P. 1
Phi 2011 -Putusan Ma Dlm Perkara No 669_k_pdt.sus_2011

Phi 2011 -Putusan Ma Dlm Perkara No 669_k_pdt.sus_2011

|Views: 13|Likes:
Published by Barita Tambunan

More info:

Published by: Barita Tambunan on Sep 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2013

pdf

text

original

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

No. 669 K/PDT.SUS/2011

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

memeriksa perkara Perselisihan Hubungan Industrial dalam tingkat kasasi telah

gu

memutuskan sebagai berikut dalam perkara :

A

ah

ng

MAHKAMAH AG UNG

PT. G4S SERVICES, berkedudukan di Jln. Cilandak Raya KKO

Cilandak Komersial Estate Unit 405 Jakarta Selatan 12560, dalam hal ini memberi kuasa kepada SIGIT WAHYUDI, SH., Advokat dan Pengacara pada Kantor Hukum ”SIGIT WAHYUDI & ASSOCIATES”, Simatupang No. 49 Jakarta 13760, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 16 Juni 2011 ; Pemohon Kasasi dahulu Tergugat ; I II berkantor di NARIBA DUA BUILDING Lantai 1 Ruang 102 Jalan T.B.

am

ah k

FERY SUSANTO, bertempat tinggal di Kp. Makasar RT 003 RW 002 No. 10, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur ; ABDUL HAKIM, bertempat tinggal di Jln Margonda Raya RT

R

001 RW 012, Kel. Kemiri Muka, Kec. Beji, Depok ;

ah

A gu ng

Para Termohon Kasasi dahulu Penggugat I dan II ;

Mahkamah Agung tersebut ; Membaca surat-surat yang bersangkutan ;

Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang Para

Termohon Kasasi dahulu sebagai Penggugat I dan II telah menggugat sekarang Pemohon Kasasi dahulu sebagai Tergugat di muka persidangan Pengadilan Hubungan

Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai Bahwa Penggugat I adalah pekerja yang bekerja pada Tergugat sejak tanggal 13

berikut :

Oktober 2003 dengan jabatan sebagai Cashier CPC ; •

m

Agustus 2010 dengan surat No. 1649/SPHK/HR-CLD/VIII/l •

ub

Bahwa Penggugat I, diakhiri hubungan kerjanya oleh Tergugat pada tanggal 6 tertanggal 06 Agustus 2010. Bukti P.I. ;

ka

Bahwa upah terakhir Tergugat I bulan Agustus 2010 sebesar Rp. 1.172.015,(satu juta seratus tujuh puluh dua ribu lima belas rupiah) Bukti P.2. ; Bahwa Penggugat II adalah Pekerja yang bekerja pada Tergugat sejak tanggal 07

ah

ep

lik

M

Januari 2010 dengan hubungan kerjanya atas dasar Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

ng

Hal. 1 dari 10 hal. Put. No. 669 K/PDT.SUS/2011

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

A

on
Halaman 1

es

In do ne si

ub lik
melawan :

In do ne si a

P U T U S A N

R

b

hk am

2 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

sebagai Cashier CPC, Bukti P.3 ; •

Bahwa Penggugat II diakhiri hubungan kerjanya oleh Tergugat pada tanggal 06 Agustus 2010 Penggugat II baru bekerja selama 8 (delapan) bulan, jadi sisa 1.118.009,- (satu juta seratus delapan belas ribu sembilan rupiah). Bukti P.4 ;

kontrak masih 5 (lima) bulan. Upah terakhir bulan Agustus 2010 sebesar Rp.

Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 62 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003

Tergugat wajib membayar ganti rugi kepada Penggugat II sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja (selama 5 bulan) Bahwa antara Para Penggugat dan Tergugat timbul perselisihan akibat Para

ah

PHK Penggugat I dan Penggugat II sejak tanggal 06 Agustus 2010 ;

am

Bahwa perbuatan Tergugat tersebut memutus hubungan kerja tanpa melalui Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, adalah bertentangan dengan Pasal 136 jo. Pasal 151 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ; memperselisihkan ke Lembaga Mediasi pada Kantor Suku Dinas Tenaga Kerja dan

ah k

R

Transmigrasi Kota Administrasi Jakarta Selatan ; Bahwa sebagaimana dalil Para Penggugat di atas, penyelesaian melalui Mediasi sehingga Mediator pada tanggal 18 Januari 2011 dengan No. 251/1.835.3 mengeluarkan

ep

Bahwa oleh karena Tergugat tetap pada putusannya sehingga Penggugat

anjuran yang amarnya sebagai berikut : MENGANJURKAN 1.

Agar pihak Pengusaha PT. G4S CASH SERVICES, membayar kepada pihak

pekerja Sdr. Very Susanto, uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156

ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156

ayat (3), uang penggantian perumahan serta pengobatan sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) huruf (c), hak cuti tahunan yang belum gugur sesuai ketentuan Pasal

ah

ketentuan Pasal 155 ayat (2) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003, dan membayar waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja (5 bulan) sesuai ketentuan Pasal 62 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 dengan perincian sebagai berikut : • • Uang Pesangon : 2 x 7 x Rp. 1.172.015,- : Rp. 16.408.000,00

m

ka

ah

M

ng

Jumlah
2

: Rp. 19.924.255,00

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

A

on
Halaman 2

es

Rp. 1.172.015,-

R

Uang Penghargaan Masa Kerja : 3 x

ep

a. Sdr. Very Susanto

ub

kepada Sdr. Abdul Halim uang ganti rugi sebesar upah pekerja sampai batas

lik

156 ayat (4) huruf (a), dan upah selama proses yang belum diberikan sesuai

: Rp. 3.516.045.00

In do ne si

A gu ng

ub lik

Penggugat dinilai lalai dalam melaksanakan tugas dan secara sepihak Tergugat mem

In do ne si a

(PKWT) sampai dengan tanggal 06 Januari 2011 (selama 1 tahun) dengan jabatan

A

gu

ng

R

ep u

b

hk am

3 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
• Penggantian Perumahan serta Pengobatan dan Perawatan : 15% x Rp. 19.924.225,Jumlah • Upah yang belum dibayar selama proses bulan September s/d Desember 2010 : 4 x Rp. 1.172.015

: Rp. 12.988.638,25 : Rp. 22.912.893,25

gu

: Rp. 4.668.060,00 : Rp. 562.567.20

Cuti tahun 2010 : 12/25 x Rp. 1.172.015,Jumlah b. Sdr. Abdul Halim : 5.590.045 5 bulan ;

: Rp. 28.163.520.45

Ganti rugi sisa kontrak kerja waktu tertentu selama : 5 x Rp. 1.118.009,- : Rp. 2 Agar kedua belah pihak memberikan jawaban secara tertulis, atas anjuran di atas, selambat-lambatnya dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari kerja setelah menerima anjuran ini ; • Apabila pihak-pihak menerima anjuran, maka Mediator akan membantu membuat perjanjian bersama dan didaftarkan ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ; • Apabila salah satu pihak atau kedua belah pihak menolak anjuran, maka

ah

ah k

am

R

pihak yang menolak anjuran dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan

ah

A gu ng

Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Tembusan Mediator ;

3

Bahwa terhadap anjuran Mediator tersebut di atas Para Penggugat dapat

menerima ;

4

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka gugatan Penggugat I dan tentang Penyelesaian Hubungan Industrial ;

Penggugat II telah memenuhi ketentuan yang diatur dalam UU No. 2 Tahun 2004 Bahwa oleh karena keputusan yang dilakukan oleh Tergugat, seyogyanya

Tergugat memperlakukan Penggugat I dan Penggugat II sebagaimana layaknya memberikan hak-haknya berupa gaji dan lain-lain ; 6

m

bulan September 2010 sampai dengan bulan Februari 2011 atau 6 (enam) bulan, upah selama 6 (enam) bulan upah selama 7

ka

ep

dengan upah perbulan sebesar Rp. 1.172.015,- maka Tergugat harus membayar proses : 6 x Rp. 1.172.015,- = Rp. 7.032.090,- (tujuh juta tiga puluh dua ribu sembilan puluh rupiah) ; Bahwa oleh karena Tergugat mem PHK Penggugat I tanpa melalui prosedur Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, berarti telah melanggar

ah

ub

Bahwa Tergugat tidak membayar upah kepada Penggugat I selama proses sejak

lik

5

M

ng

Hal. 3 dari 10 hal. Put. No. 669 K/PDT.SUS/2011

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

A

on
Halaman 3

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

A

ng

R

hk am

4 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

PHK yang dilakukan oleh Tergugat adalah batal demi hukum ; 8

Bahwa oleh karena keputusan PHK yang dilakukan oleh Tergugat batal demi

kesalahan, maka Penggugat I berhak atas uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan

A

ah

gu

Pasal 156 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ;

9

Bahwa Tergugat mengakhiri hubungan kerja Penggugat II tanpa melalui Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan tidak membayar

Ganti Rugi Sisa Kontrak kepada Penggugat II dari bulan September 2010 sampai

dengan bulan Januari 2011, atau selama 5 (lima) bulan : 5 x Rp. 1.118.009,- =

rupiah), berarti telah melanggar Pasal 62 UU No. 13 Tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan ; Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat I dan II mohon kepada Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut supaya I. • • I; Dalam Provisi : memberikan putusan sebagai berikut :

am

ah k

Menyatakan bahwa Tergugat wajib membayar upah selama proses kepada Penggugat

R

ep

Menghukum Tergugat membayar secara tunai upah proses selama 6 (enam) bulan dua ribu sembilan puluh rupiah) ;

kepada Penggugat I : Rp. 6 x Rp. 1.172.015,- = Rp. 7.032.090,- (tujuh juta tiga puluh Menghukum Tergugat membayar Ganti Rugi Sisa Kontrak selama 5 (lima) bulan

kepada Penggugat II = 5 x Rp. 1.118.009,- Rp. 5.590.045,- (lima juta lima ratus Dalam Pokok Perkara :

sembilan puluh ribu empat puluh lima rupiah) ;

II. • •

Menyatakan gugatan Penggugat I dan Penggugat II dapat diterima seluruhnya ;

ah

Menyatakan Tergugat telah melanggar ketentuan Pasal 151 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, melakukan Pemutusan Hubungan Kerja tanpa melalui

m

Menyatakan Penggugat I di PHK Tanpa Kesalahan, sehingga berhak 2 (dua) kali Ketenagakerjaan ;

ka

ah

Menghukum Tergugat membayar uang pesangon, upah selama proses,dan hak-hak lainnya kepada Penggugat I ;

R

ep

pesangon sebagaimana diatur dalam Pasal 156 UU No. 13 Tahun 2003 tentang

ub

Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ;

lik

M

ng

4

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

A

on
Halaman 4

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

Rp. 5.590.045,- (lima juta lima ratus sembilan puluh ribu empat puluh lima

ng

hukum dan bila Tergugat ingin mem PHK Penggugat I berarti PHK tanpa

In do ne si a

Pasal 151, UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan maka keputusan

R

ep u

b

hk am

5 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b
• Menghukum Tergugat membayar uang ganti rugi sisa kontrak selama 5 (lima) bulan kepada Penggugat II ; a Penggugat I

Dengan rincian sebagai berikut : Uang Pesangon : 2 x 7 x Rp. 1.172.015,Uang Penghargaan Masa Kerja : 3 x Rp. 1.172.015,Uang Pengobatan: 15% x Rp. 19.924.066,Upah proses 6 x Rp. 1.172.015,Cuti tahun 2010 : 12/25 x Rp. 1.172.015,-

= Rp. 16.408.021,00 = Rp. 3.516.045.00 = Rp. 12.988.699,00 = Rp. 7.032.090,00 = Rp. 562.567.20 = Rp. 30.507.422,20

ah

(Tiga puluh juta lima ratus tujuh ribu empat ratus dua puluh dua rupiah dua puluh sen) ; b. Penggugat II : Dengan rincian sebagai berikut : (lima) bulan ; ATAU :

am

Ganti rugi sisa kontrak kerja : 5 x Rp. 1.118.009,- : Rp. 5.590.045,- selama 5

ah k

Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat mengajukan Eksepsi

yang pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut :

Bahwa berdasarkan Hukum Acara Hubungan Industrial yang berlaku, pengajuan

gugatan di Pengadilan Hubungan Industrial harus disertai Risalah Penyelesaian melalui

Perundingan Bipartit, Mediasi atau Konsiliasi, dan bilamana risalah yang bentuk dan isi serta prosedur formal pencatatannya oleh Negara seperti ditentukan dalam perundang-

undangan yang mengatur Pengadilan Hubungan Industrial dimaksud tidak dilampirkan dalam surat gugatan maka wajib bagi Hakim Pengadilan Hubungan Industrial

ah

Bahwa dalam hubungan itu sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 83 UndangUndang No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Hubungan Industrial bahwa ”Pengajuan gugatan yang tidak dilampiri Risalah Penyelesaian melalui Mediasi atau Konsiliasi maka Hakim Pengadilan Hubungan Industrial wajib mengembalikan gugatan kepada proses penyelesaian perkara di luar Pengadilan Hubungan Industrial menurut UndangUndang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Hubungan Industrial dimaksud harus sudah terlebih dahulu didaftarkan di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ; Penggugat". Risalah, yang sudah tentu harus dipahami sebagai produk akhir dari suatu

m

ka

ah

ep

ub

lik

mengembalikan gugatan tersebut ;

M

ng

Hal. 5 dari 10 hal. Put. No. 669 K/PDT.SUS/2011

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

A

on
Halaman 5

es

In do ne si

Mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono) ;

A gu ng

R

ub lik

In do ne si a

A

gu

ng

R

hk am

6 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Undang Nomor 2 Tahun 2004 sehingga dapat dikatakan sebagai risalah itu telah dinyatakan secara tegas harus memuat sekurang-kurangnya : 2 3 4 5 Tanggal dan tempat perundingan ; Pokok permasalahan/perselisihan ; Pendapat para pihak ; Kesimpulan/hasil perundingan ;

ah

A

gu

Dan yang paling penting bagi suatu risalah sebagai produk hukum yang mengikat para

pihak karena dibuat di luar Pengadilan Negeri, adalah harus mencantumkan pula : (2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004) ;

Bahwa sampai saat ini, Tergugat tidak memiliki risalah yang dimaksud, demikian pula Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat juga tidak pernah memberikan akta sebagai tanda bukti pada Pengadilan Hubungan Industrial pada memenuhi persyaratan formal sebagaimana ditentukan oleh undang-undang, dan apabila tidak ada risalah, maka hal ini membuktikan dengan terang benderang sesungguhnya tidak ada sengketa antara Tergugat dengan Para Penggugat ; Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bahwa risalah yang dimaksud telah didaftarkan untuk

am

ah k

R

ep

Bahwa dari dokumen yang Tergugat peroleh, sesungguhnya dokumen tersebut

ah

A gu ng

tidak dapat dikatakan sebagai suatu risalah, karena kalau di perhatikan secara seksama dokumen itu tidak mencantumkan tanda tangan para pihak yang melakukan Perundingan tersebut hanya memuat tanda tangan Mediator Drs. PURWI HERIWIDODO ; (Lihat : Pasal 6 ayat (2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004). Sebaliknya dokumen Bahwa berhubung gugatan Para Penggugat belum/tidak dilengkapi risalah

sebagaimana yang diminta oleh Pasal 6 ayat (2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004, maka Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara a quo ;

Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menjatuhkan putusan, yaitu putusan No. 47/ PHI.G/2011/PN.JKT.PST. tanggal 16 Juni 2011 yang amarnya sebagai berikut : DALAM EKSEPSI : • • 1
6

m

ka

DALAM PROVISI :

ah

Menolak tuntutan Provisi Para Penggugat ;

M

Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian ;

ng

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

A

on
Halaman 6

es

DALAM POKOK PERKARA :

R

ep

Menolak Eksepsi Tergugat ;

ub

lik

In do ne si

ub lik

tanggal dan tanda tangan para pihak yang melakukan Perundingan (lihat : Pasal 6 ayat

ng

1

Nama lengkap dan alamat para pihak ;

In do ne si a

Bahwa adapun struktur risalah yang dikehendaki oleh para pembuat Undang-

R

ep u

b

hk am

7 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Agustus 2010 adalah bertentangan dengan ketentuan Pasal 151 ayat (3) UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ; terhitung sejak putusan ini diucapkan ;

A

ah

gu

4

Menyatakan ”PUTUS” hubungan kerja antara Penggugat II dengan Tergugat

terhitung sejak tanggal 07 Januari 2011 ;

5

Menghukum Tergugat untuk membayar kepada Penggugat I uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, upah selama proses PHK dan sembilan juta delapan ratus lima belas ribu delapan ratus delapan puluh delapan rupiah sembilan puluh lima sen) ; uang penggantian hak cuti yang seluruhnya sebesar Rp. 29.815.888,95 (dua puluh

ng

3

Menyatakan ”PUTUS” hubungan kerja antara Penggugat I dengan Tergugat

6

Menghukum Tergugat untuk membayar kepada Penggugat II uang ganti rugi sebesar Rp. 5.590.045,00 (lima juta lima ratus sembilan puluh ribu empat puluh lima rupiah) ;

am

ah k

8

Membebankan biaya perkara kepada Negara sebesar Rp. 472.000,- (empat ratus tujuh puluh dua ribu rupiah) ; Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diucapkan dengan hadirnya

R

ep

7

Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya ;

Tergugat pada tanggal 16 Juni 2011 kemudian terhadapnya melalui kuasanya,

ah

A gu ng

berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 16 Juni 2011 diajukan permohonan kasasi

secara lisan pada tanggal 05 Juli 2011 sebagaimana ternyata dari Akte Permohonan Kasasi No. 71/Srt.KAS/PHI/2011/PN.JKT.PST. yang dibuat oleh Panitera/Sekretaris

Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, permohonan

tersebut disertai dengan memori kasasi yang memuat alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri tersebut pada

tanggal 12 Juli 2011 ;

2011 telah diberitahu tentang memori kasasi dari Tergugat diajukan jawaban memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 03 Agustus 2011 ; Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-alasannya telah undang, maka oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima ; Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/Tergugat dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya ialah : DALAM EKSEPSI :

m

ka

ah

R

ep

diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-

ub

lik

Menimbang, bahwa setelah itu oleh Para Penggugat yang pada tanggal 20 Juli

M

ng

Hal. 7 dari 10 hal. Put. No. 669 K/PDT.SUS/2011

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

A

on
Halaman 7

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

2

Menyatakan Pemutusan Hubungan Kerja kepada Para Penggugat pada tanggal 06

R

ep u

b

hk am

8 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

mempertimbangkan mengenai perbedaan antara risalah dengan anjuran, karena sebagaimana yang dikehendaki oleh para pembuat Undang-Undang

A

ah

gu

ng

No. 2 Tahun 2004, di mana gugatan yang diajukan ke Pengadilan Hubungan Industrial harus dilampiri risalah yang dibuat oleh Mediator, BUKANNYA

anjuran yang dibuat oleh Mediator (Vide : Pasal 83 UU No. 2 Tahun 2004),

sedangkan risalah yang dibuat oleh Mediator tersebut minimal harus

sebagaimana yang diatur dalam Pasal 6 ayat (2) UU No. 2 Tahun 2004, di

sini Majelis Hakim telah terjebak dengan kebiasaan Mediator membuat untuk esensinya antara anjuran dan risalah adalah berbeda ;

anjuran, untuk lampiran gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial, padahal 2 Bahwa dalam perkara a quo para Termohon Kasasi tidak dapat memperlihatkan atau membuktikan telah adanya risalah yang telah di registrasi oleh Majelis Hakim selama proses persidangan berlangsung dan sampai perkara a quo diputuskan Pemohon Kasasi tidak pernah memiliki Undang No. 2 Tahun 2004 (namun yang ada adalah anjuran tertulis dibuat risalah yang dibuat oleh Mediator sebagaimana dimaksud oleh Undang-

am

ah k

oleh Mediator), demikian juga Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat juga tidak pernah memberikan akta sebagai

R

ep

tanda bukti dan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Jakarta

ah

A gu ng

Pusat bahwa risalah dimaksud telah didaftarkan untuk memenuhi persyaratan formal sebagaimana ditentukan undang-undang, dan apabila tidak ada

risalah, maka hal ini membuktikan dengan terang benderang, bahwa

sesungguhnya tidak ada sengketa antara Pemohon Kasasi dengan para Termohon Kasasi ;

DALAM POKOK PERKARA :

Bahwa Pemohon Kasasi keberatan atas pertimbangan serta putusan dari Majelis

mengambil alih dari gugatan serta Replik Penggugat (Termohon Kasasi) tanpa mempertimbangkan apa yang telah diajukan oleh Pemohon Kasasi (Tergugat) ; Keberatan Pemohon Kasasi terutama tidak dipertimbangkannya bukti-bukti surat yang telah diajukan oleh Pemohon Kasasi : Bahwa bukti-bukti surat yang diajukan oleh Pemohon Kasasi memang merupakan foto copy namun dalam kenyataannya bukti-bukti tersebut dibuat oleh Para Termohon Kasasi, dan lagi Para Termohon Kasasi ketika diperlihatkan bukti-bukti tersebut (Bukti T-1 sampai Bukti T-5) tidak juga menyangkal kalau bukti-bukti surat tersebut di atas bukan mereka yang membuat, namun dengan demikian dapat

m

ka

ah

R

ep

ub

lik

Hakim Pengadilan Hubungan Industrial tersebut, dikarenakan Majelis Hakim hanya

M

ng

8

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

A

on
Halaman 8

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a

1

Bahwa Majelis Hakim dalam pertimbangan dan putusannya tidak

R

ep u

b

hk am

9 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

membuat bukti-bukti surat tersebut, dan mereka sadar untuk mengakuinya ;

Bahwa mengapa hal yang demikian seharusnya menjadi persangkaan Majelis Hakim dikesampingkan untuk tidak dipertimbangkan ;

A

ah

gu

Karena dengan bukti-bukti surat yang merupakan pernyataan yang dibuat oleh Para Termohon Kasasi tersebut adalah awal dari pada pertimbangan Pemohon Kasasi

untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja, karena apabila dihubungkan dengan Bukti T-6, jelas-jelas secara terang benderang Para Termohon Kasasi telah benarbenar berulang kali melanggar Peraturan Perusahaan ; Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung

ng

untuk dipertimbangkan dalam membuat putusan tersebut, bukannya malah

berpendapat :

Bahwa alasan-alasan tersebut tidak dapat dibenarkan, karena Judex Facti tidak salah dalam menerapkan hukum, dengan pertimbangan sebagai berikut : DALAM EKSEPSI : praktek peradilan ; DALAM POKOK PERKARA : Bahwa Judex Facti telah menyatakan Anjuran sebagai Risalah sesuai dengan praktek-

am

ah k

berupa foto copy; Adapun Peraturan Perusahaan (T-6) asli tidak relevan untuk

ah

A gu ng

pembuktian pelanggaran atau kesalahan Para Termohon Kasasi sehingga tidak dapat

dipergunakan sebagai alat bukti, lagi pula alasan-alasan tersebut mengenai penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan, hal mana tidak dalam tingkat kasasi hanya berkenaan dengan kesalahan penerapan hukum, pelanggaran peraturan perundang-undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi, karena pemeriksaan

hukum yang berlaku, kelalaian dalam memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh yang bersangkutan atau bila Pengadilan tidak berwenang atau melampaui batas

wewenangnya sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 30 Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 serta perubahan kedua dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2009 ; Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata bahwa perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi : PT. G4S SERVICES tersebut harus ditolak ; putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam

m

ka

ah

R

ep

ub

lik

M

Menimbang, bahwa karena nilai gugatan dalam perkara ini di bawah

Rp.

ng

150.000.000,- (seratus lima puluh juta Rupiah), maka pihak-pihak yang berperkara tidak
Hal. 9 dari 10 hal. Put. No. 669 K/PDT.SUS/2011

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

A

on
Halaman 9

es

In do ne si

Bahwa semua alat bukti yang diajukan Tergugat sekarang Pemohon Kasasi

R

ep

ub lik

In do ne si a

dikatakan kalau Para Termohon Kasasi tersebut mengakui secara diam-diam telah

R

ep u

b

hk am

10 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

biaya perkara dibebankan kepada Negara ;

Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-Undang No. 48 Tahun 2009, UndangUndang-Undang No. 5 Tahun 2004, dan perubahan kedua dengan Undang-Undang No.

gu

3 Tahun 2009, Undang-Undang No. 2 Tahun 2004 serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan ; M E N G A D I L I Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi :

ng

Undang No. 14 Tahun 1985 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan

tersebut ;

ah

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Rabu tanggal 07 Desember 2011 oleh Dr. H. Imam Soebechi, SH.MH. Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Horadin Saragih, SH.MH. dan Fauzan, SH.MH. Hakim-Hakim Ad Hoc PHI pada Mahkamah umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis beserta Hakim-Hakim Anggota tersebut dan dibantu oleh Rahayuningsih, SH.MH. Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh para pihak ; Agung masing-masing sebagai Anggota, dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk

am

ah k

R

ep

Hakim-Hakim Anggota ; ttd./ HORADIN SARAGIH, SH.MH. ttd./ FAUZAN, SH.MH.

Ketua Majelis ; ttd./ DR. H. IMAM SOEBECHI, SH.MH.

Panitera Pengganti ; ttd./ RAHAYUNINGSIH, SH.MH.

ah

m

ka

ah

RAHMI MULYATI, SH.MH. NIP. 195912071985122002

R

ep

ub

Untuk salinan : MAHKAMAH AGUNG RI a.n. Panitera Panitera Muda Perdata Khusus,

lik ik In d on
Halaman 10

M

10

h

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

A

gu

ng

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

Membebankan biaya perkara dalam tingkat kasasi ini kepada Negara ;

In do ne si a
PT. G4S SERVICES

dikenakan biaya perkara dan berdasarkan Pasal 58 Undang-Undang No. 2 Tahun 2004

A

R

ep u

b

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->