”MANUSIA DAN MASYARAKAT” TUGAS MATA KULIAH ”ANTROPOLOGI HUKUM” DOSEN PENGAMPU: Bagya Agung Prabowo, S.H., M.Hum.

OLEH: NAMA KELAS : DESCHA SURYANTORO :G NO. MAHASISWA : 10410591

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

YOGYAKARTA 2010/2011 KATA PENGANTAR Segala puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang mana telah melimpahkan rahmat hidayah serta inayah-Nya kepada kita semua sehingga Penulis dapat menyusun makalah ini yang bertema tentang Manusia dan Masyarakat. Dalam kesempatan ini Penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada Bp. Bagya Agung Prabowo, S.H., M.Hum. dan teman–teman yang membantu dalam penyelesaian makalah ini. Akhirya Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun guna memperbaiki makalah ini sangat Penulis harapkan, tak lupa Penulis mengucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 20 Desember 2010 Penulis

DAFTAR ISI

2

− − − −

Kata Pengantar ………............................................................................ Daftar Isi ………………………………………………………………. Pendahuluan …………………………………………………………... Isi ………………………………………………………………………

1 2 3 4

Bab I. Makhluk Manusia ……………………………………………… 4 A. Hakekat dan Asal Usul Manusia …………………………… 4 B. Organisme Manusia ………………………………………... 7 Bab II. Kepribadian …………………………………………………… 9 A. Definisi Kepribadian ……………………………………….. 9 B. Unsur-Unsur Kepribadian ………………………………….. 10 Bab III. Masyarakat …………………………………………………… 15 A. Kehidupan Kolektif dan Definisi Masyarakat ……………… 15 B. Berbagai Wujud Kolektif Manusia ………………………… 15 C. Unsur-Unsur Masyarakat …………………………………... 18 D. Pranata Sosial ………………………………………………. 22 E. Integrasi Masyarakat ……………………………………….. 25 − − Penutup ……………………………………………………………….. Daftar Pustaka ………………………………………………………… 28 29

PENDAHULUAN

3

yang pernah atau masih menduduki alam dunia ini. Dengan akal budi. Makhluk manusia hidup dalam kelompok. dan mempunyai organisma yang secara biologis sangat kalah kemampuan fisiknya dengan jenis-jenis binatang berkelompok yang lain. Walaupun demikian otak manusia telah berevolusi paling jauh jika dibandingkan dengan makhluk lain. yaitu kemampuan untuk membentuk gagasan-gagasan dan konsep-konsep yang makin lama makin tajam. Otak manusia yang telah dikembangklan oleh bahasa. rasa dan karsa. maka manusia saling membutuhkan antara manusia satu dengan manusia yang lain. Dalam jangka waktu beratus–ratus juta tahun lamanya timbul dan berkembang bentuk-bentuk hidup berupa makhluk-makhluk dengan organisasi yang makin lama makin kompleks. manusia mampu memikirkan konsep-konsep maupun menyusun prinsip-prinsip yang diusahakan dari berbagai pengamatan dan percobaan. Sehingga terjadi interaksi manusia di dalam suatu kelompok/masyarakat di suatu wilayah tertentu. tetapi yang juga mengembangkan bahasa kemampuan akal. BAB I MAKHLUK MANUSIA 4 .Manusia merupakan suatu macam makhluk di antara lebih dari sejuta macam makhluk lain. Karena untuk meneruskan kehidupan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia adalah makhluk sosial (zoon politycon). untuk memilih alternatif tindakan yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup manusia. Dan manusia memiliki kesempurnaan yang berbeda dengan makhluk lain yaitu dengan dilengkapi dengan akal budi dan memiliki kemampuan cipta. yang artinya bahwa manusia itu makhluk yang hidupnya berkelompok dan tidak dapat hidup sendiri.

dapat dipecahkan dengan usaha menemukan sejenis makhluk yang telah kandas. Walaupun masih terdapat banyak perbedaan pendapat antara para ahli paleoantropologi mengenai berbagai aspek dari proses percabangan itu. maka soal asal mulanya serta proses evolusinya tidak dapat dilepaskan dari seluruh proses percabangan dari makhlukmakhluk Primat pada umumnya. HAKEKAT DAN ASAL USUL MANUSIA Pada hakekatnya manusia hanya merupakan suatu macam makhluk di antara lebih dari sejuta macam makhluk lain. dan pada kala-kala terakhir ini telah berkembang atau berevolusi makhluk-makhluk seperti kera dan manusia. mereka juga mempergunakan data ilmu-ilmu lain seperti paleogeografi dan paleoekologi. seperti apa yag telah kita pelajari di atas.A. Makhluk Primat Pendahuluan Manusia. manusia menyusui keturunannya dan berdasarkan atas ciri itulah manusia dikelaskan bersama makhluk-makhluk lain tersebut ke dalam satu golongan. Kira-kira seabad yang lalu para ahli biologi dan paleoantropologi masih mengira bahwa soal siapakah nenek moyang manusia itu. serta metode analisa potassium-argon dari ilmu geologi. Dengan demikian usaha terpenting dari para ahli tersebut adalah mencari 5 . tetapi akhir-akhir ini mereka telah sefaham mengenai garis besar proses tersebut. Namun karena manusia. Soal asal mula dan proses evolusi makhluk manusia itu secara khusus dipelajari dan diteliti oleh suatu sub-ilmu dari antropologi biologi. Manusia itu merupakan suatu jenis makhluk yang bercabang melalui proses evolusi dari semacam makhluk Primat. yaitu ilmu paleoantropologi. Proses Percabangan Makhluk Primat. Bersama–sama dengan beribu-ribu macam makhluk lain. hanya merupakan suatu cabang yang paling muda dari makhluk primat itu. yang pernah atau masih menduduki alam dunia ini. yang merupakan penghubung antara kera dan manusia dalam silsilah hidup. yaitu kelas binatang menyusui atau Mammalia. Selain menganalisa data nengenai fosil-fosil kera dan manusia yang tersimpan dalam lapisan bumi. Dalam jangka waktu beratus–ratus juta tahun lamanya timbul dan berkembang bentuk-bentuk hidup berupa makhluk-makhluk dengan organisasi yang makin lama makin kompleks. dengan mempergunakan sebagai bahan penelitian bekas-bekas tubuh manusia yang berupa fosil yang terkandung dalam lapisan-lapisan bumi.

Suatu makhluk Primat yang menurut wujud dari fosil-fosilnya menunjukkan ciri-ciri tersebut adalah makhluk yang pertama-tama ditemukan pada tahun 1924 di Taungs. telah mendapatkan di lembah Sungai Bengawan Solo.000. Bentuk-Bentuk Manusia Tertua. Sebaliknya. akan tetapi jauh lebih kecil daripada isi otak manusia. yang hidup dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari rata-rata delapan sampai sepuluh individu. karena di dalam kandungannyalah ditemukan bekas-bekas manusia yang tertua. Oleh para ahli paleoantropologi makhluk itu disebut Australopithecus (kera dari selatan). Banyak ahli antropologi terkemuka pernah maneliti dan menganalisa fosil-fosil Australopithecus. sebelah Utara Kimberley. Dalam tahun 1898 seorang dokter Belanda. Leaky dengan menggunakan metode baru untuk menganalisa umur dari lapisan bumi. Makhluk yang banyak disebut pendahuluan manusia itu adalah makhluk yang sudah dapat berjalan tegak di atas kedua kaki belakangnya secara lama terus-menerus sepanjang jarak-jarak yang cukup jauh. pengetahuan mereka mengenai nenek moyang yang langsung dari manusia kini.S. dekat desa Kedung Brubus.B. DuBois memberikan nama 6 . gigi-giginya pun menunjukkan sifat manusia.000 tahun yang lalu. dalam silsilah perkembangan alam makhluk di muka bumi. dan yang secara berkelompok telah dapat melawan binatang-binatang penyaing yang lain. itu hidup di daerah-daerah sabana di Afrika Timur kurang-lebih 2. Hasil analisa itu adalah kesimpulan makhluk yang diberinya nama khusus. sedangkan fosil dari Lembah Oldovai dianalisa oleh L. dan bahwa ia merupakan makhluk induk manusia jenis Australopithecus yang paling dekat. atau missing link. yakni Zinjanthropus. sudah mulai cukup mantap. Eugene Dubois. Isi otaknya jauh lebih besar dibandingkan dengan jenis kera manapun yang terkenal sekarang. sedangkan bentuk tulang pahanya menunjukkan bahwa makhluk itu berdiri tegak. yaitu metode potassium argon.makhluk penghubung yang hilang. dan kemudian lagi di dekat desa Trinil di Jawa Timur. Bumi Indonesia telah memberi sumbangan sangat banyak kepada dunia ilmu pengetahuan umtuk memecahkan masalah asal mula manusia. sekelompok tengkorak atas seolah-olah sebuah tengkorak seekor kera besar. di daerah Bechuana Timur di Afrika Selatan.

Banyak lagi penemuan-penemuan fosil seperti Pithecanthropus Soloensis yang ditemukan di dekat desa Ngandong. Makhluk Pithecanthropus. Makhluk yang telah mampunyai kebudayaan itulah yang baru dapat disebut makhluk manusia secara penuh. yaitu rata-rata 20 tahun. Pithecanthropus Pekinensis dari Peking.000. Manusia Homo Neandertal dan sejenisnya itu mula-mula tidak dianggap oleh para ahli sebagai nenek moyang salah satu ras manusia yang ada sekarang ini. ia belum dapat dianggap telah berkebudayaan. yaitu lebih dari 1. khususnya Asia Tenggara. yaitu dari 2. 7 . Pithecanthropus Majakertensis yang ditemukan di desa Perning dekat Majakerta dan di desa Sangiran dekat Surakarta.Pithecanthropus Erectus (manusia kera yang berjalan tagak) kepada fosil itu. dan karena itu pula belum dapat dianggap sepenuhnya sebagai makhluk manusia. juga di lembah Bengawan Solo.000 tahun lamanya. Meganthropus Paleojavanicus yang ditemukan di dekat desa Sangiran.500.000 tahun yang lalu. Ia hidup dalam kelompok-kelompok berburu kecil yang terdiri dari 10 hingga 12 individu. yaitu lapisan bumi yang oleh para ahli geologi disebut lapisan Pleistosen Muda.000 hingga 200. dan manganggapnya contoh dari nenek moyang manusia zaman sekarang. Pada kala Pleistosen Muda ada homo Neandertal yang terdapat di Eropa. sehingga makhluk Pithecanthropus yang berumur 10 tahun telah merupakan makhluk dewasa. ia mungkin sudah mempergunakan alat-alat batu atau kayu yang secara kadangkala dipungutnya di jalan untuk menyambung keterbatasan kemampuan organismanya. namun karena cara mempergunakannya belum pola secara mantap dan sadar. Sisa-sisa makhluk manusia keturunan Pithecanthropus tadi ditemukan dalam lapisan bumi yang muda. Makhluk Pithecanthropus berevolusi menjadi makhluk semacam itu dalam jangka waktu yang sangat lambat. melainkan sebagai salah satu cabang evolusi makhluk hidup manusia yang kandas. dalam suatu jangka waktu yang sangat panjang. di sebelah Utara Trinil. termasuk Meganthropus Palaeojavanicus itu memang para ahli paleoantropologi sekarang dianggap sebagai makhluk pendahuluan manusia di kawasan luas Asia. Walaupun seperti tersebut di atas. Jangka waktu hidupnya rupa-rupanya masih singkat. Tetapi akhir-akhir ini ada pendirian yang jauh lebih mantap dengan bukti-bukti yang baru.

B.000 tahun menjadi manusia Homo Sapiens yang sekarang ini. Walaupun organisma manusia memang kalah kemampuannya dangan banyak jenis binatang berkelompok lainnya. sehingga menjadi suatu unsur khas dalam hidupnya. berbeda dengan kemampuan-kemampuan organisma binatang. yaitu (1) sistem perlambangan vokal atau bahasa. yaitu kemampuan untuk membentuk gagasan-gagasan dan konsep-konsep yang makin lama makin tajam. dan mempunyai organisma yang secara biologis sangat kalah kemampuan fisiknya dengan jenis-jenis binatang berkelompok yang lain. artinya tidak tertentukan dalam sistem gennya. (2) sistem pengetahuan. Kebudayaan manusia tidak terkandung dalam kapasitas organismanya. yang kita sebut akal budi itu. bentuk dan irama bunyi yang indah. Akhirnya. tetapi akal makhluk manusia mengadakan suatu reaksi yang sadar dan kreatif. namun kemampuan otaknya. Makhluk manusia adalah makhluk yang hidup dalam kelompok. (3) organisasi sosial. manusia harus mempelajari kebudayaannya sejak ia 8 .bahwa Homo Neandertal itu tidak kandas melainkan telah berevolusi dalam jangka waktu yang kira-kira 120. kehidupan organisma manusia juga berbeda dengan kehidupan organisma binatang dengan adanya pula penyambung hasrat alamiahnya untuk keindahan. Kemampuan berbagai jenis serangga untuk membuat berbagai macam sarang yang berpola indah misalnya. Sejumlah organisma jenis-jenis binatang lain memang juga mencetuskan berbagai reaksi terhadap warna. tetapi yang juga mengembangkan bahasa kemampuan akal. Sebaliknya. (sistem peralatan hidup dan tehnologi. Walaupun demikian otak manusia telah berevolusi paling jauh jika dibandingkan dengan makhluk lain. Otak manusia yang telah dikembangklan oleh bahasa. (6) sistem religi. (5) sistem mata pencaharian hidup. untuk memilih alternatif tindakan yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup manusia. dan (7) kesenian adalah yang disebut kebudayaan manusia. ORGANISME MANUSIA Perbedaan Organisma Manusia dan Organisma Binatang. telah ditentukan oleh gen serangga bersangkutan. yaitu kesenian. telah menyebabkan berkembangnya sistem-sistem itu.

hingga saatnya ia mati. menghindari ancaman bahaya. DEFINISI KEPRIBADIAN Para ahli biologi yang mempelajari dan membuat suatu deskripsi mengenai sistem organisma dari suatu jenis atau spesies binatang. BAB II KEPRIBADIAN A.lahir. memelihara dan 9 . semuanya dengan jerih payah. biasanya juga sekaligus mempelajari kelakuan binatang–binatang itu. dengan kebudayaannya manusia dapat menjadi makhluk yang paling berkuasa dan berkembang biak paling luas di muka bumi ini. mencari tempat untuk melahirkan. Walaupun demikian. bersetubuh. menyerang musuh. yaitu pola kelakuan mencari makan. beristirahat. mencari betina pada masa birahi. selama seluruh jangka waktu hidupnya.

atau pola-pola tindakan (patterns of action) dari individu manusia. yaitu kelakuan organisme manusia yang ditentukan oleh naluri. yaitu kelakuan manusia yang membabi buta. atau kelakuan manusia yang tidak lagi dipengaruhi dan ditentukan oleh akalnya dan jiwanya. anatomi. Kalau definisi umum yang banyak menyerupai arti konsep dalam bahasa sehari-hari tersebut di atas itu hendak dipertajam. konsisten. mereka belum banyak mengetahui tentang pola-pola kelakuan manusia. dan konsekuen dalam tingkah-lakunya sehingga tampak bahwa individu tersebut memiliki identitas khusus yang berbeda dari individu-individu lainnya. maka akan timbul banyak 10 . Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itu. Definisi mengenai kepribadian tersebut sangat kasar sifatnya dan tidak banyak berbeda dengan arti yang diberikan kepada konsep itu dalam bahasa sehari-hari. memang yang biasanya kita maksudkan ialah bahwa orang tersebut mempunyai beberapa ciri watak yang diperlihatkannya secara lahir. sosiologi atau psikologi berbicara mengenai ”pola kelakuan manusia”.melindungi keturunannya dan sebagainya. fisiologi. Apabila seorang ahli antropolgi. biasanya berlaku untuk seluruh spesies yang menjadi obyek perhatiannya. Berbeda halnya dengan makhluk manusia. dan psikologi yang mempelajari pola-pola kelakuan manusia ini juga tidak lagi bicara mengenai pola-pola kelakuan atau patterns of behavior dari manusia. yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khusus. kalau para ahli biologi. Pola kelakuan setiap manusia secara individual sebenarnya unik dan berbeda dengan manusia-manusia lain. melainkan mengenai pola-pola tingkah laku. refleksrefleks. dorongan-dorongan. Karena itu para ahli antropologi. Kalau dalam bahasa sehari-hari kita anggap bahwa seorang tertentu mempunyai kepribadian. patologi dan para dokter mempelajari secara intensif organisma manusia hingga ke detail yang sekecil-kecilnya. sosiologi. adalah apa yang disebut ”kepribadian” atau personality. Dalam bahasa populer. maka yang dimaksudnya adalah kelakuan dalam arti yang sangat khusus. istilah ”kepribadian” juga berarti ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten.

dalam ilmu psikologi disebut ”pengamatan”. dan psikologi terjadi. yang masuk ke dalam selsel tertentu di bagian-bagian tertentu dari otaknya. yang menyebabkan berbagai macam getaran dan tekanan tadi diolah menjadi suatu susunan yang dipancarkan atau diproyeksikan oleh individu tersebut menjadi suatu penggambaran tentang lingkungan tadi. B. cukuplah kiranya kalau untuk sementara kita pergunakan saja dahulu definisi yang kasar itu. dan kita serahkan penggunaan definisi-definisi yang lebih tajam untuk analisa yang lebih mangkhusus dan mendalam kepada para ahli psikologi. bau. dalam ilmu psikologi disebut ”persepsi”. sentuhan. dalam ilmu psikologi disebut ”apersepsi”. Konsep kepribadian itu rupa-rupanya adalah suatu konsep yang demikian luasnya sehingga merupakan suatu kontruksi yang tidak mungkin dirumuskan dalam satu definisi yang tajam tetapi yang dapat mencakup keseluruhannya. tekanan termikal (panas-dingin) dan sebagainya. secara nyata terkandug dalam otaknya. suatu penggambaran baru dengan lebih banyak pengertian tentang keadaan lingkungan tadi. Hal itu sudah banyak dilakukan oleh para ahli psikologi yang memang merupakan tugas mereka. 11 . Dalam lingkungan individu itu ada bermacam–macam hal yang dialaminya melalui penerimaan panca inderanya serta alat penerima atau reseptor organismanya yang lain. padahal ia belum pernah berpengalaman melihat.kesukaran. tekanan mekanikal (berat ringan). atau mempersepsikan tempattempat tadi. Di sana berbagai macam proses fisik. rasa. Sedangkan. Penggambaran yang lebih intensif terfokus. Seluruh proses manusia yang sadar (conscious) tadi. UNSUR–UNSUR KEPRIBADIAN − Pengetahuan Unsur–unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar. namun tidak satu definisi yang tajam tetapi seragam di antara para ahli psikologi yang berasal dari berbagai aliran khusus dalam ilmu psikologi. Penggambaran tentang tempat-tempat tertentu di muka bumi ini. bagi kita yang belajar antropologi. getaran akustik (suara). fisiologi. yang terjadi karena pemusatan akal yang lebih intensif tadi. Karena itu. Penggambaran abstrak tadi dalam ilmu-ilmu sosial disebut ”konsep”. sebagai getaran eter (cahaya dan warna).

− Perasaan 12 . Seluruh penggambaran. yaitu bagian yang dalam ilmu psikologi disebut alam ”tak sadar” (unconscious). pengamatan konsep. yaitu pada saat-saat akal yang mengatur alam kesadaran individu berada dalam keadaan kendor atau tak berfungsi. ke dalam bagian dari jiwa manusia yang lebih dalam lagi. banyak pengetahuan atau bagian-bagian dari seluruh himpunan pengetahuan yang ditimbun oleh seorang individu selama hidupnya itu. maka manusia tidak akan dapat mengembangkan cita-cita serta gagasan-gagasan ideal. melainkan hanya terdesak masuk saja ke dalam bagian dari jiwa manusia yang dalam ilmu psikologi disebut alam ”bawahsadar” (sub-conscious). dan fantasi tadi merupakan unsur-unsur ”pengetahuan” seorang individu yang sadar. terutama konsep dan fantasi yang mempunyai nilai guna dan keindahan. dan manusia tidak akan dapat mengkreasikan karya-karya keseniannya. sudah tentu sangat penting bagi makhluk manusia. Kemampuan akal manusia untuk membentuk konsep. Bagian-bagian dari pembauran dan campuran pengetahuan seperti itu tapi kadang-kadang dapat muncul kembali. Di sanalah pengetahuan individu larut dan terpecah-pecah ke dalam bagian-bagian yang salang terbaur dan tercampur.Penggambaran yang baru sama sekali. Ini sebabnya karena tanpa kemampuan akal untuk membentuk konsep dan penggambaran fantasi. Proses-proses psikologi yang terjadi dalam alam bawah-sadar dan alam taksadar tadi. serta kemampuannya untuk berfantasi. manusia tidak akan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan. artinya kemampuan akal yang kreatif. karena berbagai alasan yang telah banyak dipelajari oleh ilmu psikologi. Unsur-unsur pengetahuan tadi sebenarnya tidak hilang lenyap begitu saja. Pengetahuan seorang individu dapat juga terdesak atau dengan sengaja didesak oleh individu itu. seringkali hilang dari alam akalnya yang sadar. apersepsi. atau dalam ”kesadarannya”. Sebaliknya. yang banyak dipelajari oleh bagian dari ilmu psikologi yang disebut ilmu psiko-analisa. Penggambaran baru yang sering sekali juga tidak realistik itu dalam ilmu psikologi disebut ”fantasi”. yang sebenarnya tidak akan pernah ada dalam kenyataan.

artinya individu tersebut ingin mendapatkan hal yang dirasakannya sebagai suatu hal yang akan memberikan kenikmatan kepadanya. 13 . dan hal itu sering terjadi apabila hal yang dikehendaki itu tidak mudah diperoleh. yaitu peraasan nikmat. dan perasaan nikmat itu sampai nyata mengeluarkan air liur. Suatu perasaan yang selalu bersifat subyektif karena adanya unsur penilaian tadi. oleh beberapa ahli psikologi disebut ”dorongan” (drive). Mengenai soal dan macam serta jumlah dorongan naluri yang terkandung dalam naluri manusia itu. namun semua seia-sekata bahwa ada paling sedikit tujuh macam dorongan naluri. Dorongan untuk mempertahankan hidup. atau ”keinginan”. dan khususnya dalam gen-nya sebagai naluri. atau bisa juga negatif. yaitu: 1. Kemauan yang sudah merupakan naluri pada tiap makhluk manusia itu. Jadi. alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam ”perasaan”. Apersepsi seorang individu yang menggambarkan diri sendiri sedang menikmati segelas Green Spot dingin tadi menimbulkan dalam kesadarannya suatu ”perasaan” yang positif. Suatu kehendak juga dapat menjadi sangat keras. ada berbagai perbedaan paham antara para ahli psikologi. ”perasaan” adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilainya sebagai keadaan positif atau negatif. Kehendak itu juga bisa bersifat positif. Suatu keinginan dapat juga menjadi lebih besar lagi sehingga menjadi sangat besar. − Dorongan Naluri Kesadaran manusia menurut para ahli psikologi juga mengandung berbagai perasaan lain yang tidak ditimbulkan karena pengaruh pengetahuannya. bisanya menimbulkan suatu ”kehendak” dalam kesadaran seorang individu. Dengan demikian ia mendapat suatu kehendak keras. artinya ia hendak menghindari hal yang dirasakannya sebagai hal yang akan membawa perasaan tidak nikmat kepadanya. atau sebaliknya. Suatu perasaan keras seperti itu biasanya disebut ”emosi”.Kecuali pengetahuan. melainkan karena sudah terkandung dalam organismanya.

rasa cinta dan sebagainya. Kalau dorongan untuk berbagai hal itu diekstensikan dari sesama manusianya kepada kekuatan-kekuatan yang oleh perasaannya dianggap berada di luar akalnya.Dorongan ini memang merupakan suatu kekuatan biologi yang juga ada pada semua makhluk di dunia ini dan yang menyebabkan bahwa semua jenis makhluk mampu mempertahankan hidupnya di muka bumi ini. suara. Dorongan ini timbul pada tiap indivudu yang normal tanpa terkena pengaruh pengetahuan. dan sejak bayi pun manusia sudah menunjukan dorongan untuk mencari makan. rasa simpati. Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya. Dorongan ini memang merupakan landasan biologi dari kehidupan masyarakat manusia sebagai makhluk kolektif. Dorongan sex. Dorongan ini tidak perlu dipelajari. tanpa dipengaruhi oleh pengetahuan tentang adanya hal-hal itu tadi. Dorongan akan keindahan. 7. maka akan timbul religi. yang memungkinkannya hidup bersama itu. 14 . yaitu dengan mancari susu ibunya atau botol susunya. karena manusia merupakan makhluk yang hidup kolektif. Dorongan ini merupakan sumber dari adanya beraneka warna kebudayaan di antara makhluk manusia karena adanya dorongan ini manusia mengembangkan adat yang memaksanya berbuat konform dengan manusia sekitarnya. Dorongan untuk usaha mencari makan. atau gerak. 2. dan memang dorongan ini mempunyai landasan biologi yang mendorong makhluk manusia untuk membentuk keturunan yang melanjutkan jenisnya. 6. sehingga untuk dapat hidup bersama dengan manusia lain secara serasi ia perlu mempunyai suatu landasan biologi untuk mengembangkan rasa altruistik. Dorongan untuk berbakti. warna. 4. Dorongan untuk bergaul atau berinteraksi dengan manusia. 5. 3. dalam arti keindahan bentuk. Dorongan ini mungkin ada dalam naluri manusia.

kepada warna-warna cerah. Ada sub-kolektif yang terdiri dari 15 . Beberapa ahli berkata bahwa dorongan naluri ini merupakan landasan dari suatu unsur penting dalam kebudayaan manusia. BAB III MASYARAKAT A. dari ilmu mikrobiologi diketahui bahwa banyak jenis protozoa hidup bersama makhluk sel sejenis dalam suatu kolektif sebanyak ribuan sel yang masing-masing tetap merupakan individu sendiri-sendiri.Pada seorang bayi. Kehidupan Kolektif Kehidupan Kolektif Dalam Alam Binatang. Dalam kolektif-kolektif protozoa seperti mislanya jenis Hidractinia itu. dorongan ini sudah sering tampak pada gejala tertariknya seorang bayi kepada bentuk-bentuk tertentu dari benda-benda di sekitarnya. KEHIDUPAN KOLEKTIF DAN DEFINISI MASYARAKAT a. Tidak hanya makhluk manusia saja. melainkan juga banyak jenis makhluk lain hidup bersama individu-individu sejenisnya dalam gabungan. Misalnya. ada suatu pembagian kerja yang nyata antara sub-kolektif. dan kepada gerak-gerak yang selaras. kepada suara nyaring dan berirama. yaitu kesenian.

ada sub-kolektif lain yang fungsinya mereproduksi jenis dengan cara membelah diri. serta komunikasi dalam kehidupan kolektif binatang bersifat naluri. untuk mendeteksi adanya lingkungan yang cocok untuk reproduksi dan lain-lain. Ketergantungan individu kepada individu lain dalam kolektif sebagai akibat dari pembagian kerja tadi. Akal manusia mampu untuk membayangkan dirinya serta peristiwa-peristiwa yang mungkin terjadi terhadap dirinya. Otak manusia telah mengembangkan suatu kemampuan yang disebut akal. Kerja sama antar individu yang disebabkan karena sifat ketergantungan tadi. Kehidupan Kolektif Makhluk Manusia. sedangkan sistem pembagian kerja.ratusan sel yang fungsinya mencari makan bagi seluruh kolektif. 3. aktivitas kerjasama. 2. 16 . yaitu bahwa sistem pembagian kerja. Dalam mempelajari kolektif-kolektif binatang seperti itu dapat diabstraksikan beberapa ciri yang dapat dianggap sebagai ciri khas kehidupan kolektif. Hal ini disebabkan organisma manusia mengevolusi suatu otak yang khas. Manusia adalah jenis makhluk yang juga hidup dalam kolektif. Ada suatu perbedaan azasi yang sangat dasar antara kehidupan kolektif binatang dan kehidupan kolektif manusia. 4. aktivitas kerjasama. Pembagian kerja yang tetap antara berbagai macam sub-kesatuan atau golongan individu dalam kolektif untuk melaksanakan berbagai macam fungsi hidup. Komunikasi antar individu yang diperlukan guna melaksanakan kerjasama tadi. sehingga dengan demikian manusia dapat mengadakan pilihan serta seleksi terhadap berbagai alternatif dalam tingkah-lakunya untuk mencapai efektivitas yang optimal dalam mempertahankan hidupnya terhadap kekejaman alam sekelilingnya. 5. yaitu merupakan suatu kemampuan yang telah terencana oleh alam dan terkandung dalam gen jenis binatang yang bersangkutan. ada subkolektif yang fungsinya meneliti keadaan lingkungan dengan kemampuannya membedakan suhu yang terlampau tinggi atau yang terlampau rendah. Diskriminasi yang diadakan antara individu-individu warga kolektif dan individu-individu dari luarnya. serta berkomunikasi dalam kehidupan kolektif manusia bukan bersifat naluri. yaitu: 1.

B. saling ”berinteraksi”.Kelakuan binatang kolektif (animal behavior) yang berakar dalam naluri. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling ”bergaul”. Adanya prasarana untuk berinteraksi memang menyebabkan bahwa warga dari suatu kolektif manusia itu akan saling berinteraksi. Pola itu harus bersifat mantap dan kontinyu. disebut tindakan atau tingkah-laku (action). yang berarti ”kawan”. atau dengan istilah ilmiah. Hendaknya diperhatikan bahwa tidak semua kesatuan manusia yang bergaul atau berinteraksi itu merupakan masyarakat. Ikatan yang membuat suatu kesatuan manusia itu menjadi suatu masyarakat yaitu pola tingkah-laku yang khas mengenai semua faktor kehidupannya dalam batas kesatuan itu. Sebaliknya. pola khas itu harus sudah menjadi adat istiadat yang khas. Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana melalui apa warga-warganya dapat saling berinteraksi. tetap disebut kelakuan (behavior). karena suatu masyarakat harus mempunyai suatu ikatan lain yang khusus. b. Dengan perkataan lain. seperti refleks. dan kelakuan membabi buta. Definisi Masyarakat Istilah masyarakat berasal dari akar kata Arab syaraka yang berarti ”ikut serta. Sebaliknya. BERBAGAI WUJUD KOLEKTIF MANUSIA 17 . berpatisipasi”. Kelakuan binatang dan kelakuan manusia yang prosesnya telah direncanakan dalam gen-nya dan merupakan milik dirinya tanpa belajar. kelakuan naluri. Jadi difinisi masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. perilaku manusia yang prosesnya tidak terencana dalam gen-nya tetapi yang harus dijadikan milik dirinya dengan belajar. adanya hanya suatu potensi untuk berinteraksi saja belum berarti bahwa warga dari suatu kesatuan manusia itu benarbenar akan berinteraksi. Dalam bahasa Inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata Latin socius. pada manusia menjadi tingkah-laku yang dijadikan milik diri dengan belajar (learned action).

dan lain-lain yang masing-masing mempunyai pola-pola tingkah-laku. ada sistem-sistem pelapisan sosial yang khusus. melainkan karena kolektif-kolektif di mana manusia itu bergaul dan berinteraksi. Warga dari suatu negara dapat digolong-golongkan. Aneka warna kesatuan hidup manusia dalam batas suatu kesatuan negara nasional mempunyai wujud yang lain. yang hanya berlaku untuk tiap suku bangsa yang ada dalam negara. kelompok dan perkumpulan. golongan pedagang. 18 .Aneka warna tingkah-laku manusia memang tidak disebabkan karena ciri-ciri ras. dan yang disebut negara-negara nasional. golongan bangsawan. malah sering melihat bahwa di samping berbagai macam lapisan sosial yang berlaku untuk seluruh negara. C. Aceh. golongan sosial. ada istilahistilah khusus untuk menyebut kesatuan-kesatuan khusus yang merupakan unsurunsur dari masyarakat. Pelapisan sosial di Bali yang berwujud kasta Brahmana. Vaisya. Di dalam suatu negara seperti Indonesia. Timor atau lainnya. yaitu masyarakat. dan gaya hidup yang berbeda-beda. Wujud nyata kolektif-kolektif manusia itu. misalnya pada zaman sekarang ini wujud tersebut adalah kolektif-kolektif besar yang terdiri dari banyak manusia. dan Sudra. adat-istiadat. komunitas. Golongan-golongan itu seperti tadi seolah-olah merupakan lapisan-lapisan sosial. golongan buruh. tidak berlaku. Minangkabau. misalnya dalam adat-istiadat Sunda. yang tersebar di muka bumi sebagai kesatuan-kesatuan manusia yang erat. Kecuali istilah yang paling lazim. melainkan karena secara horisontal ada lapisan-lapisan sosial yang berbeda-beda. karena ada penilaian tinggi rendah mengenai tiap golongan tadi oleh warga dari negara yang bersangkutan. UNSUR-UNSUR MASYARAKAT Adanya bermacam-macam wujud kesatuan kolektif manusia menyebabkan bahwa kita memerlukan beberapa istilah untuk membeda-bedakan berbagai macam kesatuan manusia. Satriya. golongan pegawai. misalnya ke dalam golongan petani. yaitu kategori sosial. dengan banyak suku-suku bangsa yang berbeda-beda. Aneka warna wujud ini tidak disebabkan karena ada suku-suku bangsa yang berbeda-beda.

Dalam masyarakat Indonesia. misalnya ada konsep golongan pemuda. mengandung kesatuan-kesatuan yang lebih khusus sifatnya. 19 . Walaupun demikian. dengan maksud untuk membedakan antara warganegara yang mempunyai hak pilih dan warganegara yang tidak mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum. golongan sosial ini digambarkan oleh umum sebagai suatu golongan manusia yang penuh idealisme. tetapi yang belum tentu mempunyai syarat-syarat pengikat yang sama dengan suatu masyarakat. dan adat-istiadat tertentu. Suatu kategori sosial tidak mempunyai lokasi dan juga tidak mempunyai organisasi. dalam masyarakat suatu negara ditentukan melalui hukumnya bahwa ada kategori warga di atas umur 18 tahun dan kategori warga di bawah 18 tahun. Ciri-ciri obyektif itu biasanya dikenakan oleh pihak dari luar kategori sosial itu sendiri tanpa disadari oleh yang bersangkutan. kecuali ciri obyektif tersebut. Akhirnya suatu kategori sosial tidak mempunyai pimpinan. atau norma tertentu. Golongan sosial ini terdiri dari manusia yang oleh pihak luar disatukan berdasarkan atas satu ciri. bahkan sering sekali ciri itu juga dikenakan kepada mereka oleh pihak luar kalangan mereka sendiri. yaitu ”sifat muda”. b. Misalnya. Kesatuan sosial itu adalah kategori sosial atau social category. suatu kesatuan manusia yang disebut golongan sosial itu mempunyai ikatan identitas sosial. Kategori Sosial Masyarakat sebagai suatu kolektif manusia yang sangat umum sifatnya. yang belum terikat oleh kewajiban-kewajiban hidup yang membebankan. atau mungkin juga karena golongan itu memang terikat oleh suatu sistem nilai. sistem norma. Golongan Sosial Suatu golongan sosial merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu. Suatu kategori sosial biasanya juga tidak terikat oleh kesatuan adat. sistem nilai.a. Namun. dengan suatu maksud praktis tertentu. Kategori sosial adalah kesatuan manusia yang terwujudkan karena adanya suatu ciri atau suatu kompleks ciri-ciri obyektif yang dapat dikenakan kepada manusia-manusia itu. Hal itu dapat disebabkan karena kesadaran identitas itu tumbuh sebagai respons atau reaksi terhadap caranya pihak luar memandang golongan sosial.

rasa identitas sosial.W. cenderung sama dan cenderungan saling berhubungan (homogen). Adanya rasa identitas yang mempersatukan semua anggota. Suatu negara merupakan wujud dari suatu komunitas yang paling besar. yang biasanya bersangkutan dengan negara. dan sebagainya. c. rasa identitas komunitas. yang masih penuh semangat dan vitalitas. suatu R. kesatuan-kesatuan seperti kota. yaitu sistem norma. namun konsep golongan sosial itu sama dengan konsep kategori sosilam dan tidak memenuhi syarat untuk disebut masyarakat. merupakan ciri-ciri suatu komunitas. nasionalisme. serta yang terikat oleh suatu rasa identitas komunitas. marga. juga dapat cocok dengan definisi mengenai komunitas. yang mempunyai daya memperbaharui serta kreativitas yang besar dan sebagainya. dan pangkal dari perasaan seperti patriotisme. dianggap sebagai komunitas. dan rasa loyalitas terhadap komunitas sendiri. kesatuan adat-istiadat. sebagai suatu kesatuan hidup manusia. Kesatuan wilayah. Hal itu disebabkan karena ada suatu syarat pengikat masyarakat yang tidak ada pada kedua-duanya.T. yaitu prasarana khusus untuk melakukan interaksisosial. Kecuali negara.dan yang karena itu masih sanggub mengabdi dan berkorban kepada masyarakat. masyarakat yang terdiri dari warga suatu kelompok kekerabatan seperti dadia.. dan sudah tentu kontinuitas. Masyarakat dari suatu desa atau kota tertentu. atau R. di mana masing-masing komponennya saling mendukung. d. Adanya adat-istiadat serta sistem norma yang mengatur interkasi itu. desa. dan yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat. − − − − 20 . Konsep golongan sosial dapat dibedakan dari konsep kategori sosial karena ada tiga syarat pengikat lagi. Adanya kontinuitas dan tujuan tertentu yang sama. Komunitas Komunitas merupakan masyarakat dalam bentuk kecil dan khusus. Kelompok dan Perkumpulan Suatu kelompok atau grup juga merupakan suatu masyarakat kerena memenuhi syarat-syaratnya atau berciri-ciri. atau suku. yaitu Adanya sistem interaksi dan kerja sama antara para anggota. yang menempati suatu wilayah yang nyata.

− Organisasi dan sistem pimpinan. atau Gerakan Kebatinan Subud yang lokasinya di Jakarta dengan beberapa cabang di kota-kota lain di Indonesia. tetapi suatu kota dan desa pun tidak bisa disebut kelompok. seperti suatu kelompok kekerabatan. Pendeknya. tetapi yang telah terbentuk karena ikatan alamiah dan ikatan keturunan yang mengikat warganya dengan adat-istiadat dan sistem norma yang sejak dulu telah ytumbuh dengan seolah-olah tidak sengaja. Memang ada kelompokkelompok yang mempunyai lokasi tertentu. akan tampak adanya paling sedikit dua macam organisai. Kalau ketiga contoh dari kelompok tersebut di atas. Analisa mengenai sifat organisasi dan sistem pimpinannya. atau ” kelompok Cibodas”. yaitu negara. yang tidak hanya mempunyai lokasi di daerah Kaban Jahe di Tanah Karo. yaitu suatu perkumpulan sepakbola. ada kelompok-kelompok yang tidak mempunyai lokasi tersebut. Dalam ilmu antropologi dan sosiologi sudah diadakan sejak lama tentang 21 . dan suatu kelompok kekerabatan. seperti misalnya Persatuan Sepakbola Indonesia Mataram (PSIM) yang lokasinya di Yogyakarta. suatu gerakan kebatinan. serta selalu tampak sebagai kesatuan dari individu-individu pada masa-masa yang secara berulang berkumpul dan yang kemudian bubar lagi. Contohnya adalah misalnya marga Tarigan. Tidak pernah orang orang berbicara tentang ”Kelompok Indonesia” apabila yang dimaksud adalah Negara Republik Indonesia. unsur lokasi tidak merupakan unsur yang menentukan hidup matinya suatu kelompok. Sebaliknya. Tidak mendengar orang bicara tentang ”kelompok Surakarta. Namun. yaitu organisasi yang dibentuk dengan tidak sengaja. Adapun kota dan desa yang mempunyai organisasi dan sistem pimpinan. Hal ini disebabkan karena ciri lokasi itu bukan ciri khas dari kelompok. Ciri-ciri tersebut sebenarnya juga dimiliki oleh kesatuan manusia yang paling besar masa kini. melainkan juga di puluhan kota dan daerah lain di Indonesia. dan organisasi yang dibentuk dengan sengaja sehingga aturan-aturan dan sistem norma yang mengikat anggotanya juga disusun dengan sengaja. istilah kelompok tidak dikenakan kepada negara. Dari contoh-contoh tersebut telah tampak bahwa secara khusus ada beberapa macam kelompok yang berbeda-beda sifatnya. Karena kelompok itu selalu lebih kecil dari suatu negara.

konstinuitas.Hubungan berazaz perorangan PERKUMPULAN Association Gesellschaft Solidarite organique Hubungan contractual Dasar organisasi buatan . Di antara semua tindakannya yang berpola tadi perlu diadakan perbedaan antara tindakan-tindakan yang dilaksanakannya menurut pola-pola yang tidak resmi dengan tindakan-tindakan yang dilaksanakannya menurut pola-pola yang resmi. dalam ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata.pembedaan antara kedua macam kelompok. Perbedaan Antara Kelompok dan Perkumpulan KELOMPOK . PRANATA SOSIAL a. atau dalam bahasa Inggris institution. sistem norma dan identitas sosial. yaitu prasarana untuk interaksi. D.Pimpinan berdasarkan kewibawaan dan karisma . yaitu ”kelompok” dan ”perkumpulan”.Primary group Gemeinschaft Solidarite mechanique Hubungan familistic Dasar oeganisasi adat . Konsep ”pranata” atau institution telah lama berkembang dan dipergunakan 22 . Namun. Pranata adalah suatu sistem norma khusus yang menata suatu rangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan masyarakat. hanya kelompoklah yang dapat disebut masyarakat juga. Sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu untuk berinteraksi menurut pola-pola resmi.Pimpinan berdasarkan wewenang dan hukum Hubungan anonim dan berazasguna Akhirnya masih perlu disebut bahwa walaupun kelompok maupun perkumpulan memliki keempat syarat pengikat dasar dari suatu masyarakat. Pranata Dari hari ke hari manusia melaksanakan banyak tindakan interaksi antar individu dalam rangka kehidupan masyarakat.

dalam ilmu antropologi konsep ”pranata” kurang digunakan. peternakan. c. industri. memproduksi. makin bertambah pula jumlah pranata yang timbul di dalamnya. menimbun. b. sopansantun. maka lembaga memang merupakan suatu bentuk perkumpulan yang khusus. dan sebagainya. semua pranata dapat diklaskan ke dalam paling sedikit delapan golongan. Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan penerangan dan pendidikan 23 . jual-beli. dan sebagainya. Aneka Warna Pranata Jumlah pranata yang ada dalam suatu masyarakat itu tergantung kepada sifat sederhana atau sifat kompleknya kebudayaan yang hidup dalam masyarakat bersangkutan. 3. Makin menjadi besar dan kompleks suatu masyakat berkembang. barter. Kalau istilah lembaga diperhatikan lebih mendalam dan dihubungkan dengan istilah kelompok atau perkumpulan. Pranata dan Lembaga Pranata adalah sistem norma atau aturan-aturan yang mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus. 2. Contoh: perkawinan. tolong menolong antar-kerabat. dan merupakan suatu konsep dasar yang diuraikan secara panjang lebar dalam semua kitab pelajaran mengenai ilmu itu. Pranata yang berfungi untuk memenuhi keperluan kehidupan kekerabatan.\ Menurut para sarjana. sistem istilah kekerabatan. pergaulan antar-kerabat. Contoh: pertanian. pemburuan. Pranata yang berfungsi untuk memenuhi keperluan manusia untuk mata pencaharian hidup. Para ahli antropologi lebih suka mempergunakan konsep ”unsur kebudayaan” untuk menganalisa aktivitasaktivitas manusia dalam masyarakat yang mereka pelajari dan sepanjang pengetahuan saya hanya ada tiga karangan dan buku pelajaran antropologi yang mengandung suatu uraian mengenai konsep institution. penggudangan. menyimpan. Sebaliknya. yaitu: 1. perbankan. mendistribusi hasil produksi dan harta adalah econimic institutions. yaitu yang sering disebut kinship atau domestic institutions. pengasuhan kanak-kanak. sedangkan lembaga atau institut adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu. koperasi penjualan.dalam ilmu sosiologi. feodalisme.

kesusasteraan. dan sebagainya. ketentraman. kenduri. pemeliharaan kesehatan. pendidikan menengah. tetapi juga ke dalam lebih dari satu golongan. Contoh: pengasuhan anak-anak. Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk menghayatkan rasa keindahannya dan untuk rekreasi atau estetika adalah aesthetic and recretional institutions. Contoh: pemerintahan. adalah political institutions. Contoh: metodologi ilmiah. 7. Di samping itu dalam suatu masyarakat banyak pula pranata yang tidak khusus 24 . kepolisian. kepartaian. pemberantasan buta huruf. pendidikan tinggi. seni drama. kehakiman. kedokteran. penelitian. adalah religious intitutions. 4. pendidikan ilmiah. ilmu dukun. pelacuran. dan sebagainya. maka hal-hal seperti kejahatan. perpustakaan umum. banditisme. pers. 5. seni gerak. pantangan. dan sebagainya juga merupakan pranata-pranata sosial. demokrasi. seni suara. Contoh: seni rupa. semadi. pendidikan rakyat. dan sebagainya. 8. Contoh: doa. Tetapi dalam pengolongan di atas pranata-pranata tersebut tidak mendapat tempat. sholat. pendidikan keamanan. menyelami alam semesta sekelilingnya adalah scientic institutions. Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan ilmiah manusia. Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk mengatur dan megelola keimbangan kekuasaan dalam kehidupan masyarakat. dan sebagainya. Contoh: pemeliharaan kecantikan. Kalau dipikirkan secara mendalam dan obyektif. Penggolongan tersebut tentu tidak lengkap karena tidak mencakup segala macam pranata yang mungkin ada dalam masyarakat manusia. Kecuali itu harus pula diperhatikan bahwa banyak dari pranata tersebut di atas mempunyai sedemikian banyak aspek sehingga semuanya itu tidak hanya dapat digolongkan ke dalam satu golongan. dan sebagainya. penyiaran agama. Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk berhubungan dengan dan berbakti kepada Tuhan atau dengan alam gaib atau metafisik. 6. Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan fisik dan kenyamanan hidup manusia adalah somatic institutions. upacara. seni pahat. dan sebagainya.manusia supaya menjadi anggota masyarakat yang berguna adalah educational institutions. ilmu gaib. olah raga. bertapa.

E. yaitu pranata. seperti: demokarasi parlementer. Struktur Sosial Dalam hal menganalisa masyarakat. Dalam masyarakat Indonesia masa kini. yaitu ”peranan sosial” (social role atau role). tujuannya adalah untuk kemudian mencapai pengertian mengenai prinsip-prinsip kaitan antara berbagai unsur masyarakat itu. Sebagai contoh dapat disebut di sini seorang peneliti yang bertujuan mencapai pengertian mengenai bagaimana dalam suatu masyarakat tertentu. yaitu peranan khas yang dipentaskan atau ditindakan oleh individu dalam kedudukan di mana ia berhadapan dengan individu-individu dalam kedudukan-kedudukan lain. kedudukan ayah 25 . peranan diberi arti yang lebih khusus. Misalnya. Hal yang tersebut terakhir ini berarti bahwa seorang individu dapat mementaskan sekaligus dua atau lebih peranan sosial pada satu saat tertentu. memerinci kehidupan masyarakat itu ke dalam unsur-unsurnya. melainkan yang dengan tak sadar maupun dengan rencana diambil dari masyarakat lain. komunikasi satelit. yaitu dari adat-istiadat suatu masyarakat. dan peranan sosial. sistem kepartaian. Bahkan jarak antara satu saat dengan saat yang lain itu dapat sedemikian dekatnya sehingga seolah-olah tampak sebagai satu saat. Kedudukan dan Peranan Sosial Pranata-pranata dalam suatu masyarakat terdiri dari suatu kompleks tindakan berinteraksi yang menyebabkan terwujudnya pola-pola sosial dalam masyarakat. koperasi. banyak pranata yang berasal dari luar. Tingkah-laku individu yang mementaskan suatu kedudukan tertentu disebut dengan suatu istilah ilmiah. Walaupun demikian. perguruan tinggi. Itulah sebabnya konsep peranan menurut pengertian ilmiah mengandung kenyataan bahwa si individu dari saat ke saat dapat berpindah dari peranan ke peranan yang lain. Pranata. d. dan lain-lain. kedudukan sosial. Misalnya. INTEGRASI MASYARAKAT a. Dalam ilmu antropologi dan ilmu-ilmu sosial lain. Dalam rangka kedudukan-kedudukan dalam suatu pranata itulah para individu warga masyarakat bertindak menurut norma-norma khusus dari pranata itu.tumbuh dari dalam.

Struktur sosial dari suatu masyarakat itu mengendalikan tindakan individu dalam masyarakat . Perumusan dari berbagai macam susunan hubungan antara individu dalam masyarakat itulah social structure. dan harus diabtraksikan secara induksi dari kenyataan kehidupan masyarakat yang konkret. atau social structure. atau strutur sosial.berkaitan dengan anak. 2. dari suatu masyarakat. dan frekuensi dari pola-pola kaitan itu. dalam ilmu antropologi disebut struktur sosial. Baru dalam tahun 1939 konsep itu diuraikan olehnya dalam suatu pidato resmi yang diucapkannya berhubung dengan peristiwa penerimaan jabatannya sebagai Ketua Lembaga Royal Anthopological Institute of Great Britain and Ireland. tetapi tidak tampak oleh seorang peneliti dengan sekejap pandangan. yang rupa-rupanya memang baru kemudian dikembangkannya. Dalam bukunya yang melaporkan penelitian itu. istri. dan juga dengan kedudukankedudukan lain di luar kelompok kerabatnya. maka demikian pula ilmu antropologi pada dasarnya harus mempelajari susunan hubungan antara individu-individu yang menyebabkan adanya berbagai sistem masyarakat. mengenai intensitas. serupa dengan penelitian-penelitian ilmu kimia itu yang memusatkan perhatian terhadap susunan hubungan antara molekul-molekul yang menyebabkan adanya berbagai zat. 26 . Dasar pikirannya mengenai struktur sosial itu secara singkat adalah seperti yang terurai di bawah ini: 1. 3. The Andaman Islanders (1992) belum tercantum uraian mengenai konsep social structure itu. Adapun kerangka yang dapat menggambarkan kaitan-kaitan seperti terurai dakam contoh tersebut di atas. dan kedudukan-kedudukan dengan kerabat lainnya di luar keluarga inti. sifat. Pangkal dan pusat dari segala penelitian masyarakat di muka bumi ini. mengenai berbagai hak dan kewajibannya. mutu. yang antara lain pernah melakukan penelitian di antara orang-orang pygmee di Kepulauan Andaman di Teluk Bengali di sebelah utara Sumatera. Hubungan interaksi antar individu dalam masyarakat adalah hal yang konkret yang dapat diobservasi dan dapat dicatat. Konsep social structure pertama kali dikembangkan oleh seorang tokoh dalam ilmu antropologi Inggris ini hidup di antara 1881 dan 1955.

Antropologi yang mempunyai pengalaman yang lama justru dalam hal meneliti masyarakat lokal. Struktur sosial dapat juga dipakai sebagai kriterium untuk menentukan batas-batas dari sesuatu masyarakat tertentu. sehingga menyangkut banyak sektor kehidupan masyarakat. maupun aktivitas kebudayaan atau pranata lainnya. 5. atau lainnya. ReadcliffeBrown sebaliknya berkata bahwa konsep struktur sosial tadi dapat dipakai untuk menentukan batas dari suatu masyarakat yang berfungsi. religi. b. 6. Dengan demikian kesulitan dapat dihindari. Dalam suatu masyarakat kecil dan lokal. Batas kerangka struktur sosial yang dapat diinduksikan dari kenyataan itulah yang merupakan juga batas dari masyarakat yang dipelajari. telah mengembangkan berbagai metode dan konsep yang mengenai berbagai sistem kekerabatan yang beraneka-warna. Dengan struktur sosial itu seorang itu seorang peneliti kemudian dapat menyelami latar-belakang seluruh kehidupan suatu masyarakat. Demikian juga menganalisa prinsip-prinsip sistem kekerabatan dalam suatu masyarakat kecil sama dengan menganalisa kerangka dasar dari seluruh masyarakat. suatu bagian kota besar. dengan mendatangi sendiri suatu masyarakat manusia yang hidup terikat oleh suatu desa. kehidupan kekerabatan merupakan suatu sitem yang seringkali bersifat amat ketat.4. perekonomian. Untuk mempelari struktur sosial sesuatu masyarakat diperlukan suatu penelitian di lapangan. baik hubungan kekerabatan. yang memang mempengaruhi suatu lapangan kehidupan yang sangat luas. 27 . Analisa Struktur Sosial Metode-metode yang paling umum adalah mencari kerangka itu dari kehidupan kekerabatan. suatu kelompok berburu. dan tidak perlu lagi dipersoalkan apa batas-batas dari suatu masyarakat yang dipelajarinya itu. Meneliti sitem kekerabatan dalam suatu masyarakat serupa itu dapat memberi pengertian mengenai banyak kelompok dan pranata sosial lain.

naluri. Soeyono Soekanto (1981. Hubungan antara individu manusia dan masyarakat telah banyak disoroti oleh para ahli baik para filsuf maupun para ilmuan 28 . 10) lebih lanjut menjelaskan bahwa pembahasan tentang hubung individu dan masyarakat telah dibahas sejak Socrates guru Plato. Manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Dalam ilmu sosial individu manusia merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil.4) menyatakan bahwa sejak Plato pada zaman Yunani Kuno telah ditelaah tentang hubungan individu manusia dengan masyarakat.PENUTUP Manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. p. Umpama keluarga sebagai kelompok sosial yang terkecil terdiri dari ayah. K. perasaan. Veerger (1986. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu masyarakat. J. Hubungan individu manusia dan masyarakat secara umum : Hubungan antara individu manusia dan masyarakat telah lama dibicarakan orang. Dengan menggunakan pikiran. Ayah merupakan individu manusia yang sudah tidak dapat dibagi lagi. dsb. demikian pula Ibu. ibu dan anak. p. Anak masih dapat dibagi sebab dalam suatu keluarga jumlah anak dapat lebih dari satu. keinginan.

. Berbagai pandangan itu pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga pendapat yaitu pendapat yang menyatakan bahwa (1) masyarakat yang menentukan individu manusia. manusia sebagai unsur masyarakat 29 .google.RINEKA CIPTA www.sosial.Pengantar Ilmu Antropogi. 1981. dan (3) individu manusia dan masyarakat saling menentukan.com. DAFTAR PUSTAKA • • Koentjaraningrat. (2) individu manusia yang menentuk masyarakat. PT.

30 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful