Tuesday, July 22, 2008

Testis merupakan gonad jantan yaitu salah satu dari pasangan kelenjar berbentuk telur yang normalnya terletak didalam skrotum. Masing-masing testis dibungkus oleh lapisan luar mesotelial (tunika vaginalis) dan lapisan dalam (tunika albuginea) dan tersusun dari kompartemen-kompartemen (lobuli testis) yang mengandung tubuli seminiferus, yang didalamnya dihasilkan spermatozoa. Sel-sel interstisial khusus dan sel-sel leydig menskresikan testosterone. Tumor testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar). Tumor testis berasal dari sel germinal atau jaringan stroma testis. Lebih dari 90% berasal dari sel germinal. Tumor ini mempunyai derajat keganasan yang tinggi, tetapi dapat sembuh bila diberikan penanganan yang adekuat. Penyebab tumor testis belum diketahui dengan pasti, tetapi terdapat beberapa faktor yang erat kaitannya dengan peningkatan kejadian tumor testis antara lain : maldesensus testis, trauma testis, atrofi atau infeksi testis dan hormonal. Diagnosis tumor testis ditegakkan berdasarkan gejala klinik dan pemeriksaan penunjang meliputi penanda tumor, radiografi, ultrasonografi (USG), computerised tomografi (CT-Scan). USG merupakan salah satu imaging diagnostic (pencintraan diagnostik) untuk memeriksa alatalat tubuh, dimana kita dapat mempelajari bentuk, ukuran anatomis, gerakan serta hubungan dengan jaringan sekitanya. Pemeriksaan ini bersifat noninvasif, tidak menimbulkan rasa sakit pada penderita, dapat dilakukan dengan cepat, aman dan data yang diperoleh mempunyai nilai diagnostik yang tinggi. Tidak ada kontra indikasinya, karena pemeriksaan ini sama sekali tidak memperburuk penyakit penderita. Pemeriksaan USG menggunakan gelombang suara yang frekuensinya 1-10 MHz (1-10 juta Hz). Gelombang suara frekuensi tinggi tersebut dihasilkan dari kristal-kristal yang terdapat dalam suatu alat yang disebut tranduser. Cara kerja alat USG. Tranduser bekerja sebagai pemancar dan sekaligus penerima gelombang suara. Pulsasi listrik yang dihasilkan oleh generator diubah menjadi energi akustik oleh tranduser, yang dipancarkan dengan arah tertentu pada bagian tubuh yang akan dipelajari. Sebagian akan dipantulkan dan sebagian lagi akan merambat terus menembus jaringan yang akan menimbulkan bermacam-macam eko sesuai dengan jaringan yang dilaluinya. Pantulan eko yang berasal dari jaringan-jaringan tersebut akan membentuk transduser dan kemudian diubah menjadi pulsasi listrik lalu diperkuat dan selanjutnya diperlihatkan dalam bentuk cahaya pada layar osiloskop (oscilloscops). Dengan demikian bila transduser digerakan seolah-olah kita melakukan irisan-irisan pada bagian tubuh yang diinginkan dan gambaran irisan-irisan tersebut akan dapat dilihat pada layar monitor. TUMOR TESTIS

Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi mumps. Terpapar dengan bahan kimia dan polutan. Kagagalan testis untuk bertumbuh menjadi matur atau mencapai ukuran normal. Seminoma mencapai puncaknya pada dekade keempat atau kelima. Etiologi & Faktor Resiko Penyebab jelas dari tumor testis tidak diketahui secara pasti. Hal ini meningkatkan frekuensi tumor testis pada usia 30-40 tahun. Terpapar dengan substansi/zat toksin dapat menyebabkan perkembangan yang abnormal dari testis. aktivitas seksual yang berlebihan. 5. multipel N3 : Tunggal dan multipel > 5 cm M = M0 : Tidak dapat ditemukan M1 : Terdapat metastasis jauh Patofisiologi Patofisiologi spesifik mengenai mekanisme induksi neoplasma belum ditemukan. torsi atau trauma. Pertumbuhan sel-sel tumor ini dapat cepat ataupun lambat. duduk dengan berpangku kaki dan infeksi HIV. tetapi kanker . 2. Tumor testis bisa berasal dari sel germinal atau jaringan stroma testis. 3. Penyebab lain seperti terpapar dengan obat-obatan. kurangnya aktivitas jasmani. Hal ini meningkatkan resiko tumor testis 3-5 kali lebih tinggi dari bayi normal walaupun setelah operasi. Koriokarsinoma biasanya dilaporkan pada mereka yang berusia 10-30 tahun. Pada anak-anak yang lahir dari wanita dengan level estrogen yang tinggi selama hamil sangat beresiko untuk terdapatnya tumor testis dan kriptorkidisme. Pemaparan Dietilstilbesterol (DES). Epidemiologi Tumor testis adalah suatu keganasan yang biasanya ditemukan pada pria usia 18-35 tahun. Atrofi Testis.Definisi Tumor testis merupakan pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel-sel testis yang telah mengalami transformasi (abnormal). Cryptorchidisme atau Undensensus Testis. 4. Yolk sac tumor biasanya pada pasien <3> Paru > Ginjal > GI > Pembuluh darah > Tiroid > Melanoma Anak-anak : Neuroblastoma Limfoma/Leukemia Mix Germ Sel Tumor meliputi : Teratokarsinoma (teratoma + sel embrional) Sel Embrional + Seminoma Seminoma + Teratoma Klasifikasi berdasarkan TMN pada karsinoma testis : T = Tis : Prainvasif (intratubular) T1 : Testis dan retetestis T2 : Di luar tunika albuginea atau epididimis T3 : Funikulus spermatikus T4 : Skrotum N = N0 : Tidak ditemukan pembesaran N1 : Tunggal N2 : Tunggal 2-5 cm . yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar). Faktor-faktor resiko terjadinya tumor testis yaitu : 1.

testis sepertinya berasal dari diferensiasi totipotental germ cells. Penelitian pada familial grup menunjukkan bahwa kejanggalan histologi tumor terjadi hanya pada 20% dari pasangan kembar identik. tidak mengandung AFP. Diantara pasien dengan kanker testis. resiko metakronus pada testis kontralateral adalah 5%. Mengandung banyak inti bulat dan sitoplasma eosinofilik . Resiko keganasan pada pria dengan kriptorkidisme adalah 2-4%. Resiko keganasan yang diasosiasikan dengan mikrolitiasis testis (≥5 mikrokalsifikasi di dalam testis) belum jelas. benjolan kelenjar supraklavikular. perdarahan/nekrosis. Diperhatikan adanya infiltrasi tumor pada funikulus atau epididimis. Studi retrospektif (Bach et al. . Suatu model molekuler terbaru (Looijenga et al. Mikroskopik : . 1999) mengusulkan bahwa mutasi pada kromosom segmen 12p pada rangkaian sel maligna diasosiasikan dengan peningkatan tumor. terdapat benjolan dengan konsistensi padat keras. Gambaran klinis Penderita biasanya mengeluh adanya pembesaran testis yang seringkali tidak nyeri.Ukuran sel kecil (6-8 µm). mitosis jarang. 2001) menunjukkan bahwa hanya 5-10% resiko dari tumor-tumor yang berdekatan. 2001) pada pasien yang diketahui dengan keganasan atau USG untuk suatu temuan klinis menunjukkan suatu keterkaitan antara mikrolitiasis dan keganasan. konturnya bisa sangat ireguler atau sedikit ireguler dan tidak menunjukkan tanda transiluminasi. inti ditengan dan besar dengan 1-2 nukleoli prominen. ataupun ginekomastia. dan 5% penderita mengeluhkan adanya ginekomastia. Demikianlah fakta memperkuat suatu tendensi familial terhadap keganasan testis.Ukuran sel sedang (15-18 µm). tetapi hasil analisis retrospektif (Peterson et al. Tumor testis undescendent keberadaanya bisa disertai dengan gejala pembengkakan pada suprapubik. Perlu dicari kemungkinan adanya masa di abdomen. atau keluhan pada saluran pencernaan. Sel-sel tumor menunjukan gambaran sitoplasma eosinofilik dengan inti spermatositik matur. Kadang tumor testis bisa disertai dengan pembengkakan pada abdomen. sebaliknya rata-rata 67% terjadi pada pasangan saudara kandung. Nonseminoma Makroskopik : Warna abu-abu pucat. keluhan pada traktus urinaria. Namun 30% mengeluhkan nyeri dan terasa berat pada skrotum. batuk kronik atau nodus pada leher dengan lesi primer yang tidak diketahui. dan resiko pada pasien dengan subfertilitas adalah 1% atau lebih kurang.Teratoma testis matur dipikirkan sebagai suatu keganasan pada dewasa namun jinak pada anak-anak. sitoplasma jernih tampak berair. Pasien dengan alat kelamin ganda memiliki resiko tertinggi terhadap keganasan testis.Ukuran sel besar (50-100 µm). lunak. tidak nyeri pada palpasi. benjolan pada kelenjar leher. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik testis. Sitoplasma eosinofilik dengan tepi tipis mirip spermatosit sekunder. lobuler. . Tidak jarang pasien mengeluhkan adanya masa dalam perut sebelah atas (10%) karena pembesaran kelenjar para aorta. sedang 10% mengeluh nyeri akut pada skrotum yang biasanya terjadi pada perdarahan intraskrotum. Gambaran Patologi Seminoma Makroskopik : Permukaan homogen putih kotor. Mikroskopik : Membran sel berbeda.

dengan peningkatan frekuensi. ultrasonografi bermanfaat untuk melokalisir kelainan yang dapat diraba dan untuk menentukan tindakan pembedahan apa yang akan dilakukan. Ketika suatu pemerikasaan transrektal digunakan untuk sonografi pelvis. Ultrasonografi prostat juga dapat digunakan untuk menunjukkan blok pada peri-prostatik (sebelum biopsi atau prosedur) dan menghasilkan penilaian ukuran prostat yang akurat untuk pembesaran prostat atau penanganan kanker prostat.5 MHz) digunakan untuk memberikan gambaran yang baik dan terperinci dari organ-organ superfisial seperti prostat. radiografi. Pada urologi pria. Schwerk et al. lesi ekstra-testikular yang dapat diraba bersifat jinak. prostat dan testis dekat dengan permukaan tubuh dan dapat dicitrakan dengan ultrasonografi untuk membantu diagnosis dan untuk melakukan biopsi terhadap temuan abnormal. 2005. Biasanya. Pemeriksaan ultrasonografi pada umumnya dilakukan dengan menggunakan suatu transduser frekuensi tinggi yang linier untuk membandingkan echotekstur testis pada area yang heterogen. Suara menjadi tidak kedengaran oleh telinga manusia kira-kira di atas 20 kHz. Oleh karena itu. Prosedur ini bukanlah yang paling memberikan arti sensitif dalam menegakkan diagnosis. Pada sisi lain. vena abnormal (varikokel). bersifat ganas dan harus segera dioperasi. Ultrasonografi transrektal secara rutin digunakan untuk biopsi prostat pada pasien dengan level PSA abnormal untuk melihat adanya abnormalitas dan untuk membantu dalam penempatan jarum untuk biopsi secara tepat. atau jutaan Hertz. tapi penting untuk mendokumentasikan derajat dari perluasan tumor ke vesikel seminal. Diagnostik imaging menggunakan frekuensi yang jauh lebih tinggi.. 1987 menyatakan bahwa lesi seminoma lebih sering bersifat hypoechoic homogen dan lesi nonseminoma sering bersifat kistik. kanker ditunjukkan dengan densitas asimetris dalam prostat. diukur dalam putaran per menit atau hertz (Hz). Carmignani et al. Meskipun demikian. tidak menggunakan sinar-X atau radiasi yang lain. dan kemungkinan adanya tumor. aman. Untuk alasan ini. ultrasonografi dapat digunakan lewat suatu pemeriksaan rektal.5 MHz) untuk pemeriksaan abdomen. Kecepatan partikel-pertikel tersebut bergetar disebut frekuensi. atau 20 ribu Hertz. yaitu megahertz (MHz). Tumor testis bersifat hypoechoic terhadap jaringan parenkim di sekitarnya pada kira-kira 95% kasus. massa intratestikular. Cairan atau suatu massa di sekitar skrotum (jaringan di sekitar testis) tidak mungkin ditemukan dengan pemeriksaan fisik testis. Pada penyakit prostat. Pasien harus diberikan antibiotik terlebih dahulu sebelum melakukan prosedur ini. dengan diselang-selingi oleh proses kalsifikasi. Ultrasonografi pada testis digunakan untuk menentukan penempatan suatu massa yang dapat teraba ketika dicurigai adanya tumor pada testis. tiroid dan dada. Yang terakhir adalah kemampuan untuk membedakan dua objek yang berdekatan. dan itulah yang dikenal dengan ultrasound. dan frekuensi yang lebih rendah (3. Frekuensi yang semakin tinggi menggunakan resolusi yang lebih baik. terutama jika teraba. . lebih banyak sorotan ultrasound yang terikat oleh target dan sorotan tersebut tidak dapat dipenetrasi lebih jauh. Ultrasonografi atau sonografi adalah penggunaan gelombang suara untuk kepentingan radiologik. USG. kumpulan cairan (hidrokel atau spermatokel). Pengubah mekanik itu melewati medium pada suatu kecepatan tertentu menyebabkan getaran. dan digunakan tanpa anestesi. Ultrasonografi (USG) Gelombang ultrasound terdiri dari suatu pengubah mekanik dari suatu medium seperti udara.Pemeriksaan Penunjang Untuk menegakan diagnosa diperlukan pemeriksaan penunjang berupa penanda tumor. Ultrasonografi dapat mengirimkan gelombang suara melewati skrotum dan membantu melihat adanya hernia. testis. frekuensi yang lebih tinggi (7. CT-Scan.

Beberapa keuntungan dari ultrasonografi • Tidak ada kerusakan jaringan akibat radiasi • Tidak diketahui adanya efek samping • Murah • Mudah dibawa (portable) • Persiapan minimal dari pasien • Tanpa rasa sakit • Non invasive • Penglihatan langsung untuk biopsi Diferensial diagnosis • Kista epidermoid • Dilatasi rete testis • Abses testis • Hematoma testis Diagnosis Diagnosis cepat pada tumor testis penting karena waktu penggandaan pada tumor testis adalah ± 10-30 hari. ± 10 % pada laki-laki hadir bersamaan dengan ginekomastia. batuk. CT-Scan pada abdomen dan serum penanda tumor dapat dilakukan untuk menentukan stadium. HCG biasanya disekresikan oleh tumor nonseminoma daripada seminoma. Sub unit β pada Human Chorionic Gonadotropin (HCG) 2. Lamanya suatu gejala sebelum diagnosis pasti berkisar antara 17-87 minggu. Laki-laki sering segan melaporkan suatu pembengkakan pada testis. Laktat Dehidrogenase (LDH) HCG tidak ditemukan pada laki-laki sehat.1) yang umumnya diidentifikasi dalam serum adalah 1. hemoptisis atau dispnu. Serum penanda tumor Serum penanda tumor rutin digunakan untuk diagnosis. USG skrotum hampir 100% akurat dalam membedakan intrarestikuler dan ekstratestikuler patologi. Stadium III : Menyebar ke organ lain di luar retroperitonium. atau nyeri skrotum tanpa sebab atau bengkak dapat dilakukan USG. perubahan yang terjadi biasanya ditemukan pada pemeriksaan sendiri. menyebabkan suatu keterlambatan datang ke dokter. II A : Massa nodus <> 5 cm. Stadium III : Menyebar ke organ lain di luar retroperitonium. Terapi Ada 4 macam pengobatan yang bisa digunakan: . Sesudah suatu neoplasma intratestikuler teridentifikasi radiografi. penentuan stadium dan follow up penderita. Waktu paru HCG 24-36 jam dan level seharusnya kembali normal dalam 5-8 hari sesudah tumor dikeluarkan. setelah trauma testis atau oleh pasangan seksual. Umumnya tumor testis sering didiagnosis keliru sebagai epididymitis dan terapinya tidak sesuai dengan antibiotik atau dibiarkan untuk berbulan-bulan. Tanda metastasis meliputi bengkak pada ekstremitas bawah. Presentase klasik pada tumor testis adalah suatu pembengkakan tanpa rasa sakit pada testis. Alfa-Fetoprotein (AFP) 3. Stadium I : Lesi terbatas pada testis. Stadium II : Menyebar nodus regional. nyeri belakang. Semua massa intratestikuler dipertimbangkan sebagai kanker sampai terbukti sebaliknya. Pada pasien dengan suatu massa testis. AFP ditemukan hanya pada sejumlah kecil laki-laki sehat (<25> 5 cm. Penanda tumor (tabel.

duduk dengan berpangku kaki dan infeksi HIV. Pada tersangka tumor testis tidak diperbolehkan melakukan biopsi testis. CT-scan dan MRI. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi dapat dikategorikan antara seminoma dan non seminoma. etoposide.000 IU/L LDH meningkat > 10 kali dari normal 16% of nonseminomas Harapan hidup 5 tahun 48% PENUTUP Tumor testis merupakan pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel-sel testis yang telah mengalami transformasi (abnormal). Pencangkokan sumsum tulang : dilakukan jika kemoterapi telah menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang penderita. Tumor testis bisa berasal dari sel germinal atau jaringan stroma testis. Faktor-faktor resiko terjadinya tumor testis yaitu : Cryptorchidisme atau Undensensus Testis. aktivitas seksual yang berlebihan.1. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Diagnosis tumor testis ditegakkan berdasarkan anamnesis. Radiasi : digunakan sinar X dosis tinggi atau sinar energi tinggi lainnya. terdapat benjolan dengan konsistensi padat keras. Pemaparan Dietilstilbesterol (DES). 4. Atrofi Testis. Tindakan diseksi kelenjar pada pembesaran aorta yang sangat besar didahului dengan pemberian sitostatika dengan harapan akan terjadi penurunan stadium dan ukuran tumor akan mengecil. Oleh karena itu radiasi eksterna dipakai sebagai ajuvan terapi pada seminoma testis. yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar). fosfamide. Kemoterapi : digunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker misalnya BEP (bleomycin . Orkiektomi dilakukan melalui pendekatan inguinal setelah mengangkat testis dan funikulus spermatikus sampai anulus inguinalis internus. Pertumbuhan sel-sel tumor ini dapat cepat ataupun lambat.000 ng/ml hCG > 50. Jika kankernya merupakan kekambuhan dari kanker testis sebelumnya. dan cisplastinum). Pada anamsesis Penderita biasanya mengeluh adanya pembesaran testis yang seringkali tidak nyeri. tidak nyeri pada palpasi. kurangnya aktivitas jasmani. konturnya bisa sangat ireguler atau sedikit ireguler dan . USG. Terpapar dengan bahan kimia dan polutan. Penyebab lain seperti terpapar dengan obat-obatan. bahan jaringan harus diambil dari orkiektomi. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah serum penanda tumor. PROGNOSIS PROGNOSIS BAIK Nonseminoma Seminoma Tumor hanya pada testis atau retroperitoneal dan tidak bermetastasis ke paru Tumor hanya pada testis dan tidak bermetastasis ke paru metastasis ke viscera Metastasis ke viscera Penanda tumor : AFP <> 10. Pembedahan : pengangkatan testis (orkiektomi)dan pengangkatan kelenjar getah bening (limfadenektomi/RPLND) 2. Jenis seminoma memberikan respon yang cukup baik terhadap radiasi sedangkan jenis non-seminoma tidak sensitif terhadap radiasi. Pada non-seminoma yang belum melewati stadium III dilakukan pembersihan kelenjar retroperitoneal atau retroperitoneal lymphnode disection (RPLND). diberikan kemoterapi VIP (vinblastin. Biopsi atau pendekatan trans-skrotal tidak diperbolehkan karena ditakutkan akan membuka peluang sel-sel tumor mengadakan penyebaran. Penyebab jelas dari tumor testis tidak diketahui secara pasti. cisplastinum). Pada pemeriksaan fisik testis. 3. karena itu untuk menegakkan diagnosis patologi anatomi.

Namun 30% mengeluhkan nyeri dan terasa berat pada skrotum. vena abnormal (varikokel). berumur 63 tahun. konsistensi kenyal. tetapi terdapat beberapa faktor yang erat kaitannya dengan peningkatan kejadian tumor testis antara lain :Maldesensus testis. Prognosis dari tumor testis adalah berdasarkan stadium. radiasi. Diperhatikan adanya infiltrasi tumor pada . mobile. Penyebab tumor testis belum diketahui dengan pasti. Ada 4 macam pengobatan yang bisa digunakan pembedahan. dan kemungkinan adanya tumor. t : 36. Data Laboratorium : AL : 6. Abdomen : dalam batas normal. Nadi : 78 kpm. terdapat benjolan dengan konsistensi padat keras. Laboratorium Isi Bapak. U/C : 25/0. Suara paru: Suara dasar vesikuler. Tidak jarang pasien mengeluhkan adanya masa dalam perut sebelah atas (10%) karena pembesaran kelenjar para aorta. kesan gizi baik. tanda vital tekanan darah : 140/800 mmHg. Ro : Cor dan Pulmo dalam batas normal Diagnosis Pasien ini didiagnosis awal Tumor Testis Sinistra Terapi Asam Mefenamat 500 mg 3x1 Cek Lab β-HCG dan AFP Diskusi Penderita biasanya mengeluh adanya pembesaran testis yang seringkali tidak nyeri. sedang 10% mengeluh nyeri akut pada skrotum. benjolan pada kelenjar leher. Lebih dari 90% berasal dari sel germinal.8 . GSD : 114.6 oC. Keyword : Tumor Testis. Status Lokalisata : Tampak Benjolan di buah zakar kiri sebesar telur puyuh. datang ke rumah sakit tanggal 13 Mei 2011 dengan keluhan ada benjolan di buah zakarnya kirinya. Pada pemeriksaan penunjang khususnya USG dapat mengirimkan gelombang suara melewati skrotum dan membantu melihat adanya hernia. kadang jika ditekan terasa nyeri dan menjalar ke paha kiri. Tumor testis bersifat hypoechoic terhadap jaringan parenkim di sekitarnya pada kira-kira 95% kasus. tidak nyeri pada palpasi. dengan badan yang tampak kurus. permukaan licin. kesadaran kompos mentis. Pemeriksaan Fisik. .tidak menunjukkan tanda transiluminasi.8. kumpulan cairan (hidrokel atau spermatokel). Anamnesis. Atrofi atau infeksi testis. Tumor ini mempunyai derajat keganasan yang tinggi. dengan diselang-selingi oleh proses kalsifikasi. B. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kesan umum pasien tampak berbaring di atas ranjang dengan terpasang infus pada tangan kiri. lesi seminoma lebih sering bersifat hypoechoic homogen dan lesi nonseminoma sering bersifat kistik. Keluhan dirasakan sejak 2 minggu yang lalu terasa nyeri (+). Abstrak Tumor testis berasal dari sel germinal atau jaringan stroma testis. Pada pemeriksaan fisik testis. dan tidak menunjukkan tanda transiluminasi. Hormonal. dan disertai penonjolan kenyal letaknya kira-kira 1 cm diatas lutut kaki kirnya. Ultrasonografi pada tumor testis digunakan untuk menentukan penempatan suatu massa yang dapat teraba ketika dicurigai adanya tumor pada testis. ektremitas atas dan bawah : edema (-/-). kemoterapi dan pencangkokan sumsum tulang. dan 5% penderita mngeluhkan adanya ginekomastia. Trauma testis. RR : 21 kpm. pada perabaan terasa hangat. tetapi dapat sembuh bila diberikan penanganan yang adekuat. panas(+).

benjolan kelenjar supraklavikular. Edisi 16. 2. Kapita Selekta Kedokteran jilid I. Mansjoer A. Tumor Testis. karena dari anamnesis sementara pasien mengeluh adanya nyeri pada buah zakar kirinya yang disertai panas. Bagian Ilmu Bedah. Kadar tumor testis disertai hidrokel. didiagnosis sementara Tumor Testis Sinistra. At a glance medicine. Pemeriksaan tumor marker (petanda tumor) sangat berguna. Kesimpulan Pada Kasus ini. 2000.2002 3. infark testis. Edisi ke-3. B. orkitis. Dibutuhkan pemeriksaan Lab tumor marker seperti β-HCG dan AFP untuk memastikan nya sebelum dioperasi (Orchidektomi). pada pemeriksaan fisik pasien tampak tubuhnya kurus dan adanya nyeri tekan pada daerah testis kirinya yang menjalar ke paha kiri. Edisi Ketujuh. seperti hidrokel. Diagnosis ditentukan dengan pemeriksaan histologik sedian biopsi.2005 4. Principles of Surgery. Bpk. Diagnosis banding meliputi setiap benjolan di dalam skrotum yang berhubungan dengan testis. dan laktat dehidrogenase (LDH). Yogyakarta. RS Jogja. Referensi 1.B Saunders companies. 2005. Oleh karena itu. epididimis. Penulis Dhyas Munandar AS. Untuk menentukan luas penyebaran limfogen biasanya dilakukan deseksi kelenjar limfe retroperitoneal secara transabdominen. Jakarta : Media Aesculapius FK UI.funikulus atau epididimis. 2012 . Jakarta : Penerbit Erlangga. Sabiston.USA: W. ataupun ginekomastia. Davey P.USA:The Mcgraw-Hillcompany. dan pemeriksaan endapan kemih sangat berguna untuk membedakan tumor dari keadaan lain. atau cedera. Edisi ke-1. Textbook of Surgery : The Biological Basis of ModernSurgical Practice. Perlu dicari kemungkinan adanya masa di abdomen. Foto paru dibuat untuk diagnosis metastasis paru. alfa-feto protein (AFP). Pasien ini didiagnosis awal Tumor Testis Sinistra. ultrasonografi. yaitu beta-human chorionic gonadotropin (beta-HCG). Transiluminasi. Schwartz. Setiap benjolan testis yang tidak menyurut dan hilang setelah pengobatan adekuat dalam waktu dua minggu harus dicurigai dan biopsi. ultrasonografi sangat berguna.