P. 1
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (Ctl) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ips Siswa Kelas v.a Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru

Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (Ctl) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ips Siswa Kelas v.a Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru

|Views: 2,838|Likes:
Published by romadonie21

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: romadonie21 on Sep 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2014

pdf

text

original

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS

V.A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN KOTA PEKANBARU

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

OLEH:

DARMITA NIM. 1005187011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012

ABSTRAK

Darmita. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Riau. Kata Kunci: Model CTL, Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Model pembelajaran CTL merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran, yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata. Sehingga dengan penerapan model ini siswa lebih berperan dari pada guru dalam pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Penerapan Model Pembelajaran CTL Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Pada Materi Pokok Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V.A SDN 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 40 orang siswa. Hal demikian dapat diketahui dari: Peningkatan aktivitas belajar siswa dari setiap pertemuan adalah sebesar 72,34, dengan kategori “baik”; Peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran dari setiap pertemuan adalah sebesar 77,50, dengan kategori “baik”. Peningkatan hasil belajar siswa secara individu dari setiap pertemuan adalah adalah sebesar 77,92 dengan kategori “sangat baik”; dan Peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal dari setiap pertemuan adalah sebesar 80,83% dengan kategori “amat baik”. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dan dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012.

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang memberikan taufik dan hidayah-Nya serta nikmat yang tak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”. Selanjutnya shalawat serta salam tidak lupa penulis sampaikan kepada junjungan alam yakni Nabi besar Muhammad SAW, yang merupakan seorang pejuang sejati yang telah membawa ummatnya dari kehidupan yang penuh kebodohan sampai kepada kehidupan yang penuh dengan ilmu penngetahuan dan akhlak mulia sebagaimana kta rasakan sekarang. Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran IPS di sekolah dasar yang dapat mengembangkan hakikat pembelajaran IPS yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk menyelesaikan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ashaluddin Jali, MS, selaku Rektor Universitas Riau. 2. Bapak Dr. H. M. Nur Mustafa, M. Pd selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau 3. Bapak Drs. Lazim. N. M.Pd, selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau.

S. yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Suami tercinta (Achmad Yusuf) dan Anak-Anak tercinta (Ridza Fitria Akhdar. S. 7.4.Pd. Bapak Drs. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Teman-teman seperjuangan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Pekanbaru. Semoga ini dapat memberikan manfaat. Damanhuri Daud. 5. 6. Yang berbahagia orang tua penulis. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. selaku Pembimbing II. serta Keluarga Besar penulis. 1005187011 . Ibunda Katiamah dan Juminem (Almarhumah). untuk itu kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan sangat penulis harapkan. amin. Juli 2012 Penulis DARMITA NIM. H. dan Bapak Drs. Ayahanda Bakri dan Teso Sakido . selaku Pembimbing I. Farhan Sakido).Pd. Zulkifli.

.. D................... Aktivitas Belajar Siswa .......... Hasil Belajar ......... 1.............. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran CTL ..................................... Variabel Penelitian ............. 3................... Tujuan Penelitian .................................................... DAFTAR TABEL . 4................... DAFTAR GAMBAR ............. Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran CTL .............. C............................................................................................... B........................... F........................ DAFTAR ISI .......... Pengertian................................................... Setting Penelitian ................................................................ METODOLOGI PENELITIAN A.......................................................................... Rencana Tindakan .................................... Prinsip-Prinsip Pembelajaran CTL .......................................................... Teknik Analisis Data i ii iv vi vii viii 1 4 5 5 6 BAB II 8 8 10 12 13 15 17 17 18 19 21 24 25 BAB III 26 26 26 27 29 30 .................................. BAB I PENDAHULUAN A...................................................... C..... 2.... 5............................... Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning .................................................... D.......................................... Latar Belakang ..................................................................... Defenisi Operasional ......................... Komponen Pembelajaran CTL.. B......... DAFTAR LAMPIRAN .................................................................... G.......... Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ............ Manfaat Penelitian .............. Teknik Pengumpulan Data . E................................................................................................................. 2................... Subjek Penelitian.... Instrumen Penelitian........................................................ Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran CTL dengan Hasil Belajar Siswa ........................... Indikator Hasil Belajar .............. 3......... Hipotesis Tindakan................................. 4......................... Pengertian.......................................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK .......................................................................................... B..................................................... D............................................. KATA PENGANTAR ........................... C..... KONSEP TEORI A.............................................................................................................. Rumusan Masalah ...................................... 1..... E.........................................................................................................................................................

.............. Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran .. Saran-Saran .................................... 2............................................................................. Pertemuan Pertama. 1............................. Kesimpulan ..... Ulangan Harian Siklus II............................ 2.......... C...... 35 36 36 38 39 40 42 42 44 45 46 47 47 49 51 54 54 56 57 59 BAB V 61 63 64 DAFTAR PUSTAKA ........... Pertemuan Pertama....... Pertemuan Kedua ... Refleksi Siklus I ........ 2.......................................................................... 4........................................ 3............................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN .... E............ Pelaksanaan Tindakan Siklus I...............................BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A........................................................ Aktivitas Guru ....... 1................................. Analisis Hasil Penelitian . Refleksi Siklus II ................................................. 3................. Ketuntasan Klasikal ............................................. 4....... 1....................................... 1.................. Aktivitas Siswa ............................... 3.. 2...... B.......................... D............................................................... B................................................................................... Hasil Belajar Siswa ........................... Hasil Tindakan .......................... Aktivitas Siswa ...................................... Ketuntasan Individu .... Pembahasan Hasil Penelitian ....................................... Pertemuan Kedua . KESIMPULAN DAN SARAN A............. Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I ........................... Pelaksanaan Tindakan Siklus II ........................................................ 3.......................................... 4...........................................................................

....... 55 58 58 59 .........................................................2 Gambar 4. Perbandingan Ketuntasan Klasikal .DAFTAR GAMBAR Gambar 4..................................4 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran ..........1 Gambar 4.......... Perbandingan Ketuntasan Individu ...3 Gambar 4............... Aktivitas Belajar Siswa ..........................

.... Tabel 4..................4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V......................................A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ...................2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran CTL Pada Siklus I dan II.........2 Tabel 4....1 Tabel III.............. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa .........................A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II .......... Tabel 4.................1 Aktivitas Guru Dan Siswa ................................ Tabel 4...DAFTAR TABEL Tabel III......................... 48 49 51 53 ............................................A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada 33 33 Siklus I dan II .........3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V. Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V........

.......DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V Jadwal Penelitian.................................................................................................... Lembar Kerja Siswa (LKS)........... Lampiran VII Kisi-Kisi Soal .............................. Dokumentasi Pelaksanaan Penerapan Model Pembelajaran CTL ........................................... Silabus ... Lampiran VI Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa Dan Lembar Observasi Aktivitas Siswa Dengan 87 98 111 119 121 80 66 67 68 76 Menggunakan Model CTL .................. Lampiran VIII Soal Ulangan Harian .............................. 126 .................................................................................. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)........ Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Dan Lembar Observasi Aktivitas Guru Selama Proses Pembelajaran ......................................................... Lampiran IX Lampiran X Lampiran XI Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian ...................................................................................................................................... Skor Hasil Belajar Siswa....................................................

sehingga peserta didik benar-benar mampu menguasai dan memahami dari setiap pembelajaran yang disampaikan. akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa tersebut. Agar tujuan pembelajaran tercapai. diketahui hasil belajar IPS siswa Kelas V. pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sudah dikenalkan kepada peserta didik berada di tingkat Sekolah Dasar (SD). dan ketuntasan klasikal yaitu . Oleh karena itu. Hasil observasi sebelum penelitian dilakukan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan. guru harus memilih dan menentukan model pembelajaran yang sesuai dan tepat agar setiap materi yang diajarkan mudah dipahami. Untuk itu. Tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kepada siswa kelas V tingkat Sekolah Dasar (SD) yaitu memberikan pengajaran kepada peserta didik untuk menghargai besarnya peranan tokoh-tokoh perjuangan serta masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mengacu kepada ketentuan Sistem Pendidikan Nasional. Dengan demikian. bidang kajian ini memiliki pesan-pesan penting tentang kehidupan dan keberlangsungan umat manusia. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang kajian yang diajarkan kepada peserta didik pada pendidikan formal yaitu sekolah. Karena. Untuk ketuntasan individu yaitu 60.BAB I PENDAHULUAN A. maka peran guru sangat diharapkan.

2. Banyak siswa tidak dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Sementara jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) berjumlah 24 orang siswa dengan persentase 60. yaitu: 1. . Rendahnya tingkat penguasaan dan pemahaman siswa.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru khususnya pada pembelajaran IPS. Model pembelajaran ceramah masih menjadi pilihan dalam penyampaian materi. 3. 5. hal ini terlihat dari sikap siswa yang kurang dalam memperhatikan pembelajaran yang disampaikan.13%.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru terutama pada pembelajaran IPS. Sebagian siswa merasa bosan dengan model pembelajaran yang diterapkan guru saat pembelajaran IPS berlangsung. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang tidak mengikuti arahan yang diberikan guru dalam pada saat pembelajaran berlangsung.00%. Guru masih menggunakan model pembelajaran klasik dalam pembelajaran IPS yaitu model pembelajaran ceramah dan tanya jawab. Dari observasi di atas. Adapun nilai rata-rata hasil belajar siswa IPS adalah 56. 4.00%. sehingga siswa cenderung bosan. Hasil observasi di Kelas V. Dari 40 orang siswa hanya 16 orang siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dengan persentase 40. diketahui beberapa penyebab rendahnya hasil belajar siswa Kelas V.70. dan kurang bersemangat untuk belajar. yaitu: 1. yaitu kehidupan sehari-hari. Banyak siswa tidak terlibat dalam pembelajaran di kelas. Banyak siswa yang tidak dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru. ditemukan beberapa gelaja-gejala sebagai berikut.

Dengan demikian. 2011: 49). dan memungkinkan hasil belajar siswa akan menurun. . 2. yang menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). akan berdampak terhadap rendahnya kualitas pembelajaran siswa. Karena penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) bertujuan agar siswa terlibat secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. perlunya menemukan solusi alternatif sehingga siswa Kelas V. di antaranya dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). sehingga terbentuklah kesenjangan antara siswa yang pintar dan siswa yang kurang pintar.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru memperoleh hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang optimal. Berdasarkan beberapa penyebab dan gejala-gejala permasalahan di atas. metode tanya jawab merupakan salah satu metode yang kurang efektif. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Tukiran. Belum adanya guru di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Sedangkan. karena tanpa disadari dalam metode ini hanya memberikan kesempatan kepada siswa yang pintar dan aktif yang akan menjawab pertanyaan yang diberikan.

Dari uraian di atas. menemukan (Inquiry). .Setelah melakukan kajian sederhana. dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) Dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas peneliti. pemodelan (Modeling).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru?”.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”. penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. B.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan pokok bahasan Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Perumusan Dasar Negara. karena dalam model pembelajaran CTL ini keterlibatan siswa secara dan siswa lebih berperan aktif dari pada guru. maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Apakah Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. Hal ini disebabkan adanya tujuh komponen yang harus ada dan diterapkan dalam model pembelajaran tersebut. yaitu kontruktivisme (Contructivism). bertanya (Questioning). dimana model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan salah satu dari model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. siswa dapat memahami dan menghubungkan secara langsung antara materi pembelajaran dengan kondisi yang nyata yang ada di lingkungannya. masyarakat belajar (Learning Comunity). Selanjutnya.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. b. Manfaat Penelitian Penelitian tindakan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk: 1. c.C. b. 2. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. c. Diharapkan dapat memanfaatkan model pembelajaran yang dapat diterapkan pada guru-guru lainnya .A SDN 183 Tampan Pekanbaru dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Guru a. D. Meningkatkan kualitas kegiatan mengajar bagi guru kelas. Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam belajar mengajar dengan yang berkelanjutan. Meningkatkan kualitas dan kuantitas proses belajar siswa kelas V. 3. Meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. Sekolah a. Sebagai bahan informasi untuk meningkatkan profesionalisme guru kelas. Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Siswa a.

film. dan mempraktekan. yaitu: Penerapan menurut kamus Bahasa Indonesia oleh Anwar (2001: 516) adalah pemasangan. pengenaan prihal. komputer. Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran dalam belajar mengajar dengan pengajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang berkelanjutan. kurikulum dan lain-lain. Defenisi Operasional Peneliti ingin menguraikan istilah-istilah yang ada pada judul skripsi ini dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam dalam menafsirkan judul. .b. Sebagai landasan untuk dapat dijadikan kajian lebih lanjut dalam cakupan yang lebih luas. Adapun model pembelajaran menurut menurut Joyce dalam Trianto (2007: 5) adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku. c. E. Sementara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) menurut Sanjaya (2009: 255) adalah Pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.

penerapan aplikasi. maka dapat diketahui dan dipahami bahwa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Menurut Bloom dalam Poerwanto (2010: 43). dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi. sintesis. Dari uraian defenisi konsep operasional di atas.Hasil Belajar menurut Hamalik (2006: 51). berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut. secara garis besar membagi hasil belajar ke dalam tiga ranah. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah. pemahaman atau komprehensif. . analisis. di antaranya ranah kognitif. terutama hasil belajar IPS siswa Kelas V. yakni pengetahuan hafalan. dan evaluasi. Adapun peningkatan hasil belajar yang dikaji dalam penelitian ini adalah hasil belajar dari aspek kognitif.

Menurut Candra (2010:23). artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman langsung. 2010: 132). 2) Contextual Teaching and Learning mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata.BAB II LANDASAN TEORI A. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan. Adapaun model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya. 2009:255). Pengertian Model pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Rusman. mengemukakan tiga konsep yang harus dipahami. artinya guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya (Rusman. artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan . Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) 1. 2010: 133). yakni: 1) Contextual Teaching and Learning menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi.

tidak akan menjadi pengetahuan yang bermakna. yakni kontruktivisme. artinya Contextual Teaching and Learning bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. b. yakni: a. 2007:105). Dari asumsi dan karakteristik yang mendasarinya.kehidupan nyata. masyarakat belajar. akan tetapi proses mengkonstruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. permodelan. Belajar bukanlah menghafal. pengetahuan itu pada dasarnya merupakan organisasi dari semua yang dialami. semankin banyak pengalaman maka akan semankin banyak pula pengetahuan yang mereka peroleh. sehingga dengan pengetahuan yang . Belajar adalah proses pemecahan belajar bukan sekadar mengumpulkan fakta yang lepas-lepas. maka terdapat beberapa hal yang harus dipahami tentang belajar dalam pembelajaran kontekstual (CTL). Pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemberitahuan orang lain. pengetahuan yang demikian akan mudah dilupakan dan tidak fungsional. Oleh karena itulah. 3) Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. Pengajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual. inkuiri. bertanya. dan penilaian nyata (Trianto.

terdapat tujuh prinsip pembelajaran Contextual Teaching and Learning. 2. Belajar pada hakikatnya adalah menangkap pengetahuan dari kenyataan. oleh karena itu pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak (real world learning) (Sanjaya. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Rusman (2010: 193-197). 2009:256). seperti pola piker. oleh karena itu belajar tidak dapat sekaligus akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa. pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. d. kemampuan memecahkan persoalan termasuk penampilan atau performance seseorang. e. . c. yaitu: a. Semangkin pengetahuan seseorang luas dan mendalam. Kontruktivisme (contructivism) Prinsip pembelajaran ini merupakan landasan and berpikir (filosofi) yaitu dalam bahwa Contextual Teaching Learning. Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks. pola bertindak.dimiliki akan berpengaruh terhada pola-pola perilaku manusia. maka akan emangkin dalam berfikir. Belajar secara kintekstual adalah belajar begaiman anak menghadap setiap persoalan.

e. bertanya merupakan strategi utama dalam Contextual Teaching and Learning.b. melalui upaya menemukan akan memberikan penegasan bahwa pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan-kemampuan lain yang diperluas bukan merupakan hasil dari mengingat seperangkat fakta-fakta. . Karena pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang selalu dimulai dari bertanya. d. Bertanya (Questioning) Unsur lain yang menjadi karakteristik utama Contextual Teaching and Learning adalah kemampuan dan kebiasaan untuk bertanya. Oleh karena itu. c. Masyarakat Belajar (Learning Community) Adapun maksud dari masyarakat belajar (Learning Community) adalah membiasakan siswa untuk melakukan kerjasama dan memanfaatkan sumber belajar dari teman-teman belajarnya. Menemukan (Inquiry) Prinsip menemukan (inquiry) merupakan prinsip inti dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Seperti yang disarankan dalam Learning Community. Permodelan (Modelling) permodelan (Modelling) merupakan salah satu prinsip dalam pembelajaran Contextual Teaching and Learning. bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain melalui berbagai pengalaman (sharing). tetapi merupakan hasil merumuskan sendiri. dan membantu mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh para guru dalam pembelajaran. Tahap permodelan dapat dijadikan alternatif untuk mengembangkan pembelajaran. agar siswa bisa memenuhi harapan siswa secara menyeluruh.

Penilaian Sebenarnya (Authentic Assessment) Prinsip terakhir dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah melakukan penilaian. menghayati. dan melakukan diskusi dengan dirinya sendiri (learning to be). Memberikan layanan secara individual (natural the individual) g. refleksi adalah berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Refleksi (Reflection) Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang terjadi atau baru saja dipelajari. Pada saat refleksi. Komponen Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Elain dalam Rusman (2010: 192). siswa diberi kesempatan untuk mencerna. Dengan kata lain. .f. g. Mengupayakan pencapaian standar yang tinggi (reaching hight standards) h. Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berarti (doing significant work) c. Mengadakan kolaborasi (collaborating) e. Menjalin hubungan yang bermakna (making meaningful connections) b. Menggunakan asesmen autentik (using authentic assessment). 3. membandingkan. Tahap penilaian sebagai bagian dari integral dari pembelajaran memiliki fungsi yang amat menentukan untuk mendapatkan informasi kualitas proses dan hasil pembelajaran melalui penerapan Contextual Teaching and Learning. komponen pembelajaran Contextual Teaching and Learning meliputi: a. menimbang. Melakukan proses belajar yang diatur sendiri (self regulated learning) d. Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking) f.

d. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan pengetahuan baru. e. Hadirkan contoh dalam pembelajaran. maka dapat diasumsikan bahwa dengan terpenuhinya beberapa komponen di atas. Beberapa langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning yang dikemukan Trianto di atas. c. f. maka model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan. Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Secara garis besar langkah-langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning sebagai berikut: a. Lakukan refleksi diakhir pembelajaran. . g. Kembangkan pemikiran bahwa anak belajar lebih bermakna dengan sendiri. Ciptakan masyarakat belajar. 2007: 105). menemukan sendiri. senada dengan beberapa langkah yang dikemukan Rusman (2010: 192). b. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri (menemukan) untuk semua topik. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara (Trianto.Bila diperhatikan dari beberapa komponen dalam pelaksanaan Contextual Teaching and Learning. 4.

d. yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Cara belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). artinya apa yang dipelajari tidak lepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. artinya dengan cara menyusun konsep sementara (hipotesis). yaitu: a. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa. kemudian memperhatikan detailnya. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi. sehingga tampak perubahan perilaku siswa. c. karena langkah lebih fleksibel dan sistematis serta sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). terdapat lima langkahlangkah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. penulis memfokuskan pada langkah-langkah yang dirumuskan oleh Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). yaitu dengan mengaktifkan pengetahuan siswa (activating . Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif. b. dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh. e.Menurut Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan. melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu konsep tersebut direvisi dan dikembangkan. Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge). Dari beberapa langkah-langkah di atas. Mempraktekan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge).

maka hendaklah: a. Uraikan secara terperinci media dan sumber pembelajaran yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang diharapkan d. Hal ini sangat penting. melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sesuai yang diharapkan. materi pokok. Rumuskan skenario tahap demi tahap kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam melakukan proses pembelajarannya. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. dan e. Rumuskan dan lakukan sistem penilaian dengan memfokuskan pada kemampuan sebenarnya yang dimiliki oleh siswa baik pada saat berlangsungnya (proses) maupun setelah siswa tersebut selesai belajar. menambah pengetahuan baru yang dimiliki siswa (acquiring knowledge). menurut Rusman (2010: 200). sebab dengan dapat . memberikan pemahaman dan pengetahuan (understanding knowledge). yaitu: 1) Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. yaitu sebuah pertanyaan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara kompetensi dasar. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning a. mempraktekan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki siswa (applying knowledge). Nyatakan keinginan utama pembelajaran. Kelebihan. Selanjutnya. dan indikator pencapaian hasil belajar b. Rumuskan dengan jelas tujuan pembelajarannya c.knowledge). 5.

b) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. yaitu: a) Guru lebih intensif dalam membimbing. b. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. sihingga tidak akan mudah dilupakan. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. 2) Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme. Dengan demikian. peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Karena dalam metode CTL. akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. .mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. Kelemahan. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula. dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional.

yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan. 2010: 22). pengetahuan. Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam belajar. kedua. setelah belajar orang memiliki keterampilan. meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasan pengetahuan dan perkembangan keterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. Pengertian Hasil belajar adalah kapasitas. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. meliputi perubahan- . Hasil belajar. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. aspek efektif. Pendapat ini sejalan dengan Muchtar Lutfzi yang mengatakan bahwa hasil belajar adalah “Tingkatan pengusaan bahan pelajaran oleh siswa. Hasil belajar merupakan terminal dari proses pendidikan dan pengajaran. (2) Pengetahuan dan pengertian. 1984 : 325). 2002 : 9). tingkat keterampilan yang diperoleh dari hasil tes yang dilakukan” (Luthfi. aspek kognitif. Hasil Belajar 1. sikap dan nilai (Dimyati dan Mudjiono. Menurut Kingsley yang dikutip oleh Sudjana hasil belajar dibagi dalam tiga macam. (3) Sikap dan cita-cita (Sudjana. meliputi tiga aspek. yaitu: Pertama.B. Hasil belajar ini sering dicerminkan sebagai nilai (hasil belajar) yang menentukan berhasil tidaknya siswa belajar.

sikap dan kebiasaan belajar. dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi. mengungkapkan ada tiga tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakan hasil belajar yaitu: a. Dari pembagian hasil belajar di atas. aspek psikomotor. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. yakni penerimaan. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah. minat dan perhatian. dan internalisasi. meliputi kemampuan yang dimilikinya. Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. motivasi belajar. ketekunan. analisis.perubahan dalam sikap mental. Ranah Afektif. Sementara Bloom dalam Sudjana (2010: 22-23). penilaian. meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik (Drajat. b. berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek. perasaan dan kesadaran. b. . Ranah Kognitif. aplikasi. yakni pengetahuan atau ingatan. dan evaluasi. 2008: 197). faktor fisik dan psikis. yaitu berkenaan dengan hasil belajar intelektual. sintesis. 2010: 25). sosial ekonomi. organisasi. terutama kualitas pengajaran (Sudjana. dimana peningkatan hasil belajar siswa yang diteliti adalah dalam ranah kognitif. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu : a. dan ketiga. pemahaman. 2. jawaban atau reaksi. Faktor dari dalam diri siswa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor intern (dari dalam) diri siswa dan faktor ekstern (dari luar) siswa. 24-25). Daya serap terhadap bahan pengajaran (materi) yang diajarkan mencapai hasil belajar atau prestasi belajar tinggi. ada juga faktor lain yaitu motivasi. sedangkan faktor eksternal antara lain strategi pembelajaran yang digunakan guru di dalam proses belajar mengajar. baik secara individual maupun secara klasikal atau kelompok. apabila: a. minat. Indikator Hasil Belajar Menurut Isjoni Ishak. sikap. Kehadiran faktor psikologis dalam belajar akan memberikan andil yang cukup penting. perhatian. 2010. b. Berkaitan dengan faktor dari dalam diri siswa. . ketekunan. indikator keberhasilan sebagai patokan atau ukuran bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dianggap berhasil. Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-benar cocok untuk mengukur hasil belajar yang diingginkan sesuai dengan tujuan (Poerwanto. Prinsip dasar yang perlu dilakukan dalam menyusun tes hasil belajar siswa. kebiasaan belajar. Faktor-faktor psikologis akan senantiasa memberikan landasan dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar secara optimal. kondisi fisik dan psikis. Tes tersebut hendaknya dapat mengukur secara jelas hasil belajar. dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor internal siswa antara lain kemampuan yang dimiliki siswa tentang materi yang akan disampaikan. Mengukur sampel yang representtatif dari hasil belajar dan bahan pelajaran yang telah diajarkan. kondisi sosial ekonomi. 3. selain faktor kemampuan. yaitu: a. c. Dari beberapa pendapat para ahli di atas.

yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa baik secara individual maupun secara kelompok (Djamarah. 121). 2007: 31). c. Selanjutnya Djamarah. Masalah yang dihadapi adalah sampai di tinggkat manakah hasil belajar yang telah dicapai. Dari beberapa indikator di atas dapat dipahami bahwa ketika indikator di atas dimiliki siswa pada pelajaran matematika. Perilaku yang menggariskan dalam tujuan pengajaran atau instruksional khusus telah dicapai oleh para siswa baik secara individual maupun kelompok. Baik sekali (optimal). Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil belajar. b. d. 2006: 120). Istimewa (maksimal). yaitu: a. Menurut Djamarah (2006: 24). dan mencerna materi yang diajarkan pada tingkat ketuntasan belajar (Ishak. baik secara individual maupun secara kelompok. maka tujuan dalam pembelajaran tersebut dapat dikatakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan. apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya (60% sampai 75%) saja dikuasai siswa.b. sehingga terdapat motivasi untuk memahami. Kurang. membagi hasil belajar. c. 2006. (2) Pengetahuan dan pengertian. . apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari (60%) dikuasai siswa (Djamarah. Adapun indikator yang menjadi petunjuk suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah sebagai berikut: a. hasil belajar adalah kemampuankemampuan dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Terjadinya perubahan terhadap perilaku siswa. apabila sebagian besar (76% sampai 99%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dipahami siswa. menguasai. b. (3) Sikap dan cita-cita. apabila seluruh bahan yang diajarkan itu dapat dikuasai oleh siswa. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi. sehubungan dengan hal ini keberhasilan proses belajar mengajar itu dibagi atas beberapa tingkatan atau taraf. Baik (minimal).

. ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik. ada tiga komponen dalam aktifitas proses belajar mengajar. Hasil belajar yang diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif). dapat dicapai melalui proses belajar mengajar yang optimal yang dapat diketahui dari ciri-ciri sebagai berikut: a. bermanfaat untuk mempelajari aspek lain. apabila kondisi yang terjadi di dalam kelas mempertimbangkan beberapa hal. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya. pengetahuan atau wawasan. yakni kondisi tentang tujuan yang ingin dicapai oleh siswa dalam belajar. c. d. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan diri terutama dalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya. komponen media pengajaran. Proses didaktik dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancer. artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya. b. Hal ini yang mendasar yang harus dilakukan guru dalam prosedur didaktik adalah. yakni komponen prosedur didaktik. keterampilan atau perilaku. dan e. komponen siswa dan materi pelajaran. hakekat pelajar sebagai individu yang terlibat dalam proses belajar mengajar. hakekat bahan ajaran yang akan dikembangakan kepada siswa yang belajar. membentuk perilaku. kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya. seperti akan tahan lama diingat. 4. Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya. prosedur didaktik merupakan sarana yang memungkinkan kegiatan pengajaran dapat menimbulkan aktifitas bagi siswa dalam proses belajar.Hasil belajar yang dicapai siswa menurut Sudjana (2010: 56). Aktivitas Belajar Siswa Menurut Winkel (1991: 177). yakni mencakup ranah kognitif. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa.

b. Performance guru itu merupakan hal yang amat penting. Tujuan instruksional khusus yang telah dirumuskan secara jelas. yang meliputi aspek perilaku dan aspek isi. bahwa aktifitas guru dalam melakukan aktifitas/prosedur didaktik dalam proses belajar harus dapat mempertimbangkan beberapa aspek yakni. Menekankan pada hasil yang diperoleh siswa. Menurut Gagne dalam Arief (1986: 6). sehingga keanekaragaman perilaku siswa dalam belajar dapat diwujudkan secara konkrit. melainkan diperlukan bermacam-macam prosedur didaktik. c. Media pengajaran merupakan aspek penting dalam membantu guru menyampaikan bahan ajaran. Menekankan pada segi proses interaksi guru siswa. dikatakan bahwa media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Dalam hubungan ini prosedur didaktik tidak terbatas hanya pada satu cara.Aktivitas di atas. yakni: a. Keadaan siswa yang actual yang terjadi dalam kelas. sejalan dengan pendapat Decorite dalam Winkel (1991:183-184). disamping mempermudah siswa-siswa dalam menerima bahan ajaran. Rochman (1991: 4). . Perilaku guru/performance guru dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. mengatakan bahwa performance guru dalam proses belajar mengajar dapat dibedakan menjadi dua hal. Komponen yang kedua dalam proses belajar mengajar adalah komponen media pengajaran. a. b.

membuat kekeliruan.Sedangkan menurut Einkel (1991: 187) mengatakan bahwa media pengajaran adalah suatu sarana nonpersonal yang digunakan atau disediakan oleh tenaga pengajaran yang memegang peranan dalam proses belajar mengaran untuk mencapai tujuan instruksional. Karena itu anak didik diberi kesempatan yang cukup untuk memilih berbagai alternatif dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. oleh karena kedua komponen tersebut secara langsung terlibat dalam konteks belajar yang pelaksanaannya dilakukan secara bersamaan. b. melakukan percobaan. anak didik diberi kesempatan untuk menyampaikan ide-ide. Komponen yang ketiga dalam aktifitas belajar adalah komponen siswa dan materi pelajaran. Keberadaan siswa dalam proses belajar mengajar harus mampu mendorong aktualisasi dirinya dimana mereka diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan. sesuai dengan wujud pendidikan (Neil. yang dialami selama pertumbuhan itu berlangsung. afektif dan aspek psikomotor. 1997: 3-4). Menurut Neil (1977: 5). Komponen siswa dan materi pelajaran merupakan aspek penting yang harus diperhatikan guru dalam proses belajar mengajar. Penting. Integrasi. dalam mengantisipasi anak didik pada kegiatan kurikulum yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian guru yakni: a. diamati dan diperhatikan tingkat perkembangan. . adanya penyatuan antara aspek kognitif. Partisipasi. bertingkah laku.

dan tidak sekedar penerima pasif apa yang disampaikan guru. Menurut Leister dan Ali dalam Nasution (1986 : 80-81). apa yang dipelajari anak didik harus mengikuti minat dan keinginannya. Untuk terwujudnya apa yang dikemukakan Neil di atas. . berkat kegiatannya sendiri. dan bukan menurut keputusan para guru mengenai sesuatu yang dimilikinya. Anak didik harus didorong untuk belajar. d. dan d. C. mengatakan bahwa: a. Relevansi bahan ajaran harus sesuai dan relevan dengan kebutuhan dan kehidupan anak didik bai dari emosional maupun secara intelektual. Tujuan. Sejauh mungkin. pengetahuan dan sikap. c.c. b. Pembelajaran Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan keadaan perkembangan anak. maka kurikulum yang disusun untuk kegiatan belajar mengajar haruslah mencerminkan adanya relevansi antara kebutuhan anak didik dalam belajar dengan materi bahan yang disampaikan. Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan Hasil Belajar Siswa Penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Isi kurikulum harus mencakup keterampilan. bahwa kegiatan dalam proses belajar mengajar dikelas harus mampu mengembangkan kehidupan sosial anak didik dalam suasana yang manusiawi.

Dari pengertian pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan hasil belajar dapat dilihat bahwa pembelajaran ini mendorong semua siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. maka dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka akan berpengaruh pada hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang dicapai siswa yang ditandai dengan meningkatnya tes yang telah dilakukan pada siswa.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Hipotesis Tindakan Jika model pembelajaran Contextual Teaching and Learning diterapkan. D. .

terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Tahun Ajaran 2011/2012. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan variabel terikatnya adalah hasil belajar. dengan jumlah siswa 40 orang. Setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam penelitian ini adalah pada mata pelajaran IPS.A. C. B. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Provinsi Riau. . dan pada pertemuan ketiga peneliti melakukan ulangan harian.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (independent) dan dan variabel terikat (dependent). Pada pertemuan pertama dan kedua guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V. khususnya pada siswa Kelas V. Adapun waktu penelitian ini direncanakan selama 6 bulan terhitung dari bulan Oktober 2011 hingga bulan Maret 2012. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.

dan (4) Refleksi atau refleching. dan terjadi di dalam kelas. Untuk lebih jelasnya tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut ini: Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Gambar 1: Siklus Penelitian Tindakan Kelas Agar lebih mudah memahami tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas yang akan penulis lakukan dapat dilihat pada penjelasan berikut ini. (2) Pelaksanaan atau acting. Rencana Tindakan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau action research. yaitu: . Menurut Kunandar (2011: 98-99) pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas meliputi: (1) Perencanaan atau planning. (3) Pengamatan tindakan atau observasi. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 130) penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan.D.

peneliti melakukan pengamatan terhadap perkembangan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar dengan mengisi lembaran observasi yang telah dibuat dengan dibantu oleh seorang observer. Observasi Selama proses pembelajaran berlangsung.1. c. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan dari perencanaan yang telah dibuat. Adapun yang akan dipersiapkan pada tahap perencanaan. hasil observasi dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Perencanaan Tahap perencanaan merupakan tahap awal yang harus dilaksanakan guru sebelum melakukan tindakan. Menyusun RPP berdasarkan pengembangan dari langkah-langkah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Menyiapkan format lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. 4. sehingga tindakan yang dilakukan menjadi lebih terarah. b. Refleksi Refleksi merupakan tahap akhir kegiatan observasi. 2. dengan cara mengumpulkan berbagai hasil yang diperoleh guna melihat dan menilai apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. pengambilan atau pengumpulan data hasil belajar siswa. Pelaksanaan program pembelajaran. 3. yaitu: a. Meminta kesediaan teman sejawat untuk menjadi observer dalam pelaksanaan pembelajaran. .

