PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS

V.A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN KOTA PEKANBARU

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

OLEH:

DARMITA NIM. 1005187011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012

ABSTRAK

Darmita. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Riau. Kata Kunci: Model CTL, Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Model pembelajaran CTL merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran, yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata. Sehingga dengan penerapan model ini siswa lebih berperan dari pada guru dalam pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Penerapan Model Pembelajaran CTL Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Pada Materi Pokok Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V.A SDN 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 40 orang siswa. Hal demikian dapat diketahui dari: Peningkatan aktivitas belajar siswa dari setiap pertemuan adalah sebesar 72,34, dengan kategori “baik”; Peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran dari setiap pertemuan adalah sebesar 77,50, dengan kategori “baik”. Peningkatan hasil belajar siswa secara individu dari setiap pertemuan adalah adalah sebesar 77,92 dengan kategori “sangat baik”; dan Peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal dari setiap pertemuan adalah sebesar 80,83% dengan kategori “amat baik”. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dan dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012.

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang memberikan taufik dan hidayah-Nya serta nikmat yang tak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”. Selanjutnya shalawat serta salam tidak lupa penulis sampaikan kepada junjungan alam yakni Nabi besar Muhammad SAW, yang merupakan seorang pejuang sejati yang telah membawa ummatnya dari kehidupan yang penuh kebodohan sampai kepada kehidupan yang penuh dengan ilmu penngetahuan dan akhlak mulia sebagaimana kta rasakan sekarang. Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran IPS di sekolah dasar yang dapat mengembangkan hakikat pembelajaran IPS yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk menyelesaikan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ashaluddin Jali, MS, selaku Rektor Universitas Riau. 2. Bapak Dr. H. M. Nur Mustafa, M. Pd selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau 3. Bapak Drs. Lazim. N. M.Pd, selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau.

Yang berbahagia orang tua penulis. yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Ayahanda Bakri dan Teso Sakido . dan Bapak Drs. Ibunda Katiamah dan Juminem (Almarhumah). 7.Pd. serta Keluarga Besar penulis. amin. Farhan Sakido). selaku Pembimbing I. Suami tercinta (Achmad Yusuf) dan Anak-Anak tercinta (Ridza Fitria Akhdar. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Drs. H. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Pekanbaru. S. Damanhuri Daud. untuk itu kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan sangat penulis harapkan. Juli 2012 Penulis DARMITA NIM. 5. Semoga ini dapat memberikan manfaat. S. 1005187011 . Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. 6. selaku Pembimbing II. Teman-teman seperjuangan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau.Pd. Zulkifli.4.

........................ Indikator Hasil Belajar .............................. 4....... Teknik Analisis Data i ii iv vi vii viii 1 4 5 5 6 BAB II 8 8 10 12 13 15 17 17 18 19 21 24 25 BAB III 26 26 26 27 29 30 ................................ Subjek Penelitian.............................. Aktivitas Belajar Siswa ..................................... B........................................................... Variabel Penelitian ........................................ D............................................................................... 4............................. METODOLOGI PENELITIAN A.......................... Rencana Tindakan . 1. Pengertian...... Manfaat Penelitian .. C.......................................................................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A... DAFTAR GAMBAR ......................................... 3.................................................................................. KONSEP TEORI A................................... Prinsip-Prinsip Pembelajaran CTL .... B....... Tujuan Penelitian ................................................................. C.. E.... Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran CTL dengan Hasil Belajar Siswa ......................................................................................................... Setting Penelitian ....................................................... Pengertian.... F..................................................................... Instrumen Penelitian................................... DAFTAR ISI .................................................................................. G.......................................... 5.............................................................................. Hipotesis Tindakan.................... 2................................................................................. Teknik Pengumpulan Data .. 2.. E........ DAFTAR TABEL ................... Latar Belakang ... DAFTAR LAMPIRAN ............................................................ B. Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning ........................................ C.......................................................... Komponen Pembelajaran CTL........ D........................ Defenisi Operasional .......................... Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar .... KATA PENGANTAR ............ Hasil Belajar ................................................................. 1.... D..... 3...................................... Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran CTL ...................................................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK ..................................................... Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran CTL ...................................................................................... Rumusan Masalah ..

.............. Pelaksanaan Tindakan Siklus I................................................... Hasil Tindakan ........................ Refleksi Siklus I .......... Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran . Pertemuan Pertama............................................................................... 4........................... KESIMPULAN DAN SARAN A...... Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I ........................................................................................ 1.........BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A................... LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................... 2........ 4................................................................................. Pertemuan Kedua . Ulangan Harian Siklus II.... Pelaksanaan Tindakan Siklus II ....... Pertemuan Kedua ................................... B................................................................................... Pembahasan Hasil Penelitian ..................... Saran-Saran .......... Aktivitas Siswa ............................................ 2.................................... 3.... Ketuntasan Klasikal ................................ 1...... 1...................................................... E................. Aktivitas Guru ..................... B......... 2..... 2.... 4...................... 3......... Kesimpulan .......................................... Pertemuan Pertama....... Aktivitas Siswa ........................................................... D........ Ketuntasan Individu ............................................................ 1............. Refleksi Siklus II .............................................. Hasil Belajar Siswa .. 3................................................................. 3. Analisis Hasil Penelitian ................... C..................... 35 36 36 38 39 40 42 42 44 45 46 47 47 49 51 54 54 56 57 59 BAB V 61 63 64 DAFTAR PUSTAKA .........

............................................ Aktivitas Belajar Siswa .......... 55 58 58 59 .............................................................. Perbandingan Ketuntasan Klasikal ....DAFTAR GAMBAR Gambar 4.3 Gambar 4.... Perbandingan Ketuntasan Individu .2 Gambar 4......1 Gambar 4.....4 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran ...........................

........3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V. 48 49 51 53 .2 Tabel 4..........A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada 33 33 Siklus I dan II ................. Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V... Tabel 4................................2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran CTL Pada Siklus I dan II.......A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ................................... Tabel 4..................4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V..................................1 Tabel III............... Ketuntasan Hasil Belajar Siswa ...........................................1 Aktivitas Guru Dan Siswa ....... Tabel 4................A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II ................................DAFTAR TABEL Tabel III.

.................................................................................................. Lampiran IX Lampiran X Lampiran XI Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian .....................................................................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V Jadwal Penelitian.............................................. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)..................... Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Dan Lembar Observasi Aktivitas Guru Selama Proses Pembelajaran ...................... Dokumentasi Pelaksanaan Penerapan Model Pembelajaran CTL ........................ Silabus ......... Lampiran VII Kisi-Kisi Soal ..................................................................................................................... Skor Hasil Belajar Siswa............................ 126 .... Lampiran VI Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa Dan Lembar Observasi Aktivitas Siswa Dengan 87 98 111 119 121 80 66 67 68 76 Menggunakan Model CTL ..... Lembar Kerja Siswa (LKS).................. Lampiran VIII Soal Ulangan Harian ..................................................................

guru harus memilih dan menentukan model pembelajaran yang sesuai dan tepat agar setiap materi yang diajarkan mudah dipahami. Untuk itu.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan. dan ketuntasan klasikal yaitu . Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang kajian yang diajarkan kepada peserta didik pada pendidikan formal yaitu sekolah.BAB I PENDAHULUAN A. Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mengacu kepada ketentuan Sistem Pendidikan Nasional. Hasil observasi sebelum penelitian dilakukan. sehingga peserta didik benar-benar mampu menguasai dan memahami dari setiap pembelajaran yang disampaikan. Untuk ketuntasan individu yaitu 60. akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa tersebut. pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sudah dikenalkan kepada peserta didik berada di tingkat Sekolah Dasar (SD). maka peran guru sangat diharapkan. Agar tujuan pembelajaran tercapai. diketahui hasil belajar IPS siswa Kelas V. Tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kepada siswa kelas V tingkat Sekolah Dasar (SD) yaitu memberikan pengajaran kepada peserta didik untuk menghargai besarnya peranan tokoh-tokoh perjuangan serta masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. bidang kajian ini memiliki pesan-pesan penting tentang kehidupan dan keberlangsungan umat manusia. Oleh karena itu. Dengan demikian. Karena.

hal ini terlihat dari sikap siswa yang kurang dalam memperhatikan pembelajaran yang disampaikan. yaitu kehidupan sehari-hari. diketahui beberapa penyebab rendahnya hasil belajar siswa Kelas V. 5. Dari 40 orang siswa hanya 16 orang siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dengan persentase 40. Sementara jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) berjumlah 24 orang siswa dengan persentase 60.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru terutama pada pembelajaran IPS.00%. 3. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang tidak mengikuti arahan yang diberikan guru dalam pada saat pembelajaran berlangsung.70. yaitu: 1.13%. Adapun nilai rata-rata hasil belajar siswa IPS adalah 56. . Banyak siswa tidak terlibat dalam pembelajaran di kelas. sehingga siswa cenderung bosan. 4. Banyak siswa tidak dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Guru masih menggunakan model pembelajaran klasik dalam pembelajaran IPS yaitu model pembelajaran ceramah dan tanya jawab.00%. Dari observasi di atas. dan kurang bersemangat untuk belajar. Model pembelajaran ceramah masih menjadi pilihan dalam penyampaian materi.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru khususnya pada pembelajaran IPS. 2. yaitu: 1. Banyak siswa yang tidak dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru. ditemukan beberapa gelaja-gejala sebagai berikut. Hasil observasi di Kelas V. Rendahnya tingkat penguasaan dan pemahaman siswa. Sebagian siswa merasa bosan dengan model pembelajaran yang diterapkan guru saat pembelajaran IPS berlangsung.

2011: 49). Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Tukiran. di antaranya dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). yang menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). . akan berdampak terhadap rendahnya kualitas pembelajaran siswa. Belum adanya guru di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. perlunya menemukan solusi alternatif sehingga siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru memperoleh hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang optimal. Sedangkan. Karena penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) bertujuan agar siswa terlibat secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. karena tanpa disadari dalam metode ini hanya memberikan kesempatan kepada siswa yang pintar dan aktif yang akan menjawab pertanyaan yang diberikan. 2. sehingga terbentuklah kesenjangan antara siswa yang pintar dan siswa yang kurang pintar.Dengan demikian. metode tanya jawab merupakan salah satu metode yang kurang efektif. Berdasarkan beberapa penyebab dan gejala-gejala permasalahan di atas. dan memungkinkan hasil belajar siswa akan menurun.

Hal ini disebabkan adanya tujuh komponen yang harus ada dan diterapkan dalam model pembelajaran tersebut. Selanjutnya. masyarakat belajar (Learning Comunity). siswa dapat memahami dan menghubungkan secara langsung antara materi pembelajaran dengan kondisi yang nyata yang ada di lingkungannya. karena dalam model pembelajaran CTL ini keterlibatan siswa secara dan siswa lebih berperan aktif dari pada guru. B. Dari uraian di atas. bertanya (Questioning). dimana model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan salah satu dari model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas peneliti. maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Apakah Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V. dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) Dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa Kelas V. yaitu kontruktivisme (Contructivism).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru”.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru?”. menemukan (Inquiry). pemodelan (Modeling).Setelah melakukan kajian sederhana.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan pokok bahasan Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Perumusan Dasar Negara. .

Guru a. Sebagai bahan informasi untuk meningkatkan profesionalisme guru kelas.A SDN 183 Tampan Pekanbaru dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). b.C. Siswa a. Meningkatkan kualitas dan kuantitas proses belajar siswa kelas V. 2. Manfaat Penelitian Penelitian tindakan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk: 1. Diharapkan dapat memanfaatkan model pembelajaran yang dapat diterapkan pada guru-guru lainnya . Sekolah a. D. Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam belajar mengajar dengan yang berkelanjutan. Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). c. 3. Meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. b. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas V. Meningkatkan kualitas kegiatan mengajar bagi guru kelas.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. c.

Adapun model pembelajaran menurut menurut Joyce dalam Trianto (2007: 5) adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku. pengenaan prihal. Memberikan sumbangan pengetahuan tentang model pembelajaran dalam belajar mengajar dengan pengajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang berkelanjutan. Sebagai landasan untuk dapat dijadikan kajian lebih lanjut dalam cakupan yang lebih luas.b. dan mempraktekan. . E. kurikulum dan lain-lain. yaitu: Penerapan menurut kamus Bahasa Indonesia oleh Anwar (2001: 516) adalah pemasangan. komputer. film. c. Sementara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) menurut Sanjaya (2009: 255) adalah Pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Defenisi Operasional Peneliti ingin menguraikan istilah-istilah yang ada pada judul skripsi ini dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam dalam menafsirkan judul.

yakni pengetahuan hafalan. Adapun peningkatan hasil belajar yang dikaji dalam penelitian ini adalah hasil belajar dari aspek kognitif. Dari uraian defenisi konsep operasional di atas. analisis. dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi. maka dapat diketahui dan dipahami bahwa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah.Hasil Belajar menurut Hamalik (2006: 51). pemahaman atau komprehensif. Menurut Bloom dalam Poerwanto (2010: 43). . berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. terutama hasil belajar IPS siswa Kelas V. secara garis besar membagi hasil belajar ke dalam tiga ranah. penerapan aplikasi. adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. sintesis. di antaranya ranah kognitif.

Pengertian Model pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Rusman. 2010: 133). artinya guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya (Rusman. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan. artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman langsung. yakni: 1) Contextual Teaching and Learning menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. 2) Contextual Teaching and Learning mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. 2009:255). 2010: 132). Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) 1. Menurut Candra (2010:23). artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan . Adapaun model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya.BAB II LANDASAN TEORI A. mengemukakan tiga konsep yang harus dipahami.

Belajar adalah proses pemecahan belajar bukan sekadar mengumpulkan fakta yang lepas-lepas. artinya Contextual Teaching and Learning bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. yakni kontruktivisme. maka terdapat beberapa hal yang harus dipahami tentang belajar dalam pembelajaran kontekstual (CTL). tidak akan menjadi pengetahuan yang bermakna. 3) Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. pengetahuan itu pada dasarnya merupakan organisasi dari semua yang dialami. Pengajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual. dan penilaian nyata (Trianto. yakni: a. sehingga dengan pengetahuan yang . 2007:105). akan tetapi proses mengkonstruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. bertanya. masyarakat belajar. Dari asumsi dan karakteristik yang mendasarinya. pengetahuan yang demikian akan mudah dilupakan dan tidak fungsional. Oleh karena itulah. inkuiri. b.kehidupan nyata. permodelan. Pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemberitahuan orang lain. semankin banyak pengalaman maka akan semankin banyak pula pengetahuan yang mereka peroleh. Belajar bukanlah menghafal.

terdapat tujuh prinsip pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Kontruktivisme (contructivism) Prinsip pembelajaran ini merupakan landasan and berpikir (filosofi) yaitu dalam bahwa Contextual Teaching Learning. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Rusman (2010: 193-197). . e. Semangkin pengetahuan seseorang luas dan mendalam. 2. kemampuan memecahkan persoalan termasuk penampilan atau performance seseorang. yaitu: a. c. pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. seperti pola piker. maka akan emangkin dalam berfikir. Belajar secara kintekstual adalah belajar begaiman anak menghadap setiap persoalan. Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks. Belajar pada hakikatnya adalah menangkap pengetahuan dari kenyataan. d. oleh karena itu pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak (real world learning) (Sanjaya. oleh karena itu belajar tidak dapat sekaligus akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa.dimiliki akan berpengaruh terhada pola-pola perilaku manusia. 2009:256). pola bertindak.

agar siswa bisa memenuhi harapan siswa secara menyeluruh. tetapi merupakan hasil merumuskan sendiri. Tahap permodelan dapat dijadikan alternatif untuk mengembangkan pembelajaran. Oleh karena itu. e. d. Permodelan (Modelling) permodelan (Modelling) merupakan salah satu prinsip dalam pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Karena pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang selalu dimulai dari bertanya. Menemukan (Inquiry) Prinsip menemukan (inquiry) merupakan prinsip inti dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning.b. Seperti yang disarankan dalam Learning Community. melalui upaya menemukan akan memberikan penegasan bahwa pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan-kemampuan lain yang diperluas bukan merupakan hasil dari mengingat seperangkat fakta-fakta. dan membantu mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh para guru dalam pembelajaran. . Masyarakat Belajar (Learning Community) Adapun maksud dari masyarakat belajar (Learning Community) adalah membiasakan siswa untuk melakukan kerjasama dan memanfaatkan sumber belajar dari teman-teman belajarnya. bertanya merupakan strategi utama dalam Contextual Teaching and Learning. Bertanya (Questioning) Unsur lain yang menjadi karakteristik utama Contextual Teaching and Learning adalah kemampuan dan kebiasaan untuk bertanya. bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain melalui berbagai pengalaman (sharing). c.

Mengupayakan pencapaian standar yang tinggi (reaching hight standards) h. Pada saat refleksi. . Tahap penilaian sebagai bagian dari integral dari pembelajaran memiliki fungsi yang amat menentukan untuk mendapatkan informasi kualitas proses dan hasil pembelajaran melalui penerapan Contextual Teaching and Learning. Refleksi (Reflection) Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang terjadi atau baru saja dipelajari. siswa diberi kesempatan untuk mencerna. g. menimbang. Memberikan layanan secara individual (natural the individual) g.f. Menjalin hubungan yang bermakna (making meaningful connections) b. Mengadakan kolaborasi (collaborating) e. membandingkan. Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking) f. dan melakukan diskusi dengan dirinya sendiri (learning to be). menghayati. refleksi adalah berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Menggunakan asesmen autentik (using authentic assessment). 3. Mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berarti (doing significant work) c. Komponen Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Menurut Elain dalam Rusman (2010: 192). Dengan kata lain. Melakukan proses belajar yang diatur sendiri (self regulated learning) d. komponen pembelajaran Contextual Teaching and Learning meliputi: a. Penilaian Sebenarnya (Authentic Assessment) Prinsip terakhir dari pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah melakukan penilaian.

dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan pengetahuan baru. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara (Trianto. 2007: 105). b. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. maka model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan. senada dengan beberapa langkah yang dikemukan Rusman (2010: 192). Lakukan refleksi diakhir pembelajaran. Hadirkan contoh dalam pembelajaran. f. . Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri (menemukan) untuk semua topik. 4. Kembangkan pemikiran bahwa anak belajar lebih bermakna dengan sendiri. Langkah-Langkah Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Secara garis besar langkah-langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning sebagai berikut: a. maka dapat diasumsikan bahwa dengan terpenuhinya beberapa komponen di atas. Ciptakan masyarakat belajar. d. c. g. e. menemukan sendiri.Bila diperhatikan dari beberapa komponen dalam pelaksanaan Contextual Teaching and Learning. Beberapa langkah pembelajaran Contextual Teaching and Learning yang dikemukan Trianto di atas.

yang memiliki keterkaitan satu sama lain. melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu konsep tersebut direvisi dan dikembangkan. artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan. dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh. yaitu: a. penulis memfokuskan pada langkah-langkah yang dirumuskan oleh Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). b. yaitu dengan mengaktifkan pengetahuan siswa (activating . artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. e. sehingga tampak perubahan perilaku siswa. Dari beberapa langkah-langkah di atas. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi. d. kemudian memperhatikan detailnya. Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge). Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif.Menurut Zahorik dalam Taniredja (2011: 51). artinya apa yang dipelajari tidak lepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. c. Cara belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). artinya dengan cara menyusun konsep sementara (hipotesis). karena langkah lebih fleksibel dan sistematis serta sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. terdapat lima langkahlangkah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Mempraktekan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge).

materi pokok. Selanjutnya. dan indikator pencapaian hasil belajar b. 5. menambah pengetahuan baru yang dimiliki siswa (acquiring knowledge). Rumuskan dan lakukan sistem penilaian dengan memfokuskan pada kemampuan sebenarnya yang dimiliki oleh siswa baik pada saat berlangsungnya (proses) maupun setelah siswa tersebut selesai belajar. yaitu sebuah pertanyaan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara kompetensi dasar. maka hendaklah: a.knowledge). mempraktekan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki siswa (applying knowledge). yaitu: 1) Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning a. dan e. Hal ini sangat penting. Rumuskan skenario tahap demi tahap kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam melakukan proses pembelajarannya. melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. Rumuskan dengan jelas tujuan pembelajarannya c. Kelebihan. sebab dengan dapat . memberikan pemahaman dan pengetahuan (understanding knowledge). agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sesuai yang diharapkan. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Nyatakan keinginan utama pembelajaran. menurut Rusman (2010: 200). Uraikan secara terperinci media dan sumber pembelajaran yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang diharapkan d.

dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. sihingga tidak akan mudah dilupakan. b. Dengan demikian. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. 2) Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. b) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional.mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula. yaitu: a) Guru lebih intensif dalam membimbing. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Karena dalam metode CTL. . Kelemahan. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa.

kedua. tingkat keterampilan yang diperoleh dari hasil tes yang dilakukan” (Luthfi. meliputi perubahan- . setelah belajar orang memiliki keterampilan. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan. Pendapat ini sejalan dengan Muchtar Lutfzi yang mengatakan bahwa hasil belajar adalah “Tingkatan pengusaan bahan pelajaran oleh siswa. aspek efektif. (3) Sikap dan cita-cita (Sudjana. Menurut Kingsley yang dikutip oleh Sudjana hasil belajar dibagi dalam tiga macam. 2010: 22). Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. sikap dan nilai (Dimyati dan Mudjiono. Hasil Belajar 1. Pengertian Hasil belajar adalah kapasitas. meliputi tiga aspek. Hasil belajar merupakan terminal dari proses pendidikan dan pengajaran. aspek kognitif. Hasil belajar ini sering dicerminkan sebagai nilai (hasil belajar) yang menentukan berhasil tidaknya siswa belajar. yaitu: Pertama. 2002 : 9). (2) Pengetahuan dan pengertian.B. pengetahuan. meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasan pengetahuan dan perkembangan keterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. Hasil belajar. 1984 : 325). Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam belajar.

perubahan dalam sikap mental. analisis. jawaban atau reaksi. yakni pengetahuan atau ingatan. sosial ekonomi. organisasi. faktor fisik dan psikis. sikap dan kebiasaan belajar. perasaan dan kesadaran. meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik (Drajat. dan keempat aspek berikutnya disebut kognitif tingkat tinggi. Ranah Afektif. sintesis. yakni penerimaan. dimana peningkatan hasil belajar siswa yang diteliti adalah dalam ranah kognitif. Sementara Bloom dalam Sudjana (2010: 22-23). Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah. b. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. motivasi belajar. aplikasi. ketekunan. 2. . aspek psikomotor. dan internalisasi. penilaian. minat dan perhatian. Faktor dari dalam diri siswa. meliputi kemampuan yang dimilikinya. Ranah Kognitif. 2008: 197). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu : a. 2010: 25). dan evaluasi. berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek. terutama kualitas pengajaran (Sudjana. Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. dan ketiga. mengungkapkan ada tiga tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakan hasil belajar yaitu: a. Dari pembagian hasil belajar di atas. pemahaman. yaitu berkenaan dengan hasil belajar intelektual. b.

minat. Faktor-faktor psikologis akan senantiasa memberikan landasan dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar secara optimal. baik secara individual maupun secara klasikal atau kelompok. Berkaitan dengan faktor dari dalam diri siswa. b. 24-25). c. kebiasaan belajar. . dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor internal siswa antara lain kemampuan yang dimiliki siswa tentang materi yang akan disampaikan. kondisi fisik dan psikis. 2010. yaitu: a. sedangkan faktor eksternal antara lain strategi pembelajaran yang digunakan guru di dalam proses belajar mengajar. perhatian. ada juga faktor lain yaitu motivasi. Mengukur sampel yang representtatif dari hasil belajar dan bahan pelajaran yang telah diajarkan. Indikator Hasil Belajar Menurut Isjoni Ishak. indikator keberhasilan sebagai patokan atau ukuran bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dianggap berhasil. Kehadiran faktor psikologis dalam belajar akan memberikan andil yang cukup penting. selain faktor kemampuan. Prinsip dasar yang perlu dilakukan dalam menyusun tes hasil belajar siswa. 3. sikap. Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-benar cocok untuk mengukur hasil belajar yang diingginkan sesuai dengan tujuan (Poerwanto. ketekunan. Tes tersebut hendaknya dapat mengukur secara jelas hasil belajar. Daya serap terhadap bahan pengajaran (materi) yang diajarkan mencapai hasil belajar atau prestasi belajar tinggi. kondisi sosial ekonomi.Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor intern (dari dalam) diri siswa dan faktor ekstern (dari luar) siswa. Dari beberapa pendapat para ahli di atas. apabila: a.

membagi hasil belajar. Kurang.b. . Baik sekali (optimal). Dari beberapa indikator di atas dapat dipahami bahwa ketika indikator di atas dimiliki siswa pada pelajaran matematika. sehubungan dengan hal ini keberhasilan proses belajar mengajar itu dibagi atas beberapa tingkatan atau taraf. apabila sebagian besar (76% sampai 99%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dipahami siswa. 2007: 31). Perilaku yang menggariskan dalam tujuan pengajaran atau instruksional khusus telah dicapai oleh para siswa baik secara individual maupun kelompok. yaitu: (1) Keterampilan dan kebiasaan. 2006: 120). (2) Pengetahuan dan pengertian. 2006. hasil belajar adalah kemampuankemampuan dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. baik secara individual maupun secara kelompok. Baik (minimal). yaitu: a. dan mencerna materi yang diajarkan pada tingkat ketuntasan belajar (Ishak. Terjadinya perubahan terhadap perilaku siswa. Menurut Djamarah (2006: 24). maka tujuan dalam pembelajaran tersebut dapat dikatakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan. Masalah yang dihadapi adalah sampai di tinggkat manakah hasil belajar yang telah dicapai. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa baik secara individual maupun secara kelompok (Djamarah. Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil belajar. b. 121). apabila seluruh bahan yang diajarkan itu dapat dikuasai oleh siswa. Adapun indikator yang menjadi petunjuk suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah sebagai berikut: a. d. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi. sehingga terdapat motivasi untuk memahami. menguasai. b. c. apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari (60%) dikuasai siswa (Djamarah. (3) Sikap dan cita-cita. apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya (60% sampai 75%) saja dikuasai siswa. Selanjutnya Djamarah. c. Istimewa (maksimal).

komponen media pengajaran. Hal ini yang mendasar yang harus dilakukan guru dalam prosedur didaktik adalah. c. b. seperti akan tahan lama diingat. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai. komponen siswa dan materi pelajaran. ada tiga komponen dalam aktifitas proses belajar mengajar. prosedur didaktik merupakan sarana yang memungkinkan kegiatan pengajaran dapat menimbulkan aktifitas bagi siswa dalam proses belajar. ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik. yakni kondisi tentang tujuan yang ingin dicapai oleh siswa dalam belajar. Aktivitas Belajar Siswa Menurut Winkel (1991: 177). apabila kondisi yang terjadi di dalam kelas mempertimbangkan beberapa hal. dapat dicapai melalui proses belajar mengajar yang optimal yang dapat diketahui dari ciri-ciri sebagai berikut: a.Hasil belajar yang dicapai siswa menurut Sudjana (2010: 56). d. bermanfaat untuk mempelajari aspek lain. 4. hakekat pelajar sebagai individu yang terlibat dalam proses belajar mengajar. Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya. artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya. dan e. Hasil belajar yang diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif). membentuk perilaku. keterampilan atau perilaku. yakni mencakup ranah kognitif. . yakni komponen prosedur didaktik. pengetahuan atau wawasan. Proses didaktik dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancer. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan diri terutama dalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya. hakekat bahan ajaran yang akan dikembangakan kepada siswa yang belajar. kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya.

Tujuan instruksional khusus yang telah dirumuskan secara jelas. yakni: a. disamping mempermudah siswa-siswa dalam menerima bahan ajaran. Menekankan pada hasil yang diperoleh siswa. sehingga keanekaragaman perilaku siswa dalam belajar dapat diwujudkan secara konkrit. Menekankan pada segi proses interaksi guru siswa. sejalan dengan pendapat Decorite dalam Winkel (1991:183-184). dikatakan bahwa media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Rochman (1991: 4). c. melainkan diperlukan bermacam-macam prosedur didaktik.Aktivitas di atas. Komponen yang kedua dalam proses belajar mengajar adalah komponen media pengajaran. Dalam hubungan ini prosedur didaktik tidak terbatas hanya pada satu cara. bahwa aktifitas guru dalam melakukan aktifitas/prosedur didaktik dalam proses belajar harus dapat mempertimbangkan beberapa aspek yakni. . mengatakan bahwa performance guru dalam proses belajar mengajar dapat dibedakan menjadi dua hal. Perilaku guru/performance guru dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. Keadaan siswa yang actual yang terjadi dalam kelas. Performance guru itu merupakan hal yang amat penting. a. Media pengajaran merupakan aspek penting dalam membantu guru menyampaikan bahan ajaran. Menurut Gagne dalam Arief (1986: 6). yang meliputi aspek perilaku dan aspek isi. b. b.

diamati dan diperhatikan tingkat perkembangan. Partisipasi. Penting. b.Sedangkan menurut Einkel (1991: 187) mengatakan bahwa media pengajaran adalah suatu sarana nonpersonal yang digunakan atau disediakan oleh tenaga pengajaran yang memegang peranan dalam proses belajar mengaran untuk mencapai tujuan instruksional. bertingkah laku. anak didik diberi kesempatan untuk menyampaikan ide-ide. oleh karena kedua komponen tersebut secara langsung terlibat dalam konteks belajar yang pelaksanaannya dilakukan secara bersamaan. melakukan percobaan. afektif dan aspek psikomotor. dalam mengantisipasi anak didik pada kegiatan kurikulum yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian guru yakni: a. yang dialami selama pertumbuhan itu berlangsung. Integrasi. Komponen yang ketiga dalam aktifitas belajar adalah komponen siswa dan materi pelajaran. 1997: 3-4). adanya penyatuan antara aspek kognitif. Karena itu anak didik diberi kesempatan yang cukup untuk memilih berbagai alternatif dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Menurut Neil (1977: 5). . sesuai dengan wujud pendidikan (Neil. membuat kekeliruan. Keberadaan siswa dalam proses belajar mengajar harus mampu mendorong aktualisasi dirinya dimana mereka diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan. Komponen siswa dan materi pelajaran merupakan aspek penting yang harus diperhatikan guru dalam proses belajar mengajar.

Isi kurikulum harus mencakup keterampilan. d. Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan Hasil Belajar Siswa Penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan keadaan perkembangan anak. pengetahuan dan sikap. Anak didik harus didorong untuk belajar. dan d. C. mengatakan bahwa: a. bahwa kegiatan dalam proses belajar mengajar dikelas harus mampu mengembangkan kehidupan sosial anak didik dalam suasana yang manusiawi. Untuk terwujudnya apa yang dikemukakan Neil di atas. Relevansi bahan ajaran harus sesuai dan relevan dengan kebutuhan dan kehidupan anak didik bai dari emosional maupun secara intelektual. c. maka kurikulum yang disusun untuk kegiatan belajar mengajar haruslah mencerminkan adanya relevansi antara kebutuhan anak didik dalam belajar dengan materi bahan yang disampaikan. Sejauh mungkin. Pembelajaran Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. berkat kegiatannya sendiri. . Menurut Leister dan Ali dalam Nasution (1986 : 80-81). apa yang dipelajari anak didik harus mengikuti minat dan keinginannya. dan bukan menurut keputusan para guru mengenai sesuatu yang dimilikinya.c. Tujuan. dan tidak sekedar penerima pasif apa yang disampaikan guru. b.

maka dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. D.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka akan berpengaruh pada hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang dicapai siswa yang ditandai dengan meningkatnya tes yang telah dilakukan pada siswa.Dari pengertian pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan hasil belajar dapat dilihat bahwa pembelajaran ini mendorong semua siswa untuk dapat menemukan dan mngkonstruksi makna Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sesungguhnya sehingga semua siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. Hipotesis Tindakan Jika model pembelajaran Contextual Teaching and Learning diterapkan. .

dan pada pertemuan ketiga peneliti melakukan ulangan harian. terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan.A. C. Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam penelitian ini adalah pada mata pelajaran IPS. khususnya pada siswa Kelas V. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V. B. dengan jumlah siswa 40 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan variabel terikatnya adalah hasil belajar.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru Tahun Ajaran 2011/2012. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (independent) dan dan variabel terikat (dependent).BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. . Adapun waktu penelitian ini direncanakan selama 6 bulan terhitung dari bulan Oktober 2011 hingga bulan Maret 2012. Pada pertemuan pertama dan kedua guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning.

Rencana Tindakan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau action research. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 130) penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan. (3) Pengamatan tindakan atau observasi. yaitu: . dan (4) Refleksi atau refleching. Untuk lebih jelasnya tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut ini: Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Gambar 1: Siklus Penelitian Tindakan Kelas Agar lebih mudah memahami tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas yang akan penulis lakukan dapat dilihat pada penjelasan berikut ini.D. dan terjadi di dalam kelas. (2) Pelaksanaan atau acting. Menurut Kunandar (2011: 98-99) pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas meliputi: (1) Perencanaan atau planning.

4. c. Adapun yang akan dipersiapkan pada tahap perencanaan.1. sehingga tindakan yang dilakukan menjadi lebih terarah. yaitu: a. Refleksi Refleksi merupakan tahap akhir kegiatan observasi. Menyiapkan format lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Pelaksanaan program pembelajaran. b. peneliti melakukan pengamatan terhadap perkembangan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar dengan mengisi lembaran observasi yang telah dibuat dengan dibantu oleh seorang observer. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan dari perencanaan yang telah dibuat. Menyusun RPP berdasarkan pengembangan dari langkah-langkah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. hasil observasi dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. 2. Observasi Selama proses pembelajaran berlangsung. . Perencanaan Tahap perencanaan merupakan tahap awal yang harus dilaksanakan guru sebelum melakukan tindakan. Meminta kesediaan teman sejawat untuk menjadi observer dalam pelaksanaan pembelajaran. dengan cara mengumpulkan berbagai hasil yang diperoleh guna melihat dan menilai apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. 3. pengambilan atau pengumpulan data hasil belajar siswa.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan suatu persiapan bagi guru atau penulis untuk melakukan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat mempermudah penulis dalam memahami batasbatas materi dan langkah-langkah pembelajaran yang akan disampaikan. 2. agar materi yang akan disampaikan dapat sesuai dengan tujuan pembelajaran. penentuan pengalaman belajar. Silabus Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dan standar dari kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa dalam proses pembelajaran. sumber dan bahan. Instrumen Penelitian Adapun instrumen dalam penelitian ini.E. kegiatan . Silabus yang dibuat dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perencanaan pembelajaran secara komprehensif untuk mencapai tujuan pembelajaran. perkiraan waktu yang dibutuhkan. standar kompetensi. materi pokok. sebagai berikut: 1. Dengan kata lain. sehingga tidak penyimpangan materi yang disajikan. bentuk instrumen. kompetensi dasar. penilaian. guru atau peneliti harus mempunyai rencana pembelajaran sebelum pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan. kegiatan pembelajaran (model atau tipe pembelajaran yang digunakan). Silabus memuat identifikasi mata pelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun secara sistematis yang berisi tentang identitas sekolah. materi. penentuan dan sumber/bahan/alat. penentuan berbagai indikator.

awal. nama kelompok.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru diperoleh dari hasil pelaksanaan tes. latihan soal yang sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan. Tes Menurut Kunandar (2011: 186) tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seseorang atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan dan tingkat perkembangan salah satu atau beberapa asfek psikologis didalam dirinya. sehingga pengaruh penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran IPS dapat dihitung dari rata-rata dan persentase hasil belajar siswa. hari dan tanggal pelaksanaan. serta kegiatan akhir. . misalnya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Susunan sistematis tersebut. F. 3. Penilaian hasil belajar siswa kelas V. prosedur pelaksanaan yang terdiri dari soal akan diselesaikan serta sumber bahan. pada pelaksanaan tindakan dalam setiap siklus kegiatan pembelajaran. satu sama lain mempunyai ketergantungan dan langkah-langkah yang jelas dalam mencapai pembelajaran yang yang sesuai dengan indikator keberhasilan yang akan dicapai. kelas. materi pokok. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. kegiatan inti. Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan dalam pembelajaran berisi nama.

terdiri dari: 1) Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3) Guru meminta masing-masing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Guru meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Guru meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain b. Observasi Kunandar (2011: 143) berpendapat bahwa observasi adalah kegiatan pengamatan (mengambil data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Berdasarkan pengertian tersebut. yaitu: a.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. terdiri dari: 1) Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2) Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran . Aktivias guru.2. maka observasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah melakukan pengamatan terhadap segenap aktivitas belajar mengajar guru dan ssiwa kelas V. Aktivitas siswa.

Aktivitas Guru dan Siswa Analisis aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar dengan di terapkannya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dibukukan dalam lembar observasi dengan rumus: NR JS x100% SM Keterangan: NR JS SM = Persentase rata-rata aktivitas guru/siswa = Jumlah skor aktivitas yang dilakukan = Skor Maksimal yang di dapat dari aktivitas guru dan siswa Untuk melihat aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran yang menggunakan 4 (empat) alternatif pilihan yang dapat di lihat pada lembar observasi aktivitas guru dan siswa.3) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4) Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5) Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain G. Teknik Analisis Data 1. Adapun empat alternatif pilihan dalam lembar observasi meliputi: .

dkk. Bila aktivitas guru dan siswa kurang baik c.59% 0 . 2011: 115 Sementara dalam menentukan kategori hasil belajar siswa ditetapak lima kriteria atau kategori dari hasil belajar siswa. 2011: 115 . Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.60% Sangat Baik Baik Cukup Kategori Kurang 4 Kurang dari 40% Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin.1 Aktivitas Guru Dan Siswa NO 1 2 3 Persentase (%) Interval 81% .80% 41% . dkk.2 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa NO 1 2 3 4 Persentase (%) Interval 80% . Bila aktivitas guru dan siswa sangat tidak baik b.49% Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Kategori 5 Sumber:Ngalim Poerwanto dalam Syahrilfuddin. maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3. Bila aktivitas guru dan siswa baik d.a.79% 60% . Bila aktivitas guru dan siswa sangat baik Dari 4 alternatif di atas.69% 40% . maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Dari 4 alternatif di atas.100% 70% .100% 61% .

bila nilai rata-rata yang diperoleh siswa di bawah nilai rata-rata 60. dimana KKM untuk individu adalah 60 dan untuk klasikal adalah 70%. Dari standar KKM tersebut dapat dipahami bahwa bila siswa mencapai nilai rata-rata 60.A melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Ketuntasan Individu: PK SP x100% SM Keterangan: K = Persentase ketuntasan individu SP = Skor yang diperoleh siswa SM = Skor maksimum b.2. dengan menggunakan dua rumus sebagai berikut: a. dapat dilihat melalui Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan oleh Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kota Pekanbaru. . Ketuntasan Klasikal: PK ST x100% N Keterangan: K = Ketuntasan klasikal N = Jumlah siswa yang tuntas belajar ST = Jumlah Siswa seluruhnya Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran. maka siswa tersebut dinyatakan lulus. maka siswa dinyatakan belum lulus atau berhasil. begitu sebaliknya. Hasil Belajar Analisis yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Kelas V.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk empat kali pertemuan (lampiran III. Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru kelas V. IV. terdiri dari siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian.4). Lembar Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa dan Lembar Observasi Siswa untuk empat . berupa Jadwal Penelitian (lampiran I). III. penelti telah merancang berbagai perangkat penelitian dan istrumen yang dibutuhkan.3. IV. dan siklus II juga dilaksanakan dengan dua kali pertemuan dengan satu kali ulangan harian.4).A Tahun Ajaran 2011/2012 pada semester II yang dilaksanakan mulai pada bulan Maret hingga April dari tanggal 13 Maret sampai tanggal 11 April 2012 dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) pada materi pokok perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Silabus (lampiran II). Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk empat kali pertemuan (lampiran IV. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.2.1. IV. 2. Tahapan Perencanaan Pada tahapan ini. Hasil Tindakan 1. III.2. III. dengan tujuan untuk membantu mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung.BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN A. peneliti dibantu observer.3.1. Selama tindakan dilakukan di kelas.

1. V. Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah ditetapkan.1. Pertemuan Pertama (Selasa. IX. Kisi-Kisi Soal Ulangan Harian Siklus dan siklus II (lampiran VII.1) dengan materi pembelajaran “Perjuangan mempertahankan kemerdekaan”.3.A Sekolah Dasar Negeri 183 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. VI. sebagaimana dijelaskan dalam pelaksanaan tindakan berikutnya. VI. VII.1. Pertemuan ini siswa yang hadir berjumlah 40 orang siswa.2). Soal ulangan harian siklus I dan II (lampiran VIII. VI.2).4).4). yaitu kelas V. V.1. Pada tahapan ini telah ditetapkan dan ditentukan kelas yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran CTL. yaitu RPP-1 (lampiran III. yang disebut sebagai kelas tindakan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa.1. V. dan skor dasar (lampiran X).2. Pelaksanaan Tindakan Siklus I 1. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V pada semester . B.3.2. VI. Kunci jawaban soal ulangan siklus I dan II (lampiran IX. terdiri dari 23 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. 13 Maret 2012) Pertemuan pertama dalam siklus I dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2012 dengan alokasi waktu 70 menit. yang berjumlah 40 orang siswa. VIII. V.2).kali pertemuan (lampiran V. Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dan Lembar Observasi Aktivitas Guru untuk empat kali pertemuan (lampiran VI.

guru membagikan LKS (lampiran IV. Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.1) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok . karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh. Dalam hal ini.1). observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan. kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen.II. Pada saat mengamati. masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata. Selanjutnya. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima.1) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok. Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya.

Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL. 20 Maret 2012) Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2012 di kelas V. Saat diskusi antar kelompok. Dalam hal ini.2) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah. masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen. Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya. sehingga diskusi berjalan dengan baik. Pertemuan Kedua (Selasa. Pada proses pembelajaran berlangsung. 2. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. . dengan alokasi waktu 70 menit. Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-2 (lampiran III. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain.2) dengan materi pembelajaran “agresi militer Belanda terhadap Indonesia”. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain.

2) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. Dalam ulangan haris siklus I. 21 Maret 2012) Setelah pertemuan pertama dan kedua dari siklus I selesai dilaksanakan. Pada pertemuan kedua ini. observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V.1). guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan.2). siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV. Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V.Pada pertemuan kedua.1). sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru. Dalam hal ini. yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2012 dengan alokasi waktu selama 70 menit. Pelaksanaan Ulangan Harian Siklus I (Rabu. peneliti/guru melakukan melakukan ulangan harian siklus I. dengan tingkatan soal yang bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran. baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. 3. .

guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. Refleksi Siklus I Setelah dilakukan tindakan pada siklus pertama dengan pertemuan pertama dan kedua. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus I. terutama dalam mencari solusi dari kesulitan-kesulitan yang mereka temukan. sehingga pembelajaran tidak bersifat searah. Siswa baik secara individu maupun kelompok termotivasi untuk membahas kembali materi pembelajaran.Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini. dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua ditemukan kelebihan dan kelemahan. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa. Sebagian besar siswa mahu berdiskusi. c. .A Sekolah Dasar Negeri 183 adalah mengalami peningkatan dan memperoleh hasil yang baik. dapat diketahui hasil belajar siswa kelas V. 4. yang hanya menerima penyampaian materi yang disampaikan guru saja. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa. Setelah siswa selesai mengerjakan soal. Peningkatan dari hasil belajar siswa diketahui dari ketuntasan secara individu yang dimiliki siswa dalam menjawab lembaran soal yang diberikan. guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut. Adapun kelebihan yang ditemukan dari pelaksanaan tindakan siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua. adalah: a. Selanjutnya. b. Siswa dalam belajar lebih aktif.

Guru dengan mudah memberikan motivasi kepada siswa dibandingkan model pembelajaran yang telah dan selama ini digunakan c.Adapun kelebihan atau keuntungan yang ditemukan dari guru setelah menggunakan model pembelajaran CTL yang terdapat pada siklus I melalui pertemuan pertama dan kedua. yaitu: a. Penerapan model pembelajaran CTL. Sementara kekurangan. Dalam hal ini guru akan memberikan solusi. Kurangnya kemampuan siswa dalam mencari informasi atau pengetahuan baru tentang hubungan lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran yang telah diamanahkan guru. yang ditemukan dari pertemuan pertama dan kedua dari siklus I bagi siswa. yaitu: . Di samping berbagai kelemahan yang dialami siswa pada siklus I. b. melainkan siswa sudah berusaha terlebih dahulu. Masih banyaknya siswa yang tidak mahu bekerjasama dalam kelompok baik dalam mencari informasi yang diamati dari lingkungan sekitar dengan materi pembelajaran. Kesulitan belajar yang ditemukan siswa tidak terfokus pada guru untuk mencari dan menemukan solusinya. adalah: a. guru merasa terbantu sehingga tujuan dan target pembelajaran dapat tercapai b. ketika siswa tidak dapat menemukannya baika secara individu maupun secara berkelompok setelah mereka melakukan diskusi. juga ditemukan adanya kelemahan-kelemahan guru dengan menggunakan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran. maupun dalam berdiskusi.

Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan senantiasa selalu berdasarkan RPP yang telah . 02 April 2012) Pertemuan pertama pada siklus II dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 02 April 2012 dengan alokasi waktu 70 menit. guru belum sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL dan masih menggunakan model pembelajaran klasik. maka perencanaan yang dilakukan guru/peneliti untuk memperbaiki tindakan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran CTL pada siklus II. Meminta siswa agar memanfaatkan waktu yang diberikan untuk menguasai pembelajaran. b. C. Memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa pada saat ditugaskan. Akhirnya. adalah: a. Memotivasi siswa agar mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing b. sehingga terlihat dari kurangya bimbingan dan arahan yang diberikan kepada siswa. sebagian besar siswa tidak menemukan dan kebingungan. Kurangnya pemahaman dan penguasaan guru dalam menggunakan model pembelajaran CTL. Dari berbagai sisi kelemahan di atas. waktu yang tersedia tidak mencukupi dan kurang optimal digunakan.a. Jumlah siswa yang hadir pada pertemuan ini adalah 40 orang siswa. sehingga ketika kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mencari informasi baru yang berhubungan dengan pembelajaran. karena pada saat mengajar. Guru belum terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL. c. Pertemuan Pertama (Selasa. Pelaksanaan Tindakan Siklus II 1.

Dalam hal ini. Ketika siswa sudah berada dalam kelompok belajarnya masingmasing. yaitu RPP-3 (lampiran III.A pada semester II. observer akan melakukan pengamatan berbagai aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. kemudian siswa dibagi ke dalam 8 kelompok belajar yang terdiri atas 5 orang siswa dari masing-masing kelompok belajar yang bersifat heterogen. Adapun tujuan kelompok belajar dibentuk agar siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan materi pembelajaran IPS yang telah dipilih pada untuk siswa kelas V. Selanjutnya.ditetapkan.3) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. masing-masing kelompok dituntut untuk mengaplikasikan materi pembelajaran tentang Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan kehidupan nyata. . karena harus berpedoman dengan LKS yang telah diberikan guru. Selanjutnya guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. guru membagikan LKS (lampiran IV.3).3) kepada masing-masing siswa dengan dan kelompok. sehingga kesulitan-kesulitan belajar yang ditemukan dapat dicari solusi secara bersama-sama. Masing siswa dalam kelompok merasa kesulitan dalam melakukan pengamatan.3) dengan materi pembelajaran “Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan”. siswa diarahkan dan dibimbing mencari informasi baru dari setiap yang diamati di lingkungannya secara berkelompok dengan selalu berdasarkan tuntunan dari LKS yang telah mereka terima. Pada saat mengamati.

Kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP-4 (lampiran III. dengan alokasi waktu 70 menit. Pertemuan Kedua (Selasa. Saat diskusi antar kelompok. masing-masing kelompok mempercayai salah seorang dari anggota kelompoknya untuk mempresentasikan materi hasil diskusi dengan anggota kelompoknya masingmasing dengan kelompok lain. . Dalam hal ini. siswa akan memperoleh berbagai informasi baru dari setiap yang mereka amati. 2. sehingga diskusi berjalan dengan baik. berhak menjawab pertanyaan dari tanggapan dan menerima masukan dari kelompok lain. Sementara kelompok yang mendapatkan kesempatan mempresentasikan. menanggapi dan memberikan masukan dari persentasi yang telah disampaikan oleh perwakilan kelompok lain. 10 April 2012) Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 10 April 2012 di kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Jumlah siswa yang hadir adalah 40 orang siswa. Masing-masing siswa dituntut untuk membahas kembali materi pembelajaran tentang informasi yang mereka peroleh.Setelah pengamatan dan pengaplikasian dari materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. baik dengan anggota kelompoknya masing-masing maupun dengan kelompok belajar siswa lainnya dengan cara diskusi. Adapun kegiatan pembelajarannya adalah dengan menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata dengan menggunakan model pembelajaran CTL.4) dengan materi pembelajaran “Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan”. masing-masing siswa dalam kelompok diminta berperan aktif dalam bertanya.

Pada proses pembelajaran berlangsung. siswa akan menjawab 20 pertanyaan objektif (lampiran IV.4) dan lembar observasi aktivitas guru (lampiran VI. 11 April 2012) Setelah pertemuan pertema dan kedua dari siklus II selesai dilaksanakan. Pada pertemuan kedua. Ulangan Harian Siklus II (Rabu. siswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok belajar terdiri atas 5 orang dari masing-masing kelompok yang bersifat heterogen.2). Sehingga dari proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua mengalami peningkatan. Dalam ulangan haris siklus I. guru memberikan LKS kepada siswa (lampiran IV. peneliti/guru melakukan melakukan pertemuan ketiga yang merupakan ulangan harian siklus II. dengan alokasi waktu 70 menit. yang dilaksanakan pada tanggal 11 April 201.4) sehingga pengamatan dilakukan siswa tetap terarah. Pada pertemuan kedua ini. hal ini juga memudahkan siswa untuk mencari dan menemukan informasi baru dari kehidupan nyata di sekitar mereka yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Pada saat menghubungkan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. baik siswa maupun guru sudah mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran CTL.4). dengan tingkatan soal yang . guru sudah mulai sepenuhnya menggunakan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan guru dan siswa dengan melakukan ceklis dari indikator-indikator aktivitas siswa yang ada pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran V. 3. sehingga terlihat sebagian siswa dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS mereka terima dari guru. Dalam hal ini.

4. Ulangan harian siklus I dilakukan untuk mengetahui skor hasil belajar siswa kelas V. mengalami peningkatan. Dalam hal ini guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit oleh siswa.bersifat variatif sebagaimana dalam kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran VII. Adapun refleksi dari siklus II dapat dikategorikan baik. baik guru maupu siswa sudah menerapkan model pembelajaran CTL dengan menjalankan langkah-langkah dari pembelajaran CTL tersebut. Dengan demikian guru akan mengetahui skor hasil belajar siswa pada siklus II. Dalam hal ini. Hal ini terlihat dari pengamatan yang dilakukan observasi pada saat proses tindakan berlangsung. Guru melakukan koreksi dan memberikan penilaian dari lembar soal yang telah dijawab siswa bersama dari lembar soal yang dijawab siswa. Siswa termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguhsungguh dan mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing . Pada siklus II aktivitas pembelajaran sudah berjalan lancar baik dari sisi guru maupun siswa. Refleksi Siklus II Tindakan yang dilakukan pada silus II melalui pertemuan pertama dan kedua. guru membagi lembaran soal objektif dan siswa dituntut untuk menjawab secara individu dari lembaran soal atau pertanyaan yang telah mereka terima. guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal tersebut. serta ulangan harian. adalah: a. Selanjutnya. Adapun kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini.2). dari hasil pengamatan yang dilakukan observer selama pelaksanaan tindakan pada siklus II diketahui. Setelah siswa selesai mengerjakan soal.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru terhadap materi pembelajaran dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I.

D. Dengan demikian. Siswa dapat menemukan berbagai informasi baru yang hubungannya dengan materi pembelajaran yang telah ditugaskan guru. sehingga guru bersama siswa mampu dan menerapkan model pembelajaran CTL pada saat proses pembelajaran berlangsung. bimbingan dan arahan kepada siswa. c. Siswa dapat memanfaatkan waktu seoptimal mungkin dalam menjalan setiap tugas yang diberikan guru. hasil belajar siswa kelas V.b.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Analisis Hasil Penelitian Hasil tindakan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa selam proses pembelajaran berlangsung dan ketuntasan hasil pembelajaran IPS siswa. sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V. Dalam melakukan observasi aktivitas guru . Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Adapun observesi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tindakan yang dilakukan guru dari siklus I dan II pada saat proses pembelajaran berlangsung.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan. Adapun terlaksananya proses pembelajaran sehingga tercapainya tujuan dari pembelajaran dalam penelitian ini merupakan hasil dari kerja keras dan upaya guru dalam memberikan motivasi. Sehingga. dari data hasil penelitian yang dilakukan dan merujuk kepada data-data yang telah dikumpulkan dari siklus I dan II dari masing-masing pertemuan. 1.

80.20 2. dan dapat dikategori “cukup”. Hal ini juga mengalami peningkatan pada . dari aktivitas guru juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 19 dengan rata-rata 3. II Jumlah 11 12 19 20 Rata-Rata 2.00% 60.1 Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas V.40. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas guru pada siklus I pertemuan II sebesar 12 dengan rata-rata 2. I Siklus I Pert.20 dengan persentase 55. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 60. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 95.00%.dalam pembelajaran di kelas V. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”. II Siklus II Pert.00 Persentase 55. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 11 dengan rata-rata 2.00% Kategori Cukup Cukup Sangat Baik Sangat Baik Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan. dapat dilihat dari tebel berikut: Tabel 4.00%. Selanjutnya. Untuk mengetahui secara rinci hasil observasi tindakan yang dilakukan guru pada saat pembelajaran berlangsung dari siklus I dan II pada setiap pertemuan.00% 100. dan dapat dikategori “sangat baik”.00%.40 3.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Pada Siklus I dan II No 1 2 3 4 Aktivitas Guru Siklus I Pert.00% 95.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dibantu observer.80 4. I Siklus II Pert.

siklus II pertemuan II dengan jumlah 20 dengan rata-rata 4,00. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 100,00%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan persetasi dari tabel aktivitas guru dengan penerapan model pembelajaran CTL dapat juga diketahui bahwa secara persentase (angka) selalu mengalami peningkatan dari siklus I dan II pada setiap pertemuan dan secara umum pada setiap pertemuan mengalami peningkatan. 2. Aktivitas Siswa Data aktivitas yang diperoleh selama pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siklus I dan II (lampiran VI.1, VI.2, VI.3, VI.4). Rata-rata persentasenya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.2 Rata-Rata Persentase Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning Pada Siklus I dan II Aktivitas Siswa Siklus I Pert. I Siklus I Pert. II Siklus II Pert. I Siklus II Pert. II

No 1 2 3 4

Jumlah 419 489 673 734

Rata-Rata 10,48 12,23 16,83 18,35

Persentase 52,38% 61,13% 84,13% 91,75%

Kategori Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru selama proses

pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari setiap siklus pada setiap pertemuan. Pada siklus I pertemuan I aktivitas guru berjumlah 419 dengan rata-rata 10,48 dengan persentase 52,38%. Persentase pada siklus I pertemuan I dapat dikategori „cukup”. Hal ini mengalami peningkatan aktivitas siswa pada siklus I pertemuan II sebesar 489 dengan rata-rata 12,23. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus I pertemuan II dengan persentase 61,13%, dan dapat dikategori “baik”. Kemudian, dari aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan I adalah sebesar 673 dengan rata-rata 16,83. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan I dengan persentase 84,13%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Hal ini juga mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan II dengan jumlah 734 dengan rata-rata 18,35. Dari jumlah yang diperoleh pada siklus II pertemuan II dengan persentase 91,75%, dan dapat dikategori “sangat baik”. Berdasarkan rata-rata aktivitas belajar siswa pada tabel di atas dapat dipahami bahwa aktivitas belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 56,75 dengan kategori “Kurang Baik”, mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 87,94 dengan kategori “Baik”. Adapun secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I dan siklus II sebesar 72,34.

3. Hasil Belajar Siswa Dari hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru, dapat dianalisis melalui ketuntasan

belajar siswa terdiri dari ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal, sebagai berikut: a. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Individu Ketuntasan belajar siswa secara individu setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning pada siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru berdasarkan skor nilai ulangan harian pada siklus I dan II (lampiran X.1, X.2), yang dianalisis sebagai berikut: Tabel 4.3 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Individu Pada Siswa Kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II No 1 2 3 Pertemuan Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Rata-Rata Ketuntasan Individu 61,63 81,75 90,38 Kriteria Cukup Amat Baik Amat Baik

Berdasarkan tabel 4.3 di atas dapat diketahui ketuntasan hasil belajar siswa kelas V.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru secara individu pada siklus I dan II setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan dengan rata-rata 61,63, adapun hasil belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata 81,75, sementara hasil belajar siswa pada siklus II dengan rata-rata 90,38.

sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal Dari data hasil belajar siswa yang diperoleh melalui ulangan harian dari siklus I dan II pada siswa kelas V. sehingga dengan penggunaan model pembelajaran tersebut hasil belajar siswa kelas V. sehingga secara keseluruhan dari siswa mengalami ketuntasan dalam belajar. namun dari 40 orang siswa masih ditemukan adanya siswa yang belum memperoleh ketuntasan dalam belajar. Berbagai kendala dalam pelaksanaan tindakan pada siklus I dijadikan refleksi pada siklus II. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa dengan penerapan model pembelajaran CTL dan tidak terbiasa dengan tugas yang diberikan guru dengan menggunakan LKS. Beberapa kendala yang ditemukan pada sikus I. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: . secara umum hasilnya sudah memuaskan. dimana siswa harus lebih berperan aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL. b.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan dari siklus I dan II dan begitu seterusnya.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching Learning.Jika diperhatikan dari persentase hasil belajar siswa secara individu pada tabel di atas. peneliti dan juga selaku guru berupaya membiasakan dan mengoptimalkan diri dalam menggunakan model pembelajaran CTL.

dimana siswa yang tuntas berjumlah 34 orang (85.50%). sementara hanya 6 orang siswa (15.50 85.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru memperoleh ketuntasan hasil belajar baik secara individu maupun secara klasikal setelah menggunakan model pembelajaran CTL.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dari sebelum dilaksanakan tindakan. siswa yang mengalami ketuntasan secara klasikal berjumlah 23 orang (57.00 100. Dengan demikian. Kemudian setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I.Tabel 4.4 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Klasikal Pada Siswa Kelas V. adalah keseluruhan siswa kelas V. hal ini dijadikan sebagai refleksi pada siklus II. Sebelum tindakan.00%).A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Siklus I dan II Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Jumlah Siswa 40 40 40 Ketuntasan Belajar Tuntas 23 34 40 % 57.00%) yang tidak tuntas. namun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini. persentase ketidaktuntasan secara klasikla pada siklus I sedikit.50%).4 di atas dapat diketahui perbandingan ketuntasan secara klasikal dari hasil belajar siswa Kelas V. Meskipun.50 15. Dalam hal ini diperlukan kerjasama siswa dalam kelompok belajar. sementara 17 orang siswa yang tidak tuntas (42. siklus I dan siklus II. sehingga kesulitan-kesulitan yang ditemukan pada saat pembelajaran berlangsung dapat dicari dan ditemukan solusi oleh mereka.00 Tidak Tuntas 17 6 % 42.00 - No 1 2 3 Pada tabel 4. . sehingga diketahui ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal.

selanjutnya dianalisis berdasarkan klasifikasi data. yaitu data tentang aktivitas belajar siswa. Untuk lebih jelas dapat diketahui dari uraian berikut: 1. karena guru dan siswa secara optimal dan benar-benar memahami dan menjalankan setiap langkah-langkah dari model pembelajaran CTL tersebut. Dalam hal ini yang diperhatikan adalah guru memberikan motivasi kepada siswa serta membimbing siswa untuk berperan aktif dalam mengikuti dan melaksanakan setiap langkah dari model pembelajaran CTL.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami peningkatan secara klasikal. Aktivitas Guru Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL.Pada siklus II ketuntasan belajar siswa kelas V. Adapun persentase ketuntasan siswa secara klasikal. . baik secara individu maupun secara klasikal. guru berupaya semaksimal mungkin menerapkan berbagai langkah-langkah yang ada dalam model pembelajaran CTL tersebut. E. aktivitas guru dalam mennggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning. maka setelah data-data yang dibutuhkan terkumpul. dan hasil baik belajar siswa.00%) mengalami ketuntasan. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan teknik analisis pengumpulan data penelitian pada bab III. Sehingga. pada siklus II dari 40 orang siswa keseluruhannya (100. Karena model pembelajaran CTL merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif secara individu maupun kelompok.

. IV 55.Dengan menerapkan model pembelajaran CTL sangat membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Pada siklus I pertemuan pertama 50. Secara keseluruhan dari aktivitas guru dalam pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 77.00 80.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dapat dilihat pada diagram berikut: Gambar 4.00% dan pertemuan kedua 100.00%.50%. sementara peningkatan pada siklus II sebesar 97. II Pert. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 57.00 100. Selanjutnya. I Pert.00 60. dengan kategori “baik”.00 Pert.00%. untuk mengetahui aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.00 60.00 Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas guru dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V.1 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran 95. Dari persentase peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II.50%. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 95.50%.00% dan meningkat pada pertemuan kedua 60. Sehingga motivasi dan bimbingan yang diberikan guru sangat membantu kelancaran dari aktivitas pembelajaran itu sendiri. III Pert.00 20.00 40.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.00 100.

Aktivitas Siswa Aktivitas siswa yang diteliti dan dianalisis dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Dalam hal ini siswa lebih berperan aktif dari pada guru dalam pembelajaran.13 52. Berdasarkan data-data yang diperoleh. secara umum mengalami peningkatan dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II.00 Pert.38 61. I Pert. II Pert.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru setelah menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 4.00 20.75 .2 Aktivitas Belajar Siswa 100.13 91.00 60. Adapun peningkatan aktivitas belajar siswa kelas V.00 80. Hal ini merupakan di antara tujuan dari penerapan model pembelajaran CTL itu sendiri.00 40.2. dimana memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sendiri secara kelompok dalam menghubungkan antara materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar atau kehidupan nyata. IV 84. III Pert.

13%. bila siswa yang memperoleh nilai ulangan harian memperoleh skor di bawah 60.38% dan meningkat pada pertemuan kedua 61.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru dengan menerapkan model pembelajaran CTL. dengan kategori “baik”. begitu juga halnya dengan ketuntasan siswa kelas V. dalam menentukan siswa yang mengalami ketuntasan hasil belajar secara individu dapat dilihat dari standar KKM yang telah ditetapkan. Sebagaimana telah dijelaskan pada bab III siswa kelas V. .75%. dimana peningkatan pada siklus I sebesar 56. ketika memenuhi standar KKM 60. Dari persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II. Di samping itu. maka siswa tidak tuntas. Pada siklus I pertemuan pertama 52. maka dapat dilihat dari ketuntasan yang diperoleh siswa secara individu.Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui peningkatan aktivitas belajar siswa dari masing-masing pertemuan pada siklus I dan II dengan menggunakan model pembelajaran CTL pada siswa kelas V. sementara pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 87.13% dan pertemuan kedua 91.37%.75%.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.94%. Sementara pada siklus II pertemuan pertama 84.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru mengalami ketuntasan dalam belajar IPS secara individu. Secara umum peningkatan dari aktivitas belajar siswa sebesar 72. Ketuntasan Individu Ketuntasan suatu tindakan terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian. 3.

dimana rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan dari setiap ulangan yang dilakukan (pada siklus I dan siklus II). Berdasarkan ratarata hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan.38. sementara rata-rata siswa juga mengalami peningkatan pada siklus II.38 Dari tabel di atas.75 61. .3 Perbandingan Ketuntasan Individu 100 80 60 40 20 0 Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II 81.92 dengan kategori “Baik”. dapat diketahui bahwa secara umum rata-rata peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dalam penelitian ini adalah sebesar 77. pada siklus I dan siklus II.63 90. sebesar 90.75. Untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dapat dilihat dari diagram berikut: Tabel 4.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada siklus I dan II.63.Berdasarkan hasil ulangan harian siswa kelas V. diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada saat sebelum dilaksanakan tindakan sebesar 61. rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81.

meningkat pada siklus I sebesar 85.50 42. Ketuntasan Klasikal Untuk mengetahui ketuntasan klasikal dari hasil belajar siswa kelas V.50 15. Sementara persentase hasil belajar siswa yang tidak tuntas sebelum tindakan adalah 42.00%. Hasil belajar siswa sebelum tindakan.50%.00 60.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.00 0 Dari diagram di atas dapat diketahui persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dari sebelum tindakan.00 100.00% dan juga meningkat pada siklus II sebesar 100.00 dan juga mengalami .4 Perbandingan Ketuntasan Klasikal 100.00 Tuntas Sebelum Tindakan Siklus I Tidak Tuntas Siklus II 85.00 57.00 20. dimana persentase siswa yang tuntas sebesar 57.00 80.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran CTL dapat dilihat pada diagram berikut: Tabel 4.00 40. siklus I dan II pada siswa kelas V.50%.4. mengalami penurunan pada siklus I menjadi 15.

Berdasarkan persentase hasil belajar siswa secara klasikal dari diagram di atas. Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa ketuntasan siswa dalam belajar.83% dengan kategori “amat baik”. karena dalam guru dan siswa secara optimal dalam menerapkan langkah-langkah dari Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning sehingga dengan penerapan secara optimal dari langkah-langkah Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning tersebut dapat disimpulkan bahwa meningkatnya hasil belajar siswa secara klasikal. .00%.penurunan pada siklus II menjadi 0. maka diketahui secara umum peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu sebesar 80.

pada siklus II adalah sebesar 97. maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa Kelas V. Dengan demikian peningkatan aktivitas belajar siswa .00 dan 60.13 pada pertemuan kedua. Aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I pertemuan I adalah 55.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A.13 dan 91. Simpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan. 2. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 77. Dengan demikian peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I adalah sebesar 57. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dilihat perbandingan antara hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II baik secara individu maupun secara klasikal. dengan kategori “baik”.75 pada pertemuan kedua. Adapun rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II pertemuan pertama adalah 81. Jadi.00 dan 100.00 pada pertemuan II. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama adalah 52. Adapun persentase dari aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus II pertemuan I adalah 95.50 dengan kategori “cukup”. 1.38 dan 61.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru.50.50 dengan kategori “sangat baik”.00 pada pertemuan II.

92 dengan kategori “baik”.50% dengan kategori “kurang” meningkat pada siklus I menjadi 85. dengan kategori “baik”. dan siklus II dengan rata-rata sebesar 90. 3.94 dengan kategori “sangat baik”. secara umum peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 72. 4. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan bila dibandingkan dari sebelum dilaksanakan tindakan hingga siklus I dan siklus II. dan meningkat pada siklus II menjadi 100.34.00% dengan kategori “amat baik”.83% dengan kategori “amat baik”. pada siklus I dengan rata-rata sebesar 81. Adapun peningkatan hasil belajar siswa secara umum dari sebelum tindakan hingga dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II adalah sebesar 77. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan bila dibandingkan antara sebelum tindakan dan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dan siklus II.75 dengan kategori “cukup”. Dari persentase hasil belajar siswa secara klasikal sehingga diketahui peningkatan hasil belajar siswa adalah sebesar 80.00% dengan kategori “sangat baik”. pada siklus II adalah sebesar 87.75 dengan kategori “amat baik”. .38 dengan kategori “amat baik”. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan adalah 57.63 dengan kategori “cukup”.pada siklus I adalah sebesar 56. Rata-rata hasil belajar siswa secara individu sebelum tindakan adalah 61. Jadi.

Sebelum menyajikan materi yang akan dibahas hendaknya guru memotivasi siswa terlebih dahulu agar siswa belajar dengan sungguhsungguh. 2. 4. Guru hendaknya memperhatikan dan memahami setiap kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Guru diharapkan berani menerapkan model-model pembelajaran yang bervariasi agar siswa tidak bosan dalam belajar dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. 3. Saran-Saran 1. .B. guru hendaknya mempertimbangkan model pembelajaran yang akan diterapkan.

Jakarta: Bumi Aksara. New York: Holt. 2006. Jakarta: PT. Ngalim. Bandung: Alfabeta. Jakarta: Grasindo. Purwanto. S. M Dan Briggs C. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Madya. 1962. 2008. 2001. Padang: Citra Budaya. Sudarwan. Syaiful Bahri. 2006. Kiat-kiat mengarang dan menyunting. Law. Pedoman Penulisan. Remaja Rosdakarya . 2005. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa. Darajat. 2002. Lucio and Neil. Suharsimi. 2010. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2006. Jakarta : Rineka Cipta. Bandung: PT. Jakarta:Rineka Cipta. dkk. The Conditions of Learning. New York. Gagne R. Fakultas Ilmu Pendidikan UNRI. 2006. Cooperatif Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Djamarah. Rinehart and Winston. Jakarta: Rineka Cipta. Nasution. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. J. 1992. Isjoni. Atmasuki. Danim. Holt Richart & Winston. 2006. 2006. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Bandung: Alfabeta. Yogyakarta: ANDI Ishak. Teori dan pratik Penelitian Tindakan Kelas. Zakiah dkk. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Improving Learning. Suwarsih. Menjadi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Depdikbud Dimyaiti dan Mudjiono. Departemen Pendidikan Nasional.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Glover. I Made Wirartha. Strategi Belajar Mengajar. 1981. 1979. Bumi Aksara. Hilda Taba. 1999. Curriculum Planning for Better Teaching and Learning. Jakarta: Rineka Cipta. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Pekanbaru: Cendikia Insani. Belajar dan Pembelajaran. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.

Depdikbud. Nana. 1988. Arief dkk. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. 1996. . Bandung: PT. Pembelajaran Dalam Inplementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Media Pendidikan Pengertian. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. 2010. Rajawali. Nana. Pengembangan dan Pemanfaatannya. Syaodih. Sudjana. Prinsip-prinsip dan Pengembangan Kurikulum. Remaja Rosda Karya. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Jakarta: Kencana. 2008.Sadiman S. Sanjaya. Jakarta. Wina. 1989. ___________. Jakarta.

10 April 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus II 6 Rabu.Lampiran: I Jadwal Penelitian Jam Pelajaran 1-2 Jam No Hari/ Tanggal Mata Pelajaran 1 Selasa. 02 April 2012 1-2 Jam 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus I Pertemuan Pertama Siklus II 5 Selasa. 11 April 2012 1-2 Jam Ulangan Harian Siklus II . 21 Maret 2012 Selasa. 20 Maret 2012 1-2 Jam Pertemuan Kedua Siklus I 3 4 Rabu. 13 Maret 2012 Pertemuan Pertama Siklus I 2 Selasa.

1055187011 . Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahanka n kemerdekaan Materi pokok Pembelajaran Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Mengetahui.Pd NIP. Maret 2012 Peneliti Zulkifli. Indikator  Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan  Menghargai jasa para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Penilaian  Tes tertulis  Lisan  Diskusi Alokasi Waktu 8 x 35 Menit Sumber Belajar  Buku IPS Terpadu Untuk Sekolah Dasar Kelas V Penerbit Erlangga  Gambar para pejuang dan tokoh kemerdekaan Kompetensi Dasar 2. M.4. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru.Lampiran: II SILABUS Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kegiatan Pembelajaran  Melakukan Studi Pustaka  Berkelompok untuk mencari lembaga-lembaga bentukan Jepang dalam mempersiapkan mencapai kemerdekaan  Melakukan diskusi mengenai perlunya perumusan dasar Negara  Mengidentifikasi beberapa tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan  Menuliskan bagaimana menghargai jasa para pahlawan dilanjutkan dengan presentasi.

Lampiran: III.1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-1) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Perjuangan mempertahankan kemerdekaan F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Kegiatan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

Ketiga: Penjelasan dan Solusi

Keempat: Pengambilan Tindakan

Kelima: Refleksi

 Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit

H. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir

: Apersepsi : Diskusi : Evalusi

Mengetahui, Kepala SDN 183 Tampan

Pekanbaru, 13 Maret 2012 Peneliti

Zulkifli, M.Pd NIP. 19570720 197612 1001

Darmita NIM. 1055187011

Lampiran: III.2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-2) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Pekanbaru IPS V.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C. Indikator Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa menceritakan perjuangan kemerdekaan

bangsa

Indonesia

dalam

mempertahankan

E. Materi Pembelajaran Agresi Militer Belanda terhadap Indonesia F. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit

Langkah-Langkah

Waktu 50 menit

Pertama: Invitasi

Kedua: Eksplorasi

19570720 197612 1001 Darmita NIM.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Mengetahui. 20 Maret 2012 Peneliti Zulkifli. Kepala SDN 183 Tampan Pekanbaru.Pd NIP. 1055187011 . Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. M.

Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G. Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D. Materi Pembelajaran Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan F.3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-3) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V (Lima)/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C.Lampiran: III. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 10 menit Langkah-Langkah Waktu 50 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi . Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E.

1055187011 . M. Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Refleksi : Apersepsi : Diskusi : Evaluasi Pekanbaru. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. 2 April 2012 Peneliti Mengetahui. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.Pd NIP.Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H.

Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan C.A/ II (Dua) 2 x 35 Menit A. Indikator Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan D. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan E. Materi Pembelajaran Tokoh-Tokoh yang Berperan Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F.Lampiran: III. Model Pembelajaran Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning G.4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-4) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SDN 183 Tampan Kota Pekanbaru IPS V. Langkah Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca doa  Mengabsensi siswa  Memotivasi siswa Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Guru mengemukakan pengetahuan awal tentang materi pembelajaran  Guiru memancing siswa dengan memberikan pertanyaan tentang fenomena kehidupan sehari-hari  Guru memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan tentang materi pembelajaran  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep Waktu 50 menit Waktu 10 menit Pertama: Invitasi Kedua: Eksplorasi .

Penilaian  Penilaian awal  Penilaian proses  Penilaian akhir : Apersepsi : Diskusi : Evalusi Pekanbaru. 19570720 197612 1001 Darmita NIM. 10 April 2012 Peneliti Mengetahui.Pd NIP. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. 1055187011 .Ketiga: Penjelasan dan Solusi Keempat: Pengambilan Tindakan Kelima: Refleksi  Guru meminta siswa mendiskusikan tentang materi pembelajaran  Guru meminta siswa mengemukakan hasil solusi yang ditemukan dari observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan ringkasan dari hasil observasi yang dilakukan  Guru meminta siswa membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki  Guru meminta siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dan saran secara individu maupun kelompok  Guru mengulangi penerapan model pembelajaran bila memungkinkan Kegiatan Akhir  Guru menginformasikan materi pembelajaran selanjutnya  Menutup pembelajaran 10 menit H. Sumber Buku IPS Terpadu Kelas V Penerbit Erlangga I. M.

...... A.....Lampiran: IV........ Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia.... Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda....... Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya... Meskipun demikian.. Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah............ seperti di Surabaya.. Jepang. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C.. Soal NO 1 2 3 4 5 Tokoh Mempertahankan Kemerdekaan Pattimura Pangeran Diponegoro Pangeran Antasari Imam Bonjol Sultan Ageng Tirtayasa Daerah Asal Tokoh Maluku Yogyakarta Banjarmasin Sumatera Barat Banten . Bandung.... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu........ Kerjakan LKS ini secara individu 2........ D. ...... Petunjuk 1........ Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945... Ambarawa..1 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ...... dan Medan... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3....

......... Soal NO 1 2 3 4 5 Jenis Peperangan/ Perlawanan yang Dilakukan Bangsa Indonesia Surabaya Ambara Bandung Lautan Api Medan Area Semarang Tanggal dan Tempat 27 – 29 Oktober 1945 26 Oktober 1945 23 Maret 1946 13 Oktober 1945 15 Oktober 1945 .. D.......... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3. Kerjakan LKS ini secara individu 2.2 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II ...... Peperangan pun terjadi di beberapa kota di Indonesia.... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas B....... dan Medan...... Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah..... Jepang...... Bandung.. Petunjuk 1...... Meskipun demikian... Ambarawa... A... Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya..... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu.Lampiran: IV.. seperti di Surabaya.... . Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda....... Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan C. Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945..............

......... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 6.. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan G..3 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II . E.... Petunjuk 4... Kerjakan LKS ini secara individu 5.Lampiran: IV... Teori Singkat Komisi PBB untuk Indonesia atau UNCI (United Nations Commision for Indonesia) berhasil mempertemukan Belanda dan Indonesia dalam meja perundingan.... . Soal NO 1 Tanggal & Jenis Perundingan 10 Nopember 1946 Perjanjian Linggarjati 27 Oktober 1947 Perjanjian Renville Isi Perundingan dilaksanakan Belanda mengakui Republik Indonesia dilaksanakan Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam pembangunan negeri 2 ....... H.......... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas F......................... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu.... Perundingan dilakukan untuk mencapai pengakuan kedaulatan Indonesia dan Belanda........................

.. Banyak tokoh yang berperan dalam mempertahankan kemerdekaan.. Mohd... guru meminta siswa melakukan diskusi dengan kelompok masing-masing 3. Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk kembali menjajah...... Hatta Bungtomo Jendral Soedirman Peran terhadap Mempertahankan Kemerdekaan Proklamator kemerdekaan Indonesia Memimpin delegasi Membangkitkan semangat juang rakyat dan pemuda Indonesia Banyak membantu perjuangan rakyat yang dikenal perjuangan gerilya .... Setelah selesai mengerjakan :LKS secara individu.. Mereka telah berjuang agar kemerdekaan tetap menjadi milik rakyat Indonesia............... Soal NO 1 2 3 4 Nama Tokoh Yang Berperan Mempertahankan Kemerdekaan Ir.................. Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaannya......... Jepang... Presentasikan hasil diskusi tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di depan kelas E............. A.Lampiran: IV........ G..4 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 183 Tampan Pekanbaru IPS Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan V/II . Soekarno Drs...... Teori Singkat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945... Sejak saat itu bangsa Indonesia telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda. Kerjakan LKS ini secara individu 2. Tujuan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan F.. Meskipun demikian... Petunjuk 1. ..

3 tetapi kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar 4 yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masing-masing Tidak meminta masing-masing kelompok belajar mencari kelompok belajar siswa mencari 1 informasi atau pengetahuan informasi atau pengetahuan baru baru dari materi pembelajaran dari materi pelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 2 informasi baru yang tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 3 informasi baru yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Meminta masing-masing kelompok belajar mencari 4 informasi baru yang berhubungan dengan materi pembelajaran Aspek Penilaian . 2 tetapi tidak berhubungan dengan materi pembelajaran Membimbing siswa dalam mengamati lingkungan sekitar.Lampiran: V RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS GURU No 1 2 3 Kriteria Skala Deskriptor Guru meminta siswa Tidak meminta siswa bekerjasama 1 bekerjasama dengan anggota dengan anggota kelompok kelompoknya masing-masing Meminta siswa untuk bekerjasama 2 dengan anggota kelompok. tetapi tidak membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 3 dengan anggota kelompok dan kurang membimbing siswa Meminta siswa untuk bekerjasama 4 dengan anggota kelompok dan membimbing siswa Guru membimbing siswa Tidak membimbing siswa dalam 1 mengamati lingkungan sekitar mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan Membimbing siswa dalam materi pembelajaran mengamati lingkungan sekitar.

tetapi tidak dengan kelompok belajar lain Mengarahkan dan kurang membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan dengan kelompok belajar lainnya Mengarahkan dan membimbing masing-masing kelompok dalam membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan juga dengan kelompok belajar lainnya .No 4 Aspek Penilaian Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 2 3 4 5 Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 Kriteria Deskriptor Tidak meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok hanya menguasai konsep dari materi pembelajaran Kurang mengarahkan masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Meminta masing-masing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Tidak meminta masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Mengarahkan masing-masing kelompok hanya membahas materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing saja.

13 Maret 2012 Observer Titin Rositi.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa.Pd NIP. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja. .Lampiran: V. S.00% Cukup 11 Pekanbaru. Aktivitas Guru 2 3 √ Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 8 3 55.

Pd NIP. 20 Maret 2012 Observer Titin Rositi. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 6 60. 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.00% Cukup 12 Pekanbaru.Lampiran: V. .2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. S.

.00% Sangat Baik 16 19 Pekanbaru. S.Pd NIP. 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.Lampiran: V. Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 3 95. 02 April 2012 Observer Titin Rositi.3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa.

Aktivitas Guru 2 3 Ket No Aktivitas Yang Diamati Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masingmasing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah/ Total Persentase Kategori 1 4 1 √ 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 20 100.00% Sangat Baik 20 Pekanbaru. S.Lampiran: V. 10 April 2012 Observer Titin Rositi.Pd NIP.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran Petunjuk pengisian : : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. . 10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Beri tanda ceklis (√) pada kolom nilai sesuai dengan unjuk kerja.

00% Cukup 12 60.00% 100.5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR SIKLUS I DAN SIKLUS II No 1 Aktivitas Guru Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Guru membimbing siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok belajar mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Guru meminta masingmasing kelompok mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Guru meminta masingmasing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompok masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 2 II 3 III 4 IV 4 2 3 3 4 4 3 2 2 4 4 4 2 2 4 4 5 2 2 4 4 11 55.00% Cukup 19 20 95.00% Sangat Baik Sangat Baik .Lampiran: V.

tetapi tidak dapat mengambil pelajaran dari yang diamati Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran dan dapat menarik kesimpulan dari setiap yang diamati Siswa berdiam diri dan tidak melakukan tugas yang diberikan guru Siswa mencari informasi atau pengetahuan baru dengan sendirinya Siswa dengan anggota kelompoknya masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran. tetapi tidak mendapatkan informasi atau pengetahuan yang baru Siswa dengan anggota kelompok masing-masing mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran dan menemukan informasi atau pengetahuan yang baru 2 Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 1 2 3 4 3 Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 1 2 3 4 . tetapi tidak secara kompak Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing secara kompak Siswa bersama anggota kelompoknya tidak melakukan aktivitas yang diberikan guru Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan yang kurang berhubungan dengan materi pembelajaran Siswa bersama anggota kelompok mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran.Lampiran: VI RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS SISWA No 1 Aspek Penilaian Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Kriteria Skala 1 2 3 4 Deskriptor Siswa tidak mahu bekerjasama dengan anggota yang telah ditentukan guru Siswa kurang mahu bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing.

tetapi tidak mahu mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain. tidak bersama anggota kelompok Siswa bersama anggota kelompoknya mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok tidak mahu membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing. tetapi tidak mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain dan mampu menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan oleh kelompok lain 2 3 4 5 Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain 1 2 3 4 .No 4 Aspek Penilaian Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Skala 1 Kriteria Deskriptor Siswa bersama anggota kelompoknya tidak mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa bersama anggota kelompoknya kurang mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Siswa mampu mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.

Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. 13 Maret 2012 I/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. AMIRUDDIN M. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 2 3 2 2 1 2 Ket 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 3 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 1 1 3 3 2 2 2 1 3 2 2 1 3 2 1 3 2 2 3 2 .Lampiran: VI.

RYAN PRADANA M. D QUEEN LAILA. 1055187011 Titin Rositi. Mengetahui. TEDDY PRATAMA M.38 55.25 49. 13 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM.Pd NIP. S.00 57.75 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 82 79 88 92 51. DWIFA SYUKRI FADLI M.Pd NIP. 19570720 197612 1001 . NUR FADLI M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 2 2 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 78 48.50 Ket Pekanbaru. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. M.

Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 2 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 1 2 2 3 3 3 2 2 3 4 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 3 2 2 3 2 3 2 1 1 3 3 3 2 1 2 Ket 1 2 3 2 2 3 1 3 1 3 2 4 2 2 2 1 2 2 1 3 1 5 2 2 3 3 3 2 4 1 3 2 3 1 3 2 1 3 2 2 3 2 . D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. AMIRUDDIN M. 20 Maret 2012 I/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3.Lampiran: VI.

50 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 1 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 1 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 99 94 103 101 61. 19570720 197612 1001 .Pd NIP.13 Ket Pekanbaru. Mengetahui. M. 1055187011 Titin Rositi.88 58. D QUEEN LAILA. DWIFA SYUKRI FADLI M.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. RYAN PRADANA M.Pd NIP. NUR FADLI M. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . TEDDY PRATAMA M. S.38 63. 20 Maret 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 3 2 2 2 4 2 2 1 2 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 4 92 57.75 64.

Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 3 2 4 2 2 3 3 3 4 3 3 4 2 2 3 4 4 4 2 3 3 Ket 1 2 3 3 3 4 2 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 2 . P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.Lampiran: VI.3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. 02 April 2012 II/ I 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. AMIRUDDIN M. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3.

13 Ket Pekanbaru. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . M. RYAN PRADANA M. 19570720 197612 1001 . Mengetahui.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. NUR FADLI M.88 88.Pd NIP. D QUEEN LAILA.Pd NIP.75 81. S. DWIFA SYUKRI FADLI M.75 88. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 133 83. TEDDY PRATAMA M. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli. 1055187011 Titin Rositi.13 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 3 4 4 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 2 2 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 126 131 142 141 78. 02 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM.

Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran 3. AMIRUDDIN M.Lampiran: VI. ARIF Aktivitas yang Diamati 2 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 Ket 1 3 4 3 3 4 3 4 2 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 . 10 April 2012 II/ II 2 x 35 Menit Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1. Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing 2. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran 4. Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata 5.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Hari/ Tanggal Siklus/ Pertemuan Alokasi Waktu Materi Pelajaran : : : : : : : Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II/ II Selasa. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.

19570720 197612 1001 . TEDDY PRATAMA M.Pd NIP. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Persentase 1 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 141 19.58 Aktivitas yang Diamati 2 3 4 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 148 147 150 148 20. DWIFA SYUKRI FADLI M.83 20. 1055187011 Titin Rositi.56 20. Mengetahui. NUR FADLI M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . S.No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa M. M. Kepala SDN 183 Tampan Zulkifli.42 20. 10 April 2012 Peneliti Observer g Jelas D a r m i t a NIM. RYAN PRADANA M.Pd NIP. D QUEEN LAILA.56 Ket Pekanbaru.

13% Sangat Baik 734 91.Lampiran: VI.5 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I DAN SIKLUS II No Aktivitas Siswa Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masingmasing Siswa mengamati lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mencari informasi atau pengetahuan baru dari materi pembelajaran Masing-masing siswa dan dengan anggota kelompoknya mengaplikasikan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata Masing-masing kelompok membahas kembali materi pembelajaran dengan anggota kelompoknya masing-masing dan mendiskusikannya dengan kelompok belajar lain Jumlah Persentase Kategori Siklus I I 78 II 92 III 133 Siklus II IV 141 1 2 82 99 126 148 3 79 94 131 147 4 88 103 142 150 5 92 101 141 148 419 53.385% Cukup 489 61.75% Sangat Baik .13% Baik 673 84.

1. 2. 3. Melakukan perdamaian dunia c. dan 4 d. adalah a. Josh Bush 2. Sir Philip Christison b. 5. tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II. dan 3 b. Cristopher Colombus c. Raflessia d. Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. sebagai berikut: 1) Ir. Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah. dan 6 Kognitif Kunci Jawaban C1 C2 C3 C4 C5 C6 A √ A √ A √ . untuk a. 4.Lampiran: VII. 4.1 KISI-KISI SOAL SIKLUS PERTAMA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan 1. Soal Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya a. Menyerang kembali bangsa Indonesia d. Melucuti senjata tentara Jepang b. Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 3. 2. 3. dan 5 c. Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas.

Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b. a dan b benar 5. kecuali a. Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b. Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d.Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II. Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c. Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 a.4. Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c. Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d. Sebutkan beberapa desakan Negara. Masyarakat Surabaya meraih kemenangan C √ C √ D √ . Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan a. Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b. Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini 6.

Ambarawa 9. Surabaya c. Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api a. Bukittinggi b. Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b. Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno a. Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah a. Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c. Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah. Salah semua 8. Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d. Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 10. Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 7. Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri A √ C √ B √ D √ . Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d. Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c. disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka. Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d. Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b. Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia a. Sehingga.c. Jakarta d.

sosial. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya a. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c. ekonomi. 000 d. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk. Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c. budaya dan pertahanan keamanan 11. adalah a. 12. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia D √ C √ A √ . Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 12. 90. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. 000 b. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. 11. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. 10.b. Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d. 000 13. 000 c. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia a. Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d.

Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 14. Amerika 5. Mengusulkan sendiri d. Di bawah ini beberapa Negara di dunia 1. Beligia 6. dan 3 c. Netherland Indies Company America b. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati a. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia a. Australia adalah negara yang dipilih oleh a. Mohammad Hatta 17. R. 2. 6. dan 5 b. 09 November c. Indonesia dan Belanda d. 1. 5. Abdul Kadir Widjojoatmodjo c. 10 November b. Netherland Indies Civil Ambarawa d. 1. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN). Netherland Indies Club Administration c. Mr. dan 7 16. NICA adalah singkatan dari a. Australia 4. Indonesia 2. Drs. 11 November d. 3. Hamengkubuwono IX b. Belanda c. adalah a. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN. 4. Belanda 7. 12 November 15. Inggris 3. dan 7 d. Syarifuddin Prawiranegara d. Netherland Indies Civil Administration 18. A √ C √ C √ D √ B √ . 4. Indonesia b.

PDRI B √ A √ . KNIL d. KTN c. Mohommad Toha c. Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 a. Mohammad Haryono b. Mohammad Hasbullah 20. NICA b. Perjanjian Renville diprakarsai oleh a.19. Mohammad Hamdan d.

Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d.2 KISI-KISI SOAL SIKLUS KEDUA Standar Kompetensi Menghargai Peranan Tokoh Pejuang dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Penerapan Siswa dapat Menghargai Jasa Para Tokoh Dalam Mempertahankan Kemerdekaan 1. C √ . Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b. 7 Mei 1949 c. Soal Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal Sir Philip Christison a.Lampiran: VII. 9 Mei 1949 Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan a. c salah semua Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda. 8 Mei 1949 d. b. 6 Mei 1949 b. a. sebagai berikut: 1) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 2) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik Kunci Jawaban C1 Kognitif C2 C3 C4 C5 B √ 2. B √ 3. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c.

karena a. 2. 3. 4 dan 5 Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan. Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. 4 dan 5 d. 3 dan 4 c. 1. yaitu Indonesia dan Belanda B √ . 1. 2 dan 3 b.4. Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. 3) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 4) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 5) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda: a. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara.

Drs.d. Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen A √ D √ A √ . H. Soekarno d. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan a. 6. 5. Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c. Ir. Moh Hatta Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda: a. 7. Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda: a. Agussalim b. Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d. Hamengkubuwono IX c.

23 Juli sampai 2 November 1949 Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia: a. Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia D √ D √ . 23 November 1949 d. 9.b. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan c. Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c. 5 sampai 7 November 1949 e. Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b. Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d. 22 Juli sampai 1 November 1949 f. 8.

Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d. Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c. Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada B √ A √ D √ .10. Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b. Mengapa Ir. Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu d. Agar melancarkan serangan kepada Belanda c. Agar membentuk dan dan memimpin PDRI b. Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan 11. Tujuan PDRI dibentuk adalah: a. Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b. Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12. Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia a. Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 a.

untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag. Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c. C √ D √ . Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan b. Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda. a dan b benar 14. kecuali:: a. Salah semua c. Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13. kecuali: a. Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d.Membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia d. Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu c. Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b. Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia d.

Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c. b dan c salah semua B √ B √ A √ C √ .15. Tujuan dibentuk Kabinet Hatta. Melakukan pemberontakan di Madiun d. karena: a. Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar. Memimpin TNI dalam peperangan d. Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17. Memimpin TNI dengan penuh semangat b. a. Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI: a. Mengamankan NKRI d. Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c. adalah: c. Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi. Membentuk kabinet baru 18. Memimpin pasukan f. Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c. adalah a. Menggalang persatuan nasional b. Berhasil memimpin koperasi di tanah air b. Perjuangan luar biasa 16. Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya e. Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d.

Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b. Teriakan d.19. Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan a. Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo: a. Nyanyian c. Melawan setiap penjajahan yang ada d. Tidak melakukan apa-apa 20. Pidatonya b. Senjata yang lengkap B √ A √ .

. 2........ a. : ........ Pemerintahan RI diharapkan meminta bantuan kepada negara-negara Asia dalam melakukan sengketa dengan Belanda d..... SOAL-SOAL 2. a. 3.. 4.. Siapa nama jenderal Inggris yang memimpin pendaratan di Jakarta pada peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya........... Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia c. 5. 4.. Melucuti senjata tentara Jepang b.... tiga tokoh yang ditahan Belanda pada saat agresi militer II......1 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA Hari/Tanggal Nama Siswa : . Cristopher Colombus d.. Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta b.. a... Sebutkan beberapa desakan Negara... Sir Philip Christison c...... kecuali..... 2...... 3........ 21......Negara Asia dari Agresi Militer Belanda II... Soekarno 2) Mohammad Hatta 3) Suryadarma 4) Bungtomo 5) Jenderal Soedirman 6) Syarifuddin Prawiranegara Klasifikasi dari nama-nama di atas...... Melakukan perdamaian dunia c. a.. Raflessia b...... dan 4 b... PETUNJUK 1... Pilihlah jawaban di bawah ini! 22..... Menyerang kembali bangsa Indonesia d. Menguasai sebagian wilayah pulau Jawa 4. Josh Bush 3........................ adalah ... Mengapa tentara Inggris mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945 di Surabaya adalah..Lampiran: VIII...... sebagai berikut: 1) Ir.... 1............. untuk .. a dan b benar .. dan 3 c..... dan 6 5....... dan 5 d........ Di bawah ini nama-nama tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia........... Waktu yang disediakan adalah 70 menit 2........

.... Karena bangsa Indonesia masih dijajah dari segi politik... Masyarakat Surabaya meraih kemenangan c......... Mengenang jasa dan perjuangan Kolonel Soedirman dan pasukannya dalam mengusir tentara Inggris dari Ambarawa b. Karena masih banyaknya penganguran di masyarakat d.. a.... Bagian utara kota Bandung harus dikosongkan c.. Mengenang jasa dan perjuangan para ABRI dalam mengusir penjajahan di Indonesia c.6. ekonomi. 7... Melanjutkan perjuangan pahlawan dengan melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk penjajahan yang ada saat ini.... Mengunjungi keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan c.. a. Salah semua 9. Ambarawa 10..... Mengapa hari infantri diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh bangsa Indonesia . Mengisi kemerdekaan dan berdoa di kuburan pahlawan seharian pada hari 10 November setiap tahunnya b......... Sehingga.. Mengenang jasa dan perjuangan Mohammad Toha dalam mengusir pasukan Belanda d.... sosial.... Masyarakat Bandung harus meninggalkan Bandung dalam waktu 2x24 jam 11.......... Karena bangsa Indonesia belum memiliki kedaulatan sendiri b........ budaya dan pertahanan keamanan ... Bagian selatan kota Bandung menjadi pangkalan militer sekutu d..... Tentara Inggris berhasil diusir dari Surabaya b....... a. Apa akhir dari perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris pada tanggal 10 November 1945 ... Jakarta d....... a. Agar masyarakat Bandung tunduk dengan sekutu b... a. Karena masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia c.. Bukittinggi b... disimpulkan bahwa bangsa Indonesia belum merdeka........... Mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh d... Markas tentara Inggris diusir dari Surabaya d.. Para ilmuan mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terjajah. Berilah alasan kenapa bangsa Indonesia belum dikatakan merdeka dan masih dalam kondisi terjajah . Apa yang harus dilakukan bagi seorang siswa dalam mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan .... Tuliskan salah satu isi peringatan pertama tentara sekutu dalam pertempuran Bandung Lautan Api ....... Dimanakah ibu kota PDRI yang dimandat oleh Soerkarno ... Surabaya c.......... Markas Pertahanan Surabaya dipindahkan ke Desa Lebaniwaras 8. a.....

12. Apa yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.................... a. Mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melawan setiap penjajahan yang ada b. Mengisi kemerdekaan dengan belajar santai dan malas c. Mengisi kemerdekaan dengan tetap bersemangat belajar dan tidak memperhatikan prestasi yang akan diraih d. Mengisi pembangunan dengan belajar sungguh dan meraih prestasi yang gemilang 13. Sebutkan berapa jumlah pasukan sekutu yang dikerahkan dalam perlawanan 10 November 1945 di Surabaya .................... a. 90.000 orang c. 10.0000 orang b. 11.000 orang d. 12.000 orang 14. Mengapa Komisi Tiga Negara (KTN) dibentuk, adalah .................. a. Untuk mendamaikan perseteruan antara Indonesia dengan Belanda b. Untuk mengantisipasi masuknya Inggris ke Indonesia c. Untuk mengusi tentara Belanda dan Inggris dari wilayah Indonesia d. Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia 15. Pada tanggal berapa hari pahlawan diperingati ........................ a. 09 November c. 10 November b. 11 November d. 12 November 16. Di bawah ini beberapa Negara di dunia: 1. Indonesia 2. Inggris 3. Australia 4. Amerika 5. Beligia 6. Belanda 7. Malaysia Klasifikasikan beberapa Negara yang tergolong dalam KTN, adalah a. 1, 2, dan 3 c. 3, 4, dan 5 b. 5, 6, dan 7 d. 1, 4, dan 7 17. Siapakah tokoh yang mendapatkan mandat dari Soekarno untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia ................... a. Hamengkubuwono IX c. Mr. Syarifuddin Prawiranegara b. R. Abdul Kadir Widjojoatmodjo d. Drs. Mohammad Hatta 18. NICA adalah singkatan dari ................. a. Netherland Indies Company America b. Netherland Indies Club Administration c. Netherland Indies Civil Ambarawa
d. Netherland Indies Civil Administration

19. Dalam membentuk Komisi Tiga Negara (KTN), Australia adalah negara yang dipilih oleh .................. a. Indonesia c. Indonesia dan Belanda b. Belanda d. Mengusulkan sendiri 20. Siapakah pahlawan yang dikenal gugur dalam peristiwa 23 Maret 1946 .............. a. Mohammad Haryono c. Mohammad Hamdan b. Mohommad Toha d. Mohammad Hasbullah 21. Perjanjian Renville diprakarsai oleh ................ a. KTN c. NICA b. KNIL d. PDRI

Lampiran: VIII.2 SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA

Hari/Tanggal Nama Siswa 23. PETUNJUK

: ............................................... : ...............................................

3. Waktu yang disediakan adalah 70 menit 4. Pilihlah jawaban di bawah ini! 24. SOAL-SOAL 1. Perjanjian Room Royen disetujui di Jakarta pada tanggal ............................... a. 6 Mei 1949 c. 8 Mei 1949 b. 7 Mei 1949 d. 9 Mei 1949 2. Mengapa Konferensi Meja Bundar dilaksanakan .................... a. Sebagai usaha yang dilakukan pemerintah Belanda ingin menguasai Indonesia b. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen yang telah dilakukan c. Seabagi usaha yang dilakukan Indonesia untuk membuktikan kegagalan pemerintah Belanda untuk menguasai Indonesia d. a, b, c salah semua 3. Di bawah ini beberapa isi perjanjian yang pernah dilakukan bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda, sebagai berikut: 6) Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta 7) Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik 8) Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949 9) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia dan Belanda 10) Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan Belanda Tunjukkanlah dari isi perjanjian di atas yang tergolong ke dalam perjanjian yang dihasilkan dari KMB antara Indonesia dengan Belanda ............ a. 1, 2 dan 3 c. 3, 4 dan 5 b. 2, 3 dan 4 d. 1, 4 dan 5 4. Mengapa Konferensi Meja Bundar antara Pemerintah Belanda dengan Indonesia dilaksanakan, karena ..................... a. Pemeritah Belanda ingin mengakui kedaulatan bangsa Indonesia b. Keinginan bangsa Indonesia agar diakui kedaulatannya oleh pemerintah Belanda c. Perdamaian yang ingin dilakukan antara kedua negara, yaitu Indonesia dan Belanda d. Belanda ingin meninggalkan bangsa Indonesia

.5... Sebutkan bukti kedaulatan yang diakui pemerintahan Belanda atas bangsa Indonesia .. Pemerintah Belanda mendapatkan peringatan tegas dari PBB c.. Agar bangsa Indonesia menerima kedaulatan yang sebenarnya b.. Agar pemerintah Belanda tidak kembali ke Indonesia d.. Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian antara pemerintahan Belanda dengan bangsa Indonesia d... Pemerintah Indonesia akan rela dan menerima setiap penjajahan yang ada 6... Hatta 7.... a.......... Kapan perjanjian Rum Royen dilaksanakan ... H. Drs...... Agar bangsa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan ... Mengapa upacara pengakuan kedaulatan juga dilakukan di Indonesia .. Moh... Dilakukannya upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan pengibaran bendera Indonesia 10..... Carilah hubungan antara perjanjian Rum Royen dengan Konferensi Meja Bundar antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda ..... 23 November 1949 c.... 5 sampai 7 November 1949 d.... Agussalim c. Agar kedaulatan yang diberikan pemerintah Belanda juga disaksikan oleh bangsa Indonesia c. Pemerintah Belanda akan diserang oleh bangsa Indonesia sampai titik darah terakhir d....... Kedaulatan bangsa Indonesia tidak diakui pemerintah Belanda b.... Bangsa Indonesia mengadakan syukuran bersama dengan pemerintah Belanda c.... a.... 22 Juli sampai 1 November 1949 b... a... Bagaimanakah pendapat anda bila KMB antara Pemerintah Belanda dengan bangsa Indonesia tidak dilaksanakan ........ Soekarno b. Siapa tokoh dan utusan dari Indonesia yang mengikuti upacara sekaligus menandatangai kesepakatan dalam pengakuan kedaulatan antara Indonesia dengan pemerintah Belanda a.... Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan tindak lanjut dari perjanjian Rum Royen b... Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan perjanjian kedaulatan antara Indoensia dengan pemerintah Belanda 8.. Sri Sultan Hamengkubuwono IX d. Pemerintah Belanda diusir dari wilayah Indonesia b. a. 23 Juli sampai 2 November 1949 9........ Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya d..... a...... Ir... Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perjanjian Rum Royen c.

... Membantu TNI dalam menyediakan Keraton Yogyakarta untuk tempat persembunyian d.. Agar mengusir Belanda dari bumi Indonesia 12...... Memimpin TNI dengan penuh semangat b.. a... Mengapa Ir.. a. Memimpin NKRI dalam melawan setiap penjajahan yang ada c....... a dan b benar 14. Kedudukan dan kewajiban Komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu melaksanakan resolusi PBB tidak terganggu g........ adalah sebagai berikut .. g.. Tujuan dibentuk Kabinet Hatta.. Agar bangsa Indonesia merapatkan barisan dalam melawan sekutu h........... Membentuk kabinet baru . Memimpin TNI hingga akhir hayatnya 17.... Melakukan pemberontakan di Madiun d. adalah .... Menggalang persatuan di kalangan TNI dan pejuang c... Apa saja yang telah dilakukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.. Apa yang dilakukan Jendral Soedirman dalam memimpin pasukan TNI . Memimpin NKRI selama penjajahan Belanda berlangsung b... Mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta b.... Melawan setiap penjajahan j.......... kecuali ..... Jasa dan perjuangan luar biasa dalam memimpin secara gerilya i.... Memimpin TNI dengan gerilya melawan penjajah c........... Turut berperan dalam proses penandatanganan hasil perjanjian KMB c....... Mengamankan NKRI h. Soekarno mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran sebelum ia ditangkap pada tanggal 19 Desember 1948 .. Menggalang persatuan nasional b..... untuk menghadiri undangan Belanda dalam Konferensi Meja Bunda di Den Haag. a.. Memimpin TNI dalam peperangan d. Agar melancarkan serangan kepada Belanda g.11. Pemerintah Darurat Republik Indonesia d. kecuali: e.... e. Pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia h. Memimpin pasukan 16. Tujuan PDRI dibentuk adalah . Pemerintahan sementara NKRI selama Soerkarno dalam pengasingan 13.. Di bawah ini beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Belanda. Tujuan Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar TKR.... Pengembalian kekuasaan RI sebagai syarat mutlak untuk memulai perundingan f.... a.. Salah semua 15.. Agar membentuk dan memimpin PDRI f......

Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia b. Semoga Sukses .... Melawan setiap penjajahan yang ada d..... Pidatonya c. Tidak melakukan apa-apa 20.. Nyanyian d..........18.. a... Mengapa Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi. Senjata yang lengkap Selamat Bekerja. b dan c salah semua 19.. Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan . Apa yang harus dilakukan siswa dalam meneruskan perjuangan Bungtomo . a....... Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar sungguh-sungguh c. Teriakan b.... a.......... a..... Sukses dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat c.. karena ... Jasanya mempelopori lahirnya koperasi di Indonesia d. Berhasil memimpin koperasi di tanah air b...

1 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN A A A C C D A C B D D C A A C C D B B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .Lampiran: IX.

2 KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN B B C B A D A D D B A D C D B B A C B A JUMLAH SKOR SKOR 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 .Lampiran: IX.

NUR FADLI M.1 SKOR DASAR HASIL BELAJAR SISWA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. DWIFA SYUKRI FADLI M. AMIRUDDIN M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .465 61. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 70 45 55 85 70 85 15 50 65 80 55 70 55 60 85 85 80 70 65 2.Lampiran: X. RYAN PRADANA M. ARIF M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.50 42. TEDDY PRATAMA M.63 23 17 Tidak Tuntas 57.50 Ket Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas . S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. D QUEEN LAILA.

2 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .270 81. DWIFA SYUKRI FADLI M.75 . TEDDY PRATAMA M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. ARIF M. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. AMIRUDDIN M. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. NUR FADLI M. D QUEEN LAILA.Lampiran: X. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. RYAN PRADANA M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 85 90 85 100 95 90 35 90 95 95 65 95 90 60 95 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3.

D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA. NUR FADLI M. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Rata-Rata Nilai 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 90 90 95 100 95 90 70 90 100 95 90 95 95 90 100 95 90 95 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3.Lampiran: X. ARIF M.615 90. DWIFA SYUKRI FADLI M. RYAN PRADANA M.38 . P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI. AMIRUDDIN M.3 SKOR NILAI HASIL BELAJAR SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA. TEDDY PRATAMA M. D QUEEN LAILA. S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI . P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI.

S KAPITA KHAIRIL HIDAYAT KURNIA BUDIARTI LENA HARIANTI LENI HARIANTI LORENZA AULIA M.4 Analisis Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas V. DWIFA SYUKRI FADLI . AMIRUDDIN M. ARIF M. P JAKA PRATAMA JEFRI MAULANA JUWITA YOFI. D FATTIYA NAHDA IRFAN INDRA.Lampiran: X. P ANDRIAN MARULI BUDI ARIO CITRA MARLENI ERMELIS SETIA HASANAH FANI AFNI.A Sekolah Dasar Negeri 183 Tampan Pekanbaru Jenis Kelamin P P L L P P P P L L L P P L P P P P L L L Skor Dasar 60 40 75 50 80 20 55 10 80 55 75 70 65 35 35 85 85 50 70 45 80 Ketuntasan Individu Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian I 80 85 75 85 95 50 95 25 90 80 100 70 85 85 55 90 90 50 100 45 95 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Ulangan Harian II 85 90 90 90 95 75 95 80 90 85 100 75 85 90 85 90 90 80 100 80 100 Ketuntasan Individu Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa ADINDA AJENG NUR OKTARIA.

00 40 100.No 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa Jenis Kelamin L L L L P L P P L L L L L L L L L P P Skor Dasar Ketuntasan Individu Ulangan Harian I M. NUR FADLI M. RYAN PRADANA M.50 16 42. TEDDY PRATAMA M.50 Tidak Tuntas Ulangan Ketuntasan Harian Individu II 85 90 Tuntas Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 85 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 35 Tidak Tuntas 70 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 65 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 60 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 95 Tuntas 95 Tuntas 100 Tuntas 100 Tuntas 34 85. D QUEEN LAILA. Z RAFIF MAHES RAHMAD RAHARJA RAHMATULLAH HIDAYAH RENDI OKTA NANDI RIDZKY CHAN RIZKI YULIANSAH RIZKI YUSPA RAMADHAN RONI OKTAVIARDI SYUKRI NOVALDO TRI YULIANTI VINA CARMILA Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Ketuntasan Klasikal 70 Tuntas 45 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas 85 Tuntas 70 Tuntas 85 Tuntas 15 Tidak Tuntas 50 Tidak Tuntas 65 Tuntas 80 Tuntas 55 Tidak Tuntas 70 Tuntas 55 Tidak Tuntas 60 Tuntas 85 Tuntas 85 Tuntas 80 Tuntas 70 Tuntas 65 Tuntas 23 57. ZAKY HAKIM MAILA FAIZA MUHAMMAD YOGA NURUL REZKI .00 6 15.00 0 Tuntas Tuntas Ketuntasan Individu .

4: Observer Mengamati Aktivitas Pembelajaran . 1: Guru Menjelaskan Pembelajaran Dokumentasi 2: Guru membimbing siswa mengamati Dok. XI DOKUMENTASI AKTIVITAS PEMBELAJARAN CTL DI KELAS V.LAMPIRAN.A SEKOLAH DASAR NEGERI 183 TAMPAN PEKANBARU Dok. 3: Siswa Menjelaskan Hasil Temuannya Dok.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.