B AB I P EN D AH UL U AN Dari beberapa penelitian epidemologis di Indonesia d i d a p a t k a n prevalensi diabetes mellitus sebesar 1,5 -2,3% pada penduduk usia lebih dari1 5 t a h u n .

D i p e r k i r a k a n a n g k a k e j a d i a n D M d a l a m k e h a m i l a n a d a l a h 0 , 3 - 0,7%. Wijono melaporkan rasio 0,18% di RSCM di Jakarta. Pada tahunterakhir ini terjadi peningkatan kejadian DM dengan sebab yang belum jelas,tetapi faktor lingkungan dan faktor predisposisi genetik memegang pengaruh.Kehamilan sendiri memberikan dampak yang kurang baik bagi ibu hamil.Pada kehamilan terjadi peningkatan produksi hormon -hormon antagonisinsulin, antara lain: progesterone, estrogen, Human Placenta Lactogen ( H P L ) yang menyebabkan resistensi insulin dengan akibat gangguan toleransiglukosa. Diabetes melitus menyebabkan perubahan metabolik dan hormonal pada penderita dalam keadaan hamil serta persalinan. Sudah jelas bahwametabolisme glukosa akan meningkat dalam kehamilan, hal ini terbuktidengan meningkatnya laktat dan p i r u v a t d a l a m d a r a h , a k a n t e t a p i k a d a r g u l a puasa tidak meningkat.

BAB IIDIABETES KEHAMILAN GESTASIONALI. DEFINISI Diabetes Mellitus dalam kehamilan ialah gangguan toleransi g l u k o s a dalam berbagai tingkat yang terjadi atau pertama kali dideteksi padakehamilan tanpa membedakan apakah penderita perlu mendapat insulin ataut i d a k . D i a b e t e s m e n u n j u k k a n k e c e n d e r u n g a n m e n j a d i l e b i h b e r a t d a l a m kehamilan dan keperluan akan insulin meningkat. II. INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI Insidens Diabetes Mellitus dalam kehamilan sekitar 2% - 3%. D a r i kepustakaan lain dikatakan bahwa diabetes mellitus terdapat pada 1-2%wanita hamil, dan hanya 10% dari wanita tersebut yang diketahui menderitadiabetes mellitus sebelum hamil, dengan demikian dapat disimpulkansebagian besar yang terjadi pada kehamilan adalah diabetes mellitusgestational. Penelitian Prof. John M.F Adam di Ujung Pandang dalam dua p e r i o d e y a n g berbeda, memperoleh insidens Diabetes Mellitus G e s t a t i o n a l yang jauh lebih tinggi pada mereka dengan resiko tinggi (4,35%) dan 1,67%d a r i s e l u r u h p o p u l a s i w a n i t a hamil. Sedangkan, pada penelitian kedua beliauditemukan 3% pada kelompok resiko tinggi dan 1,2% dari seluruh w a n i t a hamil.R u m a h S a k i t D R . K a r i a d i S e m a r a n g o l e h Praptohardjo U dan SupartoP, tahun 1975, meneliti diabetes meliitus dalam kehamilan didapatkan angkakejadian berkisar 2-3%. Mengingat bahaya komplikasi kehamilan d e n g a n Diabetes Mellitus, maka perlu sekiranya dibuat diagnosis sedini mungkin.Beberapa kelompok wanita hamil telah diketahui mempunyai resiko tinggiuntuk terjadinya diabetes mellitus selama kehamilannya. Dan faktor resikomerupakan kriteria yang berguna dalam penyaringan klinis selama pemeriksaan antenatal

I I I .I. Diabetes Gestational : untuk kepentingan diagnosis. baik bagi ibu maupun bagi anak. durasi penyakit 10-19 tahun tidak ada komplikasi vaskuler. A2 yang tergantung insulin2. ada benigna diabetic retinopati5. D i a b e t e s g e s t a s i o n a l . K e l a s C . memerlukan insulin dengan proliferasi nefropati8. m e m e r l u k a n i n s u l i n . terapi dan prognosis. beratnya dan komplikasinya:Klasifikasi menurut White (1965):1. onset usia kurang dari 10 tahun.durasi penyakit 20 tahun.Diabetes pregestasional yang disertai dengan komplikasimisalnya angiopati.Kelas H. d i m a n a D M s u d a h a d a s e b e l u m hamil dan berlanjut sesudah kehamilan3.Kelas D.DM tipe 2 : terjadi resistensi insulin dengan defisiensi insulin yang relativesampai dengan suatu g a n g g u a n p a d a s e k r e s i i n s u l i n y a n g d i s e r t a i r e s i s t e n s i insulin. rata-rata 84mg/dL.Kelas A diabetes gestasional ( tanpa vaskulopati) a. A1maintenance hanya diet saja b.DM tipe 1 : kerusakan sel pancreas yang menjurus ke defisiensi insulinyang absolut. m e m e r l u k a n insulin.Regulasi tak baik (Less than o p t i m a l Di a b e t i c C o n t r ol T i d a k k o n t r o l s e l a m a h a m i l Glukosa darah diatas normal .Kelas F. R e g u l a s i b a i k ( g o o d d i a b e t i c c o n t r ol ) Glukosa darah puasa 55-65 mg/dL. DM Spesifik 1)Kelainan genetik sel Beta2)Kelainan genetik kerja i n s u l i n 3 ) K e l a i n a n e k s o k r i n p a n c r e a s 4 ) E n d o k r i n o p a t i 5) Dru g / C h e m i c a l I n d u c e d 6) Infeksi7) Bentuk lain dari Immune Mediated Di a b e t e s M e l l i t u s yang jarang8)Kelainan-kelainan genetik yang menyertai DM. onset usia 10-19 tahun. memerlukan insulin dengan tranplantasi ginjalKlasifikasi m e n u r u t P y k e untuk DMG :1 . memerlukan insulin dengan penyakit jantung iskemik 7.IV. retinopati dan nefropati. o n s e t u s i a 2 0 t a h u n d u r a s i penyakit kurang dari 10 tahun dan tidak ada komplikasi v a s k u l e r 3 .lamanya.4.Klasifikasi baru yang akhir-akhir ini banyak dipakai a d a l a h J a v a n o v i c ( 1 9 8 6 ) : A . KLASIFIKASI American Diabetes Association (ADA) tahun 1997 secara g a r i s b e s a r membuat klasifikasi diabetes melitus pada umumnya berdasarkan etiologinya. memerlukan insulin dengan nefropati6.Kelas T. diantaranya yang sering digunakan ialah klasifikasimenurut White (1965) yang berdasarkan umur waktu penyakitnya timbul.Kelas R. Mekanisme terjadinya melibatkan: I m m u n e .HbA1c normal dalam30 minggu untuk diabetesgestasional dan dalam 12 minggu untuk Diabetes pregestasionalB.m e d i a t e Idiopatik II. Kelas B . d i m a n a D M t e r j a d i hanya pada waktuh a m i l 2 . memerlukan insulin. pelbagai klasifikasi diusulkanoleh beberapa penulis.III. 1 jam sesudah makan <140 mg/dL. D i a b e t e s p r e g e s t a s i o n a l .

ia dapat mengalami diabetes yangmengakibatkan perubahan pada metabolisme karbohidrat. mencapai puncaknyas a a t a t e r m . Pengaruh kehamilan terhadap diabetes Dari segi klinis. Estrogen tidak mempunyai mempengaruhi yang efek dalam transport (insulin glukosa. H P L a d a l a h s a l a h s a t u d a r i h o r m o n . D I A B E T E S D A N K E H A M I L A N 1.h o r m o n u t a m a y a n g bertanggung jawab . yang dieskresikan dalam urine. sehingga kelebihan produksi insulin oleh ibu atau janin tetap tinggal bersama yang akhirnyamenghasilkan keadaan glukosuria.Perubahan hormonal yang luas terjadi pada kehamilan dalam usahamempertahankan keadaan metabolisme ibu yang sejalan dengan bertambahnyausia kehamilan. yang terkonjugasi dalam hepar menjadi glukoronida sulfat yang lebih larut. Ovarium. Kadar glukosa dalamdarah wanita hamil merupakan ukuran kemampuanya untuk memberikanrespon terhadap tantangan kehamilan itu. Insulin tidak melintasi barier plasenta. tetapi peningkataninsulin korpus luteum binding).P r o g e s t e r o n e insulin untuk juga mengurangi glukosa m e n e k a n produksi (HPL) endogen. Progesteron khususnya dihasilkan sepanjangkehamilan selama 6 minggu pertama.Tidak terkontrol baik selama 26 minggu untuk diabetes gestasional atau 12 minggu untuk diabetes pregestasional I V . Jika ia tidak mampu untuk menghasilkan lebih banyak insulin untuk memenuhi tuntutan itu. lahan plasenta manusia p e n t i n g lain Kadarnya yang merupakan hormone mempengaruhi ibumeningkat metabolisme secara dalam darah berlahan- sepanjang kehamilan. Terutama yang penting adalah peningkatan progresif dari sirkulasi estrogen yang pertama kali dihasilkan oleh ovarium hinggaminggu ke -9 dari kehidupan intra uterine dan setelah itu oleh plasenta. Hormon -hormon ini mungkin yang bertanggung jawab secaralangsung maupun tidak l angsung. Jika seorang wanita menjadi hamil makaia membutuhkan lebih banyak insulin untuk mempertahankan metabolismekarbohidrat yang normal. gambaran sentral dari metabolisme karbohidrat dapatdisimpulkan dalam istilah sederhana. Trofoblas mensintesis progesterone dan kolesterol ibu dan merupakan penyumbang yang meningkat utama terhadapkadar selama dari progesterone plasma secara menetap kemampuan kehamilan. Kadar glukosa darah maternaldicerminkan dalam kadar glukosa janin. plasenta. kortek a d r e n a l janin. kortek adrenal ibu dan pancreas terlibat dalam timbulnya perubahan-perubahan hormonal ini. menginduksi resistensi insulin perifer dan m e n g k o n t r i b u s i terhadap perubahan sel pancreas.Sebagian besar estrogen yang dibentuk oleh placenta adalah dalam bentuk estriol bebas. karena glukosa melintasi plasentadengan mudah.L a c t o g e n plasenta karbohidrat. yang mempunyai pengaruh terhadapmetabolisme karbohidrat.

pengaturan hormonalkembali normal. Dengan HPL kata dan l a i n HPL transport insulin. hiperglikemia postprandialdan hiperinsulinemia.Kortek adrenal terlibat dalam peningkatan kortisol bebas secara progresif selama kehamilan. Sebagai contoh. Pengurangan ambilan perifer terhadap glukosa3.menurunkan sensitivitas insulin sejalan dengan bertambahnya usia kehamilan.Fetus normal mempunyai sistem yang belum matang dalam pengaturan kadar g l u k o s a d a r a h . Perubahan padametabolisme karbohidrat selama kehamilan sebagai akibat dari perubahanhormonal diatas. hipoglikemia ringan pada saat puasa.5 kehamilan kali lebih lanjut.Mekanisme ini sepertinya bertujuan untuk mempertahankan suplai glukosa postprandial ke fetus. setelah makan pada wanita hamil didapatkan perpanjangan hiperglikemia. dan kadar glukosa janin sangatmendekati kadar glukosa ibu. G l u k o s a melintasi barier plasenta melalui proses difusi. Peningkatan respon insulin terhadap glukosa2. dan supresi glukagon. Peningkatan kadar plasma insulin pada kehamilannormal berhubungan dengan perubahan respon unik terhadap ingestion glukosa. kadar HPL ibu cepat menghilang.Konsentrasi glukosa plasma selama puasa yang menurun mungkin terjadiakibat peningkatan dari kadar plasma insulin. yang diperkuatdengan tiga hasil pengamatan:1. Pada beberapa uji toleransi glukosa didapatkan keadaanantara lain. hiperinsulinemia. Kadar HPL meningkat pada keadaanh i p o g l i k e m i a menurun merupakan pada keadaan hiperglikemia. Fetus normal adalah penerima pasif glukosa dari ibu. hepar ibudiperkirakan Beberapa meningkat penelitimelaporkan dan bahwa laju produksi glukosa menurun pada sensitivitasinsulin pemberian sejumlah besar kortisol. antagonis terhadap tidak menekan pengikatan glukosamaksimum tetapi mengubah Setelah melahirkan dan pengeluaran plasenta. tinggi dari konsentrasi keadaan tidak kortisol hamil. Mekanisme transport glukosa melindungi janinterhadap kadar materna l yang tinggi. Beberapa peneliti telah melaporkan sensitifitas insulinmenurun secara signifikan (40 -80 %) dengan bertambahnya usia kehamilan. mengalami kejenuhan oleh kadar glukosamaternal sebesar 10 mmol/l atau lebih sehingga kadar glukosa janin mencapai puncak . Pada 2. Penekanan respon dari glikogenMekanisme yang bertanggung jawab terhadap resistensi insulin belumlengkap dimengerti. Respon ini konsisten dengan pernyataan bahwakehamilan menginduksi resistensi perifer terhadap insulin. Tetapi hal ini tidak dapat dijelaskan dengan perubahan metabolisme insulin karena waktu paruh insulinselama hamil tidak berubah. insulin.

selama persalinandan selama nifas.Trauma kelahiran. O¶Sullivan dan Mahan malaporkan bahwa pemeriksaan yangsederhana pada semua wanita hamil lebih berguna dalam mengidentifikasi pasien-pasien yang beresiko terkena diabetes daripada indikator -indikator lainseperti riwayat penyakit dalam keluarga. Hiperinsulinemia yang bertanggungjawab terhadap terjadinya makrosomia olehkarena meningkatnya lemak tubuh.Sepsis puerperalisBerkurang laktasi-Meningkatnya morbiditas maternalPengaruh terhadap janin:.-Hidramnion. Hal ini akan menimbulkan fetalhiperinsulinemia yang sebanding dengan kadar glukosa darah ibu dan fetus. M e t o d e d i a g n o s t i k h a r u s c e p a t d a n praktis. Resiko meningkat pada diabetes tak terkontrol.pada 8-9 mmol/l. Insidens meningkat bersamaan d e n g a n meningkat disproporsi kepala panggul.Semua ahli sependapat bahwa skrining . Lain halnya pada diabetes mellitus gestational.R e t a r d a s i p e r t u m b u h a n Malfromasi kongenital-Meningkatnya kematian neonatal V.Selama persalinan :-Persalinan memanjang akibat bayi yang besar -Distosia bahu-Meningkatnya tindakan operatif -Ruptura jalan lahir Perdarahan postpartumSelama nifas : .H a l i n i d i s e b a b k a n p l a s e n t a y a n g b e s a r . riwayat obstetrik sebelumnya atauobesitas. k o n t r o l p r e e k l a m p s i a b e r h u b u n g a n d e n g a n rendahnya mortalitas perinatal. sehingga kadar glukosa ibulah yang mempengaruhi kadar glukosa fetus. 2 . maka perawatan antepartum yang optimum memerlukan uji diagnostik yangs e n s i t i f p a d a s e m u a w a n i t a h a m i l . atau dapat juga disebabkan karena gangguan toleransiglukosa yang terjadi pertama kali saat kehamilan disebut diabetes melitusgestational.Hal ini menjamin bahwa pada kehamilan normal pankreas janin tidak dirangsang secara berlebihan oleh puncak postprandial kadar glukosa darah ibu. . malpresentasi. a d a n y a m a l f o r m a s i kongenital dan poliuria janin akibat hiperglikemiaPersalinan prematur.Karena prevalensi dari diabetes dalam kehamilan tinggi. DIAGNOSIS Hiperglikemia pada wanita hamil dapat disebabkan karenasebelumnya penderita sudah menderita diabetes mellitus atau disebut diabetesmelitus pregestational. Pengaruh diabetes terhadap kehamilan Pengaruh meternal bisa dibagi lagi selama kehamilan.P r e e k l a m p s i a . Tetapi kadar insulin i bu tidak dapatmencapai fetus. Insidens meningkat pada diabetes tak terkontrol.Bila kadar glukosa ibu tinggi melebihi batas normal atau tidak terkontrol akanmenyebabkan dalam jumlah besar glukosa dari ibu menembus plasenta menujufetus dan terjadi hiperglikemia pada fetus. banyak kriteria diagnostik yang dipakai dan belum ada kesepakatan darisemua ahli tentang kriteria diagnostik mana yang terbaik.M a t u r a s i p a r u t e r l a m b a t .Selama kehamilan : -Abortus.Janin mati dalam rahim. Diabetes melitus yang telah diketahui sebelum kehamilan tidak ada masalah dalam diagnosis.Makrosomia. Sel beta pankreas fetus kemudian akan menyesuaikan diriterhadap tingginya kadar glukosa darah.

VI. adalah:1. 2 jam postprandial <160 mg/dL. Cara O¶Sullivan & Mahan. Bagan 1: Cara skrining menurut Cara O¶Sullivan MahanTes ini dilakukan pada saat wanita hamil tersebut berkunjung keklinik tanpa harus berpuasa. Dengan beban 100 gram glukosa setelah berpuasa 12 jam. Kepada mereka diberikan beban dengan50 gram glukosa dilarutkan dalam air segelas. Untuk mendeteksi d i a b e t e s m e l l i t u s d i l a k u k a n t e s toleransi glukosa oral dengan beban 75 gram. Cara WHOS e j a k t a h u n 1 9 8 0 W H O t e l a h m e m b u a t c a r a skrining untuk diabetes mellitus. 1 jam postprandial <190 mg/dL.Riwayat kebidanan yang mencurigakan Beberapa kali mengalami keguguran Pernah melahirkan anak mati tanpa sebab yang jelas Pernah melahirkan bayi dengan cacat bawaan Pernah melahirkan bayi dengan BBL: 4000 gram Pernah keracunan kehamilan Pernah mengalami polihidramnion 2.Bila didapatkan hasil yang positif.sebaiknya dilakukan padasemua wanita hamil.Skrining ulang dilakukan pada minggu ke 33 -36 kehamilan. walaupun hal ini sangat sulit dilaksanakan. Tes toleransiglukosa hanya dilakukan pada mereka y a n g t e s t a n t a n g a n g l u k o s a positif. yaitu: tahap pertama: disebut tes tantanganglukosa yang merupakan tes s krining dan tahap kedua: tes toleransiglukosa oral.Skrining dan criteria diagnosis DMG menurut O¶Sullivan Mahanterdiri atas dua tahap. Dikatakan positif bilagula darah vena lebih besar 140 mg/dL.1. 1. Normal bila kadar glukosa darah puasa <105 mg/dL.2 8 a t a u l e b i h d e n g a n catatan pada kelompok ibu-ibu dengan resiko tinggi. skriningdilakukan pada minggu ke-24 kehamilan. pada ibuhamil dengan resiko tinggi atau tes to leransi glukosa positif. Bila skrininghanya dilakukan pada kelompok resiko tinggi saja maka 50% diabetes melitusgestational tidak terdiagnosis.VI. 2 jam. 2. Javanovic menganjurkanwaktu skrining yang terbaik ialah pada minggu ke 2731 kehamilan.Kelompok resiko tinggi terjadinya diabetes melitus gestational. diambil glukosa darah puasa. Cara Skrining dan Kriteria Diagnostik VI. 1. 3 jam postprandial. setelah satu jam pemberian. 3 jam postprandial <140 mg/dL. glukosa darah 1 jam.Riwayat ibu yang mencurigakan Umur ibu waktu hamil lebih dari 30 tahun Riwayat DM dalam keluarga Riwayat DMG sebelumnya Obesitas Infeksi saluran kencing yang berulang selama hamil Sk r i n i n g d i l a k u k a n p a d a k e h a m i l a n m i n g g u k e .1. Dikatakan diabetes melitusgestational bila ditemukan sedikitnya 2 angka abnormal. Kadar glukosa . dilanjutkan dengan tes toleransiglukosa oral. Tes toleransi glukosa dilakukan 3 jam. Dinyatakan diabetesmellitus bila kadar glukosa darah plasma vena puasa >140 mg/dLd a n a t a u 2 j a m s e t e l a h pembebanan >200 mg/dL.

1972) membuat standarisasi. 3. Dinyatakan diabetes m e l l i t u s g e s t a t i o n a l apabila kadar glukosa vena plasma 2 jam setelah pembebanan >140mg/dL. m a k a n m a l a m . 1.darah plasma vena puasa yang normal <100 mg/dL dan dua jamsetelah pembebanan <140 mg/dL.Puasa : n o r m a l a t a u k u r a n g d a r i 1 0 0 m g % . 1. Diabetes Mellitus Pragestasional A . skrining positif bila kadar glukosa vena setelah 1 jam pembebanan >130m g / d L . P E NA T ALA K S AN A A N VII. s e b e l u m t i d u r <100 mg/dL1 j a m s e t e l a h m a k a n < 1 4 0 m g / d L 2 j a m s e t e l a h m a k a n < 1 2 0 m g / d . Kadar glukosa darah hanya diambil 2 jamsetelah pembebanan. bayi dengan malformasi atau bayi lahir mati.Kadar glukosa darah yang diharapkan selama hamil:2.1/2 jam : lebih dari 150 mg % 1 jam : lebih dari 160 mg %. V I . pernah melahirkan bayimakrosomia.3 jam : normal atau lebih dari 120 mg % VI. Mereka yang mempunyai kadar glukosa darah diantara kadar normal dan diabetes mellitus disebutk e l o m p o k t o l e r a n s i g l u k o s a t e r g a n g g u . 4. Regulasi gula darahYang paling penting selama perawatan kehamilan adalahregulasi glukosa darah. wanitahamil yang gemuk. Cara American Collage of Obstetricians and GynecologistsAmerican Collage of Obstetricians And Gynecologists (1986)merekomendasikan bahwa penapisan hanya perlu untuk wanita-wanita resiko tinggi yaitu yang berumur lebih dari 3 0 tahun. adariwayat keluarga dengan diabetes. S e m e n t a r a i t u . J i k a s k r i n i n g p o s i t i f d i l a n j u t k a n d e n g a n t e s toleransiglukosa oral 75 gram. Cara ASEAN Study Group of Diabetes in Pregnancy ( A S G O I P ) Cara ini menggunakan tes tantangan glukosa 50 gram. Seseorang dianggap menderita diabetes bila tes toleransi glukosanya menunjukkan hasil sebagai berikut :. k a r e n a m a s i h b e l u m a d a n y a k e s e r a g a m a n d a l a m membuat kriteria diagnosis diabetes dalam kehamilan. K h u s u s u n t u k w a n i t a h a m i l dengan toleransi glukosa terganggu harus diobati sebagai penderitadiabetes mellitus. Terapi insulin1)Multiple insulin injection Prandial insulin (regular/insulin lispro)diberikan bersama saat makan Kadar rata-rata 100 mg/dLSebelum makan pagi <95 mg/dLSebelum m a k a n s i a n g . makaAmerican Collage of Obstetricians and Gyenecologists (Hughes.2 jam : lebih dari 160 mg %. P e r a w a t a n A n t e n a t a l 1. hipertensi atau glukosuria. 1.Kadar glukosa plasma venaPuasa (mg/dl) 2 Jam PP (mg/dl) Normal <100 <140Diabetes Mel itus • 140 • 200Toleransi GlukosaTerganggu100-140 140-200Tabel 1: Kadar glukosa darah sebagai kriteria diagnosis diabetesmelitus menurut WHOVI.

1)Profil biofisik janin Pemantauan gerakan janin sejak usiakehamilan 28 minggu Pertimbangkan untuk persalinan pada usia hamilsejak 38 minggu (bila tes maturasi paru janin positif)C a r a P e r s a l i n a n : 1) Pada kasus resiko rendah diperbolehkan melahirkanekspektatif s p o n t a n p e r v a g i n u m s a m p a i d e n g a n u s i a k e h a m i l a n a t e r m 2) Pada kasus resiko tinggi dianjurkan terminasi pada usiakehamilan 38 minggu dengan pemberian kortikosteroid u n t u k p e m a t a n g a n p a r u j a n i n . C a r a p e r s a l i n a n t e r g a n t u n g i n d i k a s i o b s t e t r i k 3) .Diet yang dianjurkan Rencana: 3 kali makan dan 3 kali snack Kalori : 30-35 kcal/kg nor m a l b o d y w e i g h t Total 2000-2400 kcal/hari Komposisi: Karbohidrat 40-50%. C a r a p e r s a l i n a n t e r g a n t u n g i n d i k a s i o b s t e t r i k 3) P a d a k a s u s m a k r o s o m i a d e n g a n p e r k i r a a n b e r a t j a n i n 4500 gram diperkirakan untuk Seksio Cesar elektif R e g u l a s i G l u k o s a I n t r a p a r t u m : 1)P e r i k s a k a d a r g l u k o s a d a r a h ( k a p i l e r ) s e t i a p j a m d a n p e r t a h a n k a n s e l a l u d i b a w a h 1 1 0 m g / d L 2) K o n t r o l g l u k o s a s e l a m a proses persalinanK o n t r a s e p s i p a d a D M P r a g e s t a s i ( D M t i p e 1 d a n t i p e 2 ) : 1.S t e r i l i s a s i d i a n j u r k a n p a d a p a s i e n d e n g a n v a s k u l o p a t i yang berat Pertimbangkan untuk persalinan pada usia hamilsejak 38 minggu (bila tes maturasi paru janin positif)C a r a P e r s a l i n a n : 1) Pada kasus resiko rendah diperbolehkan melahirkanekspektatif s p o n t a n p e r v a g i n u m s a m p a i d e n g a n u s i a k e h a m i l a n a t e r m 2) Pada kasus resiko tinggi dianjurkan terminasi pada usiakehamilan 38 minggu dengan pemberian kortikosteroid u n t u k p e m a t a n g a n p a r u j a n i n . AKDR tidak berpengaruh terhadap kontrol glukosamaupun v a s k u l o p a t i 4.P i l p r o g e s t e r o n e d i p e r b o l e h k a n p a d a p a s i e n d e n g a n v a s k u l o p a t i 3. L e m a k 3 0 . Pemantauan JaninPemantauan kesejahteraan janin antenatal u n t u k m e n c e g a h k e m a t i a n j a n i n . P i l K B k o m b i n a s i P i l K B d o s i s r e n d a h p a d a p a s i e n tanpa vaskulopatiJangan diberikan pada perokok dan hipertensi 2. Pedoman penggunaan insulin dan asupan karbohidrat 1 unitr a p i d a c t i n g i n s u l i n a k a n m e n u r u n k a n glukosa darah 30 mg/dL 1 0 g k a r b o h i d r a t a k a n m e n i n g k a t k a n g l u k o s a d a r a h 30 mg/dL (1 unit i n s u l i n r a p i d a c t i n g d i b e r i k a n pada intake karbohidrat 10g) 5.Basal insulin (Neutral ProtamineHagedorn/NPH) diberikan sebelum makan pagi (2/3 dosis) dan sebelum tidur (1/3dosis) 2 ) C o n t i n u o u s s u b c u t a n e o u s I n s u l i n I n f u s i o n ( I n s u l i n pump)I n s u l i n lispro diberikan secara continuous basalrate dan bolus p a d a p a s i e n d e n g a n k e p a t u h a n tinggi 3. kompleks dantinggi serat P r o t e i n 2 0 % .4 0 % ( a s a m l e m a k jenuh/ saturated <10%) Pertambahan berat badan ibu 22-25 lb (10-11 kg) 4.

kunjungan setiap 2 minggu s a m p a i dengan usia kehamilan 36 minggu kemudian 1 minggusekali s a m p a i d e n g a n a t e r m ( b i l a k a d a r g u l a d a r a h t e r k e n d a l i d e n g a n b a i k ) 3) Target glukosa darah senormal mungkin dengan kadar glukosa puasa=100 mg/dL dan 2 jam PP=140 mg/dL yangdicapai dengan diet. 3) Perkiraan berat lahir secara klinis dan pemeriksaan USGdilakukan untuk mendeteksi adanya tanda-tandam a k r o s o m i a . AKDR tidak berpengaruh terhadap kontrol glukosamaupun v a s k u l o p a t i 4. P i l p r o g e s t e r o n e d i p e r b o l e h k a n p a d a p a s i e n d e n g a n v a s k u l o p a t i 3. Anak dan A n e s t e s i 2) Perawatan antenatal. Bilasampai d e n g a n 4 0 m i n g g u b e l u m t e r j a d i p e r s a l i n a n m a k a mulai d i l a k u k a n p e m a n t a u a n k e s e j a h t e r a a n j a n i n 2 k a l i s e m i n g g u . P e r a w a t a n A n t e n a t a l 1) Program perawatan kasus DMG dilaksanakan secaramul tidisiplin yang terdiri dari Bagian Kebidanan. o l a h r a g a d a n i n s u l i n 4) O b a t A n t i D i a b e t i k ( O A D ) t i d a k d i a n j u r k a n o l e h k a r e n a dapat menembus barier plasenta. U n t u k m e n g u r a n g i k e l a i n a n j a n i n a k i b a t trauma kelahiran dianjurkan u n t u k m e m p e r t i m b a n g k a n S e k s i o C e s a r e l e k t i f . 2) P a s i e n d e n g a n h i p e r t e n s i d a l a m k e h a m i l a n s e b e l u m n y a harus dilakukan pemantauan kesejahteraan janin 2 kaliseminggu mulai u s i a h a m i l 3 2 m i n g g u . Pil KB kombinasi Pil KB dosis rendah pada pasien tanpa vaskulopati Jangan diberikan pada perokok dan hipertensi 2.Gizi.B . 4) . Internis. P e r a w a t a n S e l a m a P e r s a l i n a n 1) Pasien dengan kadar glukosa darah terkendali dengan diet s a j a diperbolehkan melahirkan sampai dengan aterm.P a d a k a s u s m a k r o s o m i a d e n g a n p e r k i r a a n b e r a t j a n i n 4500 gram diperkirakan untuk Seksio Cesar elektif R e g u l a s i G l u k o s a Intrapartum: 1) Periksa kadar glukosa darah (kapiler) setiap jam dan pertahankan s e l a l u d i b a w a h 1 1 0 m g / d L 2) Kontrol glukosa selama proses persalinanK o n t r a s e p s i p a d a D M P r a g e s t a s i ( D M t i p e 1 d a n t i p e 2 ) : 1. dikhawatirkan efek teratogenik dan lebih m e r a n g s a n g s e l b e t a l a n g e r h a n s p a d a janin. S t e r i l i s a s i d i a n j u r k a n p a d a p a s i e n d e n g a n v a s k u l o p a t i yang bera Diabetes Mellitus Gestational A .

K o m p l i k a s i P a d a J a n i n 1) R e s p i r a t o r y D i s t r e s s S y n d r o m e 2) N e o n a t a l H y p o g l y c e m i a 3) N e o n a t a l h y p o c a l c e m i a 4) Neonatal hypomagnesia . KOMPLIKASI Komplikasi penderita Diabetes Mellitus dalam kehamilan h a m p i r sama dengan komplikasi diabetes mellitus tanpa kehamilan.evaluasi lagi setelah 3 tahun dengan kadar glukosa puasa. misalnya TB Paru. K o m p l i k a s i A k u t 1) Ketoasidosis diabetik (KAD)2)Hiperosmolar non ketotik (HONK) 3 ) H i p o g l i k e m i a B. Perawatan Pasca Persalinan1.Pasien dengan Diabetes Mellitus Gestational yang dalamterapi insulin disertai diet untuk mengendalikan kadar glukosa darah direncanakan program pemantauan/evaluasi janin a n t e n a t a l ( a n t e p a r t u m f e t a l s u r v e i l l a n c e ) 5) Perawatan intensive untuk mendeteksi dan mengatasikejadian h i p o g l i k e m i a . Kontrasepsi oral dosis rendah dikatakan tidak pernah d i l a p o r k a n b e r p e n g a r u h t e r h a d a p k e j a d i a n i n t o l e r a n s i k a r b o h i d r a t 3. Kadar glukosa plasma 6 minggu pasca persalinan pada DMG VII.Komplikasi Kronik 1) Makroangiopati: Penyakit Jantung Koroner S t r o k e Penyakit pembuluh darah tepi 2) Mikroangiopati Retinopati diabetic Nefropati diabetic 3 ) N e u r o p a t i 4)Rentan infeksi.olahraga teratur dan m e n u r u n k a n b e r a t b a d a n p a d a y a n g o b e s i t a s 2. diantaranya:I. h i p o k a l s e m i a d a n h i p e r b i l i r u b i n e m i a pada neonates. Recurr e n c e r isk untuk DMG sekitar 60%Tabel 2.Komplikasi Pada IbuA . Beberapakomplikasi yang dapat terjadi. Ginggivitis dan I S K 5 ) K a k i d i a b e t i c I I . namun dapatterjadi lebih berat keadaannya bagi penderita yang sedang hamil. dilakukan TTGO dengan loading 75 gram glukosa kemudian diukur kadar glukosa plasma saat p u a s a d a n 2 j a m 3) Bila TTGO diatas menunjukkan kadar yang normal.C . Evaluasi untuk mengantisipasi i n t o l e r a n s i k a r b o h i d r a t y a n g m e n e t a p t e r d i r i d a r i : 1) S e l f m o n i t o r i n g u n t u k m e n g e v a l u a s i p r o f i l g l u k o s a d a r a h 2) Pada 6 minggu pasca persalinan.

P R O G N O S I S Managemen pengobatan yang melibat multidisiplin ilmu kedokterandapat meningkatkan taraf hidup maternal dan fetus.P o l y c i t e m i a 6) Neonatal hyperbilirubinemia 7) K e l a i n a n k o n g e n i t a l V I I I . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful