Tentang pemindahan arah kiblat

142 Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata:` Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya? `Katakanlah:` Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus. `(QS. 2:142) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 142 (142)Ayat ini diturunkan di Madinah berkenaan dengan pemindahan kiblat kaum muslimin dari Baitul Makdis (Masjidil Aqsa) ke Baitullah (Masjidil Haram). Nabi Muhammad saw. serta kaum muslimin ketika masih berada di Mekah bersembahyang menghadap Baitul Makdis sebagaimana yang dilakukan oleh nabi-nabi sebelumnya, akan tetapi beliau mempunyai keinginan dan harapan agar kiblat tersebut pindah ke Kakbah yang berada di Masjidil Haram di Mekah. Sebab itu, beliau berusaha menghimpun kedua kiblat itu dengan cara menghadap ke Kakbah dan Baitul Makdis sekaligus, dengan mengerjakan salat di sebelah selatan Kakbah menghadap ke utara, karena Baitul Makdis juga terletak di utara.Setelah beliau berhijrah ke Madinah tentulah tidak mungkin lagi untuk berbuat demikian karena Kakbah tidak terletak di utara kota Madinah, tidak lagi dalam satu arah dengan Baitul Makdis. Dengan demikian beliau setelah berada di Madinah hanyalah menghadap Baitul Makdis saja ketika salat hal itu berlangsung selama 16 bulan; dan beliau berdoa agar Allah menetapkan Kakbah menjadi kiblat sebagai pengganti Baitul Makdis. Beliau menengadahkan wajahnya ke langit menantikan wahyu dari Alah swt. dengan penuh harapan, tanpa mengucapkan sepatah kata pun sebagai salah seorang hamba Allah yang berbudi luhur dan berserah diri kepada-Nya. Tidak lama kemudian, turunlah ayat ini yang memerintahkan perpindahan kiblat dari Baitul Makdis ke Kakbah. Dan ayat ini diturunkan pada bulan Rajab tahun kedua hijriah. Ayat ini sekaligus merupakan jawaban terhadap ejekan kaum musyrikin dan terhadap keingkaran orang-orang Yahudi, dan kaum munafik atas kepindahan kiblat tersebut.Orang-orang yang mengingkari dan mengejek perpindahan kiblat tersebut, oleh ayat ini dinamakan sebagai "orang-orang yang kurang akal" karena tidak mengetahui persoalanpersoalan yang pokok dalam masalah perpindahan kiblat itu namun mereka telah mencelanya. Mereka tidak menginsafi bahwa arah yang empat, yaitu timur, barat, utara dan selatan semuanya adalah kepunyaan Allah swt. tidak ada keistimewaan yang satu terhadap yang lain. Dengan demikian, apabila Allah memerintahkan hamba-Nya menghadap ke salah satu arah dalam salat, maka hal ini bukanlah disebabkan karena arah tersebut lebih mulia dari yang lain, melainkan semata-mata untuk menguji kepatuhan mereka kepada perintah dan peraturan-Nya. Kaum Yahudi, musyrikin dan munafikin yang perpindahan mengingkari perpindahan kiblat tersebut, oleh Tuhan disebut sebagai "orang-orang yang kurang akal (sufaha)". Mereka menanyakan alasan-alasan perpindahan itu. Dan Nabi Muhammad saw. diperintahkan Allah untuk memberikan jawaban kepada mereka dengan mengatakan bahwa semua arah kepunyaan Allah. Apabila Dia menentukan suatu kiblat bagi kaum muslimin, maka hal itu adalah untuk mempersatukan mereka dalam beribadah. Hanya saja orang-orang yang kurang akal telah menjadikan batu-batu dan bangunan-bangunan tersebut sebagai pokok dasar dari agama. Padahal kelebihan dan keutamaan sesuatu arah bukanlah karena zatnya sendiri, melainkan karena ia telah dipilih dan ditentukan Allah swt.Pada akhir ayat ini, Allah swt. menegaskan bahwa Dia memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus. Maka siapa saja yang patuh dan menaati perintah Allah tentulah akan beroleh petunjuk-Nya untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebaliknya orang-orang yang ingkar dan kufur terhadap agama-Nya tentulah tidak akan memperoleh petunjuk dan hidayah-Nya. Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Baqarah 142

Maka umat Islam menjadi saksi atas mereka semuanya karena sifatnya yang adil dan terpilih dan dalam melaksanakan hidupnya sehari-hari selalu menempuh jalan tengah. Sabi'in dan orang-orang Hindu. Tetapi orang-orang yang mendapat petunjuk dari Allah dengan mengetahui hukum-hukum agamanya dan rahasia syariatnya. Menggunakan 'sin' yang menunjukkan masa depan. mereka insaf bahwa melaksanakan ibadat dengan menghadap kiblat itu adalah semata-mata karena perintah Allah bukan karena sesuatu rahasia yang tersembunyi pada tempat itu sendiri dan bahwasanya penempatan kiblat itu untuk menghimpun manusia sehingga menjadi kesatuan yang bulat.(QS. umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. kurang akalnya. Demikian pula Rasulullah saw. Memang pemindahan kiblat itu dirasakan sangat berat oleh orang yang fanatik kepada kiblat yang pertama. musyrikin serta orang-orang yang tidak beragama. yaitu Baitulmakdis. Dan Kami tidak menjadikan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. karena manusia pada umumnya sulit untuk merubah dan meninggalkan kebiasaannya. merupakan pemberitaan tentang peristiwa gaib. sehingga mereka menjadi umat yang adil dan pilihan dan akan menjadi saksi atas keingkaran orang-orang yang kafir. sehingga jika Dia menyuruh kita menghadap ke arah mana saja. Termasuk dalam golongan itu ialah kamu sendiri dan sebagai buktinya ialah:143 Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam).Mereka dalam segala aspek persoalan hidup berada di tengah-tengah antara orang-orang yang mementingkan kebendaan dalam penghidupannya seperti orang-orang Yahudi. Kemudian Allah menjelaskan bahwa perubahan kiblat dari Baitul Makdis ke Kakbah itu adalah untuk menguji manusia. Umat Islam harus senantiasa menegakkan keadilan dan kebenaran serta membela yang hak dan melenyapkan yang batil. kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. (Katakanlah. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. "Milik Allahlah timur dan barat) maksudnya semua arah atau mata angin adalah milik Allah belaka. Untuk menghilangkan keragu-raguan dari sebagian kaum muslimin tentang pahala salatnya . dan orang-orang yang hanya mementingkan kerohanian saja seperti orang-orang Nasrani.(142) (Orang-orang yang bodoh. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat. 2:143) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 143 (143) Umat Islam adalah umat yang mendapat petunjuk dari Allah swt. 3. menjadi saksi bagi umatnya bahwa umatnya itu sebaik-baik umat yang diciptakan untuk memberi petunjuk kepada manusia dengan amar makruf dan nahi mungkar. yang melupakan hak-hak ketuhanan dan cenderung kepada memuaskan hawa nafsu dan jadi saksi pula terhadap orang-orang yang berlebih-lebihan dalam soal agama sehingga melepaskannya dari segala kenikmatan jasmani dengan menyiksa diri dan menahan dirinya dari kehidupan yang wajar. siapa di antara mereka yang benar-benar beriman dan mengikuti pedoman Rasul dan siapa pula yang lemah imannya serta membelok dari jalan yang lurus. (Apakah yang memalingkan mereka) yakni Nabi saw.Dengan demikian maka umat Islam menjadi saksi yang adil dan terpilih atas keterlaluan orang-orang yang bersandar pada kebendaan itu. di antara manusia) yakni orang-orang Yahudi dan kaum musyrikin akan mengatakan. dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. dan kaum mukminin (dari kiblat mereka yang mereka pakai selama ini) maksudnya yang mereka tuju di waktu salat. (Dia memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya) sesuai dengan petunjuk-Nya (ke jalan yang lurus") yakni agama Islam. maka tak ada yang akan menentang-Nya.

oleh sebab itu beliau sering menengadahkan mukanya ke langit menantikan wahyu yang akan memerintahkan perpindahan kiblat itu.Jadi tidak diwajibkan menghadap kepada bangunan Kakbah itu sendiri.145 Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil). Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui. Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Baqarah 145 (145) (Dan sesungguhnya jika) lam untuk sumpah (kamu datangkan kepada orang-orang yang diberi Alkitab semua bukti) atas kebenaranmu tentang soal kiblat (mereka tidak mengikuti) maksudnya . Nabi Muhammad saw. palingkanlah mukamu ke arahnya. Pemindahan kiblat ke Kakbah itu adalah ketetapan yang benar dari Allah. dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka.(QS. Maka turunlah ayat ini menetapkan perpindahan kiblat tersebut dari Baitul Makdis ke Kakbah. bahkan mereka menimbulkan fitnah dan menyebarkan keragu-raguan di antara orang-orang Islam yang lemah imannya. 2:144) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 144 (144) Sebagaimana telah diterangkan dalam riwayat tentang sebab turunnya ayat tersebut di atas. Andaikata kaum muslimin mengikuti keinginan mereka itu.(QS. bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya. semua ayat (keterangan). maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. 2:145) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 145 (145) Orang-orang yang berwatak demikian tidak dapat diharapkan bahwa mereka akan kembali kepada kebenaran. dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. maka Allah menerangkan bahwa Dia sekalikali tidak akan menyia-nyiakan iman dan amal orang-orang yang mematuhi Rasul karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. mereka tidak akan mengikuti kiblatmu. Di sini disebutkan arah Masjidil Haram. bukan Kakbah sebagai isyarat yang membolehkan kita menghadap "ke arah Kakbah" pada waktu salat apabila Kakbah itu jauh letaknya dari kita dan tidak dapat dilihat. dan sebagaimana mereka sebaiknya mengetahui ilmu falak untuk mengetahui jadwal waktu salat. tetapi mereka itu membantah kebenaran ini. Dan di mana saja kamu berada. Terhadap sesama mereka pun kaum Yahudi dan Nasrani itu tetap mempertahankan kiblatnya masing-masing. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu. Dengan demikian maka seluruh kaum muslimin di berbagai penjuru bumi wajib menghadap "ke arah Kakbah" dalam salat dan untuk melaksanakan tugas itu mereka pun diwajibkan (wajib kifayah) mengetahui ilmu bumi sekedar untuk mengetahui arah kiblat dalam salat. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim. tentulah mereka akan termasuk orang-orang yang aniaya. Oleh sebab itu mereka tidak akan mau mengikuti kiblat umat Islam. dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Mereka akan tetap dalam kesesatan meskipun diberi alasan dan keterangan serta bukti-bukti yang jelas. ingin sekali supaya kiblat itu ditetapkan Allah ke arah Kakbah.selama mereka menghadap ke Baitul Makdis dulu.144 Sesungguhnya Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit. kecuali orang-orang yang dapat melihatnya.

" (Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran) maksudnya ciri-cirinya itu (padahal mereka mengetahui) keadaanmu dan siapa kamu yang sebenarnya. sebagaimana aku mengenal putraku sendiri. itu adalah nabi dan bahwa Kakbah itu adalah kiblat. mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Dan sebagian mereka pun tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain) maksudnya orang-orang Yahudi terhadap kiblat orang-orang Kristen dan sebaliknya orang-orang Kristen terhadap kiblat orang-orang Yahudi. itu benar. (Q. menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Alquran). nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. bahwa beliau berjumpa dengan seorang pendeta Yahudi yang telah masuk Islam bernama Abdullah bin Salam yang berkata demikian: "Saya lebih mengenal Nabi Muhammad daripada mengenal anak saya sendiri. maka aku pun segera mengenalnya. Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Baqarah 146 (146) (Orang-orang yang Kami beri Alkitab mengenalnya) Muhammad (sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri) karena disebutkan ciri-cirinya dalam kitab-kitab suci mereka. ada saja kemungkinan bahwa ibunya telah berkhianat. tetapi sebagian lagi dari mereka ada yang mengakui kebenarannya serta mempercayai dan menerima petunjuknya. 147 Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. itu lebih daripada mengenal anaknya sendiri. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah swt.Diriwayatkan dari Umar.tidak akan mengikuti (kiblatmu) disebabkan keingkaran (dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka).S Al A'raf: 157) Orang-orang Yahudi itu mengenal Nabi Muhammad saw. kembali berkiblat ke Baitulmakdis.: / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah (157) Artinya: Yaitu orang-orang yang mengikuti rasul. 2:146) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir 146 (146) Orang-orang Yahudi mengetahui bahwa apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Maka orang-orang yang beriman kepadanya memuliakannya. Hal ini dipastikan Allah mengingat keinginan kuat dari Nabi agar mereka masuk Islam dan keinginan kuat mereka agar Nabi saw." Maka Umar mencium kepala Abdullah bin Salam." Umar bertanya kepadanya: "Mengapa?" Ia menjawab: "Karena aku sedikit pun tidak meragukan bahwa Muhammad itu adalah nabi. sedangkan mengenai anakku. (Dan sekiranya kamu mengikuti keinginan mereka) yang mereka ajukan dan tawarkan kepadamu (setelah datang ilmu kepadamu) maksudnya wahyu. padahal mereka mengetahui. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran.(QS. karena mereka telah mengenal Nabi Muhammad itu dari kitab-kitab mereka sendiri.Sebagian orang-orang Yahudi mengingkari dan menyembunyikan kebenaran bahwa Nabi Muhammad saw. (maka kalau begitu kamu) apabila kamu mengikuti mereka (termasuk golongan orang-orang yang aniaya). karena telah disebut-sebut di dalam Kitab Taurat dengan sifat-sifatnya yang cocok dengan pribadi Nabi Muhammad saw. Kata Ibnu Salam. "Sesungguhnya ketika aku melihatnya.146 Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. bahkan lebih kuat lagi mengenal Muhammad. Nabi itu menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka yang buruk-buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang orang .

Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). iman kepada hari kiamat dan lain-lain. Menurut suatu qiraat bukan 'muwalliihaa' tetapi 'muwallaahaa' yang berarti majikan atau yang menguasainya. menghadap ke Kakbah. (maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan) yakni segera menaati dan menerimanya.(QS. beramal. bukan apa yang dikatakan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Yang prinsip ialah beriman kepada Allah dan mematuhi segala perintah-Nya. lalu dibalas-Nya amal perbuatanmu. Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Baqarah 147 (147) (Kebenaran itu) betapa pun (dari Tuhanmu. Allah nanti akan menghimpun sekalian manusia untuk menghitung dan membalas segala amal perbuatannya. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail a. tetapi hendaklah kaum muslimin bekerja dengan giat. "Jangan kamu ragu!" 148 Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. 2:148) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 148 (148) Setiap umat mempunyai kiblat masing-masing. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. misalnya mengenai soal kiblat ini. Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Baqarah 148 (148) (Dan bagi masing-masing) maksudnya masing-masing umat (ada arah dan tujuan) maksudnya kiblat (tempat ia menghadapkan wajahnya) di waktu salatnya.yang ragu. tidak ada yang melemahkannya untuk mengumpulkan seluruh manusia pada hari pemb. (Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu). . Karena Allah telah memerintahkan supaya kaum muslimin menghadap ke Kakbah dalam salat. Bani Israil menghadap ke Baitul Makdis dan orang-orang Nasrani menghadap ke timur. Sebenarnya masalah kiblat ini bukanlah masalah prinsip sebagai asas agama seperti tauhid. fitnahan dan cemoohan dari orang-orang yang ingkar itu tidak perlu dilayani. Dalam hal ini kaum muslimin tidak boleh ragu-iagu. (Di mana saja kamu berada. Susunan kata seperti itu lebih kuat lagi daripada mengatakan. maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan) dalam kebimbangan. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 2:147) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 147 (147) Yang benar itu adalah apa yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya. tetapi kiblat ini hanya merupakan suatu arah yang masing-masing umat diperintahkan untuk menghadap kepadanya dalam salat mereka. pastilah Allah akan mengumpulkan kamu semua) yakni di hari kiamat. bertaubat dan berlomba-lomba membuat kebajikan.(QS. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan.s.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful