Tahap-tahap pembuatan kebijakan publik menurut William Dunn

Tahap-tahap kebijakan publik menurut William Dunn adalah sebagai berikut: 1. Penyusunan Agenda Agenda setting adalah sebuah fase dan proses yang sangat strategis dalam realitas kebijakan publik. Dalam proses inilah memiliki ruang untuk memaknai apa yang disebut sebagai masalah publik dan prioritas dalam agenda publik dipertarungkan. Jika sebuah isu berhasil mendapatkan status sebagai masalah publik, dan mendapatkan prioritas dalam agenda publik, maka isu tersebut berhak mendapatkan alokasi sumber daya publik yang lebih daripada isu lain. Dalam agenda setting juga sangat penting untuk menentukan suatu isu publik yang akan diangkat dalam suatu agenda pemerintah. Issue kebijakan (policy issues) sering disebut juga sebagai masalah kebijakan (policy problem). Policy issues biasanya muncul karena telah terjadi silang pendapat di antara para aktor mengenai arah tindakan yang telah atau akan ditempuh, atau pertentangan pandangan mengenai karakter permasalahan tersebut. Menurut William Dunn (1990), isu kebijakan merupakan produk atau fungsi dari adanya perdebatan baik tentang rumusan, rincian, penjelasan maupun penilaian atas suatu masalah tertentu. Namun tidak semua isu bisa masuk menjadi suatu agenda kebijakan. Ada beberapa Kriteria isu yang bisa dijadikan agenda kebijakan publik (Kimber, 1974; Salesbury 1976; Sandbach, 1980; Hogwood dan Gunn, 1986)[2] diantaranya: 1. telah mencapai titik kritis tertentu à jika diabaikan, akan menjadi ancaman yang serius; 2. telah mencapai tingkat partikularitas tertentu à berdampak dramatis; 3. menyangkut emosi tertentu dari sudut kepent. orang banyak (umat manusia) dan mendapat dukungan media massa; 4. menjangkau dampak yang amat luas ; 5. mempermasalahkan kekuasaan dan keabsahan dalam masyarakat ; 6. menyangkut suatu persoalan yang fasionable (sulit dijelaskan, tetapi mudah dirasakan kehadirannya) Karakteristik : Para pejabat yang dipilih dan diangkat menempatkan masalah pada agenda publik. Banyak masalah tidak disentuh sama sekali, sementara lainnya ditunda untuk waktu lama. Ilustrasi : Legislator negara dan kosponsornya menyiapkan rancangan undang-undang mengirimkan ke Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan untuk dipelajari dan disetujui. Rancangan berhenti di komite dan tidak terpilih. Penyusunan agenda kebijakan seyogianya dilakukan berdasarkan tingkat urgensi dan esensi kebijakan, juga keterlibatan stakeholder. Sebuah kebijakan tidak boleh mengaburkan tingkat urgensi, esensi, dan keterlibatan stakeholder. 2.Formulasi kebijakan Masalah yang sudah masuk dalam agenda kebijakan kemudian dibahas oleh para pembuat kebijakan. Masalah-masalah tadi didefinisikan untuk kemudian dicari pemecahan masalah yang terbaik. Pemecahan masalah tersebut berasal dari berbagai alternatif atau pilihan kebijakan yang ada. Sama halnya dengan perjuangan suatu masalah untuk masuk dalam agenda kebijakan, dalam tahap perumusan kebijakan masing-masing slternatif bersaing untuk dapat dipilih sebagai kebijakan yang diambil untuk memecahkan masalah.[3] 3. Adopsi/ Legitimasi Kebijakan Tujuan legitimasi adalah untuk memberikan otorisasi pada proses dasar pemerintahan.[4] Jika tindakan legitimasi dalam suatu masyarakat diatur oleh kedaulatan rakyat, warga negara akan mengikuti arahan pemerintah.[5]Namun warga negara harus percaya bahwa tindakan pemerintah yang sah.Mendukung. Dukungan untuk rezim cenderung berdifusi - cadangan

kebijakan publik adalah suatu arah tindakan yang diusulkan oleh seseorang. kebijakan publik hendaknya berisi tujuan. Thomas R Dye (1981). energi. mengatakan bahwa kebijakan publik adalah rangkaian pilihan-pilihan yang saling berhubungan yang dibuat oleh lembaga atau pejabat pemerintah pada bidang-bidang yang menyangkut tugas pemerintahan. yakni: regulatory. Menurut Carl Friedrich. Chandler & Plano lalu membedakannya atas empat bentu. yang akan dijadikan acuan perumusan kebijakan agar tercipta hubungan sosial yang harmonis.” (serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu yang diikuti dan dilaksanakan oleh seorang pelaku atau sekelompok pelaku guna memecahkan suatu masalah. Penilaian/ Evaluasi Kebijakan Secara umum evaluasi kebijakan dapat dikatakan sebagai kegiatan yang menyangkut estimasi atau penilaian kebijakan yang mencakup substansi. redistributive.Legitimasi dapat dikelola melalui manipulasi simbolsimbol tertentu. Ripley menganjurkan agar kebijakan publik dilihat sebagai suatu proses dan melihat proses tersebut dalam suatu model sederhana untuk dapat memahami konstelasi antar aktor dan interaksi yang terjadi di dalamnya. perkotaan dan lainlain. Shiftz & Russel (1997) mendefinisikan kebijakan publik dengan sederhana dan menyebut “is whatever government dicides to do or not to do”. mengatakan bahwa kebijakan publik adalah “apapun yang dipilih pemerintah untuk dilakukan atau tidak dilakukan”. Dengan demikian. kesejahteraan masyarakat. John Erik Lane (1995) dalam Lele (1999) membagi wacana kebijakan publik ke dalam beberapa model pendekatan. mengatakan bahwa kebijakan publik adalah kwenangan pemerintah dalam pembuatan suatu kebijakan yang digunakan ke dalam perangkat peraturan hukum. seperti pertahanan keamanan. Artinya. Anderson. program-program yang diusulkan untuk menyelesaikan masalah kebijakan. mengatakan bahwa: “Public Policy is strategic use of reseorces to alleviate national problems or governmental concerns”. kriminalitas.[7] Dalam hal ini .dari sikap baik dan niat baik terhadap tindakan pemerintah yang membantu anggota mentolerir pemerintahan disonansi. The Public Administration Dictionary. evaluasi kebijakan bisa meliputi tahap perumusan masalh-masalah kebijakan. implementasi. Randall B. evaluasi kebijakan tidak hanya dilakukan pada tahap akhir saja. pendidikan. Di mana melalui proses ini orang belajar untuk mendukung pemerintah. implementasi dan dampak. Sementara itu. Menurut Harold Laswell dan Abraham Kaplan. dan constituent.a purposive course of action followed by an actor or set of actors in dealing with a problem or matter concern. A. maupun tahap dampak kebijakan. Menurut James. “……. Sedangkan Chaizi Nasucha (2004). Kebijakan tersebut bertujuan untuk menyerap dinamika sosial dalam masyarakat. [8] Pengertian Kebijakan Publik Chandler & Plano dalam kamus “wajib” Ilmu Administrasi Negara. melainkan dilakukan dalam seluruh proses kebijakan. (2) model inkremental yang melihat formulasi . evaluasi dipandang sebagai suatu kegiatan fungsional. William N Dunn (1994). Dalam bukunya Harbani Paolong (Teori Administrasi Publik: 2007) terdapat beberapa pengertian Kebijakan Publik dari beberapa ahli. nilai-nilai dan praktika-praktika sosial yang ada dalam masyarakat. kesehatan.[6] 4. kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu yang memberikan hambatan-hambatan dan kesempatan-kesempatan terhadap kebijakan yang diusulkan untuk menggunakan dan mengatasi dalam rangka mencapai suatu tujuan atau merealisasikan suatu sasaran atau maksud tertentu. Secara sederhana dapat diartikan bahwa kebijakan publik adalah pemanfaatan yang strategis terhadap sumber daya yang ada untuk memecahkan masalah publik atau pemerintah. yaitu (1) pendekatan demografik yang melihat adanya pengaruh lingkungan terhadap proses kebijakan. distributive.

tetapi kebijakan publik adalah tindakan atau keputusan pemerintah untuk merespon tekanan-tekanan untuk kemudian diambil tindakan tersebut. Apa yang dikemukakan diatas merujuk ke semua keputusan pemerintah untuk memutuskan atau tidak memutuskan sesuatu atas masalah yang dihadapinya. 4. • Dalam kaitan ini termasuk definisi yang dikemukakan oleh Thomas R. dapat dikatakan bahwa kebijakan publik merupakan: (1) keputusan atau aksi bersama yang dibuat oleh pemilik wewenang (pemerintah). Bahkan dalam pengertian yang lebih luas kebijakan publik acapkali diartikan sebagai “apapun yang dipilih oleh pemerintah apakah untuk dilakukan atau tidak dilakukan”. Merupakan apa yang benar-benar dilakukan oleh pemerintah. (3) untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Sebagian besar ahli memeberi pengertian kebijakan publik dalam kaitannya dengan keputusan atau ketetapan pemerintah untuk melakukan suatu tindakan yang dianggap akan membawa pengaruh positif bagi kehidupan warga negaranya. (4) model garbage can dan (5) model collective choice aksentuasinya lebih diberikan pada proses atau mekanisme perumusan kebijakan. . Bersifat posistif dalam arti suatu tindakan hanya dilakukan dan negatif dalam arti keputusan itu bermaksud untuk tidak melakukan sesuatu. Dari beberapa definisi kebijakan publik di atas. Kebijakan itu didasarkan pada peraturan atau perundang-undangan yang bersifat memaksa. (4) dari hasil diskusi kelas saya menghasilkan “kebijakan publik adalah aksi pemerintah dalam mengatasi masalah dengan memperhatikan untuk siapa. kebijakan pemerintan tidak hanya merujuk kepada apa yang dilakukan dan diputuskan oleh pemerintah untuk dilakukan. (mencakup 2 dan 3) Berbagai implikasi dari pengertian diatas ini adalah bahwa kebijakan publik memiliki karakteristik sebagai berikut : 1.kebijakan sebagai kombinasi variabel internal dan eksternal dengan tekanan pada perubahan gradual dari kondisi status quo. 3. untuk apa. tatapi ketika pemerintah tidak melakukan tindakan apapun atas isu yang berkembang juga merupakan kebijakan publik dari pemerintah. 2. Berisi tindakan-tindakan atau pola tindakan pejabat pemerintah. Selalu mempunyai tujuan tertentu atau merupakan suatu tindakan yang berorientasi tujuan. • Kebijakan publik adalah membangun masyarakat secara terarah melalui pemakaian kekuasaan (doelbewuste vormgeving aan de samenleving door middle van machtsuitoefening). Menurutnya. • Amir Santoso mengemukakan pandangannya mengenai Kebijakan Publik yakni : Pertama adalah pendapat para ahli yang menyamakan kebijaksanaan publik dengan tindakantindakan pemerintah. dan bagaimana? Kebijakan publik tidak didefinisikan sebagai sesuatu yang ditetapkan secara tiba-tiba dan tanpa sesuatu sebab atau sebagai sesuatu yang aksidental. Dye sebagai berikut : Public Policy is whatever govertments choose to do (semua pilihan atau tindakan apa pun yang diakukan oleh pemerintah baik untuk melakukan sesuatu ataupun pilihan untuk tidak melakukan sesuatu). Kedua adalah pendapat dari para ahli yang memberikan perhatian khusus pada pelaksanaan kebijaksanaan. (2) berorientasi pada kepentingan publik dengan dipertimbangkan secara matang terlebih dahulu baik buruknya dampak yang ditimbulkan. Mereka cenderung untuk menganggap bahwa semua tindakan pemerintah dapat disebut sebagai kebijaksanaan publik. 5. DINAMIKA PELAYANAN PUBLIK Banyak sekali definisi tentang kebijakan publik. kapan. (3) model rasional. Kebijakan publik bisa dilihat sebagai sebuah fenomena gerakan sosial.

Dalam agenda setting juga sangat penting untuk menentukan suatu isu publik yang akan diangkat dalam suatu agenda pemerintah. Pemecahan masalah tersebut berasal dari berbagai alternatif atau pilihan kebijakan yang ada.2 Proses Analis Kebijakan Publik Proses kebijakan baru dimulai ketika para pelaku kebijakan mulai sadar bahwa adanya situasi permasalahan. dalam tahap perumusan kebijakan masing-masing slternatif bersaing untuk dapat dipilih sebagai kebijakan yang diambil untuk memecahkan masalah. nilai dan kesempatan( Ackoff dalam Dunn. Menurut William Dunn (1990). Sama halnya dengan perjuangan suatu masalah untuk masuk dalam agenda kebijakan. • Parker. atau pertentangan pandangan mengenai karakter permasalahan tersebut. rincian. Dunn merumuskan kebijaksanaan publik sebagai berikut : Kebijaksanaan Publik (Public Policy) adalah pedoman yang berisi nilai-nilai dan norma-norma yang mempunyai kewenangan untuk mendukung tindakan-tindakan pemerintah dalam wilayah yurisdiksinya Konsep kebijaksanaan publik menurut David Easton sebagai berikut : Alokasi nilai yang otoritatif untuk seluruh masyarakat akan tetapi hanya pemerintahlah yang dapat bebuat secara otoritatif untuk seluruh masyarakat.Formulasi kebijakan Masalah yang sudah masuk dalam agenda kebijakan kemudian dibahas oleh para pembuat kebijakan. Jika sebuah isu berhasil mendapatkan status sebagai masalah publik. Adopsi/ Legitimasi Kebijakan . dan evaluasi. yakni: 1. maka isu tersebut berhak mendapatkan alokasi sumber daya publik yang lebih daripada isu lain.• Selanjutnya Nakamura dan Smallwood mengemukakan pendapat bahwa : Kebijakanaan negara adalah serentetan instruksi/pemerintah dari para pembuat kebijaksanaan yang ditujukan kepada para pelaksana kebijaksanaan yang menjelaskan tujuan-tujuan serta caracara untuk mencapai tujuan tersebut • Berkaitan dengan pendapat di atas.2000:121). prediksi. salah seorang ahli analisis kebijaksanaan publik menyebutkan bahwa : Kebijaksanaan negara itu adlah suatu tujuan tetentu atau serangkaian asas tertentu atau tindakan yang dilaksanakan oleh pemerintah pada suatu waktu tertentu dalam kaitannya dengan sesuatu subyek atau sebagai respon terhadap suatu keadan yang krisis. Penyusunan Agenda Agenda setting adalah sebuah fase dan proses yang sangat strategis dalam realitas kebijakan publik. yaitu situasi yang dirasakan adanya kesulitan atau kekecewaan dalam perumusan kebutuhan. Policy issues biasanya muncul karena telah terjadi silang pendapat di antara para aktor mengenai arah tindakan yang telah atau akan ditempuh. dan mendapatkan prioritas dalam agenda publik. Dalam proses inilah memiliki ruang untuk memaknai apa yang disebut sebagai masalah publik dan prioritas dalam agenda publik dipertarungkan. Dalam analisis kebijakan prosedur-prosedur tersebut memperoleh nama-nama khusus. Namun tidak semua isu bisa masuk menjadi suatu agenda kebijakan. penjelasan maupun penilaian atas suatu masalah tertentu. Issue kebijakan (policy issues) sering disebut juga sebagai masalah kebijakan (policy problem). isu kebijakan merupakan produk atau fungsi dari adanya perdebatan baik tentang rumusan. 2. preskripsi. dan semuanya yang dipilih oleh pemeintah untuk dikerjakan atau untuk tidak dikerjakan adalah hasil-hasil dari alokasi nilai-nilai tersebut 3. Dunn (200021) berpendapat bahwa metodologi analisis kebijakan menggabungkan lima prosedur umum yang lazim dipakai dalam pemecahan masalah manusia: definisi. Masalah-masalah tadi didefinisikan untuk kemudian dicari pemecahan masalah yang terbaik. 3. Edwards dan Sharkansky mengatakan bahwa : Kebijaksanaan negara adalah apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan oleh pemerintah atau apa yang tidak dilakukannya……ia adalah tujuan-tujuan sasaran-sasaran dari programprogram……pelaksanaan niat dan peraturan-peraturan. deskripsi. • William N.

Tujuan legitimasi adalah untuk memberikan otorisasi pada proses dasar pemerintahan. Jelas. Di mana melalui proses ini orang belajar untuk mendukung pemerintah.Mendukung. maksudnya mudah dipahami. dsb) • Penyusunan Model Model adalah abstraksi dari dunia nyata. metode kuantitatif. Model dapat dituangkan dalam berbagai bentuk yang dapat digolongkan sebagai berikut: Skematik model ( contoh: flow chart). fisikal model (contoh: miniatur). serta informasi mengenai permasalahan yang sedang dilakukan studi. realistis dan terukur. implementasi dan dampak. evaluasi kebijakan bisa meliputi tahap perumusan masalh-masalah kebijakan. Manfaat model dalam analisis kebijakan publik adalah mempermudah deskripsi persoalan secara struktural. evaluasi kebijakan tidak hanya dilakukan pada tahap akhir saja. administratif ( kemungkinan efektivitas. Dukungan untuk rezim cenderung berdifusi . dsb) politik (konsensus antar stakeholders. simbolik model (contoh: rumus matematik). dsb). informasi dan metodologi yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi. 5. equality. Artinya. dapat pula didefinisikan sebagai gambaran sederhana dari realitas permasalahan yang kompleks sifatnya.cadangan dari sikap baik dan niat baik terhadap tindakan pemerintah yang membantu anggota mentolerir pemerintahan disonansi. maupun tahap dampak kebijakan. • Pengembangan Alternatif Alternatif adalah sejumlah alat atau cara-cara yang dapat dipergunakan untuk mencapai. Penilaian/ Evaluasi Kebijakan Secara umum evaluasi kebijakan dapat dikatakan sebagai kegiatan yang menyangkut estimasi atau penilaian kebijakan yang mencakup substansi. program-program yang diusulkan untuk menyelesaikan masalah kebijakan. dan teori-teori yang relevan dengan substansi persoalan yang dihadapi. Alternatifalternatif kebijakan dapat muncul dalam pikiran seseorang karena beberapa hal: (1) . atau dapat diuraikan menurut ukuran atau satuan-satuan tertentu. Namun warga negara harus percaya bahwa tindakan pemerintah yang sah. Teori dan metode yang diperlukan dalam tahapan ini adalah metode penelitian termasuk evaluation research. warga negara akan mengikuti arahan pemerintah. Ke tujuh langkah tersebut adalah: • Formulasi Masalah Kebijakan Untuk dapat mengkaji sesuatu masalah publik diperlukan teori. evaluasi dipandang sebagai suatu kegiatan fungsional. • Formulasi Tujuan Suatu kebijakan selalu mempunyai tujuan untuk memecahkan masalah publik. Sehingga identifikasi masalah akan tepat dan akurat. realistis maksudnya sesuai dengan nilai-nilai filsafat dan terukur maksudnya sejauh mungkin bisa diperhitungkan secara nyata. Analis kebijakan harus dapat merumuskan tujuan-tujuan tersebut secara jelas. Dalam hal ini . Hal-hal yang sifatnya pragmatis memang diperlukan seperti ekonomi (efisiensi. Jika tindakan legitimasi dalam suatu masyarakat diatur oleh kedaulatan rakyat.Legitimasi dapat dikelola melalui manipulasi simbolsimbol tertentu. • Penentuan Kriteria Analisis memerlukan kriteria yang jelas dan konsisten untuk menilai alternatifalternatif. dsb) namun tidak kalah penting juga hal-hal yang menyangkut nilai-nilai abstrak yang fundamental seperti etika dan falsafah (equity. Dengan demikian. melainkan dilakukan dalam seluruh proses kebijakan. selanjutnya dikembangkan menjadi policy question yang diangkat dari policy issues tertentu. membantu dalam melakukan prediksi akibat-akibat yang timbul dari ada atau tidaknya perubahan-perubahan dalam faktor penyebab. Dalam analisis kebijakan publik paling tidak meliputi tujuh langkah dasar. game model (contoh: latihan pemadam kebakaran). langsung ataupun tak langsung sejumlah tujuan yang telah ditentukan. implementasi.

Menurut William Dunn. Fokus politik pada kebijakan publik mendekatkan kajian politik pada administrasi negara. sehingga diperoleh kesimpulan mengenai alternatif mana yang paling layak . Tujuan penilaian adalah mendapatkan gambaran lebih jauh mengenai tingkat efektivitas dan fisibilitas tiap alternatif dalam pencapaian tujuan. Rekomendasi dapat satu atau beberapa alternatif.3 Pelaksanaan Kebijakan Publik Dalam pelaksanaannya. Ada beberapa Kriteria isu yang bisa dijadikan agenda kebijakan publik menurut Kimber.Berdasarkan pengamatan terhadap kebijakan yang telah ada. Dengan mengambil fokus ini tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan kekuatan politik atau budaya politik sebagai variabel bebas dalam upaya menjelaskan kebijakan publik tertentu sebagai variabel terikat. atau pertentangan pandangan mengenai karakter permasalahan tersebut. telah mencapai titik kritis tertentu jika diabaikan. kebijakan publik ini harus diturunkan dalam serangkaian petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang berlaku internal dalam birokrasi. (2) Dengan melakukan semacam analogi dari suatu kebijakan dalam sesuatu bidang dan dicoba menerapkannya dalam bidang yang tengah dikaji. (3) merupakan hasil pengkajian dari persoalan tertentu. Namun tidak semua isu bisa masuk menjadi suatu agenda kebijakan. telah mencapai tingkat partikularitas tertentu berdampak dramatis.4 Isu Kebijakan Publik Dalam agenda setting juga sangat penting untuk menentukan suatu isu publik yang akan diangkat dalam suatu agenda pemerintah. Sedangkan dari sisi masyarakat. yang menjabarkan pada masyarakat apa pelayanan yang menjadi haknya. Dalam rekomendasi ini sebaiknya dikemukakan strategi pelaksanaan dari alternatif kebijakan yang yang disodorkan kepada pembuat kebijakan publik. Salesbury. penjelasan maupun penilaian atas suatu masalah tertentu. • Penilaian Alternatif Alternatif-alternatif yang ada perlu dinilai berdasarkan kriteria sebagaimana yang dimaksud pada langkah ketiga. Sandbach. Maka untuk gejala seperti ini perlu penilaian etika dan falsafah atau pertimbangan lainnya yang mungkin diperlukan untuk bisa menilai secara lebih obyektif. Issue kebijakan (policy issues) sering disebut juga sebagai masalah kebijakan (policy problem). akan menjadi ancaman yang serius 2. menyangkut emosi tertentu dari sudut kepent. Perlu juga menjadi perhatian bahwa. 3. 3. isu kebijakan merupakan produk atau fungsi dari adanya perdebatan baik tentang rumusan. rincian. Hogwood dan Gunn. yang penting adalah adanya suatu standar pelayanan publik. mungkin suatu alternatif secara ekonomis menguntungkan. siapa yang bisa mendapatkannya. Hal ini akan mengikat pemerintah (negara) sebagai pemberi layanan dan masyarakat sebagai penerima layanan. diantaranya: 1. dengan argumentasi yang lengkap dari berbagai faktor penilaian tersebut. Policy issues biasanya muncul karena telah terjadi silang pendapat di antara para aktor mengenai arah tindakan yang telah atau akan ditempuh. orang banyak (umat manusia) dan mendapat dukungan media massa 4. 3. • Rekomendasi kebijakan Penilaian atas alternatif-alternatif akan memberikan gambaran tentang sebuah pilihan alternatif yang tepat untuk mencapai tujuan-kebijakan publik. efektif dan efisien. apa persyaratannnya. menjangkau dampak yang amat luas . juga bagaimana bentuk layanan itu. secara administrasi bisa dilaksanakan tetapi bertentangan dengan nilai-nilai sosial atau bahkan mempunyai dampak negatif kepada lingkungan. Tugas analis kebijakan publik pada langkah terakhir ini adalah merumuskan rekomendasi mengenai alternatif yang diperhitungkan dapat mencapai tujuan secara optimum. karena satuan analisisnya adalah proses pengambilan keputusan sampai dengan evaluasi dan pengawasan termasuk pelaksanaannya.

rogram.program yang diusulkan untuk menyelesaikan masalah kebijakan. Singkatnya.Mendukung. Pada situasi lain. Pemecahan masalah tersebut berasal dari berbagai alternatif atau pilihan kebijakan yang ada. mempermasalahkan kekuasaan dan keabsahan dalam masyarakat . Sama halnya dengan perjuangan suatu masalah untuk masuk dalam agenda kebijakan. Pada titik ini kemudian mulai membangkitkan tingkat perhatian tertentu. tetapi mudah dirasakan kehadirannya) Karakteristik : Para pejabat yang dipilih dan diangkat menempatkan masalah pada agenda publik. 1996). dan keterlibatan stakeholder. dalam tahap perumusan kebijakan masing-masing alternatif bersaing untuk dapat dipilih sebagai kebijakan yang diambil untuk memecahkan masalah. Sebuah kebijakan tidak boleh mengaburkan tingkat urgensi. awal dimulainya proses pembuatan kebijakan publik juga bisa berlangsung karena adanya masalah tertentu yang sudah sekian lama dipersepsikan sebagai "belum pernah tersentuh" oleh pemerintah atau ditanggulangi lewat kebijakan pemerintah. pada intinya isu kebijakan (policy issues) lazimnya muncul karena telah terjadi silang pendapat di antara para aktor mengenai arah tindakan yang telah atau akan ditempuh. melainkan dilakukan dalam seluruh proses kebijakan. Dengan demikian. Dipahami seperti itu. sementara lainnya ditunda untuk waktu lama. Di mana melalui proses ini orang belaja untuk mendukung pemerintah. Penilaian/ Evaluasi Kebijakan Secara umum evaluasi kebijakan dapat dikatakan sebagai kegiatan yang menyangkut estimasi atau penilaian kebijakan yang mencakup substansi. warga negara akan mengikuti arahan pemerintah. maupun tahap dampak kebijakan. evaluasi kebijakan tidak hanya dilakukan pada tahap akhir saja. Formulasi kebijakan Masalah yang sudah masuk dalam agenda kebijakan kemudia dibahas oleh para pembuat kebijakan. menyangkut suatu persoalan yang fasionable (sulit dijelaskan. timbulnya isu kebijakan publik . juga keterlibatan stakeholder.Legitimasi dapat dikelola melalui manipulasi simbolsimbol tertentu. atau pertentangan pandangan mengenai karakter permasalahan itu sendiri. maka isu bisa jadi merupakan kebijakan-kebijakan alternatif (alternative policies) atau suatu proses yang dimaksudkan untuk menciptakan kebijakan baru. implementasi dan dampak. 1990: 104). isu bukan hanya mengandung makna adanya masalah atau ancaman. (Wahab : 2001:35) Jadi. Dalam hal ini . Dukungan untuk rezim cenderung berdifusi cadangan dari sikap baik dan niat baik terhadap tindakan pemerintah yang membantu anggota mentolerir pemerintahan disonansi.5. Jika tindakan legitimasi dalam suatu masyarakat diatur oleh kedaulatan rakyat. Ilustrasi : Legislator negara dan kosponsornya menyiapkan rancangan undang-undang mengirimkan ke Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan untuk dipelajari dan disetujui. Pada sisi lain. maupun penilaian atas suatu masalah tertentu (Dunn. Adopsi/ Legitimasi Kebijakan Tujuan legitimasi adalah untuk memberikan otorisasi pada proses dasar pemerintahan. penjelasan. 6. 1990). Banyak masalah tidak disentuh sama sekali. atau kesadaran suatu kelompok mengenai kebijakan tertentu yang dianggap bermanfaat bagi mereka (Alford dan Friedland. tetapi juga peluang-peluang bagi tindakan positif tertentu dan kecenderungankecenderungan yang dipersepsikan sebagai memiliki nilai potensial yang signifikan (Hogwood dan Gunn. Masalah-masalah tadi didefinisikan untuk kemudian dicari pemecahan masalah yang terbaik. Artinya. Isu kebijakan dengan begitu lazimnya merupakan produk atau fungsi dari adanya perdebatan baik tentang rumusan rincian. esensi. Namun warga negara harus percaya bahwa tindakan pemerintah yang sah. evaluasi dipandang sebagai suatu kegiatan fungsional. evaluasi kebijakan bisa meliputi tahap perumusan masalah. Rancangan berhenti di komite dan tidak terpilih. implementasi. Penyusunan agenda kebijakan seyogianya dilakukan berdasarkan tingkat urgensi dan esensi kebijakan.masalah kebijakan.

isu sekunder. persepsi adalah "lensa konseptual" (conceptual lense) yang pada diri individu berfungsi sebagai kerangka analisis untuk memahami suatu masalah (Allison. makna persepsi (perception) tidak lain adalah proses dengan mana seseorang atau sekelompok orang memberikan muatan makna tertentu atas pentingnya sesuatu peristiwa atau stimulus tertentu yang berasal dari luar dirinya. maka biasanya makin strategis pula posisinya secara politis .terutama karena telah terjadi konflik atau "perbedaan persepsional" di antara para aktor atas suatu situasi problematik yang dihadapi oleh masyarakat pada suatu waktu tertentu. yaitu isu utama. Singkatnya. Dilihat dari sudut pandang ini. makin tinggi status peringkat yang diberikan atas sesuatu isu. Sebagai sebuah konsep. maka isu kebijakan publik itu. Kategorisasi ini menjelaskan bahwa makna penting yang melekat pada suatu isu akan ditentukan oleh peringkat yang dimilikinya. Dilihat dari peringkatnya. maka pemahaman. Karena dipengaruhi oleh daya persepsi inilah. Persepsi ini. maka besar kemungkinan masing-masing orang. isu fungsional. 1971). dan tentu saja perumusan atas suatu isu sesungguhnya amat bersifat subjektif. 1990). kelompok atau pihak-pihak tertentu dalam sistem politik yang berkepentingan atas sesuatu isu akan berbeda-beda dalam cara memahami dan bagaimana merumuskannya. dan isu minor (Dunn. pada gilirannya juga akan mempengaruhi terhadap penilaian mengenai status peringkat yang terkait pada sesuatu isu. Artinya. secara berurutan dapat dibagi menjadi empat kategori besar.

evaluasi. yaitu empiris. Kelima tipe informasi tersebut diperoleh melalui lima prosedur analisis kebijakan: perumusan masalah. dan tindakan-tindakan. Metodologi analisis kebijakan adalah sistem standar. dan mengkomunikasikan pengetahuan yang relevan dengan kebijakan. Prosedur-prosedur yang paling umum untuk memecahkan masalah-masalah kemanusiaan (deskripsi. valuatif. masa depan kebijakan. hasil kebijakan. Rekomendasi merupakan proses rasional di mana para analis memproduksi informasi dan argumen-argumen yang beralasan tentang solusi-solusi yang potensial dari masalah publik. Analisis kebijakan diharapkan untuk menghasilkan dan mentransformasikan informasi tentang nilai-nilai. dan prosedur untuk menciptakan. prediksi. dan keinginan untuk meningkatkan efisiensi pilihan di antara sejumlah alternatif lain. evaluatif. dan normatif. komitmen kepada pengkajian baik yang sifatnya deskriptif maupun kritik nilai. Secara historis. valuatif. Metodologi analisis kebijakan mempunyai beberapa karakteristik utama : perhatian yang tinggi pada perumusan dan pemecahan masalah. dan normatif. aturan. secara kritis menilai. peramalan. pemantauan. aksi kebijakan. rekomendasi. Analisis kebijakan mengambil dari berbagai disiplin yang tujuannya bersifat deskriptif. dan kinerja kebijakan. preskripsi) dapat dibandingkan dan dipertimbangkan menurut waktu kapan prosedur-orosedur tersebut digunakan (sebelum vs sesudah tindakan) dan jenis pertanyaan yang sesuai (empirik.Analisis kebijakan Publik 24May08 Komunikasi dan penggunaan pengetahuan yang relevan dengan kebijakan adalah sentral dalam praktik dan teori analisis kebijakan. . tujuan analisis kebijakan adalah menyediakan informasi bagi pembuat kebijakan untuk dijadikan bahan pertimbangan yang nalar guna menemukan pemecahan masalah kebijakan. normatif). dan evaluasi. dalam pengertiannya yang luas. fakta-fakta. melibatkan hasil pengetahuan tentang dan di dalam proses kebijakan. Ketiga macam tipe informasi itu dihubungka dengan tiga pendekatan analisis kebijakan. Analisis kebijakan. Lima tipe informasi yang dihasilkan oleh analisis kebijakan adalah: masalah kebijakan.

prospektif. dan kesederhanaan. Perumusan masalah merupakan aspek paling krusial tetapi paling tidak dipahami dari analisi kebijakan. artifisial. Analisis kebijakan terdiri dari tiga elemen: metode-metode kebijakan. argumentasi. klaim kebijakan. dan penguat. Analisis kebijakan umunya bersifat kognitif. dan saling eksklusif. tergantung pada asumsi yang terkandung di dalam suatu argumen kebijakan. Terdapat tiga bentuk utama analisis kebijakan: retrospektif. Isu-isu kebijakan yang nampak sederhana seringkali sama kompleksnya seperti sistem masalah dari mana mereka . dan dinamis. dukungan.Setiap argumen kebijakan memunyai enam elemen: informasi yang relevan dengan kebijakan. regularitas fungsional. komponen informasi kebijakan. Informasi kebijakan yang sama dapat mengarah ke pernyataan kebijakan yang sama sekali berbeda. merupakan realitas objektif. dan kritik nilai. Masalah-masalah kebijakan jarang dipecah ke dalam bagian-bagian yang independen. Proses perumusan masalah-masalah kebijakn kelihatannya tidak mengikuti aturan yang jelas sementara masalah itu sendiri seringkali sangat kompleks sehingga tampak sulit dibuat sistematis. analisentrik. subjektif. pragmatis. statistikal. Karakteristik utama masalah-masalah kebijakan adalah saling tergantung. Sistem kebijakan bersifat dialektis. sedangkan pembuat kebijakan bersifat politis. konsonansi. eksplanatori. Ada dua pendekatan yang berlawanan untuk mendefinisikan pengetahuan : esensialis dan plausibilis. kohesivitas. Para analis kebijakan lebih sering gagal karena mereka memecahkan masalah yang salah dibanding karena mereka menemukan solusi yang salah terhadap masalah yang benar. intuitif. bantahan. klasifikasional. Pengetahuan yang siap pakai atau yang relevan dengan kebijakan mengandung pernyataan kebenaran yang secara plausibel optimal yang dibuat dengan keterlibatan di dalam proses komunikasi. kehematan dan ketepatan fungsional. merupaka kreasi subjektif dari pelaku kebijakan. dan terintegrasi. pembenaran. dan transformasi informasi kebijakan. Kriteria untuk mengkaji plausibilitas argumen kebijakan meliputi kelengkapan. berbeda. dan debat kebijakan. masalh-masalah sesungguhnya merupakan sistem masalah dengan sifat-sifat yang teologis (purposif) sedemikian rupa sehingga dari keseluruhan tidak sama dengan jumlah kuantitatif bagian-bagiannya. Ada delapan cara argumen kebijakan yang dapat dipertimbangkan: otoritatif. dan para pelaku kebijakan merupakan produk dari sistem kebijakan.

analisis klasifikasional. dan asumsi-asumsi metodologis (pengganti lawan perspektif). dan konjektur didasarfkan pada argumen yang berdasar pada fikiran dan motivasi. Tiap tahap-tahap itu menghasilkan informasi mengenai situasi masalah. Masalah yang rumit mengharuskan analisis mengambil bagian aktif dalam mendefinisikan sifat masalah itu sendiri. semenjak setiap orang menggunakan beberapa model untuk menyederhanakan kondisi masalah.berasal. pendefinisian masalah. Banyak dari masalah kebijakan yang sangat penting adalah yang rumit karena masalahmasalah tersebut merupakan suatu sistem masalah yang benar-benar kompleks yang mengandung konflik yang tinggi di antara para pelaku kebijakann yang saling bersaing. analisis hierarki. pencarian masalah. sinektika. dan konjektur. Isu-isu kebijakan merupakan hasil dari perselisihan sebelumnya tentang hakikat masalah-masalah kebijakan. simbolis. prediksi didasarkan pada argumen yang berasal dari sebab dan analogi. Metode-metode untuk merumuskan masalahmasalah kebijakan meliputi analisis batasan. meta masalah. dan pandangan pribadi. analisis perspektif berganda. Perumusan masalah adalah suatu proses dengan empat tahap yang saling tergantung: penghayatan masalah. mengevaluasi atau membuat rekomendasi. dan spesifikasi masalah. prosedural). bentuk ekspresi (verbal. penggunaannya bukan masalah pilihan. yang didasarkan pada interpretasi yang selektif terhadap kondisi masalah. utilitas (nilai). Proyeksi dibenarkan oleh argumen dari metode kasus paralel. Model kebijakan tidak dapat membedakan antara pertanyaan yang penting dan tidak penting. analisis kebijakan diarahkan secara seimbang kepada perumusan masalah dan pemecahan masalah. prediksi. Model-model kebijakan berguna dan penting. Peramalan dapat digunakan untuk membuat estimasi . memprediksi. teori. juga model tidak dapat menjelaskan. Peramalan dapat mengambil tiga bentuk utama: proyeksi. analisis asumsional dan pemetaan argumentasi. Kompleksitas dari struktur masalah bervariasi sesuai dengan karakteristik dan hubungan di antara lima elemen: pembuat kebijakan. brainstorming. probabilitas hasil. Dimensi-dimensi yang paling penting dari model-model kebijakan adalah tujuan (deskriptif lawan normatif). dan masalah formal. alternatif. masalah substantif. hasil. karena penilaian berada di luar model dan bukan bagiannya. Model-model kebijakan adalah penyederhanaan representasi aspek-aspek kondisi masalah yang terseleksi. Masingmasing mempunyai bentuk yang berbeda: ekstrapolasi kecenderungan.

ekonomis. dan rekomendasi alternatif yang paling dapat memenuhi kebutuhan. spesifikasi periode waktu. ketidakpastian atau resiko.tentang tiga tipe situasi masyarakat masa depan: masa depan potensial. Rekomendasi berkenaan pemilihan secara bernalar dua atau lebih alternatif. Kelebihan dari satu pendekatan atau teknik seringkali merupakan keterbatasan dari yang lainnya. legal. teoritis. Tujuan dan sasaran dapat dibandingkan dan dipertentangkan dalam hal dan arah tujuannya. dan hasil yang terjadi pada satu titik waktu. kecukupan. tipe definisi. kepastian. dan erotetis. perbandingan konsekuensi dua atau lebih alternatif untuk memcahkan masalah. perataan. dan perlakuan terhadap kelompok target. efisiensi. karena model ini didasarkan pad tiga asumsi yang tidak realistis: pembuat keputusan tunggal. substantif. Antara lain adalah efektivitas. dan masa depan normatif. prosedur pengukuran. Tipe-tipe pilihan yang rasional dibedakan menurut bentuk kriteria penentuan alternatif. Model pilihan sederhana menghindari kompleksitas dari kebanyakan situasi pilihan. Metode analisis kebijakan sangat terkait dengan persoalan moral dan etika. Model pilihan yang kompleks didasarkan pada asumsi-asumsi yang lain: banyaknya pembuat kebijakan. Sebagian besar pilihan adalah bersifat multirasional karena pilihan-pilihan tersebut mempunyai dasar rasional yang banyak pula. Model pilihan yang sederhana meliputi definisi masalah yang memerlukan dilakukannya suatu tindakan. Model pilihan yang sederhana mengandung dua elemen utama: premis fakta dan premis nilai. Bukti tentang hal ini ditunjukkan dengan adanya enam rasionalitas: teknis. maka pilihan-pilihan tersebut harus memuaskan kondisi yang dilukiskan sebagai teori rasionalitas komprehensif dalam pembuatan keputusan. nilai atau kesempatan. dan akibat yang terus berkembang sejalan dengan berjalannya waktu. Agar pilihan menjadi rasional dan pada saat yang sama komprehensif. . sosial. demikian sebaliknya. karena rekomendasi kebijakan mengharuskan kita menentukan alternatif-alternatif mana yang paling bernilai dan mengapa demikian. Pemahaman dan penggunaan teknik peramalan dibuat lebih mudah jika mereka dikelompokkan menurut tiga pendekatan: ekstarpolatif. dan intuitif. daya tanggap dan kelayakan. Pendekatanpendekatan yang berbeda mengenai peramlan bersifat saling melengkapi. masa depan yang masuk akal.

tindakan kebijakan memiliki dua tujuan utama: regulasi dan alokasi. dan orientasi pada perubahan. eksperimental sosial. Dalam membuat rekomendasi analisis kebijakan secara khusus menjawab berbagai persoalan tentang sasaran. biaya. Dan resiko serta ketidakpastian. Eksperimental sosial berusaha untuk mengikuti prosedur yang digunakan dalam eksperimen klasik dalam . dan rekomendasi itu sendiri. dan sintesis riset dan praktek. Sementara itu. hambatan-hambatan. identifikasi tipe-tipe biaya dan manfaat. melakukan diskonting terhadap biaya dan manfaat. pemeriksan sosial. analisis dan interpretasi informasi. spesifikasi kelompok sasaran. Dua pendekatan utama untuk rekomendasi analisis kebijakan publik adalah analisis biayamanfaat dan analisis biaya efektivitas. Ada dua jenis hasil kebijakan: keluaran dan dampak. Tindakan kebijakan juga ada dua: masukan dan proses. Pemantauan dapat dipilah ke dalam empat pendekatan: akuntansi sistem sosial. spesifikasi kriteria untuk merekomendasi. Pemantauan menghasilkan pernyataan yang bersifat penandaan setelah kebijakan dan program diadopsi dan diimplementasikan (ex posy facto). memaksimalkan redistribusi kesejahteraan (rawls). Pemantauan merupakan prosedur analisis kebijakn guna menghasilkan informasi tentang penyebab dan konsekuensi dari kebijakan-kebijakn publik. Pendekatan-pendekatan terhadap pemantauan memperhatikan hasil-hasil yang berkaitan dengan kebijakan. Dalam melakukan analisis biaya-manfaat adalah perlu untuk melengkapi serangkaian langkah-langkah: spesifikasi sasaran. hakekat tujuan kebijakan publik yang bersifat kolektif. Analisis biaya efektifitas tepat digunakan jika sasaran-sasaran tidak dapat diungkapkan dalam pendapatan bersih. pemerikasaan.Jawaban terhadap persoalan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara: memaksimalkan kesejahteraan individu. dan arti barang-barang publik. melindungi kesejahteraan minimal (pareto). akuntansi. Informasi yang dihasilkan melalui pemantauan memiliki setidak-tidaknya empat fungsi: ketundukan. memaksimalkan kesejahteraan bersih (kaldor-hicks). pengumpulan. Pemantauan bermaksud memberikan pernyataan yang bersifat penandaan dan oleh karenanya terutama berkepentingan untuk menetapkan premis-premis faktual tentang kebijakan publik. eksternalitas waktu. berfokus pada tujuan. Pilihan publik dan swasta berbeda dalam tiga hal: hakekat proses kebijakan publik. Identikasi alternatif. pemeriksaan sosial. dan eksplanasi. sedangkan peramalan menghasilakan pernyataan yang bersifat penandaan sebelum tindakan dilakukan (ex ante).

membantu mencakup banyak dimensi dari proses kebijakan. estimasi. orientasi masa kini dan masa lalu. membandingkan. dan evaluasi teoritis keputusan. dan mengkaji hasil-hasil dari implementasi kebijakan dan program di masa lalu. Kapasitas eksperimen sosial untuk menghasilkan inferensi kausal yang valid disebut validitas internal. evaluasi formal. rancangan yang acak. Sintesis riset dan praktek menggunakan informasi yang tersedia dalam bentuk studi kasus dan laporan penelitian untuk merangkum. kesamaan. daya tanggap. . dan dapat digunakan untuk mebuat argumen dengan cara kasus paralel dan analogi. ada kelompok pembanding (kontrol). kecukupan. Tiga pendekatn utam evaluasi dalam analisis kebijakan: evaluasi semu. Metode ini efisien. dan kelayakan. Pemeriksaan sosial merupakan respon konstruksi terhadap keterbatasan dan akuntansi sistem sosial dan eksperimental sosial. Keterbatasan utama dari sintesis riset dan praktek adalah reliabilitas dan validitas informasi yang tersedia tersebut.laboratorium: kontrol langsung terhadap perlakuan atau stimuli. kejelasan dan kritik niali-nilai yang mendasari pilihan tujuan dan sasaran dan penyediaan informasi bagi perumusan masalah dan inferensi praktis. Fungsi-fungsi utama dari analisis kebijakan adalah penyediaan informasi yang valid dan dapat dipercaya mengenai kinerja kebijakan. Kriteria evaluasi kebijakan: efektifitas. Evaluasi mempunyai beberapa karakteristik yang membedakannya dari metode-metode analisis kebijakan yang lain: titik berat kepada nilai hubungan ketergantunagn antara nilai dan fakta. dan dualitas niali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful