Naskah Khutbah Wukuf di Arafah

ً ْ ُ ِ َ ْ ِ ّ َ ِ ‫َ ْ َ ْ ُ ِ ّ ِ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ َ ً ِ ّ ِ ََ ْ ً ََ ْ َ ُ َ ْ َِ َ ِ ّ ُ َ ْ د ُ َ َ ِ ْ َ َ ُ َ َ َ َ ّ ْ َ ْ ت‬ ‫الحمدِل الذي جعل البيت مثابة للناس وأمنا ، وأشهد ان ل إله إل ال وحن َه ل شنريك لنه جعنل حنج البين َ منن الشنريعة ركننا‬ ‫وصرف وجوهنا الى قبلته فكان ذالك من نعمة العظمى وأشهد أن محمدا عبنده ورسنوله خينر َنن طنناف بنالبيت العتينق ذاكنرا‬ ً ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ‫َ َ ّ َ ُ ُ ْ َ َ ِ َ ِ َْ ِ ِ َ َ َ َ ِ َ ِ ْ ِ ْ َ ِ ْ ُ ْ َ ََ ْ َ ُ َ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ُْ ُ َ ْ َ م‬ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ُ ّ َ ّ َ َ َ ُ ْ َ ّ َ ِ َ َ ِ ْ ِ ْ َ َ ِ ِ ِ َ ْ ََ ِ ِ َ ْ ََ ِ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ ِ ّ َ َ َ ّ َ ّ ُ ّ َ َ ْ ُ ْ ِ ّ َ َ َ ْ ً ‫أسمآء ربه الحسنى ، اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه وأتباعه الى يوم القيامة ، أما بعد : فيآ ايها الناس أوصنيكم‬ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ َِ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ ِ َ ِ َ َ ْ ّ ِ ّ َ ْ َ ّ َِ ِ ‫. ونفسي بتقوى ال فإن خير الزاد التقوى وهي نعمة العدة ليوم الميعاد‬ َ ْ َِ ْ ِ ْ ََ
Para tamu Allah, jamaah haji yang dirahmati Allah, Kaum muslimin walmuslimat dhuyuufullah wa dhuyuufurrohmaan…! Pada hari yang penuh rahmat dan maghfiroh ini, marilah kita panjatkan Puja dan puji dengan penuh rasa syukur yang setulusnya kepada Allah SWT. Yang telah menjadikan hari arofah ini sebagai hari yang teramat mulia. Pada hari ini Allah mengabulkan semua pinta dan do’a hamba-hambanya yang memanjatkan do’a kepadaNya. Sholawat dan salam semoga terlimpah bagi Nabi besar kita Muhammad Saw. Yang telah menyampaikan risalahnya dari Allah SWT untuk umatnya sehingga mengantarkan umatnya ke jalan yang terang yang diridhohi Allah SWT. Saudara-saudaraku yang sedang berada di tanah suci, tanah Arafah, tanah yang diimpi-impikan oleh berjuta bahkan bermilyar umat Islam di seluruh dunia. Siang ini kita ditakdirkan oleh Allah berkumpul di tempat yang mulia ini, tempat dimana setiap do’a pasti akan dikabulkan, siapapun yang bertaubat diantara kita, Allah pasti menerimanya dan mengampuni dosa-dosa kita, sebanyak apapun dosa-dosa itu melumuri tubuh kita. Di tanah ini pula, saat ini hadirin hadirat sekalian, Allah membanggakan kita, hamba-hamba-Nya, dihadapan jama’ah para malaikat. “Hamba-hamba-ku datang kepada-ku dengan rambut kusut masai dari setiap sudut negeri yang jauh. Wahai hamba-hamba-Ku, berpencarlah kalian dari arafah dengan (membawa) ampunan-ku atas kalian semua.” Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

ٍ ََ َ ِ ْ َ ْ ِ ِ ّ َ ِ ً َْ ِ ِْ َ ِ َ ْ َ ْ َ ْ ِ ٌ َ َ ٍ ْ َ ْ ِ َ ‫ما من ينوم أكْثر من ان يعنتق ال فيه عبندا من النار من يوم عنرفة‬
“Tiada hari yang Allah lebih banyak membebaskan hamba-hamba-Nya dari neraka (melebihi) hari Arafah.” (HR. Muslim dari Aisyah RA). Kelebihan dan keistimewaan kita? Marilah kita menengok sejenak diri kita ini. Kita hanyalah seonggok tulang berbalut daging yang terus membungkus aib dan ma’shiyat di sepanjang hari yang telah kita jalani.

dimana manusia berkumpul di hadapan kebesaran Allah SWT semuanya bertanggung jawab atas perbuatan dan kelakuannya masingmasing. Malah tidak jarang semua itu menjadi alasan dan penyebab untuk menyiksa kita. Berzikir tidak sampai menyentuh hati bahkan ketika sujud pun. harta dan apa saja yang dimilikinya akibatnya manusia kehilangan ketenangan juga kebahagiaan justru di tengah–tengah genangan materi yang mengitarinya.Tidak usahlah kita membayangkan yang jauh-jauh sekedar membaca Al-Fatihah pun kita belum fasih. Pangkat. Yang melekat di badan kita hanyalah dua lembar kain putih. Boleh jadi ampunan yang mereka mohonkan untuk kita itulah yang kemudian mengantarkan kita berada di tanah suci ini. membaca Qur’an hanya di ujung lidah. sehingga mereka berbuat. Kondisi seperti ini mengingatkan kita pada alam Barjah. kaum muslimin dan muslimat Rohimakumullah. Shalat kerap tidak khusyu’. untuk membantu kita pada hari itu. bahkan keluarga terdekat kita selama ini yang kita manjakan ternyata juga tidak bisa berbuat apa-apa. Di alam Barjah nanti kita hanya ditemani kain kafan yang membungkus kita. Dosa telah membuat manusia kehilangan hati nuraninya. Padang Arafah hari ini seolah-olah tampil sebagai miniatur padang Mahsyar. kita pun telah menanggalkan atribut sosial kita. . Tiada yang kita harapkan dari Wuquf kita saat ini. Bahkan semua ini bisa menjadi “hutang” yang harus kita bayar dan kita pertanggung-jawabkan. senang melihat yang lain susah dan susah melihat yang lainnya senang. jabatan dan harta kekayaan yang selama ini kita kejar ternyata tidak bisa menyelamatkan kita. sebab kita sadar betul apalah artinya hidup dengan lumuran aib dan dosa yang melekat di tubuh ini. Entah mengapa kita dipilih menjadi orang yang bisa bersimpuh di tanah Arafah ini? Mengapa wahai Saudaraku? Semoga siapapun yang dihadirkan di padang ini tidak terbesit sedikitpun dihatinya kebanggaan. sehingga merasa diri lebih baik dari yang lain. nilai-nilai kasih sayang yang selama ini dijunjung-luhurkan dalam kehidupan sesama manusia telah berubah. Siapa tahu kita berada di tanah suci saat ini justru berkat doa orang-orang yang shalih yang memintakan ampunan untuk jenis manusia yang berlumuran dosa seperti kita ini. juga ibadah haji kita secara keseluruhan kecuali terampuninya dosa-dosa kita dan terhapusnya kesalahan-kesalahan kita yang sudah melumuri sekujur “tubuh” kita. Sungguh malu dan sangat malu jika kita merenungi kehormatan dan kemuliaan ibadah haji ini dengan kualitas diri kita yang sangat jauh dari kepantasan kualitas diri kita yang sangat jauh dari kepantasan kualitas seorang hamba yang shalih. Berhajinya kita bukan merupakan jaminan bahwa kita lebih baik dari saudara-saudara kita di tanah air. semua jabatan dan pangkat kita lepaskan pada hari ini. Dosa telah membuat manusia kehilangan kepekaan terhadap sesama. Kedengkian pun akhirnya menjadi penyakit epidemik. juga keberkahan dalam rizki. kita jarang ingat kepada Allah. Dosa telah membuat manusia harus kehilangan keberkahan dalam hidupnya. berganti menjadi kebencian dan permusuhan bahkan pertikaian saling jatuh menjatuhkan. berbicara. melainkan karena kepentingan hawa nafsunya. Saudara–saudaraku. Di Padang Arafah ini. Karena itu tiada yang kita harapkan dari Wuquf kita saat ini. mendengar dan melihat bukan lagi karena dorongan hati nurani.

Mungkin diantara kita ada yang sisa umurnya tinggal beberapa bulan . beratus. Masih banyak yang bisa kita sampaikan tentang akibat dari dosa ini. atau tepatnya memaksa dirinya. dimulai dengan krisis aqidah yang melahirkan krisis moral dan krisis-krisis yang akhirnya mendaparkan manusia pada krisis peradaban. tiada beban saat berbuat dhalim kepada sesama. beribu. Entah sampai kapan Allah mengaruniakan sisa umur ini untuk kita. Bertambah waktu bagi kita adalah satu langkah mendekati liang kubur. yang intinya adalah mewabahnya musibah demi musibah yang menimpa tidak hanya umat manusia tapi juga kemanusiaan dirinya. Boleh jadi ada diantara kita yang oleh Allah diberi kesempatan hidup bertahun-tahun lagi. Para Hujjaj sekalian yang dirahmati Allah. Akibatnya mereka kehilangan rasa bersalah saat berbuat salah. Dosa telah menggiring manusia kejurang-jurang kehinaan yang membuat mereka kehilangan kemuliaan yang tersimpan dalam nilai-nilai kemanusiaan dirinya. haram dan halal. sehingga mereka tidak lagi bisa membedakan antara yang benar dan salah. Saat rasa takut kepada Allah menghilang maka akan hadirlah rasa takut kehilangan dunia. juga kepada balasan buruk di akhirat kelak. Tamu-tamu Allah yang dirahmati-Nya…! Saat ini kita masih dikaruniai kesempatan hidup di dunia ini. dan ketika rasa cinta kepada Allah pun tergadaikan maka akan muncullah rasa cinta terhadap dunia. Entah sudah berpuluh. menjadi penguasa rimba belantara ini. Dunia masa kini tak ubahnya bagai gelapnya belantara hutan di dalamnya berkumpul segala macam binatang. Dosa telah membuat manusia kehilangan rasa takut kepada Allah.Dosa telah membutakan mata hati manusia. Binatang-binatang tersebut harus tunduk kepada hukum rimba yang sengaja diciptakan untuk melindungi kepentingan mereka yang perkasa dan berkuasa. Kita buka lembaran hidup baru yang sarat dengan warna putih yang mencerahkan lagi menenangkan hati. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagai akibat perbuatan mereka. Mereka juga kehilangan rasa cinta kepada Allah juga kepada kebaikan. agar mereka kembali” (Arrum : 41) Melihat akibat-akibat dosa yang sedemikan mengenaskan lagi mencemaskan ini. sebenarnya sudah cukup bagi kita untuk mengakhirinya saat ini juga dan kita hapus. Kelamnya masa silam dan kelabunya masa lalu dengan taubat nasuha. musibah tersebut diawali dengan merebaknya berbagai krisis. Namun hidup saat ini hanyalah bermakna menjalani sisa umur belaka. Allah Ta’ala berfirman : “Telah nampak kerusakan di darat dan dilaut diakibatkan perbuatan tangan manusia. bahkan banyak diantara mereka bisa merasakan nikmatnya makanan hasil mencuri. sembari membanggakan kepada orang lain. bahkan berjuta korban telah dipersembahkan buat santapan mereka yang mengklaim. haq dan batil.

atau boleh jadi ada diantara kita yang oleh Allah diberi kesempatan untuk menghuni tanah haram ini sebagai tanah peristirahatan menunggu saat-saat dibangkitkan di hari kiyamat nanti. Mungkin diantara kita ada yang beberapa tahun lagi. Lihatlah anak-anak kecil sudah mulai hadir. dosa berlimpah. Kita dipertemukan oleh-Nya dengan kekasih-kekasih-Nya tercinta. keringat bahkan darah kita sedang bersimbah di jalan Allah. bekal cukup. Kita sering sekali mempermainkan ampunan Allah. air mata kita sedang menetes merindukan Allah. Alangkah indahnya jikalau di sisa umur ini kita menjadi ahli sujud. apapun yang kita lakukan hanya Allah saja yang kita tuju. Hadirin Hadirat sekalian ! Alangkah indahnya jikalau malaikat Maut menjemput kelak. juga syuhada’ dan shalihin. umur yang penuh dengan kasih sayang Allah. tidak ada harta haram yang melekat pada tubuh ini. Namun sebaliknya. aib-aib sudah terhapus. hari-hari yang kita jalani adalah hari-hari yang bersemangat untuk memperbaiki diri agar dicintai oleh Allah. Alangkah damainya jika diakhirat nanti kita bertemu denga Rasul kekasih kita Muhammad SWT. alangkah bahagianya adaikata hari kita ini hari yang penuh keikhlasan. atau beberapa pekan ini. bukan di sini tempat kita yang sebenarnya. tubuh kita terbasuh air wudhu. agar bisa menjadi bekal pulang. merekalah yang akan menggantikan kita. karena kita pasti akan mati. kita bertaubat. alangkah malangnya bagi orang yang mati dalam keadaan tidak terampuni. lidah kita sedang lirih nan syahdu menyebut nama Allah. . Alangkah beruntungnya andaikata saat kepulangan nanti kita benar-benar sudah siap. Saudara-saudaraku sekalian yang dikasihi Allah ! Sungguh alangkah indahnya jika umur yang tersisa ini. mau kemana lagi. kenistaan bagai berselimut yang membungkus. atau ini mungkin hari terakhir kita. hidup bertetangga dengan beliau di surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bisa jadi besok kita tidak bangun lagi. orang-orang yang kita sakiti sudah mau memaafkan kita.mati dalam keadaan munafik. Siapkah andai malam nanti malaikat Maut datang menghampiri kita? walau bagaimanapun kita harus siap. kita menantikan saat kepulangan kita dengan penuh harap agar bisa wafat husnul khatimah. alangkah beruntungnya jika lidah ini selalu basah menyebut kalimah Allah. hari-hari yang tersisa menjadi hari-hari yang bersemangat untuk mempersembahkan yang terbaik untukNya. tubuh kita sudah bersih dari dosa. aib menggunung. Alangkah bahagianya jika malaikat menjemput kelak. para nabi rasul. sesudah itu kita langgar perintah Allah. penuh dengan kebaikan. Mati di tempat ma’shiyat (na’uudzubillah). atau beberapa bulan lagi.ini. hari-hari yang kita lalui selalu sarat dengan magfirrah dan rahmat Allah. kita terjang larangan Allah. Alangkah indahnya jikalau hari-hari yang tersisa ini menjadi hari-hari yang penuh dengan kemuliaan. Wahai saudaraku. yang selalu rindu bersujud kepada Allah. hidup di dunia hanya mampir sebentar. Duhai alangkah bahagianya kalau di akhirat nanti kita dipanggil Allah dengan seindah-indah panggilan.

Kita tidak pernah menyadari kapan giliran itu tiba pada kita. kawan karib dan jama’ah yang telah mendahului kami. namun kini telah terkulai lemah tidak berdaya. Kami ingat pada orang tua yang telah tiada. telah berbaur antara sedih dengan gembira. Sedih karena kami harus berpisah dengan Padang Arapah yang penuh barakah. sekalipun ajal itu datang tanpa permisi. sekalipun telah banyak yang berubah. kami ingat semua. Alhamdulillah kita masih diberi umur panjang sampai hari ini. namun dibalik semua itu perasaan gembira kami meluap karena siang ini kami masih diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama ikhwal iman. Hadirin Kaum Muslimin Yang Berbahagia ! Betapa cepat roda perubahan mengitari kita. Sedih karena mungkin kami harus mengarungi berbagai hidup yang mungkin akan ganas. Bagi mereka ini kita panjatkan do’a semoga Allah memberikan tempat yang baik di Jannatun-Na’im Hadirin Kaum Muslimin Yang Berbahagia ! Patut kita syukuri nikmat berkumpul di Padang Arafah seperti ini. namun di tahun ini sudah tidak berdaya. sebagaimana manusia yang menyambut seruan dan panggilan Allah SWT 40 hari lamanya telah dibakar hangus dosa yang pernah kita lakukan.Pada siang ini kita berkumpul disini ingin mengikrarkan sebagai manusia yang terpanggil dengan julukan manusia yang beriman. Terbayang pada ingatan kami perilaku yang tidak senonoh yang pernah kami lakukan. yang entah berapa kali kita mengalaminya. namun ajal tak dapat ditolak. baik disadari ataupun tidak disadari. akan tetapi di tahun ini kemampuan fisiknya sudah menurun. ingat pula pada handaitaulan. Namun demikian pula patut kiranya kita resapi senandung seorang penyair yang berbunyi : ُ َ ْ َ ِ ْ ُ ّ َ ْ َ ‫َ َ َ َ َ ّ ِ َ ْ َُ ْ ُ ْ لك‬ ‫فرض على الناس ان يتوبوا œ ِنْ ترك الذنوب اوجب‬ َ ُ َ ْ َ ِ َ ّ َ ْ َ ‫َك‬ ‫والصبر فى النآئبات صعب œ ل ِنْ فوت الثواب اصعب‬ ٌ ْ َ ِ َِ ّ ِ ُ ْ ّ َ ُ َ َ ِ ّ َ َْ َ ْ ِ َ ‫والدهر فى صرفه عجيب œ لكن غفلة الناس اعْجب‬ ٌ ِْ َ ِ ِْ َ ِ ُ ْ ّ َ ُ َ ْ‫َ ِ ّ ْ َ ْ َ ِ ْ َ َ ا‬ ‫وكل ما قد يجئ قريب œ لكن الموت من ذاك َقرب‬ ٌ ِْ َ ُ ِ َ ْ َ َ ّ ُ َ . hanya Allah yang mengetahuinya. atau Jema’ah Haji yang telah mendahului kita. Bahkan ada pula tetangga Jama’ah Haji bersebelahan. Kami tak kuasa menderita akibat panasnya api neraka. Haru hati kami ya Allah pada siang ini. Hati tak ingin cepat mati. Diantara kita ada yang masih mampu shalat berjama’ah setiap saat di tahun lalu. masih juga kita beranggapan bahwa kematian hanya terjadi pada orang lain. Di tahun lalu banyak diantara kita yang masih tampak segar bugar. sebagai manusia baru yang telah dicelup 40 hari lamanya. Ditahun lalu ada yang masih mampu berjalan mengunjungi berbagai pengajian. tetangga. khawatir kalau-kalau kami tidak kuasa menghadapinya. Ampuni ya… Allah dosadosa kami.

padahal kelak engkau menjadi makanan ulat dan cacing dalam perutku. namun kelak kau masuk kegelapan dalam perutku. œnamun lebih pahit apabila pahala tidak tergamit. sigap. œakan tetapi tidaklah maut lebih melekat? Selanjutnya penyair bersenandung : ْ َ َ ْ ُ ْ ُ ُّ َ ْ َ ‫يا من بدنياه اشت َل œ قد غره طول المل‬ ْ ‫َ َ ْ ِ ُ ْ َ ُ ِ ْ َغ‬ ْ َ َ ُ ْ ِ ََ َّ ‫أو لم يزل فى غفلة œ حتى دنا منه اْلجل‬ ٍ َْ َ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ َ ْ ُ ْ ُ َ ُ ّْ َ ‫الموت يأتى بغْتة œ والصبر صدوق العمل‬ ً َ َ ِْ َ ُ ْ َ َْ ََْ َِِّ َْ َ ‫اصبر على أهوالها œ ل موت ال باْلجل‬ َ ِ َ ْ َ َ َ ْ ِْ ِ Wahai Masih Kematian manusia jugakah datang yang dengan disibukkan lalai. Sungguh ajaib betapa waktu melenyap cepat. tanpa diminta. œtapi tidaklah lebih ajaib ada insan tak sadar saat. œ yang kubur terpedaya ajal merupakan harapan semakin kurungan hampa. Engkau bersuka ria di atas punggungku.a mengatakan bahwa bumi tempat kita berpijak merasa aneh melihat perilaku manusia.Betapa nikmat manusia yang sempat taubat. tak pandang tua ataupun muda. Engkau dapat berhimpun bersama-sama insan di atas punggungku namun kelak akan menyendiri dalam perutku” Allahu akbar 3x Walillahilhamd ! Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah ! . ン dunia. Engkau bersenang-senang di atas punggungku. Datang atas perintah Allah SWT. namun bersedih hati di dalam perutku. tanpa mengenal anak ataupun remaja. padahal perutku menjadi tempat kembalimu. Apa pula yang diungkapkan bumi yang kita injak? Anas bin Malik r. Engkau pongah di atas punggungku. bulan dan lampu di atas punggungku. œnamun lebih nikmat apabila ia luput dari ma’shiyat. mendekat? perbuatan. “wahai bani Adam ! Engkau seharian modar-mandir berusaha di atas punggungku. namun bermuram durja kelak di dalam perutku. Engkau tumpuk-tumpuk hartamu di atas perutku. namun kelak menangis dalam perutku. Kematian tidak diundang ataupun dicegah. engkau œsementara Bersabarlah karena kehebatannya. ン tiada kematian tanpa ajal. Sehingga bumi mencoba menarik perhatian manusia dengan sepuluh ungkapannya yang bernada sinis : ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ِ ُ ّ ‫َ ْ َ َ َ ت ْ َ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ِ َ َ ْ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ ُع‬ ‫يا ابن آدم َسعى على ظهري ، ومصيرك فى بطني ، وتعصي على ظهري ، وت َذب فى بطني ، تضحك على ظهري ، وتبكني‬ ْ ِ ْ َ َ َ َ َ َ ْ ُ ‫ِ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ُ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ ِ ْ َ َ ْك‬ ‫فى بطني ، وتفرح على ظهري ، وتحزن فى بطني ، وتجمع المال على ظهري ، وتندم فى بطني ، وتأ ُل الحرام على ظهننري‬ . Engkau melakukan ma’shiyat di atas punggungku. Setiap yang akrab terasa dekat. Alangkah berat menghadapi musibah. namun menjadi hina dalam perutku. Ia datang tanpa permisi. Engkau berpesta pora di sinar matahari.

Abdullah bin Amir pernah menghitung dan tidak kurang dari 24 cara. Diaturnya agar setiap insan hidup tertib. . semoga kalian beruntung”. Sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an surah ke-3 ayat 92: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (birru). Para Jamaah Haji yang Dimuliakan Allah … ! Kita ingin lebih dalam lagi memahami makna Haji Mabrur yang menjadi dambaan setiap orang. sebagaimana termak-tub dalam pidato perpisahan Rasulullah SAW. berfirman dalam Al-Qur’an “Sekiranya shalat telah ditunaikan. Sedangkan dimensi haji adalah urusan dengan Allah. sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. “wahai Rasulullah. bukan aturan mati. Islam mengatur kehidupan kita di dunia ini. Mabrur berasal dari kata “birrun” yang berarti “baik”. (Ali ‘Imron : 92). Ayat ini dengan tegas menjelaskan bahwa kebajikan adalah kepedulian terhadap lingkungan sosial. jelas bahwa Rasulullah SAW menghendaki kemudahan dalam ibadah jasmaniah ini. Sahabat yang lain berkata. Rasulullah berkata. Hadirin Jamaah Haji yang Dimuliakan Allah …! Tatkala Rasulullah SAW usai melontar ‘Aqabah. Laa Haraj. “lakukanlah dan tidak ada beban bagimu (tidak apa-apa)”. Sedangkan makna dari “Haji Mabrur” adalah. Untuk dapat hidup tertib diperlukan sarana fisik dan material. Haji yang diikuti dengan kebaikan-kebaikan. seorang sahabat berkata. Bahkan Allah SWT.Cukup pedas peringatan demi peringatan yang mudah-mudahan menggugah kita untuk dapat hidup seimbang. suatu ajaran yang maha bijak yang perlu diteladani dan diejawantahkan dikemudian hari. bertebaranlah kalian di bumi sambil mengharap karunia Allah. ibadah haji yang diterima oleh Allah. Puluhan orang bertanya mengajukan cara berhaji yang termudah untuk mereka dan Rasulullah selalu menjawab. Sebab semua ajaran Islam dirancang untuk memperkuat hubungan pribadi dengan Allah dan sekaligus memperkuat aspek kehidupan konsekwensinya berupa hubungan baik dengan sesama manusia. bercukur sesudah melempar. Sebagaimana ternukil dalam sebuah hadits : ُ ّ َ ْ ّ ِ ٌ َ َ ُ َ َ َْ ُ ْ ُ ْ َ ْ ّ َ َ ‫الحج المبنرور ليس له جزآء إل الجننة‬ Haji mabrur tiada balasan kecuali syurga. Jadi. “Saya baru melempar setelah sore”. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dan berzikirlah sebanyak-banyaknya. Islam tidak menghendaki kaum Muslimin melulu memikirkan kematian dan kehidupan akhirat. Agama Islam adalah agama aturan hidup. bercukur sebelum melempar. Sebab orang Arab selalu menggunakan kata “birrun” dengan arti “kebaikan”. thawaf ifadhah sebelum melempar dan lain sebagainya. saya telah bercukur namun saya belum menyembelih”. namun efek yang ditimbulkan darinya adalah penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan. Adapun janji janji Allah kepada jamaah haji yang memperoleh kualitas mabrur tiada lain adalah Al-Jannah (surga). (QS Al-Jumu’ah : 10).

telinga berlumur dosa. menjadi orang yang terpelihara dengan karunia-Mu. Ya Allah.Ku satu hasta Aku mendekatkan satu lengan dan bila ia datang kepada-Ku dengan berjalan aku datangi ia dengan berlari. Ya Allah.! Rasulullah SAW. inilah kami hamba-hamba-Mu ya Karim. ridha dan ampunan Allah SWT. dari si dungu yang tiada berilmu menjadi orang yang benar-benar kau selimuti dengan ilmu-Mu. Ya Allah. betapa sengsara hidup bergelimang dosa dan ma’shiyat. Engkau sudah tahu persis apa yang kami lakukan. wahai Yang Maha Rahman. Kau tahu betapa cape hidup seperti ini. kami lumuri dengan aib. karuniakan kepada kami ampunan-Mu… ، ‫اللهم انا نسألك توبة نصوحا ، توبة نصوحا يا إلهنا … وتوبة قبل الموت ، وراحة عند الموت ، ومغفرة ورحم نة بع ند الم نوت‬ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ً َ ْ َ َ ً َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ِ ً َ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ً َْ ََ َ َ َِ َ ً ْ ُ َ ً َ ْ َ ً ْ ُ َ ً َ ْ َ َ َُْ َ ّ ِ ّ ُ ّ َ ِ ّ َ ِ َ َ ّ َ ِ َّ ِ َ ْ َ َْ ِ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ْ َ ْ َ ‫… والعفو عند الحساب والفوز بالْجنة والنجاة من النار‬ . ya Allah. Engkau pun tahu apa yang dilakukan oleh tubuh ini. Semua ma’shiyat yang pernah dilakukan telah Engkau saksikan semuanya. kami ingin merobah semuanya. Pada saat dan waktu yang hening dan sakral ini kita semua mengharap rahmat. Mudah-mudahan kita kembali ke tanah air dalam keadaan bersih dan suci bagaikan anak yang baru lahir. kini memohon kepada-Mu. dari si busuk berlumur dosa menjadi orang yang terpelihara dengan Karunia-Mu. wahai Yang Maha Mendengar. mendapatkan Haji Mabrur. Rabb. lalai. tubuh di depan-Mu ini kami kotori dengan ma’shiyat. sering menyombongkan apa yang kau titipkan. Engkau tahu kebusukan hati kami. menjadi orang yang mulia disisi-Mu. Mata berumur ma’shiyat. Hamba-Mu yang berlumur dosa bergelimang maksiat. Rabb. Allah berfirman: barang siapa lalai dari mengingat Yang Maha Rahman maka syaitan akan menyesatkannya dan ia menjadi sahabatnya”. jadikan saat ini benar-benar jadi saat ini benar-benar jadi saat kau rubah diri-diri kami. Engkau telah mengetahui janji yangtidak kami tepati. Engkau tahu persis setiap kebohongan kami. betapa menderita hidup jauh dari-Mu.dari hamba-Mu yang nista berlumur aib. Malu rasanya dihadapan-Mu ya Allah.Hadirin Jamah Haji Yang Berbahagia …. betapapun kami tidak bisa melihat-Mu. memamer-kan. tapi bukankah Engkau sedang menatap kami. Engkau sudah mendengar seda kata yang terucap lisan ini. hati penuh kedengkian. dari si malas. menyatakan bahwa tanda haji mabrur adalah amalnya setelah haji lebih baik dari pada sebelumnya : ِ ِ ْ ‫َ َُ ُ َ ْ َ ْ َ ّ َ ْ ٌ ِ ْ ق‬ ‫عمله بعد الحنج خير من َبنله‬ Pada kesempatan lain Rasulullah SAW juga bersabda di dalam hadist Qudsi: “Jika hamba-ku mendekatkan diri kepada-Ku satu jengkal maka aku mendekatkan diri-Ku sehasta dan apabila ia mendekatkan diri kepada. Ya Allah. riya.

Ya Allah. Jangan biarkan kami tergelincir ya Allah dalam kema’shiyatan. jangan biarkan kami jatuh oleh godaan ya Allah. Ya Allah. berikan kekuatan kepada kami untuk menjaga diri ya Allah. Shalihkan yang belum shalih. karuniakan kepada kami indahnya hidup bersama-Mu… Rabb. menjadi orang yang tak bisa melupakan-Mu. selamatkan hamba-hamba-Mu yang berbuat kebaikan kepada kami. jangan…. . Selamatkan orang tua kami ya Allah. jadikan ahli surga-Mu ya Allah. bayarkan yang dihimpit hutang piutang. kami ingin bisa pulang selamat. Jadikan hari-hari yang kami jalani hari-hari yang sibuk berbekal pulang kepada-Mu. Teguhkan iman saudara-saudara kami ya Allah. tidak berhenti kami mendoakan keduanya. Ya Allah. Kepada siapa lagi ya Allah kami meminta? Sedangkan Engkau penggenggam jagat ini. jangan biarkan dunia ini menipu. hati yang ikhlas. Pada siapa lagi kami berharap selain kepada-Mu. cegahlah kami dari perbuatan durhaka sekecil apapun. jangan biarkan nafsu menggelincir kami dari jalan-Mu. sembuhkan yang sedang ditimpa sakit. Golongkan kami menjadi pemaaf yang tulus. untuk hambamu ya Allah. Ya Allah. Selamatkan kaum muslimin yang pernah menyakiti kami. Jamulah siapapun yang bermunajah dimanapun dengan Kau ijabah doanya ya Allah. pertemukan bagi yang belum bertemu dengan orang tuanya di tempat yang berkah. mudahkan yang sedang dililit kesulitan. kami ingin bisa pulang kepada-Mu ya Allah. Rabb. Jadikan sisa umurnya menjadi orang mulia di sisi-Mu. orang yang cerdas. berikan keteguhan bagi kami ya Rabb. jangan biarkan cinta kami kepada makhluk-Mu membuat kami menghianati-Mu. menyilaukan dan memperdaya kami. lindungi kami dari sifat amarah. Karuniakan shalat yang khusyu’. darah dagingnya melekat di tubuh kami. Ya Allah lapangkan yang dilanda kesulitan. berilah hatinya ridha dan mau memaafkan kami. muliakan yang terhinakan Islamkan yang belum Islam. Jadikan akhir hayatnya husnul khatimah. Ya Allah berikan kemudahan untuk ibadah kepada kami. kemenangan bagi hambamu ya Allah.Lindungi kami dari perilaku dzalim kepada siapapun. Rabb. angkat derajat yang selalu dihina direndahkan. sedangkan Engkau pemilik segala kejadian. Karuniakan kesabaran. Engkaulah penggenggam musuhmusuh-Mu ya Allah. lindungi kami darikemunafikan ya Allah. ampuni yang orang tuanya berlumuran dosa. Kami ingin selamat ya Allah… Rabb. karuniakan kepada kami berbuat sesuatu untuk kemuliaan agama-Mu. juga selamatkan kaum muslimin yang pernah kami sakiti selama ini. cukupi yang kekurangan rizki ya Allah. Lindungi yang teraniaya. Kembalikan Masjidil ‘Aqsha kepada umat-Mu ya Allah. jadikan saat ini saat kau ijabah doa-doa. Ya Allah. lindungi dari siksa kubur ya Allah. jangan biarkan kami terperosok dalam nafsu yang menjerumuskan. Ya Allah. kami ingin bisa pulang selamat. jadikan sisa umur ini menjadi orang yang benar-benar terpesona kepada-Mu.jangan biarkan teraniaya di kubur ya Allah. Golongkan kami menjadi anak yang tahu balas budi. Ya Allla. menjadi orang yang selalu merindukan-Mu. sehatkan lahir bathin kami. khususnya saudara-saudara kami di Palestina. Rabb. lindungi kami dari sifat kikir. bahagiakan yang sedang dirundung kesusahan.

Kau cahaya qalbu yang gulita. melupakan kasih saying-Mu. dengan Kau masukkan kami semua bersama mereka ke dalam Surga-Mu. Ampuni kezaliman kami kepada orang tua kami. Ya Allah titipkan kepada kami keturunan yang lebih baik dari pada kami di hadapan-Mu. Ya Allah.Ya Allah. Engkau justru akan menyempurnakan Cahaya-Mu. ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما‬ ً َ ِ َ ْ ِ ُّ ْ ِ َ ْ َ ْ َ ٍ ُ ْ َ َ ّ ُ َ ِ ّّ ُ َ َ ِ َ ْ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ َّ Karuniakan pendamping yang merindukannya. Ampuni jika ni’mat yang Kau berikan. Ampuni jika kami salah mendidik mereka. ampuni jika selama ini kami mendustakan-Mu meremehkan keangungan-Mu. ampuni amal-amal kami yang amat jarang ini: shalat kami yang hampir tiada khusyu’. kami gunakan untuk berkhianat kepada-Mu. karena perbuatan ma’shiyat yang kami perbuat. Rabb. jangan biarkan rumah tangga kami menjadi rumah tangga yang penuh bencana. Ampuni ya Allah. Kau ampuni yang berlumuran salah dosa. selamatkan bangsa kami ini ya Allah. makanan haram yang melekat pada tubuh kami ya Allah. Hapuskan semuanya ya Allah. pemimpin yang mencintai-Mu. Ya Allah. ya Allah. Ya Allah. ya Allah. Jangan biarkan ada anak-anak yang mencoreng aib di wajah kami. ampuni andaikata ada harta haram. muliakan agama-Mu ini. saat Kau beri hidayah yang masih tersesat. Ya Allah. ampuni segala apapun aib-aib yang kami sembunyikan selama ini. bagi yang masih berpikir jahat balikkan hatinya ya Allah. Ampuni jikalau kami begitu sombong kepada-Mu. Ya Allah. keturunan yang shalih shalihah. karuniakan pemimpin yang adil. betapun mereka berusa keras ingin memadamkan Cahaya-Mu dari bumu ini. ampuni sebanyak apa pun dosa yang kami perbuat. jangan terlahir dari diri kami keturunan yang durhaka. Ampuni segala apapun masa lalu kami. ampuni shadaqah kami yang amat kikir. Ampuni sebusuk apa pun diri kami. andaikata bala bencana yang menimpa diri kami. Ampuni jikalau orang tua kami menyesal melahirkan kami. Jadikan Isla menjadi jalan keluar bagi krisis yang melanda Bangsa kami. jadikan saat ini menjadi salah satu saat yang Engkau sukai. Ya Allah. . mereka juga hamba-hamba-Mu ya Allah. Kami yakin Allah. bagi yang masih durhaka bukakan kalbunya ya Allah. berikan kesanggupan kepada kami untuk mengajak hamba-hamba-Mu ke jalan-Mu. sehingga memancarkan menerangi seluruh lorong persada alam–Mu ini. Jangan biarkan musuh-musuh-Mu menodai dan memfitnah Dien-Mu. jangan biarkan anak-anak kami menghujat kami kelak di akhirat-Mu mulia. jikalau kami sering melukai dan melalaikannya. jadikanlah saat ini saat ampunan. Engkau Yang Maha Mengetahui luka dihatinya. ‫. pernikahan yang berkah. ya Rabb. Ya Allah. Ampuni jika ada orang yang terhina dan tersesat karena lisan kami. mencintai umat-Mu. bagi yang berlumuran ma’shiyat tuntun ke jalan-Mu. bagi yang masih kufur beri hidayah ya Allah. betapapun orang-orang kafir tidak menyukainya. rumah tangga yang sakinah. negri kami.

sanak saudara kami. keluarga kami. wahai Yang Maha Mendengar. orang tua kami. dosa yang terampuni. dan masukkan mereka ke dalam Surga-Mu…… ِ ‫اللهم انا نسألك حجا مبرورا ، وسعيا مشنكورا ، وذنبنا مغفنورا ، وعمل صننالحا َقبنول ، وتجنارة لنن تبنوْر ، ينا عنالم منا فنى‬ َ َ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ً َ َ ِ َ ً ْ ُ ْ ‫َ ّ ُ ّ ِّ َ َُْ َ َ ّ َ ْ ُ ْ ً َ َ ْ ً َ ْ ُ ْ ً َ َ ْ ً َ ْ ُ ْ ً َ َ َ ً َ ِ ً م‬ ِ ْ ّ َ ِ ِ َ ُّ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ْ ُ ّ ‫. lipat ganda rizki terhadap siapapun yang membantu dan menjadi jalan bagi sampainya kami di tanah haram ini. Jangan biarkan haji kami menjadi fitnah. semua derita kan berakhir. maka penuhilah hajad dan kebutuhan kami ini. menuju surga-Mu. tempat tidak seorang pun bisa bersedih. akhirnya berilah pada kesempatan ini ni’mat. Jadikan haji kami ini membawa keberkahan bagi keluarga. muliakan hidup mereka di dunia ini. kami meminta kepada-Mu haji yang mabrur. beriringan dengan semua auliya’. tiada tempat berharap bagi kami selain kepada-Mu. الصدور اخرجنا يا ال من الظلمات الى النور‬ Ya Allah. Penuhilah seluruh harapan kami ini ya Allah denga Kau ijabah seluruh pinta dan harapan kami ini. keturunan dan lingkungan kami. Sungguh Engkau tidak pernah mengingkari janji-janji-Mu … Ditulis oleh byHaqq . undang kami kembali berhaji ke tanah suci ini bersama istri kami. juga tetangga dan sahabat-sahabat kami. sepanjang hajad dan kebutuhan kami ini baik menurutmu. tempat tidak seorang tertipu. Engkaulah yang menggenggam segala kejadian. Kami memohon kepada-Mu ya karim. Ya Allah. tiada tempat bergantung bagi kami. Jangan biarkan kami mencemari kehormatan agama-Mu dengan haji ini. Angkat derajat mereka. Ya Allah.Ya Allah. hanya engkau pembalas segala kebaikan. dan memberi kemaslahatan dunia dan akhirat bagi kami. anak-anak dan keturunan kami. dan saudara serta sahabat kami. Ya Allah. hanya Engkaulah Yang Mengetahui seluruh hajad dan kebutuhan kami. tempat semua harapan berjawab. juga hajad dan kebutuhan istri. Ya Allah.keluarga. hajat kami kepada-Mu begitu sangat banyak. selain Engkaulah tempat kembali kami. Beriringan dengan kafilah para nabi-Mu dan rasul-Mu. orang tua. syuhada’ dan shalihin. sa’i yang masykur. perniagaan yang tiada pernah merugi. karunia dan keselamatan untuk bisa berhimpun di bawah panji nabi-Mu Muhammad SAW.