Perencanaan Pembelajaran Fisika

Sistem Penilaian

Oleh: Zuhriyati 090210102002 090210102050

Nurul Hikmatul J

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 20112

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pada era kompetitif, semua negara berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikannya, karena kualitas pendidikan merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan masyarakat pada suatu negara. Melalui

pendidikanyang berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas yang mampu mengelola sumber daya alam secara efektif dan efisien. Dengan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, produtivitas negara akan meningkat, dan pada akhirnya diharapkan akan mampu meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan dilaksanakan secara kualitas pendidikan merupakan suatu proses dan berkesinambungan dalam yang rangka

dinamis

meningkatkan kualitas pendidikan dan berbagai faktor

yang berkaitan

dengannya, dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Program peningkatan kualitas pendidikan dilakukan salah satunya dengan cara memperbaiki sistem penilaian. Sistem penilaian di Indonesia adalah sistem penilaian berbasis kelas yang dikaitkan dengan pengertian penilaian sebagai assessment yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengekfektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan belajar mengajar. Untuk itu, makalah ini akan membahas secara rinci mengenai sistem penilaian, khususnya sistem penilaian yang berbasis kelas.

1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana prinsip- prinsip dan strategi penilaian kelas? 2. Apasajakah ragam penilaian dikelas?

1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui prinsip- prinsip dan strategi penilaian kelas 2. Untuk mengetahui ragam penilaian kelas

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Prinsip- Prinsip Dan Strategi Penilaian Kelas 1. Pengertian Penilaian Otentik (Authentic Assessment) Perubahan kurikulum kali ini hendaknya dipahami tida hanya sekedar penyesuaian substansi materi dan format kurikulum dengan tuntutan

perkembangan, tetapi pergeseran paradigma (paradigm shift) dari pendekatan pendidikan yang berorientasi masukan (input- oriented education) ke pendekatan pendidikan berorientasi masukan (countcome- based education). Secara lebih sederhana, apa yang harus diterapkan sebagai kebijakan kurikuler secara nasional bergeser dari pertanyaan tentang apa yang harus diajarkan (kurikulum) kepertanyaan tentang apa yang ingin dikusai anak (standar kompetensi) pada tingkatan dan jenjang pendidikan tertentu. Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah dalam mengelola proses pembelajaran, dan lebih khusus lagi adalah proses pembelajaran yang terjadi dikelas. Hasil kegiatan peserta didik yang berupa kemampuan kognitif dan psikomotor ditentukan oleh kondisi afektif peserta didik. Implikasi dari diterapkannya standar kompetensi dalam proses penilaian yang dilakukan oleh guru, baikyang bersifat formatif maupun sumatif harus

menggunakan acuan criteria. Untuk itu dalam menerapkan standar kompetensi, guru harus:   Mengembangkan matriks kompetensi belajar (learning competency

matrix) yang menjamin pengalaman belajar yang terarah. Mengembangkan penilaian otentik berkelanjutan (continuous authentic assessment) yang menjamin pencapaian dan pengusaan kompetensi.

Penilaian otentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran dan kemampuan (kompetensi) telah benar-benar dikuasai dan dicapai.

yaitu untuk mengecek adakah kelemahankelemahan yang dialami anak didik dalam proses pembelajaran.Berikut adalah prinsip-prinsip penilaian otentik : 1. yaitu untuk mencari dan menemukan hal.up).out). 1) Penelurusan (keeping track). not apart from instruction). Guru mengumpulkan informasi sepanjang semester dan tahun pelajaran melalui berbagai bentuk penilaian kelas agar memperoleh gambaran tentang pencapaian kompetensi oleh siswa. efektif. 3. .hal yang menyebabkan proses pembelajaran tidak berjalan secara efektif. Guru harus selalu menganalisis dan merefleksikan hasil penilaian kelas dan mencari hal. 4. Penilaian harus bersifat holistic yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (kognitif. baik yang bersifat formal maupun informal guru melakukan pengecekan informal guru melakukan pengecekan kemampuan (kompetensi) apa yang siswa telah kusai dan apa yang belum dikusai.hal yang menyebabkan terjadinya kelemahan dan kesalahan dalam proses pembelajaran. 2. yaitu untuk menelusuri agar proses pembelajaran anak didik tetap sesuai rencana. Tujuan Penilaian Kelas Tujuan penilaian di kelas oleh guru hendaknya diarahkan pada empat tujuan berikut. 2) Pengecekan (checking. metode dan criteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar. penilaian harus menggunaan berbagai ukuran. Penilaian harus mencerminkan masalah dunia nyata (real world problems). Proses penilaian harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran (a pert of. 2. bukan masalah dunia sekolah (school workkind of problems). Melalui penilaian kelas. dan sensorimotorik). 3) Pencarian (finding.

belajar tuntas. penilaian kelas juga dilakukan untuk melihat seberapa jauh proses belajar mengajar telah berhasil. b. yaitu menyimpulkan apakah anak didk telah menguasai seluruh kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum atau belum. dan tindakan apa yang harus dilakukan agar siswa akhirnya menguasai kemampuan tersebut. sekolah atau pihak lain seperti akhir semester atau akhir tahun ajaran baik dalam bentuk rapor siswa atau bentukbntuk lainnya. . a.hal yang sudah dikuasai dan yang belum dikuasai. penilaian yang dilakukan guru dikelas benar. Fungsi motivasi. Pertanyaan yang harus selalu diajukan oleh guru adalah apakah siswa sudah menguasai kemampuan yang diharapkan. agar guru memperoleh gambaran tentang hal.benar mendorong motivasi siswa untuk belajar.4) Penyimpulan (summing. memberikan latihan tugas dan ulangan. penilaian di kelas harus diarahkan untuk memantau ketuntasan belajar siswa. khususnya pada saat guru diminta melaporkan hasil kemajuan belajar anak kepada orang tua.up). siapa dari siswa yang belum menguasai kemampuan tertentu. Penyimpulan sangat penting dilakukan guru. Fungsi belajar tuntas. Fungsi sebagai indicator efektifitas pengajaran. Contohnya. disamping untuk memantau kemampuan belajar siswa. (Chittenden. Umpan balik hasil penilaian harus sangat bermanfaat bagi siswa agar siswa mengetahui kelemahan yang dialaminya dalam mencapai kemampuan yang diharapkandan siswa diminta untuk melakukan latihan dan atau pengayaan yang dianggap perlu baik sebagai tugas individu maupun kelompok. d.1991). hasil penilaian harus dianalisis oleh guru sebagai bahan umpan balik bagi siswa dan guru itu sendiri. Fungsi Penilaian Kelas Penilaian kelas yang disusun secara berencana dan sistematis oleh guru memiliki fungsi motivasi. efektivitas pengajaran dan umpan balik. c. Fungsi umpan balik. 3.

betul merefleksikan setiap kemampuan yang ditargetkan untuk dikuasai siswa. b) Berkelanjutan (Continuous) penilaian yang dilakukan dikelas oleh guru harus merupakan proses yang berkelanjutan dalam rangkaian rencana mengajar guru dalam satu semester dan tahun ajaran. maupun tata letak (lay out) dan tampilannya agar siswa menyenangi dan menikmati kegiatan penilaian. Pemilihan metode. d) Menggali Informasi penilaian kelas yang baik harus dapat memberikan inirmasi yang cukup bagi guru untuk mengambil keputusan dan umpan balik.4.hal berikut. c) Didaktis alat yang akan digunakan untuk penilaian kelas berupa tes maupun non. e) Melihat Yang Benar dan Yang Salah dalam melaksanakan penilaian. Prinsip Penilaian Kelas Agar penilaian kelas memenuhi tujuan dan fungsi sebagaimana dijelaskan diatas perlu diperhatikan hal. Materi yang dicakup dalam penilaian kelas harus terkait secara langsung dengan indicator pencapaian kemampuan tersebut. guru hendaknya melakukan analisis terhadap hasil penilaian dan hasil kerja siswa secara seksama untuk melihat adanya .tes harus dirancang baik isi. tehnik dan alat penilaian yang tepat sangat menentukan jenis informasi yang ingin digali dari proses penilaian kelas. a) Mengacu kemampuan ( competency referenced) penilaian kelas perlu disusun dan dirancang untuk mengukur apaah siswa telah menguasai kemampuan sesuai dengan target yang ditetapkan dalam kurikulum. format. Materi penugasan atau ulangan harus betul. Ruang lingkup materi penilaian disesuaikan dengan tahappan materi yang telah diajarkan serta pengalaman belajar siswa yang diberikan.

guru melekukan kegiatan belajar mengajar sesuai rencana tersebut. RENCANA MENGAJAR ANALISIS DAN UMPAN BALIK PROYEK BELAJAR-MENGAJAR PENILAIAN KELAS Pada gambar diatas tampak jelas bahwa langkah guru yang dilakukan dalam rangkaian ativitas pengajaran meliputi penyusunan rencana pengajaran. penilaian. 5. analisis dan umpan balik. hal pertama yang harus dilakukan guru dalam menyusun rencana mengajar. Hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam proses belajar mengjar ini adalah interaksi yang efektif antara . Dalam penyusunan rencana mengajar ini hal-hal yang perlu dipertimbangkan meliputi rincian kompetensi yang harus dicapai siswa. cakupan dan kedalaman materi. persyaratan sarana belajar yang diperlukan. PBM akan berjalan efektif apabila didukung oleh penilaian kelas yang efektif oleh guru. proses belajar mengjar. Demikian mula.kesalahan secara umum terjadi pada siswa sekaligus melihat hal. Kegiatan penilaian harus dipahami sebagai kegiatan untuk mengefektifkan proses belajar mengajar agar sesuai dengan yang diharapkan. Dalam siklus pembelajaran. pengalaman belajar yang harus dialami siswa. Keterkaitan dan keterpaduan antara penilaian dan PBM dapat digambarkan pada siklus dibawah ini. Prosedur dan Metode Penilaian Penilaian kelas yang baik mensyaratkan adanya keterkaitan langsung dengan aktivitas proses belajar mengajar (PBM). dan metode serta prosedur untuk menilai ketercapaian kompetensi.hal positif yang diberikan siswa. indicator pencapaian kompetensi. Penilaian merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar. Setelah rencana mengajar tersusun dengan baik.

Untuk itu.guru. Untuk mengetahui dengan ketercapaian kompetensi dimaksud. Dengan demikian. Dalam menjawab soal tidak selalu harus merespons dalam bentuk menulis kalimat jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk mewarnai. menggambar grafik. dan sumber belajar lainnya sehingga menjamin terjadinya pengalaman belajar yang mengarah ke penguasaan kompetensi oleh siswa. guru harus melakukan penilaian secara terarah dan terprogram. penilaian yang efektif harus di ikuti oleh kegiatan analisis terhadap hasil penilaian dan merumuskan umpan balik yang perlu dilakukan dalam perencanaan proses pembelajaran berikutnya. Tujuan Penggunaan Tes      mendiagnosa siswa (kekuatan dan kelemahan) menilai kemampuan siswa (keterampilan dan pengetahuan atau pemahaman) member bukti atas kemampuan yang telah dicapai menyeleksi kemampuan siswa baik secara individu maupun kelompok monitoring standar pendidikan . Pembelajaran secara tuntas dan pencapaian kompetensi akan dapat dijamin apabila siklus pembelajaran yang satu terkait dengan siklus pembelajaran berikutnya. siswa. diagram dan sebagainya.2 Ragam Penilaian Kelas 1. 2. maka pembelajaran yang dilakukan sepanjang semester dan tahun pelajaran merupakan rangkaian dari siklus pembelajaran yang saling bersambung. Tes Tertulis Tes Tertulis merupakan tes dalam bentuk bahan tulisan (baik soal maupun jawabannya). Jika ini dilakukan. member tanda. rencana mengajar yang disiapkan guru untuk siklus pembelajaran berikutnya harus didasarkan pada hasil dan umpan balik penilaian sebelumnya. Penilaian harus digunakan sebagai proses untuk mengukur dan menentukan tingkat ketercapaian kompetensi dan sekaligus untuk mengukur efektivitas proses pembelajaran. a.

Bentuk Instrumen Tes dan Penskorannya OBYEKTIF 1) Pilihan Ganda Bentuk soal pilihan ganda dapat dipakai untu menguji penguasaan kompetensi pada tingkat berfikir rendah seperti pengetahuan (recall) dan pemahaman. Fungsi 1. Bentuk soal terdiri dari item (pokok soal) dan option (pilihan jawaban). (c) panjang pilihan jawaban relative sama. kelulusan sekolah dan sebagainya. Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). (g) semua pilihan jawaban logis. . (e) hindari penggunaan pilihan jawaban semua benar atau semua salah.    Materi yang diujikan meliputi seluruh poo bahasan dan tujuan pengajaran dalam satu program tahunan atau semesteran Dilakukan pada akhir program dalam satu tahun atau semester Bertujuan untuk mengukur keberhasilan peserta didiksecara menyeluruh Hasil penilaian sumatif digunakan antara lain untuk penentuan kenaikan kelas. (h) jangan menggunakan negative ganda.b. analisis. Formatif di kelas/ Classroom formatif assessment      dilakukan saat berlangsungnya proses belajar mengajar dilaksanakan secara periodic mencakup semua mata pelajaran yang telah di ajarkan bertujuan mengetahui keberhasilan atau kegagalan proses belajar mengajar dapat digunakan untuk perbaikan dan penyempurnaan proses belajar mengajar 2. c. (d) tidak ada petunjuk jawaban benar. (i) penulisan soal diurutkan ke bawah. sampai pada tingkat berfikir tinggi seperti aplikasi. Sumatif dikelas/ classroom summative assessment. (b) isi pilihan jawaban homogeny. sintesis dan evaluasi. Pedoman pembuatan tes bentuk pilihan ganda adalah : (a) pokok soal harus jelas. (f) pilihan jawaban angka diurutkan.

namun tingkat berpikir yang terlibat cenderung rendah. Sebuah benda yang bergerak tetap bergerak. kecuali jika gaya eksternal diberikan kepadanya 2.Elektromag netisme b. a. Contoh: 1. tidak pernah. Pemasangan kaca jendela c. Albert Einstein menggulingkan asumsi-asumsi dasar tentang waktu dan ruang dengan menjelaskan bagaimana jam berdetak lebih lambat dan jarak muncul untuk meregangkan sebagai objek mendekati kecepatan cahaya d. sebagian besar dan kata-kata lain yang sejenis. penemu neutron adalah James Chadwick. gravitasi . Hindari pernyataan negative seperti kata „bukan‟. 3.Contoh: Prinsip muai panjang digunakan pada alat. Pembuatan thermometer d. Dalam menyusun instrument pertanyaan benar atau salah harus diusahakan menghindari kata terpenting. Hukum I newton a. Pemasangan rel kereta api e. Kompresor 2) Benar-Salah Bentuk soal ini memiliki dua kemungkinan jawaban yaitu benar-salah atau ya dan tidak. Rumusan butir soal harus jelas dan pasti benar dan pasti salah. 3) Menjodohkan Bentuk ini cocok untuk mengetahui fakta dan konsep. relativitas e. fisikawan Denmark Hans Christian sedang berbicara kepada siswa tentang kemungkinan bahwa listrik dan magnet saling berhubungan. Pemasangan rel kereta api b. Tahun 1820. hanya. kecuali…. karena dapat membingungkan peserta tes dalam menjawab. hukum II newton c.alat dibawah ini. selau. Cakupan materi ini bisa banyak. Contoh soal Benar-Salah yaitu .

(1) apakah pertanyaan mudah dimengerti.) Jawaban Singkat atau Isian Singkat Tes bentuk jawaban / isian singkat dibuat dengan menyediakan tempat kosong dengan memberikan skor 1 untuk jawaban benar dan skor 0 untuk jawaban salah. dan sebagainya.4. Jika gaya gravitasi 10 ms-2 maka tentukan kecepatan maksimum pembalab agar tidak tergelincir dari lintasan? 6) Uraian Bebas Bentuk instrument ini dapat dipakai untuk mengukur kompetensi siswa dalam semua tingkat ramah kognitif. percepatan (a) dan diterapkan gaya (F) adalah F = ma NON-OBYEKTIF 4. Penskoran instrument uraian objektif dapat dilakukan dengan menberikan skor tentukan langkah-langkah dalam menjawab soal. Hubungan antara massa sebuah benda (m).(2) apakah data yang digunakan benar. Penskoran isian singkat dapat dilakukan Contoh : Benda langit yang jatuh ke bumi disebut…… SOAL URAIAN 5) Uraian Obyektif Pertanyaan yang bisa digunakan adalah simpulkan . Langkah untuk membuat tes uraian objektif adalah : (a) menulis soal berdasarkan indicator pada kisi-kisi. tafsirkan. Contoh soal : Seorang pembalap akan melewati tikungan jalan yang berjari-jari 80 m dengan sudut kemiringan 37°. Untuk mengedit pertanyaan perlu diperhatikan . yang disediakan bagi siswa untuk menuliskan jawaban. (6) apakah waktu untuk mengerjakan tes cukup. (3) apakah tata letak keseluruhan baik. (5) apakah kunci jawaban sudah benar. (4) apakah pemberian skor mudah dan tepat. Jenis soal jawaban singkat ini bisa berupa pertanyaan dan melengkapi atau isian. . dan (b) mengedit pertanyaan.

(f) buat kunci jawaban . lautan sungai. juga manusia. 3 3.(e) buat petunjuk mengerjakan soal . (d) hindari penggunaan kata-kata yang dapat ditafsirkan ganda . Contoh soal : Jelaskan proses terjadinya hujan! Pedoman penskoran: Langkah 1 1.Kaidah penulisan instrument untuk uraian bebas adalah : (a) gunakan katakata seperti mengapa. Uap air juga bisa berasal dari transpirasi tumbuhan dan hewan. bandingkan. tafsirkan. Dari hasil 4 kondensasi ini kita bisa melihat awan. apa dan bilamana . bak mandi mengalami penguapan oleh sinar matahari. Presipitasi . Gerakan angin vertikal ke atas menyebabkan awan bergumpal. 3 Kunci jawaban Skor 2 2.(c) gunakan bahasa yang baku . Kondensasi Uap air ini selanjutnya terkumpul di udara lalu mengalami kondensasi (pemadatan. uraikan. kali. Penguapan Air di samudra. parit. jelaskan. Awan-awan itu akan bergerak ke tempat yang berbeda dengan bantuan hembusan angin baik secara vertikal maupun horizontal. Di sinilah butiran-butiran air dan es mulai terbentuk. (b) hindari pertanyaan seperti siapa.hitunglah dan buktikan . dan (g) buat pedoman penskoran. Untuk memudahkan penskoran dibuat rambu-rambu jawaban yang akan dijadikan acuan. Gerakan angin tersebut menyebabkan gumpalan awan semakin membesar dan saling bertindih-tindih. Akhirnya gumpalan awan berhasil mencapai atmosfir yang bersuhu lebih dingin.

dibuat rambu-rambu yang akan dijadikan acuan. Contoh soal : Sebutkan bunyi hukum II newton! 2 Penilaian Kinerja (Performance Assessment) Performance assessment merupakan penilaian dengan berbagai macam tugas dan situasi dimana peserta tes diminta untuk mendemonstrasikan pemahaman dan pengaplikasian pengetahuan yang mendalam.d. Melakukan identifikasi terhadap langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir (output) yang terbaik. Untuk memudahkan penskoran. Menuliskan perilaku kemampuan-kemampuan spesifik yang penting dan diperlukan untuk menyelesaikan tugas dan menghasilkan hasil akhir (output) yang terbaik. a. 7) Pertanyaan Lisan Penskoran pertanyaan lisan dapat dilakukan dengan pola kontinum 0 s.d. Langkah-langkah penilaian kinerja 1. 10 atau 0 s.Lama-kelamaan angin tidak dapat lagi menopang beratnya awan dan akhirnya awan yang sudah berisi air ini mengalami presipitasi atau proses jatuhnya hujan air. hujan es dan sebagainya ke bumi Skor max 10 3 Jika nilai yang dicapai oleh siswa kurang dari 7 berarti siswa masih belum berhasil menjelaskan proses terjadinya hujan. . 2. Jadi boleh dikatakan bahwa performance assessment adalah suatu penilaian yang meminta peserta tes mendemonstrasikan dan menaplikasikan pengetahuan ke dalam berbagai macam konteks dengan criteria yang diinginkan. 100. serta keterampilan di dalam berbagai macam konteks.

3. Penilaian Portofolio Portofolio merupakan kumpulan atu berkas pilihan yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian. b. Dapat menggunakan checklist dan rating scale 3. Kalau ada. antara lain:    Menghargai perkembangan yang dialami siswa Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung Member perhatian dan prestasi kerja siswa yang terbaik . portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan. Urutkan criteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang dapat diamati. Dalam penilaian kelas. a. 4. Mendefinisikan criteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang dapat diamati (observable) atau karakteristik produk yang dihasilkan. periksa kembali dan bandingkan dengan criteria-kriteria kemampuan yang dibuat sebelumnya oleh orang lain di lapangan. Tujuan Portofolio Tujuannya ditetapkan berdasarkan apa yang harus dikerjakan dan siapa yang akan menggunakan jenis portofolio. para penskor memberikan penilaian (skor) pada berbagai aspek yang berbeda yang berhubungan dengan kinerja yang dinilai. 2) Metode analytic. Metode yang dapat digunakan 1) Metode holistic. Membuat criteria-kriteria kemampuan yang akan diukur jangan terlalubanyak sehingga semua criteria tersebut dapat diobservasi selama siswa melaksanakan tugas. digunakan apabila para penskor (rater) hanya memberikan satu buah skor atau nilai (single rating) berdasarkan penilaian mereka secara keseluruhan dari hasil kinerja peserta. 6. 5.

secara umum penilaian portofolio dapat dibedakan menjadi lima bentuk. Metode Portofolio Pengorganisasian dalam penilaian portofolio adalah hal yang sangat penting. Prinsip Portofolio Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam menggunakan portofolio di sekolah. . portofolio dokumentasi documentary portofolio). portofolio penampilan ( show portofolio). yaitu portofolio ideal (ideal portofolio). Terdapat beberapa cara portofolio. yaitu : (1) pengumpulan (storing).     Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimentasi Meningkatkan efektifitas proses pengajaran Bertukar informasi dengan orang tua /wali siswa dan guru lain Membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pada siswa Meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri dan membantu siswa dalam merumuskan tujuan b. dan penetapan (dating) dari suatu tugas ( task). Menurut Nitko (2000). antara lain :       Saling percaya (mutual trust) antara guru dan siswa Kerahasiaan bersama (confidentiality) antara guru dan siswa Milik bersama (join ownership) antar siswa dan guru Kepuasan (satisfaction) Kesesuaian (relevance) Penilaian proses dan akhir c. portofolio evaluasi (evaluation portofolio) dan portofolio kelas ( classroom portofolio). Pemilihan (sorting). tetapi semuanya mengandung tiga hal yang penting.

Walaupun hasil portofolio bergantung pada penampilan (performance) siswa. d.hal yang dapat dijadikan sebagai bahan penilai portofolio di sekolah antara lain sebagai berikut : . Menentukan criteria penilaian yang digunakan Mengharuskan siswa menilai hasil pekerjaannya sendiri secara berkelanjutan. 2) Bahan Penelitian Hal. untuk membedakan penilaian penampilan minimal terdapat empat aspek penting. yaitu :    Portofolio memiliki kinerja siswa di kelas untuk mencapai kondisi standart yang diperlukan Portofolio menunjukkan kesempatan ganda bagi siswa untuk mendemonstrasikan kompetensinya Portofolio selalu menunjukkan perbedaan bentuk dari tugas yang diberikan dan sampel portofolio adalah suatu hasil dari usaha lanjut untuk memperbaiki hasil dan proses yang telah dikerjakan siswa.Karakteristik perubahan portofolio siswa dari waktu ke waktu akan merefleksikan perubahan penting dalam suatu kemampuan intelektual siswa. Pedoman Penerapan Penilaian Portofolio Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh guru dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah sebagai berikut : 1) Memastikan bahwa siswa memiliki berkas portofolio       Menentukan bentuk dokumen atau hasil pekerjaan yang perlu dikumpulkan Siswa mengumpulkan dan menyimpan dokumen dan hasil pekerjaannya. Menentukan waktu dan menyelenggarakan pertemuan portofolio Melibatkan orangtua dalam proses penilaian portofolio.

Contoh Penilaian Portofolio Contoh tugas portofolio : 1) Siswa diminta membuat rancangan pengamatan (dibantu dengan lembar kerja dari guru) mengenai materi-materi selama satu semester yang akan diberlakukan eksperimentasi 2) Melakukan kegiatan eksperimentasi sesuai dengan alokasi waktu pokok bahasan dengan yang direncanakan 3) Membuat suatu hasil pengamatan perpokok bahasan yang dieksperimenkan dan mencari tentang factor-faktor yang berpengaruh terhadap percobaanya 4) Siswa diminta melakukan diskusi tentang hasil percobaan dan mengambil suatu generalisasi dari hasil percobaan tersebut Untuk menetapkan skor tugas portofolio. ada beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain : .            Penghargaan tertulis Penghargaan lisan Hasil kerja biasa dan hasil pelaksanaan tugas-tugas oleh siswa Daftar ringkasan hasil pekerjaan Catatan sebagai hasil pekerjaan Catatan sebagai peserta dalam suatu kerja kelompok Ontoh hasil pekerjaan Catatan / laporan dari pihak yang relevan Daftar kehadiran Hasil ujian / tes Presentase tugas yang telah selesai dikerjakan Catatan tentang peringatan yang diberikan guru manakala siswa melakukan kesalahan e.

Pedoman umum ini akan digunakan untuk mengembangkan pedoman khusus. Bentuk Instrumen dan Penskoran Portofolio 4. Tanggal No :……………… Aspek yang Dinilai 1 1 2 3 4 5 Latar belakang masalah/pendahuluan Kajian pustaka Ketajaman pembahasan/ analisis Penyimpulan/ penutup Tata tulis dan bahasa Skor total Portofolio ke 2 3 Contoh lain. b) Kembangkan rincian pedoman yang menggambarkan urut-urutan materi dan proses dari awal sampai akhir. pengorganisasian. Proyek juga dapat memberikan informasi tentang pemahaman dan pengetahuan siswa pada pembelajaran tertentu. c) Kembangkan cara penskoran secara umum yang sesuai dengan pedoman terperinci dan terfokus pada aspek-aspek penting menyangkut materi dan proses untuk dinilai melalui tugas-tugas yang berbeda. hingga penyajian data. kemampuan siswa dalam . Konsep Penilaian Proyek Yang dimaksud dengan proyek adalah tugas yang harus diselasaikan dalam periode atau waktu tertentu. Tugas trsebut berupa investigasi sejak dari pengumpulan. Penilaian Proyek a.a) Buatlah kerangka konseptual berupa criteria tentang tingkatan kualitas menggambarkan materi dan proses penampilan yang akan dinilai. pengevaluasian. Kembangkan cara penskoran secara khusus untuk penampilan tugas-tugas yang juga bersifat khusus. Misalnya : Nama siswa :……………….

Mereka mungkin memilih topic yang tepat. Dalam konteks ini. dan Arahan diri b. Mereka mungkin memilih topic yang terlalu luassehingga sediit informasi yang dapat ditemukan. jika sisa diberikan kebebasan yang luas. Perencanaan Penilaian Proyek Dalam perencanaan penilaian proyek terdapat terdapat tiga hal yang perlu dipertimbangkan:  Kemempuan pengelolaan. dak kemampuan siswa untukmengkomunikasikan informasi. Kegiatan mereka kemudian dapat digunakan untuk menilai kemampuannya dalam hal bekerja independen/ kelompok. dan menganalisis proyek. memformulasikan pertanyaan dan menyelidiki topi tersebut melalui bacaan dan wawancara. Mereka mungkin juga kurang tepat untuk memperkirakan waktu penulisan laporan. . misalnya pada saat:    Merencanakan dan mengorganisasika investigasi Bekerja dalam tim. mereka akan mendapatkan kesulitan dalam memilih topic yang tepat.mengaplikasikan pengetahuan. menyelidiki. hasil belajar dapat dinilai ketika siswa sedang melakukan proses suatu proyek. guru mungkin menekankan penilaian proyek pada prosesnya dan menggunakannya sebagai sarana untuk mengembangkan dan memonitar keterampilan siswa dalam merencanakan. Formatif/ diagnostic penekanan pada proses tujuan Sumatif Penekanan pada produk c. Dalam kurikulum. siswa dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan pada suatu topic. Konteks dan Tujuan Penilaian Proyek Dikelas.

Estimasi dan Pelaporan Prestasi Penilaian proyek merupakan salah satu bukti untuk ditempatkan pada peta kemajuan belajar siswa. nilai tunggal mencerminkan kesan umum. . keterbandingan nilai proyek tidaklah begitu penting. bila hal ini dilakukan . Akan tetapi guru harus tetap yakin bahwa nilainya dapat dimengerti siswa.  Keaslian. dan pemahaman pada pembelajaran agar proyek dijadikan sebagai sumber bukti. sedangkan analitik . Secara holistic. Secara subjektif. Nilainya dapat dilakukan secara subjektif maupun objektif. guru perlu mempertimbangkan seberapa besar petunjuk atau dukungan yang telah diberikan pada siswa. Pada situasi yang memiliki resiko tinggi. e. maka standart penilaian pada topic yang berbeda tersebut harus dispesifikasikan. Judging Proyek  Metode judgement Proyek dapat dinilai secara holistic maupun analitik pada proses maupun produknya. Secara objektif. bukti nilai yang tersedia dapat menunjukkan hubungan yang lemah pada peta kemajuan belajar. Kekonsistenan nilai perlu diperhatikan. nilai diberikan pada beberapa aspek  Keterbandingan judgement Di kelas. d. Relevansi. nilai diberikan oleh penilai yang berbeda. Bila siswa dapat memilih topic yang berbeda. eterampilan. lokasi siswa pada peta kemajuan belajar dapat ditempatkan relative dengan tepat. guru harus mempertimbangkan pengetahuan.

Hasil kerja yang berupa aransemen music . Dan diakhiri dengan dialog interaktif dengan siswa). Hasil kerja dapat berupa produk kerja siswa yang bisa saja terbuat dari kain. Penilaian dilakukan terhadap :  Keaktifan pada saat mengikuti talk show  Makalah yang dibuat  Aktivitas dalam diskusi panel 5. Pembuatan laporan atau makalah dari kegiatan observasi. koreografi. dan hasil karya seni seperti lukisan. penilaian tentang kualitas teknis maupun estetik hasil karya/ kerja siswa. Contoh Penilaian Proyek Materi : koperasi sekolah. penilaian tentang pemilihan dan cara penggunaan alat serta prosedur kerja siswa. Perancangan Kegiatan :  Observasi ke beberapa koperasi sekolah  Talk show bersama ahli (expert) dari bidang perkoperasian .f. plastic. metal. (sedikit ceramah. percakapan antara guru-nara sumber.  Pembuatan laporan atau makalah dari kegiatan observasi. kertas. pengelola koperasi dan anggota koperasi.  Mengadakan diskusi panel di dalam kelas yang dimoderatori oleh guru tentang koperasi makalah yang telah disusun berdasarkan hasil observasi tersebut. Penilaian Hasil Kerja (Product Assessment) Penilaian hasil kerja siswa merupakan penilaian terhadap keterampilan siswa dalam membuat suatu produk benda tertentu dan kualitas produk tersebut. kayu. keramik. Kedua. Terdapat dua tahapan penilaian yaitu : Pertama. dan patung. gambar. cara pengelolaan dan dampaknya bagi sekolah. . Format dibuat oleh guru dan dapat dikembangkan lebih luas lagi oleh siswa.

tahap produksi. Penilaian hasil kerja biasa digunakan guru untuk :    Menilai penguasaan keterampilan siswa yang diperlukan sebelum mempelajari keterampilan berikutnya. Semua harus dilakukan oleh siswa meskipun terdiri atas beberapa tahap yang bebbedatetapi semua itu merupakan suatu proses yang padu. Menilai keterampilan siswa yang akan memasuki institusi pendidikan kejuruan. Berikut ini criteria yang dapat digunakan untuk menentukan hasil kerja yang akan dipilih guru untuk penilaian. 1) Tujuan Dilakukannya Penilaian Hasil Kerja Guru harus memahami tujuan penilaian hasil kerja agar tidak terjadi kekeliruan dalam menyusun kisi-kisi instrument penilaian. 2) Perencanaan dalam Menilai Hasil Kerja Siswa Ketika menentukan penilaian hasil kerja. Diperlukan beberapa criteria untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat kompetensi siswa. Berhubung ketiga tahap itu merupakan proses yang padu. dan tahap akhir. Menilai tingkat kompetensi yang sudah dikuasai siswa pada setiap akhir jenjang / kelas di sekolah kejuruan. maka guru bisa saja melakukan penilaian tentang kemampuan kerja siswa dalam memilih teknik kerja pada tahap produksi dan tahap akhir. a. a) Relevan dan mewakili kompetensi yang diukur . guru harus memperhatikan standar kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. Tahapan dalam Membuat Suatu Hasil Kerja Tiga tahapan yang harus diperhatikan yaitu tahap perencanaan atau perancangan. Berhubung ketiga tahap itu merupakan proses yang padu .karya sastra tidak termasuk hasil kerja yang dimaksud disini.

Penilaian sebaiknya didasarkan pada sejumlah hasil kerja yang relevan dengan kompetensi yang diukur. batasan diberikan untuk membantu siswa agar dapat memfokuskan diri pada proses kerja. Penilaian hasil kerja yang objektif adalah penilaian yang tidak dipengaruhi oleh jenis dan bentuk hasil kerja siswa. dan akhir) b) Jumlah dan objektivitas hasil kerja Untuk memperoleh penilaian hasil kerja yang handal biasanya digunakan portofolio kerja siswa.  Penyusunan tahapan dalam pengerjaan hasil kerja ( dalam tahap perencanaan. Penilaian didasarkan pada seluruh aspek kompetensi. Karena itulah hasil kerja siswa harus relevan dengan kompetensi yang diukur. Strategi yang dapat dilakukan untuk memastikan relevansi dan lingkup hasil kerja adalah :  Penetapan kompetensi yang akan diukur. 3) Pengelolaan Hasil Kerja Guru mengelola sejumlah hasil kerja siswa dan mencatat hasil penilaian secara sistematis dengan memperhatikan spesifikasi tugas sebagai berikut :  Batasan perencanaan / perancangan .  Merinci langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mempermudah guru menilai keterampilan atau kompetensi yang diukur dalam tugas tersebut. . serta tidak dipengaruhi oleh guru yang menilai. Perlu diingat pada waktu memberikan tugas kepada siswa sebaiknya tugas tersebut tidak hanya memungkinkan siswa untuk menunjukkan kompetensi yang diukur tetapi juga memungkinkan siswa untuk dapat menunjukkan kompetensi setingkat diatasnya dan kompetensi setingkat di bawahnya. Semakin banyak hasil kerja yang dinilai untuk masing-masing kompetensi maka kesimpulan yang dihasilkan akan semakin handal. bukan pada salah satu aspek saja. produksi. Selain itu batasan diperlukan untuk mempermudah guru menilai keterampilan atau kompetensi yang diukur dalam tugas tersebut.

hal ini akan membantu siswa untuk memfokuskan diri pada langkah-langkah yang akan dinilai. Skala ini digunakan untuk menilai kemampuan pada tahap perencanaan/ perancangan dan tahap akhir. untuk setiap keterampilan yang diukur. Skala ini digunakan untuk penilaian pada tahap akhir seperti penilaian terhadap kualitas hasil kerja siswa dan penilaian terhadap kemampuan siswa untuk mengevaluasi hasil kerjanya. langkah . Untuk setiap keterampilan yang diukur. seperti kemampuan siswa untuk kerjasama. kualitas yang akan dinilai perlu ditulis secara eksplisit disertai nilainya. Pada kedua tahap tersebut guru dapat menilai desain atau hasil kerja siswa dari berbagai perspektif atau criteria . ditentukan beberapa kriteri. diantaranya adalah sebagai berikut :  Anekdotal. 4) Penilaian dan Pencatatan Hasil Kerja Siswa Banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam mengelola hasil kerja siswa. dan kemampuan siswa menggunakan peralatan secara aman.  Merinci langkah-langkah yang harus dilakukan siswa dalam membuat suatu hasil kerja.  Skala Penilaian Analitis. Hal ini akan membantu siswa untuk memfokuskan diri pada langkah-langkah yang akan dinilai.  Skala Penilaian Holistik.  Menyusun criteria penilaian secara jelas. . merupakan catatan yang dibuat guru selama melakukan pengamatan terhadap siswa pada waktu kegiatan belajar mengajar disebut anekdotal. Merinci langkah-langkah yang harus dilakukan siswa dalam membuat suatu hasil kerja . penilaian yang dibuat berdasarkan beberapa aspek pada hasil kerja siswa dilihat dari berbagai perspektif atau criteria disebut skala penilaian analitis. Anekdotal biasanya digunakan untuk mencatat kompetensi yang belum terlihat pada hasil kerja siswa. ditentukan beberapa criteria yang harus dipenuhi. merupakan penilaian terhadap hasil kerja siswa secara keseluruhan disebut skala penilaian holistic. Rincian tentang aspek kompetensi.

 Mengamati dan meniru. Penilaian Sikap Manusia mempunyai sifat bawaan . Namun secara umum. Dalam proses pendidikan . factor-faktor ini member pengaruh terhadap pembentukan sikap (Olson & Zanna. Tingkah laku manusia dipelajari dengan mengamati dan meniru tingkah laku atau perbuatan orang lain terutama orang-orang yang berpengaruh. temperamen .membuat dan menilai hasil kerja. informasi tentang berbagai hal dapat diperoleh melalui lisan atau tulisan. model catatan pada computer. Dari waktu ke waktu respon yang diberi ganjaran tersebut akan bertambah kuat. . manusia juga mempengaruhi sikap warisan. lembar catatan hasil observasi . Tiga model tersebut. ada tiga model belajar dalam rangka pembentukan sikap. 6. yang terbentuk dengan kuat dalam keluarga.5) Contoh Penilaian Hasil Kerja Siswa (Product Assessment) Ada beberapa model untuk mencatat anekdotal yaitu dengan model kartu. pembelajaran model ini berlangsung pengamatandan peniruan melaui model (learning through modeling). 1993) selain itu.  Menerima penguatan . para pakar psikologi social berpendapat bahwa sikap manusia terbentuk melalui proses pembelajaran dan pengalaman. Model-model ini sesuai dengan kepentingan penerapan dalam dunia pendidikan. keagamaan. Informasi tentang obyek tertentu yang diperoleh oleh seseorang akan mempengaruhi pembentukan sikapnya terhadap objek yang bersangkutan. dan sebagainya .  Menerima informasi verbal. Misalnya sentimen golongan. misalnya : kecerdasan. penguatan dapat berupa ganjaran (penguatan positif) dan dapat berupa penguatan hukuman (penguatan negative). dan sebagainya. Menurut Klausemeier (1985). guru atau orang tua dapat memberikan ganjaran berupa pujian atau hadiah kepada anak yang berbuat sesuai dengan nilai-nilai tertentu. Guru keterampilan menggunakan model observasi dalam mencatat kompetensi siswa untuk merancang . catatan tentang siswa di kelas.

 Sikap guru terhadap mata pelajaran. siswa belum dapat mempersepsikan dengan benar tentang objek . perbaikan proses pembelajaran dan pembinaan sikap siswa.  Perbaikan proses pembelajaran. hasil pengukuran dan penilaian sikap dalam kelas dapat dimanfaatkan untuk hal-hal sebagai berikut :  Pembinaan sikap siswa.  Sikap terhadap proses pembelajaran. Secara umum. ada kemungkinan siswa belum dapat menyerap dengan benar materi pelajaran dan belum dapat memahami dengan benar konsep-konsepnya. tujuan utamanya bukanlah untuk dilaporkan dalam bentuk angka. perlu memperhatikan teori pembentukan dan perubahan sikap. Secara terperinci. Sikap dan Objek Sikap yang Perlu Dinilai Dalam kegiatan pembelajaran. Tindak Lanjut Hasil penilaian sikap perlu dimanfaatkan dan ditindaklanjuti . hasil pengukuran dan penilaian sikap siswa dalam kelas.  Sikap berhubungan dengan nilai-nilai tertentu yang ingin ditanamkan dalam diri siswa melalui materi tertentu. b.a.  Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum.  Sikap terhadap materi dari pokok-pokok bahasan yang ada. Oleh karena itu. seperti nilai penguasaan pengetahuan (domain kognitif) atau keterampilan (domain psikomotor). penilaian sikap dalam berbagai mata pelajaran dapat dilakukan berkaitan dengan berbagai objek sikap sebagai berikut :  Sikap terhadap mata pelajaran. misalnya secara umumatau mata pelajaran tertentu. baik secara pribadi maupun klasikal. berguna juga sebagai feedback pengembangan pembelajaran. penilaian terhadap siap selain bermanfaat untuk mengetahui factor-faktor psikologis yang mempengaruhi pembelajaran. Manfaat utama pengukuran dan penilaian sikap adalah untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi peningkatan profesionalisme guru. Sebagian dari teori itu telah dijelaskan pada bagian awal dari naskah pedoman ini.

Dalam hal ini. Cara-cara Menilai Perilaku Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara. namun yang paling praktis dan murah diimplementasikan adalah Skala Diferensiasi Semantik ( Semantic Differential Technique ). Berdasarkan jawaban dan reaksi yang tampil dari seseorang dalam memberi jawaban dapat dipahami sikap orang itu terhadap sikap tertentu. misalnya “Mata Pelajaran Agama Islam” . Teknik ini dapat digunakan pada berbagai bidang . guru dapat memperoleh informasi tentang kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya berdasarkan persepsi siswa. dan penggunaan skala sikap. pertanyaan langsung.observasi perilaku dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan siswa selama di sekolah ( Critical incident record ). Langkah-langkah pengembangan skala dengan teknik ini sebagai berikut :  Menentukan objek sikap yang akan dikembangkan skalanya. Hasil pengukuran dan penilaian sikap dapat dimanfaatkan pula dalam rangka pembinaan profesionalisme guru. Berdasarkan hasil pengukuran dan penilaian sikap. Informasi tersebut dapat bermanfaat dalam rangka melakukan upaya-upaya perbaikan dan peningkatan kualitas probadi dan kemampuan professional guru. sehingga member respon negative dalam member jawaban. guru perlu mengkaji lebih mendalam dan mungkin perlu memberikan perhatian khusus dan penekanan-penekanantertentu dalam proses pembelajaran.sikap pokok bahasan atau mata pelajaran sebagai yang dinyatakan. Pertanyaan langsung dilakukan dengan menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. laporan pribadi. Cara-cara tersebut antara lain : observasi perilaku. Penggunaan skala sikap mengambil dari teknik-teknik yang telah dikembangkan . c.  Peningkatan profesionalitas guru. dan teknik ini sederhana dan mudah diimplementasikan dalam pengukuran dan skala di setiap kelas.

Penerapan konsep PDK adalah sejalan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang menerapkan penilaian berbasis kelas atau Classroom Based Assessment. No Pernyataan SS S Pilihan Sikap N TS STS 1 Kegiatan di sekolah pada bulan Ramadhan perlu dilakukan 2 Usaha pengaktifan usaha kegiatan yang Ramadhan kurang merupakan menyenangkan 3 Kegiatan Ramadhan perlu didukung oleh guru dan orang tua murid 4 Kegiatan Ramadhan diselenggarakan untuk mengisi waktu luang 5 Dst. dan sebagainya. penting. menyenangkan. Misalnya menarik. Memilih dan membuat daftar dari konsep dan kata sifat yang relevan dengan objek penilaian sikap. mudah dipelajari. 7.   Memilih kata sifat yang tepat dan akan digunakan dalam skala Menentukan rentang skala pasangan dan pengskorannya d. Contoh Penilaian Sikap Contohnya skala sikap terhadap kegiatan Ramadhan di sekolah. Penilaian Diri (Self Assesment) Penilaian diri di tingkat kelas kelas (PDK) atau Classroom Self Assesment (CSA) adalah penilaian yang dlakukan sendiri oleh guru atau siswa yang bersangkutan untuk kepentingan pengelolaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di tingkat kelas. Hasil PDK merupakan masukan baru guru di kelas dan bagi .

staf dan guru-guru serta siswa akan sungguh-sungguh melaksanakan PDK. maka pimpinan sekolah. sehingga data yang terkumpul diharapkan dapat diolah secara cermat dan hasilnya mampu melakukan kegiatan PBM. Sebaliknya. mustahil kegiatan PDK akan berjalan dengan baik. sekolah melihat PDK sebagai upaya untuk mengenal kekuatan dan kekurangan diri. Pengungkapan hasil PDK dimungkinkan terjadi mekanisme cross-check bagi data yang dikumpulkan. diperlukan usaha perencanaan untuk melakukan perbaikan kegiatan pengajaran dan pembelajaran di masa yang akan datang. Transparansi dapat dicapai jika semua pihak perlu mengenali diri sendiri sebelum merencanakan kegiatan di masa datang. Pentingnya penyelenggaraan PDK harus diyakini oleh semua pengelola sekolah karena PDK menyangkut kinerja sekolah.  Transparansi.pimpinan sekolah untuk meningkatkan kinerja semua staf dan guru-guru di sekolah di masa datang.  Berlangsung berkesinambungan. . Bila guru dan siswa termotivasi sendiri. PDK disadari sebagai bagian dari manajemen sekolah yang berlangsung secara berkesinambungan dalam kerangka pengelolaan kegiatan PBM yang bermutu oleh peningkatan mutu sekolah.  Tersosialisasi dengan baik. a. semua pihak akan mendukung pelaksanaan PDK. Karena guru dan siswa mengenal kekuatan dan kelemahannya.  Adanya komitmen kepala sekolah. Bila tersosialisasi dengan baik. maka hasil PDK akan objektif dan dilakukan bukan karena desakan dari luar. Bila PDK dipersepsi sebagai bagian dari perencanaan sekolah. Ciri Penilaian Diri  Termotivasi sendiri. bila pimpinanan sekolah tidak meyakini manfaat PDK.

6. Pada tahun ini.. kurikulum mata pelajaran fisika yang saya sajikan mengalami ……………………. Formasi Penilaian Diri Guru Fisika Nama Guru :………………………………… 1. c. 5. saya merasakan suasana yan berbeda tentang……………………… 3. 7.b. karena……………………………… 8. Dengan kurikulum yang sekarang. Contoh Penilaian Diri Berikut contoh penilaian diri guru dan siswa. Kualitas presentasi siswa member cirri keberhasilan siswa sehingga siswa dapat mengetahui. dan (3) kerjasama di antara pimpinan sekolah. 2. pengaruhnya pada kegiatan saya mengajar…………………………………. sehingga siswa dapat mempercayai informasi guru untuk diketahui siswa lebih lanjut terhadap pengembangan kemampuan diri siswa lebih lanjut terhadap pengembangan kemampuan diri siswa. Guru dapat menilai dirinya sendiri berdasarkan perhatian dan keberhasilan siswa. guru. Menurut saya.. dan memperbaiki dirinya berdasarkan penilaian dari gurunya. Hal-hal menakjubkan yang berpengaruh besar pada saya di sekolah adalah…………….. . menilai. Pada satu semester ini. Kriteria Penilaian Diri Kriteria penilaian diri meliputi : (1) isi materi yang diajarkan.. Saya belajar dari anak-anak tentang………………………………………. Keinginan saya adalah membuat bidang studi fisika yang saya ajarkan menjadi pelajaran yang………………………………… 4. dan siswa. sikap para siswa……………………………. Presentasi apa yang telah diajarkan oleh guru memiliki kualitas akademik. Tujuan saya menjadi guru fisika pada awalnya…………………………. (2) presentasi apa yang telah diajarkan. Criteria isi materi yang diajarkan melaui sejauh mana guru menarik perhatian siswa terhadap apa yang diajarkan di kelas dan member pengaruh terhadap orang tua siswa dan lingkungan apa yang terjadi di luar kelas.

Semester ini. Terhadap pelajaran Fisika. saya…………………………….Formasi Penilaian Diri Siswa Dalam Mata Pelajaran Fisika Nama Siswa :………………………………… Hari :……………………………… 1. Lebih baik jika saya harus mempelajari sains dengan cara……………………. Yang membuat saya mempelajari fisika yaitu………………… 2. Contoh Format Penilaian Konsep Diri Siswa No Pernyataan Alternative Ya Tidak 1 2 3 Saya sulit mengikuti pelajaran fisika Saya sulit memahami konsep fisika Saya sulit mengikuti pelajaran fisika tentang listrik 4 Saya sulit untuk menganalisis permasalahan sehari. pokok bahasan yang paling sukai dari fisika adalah……………………………………. 6. Cara-cara yang telah saya lakukan untuk mempelajari fisika adalah……………………… TABEL 5 8. 4. Tujuan mempelajari atau memahami fisika adalah………………………………………………. Menurut saya..hari kaitannya dengan fisika 5 Saya belum bisa melaksanakan semua tugastugas dalam mata pelajaran fisika 6 Saya suka mendalami fisika di luar jam pelajaran sekolah . 3. fisika merupakan mata pelajaran yang…………………………… 5. Terakhir saya melakukan kegiatan praktek pada pelajaran fisika………………………… 7.

apakah kemampuan tersebut merupakan kemampuan yang kompleks untuk di jadikan tolak ukur keberhasilkn siswa. guru harus memperhatikan kualitas dan akurasi bukti tersebut. Hal utama yang harus ada pada peta perkembangan siswa adalah deskripsi tentang kemampuan/kompetensi/keterampilan siswa yang dikembangkan . Estimasi didasarkan pada data siswa yang paling akurat. Peta Perkembangan Hasil Belajar Laporan hasil belajar yang dibuat dalam bentuk garis continuum (grafik perkembangan) yang memuat deskripsi dan uraian perkembangan kemampuan atau kompetensi hasil belajar siswa dinamakan peta perkembangan hasil belajar. tidak bias menunjukkan tingkat keberhasilan belajar siswa secara pasti. yaitu kemajuan atau perkembangan belajar siswa dalam semua bidang studi secara simultan. Perlu diketahui bahwa tinkat keberhasilan siswa disini hanya berdasar estimasi. a.  Acuan guru dalam mengestimasi tingkat keberhasilan (pencapaian pengetahuan) siswa: estimasi ini didasarkan ada bukti yang berupa nilai tugas atau ulangan siswa. apakah penggunaan alat ukur yang berbeda akan diperoleh kesimpulan kemampuan yang berbeda. Dari peta tersebut dapat dipahami bahwa perkembangan kemajuan siswa bersifat multidimensional. Dalam melakukan estimasi. kita perlu mengkaji terlebih dahulu:apakah kemampuan tersebut sudah di dukung oleh data yang memadai. Tujuan peta perkembangn Hasil Belajar Tujuannya:  Acuan guru dalam memantau perkembangan belajar siswa. Suatu kemampuan. 9 8.7 Saya selalu berusaha menyenangi mata pelajaran fisika 8 Saya membutuhkan waktu lama untuk belajar fisika Saya……………….dst.

dalam kegiatan belajar mengajar dan disertai dengan contoh-contoh tugas atau hasil kerja siswa yang menggambarkan kemampuan tersebut. yaitu membuat skala lokasi kemampuan berdasar perilaku siswa yang dapat di amati. tetapi disini hanya di uraikan tiga pendekatan saja.  Kalibrasi perilaku Kalibrasi perilaku biasnya dilakukan dengan tekhnik item respon. Model ini akan mempermudah guru dalam mendeskripsikan kemampuan beajar siswa. Jumlah level pada peta tidak pasti tetapi lebih didasarkan pada kesepakatan. misalnya angka 1 sampai 8. . sedangkan perilaku kemampuan yang paling sedikit muncul pada kelompok etrsebut diletakkan pada lokasi teratas. b.  Pembagian dalam level kemampuan Skala lokasi pada peta kemajuan belajar siswa dapat ditetapkan dengan membuat jenjang/tingkat kemampuan. deskripsi atau indicator. Penentuan Skala Lokasi Pada Peta Skala lokasi pada peta ditujukan untuk menentukan posisi kemampuan siswa pada sebuah garis kontinum. Penentuan jenjang bias dalam bentuk angka. Pemberian nilai pada garis kontinum harus menunjukkan jarak yang sama antar nilai. Jadi misalnya perbedaan jarak kemampuan antara nilai 10-20 harus sama dengan nilai 80-90. Sebenarnya ada sejumlh pendekatan dalam menetapkan lokasi pada peta kemjuan belajar. Skala lokasi ini akan mempermudah guru dalam menentukan tingkat pencapaian dan memonitor perkembangan belajar siswa.  Penggunaan Skala Numerik (Nilai) Kedua pendekatan sebelumnya dapat dilengkapi dengan skala numeric. Deskripsi kemampuan yang terdapat pada peta kemajuan belajar tersebut biasanya disebut sebagai hasil. Penentuan skalanya dapat dilakukan dengan menempatkan kemampuan yang paling banyak muncul pada kelompok tertentu diltakkan pada skala lokasi yang terbaik. yang berarti perbedaan jarak kemampuan antar nilai 10-20 harus sama dengan perbedaan jarak kemampun antar nilai 80-90.

. keerampilan.  Penetapan patokan. Patokan secara komparatif ditetapkan berdasarkn prestasi siswadalam suatu kelompok. Hasil tugas siswa yang diobservasi biasanya masih terbatas . apakah dengan tolak ukur yang berbeda diperoleh kemampuan siswa yang berbeda. dari kemampuan yang di ukur.    Membuat tahapan hasil belajar yang menunjukkan adanya perkembangan belajar. Tingkat keberhasilan dapat di tentukan secara komparatif (patokan atau acuan norma) dn absolute. Dan menyempurnakan tahapan yang di susun guru denga cara mengujikan secara empiris pada siswa. yang ada pada area pembelajaran. (untuk lebih jelas lihat lampiran 3 halaman 273-274). tahapan tersebut disempurnakan dengan mengguakan sampl tugas yang banyak. keterampilan. Melengkapi peta kemampuan belajar. Dapat di lakukan dengan member penjelsan secara rinci kemampuan pada peta dan mengisi tahapan kemampuan yang masih kosong. Merevesi peda kemampuan belajar. keterampilan. Contoh peta kemajuan hasil belajar Penyusunan peta menggunakan dua pendekatan:  Pendekatan buttom-up Langkahnya dengan menyusun tahapan pengetahuan. Langkah Penyusunan Peta Kemajuan Hasil Belajar  Menentukan jenis kemampuan. Patokan absolut di tetapkan sebagai level kemampuan yang menjadi batas pada konteks tertentu.  Pendekatan Top Down Langkahnya dengan meminta guru dan ahli bidag studi untuk munyusun tahapan pegetahuan.c. Mengukur kemampuan tersebut apakah memadai dan cukup kompleks sebagi olak ukur keberhasilan belajar siswa. pemahaman yang di dasarkan pada hasil oservasi dan penilaian atas sampel tugas siswa.

Namun demikian.9. Jika tidak ada test awal. harus diperhatikan . Indeks sensitivitas butir instrument memiliki interval -1 sampai dengan 1. seperti telah dikemukakan di atas. T = banyaknya siswa yang mengikuti ujian. dan apakah bahasan yang digunakan sudah memenuhi pedoman dan bias dipahami oleh siswa. yaitu analisis kualitatif dan kkuantitatif. RA = Banyaknya siswa yang berhasil mengerjakan suaatu butir Instrumen sesudah proses pembelaajaran. Jawaban hasil uji coba itu lalu diaanalisis secara kuantitatif dengaan menggunakan teknik yang ada misalnya Program Microcat. RB = Banyaknya siswa yang berhasil mengerjakan suatu butir insrumeen sebelum proses pembelajaran. Hasil uji coba bertujuaan untuk melihat karakteristik instrumen seperti indeks kepekaan atau kesensitifan instrument. yaitu dengan cara membagi jumlah siswa yang menjawab benar dengan jumlah test. Tujuannya adalah untuk menilai materi. maka indeks sensitivitas dapat dilihat dn besarnya tingkat pencapaiannya berdasarkan hasil tes akhir. Hal ini dapat diketahui mana kala dilakukan test awal atau pretest dan test setelah pembelajaran. Batas minimumnya adalah 75%. Analisis kualitatif adalah analisis yang dilkukan oleh teman sejawat dalam rumpun keahlian yang sama. Analisis Instrumen Suatu instrument hendaknya dianalisis sebelum digunakan. konstruksi. Jika tingkat pencapaian suatu butir instrument kecil (banyaknya siswa yang gagal) maka proses pembelajaran tidak efektif. Ada suatu model analisisyang dapat dilakukan. Untuk mengetahui efektifitas proses pembelajaran dapat dilakukan dengan cara melihat karakteristik butir instrument dengan mengikuti acuan criteria yang tercermin daari besarnya harga indeks sensitivitas. Indeks sensitivitas suaatu butir soal (Is) ujian formatif adalah sebagai berikut. Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara menguji cobakan instrument yang telah dianalisis secara kualiatif kepada sejumlahsiswa yang memiliki karakteristik sama dengan siswa yang akan di uji dengan instrument tersebut.

ataukah cara belajarnya (metode. sedangkan sangat tidak setuju diberi skor 1. guru akan mendapatkan manfaat yang besar untuk melakukan program perbaikan yang tepat.pula bagaimaana kualitas butir terseebut secara kuantitatif. jawabannya sangat setuju diberi skor 4. maka skala 10- . dan pengayaan bagi yang sudah. teknik) yang digunakan kurang tepat. Evaluasi hasil belajar nontes. 10. Skala dibuat bertingkat. dengan catatan guru memberikan perbaikan (remedial) kepada siswa yang belum mencapai ketuntasan. Dengan mengevalusi hasil belajar. maka perlu diperbaiki. skor keseluruhannya diperoleh dengan menjumlahkan seluruh skor butir pertanyaan atau pernyataan. Jika ternyta itu berjumlah 10 butir. Sebagai contoh. Akan tetapi. Jika ditefsirkan ke dalam empat katagori. Evaluasi terhadap hasil belajar bertujuan untuk mengetahui ketuntasan siswa dalam menguasai kompetensi dasar. jika semua siswa sudah menguasai suatu kompetensi dasar. skor tertinggi seorang siswa adalah 40 dan terendah adalah 10. Jika ternyata insrumen penilainnya terlau sulit. Jika ditemukan sebagian besar siswa gagal. Contoh format evaluasi hasil belajar dapat dilihat pada lampiran. dapat diartikan bahwa rendahnya indeks kesukaran menunjukkan tidak efektivnya proses pembelajarannya. Jika hasil analisis secara kualitatif sudah memenuhi syarat. maka pelajaran dapat dilanjutkan dengan materi berikutnya. perlu dikaji kembali pakah instrument penilaiannya terlalu sulit. Misalnya. Evaluasi ini berangkat dari skala minat siswa terhadap mata pelajaran dan segala sesuatu yang terkait. misalnya minat dan sikap adalah untuk mengetahui minat dan sikap siswa terhadap mata pelajaran. Evaluasi Hasil Penilaian Guru harus melakukan evaluasi terhadap hasil tes dan menetapkan standart keberhasilan. apakah instrument penilaiannya sudah sesuai dengan indikatornya. misalnya dengan rentangan 4-1 atau 1-4 tergantung arah pertanyaan atau pernyataannya. dan seterusnya. mungkin pembelajarannya yang harus diperbaiki. Dari hasil evaluasi tersebut dapat diketahui kompetensi dasar. materi atau indicator yang belum mencapai ketuntasan. jika instrument penilaiannya ternyata tidak sulit. media.

. Perlu dikaji dan dilihat kembali dan secaraa menyeluruh segala hal yang terkait dengan pembelajaran. 33-40 sangat berminat. 17-24 kurang berminat. Apabila dari sekian banyak siswa ternyata tidak berminat dengan subsansi mata pelajaran maka guru harus mencari sebab-sebabnya. media maupun tekniknya. 25-32 berminat.16 termasuk tidak berminat. baik menyangkut metode.

BAB 3. Prinsip-Prinsip dan Strategi Penilaian Kelas. Fungsi Penilaian Kelas 4. Tujuan Penilaian Kelas 3. Ragam penilaian kelas. Penilaian Hasil Kerja (Product Assessmant) 6. Prinsip Penilaian Kelas 5. Penilaian Diri (self assessment) 8. Peta Perkembangan Hasil Belajar 9. Penilaian Sikap 7. Analisis Instrumen 10.1 Kesimpulan 1. PENUTUP 3. antara lain: 1. Pengertian Penilaian Otentik 2. Penilaian Proyek 5. Penilaian Kinerja (performance Assessment) 3. Prosedur dan Metode Penilaian 3. Sistem penilaian berbasis kelas yang dikaitkan dengan pengertian penilaian sebagai assessment yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengekfektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan belajar mengajar. 2. Penilaian Portofolio 4. antara lain: 1. Tes Tertulis 2. Evaluasi hasil belajar .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful