P. 1
KAJIAN PUSTAKA

KAJIAN PUSTAKA

|Views: 73|Likes:
Published by Sahdan Oesman

More info:

Published by: Sahdan Oesman on Sep 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2013

pdf

text

original

KAJIAN PUSTAKA

1.

A. Kajian Tentang Metode Mind Mapping

Mind mapping merupakan alat paling hebat yang membantu otak berpikir secara teratur (Buzan,2005:4). Mind mapping merupakan cara paling mudah untuk memasukkan informasi ke dalam otak, dan untuk mengambil informasi dari otak (Buzan, 2002:6). Mind mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran kita (Buzan, 2007:4) Mind mapping selalu menggunakan warna, garis, lambang, kata-kata, serta gambar, berdasarkan seperangkat aturan yang sederhana, mendasar, alami dan akrab bagi otak. Dengan menggunakan mind mapping, daftar informasi panjang dan menjenuhkan akan bisa diubah bentuknya menjadi diagram berwarna-warni, mudah diingat dan sangat beraturan serta sejalan dengan cara kerja otak. Mind mapping tidak ada bedanya dengan peta kota. Bila bagian tengah mind mapping merupakan topik (gagasan sentral), sedangkan pada bagian tengah pada peta kota adalah pusat kota. Jalan-jalan protokol yang memencar keluar dari pusat kota diibaratkan gagasan-gagasan pokok dalam proses berpikir, begitu seterusnya membuka cabang-cabang sekunder lagi. Peta pikiran adalah teknik pemanfaatan keseluruhan otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan (Porter & Hernacki, 2002:152). Di dalam otak kita sering kali mengingat informasi dalam bentuk gambar, simbol, suara, bentuk-bentuk dan perasaan. Peta pikiran ini menggunakan pengingatpengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan, seperti peta jalan yang digunakan belajar, mengorganisasikan, dan merencanakan. Peta ini dapat membangkitkan ide-ide orisinal dan memicu ingatan dengan mudah. Mind mapping atau pemetaan pikiran merupakan salah satu teknik mencatat tinggi. Informasi berupa materi pelajaran yang diterima siswa dapat diingat dengan bantuan catatan. Peta pikiran merupakan bentuk catatan yang tidak monoton karena mind mapping memadukan fungsi kerja otak secara bersamaan dan saling berkaitan satu sama lain. Sehingga akan terjadi keseimbangan kerja kedua belahan otak. Otak dapat menerima informasi berupa gambar, sombol, citra, musik, dan lain-lain yang berhubungan dengan fungsi kerja otak kanan. Mind mapping dapat menghubungkan ide baru dan unik dengan ide yang sudah ada, sehingga menimbulkan adanya tindakan spesifik yang dilakukan oleh siswa. Dengan penggunaan warna dan simbol-simbol yang menarik akan menciptakan suatu hasil pemetaan pikiran yang baru dan berbeda. Pemetaan pikiran merupakan salah satu produk kreatif yang dihasilkan oleh siswa dalam kegiatan belajar. 1. Langkah-langkah Metode Mind Mapping.

Mind mapping sangat mudah dibuat. Bahan-bahan yang harus disediakan ketika membuat mind mapping antara lain : (a) kertas kosong, (b) pena dan pensil warna, (c) otak, dan (d) imajinasi. Dengan keempat bahan tersebut gagasan akan secara mudah lahir. Cara kerja mind mapping adlah menuliskan tema utama sebagai titik sentral/ tengah dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Beberapa hal penting dalam membuat peta pikiran ada dibawah ini, yaitu : 1. 2. 3. 4. Memastikan tema utama terletak ditengah-tengah Dari tema utama akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama. Mencari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol. Gunakan huruf besar. Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di peta pikiran,. Selain itu membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Membuat peta pikiran di peta polos dan menghilangkan proses edit. Ide dari peta pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Oleh karena itu disarankan menggunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi peta pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi

5.

6.

pada peta pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari. Menyisakan ruangan untuk penambahan tema (Sofa, 2008).

Buzan (2005:21) menerangkan bahwa ada tujuh langkah cara menbuat mind mapping, yaitu : 1. Memulai dari bagian tengah permukaan secarik kertas kosong yang diletakkan dalam posisi memanjang. Dengan memulai dari tengah-tengah permukaan kertas akan memberikan keleluasaan bagi cara kerja otak untuk memencar keluar ke segala arah, dan mengekspresikan diri lebih bebas dan alami. Menggunakan sebuah gambar untuk gagasan sentral. Karena suatu gambar bernilai seribu kata dan membantu memunculkan imajinasi. Gambar yang letaknya ditengah-tengah akan lebih menarik, membuat penulis fokus, membantu penulis memusatkan pikiran, dan membuat otak semakin aktif dan sibuk. Menggunakan warna pada seluruh mind mapping. Warna akan membuat mind mapping tampak lebih cerah dan hidup, meningkatkan kekuatan dahsyat bagi cara berpikir kreatif. Menghubungkan cabang-cabang utama ke gambar sentral dan menghubungkan cabang-cabang tingkat kedua dan ketiga pada tingkat pertama dan kedua, dan seterusnya. Membuat cabang-cabang mind mapping membentuk melengkung. Cabang-cabang dibuat melengkung agar menghilangkan kebosanan pada otak. Cabang-cabang yang melengkung menimbulkan kesan yang lebih menarik bila dibanding garis lurus. Menggunakan satu kata kunci per baris. Kata kunci tunggal akan membuat mind mapping lebih kuat dan fleksibel. Menggunakan gambar pada seluruh mind mapping. Dalam setiap gambar bernilai seribu kata. Manfaat Metode Mind Mapping

2.

3. 4. 5.

6. 7. 1.

Mind mapping adalah sebuah metode untuk mengelola informasi secara menyeluruh. Secara lengkap mind mapping dapat digunakan untuk :

     

Menyimpan informasi Mengorganisasikan informasi Membuat prioritas Belajar memahami informasi dalam konteksnya Melakukan review atas sebuah materi pembelajaran Mengingat informasi secara lengkap.

Agar dapat memenuhi fungsi-fungsi di atas maka informasi dalam mind mapping disajikan dengan cara menggabungkan kata dan gambar. Kata yang dipilih merupakan kata kunci (keyword) yang dapat memberikan efek stimulasi baik dalam logika berpikir maupun secara emosional. Sedangkan gambar yang dipilih disesuaikan dengan asosiasi terhadap kata kunci sehingga berfungsi mengaktifkan kelima indera dan kreativitas. Lewat penggunaan gambar, informasi yang dicatat seolah-olah bisa didengarkan, disentuh, dirasakan, dicium, dan dilihat. Mind mapping memiliki banyak kelebihan, termasuk diantaranya kelebihan dapat menghemat waktu, mengatur dan menjernihkan pikiran, meghasilkan gagasan-gagasan baru, dapat mengikuti perkembangan hal-hal yang sedang dilakukan, serta memperbaiki daya ingat dan konsentrasi secara dramatis. Mind mapping sangat bermanfaat dalam kegiatan apapun. Seperti yang diungkapkan oleh Porter & Hernacki (2002:172), bahwa pemetaan pikiran (mind Mapsping) memiliki beberapa manfaat sebagai berikut : 1. Dapat memusatkan perhatian

Dengan membuat mind mapping, membantu kita untuk berkonsentrasi pada gagasan yang dicari, sehingga tidak perlu berpikir untuk menangkap setiap kata yang dibicarakan. 1. Meningkatkan Pemahaman

Ketika membaca suatu tulisan, peta pikiran akan meningkatkan pemahaman dan memberikan catatan tinjauan ulang yang sangat berarti.

1.

Menyenangkan

Dengan menggunakan mind mapping, imajinasi dan kreativitas kita tidak terbatas. Ditambah dengan mind mapping yang memadukan simbol, gambar, dan warna menjadikan pembelajaran apapun menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Waruru (2008) berpendapat bahwa mind mapping memiliki banyak manfaat, antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. Memberi pandangan menyeluruh pokok maslalah atau area yang luas Memungkinkan kita merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan dan mengetahui kemana kita akan pergi dan dimana kita berada Mengumpulkan sejumlah besar data disatu tempat Mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan kita melihat jalan-jalan terobosan kreatif batu Menyenangkan untuk dilihat, dibaca, dicerna, dan diingat.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, jelas sekali bahwa metode mind mapping memiliki banyak sekali manfaat, baik itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ataupun diterapkan di dunia pendidikan. Sehingga tidak salah jika mind mapping membawa dampak pembeharuan yang cukup besar bagi kita semua. Mulai dari cara berpikir, samapai ke pelaksanaannya. Manfaat mind mapping antara lain mempercepat pembelajaran, memudahkan ide mengalir, memudahkan mengingat, menyederhanakan struktur, meningkatkan kreatif\vitas. Aplikasi disekolah dapat digunakan untuk belajar bahasa dan tata bahasa, mempersiapkan sebuah tugas penulisan atau essay, melakukan brainstorming, dan pemecahan masalah (problem solving). Dengan mind mapping, pekerjaan akan menjadi lebih mudah dilakukan. Penggunaan lain disekolah adalah membantu siswa berpikir secara kreatif sekaligus kritis, mengingat dengan baik materi pelajaran di kelas, memahami buku yang dibaca, dan penugasan lain yang diberikan. Satu hal yang peting adalah mind mapping dapat membantu siswa mampersiapkan presentasi dengan cara mengembangkan ide-ide pemikirannya.

Mind Mapping atau Peta Pikiran adalah metode mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang berbercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon.

Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah.

Dari penjelasan diatas, bisa disimpulkan cara kerja Peta Pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral / tengah dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang

utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut dan mencari hubungan antara setiap poin. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan area mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik.

Beberapa hal penting dalam membuat peta pikiran ada dibawah ini, yaitu:

1. Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia. 2. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama Dari tema utama “Sejarah Indonesia”, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari : Periode,Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll. 3. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut.. Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang “miskin warna”. 4. Gunakan huruf besar Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci. 5. Buat peta pikiran di kertas polos dan hilangkan proses edit Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari. 6. Sisakan ruangan untuk penambahan tema

Peta Pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. Setelah menggambar Peta Pikiran versi pertama, biasanya kita akan menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poin-poin penting. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran untuk penambahan tema.

Sumber: Film Pendek

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->