P. 1
Proses Pembuatan Batik

Proses Pembuatan Batik

|Views: 37|Likes:
Published by Hidayat Zainuddin

More info:

Published by: Hidayat Zainuddin on Sep 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

http://international-batik-center.blogspot.com/2012/05/proses-pembuatan-batik.

html

Proses pembuatan batik
Saturday, May 26, 2012

Proses pembuatan batik memiliki dua cara yang utama yaitu teknik batik tulis dan batik cap. Batik tulis adalah batik yang dikerjakan dengan canting tulis sedangkan batik cap adalah batik yang dikerjakan dengan teknik cap. Namun ada juga batik yang dikerjakan dengan gabungan dua teknik tersebut yaitu gabungan teknik tulis dan cap. Batik seperti ini disebut batik kombinasi. Banyaknya proses pengerjaan batik tergantung dari jumlah pewarnaan (celup). Batik monokromatik dikerjakan dengan sekali proses (mbabar sepisan), batik dengan dua warna dikerjakan dengan dua kali proses (mbabar pindo), sementara batik dengan tiga warna dikerjakan dengan tiga kali proses yang disebut batik tiga negeri sebagai salah satu cirri batik pesisiran. Setiap proses pembatikan pada dasarnya mengalami proses yang sama sebagai berikut : Pemalaman - Membatik adalah pekerjaan yang saling berurutan. Artinya satu langkah dapat dikerjakan jika langkah sebelumnya telah selesai dikerjakan. Setiap tahap dikerjakan dengan tahap yang berbeda. Sepotong mori tidak dapat dikerjakan oleh beberapa orang dalam waktu yang sama untuk beberapa tahapan. Pemalaman adalah proses penempelan malam sebagai bahan utama perintang batik ke mori. Mori yang telah di buat polanya kemudian dimalam dengan canting tulis maupun canting cap. Canting batik tulis yang dipakai pada saat membuat pola batik adalang canting klowongan atau canting dengan cucuk ukuran sedang. Setelah pola pokok selesai dimalam kemudian membuat isen-isennya. Canting yang digunakan

canting prapatan. Pekerjaan ini dilakukan setelah kain diwedel untuk batik sogan dari solo atau yogyakarta. Pelorodan yang dilakukan di akhir disebut mbabar atau ngebyok. jumlah pemberian lilin malam tergantung jumlah warna yang digunakan. sedangkan tempat yang ditutup lilin tidak terkena warna yang diwarnai. Menghilangkan lilin malam pada batik dapat bersifat menghilangkan sebagian atau menghilangkan keseluruhan lilin malam. Untuk kain dengan pewarnaan bahan alam (nabati). air panas diberi kanji. Maksud dari pekerjaan ini. Penghilangan lilin secara keseluruhan disebut peleorodan. kain batik dengan pewarnaan obat sintesis air lorodan lainnya diberi soda abu. Pekerjaan dengan cara mengerok disebut ngerok atau ngerik. Pelorodan . Lilin akan meleleh dalam air panas sehingga terlepas dari kain. Pelorodan yang dilakukan di tengah proses pembatikan biasanya dilakukan untuk memberikan warna lain pada jejak lilin yang dilorod. Penghilangan lilin malam secara keseluruhan dapat dilakukan pada pertengahan atau akhir proses pembuatan kain batik.ketika membuat isen-isen bermacam-macam yaitu. canting cecekan.Motif batik yang telah dicap ataupun ditulis dengan lilin malam merupakan gambaran atau motif dari batik yang akan dibuat. Pewarnaan .Pelorodan adalah proses penghilangan lilin malam yang menempel pada kain mori. Pelepasan lilin dilakukan dengan air panas. Sementara untuk pelepas lilin (pelorodan).engerok dengan alat sejenis pisau. dimana pada bekas lilin yang dikerok ini nantinya akan diberi warna soga. . Pada batik pekalongan prose ini sering dilakukan. yaitu membuaka lilin klowongan. Oleh karena itu. Menghilangkan sebagian atau setempat adalah melepas lilin malam pada tempat-tempat tertentu dengan cara m. canting telon. Proses selanjutnya pemberian warna sehingga pada tempat yang terbuka menjadi berwarna.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->