penentuan pengalaman belajar.E. bentuk instrumen. penilaian. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan suatu persiapan bagi guru atau penulis untuk melakukan pembelajaran. guru atau peneliti harus mempunyai rencana pembelajaran sebelum pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan. sumber dan bahan. Silabus yang dibuat dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perencanaan pembelajaran secara komprehensif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat mempermudah penulis dalam memahami batasbatas materi dan langkah-langkah pembelajaran yang akan disampaikan. kegiatan pembelajaran (model atau tipe pembelajaran yang digunakan). 2. perkiraan waktu yang dibutuhkan. Instrumen Penelitian Adapun instrumen dalam penelitian ini. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun secara sistematis yang berisi tentang identitas sekolah. materi. agar materi yang akan disampaikan dapat sesuai dengan tujuan pembelajaran. sebagai berikut: 1. sehingga tidak penyimpangan materi yang disajikan. penentuan dan sumber/bahan/alat. materi pokok. Dengan kata lain. standar kompetensi. kompetensi dasar. penentuan berbagai indikator. Silabus memuat identifikasi mata pelajaran. Silabus Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dan standar dari kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa dalam proses pembelajaran. kegiatan .

materi pokok. Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan dalam pembelajaran berisi nama. Penilaian hasil belajar siswa kelas V. misalnya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). sehingga pengaruh penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran IPS dapat dihitung dari rata-rata dan persentase hasil belajar siswa. satu sama lain mempunyai ketergantungan dan langkah-langkah yang jelas dalam mencapai pembelajaran yang yang sesuai dengan indikator keberhasilan yang akan dicapai. kelas. kegiatan inti. F. serta kegiatan akhir.awal. . nama kelompok. latihan soal yang sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru diperoleh dari hasil pelaksanaan tes. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. pada pelaksanaan tindakan dalam setiap siklus kegiatan pembelajaran. prosedur pelaksanaan yang terdiri dari soal akan diselesaikan serta sumber bahan. hari dan tanggal pelaksanaan. Tes Menurut Kunandar (2011: 186) tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seseorang atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan dan tingkat perkembangan salah satu atau beberapa asfek psikologis didalam dirinya. 3. Susunan sistematis tersebut.

terdiri dari: 1) Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3) Guru meminta masing-masing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Guru meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Guru meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain b.2. yaitu: a. Aktivias guru. Observasi Kunandar (2011: 143) berpendapat bahwa observasi adalah kegiatan pengamatan (mengambil data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. terdiri dari: 1) Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran . Berdasarkan pengertian tersebut. maka observasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah melakukan pengamatan terhadap segenap aktivitas belajar mengajar guru dan ssiwa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Aktivitas siswa.

Adapun empat alternatif pilihan dalam lembar observasi meliputi: . Teknik Analisis Data 1. Aktivitas Guru dan Siswa Analisis aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar dengan di terapkannya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dibukukan dalam lembar observasi dengan rumus: NR JS x100% SM Keterangan: NR JS SM = Persentase rata-rata aktivitas guru/siswa = Jumlah skor aktivitas yang dilakukan = Skor Maksimal yang di dapat dari aktivitas guru dan siswa Untuk melihat aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran yang menggunakan 4 (empat) alternatif pilihan yang dapat di lihat pada lembar observasi aktivitas guru dan siswa.3) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain G.

Bila aktivitas guru dan siswa sangat tidak baik b. 2011: 115 .79% 60% .60% Sangat Baik Baik Cukup Kategori Kurang 4 Kurang dari 40% Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin.100% 70% .100% 61% . dkk.a. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. 2011: 115 Sementara dalam menentukan kategori hasil belajar siswa ditetapak lima kriteria atau kategori dari hasil belajar siswa.49% Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Kategori 5 Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin.1 Aktivitas Guru Dan Siswa NO 1 2 3 Persentase (%) Interval 81% . dkk.2 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa NO 1 2 3 4 Persentase (%) Interval 80% . Bila aktivitas guru dan siswa baik d. Bila aktivitas guru dan siswa kurang baik c.69% 40% . maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3.59% 0 . maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Dari 4 alternatif di atas. Bila aktivitas guru dan siswa sangat baik Dari 4 alternatif di atas.80% 41% .

Hasil Belajar Analisis yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kelas V. maka siswa dinyatakan belum lulus atau berhasil. Dari standar KKM tersebut dapat dipahami bahwa bila siswa mencapai nilai rata-rata 60. dengan menggunakan dua rumus sebagai berikut: a.A melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). begitu sebaliknya. dimana KKM untuk individu adalah 60 dan untuk klasikal adalah 70%. Ketuntasan Klasikal: PK ST x100% N Keterangan: K = Ketuntasan klasikal N = Jumlah siswa yang tuntas belajar ST = Jumlah Siswa seluruhnya Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran.2. . dapat dilihat melalui Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan oleh Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. bila nilai rata-rata yang diperoleh siswa di bawah nilai rata-rata 60. Ketuntasan Individu: PK SP x100% SM Keterangan: K = Persentase ketuntasan individu SP = Skor yang diperoleh siswa SM = Skor maksimum b. maka siswa tersebut dinyatakan lulus.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk empat kali pertemuan (lampiran III. IV. IV. Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru kelas V.1. 2. penelti telah merancang berbagai perangkat penelitian dan istrumen yang dibutuhkan. Selama tindakan dilakukan di kelas. Tahapan Perencanaan Pada tahapan ini. dengan tujuan untuk membantu mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung.4). terdiri dari siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian.2.BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A. Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk empat kali pertemuan (lampiran IV. dan siklus II juga dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian. Lembar Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa dan Lembar Observasi Siswa untuk empat .1.3. berupa Jadwal Penelitian (lampiran I).4). III. III. Hasil Tindakan 1. Silabus (lampiran II).3.A Tahun Ajaran 2011/2012 pada semester II yang dilaksanakan mulai pada bulan Maret hingga April dari tanggal 13 Maret sampai tanggal 11 April 2012 dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) pada materi pokok perjuangan mempertahankan kemerdekaan. IV.2. III. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. peneliti dibantu observer.

Pada tahapan ini telah ditetapkan dan ditentukan kelas yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran CTL. Kunci jawaban soal ulangan siklus I dan II (lampiran IX. Kisi-Kisi Soal Ulangan Harian Siklus dan siklus II (lampiran VII. yang berjumlah 40 orang siswa. Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dan Lembar Observasi Aktivitas Guru untuk empat kali pertemuan (lampiran VI. V. sebagaimana dijelaskan dalam pelaksanaan tindakan berikutnya. VII.1. Pelaksanaan Tindakan Siklus I 1.4). yaitu RPP-1 (lampiran III. Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah ditetapkan.2). Pertemuan ini siswa yang hadir berjumlah 40 orang siswa.1) dengan materi pembelajaran “Perjuangan mempertahankan kemerdekaan”.4). VI. V.1. 13 Maret 2012) Pertemuan pertama dalam siklus I dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2012 dengan alokasi waktu 70 menit. VI.3.2).1. Soal ulangan harian siklus I dan II (lampiran VIII.3.kali pertemuan (lampiran V.2. IX. Pertemuan Pertama (Selasa.1.A Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. dan skor dasar (lampiran X). yang disebut sebagai kelas tindakan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa.2. VI. V. terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan.2). B. VI. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V pada semester . yaitu kelas V. VIII.1. V.

masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata. observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan.1) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. Dalam hal ini. kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh. Pada saat mengamati. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok . Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing. Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran.II. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima. guru membagikan LKS (lampiran IV. Selanjutnya. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama. Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya.1) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok.1). karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru.

Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL. sehingga diskusi berjalan dengan baik. Saat diskusi antar kelompok. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain.2) dengan materi pembelajaran “agresi militer Belanda terhadap Indonesia”. 20 Maret 2012) Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2012 di kelas V.2) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah. . Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan. Pertemuan Kedua (Selasa. Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-2 (lampiran III. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya.belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen. Pada proses pembelajaran berlangsung. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. 2. dengan alokasi waktu 70 menit. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain. Dalam hal ini. masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain.

Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan. Pada pertemuan kedua ini. siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I (Rabu.1). Dalam ulangan haris siklus I.Pada pertemuan kedua. yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2012 dengan alokasi waktu selama 70 menit. guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini.1).2).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I.2) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V. peneliti/guru melakukan melakukan ulangan harian siklus I. 21 Maret 2012) Setelah pertemuan pertama dan kedua dari siklus I selesai dilaksanakan. baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. . observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru. dengan tingkatan soal yang bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII. 3.

adalah: a. Peningkatan dari hasil belajar siswa diketahui dari ketuntasan secara individu yang dimiliki siswa dalam menjawab lembaran soal yang diberikan. yang hanya menerima penyampaian materi yang disampaikan guru saja. Adapun kelebihan yang ditemukan dari pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua. Sebagian besar siswa mahu berdiskusi. dapat diketahui hasil belajar siswa kelas V. guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. 4. sehingga pembelajaran tidak bersifat searah. . guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut.Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. Siswa baik secara individu maupun kelompok termotivasi untuk membahas kembali materi pembelajaran. Selanjutnya. terutama dalam mencari solusi dari kesulitan-kesulitan yang mereka temukan. Setelah siswa selesai mengerjakan soal. c. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua ditemukan kelebihan dan kelemahan. Refleksi Siklus I Setelah dilakukan tindakan pada siklus pertama dengan pertemuan pertama dan kedua. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa.A Sekolah Dasar Negeri 183 adalah mengalami peningkatan dan memperoleh hasil yang baik. b. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus I. Siswa dalam belajar lebih aktif.

Guru dengan mudah memberikan motivasi kepada siswa dibandingkan model pembelajaran yang telah dan selama ini digunakan c. Di samping berbagai kelemahan yang dialami siswa pada siklus I. ketika siswa tidak dapat menemukannya baika secara individu maupun secara berkelompok setelah mereka melakukan diskusi. Kurangnya kemampuan siswa dalam mencari informasi atau pengetahuan baru tentang hubungan lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran yang telah diamanahkan guru. yaitu: a. maupun dalam berdiskusi. melainkan siswa sudah berusaha terlebih dahulu. Sementara kekurangan. adalah: a. Kesulitan belajar yang ditemukan siswa tidak terfokus pada guru untuk mencari dan menemukan solusinya. Masih banyaknya siswa yang tidak mahu bekerjasama dalam kelompok baik dalam mencari informasi yang diamati dari lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran. yang ditemukan dari pertemuan pertama dan kedua dari siklus I bagi siswa. yaitu: . Penerapan model pembelajaran CTL. guru merasa terbantu sehingga tujuan dan target pembelajaran dapat tercapai b.Adapun kelebihan atau keuntungan yang ditemukan dari guru setelah menggunakan model pembelajaran CTL yang terdapat pada siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua. Dalam hal ini guru akan memberikan solusi. b. juga ditemukan adanya kelemahan-kelemahan guru dengan menggunakan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran.

waktu yang tersedia tidak mencukupi dan kurang optimal digunakan. guru belum sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL dan masih menggunakan model pembelajaran klasik. sehingga ketika kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mencari informasi baru yang berhubungan dengan pembelajaran. karena pada saat mengajar. Meminta siswa agar memanfaatkan waktu yang diberikan untuk menguasai pembelajaran. Akhirnya. sehingga terlihat dari kurangya bimbingan dan arahan yang diberikan kepada siswa. Dari berbagai sisi kelemahan di atas. Pelaksanaan Tindakan Siklus II 1. maka perencanaan yang dilakukan guru/peneliti untuk memperbaiki tindakan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran CTL pada siklus II. adalah: a. Memotivasi siswa agar mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing b. c. Jumlah siswa yang hadir pada pertemuan ini adalah 40 orang siswa. sebagian besar siswa tidak menemukan dan kebingungan. C. b. 02 April 2012) Pertemuan pertama pada siklus II dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 02 April 2012 dengan alokasi waktu 70 menit. Pertemuan Pertama (Selasa. Guru belum terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. Kurangnya pemahaman dan penguasaan guru dalam menggunakan model pembelajaran CTL.a. Memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa pada saat ditugaskan. Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah .

Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan. . Dalam hal ini. Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen. Selanjutnya. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima.ditetapkan. guru membagikan LKS (lampiran IV. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing.3). sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama.3) dengan materi pembelajaran “Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan”. yaitu RPP-3 (lampiran III. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V.3) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok. masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata.3) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru. Pada saat mengamati. Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya. observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V.A pada semester II.

baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. Dalam hal ini. masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain.4) dengan materi pembelajaran “Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan”. . masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh.Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. dengan alokasi waktu 70 menit.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. sehingga diskusi berjalan dengan baik. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain. Pertemuan Kedua (Selasa. 2. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain. Saat diskusi antar kelompok. Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa. 10 April 2012) Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 10 April 2012 di kelas V. Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-4 (lampiran III. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati. Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan.

4) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah. Dalam ulangan haris siklus I. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Pada pertemuan kedua ini. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen. 11 April 2012) Setelah pertemuan pertema dan kedua dari siklus II selesai dilaksanakan. baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru.2). 3. Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan. Dalam hal ini. dengan alokasi waktu 70 menit. Pada pertemuan kedua.4). peneliti/guru melakukan melakukan pertemuan ketiga yang merupakan ulangan harian siklus II. dengan tingkatan soal yang . Ulangan Harian Siklus II (Rabu. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. yang dilaksanakan pada tanggal 11 April 201.Pada proses pembelajaran berlangsung. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV.4) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV.

Pada siklus II aktivitas pembelajaran sudah berjalan lancar baik dari sisi guru maupun siswa. serta ulangan harian. baik guru maupu siswa sudah menerapkan model pembelajaran CTL dengan menjalankan langkah-langkah dari pembelajaran CTL tersebut. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I. adalah: a. 4. Dalam hal ini. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus II. Selanjutnya. Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V.bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII. Hal ini terlihat dari pengamatan yang dilakukan observasi pada saat proses tindakan berlangsung. guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut. Adapun refleksi dari siklus II dapat dikategorikan baik. mengalami peningkatan. Setelah siswa selesai mengerjakan soal. Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. Siswa termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing . guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. Refleksi Siklus II Tindakan yang dilakukan pada silus II melalui pertemuan pertama dan kedua. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan pada siklus II diketahui.2).

Analisis Hasil Penelitian Hasil tindakan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa selam proses pembelajaran berlangsung dan ketuntasan hasil pembelajaran IPS siswa. Adapun terlaksananya proses pembelajaran sehingga tercapainya tujuan dari pembelajaran dalam penelitian ini merupakan hasil dari kerja keras dan upaya guru dalam memberikan motivasi.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Siswa dapat menemukan berbagai informasi baru yang hubungannya dengan materi pembelajaran yang telah ditugaskan guru. c. Dengan demikian.b. bimbingan dan arahan kepada siswa. Sehingga. Dalam melakukan observasi aktivitas guru . sehingga guru bersama siswa mampu dan menerapkan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Adapun observesi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tindakan yang dilakukan guru dari siklus I dan II pada saat proses pembelajaran berlangsung. dari data hasil penelitian yang dilakukan dan merujuk kepada data-data yang telah dikumpulkan dari siklus I dan II dari masing-masing pertemuan. Siswa dapat memanfaatkan waktu seoptimal mungkin dalam menjalan setiap tugas yang diberikan guru. 1. D. sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. hasil belajar siswa kelas V.

dan dapat dikategori “cukup”.00% 100. I Siklus I Pert.1 Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V.20 2.dalam pembelajaran di kelas V.00%. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 60. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 95. dari aktivitas guru juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 19 dengan rata-rata 3.00% 60. II Siklus II Pert.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dibantu observer.00%. Selanjutnya. II Jumlah 11 12 19 20 Rata-Rata 2.40. Hal ini juga mengalami peningkatan pada .80 4.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada Siklus I dan II No 1 2 3 4 Aktivitas Guru Siklus I Pert.40 3.00% 95.20 dengan persentase 55. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”. dan dapat dikategori “sangat baik”.80.00%. I Siklus II Pert. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 11 dengan rata-rata 2.00% Kategori Cukup Cukup Sangat Baik Sangat Baik Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan.00 Persentase 55. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas guru pada siklus I pertemuan II sebesar 12 dengan rata-rata 2. Untuk mengetahui secara rinci hasil observasi tindakan yang dilakukan guru pada saat pembelajaran berlangsung dari siklus I dan II pada setiap pertemuan. dapat dilihat dari tebel berikut: Tabel 4.

siklus II pertemuan II dengan jumlah 20 dengan rata-rata 4,00. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 100,00%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan persetasi dari tabel aktivitas guru dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat juga diketahui bahwa secara persentase (angka) selalu mengalami peningkatan dari siklus I dan II pada setiap pertemuan dan secara umum pada setiap pertemuan mengalami peningkatan. 2. Aktivitas Siswa Data aktivitas yang diperoleh selama pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siklus I dan II (lampiran VI.1, VI.2, VI.3, VI.4). Rata-rata persentasenya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning Pada Siklus I dan II Aktivitas Siswa Siklus I Pert. I Siklus I Pert. II Siklus II Pert. I Siklus II Pert. II

No 1 2 3 4

Jumlah 419 489 673 734

Rata-Rata 10,48 12,23 16,83 18,35

Persentase 52,38% 61,13% 84,13% 91,75%

Kategori Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru selama proses

pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 419 dengan rata-rata 10,48 dengan persentase 52,38%. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas siswa pada siklus I pertemuan II sebesar 489 dengan rata-rata 12,23. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 61,13%, dan dapat dikategori “baik”. Kemudian, dari aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 673 dengan rata-rata 16,83. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 84,13%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Hal ini juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan II dengan jumlah 734 dengan rata-rata 18,35. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 91,75%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan rata-rata aktivitas belajar siswa pada tabel di atas dapat dipahami bahwa aktivitas belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 56,75 dengan kategori “Kurang Baik”, mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 87,94 dengan kategori “Baik”. Adapun secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I dan siklus II sebesar 72,34.

3. Hasil Belajar Siswa Dari hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru, dapat dianalisis melalui ketuntasan

belajar siswa terdiri dari ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal, sebagai berikut: a. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Individu Ketuntasan belajar siswa secara individu setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru berdasarkan skor nilai ulangan harian pada siklus I dan II (lampiran X.1, X.2), yang dianalisis sebagai berikut: Tabel 4.3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II No 1 2 3 Pertemuan Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Rata-Rata Ketuntasan Individu 61,63 81,75 90,38 Kriteria Cukup Amat Baik Amat Baik

Berdasarkan tabel 4.3 di atas dapat diketahui ketuntasan hasil belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru secara individu pada siklus I dan II setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan dengan rata-rata 61,63, adapun hasil belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata 81,75, sementara hasil belajar siswa pada siklus II dengan rata-rata 90,38.

Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal Dari data hasil belajar siswa yang diperoleh melalui ulangan harian dari siklus I dan II pada siswa kelas V. sehingga dengan penggunaan model pembelajaran tersebut hasil belajar siswa kelas V. namun dari 40 orang siswa masih ditemukan adanya siswa yang belum memperoleh ketuntasan dalam belajar. peneliti dan juga selaku guru berupaya membiasakan dan mengoptimalkan diri dalam menggunakan model pembelajaran CTL. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa dengan penerapan model pembelajaran CTL dan tidak terbiasa dengan tugas yang diberikan guru dengan menggunakan LKS. Berbagai kendala dalam pelaksanaan tindakan pada siklus I dijadikan refleksi pada siklus II. secara umum hasilnya sudah memuaskan. b.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan dari siklus I dan II dan begitu seterusnya. dimana siswa harus lebih berperan aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL. sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching Learning.Jika diperhatikan dari persentase hasil belajar siswa secara individu pada tabel di atas. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: . sehingga secara keseluruhan dari siswa mengalami ketuntasan dalam belajar. Beberapa kendala yang ditemukan pada sikus I.

4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V. hal ini dijadikan sebagai refleksi pada siklus II. adalah keseluruhan siswa kelas V.4 di atas dapat diketahui perbandingan ketuntasan secara klasikal dari hasil belajar siswa Kelas V. persentase ketidaktuntasan secara klasikla pada siklus I sedikit. sementara 17 orang siswa yang tidak tuntas (42.50%). sementara hanya 6 orang siswa (15. dimana siswa yang tuntas berjumlah 34 orang (85.00 Tidak Tuntas 17 6 % 42. Dalam hal ini diperlukan kerjasama siswa dalam kelompok belajar.Tabel 4.00%).50 15.00 100. siswa yang mengalami ketuntasan secara klasikal berjumlah 23 orang (57. namun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Jumlah Siswa 40 40 40 Ketuntasan Belajar Tuntas 23 34 40 % 57. Meskipun.50%).00 - No 1 2 3 Pada tabel 4.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dari sebelum dilaksanakan tindakan. sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. siklus I dan siklus II.00%) yang tidak tuntas.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru memperoleh ketuntasan hasil belajar baik secara individu maupun secara klasikal setelah menggunakan model pembelajaran CTL. sehingga kesulitan-kesulitan yang ditemukan pada saat pembelajaran berlangsung dapat dicari dan ditemukan solusi oleh mereka. Sebelum tindakan. .50 85. Dengan demikian. Kemudian setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I.

Sehingga. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan teknik analisis pengumpulan data penelitian pada bab III. Aktivitas Guru Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL. yaitu data tentang aktivitas belajar siswa. Adapun persentase ketuntasan siswa secara klasikal.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan secara klasikal. guru berupaya semaksimal mungkin menerapkan berbagai langkah-langkah yang ada dalam model pembelajaran CTL tersebut. pada siklus II dari 40 orang siswa keseluruhannya (100. Karena model pembelajaran CTL merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif secara individu maupun kelompok. Dalam hal ini yang diperhatikan adalah guru memberikan motivasi kepada siswa serta membimbing siswa untuk berperan aktif dalam mengikuti dan melaksanakan setiap langkah dari model pembelajaran CTL. . baik secara individu maupun secara klasikal. E. maka setelah data-data yang dibutuhkan terkumpul. aktivitas guru dalam mennggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning. Untuk lebih jelas dapat diketahui dari uraian berikut: 1.Pada siklus II ketuntasan belajar siswa kelas V. dan hasil baik belajar siswa. karena guru dan siswa secara optimal dan benar-benar memahami dan menjalankan setiap langkah-langkah dari model pembelajaran CTL tersebut.00%) mengalami ketuntasan. selanjutnya dianalisis berdasarkan klasifikasi data.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dapat dilihat pada diagram berikut: Gambar 4.00% dan meningkat pada pertemuan kedua 60. untuk mengetahui aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.50%. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 57.00 Pert. IV 55. sementara peningkatan pada siklus II sebesar 97.00 60.50%. Selanjutnya. III Pert.50%.00 20.00 60.00%. . Dari persentase peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II.00%. Pada siklus I pertemuan pertama 50. Sehingga motivasi dan bimbingan yang diberikan guru sangat membantu kelancaran dari aktivitas pembelajaran itu sendiri.00 100.00 Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas guru dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.00% dan pertemuan kedua 100.00 80. dengan kategori “baik”.Dengan menerapkan model pembelajaran CTL sangat membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.00 100. II Pert.00 40.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 95.1 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran 95. I Pert. Secara keseluruhan dari aktivitas guru dalam pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 77.

Adapun peningkatan aktivitas belajar siswa kelas V.00 40.2 Aktivitas Belajar Siswa 100. Berdasarkan data-data yang diperoleh.13 91. secara umum mengalami peningkatan dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II.00 80.00 20. Dalam hal ini siswa lebih berperan aktif dari pada guru dalam pembelajaran. Hal ini merupakan di antara tujuan dari penerapan model pembelajaran CTL itu sendiri.38 61.00 60.00 Pert. I Pert. III Pert.75 . IV 84. dimana memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sendiri secara kelompok dalam menghubungkan antara materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar atau kehidupan nyata.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru setelah menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 4.13 52. Aktivitas Siswa Aktivitas siswa yang diteliti dan dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL. II Pert.2.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran CTL.13% dan pertemuan kedua 91.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.38% dan meningkat pada pertemuan kedua 61. dengan kategori “baik”. ketika memenuhi standar KKM 60.75%. Pada siklus I pertemuan pertama 52. sementara pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 87. Dari persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II.75%. maka dapat dilihat dari ketuntasan yang diperoleh siswa secara individu. . Sementara pada siklus II pertemuan pertama 84.37%. bila siswa yang memperoleh nilai ulangan harian memperoleh skor di bawah 60. Secara umum peningkatan dari aktivitas belajar siswa sebesar 72. Ketuntasan Individu Ketuntasan suatu tindakan terhadap hasil belajar siswa.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami ketuntasan dalam belajar IPS secara individu. 3. maka siswa tidak tuntas.Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas belajar siswa dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V. Di samping itu. Dengan demikian. Sebagaimana telah dijelaskan pada bab III siswa kelas V. begitu juga halnya dengan ketuntasan siswa kelas V. dalam menentukan siswa yang mengalami ketuntasan hasil belajar secara individu dapat dilihat dari standar KKM yang telah ditetapkan.94%. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 56.13%.

75 61. dimana rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan dari setiap ulangan yang dilakukan (pada siklus I dan siklus II). sebesar 90. diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada saat sebelum dilaksanakan tindakan sebesar 61.38 Dari tabel di atas.75.63.38. rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81.92 dengan kategori “Baik”. pada siklus I dan siklus II. sementara rata-rata siswa juga mengalami peningkatan pada siklus II.3 Perbandingan Ketuntasan Individu 100 80 60 40 20 0 Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II 81. Untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dapat dilihat dari diagram berikut: Tabel 4. .63 90. Berdasarkan ratarata hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada siklus I dan II.Berdasarkan hasil ulangan harian siswa kelas V. dapat diketahui bahwa secara umum rata-rata peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dalam penelitian ini adalah sebesar 77.

50 15.4.00 100. siklus I dan II pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada diagram berikut: Tabel 4.50%. mengalami penurunan pada siklus I menjadi 15. Sementara persentase hasil belajar siswa yang tidak tuntas sebelum tindakan adalah 42.00 80. Ketuntasan Klasikal Untuk mengetahui ketuntasan klasikal dari hasil belajar siswa kelas V.00 dan juga mengalami . dimana persentase siswa yang tuntas sebesar 57. meningkat pada siklus I sebesar 85.00%.00 57.00% dan juga meningkat pada siklus II sebesar 100.50 42. Hasil belajar siswa sebelum tindakan.00 60.00 0 Dari diagram di atas dapat diketahui persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dari sebelum tindakan.4 Perbandingan Ketuntasan Klasikal 100.00 Tuntas Sebelum Tindakan Siklus I Tidak Tuntas Siklus II 85.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.50%.00 40.00 20.

penurunan pada siklus II menjadi 0. Berdasarkan persentase hasil belajar siswa secara klasikal dari diagram di atas. maka diketahui secara umum peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu sebesar 80.83% dengan kategori “amat baik”. Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa ketuntasan siswa dalam belajar. karena dalam guru dan siswa secara optimal dalam menerapkan langkah-langkah dari Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning sehingga dengan penerapan secara optimal dari langkah-langkah Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning tersebut dapat disimpulkan bahwa meningkatnya hasil belajar siswa secara klasikal.00%. .

Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama adalah 52.13 pada pertemuan kedua. Adapun rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II pertemuan pertama adalah 81. maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa Kelas V.75 pada pertemuan kedua. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dilihat perbandingan antara hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II baik secara individu maupun secara klasikal. pada siklus II adalah sebesar 97. Adapun persentase dari aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus II pertemuan I adalah 95.00 pada pertemuan II. dengan kategori “baik”. Dengan demikian peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I adalah sebesar 57. Aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I pertemuan I adalah 55. 2.50 dengan kategori “sangat baik”. Simpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan.00 pada pertemuan II.50.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Dengan demikian peningkatan aktivitas belajar siswa . Jadi.00 dan 60.50 dengan kategori “cukup”.00 dan 100.13 dan 91. 1.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 77.38 dan 61.

pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan adalah 57.38 dengan kategori “amat baik”.75 dengan kategori “amat baik”.83% dengan kategori “amat baik”. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan bila dibandingkan dari sebelum dilaksanakan tindakan hingga siklus I dan siklus II. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan bila dibandingkan antara sebelum tindakan dan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II. dan siklus II dengan rata-rata sebesar 90.50% dengan kategori “kurang” meningkat pada siklus I menjadi 85. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu sebelum tindakan adalah 61.92 dengan kategori “baik”. dan meningkat pada siklus II menjadi 100. Dari persentase hasil belajar siswa secara klasikal sehingga diketahui peningkatan hasil belajar siswa adalah sebesar 80. dengan kategori “baik”. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 72.00% dengan kategori “sangat baik”. .63 dengan kategori “cukup”. 4.00% dengan kategori “amat baik”.34.94 dengan kategori “sangat baik”. Adapun peningkatan hasil belajar siswa secara umum dari sebelum tindakan hingga dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II adalah sebesar 77. Jadi. 3.pada siklus I adalah sebesar 56. pada siklus II adalah sebesar 87.75 dengan kategori “cukup”.

Sebelum menyajikan materi yang akan dibahas hendaknya guru memotivasi siswa terlebih dahulu agar siswa belajar dengan sungguhsungguh. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Guru diharapkan berani menerapkan model-model pembelajaran yang bervariasi agar siswa tidak bosan dalam belajar dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Guru hendaknya memperhatikan dan memahami setiap kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam kegiatan belajar mengajar. 3.B. 4. Saran-Saran 1. 2. . guru hendaknya mempertimbangkan model pembelajaran yang akan diterapkan.

Teori dan pratik Penelitian Tindakan Kelas. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Darajat. Jakarta: Rineka Cipta. 2006. Padang: Citra Budaya. Atmasuki. Pedoman Penulisan. Hilda Taba. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. New York: Holt. Bandung: Alfabeta. dkk. Law. Remaja Rosdakarya . 2006. 2001. 2006. 2006. 1962. Pekanbaru: Cendikia Insani. Menjadi Penelitian Kualitatif. Isjoni. 2010. Belajar dan Pembelajaran. The Conditions of Learning. Purwanto. S. 2007. Nasution. Penelitian Tindakan Kelas. 2006. Rinehart and Winston. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Holt Richart & Winston. I Made Wirartha. Sudarwan.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Bandung: Alfabeta. Jakarta: PT. Curriculum Planning for Better Teaching and Learning. Jakarta: Depdikbud Dimyaiti dan Mudjiono. M Dan Briggs C. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Bumi Aksara. 1992. Ngalim. Madya. Kiat-kiat mengarang dan menyunting. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta. 1999. Syaiful Bahri. Zakiah dkk. Djamarah. Yogyakarta: ANDI Ishak. 2008. Cooperatif Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. 1981. New York. Gagne R. Lucio and Neil. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2002. Departemen Pendidikan Nasional. Bandung: PT. Suharsimi. Glover. Fakultas Ilmu Pendidikan UNRI. Bumi Aksara. 1979. J. Suwarsih. Improving Learning. Jakarta: Grasindo. 2005. Jakarta:Rineka Cipta. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Strategi Belajar Mengajar. 2006. Danim.

Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. 1996. Rajawali. Bandung: PT. Sanjaya. Remaja Rosda Karya. Jakarta: Kencana. Jakarta. Sudjana. Pembelajaran Dalam Inplementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi.Sadiman S. Syaodih. Media Pendidikan Pengertian. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 1988. Depdikbud. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. 2010. Nana. 1989. Wina. Pengembangan dan Pemanfaatannya. Arief dkk. 2008. Nana. ___________. Prinsip-prinsip dan Pengembangan Kurikulum. . Jakarta.

10 April 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus II 6 Rabu. 02 April 2012 1-2 Jam 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus I Pertemuan Pertama Siklus II 5 Selasa. 11 April 2012 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus II . 20 Maret 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus I 3 4 Rabu. 21 Maret 2012 Selasa.Lampiran: I Jadwal Penelitian Jam Pelajaran 1-2 Jam No Hari/ Tanggal Mata Pelajaran 1 Selasa. 13 Maret 2012 Pertemuan Pertama Siklus I 2 Selasa.

19570720 197612 1001 Darmita NIM. 1055187011 .Pd NIP. Indikator  Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan  Menghargai jasa para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Penilaian  Tes tertulis  Lisan  Diskusi Alokasi Waktu 8 x 35 Menit Sumber Belajar  Buku IPS Terpadu Untuk Sekolah Dasar Kelas V Penerbit Erlangga  Gambar para pejuang dan tokoh kemerdekaan Kompetensi Dasar 2. Maret 2012 Peneliti Zulkifli. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru.Lampiran: II SILABUS Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kegiatan Pembelajaran  Melakukan Studi Pustaka  Berkelompok untuk mencari lembaga-lembaga bentukan Jepang dalam mempersiapkan mencapai kemerdekaan  Melakukan diskusi mengenai perlunya perumusan dasar Negara  Mengidentifikasi beberapa tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan  Menuliskan bagaimana menghargai jasa para pahlawan dilanjutkan dengan presentasi. Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahanka n kemerdekaan Materi pokok Pembelajaran Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Mengetahui. M.4.

Lampiran: III.1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-1) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Perjuangan mempertahankan kemerdekaan F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Kegiatan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

Ketiga: Penjelasan dan Solusi

Keempat: Pengambilan Tindakan

Kelima: Refleksi

 Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit

H. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir

: Apersepsi : Diskusi : Evalusi

Mengetahui, Kepala SDN 183 Tampan

Pekanbaru, 13 Maret 2012 Peneliti

Zulkifli, M.Pd NIP. 19570720 197612 1001

Darmita NIM. 1055187011

Lampiran: III.2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-2) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Agresi Militer Belanda terhadap Indonesia F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit

Langkah-Langkah

Waktu 50 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

19570720 197612 1001 Darmita NIM.Pd NIP. 20 Maret 2012 Peneliti Zulkifli. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Mengetahui. M. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. 1055187011 .Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H.

Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit Langkah-Langkah Waktu 50 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi .Lampiran: III. Materi Pembelajaran Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan F. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E. Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D.3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-3) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V (Lima)/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C.

Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Refleksi : Apersepsi : Diskusi : Evaluasi Pekanbaru.Pd NIP. 2 April 2012 Peneliti Mengetahui. 1055187011 . M.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.

Materi Pembelajaran Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi .Lampiran: III.4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-4) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B.

Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. M. 10 April 2012 Peneliti Mengetahui. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Pekanbaru. 1055187011 . Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.Pd NIP. 19570720 197612 1001 Darmita NIM.

.............. seperti di Surabaya. Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda. guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3.. Meskipun demikian.1 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ........ A.Lampiran: IV.. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C.... Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah.... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu.... Kerjakan LKS ini secara individu 2.. Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.... Ambarawa... .... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B...... Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia...... Bandung........... dan Medan...... Soal NO 1 2 3 4 5 Tokoh Mempertahankan Kemerdekaan Pattimura Pangeran Diponegoro Pangeran Antasari Imam Bonjol Sultan Ageng Tirtayasa Daerah Asal Tokoh Maluku Yogyakarta Banjarmasin Sumatera Barat Banten ........ Petunjuk 1. Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya... D.. Jepang...........

Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu.. Petunjuk 1.2 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ................. Bandung............ D........ dan Medan. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C.. Jepang...... seperti di Surabaya.... Kerjakan LKS ini secara individu 2... Soal NO 1 2 3 4 5 Jenis Peperangan/ Perlawanan yang Dilakukan Bangsa Indonesia Surabaya Ambara Bandung Lautan Api Medan Area Semarang Tanggal dan Tempat 27 – 29 Oktober 1945 26 Oktober 1945 23 Maret 1946 13 Oktober 1945 15 Oktober 1945 ..................... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B...Lampiran: IV. Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya.. Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda. A. Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah...... Meskipun demikian. .. Ambarawa..... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3....... Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.. Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia.

...Lampiran: IV........... Petunjuk 4.......... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas F.. Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu........ Soal NO 1 Tanggal & Jenis Perundingan 10 Nopember 1946 Perjanjian Linggarjati 27 Oktober 1947 Perjanjian Renville Isi Perundingan dilaksanakan Belanda mengakui Republik Indonesia dilaksanakan Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam pembangunan negeri 2 .3 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II . Kerjakan LKS ini secara individu 5... H... E....................................... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 6.. Perundingan dilakukan untuk mencapai pengakuan kedaulatan Indonesia dan Belanda.. Teori Singkat Komisi PBB untuk Indonesia atau UNCI (United Nations Commision for Indonesia) berhasil mempertemukan Belanda dan Indonesia dalam meja perundingan... ........... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan G.

... Hatta Bungtomo Jendral Soedirman Peran terhadap Mempertahankan Kemerdekaan Proklamator kemerdekaan Indonesia Memimpin delegasi Membangkitkan semangat juang rakyat dan pemuda Indonesia Banyak membantu perjuangan rakyat yang dikenal perjuangan gerilya ...Lampiran: IV... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3........ Soekarno Drs. Meskipun demikian...... Banyak tokoh yang berperan dalam mempertahankan kemerdekaan..... . Mohd. Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F. Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu.. Jepang. Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda.. Mereka telah berjuang agar kemerdekaan tetap menjadi milik rakyat Indonesia............ Soal NO 1 2 3 4 Nama Tokoh Yang Berperan Mempertahankan Kemerdekaan Ir......... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas E. Kerjakan LKS ini secara individu 2................... Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.... A.4 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ....... Petunjuk 1............ G.. Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya..

Lampiran: V RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS GURU No 1 2 3 Kriteria Skala Deskriptor Guru meminta siswa Tidak meminta siswa bekerjasama 1 bekerjasama dengan anggota dengan anggota kelompok kelompoknya masing-masing Meminta siswa untuk bekerjasama 2 dengan anggota kelompok. tetapi tidak membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 3 dengan anggota kelompok dan kurang membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 4 dengan anggota kelompok dan membimbing siswa Guru membimbing siswa Tidak membimbing siswa dalam 1 mengamati lingkungan sekitar mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan Membimbing siswa dalam materi pembelajaran mengamati lingkungan sekitar. 2 tetapi tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar. 3 tetapi kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar 4 yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masing-masing Tidak meminta masing-masing kelompok belajar mencari kelompok belajar siswa mencari 1 informasi atau pengetahuan informasi atau pengetahuan baru baru dari materi pembelajaran dari materi pelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 2 informasi baru yang tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 3 informasi baru yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 4 informasi baru yang berhubungan dengan materi pembelajaran Aspek Penilaian .

tetapi tidak dengan kelompok belajar lain Mengarahkan dan kurang membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan dengan kelompok belajar lainnya Mengarahkan dan membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan juga dengan kelompok belajar lainnya .No 4 Aspek Penilaian Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 2 3 4 5 Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 Kriteria Deskriptor Tidak meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok hanya menguasai konsep dari materi pembelajaran Kurang mengarahkan masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Tidak meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Mengarahkan masing-masing kelompok hanya membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing saja.

Lampiran: V.00% Cukup 11 Pekanbaru. 13 Maret 2012 Observer Titin Rositi.Pd NIP. S. Aktivitas Guru 2 3 √ Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 8 3 55. .1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.

00% Cukup 12 Pekanbaru.Pd NIP.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. S. 20 Maret 2012 Observer Titin Rositi. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 6 60. .Lampiran: V. 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.

Lampiran: V. .3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. 02 April 2012 Observer Titin Rositi.00% Sangat Baik 16 19 Pekanbaru.Pd NIP. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 3 95. S. 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.

4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. S.Pd NIP. 10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 20 100. .00% Sangat Baik 20 Pekanbaru. 10 April 2012 Observer Titin Rositi.Lampiran: V.

5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR SIKLUS I DAN SIKLUS II No 1 Aktivitas Guru Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 2 II 3 III 4 IV 4 2 3 3 4 4 3 2 2 4 4 4 2 2 4 4 5 2 2 4 4 11 55.Lampiran: V.00% 100.00% Sangat Baik Sangat Baik .00% Cukup 19 20 95.00% Cukup 12 60.

tetapi tidak dapat mengambil pelajaran dari yang diamati Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran dan dapat menarik kesimpulan dari setiap yang diamati Siswa berdiam diri dan tidak melakukan tugas yang diberikan guru Siswa mencari informasi atau pengetahuan baru dengan sendirinya Siswa dengan anggota kelompoknya masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran. tetapi tidak secara kompak Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing secara kompak Siswa bersama anggota kelompoknya tidak melakukan aktivitas yang diberikan guru Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran.Lampiran: VI RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS SISWA No 1 Aspek Penilaian Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Kriteria Skala 1 2 3 4 Deskriptor Siswa tidak mahu bekerjasama dengan anggota yang telah ditentukan guru Siswa kurang mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing. tetapi tidak mendapatkan informasi atau pengetahuan yang baru Siswa dengan anggota kelompok masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran dan menemukan informasi atau pengetahuan yang baru 2 Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 1 2 3 4 3 Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 1 2 3 4 .

tetapi tidak mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain dan mampu menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain 2 3 4 5 Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 .No 4 Aspek Penilaian Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 Kriteria Deskriptor Siswa bersama anggota kelompoknya tidak mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa bersama anggota kelompoknya kurang mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. tidak bersama anggota kelompok Siswa bersama anggota kelompoknya mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok tidak mahu membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing. tetapi tidak mahu mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain.

Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3.Lampiran: VI. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 3 2 2 1 2 Ket 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 3 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 1 1 3 3 2 2 2 1 3 2 2 1 3 2 1 3 2 2 3 2 . Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. AMIRUDDIN M. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1.

Pd NIP. 1055187011 Titin Rositi. D QUEEN LAILA. TEDDY PRATAMA M.75 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 82 79 88 92 51. DWIFA SYUKRI FADLI M.00 57. Mengetahui.38 55.25 49.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. S.50 Ket Pekanbaru. 13 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM.Pd NIP. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. M. NUR FADLI M. RYAN PRADANA M. 19570720 197612 1001 . Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 2 2 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 78 48.

Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. AMIRUDDIN M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 1 2 2 3 3 3 2 2 3 4 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 3 2 2 3 2 3 2 1 1 3 3 3 2 1 2 Ket 1 2 3 2 2 3 1 3 1 3 2 4 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 2 2 3 3 3 2 4 1 3 2 3 1 3 2 1 3 2 2 3 2 . Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2.Lampiran: VI. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.

DWIFA SYUKRI FADLI M. M. Mengetahui.38 63. 19570720 197612 1001 . ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .Pd NIP. D QUEEN LAILA. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 3 2 2 2 4 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 4 92 57.50 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 99 94 103 101 61.88 58.13 Ket Pekanbaru. TEDDY PRATAMA M. RYAN PRADANA M. 1055187011 Titin Rositi.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M.75 64. 20 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. S. NUR FADLI M.Pd NIP. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.

Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 3 2 4 2 2 3 3 3 4 3 3 4 2 2 3 4 4 4 2 3 3 Ket 1 2 3 3 3 4 2 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 2 .3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2.Lampiran: VI. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. AMIRUDDIN M.

75 81. 1055187011 Titin Rositi.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. RYAN PRADANA M.Pd NIP. NUR FADLI M. 19570720 197612 1001 . Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 133 83. D QUEEN LAILA. S. TEDDY PRATAMA M. DWIFA SYUKRI FADLI M.75 88.88 88.13 Ket Pekanbaru.Pd NIP. M. 02 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. Mengetahui. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .13 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 3 4 4 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 2 2 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 126 131 142 141 78.

Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. AMIRUDDIN M. 10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 Ket 1 3 4 3 3 4 3 4 2 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 . Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2.Lampiran: VI. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.

1055187011 Titin Rositi. TEDDY PRATAMA M.56 Ket Pekanbaru.83 20. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 141 19.42 20. RYAN PRADANA M. M.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. Mengetahui.58 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 148 147 150 148 20. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . 10 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM.56 20. DWIFA SYUKRI FADLI M.Pd NIP. D QUEEN LAILA. S.Pd NIP. NUR FADLI M. 19570720 197612 1001 .

13% Sangat Baik 734 91.Lampiran: VI.75% Sangat Baik .385% Cukup 489 61.13% Baik 673 84.5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I DAN SIKLUS II No Aktivitas Siswa Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 78 II 92 III 133 Siklus II IV 141 1 2 82 99 126 148 3 79 94 131 147 4 88 103 142 150 5 92 101 141 148 419 53.

4. 1. dan 5 c. Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 3. Soal Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya a.1 KISI-KISI SOAL SIKLUS PERTAMA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan 1. 5. dan 3 b. Raflessia d. Josh Bush 2.Lampiran: VII. Sir Philip Christison b. 2. untuk a. tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II. Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. 4. 3. Melakukan perdamaian dunia c. Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah. Melucuti senjata tentara Jepang b. adalah a. Menyerang kembali bangsa Indonesia d. 3. 2. Cristopher Colombus c. Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas. sebagai berikut: 1) Ir. dan 6 Kognitif Kunci Jawaban C1 C2 C3 C4 C5 C6 A √ A √ A √ . dan 4 d.

Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c. Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c. kecuali a. Masyarakat Surabaya meraih kemenangan C √ C √ D √ . Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan a. Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d. Sebutkan beberapa desakan Negara.Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II.4. Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b. Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d. a dan b benar 5. Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini 6. Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b. Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 a. Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b.

Sehingga. Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 10. Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c. disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka. Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b. Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b. Jakarta d. Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri A √ C √ B √ D √ . Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d. Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c. Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d. Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah a. Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah. Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d. Ambarawa 9. Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno a. Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia a. Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 7. Salah semua 8.c. Bukittinggi b. Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api a. Surabaya c.

Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 12. Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik. 90. 000 d. budaya dan pertahanan keamanan 11. ekonomi. 000 c. sosial. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia a. 11. 000 13. adalah a. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. 10. Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c.b. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya a. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia D √ C √ A √ . 000 b. Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d. 12. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c.

09 November c. Mengusulkan sendiri d. Drs. 11 November d. dan 3 c. A √ C √ C √ D √ B √ . Beligia 6. Mr. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia a. 4. 5. 1. 4. Amerika 5. Netherland Indies Civil Administration 18. Mohammad Hatta 17. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN. Inggris 3. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN). Belanda c. 12 November 15.Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 14. Netherland Indies Civil Ambarawa d. Australia 4. Netherland Indies Company America b. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati a. 3. dan 7 16. dan 7 d. Netherland Indies Club Administration c. Australia adalah negara yang dipilih oleh a. Indonesia 2. Indonesia b. Syarifuddin Prawiranegara d. 6. R. NICA adalah singkatan dari a. Di bawah ini beberapa Negara di dunia 1. Indonesia dan Belanda d. Belanda 7. 1. Abdul Kadir Widjojoatmodjo c. dan 5 b. 2. Hamengkubuwono IX b. adalah a. 10 November b.

Mohommad Toha c.19. NICA b. PDRI B √ A √ . Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 a. Mohammad Hamdan d. Mohammad Hasbullah 20. KNIL d. Perjanjian Renville diprakarsai oleh a. KTN c. Mohammad Haryono b.

sebagai berikut: 1) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 2) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik Kunci Jawaban C1 Kognitif C2 C3 C4 C5 B √ 2. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c. 6 Mei 1949 b. Soal Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal Sir Philip Christison a. a. c salah semua Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda. b. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d. 9 Mei 1949 Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan a. 7 Mei 1949 c. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b. B √ 3. C √ .Lampiran: VII. 8 Mei 1949 d.2 KISI-KISI SOAL SIKLUS KEDUA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan 1.

3 dan 4 c. 3) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 4) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 5) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda: a. 1. 4 dan 5 d. Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. yaitu Indonesia dan Belanda B √ .4. 2 dan 3 b. Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. 1. karena a. 4 dan 5 Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan. 2. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara. 3.

Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b. Agussalim b. 5. 7. Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c. Moh Hatta Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda: a.d. Hamengkubuwono IX c. 6. H. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen A √ D √ A √ . Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan a. Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda: a. Soekarno d. Drs. Ir.

22 Juli sampai 1 November 1949 f. 9. 8. Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia D √ D √ . Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c. 23 November 1949 d. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan c. Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c. 5 sampai 7 November 1949 e. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d.b. 23 Juli sampai 2 November 1949 Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia: a.

Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada B √ A √ D √ . Agar membentuk dan dan memimpin PDRI b. Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b. Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b. Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan 11. Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia a. Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 a. Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d. Mengapa Ir. Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12.10. Tujuan PDRI dibentuk adalah: a. Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c. Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu d. Agar melancarkan serangan kepada Belanda c.

Salah semua c. Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b. kecuali: a. Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda. Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c. a dan b benar 14. kecuali:: a. Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia d. Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu c. Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13. C √ D √ . Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan b. untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag.Membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia d. Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d.

Membentuk kabinet baru 18. Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi.15. Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d. adalah a. Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c. Menggalang persatuan nasional b. Mengamankan NKRI d. Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya e. Memimpin TNI dengan penuh semangat b. Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI: a. adalah: c. Berhasil memimpin koperasi di tanah air b. Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c. Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17. Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c. b dan c salah semua B √ B √ A √ C √ . karena: a. Melakukan pemberontakan di Madiun d. a. Memimpin pasukan f. Memimpin TNI dalam peperangan d. Perjuangan luar biasa 16. Tujuan dibentuk Kabinet Hatta. Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar.

Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo: a. Melawan setiap penjajahan yang ada d. Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan a. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b.19. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c. Pidatonya b. Teriakan d. Senjata yang lengkap B √ A √ . Nyanyian c. Tidak melakukan apa-apa 20.

........... dan 6 5.. 1...Lampiran: VIII. 3....... 4.. 5.... Sir Philip Christison c.. 21.... Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d....... Cristopher Colombus d............. a... Sebutkan beberapa desakan Negara.... Raflessia b........ tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II. Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya........... Menyerang kembali bangsa Indonesia d... dan 5 d.... untuk ...... 3........ 2. kecuali. Melakukan perdamaian dunia c... : ..... Josh Bush 3.......... Pilihlah jawaban di bawah ini! 22. Melucuti senjata tentara Jepang b. a dan b benar ... 2.. adalah ... PETUNJUK 1.1 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA Hari/Tanggal Nama Siswa : ........ dan 4 b...... sebagai berikut: 1) Ir.. Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas... Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia.. Waktu yang disediakan adalah 70 menit 2.......Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II... SOAL-SOAL 2........ 4. Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b........... a... a............ a. Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c......... Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah.... Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 4.... dan 3 c...

.... a... Masyarakat Surabaya meraih kemenangan c.. Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 . Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah. Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b........ Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c........... Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b... Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 11. budaya dan pertahanan keamanan .......... Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno ... a....... sosial.. Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c.. Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d... ekonomi.. Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d. Sehingga....... Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c...... Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api . Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan . Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d.... disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka.. a......... Jakarta d..... a. Bukittinggi b......... Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik...... Surabaya c....... 7.6......... a.. Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah ... a.. Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini..... Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d.. Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri b. Salah semua 9. Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d.... Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b. Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c.. Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia . Ambarawa 10. Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 8........ Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b.

12. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.................... a. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d. Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 13. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya .................... a. 90.000 orang c. 10.0000 orang b. 11.000 orang d. 12.000 orang 14. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk, adalah .................. a. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia d. Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 15. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati ........................ a. 09 November c. 10 November b. 11 November d. 12 November 16. Di bawah ini beberapa Negara di dunia: 1. Indonesia 2. Inggris 3. Australia 4. Amerika 5. Beligia 6. Belanda 7. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN, adalah a. 1, 2, dan 3 c. 3, 4, dan 5 b. 5, 6, dan 7 d. 1, 4, dan 7 17. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia ................... a. Hamengkubuwono IX c. Mr. Syarifuddin Prawiranegara b. R. Abdul Kadir Widjojoatmodjo d. Drs. Mohammad Hatta 18. NICA adalah singkatan dari ................. a. Netherland Indies Company America b. Netherland Indies Club Administration c. Netherland Indies Civil Ambarawa
d. Netherland Indies Civil Administration

19. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN), Australia adalah negara yang dipilih oleh .................. a. Indonesia c. Indonesia dan Belanda b. Belanda d. Mengusulkan sendiri 20. Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 .............. a. Mohammad Haryono c. Mohammad Hamdan b. Mohommad Toha d. Mohammad Hasbullah 21. Perjanjian Renville diprakarsai oleh ................ a. KTN c. NICA b. KNIL d. PDRI

Lampiran: VIII.2 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA

Hari/Tanggal Nama Siswa 23. PETUNJUK

: ............................................... : ...............................................

3. Waktu yang disediakan adalah 70 menit 4. Pilihlah jawaban di bawah ini! 24. SOAL-SOAL 1. Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal ............................... a. 6 Mei 1949 c. 8 Mei 1949 b. 7 Mei 1949 d. 9 Mei 1949 2. Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan .................... a. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d. a, b, c salah semua 3. Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda, sebagai berikut: 6) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 7) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik 8) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 9) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 10) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda ............ a. 1, 2 dan 3 c. 3, 4 dan 5 b. 2, 3 dan 4 d. 1, 4 dan 5 4. Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan, karena ..................... a. Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara, yaitu Indonesia dan Belanda d. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia

. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d. Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan ... Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda a... Soekarno b..... Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b..... Drs.5.. Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c... Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c. Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan .. Hatta 7. Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda ...... Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda 8..... Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d. a... Sri Sultan Hamengkubuwono IX d. Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b.......... Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan .. 23 Juli sampai 2 November 1949 9.. Moh.. Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada 6.. Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia ....... 5 sampai 7 November 1949 d. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia 10......... Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen b... Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia .............. H.. a.. a.. Ir.... a.. Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b.... Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c.... 23 November 1949 c. Agussalim c.. Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c..... a....... 22 Juli sampai 1 November 1949 b... Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d.. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d...

Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c....... Memimpin pasukan 16..... Melakukan pemberontakan di Madiun d... Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c.... Memimpin TNI dengan penuh semangat b.. a....... Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17... Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12......... adalah ........... Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d.... e.. Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan f.... Mengapa Ir.......... Tujuan PDRI dibentuk adalah .. Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia h.. Menggalang persatuan nasional b... adalah sebagai berikut . kecuali: e.. untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag...... a.. Salah semua 15... a dan b benar 14. Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b.. Mengamankan NKRI h..... Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. g... Melawan setiap penjajahan j. Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b.11.... a. Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu h...... Tujuan dibentuk Kabinet Hatta. Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar TKR. kecuali .. Agar melancarkan serangan kepada Belanda g. Agar membentuk dan memimpin PDRI f.... a. Memimpin TNI dalam peperangan d. Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu g. Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada c. Pemerintah Darurat Republik Indonesia d... Membentuk kabinet baru .... Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda. Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya i. Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c.. Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 .... Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI ..... Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13......

b dan c salah semua 19.. Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c.. Semoga Sukses .18........ Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan .... Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b..... Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c. karena ... Nyanyian d..... Pidatonya c... Tidak melakukan apa-apa 20. a.. a... Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d....... Berhasil memimpin koperasi di tanah air b.. a.. Teriakan b.... a.. Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo . Melawan setiap penjajahan yang ada d... Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi... Senjata yang lengkap Selamat Bekerja......

Lampiran: IX.1 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN A A A C C D A C B D D C A A C C D B B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .

Lampiran: IX.2 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN B B C B A D A D D B A D C D B B A C B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .

50 Ket Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas . D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. AMIRUDDIN M.1 SKOR DASAR HASIL BELAJAR SISWA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. RYAN PRADANA M. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . DWIFA SYUKRI FADLI M.465 61. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 70 45 55 85 70 85 15 50 65 80 55 70 55 60 85 85 80 70 65 2. ARIF M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI.63 23 17 Tidak Tuntas 57.Lampiran: X. NUR FADLI M. TEDDY PRATAMA M. D QUEEN LAILA.50 42.

NUR FADLI M.Lampiran: X. D QUEEN LAILA. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 85 90 85 100 95 90 35 90 95 95 65 95 90 60 95 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3.270 81. RYAN PRADANA M. AMIRUDDIN M. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.75 . P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. TEDDY PRATAMA M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . ARIF M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI.2 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. DWIFA SYUKRI FADLI M.

ARIF M.Lampiran: X. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 90 90 95 100 95 90 70 90 100 95 90 95 95 90 100 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3. D QUEEN LAILA. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. RYAN PRADANA M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.615 90. DWIFA SYUKRI FADLI M. NUR FADLI M.38 . ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .3 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. TEDDY PRATAMA M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. AMIRUDDIN M.

DWIFA SYUKRI FADLI . S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.Lampiran: X. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Jenis Kelamin P P L L P P P P L L L P P L P P P P L L L Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 Ketuntasan Individu Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian I 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian II 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. AMIRUDDIN M.4 Analisis Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas V. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. ARIF M.

00 40 100.50 Tidak Tuntas Ulangan Ketuntasan Harian Individu II 85 90 Tuntas Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 85 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 35 Tidak Tuntas 70 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 65 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 60 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 34 85.00 6 15. D QUEEN LAILA. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .50 16 42.No 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa Jenis Kelamin L L L L P L P P L L L L L L L L L P P Skor Dasar Ketuntasan Individu Ulangan Harian I M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal 70 Tuntas 45 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas 85 Tuntas 70 Tuntas 85 Tuntas 15 Tidak Tuntas 50 Tidak Tuntas 65 Tuntas 80 Tuntas 55 Tidak Tuntas 70 Tuntas 55 Tidak Tuntas 60 Tuntas 85 Tuntas 85 Tuntas 80 Tuntas 70 Tuntas 65 Tuntas 23 57. NUR FADLI M. RYAN PRADANA M.00 0 Tuntas Tuntas Ketuntasan Individu . TEDDY PRATAMA M.

LAMPIRAN. 3: Siswa Menjelaskan Hasil Temuannya Dok.A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN PEKANBARU Dok. 4: Observer Mengamati Aktivitas Pembelajaran . XI DOKUMENTASI AKTIVITAS PEMBELAJARAN CTL DI KELAS V. 1: Guru Menjelaskan Pembelajaran Dokumentasi 2: Guru membimbing siswa mengamati Dok.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->