PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS

V.A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN KOTA PEKANBARU

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

OLEH:

DARMITA NIM. 1005187011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012

ABSTRAK

Darmita. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Riau. Kata Kunci: Model CTL, Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Model pembelajaran CTL merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran, yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata. Sehingga dengan penerapan model ini siswa lebih berperan dari pada guru dalam pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Penerapan Model Pembelajaran CTL Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Pada Materi Pokok Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V.A SDN 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 40 orang siswa. Hal demikian dapat diketahui dari: Peningkatan aktivitas belajar siswa dari setiap pertemuan adalah sebesar 72,34, dengan kategori “baik”; Peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran dari setiap pertemuan adalah sebesar 77,50, dengan kategori “baik”. Peningkatan hasil belajar siswa secara individu dari setiap pertemuan adalah adalah sebesar 77,92 dengan kategori “sangat baik”; dan Peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal dari setiap pertemuan adalah sebesar 80,83% dengan kategori “amat baik”. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dan dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012.

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang memberikan taufik dan hidayah-Nya serta nikmat yang tak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”. Selanjutnya shalawat serta salam tidak lupa penulis sampaikan kepada junjungan alam yakni Nabi besar Muhammad SAW, yang merupakan seorang pejuang sejati yang telah membawa ummatnya dari kehidupan yang penuh kebodohan sampai kepada kehidupan yang penuh dengan ilmu penngetahuan dan akhlak mulia sebagaimana kta rasakan sekarang. Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran IPS di sekolah dasar yang dapat mengembangkan hakikat pembelajaran IPS yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk menyelesaikan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ashaluddin Jali, MS, selaku Rektor Universitas Riau. 2. Bapak Dr. H. M. Nur Mustafa, M. Pd selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau 3. Bapak Drs. Lazim. N. M.Pd, selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau.

Suami tercinta (Achmad Yusuf) dan Anak-Anak tercinta (Ridza Fitria Akhdar. Ayahanda Bakri dan Teso Sakido . Bapak Drs. Damanhuri Daud. 1005187011 . selaku Pembimbing II. amin.Pd. Juli 2012 Penulis DARMITA NIM. Ibunda Katiamah dan Juminem (Almarhumah). Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. S. dan Bapak Drs. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. 7. yang tidak dapat disebutkan satu persatu. S. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. serta Keluarga Besar penulis.Pd. Pekanbaru.4. untuk itu kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan sangat penulis harapkan. H. 5. Zulkifli. Yang berbahagia orang tua penulis. 6. Farhan Sakido). Semoga ini dapat memberikan manfaat. Teman-teman seperjuangan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. selaku Pembimbing I.

............................ DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... D................................................................................................................ 2............................................................................................ Hipotesis Tindakan... Teknik Pengumpulan Data ...................................... B....................................................................................... G............................................. Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran CTL dengan Hasil Belajar Siswa .............................. Indikator Hasil Belajar ......................................... DAFTAR GAMBAR .............................. Tujuan Penelitian ....................... 4............ Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar .......................................................... KONSEP TEORI A................................. C................. Teknik Analisis Data i ii iv vi vii viii 1 4 5 5 6 BAB II 8 8 10 12 13 15 17 17 18 19 21 24 25 BAB III 26 26 26 27 29 30 ...................... Defenisi Operasional .................................................................. B....................................................................................................... Rumusan Masalah .. E................................. 1................ METODOLOGI PENELITIAN A.... Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning ................. BAB I PENDAHULUAN A...... D................................................... Setting Penelitian .......................... Variabel Penelitian ............................... DAFTAR ISI .................. B.............................. 5.................. Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran CTL ........ Latar Belakang ................ 3............. Pengertian...................... Pengertian..... Hasil Belajar .............................................. D....... 4......................... 3......................................... Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran CTL .......................................... Subjek Penelitian.................................................................................................. Rencana Tindakan ............................................ F..................................................................................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK .. Aktivitas Belajar Siswa ..................... KATA PENGANTAR .................................................... Instrumen Penelitian... C.. Komponen Pembelajaran CTL. C........................................... Prinsip-Prinsip Pembelajaran CTL ...................................... 1...................................................................... 2.................................. DAFTAR TABEL ............................. E............. Manfaat Penelitian ..........................

..................... Ketuntasan Individu ..................... 3.......................... 1.................... Analisis Hasil Penelitian ....................... Ulangan Harian Siklus II..................... Pertemuan Pertama.. B................................. 2..................... D........ Pelaksanaan Tindakan Siklus II ......... 2.................................................................................................... Aktivitas Siswa ......................... Aktivitas Guru .......................... 3... Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran ........................................................... Hasil Belajar Siswa ........ Pertemuan Kedua .... Pertemuan Pertama............................................................. Aktivitas Siswa ................................ Refleksi Siklus II ............ Pertemuan Kedua .................... 4............... 1...................... Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I .................... Hasil Tindakan ................. 3.. Ketuntasan Klasikal ..... 2........................................... 35 36 36 38 39 40 42 42 44 45 46 47 47 49 51 54 54 56 57 59 BAB V 61 63 64 DAFTAR PUSTAKA .......... C.......................................................... 4.......................................................................................................BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A..................................... B............................... 2..... Pembahasan Hasil Penelitian .... LAMPIRAN-LAMPIRAN ............... 4............................................. Kesimpulan .................. 1............................................................................................................................................................. 3....... Pelaksanaan Tindakan Siklus I................ 1........................................................ KESIMPULAN DAN SARAN A... Refleksi Siklus I . E....... Saran-Saran ........................

..................... 55 58 58 59 ..........2 Gambar 4.....................DAFTAR GAMBAR Gambar 4.................. Perbandingan Ketuntasan Klasikal .1 Gambar 4..................................4 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran ................ Perbandingan Ketuntasan Individu .......3 Gambar 4................. Aktivitas Belajar Siswa ...................

.........................A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada 33 33 Siklus I dan II .................................................. Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V......................... Tabel 4..............DAFTAR TABEL Tabel III............................. Tabel 4.............4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V................ 48 49 51 53 ..A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ..2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran CTL Pada Siklus I dan II..............1 Tabel III............1 Aktivitas Guru Dan Siswa ........2 Tabel 4...... Ketuntasan Hasil Belajar Siswa .....A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ...................................... Tabel 4......3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V...............

............. Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Dan Lembar Observasi Aktivitas Guru Selama Proses Pembelajaran ................................................................................ Lampiran IX Lampiran X Lampiran XI Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian ........................ Lembar Kerja Siswa (LKS)........................... Dokumentasi Pelaksanaan Penerapan Model Pembelajaran CTL ........................................................ Skor Hasil Belajar Siswa............................................... 126 .......... Lampiran VII Kisi-Kisi Soal ................................. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V Jadwal Penelitian....................................... Lampiran VI Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa Dan Lembar Observasi Aktivitas Siswa Dengan 87 98 111 119 121 80 66 67 68 76 Menggunakan Model CTL .......................... Lampiran VIII Soal Ulangan Harian ............................................................................................................................................. Silabus ............................................

sehingga peserta didik benar-benar mampu menguasai dan memahami dari setiap pembelajaran yang disampaikan. maka peran guru sangat diharapkan. diketahui hasil belajar IPS siswa Kelas V. Untuk ketuntasan individu yaitu 60. Agar tujuan pembelajaran tercapai. Hasil observasi sebelum penelitian dilakukan. pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sudah dikenalkan kepada peserta didik berada di tingkat Sekolah Dasar (SD). akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa tersebut. bidang kajian ini memiliki pesan-pesan penting tentang kehidupan dan keberlangsungan umat manusia. dan ketuntasan klasikal yaitu . Oleh karena itu. Untuk itu. Karena. Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mengacu kepada ketentuan Sistem Pendidikan Nasional.BAB I PENDAHULUAN A. Dengan demikian. Tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kepada siswa kelas V tingkat Sekolah Dasar (SD) yaitu memberikan pengajaran kepada peserta didik untuk menghargai besarnya peranan tokoh-tokoh perjuangan serta masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang kajian yang diajarkan kepada peserta didik pada pendidikan formal yaitu sekolah.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan. guru harus memilih dan menentukan model pembelajaran yang sesuai dan tepat agar setiap materi yang diajarkan mudah dipahami.

Model pembelajaran ceramah masih menjadi pilihan dalam penyampaian materi. dan kurang bersemangat untuk belajar. Banyak siswa tidak dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. hal ini terlihat dari sikap siswa yang kurang dalam memperhatikan pembelajaran yang disampaikan. 5.00%.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru terutama pada pembelajaran IPS.70. Dari 40 orang siswa hanya 16 orang siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dengan persentase 40. 4. yaitu: 1. Banyak siswa yang tidak dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru. Adapun nilai rata-rata hasil belajar siswa IPS adalah 56. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang tidak mengikuti arahan yang diberikan guru dalam pada saat pembelajaran berlangsung.00%. Dari observasi di atas. . Hasil observasi di Kelas V. Rendahnya tingkat penguasaan dan pemahaman siswa. 2. Guru masih menggunakan model pembelajaran klasik dalam pembelajaran IPS yaitu model pembelajaran ceramah dan tanya jawab. sehingga siswa cenderung bosan. yaitu: 1. 3.13%. diketahui beberapa penyebab rendahnya hasil belajar siswa Kelas V. Sebagian siswa merasa bosan dengan model pembelajaran yang diterapkan guru saat pembelajaran IPS berlangsung.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru khususnya pada pembelajaran IPS. Banyak siswa tidak terlibat dalam pembelajaran di kelas. Sementara jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) berjumlah 24 orang siswa dengan persentase 60. yaitu kehidupan sehari-hari. ditemukan beberapa gelaja-gejala sebagai berikut.

akan berdampak terhadap rendahnya kualitas pembelajaran siswa. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Tukiran. . perlunya menemukan solusi alternatif sehingga siswa Kelas V. 2.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru memperoleh hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang optimal. yang menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).Dengan demikian. 2011: 49). Sedangkan. sehingga terbentuklah kesenjangan antara siswa yang pintar dan siswa yang kurang pintar. karena tanpa disadari dalam metode ini hanya memberikan kesempatan kepada siswa yang pintar dan aktif yang akan menjawab pertanyaan yang diberikan. Belum adanya guru di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. metode tanya jawab merupakan salah satu metode yang kurang efektif. di antaranya dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). dan memungkinkan hasil belajar siswa akan menurun. Berdasarkan beberapa penyebab dan gejala-gejala permasalahan di atas. Karena penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) bertujuan agar siswa terlibat secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.

bertanya (Questioning). . Dari uraian di atas. pemodelan (Modeling). karena dalam model pembelajaran CTL ini keterlibatan siswa secara dan siswa lebih berperan aktif dari pada guru.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru?”. maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Apakah Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. yaitu kontruktivisme (Contructivism). masyarakat belajar (Learning Comunity). Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas peneliti. penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. Hal ini disebabkan adanya tujuh komponen yang harus ada dan diterapkan dalam model pembelajaran tersebut. B. Selanjutnya. menemukan (Inquiry). dimana model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan salah satu dari model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. siswa dapat memahami dan menghubungkan secara langsung antara materi pembelajaran dengan kondisi yang nyata yang ada di lingkungannya.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan pokok bahasan Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Perumusan Dasar Negara.Setelah melakukan kajian sederhana. dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) Dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”.

3. Guru a. Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam belajar mengajar dengan yang berkelanjutan. Sekolah a. Meningkatkan kualitas kegiatan mengajar bagi guru kelas. Diharapkan dapat memanfaatkan model pembelajaran yang dapat diterapkan pada guru-guru lainnya .A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. c.C. Meningkatkan kualitas dan kuantitas proses belajar siswa kelas V. c. D. b.A SDN 183 Tampan Pekanbaru dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V. Meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. Sebagai bahan informasi untuk meningkatkan profesionalisme guru kelas. Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Manfaat Penelitian Penelitian tindakan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk: 1. 2. Siswa a. b.

. Defenisi Operasional Peneliti ingin menguraikan istilah-istilah yang ada pada judul skripsi ini dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam dalam menafsirkan judul. komputer. c. Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran dalam belajar mengajar dengan pengajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang berkelanjutan. dan mempraktekan. kurikulum dan lain-lain. film. E. pengenaan prihal. Sebagai landasan untuk dapat dijadikan kajian lebih lanjut dalam cakupan yang lebih luas. Adapun model pembelajaran menurut menurut Joyce dalam Trianto (2007: 5) adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku. yaitu: Penerapan menurut kamus Bahasa Indonesia oleh Anwar (2001: 516) adalah pemasangan. Sementara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) menurut Sanjaya (2009: 255) adalah Pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.b.

dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah.Hasil Belajar menurut Hamalik (2006: 51). adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut. penerapan aplikasi. Adapun peningkatan hasil belajar yang dikaji dalam penelitian ini adalah hasil belajar dari aspek kognitif. dan evaluasi.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. di antaranya ranah kognitif. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. terutama hasil belajar IPS siswa Kelas V. analisis. secara garis besar membagi hasil belajar ke dalam tiga ranah. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. pemahaman atau komprehensif. yakni pengetahuan hafalan. Menurut Bloom dalam Poerwanto (2010: 43). . Dari uraian defenisi konsep operasional di atas. sintesis. maka dapat diketahui dan dipahami bahwa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

artinya guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya (Rusman.BAB II LANDASAN TEORI A. 2010: 133). Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) 1. artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan . artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman langsung. Menurut Candra (2010:23). 2010: 132). mengemukakan tiga konsep yang harus dipahami. 2) Contextual Teaching and Learning mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Adapaun model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan. yakni: 1) Contextual Teaching and Learning menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. 2009:255). Pengertian Model pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Rusman.

3) Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. permodelan. pengetahuan itu pada dasarnya merupakan organisasi dari semua yang dialami. yakni kontruktivisme. pengetahuan yang demikian akan mudah dilupakan dan tidak fungsional. yakni: a. masyarakat belajar. sehingga dengan pengetahuan yang . akan tetapi proses mengkonstruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. tidak akan menjadi pengetahuan yang bermakna. dan penilaian nyata (Trianto. Belajar bukanlah menghafal. Belajar adalah proses pemecahan belajar bukan sekadar mengumpulkan fakta yang lepas-lepas. Oleh karena itulah. 2007:105). Pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemberitahuan orang lain. maka terdapat beberapa hal yang harus dipahami tentang belajar dalam pembelajaran kontekstual (CTL). inkuiri. b. semankin banyak pengalaman maka akan semankin banyak pula pengetahuan yang mereka peroleh. Pengajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual. Dari asumsi dan karakteristik yang mendasarinya.kehidupan nyata. bertanya. artinya Contextual Teaching and Learning bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya.

2. Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks. pola bertindak. yaitu: a.dimiliki akan berpengaruh terhada pola-pola perilaku manusia. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Rusman (2010: 193-197). oleh karena itu belajar tidak dapat sekaligus akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa. maka akan emangkin dalam berfikir. Belajar secara kintekstual adalah belajar begaiman anak menghadap setiap persoalan. c. d. . Kontruktivisme (contructivism) Prinsip pembelajaran ini merupakan landasan and berpikir (filosofi) yaitu dalam bahwa Contextual Teaching Learning. e. 2009:256). seperti pola piker. pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. oleh karena itu pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak (real world learning) (Sanjaya. kemampuan memecahkan persoalan termasuk penampilan atau performance seseorang. Semangkin pengetahuan seseorang luas dan mendalam. Belajar pada hakikatnya adalah menangkap pengetahuan dari kenyataan. terdapat tujuh prinsip pembelajaran Contextual Teaching and Learning.

agar siswa bisa memenuhi harapan siswa secara menyeluruh. Seperti yang disarankan dalam Learning Community. Oleh karena itu. Permodelan (Modelling) permodelan (Modelling) merupakan salah satu prinsip dalam pembelajaran Contextual Teaching and Learning. d.b. Tahap permodelan dapat dijadikan alternatif untuk mengembangkan pembelajaran. Bertanya (Questioning) Unsur lain yang menjadi karakteristik utama Contextual Teaching and Learning adalah kemampuan dan kebiasaan untuk bertanya. Menemukan (Inquiry) Prinsip menemukan (inquiry) merupakan prinsip inti dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning. . dan membantu mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh para guru dalam pembelajaran. e. Masyarakat Belajar (Learning Community) Adapun maksud dari masyarakat belajar (Learning Community) adalah membiasakan siswa untuk melakukan kerjasama dan memanfaatkan sumber belajar dari teman-teman belajarnya. bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain melalui berbagai pengalaman (sharing). tetapi merupakan hasil merumuskan sendiri. bertanya merupakan strategi utama dalam Contextual Teaching and Learning. c. melalui upaya menemukan akan memberikan penegasan bahwa pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan-kemampuan lain yang diperluas bukan merupakan hasil dari mengingat seperangkat fakta-fakta. Karena pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang selalu dimulai dari bertanya.

menimbang. Memberikan layanan secara individual (natural the individual) g. Melakukan proses belajar yang diatur sendiri (self regulated learning) d. Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berarti (doing significant work) c. menghayati. Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking) f. Dengan kata lain. Penilaian Sebenarnya (Authentic Assessment) Prinsip terakhir dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah melakukan penilaian. . g. komponen pembelajaran Contextual Teaching and Learning meliputi: a. Mengadakan kolaborasi (collaborating) e. siswa diberi kesempatan untuk mencerna. 3. Menggunakan asesmen autentik (using authentic assessment). Menjalin hubungan yang bermakna (making meaningful connections) b. dan melakukan diskusi dengan dirinya sendiri (learning to be).f. Refleksi (Reflection) Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang terjadi atau baru saja dipelajari. membandingkan. refleksi adalah berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Komponen Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Elain dalam Rusman (2010: 192). Pada saat refleksi. Tahap penilaian sebagai bagian dari integral dari pembelajaran memiliki fungsi yang amat menentukan untuk mendapatkan informasi kualitas proses dan hasil pembelajaran melalui penerapan Contextual Teaching and Learning. Mengupayakan pencapaian standar yang tinggi (reaching hight standards) h.

senada dengan beberapa langkah yang dikemukan Rusman (2010: 192). Ciptakan masyarakat belajar. maka model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan.Bila diperhatikan dari beberapa komponen dalam pelaksanaan Contextual Teaching and Learning. g. maka dapat diasumsikan bahwa dengan terpenuhinya beberapa komponen di atas. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. 2007: 105). . menemukan sendiri. e. b. Hadirkan contoh dalam pembelajaran. d. Lakukan refleksi diakhir pembelajaran. Beberapa langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning yang dikemukan Trianto di atas. c. Kembangkan pemikiran bahwa anak belajar lebih bermakna dengan sendiri. 4. Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Secara garis besar langkah-langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning sebagai berikut: a. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri (menemukan) untuk semua topik. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara (Trianto. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan pengetahuan baru. f.

d. b. kemudian memperhatikan detailnya. Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif. artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa. artinya apa yang dipelajari tidak lepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi. melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu konsep tersebut direvisi dan dikembangkan. e. karena langkah lebih fleksibel dan sistematis serta sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge). sehingga tampak perubahan perilaku siswa. Dari beberapa langkah-langkah di atas. yaitu dengan mengaktifkan pengetahuan siswa (activating . c. terdapat lima langkahlangkah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. artinya dengan cara menyusun konsep sementara (hipotesis). Mempraktekan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge). penulis memfokuskan pada langkah-langkah yang dirumuskan oleh Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). Cara belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). yaitu: a.Menurut Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh.

yaitu: 1) Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. menambah pengetahuan baru yang dimiliki siswa (acquiring knowledge). dan e. Selanjutnya. dan indikator pencapaian hasil belajar b. 5. mempraktekan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki siswa (applying knowledge). memberikan pemahaman dan pengetahuan (understanding knowledge). agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sesuai yang diharapkan. sebab dengan dapat . Uraikan secara terperinci media dan sumber pembelajaran yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang diharapkan d. melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. Nyatakan keinginan utama pembelajaran. Rumuskan dengan jelas tujuan pembelajarannya c. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning a. yaitu sebuah pertanyaan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara kompetensi dasar.knowledge). Hal ini sangat penting. menurut Rusman (2010: 200). materi pokok. Rumuskan dan lakukan sistem penilaian dengan memfokuskan pada kemampuan sebenarnya yang dimiliki oleh siswa baik pada saat berlangsungnya (proses) maupun setelah siswa tersebut selesai belajar. maka hendaklah: a. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Kelebihan. Rumuskan skenario tahap demi tahap kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam melakukan proses pembelajarannya.

Karena dalam metode CTL. . sihingga tidak akan mudah dilupakan. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”. dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. b.mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. yaitu: a) Guru lebih intensif dalam membimbing. Kelemahan. akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. Dengan demikian. 2) Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme. b) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula. bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional.

1984 : 325). (3) Sikap dan cita-cita (Sudjana. yaitu: Pertama. setelah belajar orang memiliki keterampilan.B. kedua. Hasil belajar ini sering dicerminkan sebagai nilai (hasil belajar) yang menentukan berhasil tidaknya siswa belajar. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. 2010: 22). Hasil belajar merupakan terminal dari proses pendidikan dan pengajaran. 2002 : 9). Hasil belajar. meliputi perubahan- . aspek kognitif. (2) Pengetahuan dan pengertian. Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam belajar. Hasil Belajar 1. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. aspek efektif. sikap dan nilai (Dimyati dan Mudjiono. meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasan pengetahuan dan perkembangan keterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. Pengertian Hasil belajar adalah kapasitas. yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan. Pendapat ini sejalan dengan Muchtar Lutfzi yang mengatakan bahwa hasil belajar adalah “Tingkatan pengusaan bahan pelajaran oleh siswa. Menurut Kingsley yang dikutip oleh Sudjana hasil belajar dibagi dalam tiga macam. meliputi tiga aspek. pengetahuan. tingkat keterampilan yang diperoleh dari hasil tes yang dilakukan” (Luthfi.

dan ketiga. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu : a. dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi. terutama kualitas pengajaran (Sudjana. berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek. Ranah Kognitif. meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik (Drajat. penilaian. Faktor dari dalam diri siswa. motivasi belajar. sikap dan kebiasaan belajar. 2008: 197). Dari pembagian hasil belajar di atas. meliputi kemampuan yang dimilikinya. yakni pengetahuan atau ingatan. 2010: 25). aspek psikomotor. dan evaluasi. faktor fisik dan psikis. pemahaman. b. yakni penerimaan. Ranah Afektif. ketekunan. sosial ekonomi. b. . aplikasi. analisis.perubahan dalam sikap mental. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah. Sementara Bloom dalam Sudjana (2010: 22-23). yaitu berkenaan dengan hasil belajar intelektual. mengungkapkan ada tiga tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakan hasil belajar yaitu: a. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. 2. jawaban atau reaksi. minat dan perhatian. dan internalisasi. sintesis. perasaan dan kesadaran. organisasi. dimana peningkatan hasil belajar siswa yang diteliti adalah dalam ranah kognitif.

Berkaitan dengan faktor dari dalam diri siswa. Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-benar cocok untuk mengukur hasil belajar yang diingginkan sesuai dengan tujuan (Poerwanto. indikator keberhasilan sebagai patokan atau ukuran bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dianggap berhasil. sikap. kebiasaan belajar. . 3. dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor internal siswa antara lain kemampuan yang dimiliki siswa tentang materi yang akan disampaikan. apabila: a. ketekunan. 2010. Mengukur sampel yang representtatif dari hasil belajar dan bahan pelajaran yang telah diajarkan. baik secara individual maupun secara klasikal atau kelompok. selain faktor kemampuan. sedangkan faktor eksternal antara lain strategi pembelajaran yang digunakan guru di dalam proses belajar mengajar. Faktor-faktor psikologis akan senantiasa memberikan landasan dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar secara optimal. yaitu: a. kondisi sosial ekonomi. Kehadiran faktor psikologis dalam belajar akan memberikan andil yang cukup penting. minat. b. Indikator Hasil Belajar Menurut Isjoni Ishak.Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor intern (dari dalam) diri siswa dan faktor ekstern (dari luar) siswa. 24-25). perhatian. ada juga faktor lain yaitu motivasi. Prinsip dasar yang perlu dilakukan dalam menyusun tes hasil belajar siswa. Dari beberapa pendapat para ahli di atas. Daya serap terhadap bahan pengajaran (materi) yang diajarkan mencapai hasil belajar atau prestasi belajar tinggi. kondisi fisik dan psikis. Tes tersebut hendaknya dapat mengukur secara jelas hasil belajar. c.

Dari beberapa indikator di atas dapat dipahami bahwa ketika indikator di atas dimiliki siswa pada pelajaran matematika. Istimewa (maksimal). .b. Baik sekali (optimal). apabila seluruh bahan yang diajarkan itu dapat dikuasai oleh siswa. Kurang. menguasai. 2006: 120). Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil belajar. sehingga terdapat motivasi untuk memahami. c. 2007: 31). d. Baik (minimal). (3) Sikap dan cita-cita. hasil belajar adalah kemampuankemampuan dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. membagi hasil belajar. maka tujuan dalam pembelajaran tersebut dapat dikatakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan. apabila sebagian besar (76% sampai 99%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dipahami siswa. dan mencerna materi yang diajarkan pada tingkat ketuntasan belajar (Ishak. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi. apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya (60% sampai 75%) saja dikuasai siswa. (2) Pengetahuan dan pengertian. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa baik secara individual maupun secara kelompok (Djamarah. Selanjutnya Djamarah. Adapun indikator yang menjadi petunjuk suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah sebagai berikut: a. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. yaitu: a. b. Masalah yang dihadapi adalah sampai di tinggkat manakah hasil belajar yang telah dicapai. 121). Menurut Djamarah (2006: 24). baik secara individual maupun secara kelompok. 2006. b. c. apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari (60%) dikuasai siswa (Djamarah. Perilaku yang menggariskan dalam tujuan pengajaran atau instruksional khusus telah dicapai oleh para siswa baik secara individual maupun kelompok. Terjadinya perubahan terhadap perilaku siswa. sehubungan dengan hal ini keberhasilan proses belajar mengajar itu dibagi atas beberapa tingkatan atau taraf.

. seperti akan tahan lama diingat. prosedur didaktik merupakan sarana yang memungkinkan kegiatan pengajaran dapat menimbulkan aktifitas bagi siswa dalam proses belajar. c. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. Hasil belajar yang diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif). Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan diri terutama dalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya. dan e. komponen siswa dan materi pelajaran. kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai. yakni kondisi tentang tujuan yang ingin dicapai oleh siswa dalam belajar. bermanfaat untuk mempelajari aspek lain. ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik. ada tiga komponen dalam aktifitas proses belajar mengajar. Proses didaktik dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancer. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya. dapat dicapai melalui proses belajar mengajar yang optimal yang dapat diketahui dari ciri-ciri sebagai berikut: a. artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya. apabila kondisi yang terjadi di dalam kelas mempertimbangkan beberapa hal. hakekat bahan ajaran yang akan dikembangakan kepada siswa yang belajar. yakni komponen prosedur didaktik. Hal ini yang mendasar yang harus dilakukan guru dalam prosedur didaktik adalah.Hasil belajar yang dicapai siswa menurut Sudjana (2010: 56). Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya. 4. d. yakni mencakup ranah kognitif. pengetahuan atau wawasan. Aktivitas Belajar Siswa Menurut Winkel (1991: 177). komponen media pengajaran. b. hakekat pelajar sebagai individu yang terlibat dalam proses belajar mengajar. keterampilan atau perilaku. membentuk perilaku.

dikatakan bahwa media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. yakni: a. Media pengajaran merupakan aspek penting dalam membantu guru menyampaikan bahan ajaran. . Dalam hubungan ini prosedur didaktik tidak terbatas hanya pada satu cara. b. a. bahwa aktifitas guru dalam melakukan aktifitas/prosedur didaktik dalam proses belajar harus dapat mempertimbangkan beberapa aspek yakni. mengatakan bahwa performance guru dalam proses belajar mengajar dapat dibedakan menjadi dua hal. Menekankan pada hasil yang diperoleh siswa. c. disamping mempermudah siswa-siswa dalam menerima bahan ajaran. b. sejalan dengan pendapat Decorite dalam Winkel (1991:183-184). Rochman (1991: 4). Keadaan siswa yang actual yang terjadi dalam kelas. Performance guru itu merupakan hal yang amat penting. Menurut Gagne dalam Arief (1986: 6). Perilaku guru/performance guru dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. Menekankan pada segi proses interaksi guru siswa. Komponen yang kedua dalam proses belajar mengajar adalah komponen media pengajaran. melainkan diperlukan bermacam-macam prosedur didaktik. Tujuan instruksional khusus yang telah dirumuskan secara jelas. yang meliputi aspek perilaku dan aspek isi. sehingga keanekaragaman perilaku siswa dalam belajar dapat diwujudkan secara konkrit.Aktivitas di atas.

b. .Sedangkan menurut Einkel (1991: 187) mengatakan bahwa media pengajaran adalah suatu sarana nonpersonal yang digunakan atau disediakan oleh tenaga pengajaran yang memegang peranan dalam proses belajar mengaran untuk mencapai tujuan instruksional. diamati dan diperhatikan tingkat perkembangan. 1997: 3-4). Penting. sesuai dengan wujud pendidikan (Neil. melakukan percobaan. Keberadaan siswa dalam proses belajar mengajar harus mampu mendorong aktualisasi dirinya dimana mereka diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan. Komponen siswa dan materi pelajaran merupakan aspek penting yang harus diperhatikan guru dalam proses belajar mengajar. membuat kekeliruan. Karena itu anak didik diberi kesempatan yang cukup untuk memilih berbagai alternatif dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. yang dialami selama pertumbuhan itu berlangsung. anak didik diberi kesempatan untuk menyampaikan ide-ide. dalam mengantisipasi anak didik pada kegiatan kurikulum yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian guru yakni: a. oleh karena kedua komponen tersebut secara langsung terlibat dalam konteks belajar yang pelaksanaannya dilakukan secara bersamaan. afektif dan aspek psikomotor. Komponen yang ketiga dalam aktifitas belajar adalah komponen siswa dan materi pelajaran. adanya penyatuan antara aspek kognitif. Menurut Neil (1977: 5). Partisipasi. Integrasi. bertingkah laku.

Pembelajaran Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. d. dan d. Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan Hasil Belajar Siswa Penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. mengatakan bahwa: a.c. Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan keadaan perkembangan anak. Untuk terwujudnya apa yang dikemukakan Neil di atas. pengetahuan dan sikap. Anak didik harus didorong untuk belajar. Sejauh mungkin. apa yang dipelajari anak didik harus mengikuti minat dan keinginannya. dan tidak sekedar penerima pasif apa yang disampaikan guru. maka kurikulum yang disusun untuk kegiatan belajar mengajar haruslah mencerminkan adanya relevansi antara kebutuhan anak didik dalam belajar dengan materi bahan yang disampaikan. Menurut Leister dan Ali dalam Nasution (1986 : 80-81). b. . dan bukan menurut keputusan para guru mengenai sesuatu yang dimilikinya. Isi kurikulum harus mencakup keterampilan. bahwa kegiatan dalam proses belajar mengajar dikelas harus mampu mengembangkan kehidupan sosial anak didik dalam suasana yang manusiawi. c. Tujuan. C. berkat kegiatannya sendiri. Relevansi bahan ajaran harus sesuai dan relevan dengan kebutuhan dan kehidupan anak didik bai dari emosional maupun secara intelektual.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka akan berpengaruh pada hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang dicapai siswa yang ditandai dengan meningkatnya tes yang telah dilakukan pada siswa. D.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Hipotesis Tindakan Jika model pembelajaran Contextual Teaching and Learning diterapkan. .Dari pengertian pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan hasil belajar dapat dilihat bahwa pembelajaran ini mendorong semua siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. maka dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V.

Pada pertemuan pertama dan kedua guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Adapun waktu penelitian ini direncanakan selama 6 bulan terhitung dari bulan Oktober 2011 hingga bulan Maret 2012. B. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (independent) dan dan variabel terikat (dependent). Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Tahun Ajaran 2011/2012. C. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.A. khususnya pada siswa Kelas V. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan variabel terikatnya adalah hasil belajar. . dengan jumlah siswa 40 orang. Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam penelitian ini adalah pada mata pelajaran IPS. dan pada pertemuan ketiga peneliti melakukan ulangan harian. terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan.

Menurut Kunandar (2011: 98-99) pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas meliputi: (1) Perencanaan atau planning. yaitu: . (2) Pelaksanaan atau acting.D. Untuk lebih jelasnya tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut ini: Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Gambar 1: Siklus Penelitian Tindakan Kelas Agar lebih mudah memahami tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas yang akan penulis lakukan dapat dilihat pada penjelasan berikut ini. dan (4) Refleksi atau refleching. Rencana Tindakan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau action research. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 130) penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan. dan terjadi di dalam kelas. (3) Pengamatan tindakan atau observasi.

Pelaksanaan program pembelajaran. Menyiapkan format lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. sehingga tindakan yang dilakukan menjadi lebih terarah. Menyusun RPP berdasarkan pengembangan dari langkah-langkah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. pengambilan atau pengumpulan data hasil belajar siswa. Observasi Selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun yang akan dipersiapkan pada tahap perencanaan. peneliti melakukan pengamatan terhadap perkembangan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar dengan mengisi lembaran observasi yang telah dibuat dengan dibantu oleh seorang observer. b.1. Meminta kesediaan teman sejawat untuk menjadi observer dalam pelaksanaan pembelajaran. yaitu: a. Perencanaan Tahap perencanaan merupakan tahap awal yang harus dilaksanakan guru sebelum melakukan tindakan. 4. 2. Refleksi Refleksi merupakan tahap akhir kegiatan observasi. dengan cara mengumpulkan berbagai hasil yang diperoleh guna melihat dan menilai apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. 3. hasil observasi dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan dari perencanaan yang telah dibuat. . c.

sehingga tidak penyimpangan materi yang disajikan. penentuan pengalaman belajar. Silabus yang dibuat dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perencanaan pembelajaran secara komprehensif untuk mencapai tujuan pembelajaran.E. kegiatan pembelajaran (model atau tipe pembelajaran yang digunakan). Dengan kata lain. materi. bentuk instrumen. kegiatan . 2. materi pokok. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan suatu persiapan bagi guru atau penulis untuk melakukan pembelajaran. agar materi yang akan disampaikan dapat sesuai dengan tujuan pembelajaran. penilaian. Silabus memuat identifikasi mata pelajaran. sumber dan bahan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun secara sistematis yang berisi tentang identitas sekolah. Silabus Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dan standar dari kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa dalam proses pembelajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat mempermudah penulis dalam memahami batasbatas materi dan langkah-langkah pembelajaran yang akan disampaikan. penentuan dan sumber/bahan/alat. kompetensi dasar. penentuan berbagai indikator. sebagai berikut: 1. perkiraan waktu yang dibutuhkan. guru atau peneliti harus mempunyai rencana pembelajaran sebelum pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan. Instrumen Penelitian Adapun instrumen dalam penelitian ini. standar kompetensi.

Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan dalam pembelajaran berisi nama. Tes Menurut Kunandar (2011: 186) tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seseorang atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan dan tingkat perkembangan salah satu atau beberapa asfek psikologis didalam dirinya. pada pelaksanaan tindakan dalam setiap siklus kegiatan pembelajaran. hari dan tanggal pelaksanaan. 3. kegiatan inti. sehingga pengaruh penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran IPS dapat dihitung dari rata-rata dan persentase hasil belajar siswa. materi pokok. Susunan sistematis tersebut. F. Penilaian hasil belajar siswa kelas V. satu sama lain mempunyai ketergantungan dan langkah-langkah yang jelas dalam mencapai pembelajaran yang yang sesuai dengan indikator keberhasilan yang akan dicapai.awal. prosedur pelaksanaan yang terdiri dari soal akan diselesaikan serta sumber bahan. misalnya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). latihan soal yang sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan. kelas. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. nama kelompok.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru diperoleh dari hasil pelaksanaan tes. serta kegiatan akhir. .

Observasi Kunandar (2011: 143) berpendapat bahwa observasi adalah kegiatan pengamatan (mengambil data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran.2. terdiri dari: 1) Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran . Aktivias guru. Aktivitas siswa. maka observasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah melakukan pengamatan terhadap segenap aktivitas belajar mengajar guru dan ssiwa kelas V. yaitu: a. terdiri dari: 1) Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3) Guru meminta masing-masing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Guru meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Guru meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain b.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Berdasarkan pengertian tersebut.

Teknik Analisis Data 1. Adapun empat alternatif pilihan dalam lembar observasi meliputi: .3) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain G. Aktivitas Guru dan Siswa Analisis aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar dengan di terapkannya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dibukukan dalam lembar observasi dengan rumus: NR JS x100% SM Keterangan: NR JS SM = Persentase rata-rata aktivitas guru/siswa = Jumlah skor aktivitas yang dilakukan = Skor Maksimal yang di dapat dari aktivitas guru dan siswa Untuk melihat aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran yang menggunakan 4 (empat) alternatif pilihan yang dapat di lihat pada lembar observasi aktivitas guru dan siswa.

100% 70% . 2011: 115 Sementara dalam menentukan kategori hasil belajar siswa ditetapak lima kriteria atau kategori dari hasil belajar siswa. dkk.1 Aktivitas Guru Dan Siswa NO 1 2 3 Persentase (%) Interval 81% .2 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa NO 1 2 3 4 Persentase (%) Interval 80% .80% 41% .59% 0 . maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3.69% 40% .100% 61% . maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Dari 4 alternatif di atas. Bila aktivitas guru dan siswa kurang baik c. 2011: 115 .a.60% Sangat Baik Baik Cukup Kategori Kurang 4 Kurang dari 40% Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Bila aktivitas guru dan siswa baik d. Bila aktivitas guru dan siswa sangat tidak baik b.79% 60% .49% Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Kategori 5 Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin. Bila aktivitas guru dan siswa sangat baik Dari 4 alternatif di atas. dkk.

dimana KKM untuk individu adalah 60 dan untuk klasikal adalah 70%. begitu sebaliknya. . dapat dilihat melalui Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan oleh Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. maka siswa dinyatakan belum lulus atau berhasil. Hasil Belajar Analisis yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kelas V. maka siswa tersebut dinyatakan lulus. dengan menggunakan dua rumus sebagai berikut: a.2.A melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Ketuntasan Klasikal: PK ST x100% N Keterangan: K = Ketuntasan klasikal N = Jumlah siswa yang tuntas belajar ST = Jumlah Siswa seluruhnya Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Dari standar KKM tersebut dapat dipahami bahwa bila siswa mencapai nilai rata-rata 60. bila nilai rata-rata yang diperoleh siswa di bawah nilai rata-rata 60. Ketuntasan Individu: PK SP x100% SM Keterangan: K = Persentase ketuntasan individu SP = Skor yang diperoleh siswa SM = Skor maksimum b.

2.4). IV. III. Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk empat kali pertemuan (lampiran IV. dan siklus II juga dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian.BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A.3. Tahapan Perencanaan Pada tahapan ini.4). berupa Jadwal Penelitian (lampiran I).1. IV. III. Silabus (lampiran II). peneliti dibantu observer. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk empat kali pertemuan (lampiran III.1.A Tahun Ajaran 2011/2012 pada semester II yang dilaksanakan mulai pada bulan Maret hingga April dari tanggal 13 Maret sampai tanggal 11 April 2012 dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) pada materi pokok perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.3. terdiri dari siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian. III. Lembar Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa dan Lembar Observasi Siswa untuk empat . 2. penelti telah merancang berbagai perangkat penelitian dan istrumen yang dibutuhkan. Selama tindakan dilakukan di kelas. IV. Hasil Tindakan 1. dengan tujuan untuk membantu mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung.2. Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru kelas V.

yaitu RPP-1 (lampiran III. V. sebagaimana dijelaskan dalam pelaksanaan tindakan berikutnya.2).1.1.2). Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah ditetapkan.1.2. Soal ulangan harian siklus I dan II (lampiran VIII.4).kali pertemuan (lampiran V. Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dan Lembar Observasi Aktivitas Guru untuk empat kali pertemuan (lampiran VI. V.1) dengan materi pembelajaran “Perjuangan mempertahankan kemerdekaan”. V.3. Pertemuan Pertama (Selasa.1. VI. IX. Kisi-Kisi Soal Ulangan Harian Siklus dan siklus II (lampiran VII.2).3. VI.1. VII.A Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru.4). VI. Pertemuan ini siswa yang hadir berjumlah 40 orang siswa. Pada tahapan ini telah ditetapkan dan ditentukan kelas yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran CTL. VIII. Kunci jawaban soal ulangan siklus I dan II (lampiran IX. yaitu kelas V. B. dan skor dasar (lampiran X). Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V pada semester . terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan.2. Pelaksanaan Tindakan Siklus I 1. 13 Maret 2012) Pertemuan pertama dalam siklus I dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2012 dengan alokasi waktu 70 menit. VI. yang disebut sebagai kelas tindakan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa. yang berjumlah 40 orang siswa. V.

Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima. Dalam hal ini.1) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok. Selanjutnya. observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V.1). masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata. Pada saat mengamati. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati.II. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh. guru membagikan LKS (lampiran IV.1) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya. Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing. karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru. Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok . kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen.

A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.2) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah. masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV. Dalam hal ini. Pada proses pembelajaran berlangsung.belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain. Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL. masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain. Pertemuan Kedua (Selasa. dengan alokasi waktu 70 menit.2) dengan materi pembelajaran “agresi militer Belanda terhadap Indonesia”. Saat diskusi antar kelompok. 20 Maret 2012) Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2012 di kelas V. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-2 (lampiran III. sehingga diskusi berjalan dengan baik. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain. . 2. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa. Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan.

observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. 3.1). Dalam hal ini. guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. dengan tingkatan soal yang bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII. Dalam ulangan haris siklus I. Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I (Rabu.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I.2) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran. 21 Maret 2012) Setelah pertemuan pertama dan kedua dari siklus I selesai dilaksanakan. yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2012 dengan alokasi waktu selama 70 menit. Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V. Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan. Pada pertemuan kedua ini.1). sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru.Pada pertemuan kedua. peneliti/guru melakukan melakukan ulangan harian siklus I. siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV.2). . baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL.

c. Siswa dalam belajar lebih aktif. Setelah siswa selesai mengerjakan soal. . Sebagian besar siswa mahu berdiskusi. sehingga pembelajaran tidak bersifat searah. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. Adapun kelebihan yang ditemukan dari pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua. yang hanya menerima penyampaian materi yang disampaikan guru saja. terutama dalam mencari solusi dari kesulitan-kesulitan yang mereka temukan. guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. Selanjutnya. Refleksi Siklus I Setelah dilakukan tindakan pada siklus pertama dengan pertemuan pertama dan kedua. adalah: a. b. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua ditemukan kelebihan dan kelemahan. guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut. Peningkatan dari hasil belajar siswa diketahui dari ketuntasan secara individu yang dimiliki siswa dalam menjawab lembaran soal yang diberikan. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa.Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. 4. Siswa baik secara individu maupun kelompok termotivasi untuk membahas kembali materi pembelajaran.A Sekolah Dasar Negeri 183 adalah mengalami peningkatan dan memperoleh hasil yang baik. dapat diketahui hasil belajar siswa kelas V. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus I.

Sementara kekurangan. adalah: a. maupun dalam berdiskusi. yaitu: a. guru merasa terbantu sehingga tujuan dan target pembelajaran dapat tercapai b. yang ditemukan dari pertemuan pertama dan kedua dari siklus I bagi siswa. yaitu: . b. juga ditemukan adanya kelemahan-kelemahan guru dengan menggunakan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran. Kesulitan belajar yang ditemukan siswa tidak terfokus pada guru untuk mencari dan menemukan solusinya. Masih banyaknya siswa yang tidak mahu bekerjasama dalam kelompok baik dalam mencari informasi yang diamati dari lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran. Penerapan model pembelajaran CTL. Guru dengan mudah memberikan motivasi kepada siswa dibandingkan model pembelajaran yang telah dan selama ini digunakan c. Di samping berbagai kelemahan yang dialami siswa pada siklus I. ketika siswa tidak dapat menemukannya baika secara individu maupun secara berkelompok setelah mereka melakukan diskusi. Dalam hal ini guru akan memberikan solusi.Adapun kelebihan atau keuntungan yang ditemukan dari guru setelah menggunakan model pembelajaran CTL yang terdapat pada siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua. melainkan siswa sudah berusaha terlebih dahulu. Kurangnya kemampuan siswa dalam mencari informasi atau pengetahuan baru tentang hubungan lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran yang telah diamanahkan guru.

maka perencanaan yang dilakukan guru/peneliti untuk memperbaiki tindakan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran CTL pada siklus II. b. Memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa pada saat ditugaskan. adalah: a. waktu yang tersedia tidak mencukupi dan kurang optimal digunakan. karena pada saat mengajar.a. Guru belum terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. Memotivasi siswa agar mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing b. sehingga terlihat dari kurangya bimbingan dan arahan yang diberikan kepada siswa. Akhirnya. Meminta siswa agar memanfaatkan waktu yang diberikan untuk menguasai pembelajaran. Pelaksanaan Tindakan Siklus II 1. Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah . Kurangnya pemahaman dan penguasaan guru dalam menggunakan model pembelajaran CTL. Jumlah siswa yang hadir pada pertemuan ini adalah 40 orang siswa. c. Dari berbagai sisi kelemahan di atas. C. Pertemuan Pertama (Selasa. sehingga ketika kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mencari informasi baru yang berhubungan dengan pembelajaran. sebagian besar siswa tidak menemukan dan kebingungan. guru belum sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL dan masih menggunakan model pembelajaran klasik. 02 April 2012) Pertemuan pertama pada siklus II dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 02 April 2012 dengan alokasi waktu 70 menit.

3) dengan materi pembelajaran “Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan”.3) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok. guru membagikan LKS (lampiran IV. karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru.ditetapkan. Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan. yaitu RPP-3 (lampiran III.3) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. Dalam hal ini. masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata. Pada saat mengamati. observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. Selanjutnya. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama. kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen. . Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima. Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran.3).A pada semester II.

masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain. 2. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh. dengan alokasi waktu 70 menit. . Saat diskusi antar kelompok. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-4 (lampiran III.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati. Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL. masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya. Pertemuan Kedua (Selasa. sehingga diskusi berjalan dengan baik. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain. Dalam hal ini.4) dengan materi pembelajaran “Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan”. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain. Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan. 10 April 2012) Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 10 April 2012 di kelas V.Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.

dengan alokasi waktu 70 menit. baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL.2).4). Dalam ulangan haris siklus I. observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. peneliti/guru melakukan melakukan pertemuan ketiga yang merupakan ulangan harian siklus II. yang dilaksanakan pada tanggal 11 April 201. sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru. Pada pertemuan kedua ini. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran. guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. dengan tingkatan soal yang .4) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah. 3. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV. 11 April 2012) Setelah pertemuan pertema dan kedua dari siklus II selesai dilaksanakan. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Dalam hal ini.4) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen. siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV. Pada pertemuan kedua. Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan. Ulangan Harian Siklus II (Rabu.Pada proses pembelajaran berlangsung.

Setelah siswa selesai mengerjakan soal. Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. mengalami peningkatan. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa. guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut.bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII. Pada siklus II aktivitas pembelajaran sudah berjalan lancar baik dari sisi guru maupun siswa. Dalam hal ini. Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. Hal ini terlihat dari pengamatan yang dilakukan observasi pada saat proses tindakan berlangsung. guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. Selanjutnya. baik guru maupu siswa sudah menerapkan model pembelajaran CTL dengan menjalankan langkah-langkah dari pembelajaran CTL tersebut. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan pada siklus II diketahui. Adapun refleksi dari siklus II dapat dikategorikan baik. Siswa termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing .2). Refleksi Siklus II Tindakan yang dilakukan pada silus II melalui pertemuan pertama dan kedua. adalah: a. 4. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus II. serta ulangan harian.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I.

D.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.b. dari data hasil penelitian yang dilakukan dan merujuk kepada data-data yang telah dikumpulkan dari siklus I dan II dari masing-masing pertemuan. Siswa dapat memanfaatkan waktu seoptimal mungkin dalam menjalan setiap tugas yang diberikan guru. Dengan demikian. Analisis Hasil Penelitian Hasil tindakan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa selam proses pembelajaran berlangsung dan ketuntasan hasil pembelajaran IPS siswa. Sehingga. Dalam melakukan observasi aktivitas guru . hasil belajar siswa kelas V. c. Adapun terlaksananya proses pembelajaran sehingga tercapainya tujuan dari pembelajaran dalam penelitian ini merupakan hasil dari kerja keras dan upaya guru dalam memberikan motivasi. Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Adapun observesi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tindakan yang dilakukan guru dari siklus I dan II pada saat proses pembelajaran berlangsung. sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. Siswa dapat menemukan berbagai informasi baru yang hubungannya dengan materi pembelajaran yang telah ditugaskan guru.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan. bimbingan dan arahan kepada siswa. sehingga guru bersama siswa mampu dan menerapkan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. 1.

80 4.00% 95. dan dapat dikategori “sangat baik”. dari aktivitas guru juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 19 dengan rata-rata 3.00 Persentase 55.00% 100. Untuk mengetahui secara rinci hasil observasi tindakan yang dilakukan guru pada saat pembelajaran berlangsung dari siklus I dan II pada setiap pertemuan. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 11 dengan rata-rata 2.80.dalam pembelajaran di kelas V. I Siklus II Pert.40. I Siklus I Pert.20 2.00%. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas guru pada siklus I pertemuan II sebesar 12 dengan rata-rata 2. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 60. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dibantu observer.00%. II Siklus II Pert. dapat dilihat dari tebel berikut: Tabel 4.1 Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V.40 3.00% Kategori Cukup Cukup Sangat Baik Sangat Baik Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan.20 dengan persentase 55.00%. dan dapat dikategori “cukup”. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 95. Hal ini juga mengalami peningkatan pada . Selanjutnya. II Jumlah 11 12 19 20 Rata-Rata 2.00% 60.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada Siklus I dan II No 1 2 3 4 Aktivitas Guru Siklus I Pert.

siklus II pertemuan II dengan jumlah 20 dengan rata-rata 4,00. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 100,00%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan persetasi dari tabel aktivitas guru dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat juga diketahui bahwa secara persentase (angka) selalu mengalami peningkatan dari siklus I dan II pada setiap pertemuan dan secara umum pada setiap pertemuan mengalami peningkatan. 2. Aktivitas Siswa Data aktivitas yang diperoleh selama pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siklus I dan II (lampiran VI.1, VI.2, VI.3, VI.4). Rata-rata persentasenya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning Pada Siklus I dan II Aktivitas Siswa Siklus I Pert. I Siklus I Pert. II Siklus II Pert. I Siklus II Pert. II

No 1 2 3 4

Jumlah 419 489 673 734

Rata-Rata 10,48 12,23 16,83 18,35

Persentase 52,38% 61,13% 84,13% 91,75%

Kategori Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru selama proses

pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 419 dengan rata-rata 10,48 dengan persentase 52,38%. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas siswa pada siklus I pertemuan II sebesar 489 dengan rata-rata 12,23. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 61,13%, dan dapat dikategori “baik”. Kemudian, dari aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 673 dengan rata-rata 16,83. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 84,13%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Hal ini juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan II dengan jumlah 734 dengan rata-rata 18,35. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 91,75%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan rata-rata aktivitas belajar siswa pada tabel di atas dapat dipahami bahwa aktivitas belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 56,75 dengan kategori “Kurang Baik”, mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 87,94 dengan kategori “Baik”. Adapun secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I dan siklus II sebesar 72,34.

3. Hasil Belajar Siswa Dari hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru, dapat dianalisis melalui ketuntasan

belajar siswa terdiri dari ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal, sebagai berikut: a. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Individu Ketuntasan belajar siswa secara individu setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru berdasarkan skor nilai ulangan harian pada siklus I dan II (lampiran X.1, X.2), yang dianalisis sebagai berikut: Tabel 4.3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II No 1 2 3 Pertemuan Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Rata-Rata Ketuntasan Individu 61,63 81,75 90,38 Kriteria Cukup Amat Baik Amat Baik

Berdasarkan tabel 4.3 di atas dapat diketahui ketuntasan hasil belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru secara individu pada siklus I dan II setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan dengan rata-rata 61,63, adapun hasil belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata 81,75, sementara hasil belajar siswa pada siklus II dengan rata-rata 90,38.

b. peneliti dan juga selaku guru berupaya membiasakan dan mengoptimalkan diri dalam menggunakan model pembelajaran CTL.Jika diperhatikan dari persentase hasil belajar siswa secara individu pada tabel di atas. sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. Beberapa kendala yang ditemukan pada sikus I. sehingga secara keseluruhan dari siswa mengalami ketuntasan dalam belajar. Berbagai kendala dalam pelaksanaan tindakan pada siklus I dijadikan refleksi pada siklus II. secara umum hasilnya sudah memuaskan. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa dengan penerapan model pembelajaran CTL dan tidak terbiasa dengan tugas yang diberikan guru dengan menggunakan LKS. dimana siswa harus lebih berperan aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching Learning. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: . sehingga dengan penggunaan model pembelajaran tersebut hasil belajar siswa kelas V. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal Dari data hasil belajar siswa yang diperoleh melalui ulangan harian dari siklus I dan II pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan dari siklus I dan II dan begitu seterusnya. namun dari 40 orang siswa masih ditemukan adanya siswa yang belum memperoleh ketuntasan dalam belajar.

00 - No 1 2 3 Pada tabel 4.50%). Kemudian setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I. Meskipun.50 85. Dengan demikian. siswa yang mengalami ketuntasan secara klasikal berjumlah 23 orang (57. siklus I dan siklus II. sehingga kesulitan-kesulitan yang ditemukan pada saat pembelajaran berlangsung dapat dicari dan ditemukan solusi oleh mereka. dimana siswa yang tuntas berjumlah 34 orang (85.00%) yang tidak tuntas.00%). persentase ketidaktuntasan secara klasikla pada siklus I sedikit.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Jumlah Siswa 40 40 40 Ketuntasan Belajar Tuntas 23 34 40 % 57. sementara 17 orang siswa yang tidak tuntas (42.4 di atas dapat diketahui perbandingan ketuntasan secara klasikal dari hasil belajar siswa Kelas V.50%). hal ini dijadikan sebagai refleksi pada siklus II. . Sebelum tindakan.4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V. sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru memperoleh ketuntasan hasil belajar baik secara individu maupun secara klasikal setelah menggunakan model pembelajaran CTL. sementara hanya 6 orang siswa (15. adalah keseluruhan siswa kelas V.00 100.50 15.Tabel 4. namun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini.00 Tidak Tuntas 17 6 % 42. Dalam hal ini diperlukan kerjasama siswa dalam kelompok belajar.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dari sebelum dilaksanakan tindakan.

karena guru dan siswa secara optimal dan benar-benar memahami dan menjalankan setiap langkah-langkah dari model pembelajaran CTL tersebut. Sehingga. Untuk lebih jelas dapat diketahui dari uraian berikut: 1. pada siklus II dari 40 orang siswa keseluruhannya (100. Karena model pembelajaran CTL merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif secara individu maupun kelompok.00%) mengalami ketuntasan. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan teknik analisis pengumpulan data penelitian pada bab III.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan secara klasikal. E. baik secara individu maupun secara klasikal. Aktivitas Guru Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Dalam hal ini yang diperhatikan adalah guru memberikan motivasi kepada siswa serta membimbing siswa untuk berperan aktif dalam mengikuti dan melaksanakan setiap langkah dari model pembelajaran CTL. .Pada siklus II ketuntasan belajar siswa kelas V. aktivitas guru dalam mennggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning. selanjutnya dianalisis berdasarkan klasifikasi data. dan hasil baik belajar siswa. yaitu data tentang aktivitas belajar siswa. guru berupaya semaksimal mungkin menerapkan berbagai langkah-langkah yang ada dalam model pembelajaran CTL tersebut. Adapun persentase ketuntasan siswa secara klasikal. maka setelah data-data yang dibutuhkan terkumpul.

.00 100.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.1 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran 95.00 20. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 95.00 100.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dapat dilihat pada diagram berikut: Gambar 4.00 80. Secara keseluruhan dari aktivitas guru dalam pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 77.00 Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas guru dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V. Dari persentase peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II. sementara peningkatan pada siklus II sebesar 97. I Pert.00 40.00 60.50%.00% dan meningkat pada pertemuan kedua 60.00%. Selanjutnya.Dengan menerapkan model pembelajaran CTL sangat membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. II Pert. III Pert.50%.00 Pert. IV 55.50%. Pada siklus I pertemuan pertama 50.00% dan pertemuan kedua 100.00%. untuk mengetahui aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 57. Sehingga motivasi dan bimbingan yang diberikan guru sangat membantu kelancaran dari aktivitas pembelajaran itu sendiri. dengan kategori “baik”.00 60.

00 Pert.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru setelah menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 4.13 91. Berdasarkan data-data yang diperoleh. Dalam hal ini siswa lebih berperan aktif dari pada guru dalam pembelajaran. Hal ini merupakan di antara tujuan dari penerapan model pembelajaran CTL itu sendiri.2 Aktivitas Belajar Siswa 100. III Pert. dimana memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sendiri secara kelompok dalam menghubungkan antara materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar atau kehidupan nyata. I Pert. II Pert.75 . Adapun peningkatan aktivitas belajar siswa kelas V. IV 84.00 60.38 61.00 40.00 80. secara umum mengalami peningkatan dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II.00 20.13 52. Aktivitas Siswa Aktivitas siswa yang diteliti dan dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL.2.

75%. dalam menentukan siswa yang mengalami ketuntasan hasil belajar secara individu dapat dilihat dari standar KKM yang telah ditetapkan. 3. Ketuntasan Individu Ketuntasan suatu tindakan terhadap hasil belajar siswa. Dari persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II.Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas belajar siswa dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran CTL.75%. Sebagaimana telah dijelaskan pada bab III siswa kelas V. Pada siklus I pertemuan pertama 52.13%. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 84. begitu juga halnya dengan ketuntasan siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami ketuntasan dalam belajar IPS secara individu. Secara umum peningkatan dari aktivitas belajar siswa sebesar 72. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 56. sementara pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 87.94%. bila siswa yang memperoleh nilai ulangan harian memperoleh skor di bawah 60. dengan kategori “baik”.38% dan meningkat pada pertemuan kedua 61. Di samping itu. Dengan demikian.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.13% dan pertemuan kedua 91.37%. maka siswa tidak tuntas. ketika memenuhi standar KKM 60. maka dapat dilihat dari ketuntasan yang diperoleh siswa secara individu. .

92 dengan kategori “Baik”.38.63 90. . dimana rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan dari setiap ulangan yang dilakukan (pada siklus I dan siklus II).Berdasarkan hasil ulangan harian siswa kelas V. Untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dapat dilihat dari diagram berikut: Tabel 4. pada siklus I dan siklus II. sebesar 90. rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81. diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada saat sebelum dilaksanakan tindakan sebesar 61. dapat diketahui bahwa secara umum rata-rata peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dalam penelitian ini adalah sebesar 77.63.75.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada siklus I dan II.38 Dari tabel di atas. sementara rata-rata siswa juga mengalami peningkatan pada siklus II.75 61. Berdasarkan ratarata hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan.3 Perbandingan Ketuntasan Individu 100 80 60 40 20 0 Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II 81.

50%.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada diagram berikut: Tabel 4. Sementara persentase hasil belajar siswa yang tidak tuntas sebelum tindakan adalah 42.00 60. siklus I dan II pada siswa kelas V.00 20.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.00%.00 dan juga mengalami .50%.4.4 Perbandingan Ketuntasan Klasikal 100. Hasil belajar siswa sebelum tindakan. Ketuntasan Klasikal Untuk mengetahui ketuntasan klasikal dari hasil belajar siswa kelas V.00 0 Dari diagram di atas dapat diketahui persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dari sebelum tindakan.50 42.00 80. mengalami penurunan pada siklus I menjadi 15.00 57.00 100.50 15. dimana persentase siswa yang tuntas sebesar 57.00% dan juga meningkat pada siklus II sebesar 100.00 40.00 Tuntas Sebelum Tindakan Siklus I Tidak Tuntas Siklus II 85. meningkat pada siklus I sebesar 85.

maka diketahui secara umum peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu sebesar 80. karena dalam guru dan siswa secara optimal dalam menerapkan langkah-langkah dari Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning sehingga dengan penerapan secara optimal dari langkah-langkah Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning tersebut dapat disimpulkan bahwa meningkatnya hasil belajar siswa secara klasikal. Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa ketuntasan siswa dalam belajar.penurunan pada siklus II menjadi 0. Berdasarkan persentase hasil belajar siswa secara klasikal dari diagram di atas.00%.83% dengan kategori “amat baik”. .

Jadi. Simpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan.00 dan 60. dengan kategori “baik”.50 dengan kategori “sangat baik”. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 77. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dilihat perbandingan antara hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II baik secara individu maupun secara klasikal.38 dan 61. Aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I pertemuan I adalah 55.50. Adapun persentase dari aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus II pertemuan I adalah 95.50 dengan kategori “cukup”.13 dan 91.00 pada pertemuan II. 2.13 pada pertemuan kedua. pada siklus II adalah sebesar 97.75 pada pertemuan kedua.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Dengan demikian peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I adalah sebesar 57.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. 1. Dengan demikian peningkatan aktivitas belajar siswa .00 dan 100. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama adalah 52. maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa Kelas V. Adapun rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II pertemuan pertama adalah 81.00 pada pertemuan II.

Rata-rata hasil belajar siswa secara individu sebelum tindakan adalah 61. 4.75 dengan kategori “amat baik”. Adapun peningkatan hasil belajar siswa secara umum dari sebelum tindakan hingga dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II adalah sebesar 77. dan siklus II dengan rata-rata sebesar 90.00% dengan kategori “sangat baik”.94 dengan kategori “sangat baik”. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan bila dibandingkan dari sebelum dilaksanakan tindakan hingga siklus I dan siklus II. Jadi.38 dengan kategori “amat baik”.63 dengan kategori “cukup”.75 dengan kategori “cukup”. 3. pada siklus II adalah sebesar 87. dan meningkat pada siklus II menjadi 100. . secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 72. Dari persentase hasil belajar siswa secara klasikal sehingga diketahui peningkatan hasil belajar siswa adalah sebesar 80. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan bila dibandingkan antara sebelum tindakan dan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II. dengan kategori “baik”.50% dengan kategori “kurang” meningkat pada siklus I menjadi 85. pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan adalah 57.92 dengan kategori “baik”.pada siklus I adalah sebesar 56.83% dengan kategori “amat baik”.00% dengan kategori “amat baik”.34.

. Guru hendaknya memperhatikan dan memahami setiap kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam kegiatan belajar mengajar. 2.B. 4. Saran-Saran 1. 3. Sebelum menyajikan materi yang akan dibahas hendaknya guru memotivasi siswa terlebih dahulu agar siswa belajar dengan sungguhsungguh. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa. guru hendaknya mempertimbangkan model pembelajaran yang akan diterapkan. Guru diharapkan berani menerapkan model-model pembelajaran yang bervariasi agar siswa tidak bosan dalam belajar dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan.

dkk. 2006. Departemen Pendidikan Nasional. Bandung: Alfabeta. Darajat. Jakarta: Grasindo. Jakarta: Rineka Cipta. Isjoni. Ngalim. Lucio and Neil. Bandung: Remaja Rosdakarya. Bandung: PT. S. M Dan Briggs C. Suharsimi. Purwanto. Rinehart and Winston. 2002. 2006. Syaiful Bahri. Bandung: Alfabeta. Djamarah. Suwarsih. 1992. Padang: Citra Budaya. Cooperatif Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. 1981. Improving Learning. Curriculum Planning for Better Teaching and Learning. 2005. 2006. J. Gagne R. Atmasuki. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Fakultas Ilmu Pendidikan UNRI. New York. The Conditions of Learning. Pedoman Penulisan. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Strategi Belajar Mengajar. I Made Wirartha. 2006. Jakarta: PT. Law. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Pekanbaru: Cendikia Insani. 2010. Bumi Aksara. Penelitian Tindakan Kelas. Glover. New York: Holt. Kiat-kiat mengarang dan menyunting. Holt Richart & Winston. Menjadi Penelitian Kualitatif. Hilda Taba. Yogyakarta: ANDI Ishak. 2008. 2006. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa. Jakarta: Depdikbud Dimyaiti dan Mudjiono. 1979. Jakarta: Rineka Cipta. 2006. Madya. Zakiah dkk. 2007. Teori dan pratik Penelitian Tindakan Kelas. Belajar dan Pembelajaran. 1999. Jakarta:Rineka Cipta. Danim. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Nasution. 2001. Sudarwan. 1962. Jakarta : Rineka Cipta. Remaja Rosdakarya .DAFTAR PUSTAKA Arikunto.

Depdikbud. . Prinsip-prinsip dan Pengembangan Kurikulum. Rajawali. Media Pendidikan Pengertian. Nana. Syaodih. Pengembangan dan Pemanfaatannya. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Sanjaya. Arief dkk. 1989. Jakarta: Kencana. Bandung: PT. Jakarta. 1988. Remaja Rosda Karya. Pembelajaran Dalam Inplementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta.Sadiman S. 2008. Bandung: Sinar Baru Algensindo. ___________. Nana. 2010. 1996. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Sudjana. Wina.

20 Maret 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus I 3 4 Rabu. 13 Maret 2012 Pertemuan Pertama Siklus I 2 Selasa. 10 April 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus II 6 Rabu. 21 Maret 2012 Selasa. 02 April 2012 1-2 Jam 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus I Pertemuan Pertama Siklus II 5 Selasa.Lampiran: I Jadwal Penelitian Jam Pelajaran 1-2 Jam No Hari/ Tanggal Mata Pelajaran 1 Selasa. 11 April 2012 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus II .

Indikator  Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan  Menghargai jasa para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Penilaian  Tes tertulis  Lisan  Diskusi Alokasi Waktu 8 x 35 Menit Sumber Belajar  Buku IPS Terpadu Untuk Sekolah Dasar Kelas V Penerbit Erlangga  Gambar para pejuang dan tokoh kemerdekaan Kompetensi Dasar 2. 1055187011 . 19570720 197612 1001 Darmita NIM. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru.Lampiran: II SILABUS Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kegiatan Pembelajaran  Melakukan Studi Pustaka  Berkelompok untuk mencari lembaga-lembaga bentukan Jepang dalam mempersiapkan mencapai kemerdekaan  Melakukan diskusi mengenai perlunya perumusan dasar Negara  Mengidentifikasi beberapa tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan  Menuliskan bagaimana menghargai jasa para pahlawan dilanjutkan dengan presentasi. Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahanka n kemerdekaan Materi pokok Pembelajaran Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Mengetahui.4. Maret 2012 Peneliti Zulkifli.Pd NIP. M.

Lampiran: III.1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-1) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Perjuangan mempertahankan kemerdekaan F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Kegiatan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

Ketiga: Penjelasan dan Solusi

Keempat: Pengambilan Tindakan

Kelima: Refleksi

 Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit

H. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir

: Apersepsi : Diskusi : Evalusi

Mengetahui, Kepala SDN 183 Tampan

Pekanbaru, 13 Maret 2012 Peneliti

Zulkifli, M.Pd NIP. 19570720 197612 1001

Darmita NIM. 1055187011

Lampiran: III.2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-2) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Agresi Militer Belanda terhadap Indonesia F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit

Langkah-Langkah

Waktu 50 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Mengetahui. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. 20 Maret 2012 Peneliti Zulkifli.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H.Pd NIP. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru. M. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. 1055187011 .

Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit Langkah-Langkah Waktu 50 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi .Lampiran: III. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Materi Pembelajaran Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan F. Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D.3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-3) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V (Lima)/ II (Dua) 2 x 35 Menit A.

Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. 2 April 2012 Peneliti Mengetahui. M. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Refleksi : Apersepsi : Diskusi : Evaluasi Pekanbaru. 1055187011 .Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. 19570720 197612 1001 Darmita NIM.Pd NIP.

A/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C.Lampiran: III. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G.4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-4) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V. Materi Pembelajaran Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi . Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B.

Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. 10 April 2012 Peneliti Mengetahui. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Pekanbaru.Pd NIP.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. 1055187011 . M.

................ guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3...1 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ... Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya. Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia...... Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah.. Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B... .. Bandung. Soal NO 1 2 3 4 5 Tokoh Mempertahankan Kemerdekaan Pattimura Pangeran Diponegoro Pangeran Antasari Imam Bonjol Sultan Ageng Tirtayasa Daerah Asal Tokoh Maluku Yogyakarta Banjarmasin Sumatera Barat Banten ... D.. Meskipun demikian............... Kerjakan LKS ini secara individu 2. Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu........ Ambarawa. seperti di Surabaya.. A....... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C. Petunjuk 1......Lampiran: IV............ Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda.... dan Medan...... Jepang...

Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu.... Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah.. Petunjuk 1.......2 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II .... Jepang. Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B. A... Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda.. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C........... Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya... Kerjakan LKS ini secara individu 2... Meskipun demikian..... seperti di Surabaya......... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3. Soal NO 1 2 3 4 5 Jenis Peperangan/ Perlawanan yang Dilakukan Bangsa Indonesia Surabaya Ambara Bandung Lautan Api Medan Area Semarang Tanggal dan Tempat 27 – 29 Oktober 1945 26 Oktober 1945 23 Maret 1946 13 Oktober 1945 15 Oktober 1945 ...Lampiran: IV.... Ambarawa..... ......... dan Medan................... Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia..... D...... Bandung.

...... ........ guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 6.............. Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas F.... Teori Singkat Komisi PBB untuk Indonesia atau UNCI (United Nations Commision for Indonesia) berhasil mempertemukan Belanda dan Indonesia dalam meja perundingan......Lampiran: IV.. Soal NO 1 Tanggal & Jenis Perundingan 10 Nopember 1946 Perjanjian Linggarjati 27 Oktober 1947 Perjanjian Renville Isi Perundingan dilaksanakan Belanda mengakui Republik Indonesia dilaksanakan Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam pembangunan negeri 2 .. Perundingan dilakukan untuk mencapai pengakuan kedaulatan Indonesia dan Belanda.................. Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu. H...... E..... Petunjuk 4. Kerjakan LKS ini secara individu 5....3 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II .............. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan G.........

.. A.... Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah. Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945... Mereka telah berjuang agar kemerdekaan tetap menjadi milik rakyat Indonesia....... Hatta Bungtomo Jendral Soedirman Peran terhadap Mempertahankan Kemerdekaan Proklamator kemerdekaan Indonesia Memimpin delegasi Membangkitkan semangat juang rakyat dan pemuda Indonesia Banyak membantu perjuangan rakyat yang dikenal perjuangan gerilya ..... Petunjuk 1...... Jepang.............. Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya...... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu.. guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3. G..... Banyak tokoh yang berperan dalam mempertahankan kemerdekaan........ Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda..4 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ..... Mohd.... Kerjakan LKS ini secara individu 2. Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas E....Lampiran: IV........ Soekarno Drs.. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F........... Soal NO 1 2 3 4 Nama Tokoh Yang Berperan Mempertahankan Kemerdekaan Ir. Meskipun demikian... ....

3 tetapi kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar 4 yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masing-masing Tidak meminta masing-masing kelompok belajar mencari kelompok belajar siswa mencari 1 informasi atau pengetahuan informasi atau pengetahuan baru baru dari materi pembelajaran dari materi pelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 2 informasi baru yang tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 3 informasi baru yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 4 informasi baru yang berhubungan dengan materi pembelajaran Aspek Penilaian . 2 tetapi tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar. tetapi tidak membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 3 dengan anggota kelompok dan kurang membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 4 dengan anggota kelompok dan membimbing siswa Guru membimbing siswa Tidak membimbing siswa dalam 1 mengamati lingkungan sekitar mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan Membimbing siswa dalam materi pembelajaran mengamati lingkungan sekitar.Lampiran: V RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS GURU No 1 2 3 Kriteria Skala Deskriptor Guru meminta siswa Tidak meminta siswa bekerjasama 1 bekerjasama dengan anggota dengan anggota kelompok kelompoknya masing-masing Meminta siswa untuk bekerjasama 2 dengan anggota kelompok.

No 4 Aspek Penilaian Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 2 3 4 5 Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 Kriteria Deskriptor Tidak meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok hanya menguasai konsep dari materi pembelajaran Kurang mengarahkan masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Tidak meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Mengarahkan masing-masing kelompok hanya membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing saja. tetapi tidak dengan kelompok belajar lain Mengarahkan dan kurang membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan dengan kelompok belajar lainnya Mengarahkan dan membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan juga dengan kelompok belajar lainnya .

Lampiran: V. .00% Cukup 11 Pekanbaru. S. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. 13 Maret 2012 Observer Titin Rositi. Aktivitas Guru 2 3 √ Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 8 3 55.Pd NIP.

S. 20 Maret 2012 Observer Titin Rositi. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 6 60.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja. .00% Cukup 12 Pekanbaru.Lampiran: V.Pd NIP.

Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 3 95. 02 April 2012 Observer Titin Rositi. . 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja. S.Lampiran: V.3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa.Pd NIP.00% Sangat Baik 16 19 Pekanbaru.

S.00% Sangat Baik 20 Pekanbaru.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 20 100. 10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.Pd NIP. .Lampiran: V. 10 April 2012 Observer Titin Rositi.

00% 100.00% Sangat Baik Sangat Baik .5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR SIKLUS I DAN SIKLUS II No 1 Aktivitas Guru Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 2 II 3 III 4 IV 4 2 3 3 4 4 3 2 2 4 4 4 2 2 4 4 5 2 2 4 4 11 55.00% Cukup 12 60.00% Cukup 19 20 95.Lampiran: V.

tetapi tidak dapat mengambil pelajaran dari yang diamati Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran dan dapat menarik kesimpulan dari setiap yang diamati Siswa berdiam diri dan tidak melakukan tugas yang diberikan guru Siswa mencari informasi atau pengetahuan baru dengan sendirinya Siswa dengan anggota kelompoknya masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran. tetapi tidak secara kompak Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing secara kompak Siswa bersama anggota kelompoknya tidak melakukan aktivitas yang diberikan guru Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. tetapi tidak mendapatkan informasi atau pengetahuan yang baru Siswa dengan anggota kelompok masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran dan menemukan informasi atau pengetahuan yang baru 2 Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 1 2 3 4 3 Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 1 2 3 4 .Lampiran: VI RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS SISWA No 1 Aspek Penilaian Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Kriteria Skala 1 2 3 4 Deskriptor Siswa tidak mahu bekerjasama dengan anggota yang telah ditentukan guru Siswa kurang mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing.

tidak bersama anggota kelompok Siswa bersama anggota kelompoknya mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok tidak mahu membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing. tetapi tidak mahu mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain. tetapi tidak mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain dan mampu menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain 2 3 4 5 Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 .No 4 Aspek Penilaian Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 Kriteria Deskriptor Siswa bersama anggota kelompoknya tidak mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa bersama anggota kelompoknya kurang mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.

Lampiran: VI. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 3 2 2 1 2 Ket 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 3 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 1 1 3 3 2 2 2 1 3 2 2 1 3 2 1 3 2 2 3 2 . P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. AMIRUDDIN M. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa.

ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .Pd NIP.38 55. 13 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. M. S. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 2 2 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 78 48.50 Ket Pekanbaru. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.00 57. DWIFA SYUKRI FADLI M. 19570720 197612 1001 . TEDDY PRATAMA M.75 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 82 79 88 92 51.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. NUR FADLI M. 1055187011 Titin Rositi.Pd NIP. Mengetahui.25 49. RYAN PRADANA M. D QUEEN LAILA.

P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. AMIRUDDIN M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI.Lampiran: VI. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 1 2 2 3 3 3 2 2 3 4 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 3 2 2 3 2 3 2 1 1 3 3 3 2 1 2 Ket 1 2 3 2 2 3 1 3 1 3 2 4 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 2 2 3 3 3 2 4 1 3 2 3 1 3 2 1 3 2 2 3 2 . Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2.

75 64.50 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 99 94 103 101 61. 20 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM.13 Ket Pekanbaru. Mengetahui. DWIFA SYUKRI FADLI M. 1055187011 Titin Rositi. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . TEDDY PRATAMA M.38 63. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 3 2 2 2 4 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 4 92 57. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. RYAN PRADANA M. M. D QUEEN LAILA.88 58. NUR FADLI M.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. S.Pd NIP.Pd NIP. 19570720 197612 1001 .

Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. AMIRUDDIN M.Lampiran: VI. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5.3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 3 2 4 2 2 3 3 3 4 3 3 4 2 2 3 4 4 4 2 3 3 Ket 1 2 3 3 3 4 2 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 2 . 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3.

M. NUR FADLI M. 02 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 133 83. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .88 88.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. 1055187011 Titin Rositi.75 88. TEDDY PRATAMA M.Pd NIP. RYAN PRADANA M. S.13 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 3 4 4 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 2 2 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 126 131 142 141 78. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.13 Ket Pekanbaru.75 81. 19570720 197612 1001 . Mengetahui. D QUEEN LAILA. DWIFA SYUKRI FADLI M.Pd NIP.

ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 Ket 1 3 4 3 3 4 3 4 2 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 . P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. 10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. AMIRUDDIN M.Lampiran: VI.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2.

Pd NIP. RYAN PRADANA M. 1055187011 Titin Rositi. M.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 141 19. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. Mengetahui.42 20. 19570720 197612 1001 . DWIFA SYUKRI FADLI M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . S.56 20.56 Ket Pekanbaru.83 20. TEDDY PRATAMA M. 10 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM.Pd NIP.58 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 148 147 150 148 20. D QUEEN LAILA. NUR FADLI M.

Lampiran: VI.13% Baik 673 84.385% Cukup 489 61.5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I DAN SIKLUS II No Aktivitas Siswa Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 78 II 92 III 133 Siklus II IV 141 1 2 82 99 126 148 3 79 94 131 147 4 88 103 142 150 5 92 101 141 148 419 53.13% Sangat Baik 734 91.75% Sangat Baik .

3. Melucuti senjata tentara Jepang b. Raflessia d. dan 6 Kognitif Kunci Jawaban C1 C2 C3 C4 C5 C6 A √ A √ A √ . untuk a.1 KISI-KISI SOAL SIKLUS PERTAMA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan 1. adalah a. dan 5 c. Josh Bush 2. sebagai berikut: 1) Ir. 2. Cristopher Colombus c. dan 3 b. Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II. Melakukan perdamaian dunia c. 2.Lampiran: VII. Soal Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya a. 4. 1. Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah. Menyerang kembali bangsa Indonesia d. Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 3. Sir Philip Christison b. Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas. 4. 5. 3. dan 4 d.

Masyarakat Surabaya meraih kemenangan C √ C √ D √ . Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c. Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini 6. Sebutkan beberapa desakan Negara. Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c. kecuali a.Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II. Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d.4. Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d. Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 a. a dan b benar 5. Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan a. Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b. Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b. Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b.

Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah a. disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka. Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d. Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api a. Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c. Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b. Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b. Sehingga. Ambarawa 9. Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah. Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 10. Salah semua 8. Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 7. Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d. Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia a. Jakarta d. Bukittinggi b. Surabaya c. Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d. Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c.c. Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno a. Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri A √ C √ B √ D √ .

90. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d. Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 12. 000 b. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk. 000 13. Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c. 11. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia D √ C √ A √ . Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d. ekonomi. 12.b. Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik. 000 c. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia a. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya a. 10. sosial. adalah a. budaya dan pertahanan keamanan 11. 000 d. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c.

Inggris 3. Abdul Kadir Widjojoatmodjo c. 5. dan 7 d. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN. 12 November 15. Indonesia b. Mohammad Hatta 17. Hamengkubuwono IX b. 11 November d. 09 November c. Di bawah ini beberapa Negara di dunia 1. Indonesia dan Belanda d. Netherland Indies Club Administration c.Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 14. Netherland Indies Company America b. R. Drs. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN). Belanda 7. 10 November b. 6. Netherland Indies Civil Administration 18. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia a. dan 7 16. NICA adalah singkatan dari a. Australia 4. Syarifuddin Prawiranegara d. Mr. Mengusulkan sendiri d. adalah a. dan 5 b. 4. 1. Australia adalah negara yang dipilih oleh a. Indonesia 2. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati a. dan 3 c. 2. Beligia 6. 3. A √ C √ C √ D √ B √ . Belanda c. 1. 4. Netherland Indies Civil Ambarawa d. Amerika 5.

Mohammad Hamdan d. Mohommad Toha c. NICA b. Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 a. Mohammad Hasbullah 20. KNIL d. PDRI B √ A √ . Perjanjian Renville diprakarsai oleh a. KTN c. Mohammad Haryono b.19.

Soal Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal Sir Philip Christison a. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c. 9 Mei 1949 Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan a. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b. c salah semua Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda. a. b. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d. 7 Mei 1949 c.2 KISI-KISI SOAL SIKLUS KEDUA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan 1. B √ 3. 6 Mei 1949 b. sebagai berikut: 1) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 2) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik Kunci Jawaban C1 Kognitif C2 C3 C4 C5 B √ 2. C √ . 8 Mei 1949 d.Lampiran: VII.

4 dan 5 d. 4 dan 5 Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan. 1. 3. 3 dan 4 c. karena a. 1.4. 2 dan 3 b. Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. 3) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 4) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 5) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda: a. 2. yaitu Indonesia dan Belanda B √ . Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara.

Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda: a. Soekarno d. Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d. Moh Hatta Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda: a. Drs. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen A √ D √ A √ . Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c. H. 7.d. Ir. 6. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan a. Hamengkubuwono IX c. 5. Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b. Agussalim b.

Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d. 23 Juli sampai 2 November 1949 Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia: a. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia D √ D √ . 8. 5 sampai 7 November 1949 e. Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c. 23 November 1949 d. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan c.b. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d. 9. Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c. 22 Juli sampai 1 November 1949 f.

Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b. Tujuan PDRI dibentuk adalah: a. Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12. Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c. Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b. Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia a. Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d. Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan 11. Mengapa Ir. Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 a.10. Agar melancarkan serangan kepada Belanda c. Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu d. Agar membentuk dan dan memimpin PDRI b. Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada B √ A √ D √ .

Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13. Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c. Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia d. Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu c.Membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia d. Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d. kecuali:: a. Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. C √ D √ . Salah semua c. Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b. Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan b. kecuali: a. a dan b benar 14. untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag. Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda.

Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17. Melakukan pemberontakan di Madiun d. a. karena: a. Memimpin TNI dalam peperangan d. Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c. Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi. adalah a. Mengamankan NKRI d. Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c. Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI: a. Memimpin TNI dengan penuh semangat b. Berhasil memimpin koperasi di tanah air b. adalah: c. Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d. Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c.15. Membentuk kabinet baru 18. Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya e. Menggalang persatuan nasional b. b dan c salah semua B √ B √ A √ C √ . Memimpin pasukan f. Perjuangan luar biasa 16. Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar. Tujuan dibentuk Kabinet Hatta.

Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c. Melawan setiap penjajahan yang ada d. Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo: a. Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan a.19. Tidak melakukan apa-apa 20. Teriakan d. Senjata yang lengkap B √ A √ . Nyanyian c. Pidatonya b.

................. Josh Bush 3. 4........ Cristopher Colombus d. SOAL-SOAL 2. a dan b benar .. dan 6 5...... 3............... Melucuti senjata tentara Jepang b............ Waktu yang disediakan adalah 70 menit 2..... dan 3 c.1 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA Hari/Tanggal Nama Siswa : ... 4........... 2.Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II.. Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya. Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b. 3... untuk .... tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II....... Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d.... 5. dan 5 d. dan 4 b......... Pilihlah jawaban di bawah ini! 22............. Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah.............. a. a. Melakukan perdamaian dunia c........... PETUNJUK 1.. adalah ............ Sebutkan beberapa desakan Negara... a. kecuali.. Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c......... sebagai berikut: 1) Ir.Lampiran: VIII. 2............ a.. Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas. Raflessia b... Sir Philip Christison c. Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 4.. Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. 1. 21...... Menyerang kembali bangsa Indonesia d.. : ...

.......... Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 8. Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno . Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c. Jakarta d. Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 ....... Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b. Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d..... a.. Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d... Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c... Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia ..... Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah .. a... Salah semua 9... a.. Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d... budaya dan pertahanan keamanan .. Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b... a... Bukittinggi b.. Ambarawa 10. Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d. Masyarakat Surabaya meraih kemenangan c. disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka....................... Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 11....... Sehingga....... Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c.. Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini. Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c.6.......... Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri b.. Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah........ Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b.... Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan . a. Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik... ekonomi. Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api ....... Surabaya c......... 7.. Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d..... a. sosial. Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b....

12. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.................... a. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d. Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 13. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya .................... a. 90.000 orang c. 10.0000 orang b. 11.000 orang d. 12.000 orang 14. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk, adalah .................. a. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia d. Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 15. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati ........................ a. 09 November c. 10 November b. 11 November d. 12 November 16. Di bawah ini beberapa Negara di dunia: 1. Indonesia 2. Inggris 3. Australia 4. Amerika 5. Beligia 6. Belanda 7. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN, adalah a. 1, 2, dan 3 c. 3, 4, dan 5 b. 5, 6, dan 7 d. 1, 4, dan 7 17. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia ................... a. Hamengkubuwono IX c. Mr. Syarifuddin Prawiranegara b. R. Abdul Kadir Widjojoatmodjo d. Drs. Mohammad Hatta 18. NICA adalah singkatan dari ................. a. Netherland Indies Company America b. Netherland Indies Club Administration c. Netherland Indies Civil Ambarawa
d. Netherland Indies Civil Administration

19. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN), Australia adalah negara yang dipilih oleh .................. a. Indonesia c. Indonesia dan Belanda b. Belanda d. Mengusulkan sendiri 20. Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 .............. a. Mohammad Haryono c. Mohammad Hamdan b. Mohommad Toha d. Mohammad Hasbullah 21. Perjanjian Renville diprakarsai oleh ................ a. KTN c. NICA b. KNIL d. PDRI

Lampiran: VIII.2 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA

Hari/Tanggal Nama Siswa 23. PETUNJUK

: ............................................... : ...............................................

3. Waktu yang disediakan adalah 70 menit 4. Pilihlah jawaban di bawah ini! 24. SOAL-SOAL 1. Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal ............................... a. 6 Mei 1949 c. 8 Mei 1949 b. 7 Mei 1949 d. 9 Mei 1949 2. Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan .................... a. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d. a, b, c salah semua 3. Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda, sebagai berikut: 6) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 7) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik 8) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 9) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 10) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda ............ a. 1, 2 dan 3 c. 3, 4 dan 5 b. 2, 3 dan 4 d. 1, 4 dan 5 4. Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan, karena ..................... a. Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara, yaitu Indonesia dan Belanda d. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia

... 5 sampai 7 November 1949 d. Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d.. Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d. Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c.5..... Drs........... Ir. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d.. Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada 6... Moh.... 23 Juli sampai 2 November 1949 9.. Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan ............. Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c. Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c....... Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b.. Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b...... 22 Juli sampai 1 November 1949 b... Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda .......... Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia ...... a.. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen b. a. Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b. a... 23 November 1949 c... Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda a. Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan .. Agussalim c..... Hatta 7.. a... Soekarno b.. a.. Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia ....... Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda 8.. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia 10....... Sri Sultan Hamengkubuwono IX d... Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c.... Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan . Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d. H..

Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu g... a.. Tujuan PDRI dibentuk adalah . Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda. Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c.... Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu h.. a..... Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI ... Membentuk kabinet baru .................... Agar melancarkan serangan kepada Belanda g.. Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17..... Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada c..... Melakukan pemberontakan di Madiun d. untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag. Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c. Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan f.. Melawan setiap penjajahan j.... Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya i. a.. Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b. Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia h.. Memimpin TNI dalam peperangan d.......... Salah semua 15. Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar TKR. Agar membentuk dan memimpin PDRI f...... g.. adalah .. Mengamankan NKRI h...... Mengapa Ir....11. Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c.... Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d...... Memimpin TNI dengan penuh semangat b.... adalah sebagai berikut . Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 .. Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13... Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.... kecuali . a. e. Tujuan dibentuk Kabinet Hatta..... Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12..... a dan b benar 14.... kecuali: e.. Pemerintah Darurat Republik Indonesia d. Menggalang persatuan nasional b....... Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b.. Memimpin pasukan 16..

. b dan c salah semua 19. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c.. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b..18. Pidatonya c.. a. Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo . Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi..... a..... Semoga Sukses . Tidak melakukan apa-apa 20.... Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d... Teriakan b.. karena ... Senjata yang lengkap Selamat Bekerja..... Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan .. Nyanyian d.... Berhasil memimpin koperasi di tanah air b........ a. Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c........ Melawan setiap penjajahan yang ada d....... a.

Lampiran: IX.1 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN A A A C C D A C B D D C A A C C D B B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .

2 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN B B C B A D A D D B A D C D B B A C B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .Lampiran: IX.

1 SKOR DASAR HASIL BELAJAR SISWA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. NUR FADLI M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . RYAN PRADANA M. AMIRUDDIN M.465 61. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 70 45 55 85 70 85 15 50 65 80 55 70 55 60 85 85 80 70 65 2.50 Ket Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas . DWIFA SYUKRI FADLI M.50 42. D QUEEN LAILA.Lampiran: X.63 23 17 Tidak Tuntas 57. TEDDY PRATAMA M. ARIF M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.

D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.270 81. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 85 90 85 100 95 90 35 90 95 95 65 95 90 60 95 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.2 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. D QUEEN LAILA. RYAN PRADANA M. ARIF M.75 . NUR FADLI M.Lampiran: X. DWIFA SYUKRI FADLI M. AMIRUDDIN M. TEDDY PRATAMA M.

Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 90 90 95 100 95 90 70 90 100 95 90 95 95 90 100 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3.615 90. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. RYAN PRADANA M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. DWIFA SYUKRI FADLI M. AMIRUDDIN M. NUR FADLI M.3 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA.38 . D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. TEDDY PRATAMA M. ARIF M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. D QUEEN LAILA.Lampiran: X.

S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. DWIFA SYUKRI FADLI . ARIF M.Lampiran: X.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Jenis Kelamin P P L L P P P P L L L P P L P P P P L L L Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 Ketuntasan Individu Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian I 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian II 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. AMIRUDDIN M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.4 Analisis Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas V.

00 0 Tuntas Tuntas Ketuntasan Individu .No 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa Jenis Kelamin L L L L P L P P L L L L L L L L L P P Skor Dasar Ketuntasan Individu Ulangan Harian I M.50 16 42. D QUEEN LAILA. TEDDY PRATAMA M.50 Tidak Tuntas Ulangan Ketuntasan Harian Individu II 85 90 Tuntas Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 85 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 35 Tidak Tuntas 70 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 65 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 60 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 34 85. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal 70 Tuntas 45 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas 85 Tuntas 70 Tuntas 85 Tuntas 15 Tidak Tuntas 50 Tidak Tuntas 65 Tuntas 80 Tuntas 55 Tidak Tuntas 70 Tuntas 55 Tidak Tuntas 60 Tuntas 85 Tuntas 85 Tuntas 80 Tuntas 70 Tuntas 65 Tuntas 23 57.00 40 100. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . NUR FADLI M. RYAN PRADANA M.00 6 15.

1: Guru Menjelaskan Pembelajaran Dokumentasi 2: Guru membimbing siswa mengamati Dok. 4: Observer Mengamati Aktivitas Pembelajaran .A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN PEKANBARU Dok. 3: Siswa Menjelaskan Hasil Temuannya Dok.LAMPIRAN. XI DOKUMENTASI AKTIVITAS PEMBELAJARAN CTL DI KELAS V.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful