Instrumen kimia UV-Vis

19:56 | Diposkan oleh bambang

Spektrofotometer sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spectrometerdan fotometer. Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang di transmisikan atau yang di absorpsi. Pada umumnya ada beberapa jenis spektrofotometri yang sering digunakan dalam analisis secara kimiawi, antara lain: a. Spektrofotometri Vis (visibel) b. Spektrofotometri UV (ultra violet) c. Spektrofotometer UV-VIS Dan lain-lain tetapi yang akan dibahas dalam makalah ini adalah spektrofotometri UV-VIS, tetapi untuk lebih jelasnya akan dijelaskan terlebih dahulu secara singkat spektrofotometri di atas. a. Spektrofotometri Visibel Pada spektrofotometri ini yang digunakan sebagai sumber sinar/energi adalah cahaya tampak (visible). Cahaya visible termasuk spektrum elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Panjang gelombang sinar tampak adalah 380 sampai 750 nm. Sehingga semua sinar yang dapat dilihat oleh kita, entah itu putih, merah, biru, hijau, apapun.. selama ia dapat dilihat oleh mata, maka sinar tersebut termasuk ke dalam sinar tampak(visible). Sumber sinar tampak yang umumnya dipakai pada spektro visible adalah lampu Tungsten. Tungsten yang dikenal juga dengan nama Wolfram merupakan unsur kimia dengan simbol W dan no atom 74. Tungsten mempunyai titik didih yang tertinggi (3422 ºC) dibanding logam lainnya. karena sifat inilah maka ia digunakan sebagai sumber lampu. Sample yang dapat dianalisa dengan metode ini hanya sample yang memiliki warna. Hal ini menjadi kelemahan tersendiri dari metode spektrofotometri visible. Oleh karena itu, untuk sample yang tidak memiliki warna harus terlebih dulu dibuat berwarna dengan menggunakan reagent spesifik yang akan menghasilkan senyawa berwarna. Reagent yang digunakan harus betul-betul spesifik hanya bereaksi dengan analat yang akan dianalisa. Selain itu juga produk senyawa berwarna yang dihasilkan stabil. a. Spektrofotometri UV

Spektrofotometri UV memang lebih simple dan mudah dibanding spektrofotometri visible. Penyerapan oleh transisi electron d dan f dari molekul kompleks c. phi dan non bonding electron. Kemudahan metode ini adalah dapat digunakan baik untuk sample berwarna juga untuk sample tak berwarna. Bahkan sample dapat langsung dianalisa meskipun tanpa preparasi. Nama deuterium diambil dari bahasa Yunani. Penyerapan oleh perpindahan muatan. alken. Interaksi antara energy cahaya dan molekul dapat digambarkan sbb : E = hv Dimana .Berbeda dengan spektrofotometri visible. Tidak ada partikel koloid apalagi suspensi. Menggunakan dua buah sumber cahaya berbeda. Dia merupakan isotop hidrogen yang stabil yang terdapat berlimpah di laut dan daratan. Meskipun untuk alat yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV dan Vis. Hal ini berpotensi menimbulkan bias pada hasil analisa. b. yang berarti ‘dua’. E = energy (joule/second) h = tetapan plank v = frekuensi foton Penyerapan sinar uv-vis dibatasi pada sejumlah gugus fungsional/gugus kromofor (gugus dengan ikatan tidak jenuh) yang mengandung electron valensi dengan tingkat eksitasi yang rendah. mengacu pada intinya yang memiliki dua pertikel. maka senyawa yang dapat menyerap sinar ini terkadang merupakan senyawa yang tidak memiliki warna. Bening dan transparan.Karena sinar UV tidak dapat dideteksi oleh mata kita. Spektroskopi ultraviolet-visible atau spektrofotometri ultravioletvisible (UV-Visatau UV / Vis) melibatkan spektroskopi dari foton dalam daerah UVterlihat. Namun harus hati-hati juga. sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. terutama pada bagian preparasi sample. Inti atom deuterium mempunyai satu proton dan satu neutron. UV-Vis paling banyak tersedia dan paling populer digunakan. Untuk sistem spektrofotometri. Kromofor-kromofor organic seperti karbonil. Prinsip dasar pada spektrofotometri adalah sample harus jernih dan larut sempurna. azo. Spektrofotometri UV-VIS Spektrofotometri ini merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. b. deuteros. molekul mengalami transisi elektronik. Teknik ini melengkapi fluoresensi spektroskopi. Panjang gelombang . Ini berarti menggunakan cahaya dalam terlihat dan berdekatan (dekat ultraviolet (UV) dan dekat dengan inframerah (NIR)) kisaran. Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380 nm. di fluoresensi berkaitan dengan transisi dari ground state ke eksited state. sementara hidrogen hanya memiliki satu proton dan tidak memiliki neutron. karena banyak kemungkinan terjadi interferensi dari senyawa lain selain analat yang juga menyerap pada panjang gelombang UV. pada spektrofotometri UV berdasarkan interaksi sample dengan sinar UV. Dengan melibatkan 3 jenis electron yaitu : sigma. Di wilayah ini dari spektrum elektromagnetik. Penyerapan oleh transisi electron ikatan dan electron anti ikatan.Oleh karena itu. yaitu photodiode yang dilengkapi dengan monokromator. Sebagai sumber sinar dapat digunakan lampu deuterium. sample tidak berwarna tidak perlu dibuat berwarna dengan penambahan reagent tertentu. sample keruh tetap harus dibuat jernih dengan filtrasi atau centrifugasi.Penyerapan dalam rentang yang terlihat secara langsung mempengaruhiwarna bahan kimia yang terlibat. Namun perlu diingat. melalui 3 proses yaitu : a. nitrat dan karboksil mampu menyerap sinar ultraviolet dan sinar tampak.Deuterium disebut juga heavy hidrogen. Penyerapan sinar uv dan sinar tampak oleh molekul.

yaitu . Sementara kompleks transfer biaya juga menimbulkan warna. A. Terikatnya gugus auksokrom pada gugus kromofor akan mengakibatkan pergeseran pita absorpsi menuju ke panjang gelombang yang lebih besar (bathokromik) yang disertai dengan peningkatan intensitas (hyperkromik). a. warna larutan encertembaga sulfat adalah biru yang sangat terang. metoksi dan amina. 1. atau etanol untuk senyawa organik yang larut. Tirosin. tidak semua pelarut yang cocok untuk digunakan dalam spektroskopi UV. seperti anion tertentu atau ligan. Panas dari lampu wolfram dapat merepotkan. warna sering terlalu kuat untuk digunakan dalam pengukuran kuantitatif. Pelarut untuk penentuan ini sering air untuk senyawa larut dalam air. Pada kondisi operasi biasa. menambahkanamonia meningkat dan perubahan warna panjang gelombang serapan maksimum (λ m a x). b. Hukum BeerLambert menyatakan bahwa absorbansi larutan berbanding lurus dengan konsentrasi spesies menyerap dalam larutan dan panjang jalan. Ethanol menyerap sangat lemah di paling panjang gelombang. menyerap cahaya) karena d elektron dalam atom logam dapat tertarik dari satu negara elektronik lainnya. seperti hidroksil. misalnya. Sebagai contoh. Instrumentasi UV-Vis Spektroskofi UV-VIS memiliki instrumentasi yang terdiri dari lima komponen utama. keluaran lampu wolfram ini memadai dari sekitar 235 atau 350 nm ke sekitar 3 µm. sringkali rumah lampu itu . peningkatan penyerapan maksimum dan koefisien molar kepunahan ketika pH meningkat 6-13 atau ketika polaritas pelarut berkurang. Kegunaan spektroskopi UV-VIS UV / Vis spektroskopi secara rutin digunakan dalam kuantitatifpenentuan larutan dari logam transisi ion dan sangatdikonjugasikan senyawa organik. Senyawa organik. atau lebih tepatnya. Ini dapat diambil dari referensi (tabel koefisien molar kepunahan). Jadi. UV / VIS spektroskopi dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi dalam larutan penyerap.  Sumber radiasi sumber energy cahaya yang biasa untuk daerah tampak dari spectrum itu maupun daerah ultraviolet dekat dan inframerah dekat adalah sebuah lampu pijar dengan kawat ranbut terbuat dari wolfram. untuk tetap jalan panjang. Auksokrom adalah gugus fungsional yang mempunyai elekron bebas.Polaritaspelarut dan pH dapat mempengaruhi penyerapan spektrum senyawa organik. energy yang dipancarkan olah kawat yang dipanaskan itu beraneka ragam menurut panjang gelombangnya. c. ditentukan dari kurva kalibrasi. Warna larutan ion logam sangat dipengaruhi oleh kehadiran spesies lain.maksimalnya dapat berubah sesuai dengan pelarut yang digunakan. Larutan ion logam transisi dapat berwarna (misalnya.Perlu untuk mengetahui seberapa cepat perubahan absorbansi dengan konsentrasi. juga menyerap cahaya pada daerah UV atau terlihat dari spektrum elektromagnetik.). (Pelarut organik mungkin memiliki penyerapan sinar UV yang signifikan. terutama mereka yang memiliki tingkat tinggi konjugasi.

lewat jalan optis lebih jauh. Misalnya. yang berupa prisma atau suatu kisi difraksi. Metode umum yang mudah dipakai untuk menjelaskan yaitu penggunaan serapan ultra-violet. menyerap pada panjang gelombang dibawah 205 nm dan air pada gelombang dibawah 190 nm. Sel-sel harus diisi sedemikian rupa sehingga berkas cahaya menembus larutan. Dengan memutar prisma atau kisi itu secara mekanis. Jika anda menggunakan campuran metanol-air sebagai pelarut. Radiasi dari sumber difokuskan ke celah masuk. Banyak senyawa-senyawa organik menyerap sinar UV dari beberapa panjang gelombang. anda sebaiknya menggunakan panjang gelombang yang lebih besar dari 205 nm untuk mencegah pembacaan yang salah dari pelarut. tabung reaksi silindris kadang-kadang diginakan sebagai wadah sampel.  Rekorder . Dalam instrument.  Detektor Detector dapat memberikan respons terhadap radiasi pada berbagai panjang gelombang Ada beberapa cara untuk mendeteksi substansi yang telah melewati kolom. dari situ. metanol. sel kuarsa atau kaca silica tinggi istimewa untuk daerah ultraviolet. porsi-porsi itu menjumpai sampel. Sel-sel lebih baik bila permukaan optisnya datar. Umumnya sel-sel ditahan pada posisinya dengan desain kinematik dari pemegangnya atau dengan jepitan berpegas yang memastikan bahwa posisi tabung dalam ruang sel (dari) instrument itu reprodusibel. Pelarut menyerapnya! Tetapi berbeda. anda akan mendapatkan pembacaan langsung berapa besar sinar yang diserap. Jika anda menyinarkan sinar UV pada larutan yang keluar melalui kolom dan sebuah detektor pada sisi yang berlawanan.  Monokromator Monokromator ini adalah piranti optis untuk memencilkan suatu berkas radiasi dari sumber berkesinambungan. Anda akan heran mengapa pelarut yang digunakan tidak mengabsorbsi sinar UV.  Wadah sampel kebanyakan spektrofotometri melibatkan larutan dan karenanyan kebanyakan wadah sampel adalah sel untuk menaruh cairan ke dalam berkas cahaya spektrofotometer. Sel itu haruslah meneruskan energy cahaya dalam daerah spektral yang diminati: jadi sel kaca melayani daerah tampak. Jumlah cahaya yang diserap akan bergantung pada jumlah senyawa tertentu yang melewati melalui berkas pada waktu itu. dengan meniscus terletak seluruhnya diatas berkas. aneka porsi spectrum yang dihasilkan oleh insur disperse dipusatkan pada celah keluar. kemudian disejajarkan oleh sebuah lensa atau cermin sehingga suatu berkas sejajar jatuh ke unsure pendispersi.diselubungi air atau didinginkan dengan suatu penghembus angin untuk mencegah agar sampel ataupun komponen lain dari instrument itu menjadi hangat. Penting bahwa tabung-tabung semacam itu diletakkan secara reprodusibel dengan membubuhkan tanda pada salah satu sisi tabunga dan tanda itu selalu tetaparahnya tiap kali ditaruh dalam instrument. senyawa-senyawa akan menyerap dengan sangat kuat bagian-bagian yang berbeda dari specktrum UV. berkas mana mempunyai kemurnian spectral yang tinggi dengan panjang gelombang yang diinginkan.

Cahaya yang digunakan merupakan foton yang bergetar dan menjalar secara lurus dan merupakan tenaga listrik dan magnet yang keduanya saling tagak lurus. hewan. misal analisis Pb dengan ekstraksi dithizon pada pH tertentu. Prinsip Kerja UV-Vis Pada prinsipnya spektroskopi UV-Vis menggunakan cahaya sebagai tenaga yang mempengaruhi substansi senyawa kimia sehingga menimbulkan cahaya. A. Spektroskopi UV-Vis digunakan untuk cairan berwarna. Analisis unsur berasal dari jaringan tanaman. pH disesuaikan dengan penambahan amonium hidroksida kemudian ditambah KCN dan NH2OH. Sehingga sampel yang akan diidentifikasi harus diubah dalam senyawa kompleks. Spektrum absorpsi merupakan plotantara absorbans sebagai ordinat dan panjang gelombang sebagai absis. Cara kerja alat spektrofotometer UV-Vis yaitu sinar dari sumber radiasi diteruskan menuju monokromator. Aplikasi dari UV-Vis  Studi Fotoelektrokimia Lapisan Tipis CdS Hasil Deposisi Metode CBD Lapisan tipis CdS dideposisi pada substrat gelas berlapis TCO dengan metode CBD (Chemical Bath Deposition) menggunakan bahan dasar CdCl2 sebagai sumber ion Cd2+ dan (NH2)2 SC (Thiourea) sebagai sumber ion S2-. Karakterisasi XRD lapisan tipis yang diperoleh memperlihatkan puncak-puncak karakteristik CdS polikristal dengan struktur kubik (zincblende).Dan di dalam rekorder signal tersebut direkam sebagai spektrum yang berbentuk puncak-puncak. diubah ke digital dan dilihat hasilnya. Tenaga foton bila mmepengaruhi senyawa kimia. Karakterisasi fotoelektrokimia dilakukan di dalam sel elektrokimia yang berisi elektrolit 1M NaOH dan elektrolit mengandung kompleks . Sampel Pb direaksikan dengan amonium sitrat dan natriun fosfit. Absorbansi dan transmitansi optik dengan spektroskopi UV-VIS memperlihatkan daerah absorbsi pada rentang cahaya tampak (300 nm .500 nm) dengan maksimum pada sekitar 330 nm. B. perhitungan dilakukan dengan komputer yang sudah terprogram. Cahaya dari monokromator diarahkan terpisah melalui sampel dengan sebuah cermin berotasi. Detektor menerima cahaya dari sampel secara bergantian secara berulang – ulang. Tetapi bila sampai menguraikan senyawa kimia maka dapat terjadi peruraian senyawa tersebut menjadi molekul yang lebih kecil atau hanya menjadi radikal yang dinamakan peristiwa kimia atau Chemical event. misalnya destruksi campuran asam (H2SO4+ HNO3 + HClO4) pada suhu tinggi. Sinyal listrik dari detektor diproses. maka akan menimbulkan tanggapan (respon). sedangkan respon yang timbul untuk senyawa organik ini hanya respon fisika atau Physical event. Larutan sample diperoleh dilakukan preparasi tahap berikutnya dengan pereaksi tertentu untuk memisahkan unsur satu dengan lainya. manusia harus diubah dalam bentuk larutan.HCl dan ekstraksi dengan dithizon.

go.A. Hasil pengukuran nilai absorbansi untuk setiap panjang gelombang dalam rentang pengukuran.iodida.com/doc/25536927/Spektrofotometri-Spektrofotometer-UV-Vis http://www.45 eV.com/doc/37706799/Spektrofotometer-UV-Vis . Lebar celah pita energi (energy bandgap) ditentukan melalui kurva (Jphhv)2 vs hv (energi foton).org/materi_kimia/instrumen_analisis/ Sudjadi.Pustaka Pelajar : Yogyakarta Anggraini et. al: Seminar 1986.Kimia Farmasi Analisis.com/2009/07/macam-spektrofotometri-dan-perbedaannya html.id Jakarta: http://wahyuriyadi. dan Aplikasi Laser Erlangga Underwood. http://www. diperoleh lebar pita energi sebesar 2. Absorbansi optik lapisan gelatin diamati menggunakan teknik spektroskopi dengan mengukur absorbansi dalam rentang UV-Vis. Hubungan rapat arus foto terhadap energi foton cahaya (hv) juga diperlihatkan dari kurva Jph vs hv. Cahaya yang melewati atau diserap film gelatin dideteksi menggunakan spektrometer dengan panjang gelombang antara 292 nm sampai 591 nm dalam rentang daerah ultraungu (UV) – cahaya tampak (visible).scribd. Film gelatin dideposisi menggunakan spin-coater pada kecepatan putar tertentu di atas substrat kaca.blogspot. antara 292 nm sampai 355 nm. Respon arus foto (photocurrent) elektroda CdS di dalam sel fotoelektrokimia memperlihatkan kebergantungan pada panjang gelombang cahaya datang dan bersesuaian dengan absorbansi optik spektroskopi UV-VIS.scribd.  Meneliti Pengaruh Kelembaban Terhadap Absorbansi Optik Lapisan Gelatin Penelitian ini menyajikan studi tentang pengaruh kelembaban terhadap absorbansi optik lapisan gelatin.2000.lipi. Nasional Analisis I Opto Kimia Elektronika Kuantitatif.jurnal. Absorbansi optik lapisan gelatin dipindai (di-scan) dengan perlakuan variasi kelembaban udara (kelembaban nisbi. http://www.L. Dari spektrum absorbansi tersebut diketahui serapan optik lapisan gelatin berada pada daerah ultraungu (UV). DAFTAR PUSTAKA http://www.chem-is-try. RH). Absorbansi optik lapisan gelatin dipindai (scan) dari panjang gelombang 292 nm sampai dengan 591 nm yaitu dalam rentang cahaya ultraungu (UV) – cahaya tampak (visible).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful