P. 1
Pengertian Perpindahan Panas

Pengertian Perpindahan Panas

|Views: 1,775|Likes:
Published by saif al azhar

More info:

Published by: saif al azhar on Sep 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Pengertian perpindahan Panas Panas telah diketahui dapat berpindah dari tempat dengan temperatur lebih tinggi ke tempat dengan tempeatur lebih rendah. Hokum percampuran panas juga terjadi karena panas itu berpindah, sedangkan pada kalorimeter, perindahan panas dapat terjadi dalam bentuk pertukaran panas dengan luar sistem. Jadi pemberian atau pengurangan panas tidak saja mengubah temperatur atau fasa zat suatu benda secara lokal, melainkan panas itu merambat ke atau dari bagian lain benda atau tempat lain. Peristiwa ini disebut perindahan panas

Perpindah panas adalah suatu proses yang dinamis, yaitu panas dipindahkan secara spontan dari satukondisi ke kondisi lain yang suhunya lebih rendah. Kecepatan pindah panas ini akan bergantung pada perbedaan suhu antar kedua kondisi. Semakin besar perbedaan, maka semakin besar kecepatan pindah panasnya.
Ada tiga macam atau jenis Perpindahan Panas, yaitu Konveksi, Radiasi dan Konduksi. ==> DEFINISI - PENGERTIAN KONVEKSI Konveksi adalah perpindahan panas yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya. Perpindahan panas secara Konveksi terjadi melalui aliran zat. Contoh yang sederhana adalah proses mencairnya es batu yang dimasukkan ke dalam air panas. Panas pada air berpindah bersamaan dengan mengalirnya air panas ke es batu. Panas tersebut kemudian menyebabkan es batunya meleleh.

==> DEFINISI - PENGERTIAN RADIASI Radiasi adalah perpindahan panas tanpa melalui perantara. Untuk memahami ini, dapat kita lihat kehidupan kita sehari-hari. Ketika matahari bersinar terik pada siang hari, maka kita akan merasakan gerah atau kepanasan. Atau ketika kita duduk dan mengelilingi api unggun, kita merasakan hangat walaupun kita tidak bersentukan dengan apinya secara langsung. Dalam kedua peristiwa di atas, terjadi perpindahan panas yang dipancarkan oleh asal panas tersebut sehingga disebut dengan Radiasi. ==> DEFINISI - PENGERTIAN KONDUKSI Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat perantara. Namun, zat tersebut tidak ikut berpindah ataupun bergerak. COntoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari misalnya, ketika kita membuat kopi atau minuman panas, lalu kita mencelupkan sendok untuk mengaduk gulanya. Biarkan beberapa menit, maka sendok tersebut akan ikut panas. Panas dari air mengalir ke seluruh bagian sendok. Atau contoh lain misalnya saat kita membakar besi logam dan sejenisnya. Walau hanya salah satu ujung dari besi logam tersebut yang dipanaskan, namun panasnya akan menyebar ke seluruh bagian logam sampai ke ujung logam yang tidak ikut dipanasi. Hal ini menunjukkan panas berpindah dengan perantara besi logam tersebut.

Koefisien pindah panas
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Koefisien pindah panas digunakan dalam perhitungan pindah panas konveksi atau perubahan fase antara cair dan padat. Koefisien pindah panas banyak dimanfaatkan dalam ilmutermodinamika dan mekanika serta teknik kimia.

di mana ΔQ = panas yang masuk atau panas yang keluar, W h = koefisien pindah panas, W/(m2K) A = luas permukaan pindah panas, m2 = perbedaan temperatur antara permukaan padat dengan luas permukaan kontak dengan fluida, K Dari persamaan di atas, koefisien pindah panas adalah koefisien proporsionalitas antara fluks panas, Q/(A delta t), dan perbedaan temperatur, penggerak utama perpindahan panas. Satuan SI dari koefisien pindah panas adalah watt per meter persegi-kelvin , W/(m2K). Koefisien pindah panas berkebalikan dengan insulasi termal. Terdapat beberapa metode untuk mengkalkulasi koefisien pindah panas dalam berbagai jenis kondisi pindah panas yang berbeda, fluida yang berlainan, jenis aliran, dan dalam kondisitermohidraulik. Perhitungan koefisien pindah panas dapat diperkirakan dengan hanya membagi konduktivitas termal dari fluida dengan satuan panjang, namun untuk perhitungan yang lebih akurat seringkali digunakan bilangan Nusselt, yaitu satuan tak berdimensi yang menunjukkan rasio pindah panas konvektif dan konduktif normal terhadap bidang batas. , yang menjadi

Aplikasi koefisien pindah panas
Koefisien pindah panas banyak digunakan dalam perhitungan dan permodelan [3] proses pengeringan , pengolahan makanan (misalnya penggorengan
C. Aplikasi Perpindahan Kalor dalam Kehidupan Sehari-hari Penerapan perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak, walaupun Kamu seringkali tidak menyadarinya. Pada malam hari bumi tidak menjadi dingin sekali karena atmosfer memainkan peran sebagai isolator sekaligus sebagai medium konveksi udara. Pada siang hari yang terik sepatu atau sandal yang Kamu pakai melindungi perpindahan panas dari aspal jalan, karena bahan sepatu termasuk isolator kalor. Pada pembuatan termos air panas selalu memiliki permukaan yang mengkilap di permukaan dinding bagian dalamnya. Di luarnya terdapat ruang hampa baru kemudian terdapat dinding luar.

Gambar 4.5. Termos mampu mencegah perpindahan panas secara konduksi

panas dari elemen setrika dikonduksikan ke seluruh bagian setrika sehingga pemanasan permukaan bagian bawah setrika merata. Dari arah mana kemanakah arah aliran panas pada benda ? 2. Disebut apakah proses perpindahan kalor di mana tidak ada pemindahan massa zat-zat atau gas yang dipanasi ? 4. Contoh-contoh soal : 1. 2010 by zhuldyn . Gambar 4. Setrika memiliki panas yang merata akibat konduksi kalor. Disebut apakah proses perpindahan energi kalor dimana tidak ada zat perantara yang memegang peranan dalam pemindahan itu.dan konduksi Posted on November 7.6.Konveksi.! 3. Pada saat menyetrika pakaian. sebutkan dan jelaskan.Hal itu dimaksudkan agar kalor dari air panas tidak segera berpindah secara konduksi kea rah dinding luar. Ada tiga cara yang berbeda tentang transformasi energi panas antara dua titik yang berlainan suhunya. Sehingga panas air dapat dipertahankan. Faktor –faktor apa sajakah yang mempengaruhi banyaknya energi yang dipancarkan per satuan waktu oleh sebuah benda hitam ideal ? Radiasi. Disebut apakah proses perpindahan kalor yang disertai pemindahan massa zat cair atau gas yang dipanasi ? 5. Dengan demikian pakaian dapat tergosok dengan permukaan setrika yang memiliki panas merata. 6.

musim mangga dkk. kali ini dirimu tampil penuh percaya diri dengan setelan hitam-hitam. musim semi. musim duren. musim dingin. Nah. musim dingin segala… Kayanya tidak adil ya. Tapi kalau siang hari rasanya panas sekali… Kata ibu. Hiks2… Aneh ya. musim karet. waktu eyang butut masih hidup memang sudah begitu… Esok kalau harga bbm naik lagi mungkin berubah kali Mengapa ya. Kalau di Indonesia malah banyak musim. musim demam berdarah. perpindahan kalor dengan cara radiasi tidak menggunakan penghantar. hehe… Biar keren. mau mati saja rasanya… Sudah bikin gerah. Mengapa orang bule punya musim panas. Sebaliknya. Dirimu jangan pake bingung dengan istilah medium. eropa. musim banjir. Rasanya bagaimanakah ? wah. kalor juga bisa berpindah tempat dengan cara radiasi. Ada musim panas. Yang dimaksudkan dengan medium adalah bendabenda yang berfungsi sebagai penghantar kalor. Sedangkan penghantar kalor yang baik menggunakan cara konveksi adalah zat cair dan zat gas. siang hari kok lebih panas daripada pagi hari atau sore hari… Terus Amerika. Penghantar kalor yang baik menggunakan cara konduksi adalah zat padat. pinjam saja punya tetangga Bilang saja buat percobaan fisika. silahkan mencoba… Kalau tidak punya pakaian berwarna hitam. musim hujan. pasti tidak diberi. yupz . nyaris lupa… Mengapa di kutub utara dan selatan suhunya sangat dingin sampai semuanya pada membeku ? Perpindahan kalor dengan cara Radiasi Selain berpindah dari tempat yang memiliki suhu lebih tinggi menuju tempat yang memiliki suhu lebih rendah dengan cara konduksi dan konveksi. Bedanya. perpindahan kalor dengan cara konduksi dan konveksi membutuhkan medium. Oya. Ada musim kemarau. dikirain penampakan lagi. biasanya pagi hari atau sore hari rasanya tidak terlalu panas. biar semuanya pada kedinginan. Kok bisa ya ?….3 Votes Radiasi Pengantar Pernah mengenakan pakaian berwarna hitam di siang hari yang panas ? Kalau belum. dkk tuh katanya punya 4 musim. Seharusnya Indonesia juga punya musim dingin. perpindahan kalor dengan cara radiasi tidak membutuhkan medium. masa cuma pakai pakaian berwarna hitam tubuh bisa kepanasan. musim gugur. Apa hubungannya ya… Btw.

memiliki laju perpindahan kalor sebesar 24 = 16 kali lebih besar dibandingkan dengan benda yang bersuhu 1000 Kelvin. Sebaliknya. Mengenai gelombang elektromagnetik akan kita kupas tuntas dalam pokok bahasan tersendiri. maka secara otomatis kalor mengungsi dari matahari (suhu lebih tinggi) menuju bumi (suhu lebih rendah). Secara matematis bisa ditulis sebagai berikut : . Panas yang kita rasakan bukan disebabkan oleh udara yang kepanasan akibat adanya nyala api. misalnya. kalor tuh energi yang berpindah. seperti cahaya tampak (merah. Hasil ini ditemukan oleh om Josef Stefan pada tahun 1879 dan diturunkan secara teoritis oleh om Ludwig Boltzmann sekitar 5 tahun kemudian. biasanya udara yang kepanasan memuai sehingga massa jenisnya berkurang. tetapi tubuh bisa kepanasan kalau kita berdiri di dekat nyala api. Akibatnya. Matahari memiliki suhu lebih tinggi (sekitar 6000 K). Laju perpindahan kalor dengan cara radiasi Laju perpindahan kalor dengan cara radiasi ditemukan sebanding dengan luas benda dan pangkat empat suhu mutlak (Skala Kelvin) benda tersebut. nila. ungu dll). Demikian juga. kita bisa merasa hangat atau kepanasan karena adanya energi yang berpindah dengan cara radiasi dari nyala api menuju tubuh. Contoh lain dari perpindahan kalor dengan cara radiasi adalah panas yang dirasakan ketika kita berada di dekat nyala api. jingga. benda yang bersuhu 2000 Kelvin. biru. Perpindahan kalor dengan cara konduksi dan konveksi terjadi ketika benda-benda yang memiliki perbedaan suhu saling bersentuhan. kuning. Salah satu contoh perpindahan kalor dengan cara radiasi adalah perpindahan kalor dari matahari menuju bumi. Seperti yang telah gurumuda jelaskan pada pokok bahasan konveksi. sedangkan bumi memiliki suhu yang lebih rendah. Ingat ya. Matahari dan bumi tidak saling bersentuhan. udara yang massa jenisnya berkurang tadi meluncur ke atas. Seandainya perpindahan kalor dari matahari menuju bumi memerlukan perantara alias medium. Karena terdapat perbedaan suhu antara matahari dan bumi. Persoalannya si kalor harus melewati ruang hampa (atau hampir hampa alias kosong melompong). Jika tidak ada sumbangan kalor dari matahari. perpindahan kalor dengan cara radiasi bisa terjadi tanpa adanya sentuhan. hijau. Kita bisa merasa hangat atau kepanasan ketika berada di dekat nyala api karena kalor berpindah dengan cara radiasi dari nyala api (suhu lebih tinggi) menuju tubuh kita (suhu lebih rendah). Nah. Kehidupan kita di planet bumi sangat bergantung pada energi yang disumbangkan oleh matahari. tetapi kalor bisa mengungsi dari matahari menuju bumi. infra merah dan ultraviolet alias ultra ungu. Perpindahan kalor dengan cara radiasi sedikit berbeda dibandingkan dengan perpindahan kalor dengan cara konduksi dan konveksi. energi bisa berpindah dari matahari ke bumi dalam bentuk kalor alias panas. tidak meluncur ke arah kita.Radiasi sebenarnya merupakan perpindahan kalor dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Benda yang memiliki luas permukaan yang lebih besar memiliki laju perpindahan kalor yang lebih besar dibandingkan dengan benda yang memiliki luas permukaan yang lebih kecil. Demikian juga nyala api dan tubuh kita tidak saling bersentuhan. maka kalor tidak mungkin tiba di bumi. maka kehidupan di bumi tidak akan pernah ada. Mirip seperti asap yang keluar lewat cerobong. Dengan kata lain.

seperti arang) memiliki emisivitas mendekati 1. sedangkan benda yang berwarna terang memiliki emisivitas mendekati 0. Ketiga. berarti kalor disedot habis2an. laju perpindahan kalor = jumlah kalor yang berpindah tempat selama selang waktu tertentu. Kita menggunakan kata memancarkan karena kalor berpindah tempat menggunakan gelombang elektromagnetik (tidak pake perantara). semakin besar laju kalor yang dipancarkan benda tersebut. benda yang memiliki emisivitas mendekati 0 (benda yang berwarna terang) . Benda yang memiliki emisivitas mendekati 1 (benda yang berwarna gelap) menyerap hampir semua kalor yang dipancarkan padanya. kalor merupakan energi yang berpindah. Besarnya emisivitas tidak hanya menentukan kemampuan suatu benda dalam memancarkan kalor tetapi juga kemampuan suatu benda dalam menyerap kalor yang dipancarkan oleh benda lain. semakin kecil laju kalor yang dipancarkan. kata memancarkan dan menyerap tuh artinya berbeda. Jangan pake bingung… Lanjut ya Benda yang permukaannya berwarna gelap (hitam pekat. Si kalor bisa berpindah tempat dengan cara radiasi. kadang gurumuda pakai istilah perpindahan kalor. Kalor tuh energi yang berpindah. Kita bisa mengatakan bahwa benda yang berwarna gelap (warna hitam dkk) biasanya memancarkan kalor yang lebih banyak dibandingkan dengan benda yang berwarna terang (warna putih dkk). Hanya sebagian kecil saja yang dipantulkan.Keterangan : Catatan : Pertama. Keempat. Lebih tepatnya kalor merupakan energi yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu. Semakin besar emisivitas suatu benda (e mendekati 1). berarti kalor ditendang keluar. kadang pake istilah radiasi energi. semakin kecil emisivitas suatu benda (e mendekati 0). Sebaliknya. Kalau memancarkan. Sebaliknya. kita juga bisa menggunakan istilah radiasi energi atau radiasi. Kedua. Kelima. kata radiasi bisa berarti pancaran. Karenanya. demikian juga kata meradiasikan bisa berarti memancarkan. Tapi kalau menyerap.

selain memancarkan kalor. Nah. Misalnya benda 1 memiliki emisivitas e. juga bisa menyerap kalor yang dipancarkan oleh benda lain. Mengenai benda hitam akan kita oprek dalam pokok bahasan tersendiri. Karena kalor yang dipancarkan benda 2 diserap oleh benda 1. suhu T1 dan luas permukaannya A. sebut saja benda 1 dan benda 2. benda 2 juga memancarkan kalor. Sebaliknya. Persamaan di atas hanya bisa digunakan untuk menentukan laju perpindahan kalor yang dipancarkan oleh sebuah benda (dengan anggapan tidak ada benda lain yang berada di sekitar benda tersebut). Misalnya terdapat dua benda. Dinamakan benda hitam bukan berarti benda tersebut berwarna hitam. Karenanya suhu benda 1 berbeda dengan suhu benda 2. Demikian juga sebaliknya. Laju kalor yang dipancarkan benda 2 sebanding dengan pangkat empat suhu T2. selain memancarkan kalor. Secara matematis ditulis sebagai berikut : Agar perpindahan kalor bisa terjadi maka harus terdapat perbedaan suhu. Benda yang menyerap semua kalor yang dipancarkan padanya memiliki emisivitas = 1. benda yang memiliki emisivitas mendekati 0 (benda yang berwarna terang) merupakan pemancar dan penyerap kalor yang buruk. konsep benda hitam ideal ini penting karena laju radiasi benda ini secara teoritis bisa dihitung. Karenanya untuk menghitung laju total perpindahan kalor yang dipancarkan oleh benda 1 atau benda 2. apapun itu. Sebagian besar kalor dipantulkan oleh benda tersebut.menyerap sedikit kalor yang dipancarkan padanya. maka laju kalor yang diserap benda 1 juga sebanding dengan pangkat empat suhu T2. Benda 1 berada di dekat benda 2. Berdasarkan ulasan panjang pendek di atas. Jadi kita perlu mengoprek persamaan di atas untuk memperoleh persamaan yang sesuai dengan kondisi ini. Untuk menurunkan persamaan yang dimaksud. Yang dimaksudkan dengan laju total kalor adalah selisih antara laju kalor yang pancarkan dan laju kalor yang diserap. selain memancarkan kalor. gurumuda tetap menggunakan ilustrasi benda 1 dan benda 2. Persamaan ini digunakan untuk menentukan laju total kalor yang dipancarkan oleh sebuah benda. Laju perpindahan kalor yang dipancarkan oleh benda 1 sebanding dengan pangkat empat suhu mutlak T1. Karena terdapat kalor yang dipancarkan dan kalor yang diserap oleh benda 1. Seperti yang telah dibahas sebelumnya. maka laju total kalor yang dipancarkan oleh benda 1 adalah : Ini persamaan yang kita cari. benda 2 pasti menyerap kalor yang dipancarkan oleh benda 1. emisivitas e dan luas permukaan A. Btw. benda 1 pasti menyerap kalor yang dipancarkan benda 2. Benda jenis ini dikenal dengan julukan benda hitam. setiap benda. Benda 1 memancarkan kalor. Benda hitam sebenarnya merupakan sebuah benda ideal saja. . Benda 2 memiliki suhu T2. kita tidak bisa menggunakan persamaan om Stefan-Boltzmann di atas. bisa disimpulkan bahwa benda yang memiliki emisivitas mendekati 1 (benda yang nyaris hitam pekat) merupakan pemancar sekaligus sebagai penyerap kalor yang baik.

suhu kulitnya = 30 oC dan emisivitasnya = 0.5 Joule per detik. Jadi apabila T1 = T2. maka Q/t = 0.5 Watt = 879.K4 Sekarang kita oprek laju aliran kalor yang dipancarkan benda o Watt = Joule/sekon = J/s (satuan Energi per waktu alias satuan Daya) 1 Watt = 1 Joule/sekon 879.2 (emisivitas tidak punya satuan) Luas benda (A) = sisi x sisi = 2 m x 2 m = 4 m2 Konstanta Stefan-Boltzmann = 5.67 x 10-8 W/m2. Luas permukaan tubuh anak tersebut = 2 m2.15 = 373.2.15 = 303.Pemancaran dan penyerapan kalor dengan cara radiasi akan terhenti jika kedua benda tersebut berada dalam keseimbangan termal (suhu kedua benda sama).8. Suhu benda = 100 oC dan emisivitas benda = 0. Apabila kalor yang dipancarkan benda 1 lebih banyak daripada kalor yang diserapnya.5 Joule/sekon Benda memancarkan 879.15 K Suhu kamar (T2) = 20 oC + 273. maka suhu benda 1 menurun sedangkan suhu benda 2 meningkat. Tentukan laju kalor yang dipancarkan benda setiap detik… Panduan Jawaban : Suhu benda (T) = 100 C + 273.15 K (suhu benda harus diubah ke dalam skala Kelvin) Emisivitas (e) = 0. jika kalor yang diserap benda 1 lebih banyak daripada kalor yang dipancarkannya maka suhu benda 1 meningkat sedangkan suhu benda 2 menurun. berapakah laju kalor yang hilang setiap detik dari tubuh si anak ? Panduan Jawaban : Suhu anak (T1) = 30 oC + 273. Contoh soal 2 : Seorang anak yang lagi bugil alias tidak berpakaian sedang berada dalam sebuah kamar.15 K . Jika suhu kamar = 20 oC.15 = 293. Suhu benda 2 meningkat karena benda 2 menyerap kalor yang dipancarkan benda 1. Contoh soal 1 : Sebuah benda berbentuk kubus dengan panjang salah satu sisi kubus = 2 meter. Sebaliknya.

Rakus juga ya si atmosfir… Jadi hanya 30 % kalor yang tiba dengan selamat di permukaan bumi. sekitar 70 % kalor diserap oleh atmosfir bumi. tancap gas…. maka kita bisa menulis kembali konstanta matahari menjadi 1350 Watt per meter persegi = 1350 W/m2 Ketika kalor yang dipancarkan oleh matahari tiba di permukaan bumi. 96. pusink dah Berdasarkan hasil perhitungan (sesuai dengan kenyataan).K4 Ok. Pada hari yang tidak cerah (banyak awannya). kita selalu kebanjiran kalor dari matahari.16 Watt = 96. Seperti biasa. Apalagi orang yang kulitnya agak hitam seperti gurumuda.16 Joule/sekon Laju kalor yang lenyap dari tubuh si anak adalah 96. Saking baik hatinya matahari. kembali ke laptop. rumus lagi….Emisivitas (e) = 0. Laju penyerapan kalor bergantung pada emisivitas (e) benda tersebut. Pada hari yang cerah (tidak ada awan). untuk menghitung laju perpindahan kalor dari matahari. kalor tersebut diserap oleh benda hidup dan benda mati yang berada di permukaan bumi. terdapat kalor sebesar 1000 Joule per sekon per meter persegi yang tiba dengan selamat di permukaan bumi. Wah. Rumus lagi. tentu saja kita membutuhkan bantuan rumus. kalau siang rasanya dingin sekali… Ok. Laju kalor yang dipancarkan matahari (Laju radiasi matahari) Sejak pagi sampai sore. kalor yang disumbangkan kepada kita kadang overdosis sehingga tubuh kita kepanasan. luas permukaan benda dan sudut yang dibentuk .16 Joule per detik. Jumlah kalor sebesar 1350 Joule per sekon per meter persegi dikenal dengan julukan konstanta matahari. ditemukan bahwa terdapat kalor sebesar 1350 Joule per sekon per meter persegi yang mengungsi dari matahari menuju planet bumi di mana dirimu dan diriku berada. Besarnya kalor yang lenyap di atmosfir bumi tergantung pada banyak atau sedikitnya awan yang menggelayut manja di langit.67 x 10-8 W/m2. Karena Joule per sekon (J/s) = Watt.8 Luas tubuh (A) = 2 m2 Konstanta Stefan-Boltzmann = 5.

Secara matematis.oleh sinar matahari dengan garis yang tegak lurus permukaan benda. sinar matahari sejajar atau berhimpit dengan garis yang tegak lurus permukaan bumi (Sudut yang dibentuk = 0). laju penyerapan kalor bisa ditulis sebagai berikut : Keterangan : Pada siang hari. Amati gambar di bawah… . Untuk memudahkan pemahamanmu. tataplah gambar di bawah dengan penuh kelembutan.

sudut yang terbentuk sekitar 80o (Ini cuma perkiraan kasar saja). sudut yang terbentuk mendekati 90o. semakin kecil laju penyerapan kalor (Q/t).Karena sudut yang dibentuk = 0o. Amati gambar di bawah… Besar sudut yang mendekati 90o bisa saja 70o. Semakin kecilcos teta. sudut yang terbentuk = 90o. Pada saat matahari terbenam di ufuk barat atau hendak terbit di ufuk timur. Jadi tidak perlu heran kalau siang hari rasanya panas sekali. Berdasarkan gambar di atas. Biasanya ini terjadi pada siang hari. maka laju penyerapan kalor adalah : Laju penyerapan kalor (Q/t) bernilai maksimum jika sudut yang dibentuk sinar matahari dengan garis yang tegak lurus permukaan bumi = 0o (cos 0 = 1). Amati gambar di bawah… . maka laju penyerapan kalor adalah : Laju kalor (Q/t) pada pagi hari dan sore hari bernilai minimum karena cos teta mendekati nol. 85o dll. 75o. di mana matahari kesayangan kita tepat berada di atas kepala. Hal ini yang menjadi alasan mengapa pada pagi hari atau sore hari kita tidak merasa panas. Seandainya sudut yang terbentuk adalah 80o. Pada pagi hari dan sore hari. 80o.

tugas si termograf adalah menscan alias mengukur besarnya kalor yang diradiasikan oleh semua bagian tubuh. Karenanya suhu bagian tubuh tersebut lebih tinggi. Alatnya dinamakan termograf. jika sangat membahayakan sebaiknya dipotong Konsep2nya sudah gurumuda jelaskan. sinar matahari saja tidak ada. Ingat ya. Pada siang hari matahari baik hati sekali ya. Konveksi . Jalan ceritanya seperti ini… Biasanya proses metabolisme pada bagian tubuh yang ada tumor atau kanker cukup tinggi. salah mata atau salah malah. kanker dkk. Mau disedot apanya…. Nah. Tanyakan saja melalui kolom komentar. Nanti baru kita bahas bareng2. tapi kalau menjelang malam matahari berubah menjadi sangat pelit Kayanya perlu dikasih pelajaran tuh Penerapan radiasi Salah satu penerapan perpindahan kalor dengan cara radiasi adalah termografi. maka laju penyerapan kalor adalah : Laju penyerapan kalor (Q/t) pada saat matahari terbenam di ufuk barat atau hendak terbit di ufuk timur = 0. Termograf biasa digunakan untuk mendeteksi tumor. sehingga dirimu bingung 7 keliling. Bagian tubuh yang memancarkan kalor paling banyak tentu saja pantas dicurigai… Selanjutnya harus dimata-matai. Jika ada salah kata. semakin tinggi suhu. Keanehan yang diulas pada bagian pengantar dijawab sendiri ya… Masukan saja melalui kolom komentar.Karena sudut yang dibentuk = 90o. semakin banyak kalor yang dipancarkan alias diradiasikan. mohon jangan dimaafkan ya. Ya iyalah. Jadi tidak ada kalor yang disedot.

Air yang berada di dalam wadah dipanaskan dengan nyala api yang berasal dari kompor. Hembusan angin laut di siang hari yang cukup panas membuat kita merasa sangat nyaman. Sekali2 perlu rekreasi. Contoh zat cair adalah air. Btw. Ingat ya. Maunya bikin rumah saja di tepi pantai. Nah. suara bising lagi bikin kuping juga ikut2an bising Sambil memandang gulungan gelombang laut yang bergerak perlahan-lahan menuju ke tepi pantai. minyak goreng. Salah satunya adalah hembusan angin laut di siang hari dan angin darat di malam hari. . Coba main ke pantai kalau ada waktu. Walaupun merupakanpenghantar kalor (konduktor termal) yang buruk. gurumuda menggunakan contoh saja… Proses pemanasan air Tataplah gambar di bawah dengan penuh kelembutan. zat cair dan zat gas bisa memindahkan kalor dengan cepat menggunakan cara konveksi. jika terdapat perbedaan suhu maka molekul2 yang memiliki suhu yang lebih tinggi mengungsi ke tempat yang bersuhu rendah. asap kendaraan bertebaran di mana-mana. Posisinya digantikan oleh temannya yang bersuhu rendah. oli dkk. hembusan angin sepoi-sepoi bikin tubuh terasa segar. Udaranya sudah panas. Demikian seterusnya… Perlu diketahui bahwa benda yang dimaksudkan di sini adalah zat cair atau zat gas. Belum lagi pemandangan sunset di sore hari… Apalagi sedang berduaan sama pacar kesayangan… wah. biar kalau ada tsunami bisa stress…. maka ia pun ikut2an mengungsi ke tempat yang bersuhu rendah. Contoh zat gas adalah udara… Untuk membantumu memahami perpindahan kalor dengan cara konveksi. Posisi molekul tersebut digantikan oleh molekul lain yang bersuhu rendah. apalagi tiap hari sumpek dengan kehidupan di kota yang hiruk pikuk dan bikin sebel.Pengantar Dirimu pernah bermain ke pantai-kah ? Sayang kalau belum. Jika suhu molekul ini meningkat. mengapa selalu ada angin di tepi pantai ya ? KONVEKSI Selain berpindah tempat dengan cara konduksi. kalor juga bisa mengungsi dari satu tempat ke tempat lain dengan cara konveksi. asyik sekali. Konveksi tuh proses berpindahnya kalor akibat adanya perpindahan molekul-molekul suatu benda. Hidup serasa milik berdua Banyak sekali konsep fisika yang bisa dipelajari ketika kita berada di tepi pantai. biasanya kalor berpindah dari tempat yang bersuhu tinggi menuju tempat yang bersuhu rendah. hiks2….

Akibatnya air tersebut memuai. Karena mendapat tambahan kalor. maka kalor mengalir dari dasar wadah menuju temannya. Ingat ya. Perlu diketahui bahwa perpindahan kalor pada wadah terjadi secara konduksi. Mirip seperti gabus atau kayu kering yang terapung jika dimasukan ke dalam air. Karena massa jenisnya berkurang maka ia bergerak ke atas. Karena air yang berada di permukaan wadah memiliki suhu yang lebih kecil. Massa air yang memuai tidak berubah. Temannya ikut2an kepanasan juga (suhu meningkat) sehingga massa jenisnya berkurang. air yang memiliki suhu yang tinggi tidak langsung meluncur tegak lurus ke atas tetapi berputar seperti . maka massa jenisnya berkurang. Perpindahan kalor dari dasar wadah menuju air yang berada di permukaannya juga terjadi secara konduksi. Ingat ya. Karena terdapat perbedaan suhu. Karena volume air bertambah. Demikian seterusnya sampai semua air yang berada dalam wadah mendapat jatah kalor. Suhu bagian dalam dasar wadah pun meningkat. Berkurangnya massa jenis air menyebabkan si air bergerak ke atas (kita bisa mengatakan air tersebut mengapung). maka suhu dasar wadah meningkat. Posisinya digantikan oleh temannya yang berada di sebelah atas. yang bersentuhan dengan nyala api adalah bagian luar dasar wadah. volume air bertambah. Adanya tambahan kalor membuat air yang menempel dengan dasar wadah mengalami peningkatan suhu. kalor mengalir dari nyala api (suhu lebih tinggi) menuju dasar wadah (suhu lebih rendah). Kalau bingung. Karena volume air bertambah maka massa jenis air berkurang. ingat lagi persamaan massa jenis alias kerapatan (massa jenis = massa / volume). maka kalor mengalir dari bagian luar dasar wadah (yang bersentuhan dengan nyala api) menuju bagian dalam dasar wadah (yang bersentuhan dengan air). Kali ini temannya yang menempel dengan dasar wadah. maka kalor mengalir dari dasar wadah (suhu lebih tinggi) menuju air (suhu lebih rendah). Gabus atau kayu kering bisa terapung karena massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis air. yang berubah hanya volumeya saja. Ketika memuai. Karena terdapat perbedaan suhu.Ketika kita memanaskan air menggunakan kompor. Karena bergerak ke atas maka posisi air tadi digantikan oleh temannya yang berada di sebelah atas.

proses pemanasan air menggunakan pemanas listrik juga mirip dengan kasus di atas. seandainya nyala api bersentuhan dengan wadah. maka kalor mengalir dari elemen pemanas menuju air yang menempel dengannya. Mengenai radiasi akan dibahas kemudian. proses perpindahan kalor dalam air terjadi secara konveksi. jika nyala api tidak bersentuhan dengan wadah maka kalor mengalir dari nyala api menuju wadah dengan cara radiasi. Sebaliknya. Kedua. Elemen pemanas memiliki suhu yang lebih tinggi sedangkan air yang berada di sekitarnya memiliki suhu yang lebih rendah. Jika nyala api cukup besar maka kalor tidak hanya mengalir dari nyala api menuju dasar wadah tetapi juga menuju dinding wadah. Keempat. Contoh lain dari perpindahan kalor secara konveksi adalah proses terjadinya angin laut dan angin darat Angin laut Tataplah gambar di bawah dengan penuh kelembutan. Perpindahan kalor dari dasar wadah menuju air terjadi secara konduksi. Hal ini disebabkan karena temannya yang berada tepat di atasnya memiliki massa jenis yang lebih besar. . Perpindahan kalor dari elemen pemanas menuju air terjadi secara konduksi. Karena terdapat perbedaan suhu.yang ditunjukkan pada gambar. Perpindahan kalor pada proses pemanasan air merupakan salah satu contoh perpindahan kalor secara konveksi. Perpindahan kalor bisa terjadi dengan cara konduksi (apabila nyala api bersentuhan dengan dinding wadah) atau perpindahan kalor bisa terjadi dengan cara radiasi (apabila nyala api tidak bersentuhan dengan dinding wadah). proses perpindahan kalor dengan cara konveksi hanya terjadi dalam air. Catatan : Pertama. Ketiga. Sebaliknya. maka kalor mengalir dari nyala api (suhu lebih tinggi) menuju wadah (suhu lebih rendah) dengan cara konduksi.

volumenya bertambah. Posisi udara yang bergerak ke atas tadi digantikan oleh udara yang berada di atas permukaan laut. ketika suhu udara menurun. kenaikan suhu daratan lebih besar daripada kenaikan suhu air laut. daratan lebih cepat panas (suhu lebih tinggi) daripada air laut (suhu air laut lebih rendah). Karena mengalami peningkatan suhu maka udara memuai. Dirimu menyebutnya dengan julukan angin laut. Hal ini disebabkan karena massa jenis udara yang berada di atas permukaan laut lebih besar. Angin laut hanya terjadi pada siang hari… Kalau malam hari kasusnya sudah berbeda. Di sebut angin laut karena udara yang berada di atas permukaan air laut melakukan pengungsian massal menuju darat. Jadi walaupun mendapat jatah kalor yang sama dari matahari. Ketika memuai. Angin darat . Akibatnya. Ingat ya. Akibatnya ketika dipanaskan oleh cahaya matahari pada siang hari. Daratan yang sudah kepanasan tadi memanaskan udara yang berada tepat di atasnya sehingga suhu udara pun meningkat. udara panas yang bergerak ke atas mengalami penurunan suhu. Ketika bergerak ke darat. Proses ini terjadi terus menerus sehingga terbentuk arus konveksi udara sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar di atas. volume udara juga berkurang. Akibatnya massa jenis udara berkurang. maka udara tersebut bergerak ke atas (1).Kalor jenis daratan (zat padat) lebih kecil daripada kalor jenis air laut (zat cair). posisi udara tadi digantikan oleh temannya yang berada tepat di atasnya (2) Sampai pada ketinggian tertentu. Berkurangnya volume udara menyebabkan massa jenis udara bertambah. Karena massa jenis udara berkurang. Kalau bingung baca lagi pembahasan gurumuda mengenai kalor. udara yang sudah mendingin tadi meluncur ke bawah untuk menggantikan posisi udara yang kabur dari permukaan laut (3). kalor jenis dan kalor laten.

Ketika malam tiba. maka penurunan suhu yang dialami oleh daratan lebih besar daripada air laut. Peningkatan suhu udara menyebabkan massa jenis udara berkurang sehingga udara bergerak ke atas (1) Daratan yang memiliki suhu lebih rendah mendinginkan udara yang berada di atasnya.. Proses ini terjadi terus menerus sehingga terbentuk arus konveksi udara sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar di atas. Udara yang berada di atas daratan segera meluncur ke laut (2) Sampai pada ketinggian tertentu. Dengan kata lain. Akibatnya suhu udara yang berada di atas daratan menurun. Walaupun jumlah kalor yang dilepaskan oleh daratan dan air laut sama. kalor jenis dan kalor laten. Penurunan suhu menyebabkan massa jenis udara bertambah. Angin darat hanya terjadi pada malam hari…. menggantikan posisi udara yang meluncur ke laut tadi (3). suhu daratan lebih rendah daripada suhu air laut. Ingat saja rumus Q = (m)(c)(deltaT). Jika bingung berlanjut silahkan pelajari kembali pokok bahasan kalor. tetapi karena kalor jenis daratan lebih kecil daripada kalor jenis air laut. daratan lebih cepat dingin daripada air laut. Dirimu menyebutnya dengan julukan angin darat. pada malam hari. Akibatnya suhu udara yang berada di atas permukaan laut meningkat. Si udara pun meluncur ke bawah. Air laut yang memiliki suhu lebih tinggi menghangatkan udara yang berada di atasnya. Hal ini disebabkan karena kalor jenis daratan (zat padat) lebih kecil daripada kalor jenis air laut (zat cair). Penurunan suhu udara menyebabkan massa jenis udara bertambah. udara yang bergerak ke atas mendingin (suhunya menurun). Di sebut angin darat karena udara yang berada di daratan melakukan pengungsian massal menuju laut. Catatan : .

Coba bayangkan. maka asap tersebut memuai. Karena suhunya tinggi.Pertama. Kayanya bukan cuma mereka… Kita juga biasa menggunakan jaket jika hendak kebut2an di jalan. pingin tidur Konduksi Pengantar Jika kita perhatikan pengendara sepeda motor di jalan raya. Ketiga. yang berubah hanya volumenya saja). Perpindahan kalor secara konveksi hanya terjadi pada udara saja. kita bisa menyimpulkan bahwa terjadinya angin disebabkan karena adanya perbedaan suhu udara. baik yang terjadi secara alami maupun dipaksakan. tidur pun harus ditemani selimut yang bisa bikin sesak napas… mengapa harus demikian-kah ? . Mengenai radiasi akan dibahas kemudian. ketika udara cukup dingin kita juga biasa menggunakan jaket. Ada juga konveksi yang dipaksakan. angin adalah udara yang bergerak. Dah ngantuk. Btw. Tuh tujuannya untuk apa ya ? Omong soal jaket. mmm… apa ya… Oya. Kedua. biasanya kebanyakan dari antara mereka menggunakan jaket atau sweater. meningkatnya suhu daratan dan lautan yang terjadi pada siang hari merupakan korban dari perpindahan kalor secara radiasi (Daratan dan air laut mendapat sumbangan kalor dari matahari). Akibatnya si asap pun meluncur ke atas…. Ketika memuai. Jadi angin sebenarnya merupakan korban dari proses perpindahan kalor secara konveksi. Mengapa asap hasil pembakaran cenderung bergerak ke atas ? Kasusnya mirip dengan asap pabrik yang meluncur melalui cerobong asap… Contoh yang lain dipikirkan sendiri ya… Jalan ceritanya sama saja seperti yang telah gurumuda jelaskan panjang lebar di atas. Bertambahnya volume asap membuat massa jenisnya berkurang. kalau punya persoalan berkaitan dengan perpindahan kalor secara konveksi. Cerobong Asap Pernah lihat cerobong asap ? yang tinggal di kota pasti pernah lihat cerobong asap pabrik… mengapa asap bisa bergerak naik melalui cerobong ? emang dari sono-nya dah begitu kok… yee… anak SD juga bisa jawab kayak gini Asap hasil pembakaran memiliki suhu tinggi. contoh yang telah gurumuda ulas di atas merupakan proses perpindahan kalor dengan cara konveksi yang terjadi secara alami. silahkan masukan melalui kolom komentar. membuat atap rumah ikut2an kabur bersama angin. kaki harus dibungkus dengan kaos kaki segala. apa yang terjadi jika perbedaan suhu udara sangat tinggi ? Badai pun datang melanda. Nanti baru gurumuda bahas…. Berdasarkan kasus angin darat dan angin laut di atas. volume asap bertambah (massa asap tidak berubah. terutama perjalanan yang ditempuh cukup jauh. perpindahan kalor dari daratan atau air laut menuju udara yang berada di atasnya terjadi secara konduksi.

Baca saja sampai selesai maka dirimu akan mendapat pencerahan Orang bilang banyak jalan menuju roma. katanya bisa cepat sakit. antara lain : merayap. karena kalor mengalir dari logam (suhu tinggi) menuju tanganmu (suhu rendah). banyak jalan juga si kalor berpindah. Ada benda padat yang panjang. ada juga benda padat yang pendek. maka molekul2 yang pada mulanya bergerak lambat ikut2an bergerak lebih cepat. pada mulanya si molekul bergerak lambat (v kecil) sehingga energinya juga kecil (EK = ½ mv2). Tanganmu kepanasan-kah ? hiks2… mengapa tangan bisa terasa panas ? Ketika salah satu bagian logam bersentuhan dengan nyala lilin atau nyala api. berlari dan terbang Cuma canda… Terdapat 3 jenis perpindahan kalor. Karena v besar. Perlu diketahui bahwa setiap benda (khususnya benda padat) yang dilewati kalor pasti mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda. Demikian seterusnya… mereka saling tumbuk menumbuk. Walaupun hanya salah satu bagian logam yang bersentuhan dengan nyala api. katanya kalau kita tidur di lantai ubin atau lantai keramik tanpa menggunakan kasur atau selimut. energinya pun bertambah. Tunggu selama beberapa saat. karena mendapat tambahan energi maka molekul2 penyusun benda bergerak semakin cepat. Kita bisa mengatakan bahwa ketika salah satu bagian benda yang bersuhu tinggi bersentuhan dengan benda yang bersuhu rendah. Untuk mengungsi dari satu tempat ke tempat lain. terdapat sejumlah kalor yang mengalir dari benda atau tempat yang bersuhu tinggi menuju benda atau tempat yang bersuhu rendah. Molekul2 yang bergerak lebih cepat (energi kinetiknya lebih besar) menumbuk temannya yang ada di sebelah. sambil berbagi energi. molekul tersebut memiliki energi kinetik (EK = ½ mv2). Perpindahan kalor secara konveksi dan radiasi akan dibahas pada episode berikut… Perpindahan Kalor dengan cara Konduksi Sebelum melangkah lebih dekat. semua bagian logam tersebut akan kepanasan juga. energi berpindah dari benda yang bersuhu tinggi menuju bagian benda yang bersuhu rendah. Ketika mengalir. Ketika bergerak. Setelah bergerak lebih cepat (v besar). Molekul lain yang berada di sebelahnya bergerak lebih lambat karena molekul tersebut tidak bersentuhan langsung dengan benda yang bersuhu tinggi. Ada yang . secara otomatis kalor mengalir dari nyala lilin (suhu tinggi) menuju bagian logam tersebut (suhu rendah). kalor juga membutuhkan selang waktu tertentu. Tarik napas 100 kali lalu nyalakan lilin tersebut. Si molekul tadi menumbuk lagi temannya yang ada di sebelah… temannya yang lagi pacaran pun ikut2an bergerak lebih cepat. energi kinetiknya bertambah. Tanganmu bisa terasa panas. Nah. Pegang salah satu ujung logam lalu sentuhkan ujung logam yang lain ke nyala api. Apa hubungannya ya… Dirimu bingung-kah ? biasa saja tuh… Met belajar ya…. mari kita lakukan percobaan kecil2an. Ingat ya. Kali ini kita akan membahas perpindahan kalor konveksi dan radiasi. Karena ditumbuk alias ditabrak oleh temannya. Siapkan sebuah lilin dan sepotong kawat. Kalor tuh energi yang berpindah. Istilah apa lagi ini… dengan cara konduksi. Ketika benda yang memiliki perbedaan suhu saling bersentuhan.Btw. yakni konduksi. kalor biasanya menggunakan 3 cara.

luas penampang (A). jumlah kalor yang mengalir selama selang waktu tertentu (Q/t) berbanding lurus dengan perbedaan suhu (T1 – T2). sifat suatu benda (k = konduktivitas termal) dan berbanding terbalik dengan panjang benda. Berdasarkan hasil percobaan. Benda yang dilewati kalor memiliki luas penampang (A) dan panjang (l). kalor mengalir dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah (arah aliran kalor ke kanan). Karena adanya perbedaan suhu (T1 . ada juga yang kurus (luas penampangnya kecil).T2).gemuk (luas penampangnya besar). maka kita perlu menurunkan persamaan. 1 J/s = 1 watt ) A = Luas penampang benda (Satuannya meter kuadrat (m2) ) . Rumus lagi… rumus lagi Amati gambar di bawah… Benda yang terletak di sebelah kiri memiliki suhu yang lebih tinggi (T1) sedangkan benda yang terletak di sebelah kanan memiliki suhu yang lebih rendah (T2). Untuk mengetahui secara pasti hubungan antara jumlah kalor yang mengalir melalui suatu benda selama selang waktu tertentu akibat adanya perbedaan suhu. Secara matematis bisa ditulis sebagai berikut : Keterangan : Q = Kalor (satuannya kilokalori (k) atau Joule (J) ) t = Waktu (satuannya sekon (s) ) Q/t = Laju aliran kalor (satuannya kilokalori per sekon (kkal/s) atau Joule/sekon (J/s).

Karenanya selain menggunakan Co.T1 – T2 = Perbedaan suhu (Satuannya Kelvin (K) atau derajat celcius (oC) ) T1 = Suhu alias Temperatur tinggi (Satuannya Kelvin (K) atau derajat celcius (oC) ) T2 = Suhu alias Temperatur rendah (Satuannya Kelvin (K) atau derajat celcius (oC) ) l = Panjang benda (satuannya meter (m) ) T1 . kita juga bisa menggunakan K.T2 / l = Gradien suhu (satuannya Kelvin per meter (K/m) atau derajat celcius per meter (oC/m) ) k = Konduktivitas termal benda Persamaan konduktivitas termal Kita oprek persamaan laju aliran kalor di atas untuk memperoleh persamaan konduktivitas termal… Satuan konduktivitas termal Kita bisa menurunkan satuan konduktivitas termal dengan mengoprek persamaan konduktivitas termal : Catatan : Pertama. Kedua. skala celcius dan skala Kelvin mempunyai interval yang sama. kkal bisa diubah menjadi Joule menggunakan tara kalor mekanik (sudah dijelaskan pada pokok bahasan Kalor. satuan konduktivitas termal (k) bisa juga ditulis seperti ini : Joule/sekon = J/s = Watt (satuan Energi per waktu alias satuan Daya) . Ketiga. Kalor Jenis dan Kalor laten). Mengenai hal ini sudah gurumuda jelaskan pada pokok bahasan Termometer dan Skala suhu (bagian terakhir).

Tahanan Termal (R) Para insinyur biasanya menggunakan konsep tahanan termal (R = resistansi termal) untuk menyatakan kemampuan suatu bahan dalam menghambat aliran kalor.040 0.s.84 0.Berikut ini nilai konduktivitas termal beberapa benda yang diperoleh melalui percobaan.08 – 0.06 x 10-4 0.1 x 10-4 0.042 0. Tahanan termal merupakan perbandingan antara ketebalan suatu bahan dengan konduktivitas termal bahan tersebut. sedangkan zat cair dan zat gas merupakan konduktor termal yang buruk.56 0.Co 420 380 200 40 2 0.84 0.1 x 10-4 0.2 0.2 x 10-4 – 0. . Sebaliknya.024 0.055 x 10-4 Benda yang memiliki konduktivitas termal (k) besar merupakan penghantar kalor yang baik (konduktor termal yang baik).4 x 10-4 0.023 Kkal/m. benda yang memiliki konduktivitas termal yang kecil merupakan merupakan penghantar kalor yang buruk (konduktor termal yang buruk).s.16 0.5 x 10-4 0.4 x 10-4 0. Secara matematis bisa dirumuskan sebagai berikut : Keterangan : R = tahanan alias hambatan termal l = ketebalan bahan k = konduktivitas termal Tambahan : Pada umumnya zat padat merupakan konduktor termal yang baik.Co 1000 x 10-4 920 x 10-4 500 x 10-4 110 x 10-4 5 x 10-4 2 x 10-4 2 x 10-4 1. Jenis benda Perak Tembaga Aluminium Baja Es Kaca (biasa) Bata Air Tubuh manusia Kayu Gabus Wol Busa Udara Konduktivitas Termal (k) J/m. Konduktor termal = penghantar panas alias kalor.

kita bisa sakit. Hal ini terjadi karena suhu tubuh kita lebih tinggi dari suhu karpet. kalor mengalir dari kaki menuju karpet. Konduktivitas termal udara sangat kecil. yogya. suhu udara di luar rumah lebih rendah daripada suhu udara dalam rumah. Ingat ya. Ketika tubuhmu kehilangan banyak kalor. Kaki mu pun ikut2an terasa hangat… Ketika kita menginjak ubin atau keramik.Zat cair dan zat gas bisa disebut juga sebagai isolator termal terbaik. tapi malah bikin bete. Ada orang yang bilang. tanpa diperintah si kalor dengan sendirinya kabur dari benda (atau tempat) yang bersuhu tinggi . Kalor tuh energi yang berpindah. Adanya perbedaan suhu udara ini bisa menyebabkan kalor kabur keluar rumah. Karena si karpet merupakan penghantar kalor yang buruk maka kalor alias panas yang mengalir dari kaki kita menumpuk di permukaan karpet. Fungsi lain dari jendela atau pintu adalah menahan udara. biasanya pada malam hari kita menutup pintu atau jendela. Udara yang terperangkap pada sisi dalam jendela atau pintu berfungsi sebagai isolator yang baik (penghambat kalor yang hendak kabur). Karenanya ubin merupakan penghantar kalor yang bagus. Karena si ubin merupakan penghantar kalor yang baik maka kalor alias panas yang mengalir dari kaki kita tidak tertahan di permukaan ubin. kalor mengalir dari kaki menuju si ubin atau keramik. malamnya dirimu membuang percuma si energi yang diperoleh dari makanan. Isolator termal = penghambat panas alias kalor. Konduktivitas termal kayu cukup kecil sehingga bisa berperan sebagai isolator. Siangnya sudah makan yang enak2 dan bergizi. salah satu fungsi jendela atau pintu adalah menahan kalor agar tidak kabur dari dalam rumah. semakin sulit si kalor mengungsi melalui benda tersebut. Kalor mengalir dengan lancar sehingga kaki kita terasa dingin… Kalau rumahmu ada di malang atau bandung (daerah dingin). maka energi dalam tubuhmu berkurang… Ini yang bikin dirimu cepat sakit. Akibatnya permukaan karpet menjadi lebih hangat. dkk (daerah panas). Pada malam hari yang dingin sebaiknya jangan suka buka pintu atau jendela kamar. sebaiknya alasi lantai kamarmu dengan karpet biar kakimu tidak kedinginan. Mending pakai saja untuk pacaran Fungsi jendela dan pintu apa sich ? Pada malam hari. surabaya. perhatikan tabel di atas. Biar paham. sebaiknya jangan alasi lantai kamarmu dengan karpet… Bukan kesejukan yang dirimu rasakan. Sebaliknya. Karenanya. kalau rumahmu ada di jakarta. Semakin kecil konduktivitas termal suatu benda. Biasanya pintu atau jendela terbuat dari kayu. Selain bertujuan menghalau maling yang mau menggarap harta kekayaan pemilik rumah. Ketika kita menginjak karpet. kalau kita tidur di atas ubin (tanpa alas). Penerapan Konduksi dalam kehidupan sehari-hari Mengapa ubin terasa lebih sejuk daripada karpet ? Ubin memiliki konduktivitas termal yang lebih besar daripada karpet. Sebenarnya hal itu disebabkan karena banyak kalor alias panas dari tubuhmu yang mengalir menuju ubin. sedangkan temannya si karpet merupakan pernghantar kalor yang buruk.

semakin banyak energi yang terbuang percuma. Pakaian yang kita gunakan biasanya disesuaikan dengan suhu udara. pakaian yang kita gunakan lebih tebal. Semakin banyak kalor yang kabur dari dalam rumah atau kamar. kalor tidak bisa kabur keluar dari tubuh. kalor bisa seenaknya kabur dari tubuh kita. Udara juga ikut2an bergerak (udara yang bergerak = angin). Ketika suhu udara cukup rendah. maka kalor akan kabur dari dalam tubuhmu menuju udara. maka kalor mengalir dari tubuh menuju udara tersebut. . Nanti dirimu bisa sakit karena tubuh kekurangan energi…. Karenanya. Selimut atau pakaian yang tebal (jaket dkk) membuat udara tidak bisa bergerak dengan lancar. Karena mendapat sumbangan kalor dari tubuh. Udara terperangkap di antara kulit dan jaket/selimut. nanti kalor mengalir semaunya menuju luar rumah yang memiliki suhu yang lebih rendah. Kalau pintu rumahmu tidak ditutup. Suhu tubuh kita pun tetap terjaga… Apabila kita tidak menggunakan jaket pada saat udara cukup dingin. Karena terdapat perbedaan suhu antara udara dalam kamar dengan tubuhmu. Kecuali kalau dirimu pakai jaket. Adanya angin membuat udara yang panas digantikan oleh udara yang lebih dingin. suhu udara dalam kamar menjadi rendah. Ketika kita mengendarai sepeda motor. pakaian juga berfungsi untuk menjaga suhu tubuh kita agar tetap stabil. Karena terdapat perbedaan suhu antara tubuh kita dan udara yang terperangkap. Fungsi pakaian tuh apa sich ? Selain mempertahankan status kita sebagai manusia normal. Semakin banyak kalor yang kabur maka tubuh bisa kehilangan banyak energi… Mengapa kebanyakan orang yang mengendarai sepeda motor biasanya menggunakan jaket ? Tujuannya cuma satu : mencegah agar kalor tidak kabur dari dalam tubuh. Perhatikan tabel konduktivitas termal di atas….menuju benda (atau tempat) yang bersuhu rendah. suhu udara yang terperangkap meningkat (udara menjadi lebih hangat). Akibatnya akan ada perbedaan suhu antara tubuh (suhu lebih tinggi) dengan udara (suhu lebih rendah). tubuh kita bergerak. selimut dkk…. Semakin banyak kalor yang kabur. Nilai konduktivitas termal (kemampuan menghantar kalor) udara sangat kecil.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->