart and Winston. Zakiah dkk. Suharsimi. dkk. Strategi Belajar Mengajar. Nasution. Penelitian Tindakan Kelas. 2006. 2006. Suwarsih. 2007. 2002.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Jakarta : Rineka Cipta. Padang: Citra Budaya. Lucio and Neil.

___________. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. 2010. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar.Sadiman S. Remaja Rosda Karya. Arief dkk. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Nana. Nana. Syaodih. Wina. 2008. . Media Pendidikan Pengertian. Jakarta: Kencana. 1989. Jakarta. Sudjana. Prinsip-prinsip dan Pengembangan Kurikulum. 1996. Jakarta. Rajawali. Sanjaya. Bandung: PT. Depdikbud. 1988. Pengembangan dan Pemanfaatannya. Pembelajaran Dalam Inplementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi.

20 Maret 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus I 3 4 Rabu. 11 April 2012 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus II . 02 April 2012 1-2 Jam 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus I Pertemuan Pertama Siklus II 5 Selasa.Lampiran: I Jadwal Penelitian Jam Pelajaran 1-2 Jam No Hari/ Tanggal Mata Pelajaran 1 Selasa. 13 Maret 2012 Pertemuan Pertama Siklus I 2 Selasa. 21 Maret 2012 Selasa. 10 April 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus II 6 Rabu.

Indikator  Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan  Menghargai jasa para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Penilaian  Tes tertulis  Lisan  Diskusi Alokasi Waktu 8 x 35 Menit Sumber Belajar  Buku IPS Terpadu Untuk Sekolah Dasar Kelas V Penerbit Erlangga  Gambar para pejuang dan tokoh kemerdekaan Kompetensi Dasar 2. Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahanka n kemerdekaan Materi pokok Pembelajaran Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Mengetahui.Pd NIP.4. Maret 2012 Peneliti Zulkifli. M. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. 1055187011 .Lampiran: II SILABUS Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kegiatan Pembelajaran  Melakukan Studi Pustaka  Berkelompok untuk mencari lembaga-lembaga bentukan Jepang dalam mempersiapkan mencapai kemerdekaan  Melakukan diskusi mengenai perlunya perumusan dasar Negara  Mengidentifikasi beberapa tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan  Menuliskan bagaimana menghargai jasa para pahlawan dilanjutkan dengan presentasi. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru.

Lampiran: III.1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-1) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Perjuangan mempertahankan kemerdekaan F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Kegiatan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

Ketiga: Penjelasan dan Solusi

Keempat: Pengambilan Tindakan

Kelima: Refleksi

 Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit

H. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir

: Apersepsi : Diskusi : Evalusi

Mengetahui, Kepala SDN 183 Tampan

Pekanbaru, 13 Maret 2012 Peneliti

Zulkifli, M.Pd NIP. 19570720 197612 1001

Darmita NIM. 1055187011

Lampiran: III.2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-2) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Agresi Militer Belanda terhadap Indonesia F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit

Langkah-Langkah

Waktu 50 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Mengetahui.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. M. 1055187011 .Pd NIP. 20 Maret 2012 Peneliti Zulkifli. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru. 19570720 197612 1001 Darmita NIM.

Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G.3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-3) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V (Lima)/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Materi Pembelajaran Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan F.Lampiran: III. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit Langkah-Langkah Waktu 50 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi . Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B.

1055187011 . Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. M.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. 2 April 2012 Peneliti Mengetahui. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I.Pd NIP. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Refleksi : Apersepsi : Diskusi : Evaluasi Pekanbaru.

Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi . Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G.4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-4) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V. Materi Pembelajaran Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E.Lampiran: III.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D.

Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Pekanbaru. 10 April 2012 Peneliti Mengetahui. 19570720 197612 1001 Darmita NIM.Pd NIP. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. 1055187011 . M.

...... . Bandung...... seperti di Surabaya... Soal NO 1 2 3 4 5 Tokoh Mempertahankan Kemerdekaan Pattimura Pangeran Diponegoro Pangeran Antasari Imam Bonjol Sultan Ageng Tirtayasa Daerah Asal Tokoh Maluku Yogyakarta Banjarmasin Sumatera Barat Banten ....... Ambarawa. D....... Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah........ Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda. Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya. Jepang.. Meskipun demikian.....1 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ... Kerjakan LKS ini secara individu 2....... Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia.....Lampiran: IV........... dan Medan.. A.............. guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3.... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu...... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C...... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B. Petunjuk 1.

.. Ambarawa.............Lampiran: IV.. Soal NO 1 2 3 4 5 Jenis Peperangan/ Perlawanan yang Dilakukan Bangsa Indonesia Surabaya Ambara Bandung Lautan Api Medan Area Semarang Tanggal dan Tempat 27 – 29 Oktober 1945 26 Oktober 1945 23 Maret 1946 13 Oktober 1945 15 Oktober 1945 .. Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya.......... Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia.2 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ... ...... seperti di Surabaya.... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C.. Kerjakan LKS ini secara individu 2..... A.... Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945....... Petunjuk 1. D.... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B....... Jepang...... Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda.. guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3.. Meskipun demikian. Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah..... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu....... dan Medan.......... Bandung...

.3 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II .. H...................... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 6............... E..... ...... Teori Singkat Komisi PBB untuk Indonesia atau UNCI (United Nations Commision for Indonesia) berhasil mempertemukan Belanda dan Indonesia dalam meja perundingan. Perundingan dilakukan untuk mencapai pengakuan kedaulatan Indonesia dan Belanda........... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan G... Soal NO 1 Tanggal & Jenis Perundingan 10 Nopember 1946 Perjanjian Linggarjati 27 Oktober 1947 Perjanjian Renville Isi Perundingan dilaksanakan Belanda mengakui Republik Indonesia dilaksanakan Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam pembangunan negeri 2 .... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas F.... Kerjakan LKS ini secara individu 5....Lampiran: IV... Petunjuk 4................

...... Mereka telah berjuang agar kemerdekaan tetap menjadi milik rakyat Indonesia... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F.4 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II .Lampiran: IV. guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3.. Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah..... Soekarno Drs. A............ Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya. Mohd... Hatta Bungtomo Jendral Soedirman Peran terhadap Mempertahankan Kemerdekaan Proklamator kemerdekaan Indonesia Memimpin delegasi Membangkitkan semangat juang rakyat dan pemuda Indonesia Banyak membantu perjuangan rakyat yang dikenal perjuangan gerilya ... Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.... Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda.................. Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu...... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas E...... Meskipun demikian... Kerjakan LKS ini secara individu 2....... Jepang........... Soal NO 1 2 3 4 Nama Tokoh Yang Berperan Mempertahankan Kemerdekaan Ir.. ...... Petunjuk 1... G. Banyak tokoh yang berperan dalam mempertahankan kemerdekaan...

Lampiran: V RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS GURU No 1 2 3 Kriteria Skala Deskriptor Guru meminta siswa Tidak meminta siswa bekerjasama 1 bekerjasama dengan anggota dengan anggota kelompok kelompoknya masing-masing Meminta siswa untuk bekerjasama 2 dengan anggota kelompok. 2 tetapi tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar. tetapi tidak membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 3 dengan anggota kelompok dan kurang membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 4 dengan anggota kelompok dan membimbing siswa Guru membimbing siswa Tidak membimbing siswa dalam 1 mengamati lingkungan sekitar mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan Membimbing siswa dalam materi pembelajaran mengamati lingkungan sekitar. 3 tetapi kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar 4 yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masing-masing Tidak meminta masing-masing kelompok belajar mencari kelompok belajar siswa mencari 1 informasi atau pengetahuan informasi atau pengetahuan baru baru dari materi pembelajaran dari materi pelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 2 informasi baru yang tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 3 informasi baru yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 4 informasi baru yang berhubungan dengan materi pembelajaran Aspek Penilaian .

No 4 Aspek Penilaian Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 2 3 4 5 Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 Kriteria Deskriptor Tidak meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok hanya menguasai konsep dari materi pembelajaran Kurang mengarahkan masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Tidak meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Mengarahkan masing-masing kelompok hanya membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing saja. tetapi tidak dengan kelompok belajar lain Mengarahkan dan kurang membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan dengan kelompok belajar lainnya Mengarahkan dan membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan juga dengan kelompok belajar lainnya .

S.Lampiran: V.Pd NIP. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. . 13 Maret 2012 Observer Titin Rositi.00% Cukup 11 Pekanbaru. Aktivitas Guru 2 3 √ Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 8 3 55.

20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 6 60.00% Cukup 12 Pekanbaru.Pd NIP.Lampiran: V. 20 Maret 2012 Observer Titin Rositi. . S.

02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.00% Sangat Baik 16 19 Pekanbaru. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 3 95. . 02 April 2012 Observer Titin Rositi. S.Lampiran: V.Pd NIP.3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa.

00% Sangat Baik 20 Pekanbaru. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 20 100.Pd NIP. 10 April 2012 Observer Titin Rositi. . S.Lampiran: V.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. 10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.

5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR SIKLUS I DAN SIKLUS II No 1 Aktivitas Guru Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 2 II 3 III 4 IV 4 2 3 3 4 4 3 2 2 4 4 4 2 2 4 4 5 2 2 4 4 11 55.Lampiran: V.00% Cukup 19 20 95.00% Sangat Baik Sangat Baik .00% 100.00% Cukup 12 60.

Lampiran: VI RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS SISWA No 1 Aspek Penilaian Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Kriteria Skala 1 2 3 4 Deskriptor Siswa tidak mahu bekerjasama dengan anggota yang telah ditentukan guru Siswa kurang mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing. tetapi tidak secara kompak Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing secara kompak Siswa bersama anggota kelompoknya tidak melakukan aktivitas yang diberikan guru Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. tetapi tidak mendapatkan informasi atau pengetahuan yang baru Siswa dengan anggota kelompok masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran dan menemukan informasi atau pengetahuan yang baru 2 Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 1 2 3 4 3 Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 1 2 3 4 . tetapi tidak dapat mengambil pelajaran dari yang diamati Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran dan dapat menarik kesimpulan dari setiap yang diamati Siswa berdiam diri dan tidak melakukan tugas yang diberikan guru Siswa mencari informasi atau pengetahuan baru dengan sendirinya Siswa dengan anggota kelompoknya masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran.

tetapi tidak mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain dan mampu menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain 2 3 4 5 Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 .No 4 Aspek Penilaian Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 Kriteria Deskriptor Siswa bersama anggota kelompoknya tidak mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa bersama anggota kelompoknya kurang mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. tidak bersama anggota kelompok Siswa bersama anggota kelompoknya mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok tidak mahu membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing. tetapi tidak mahu mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain.

P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5.Lampiran: VI. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 3 2 2 1 2 Ket 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 3 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 1 1 3 3 2 2 2 1 3 2 2 1 3 2 1 3 2 2 3 2 . Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. AMIRUDDIN M.

TEDDY PRATAMA M.50 Ket Pekanbaru. RYAN PRADANA M. NUR FADLI M. 19570720 197612 1001 . 13 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. 1055187011 Titin Rositi. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. D QUEEN LAILA.25 49.38 55. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . Mengetahui. S.00 57.Pd NIP.Pd NIP. DWIFA SYUKRI FADLI M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 2 2 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 78 48.75 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 82 79 88 92 51. M.

P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. AMIRUDDIN M. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 1 2 2 3 3 3 2 2 3 4 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 3 2 2 3 2 3 2 1 1 3 3 3 2 1 2 Ket 1 2 3 2 2 3 1 3 1 3 2 4 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 2 2 3 3 3 2 4 1 3 2 3 1 3 2 1 3 2 2 3 2 . 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5.Lampiran: VI. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4.

19570720 197612 1001 . ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .50 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 99 94 103 101 61.13 Ket Pekanbaru. 20 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. RYAN PRADANA M.75 64.Pd NIP.38 63.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. NUR FADLI M. Mengetahui. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 3 2 2 2 4 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 4 92 57. TEDDY PRATAMA M. M. D QUEEN LAILA. S.88 58.Pd NIP. 1055187011 Titin Rositi. DWIFA SYUKRI FADLI M. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.

Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1.Lampiran: VI. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 3 2 4 2 2 3 3 3 4 3 3 4 2 2 3 4 4 4 2 3 3 Ket 1 2 3 3 3 4 2 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 2 . D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. AMIRUDDIN M.3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa.

Pd NIP.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. 1055187011 Titin Rositi.75 81. S. D QUEEN LAILA.75 88. 19570720 197612 1001 . NUR FADLI M.13 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 3 4 4 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 2 2 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 126 131 142 141 78. M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 133 83.13 Ket Pekanbaru. 02 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. Mengetahui. RYAN PRADANA M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . DWIFA SYUKRI FADLI M.Pd NIP. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.88 88. TEDDY PRATAMA M.

S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.Lampiran: VI. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. 10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. AMIRUDDIN M. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 Ket 1 3 4 3 3 4 3 4 2 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 .

TEDDY PRATAMA M. 1055187011 Titin Rositi. D QUEEN LAILA. 19570720 197612 1001 .Pd NIP.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M.56 20. 10 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM.Pd NIP.58 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 148 147 150 148 20. RYAN PRADANA M.83 20. S. Mengetahui.42 20. DWIFA SYUKRI FADLI M. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.56 Ket Pekanbaru. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 141 19. NUR FADLI M. M.

13% Baik 673 84.5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I DAN SIKLUS II No Aktivitas Siswa Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 78 II 92 III 133 Siklus II IV 141 1 2 82 99 126 148 3 79 94 131 147 4 88 103 142 150 5 92 101 141 148 419 53.75% Sangat Baik .Lampiran: VI.385% Cukup 489 61.13% Sangat Baik 734 91.

Raflessia d. Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia.Lampiran: VII. 4. 3. 4. Josh Bush 2. Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas. Melakukan perdamaian dunia c. Soal Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya a. Sir Philip Christison b. sebagai berikut: 1) Ir.1 KISI-KISI SOAL SIKLUS PERTAMA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan 1. dan 4 d. dan 6 Kognitif Kunci Jawaban C1 C2 C3 C4 C5 C6 A √ A √ A √ . 2. dan 5 c. 1. Melucuti senjata tentara Jepang b. untuk a. tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II. dan 3 b. Cristopher Colombus c. Menyerang kembali bangsa Indonesia d. 5. Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 3. 3. Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah. 2. adalah a.

a dan b benar 5. kecuali a. Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c. Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini 6. Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b.4. Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan a. Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d. Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d.Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II. Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b. Sebutkan beberapa desakan Negara. Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b. Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c. Masyarakat Surabaya meraih kemenangan C √ C √ D √ . Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 a.

c. Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri A √ C √ B √ D √ . Sehingga. Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 7. Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 10. Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d. Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah. Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b. disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka. Bukittinggi b. Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api a. Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b. Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c. Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah a. Ambarawa 9. Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d. Surabaya c. Jakarta d. Salah semua 8. Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d. Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c. Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno a. Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia a.

b. Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d. Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 12. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk. 000 13. 000 c. 10. Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya a. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia a. 000 d. 12. adalah a. ekonomi. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. sosial. 000 b. budaya dan pertahanan keamanan 11. 11. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia D √ C √ A √ . Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c. 90.

Drs. dan 7 d. Belanda c.Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 14. NICA adalah singkatan dari a. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN). Hamengkubuwono IX b. Netherland Indies Company America b. Mengusulkan sendiri d. adalah a. 10 November b. Netherland Indies Civil Administration 18. Beligia 6. dan 7 16. 5. Australia adalah negara yang dipilih oleh a. dan 3 c. 6. Belanda 7. Amerika 5. 1. 2. 4. Abdul Kadir Widjojoatmodjo c. Mohammad Hatta 17. 11 November d. 1. Indonesia b. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati a. 3. dan 5 b. Di bawah ini beberapa Negara di dunia 1. 09 November c. Netherland Indies Civil Ambarawa d. 12 November 15. Australia 4. Indonesia 2. Netherland Indies Club Administration c. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia a. 4. Inggris 3. Syarifuddin Prawiranegara d. Indonesia dan Belanda d. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN. R. Mr. A √ C √ C √ D √ B √ .

Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 a. Mohammad Haryono b. NICA b. Mohammad Hasbullah 20. PDRI B √ A √ .19. Mohammad Hamdan d. Mohommad Toha c. KNIL d. KTN c. Perjanjian Renville diprakarsai oleh a.

a. B √ 3. Soal Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal Sir Philip Christison a. 7 Mei 1949 c. 8 Mei 1949 d. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d.2 KISI-KISI SOAL SIKLUS KEDUA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan 1. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c. 6 Mei 1949 b. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b. sebagai berikut: 1) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 2) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik Kunci Jawaban C1 Kognitif C2 C3 C4 C5 B √ 2. b. c salah semua Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda.Lampiran: VII. 9 Mei 1949 Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan a. C √ .

2. 2 dan 3 b. 3) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 4) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 5) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda: a. 3. 4 dan 5 d. 1. yaitu Indonesia dan Belanda B √ .4. 4 dan 5 Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan. Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. 3 dan 4 c. karena a. 1. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara.

Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b. Hamengkubuwono IX c. 5.d. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan a. Moh Hatta Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda: a. 7. Ir. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen A √ D √ A √ . 6. Agussalim b. Drs. Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d. Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda: a. H. Soekarno d. Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c.

22 Juli sampai 1 November 1949 f. Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c. 9. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan c. Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d. Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c. 23 Juli sampai 2 November 1949 Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia: a. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d. 5 sampai 7 November 1949 e. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia D √ D √ . 23 November 1949 d. 8.b.

Tujuan PDRI dibentuk adalah: a. Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12. Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d. Mengapa Ir. Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu d. Agar membentuk dan dan memimpin PDRI b. Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c. Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b. Agar melancarkan serangan kepada Belanda c. Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada B √ A √ D √ . Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b. Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan 11. Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia a.10. Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 a.

Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d. Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b. Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda. untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag. C √ D √ . Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13. Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia d. Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c. Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu c. kecuali:: a. a dan b benar 14.Membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia d. kecuali: a. Salah semua c. Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan b.

karena: a. Melakukan pemberontakan di Madiun d. Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17. Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya e. b dan c salah semua B √ B √ A √ C √ . Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi. Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c. adalah a. Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d.15. adalah: c. Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c. Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar. a. Menggalang persatuan nasional b. Memimpin TNI dengan penuh semangat b. Perjuangan luar biasa 16. Tujuan dibentuk Kabinet Hatta. Memimpin TNI dalam peperangan d. Berhasil memimpin koperasi di tanah air b. Membentuk kabinet baru 18. Mengamankan NKRI d. Memimpin pasukan f. Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI: a. Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c.

Nyanyian c. Melawan setiap penjajahan yang ada d. Pidatonya b. Tidak melakukan apa-apa 20. Senjata yang lengkap B √ A √ . Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c. Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan a. Teriakan d. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b. Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo: a.19.

Lampiran: VIII. SOAL-SOAL 2..... 1. Cristopher Colombus d..... a........1 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA Hari/Tanggal Nama Siswa : . Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas. Sebutkan beberapa desakan Negara. dan 3 c.......... Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 4........... dan 6 5.............. 3.. a................ Melucuti senjata tentara Jepang b. Josh Bush 3.. 3. Melakukan perdamaian dunia c.. Sir Philip Christison c......... 5.. a.... Raflessia b... a......Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II........ 4..... 2.. Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia... 2... Pilihlah jawaban di bawah ini! 22.... dan 5 d......... PETUNJUK 1................ Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d.. : ..... Waktu yang disediakan adalah 70 menit 2........ adalah ...... dan 4 b.... Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya. untuk ..... 4... Menyerang kembali bangsa Indonesia d. tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II.... Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c. a dan b benar .... 21...... sebagai berikut: 1) Ir.......... Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b.. Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah.. kecuali..

Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b.. Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c.... Jakarta d.. a... Sehingga..... Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d............ Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d... Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b... Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c.......... Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b... Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d.... Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia . Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini.. Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d.. budaya dan pertahanan keamanan ..... 7..... a... Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c........... a.. Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik......... Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api .... Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah ......... ekonomi.. Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah. a. Masyarakat Surabaya meraih kemenangan c.. Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c. Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d. Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno ....... Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 8. a........ Ambarawa 10.. Surabaya c...... Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b.... Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan .. Bukittinggi b. Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 ..6. Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 11..... disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka........ Salah semua 9. sosial. Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri b... a..

12. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.................... a. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d. Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 13. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya .................... a. 90.000 orang c. 10.0000 orang b. 11.000 orang d. 12.000 orang 14. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk, adalah .................. a. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia d. Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 15. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati ........................ a. 09 November c. 10 November b. 11 November d. 12 November 16. Di bawah ini beberapa Negara di dunia: 1. Indonesia 2. Inggris 3. Australia 4. Amerika 5. Beligia 6. Belanda 7. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN, adalah a. 1, 2, dan 3 c. 3, 4, dan 5 b. 5, 6, dan 7 d. 1, 4, dan 7 17. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia ................... a. Hamengkubuwono IX c. Mr. Syarifuddin Prawiranegara b. R. Abdul Kadir Widjojoatmodjo d. Drs. Mohammad Hatta 18. NICA adalah singkatan dari ................. a. Netherland Indies Company America b. Netherland Indies Club Administration c. Netherland Indies Civil Ambarawa
d. Netherland Indies Civil Administration

19. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN), Australia adalah negara yang dipilih oleh .................. a. Indonesia c. Indonesia dan Belanda b. Belanda d. Mengusulkan sendiri 20. Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 .............. a. Mohammad Haryono c. Mohammad Hamdan b. Mohommad Toha d. Mohammad Hasbullah 21. Perjanjian Renville diprakarsai oleh ................ a. KTN c. NICA b. KNIL d. PDRI

Lampiran: VIII.2 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA

Hari/Tanggal Nama Siswa 23. PETUNJUK

: ............................................... : ...............................................

3. Waktu yang disediakan adalah 70 menit 4. Pilihlah jawaban di bawah ini! 24. SOAL-SOAL 1. Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal ............................... a. 6 Mei 1949 c. 8 Mei 1949 b. 7 Mei 1949 d. 9 Mei 1949 2. Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan .................... a. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d. a, b, c salah semua 3. Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda, sebagai berikut: 6) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 7) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik 8) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 9) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 10) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda ............ a. 1, 2 dan 3 c. 3, 4 dan 5 b. 2, 3 dan 4 d. 1, 4 dan 5 4. Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan, karena ..................... a. Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara, yaitu Indonesia dan Belanda d. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia

... Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan .......... Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d... a. Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda .. Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c.... Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan .. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia 10.. Moh. Agussalim c. Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia . Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c.. 23 Juli sampai 2 November 1949 9.. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d. a. Soekarno b....... 22 Juli sampai 1 November 1949 b.......... 5 sampai 7 November 1949 d.. Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c... a........ a.... Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b.. Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan .... Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda a.. Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada 6...5..... Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda 8....... Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia .... Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c. Sri Sultan Hamengkubuwono IX d... Ir....... Hatta 7... Drs.. H.... a........... Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b.. Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d. Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d... Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen b.. 23 November 1949 c..

.. a. Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c......... Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 ........... Memimpin TNI dengan penuh semangat b...... Salah semua 15...... Memimpin TNI dalam peperangan d.. Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b. Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda....... Melawan setiap penjajahan j...... Mengapa Ir..... Agar melancarkan serangan kepada Belanda g.. Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu h.. Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar TKR.... Mengamankan NKRI h..... Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13.. Memimpin pasukan 16... Membentuk kabinet baru ..... a. adalah ....... Menggalang persatuan nasional b.. a. g.... Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d. untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag. Tujuan dibentuk Kabinet Hatta. Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia h. kecuali: e. Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17. adalah sebagai berikut ... Pemerintah Darurat Republik Indonesia d. Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c.. Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya i....... Melakukan pemberontakan di Madiun d.... e. Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan f.......... Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI . Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c...... Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12.. Agar membentuk dan memimpin PDRI f.....11. a. Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b.. Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu g. Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada c..... kecuali . a dan b benar 14. Tujuan PDRI dibentuk adalah .

.. Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi... a. a. a..... Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b.. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c..... Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan . karena .... Nyanyian d. Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo . Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c. b dan c salah semua 19..... Teriakan b....... Pidatonya c. Melawan setiap penjajahan yang ada d.. Berhasil memimpin koperasi di tanah air b.. Senjata yang lengkap Selamat Bekerja.. Semoga Sukses . a.......... Tidak melakukan apa-apa 20..18........ Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d...

Lampiran: IX.1 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN A A A C C D A C B D D C A A C C D B B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .

2 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN B B C B A D A D D B A D C D B B A C B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .Lampiran: IX.

Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 70 45 55 85 70 85 15 50 65 80 55 70 55 60 85 85 80 70 65 2. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI.63 23 17 Tidak Tuntas 57.1 SKOR DASAR HASIL BELAJAR SISWA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . AMIRUDDIN M.Lampiran: X. TEDDY PRATAMA M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.465 61. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. NUR FADLI M. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. D QUEEN LAILA. RYAN PRADANA M.50 42. ARIF M. DWIFA SYUKRI FADLI M.50 Ket Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas .

AMIRUDDIN M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 85 90 85 100 95 90 35 90 95 95 65 95 90 60 95 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3. NUR FADLI M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.270 81.2 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. RYAN PRADANA M. DWIFA SYUKRI FADLI M. D QUEEN LAILA. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . ARIF M.75 .Lampiran: X. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. TEDDY PRATAMA M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.

S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. NUR FADLI M.Lampiran: X.3 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. D QUEEN LAILA. AMIRUDDIN M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . RYAN PRADANA M. ARIF M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. TEDDY PRATAMA M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 90 90 95 100 95 90 70 90 100 95 90 95 95 90 100 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3.38 . D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. DWIFA SYUKRI FADLI M.615 90.

4 Analisis Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Jenis Kelamin P P L L P P P P L L L P P L P P P P L L L Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 Ketuntasan Individu Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian I 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian II 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. DWIFA SYUKRI FADLI . S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.Lampiran: X. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. ARIF M. AMIRUDDIN M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.

Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal 70 Tuntas 45 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas 85 Tuntas 70 Tuntas 85 Tuntas 15 Tidak Tuntas 50 Tidak Tuntas 65 Tuntas 80 Tuntas 55 Tidak Tuntas 70 Tuntas 55 Tidak Tuntas 60 Tuntas 85 Tuntas 85 Tuntas 80 Tuntas 70 Tuntas 65 Tuntas 23 57.No 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa Jenis Kelamin L L L L P L P P L L L L L L L L L P P Skor Dasar Ketuntasan Individu Ulangan Harian I M. D QUEEN LAILA.00 6 15.00 40 100.50 16 42. RYAN PRADANA M. TEDDY PRATAMA M.00 0 Tuntas Tuntas Ketuntasan Individu .50 Tidak Tuntas Ulangan Ketuntasan Harian Individu II 85 90 Tuntas Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 85 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 35 Tidak Tuntas 70 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 65 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 60 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 34 85. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . NUR FADLI M.

1: Guru Menjelaskan Pembelajaran Dokumentasi 2: Guru membimbing siswa mengamati Dok. XI DOKUMENTASI AKTIVITAS PEMBELAJARAN CTL DI KELAS V.A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN PEKANBARU Dok. 3: Siswa Menjelaskan Hasil Temuannya Dok. 4: Observer Mengamati Aktivitas Pembelajaran .LAMPIRAN.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful