P. 1
Venesia

Venesia

|Views: 147|Likes:
Published by anon_534096290

More info:

Published by: anon_534096290 on Sep 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

JUDUL ARTIKEL KOTA VENESIA Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Pengantar Perencanaan Wilayah dan Kota Jurusan Teknik

Perencanaan Wilayah dan Kota

4 cm

Diajukan oleh : Widya Kusuma Harniawatti 122110393

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG (UNISSULA) SEMARANG 2011

KOTA VENESIA Venice (Italia: Venezia [venɛttsja] , Orang Venesia disebut : Venexia [venɛsja]) adalah sebuah kota di Italia utara yang terkenal karena keindahan arsitektur dan karya seninya. Ini adalah ibukota wilayah Veneto. Pada tahun 2009, ada 270.098 orang yang tinggal di Venesia Comune (perkiraan populasi 272.000 penduduk termasuk penduduk Comune seluruh Venezia; sekitar 60.000 di kota bersejarah Venesia (Centro Storico); 176.000 di Terraferma (Daratan ), sebagian besar di frazioni besar Mestre dan Marghera; 31.000 tinggal di pulau-pulau lain di laguna). Bersama dengan Padua dan Treviso, kota ini termasuk dalam Padua-Treviso-Venesia Metropolitan Area (PATREVE) (populasi 1.600.000). Gambar 1 Kota Venesia

Nama ini berasal dari orang-orang kuno yang dihuni Veneti wilayah ini dengan abad ke-10 SM. Kota historis adalah ibukota Republik Venesia. Venesia telah dikenal sebagai "La Dominante", "Serenissima", "Ratu Adriatik", "Kota Air", "Kota Masker", "Kota Jembatan", "Kota Mengambang", dan "Kota Kanal ". Luigi Barzini berkata dalam The New York Times sebagai "kota yang paling indah yang dibangun oleh manusia, tidak diragukan lagi ". Venice oleh Times Online juga ditulis sebagai salah satu kota Eropa yang paling romantis. Kota ini membentang di 117 pulau-pulau kecil di sepanjang Laut Adriatik di timur laut Italia. Sungaisungai yang mengalir ke laut didekatnya membawa banyak endapan lumpur ke perairan yang dangkal di pesisir. Pasang surutnya gelombang dan arus ditempat ini menyebabkan terbentuknya serangkaian beting pasir yang melingkungi laguna yang tenang. Panjang laguna ini kira-kira 51 km dan lebarnya 14 km.

Gambar 2 Wilayah Kota Venesia

Cannaregio Castello Dorsoduro San Marco San Polo Santo Corce

Tiga celah sempit diantara beting-beting pasir ini memberi jalan untuk lewatnya gelombang pasang setinggi satu meter dan untuk lalu lintas laut. "selama berabad-abad" kata seorang rekan yang tinggal di kota ini "laguna ini telah menjadi terminal untuk lalu lintas perdagangan yang ramai bagi kapal-kapal yang berlayar di Laut Adriatik atau yang turun dari Eropa Tengah atau Utara melalui sungai atau rute kafilah.” Republik Venesia memiliki kekuatan maritim besar selama Abad Pertengahan dan Renaissance, dan tempat tejadinya Perang Salib dan Pertempuran Lepanto, serta sebagai pusat perdagangan yang sangat penting (terutama sutra, biji-bijian, dan rempah-rempah) dan seni dalam sampai abad ke-13 sampai akhir abad ke-17. Ini membuat Venesia menjadi kota makmur sepanjang sejarah yang. Hal ini juga karena beberapa perkembangan yang artistik penting, terutama masa Renaissance. Venesia telah memainkan peran penting dalam sejarah musik simfonik dan opera, dan merupakan kelahiran dari Antonio Vivaldi. Gambar 3 Tempat Pelarian di Kota Venesia

Keterangan : Merupakan tempat pelarian pertama kali di Venesia yang dilakukan olehpenduduk Roma, dimana disana terdapat gereja San Giamono yang merupakangereja yang pertama kali dibangun

Sejarah yang membuat Venesia akhirnya menjadi bagian dari Italia juga merupakan sebuah perjalanan panjang. Pada tahun 1797 Republik Venesia dikuasai oleh Napoleon Bonaparte dan berpindah menjadi bagian dari Austria ketika diadakan perjanjian antara Napoleon dengan Austria. Barulah, setelah melewati berbagai proses perpindahan tangan, pada tahun 1866, Venesia menjadi bagian dari kerajaan Italia. Ketika perang dunia kedua berlangsung, kota Venesia aman dari serangan manapun. Dan kekayaan Venesia dari masa lalu pun akhirnya sampai ke masa ketika kini bisa kita nikmati setelah melewati sejarah panjangnya selama beratus-ratus tahun. Proses Perkembangan Kota Venesia Pada pertengahan abad ke-5, orang-orang Venetos yang bermigrasi dari pantai laut Adriatik mulai menempati Venesia. Awalnya daerah ini merupakan rawa berlumpur namun kemudian berubah menjadi sebuah gerbang perdagangan penting. Kota ini merupakan pelabuhan yang menjadi gerbang masuknya barang dari seluruh penjuru dunia ke Eropa. Venesia sering kali mendapat julukan kota kanal karena kota ini dibangun di atas ratusan pulau. Ratusan pulau tersebut dipisahkan oleh 118 kanal, salah satu yang terkenal adalah Grand Canal. “The Great Street of Venice” membentang sepanjang sekitar 3.5 km dan dikelilingi oleh gedung kuno maupun istana dari abad ke-13 hingga 18, dengan gabungan gaya Byzantine, Gothic, Renaisssance dan Baroque. Venesia termasuk dalam kota yang direncanakan. Menurut Pierre Lavedan, created city atau ville cree merupakan kota yang didefinisikan kenurut cara pandang penguasa sejak periode klasik hingga abad 19. Kota tersebut ditujukan untuk kepentingan pertahanan, hegemoni kekuasaaan, kesenangan, dll, sesuai kebutuhan penguasa. Semenjak runtuhnya kekaisaran Romawi, seluruh kehidupan perkotaanpun ikut hancur dan digantikan dengan kembalinya budaya pedesaan. Maka dari itu hingga abad 11 perencanaan tidak dibutuhkan lagi. Di akhir abad 10, keadaan pedesaan mulai tidak aman dan para budak menuntut para bangsawan untuk melindungi mereka pada benteng-benteng pertahanan. Semenjak itu kegiatan perekonomian bangkit kembali. Setiap kota menjadi pusat-pusat kegiatan ekonomi. Para bangsawan dan pimpinan gereja melihat peluang dengan adanya pusat-pusat kegiatan ekonomi tersebut. Sehingga di abad pertengahan

(11,12,13) semua kota dibangun dan berhubungan dengan kegiatan perdagangan, pemasaran, dan pertahanan. Mulai dari abad 8 hingga 12, sebagian besar kota-kota berpusat pada gereja. Di abad 15, terjadilah zaman Renaissance yang merupakan suatu zaman kebangkitan kembali budaya klasik Yunani dan Romawi kuno. Perhatian akan seni dan kemanusiaan sangat terlihat di zaman ini, yaitu melalui desain-desain arsitektur bangunannya. Namun perencanaan kotanya hanya sebatas bersifat artistik saja. Bentuk dan pola masih tetap sama, namun keindahan kotanyalah yang paling ditonjolkan. Pada masa Renaissance muncul beberapa konsep perencanaan kota.Salah satu yang paling menonjol adalah desain kota dengan konsep gaya sumbu. Suatu kota harus memiliki garis tengah sebagai pengatur. Maka dari itu penggunaan lapangan umum dan alun-alun sangat dianjurkan oleh para perencana. Salah satu contohnya adalah Piazza San Marco di Venesia. Pada umumnya tahapan periode perkembangan Kota Venesia terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu: • Abad ke-5 (421 M) Adanya orang-orang Roma yang melarikan diri ke Venesia, dimana merekatinggal di laguna. Orang-orang yang melarikan diri ini disebut incolae lacunae (penghuni laguna). Pada abad ini ditandai dengan pendirian gereja pertama, yaitu San Giaco moyang terletak di Rialto (Rivoalto, "High Shore" ). Gambar 4 Kota Venesia pada Abad ke-5

Awal mula Kota Venesia ditemukan yaitu adanya orang-orang Roma yang melarikan diri di Rialto.

• Abad ke-8 (568 M) Terjadi perebutan kekuasaan antara Kekaisaran Frank dengan Kekaisaran Bizantium. Pada abad ini terdapat 2 partai politik, yaitu pro Bizantium dengan prokaum Frank. Hampir semua wilayah di Venesia dikuasai oleh Bizantium kecuali wilayah bagian utara.Selain itu di periode ini terjadi perubahan dari wilayah nelayan kota kewilayah pelabuhan sebagai pusat perdagangan. Pembangunan kapal dan jalan menuju Venesia sangat maju pada periode ini. Awal mula Kota Venesia ditemukan yaitu adanya orang-orang Roma yang melarikan diri di Rialto.Wilayah yang dikuasai oleh kekaisaran Bizantium.Wilayah sebelah utara yang tidak dikuasai oleh kekaisaran Bizantium.

Gambar 5 Kota Venesia pada Abad ke-8
Wilayah Utara dikuasai oleh Byzantium. yang tidak Kekaisaran

Wilayah yang dikuasai oleh Kekaisaran Byzantium.

• Abad ke-9 sampai abad ke-13 (Abad Pertengahan Awal-AbadPertengahan Puncak) Kota Venesia berkembang menjadinegara kota (Italia thalassocracy atau Republica marinara). Letaknya yang strategis di Laut Adriatik membuat kekuatan laut dan komersial Venesia hampir tak terkalahkan. Dengan penghapusan bajak laut di sepanjang pantai Dalmatian, kota ini menjadi pusat perdagangan berkembang antara Eropa Barat dan seluruh dunia (khususnya Kekaisaran Bizantium dan dunia Islam). Pada abad ke-12 Venesia membangun galangan kapal besar sebagai simbol kekuasaan dari Venesia yangt erkenal dengan Venesia Arsenal. Dengan adanya galangan kapal ini dapat membantu Venesia dalam mengontrol wilayah Mediterania Timur. Selain itu, Venesia juga mendapat hak istimewa untuk meluaskan perdaganganannya di Kekaisaran Bizantium. Melihat keadaan yang seperti ini membuat wilayah lain iri terhadap Venesia. Pada tahun 1182 terjadi kerusuhan anti barat di Konstantinopel (kekaisaran di timur), dimana Venesia menjadi target utamanya. Pada tahun 1204 terjadi perang salib antara Konstatinopel yang juga merupakan wilayah bagiandari kekaisaran Bizantium dengan Venesia. • Abad ke-15 (1423-1453) Pada abad kelima belas Venesia berada di puncak kejayaan. Kekayaannya sangat besar, dimana ia memiliki sebuah kerajaan memanjang di garis pantai yang tidak terputus dari pulau-pulau di laguna ke Konstantinopel. Wilayah kekuasaaannya juga semakin meluas. Namun tak lama kemudian, Venesia mengalami kemunduran karena adanya wabah penyakit “Black Death”. Selain adanya wabah “Black Death” juga terjadi konflik antara Venesia dan Turki, dimana konflik ini merupakan lanjutan dari perang salib antara Venesia dengan Konstatinopel dan serangan dari kekaisaran Ottoman. Ketika Turki mengambil Konstantinopel pada tahun 1453, koloni Venesia hancur, dan banyak penduduk Venesia dieksekusi, dipenjara, bahkan dijual sebagai budak. Ketika pertempuran berlanjut, semakin banyak wilayah Venesia yang hilang. Gambar 6 Kota Venesia pada Abad ke-15

Venesia diserang Kekaisaran Ottoman dari wilayah sebelah utara

Merupakan wilayah teritorial dari Venesia

• Abad ke-18 (1797) Pada abad ini Venesia berhasil ditaklukan oleh Napoleon Bonaparte sebagai kaisar Perancis pada 12 Mei 1797 saat koalisi pertama. Venesia menjadi wilayah dari Austria ketika Napoleon menandatangani Perjanjian Campo Formio pada tanggal 12 Oktober 1797. Austria menguasai kota itu pada tanggal 18 Januari 1798. Venesia diambil dari Austria oleh Perjanjian Pressburg pada tahun 1805. Meskipun pada masa ini Venesia jatuh ke tangan Napoleon Bonaparte namun sebenarnya Venesia merupakan kota terbesar kedua di Eropa setelah Parisdan mungkin yang terkaya di dunia. Pada saat Venesia berjuang melawan Turki,ia berhasil untuk meluaskan wilayahnya menjadi 70.000 km (27.000 mil²) dengan 2,1 juta penduduk. Inilah salah satu alasan mengapa Venesia selalu menjadi target utama dalam pertempuran antara wilayah-wilayah di Eropa. Gambar 7 Kota Venesia pada Abad ke-18

Keterangan : Pada bagian yang berwarna merah gelap menunjukkan wilayah Republik Venesia yang ditaklukan pada awal abad ke-15, warna merah terang menunjukkan wilayah Venesia pada awal abad ke-16, dalam warna merah muda (pink) menujukkan wilayah yang ditaklukan Venesia sementara. Garis yang berwarna oranye menunjukkan rute utama perluasan wilayah Venesia. Dari sini terlihat jelas bahwa venesia merupakan kota yang memiliki tingkat kemajuan yang cukup tinggi.

• Pudarnya Periode Renaissance di Venesia dan Beralihnya ke Zaman Baroque Setelah tahun 1550, renaissance mulai memasuki tahap akhir. Penyebabnya tidak dapat diketahui secara pasti. Kemungkinan yang paling kuat adalah mundurnya tingkat perekonomian. Hal ini kelihatannya berkaitan dengan wilayahwilayah dibenua Eropa. negara-negara di Eropa pada dasarnya sangat bergantung denganperdagangan mereka dengan wilayah-wilayah Timur dekat setelah kejatuhan kerajaan Muslim dan Bizantium. Tetapi dengan ditemukannya “dunia baru‟ pada akhir abad ke 14 telah menimbulkan perubahan yang cepat di pusat-pusat perdagangan Mediterania. Sebab lainnya adalah dengan terjadinya reformasi Katolik dan ketidakadilan politik di gereja-gereja. Akibat pertama yang dirasakan adalah munculnya sikap fanatik dan tidak toleran. Ketidak-stabilan politik telah menimbulkan individualisme yang tidak terkendalikan dan kecemburuan di kalangan para penguasa. Dalam mempertahankan kekuasaannya mereka tidak segan-segan menggunakan kelompok-kelompok “gangster‟ dan pemerintahan yang diktator. Perkembangan pembangunan renaissance di Venesia lambat laun pudar karena kekuasaan dan mempengaruhi Venesia pada umumnya. Dilihat dari sisi bangunan kotanya, prinsip penataan bangunan pada Zaman Renaissance tetap dipakai hingga pada sekitar tahun 1600 atau di awal abad 17. Terjadi perubahan pada ciri khas kekuatan desain bangunan pada saat itu. Setelah melalui beberapa percobaan selama sekian ratus tahun, kekuatan desain justru berbalik. Selama ini, lebih banyak fokus terhadap penataan interior dalam bangunan barulah mengarah ke luar bangunan. Kemudian memasuki abad 17, pandangan para desainer tak lagi fokus pada internal bangunan namun lebih memperhatikan ke lingkungan luar bangunan. CIRI FISIK Konsep Gaya Sumbu

Di Zaman Renaissance, konsep kota yang paling menonjol adalah konsep gaya sumbu. Desain ini diciptakan oleh seorang bernama Paul Klee. Konsep gaya sumbu ini memfokuskan bangunan pada suatu ikon tertentu. Karena pada zaman ini bangunan gereja merupakan suatu bangunan ikonik bersejarah,maka titik yang ikonik adalah bangunan gereja atau katedral. Salah satu contoh lokasi diterpakannya konsep ini adalah pada Piazza San Marco yang merupakan ruang publik utama di Kota Venesia. Bangunan ikonik pada Piazza ini adalah Gereja San Marco Basillica. Venesia merupakan salah satu kota yang direncanakan pembangunannya. Pertumbuhan kota Venesia dapat dilihat dari bangunan-bangunan bertingkat yang pembangunannya ke arah vertical. Salah satu bangunan di Venesia yang memiliki lantai banyak yaitu Campi, gereja dan Istana Doge yang terdapat pada Piazza San Marco yang merupakan lapangan umum utama dan alun-alun Venesia. Bentuk kota Venesia termasuk dalam bentuk kota yang dikelompokkan dalam kategori bentuk organis, kota yang direncanakan. Pola yang terdapat pada kota Venesia berupa grid atau pola terpusat berbentuk lingkaran atau polygon dengan jalan-jalan radial yang memusat, atau disebut juga sebagai pola kombinasi. Piazza San Marco merupakan pusat kehidupan bagi Venesia. Pizza San Marco berbentuk persegi yang didalamnya terdapat Campi. Campi ini adalah bagian dari Piazza San Marco satu-satunya ruang publik yang menjadi pusat dari beberapa kegiatan keagamaan dan politik serta pusat kehidupan sosial Venesia. Campanile merupakan menara lonceng St.Marks Square yang merupakan salah satu ciri kota yang paling dikenal, yang telah mendominasi Piazza San Marco. Pusat kegiatan merupakan bagian dari konsep struktur kota. Piazza San Marco merupakan pusat kegiatan kota Venesia. Selain Campanile yang mendominasi Piazza San Marco juga terdapat Istana Doge dan Gereja Emas. Istana Doge memiliki struktur gothic indah, menghadap ke laguna Venesia yang selesai dibangun pada awal abad ke-15. Pada tahun 1071 oleh Domenico Contarini Doge, gereja San Geminiano ini dibangun dalam gaya Venesia-Bizantium, campuran gaya barat dan timur . Dijuluki “Gereja Emas” karena kemewahannya.

Gambar 8 Piazza San Marco

Pola Jalan Pola jaringan jalan merupakan salah satu dari komponen morfologi kota yang dapat secara kuat menentukan periode dasi pembentukan suatu kota. Terdapat 3 tipe sistem pola jaringan jalan (Northam,1975), yaitu: 1. Sistem pola jalan tidak teratur (irregular system) 2. Sistem pola jalan radial konsentris (radial concentric system) 3. Sistem pola jalan bersudut siku atau grid (rectangular or grid system). Ditinjau dari segi geografi, khususnya pada pola jaringan jalan, Venesia memiliki pola jaringan jalan irregular dan grid. Apabila dilihat melalui foto udara, Venesia terlihat memiliki pola jalan yang irregular karena hampir 80% kegiatan lalu lintas di kota ini dilakukan di atas air. Namun setelah dilakukan perbesaran terhadap peta bentuk kotanya, ternyata Venesia memiliki pola jalan grid.Hampir semua kota di Eropa pada awal pertumbuhannya memiliki pola jalan irregular. Ini disebabkan oleh kondisi topografi kota yang mengharuskan bentuk kota menjadi tidak teratur. Ketidakberaturan ini terlihat dari pola jalan yang bercabang-cabang mengikuti aliran sungai. Seperti halnya Venesia, keberadaan kanal-kanal sungai yang sangat mendominasi kota ini, membuat bentuk kotamengikuti pola aliran sungai yang meliuk-liuk. Venesia termasuk dalam non compact city. Bentuk kota ini adalah terbelah karena dipisahkan oleh kanal-kanal sungai yang sangat mendominasi wilayah ini. Sebenarnya kota ini adalah compact city, namun karena kondisi topografinya (daerah bersungai) maka bentuk kota ini menjadi non compact city. Dilihat dari kondisi fisiknya, Kota Venesia secara geografis dipisahkan oleh sungai yang berguna sebagai jalur transportasi. Sungai tersebut dimanfaatkan sebagai jalur sirkulasi sebagaimana pada awal pertumbuhan kota ini. Selanjutnya, untuk menghubungkan bagian sebelah kanan dan kiri kota, dibangun sebuah jembatan. Pada tahap perkembangan berikutnya, pada nantinya sungai-sungai ini tidak hanya digunakan sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai sarana rekreasi. Karena Venesia sempat berkembang pada Zaman Pertengahan, maka Venesia juga memiliki tipe perkembangan kota abad pertengahan. Venesia masuk ke dalam tipe

kota-kota yang asli peninggalan Zaman Kekaisaran Roma. Kota jenis ini biasanya mempertahankan sistem bersiku (rectangular system) pada daerah pusatnya. Kota berkembang secara perlahan-lahan sebagai respon dari pada kegiatan topografinya. Inilah yang membuat Venesia, pada akhirnya, menunjukkan pola Grid. Semenjak Zaman Renaissance, Pemerintahan di Kota Venesia lebih teratur, terlihat dari pemisahan lokasi antara gedung pemerintahan dengan permukiman. Ciri Non-Fisik Aspek non fisik dari suatu kota dapat dilihat baik dari kondisi sosial kultur masyarakat, agama, maupun kebudayaannya. Sebagian besar, masyarakat yang tinggal di kota Venesia bermata pencaharian sebagai pedagang. Adanya sungai-sungai tersebut membantu masyarakat kota Venesia untuk melakukan kegiatan perdagangan. Venesia sendiri merupakan pusat perdagangan paling makmur dan kaya di peradaban, sehingga dapat dipastikan bahwa kegiatan perdagangan sebagai sumber penyumbang perekonomian terbesar di kota ini. Kebudayaan yang ada di Venesia salah satunya mencakup perkembangan di bidang sastra dan seni yang berdasarkan sumber-sumber klasik. Selain itu, adanya panutan paham yang menganggap segala sesuatunya anggun, perkembangan gaya perspektif dalam seni lukis, dan kemajuan ilmu pengetahuan semakin memperkuat dari perkembangan seni dan sastranya. Gambar 9 La Fenice operahouse in the city

Banyaknya gereja katedral di kota ini menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Venesia beragama protestan maupun katolik. Banyaknya Bangunan keagamaan dan Gereja-Gereja membuktikan pentingnya kehadiran dan praktik keagamaan dan tindakan dari ordo monastik di Venesia. Secara keseluruhan mayoritas penduduk Venesia adalah Katolik Roma Ortodoks. Kota Venice adalah ibukota provinsi Veneto, Italia. Hal ini diberi julukan dari “Ratu Adriatik”. Sembilan puluh persen dari rakyat Venesia beragama Katolik Roma. Sisanya terdiri dari orang Yahudi, Muslim, Ortodoks dan Katolik Ritus Timur. Keyakinan di

Venesia merupakan supranatural umum dari Gereja Katolik sebagai kepercayaan yang lebih tua.Pada akhir abad ke-19, kehidupan di Venesia sangat menarik, banyak industri-industri yang berkembang, perluasan perdagangan melalui laut, jembatan kereta api yang menghubungkan daratan, memperluas kanal-kanal sungai, membangun jalan di pusat kota serta pertumbuhan pariwisata yang begitu pesat, karena memang Venesia menjadi rujukan wisatawan setiap tahunnya. Namun hal yang sangat disayangkan oleh penduduk setempat, adalah kebersihan kota mereka yang semakin memburuk setiap tahunnya, banyak turis wisatawan asing yang membuang sampah sisa hasil makanan dan minuman secara sembarangan dan tidak pada tempatnya, sehingga menyebabkan penduduk setempat turun tangan untuk membersihkan sampah mereka, itu sangat tidak sesuai dengan banyaknya wisatawan yang masuk setiap tahunnya. Pada abad ke-20, perindustrian lebih banyak difokuskan ke daerah daratan. Setelah Perang Dunia ke-2, kilang minyak, material logam, plastik dan pabrik kimia yang dibangun di daerah Marghera menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat Venesia. Banyak tenaga kerja yang terserap akibat dari persebaran industri yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Venesia meningkat. DAFTAR PUSTAKA Francesca, Della Piero. 2007. Federigo da Montefeltro. Carrie Book. Diunduh dari http://vlib.iue.it/ pada tanggal 24 Desember 2011. Roberto, Cessi. 2011. Venice. Encyclopedia Britannica. http://www.britannica.com/ pada tanggal 24 Desember 2011. Diunduh dari

St. Clair, Robert and Song, Wei. 2009. The Many Layers of Culture within each City: A Theory of Cultural Geography. Edwin Mellen Press. Diunduh dari http://structuralcommunication.com/ pada tanggal 24 Desember 2011. WHKMLA. 2002. History of Venice. Diunduh dari http://www.zum.de/ pada tanggal 24 Desember 2011. ______________. 2011. Venice. Diunduh dari http://en.wikipedia.org/ pada tanggal 24 Desember 2011.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->