Bab I Pendahuluan

Kedelai telah menunjukan beberapa keuntungan kesehatan yang disebabkan karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan kandungan fitokimianya. Kedelai tidak hanya kaya protein, tetapi mengandung mineral yang berguna seperti, kalsium, besi, dan serat terlarut. Protein kedelai memenuhi kebutuhan protein pada manusia. Protein dan isoflavon dari kedelai telah terbukti menurunkan resiko penyakit jantung dan sebagai antikanker. Isoflavon merupakan subkelas dari flavonoid atau isomer flavon yang merupakan flavonoid minor, yang jumlahnya sangat sedikit dan sebagai bagi tumbuhan berfungsi sebagai fitoaleksin yaitu senyawa pelindung yang terbentuk dalam tumbuhan untuk pertahanan terhadap serangan penyakit. Isoflavon di alam sering dijumpai dialam dalam bentuk glikosidanya (terikat pada gugus gula). Bentuk glikon dari isoflavon larut dalam pelarut polar, sedangkan bentuk aglikonnya larut dalam pelarut nonpolar. Flavonoid minor isoflavon penyebarannya terbatas pada beberapa jenis tumbuhan. Salah satunya terdapat pada tanaman kacang kedelai (Glycine max). Senyawa isoflavon yang terdapat di kacang kedelai antara lain genistein dan daidzein. Isoflavon sukar dicirikan karena reaksinya tidak khas dengan pereaksi warna manapun. Beberapa isoflavon (misalnya daidzein) memberikan warna biru muda cemerlang dengan sinar UV bila diuapi dengan ammonia, tetapi kebanyakan yang lain (misalnya genistein) tampak sebagai bercak lembayung pudar yang dengan ammonia berubah menjadi coklat pudar (Harbone, 1987). Isoflavon merupakan bagian dari kelompok flavonoid. Isoflavon ditemukan sebagian besar pada kacang kedelai dan memiliki struktur kimia yang hampir sama dengan hormone estrogen. Isoflavon utama yang ditemukan pada kacang kedelai adalah genistein dan daidzein. Karena strukturnya yang mirip dengan estrogen dan dapat berinteraksi dengan reseptor estrogen lain, isoflavon dari kedelai sering digunakan sebagai fitoestrogen (McCuey, 2004) Struktur isoflavon kedelai yang mirip dengan estrogen dan kemudahannya untuk berinteraksi dengan estrogen reseptor membuat isoflavon ini diduga bermanfaat dalam mengatasi sistem somatik, perasaan, dan hal-hal yang berhubungan dengan menopause. Mengkonsumsi suplemen fitoisoflavon telah terbukti dapat berpengaruh pada gejala premenopause. Isoflavonoid dari kedelai juga berpotensi sebagai sarana alternatif dalam terapi kesehatan jangka panjang yang berhubungan dengan menopause dan khususnya osteoporosis (McCuey, 2004). Isoflavon ini boleh dibilang hanya terdapat pada kedelai saja. Isoflavon ini berfungsi melakukan regulasi untuk menghambat pertumbuhan kanker terutama kanker prostat. Selain berfungsi untuk mencegah kanker prostat, biji kedelai juga berfungsi untuk menurunkan resiko terkena penyakit jantung, diabetes, ginjal dan osteoporosis (Asih, 2009). Karena begitu pentingnya fungsi tanaman ini, serta dugaan terhadap adanya senyawa golongan isoflavon yang dikandung, maka banyak penelitan - penelitian dilakukan mengenai isolasi dan identifikasi senyawa golongan isoflavon dari biji kedelai (Glycine max).

1

kedudukan gugus hidroksil fenol bebas pada inti flavonoid dapat ditentukan dengan menambahkan pereaksi geser ke dalam larutan cuplikan dan mengamati pergeseran puncak serapan yang terjadi. kemudian penyederhanaan bentuk bahan dengan mengubah biji menjadi bentuk serbuk. maserasi dilakukan untuk mengeluarkan bahan aktif dari serbuk simplisia. 1988) Bab II ISI 2 . secara tidak langsung cara ini berguna untuk menentukan kedudukan gula atau metal yang terikat pada salah satu gugus hidroksil fenol (Markham. Disamping itu. Teknik maserasi dipilih karena peralatan yang digunakan sederhana. Dengan demikian. Selanjutnya adalah pemisahan dengan kromatografi lapis tipis (KLT). Setelah pemisahan dengan KLT. Pengujian dengan geseran spektum membantu dalam menentukan pola oksigenasi. Dengan metode ini didapatkan harga Rf yang spotnya dapat diperjelas dengan penampak bercak dan dilihat dibawah sinar UV.Proses identifikasi isoflavon pada kedelai dimulai dengan pengumpulan bahan. Teknik lanjutan setelah maserasi yang digunakan adalah kromatografi kolom lambat. metode ini dilakukan untuk memisahkan senyawa isoflavon yang ada dalam fraksi hasil kromatografi kolom. dan tidak memerlukan keahlian. Serbuk ini kemudian dimaserasi yaitu perendaman dengan pelarut. metode ini dipilih karena dengan metode ini akan didapat fraksi – fraksi yang akan membantu dalam analisis selanjutnya. karena perendaman yang dilakukan lebih dari satu hari. Dengan teknik maserasi bahan aktif dapat diperoleh dari simplisia dengan maksimal. dilakukan pengujian dengan geseran spektrum.

Isoflavon .. Hasil transformasi lebih lanjut dari senyawa aglikon menghasilkan senyawa yang mempunyai aktivitas biologi lebih tinggi yaitu faktor-2 (6.4′-trihidroksi isoflavon) mempunyai aktivitas antioksidan dan antihemolitik lebih baik dari daidzein dan genistein(Murata. khususnya pada bagian hipokotil (germ) yang akan tumbuh menjadi tanaman.2. Struktur Kimia .4′-trihidroksi isoflavon). Kedelai memiliki kandungan isoflavon yang tinggi. Senyawa Isoflavonoid Isoflavonoid adalah salah satu golongan senyawa metabolit sekunder yang banyak terdapat pada tumbuh-tumbuhan..1. Bentuk senyawa demikian ini mempunyai aktivitas fisiologi kecil karena berada dalam bentuk glikosida. dan daidzein. Isoflavonoid termasuk dalam golongan flavonoid (kelompok senyawa fenol) dengan kerangka dasar 1. 1987). baik melalui proses fermentasi maupun proses nonfermentasi. Selama proses pengolahan. Jenis senyawa isoflavon utama pada kedelai adalah genistin. glisitein.2-diarilpropan. danglistin.senyawa isoflavon dapat mengalami transformasi.Genistein dan Daidzein 3 . Kandungan isoflavon pada kedelai berkisar antara 24mg/gram kedelai.2. daidzin. Senyawa aglikon adalah genestein. terutama melalui proses hidrolisa sehingga diperoleh senyawa isoflavon bebas yang disebut dengan aglikon yang memiliki aktivitas lebih baik.7. 2. khususnya dari golongan leguminoceae (tanaman berbunga kupu-kupu). Senyawa isoflavon pada umumnya berupa senyawa kompleks atau konjugasi dengan senyawa gula melalui ikatan glikosida (Snyder. 1985).7. Hal ini ditunjukkan oleh Murata yang membuktikan bahwa faktor-2 (6.

3. hampir tidak larut dalam air.4 Identifikasi . Titik lelehnya antara 297 .298º C. Perubahan warna yang terjadi diamati dari kuning tua menjadi merah tua. 2.2.23. . Test dengan H2SO4 (pekat) Beberapa mililiter sampel dalam alcohol ditambahkan 2-4 tetes larutan H2SO4 (pekat). Perubahan warna yang terjadi diamati dari kuning tua menjadi kuning muda. lalu diaktivasi pada suhu 1200 C selama 30 menit 4 . Test dengan NaOH 10% Beberapa mililiter sampel dalam alcohol ditambahkan 2-4 tetes larutan NaOH 10%. 2. Perubahan warna yang terjadi diamati dari kuning tua menjadi orange. Sifat dari daidzein adalah titik lebur 315 ~ 323 ° C (dekomposisi). Titik leleh 315 ~ 316 ℃. Test Wilstatter Beberapa mililiter sampel dalam alcohol ditambahkan 2-4 tetes larutan HCl dan 2-3 potong kecil logam Mg. larut dalam alkali encer dan membentuk warna kuning.Identifikasi genistein dan daidzein Dapat dilakukan dengan identifikasi KLT-Spektrofotodensitometri • • Disiapkan plat silica gel GF 254 dengan ukuran 10 x 10 cm Plat silica selanjutnya dicuci dengan 3 mL metanol. Berat molekulnya 270. Puncak penyerapan UV 250nm.Identifikasi isoflavon Pemeriksaan golongan flavonoid dapat dilakukan dengan uji warna yaitu : 1.3. Sifat – sifat Sifat dari genistein adalah larut dalam pelarut organik umum.

5 . dingin berkepanjangan.7 cm Plat dielusi hingga mencapai jarak elusi 8 cm. UDP-GLC: flavonoid 3 – Oglukosiltransferase (bz1). dan paparan sinar UV ( Dixon dan Paiva. flavanon 3-hidroksilase (f3h).5 ) sebanyak 10 mL Fraksi dan ekstrak pembanding direkonstitusi dengan 0. serangan patogen. 328bh NaOMe ( λmaks nm) 259. dan kelas tertentu phytoalexins yang memiliki peran dalam perkembangan normal. sintase chalcone (c2). chamber dijenuhkan dengan eluen Masing-masing fraksi dan ekstrak pembanding ditotolkan pada plat sebanyak 10 μl pada titik yang berbeda dengan jarak penotolan 0. flavanon / reduktase dihydroflavanol (a1). 289bh. dan dapat disebabkan oleh tekanan lingkungan seperti kekurangan gizi. 1995.• • • Disiapkan eluen n-heksana : kloroform : etil asetat ( 9: 1: 0. 1995 ). 2. ). 327bh 2. Nama kandungan Daidzein Genistein MeOH ( λmaks nm) 238bh. lalu plat dikeringkan dengan dianginanginkan Plat dilihat di bawah sinar UV pada panjang gelombang 254 nm dan 366 nm Discan pada spektrofotodensitometer pada panjang gelombang 200-800 nm • • • Kemudian data hasil scanning dianalisis dan dicocokkan dengan literature. 249. Gen ini termasuk amonia liase fenilalanin (PAL). 328 276. sintase proantosianidin (a2). dan glutathione S-transferase (bz2). Set gen encoding enzim dari jalur dengan tahapan perkembangan dan jaringan-diatur secara khusus. yang memberikan senyawa banyak termasuk lignin. 303 bh 261. anthocyanin. Biosintesis Isoflavon disintesis sebagai bagian dari jalur fenilpropanoid. 260bh.5 mL metanol. chalcone isomerase (chi).5. No. serta berperan sebagai pelindung terhadap tekanan lingkungan yang banyak (Dixon et al. 1. Jalur fenilpropanoid memiliki beberapa cabang umum untuk kacang-kacangan maupun non-kacangan.

adalah produk dari sintase chalcone isomerase dan chalcone. Substrat untuk memproduksi isoflavon genistein adalah perantara dalam cabang dari jalur fenilpropanoid yang mengarah pada sintesis dari flavonoid. flavon. proanthocyanidins. Enzim dalam huruf tebal dikodekan oleh gen dinyatakan sebagai transgen dalam penelitian ini. naringenin. putus – putus mewakili beberapa langkah. flavonol. 6 .Diagram parsial dari jalur fenilpropanoid menampilkan intermediet dan enzim yang terlibat dalam sintesis isoflavon. yang diubah menjadi daidzein (Gambar diagram parsial ). liquiritigenin. serta beberapa jalur cabang. dan anthocyanin. enzim yang umum untuk kebanyakan tanaman (Gambar diagram parsial ). Gen pengkode enzim digarisbawahi telah terbukti diaktifkan pada jagung oleh C1 dan panah R. Substrat ini. yang meliputi flavanon. Enzim kunci ini yang diarahkan perantara jalur fenilpropanoid dari flavonoid untuk isoflavonoid adalah isoflavon sintase (IFS).3 pada cincin B-dari naringenin atau liquiritigenin. Enzim ditunjukkan dalam huruf miring. Aktivitas senyawa chalcone reduktase (CHR) diperlukan untuk menghasilkan substrat untuk sintesis kedua isoflavon. Kacang-kacangan dan beberapa spesies lainnya memiliki fungsi enzimatik yang unik yang melakukan migrasi 2. sehingga menghasilkan isoflavon.

Lawui (Bima). serta 18 hingga 30 mikron di bagian tengah.4680 pada 40ºC. jika dipanaskan sampai 260oC berubah menjadi pucat. dan merupakan tanaman semusim. 2006). Morfologi Tanaman Kedelai Tanaman kedelai umumnya tumbuh tegak. Biji kedelai berwarna kuning pucat atau kekuning-kuningan. nilai penyabunan 190-195. akibat penebalan dinding antiklinal selulosa. Dele (Jawa). dan biji sehingga pertumbuhannya bisa optimal (Irwan. daun. Sarupapa (Titak). Gadelei (Halmahera) : Soybean (Inggris). dengan berat jenis 0. Tumbuhan asal Kedelai (Glycine max L) Nama Tanaman Nama ilmiah : Glycine max L. indeks bias 1. Merrill Nama lokal : Kedelai (Indonesia). batang. Kadale (Ujung Pandang). Morfologi tanaman kedelai didukung oleh komponen utamanya. Kedhele (Madura). Kacang Rimang (Minangkabau).5 sampai 33 mg. dan tebal antara 4-7 mm. Minyak kacang kedelai berwarna kuning emas. 7 . Kacang Bulu (Sunda).6. lebar sekitar 5-8 mm. Soyaboon (Belanda) Nama asing Klasifikasi Tanaman Kingdom Divisi Sub divisi Kelas Ordo Famili Marga Spesies : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledonnae : Leguminales : Leguminoceae : Glycine : Glycine max L.928. polong. sedangkan hipodermis berbentuk "bearercells" dengan tinggi 40 hingga 120 mikron dan lebar 30 hingga 40 mikron di bagian atas dan dasar. 100 biji kedelai beratnya antara 14. Retak Menjong (Lampung). dengan panjang sekitar 6-11 mm. Biji berbentuk bulat telur. berbentuk semak.922 ke 0. Epidermis dari beberapa kulit biji terdiri dari sel-sel prisma poligon dengan tinggi 45 sampai 60 mikron dan lebar 7 sampai 20 mikron. Merrill Menurut Handbook of Pharmacognosy deskripsi biji kedelai adalah sebagai berikut.2. yaitu akar. nilai yodium 130-142.

000 tanaman/hektar menjadi 500. Cabang akan muncul di batang tanaman. Jumlah cabang tergantung dari varietas dan kondisi tanah. Sementara pertumbuhan batang tipe indeterminate dicirikan bila pucuk batang tanaman masih bisa tumbuh daun. sedangkan kotiledon yang terdiri dari dua keping akan terangkat ke permukaan tanah akibat pertumbuhan yang cepat dari hipokotil. Jumlah batang bisa menjadi sedikit bila penanaman dirapatkan dari 250. Calon akar tersebut kemudian tumbuh dengan cepat ke dalam tanah. Disamping itu.000 tanaman/hektar. Pertumbuhan akar tunggang dapat mencapai panjang sekitar 2 m atau lebih pada kondisi yang optimal.• Akar Akar kedelai mulai muncul dari belahan kulit biji yang muncul di sekitar misofil. mulai dari pangkal akar sampai kotiledon. umumnya akar tunggang hanya tumbuh pada kedalaman lapisan tanah olahan yang tidak terlalu dalam. Pada umumnya. Jumlah batang tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan jumlah biji yang diproduksi. Akar serabut ini mula-mula tumbuh di dekat ujung akar tunggang. Artinya. Sementara akar serabut dapat tumbuh pada kedalaman tanah sekitar 20-30 cm. Jumlah buku batang indeterminate umumnya lebih banyak dibandingkan batang determinate. walaupun jumlah cabang banyak. Hipokotil dan dua keping kotiledon yang masih melekat pada hipokotil akan menerobos ke permukaan tanah. jenis tanah. Jumlah buku pada batang tanaman dipengaruhi oleh tipe tumbuh batang dan periode panjang penyinaran pada siang hari. 2006). Pertumbuhan batang kedelai dibedakan menjadi dua tipe. ada varietas hasil persilangan yang mempunyai tipe batang mirip keduanya sehingga dikategorikan sebagai semideterminate atau semiindeterminate. Perbedaan sistem pertumbuhan batang ini didasarkan atas keberadaan bunga pada pucuk batang. serta ketersediaan air di dalam tanah. belum tentu produksi kedelai juga banyak (Irwan. kecukupan unsur hara. 2006). misalnya kadar air tanah yang terlalu tinggi. walaupun tanaman sudah mulai berbunga. jumlah buku berkisar 15-30 buah. sekitar 30-50 cm. yaitu stadium kotiledon yang tumbuh saat tanaman masih berbentuk kecambah dengan dua helai daun tunggal dan daun 8 . Selain itu kedelai juga seringkali membentuk akar adventif yang tumbuh dari bagian bawah hipokotil. • Daun Tanaman kedelai mempunyai dua bentuk daun yang dominan. Perkembangan akar kedelai sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kimia tanah. namun demikian. sekitar 3-4 hari setelah berkecambah dan akan semakin bertambah banyak dengan pembentukan akar-akar muda yang lain (Irwan. • Batang dan cabang Hipokotil pada proses perkecambahan merupakan bagian batang. Bagian batang kecambah yang berada diatas kotiledon tersebut dinamakan epikotil. yaitu tipe determinate dan indeterminate. tetapi ada juga varietas kedelai yang tidak bercabang. Pertumbuhan batang tipe determinate ditunjukkan dengan batang yang tidak tumbuh lagi pada saat tanaman mulai berbunga. akar adventif terjadi karena cekaman tertentu. cara pengolahan lahan. Sistem perakaran kedelai terdiri dari dua macam. Pada kondisi normal. yaitu akar tunggang dan akar sekunder (serabut) yang tumbuh dari akar tunggang.

bentuk daun kedelai ada dua. Umumnya. termasuk tanaman kedelai. Warna bunga yang umum pada berbagai varietas kedelai hanya dua. Setiap ketiak tangkai daun yang mempunyai kuncup bunga dan dapat berkembang menjadi polong disebut sebagai buku subur. Pembentukan bunga juga dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. • Polong dan biji 9 . Jumlah bunga yang rontok tidak dapat membentuk polong yang cukup besar. Lebat-tipisnya bulu pada daun kedelai berkait dengan tingkat toleransi varietas kedelai terhadap serangan jenis hama tertentu. Kepadatan bulu bervariasi.Umumnya. Panjang bulu bisa mencapai 1 mm dan lebar 0. Rontoknya bunga ini dapat terjadi pada setiap posisi buku pada 1. Periode berbunga pada tanaman kedelai cukup lama yaitu 3-5 minggu untuk daerah subtropik dan 2-3 minggu di daerah tropik. sedangkan varietas yang berbulu jarang yaitu Wilis. Umumnya. Tidak setiap kuncup bunga dapat tumbuh menjadi polong. dapat mencapai 3-4 kali lipat dari varietas yang berbulu normal. 2006). tergantung varietas. jumlah sinar matahari yang jatuh pada ketiak tangkai daun lebih banyak. keenam.0025 mm. Hama penggerek polong ternyata sangat jarang menyerang varietas kedelai yang berbulu lebat. Oleh karena itu. yaitu putih dan ungu. Kedua bentuk daun tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik. daun mempunyai bulu dengan warna cerah dan jumlahnya bervariasi. Hal ini akan merangsang pembentukan bunga. berjumlah antara 190-320 buah/m2. Stadium vegetatif mulai dari tanaman berkecambah sampai saat berbunga. Jumlah bulu pada varietas berbulu lebat. Pada suhu tinggi dan kelembaban rendah. atau pada buku yang lebih tinggi. Bunga kedelai menyerupai kupu-kupu. Dieng. Tanaman kedelai termasuk peka terhadap perbedaan panjang hari. hanya berkisar 20-80%. sebagian besar mulai berbunga pada umur antara 5-7 minggu. dan Mahameru. Anjasmoro.bertangkai tiga (trifoliate leaves) yang tumbuh selepas masa pertumbuhan. tergantung kondisi lingkungan tumbuh dan varietas kedelai. tetapi biasanya antara 3-20 buah/mm2. Bentuk daun diperkirakan mempunyai korelasi yang sangat erat dengan potensi produksi biji. Contoh varietas yang berbulu lebat yaitu IAC 100. daerah yang mempunyai tingkat kesuburan tanah tinggi sangat cocok untuk varietas kedelai yang mempunyai bentuk daun lebar. polong. Bunga pertama yang terbentuk umumnya pada buku kelima. sedangkan stadia reproduktif mulai dari pembentukan bunga sampai pemasakan biji. • Bunga Tanaman kacang-kacangan. Tanaman kedelai di Indonesia yang mempunyai panjang hari rata-rata sekitar 12 jam dan suhu udara yang tinggi (>30° C). seperti di Indonesia. para peneliti pemulia tanaman kedelai cenderung menekankan pada pembentukan varietas yang tahan hama harus mempunyai bulu di daun. antara 2-25 bunga. yaitu bulat (oval) dan lancip (lanceolate). maupun batang tanaman kedelai (Irwan. Jumlah bunga pada setiap ketiak tangkai daun sangat beragam. Daun mempunyai stomata. yaitu stadia vegetatif dan stadia reproduktif. Jumlah bunga pada tipe batang determinate umumnya lebih sedikit dibandingkan pada batang tipe indeterminate. Tangkai bunga umumnya tumbuh dari ketiak tangkai daun yang diberi nama rasim.10 hari setelah mulai terbentuk bunga. mempunyai dua stadium tumbuh. khususnya saat pembentukan bunga.

• Pencucian Air yang digunakan dapat dari berbagai sumber namun tetap harus memperhatikan kemungkinan adanya pencemaran. agak gepeng. 2. Biji kedelai terbagi menjadi dua bagian utama. hijau. Namun demikian. bagian lain tanaman. Pada setiap tanaman. • Sortasi basah Sortasi basah dilakukan untuk membersihkan benda-benda asing dari luar. tidak rusak dan dapat digunakan atau disimpan dalam jangka waktu relatif lama dengan cara mengurangi kandungan air dan menghentikan reaksi enzimatik yang mungkin dapat menguraikan senyawa bioaktif dan menurunkan mutu atau merusak simplisia itu. Biji dapat dapat dipanen pada saat mulai mengeringnya buah atau sebelum semuanya pecah. rumput. sedang (10-13 g/100 biji). berupa lubang kecil yang terbentuk pada saat proses pembentukan biji. Hal ini kemudian diikuti oleh perubahan warna polong. biji tersebut harus mempunyai kadar air berkisar 12-13% (Irwan. Pada kulit biji terdapat bagian yang disebut pusar (hilum) yang berwarna coklat. coklat. yaitu bulat. Setiap biji kedelai mempunyai ukuran bervariasi. Warna kulit biji bervariasi. 2006).Polong kedelai pertama kali terbentuk sekitar 7-10 hari setelah munculnya bunga pertama. dari hijau menjadi kuning kecoklatan pada saat masak. Gambar polong kedelai Di dalam polong terdapat biji yang berjumlah 2-3 biji. Jumlah polong yang terbentuk pada setiap ketiak tangkai daun sangat beragam. kerikil. dan besar (>13 g/100 biji). yaitu kulit biji dan janin (embrio). Seperi tanah. atau kombinasi campuran dari warna-warna tersebut. atau putih. jumlah polong dapat mencapai lebih dari 50. dan bahan yang rusak. Namun demikian. bahkan ratusan. dan bulat telur. mulai dari kecil (sekitar 7-9 g/100 biji). Air dalam sel dan jaringan tumbuhan yang ada setelah sel atau jaringan itu mati akan 10 . sebagian besar biji berbentuk bulat telur. Bentuk biji bervariasi. tergantung pada varietas tanaman. Biji kedelai tidak mengalami masa dormansi sehingga setelah proses pembijian selesai. mulai dari kuning. • Pengeringan Tujuan pengeringan organ tanaman atau tanaman yang dipanen adalah untuk mendapatkan simplisia yang awet. Panjang polong muda sekitar 1 cm. antara 1-10 buah dalam setiap kelompok. bagian tanaman lain. biji kedelai dapat langsung ditanam. Pada ujung hilum terdapat mikrofil. Simplisia • Pengumpulan bahan baku (Pemanenan) Waktu panen suatu organ tanaman dari suatu jenis tanaman sangat berhubungan erat dengan pembentukan senyawa bioaktif dalam organ tanaman tersebut.7. Kecepatan pembentukan polong dan pembesaran biji akan semakin cepat setelah proses pembentukan bunga berhenti. hitam. Ukuran dan bentuk polong menjadi maksimal pada saat awal periode pemasakan biji. Waktu yang tepat untuk panen adalah pada saat senyawa bioaktif berada dalam jumlah maksimal pada organ tanaman yang dikumpulkan. hitam.

dan sirkulasi udaranya. Digunakan kain hitam karena kain hitam dapat menyerap panas bukan sinarnya. biji. yaitu pengeringan alamiah dan pengeringan buatan. Wadah dari logam tidak dianjurkan karena dalam beberapa hal berpengaruh terhadap kadar senyawa aktif. Tujuan sortasi disini adalah memisahkan benda-benda asing seperti bagian-bagian tanaman yang masih ada dan tertinggal pada simplisia kering. Pengeringan dengan sinar matahari langsung dilakukan untuk mengeringkan organ tanaman yang relatif keras (kayu. kedap udara diperlukan untuk simplisia. dan lain-lain) dan mengandung senyawa bioaktif yang relatif stabil. Proses ini dilakukan sebelum simplisia dibungkus kemudian disimpan. Pengeringan dapat dilakukan dengan dua tahap.8. Tujuan penyimpanan yang baik dari suatu simplisia adalah untuk mencegah menurunnya mutu simplisia dalam masa penyimpanan. Demikian pula enzim-enzim tertentu dalam sel akan menguraikan senyawa bioaktif tertentu. kelembaban. 2.merupakan media pertumbuhan jamur. Wadah dari plastik tebal kualitas baik atau dari gelas berwarna gelap relative baik. tekanan. • Pengepakan dan Penyimpanan Mutu simplisia akan menjadi turun kalau kondisi penyimpanan tidak diperhatikan. • Sortasi kering Sortasi setelah pengeringan sebenarnya merupakan tahap akhir penyiapan simplisia. Di samping itu perlu juga diatur letak dan susunan wadah di dalam ruang sehingga memudahkan orang mencari simplisia yang diperlukan. Pengaruh-pengaruh luar yang perlu dicegah antara lain masuknya serangga. Kekedapan terhadap udara luar diperlukan untuk mencegah masuknya kelembaban udara yang tinggi dari luar ke dalam wadah. sehingga uv terhalang (uv dapat merusak zat aktif). Ruang penyimpanan simplisia yang telah diwadahi juga perlu diperhatikan. Suhu rendah. Pengeringan yang tidak dikenai sinar matahari langsung dilakukan dengan diangin-anginkan di tempat teduh (bunga) atau ditutup dengan kain hitam (daun. Ekstraksi dan isolasi 11 . Wadah yang bersih. tekanan udara dalam ruang relatif tinggi dari tekanan udara luar atau sistem sirkulasi udara yang baik. adalah kondisi ruang yang dianjurkan. Pengeringan alamiah bergantung dari zat aktif yang dikandung dalam organ tanaman yang dikeringkan. Pengeringan buatan menggunakan alat yang dapat diatur suhu. sinar matahari langsung. kelembaban relatif rendah. Udara tropik dengan kelembaban tinggi memudahkan pertumbuhan jamur. kulit kayu. dapat dilakukan dengan dua cara pengeringan yaitu dengan panas sinar matahari langsung dan tidak dikenai sinar matahari langsung. rimpang). sesaat setelah sel mati dan selama sel atau organ tersebut masih mengandung jumlah air tertentu yang memungkinkan reaksi enzimatik berlangsung. dan kotoran udara lain.

Pelarut (fase gerak yang digunakan) dimasukkan ke dalam kolom sampai hampir penuh dan keadaan kran kolom tertutup. Ekstrak ini kemudian dihidrolisis dengan HCl 2N selama 2-3 jam. 12 . Fraksi hasil KLT penggabungan yang mempunyai pola pemisahan sama (harga Rf sama) digabungkan. b). Sebagai penampak noda digunakan asam sulfat. Ekstrak yang diperoleh kemudian disaring dan diuapkan dengan menggunakan penguap putar vakum (rotary vacuum evaporator) sampai diperoleh ekstrak kental metanol sebanyak 71. kemudian sampel dimasukkan dengan hati-hati melalui dinding kolom dan aliran fase gerak diatur. a).. Fase diam yang digunakan pada KLT adalah silika gel GF254 dan sebagai fase gerak digunakan nheksana. kemudian ditambahkan sedikit fase geraknya sehingga menjadi bubur. kemudian diuapkan dengan penguap putar vakum dan masing-masing kelompok fraksi yang diperoleh diuji dengan pereaksi flavonoid. fase gerak ditambahkan secara kontinyu sampai terjadi pemisahan. Kromatografi lapis tipis ( KLT ) Pemisahan dengan KLT digunakan untuk mencari fase gerak yang terbaik yang akan digunakan dalam kromatografi kolom. Silika gel 60 (70-100) Mesh terlebih dahulu dipanaskan dalam oven pada suhu 1100C. Pemisahan dan pemurnian dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom. kemudian ekstrak kental yang diperoleh diuji dengan uji flavonoid. Bejana kromatografi sebelum digunakan untuk elusi. Bila fase gerak telah mencapai batas yang ditentukan.61 g. terlebih dahulu dijenuhkan dengan fase geraknya. sedangkan fase geraknya digunakan fase gerak yang memberikan pemisahan terbaik pada KLT. Sementara itu sampel dilarutkan dalam pelarut. Kromatografi kolom Fase diam yang digunakan pada kromatografi kolom adalah silika gel. fase diam ini dielusi hingga homogen (kolom ini didiamkan selama 1 hari sehingga diperoleh pemampatan yang sempurna). Setelah itu kecepatan aliran kolom diatur dan bubur dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam kolom sampai seluruh bubur masuk ke dalam kolom. Begitu sampel masuk ke dalam fase diam.Ekstraksi Sekitar 1740 g serbuk biji kedelai dimaserasi dengan metanol teknis sebanyak 10L. Ekstrak n-heksana yang diperoleh diuapkan dengan penguap putar vakum sehingga diperoleh ekstrak kental n-heksana sebanyak 2. Setelah bubur masuk. kloroform. Eluat ditampung pada botol penampung fraksi setiap 3 mL. plat diangkat.82 g. etil asetat dan n-butanol. Setelah kering lalu dimasukkan dalam bejana. kemudian keseluruhan fraksi yang dihasilkan dilakukan KLT penggabungan. Noda yang terbentuk diamati dengan lampu UV 254 nm dan 366 nm kemudian dihitung Rf-nya. dan dikeringkan di udara terbuka. Hasil hidrolisis diekstraksi dengan nheksana. Sedikit fraksi positif flavonoid yaitu fraksi n-heksana dilarutkan dengan pelarutnya (eluen yang akan dipakai) kemudian ditotolkan pada plat kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pipa kapiler.

Pengukuran spektrum dengan pereaksi geser AlCl3 dilakukan dengan menambahkan enam tetes pereaksi geser AlCl3 ke dalam larutan persediaan. Tahapan keja penggunaan pereaksi geser adalah sebagai berikut : a). kemudian diukur panjang gelombangnya. Pereaksi geser yang digunakan antara lain natrium hidroksida. Campuran yang terbentuk selanjutnya ditempatkan pada dua buah lempeng kristal NaCl dan dimasukkan ke dalam alat inframerah. b).10. Karakterisasi gugus fungsi golongan senyawa flavonoid dengan spektrofotometer inframerah (IR) Isolat aktif yang diduga golongan senyawa flavonoid yang telah murni dicampur dengan nujol. Anti tumor/ anti kanker 13 . kemudian dicampur dan diukur. a). cuplikan dibuang dan sel dicuci. dikocok hingga bercampur. Setelah mengukur spektrum cuplikan dalam metanol. c). aluminium klorida. aluminium klorida dan asam klorida. ditambahkan 3 tetes NaOH ke dalam kuvet. Pengukuran spektrum dengan pereaksi geser NaOAc dilakukan dengan cara menambahkan serbuk NaOAc dalam kuvet yang berisi larutan persediaan hingga terdapat kira-kira 2 nm lapisan NaOAc pada dasar kuvet. kemudian diukur panjang gelombangnya. natrium asetat. Setelah diukur. Kemudian diukur panjang gelombangnya. Karakterisasi golongan senyawa flavonoid dengan spektrafotometer UV-Vis Pengukuran spektrum UV-Vis dilakukan pada panjang gelombang 250-500 nm. Pengukuran spektrum NaOAc + H3BO3 diukur setelah ditambahkan serbuk H3BO3 pada larutan persediaan yang kemudian dicampur/dikocok (banyaknya serbuk H3BO3 kira-kira setengah dari NaOAc yang ditambahkan sebelumnya). Selanjutnya untuk mengetahui kedudukan gugus hidroksi pada inti flavanoid dilakukan dengan menambahkan pereaksi geser ke dalam larutan cuplikan. b). Setelah diukur. Akhirnya cuplikan dibuang dan sel dicuci. cuplikan dibuang dan sel dicuci.9. kemudian diukur serapannya. Untuk spektrum dengan pereaksi geser AlCl3 + HCl dilakukan dengan cara menambahkan tiga tetes HCl. 2. natrium asetat dan asam borat. Penentuan struktur molekul Karakterisasi golongan senyawa flavonoid dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan spektrofotometri inframerah.2. Sebanyak 1 mg isolat dilarutkan dalam 100 mL methanol (larutan persediaan). lalu dikocok. Aktivitas biologic a. kemudian diukur.

yang banyak disebut berpotensi sebagai anti tumor / anti kanker adalah genistein. Di sisi lain. dan empedu bersifat responsif terhadap _-ER ini. perlu dipikirkan bagaimana mensubstitusi hormon agar fungsi hormonalnya masih dapat dipertahankan. tidak saja berfungsi sebagai sistem reproduksi. 14 . Efek yang lebih luas terbukti pula pada perlakuan terhadap tepung kedelai. tulang. yang berakibat pada penurunan kandungan kolesterol. produksi estrogen menurun sehinngga dapat menimbulkan berbagai gangguan. 1998). hormon ini peranannya lebih luas. Dalam tubuh kita berfungsi antara lain untuk pertumbuhan secara normal. Anti Kolesterol Efek isoflavon terhadap penurunan kolesterol telah terbukti tidak saja pada binatang percobaan seperti tikus dan kelinci. penggunaan estrogen yang dikombinasikan dengan progesteron sinttetik (hormon RT) dapat mencegah proses osteoporosis. Beberapa target organ seperti pertumbuhan dada. c. dimana tidak saja kolesterol yang turun. tetapi juga trigliserida VLDL dan LDL. tetapi juga pada manusia. Dalam keadaan demikian. Potensi tersebut antara lain : • • • • • menghambat perkembangan sel kanker payudara menghambat aktivitas enzim DNA isomerase II menghambat regulasi siklus sel sifat antioksidan dan anti angiogenik yang disebabkan oleh sifat reaktif terhadap senyawa radikal bebas sifat mutagenic pada gen endoglin ( gen transforman factor pertumbuhan beta atau TGFβ ). b. Pada wanita menjelang menopause. serta untuk memelihara kesehatan tubuh pada orang dewasa. jantung.Dari sejumlah senyawa flavonoida dan isoflavonoida. baik pada wanita maupun pada pria. estrogen membutuhkan estrogen reseptor (ERs) yang dapat "on/off" di bawah kendali gen pada kromosom yang disebut _-ER. yang merupakan isoflavon aglikon (bebas). Isoflavon. Khusus pada wanita. tetapi juga berfungsi untuk tulang. Mekanisme lain penurunan kolesterol oleh isoflavon diterangkan melalui pengaruh terhadap peningkatan katabolisme sel lemak untuk pembentukan energy. dan mungkin juga otak (Barnes dan Kein. Dalam melakukan kerjanya. Mekanisme ini dapat berlangsung apabila konsentrasi genistein lebih besar dari 5μM. Untuk itu. dikatakan bahwa estrogen juga dapat mencegah risiko kanker. Estrogen dan osteoporosis Estrogen merupakan hormon yang diproduksi terutama oleh ovarium dan sebagian oleh ginjal pada bagian korteks adrenalis.

Murata dan Ikehata (1968) mengatakan bahwa efek antihemolisis (pecahnya sel-sel darah merah) dari ekstrak tempe naik berbanding lurus dengan waktu inkubasi. Hasil ekstraksi tersebut. Penghentian perdarahan ini dapat diteranngkan melalui fungsi isoflavon sebagai interface dengan TGF-ß. 1985. yaitu Crataegut (Schwabe) dan Cratylene (Madaus) yang diekstrak dari tanaman Citaegus oxycantha. isoflavon dapat mengurangi terjadinya arteriosclerosis pada pembuluh darah (Jha. khususnya efek estrogenik. Senyawa isoflavon terbukti juga mempunyai efek hormonal. terutama proses klasifikasi. setelah dikristalisasi dan diidentifikasi. Efek estrogenik ini terkait dengan struktur isoflavon yang dapat ditransformasikan menjadi equol. ternyata mempunyai struktur 6. Dengan kata lain. Studi di Universitas Yale menunjukkan bahwa pasien penderita (Osler-Weber-Rendu atau OWR) dengan diet kedelai hampir dapat menghentikan perdarahan hidung. OWR adalah penyakit keturunan dimana pasien menderita perdarahan hidung pada periode tertentu karena mutasi genetik yang menyebabkan kerusakan protein yang berfungsi sebagai signal terhadap hormon TGF-ß (transforming growth factor-betha). Walaupun ikatannya lemah. 7. Obat lain yang berpotensi pula untuk melancarkan sirkulasi darah yaitu Tebonin (Schwabe) yang diekstrak dari tanaman Ginko biloba (Achmad. d. Khususnya isoflavon pada tempe yang aktif sebagai antioksidan. 1997). 4'trihidroksi isoflavon (Faktor-II) dengan daya antihemolisis setaraf dengan vitamin E dalam percobaannya pada darah yang tanpa atau telah diinduksi lebih dulu dengan asam dialurat. Jha. dann menghambat introphy otot jantung (cardio trophyc) sehingga dapat memperlancar sistem sirkulasi darah. 15 . yaitu 6. mempunyai sifat menghambat agregasi platelet (keping-keping sel darah). isoflavon dapat melindungi proses osteoporosis pada tulang sehingga tulang tetap padat dan masif.. Di samping aktivitas tersebut. tetapi dengan ßER mempunyai ikatan sama dengan estrogen.khususnya genistein. 1990). dapat terikat dengan _-ER. dimana equol ini mempunyai struktur fenolik yang mirip dengan hormon estrogen. Mengingat hormon estrogen berpengaruh pula terhadap metabolisme tulang. Dengan demikian. Hasil penelitian Chen dkk. terbukti berpotensi sebagai anti-kontriksi pembuluh darah (konsentrasi 5 µg/ml) dan juga berpotensi menghambat pembentukan LDL (low density lipoprotein). Pengaruh pada Sistem Sirkulasi dan Penyakit Jantung Koroner Berbagai pengaruh positif isoflavon terhadap sistem peredaran darah dan penyakit jantung banyak ditunjukkan oleh para peneliti pada aspek yang berlainan.74' tri hidroksi isoflavan. maka adanya isoflavon yang bersifat estrogenik dapat berpengaruh terhadap berlangsungnya proses klasifikasi. dilatan koroner. (1986) menyatakan bahwa isoflavon dan poli-metoksiflavone yang diekstrak dari tanaman Leguminosa Milletha riticalata dan Baishinia champiomi yang terikat pada protein. senyawa flavon mempunyai aktivitas vasodilator yang telah dijual dalam bentuk obat.

Isoflavonoid termasuk dalam golongan flavonoid (kelompok senyawa fenol) dengan kerangka dasar 1.2-diarilpropan. Senyawa isoflavon pada umumnya berupa senyawa kompleks atau konjugasi dengan senyawa gula melalui ikatan glikosida (Snyder. 16 . dkk. Bab III Penutup Kesimpulan Isoflavonoid adalah salah satu golongan senyawa metabolit sekunder yang banyak terdapat pada tumbuh-tumbuhan. 1987).Pengaruh isoflavon terhadap penurunan tekanan darah dan risiko CVD (cardio vascular desease) banyak dihubungakan dengan sifat hipolipidemik dan hipokholesteremik senyawa isoflavon (Teramoto.. 2000). khususnya dari golongan leguminoceae (tanaman berbunga kupu-kupu).

yaitu : 1. Test dengan H2SO4 (pekat) . 1995. Jenis senyawa isoflavon utama pada kedelai adalah genistin. Antifungal activity of medicarpin and its biosynthetic precursors: implications for the genetic manipulation of stress metabolites.): XVI. anthocyanin. Test dengan NaOH 10% 3. Physiol Plant93:385–392. Paiva NL (1995) The isoflavonoid phytoalexin pathway: from enzymes to genes to transcription factors.Plant Cell 7:1085–1097. serta berperan sebagai pelindung terhadap tekanan lingkungan yang banyak (Dixon et al. Isoflavon disintesis sebagai bagian dari jalur fenilpropanoid. Dixon RA. Bentuk senyawa demikian ini mempunyai aktivitas fisiologi kecil karena berada dalam bentuk glikosida. Dixon RA.anti kolesterol . dapat dilakukan dengan identifikasi KLTSpektrofotodensitometri.Hormon estrogen Daftar Pustaka • • • • Blount JW. dan kelas tertentu phytoalexins yang memiliki peran dalam perkembangan normal. Karakterisasi golongan senyawa flavonoid dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan spektrofotometri inframerah.Physiol Mol Plant Pathol 41:333–349. .Identifikasi isoflavon bisa dilakukan dengan uji warna. Paiva NL (1992) Stress response in alfalfa (Medicago sativa L. Dixon RA. Isoflavon mempunyai beberapa khasiat diantaranya: .anti tumor / anti kanker . J Agric Food Chem 31:394–396. Harrison MJ. Jalur fenilpropanoid memiliki beberapa cabang umum untuk kacang-kacangan maupun non-kacangan. Test Wilstatter 2. Eldridge AC. daidzin. Kwolek WF (1983) Soybean isoflavones: effect of environment and variety on composition.Identifikasi genistein dan daidzein. Kandungan isoflavon pada kedelai berkisar antara 24mg/gram kedelai. 17 . Paiva NL (1995) Stress-induced phenylpropanoid metabolism.Kedelai memiliki kandungan isoflavon yang tinggi. yang memberikan senyawa banyak termasuk lignin. ). danglistin. khususnya pada bagian hipokotil (germ) yang akan tumbuh menjadi tanaman.

Conn EE (Academic Press. Yu O. Steele CL. O'Keefe DP. Odell J.ac. McGonigle B Identification and expression of isoflavone synthase. New York). Lau SC. Mackay S. New York).ejournal. Tamagnone L. Fader G. Grisebach H (1988) Isolation of a novel NADPH-dependent reductase which coacts with chalcone synthase in the biosynthesis of 6′-deoxychalcone. Eur J Biochem 155:311–318. Welle R. Yu O. Grisbach H. Schroder J (1991) Induced plant responses to pathogen attack: analysis and heterologous expression of the key enzyme in the biosynthesis of phytoalexins in soybean (Glycine max L. Arch Biochem Biophys 367:146–150. www. the key enzyme for biosynthesis of isoflavones in legumes. Grisebach H (1986) Enzymic synthesis of isoflavones. Merr. eds Daniel M. Hahlbrock K (1981) Flavonoids. Qutob D. Purkayastha RP (Marcel Dekker. Pueppke JL (1996) The genetics and biochemical basis for nodulation of legumes by rhizobia.id www. FEBS Lett 236:221–225. Crit Rev Biotechnol 16:1–51.com 18 . in Handbook of Phytoalexin Metabolism and Action. O'Keefe DP. Dixon RA (1999) Molecular characterization of the enzyme catalyzing the aryl migration reaction of isoflavonoid biosynthesis in soybean. Culianez-Macia FA. Lau SC. Roberts K. McGonigle B (2000) Nat Biotechnol 18: 559 Kochs G. pp 85–116. Winkel-Shirley B (1999) Evidence for enzyme complexes in the phenylpropanoid and flavonoid pathways.• • • • • • • • • • • • • Graham TL (1995) Cellular biochemistry of phenylpropanoid responses of soybean to infection by Phytophthora sojae. Welle R. in Biochemistry of Plants. Harosoy 63). Plant Cell 10:135–154. 7:425–456. Martin C (1998) The AmMYB308 and AmMYB330 transcription factors fromAntirrhinum regulate phenylpropanoid and lignin biosynthesis in transgenic tobacco. eds Stumpf PK.Nat Biotechnol182000208212. Schroder G. Am J Clin Nutr 70:439S–450S. Jung W.scribd. Messina MJ (1999) Legumes and soybeans: overview of their nutritional profiles and health effects. Schiltz E. Fader G. Physiol Plant 107:142–149. cv. Merida A. Gijzen M. Eur J Biochem 196:423–430. Parr A. erratum Jung W.unud. Odell J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful