Sistem pemerintahan Pembukaan UUD 1945 Alinea IV menyatakan bahwa kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu disusun dalam suatu

Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945, Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa bentuk negara Indonesia adalah kesatuan, sedangkan bentuk pemerintahannya adalah republik. Selain bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik, Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Hal itu didasarkan pada Pasal 4 Ayat 1 yang berbunyi, “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undanag-Undang Dasar.” Dengan demikian, sistem pemerintahan di Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial. Apa yang dimaksud dengan sistem pemerintahan presidensial? Untuk mengetahuinya, terlebih dahulu dibahas mengenai sistem pemerintahan. I. Pengertian Sistem Pemerintahan Istilah system pemerintahan berasal dari gabungan dua kata system dan pemerintahan. Kata system merupakan terjemahan dari kata system (bahasa Inggris) yang berarti susunan, tatanan, jaringan, atau cara. Sedangkan Pemerintahan berasal dari kata pemerintah, dan yang berasal dari kata perintah. Dan dalam Kamus Bahasa Indonesia, katakata itu berarti: a. Perintah adalah perkataan yang bermakna menyuruh melakukan sesuatau b. Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah, daerah, atau, Negara. c. Pemerintahan adalaha perbuatan, cara, hal, urusan dalam memerintah Maka dalam arti yang luas, pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislative, eksekutif, dan yudikatif di suatu Negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Dalam arti yang sempit, pemerintaha adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Sistem pemerintaha diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantungan dan memengaruhi dalam mencapaian tujuan dan fungsi pemerintahan. Kekuasaan dalam suatu Negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu Kekuasaan Eksekutif yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau kekuasaan menjalankan pemerintahan; Kekuasaan Legislatif yang berate kekuasaan membentuk undang-undang; Dan Kekuasaan Yudiskatif yang berate kekuasaan mengadili terhadap pelanggaran atas undang-undang. Komponen-komponen tersebut secara garis besar meliputi lembaga eksekutif, legislative dan yudikatif. Jadi, system pemerintaha negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga negara, hubungan antarlembaga negara, dan bekerjanya lembaga negara dalam mencapai tujuan pemerintahan negara yang bersangkutan.

presiden adalah kepala negaranya dan berkewajiban membentuk departemen-departemen yang akan melaksakan kekuasaan eksekutif dan melaksakan undang-undang. Apabila dilihat dari cara pembentukannya. Presiden merangkap jabatan sebagai perdana menteri sehingga para menteri tidak bertanggung jawab kepada perlemen/DPR melainkan kepada presiden. cabinet ministrial dapat dibagi menjadi dua. Setiap departemen akan dipimpin oleh seorang menteri. baik seorang menteri secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama seluruh anggota kebinet bertanggung jawab kepada parlemen/DPR. Kabinet dapat berbentuk presidensial. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Kabinet Presidensial Kabinet presidensial adalah suatu kabinet dimana pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh presiden. dan kabinet partai. . Apabile semua menteri yang ada tersebut dikoordinir oleh seorang perdana menteri maka dapat disebut dewan menteri/cabinet. Kabinet Ekstraparlementer adalah kebinet yang pembentukannya tidak memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara serta keadaan dalam parlemen/DPR. Kabinet parlementer adalah suatu kabinet yang dibentuk dengan memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara yang ada didalam parlemen. cabinet parlementer dibagi menjadi tiga. Sistem Pemerintahan Parlementer Dan Presidensial Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar. yaitu cabinet parlementer dan cabinet ekstraparlementer. tujuan pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. perdamaian abadi dan keadilan social. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet presidensial adalah Amarika Serikat dan Indonesia b. sistem pemerintahan presidensial. kabinet nasional. mencerdaskan kehidupan bangsa. a. Lembaga-lembaga yang berada dalam satu system pemerintahan Indonesia bekerja secara bersama dan saling menunjang untuk terwujudnya tujuan dari pemerintahan di negara Indonesia. Dalam suatu negara yang bentuk pemerintahannya republik. Jika dilihat dari komposisi (susunan keanggotaannya). Misalnya. yaitu: 1. II. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet ini adalah negara-negara di Eropa Barat. Kabinet Ministrial Kabinet ministrial adalah suatu kabinet yang dalam menjalankan kebijaksaan pemerintan.Tujuan pemerintahan negara pada umumnya didasarkan pada cita-cita atau tujuan negara. dan kabinet ministrial. yaitu kabinet koalisi.

Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen. Dalam sistem ini. negara-negara didunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. berikut ini ciri-ciri. 2. Hal ini berarti bahwa sewaktuwaktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan diatas. Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. Negara Inggris dianggap sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen. Dari dua negara tersebut. Sistem pemerintahan disebut presidensial apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan langsung badan legislatif. Untuk lebih jelasnya. Amerika Serikat juga sebagai pelopor dalam sistem pemerintahan presidensial. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. Bhakan. sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Kedua negara tersebut sampai sekarang tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip dari sistem pemerintahannya. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. Sistem pemerintahan disebut parlementer apabila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. 5. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen. Klasifikasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan parlementer. Pada umumnya. Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciri-ciri yang dijalankannya. Kepala negara tidak memiliki . Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut: 1. sistem pemerintahan parlementer. 3. 4. sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial.2. Inggris disebut sebagai Mother of Parliaments (induk parlemen). Kepala pemerintahan adalah perdana menteri. kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. kemudian sistem pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain dibelahan dunia.

Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. 3. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. Selanjutnya. d. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara.kekuasaan pemerintahan. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. 6. b. 2. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. 4. 1. Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer: a. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer: a. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial. anggota kabinet dapat mengusai parlemen. b. Untuk lebih jelasnya. Dalam sistem pemerintahan presidensial. . Presiden tidak dipilih oleh parlemen. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai. c. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas. c. badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. berikut ini ciri-ciri. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah. Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.

Bahkan. Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. Contohnya. c. Jepang. Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. kemudian dicontoh oleh negara-negar lainnya. d. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. negara Prancis sekarang ini. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya. negara-negara tertentu memakai sistem campuran antara presidensial dan parlementer (mixed parliamentary presidential system). Contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial: Amerika Serikat. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing dianggap pelopor dari sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer. b. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. dan Australia. c. Malaysia. Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. dan Argentina. Dan contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan parlemen: Inggris. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Brasil. Mesir. Pengaruh Sistem Pemerintahan Satu Negara Terhadap Negara-negara Lain. Misalnya. III. Negara tersebut memiliki presiden sebagai kepala negara yang memiliki kekuasaan besar. b. 6. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. terdapat variasivariasi disesuaikan dengan perkembangan ketatanegaraan negara yang bersangkutan. Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen.5. masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun. sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer merupakan dua model sistem pemerintahan yang dijadikan acuan oleh banyak negara. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial: a. Dari dua model tersebut. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial: a. Indonesia yang menganut sistem pemerintahan presidensial tidak akan sama persis dengan sistem pemerintahan presidensial yang berjalan di Amerika Serikat. Sistem pemerintahan negara-negara didunia ini berbeda-beda sesuai dengan keinginan dari negara yang bersangkutan dan disesuaikan dengan keadaan bangsa dan negaranya. tetapi . Presiden Indonesia adalah lima tahun. India. Filipina. Misalnya. Meskipun sama-sama menggunakan sistem presidensial atau parlementer.

Indonesia banyak mengadopsi praktik-praktik pemerintahan di Amerika Serikat. . Sebagai negara dengan sistem presidensial. Sistem pemerintahan dari kedua negara tersebut selanjutnya banyak ditiru oleh negara-negara lain di dunia yang tentunya disesuaikan dengan negara yang bersangkutan. sedangkan di Amerika Serikat tidak ada lembaga semacam itu. sistem pemerintahan suatu negara dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau model yang dapat diadopsi menjadi bagian dari sistem pemerintahan negara lain. Tujuan selanjutnya adalah negara dapat mengembangkan suatu sistem pemerintahan yang dianggap lebih baik dari sebelumnya setelah melakukan perbandingan dengan negara-negara lain. Seusai kunjungan para anggota parlemen tersebut memiliki pengetahuan dan wawasan yang semakin luas untuk dapat mengembangkan sistem pemerintahan negaranya. Mereka melakukan pengamatan. Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Sebelum Diamandemen. pemilihan presiden langsung dan mekanisme cheks and balance. Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut. politisi. dan para anggota parlemen negara sering mengadakan kunjungan ke luar negeri atau antarnegara. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing telah mampu membuktikan diri sebagai negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial dan parlementer seara ideal. Sistem pemerintahan suatu negara berguna bagi negara lain. Sistem Pemerintahan Indonesia a. Negara-negara dapat mencari dan menemukan beberapa persamaan dan perbedaan antarsistem pemerintahan. tidak semua praktik pemerintahan di Indonesia bersifat tiruan semata dari sistem pemerintahan Amerika Serikat. pengkajian. Para pejabat negara. IV. Namun. Suatu negara dapat mengadakan perbandingan sistem pemerintahan yang dijalankan dengan sistem pemerintahan yang dilaksakan negara lain. Misalnya. Indonesia mengenal adanya lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat.juga terdapat perdana menteri yang diangkat oleh presiden untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat). 1. Pembangunan sistem pemerintahan di Indonesia juga tidak lepas dari hasil mengadakan perbandingan sistem pemerintahan antarnegara. Contohnya. Dengan demikian. Salah satu kegunaan penting sistem pemerintahan adalah sistem pemerintahan suatu negara menjadi dapat mengadakan perbandingan oleh negara lain. Mereka bisa pula mengadopsi sistem pemerintahan negara lain sebagai sistem pemerintahan negara yang bersangkutan. Konvensi Partai Golkar menjelang pemilu tahun 2004 juga mencontoh praktik konvensi di Amerika Serikat. perbandingan sistem pemerintahan negara yang dikunjungi dengan sistem pemerintahan negaranya.

dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya. . berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini. 5. Sistem Konstitusional. 2001. 3. 2000. 4. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi 1. jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. dan 2002. Menteri negara ialah pembantu presiden. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. 6. dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional. bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. Konflik dan pertentangan antarpejabat negara dapat dihindari. Berdasarkan hal itu. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat.2. tidak mudah jatuh atau berganti. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali. Sistem pemerintahan lebih stabil. 7. Hamper semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Mekipun adanya kelemahan. yaitu pada tahun 1999. Karena itui tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR. Memasuki masa Reformasi ini. diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. 2. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. Namun. kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. Untuk itu. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif. maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan.

Sistem pemerintahan baru diharapkan berjalan mulai tahun 2004 setelah dilakukannya Pemilu 2004. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. Perubahan baru tersebut. Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia adalah sebagai berikut. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. antara lain adanya pemilihan secara langsung. sistem pemerintahan Indonesia masih mendasarkan pada UUD 1945 dengan beberapa perubahan seiring dengan adanya transisi menuju sistem pemerintahan yang baru. Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. 5. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran) Dengan demikian. Sebelum diberlakukannya sistem pemerintahan baru berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen keempat tahun 2002. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral). 4. 1. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. 6. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi. 1. DPR tetap memiliki kekuasaan megawasi presiden meskipun secara tidak langsung. Para anggota dewan merupakan anggota MPR. Bentuk pemerintahan adalah republik. sistem bikameral. 4. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan peradilan dibawahnya. Sistem pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Setelah Diamandemen Sekarang ini sistem pemerintahan di Indonesia masih dalam masa transisi. 3. Jadi. 3. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). 2. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Untuk masa jabatan 2004-2009. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut. ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Sistem pemerintahan ini juga mengambil unsure-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. sedangkan sistem pemerintahan presidensial. 2. Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan lima tahun.b. .

sedangkan dalam sistem pemerintahan negara monarki. Dalam sistem pemerintahan negara republik. apabila badan eksekutif berada diluar pengawasan legislatif maka sistem pemerintahannya adalah presidensial. Sistem pemerintahan suatu negara berbeda dengan sistem pemerintahan yang dijalankan di negara lain. dua negara memiliki sistem pemerintahan yang sama. terdapat juga beberapa persamaan antarsistem pemerintahan negara itu. birokratif. Sebaliknya. . Perubahan pemerintah di negara terjadi pada masa genting. yaitu saat perpindahan kekuasaan atau kepemimpinan dalam negara. lebaga-lembaga negara itu berjalan sesuai dengan mekanisme demokratis. dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. lembaga itu bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip yang berbeda. Selain itu. Pembagian sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. yaitu presidensial dan ministerial (parlemen). Misalnya. Pembagian sistem pemerintahan negara secara modern terbagi dua.mekanisme cheks and balance. dan dewan menteri. pemilu. badan eksekutif mendapat pengwasan langsung dari legislatif. Perubahan pemerintahan di Indonesia terjadi antara tahun 1997 sampai 1999. legislatif. Lembaga-lembaga negara dalam suatu sistem politik meliputi empat institusi pokok. terdapat lembaga lain atau unsur lain seperti parlemen. Dalam sistem parlementer. Artikel ini ditulis oleh Oleh: Azan Sumarwan (072997) & Dianah (073009) sebagai tugas mata kuliah Kewarganegaraan. Kesimpulan Sistem pemerintahan negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga yang bekerja dan berjalan saling berhubungan satu sama lain menuju tercapainya tujuan penyelenggaraan negara. dan yudikatif. Namun. yaitu eksekutif. Hal itu bermula dari adanya krisis moneter dan krisis ekonomi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful