P. 1
Makalah Mengenai Pengendalian Produksi Obat Pada Industri Farmasi

Makalah Mengenai Pengendalian Produksi Obat Pada Industri Farmasi

|Views: 345|Likes:
Published by Rudini Mulya
CPOB merupakan industri pedoman bagi pemerintah untuk mengendalikan dan
mengawasi industri farmasi dalam menjalankan tanggung jawabnya, baik secara
professional maupun sosial dalam pembuatan obat bagi industri farmasi di Indonesia agar
sifat dan mutu yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penggunannya.
Mutu obat tidak hanya ditentukan dari pemeriksaan produk akhir saja,
CPOB merupakan industri pedoman bagi pemerintah untuk mengendalikan dan
mengawasi industri farmasi dalam menjalankan tanggung jawabnya, baik secara
professional maupun sosial dalam pembuatan obat bagi industri farmasi di Indonesia agar
sifat dan mutu yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penggunannya.
Mutu obat tidak hanya ditentukan dari pemeriksaan produk akhir saja,

More info:

Published by: Rudini Mulya on Sep 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2013

pdf

text

original

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

PROPOSAL PENGENDALIAN PRODUKSI OBAT DI INDUSTRI BIO FARMASI

Disusun Oleh :
Rudini Mulya 41610010035

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2011
RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA
|1

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini dunia

industri farmasi,persainganna semakin ketat untuk bias tetap

bertahan dalam menembus persaingan yang semakin kompetetif, maka PT.Bio Farma yang bergerak dalam bidang farmasi melakukan perubahan di semua system, termasuk pengendalian mutu. Hal ini di wujudkan dalam upaya perbaikan yang terus dilakukan secara berkesinambungan.

Mengingat pentingnya peranan obat sebagai salah satu komoditi yang menyangkut hajat hidup orang banyak maka ketersediaan obat harus selalu terpelihara dan terjamin baik mutu, keamanan dan khasiatnya serta terjangkau secara ekonomi, untuk menjamin ketersediaan obat harus selalu terpelihara dan terjamin baik mutu, keamanan dan khasiatnya serta terjangkau secara ekonomi, untuk menjamin ketersediaan obat yang bermutu aman dan berkhasiat. Pemerintah menggunakan penerapan CPOB bagi industri farmasi. Secara garis besar kegiatan yang dilakukan di PT.Bio Farma sudah menerapkan apa yang di persyaratkan oleh GMP atau CPOB. PT. Bio Farma berhasil mendapatkan kelas A untuk kategori mapping CPOB dari badan POM.

CPOB merupakan industri pedoman bagi pemerintah untuk mengendalikan dan mengawasi industri farmasi dalam menjalankan tanggung jawabnya, baik secara professional maupun sosial dalam pembuatan obat bagi industri farmasi di Indonesia agar sifat dan mutu yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penggunannya. Mutu obat tidak hanya ditentukan dari pemeriksaan produk akhir saja, tetapi mutu harus dibentuk ke dalam produk dan pengemasan. PT. Bio Farma memenuhi senua standar kualitas, bahkan dalam beberapa aspek menerapkan standar yang lebih tinggi daripada CPOB.

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

|2

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

1.2 Perumusan Masalah

Banyak system manajemen mutu yang telah dikembangkan dan diterapkan di PT.Bio Farma. Untuk itu perusahaan harus mampu menetukan suatu system yang mana setiap produk yang dihasilkan merupakan produk yang benar-benar berkualitas sehinggga dibutuhkan kerja sama antara atasan dan vawahan, serta devis satu dengan yang lainnya ,disamping itu perusahaan juga harus mempunyai standar yang menjadi titik acuan yang memenuhu syarat CPOB sebagai pedoman bagi industri farmasi.

1.3. Tujuan Penulisan  Menetukan jenis-jenis produk yang cacat maupun yang tidak cacat  Menetukan factor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecacatan pada produk  Memberikan langkah-langkah solusi dari perbaikan kecacatan produk yang dapat diterapkan untuk mengurangi kecilnya kecacatan yang terjadi pada produk

1.3 Batasan masalah

Batasan masalah dalam penelitian pengendalian mutu pada PT Bio Farma hanya dilakukan pada proses pembuatan formulasi dan data penimbangan formulasi tidak dilakukan karena merupakan rahasia peruhasaan.

1.4 Sistematika Penulisan

Bab I. Pendahuluan Bab II. Landasan Teori Bab III. Metodologi Penelitian Bab IV. Pengumpulan dan pengolahan data Daftar Pustaka

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

|3

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

BAB II

METODOLOGI PENELITIAN

2.1 Studi Pendahuluan Dibagi dalam dua cara yaitu dengan metode interview, yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung dilapangan hasil studi pendahuluan inilah dapat diidentifikasikan masalah yang dihadapi lrh perusahaan.

2.2 Identifikasi Dan Perumusan Masalah Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan di PT Bio Farma diketahui bahwa perusahaan mengalami kerugian akibat adanya cacat yang sering muncul pada produksi percetakan tablet pihak perusahaan sepakat dengan penulis untuk mengadakan penelitian agar mengetahui mengapa selalu terjadi produk cacat Penelitian hanya dilakukan pada proses tableting.

2.3 Tujuan Penelitian     Menetukan jenis cacat yang menjadi prirotas penelitian. Mengidentifikasikan penyebab masalah yang timbulnya cacat Mancari akar permasalahan dari cacat tersebut Memberikan saran perbaikan untuk mengurangi terjadinya cacat

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

|4

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

2.4 Studi Pustaka Pengu,mpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan data mengenai perusahaan, melakukan pengamatan lamgsung, dan wawancara dari pihak perusahaan dalam rangka pengumpulan infornasi yang berguna dua jenis data diambil yaitu:   Data Primer bersifat non passitipatif yaitu melakukan pengamatan langsung ( observasi) untuk mendapatkan informasi tanpa harus ikut terjun langsung dalam system pengendalian. Data primer yang didapat dari perusahaan adalah data sejarah perusahaan dan data proses produksi  Data Sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data-data yang sudah diolah oleh pihak pabri, meliputi informasi dari bagian QC mengenai jumlah item yang reject.

2.5 Pengumpulan data Metode analisis data yang digunakan dalam melekukan analisis pernasalahan adalah:  Menggunakan diagram pareto digunakan untuk mengintrpretasikan jumlah cacat berdasarkan besarnya jumlah cacat yang timbul secara menurun dari sisi kiri ke kanan, maka akan diketahui cacat mana yang menjadi prioritas untuk perbaikan. menggunakan diagram sebab akibat  Pada dasarnya diagram sebab akibat dapat dimasukan untuk membantu mengidentifikasikan akatr penyebab permasalahan dan membangkitkan ideide untuk solusi suatu masalah. Diagram sebab akibat adalah langkah penmecahan selanjutnya setelah kita mengetahui cacat mana yang paling domiman yang akan kita lakukan perbaikan yang didapat dari proses perhitungan dengan pareto chart.

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

|5

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

Studi Pendahuluan

Studi Lapangan

Identifikasi Masalah

Pengumpulan data history perusahaan data cacat divisi tableting

Tujuan penelitian

Pengolahan data

Sumber : Rudini Mulya,doc

Setelah ditenukan masalah yang mundul kemudian penulis tablet mengumpulkan data dari perusahaan tentang cara pencetakan dan data rijedt seminimal mungkin semua data akan diolah sehingga nmadalh yang dapat dipecahkan dengan menggunakan 3 alat Bantu yaitu diagram pareto diagram sebab akibat, dan peta kendali control.

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

|6

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

DAFTAR PUSTAKA

1. Dorethea wahyu ariani, 1999 manejemen kualita Yogyakarta universitas atmajaya 2. Dorethea wahyu ariani 2004, penegendalian kualitas satistik 3. Balai pengobatan dan makanan 2001, petunjuk operasional penerapan cara pembuatan obat yang baik 4. Balai pengobatan dan makanan 2006, pedoman cara pembuatan obat yang baik

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

|7

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

Kumpulan Judul- Judul Skripsi Teknik Industri

1. Analisis Kualitas Layanan Perpustakaan Dengan Metode Kano Berdasarkan Dimensi Servqual 2. Peningkatan Kualitas Layanan Dengan Metode Quality Function Deployment Qfd 3. Analisa Pengendalian Kualitas Statistik Menggunakan Peta Kontrol Dan Sampling Penerimaan Pada Produksi Vellin 60 Studi Kasus Pada Pt. Surya Zig Zag 4. Analisis Pengendalian Mutu PT. Kimia Farma 5. Analisa Pengendalian Kualitas Untuk Meminimalisasi Kecacatan Produk Dengan Metode Seven Tools Dan New Seven Tools 6. Analisis Pengendalian Kualitas Cacat Pt. Indonesia Canon Industry 7. Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Buku Matematika Dengan Metode Spc Di Pt. Pratasejati Mandiri 8. Pengendalian Kualitas Produk Cacat Pada Tablet Vitamin C Dengan Menggunakan Alat Bantu Diagram Pareto, Diagram Sebab Akibat, Peta Kendali P Dan Pedoman Obat Yang Baik Di PT. Sanbe Farma 9. Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Pembekuan Udang Pt. Istana Cipta Sembada Dengan Menggunakan Diagram Kontrol C 10. Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Di PT. Masscom Graphy Dalam Upaya Mengendalikan Tingkat Kerusakan Produk Menggunakan Alat Bantu Statistik Printing Untuk Printer Model Asahi Pada

Daftar pustaka :
1. 2. 3. 4. http://pondokskripsi.wordpress.com www.binus.ac.id/thesisabstracts/page168.html digilib.unnes.ac.id/ eprints.undip.ac.id.

RUDINI MULYA _ TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

|8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->